Oh gitu ... baru tahu, padahal gue doyan banget tuh sama yang empuk-empuk
Jadi engga usah dicelup ke sup cream asparagus seperti roti yang keras itu ya ...
OK deh kapan-kapan kita ngopi ... ya ...
Salam DD
--- On Sat, 10/31/09, yayukptc-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@public.gmane.org <yayukptc-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@public.gmane.org> wrote:
From: yayukptc-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@public.gmane.org <yayukptc-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@public.gmane.org> Subject: Re: [itb77] Re: Roti Buaya To: "djasli djamarus" <djamarus <at> yahoo.com> Date: Saturday, October 31, 2009, 5:13 PM
He he... Tapi empuk bgt kok rotinya...pokoknya enak lah dimakan gitu aja pake kopi... Thanks and Regards,
Siti Rahayu
From: djasli djamarus <djamarus-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@public.gmane.org>
Date: Sat, 31 Oct 2009 02:12:03 -0700 (PDT)
To: <itb77-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@public.gmane.org>
Subject: [itb77] Re: Roti Buaya
|
Yu, kalau siang aja ukurannya udah 30-35 cm, malam jadi berapa cm ?
Mungkin yang hangat lebih enak ya ...
Salam
DD
--- On Sat, 10/31/09, yayukptc-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@public.gmane.org <yayukptc-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@public.gmane.org> wrote:
From: yayukptc-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@public.gmane.org <yayukptc <at> yahoo.com> Subject: Re: [itb77] Re: Roti Buaya To: "djasli djamarus" <djamarus-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@public.gmane.org> Date: Saturday, October 31, 2009, 3:32 PM
Bagi yang ingin membeli roti buaya dlm kondisi ready stock, bisa ke restoran Bakmi Gondangdia, samping rel KA Gondangdia, Cikini. Tapi ukurannya gak begitu besar, mungkin panjang sekitar 30-35 cm. Dan kalo mau beli agak siangan datangnya, diatas jam 12...
Thanks and Regards,
Siti Rahayu
From: djasli djamarus <djamarus-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@public.gmane.org>
Date: Fri, 30 Oct 2009 21:53:31 -0700 (PDT)
To: <itb77 <at> bhaktiganesha.or.id>
Subject: [itb77] Re: Roti Buaya
D, tapi kalau mau jadi buaya roti boleh kok ... jadi ada diversifikasi makanan pokok.
Salam DD
--- On Sat, 10/31/09, dariuspasaribu-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@public.gmane.org <dariuspasaribu <at> gmail.com> wrote:
From: dariuspasaribu-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@public.gmane.org <dariuspasaribu-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@public.gmane.org> Subject: [itb77] Re: Roti Buaya To: "ITB 77 ITB 77" <itb77-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@public.gmane.org> Date: Saturday, October 31, 2009, 7:12 AM
Terimakasih sahabatku Makmun Alrasyid, Pengetahuan saya tentang budaya Betawi bertambah. Simbolisasi khusus terhadap "Kesetiaan" (melalui roti buaya) dalam prosesi perkawinan Betawi merepresenasikan nilai yang sangat tinggi, dan universal. Sangat patut dihargai dan dibanggakan Sekali lagi terimakasih, dan posting saya tentang roti buaya tidak bermaksud merendahkan nilai luhur yg diusung roti buaya dalam adat Betawi. Mohon maaf atas ketidakmengertian saya sebelumnya Salam Darius
Powered by Telkomsel BlackBerry®
From: makmun alrasyid <malrasyid-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@public.gmane.org>
Date: Fri, 30 Oct 2009 08:53:22 -0700 (PDT)
To: <itb77-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@public.gmane.org>
Subject: [itb77] Re: Roti Buaya
Bos Darius,
Roti Buaya buat orang Betawi ada artinya, seperti cuplikan tulisan dibawah ini.
Salam,
Makmun Alrasyid
Simbolisasi Roti Buaya di Pernikahan Betawi
Tiap acara pernikahan yang mengusung adat Betawi, pasti tak pernah meninggalkan roti buaya
Minggu, 28 Juni 2009, 14:05 WIB
Maryadie
|
| Penari membawakan tari Ronggeng Blantek dari Betawi. (Antara/Fanny Oktavionus) |
|
VIVAnews - Setiap acara pernikahan yang mengusung adat Betawi, pasti tak pernah meninggalkan roti buaya. Biasanya roti yang memiliki panjang sekitar 50 sentimeter ini dibawa oleh mempelai pengantin laki-laki pada acara serah-serahan.
Selain roti buaya, mempelai pengantin laki-laki juga memberikan uang mahar, perhiasan, kain, baju kebaya, selop, alat kecantikan, serta beberapa peralatan rumah tangga.
Dari sejumlah barang yang diserahkan tersebut, roti buaya menempati posisi terpenting. Bahkan, bisa dibilang hukumnya wajib.
Sebab, roti ini memiliki makna tersendiri bagi warga Betawi, yakni sebagai ungkapan kesetiaan pasangan yang menikah untuk sehidup-semati. Asal muasal adanya roti buaya ini, konon terinspirasi perilaku buaya yang hanya kawin sekali sepanjang hidupnya. Dan masyarakat Betawi meyakini hal itu secara turun temurun.
Selain terinspirasi perilaku buaya, simbol kesetiaan yang diwujudkan
dalam sebuah makanan berbentuk roti itu juga memiliki makna khusus. Menurut keyakinan masyarakat Betawi, roti juga menjadi simbol kemampanan ekonomi. Dengan maksud, selain bisa saling setia, pasangan yang menikah juga memiliki masa depan yang lebih baik dan bisa hidup mapan.
Karenanya, tak heran jika setiap kali prosesi pernikahan, mempelai laki-laki selalu membawa sepasang roti buaya berukuran besar, dan satu roti buaya berukuran kecil yang diletakkan di atas roti buaya yang disimbolkan sebagai buaya perempuan. Ini mencerminkan kesetian mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan sampai beranak-cucu. Tradisi ini masih berlangsung sampai sekarang.
Menurut Haji Ilyas, salah satu tokoh Betawi di Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, meski saat ini banyak warga Betawi yang merayakan pernikahan secara modern, tapi mereka masih memakai roti buaya sebagai simbol kesetiaan.
Karena roti buaya sudah membudaya bagi warga Betawi. "Adat kite
itu kagak ilang. Masih banyak nyang pake. Kite ambil contoh di kawasan Condet, Palmerah sampe ke Bekasi, malahan sampe Tangerang," kata pria yang sering disapa Haji ini seperti dikutip situs resmi Pemerintah DKI.
Sayangnya, saat ini roti buaya tidak mudah dijumpai di toko-toko roti. Untuk itu, bagi pasangan yang akan menikah harus pesan dulu ke tukang roti.
Dan harganya juga bervariasi tergantung ukuran yang dipesan, yakni mulai dari 50 ribu hingga ratusan ribu rupiah. Itu sudah termasuk rasa roti, keranjang, dan asesoris pelengkapnya.
"Roti buaya adalah kue perayaan, jadi nggak setiap hari ada. Kalau mau beli harus pesan dulu," kata Ari, salah satu pedagang kue di Pasar Senen.
Sejatinya, bagi warga yang sudah terbiasa membuat roti, tidak terlalu sulit membuat roti buaya ini.
Sebab, bahan dasarnya sangat sederhana, yakni terigu, gula pasir, margarine, garam, ragi, susu bubuk, telur dan bahan pewarna.
Keseluruhan bahan tersebut dicampur dan diaduk hingga rata dan halus, kemudian dibentuk menyerupai buaya. Setelah bentuk kemudian dioven/panggang hingga matang.
• VIVAnews
From: "dariuspasaribu-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@public.gmane.org" <dariuspasaribu-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@public.gmane.org> To: ITB 77 ITB 77 <itb77 <at> bhaktiganesha.or.id> Sent: Fri, October 30, 2009 5:10:57 PM Subject: [itb77] Roti Buaya
All, Siapa yg tau dimana bisa beli Roti Buaya ya. Aku mau beli utk sarapan besok. Cheers D Powered by Telkomsel BlackBerry®"wè¥éàzZ%i©æŠX¬jwZ†Ûiÿúnm¸Z’Ø jw¬…ª+‰ßâµ¾ûþh¥ŠÏåŠËb�ú"µ¾û·Oz{bžZž§•ëZ’F§š)b±Ø¤¢Z&$®n7œ¶«ºÇbŠÈ�jxÚž§•æâ…Ö«‹S
|
|
|