Deva Choesin | 5 Jan 05:31 2011
Picon

Re: Pasar BlackBerry meningkat 140%tahun2010.Jadikansebagai alat Homeworking

Mungkin terlambat ikutan untuk memberi tanggapan dan opini mengenai "Work from Home" atau "Tele Commuting," dari seseorang yang memang "hidup di jalan." He..he..he..

Anyway, bicara soal "work from home" menurut saya sebenarnya adalah suatu jouney, bukan sesuatu yang bisa dilakukan dadakan. Di kantor kami sudah dari dulu, bahkan sebelum saya jadi karyawan, sudah ada program ini. Tapi tujuannya beda, lebih diarahkan kepada mereka yang pada posisi "disadvantage," yang tidak mungkin datang ke kantor tiap hari (karena faktor "disability," atau merawat keluarga yang "disable"). Sarana yang diberikan cukup memadai, misalnya boleh pasang telepon tambahan atas biaya kantor, melakukan renovasi rumah supaya ada ruang khusus untuk bekerja, dan pada waktu itu, sambungan "lease line" supaya bisa menyambung "dumb terminal" ke rumah mereka.

Perkembangan IT pada masa itu, memang sudah menciptakan "opportunity" untuk kerja dari rumah. Saya ingat di tahun 70-an, waktu saya masih kuliah elektro, iri sekali dengan teman saya yang kuliah di Ottawa, Canada. Dia dengan mudah dari tempat tinggalnya, pakai modem yang ada "acoustic coupler," bisa sambung ke komputer di kampusnya terminal TTY, terus menyelesaikan tugas-tugasnya. Saya di Bandung harus puas dengan teknologi "punch card."

Dari program "work from home" ini, dikembangkan menjadi beberapa kategori. Yang ada di kantor kami sekarang cukup beragam, dari yang seratus persen kerja dari rumah, kerja dari luar (bisa di tempat kastemer, rumah, Starbucks, dll), yang sekali-kali kerja tidak di kantor, yang musiman, dan tentunya yang harus kerja di kantor. Pembagian ini tentunya tergantung dari banyak faktor termasuk budaya dari negara masing-masing. Kami pakai istilah "mobile workstation" dan "fixed workstation," untuk membedakan tempat kerja mereka yang tidak tetap datang ke kantor dengan mereka yang memang harus kerja di kantor.

Pada waktu konsep ini diterapkan di Singapore, ternyata "mobile workstation" yang tersedia, banyak di pantek, alias di "book" 365 hari untuk satu orang saja padahal, orang tersebut sudah bersedia dikatagorikan sebagai "mobile worker." Memang waktu itu ada benefitnya, yaitu mereka bakal dapat Laptop sedang yang "fixed worker" hanya dapat PC desktop. Ternyata yang membuat si tamak ini booking meja satu tahun penuh karena di Singapore pada waktu itu, kerja di rumah tidak nyaman (bayangkan kerja di RUSUNAMI), lagi pula bagi mereka, lebih "cool" kalau bisa kerja di pusat kota (business district) dan dilihat teman-teman lainnya.

Dan seperti sudah ditanggapi oleh yang lain, untuk memungkinkan "work from home" bukan sekedar punya BB atau Smartphone lainnya. Laptop yang tersambung dengan broadband masih merupakan alat utama untuk bisa melaksanakannya. Tapi, teknologi hanya satu dari sekian faktor yang bisa membuat program ini sukses. Saya rasa peran HR dan para pimpinan unit-unit kerja, tidak kalah pentingnya. HR bukan saja untuk pengkotak-kotakan jenis pekerjaan (siapa yang boleh kerja di rumah, siapa yang tidak bisa), tapi juga bagaimana mendidik para manager dan supervisor agar bisa memanage karyawan tanpa melihat mereka secara langsung. Believe me, it's not easy.

Regards,
Deva Choesin



From:        "Sumitro Roestam" <sroestam <at> indosat.net.id>
To:        ninakaha <at> yahoo.com, qbmember <at> leadershipqb.com, irsal.imran <at> bitasys.com, "henkmahendra <at> gmail.com" <henkmahendra <at> gmail.com>, indonesia <at> nextbetter.net
Cc:        "Sumitro2 Roestam" <sumitror <at> yahoo.com>
Date:        12/29/2010 03:37 AM
Subject:        [indonesia] Re: [Qbmember] Pasar BlackBerry meningkat 140%tahun2010.Jadikansebagai alat Homeworking
Sent by:        indonesia-bounce <at> nextbetter.net



Ibu Nina Kurnia dan Kawan2 yth,

Terimakasih atas pendapat Ibu Nina tentang kecocokan smartphone BB untuk pelaksanaan Telework/Homeworking yg komprehensif dibandingkan dgn jenis2 smartphone lainnya, dari perangkat yg memang di-disain untuk telework, harga dan tarif bulanan yg terjangkau, sistem komunikasi yg robust dan dapat menembus kondisi kecepatan transmisi yg extreme (push mail, GPRS, kompresi dan enkripsi data).

Keunggulan lainnya, hampir tiap manajer, staff dan karyawan penting telah memiliki perangkat BlackBerry ini.

Langkah berikutnya yg ditunggu adalah Komando dari Pimpinan Pemerintahan/Instansi, Direksi BUMN dan Swasta untuk merubah budaya dari kerja di kantor tiap hari, menjadi kerja 1-2 hari per minggu di rumah atau telework.

Untuk keperluan office communications yg rutin, maka perangkat BB ini sudah cukup memadai. Namun untuk heavy office work, seperti membuat naskah besar dan panjang, dipakai PC/Laptop yg ada dirumah atau di warnet terdekat, Transmisi naskah s/d 4 Mbytes dapat dilakukan via BB ini.

Kita tunggu kesadaran para Pemimpin untuk memulainya, demi memajukan bangsa dan negara, mengurangi beban biaya transport, kelangkaan BBM Premium, menghindarkan kemacetan LL, dan meningkatkan produktivitas nasional.
Wassalam,
Sumitro Roestam

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: "Nina Kurnia Hikmawati" <ninakaha <at> yahoo.com>
Sender: qbmember-bounces <at> leadershipqb.com
Date: Tue, 28 Dec 2010 16:39:32
To: <irsal.imran <at> bitasys.com>; <qbmember <at> leadershipqb.com>; <henkmahendra <at> gmail.com>
Reply-To: ninakaha <at> yahoo.com, qbmember <at> leadershipqb.com
Subject: Re: [Qbmember] Pasar BlackBerry meningkat 140%
                tahun2010.Jadikansebagai alat Homeworking

Ikut ngomentari..
Memang BlackBerry sangat laku keras di pasar global. Kalo dilihat  yg menjadi inti keberhasilan dari Black Berry adalah Research and Developmentnya (R&D) dengan membuat inovasi-inovasi layanan smartphone.
Kalo kita lihat, salah satau yg menarik dari keberadaan BB adalah karena  inovasi-inovasi layanan dan konten BlackBerry dan line of handheld-nya dapat memadukan e-mail(push email), telepon, Instant Messaging (IM) YM, Gtalk, Short Message Services (SMS), Internet, musik, kamera, vidio, radio, organisator, Global Positioning System (GPS), layanan social networking spt FB, Twitter ... dan berbagai macam aplikasi lain dalam satu solusi nirkabel yang di-dubbing “always on, always connected”. Layanan inilah yang menjadi pertimbangan pasar dalam membeli Black Berry.  Selain layanan, Black Berry memiliki sekuriti yang sangat handal dengan adanya encrypsi... yang ga bisa dibobol... Dan tercentral di RIM nya...
               Selain itu harga yang layak, dibandingkan smartphone lainnya, harganya terjangkau banget.. tentu juga karena layanan Hardware dan software menimbulkan orang-orang melirik BB. Tentu keberadaanya.. dapat membantu para pebisnis untuk melakukan kegiatanya bukan hanya di kantor, atau rumah... namun bisa dimana saja dan kapan saja... semua dapat dimudahkan,.... semua tergantung kita yang menggunakannya.. ke arah yang positip tentunya. 
Nah... Masalah bekerja dirumah... Sebetulnya bukan hanya melalui BB... Asal ada fasilitas modem atau peralatan telekomubikasi... Tentu bisa lancar...  
Bekerja dirumah... Akan membentu mengurangi kemacetan Jkt.....
Namun..hal ini..hanya salah satu solusi... Boleh dicoba diusulkan.. Pak..ide yg bgs..

------Original Message------
From: irsal.imran <at> bitasys.com
Sender: qbmember-bounces <at> leadershipqb.com
To: henkmahendra <at> gmail.com
To: qbmember <at> leadershipqb.com
ReplyTo: irsal.imran <at> bitasys.com
ReplyTo: qbmember <at> leadershipqb.com
Subject: Re: [Qbmember] Pasar BlackBerry meningkat 140% tahun2010.Jadikansebagai alat Homeworking
Sent: Dec 28, 2010 08:56

Coba pakai ...Ada yg gratis,

http://logmein.com

Atau

http://gotomypc.com

Utk working from home.

Salam,

-Irsal
Sent from my Verizon Wireless BlackBerry

-----Original Message-----
From: henkmahendra <at> gmail.com
Sender: qbmember-bounces <at> leadershipqb.com
Date: Tue, 28 Dec 2010 00:13:59
To: S Roestam<sroestam <at> indosat.net.id>; QB Leadership<qbmember <at> leadershipqb.com>
Reply-To: henkmahendra <at> gmail.com, qbmember <at> leadershipqb.com
Subject: Re: [Qbmember] Pasar BlackBerry meningkat 140% tahun 2010.
                Jadikansebagai alat Homeworking

Pak Mitro yasbg. (y)(y)(y)(y)(y)

Saya setuju berat dengan ide 'mobile & home working' tsb karena sejak umat manusia menemukan 'pertanian & peternakan & perikanan kolam/tambak' puluhan ribu tahun yg lalu telah terbukti bahwa para 'petani & peternak & pekolam/petambak yg bekerja di/dekat rumah lah yg telah menopang kelangsungan hidup umat manusia hingga kini. Tren '>20 miles private vehicle  commuting' alias 'kerja harian dalam jarak radius 20 mil dari rumah sendiri/rumah kontrakan/rumah kolektif dengan mengendarai mobil/motor milik sendiri' (kompleks, mess, asrama, kost sendiri/kolektif, tinggal menumpang) sendiri sebenarnya baru mengalami booming di uni eropa & amrik sejak berakhirnya krisis minyak pertama di awal tahun 70an.

Selain itu revolusi telekomunikasi telah membuktikan bahwa dinamika temu muka untuk berbisnis di awal tahun 70an telah mengalami perubahan drastis dengan revolusi telematika dimana (sebagai contoh) transaksi jual beli (trading deal) biji cokelat (cocoa bean) dan kacang mede (cashew nuts) di sulawesi selatan/tenggara yg bernilai puluhan hingga ratusan juta rupiah per transaksi antara petani/pedagang pengumpul/pedagang besar/ eksportir bisa berjalan OK/joss berdasarkan 'e-deal' via percakapan TEL/SMS/FAX/EMAIL.

Semoga TELKOM Tbk. akan mengimplementasikan layanan  'VideoPhone Conference' dengan kualitas & harga pass bagi para pelaku bisnis yg memang membutuhkannya sebagai substitusi 'temu muka konvensional/tradisional/primitif' yg di kalangan bisnispun tidak selalu lebih efisien secara biaya & waktu dibandingkan dengan 'VideoPhone Conference'.

Kita bisa lihat bagaimana para pelanggar UU korupsi malah sedemikian efisiennya dalam menjalankan bisnis mereka dengan meminimalisir temu muka dengan komunikasi yang memiliki tingkat minimal untuk disadap baik legal maupun illegal (kasus anggodo versus bibit-hamzah adalah contoh vulgarnya :D).

Salam e-NKRI BerLogikaMaksimal yg masih tetap menunggu kapan 'Trilogi Omong Kosong Cincin Palapa Jilid 2' akan disajikan kembali kepada publik :D (dimana kendala utama PPP infra yg sukses saat ini adalah pencitraan NKRI yg justru selalu dibumihanguskan oleh mayoritas penguasa bisnis nya sendiri yg pro-status quo jago kandang anti-persaingan global)!

HM


Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone




Aristo Y. Suratman | 5 Jan 07:06 2011
Picon

Re: Pasar BlackBerry meningkat 140%tahun2010.Jadikansebagai alat Homeworking

Ada untungnya untuk bekerja remote terutama untuk disable. Tetapi yang perlu dipikirkan adalah in the near future bila working from home sudah OK, maka pekantoran akan kosong. Saya alami hal ini, juga yang saya lihat downtown jadi kota hantu. Banyak org akan berada disekitar tempat tinggal. Apalagi kalau nanti birokrat di pangkas, dan boleh work from home, maka yang banyak orang hanya sekitar pasar terutama foodcourt  dan bar. Bahkan mall sepi, hanya foodcourt ramai. Untuk shopping, lebih convenient untuk beli by internet. Saya alami sendiri ketika mau beli redwing (safety shoes-saya kerja di oil drilling), mereka tulis hanya buka 2 hari seminggu, selanjutnya see our internet store.

 

Saya dukung work from home or remote working. Jadi kapan segala sesuatu seperti urus SIM, STNK, KTP, urusan DKI, di internet kan, supaya jakarta tak macet. Kenapa segala urusan harus berhadapan dengan birokrat. Bangsa kita yang suka peraturan seharusnya mudah untuk membuat sesuatu di internetkan. Semua form put in the internet. Mereka birokrat takperlu kantor, work from home?

 

Yang utnuk orang indonesia yang suka bersosialita, hal ini OK, tetapi bisa pekerjaan terbengkalai. Kita tahu tabiat bangsa ini. Thanks. Aristo.

 

From: Deva Choesin [mailto:deva-QzPqtvosPv3QT0dZR+AlfA@public.gmane.org]
Sent: 05 Januari 2011 11:32
To: indonesia-Dfzf6JzqxZKFX2APIN6yfw@public.gmane.org
Subject: [indonesia] Re: Pasar BlackBerry meningkat 140%tahun2010.Jadikansebagai alat Homeworking

 

Mungkin terlambat ikutan untuk memberi tanggapan dan opini mengenai "Work from Home" atau "Tele Commuting," dari seseorang yang memang "hidup di jalan." He..he..he..

Anyway, bicara soal "work from home" menurut saya sebenarnya adalah suatu jouney, bukan sesuatu yang bisa dilakukan dadakan. Di kantor kami sudah dari dulu, bahkan sebelum saya jadi karyawan, sudah ada program ini. Tapi tujuannya beda, lebih diarahkan kepada mereka yang pada posisi "disadvantage," yang tidak mungkin datang ke kantor tiap hari (karena faktor "disability," atau merawat keluarga yang "disable"). Sarana yang diberikan cukup memadai, misalnya boleh pasang telepon tambahan atas biaya kantor, melakukan renovasi rumah supaya ada ruang khusus untuk bekerja, dan pada waktu itu, sambungan "lease line" supaya bisa menyambung "dumb terminal" ke rumah mereka.

Perkembangan IT pada masa itu, memang sudah menciptakan "opportunity" untuk kerja dari rumah. Saya ingat di tahun 70-an, waktu saya masih kuliah elektro, iri sekali dengan teman saya yang kuliah di Ottawa, Canada. Dia dengan mudah dari tempat tinggalnya, pakai modem yang ada "acoustic coupler," bisa sambung ke komputer di kampusnya terminal TTY, terus menyelesaikan tugas-tugasnya. Saya di Bandung harus puas dengan teknologi "punch card."

Dari program "work from home" ini, dikembangkan menjadi beberapa kategori. Yang ada di kantor kami sekarang cukup beragam, dari yang seratus persen kerja dari rumah, kerja dari luar (bisa di tempat kastemer, rumah, Starbucks, dll), yang sekali-kali kerja tidak di kantor, yang musiman, dan tentunya yang harus kerja di kantor. Pembagian ini tentunya tergantung dari banyak faktor termasuk budaya dari negara masing-masing. Kami pakai istilah "mobile workstation" dan "fixed workstation," untuk membedakan tempat kerja mereka yang tidak tetap datang ke kantor dengan mereka yang memang harus kerja di kantor.

Pada waktu konsep ini diterapkan di Singapore, ternyata "mobile workstation" yang tersedia, banyak di pantek, alias di "book" 365 hari untuk satu orang saja padahal, orang tersebut sudah bersedia dikatagorikan sebagai "mobile worker." Memang waktu itu ada benefitnya, yaitu mereka bakal dapat Laptop sedang yang "fixed worker" hanya dapat PC desktop. Ternyata yang membuat si tamak ini booking meja satu tahun penuh karena di Singapore pada waktu itu, kerja di rumah tidak nyaman (bayangkan kerja di RUSUNAMI), lagi pula bagi mereka, lebih "cool" kalau bisa kerja di pusat kota (business district) dan dilihat teman-teman lainnya.

Dan seperti sudah ditanggapi oleh yang lain, untuk memungkinkan "work from home" bukan sekedar punya BB atau Smartphone lainnya. Laptop yang tersambung dengan broadband masih merupakan alat utama untuk bisa melaksanakannya. Tapi, teknologi hanya satu dari sekian faktor yang bisa membuat program ini sukses. Saya rasa peran HR dan para pimpinan unit-unit kerja, tidak kalah pentingnya. HR bukan saja untuk pengkotak-kotakan jenis pekerjaan (siapa yang boleh kerja di rumah, siapa yang tidak bisa), tapi juga bagaimana mendidik para manager dan supervisor agar bisa memanage karyawan tanpa melihat mereka secara langsung. Believe me, it's not easy.

Regards,
Deva Choesin




From:        "Sumitro Roestam" <sroestam-Z1dpnsVmcXIMaY++rXgPVg@public.gmane.org>
To:        ninakaha <at> yahoo.com, qbmember-Ctd60zlzbpTlxs4j47I7Rw@public.gmane.org, irsal.imran-Vp9gGVNfDopBDgjK7y7TUQ@public.gmane.org, "henkmahendra-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@public.gmane.org" <henkmahendra-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@public.gmane.org>, indonesia-Dfzf6JzqxZKFX2APIN6yfw@public.gmane.org
Cc:        "Sumitro2 Roestam" <sumitror-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@public.gmane.org>
Date:        12/29/2010 03:37 AM
Subject:        [indonesia] Re: [Qbmember] Pasar BlackBerry meningkat 140%tahun2010.Jadikansebagai alat Homeworking
Sent by:        indonesia-bounce-Dfzf6JzqxZKFX2APIN6yfw@public.gmane.org




Ibu Nina Kurnia dan Kawan2 yth,

Terimakasih atas pendapat Ibu Nina tentang kecocokan smartphone BB untuk pelaksanaan Telework/Homeworking yg komprehensif dibandingkan dgn jenis2 smartphone lainnya, dari perangkat yg memang di-disain untuk telework, harga dan tarif bulanan yg terjangkau, sistem komunikasi yg robust dan dapat menembus kondisi kecepatan transmisi yg extreme (push mail, GPRS, kompresi dan enkripsi data).

Keunggulan lainnya, hampir tiap manajer, staff dan karyawan penting telah memiliki perangkat BlackBerry ini.

Langkah berikutnya yg ditunggu adalah Komando dari Pimpinan Pemerintahan/Instansi, Direksi BUMN dan Swasta untuk merubah budaya dari kerja di kantor tiap hari, menjadi kerja 1-2 hari per minggu di rumah atau telework.

Untuk keperluan office communications yg rutin, maka perangkat BB ini sudah cukup memadai. Namun untuk heavy office work, seperti membuat naskah besar dan panjang, dipakai PC/Laptop yg ada dirumah atau di warnet terdekat, Transmisi naskah s/d 4 Mbytes dapat dilakukan via BB ini.

Kita tunggu kesadaran para Pemimpin untuk memulainya, demi memajukan bangsa dan negara, mengurangi beban biaya transport, kelangkaan BBM Premium, menghindarkan kemacetan LL, dan meningkatkan produktivitas nasional.
Wassalam,
Sumitro Roestam

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: "Nina Kurnia Hikmawati" <ninakaha-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@public.gmane.org>
Sender: qbmember-bounces-Ctd60zlzbpTlxs4j47I7Rw@public.gmane.org
Date: Tue, 28 Dec 2010 16:39:32
To: <irsal.imran-Vp9gGVNfDopBDgjK7y7TUQ@public.gmane.org>; <qbmember-Ctd60zlzbpTlxs4j47I7Rw@public.gmane.org>; <henkmahendra-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@public.gmane.org>
Reply-To: ninakaha-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@public.gmane.org, qbmember-Ctd60zlzbpTlxs4j47I7Rw@public.gmane.org
Subject: Re: [Qbmember] Pasar BlackBerry meningkat 140%
                tahun2010.Jadikansebagai alat Homeworking

Ikut ngomentari..
Memang BlackBerry sangat laku keras di pasar global. Kalo dilihat  yg menjadi inti keberhasilan dari Black Berry adalah Research and Developmentnya (R&D) dengan membuat inovasi-inovasi layanan smartphone.
Kalo kita lihat, salah satau yg menarik dari keberadaan BB adalah karena  inovasi-inovasi layanan dan konten BlackBerry dan line of handheld-nya dapat memadukan e-mail(push email), telepon, Instant Messaging (IM) YM, Gtalk, Short Message Services (SMS), Internet, musik, kamera, vidio, radio, organisator, Global Positioning System (GPS), layanan social networking spt FB, Twitter ... dan berbagai macam aplikasi lain dalam satu solusi nirkabel yang di-dubbing “always on, always connected”. Layanan inilah yang menjadi pertimbangan pasar dalam membeli Black Berry.  Selain layanan, Black Berry memiliki sekuriti yang sangat handal dengan adanya encrypsi... yang ga bisa dibobol... Dan tercentral di RIM nya...
               Selain itu harga yang layak, dibandingkan smartphone lainnya, harganya terjangkau banget.. tentu juga karena layanan Hardware dan software menimbulkan orang-orang melirik BB. Tentu keberadaanya.. dapat membantu para pebisnis untuk melakukan kegiatanya bukan hanya di kantor, atau rumah... namun bisa dimana saja dan kapan saja... semua dapat dimudahkan,.... semua tergantung kita yang menggunakannya.. ke arah yang positip tentunya. 
Nah... Masalah bekerja dirumah... Sebetulnya bukan hanya melalui BB... Asal ada fasilitas modem atau peralatan telekomubikasi... Tentu bisa lancar...  
Bekerja dirumah... Akan membentu mengurangi kemacetan Jkt.....
Namun..hal ini..hanya salah satu solusi... Boleh dicoba diusulkan.. Pak..ide yg bgs..

------Original Message------
From: irsal.imran-Vp9gGVNfDopBDgjK7y7TUQ@public.gmane.org
Sender: qbmember-bounces-Ctd60zlzbpTlxs4j47I7Rw@public.gmane.org
To: henkmahendra-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@public.gmane.org
To: qbmember-Ctd60zlzbpTlxs4j47I7Rw@public.gmane.org
ReplyTo: irsal.imran-Vp9gGVNfDopBDgjK7y7TUQ@public.gmane.org
ReplyTo: qbmember-Ctd60zlzbpTlxs4j47I7Rw@public.gmane.org
Subject: Re: [Qbmember] Pasar BlackBerry meningkat 140% tahun2010.Jadikansebagai alat Homeworking
Sent: Dec 28, 2010 08:56

Coba pakai ...Ada yg gratis,

http://logmein.com

Atau

http://gotomypc.com

Utk working from home.

Salam,

-Irsal
Sent from my Verizon Wireless BlackBerry

-----Original Message-----
From: henkmahendra-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@public.gmane.org
Sender: qbmember-bounces-Ctd60zlzbpTlxs4j47I7Rw@public.gmane.org
Date: Tue, 28 Dec 2010 00:13:59
To: S Roestam<sroestam-Z1dpnsVmcXIMaY++rXgPVg@public.gmane.org>; QB Leadership<qbmember-Ctd60zlzbpTlxs4j47I7Rw@public.gmane.org>
Reply-To: henkmahendra-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@public.gmane.org, qbmember-Ctd60zlzbpTlxs4j47I7Rw@public.gmane.org
Subject: Re: [Qbmember] Pasar BlackBerry meningkat 140% tahun 2010.
                Jadikansebagai alat Homeworking

Pak Mitro yasbg. (y)(y)(y)(y)(y)

Saya setuju berat dengan ide 'mobile & home working' tsb karena sejak umat manusia menemukan 'pertanian & peternakan & perikanan kolam/tambak' puluhan ribu tahun yg lalu telah terbukti bahwa para 'petani & peternak & pekolam/petambak yg bekerja di/dekat rumah lah yg telah menopang kelangsungan hidup umat manusia hingga kini. Tren '>20 miles private vehicle  commuting' alias 'kerja harian dalam jarak radius 20 mil dari rumah sendiri/rumah kontrakan/rumah kolektif dengan mengendarai mobil/motor milik sendiri' (kompleks, mess, asrama, kost sendiri/kolektif, tinggal menumpang) sendiri sebenarnya baru mengalami booming di uni eropa & amrik sejak berakhirnya krisis minyak pertama di awal tahun 70an.

Selain itu revolusi telekomunikasi telah membuktikan bahwa dinamika temu muka untuk berbisnis di awal tahun 70an telah mengalami perubahan drastis dengan revolusi telematika dimana (sebagai contoh) transaksi jual beli (trading deal) biji cokelat (cocoa bean) dan kacang mede (cashew nuts) di sulawesi selatan/tenggara yg bernilai puluhan hingga ratusan juta rupiah per transaksi antara petani/pedagang pengumpul/pedagang besar/ eksportir bisa berjalan OK/joss berdasarkan 'e-deal' via percakapan TEL/SMS/FAX/EMAIL.

Semoga TELKOM Tbk. akan mengimplementasikan layanan  'VideoPhone Conference' dengan kualitas & harga pass bagi para pelaku bisnis yg memang membutuhkannya sebagai substitusi 'temu muka konvensional/tradisional/primitif' yg di kalangan bisnispun tidak selalu lebih efisien secara biaya & waktu dibandingkan dengan 'VideoPhone Conference'.

Kita bisa lihat bagaimana para pelanggar UU korupsi malah sedemikian efisiennya dalam menjalankan bisnis mereka dengan meminimalisir temu muka dengan komunikasi yang memiliki tingkat minimal untuk disadap baik legal maupun illegal (kasus anggodo versus bibit-hamzah adalah contoh vulgarnya :D).

Salam e-NKRI BerLogikaMaksimal yg masih tetap menunggu kapan 'Trilogi Omong Kosong Cincin Palapa Jilid 2' akan disajikan kembali kepada publik :D (dimana kendala utama PPP infra yg sukses saat ini adalah pencitraan NKRI yg justru selalu dibumihanguskan oleh mayoritas penguasa bisnis nya sendiri yg pro-status quo jago kandang anti-persaingan global)!

HM


Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone



Internal Virus Database is out of date.
Checked by AVG.
Version: 8.0.101 / Virus Database: 270.4.0/1513 - Release Date: 22/06/2008 7:52

adit khaira | 5 Jan 13:24 2011
Picon

Re:Ya

dear friend , 
 now i introduce a good site to you : toptop-shopping.com. 
 I bought a BlackBerry Storm2 9550 a week ago from this site. yesterday,i got it. Amazing,it's genuine and new and as good as expected, but the price much lower .They also run mobile phones, television sets, Camera and so on.
  If you feel interested , just do it .don't miss this chance.41
Miss you! U
1-5-2011
Muh Musrofi | 5 Jan 13:57 2011
Picon

Buku untuk Ortu dan Guru

Alhamdulillaah, telah terbit buku saya yang berjudul “Melesatkan Prestasi Akademik Siswa” (Bagaimana meningkatkan prestasi akademik tanpa kekerasan dan tanpa menambah jam belajar siswa); penerbit PT Pustaka Insan Madani, Yogyakarta.


Sinopsis :

Cara-cara yang biasa dilakukan supaya prestasi akademik para siswa (SD, SMP, maupun SMA) meningkat adalah:

·         Meningkatkan Motivasi Belajar Para Siswa (melalui ucapan keras orang tua dan guru, bentakan, cacian, hukuman, iming-iming hadiah, undang motivator ke sekolah, dsb)

·         Mengundang Guru Les Privat ke Rumah

·         Tambahan Jam Belajar di Sekolah

·         Meningkatkan Kedisiplinan Anak

·         Mengikuti Bimbingan Belajar

·         Para Siswa “Dikarantina”

 

Semua cara di atas sesungguhnya tidak layak dilakukan baik oleh guru maupun orang tua. Insya Allah buku ini mengungkap cara-cara praktis yang lebih mulia. Ada banyak contoh nyata (dari workshop yang kami lakukan). Di bab-bab awal buku itu berisi bagaimana paradigma “meningkatkan prestasi akademik siswa” yang biasa dilakukan selama ini perlu dibongkar total; karena berakibat sangat buruk terhadap para siswa. Di Bab-bab selanjutnya, ditulis paradigma dan cara-cara yang lebih mulia : yang mengangkat siswa sebagai subyek, bukan obyek semata. Di bab terakhir, diangkat tema “Kembalikan Pendidikan Anak kepada Ibunya!” Oleh karena, ternyata orang-orang besar (Totto-chan, Thomas Alva Edison, Albert Einstein, BJ Habibie, He Ah Lee, Goerge Washington, Oprah Wenfrey, dsb) adalah didikan ibu mereka.


Buku itu baru 7 hari ini terbit, jadi belum ada di Toko Buku Gramedia (mungkin sebulan lagi baru masuk di TB Gramedia). Tetapi di rumah, saya sudah dikirim dari penerbit, ratusan buku tersebut. Saya langsung bedah buku itu di dua tempat (SMA 1 Sleman) dan ke teman-teman dosen. Syukur, insya Allah, mereka merasakan manfaat d  ari buku itu. Langsung ada beberapa orang yang menghubungi saya, via sms dan telp, pesan buku itu. Harga buku, murah meriah, Rp 40 ribu, 197 halaman.


Bagi anggota milis ini, yang mungkin memiliki putra SD, SMP, SMA atau ada yang jadi guru; silakan pesan via email : mmrofi-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@public.gmane.org, atau HP : 081 548 528 546 insya Allah, dikirim ke alamat (posisi saya di Solo Jateng, jadi ditambah ongkos kirim, kalau di luar kota Solo).


Email ini termasuk iklan, bila tidak berkenan, saya minta maaf.


M Musrofi
S Roestam | 6 Jan 00:22 2011
Picon

Pemerintah Rusia tetapkan Penggunaan Sistem Operasi Linux sebagai Pengganti Microsoft Windows

Kawan2 Anggota Milis Yth,

Melalui sebuah Surat Perintah Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Pemerintah Rusia telah menetapkan rencana penggantian Sistem Operasi Microsoft Windows/Software Aplikasi Proprietary ke Sistem Operasi Linux/Software Aplikasi Open Source dengan target penyelesaiannya pada akhir tahun 2014, sehingga pada tahun 2015 semua Institusi dan Lembaga Pemerintah Rusia sudah siap menggunakan Open Source pada awal tahun 2015 dalam kerangka penghematan biaya lisensi software.

Dokumen Rencana Transisi setebal 17-halaman ini telah diumumkan oleh Wakil Menteri Komunikasi Rusia Ny. Ilya Massuh pada akhir tahun 2010 yang lalu dan diberitakan oleh CNews pada tanggal 27 Desember 2010.

Dalam rencana ini tiap Institusi/Lembaga Pemerintah akan menetapkan penggantian format dokumen Proprietary ke format Open Document Format  (ODF) pada kuartal-III tahun 2011.

Pelaksanaan penggunaan Sistem Operasi Linux/Software Aplikasi Open Source yang bebas dimulai pada Kuartal-II tahun 2012 dan selesai pada kuartal-IV tahun 2014.

Tren penggantian Sistem Operasi Microsoft Windows/Software Aplikasi Proprietary ke Sistem Operasi Linux/Software Aplikasi Open Source yang bebas telah dilakukan oleh banyak Pemerintahan negara-negara di Dunia.

Pemerintah Inggris dan Jepang telah mentapkan Sistem Operasi Linux sebagai pilihan untuk digunakan oleh Institusi dan Lembaga-lembaga Pemerintah mereka.

Di Amerika Serikat makin banyak Institusi dan Lembaga Federal AS yang telah menggunakan Sistem Operasi Linux/Software Stack Open Source pada Pusat-pusat Data mereka. Gedung Putih juga telah memakai software Open Source Content Management Drupal pada Website Gedung Putih (White House Website).

Negara Bagian Massachussetts tahun 2007 telah mengganti seluruh format dolument Proprietary termasuk Format Dokumen Microsoft (doc, docx, xls, ppt, pptx) ke Format Dokumen Terbuka (Open Document Format - ODF dan format PDF).

Langkah Perdana Menteri Rusia Putin juga sejalan dengan langkah Presiden AS Barack Obama yang menetapkan penggunaaan Sistem Operasi Linux untuk institusi dan Lembaga-lembaga Pemerintahan Federal AS.

Presiden Brazil Lula da Silva sebelumnya juga menetapkan penggunaan Sistem Operasi Linux/Software Aplikasi Open Source di Institusi dan Lembaga-lembaga Pemeritah di Brazil sejak tahun 2009.

Pemerintah Indonesia/MenPAN juga telah menginstruksikan kepada seluruh Institusi dan Lembaga-lembaga Pemerintah di Indonesia untuk melakukan transisi ke penggunaan Sistem Operasi Linux/Software-software Aplikasi Open Source yang bebas dalam program Penggunaan Software yang legal agar tidak melanggar UU HaKI tahun 2008, serta dalam kerangka penghematan biaya lisensi Software, paling lambat terlaksana pada Desember 2012.

Berita lengkapnya dari eWEEK.com dapat dibaca di URL:
http://aosi.wordpress.com

Semoga bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara.
Wassalam,
S Roestam

http://e-iklanbaris.com Tempat Anda Pasang Iklan Gratis dan Pasang Iklan di Koran

Adi Indrayanto | 6 Jan 04:04 2011
Picon

Re: Pemerintah Rusia tetapkan Penggunaan Sistem Operasi Linux sebagai Pengganti Microsoft Windows


Bukannya Indonesia sudah duluan? Dgn Surat Men PAN beberapa tahun lalu? Malah targetnya tahun 2011 semua kebutuhan perangkat lunak utk Pemda dan PemPus sudah pakai OSS?

Nyatanya?

Rencana sama implementasi itu memang gapnya cukup besar ...


salam,

-ai-


2011/1/6 S Roestam <sroestam-Z1dpnsVmcXIMaY++rXgPVg@public.gmane.org>
Kawan2 Anggota Milis Yth,

Melalui sebuah Surat Perintah Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Pemerintah Rusia telah menetapkan rencana penggantian Sistem Operasi Microsoft Windows/Software Aplikasi Proprietary ke Sistem Operasi Linux/Software Aplikasi Open Source dengan target penyelesaiannya pada akhir tahun 2014, sehingga pada tahun 2015 semua Institusi dan Lembaga Pemerintah Rusia sudah siap menggunakan Open Source pada awal tahun 2015 dalam kerangka penghematan biaya lisensi software.

Dokumen Rencana Transisi setebal 17-halaman ini telah diumumkan oleh Wakil Menteri Komunikasi Rusia Ny. Ilya Massuh pada akhir tahun 2010 yang lalu dan diberitakan oleh CNews pada tanggal 27 Desember 2010.

Dalam rencana ini tiap Institusi/Lembaga Pemerintah akan menetapkan penggantian format dokumen Proprietary ke format Open Document Format  (ODF) pada kuartal-III tahun 2011.

Pelaksanaan penggunaan Sistem Operasi Linux/Software Aplikasi Open Source yang bebas dimulai pada Kuartal-II tahun 2012 dan selesai pada kuartal-IV tahun 2014.

Tren penggantian Sistem Operasi Microsoft Windows/Software Aplikasi Proprietary ke Sistem Operasi Linux/Software Aplikasi Open Source yang bebas telah dilakukan oleh banyak Pemerintahan negara-negara di Dunia.

Pemerintah Inggris dan Jepang telah mentapkan Sistem Operasi Linux sebagai pilihan untuk digunakan oleh Institusi dan Lembaga-lembaga Pemerintah mereka.

Di Amerika Serikat makin banyak Institusi dan Lembaga Federal AS yang telah menggunakan Sistem Operasi Linux/Software Stack Open Source pada Pusat-pusat Data mereka. Gedung Putih juga telah memakai software Open Source Content Management Drupal pada Website Gedung Putih (White House Website).

Negara Bagian Massachussetts tahun 2007 telah mengganti seluruh format dolument Proprietary termasuk Format Dokumen Microsoft (doc, docx, xls, ppt, pptx) ke Format Dokumen Terbuka (Open Document Format - ODF dan format PDF).

Langkah Perdana Menteri Rusia Putin juga sejalan dengan langkah Presiden AS Barack Obama yang menetapkan penggunaaan Sistem Operasi Linux untuk institusi dan Lembaga-lembaga Pemerintahan Federal AS.

Presiden Brazil Lula da Silva sebelumnya juga menetapkan penggunaan Sistem Operasi Linux/Software Aplikasi Open Source di Institusi dan Lembaga-lembaga Pemeritah di Brazil sejak tahun 2009.

Pemerintah Indonesia/MenPAN juga telah menginstruksikan kepada seluruh Institusi dan Lembaga-lembaga Pemerintah di Indonesia untuk melakukan transisi ke penggunaan Sistem Operasi Linux/Software-software Aplikasi Open Source yang bebas dalam program Penggunaan Software yang legal agar tidak melanggar UU HaKI tahun 2008, serta dalam kerangka penghematan biaya lisensi Software, paling lambat terlaksana pada Desember 2012.

Berita lengkapnya dari eWEEK.com dapat dibaca di URL:
http://aosi.wordpress.com

Semoga bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara.
Wassalam,
S Roestam

http://e-iklanbaris.com Tempat Anda Pasang Iklan Gratis dan Pasang Iklan di Koran

S Roestam | 6 Jan 04:43 2011
Picon

Re: Pemerintah Rusia tetapkan Penggunaan Sistem Operasi Linux sebagai Pengganti Microsoft Windows

Terimakasih pak Adi Indrayanto atas koreksinya.

Target penerapan Linux/Open Source Software di Indonesia adalah 31 
Desember 20110

Semoga menjadi perhatian kita semua.

Wassalam,
S Roestam

----Original Message----
From: adisaja@...
Date: 06/01/2011 10:04 
To: <indonesia@...>
Cc: <qbmember@...>,
<KeamananInformasi@...>, 
<aosi-anggota@...>
Subj: [indonesia] Re: Pemerintah Rusia tetapkan Penggunaan Sistem 
Operasi Linux sebagai Pengganti Microsoft Windows

Bukannya Indonesia sudah duluan? Dgn Surat Men PAN beberapa tahun 
lalu?
Malah targetnya tahun 2011 semua kebutuhan perangkat lunak utk Pemda 
dan
PemPus sudah pakai OSS?

Nyatanya?

Rencana sama implementasi itu memang gapnya cukup besar ...

salam,

-ai-


2011/1/6 S Roestam <sroestam@...>

> Kawan2 Anggota Milis Yth,
>
> Melalui sebuah* Surat Perintah Perdana Menteri Rusia Vladimir 
Putin*,
> Pemerintah Rusia telah menetapkan rencana *penggantian Sistem 
Operasi
> Microsoft Windows/Software Aplikasi Proprietary ke Sistem Operasi
> Linux/Software Aplikasi Open Source* dengan target penyelesaiannya 
pada *akhir
> tahun 2014*, sehingga pada t*ahun 2015 semua Institusi dan Lembaga
> Pemerintah Rusia sudah siap menggunakan Open Source pada awal tahun 
2015*dalam kerangka penghematan biaya lisensi software.
>
> Dokumen *Rencana Transisi setebal 17-halaman* ini telah diumumkan 
oleh *Wakil
> Menteri Komunikasi Rusia Ny. Ilya Massuh* pada akhir tahun 2010 yang 
lalu
> dan diberitakan oleh CNews pada tanggal 27 Desember 2010.
>
> Dalam rencana ini tiap Institusi/Lembaga Pemerintah akan menetapkan
> penggantian format dokumen Proprietary ke format* Open Document 
Format
>  (ODF)* pada *kuartal-III tahun 2011.*
>
> Pelaksanaan penggunaan *Sistem Operasi Linux/Software Aplikasi Open 
Source
> yang bebas* dimulai pada Kuartal-II tahun 2012 dan selesai pada 
kuartal-IV
> tahun 2014.
>
> *Tren penggantian Sistem Operasi Microsoft Windows/Software Aplikasi
> Proprietary ke Sistem Operasi Linux/Software Aplikasi Open Source 
*yang
> bebas telah dilakukan oleh banyak Pemerintahan negara-negara di 
Dunia.
>
> Pemerintah *Inggris* dan *Jepang* telah mentapkan *Sistem Operasi 
Linux*sebagai pilihan untuk digunakan oleh
> *Institusi dan Lembaga-lembaga Pemerintah* mereka.
>
> Di *Amerika Serikat* makin banyak *Institusi dan Lembaga Federal AS* 
yang
> telah menggunakan *Sistem Operasi Linux/Software Stack Open Source* 
pada *Pusat-pusat
> Data* mereka. Gedung Putih juga telah memakai software *Open Source
> Content Management Drupal pada Website Gedung Putih *(White House
> Website).
>
> *Negara Bagian Massachussetts tahun 2007* telah mengganti seluruh 
*format
> dolument Proprietary *termasuk Format Dokumen Microsoft (doc, docx, 
xls,
> ppt, pptx) ke *Format Dokumen Terbuka* (*Open Document Format - ODF 
dan
> format PDF*).
>
> Langkah Perdana Menteri Rusia Putin juga sejalan dengan langkah 
Presiden AS
> Barack Obama yang menetapkan penggunaaan Sistem Operasi Linux untuk
> institusi dan Lembaga-lembaga Pemerintahan Federal AS.
>
> Presiden Brazil Lula da Silva sebelumnya juga menetapkan penggunaan 
Sistem
> Operasi Linux/Software Aplikasi Open Source di Institusi dan Lembaga-
lembaga
> Pemeritah di Brazil sejak tahun 2009.
>
> *Pemerintah Indonesia/MenPAN* juga telah menginstruksikan kepada 
*seluruh
> Institusi dan Lembaga-lembaga Pemerintah* di Indonesia untuk 
melakukan *transisi
> ke penggunaan Sistem Operasi Linux/Software-software Aplikasi Open 
Source
> yang bebas* dalam program *Penggunaan Software yang legal* agar 
tidak
> melanggar UU HaKI tahun 2008, serta dalam kerangka *penghematan 
biaya
> lisensi Software*, paling lambat terlaksana pada *Desember 2012*.
>
> *Berita lengkapnya dari eWEEK.com* dapat dibaca di URL:
> http://aosi.wordpress.com
>
> Semoga bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara.
> Wassalam,
> S Roestam
>
> http://e-iklanbaris.com Tempat Anda Pasang Iklan Gratis dan Pasang 
Iklan
> di Koran

--

-- 
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

S Roestam | 6 Jan 06:03 2011
Picon

Re: [AOSI-Anggota] Re: Re: Pemerintah Rusia tetapkan Penggunaan Sistem Operasi Linux sebagai Pengganti Microsoft Windows

Kawan2 Yth,

Terkait dengan judul diatas, bersama ini kami infokan perkembangan 
Gerakan Indonesia Go Open Source (IGOS) yang dicanangkan tahun 2004 dan 
2008 sbb:

1. Indonesia menyelenggarakan Konferensi Global tentang Open Source di 
JCC Jakarta tanggal 26-27 Oktober 2009 yang dibuka oleh Bapak 
Menkominfo dan dihadiri 450 peserta dari dalam dan luar negeri.

2. Tim Anggota AOSI (Aosisiasi Open Source Indonesia) telah melakukan 
training dan migrasi ke Ubuntu/Linux OS dan Aplikasi Perkantoran 
menggunakan OpenOffice di 10 Departemen Pemerintahan pada tahun 2009 
dengan dukungan Kementrian RISTEK.

3. Software Open Source di lombakan di Indonesia ICT Award (INA ICTA) 
tahun 2009 dan 2010.

4. Tim Anggota AOSI / KPLI (Kelompok Pengguna Linux Indonesia) tahun 
2010 menyelenggarakan training dan migrasi OSS di 33 Propinsi 
(targetnya) dengan dukungan DEPDIKNAS/PUSTEKKOM.

5. Publikasi Majalah INFOLINUX yang terbit tiap bulan dan laris-manis 
terjual habis, karena makin populernya Software OSS/FOSS (Free Open 
Source Software).

6. Makin banyak anggota masyarakat yang menerapkan Sistem Operasi 
Linux dan turunannya di PC dan Laptop mereka, seperti Distro Blankon 
buatan Indonesia, Ubuntu, Mandriva, OpenSUSE, Fedora, dll. Depkominfo 
membagikan secara gratis Distro Blankon 6.0, demikian pula PT TELKOM 
memakai dan membagikan Distro Ubuntu versi TELKOM dengan nama JAPATI 
kepada masyarakat luas. Banyak perusahaan lain di Indonesia yang telah 
menerapkan OSS, seperti INDOSAT-M2, BTPN, Garuda Indonesia, Metro TV, 
Detik-online, Dian Rakyat Group, Tempo Media Group, Universitas-
universitas Negeri dan Swasta.

7. Pak Onno Purbo dan kawan2 selalu mempromosikan OSS di Sekolah2 saat 
kunjungan mereka di berbagai kota di Indonesia.

8. Dan lain-lain lagi, semoga makin banyak lagi yang beralih ke 
OSS/FOSS, sehingga Indonesia dapat menjadi Negara yang bebas 
pelanggaran HaKI dan agar masyarakat sadar ada cara yang terbaik 
sebagai solusinya, yaitu Indonesia Go Open Source.

Wassalam,
Sumitro Roestam
http://aosi.or.id
http://aosi.wordpress.com
===================

----Original Message----
From: sroestam@...
Date: 06/01/2011 10:43 
To: <indonesia@...>
Cc: <qbmember@...>,
<KeamananInformasi@...>, 
<aosi-anggota@...>
Subj: [AOSI-Anggota] Re: [indonesia] Re: Pemerintah Rusia tetapkan 
Penggunaan Sistem Operasi Linux sebagai Pengganti Microsoft Windows

Terimakasih pak Adi Indrayanto atas koreksinya.

Target penerapan Linux/Open Source Software di Indonesia adalah 31 
Desember 2011.

Semoga menjadi perhatian kita semua.

Wassalam,
S Roestam

----Original Message----
From: adisaja@...
Date: 06/01/2011 10:04 
To: <indonesia@...>
Cc: <qbmember@...>,
<KeamananInformasi@...>, 
<aosi-anggota@...>
Subj: [indonesia] Re: Pemerintah Rusia tetapkan Penggunaan Sistem 
Operasi Linux sebagai Pengganti Microsoft Windows

Bukannya Indonesia sudah duluan? Dgn Surat Men PAN beberapa tahun 
lalu?
Malah targetnya tahun 2011 semua kebutuhan perangkat lunak utk Pemda 
dan
PemPus sudah pakai OSS?

Nyatanya?

Rencana sama implementasi itu memang gapnya cukup besar ...

salam,

-ai-


2011/1/6 S Roestam <sroestam@...>

> Kawan2 Anggota Milis Yth,
>
> Melalui sebuah* Surat Perintah Perdana Menteri Rusia Vladimir 
Putin*,
> Pemerintah Rusia telah menetapkan rencana *penggantian Sistem 
Operasi
> Microsoft Windows/Software Aplikasi Proprietary ke Sistem Operasi
> Linux/Software Aplikasi Open Source* dengan target penyelesaiannya 
pada *akhir
> tahun 2014*, sehingga pada t*ahun 2015 semua Institusi dan Lembaga
> Pemerintah Rusia sudah siap menggunakan Open Source pada awal tahun 
2015*dalam kerangka penghematan biaya lisensi software.
>
> Dokumen *Rencana Transisi setebal 17-halaman* ini telah diumumkan 
oleh *Wakil
> Menteri Komunikasi Rusia Ny. Ilya Massuh* pada akhir tahun 2010 
yang 
lalu
> dan diberitakan oleh CNews pada tanggal 27 Desember 2010.
>
> Dalam rencana ini tiap Institusi/Lembaga Pemerintah akan menetapkan
> penggantian format dokumen Proprietary ke format* Open Document 
Format
>  (ODF)* pada *kuartal-III tahun 2011.*
>
> Pelaksanaan penggunaan *Sistem Operasi Linux/Software Aplikasi Open 
Source
> yang bebas* dimulai pada Kuartal-II tahun 2012 dan selesai pada 
kuartal-IV
> tahun 2014.
>
> *Tren penggantian Sistem Operasi Microsoft Windows/Software Aplikasi
> Proprietary ke Sistem Operasi Linux/Software Aplikasi Open Source 
*yang
> bebas telah dilakukan oleh banyak Pemerintahan negara-negara di 
Dunia.
>
> Pemerintah *Inggris* dan *Jepang* telah mentapkan *Sistem Operasi 
Linux*sebagai pilihan untuk digunakan oleh
> *Institusi dan Lembaga-lembaga Pemerintah* mereka.
>
> Di *Amerika Serikat* makin banyak *Institusi dan Lembaga Federal 
AS* 
yang
> telah menggunakan *Sistem Operasi Linux/Software Stack Open Source* 
pada *Pusat-pusat
> Data* mereka. Gedung Putih juga telah memakai software *Open Source
> Content Management Drupal pada Website Gedung Putih *(White House
> Website).
>
> *Negara Bagian Massachussetts tahun 2007* telah mengganti seluruh 
*format
> dolument Proprietary *termasuk Format Dokumen Microsoft (doc, docx, 
xls,
> ppt, pptx) ke *Format Dokumen Terbuka* (*Open Document Format - ODF 
dan
> format PDF*).
>
> Langkah Perdana Menteri Rusia Putin juga sejalan dengan langkah 
Presiden AS
> Barack Obama yang menetapkan penggunaaan Sistem Operasi Linux untuk
> institusi dan Lembaga-lembaga Pemerintahan Federal AS.
>
> Presiden Brazil Lula da Silva sebelumnya juga menetapkan penggunaan 
Sistem
> Operasi Linux/Software Aplikasi Open Source di Institusi dan 
Lembaga-
lembaga
> Pemeritah di Brazil sejak tahun 2009.
>
> *Pemerintah Indonesia/MenPAN* juga telah menginstruksikan kepada 
*seluruh
> Institusi dan Lembaga-lembaga Pemerintah* di Indonesia untuk 
melakukan *transisi
> ke penggunaan Sistem Operasi Linux/Software-software Aplikasi Open 
Source
> yang bebas* dalam program *Penggunaan Software yang legal* agar 
tidak
> melanggar UU HaKI tahun 2008, serta dalam kerangka *penghematan 
biaya
> lisensi Software*, paling lambat terlaksana pada *Desember 2012*.
>
> *Berita lengkapnya dari eWEEK.com* dapat dibaca di URL:
> http://aosi.wordpress.com
>
> Semoga bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara.
> Wassalam,
> S Roestam
>
> http://e-iklanbaris.com Tempat Anda Pasang Iklan Gratis dan Pasang 
Iklan
> di Koran

--

-- 
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

oku | 6 Jan 06:36 2011
Picon

Re: [AOSI-Anggota] Re: Re: Pemerintah Rusia tetapkanPenggunaan Sistem Operasi Linux sebagai Pengganti Microsoft Windows

Apakah pemerintah saat ini aktif converting file ke open source. Apakah akan ada  bim bingan masyarakat utk
open source apps. Thanks.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: S Roestam <sroestam <at> indosat.net.id>
Date: Thu, 6 Jan 2011 12:03:29 
To: <AOSI-Anggota <at> yahoogroups.com>; <indonesia <at> nextbetter.net>
Reply-To: indonesia <at> nextbetter.net
Cc: <qbmember <at> qbleadership.com>; <KeamananInformasi <at> yahoogroups.com>
Subject: [indonesia] Re: [AOSI-Anggota] Re: Re: Pemerintah Rusia tetapkan
 Penggunaan Sistem Operasi Linux sebagai Pengganti Microsoft Windows

Kawan2 Yth,

Terkait dengan judul diatas, bersama ini kami infokan perkembangan 
Gerakan Indonesia Go Open Source (IGOS) yang dicanangkan tahun 2004 dan 
2008 sbb:

1. Indonesia menyelenggarakan Konferensi Global tentang Open Source di 
JCC Jakarta tanggal 26-27 Oktober 2009 yang dibuka oleh Bapak 
Menkominfo dan dihadiri 450 peserta dari dalam dan luar negeri.

2. Tim Anggota AOSI (Aosisiasi Open Source Indonesia) telah melakukan 
training dan migrasi ke Ubuntu/Linux OS dan Aplikasi Perkantoran 
menggunakan OpenOffice di 10 Departemen Pemerintahan pada tahun 2009 
dengan dukungan Kementrian RISTEK.

3. Software Open Source di lombakan di Indonesia ICT Award (INA ICTA) 
tahun 2009 dan 2010.

4. Tim Anggota AOSI / KPLI (Kelompok Pengguna Linux Indonesia) tahun 
2010 menyelenggarakan training dan migrasi OSS di 33 Propinsi 
(targetnya) dengan dukungan DEPDIKNAS/PUSTEKKOM.

5. Publikasi Majalah INFOLINUX yang terbit tiap bulan dan laris-manis 
terjual habis, karena makin populernya Software OSS/FOSS (Free Open 
Source Software).

6. Makin banyak anggota masyarakat yang menerapkan Sistem Operasi 
Linux dan turunannya di PC dan Laptop mereka, seperti Distro Blankon 
buatan Indonesia, Ubuntu, Mandriva, OpenSUSE, Fedora, dll. Depkominfo 
membagikan secara gratis Distro Blankon 6.0, demikian pula PT TELKOM 
memakai dan membagikan Distro Ubuntu versi TELKOM dengan nama JAPATI 
kepada masyarakat luas. Banyak perusahaan lain di Indonesia yang telah 
menerapkan OSS, seperti INDOSAT-M2, BTPN, Garuda Indonesia, Metro TV, 
Detik-online, Dian Rakyat Group, Tempo Media Group, Universitas-
universitas Negeri dan Swasta.

7. Pak Onno Purbo dan kawan2 selalu mempromosikan OSS di Sekolah2 saat 
kunjungan mereka di berbagai kota di Indonesia.

8. Dan lain-lain lagi, semoga makin banyak lagi yang beralih ke 
OSS/FOSS, sehingga Indonesia dapat menjadi Negara yang bebas 
pelanggaran HaKI dan agar masyarakat sadar ada cara yang terbaik 
sebagai solusinya, yaitu Indonesia Go Open Source.

Wassalam,
Sumitro Roestam
http://aosi.or.id

http://aosi.wordpress.com

===================

----Original Message----
From: sroestam <at> indosat.net.id
Date: 06/01/2011 10:43 
To: <indonesia <at> nextbetter.net>
Cc: <qbmember <at> qbleadership.com>, <KeamananInformasi <at> yahoogroups.com>, 
<aosi-anggota <at> yahoogroups.com>
Subj: [AOSI-Anggota] Re: [indonesia] Re: Pemerintah Rusia tetapkan 
Penggunaan Sistem Operasi Linux sebagai Pengganti Microsoft Windows

Terimakasih pak Adi Indrayanto atas koreksinya.

Target penerapan Linux/Open Source Software di Indonesia adalah 31 
Desember 2011.

Semoga menjadi perhatian kita semua.

Wassalam,
S Roestam


----Original Message----
From: adisaja <at> gmail.com
Date: 06/01/2011 10:04 
To: <indonesia <at> nextbetter.net>
Cc: <qbmember <at> qbleadership.com>, <KeamananInformasi <at> yahoogroups.com>, 
<aosi-anggota <at> yahoogroups.com>
Subj: [indonesia] Re: Pemerintah Rusia tetapkan Penggunaan Sistem 
Operasi Linux sebagai Pengganti Microsoft Windows

Bukannya Indonesia sudah duluan? Dgn Surat Men PAN beberapa tahun 
lalu?
Malah targetnya tahun 2011 semua kebutuhan perangkat lunak utk Pemda 
dan
PemPus sudah pakai OSS?

Nyatanya?

Rencana sama implementasi itu memang gapnya cukup besar ...


salam,

-ai-


2011/1/6 S Roestam <sroestam <at> indosat.net.id>

> Kawan2 Anggota Milis Yth,
>
> Melalui sebuah* Surat Perintah Perdana Menteri Rusia Vladimir 
Putin*,
> Pemerintah Rusia telah menetapkan rencana *penggantian Sistem 
Operasi
> Microsoft Windows/Software Aplikasi Proprietary ke Sistem Operasi
> Linux/Software Aplikasi Open Source* dengan target penyelesaiannya 
pada *akhir
> tahun 2014*, sehingga pada t*ahun 2015 semua Institusi dan Lembaga
> Pemerintah Rusia sudah siap menggunakan Open Source pada awal tahun 
2015*dalam kerangka penghematan biaya lisensi software.
>
> Dokumen *Rencana Transisi setebal 17-halaman* ini telah diumumkan 
oleh *Wakil
> Menteri Komunikasi Rusia Ny. Ilya Massuh* pada akhir tahun 2010 
yang 
lalu
> dan diberitakan oleh CNews pada tanggal 27 Desember 2010.
>
> Dalam rencana ini tiap Institusi/Lembaga Pemerintah akan menetapkan
> penggantian format dokumen Proprietary ke format* Open Document 
Format
>  (ODF)* pada *kuartal-III tahun 2011.*
>
> Pelaksanaan penggunaan *Sistem Operasi Linux/Software Aplikasi Open 
Source
> yang bebas* dimulai pada Kuartal-II tahun 2012 dan selesai pada 
kuartal-IV
> tahun 2014.
>
> *Tren penggantian Sistem Operasi Microsoft Windows/Software Aplikasi
> Proprietary ke Sistem Operasi Linux/Software Aplikasi Open Source 
*yang
> bebas telah dilakukan oleh banyak Pemerintahan negara-negara di 
Dunia.
>
> Pemerintah *Inggris* dan *Jepang* telah mentapkan *Sistem Operasi 
Linux*sebagai pilihan untuk digunakan oleh
> *Institusi dan Lembaga-lembaga Pemerintah* mereka.
>
> Di *Amerika Serikat* makin banyak *Institusi dan Lembaga Federal 
AS* 
yang
> telah menggunakan *Sistem Operasi Linux/Software Stack Open Source* 
pada *Pusat-pusat
> Data* mereka. Gedung Putih juga telah memakai software *Open Source
> Content Management Drupal pada Website Gedung Putih *(White House
> Website).
>
> *Negara Bagian Massachussetts tahun 2007* telah mengganti seluruh 
*format
> dolument Proprietary *termasuk Format Dokumen Microsoft (doc, docx, 
xls,
> ppt, pptx) ke *Format Dokumen Terbuka* (*Open Document Format - ODF 
dan
> format PDF*).
>
> Langkah Perdana Menteri Rusia Putin juga sejalan dengan langkah 
Presiden AS
> Barack Obama yang menetapkan penggunaaan Sistem Operasi Linux untuk
> institusi dan Lembaga-lembaga Pemerintahan Federal AS.
>
> Presiden Brazil Lula da Silva sebelumnya juga menetapkan penggunaan 
Sistem
> Operasi Linux/Software Aplikasi Open Source di Institusi dan 
Lembaga-
lembaga
> Pemeritah di Brazil sejak tahun 2009.
>
> *Pemerintah Indonesia/MenPAN* juga telah menginstruksikan kepada 
*seluruh
> Institusi dan Lembaga-lembaga Pemerintah* di Indonesia untuk 
melakukan *transisi
> ke penggunaan Sistem Operasi Linux/Software-software Aplikasi Open 
Source
> yang bebas* dalam program *Penggunaan Software yang legal* agar 
tidak
> melanggar UU HaKI tahun 2008, serta dalam kerangka *penghematan 
biaya
> lisensi Software*, paling lambat terlaksana pada *Desember 2012*.
>
> *Berita lengkapnya dari eWEEK.com* dapat dibaca di URL:
> http://aosi.wordpress.com

>
> Semoga bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara.
> Wassalam,
> S Roestam
>
> http://e-iklanbaris.com Tempat Anda Pasang Iklan Gratis dan Pasang 
Iklan
> di Koran







-- 
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

fڕ]jVi)ޮzj'Z)f^z%zZ"ƲjxjyKȚzhyjjwn&jv*ڴߢh)bݢw޶׫innwzߊWhb'zȚw
Agus Purwanto | 8 Jan 05:52 2011
Picon

AAS di awal 2011

Awal tahun 2011, tidak hanya diwarnai dengan semangat baru dan target baru, tapi akan diisi oleh sajian yang membugarkan jiwa dan keimanan kita.

Jangan lewatkan ceramah umum seorang pakar kajian Al Quran -Prof Muzaffar Iqbal- di Indonesia . Kiprahnya dalam mengkontekskan Al-Quran dalam kehidupan modern saat ini, patut dijadikan teladan dan benar-benar menginspirasi kita semua. Di bawah ini adalah jadwal ceramahnya, dan sedikit profil dari beliau.

Ceramah Umum Prof Muzaffar Iqbal
Tema : Qur'an dan Sains di Dunia Muslim Modern
Pembicara Tamu : Dr.Agus Purwanto (Doktor Fisika / Peneliti Kajian Al Quran)

Minggu 9 Januari 2010
Jam 13.00 - 15.30 WIB
Aula Asrama - Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran Jakarta
Jl.Batan 1 No.1 / 63 Pasar Jumat - Lebak Bulus Cilandak
Jakarta Selatan

Ceramah Umum Prof Muzaffar Iqbal
Tema : Sains dan Agama di Dunia Muslim
Pembicara Tamu : Zainal Abidin Bagir (Ketua Program Studi Agama & Lintas Budaya UGM)

Senin 10 Januari 2010
Jam 13.00 - 15.00 WIB
Ruang Diorama - Gd.Auditorium Utama
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Jl.Ir.H Juanda No.95 Ciputat - Jakarta

RSVP : sms 08157111875 / e mail promosi-NqAc/OTn9Y0AvxtiuMwx3w@public.gmane.org 

Muzaffar Iqbal adalah pendiri Pusat Islam dan Sains (www.cis-ca.org), Kanada, dan editor di Islam & Science, jurnal semi-tahunan tentang perspektif Islam, ilmu pengetahuan dan peradaban. Dia bergelar doktor kimia (Universitas Saskatchewan, Kanada, 1983), meninggalkan bidang ilmu pengetahuan eksperimental untuk sepenuhnya mengabdikan dirinya mempelajari Islam, spiritualitas, dan tradisi ilmiah intelektual.

Lahir di Lahore , Pakistan , Muzaffar bermukim di Kanada sejak tahun 1979. Beliau pernah menjabat posisi akademik dan riset di Universitas Saskatchewan (1979-1984), Universitas Wisconsin-Madison (1984-1985), dan McGill University (1986).  Sejak tahun 1990 hingga 1999, Dr. Muzzafar melakukan penelitian dan studi tentang pelbagai aspek Islam di Pakistan, menjabat Direktur Organisasi Konferensi Islam (OKI) Komite Kerjasama Ilmiah dan Teknologi (COMSTECH) di tahun 1991-1996 dan sebagai Direktur Pakistan Academy of Sciences (1998-1999).

Tahun 1999-2001, Dr. Iqbal menjabat Direktur Program (Dunia Islam) untuk Program Kursus Ilmu-Agama Pusat Teologi dan Ilmu Pengetahuan Alam (CTNS), Berkeley, Amerika Serikat.

Dr, Muzaffar Iqbal menulis buku, menerjemahkan dan menjadi editor 21 buku, serta menerbitkan lebih dari seratus makalah tentang berbagai aspek Islam, hubungan spiritual dan tradisi intelektual antara Islam dan ilmu pengetahuan, Islam dan Barat, situasi kontemporer umat Islam, dan sejarah ilmu pengetahuan Islam. Karya-karyanya antara lain
Islam and Science (Ashgate, 2002), God, Life and the Cosmos: Christian and Islamic Perspectives (co-ed., Ashgate, 2002), Science and Islam ( Greenwood Press, 2007),
Islam, Science, Muslims, and Technology: Seyyed Hossein Nasr in Conversation with Muzaffar Iqbal (Al-Qalam-IBT, 2007), Dawn in Madinah: A Pilgrim's Passage (Islamic Book Trust, 2007), Dew on Sunburnt Roses and other Quantum Notes (Dost Publications, 2007),
Definitive Encounters: Islam, Muslims, and the West (Islamic Book Trust, 2008), and The Making of Islamic Science (IBT, 2009).

Karya lainnya adalah edisi dwibahasa (Arab-Urdu) Divan (mistik abad kesepuluh) Mansur al-Hallaj, al-Hallaj Divan (Danyal, 1997, dicetak ulang 2000), sebuah antologi cerpen Pakistan, Colours of Loneliness (Oxford University Press, 1999); dua novel: Inkhila (Uprooting, 1988) and Inqta (Severance, 1994), sebuah buku tentang sejarah Gerakan Kemerdekaan Pakistan (Jang-e Azadi Sey tak Hasul-e Azadi, 1977);  buku tentang kehidupan dan karya-karya Herman Melville (1996), serta cerpen-cerpen dan puisi.  Novel fiksi dan terjemahannya dimuat di jurnal sastra Pakistan , Kanada, dan Amerika Serikat.
Dr Muzaffar menjadi penerjemah pendamping Tafhim al-Qur'an, tafsir penting pada abad kedua puluh (Islamic Foundation, 2001). Dia juga bergabung sebagai konsultan di Concentric Circles-Nurturing Awe and Wonder in Early Childhood,  dan merupakan salah satu pendiri Yayasan Pendidikan Islam (Kanada), organisasi nirlaba yang berdedikasi menyediakan sumber daya dan pelayanan kepada pendidik, siswa dan orangtua sesuai visi Al-Quran.Dr. Muzaffar  kini bertindak sebagai Editor Umum Seri Ensiklopedi Terpadu Al-Qur'an (7 buku), buku referensi berbabahasa Inggris tentang Al-Qur'an yang pertama kali disusunnya.

Ia juga akan menjadi Editor Umum seri Islam and Science: Historic and Contemporary Perspectives.


Fan Fan F Darmawan

__________________________________________________

Wassalam,

Ilham D. Sannang
(Editor <at> Pelangi-Mizan Publishing)

Gedung MP Book Point
Jl. Puri Mutiara Raya No. 72
Jakarta 12410
Telp. (62-21) 75910212
Fax. (62-21) 75915759
www.pelangi-mizan.com
 
Agus Purwanto
LaFTiFA ITS
http://purwanto-laftifa.blogspot.com
http://ayatayatsemesta.wordpress.com


__,_._,___
<!-- #ygrp-mkp { border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;} #ygrp-mkp hr { border:1px solid #d8d8d8;} #ygrp-mkp #hd { color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 0;} #ygrp-mkp #ads { margin-bottom:10px;} #ygrp-mkp .ad { padding:0 0;} #ygrp-mkp .ad p { margin:0;} #ygrp-mkp .ad a { color:#0000ff;text-decoration:none;} #ygrp-sponsor #ygrp-lc { font-family:Arial;} #ygrp-sponsor #ygrp-lc #hd { margin:10px 0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;} #ygrp-sponsor #ygrp-lc .ad { margin-bottom:10px;padding:0 0;} a { color:#1e66ae;} #actions { font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;} #activity { background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;} #activity span { font-weight:700;} #activity span:first-child { text-transform:uppercase;} #activity span a { color:#5085b6;text-decoration:none;} #activity span span { color:#ff7900;} #activity span .underline { text-decoration:underline;} .attach { clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 0;width:400px;} .attach div a { text-decoration:none;} .attach img { border:none;padding-right:5px;} .attach label { display:block;margin-bottom:5px;} .attach label a { text-decoration:none;} blockquote { margin:0 0 0 4px;} .bold { font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;} .bold a { text-decoration:none;} dd.last p a { font-family:Verdana;font-weight:700;} dd.last p span { margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;} dd.last p span.yshortcuts { margin-right:0;} div.attach-table div div a { text-decoration:none;} div.attach-table { width:400px;} div.file-title a, div.file-title a:active, div.file-title a:hover, div.file-title a:visited { text-decoration:none;} div.photo-title a, div.photo-title a:active, div.photo-title a:hover, div.photo-title a:visited { text-decoration:none;} div#ygrp-mlmsg #ygrp-msg p a span.yshortcuts { font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;} .green { color:#628c2a;} .MsoNormal { margin:0 0 0 0;} o { font-size:0;} #photos div { float:left;width:72px;} #photos div div { border:1px solid #666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;} #photos div label { color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;} #reco-category { font-size:77%;} #reco-desc { font-size:77%;} .replbq { margin:4px;} #ygrp-actbar div a:first-child { margin-right:2px;padding-right:5px;} #ygrp-mlmsg { font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;} #ygrp-mlmsg table { font-size:inherit;font:100%;} #ygrp-mlmsg select, input, textarea { font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;} #ygrp-mlmsg pre, code { font:115% monospace;} #ygrp-mlmsg * { line-height:1.22em;} #ygrp-mlmsg #logo { padding-bottom:10px;} #ygrp-mlmsg a { color:#1E66AE;} #ygrp-msg p a { font-family:Verdana;} #ygrp-msg p#attach-count span { color:#1E66AE;font-weight:700;} #ygrp-reco #reco-head { color:#ff7900;font-weight:700;} #ygrp-reco { margin-bottom:20px;padding:0px;} #ygrp-sponsor #ov li a { font-size:130%;text-decoration:none;} #ygrp-sponsor #ov li { font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;} #ygrp-sponsor #ov ul { margin:0;padding:0 0 0 8px;} #ygrp-text { font-family:Georgia;} #ygrp-text p { margin:0 0 1em 0;} #ygrp-text tt { font-size:120%;} #ygrp-vital ul li:last-child { border-right:none !important; } -->


Gmane