sudirman | 1 Apr 01:01
Picon

Re: Dirman

Mrie ( teman-teman kita di SMPN IV Medan memanggil Zaenal lho ...... )

Aku tiap hari tetap memantau milis kita ini , terutama posting dari Amrie, Freddy , KAH, Hilman, Saiful Halim dan lainnya  banyak yang mencerahkan ....
Pagi ini aku kontak ke Medan ( Bahrin Nur, Tarmizi dll,,, teman SMP kita ) ada permintaan dari Zaenal, tolong di cari teman kita dulu yang hobbi nya ...kentut ( maaf ), soal nya aku juga lupa tuh anak Mrie ....
Begitu cepatnya waktu berlalu , kejadian itukan waktu kita kelas 2 SMP , kurang lebih 37 tahun yang lalu ......

Salaam,

Dirman




> Saya tiba2 kangen banget sama Dirman, MA 77. Kalo gak salah, beliau ini
> SMPnya bareng sama saya.
>
> Kalo gak salah juga, dulu kita ada teman satu sekolah yg hobbynya kentut
> (maaf). Dan anehnya , orang ini suka sekali membaui dan mengendus
> kentutnya sendiri, walaupun kita yg ada disekitarnya ada yg muntah2 dan
> masuk RS.
>
> Nah, dasar Dirman orang baik, kalo anak ini dah lama gak ketemu, Dirman
> lah yang mengajaknya bermain bersama lagi. Sayangnya kebaikan Dirman
> seperti tak ada dampaknya, karena kebiasaan anak ini kentut di depan
> teman2nya tetap tak berubah.
>
> Dir, ingat gak sama teman kita itu?
>
> Salam kangen,
> amrie/
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Kristina Tambunan | 1 Apr 01:51
Picon

Re: 77-2 (was: RE: Re: FW: Renungan Seorang Head Hunter)

Rekan2,
Saya mhn maaf kalau tidak menggunakan japri, krn saya pikir mungkin saja ada manfaatnya bagi teman2 lain,
 
Bung Donal,
Terimakasih banyak informasinya ..... Makin banyak informasi yg dapat saya gunakan untuk diskusi dengan anak ....
 
Terimakasih dan salam,
Pitit

2009/4/1 Donaldy Sianipar <donaldy_s-PkbjNfxxIARBDgjK7y7TUQ@public.gmane.org>
Yg pasti sih UPH.
Anak saya diterima dgn beasiswa di UPH, tapi ngga diambil (memang cuma cadangan) krn dpt beasiswa juga di LN.
ITB, UI, dll dgn senang hati akan menerima lulusan IB, asalkan lulus test masuk kan?

Tapi yg paling gampang saya kira NUS (National University of Singapore), NTU (Nanyang Technological University), n SMU (Singapore Management University), kalau nilai IB nya cukup bagus.
Anak saya diterima tiga2nya sekaligus tanpa test (cukup kirim nilai raport IB dan predicted grade).

Kalau memang tujuannya ingin sekolah di LN sih, dgn nilai IB yg bagus bisa diterima dgn mudah di Australia, HongKong, Malaysia, dll.
Bahkan USA n Europe juga kalau tdk perlu scholarship sih tdk terlalu susah utk dpt.
Anak saya yg perempuan diterima dgn partial scholarxhip di NYU (New York University) tapi juga tdk diambil krn saya agak kuatir dgn keamanan di New York.
Policy saya, bagi anak perempuan, Singapore is the best, bahkan rasanya lbh aman drpd Jkt atau Bdg.

I would be happy to help n answer any further question.


Salam 77.
Bung Donal



Date: Tue, 31 Mar 2009 18:28:02 +0700
Subject: [itb77] Re: 77-2 (was: RE: Re: FW: Renungan Seorang Head Hunter)
From: tambunan.kristina-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@public.gmane.org

To: itb77-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@public.gmane.org

Bang Donald,
 
Krn pengetahuan anda cukup banyak ttg IB, boleh sekalian tanya, apakah ada universitas di Indonesia yang menerima siswa lulusan IB? Anak saya ikut program IB dengan tujuan ingin sekolah di luar negeri, tapi ... kan selalu harus ada plan B. Saya belum coba cari sih ...., siapa tahu bang Donald sudah tahu duluan ....
 
Thanks ...
 
Pitit

2009/3/31 Donaldy Sianipar <donaldy_s-PkbjNfxxIARBDgjK7y7TUQ@public.gmane.org>

Roy n SEMUA teman2 77 lain,


> "dulu aku pikir waktu anda cerita tentang anak2 anda engga ada yang sekolah di ITB, anda itu sombong, karena anda bilang mereka harus lebih baik dari bapaknya, ternyata keterangan anda terakhir itu menceritakan hal yang sebenarnya bahwa anak2 anda IQ nya jauh dibawah anda, jadi memang kurang pantas untuk masuk ITB. ha ha ha ha ha"

Empat2nya ikut IB Program (International Baccalaureate), anak ke 2 di Auckland International College (New Zealand) n sisanya di Sekolah Pelita Harapan (Lippo Karawaci, Tangerang).
Di IB ini hrs ambil hanya 6 subjects: Mathematics, English, another language (they took Indonesian for obvious reason), n 3 electives (max 2 from Natural Sciences n max 2 from Social Sciences).
Saya suruh tanya apakah blh ambil 3 Natural Sciences (Physics, Chemistry, n Biology).
Jwbnya, definitely not !
Makanya anak sulung (satu2nya perempuan) ambil Chemistry, Biology, n Business.
Adiknya ambil Physics, Chemistry, n Economics.
Dan 2 yg terakhir sama2 ambil Physics, Chemistry, n History.

Tentunya mereka semua tdk siap utk ikut test masuk ITB, krn kan testnya Mathematics, Physics, Chemistry, n Biology.
Dr awal sdh saya sarankan utk belajar sendiri satu Natural Science yg missing.
Mrk bilang no problem, after the IB Final Exams.
But unfortunately (or rather, fortunately? I don't really know), sblm itu dilakukan sdh pada dpt beasiswa (cari sendiri2 lewat internet n channel2 lain lewat senior2nya n sekolah) di Singapore Management University (skrg sdh kerja di Ernst & Young, Singapore), Wesleyan University (Connecticut, USA), Nanjing Unversity of Aeronautics and Astronautics (Nanjing, China), n Yonsei University (Seoul, South Korea).
Praise The Lord !

What did I miss?
ITB77 2nd Generation Club yg katanya exclusive hanya utk mrk yg kuliah di ITB (I haven't confirmed on this one, true or not?).
Yah sekalian aja deh dgn ini saya menghimbau agar teman2 lbh "membuka diri" utk include those unfortunates who didn't make it to our beloved "the only" narcissistic institute (ini bukan Rumah Sakit Jiwa kan ya? <G>).
Kalau teman2 memang betul2 "beyond repair" as to not willing to accomodate this humble request of mine, well, I guess I'd settle with Plan B of my own.

What is this Plan B?
Ya, terpaksa bikin club tandingan utk ITB77 2nd Generation Club who refuse to be narcissistic (you know what I mean, don't you? <G>).
Mungkin nantinya sekali setahun kita bisa adakan semacam pertandingan olahraga persahabatan antara 77-2 narcissistic melawan 77-2 non-narcissistic ini.
Seru juga kan?
Kemudian stlh bbrp kali kalah (sdh tau dong yg mana yg saya prediksi akan kalah itu? <G>), barulah kita usulkan utk merger aja kedua club itu (kasian juga kan kalo tiap tahun ga pernah menang sekali juga? <G>).

> "becanda Don, jangan dimasukin ke hati yah."

That quote also applies here, please. <G>


Salam 77,
Bung Donal



Date: Mon, 30 Mar 2009 19:12:38 -0700
From: djanegara-/E1597aS9LT0CCvOHzKKcA@public.gmane.org
Subject: [itb77] Re: FW: Renungan Seorang Head Hunter
To: itb77-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@public.gmane.org

Bung Donal,
dulu aku pikir waktu anda cerita tentang anak2 anda engga ada yang sekolah di ITB, anda itu sombong, karena anda bilang mereka harus lebih baik dari bapaknya, ternyata keterangan anda terakhir itu menceritakan hal yang sebenarnya bahwa anak2 anda IQ nya jauh dibawah anda, jadi memang kurang pantas untuk masuk ITB. ha ha ha ha ha
becanda Don, jangan dimasukin ke hati yah.
salam
Roy

From: Donaldy Sianipar <donaldy_s <at> hotmail.com>
To: ITB77 ITB77 <itb77-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@public.gmane.org>
Sent: Tuesday, 31 March, 2009 4:51:05 AM
Subject: [itb77] Re: FW: Renungan Seorang Head Hunter


> Loh, kan udah pada tahu, kita, lulusan itb itu Narsis. Jadi sesuai karakter,
> ya nggak mau, donk, disalahin....

Lho, kan udah pada tau, siapa rajanya Narsis?
Tapi ternyata udah mulai banyak juga yg ngaku jadi pengikut nih ye? <G>

Sebenernya sih saya bukannya narcissistic, melainkan hanyalah berusaha sharing tentang pengalaman pribadi.
Siapa tau bisa jadi bahan perenungan, n kalau berkenan ya dianjurkan pada anak cucu serta ponakan2 maupun teman2 lain.
Kebetulan wkt itu topiknya ttg bgmn mengelola rumah tangga n keluarga, soal prioritas penggunaan uang.
"When it comes to education, nothing else should stop you from spending your money wisely in that form of investment"
-- Donaldy Sianipar (yes, my dear friends, this is just one out of many quotations from my own philosophy of life, and I know that many of you will see this as a further evidence of my narcissism, but then again, who cares?)

Tapi anehnya, wkt bbrp teman menuduh saya Narsis (mungkin krn suka sharing pengalaman pribadi spt itu), saya sama sekali tdk merasa perlu utk protest.
Malah bangga kok. <G>

Nah, pada gilirannya, kemudian rasa bangga itu dituduh sombong lagi.
Ya nggak apa2 juga lah.
Asalkan yg saya ungkapkan bukanlah kebohongan, melainkan adalah kenyataan kan?

Kalau memang mau narcissistic n sombong, sekalian aja bbrp fakta tambahan nih.
IQ anak2 saya yg pada 140-an itu bukanlah membanggakan buat saya, melainkan justru mengecewakan.
Soalnya itu kan berarti penurunan kualitas, krn IQ saya sendiri 160-an spt halnya kebanyakan diantara kita kan? <G>


Salam 77
Bung Donal



> To: itb77-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@public.gmane.org
> From: witart <at> gmail.com
> Subject: [itb77] Re: FW: Renungan Seorang Head Hunter
> Date: Thu, 26 Mar 2009 04:37:26 +0000
>
> Roy Djanegara <djanegara <at> ...> writes:
>
> > Dasar anak ITB kali yah, kita engga mau disalahin, tetap aja menganggap
> > kita lebih baik dari orang lain, bukannya dipakai untuk bercermin malah
> > si headhunternya yang disalahin ha ha ha .....
>
> Loh, kan udah pada tahu, kita, lulusan itb itu Narsis. Jadi sesuai karakter,
> ya nggak mau, donk, disalahin....
>
> wilujeng nyepi, Kang Roy.
>
> salam,
>
> wa
>
>
>
>
> --
> Info pengelolaan milis anda :
> <http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/list-info-itb77.txt>
>
> Penting!
> Jangan letakkan milis di kolom CC dan Subject harus diisi.

Hotmail® is up to 70% faster. Now good news travels really fast. Find out more.

Enjoy a better web experience. Upgrade to the new Internet Explorer 8 optimised for Yahoo!7. Get it now..
Windows Live™ SkyDrive: Get 25 GB of free online storage. Check it out.


Windows Live™ SkyDrive: Get 25 GB of free online storage. Check it out.

amrie.mad | 1 Apr 03:01
Picon

Re: Dirman

Dirm,

Aku dah ingat sekarang. Dia ternyata masuk ITB juga. Aku sudah dapat alamat emailnya dan sekarang dia aktivis di paguyuban 'Penanggulangan Dampak Narkotika secara Sistemik'.

Pangkat kau apa sekarang, Dir?

amrie/

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

From: sudirman <at> tnial.mil.id
Date: Wed, 1 Apr 2009 06:01:20 +0700 (WIT)
To: <itb77 <at> bhaktiganesha.or.id>
Subject: [itb77] Re: Dirman
Mrie ( teman-teman kita di SMPN IV Medan memanggil Zaenal lho ...... )

Aku tiap hari tetap memantau milis kita ini , terutama posting dari Amrie, Freddy , KAH, Hilman, Saiful Halim dan lainnya  banyak yang mencerahkan ....
Pagi ini aku kontak ke Medan ( Bahrin Nur, Tarmizi dll,,, teman SMP kita ) ada permintaan dari Zaenal, tolong di cari teman kita dulu yang hobbi nya ...kentut ( maaf ), soal nya aku juga lupa tuh anak Mrie ....
Begitu cepatnya waktu berlalu , kejadian itukan waktu kita kelas 2 SMP , kurang lebih 37 tahun yang lalu ......

Salaam,

Dirman




> Saya tiba2 kangen banget sama Dirman, MA 77. Kalo gak salah, beliau ini
> SMPnya bareng sama saya.
>
> Kalo gak salah juga, dulu kita ada teman satu sekolah yg hobbynya kentut
> (maaf). Dan anehnya , orang ini suka sekali membaui dan mengendus
> kentutnya sendiri, walaupun kita yg ada disekitarnya ada yg muntah2 dan
> masuk RS.
>
> Nah, dasar Dirman orang baik, kalo anak ini dah lama gak ketemu, Dirman
> lah yang mengajaknya bermain bersama lagi. Sayangnya kebaikan Dirman
> seperti tak ada dampaknya, karena kebiasaan anak ini kentut di depan
> teman2nya tetap tak berubah.
>
> Dir, ingat gak sama teman kita itu?
>
> Salam kangen,
> amrie/
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Kusmaya | 1 Apr 04:13
Picon
Favicon

Bls: Re: 77 JOGGING & SILATURAHMI

Kang Yadi ,ini yang mau ikut tea walk tolong didaftar :

-   Sukrasno      2   org
-   Elsa  C         1   org
-   A. Manan      1   org
-   Yanthi           1   org
-    Lucie            1   org

Kang yadi, Amar, Makbul , Herry dan Anna saya kirimkan usulan detail acara via Japri ( silahkan untuk dikoreksi ) .
Maaf sabtu, 4 april 09 ini saya gak bisa hadir karena sabtu siang ada undangan pernikahan anak teman di jakarta, nuhun, wass.
Kusmaya

--- Pada Sel, 31/3/09, YADI supriadi wendy <yadi-DpJ+6jA34if/Vo82zkyx1w@public.gmane.org> menulis:

Dari: YADI supriadi wendy <yadi <at> wendy.web.id>
Topik: [itb77] Re: 77 JOGGING & SILATURAHMI
Kepada: itb77-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@public.gmane.org
Tanggal: Selasa, 31 Maret, 2009, 4:31 PM

Amar Rasyad wrote:
> *Sobat......*
> *jangan lupa acara rutin kita yaitu *
> ** *nama             : "Jogging bersama dan silaturahmi Nasional ITB 77 "*
> *tempat         : di bandung- SABUGA ITB, *
> *hari/tanggal     : sabtu 4 APRIL 2009.*
> *JAM             : jam 0630 - selesai.*
> ** sekalian membahas acara teawalk nasional 19 april 2009-Ciater...
>  Kang Yadi : daftar yang minat tea walk sudah ada berapa orang....?
oh kalau yang ada namanya ada 24 orang dengan jumlah peserta 32 orang (sementara)



Berselancar lebih cepat.
Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)
amrie noor | 1 Apr 05:02
Picon

Re: Creative Intelligence

dear emil,

bareng aja ketemunya dg pertemuan ngupi2 dg pungky dll ya...

makin seru neh, dan saya dapat banyak bahan tambahan dari email emil ini.

salam,
amrie/

2009/3/30 Emil Soedarmo <emil.soedarmo-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@public.gmane.org>
Rekan Amrie,

He3x.sorry ya. soal orang padang it is only a joke kok  ..saya setuju 100% pendapat amrie mengenai otak. (kebetulan saya pernah mengumpulkan literatur dan mempelajari human brain tapi bukan dari perspektif kedokteran tapi dari human brain management dari situ saya berkesimpulan memang Allah demikian maha besar, maha penyayang menciptakan manusia demikian sempurna).
Saya sependapat dengan amrie mengenai metoda pendidikan yang tidak banyak melatih otak kanan kita bekerja. Kalau diijinkan boss amrie saya berkomentar soal inovasi dan memberikan sedikit input supaya amrie akan menanggapi sesuai dengan kepakarannya. (ini terkait dengan diskusi kita soal creative industry).
Berdasarkan penelitian dari Howard gardner dari institute personal assessment ada 8 jenis intelegensia yang mempengaruhi human capabilities (linguistic, musical, spatial, bodily, interpersonal. intrapersonal,logical, mathematical, dan natural) lalu di test lah student2 nya untuk mengukur masing2 intelegensia tsb, ternyata student IQ (kita definisikan sebagai general intelligence) 120 atau lebih itu tidak siginificant mengkontribusikan kemampuan kreativitasnya atau dengan kata lain test IQ saja tidak cukup mengukur kemampuan kreativitas, lalu mereka mengembangkan ukuran baru namanya creative intelligence,yang didefinisikan sebagai a personality determines the drive needed to accomplish great things, terdiri dari 4 styles, Intuitive (fokus ke result berdasarkan fakta masa lalu), Innovative (fokus ke problem solving dng dasar sistematik dan data), imaginative (fokus ke visualisasi peluang, artistik dsb) dan terakhir inspirational (focus ke perubahan sosial). Masing2 style creative intelligence itu punya tokoh2 nya seperti jack welch CEO GE paling intuitive, inovative seperti thomas alva edison, albert einstein, bahkan michael angelo punya ke empat creative intelligence tsb.
Dari studi mereka disimpulkan ternyata motivasi adalah key elemen yang dibutuhkan untuk mendukung menjadi ke empat creative styles tsb. (mungkin waktu itu belum ada test EQ ). Student yang kreatif itu lebih hebat karena tidak hanya fokus kepada jawaban masalah tetapi juga kepada finding the right problems. (apa ini indikasi bahwa orang pintar belum tentu kreatif tapi orang kreatif pasti pintar)
Penelitian lain menunjukkan bahwa Pada dasar nya setiap orang memiliki kemampuan creative lebih dari satu tapi mungkin sulit menemukan dan mengasahnya padahal dengan perkembangan usia yang makin matang akan sejalan dengan perkembangan cognitive abilities sebagai bahan baku dan potensi berkembangnya creative intelligence.

rekan amrie, sorry kalau pembahasan saya jadi terlalu teoritis, tapi untuk meyakinkan bahwa sumber energy utama untuk jadi creative adalah motivasi, kedewasaan dan wawasan yang luas dan bertumbuh karena lingkungan yang kondusif dan amrie benar kalau sistem indoktrinasi dari guru, atau apapun yang sifatnya dipaksakan tidak akan menumbuhkan kreativitas.
It is our challenge of the future to have a creative leaders ..the critical resources needed to find answers for our nation problem ..
Nanti kita lanjutkan diskusi kita soal creative industry ya boss

Salam
Emil.s



------------------------------------------------------------------------------------

Emil,

Gak ngerti maksudnya bagian yg sesama Padang.
Singkatnya : otak kanan tempat keputusan2 emotional, intuitif, divergent dan 'out of the box' lateral creativity diolah.

Sementara otak kiri, adalah pusat pengolahan rasional, methodical, convergent, modulus dan empiris.

Setiap manusia punya kemampuan dasar utk menggunakan kedua sisi otaknya. Masalahnya synapses2 mana yg sering dipakailah yg akan menentukan seseorang tergolong 'manusia otak kiri' atau 'insan otak kanan'.

Pada waktu kita ngerjain soal2 MekTek pasti sistem saraf dan neuron di otak kiri kita bekerja keras mengirim sinyal2 kesegala arah. Tapi ketika, kita terinspirasi kecantikan dan keindahan ragawi Ibu Rini yg mengawasi ujian tsb, dan membuat kita ingin mencipta lagu pujaan padanya, berarti sistem otak kanan kita yg sibuk full speed.

Sayangnya, sistem pendidikan kita yg masih 'menghapal' dan 'mengikuti pola baku yg ada', 'guru selalu benar' dll, tidak banyak merangsang otak kanan utk bekerja keras. Sehingga dari segi kuantitas kita tak kekurangan orang pintar, yg kurang adalah innovators.

Tetapi anak2 muda sekarang kayaknya sudah mulai banyak yg dapat mendobrak 'kungkungan' rezim indoktrinasi otak kiri tsb.

Salam,
amrie/



Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


rostina | 1 Apr 05:03
Picon
Favicon

Bls: FW: [milis_imab] FW: Akibat resesi Global,..... Perlukah pasar bebas ???

Donal,
Karena saya tidak ahli dalam ilmu ekonomi , hanya bisa berkomentar sederhana saja bahwa : sistim neo liberal atau ekonomi bebas tidak bisa seratus persen  diterapkan. Negara harus tetap melindungi rakyatnya dengan tidak sepenuhnya menyerahkan kepada pasar, apalagi kalau sampai mengancam kedaulatan NKRI , dengan cara2 menjual  kekayaan sumber alam  hanya karena alasan mereka adalah pemain pasar yang mampu!.

Salam,
rostina

--- Pada Sel, 31/3/09, Donaldy Sianipar <donaldy_s-PkbjNfxxIARBDgjK7y7TUQ@public.gmane.org> menulis:

Dari: Donaldy Sianipar <donaldy_s-PkbjNfxxIARBDgjK7y7TUQ@public.gmane.org>
Topik: [itb77] FW: [milis_imab] FW: Akibat resesi Global,..... Perlukah pasar bebas ???
Kepada: "ITB77 ITB77" <itb77-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@public.gmane.org>, "MA ITB" <ma-itb-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org>, "Marching Band ITB" <mb-alumni-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org>, jhonlee_197-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@public.gmane.org, maria_inna_w-PkbjNfxxIARBDgjK7y7TUQ@public.gmane.org, "Kristia Sianipar" <kristia.sianipar-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@public.gmane.org>, "Wilson Sianipar" <invinciblenz-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@public.gmane.org>, "Obey Sianipar" <obey_sianipar-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@public.gmane.org>, "Michael Sianipar" <michael.sianipar-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@public.gmane.org>
Tanggal: Selasa, 31 Maret, 2009, 3:27 PM

#yiv1705150270 .hmmessage P { margin:0px;padding:0px;} #yiv1705150270 { font-size:10pt;font-family:Verdana;}

To: milis_imab-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org
From: geraldhtg-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@public.gmane.org
Date: Tue, 31 Mar 2009 14:06:09 +0700
Subject: Re: [milis_imab] FW: [itb77] Akibat resesi Global,..... Perlukah pasar bebas ???


Menurut Ini ulasan pakar ekonomi yang nggak mengerti ekonomi atau tulisan di fabricated untuk kepentingan hipotesanya yang jatuhnya mirip dengan koperasi yang saat ini sudah ditinggalkan semua negara. Bisa dimaklumi sumber tulisan dari Prof Mubyarto dan Sri Edi Swasono yang ujungnya adalah ide dan gagasan dasar dari Muhammad Hatta (proklamator) . 
 
Tidak ada satu bentuk ekonomi yang demikian sempurna, bahkan dalam teori pasar bebas sekalipun sudah disebutkan konsep life cycle ekonomi, yaitu sampai puncak namanya Peak dan turun ke bawah namanya Resesi yang bisa jatuh ke Depresi kalau kita gagal membuat stimulus atau memberikan kepercayaan kepada pasar kembali. Kegagalan lainnya adalah bentuk kontrol pemerintah sebagai regulator, yang tentu saja sampai saat ini regulasi yang ada belum cukup karena perkembangan teknologi dan lainnya, dan sangatlah wajar kalau regulasi biasanya datang kemudian. Jadi tidak ada yang heran melihat keadaan sekarang karena teori ekonomi pasar pun sudah memberikan potential down risk seperti sekarang. Lebih jauh teori ekonomi saat inipun sudah berkembang terus diantaranya adanya hukum anti monopoli (Sherman act, Clayton act) yang jelas-jelas bertujuan untuk membuat pasar dapat bekerja dengan baik dan banyak perkembangan lainnya. Artinya pasar harus menjamin bahwasanya mereka yang efisien dan kreatif akan memperoleh profit dan kemakmuran, siapa yang malas dan tidak mau bekerja pasti akan menjadi miskin. Konsep ini agaknya cukup sejalan dengan konsep dalam Alkitab, karena Tuhan pun mengatakan siapa yang tidak bekerja tidak berhak mendapat makan atau perumpamaan talenta. Teori ekonomi baru coba diusulkan oleh Kuba dengan sosialisnya sama rata dan sama rasa, herannya Kuba tidak pernah menjadi negara maju dan miskin walau sudah membangun 35 tahun, Fidel Castro heran? Jawabannya sama rata dan sama rasa menciptakan kemandulan efisiensi kerja dan tidak merangsang kreativitas membangun. Untuk apa cape-cape jadi Dokter kalau memang gajinya sama dengan pembantu rumah tangga. 
 
Makanya di setiap seminar saya selalu menekankan hati-hati dengan istilah rakyat miskin, karena sebagian besar miskin bukan juga karena tidak ada kesempatan dan akses dana pinjaman, simply karena mereka malas dan tidak mau bekerja keras. Lihat saja sekeliling kita, mulai daripada karyawan, pembantu rumah tangga dan lainnya, semuanya bekerja malas2xan, main internet kalau tidak diawasi dan lainnya. 
 
Kalau Indonesia bagaimana? Indonesia sejak Soeharto bukan pasar bebas, US mendikte lebih banyak untuk kepentingan membendung komunis, jadi salah arahpun ya tidak apa2x asal anti komunis. Indonesia negara diktator selama 30 tahun dan tidak tahu apa itu pasar bebas, mungkin sejak krisis moneter kita mulai belajar, waktu harga minyak naik, semua protes (karena nggak mengerti bahwasanya hargapun bisa turun kalau harga minyak dunia turun), waktu turun baru mengerti mekanisme pasar. Jadi kita masih anak2x dalam pasar bebas, namun kalau memberikan pendapat sudah seperti professor. Teori pasar bebas ini sudah diuji terus selama 200 tahun dan menghasilkan negara super power US. Apapun namanya US masih super power dan Rusia sudah bangkrut dan china menjadi kapitalis dan sosialis. Semua menuju pasar bebas tinggal bagaimana regulasi bisa menjaga agar pasar dapat bekerja dengan sempurna (setiap orang punya akses yang sama, tidak ada monopoli yang bisa mempengaruhi harga dll). Sampai saat ini tidak ada teori ekonomi yang lebih baik dalam memberikan kemakmuran daripada pasar bebas
 
Jadi kalau mau mengatakan pasar bebas sudah tidak relevan??? wah pendapat seperti ini agaknya kelewat berani ya!!
 
 

2009/3/31 Donaldy Sianipar <donaldy_s <at> hotmail. com>



Date: Mon, 30 Mar 2009 10:47:46 +0700
From: hilman <at> translingkar .co.id
To: itb77 <at> bhaktiganesha .or.id
Subject: [itb77] Akibat resesi Global,..... Perlukah pasar bebas ???

Banyak orang mengatasnamakan rakyat. Ada yang melakukannya secara benar demi kepentingan rakyat semata, tetapi ada pula yang melakukannya demi kepentingan pribadi atau kelompok. Yang terakhir ini tentulah merupakan tindakan yang tidak terpuji. Namun yang lebih berbahaya dan itu adalah bahwa banyak di antara mereka, baik yang menuding ataupun yang dituding dalam mengatasnamakan rakyat, adalah bahwa mereka kurang sepenuhnya memahami arti dan makna rakyat serta dimensi yang melingkupinya.

Selama ini kebijaksanaan pembangunan Indonesia lebih dipengaruhi secara tidak wajar dan telah terkecoh oleh teori-teori ekonomi Neoklasik versi Amerika yang agresif khususnya dalam ketundukannya pada aturan-aturan tentang kebebasan pasar, yang keliru menganggap bahwa ilmu ekonomi adalah obyektif dan bebas nilai, yang menunjuk secara keliru pada pengalaman pembangunan Amerika, dan yang semuanya jelas tidak tepat sebagai obat bagi masalah-masalah yang dihadapi masyarakat Indonesia dewasa ini.


Pakar-pakar ekonomi Indonesia yang memperoleh pendidikan ilmu ekonomi “Mazhab Amerika”, pulang ke negerinya dengan penguasaan peralatan teori ekonomi yang abstrak, dan serta merta merumuskan dan menerapkan kebijakan ekonomi yang menghasilkan pertumbuhan, yang menurut mereka juga akan membawa kesejahteraan dan kebahagiaan bagi rakyat dan bangsa Indonesia.

Para “teknokrat” ini bergaul akrab dengan pakar-pakar dari IMF dan Bank Dunia, dan mereka segera tersandera ajaran dogmatis tentang pasar, dengan alasan untuk menemukan “lembaga dan harga-harga yang tepat”, dan selanjutnya menggerakkan mereka lebih lanjut pada penelitian-peneliti an dan arah kebijaksanaan yang memuja-muja persaingan atomistik, intervensi pemerintah yang minimal, dan menganggung- agungkan keajaiban pasar sebagai sistem ekonomi yang baru saja dimenangkan. Doktrin ini sungguh sangat kuat daya pengaruhnya terutama sejak jatuhnya rezim Stalin di Eropa Tengah dan Timur dan bekas Uni Soviet. Nampaknya sudah berlaku pernyataan “kini kita semua sudah menjadi kapitalis”. Sudahkah kita sampai pada “akhir sejarah ekonomi? ”. Belum tentu.

Praktek-praktek perilaku yang diajarkan paham ekonomi yang demikian, dan upaya mempertahankannya berdasarkan pemahaman yang tidak lengkap dari perekonomian, hukum, dan sejarah bangsa Amerika, mengakibatkan terjadinya praktek-praktek yang keliru secara intelektual yang harus dibayar mahal oleh Negara-negara berkembanh termasuk Indonesia. Komitmen pada model-model ekonomi abstrak dan kepalsuan pengetahuan tentang proses pembangunan, mengancam secara serius keutuhan bangsa dan keserasian politik bangsa Indonesia yang lokasinya terpencar luas di pulau-pulau yang menjadi rawan karena sejarah, demografi, dominasi dan campur tangan asing, dan ancaman globalisasi yang garang.

Globalisasi merupakan kekuatan serakah dari sistem kapitalisme- liberalisme yang harus dilawan dengan kekuatan ekonomi-politik nasional yang didasarkan pada ekonomi rakyat. Semasa krismon kekuatan ekonomi rakyat telah terbukti mampu bertahan. Ekonomi rakyat benar-benar tahan banting. Survey Aspek Kehidupan Rumah Tangga Indonesia (Sakerti) 3 (Juni – Desember 2000) membuktikan hal itu dengan menunjukkan 70% rumah tangga meningkat standar hidupnya. Krismon memang lebih menerpa orang-orang kota dan menguntungkan orang-orang desa. Bagi kebanyakan orang desa tidak ada krisis ekonomi. Kesan krisis ekonomi memang dibesar-besarkan oleh mereka yang tidak lagi mampu “berburu rente” (rent seekers) yang bermimpi masih dapat kembalinya sistem ekonomi “persaingan monopolistik” yang lebih menguntungkan sekelompok kecil orang/pengusaha kaya tetapi merugikan sebagian besar golongan kecil ekonomi rakyat

Srategi pembangunan yang memberdayakan ekonomi rakyat merupakan strategi melaksanakan demokrasi ekonomi yaitu produksi dikerjakan oleh semua untuk semua dan di bawah pimpinan dan penilikan anggota-anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakat lebih diutamakan ketimbang kemakmuran orang seorang. Maka seharusnya kemiskinan tidak dapat ditoleransi sehingga setiap kebijakan dan program pembangunan harus memberi manfaat pada mereka yang paling miskin dan paling kurang sejahtera. Inilah pembangunan generasi mendatang sekaligus memberikan jaminan sosial bagi mereka yang paling miskin dan tertinggal.

kerakyatan dalam sistem ekonomi mengetengahkan pentingnya pengutamaan kepentingan rakyat dan hajat hidup orang banyak, yang bersumber pada kedaulatan rakyat atau demokrasi. Oleh karena itu, dalam sistem ekonomi berlaku demokrasi ekonomi yang tidak menghendaki “otokrasi ekonomi”, sebagaimana pula demokrasi politik menolak “otokrasi politik”.

Dari pengertian mengenai demokrasi ekonomi seperti dikemukakan di atas, maka kita membedakan antara private interests dengan public interest. Dari sini perlu kita mengingatkan agar tidak mudah menggunakan istilah “privatisasi” dalam menjuali BUMN. BUMN sarat dengan makna kerakyatan dan bersifat publik. BUMN ada untuk menjaga hajat hidup orang banyak. Yang kita tuju bukanlah “privatisasi” tetapi adalah “go-public’, di mana pemilikan BUMN meliputi masyarakat luas yang lebih menjamin arti “usaha bersama” berdasar atas “asas kekeluargaan” . Go-public haruslah diatur (managed) untuk menjamin partisipasi nyata rakyat luas dalam kepemilikan aset nasional.
Kesalahan utama kita dewasa ini terletak pada sikap Indonesia yang kelewat mengagumi pasar-bebas. Kita telah menobatkan pasar-bebas sebagal “berdaulat” mengganti dan menggeser kedaulatan rakyat.
Kita telah menjadikan pasar sebagal “berhala” baru.
Kita boleh heran akan kekaguman ini, mengapa dikatakan Kabinet harus ramah terhadap pasar, mengapa kriteria menjadi menteri ekonomi harus orang yang bersahabat kepada pasar. Bahkan sekelompok ekonom tertentu mengharapkan Presiden pun harus ramah terhadap pasar. Mengapa kita harus keliru sejauh ini ? Mengapa tidak sebaliknya bahwa pasarlah yang harus bersahabat kepada rakyat, petani, nelayan,dll

Siapakah sebenarnya pasar itu ?

Pasar harus dapat terkontrol, terkendali, pasar bukan tempat kita tergantung sepenuhnya, tetapi sebaliknya pasarlah, sebagai “alat” ekonomi, yang harus mengabdi kepada negara. Adalah kekeliruan besar menganggap pasar sebagai “omniscient” dan “omnipotent” sehingga mampu mendobrak ketimpangan struktural. Adalah naif mennanggap “pasar-bebas” adalah riil. Yang lebih riil sebagai kenyataan adalah embargo, proteksi terselubung, unfair competition, monopoli terselubung (copyrights, patents, intellectual property rights dan tak terkecuali embargo dan economic sanctions sebagai kepentingan politik yang mendominasi dan mendistorsi pasar.

Apabila pasar tidak dikontrol oleh negara, apabila pasar kita biarkan bebas sehingga pasar-bebas kita jadikan “berhala” dan kita nobatkan sebagai kaisar berdaufat, maka berarti kita membiarkan pasar menggusur kedaulatan rakyat. Padahal menegaskan bahwa rakyatlah yang berdaulat, bukan pasar.

Memprihatinkan sekali bahwa kita menyongsong sistem ekonomi pasar-bebas lebih berapi-api daripada orang-orang Utara. Kita praktekkan liberalisme dan kapitalisme di sini lebih hebat daripada di negara-negara Utara. Kita bahkan menjadi juru bicara sistem ekonomi pasar-bebas untuk kepentingan mereka.

Tidak ada yang dapat mengabaikan peranan pasar !!!.
Kita pun memelihara ekonomi pasar !!!.
Yang kita tolak adalah
pasar-bebas !!!.

Pasar-bebas adalah imaginer, yang hanya ada dalam buku teks, berdasar asumsi berlaku sepenuhnya persaingan bebas. Dalam realitas, tidak ada persaingan bebas sepenuhnya, kepentingan non-ekonomi, khususnya kepentingan politik (lokal atau global), telah mendistorsi dan menghalangi terjadinya persaingan bebas (embargo, economic sanctions, disguised protections, strict patents and copy rights, dll). Tanpa persaingan bebas, sebagaimana dalam kenyataannya, tidak akan ada pasar-bebas yang sebenarnya. Maka Adam Smith boleh terperanjat bahwa the invisible hand has turned into a dirty hand.
Pasar-bebas akan menggagalkan cita-cita mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pasar-bebas dapat mengganjal cita-cita Proklamasi Kemerdekaan untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, pasar-bebas memarginalisasi yang lemah dan miskin.

Pasar-bebas bahkan diskriminatif terhadap yang rendah produktivitasnya (tidak efisien), akibatnya tidak mudah memperoleh alokasi kredit yang berdasar profitability itu. Pasar-bebas jelas melintangi hak demokrasi ekonomi rakyat, yang miskin tanpa daya beli akan hanya menjadi penonton belaka, berada di luar pagar-pagar transaksi ekonomi. Pasar-bebas melahirkan privatisasi yang melepaskan cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak ke tangan individu-individu. Pasar-bebas mencari keuntungan ekonomi bagi orang-seorang, bukan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Pasar-bebas menggeser dan bahkan menggusur rakyat dari tanah dan usaha-usaha ekonominya. Pasar-bebas, yang terbukti tidak omniscient dan omnipotent mampu mengatasi bahkan memperkukuh ketimpangan struktural, lantas mendorong terbentuknya polarisasi sosial-ekonomi, memperenggang integrasi sosial dan persatuan nasional. Pasar-bebas memelihara sistem ekonomi subordinasi yang eksploitatif, non-partisipatif dan non-emansipatif, atas kerugian yang lemah. Kemudian pasar-bebas mengacau pikiran kita, melumpuhkan misi-misi mulia dan mendorong lidah kita bicara palsu : anti subsidi dan anti proteksi secara membabi-buta, demi efisiensi. Pasar-bebas mereduksi manusia sebagai sumber daya insani menjadi sumber daya manusia atau faktor produksi ekonomi belaka. Dengan pasar-bebas maka people empowerment kelewat sering berubah menjadi people disempowerment.

Dalam pemikiran ekonomi yang menganut pasar-bebas, efisiensi tak lain merupakan suatu “keterpaksaan ekonomi” untuk bertahan hidup dan meraih keuntungan ekonomi (lebih berdasar zero-sum daripada non-zero-sum) , yang harus dicapai melalui bersaing. Sedang di dalam pemikiran ekonomi yang mengakui kerjasama mutualitas sebagai kekuatan ekonorni, maka efisiensi merupakan “kewajiban hidup berekonomi”. Ekonomi persaingan berjangkauan kepentingan parsial (nilai-tambah ekonomi), sedang ekonomi kerjasama berjangkauan kepentingan multi-parsial yang lebih lengkap dan menyeluruh (mencakup nilai-tambah ekonomi dan nilai-tambah sosial-kultural sekaligus).

Di antara perubahan-perubahan global dalam titian perjalanan peradaban bangsa bangsa adalah masalah kemandirian bangsa, atau kemandirian kelompok masyarakat, bahkan kemandirian diri, selalu terlekat pada nilai-nilai peradaban yang “abadi”, yaitu harga diri dan jati diri (sunatullah) .

Kemandirian (self-reliance) adalah suatu konsep yang sering dihubungkan program-program pembangunan, dirancang secara sistematis agar individu maupun masyarakat menjadi subyek dari pembangunan. Walaupun kemandirian, sebagai filosofi pembangunan, juga dianut oleh negara-negara yang telah maju secara ekonomi, tetapi konsep ini lebih banyak dihubungkan dengan pembangunan yang dilaksanakan oleh negara-negara sedang berkembang.

Konsep ini tidak hanya mencakup pengertian kecukupan diri (self-sufficiency) di bidang ekonomi, tetapi juga meliputi faktor manusia secara pribadi, yang di dalamnya mengandung unsur penemuan diri (self-discovery) berdasarkan kepercayaan diri (sef-confidence) . Kemandirian adalah satu sikap yang mengutamakan kemampuan diri sendiri dalam mengatasi pelbagai masalah demi mencapai satu tujuan, tanpa menutup diri terhadap pelbagai kemungkinan kerjasama yang saling menguntungkan.

Dalam pengertian sosial atau pergaulan antar manusia (kelompok, komunitas), kemandirian juga bermakna sebagai organisasi diri (sef-organization) atau manajemen diri (self-management) . Unsur-unsur tersebut saling berinteraksi dan melengkapi sehingga muncul suatu keseimbangan. Pada aras ini, pencarian pola yang tepat, agar interaksi antar unsur selalu mencapai keseimbangan, menjadi sangat penting. Setiap keseimbangan yang dicapai akan menjadi landasan bagi perkembangan berikutnya. Proses kemandirian adalah proses yang berjalan tanpa ujung.
Kemandirian memang bukan eksklusivisme, isolasionisme atau parochialisme sempit. Kerjasama antar ummat manusia menjadi nilai baru yang menjadi tuntunan pemikiran baru untuk menandingi dan mengimbangi kerakusan dominasi, penaklukan dan eksploitasi antarbangsa dan manusia.

Sikap mandiri harus dijadikan tolok ukur keberhasilan, yakni apakah rakyat atau masyarakat menjadi lebih mandiri (baca: bebas) atau malah semakin bergantung.
Kini kita menghadapi persoalan konkret. Usaha-usaha besar, karena mendapat berbagai privilese tumbuh dengan cepat, namun kemudian ambruk. Usaha-usaha ekonomi rakyat, memang terbukti mampu menyelamatkan ekonomi Indonesia dari krisis, namun tetap berjalan tertatih-tatih karena keterbatasan akses. Begitulah, dengan segala kekuatan dan kelemahannya, setidaknya kedua modal itulah yang kini kita miliki.
Menyadari adanya dua modal tersebut, perlu ada transformasi agar kedua sektor usaha tersebut bisa berkembang (dual track), yaitu melalui pemberian akses dan peluang yang sama pada kedua sektor usaha tersebut. Dengan cara demikian, sektor usaha besar yang hidup dari kronisme, rente ekonomi dan fasilitas, mau tak mau harus berkompetisi secara sehat, sebab bila tidak akan jatuh.

Dan perlu disadari, akibat adanya ”dualisme ekonomi” sektor kecil ini tak memiliki kemampuan untuk memanfaatkan berbagai institusi modern. Bahkan seringkali, sektor modern justru makin meminggirkan mereka. Salah satu institusi modern yang sangat sulit diakses oleh UMKM, adalah perbankan. Meski memobilisasi tabungan dari masyarakat luas, namun pelayanan pembiayaan bank lebih dimanfaatkan sektor besar. Akibatnya, acapkali institusi modern ini justru meningkatkan adanya kesenjangan. Oleh sebab itu, perlu dikembangkan berbagai institusi modern yang dimodifikasi sedemikian rupa, sehingga dapat kompatibel dengan nilai-nilai dan budaya setempat agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas.

Demikianlah, dengan berbagai keterbukaan dan peluang, di mana masyarakat mempunyai kebebasan untuk memilih, maka masyarakat dapat mengembangkan berbagai potensi produktif mereka. Dengan demikian, pembangunan akan berkembang secara dinamik berdasar kekuatan masyarakat sendiri. Bila masyarakat telah tumbuh dan berdaya, maka pembangunan akan berurat berakar (rooted) pada rakyat, sehingga makin kuat dan kokoh menyangga bangsa ini.

Salam,
Hilman Muchsin

Bahan Referensi Bacaan :

1.Prof. Dr. Mubyarto: Guru Besar FE-UGM,EKONOMI KERAKYATAN DALAM ERA GLOBALISASI
2.Setyo Budiantoro : MANUSIA, KEBEBASAN, DAN PEMBANGUNAN
3.Drs. Bambang Ismawan, MS : KEMANDIRIAN, SUATU REFLEKSI
4.Prof. Dr. Sri-Edi Swasono -- Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia : Siapa yang berdaulat, Pasar atau Rakyat ?
[i] Disampaikan pada Seminar “Kemandirian Ekonomi Nasional”, diselenggarakan oleh Fraksi Utusan Golongan MPR RI Jakarta, 22 November 2002


Express your personality in color! Preview and select themes for Hotmail®. See how.




--
Mantenboshi Creative Indonesia
P:62-21-5795- 0702, F:62-21-5795- 0705
www.mtbintl. com
In Cooperation with www.klikmytime. com
Gunakan layanan i-Video, 3G Video content baru yg cool dan fun


__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Groups
Auto Enthusiast Zone
Love cars? Check out the
Auto Enthusiast Zone
Group Charity
Citizen Schools
Best after school
program in the US
Yahoo! Groups
w/ John McEnroe
Join the All-Bran
Day 10 Club.
.

__,_._,___
#yiv1705150270 .ExternalClass #EC_ygrp-mkp {border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;padding:0px 14px;} #yiv1705150270 .ExternalClass #EC_ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;} #yiv1705150270 .ExternalClass #EC_ygrp-mkp #EC_hd {color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:bold;line-height:122%;} #yiv1705150270 .ExternalClass #EC_ygrp-mkp #EC_ads {margin-bottom:10px;} #yiv1705150270 .ExternalClass #EC_ygrp-mkp .EC_ad {padding:0 0;} #yiv1705150270 .ExternalClass #EC_ygrp-mkp .EC_ad a {color:#0000ff;text-decoration:none;} #yiv1705150270 .ExternalClass #EC_ygrp-sponsor #EC_ygrp-lc {font-family:Arial;} #yiv1705150270 .ExternalClass #EC_ygrp-sponsor #EC_ygrp-lc #EC_hd {font-weight:bold;font-size:78%;line-height:122%;} #yiv1705150270 .ExternalClass #EC_ygrp-sponsor #EC_ygrp-lc .EC_ad {margin-bottom:10px;padding:0 0;} #yiv1705150270 .ExternalClass #EC_ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;} #yiv1705150270 .ExternalClass #EC_ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;} #yiv1705150270 .ExternalClass #EC_ygrp-mlmsg select, #yiv1705150270 .ExternalClass input, #yiv1705150270 .ExternalClass textarea {font:99% arial, helvetica, clean, sans-serif;} #yiv1705150270 .ExternalClass #EC_ygrp-mlmsg pre, #yiv1705150270 .ExternalClass code {font:115% monospace;} #yiv1705150270 .ExternalClass #EC_ygrp-mlmsg EC_* {line-height:1.22em;} #yiv1705150270 .ExternalClass #EC_ygrp-text {font-family:Georgia;} #yiv1705150270 .ExternalClass #EC_ygrp-text p {} #yiv1705150270 .ExternalClass dd.EC_last p a {font-family:Verdana;font-weight:bold;} #yiv1705150270 .ExternalClass #EC_ygrp-vitnav {padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;} #yiv1705150270 .ExternalClass #EC_ygrp-vitnav a {padding:0 1px;} #yiv1705150270 .ExternalClass #EC_ygrp-mlmsg #EC_logo {padding-bottom:10px;} #yiv1705150270 .ExternalClass #EC_ygrp-reco {margin-bottom:20px;padding:0px;} #yiv1705150270 .ExternalClass #EC_ygrp-reco #EC_reco-head {font-weight:bold;color:#ff7900;} #yiv1705150270 .ExternalClass #EC_reco-category {font-size:77%;} #yiv1705150270 .ExternalClass #EC_reco-desc {font-size:77%;} #yiv1705150270 .ExternalClass #EC_ygrp-vital a {text-decoration:none;} #yiv1705150270 .ExternalClass #EC_ygrp-vital a:hover {text-decoration:underline;} #yiv1705150270 .ExternalClass #EC_ygrp-sponsor #EC_ov ul {padding:0 0 0 8px;} #yiv1705150270 .ExternalClass #EC_ygrp-sponsor #EC_ov li {list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;} #yiv1705150270 .ExternalClass #EC_ygrp-sponsor #EC_ov li a {text-decoration:none;font-size:130%;} #yiv1705150270 .ExternalClass #EC_ygrp-sponsor #EC_nc {background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;} #yiv1705150270 .ExternalClass #EC_ygrp-sponsor .EC_ad {padding:8px 0;} #yiv1705150270 .ExternalClass #EC_ygrp-sponsor .EC_ad #EC_hd1 {font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;} #yiv1705150270 .ExternalClass #EC_ygrp-sponsor .EC_ad a {text-decoration:none;} #yiv1705150270 .ExternalClass #EC_ygrp-sponsor .EC_ad a:hover {text-decoration:underline;} #yiv1705150270 .ExternalClass #EC_ygrp-sponsor .EC_ad p {} #yiv1705150270 .ExternalClass EC_o {font-size:0;} #yiv1705150270 .ExternalClass .EC_MsoNormal {} #yiv1705150270 .ExternalClass #EC_ygrp-text tt {font-size:120%;} #yiv1705150270 .ExternalClass blockquote {} #yiv1705150270 .ExternalClass .EC_replbq {} #yiv1705150270 .ExternalClass dd.EC_last p span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:bold;} #yiv1705150270 .ExternalClass dd.EC_last p span.EC_yshortcuts {margin-right:0;} #yiv1705150270 .ExternalClass div.EC_photo-title a, #yiv1705150270 .ExternalClass div.EC_photo-title a:active, #yiv1705150270 .ExternalClass div.EC_photo-title a:hover, #yiv1705150270 .ExternalClass div.EC_photo-title a:visited {text-decoration:none;} #yiv1705150270 .ExternalClass div.EC_file-title a, #yiv1705150270 .ExternalClass div.EC_file-title a:active, #yiv1705150270 .ExternalClass div.EC_file-title a:hover, #yiv1705150270 .ExternalClass div.EC_file-title a:visited {text-decoration:none;} #yiv1705150270 .ExternalClass #EC_ygrp-msg p {clear:both;padding:15px 0 3px 0;overflow:hidden;} #yiv1705150270 .ExternalClass #EC_ygrp-msg p span {color:#1E66AE;font-weight:bold;} #yiv1705150270 .ExternalClass EC_div#ygrp-mlmsg #EC_ygrp-msg p a span.EC_yshortcuts {font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;} #yiv1705150270 .ExternalClass #EC_ygrp-msg p a {font-family:Verdana;font-size:10px;} #yiv1705150270 .ExternalClass #EC_ygrp-mlmsg a {color:#1E66AE;} #yiv1705150270 .ExternalClass div.EC_attach-table div div a {text-decoration:none;} #yiv1705150270 .ExternalClass div.EC_attach-table {width:400px;}
Windows Live™ SkyDrive: Get 25 GB of free online storage. Check it out.

Akses email lebih cepat.
Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! (Gratis)
Donaldy Sianipar | 1 Apr 05:12
Picon

Re: 77-2 (was: RE: Re: FW: Renungan Seorang Head Hunter)

Ya, menurut pengalaman sih memang persiapan2 utk college itu adalah kesempatan yg sangat bagus utk membina kembali hubungan dgn anak yg agak merenggang sejak SMP n SMA (wkt itu mrk lbh suka ngomong dgn teman2nya drpd dgn kita kan?).
Juga kesempatan yg sangat bagus utk memberi pandangan2 ttg falsafah hidup, agama, rencana2 n cita2, prioritas dlm hidup, penggunaan wkt, penggunaan uang, sekaligus ttg jodoh n percintaan (kesempatan utk mengusulkan pemutusan hub yg memang selama ini tdk kita restui misalnya, alasannya kan mau pisah sekolah di LN, hub jarak jauh ngga efektif walaupun ada HP, SMS, email, chatting, dll; nanti di college kan bisa ketemu yg jauh lbh baik, dll alasan yg bisa kita cari2 aja).
Yg terakhir tadi itu blh tdk setuju tapi yah pengalaman tiap anak kan lain2 ya?

BTW ambil IB sekolahnya dimana?
Apakah sdh ambil TOEFL n SAT (Scholastic Aptitude Test)?
Kalau perlu SAT diambil 2 kali (anak saya semua begitu, n memang ada peningkatan nilai wkt ambil ke2X).
Teman2nya malah ada yg tiap semester ambil SAT lagi sejak Grade 10 (1 SMA), tapi biasanya stlh 3X peningkatannya cuma sedikit sekali.


Salam 77,
Bung Donal



Date: Wed, 1 Apr 2009 06:51:49 +0700
Subject: [itb77] Re: 77-2 (was: RE: Re: FW: Renungan Seorang Head Hunter)
From: tambunan.kristina-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@public.gmane.org
To: itb77 <at> bhaktiganesha.or.id

Rekan2,
Saya mhn maaf kalau tidak menggunakan japri, krn saya pikir mungkin saja ada manfaatnya bagi teman2 lain,
 
Bung Donal,
Terimakasih banyak informasinya ..... Makin banyak informasi yg dapat saya gunakan untuk diskusi dengan anak ....
 
Terimakasih dan salam,
Pitit

2009/4/1 Donaldy Sianipar <donaldy_s-PkbjNfxxIARBDgjK7y7TUQ@public.gmane.org>
Yg pasti sih UPH.
Anak saya diterima dgn beasiswa di UPH, tapi ngga diambil (memang cuma cadangan) krn dpt beasiswa juga di LN.
ITB, UI, dll dgn senang hati akan menerima lulusan IB, asalkan lulus test masuk kan?

Tapi yg paling gampang saya kira NUS (National University of Singapore), NTU (Nanyang Technological University), n SMU (Singapore Management University), kalau nilai IB nya cukup bagus.
Anak saya diterima tiga2nya sekaligus tanpa test (cukup kirim nilai raport IB dan predicted grade).

Kalau memang tujuannya ingin sekolah di LN sih, dgn nilai IB yg bagus bisa diterima dgn mudah di Australia, HongKong, Malaysia, dll.
Bahkan USA n Europe juga kalau tdk perlu scholarship sih tdk terlalu susah utk dpt.
Anak saya yg perempuan diterima dgn partial scholarxhip di NYU (New York University) tapi juga tdk diambil krn saya agak kuatir dgn keamanan di New York.
Policy saya, bagi anak perempuan, Singapore is the best, bahkan rasanya lbh aman drpd Jkt atau Bdg.

I would be happy to help n answer any further question.


Salam 77.
Bung Donal



Date: Tue, 31 Mar 2009 18:28:02 +0700
Subject: [itb77] Re: 77-2 (was: RE: Re: FW: Renungan Seorang Head Hunter)
From: tambunan.kristina-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@public.gmane.org

To: itb77 <at> bhaktiganesha.or.id

Bang Donald,
 
Krn pengetahuan anda cukup banyak ttg IB, boleh sekalian tanya, apakah ada universitas di Indonesia yang menerima siswa lulusan IB? Anak saya ikut program IB dengan tujuan ingin sekolah di luar negeri, tapi ... kan selalu harus ada plan B. Saya belum coba cari sih ...., siapa tahu bang Donald sudah tahu duluan ....
 
Thanks ...
 
Pitit

2009/3/31 Donaldy Sianipar <donaldy_s-PkbjNfxxIARBDgjK7y7TUQ@public.gmane.org>

Roy n SEMUA teman2 77 lain,


> "dulu aku pikir waktu anda cerita tentang anak2 anda engga ada yang sekolah di ITB, anda itu sombong, karena anda bilang mereka harus lebih baik dari bapaknya, ternyata keterangan anda terakhir itu menceritakan hal yang sebenarnya bahwa anak2 anda IQ nya jauh dibawah anda, jadi memang kurang pantas untuk masuk ITB. ha ha ha ha ha"

Empat2nya ikut IB Program (International Baccalaureate), anak ke 2 di Auckland International College (New Zealand) n sisanya di Sekolah Pelita Harapan (Lippo Karawaci, Tangerang).
Di IB ini hrs ambil hanya 6 subjects: Mathematics, English, another language (they took Indonesian for obvious reason), n 3 electives (max 2 from Natural Sciences n max 2 from Social Sciences).
Saya suruh tanya apakah blh ambil 3 Natural Sciences (Physics, Chemistry, n Biology).
Jwbnya, definitely not !
Makanya anak sulung (satu2nya perempuan) ambil Chemistry, Biology, n Business.
Adiknya ambil Physics, Chemistry, n Economics.
Dan 2 yg terakhir sama2 ambil Physics, Chemistry, n History.

Tentunya mereka semua tdk siap utk ikut test masuk ITB, krn kan testnya Mathematics, Physics, Chemistry, n Biology.
Dr awal sdh saya sarankan utk belajar sendiri satu Natural Science yg missing.
Mrk bilang no problem, after the IB Final Exams.
But unfortunately (or rather, fortunately? I don't really know), sblm itu dilakukan sdh pada dpt beasiswa (cari sendiri2 lewat internet n channel2 lain lewat senior2nya n sekolah) di Singapore Management University (skrg sdh kerja di Ernst & Young, Singapore), Wesleyan University (Connecticut, USA), Nanjing Unversity of Aeronautics and Astronautics (Nanjing, China), n Yonsei University (Seoul, South Korea).
Praise The Lord !

What did I miss?
ITB77 2nd Generation Club yg katanya exclusive hanya utk mrk yg kuliah di ITB (I haven't confirmed on this one, true or not?).
Yah sekalian aja deh dgn ini saya menghimbau agar teman2 lbh "membuka diri" utk include those unfortunates who didn't make it to our beloved "the only" narcissistic institute (ini bukan Rumah Sakit Jiwa kan ya? <G>).
Kalau teman2 memang betul2 "beyond repair" as to not willing to accomodate this humble request of mine, well, I guess I'd settle with Plan B of my own.

What is this Plan B?
Ya, terpaksa bikin club tandingan utk ITB77 2nd Generation Club who refuse to be narcissistic (you know what I mean, don't you? <G>).
Mungkin nantinya sekali setahun kita bisa adakan semacam pertandingan olahraga persahabatan antara 77-2 narcissistic melawan 77-2 non-narcissistic ini.
Seru juga kan?
Kemudian stlh bbrp kali kalah (sdh tau dong yg mana yg saya prediksi akan kalah itu? <G>), barulah kita usulkan utk merger aja kedua club itu (kasian juga kan kalo tiap tahun ga pernah menang sekali juga? <G>).

> "becanda Don, jangan dimasukin ke hati yah."

That quote also applies here, please. <G>


Salam 77,
Bung Donal



Date: Mon, 30 Mar 2009 19:12:38 -0700
From: djanegara-/E1597aS9LT0CCvOHzKKcA@public.gmane.org
Subject: [itb77] Re: FW: Renungan Seorang Head Hunter
To: itb77-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@public.gmane.org

Bung Donal,
dulu aku pikir waktu anda cerita tentang anak2 anda engga ada yang sekolah di ITB, anda itu sombong, karena anda bilang mereka harus lebih baik dari bapaknya, ternyata keterangan anda terakhir itu menceritakan hal yang sebenarnya bahwa anak2 anda IQ nya jauh dibawah anda, jadi memang kurang pantas untuk masuk ITB. ha ha ha ha ha
becanda Don, jangan dimasukin ke hati yah.
salam
Roy

From: Donaldy Sianipar <donaldy_s-PkbjNfxxIARBDgjK7y7TUQ@public.gmane.org>
To: ITB77 ITB77 <itb77-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@public.gmane.org>
Sent: Tuesday, 31 March, 2009 4:51:05 AM
Subject: [itb77] Re: FW: Renungan Seorang Head Hunter


> Loh, kan udah pada tahu, kita, lulusan itb itu Narsis. Jadi sesuai karakter,
> ya nggak mau, donk, disalahin....

Lho, kan udah pada tau, siapa rajanya Narsis?
Tapi ternyata udah mulai banyak juga yg ngaku jadi pengikut nih ye? <G>

Sebenernya sih saya bukannya narcissistic, melainkan hanyalah berusaha sharing tentang pengalaman pribadi.
Siapa tau bisa jadi bahan perenungan, n kalau berkenan ya dianjurkan pada anak cucu serta ponakan2 maupun teman2 lain.
Kebetulan wkt itu topiknya ttg bgmn mengelola rumah tangga n keluarga, soal prioritas penggunaan uang.
"When it comes to education, nothing else should stop you from spending your money wisely in that form of investment"
-- Donaldy Sianipar (yes, my dear friends, this is just one out of many quotations from my own philosophy of life, and I know that many of you will see this as a further evidence of my narcissism, but then again, who cares?)

Tapi anehnya, wkt bbrp teman menuduh saya Narsis (mungkin krn suka sharing pengalaman pribadi spt itu), saya sama sekali tdk merasa perlu utk protest.
Malah bangga kok. <G>

Nah, pada gilirannya, kemudian rasa bangga itu dituduh sombong lagi.
Ya nggak apa2 juga lah.
Asalkan yg saya ungkapkan bukanlah kebohongan, melainkan adalah kenyataan kan?

Kalau memang mau narcissistic n sombong, sekalian aja bbrp fakta tambahan nih.
IQ anak2 saya yg pada 140-an itu bukanlah membanggakan buat saya, melainkan justru mengecewakan.
Soalnya itu kan berarti penurunan kualitas, krn IQ saya sendiri 160-an spt halnya kebanyakan diantara kita kan? <G>


Salam 77
Bung Donal



> To: itb77-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@public.gmane.org
> From: witart-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@public.gmane.org
> Subject: [itb77] Re: FW: Renungan Seorang Head Hunter
> Date: Thu, 26 Mar 2009 04:37:26 +0000
>
> Roy Djanegara <djanegara <at> ...> writes:
>
> > Dasar anak ITB kali yah, kita engga mau disalahin, tetap aja menganggap
> > kita lebih baik dari orang lain, bukannya dipakai untuk bercermin malah
> > si headhunternya yang disalahin ha ha ha .....
>
> Loh, kan udah pada tahu, kita, lulusan itb itu Narsis. Jadi sesuai karakter,
> ya nggak mau, donk, disalahin....
>
> wilujeng nyepi, Kang Roy.
>
> salam,
>
> wa
>
>
>
>
> --
> Info pengelolaan milis anda :
> <http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/list-info-itb77.txt>
>
> Penting!
> Jangan letakkan milis di kolom CC dan Subject harus diisi.

Hotmail® is up to 70% faster. Now good news travels really fast. Find out more.

Enjoy a better web experience. Upgrade to the new Internet Explorer 8 optimised for Yahoo!7. Get it now..
Windows Live™ SkyDrive: Get 25 GB of free online storage. Check it out.


Windows Live™ SkyDrive: Get 25 GB of free online storage. Check it out.


Express your personality in color! Preview and select themes for Hotmail®. See how.
amrie noor | 1 Apr 06:33
Picon

Kadin ITB77 - bukan April Mop

Rekans,

1 April, awal tahun fiskal baru. Kenapa Pemerintah pilih 1 April sebagai awal tahun fiskal kita , semoga tidak ada arti lain selain kebetulan saja. Karena 1 April banyak 'dirayakan' di negara2 Barat sebagai April Mop atau April Fool's Day, dimana pada hari ini dianggap 'sah' untuk 'menyebar' berita aneh/ganjil sampai yang membahayakan publik, atau sekedar 'ngerjain' teman. bagi yang terkena setelah sadar bahwa itu hanya bagian dari canda April Mop, biasanya langsung mahfum dan ikut tertawa.

Untungnya, kebiasaan gak ada guna ini tidak terlalu merasuk ke dalam budaya kita macam Halloweens dan Valentine's Day, mungkin karena hampir setiap hari kita disuguhi berita2 yang ganjil, gak masuk akal, terkadang memalukan yang kita pikir pastilah bagian dari becandaan April Mop. Eh...ternyata beneran!

Hari ini saya secara serius ingin mengungkit kembali perihal rencana kerjasama antar alumni ITB77 yang sementara diberi julukan Kadin ITB77. Idenya muncul setelah reuni akbar 30 thn dan merupakan bagian dari program 'What Next'.

Visinya adalah menyediakan wahana dan sarana bagi "meeting of the needs" antara pelaku bisnis,pejabat pemerintah,wiraswasta dari kalangan alumni ITB 77 yang kita tahu banyak beroperasi dalam bidang2/lahan2 bisnis beraneka ragam serta ketersediaan tenaga ahli mumpuni yang menjadi pengajar, peneliti maupun sebagai praktisi.

Bayangkan, sambil tetap merujuk pada rambu2 TRANSPARENCY, PROFESSIONALISM, ANTI KKN dan setia pada PP 80 (aturan tender proyek APBN) jika sebuah proyek dari alumni ITB 77 dimenangkan oleh beberapa perusahaan alumni ITB77 dan dikerjakan tepat waktu secara professional dan bagian dari keuntungan disumbangkan ke YBG? Berapa ratus beasiswa yang akan mampu dikelola oleh YBG dengan dana tambahan ini? Ingat! ini bukan April Mop, lho...

Mungkin ada keraguan di kalangan teman2 atas mutu dan rekam jejak perusahaan temannya. Masalah ini dapat difasilitasi oleh Kadin ITB 77 dengan cara :
- setiap perusahaan membeberkan porfolionya di websites kadin itb77
- perusahaan pengguna jasa merilis kebutuhannya secara detil termasuk sertifikasi yang dibutuhkan (if any)
- dll

Menurut saya, networking kita bukan untuk berKKN ria, tapi lebih pada usaha2 untuk memberi informasi terarah pada teman2 pelaku bisnis yang merupakan bagian dari jejaring alumni ITB 77.

Sebagai contoh hipotetikal:

Seorang teman berhasil dg mencipta satu produk unggul yang jika dipasarkan pada segmen pasar yg tepat, kemungkinan akan berhasil mengganti produk sejenis yang telah lebih dulu beredar.

Dia umumkan segala hal ttg produk ini di situs kita kecuali rahasia keunggulan produk tsb. Maka Kadin ITB 77 dapat membantu dengan membentuk suatu 'konsorsium' atau 'The Winning Team' yang terdiri dari : ahli finance yang punya jejaring ke aspek legal (patent) dan venture capital, ahli branding dan komunikasi pemasaran paska modern, teman yang dapat membantu akses kredit ke bank, ahli distribusi, ahli perdagangan internasional dan business law dll, dll. tentunya para ahli (individual atau perusahaan) harus juga memposting portofolionya di situs kita.
Sekarang, kan, kita hanya denge2 si anu jago ini, si pulan direktur disini tapi info yang tercerai berai ini tidak dapat dileveraged seoptimal mungkin. Yang ada terjadi adalah hubungan pertemanan bisnis secara P2P (person to person) dan B2B saja.

Seperti ketika perusahaan saya menang tender kecil di suatu departemen, saya dapat info bahwa rekan KAH adalah person yang sangat handal dalam mengelola proyek2 yg berhubungan dengan APBN, sehingga kami menjalin kerjasama untuk proyek tsb. Hal ini bisa dilipat gandakan keampuhannya bila kita sepakat dengan peranan yg dapat dijalankan Kadin ITB77.

Demikianlah memo internal ini sebagai bagian dari tanggung jawab saya atas permintaan ketua Alumni Akbar yang lalu. Saya sering katakan padanya kekhawatiran saya bahwa "ketika sampai pada tahap implementasi, biasanya alumni ITB akan banyak diam dan saling menunggu".

Tapi kami bertekad untuk mencoba terus menggugah...

salam 1 April,
amrie/

anto sarosa | 1 Apr 07:06
Picon
Favicon

Re: Kadin ITB77 - bukan April Mop

Rekans,
 
Kalau Kadin ITB77 ingin mengembangkan usahanya ke tim-teng (terutama UAE) mungkin saya bisa sedikit bantu tunjukan jalan. Kebetulan bapak dubes RI di UAE sedang menggalakkan hubungan kerjasama bisnis antar UAE dan RI. KBRI juga sudah membentuk semacam bisnis group dan menggalang pebisnis2 kita di UAE untuk lebih berkiprah.
Satu hal yg sedang digarap group itu adalah pembangunan galangan kapal di batam yg investornya dari UAE.
 
Itu saja dulu.
 
Salam,
anto   

--- On Wed, 4/1/09, amrie noor <amrie.mad-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@public.gmane.org> wrote:

From: amrie noor <amrie.mad-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@public.gmane.org>
Subject: [itb77] Kadin ITB77 - bukan April Mop
To: itb77-DzvTHOYnpihaCN38hz+VBw@public.gmane.org..id
Date: Wednesday, April 1, 2009, 8:33 AM

Rekans,

1 April, awal tahun fiskal baru. Kenapa Pemerintah pilih 1 April sebagai awal tahun fiskal kita , semoga tidak ada arti lain selain kebetulan saja. Karena 1 April banyak 'dirayakan' di negara2 Barat sebagai April Mop atau April Fool's Day, dimana pada hari ini dianggap 'sah' untuk 'menyebar' berita aneh/ganjil sampai yang membahayakan publik, atau sekedar 'ngerjain' teman. bagi yang terkena setelah sadar bahwa itu hanya bagian dari canda April Mop, biasanya langsung mahfum dan ikut tertawa.

Untungnya, kebiasaan gak ada guna ini tidak terlalu merasuk ke dalam budaya kita macam Halloweens dan Valentine's Day, mungkin karena hampir setiap hari kita disuguhi berita2 yang ganjil, gak masuk akal, terkadang memalukan yang kita pikir pastilah bagian dari becandaan April Mop. Eh...ternyata beneran!

Hari ini saya secara serius ingin mengungkit kembali perihal rencana kerjasama antar alumni ITB77 yang sementara diberi julukan Kadin ITB77. Idenya muncul setelah reuni akbar 30 thn dan merupakan bagian dari program 'What Next'.

Visinya adalah menyediakan wahana dan sarana bagi "meeting of the needs" antara pelaku bisnis,pejabat pemerintah,wiraswasta dari kalangan alumni ITB 77 yang kita tahu banyak beroperasi dalam bidang2/lahan2 bisnis beraneka ragam serta ketersediaan tenaga ahli mumpuni yang menjadi pengajar, peneliti maupun sebagai praktisi.

Bayangkan, sambil tetap merujuk pada rambu2 TRANSPARENCY, PROFESSIONALISM, ANTI KKN dan setia pada PP 80 (aturan tender proyek APBN) jika sebuah proyek dari alumni ITB 77 dimenangkan oleh beberapa perusahaan alumni ITB77 dan dikerjakan tepat waktu secara professional dan bagian dari keuntungan disumbangkan ke YBG? Berapa ratus beasiswa yang akan mampu dikelola oleh YBG dengan dana tambahan ini? Ingat! ini bukan April Mop, lho...

Mungkin ada keraguan di kalangan teman2 atas mutu dan rekam jejak perusahaan temannya. Masalah ini dapat difasilitasi oleh Kadin ITB 77 dengan cara :
- setiap perusahaan membeberkan porfolionya di websites kadin itb77
- perusahaan pengguna jasa merilis kebutuhannya secara detil termasuk sertifikasi yang dibutuhkan (if any)
- dll

Menurut saya, networking kita bukan untuk berKKN ria, tapi lebih pada usaha2 untuk memberi informasi terarah pada teman2 pelaku bisnis yang merupakan bagian dari jejaring alumni ITB 77.

Sebagai contoh hipotetikal:

Seorang teman berhasil dg mencipta satu produk unggul yang jika dipasarkan pada segmen pasar yg tepat, kemungkinan akan berhasil mengganti produk sejenis yang telah lebih dulu beredar.

Dia umumkan segala hal ttg produk ini di situs kita kecuali rahasia keunggulan produk tsb. Maka Kadin ITB 77 dapat membantu dengan membentuk suatu 'konsorsium' atau 'The Winning Team' yang terdiri dari : ahli finance yang punya jejaring ke aspek legal (patent) dan venture capital, ahli branding dan komunikasi pemasaran paska modern, teman yang dapat membantu akses kredit ke bank, ahli distribusi, ahli perdagangan internasional dan business law dll, dll. tentunya para ahli (individual atau perusahaan) harus juga memposting portofolionya di situs kita.
Sekarang, kan, kita hanya denge2 si anu jago ini, si pulan direktur disini tapi info yang tercerai berai ini tidak dapat dileveraged seoptimal mungkin. Yang ada terjadi adalah hubungan pertemanan bisnis secara P2P (person to person) dan B2B saja.

Seperti ketika perusahaan saya menang tender kecil di suatu departemen, saya dapat info bahwa rekan KAH adalah person yang sangat handal dalam mengelola proyek2 yg berhubungan dengan APBN, sehingga kami menjalin kerjasama untuk proyek tsb. Hal ini bisa dilipat gandakan keampuhannya bila kita sepakat dengan peranan yg dapat dijalankan Kadin ITB77.

Demikianlah memo internal ini sebagai bagian dari tanggung jawab saya atas permintaan ketua Alumni Akbar yang lalu. Saya sering katakan padanya kekhawatiran saya bahwa "ketika sampai pada tahap implementasi, biasanya alumni ITB akan banyak diam dan saling menunggu".

Tapi kami bertekad untuk mencoba terus menggugah...

salam 1 April,
amrie/

Picon
Favicon
Gravatar

Bls: Kadin ITB77 - bukan April Mop

Amrie,
 
saya dengar bahwa PT Ganeca Exact ( Ketut Suardhana ) adalah salah satu pencetak Kartu Suara untuk Pemilu 2009. Mungkin kita bisa mulai dengan :
 
1. Presentasi kemampuan percetakan PT GE diatas ke kita2 di bulan Mei atau Juni.
2. Para pengambil keputusan di kantor masing2 bisa memasukkan PT GE ini dalam daftar rekanan kalau memerlukan barang cetakan.
3. Keuntungan PT GE dari order cetakan dari instansi/perusahaan teman ITB77 di sumbangkan ke YBG ( tidak semua nya )
4. Kita lakukan kunjungan pabrik PT GE yang baru di Cikarang itu.
 
Ini hanya contoh, karena semua kantor khan perlu melakukan pencetakan ( formulir2 dll. )
 
Goen
 

 

Dari: amrie noor <amrie.mad-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@public.gmane.org>
Kepada: itb77-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@public.gmane.org
Terkirim: Rabu, 1 April, 2009 11:33:09
Topik: [itb77] Kadin ITB77 - bukan April Mop

Rekans,

1 April, awal tahun fiskal baru. Kenapa Pemerintah pilih 1 April sebagai awal tahun fiskal kita , semoga tidak ada arti lain selain kebetulan saja. Karena 1 April banyak 'dirayakan' di negara2 Barat sebagai April Mop atau April Fool's Day, dimana pada hari ini dianggap 'sah' untuk 'menyebar' berita aneh/ganjil sampai yang membahayakan publik, atau sekedar 'ngerjain' teman. bagi yang terkena setelah sadar bahwa itu hanya bagian dari canda April Mop, biasanya langsung mahfum dan ikut tertawa.

Untungnya, kebiasaan gak ada guna ini tidak terlalu merasuk ke dalam budaya kita macam Halloweens dan Valentine's Day, mungkin karena hampir setiap hari kita disuguhi berita2 yang ganjil, gak masuk akal, terkadang memalukan yang kita pikir pastilah bagian dari becandaan April Mop. Eh...ternyata beneran!

Hari ini saya secara serius ingin mengungkit kembali perihal rencana kerjasama antar alumni ITB77 yang sementara diberi julukan Kadin ITB77. Idenya muncul setelah reuni akbar 30 thn dan merupakan bagian dari program 'What Next'.

Visinya adalah menyediakan wahana dan sarana bagi "meeting of the needs" antara pelaku bisnis,pejabat pemerintah,wiraswasta dari kalangan alumni ITB 77 yang kita tahu banyak beroperasi dalam bidang2/lahan2 bisnis beraneka ragam serta ketersediaan tenaga ahli mumpuni yang menjadi pengajar, peneliti maupun sebagai praktisi.

Bayangkan, sambil tetap merujuk pada rambu2 TRANSPARENCY, PROFESSIONALISM, ANTI KKN dan setia pada PP 80 (aturan tender proyek APBN) jika sebuah proyek dari alumni ITB 77 dimenangkan oleh beberapa perusahaan alumni ITB77 dan dikerjakan tepat waktu secara professional dan bagian dari keuntungan disumbangkan ke YBG? Berapa ratus beasiswa yang akan mampu dikelola oleh YBG dengan dana tambahan ini? Ingat! ini bukan April Mop, lho...

Mungkin ada keraguan di kalangan teman2 atas mutu dan rekam jejak perusahaan temannya. Masalah ini dapat difasilitasi oleh Kadin ITB 77 dengan cara :
- setiap perusahaan membeberkan porfolionya di websites kadin itb77
- perusahaan pengguna jasa merilis kebutuhannya secara detil termasuk sertifikasi yang dibutuhkan (if any)
- dll

Menurut saya, networking kita bukan untuk berKKN ria, tapi lebih pada usaha2 untuk memberi informasi terarah pada teman2 pelaku bisnis yang merupakan bagian dari jejaring alumni ITB 77.

Sebagai contoh hipotetikal:

Seorang teman berhasil dg mencipta satu produk unggul yang jika dipasarkan pada segmen pasar yg tepat, kemungkinan akan berhasil mengganti produk sejenis yang telah lebih dulu beredar.

Dia umumkan segala hal ttg produk ini di situs kita kecuali rahasia keunggulan produk tsb. Maka Kadin ITB 77 dapat membantu dengan membentuk suatu 'konsorsium' atau 'The Winning Team' yang terdiri dari : ahli finance yang punya jejaring ke aspek legal (patent) dan venture capital, ahli branding dan komunikasi pemasaran paska modern, teman yang dapat membantu akses kredit ke bank, ahli distribusi, ahli perdagangan internasional dan business law dll, dll. tentunya para ahli (individual atau perusahaan) harus juga memposting portofolionya di situs kita.
Sekarang, kan, kita hanya denge2 si anu jago ini, si pulan direktur disini tapi info yang tercerai berai ini tidak dapat dileveraged seoptimal mungkin. Yang ada terjadi adalah hubungan pertemanan bisnis secara P2P (person to person) dan B2B saja.

Seperti ketika perusahaan saya menang tender kecil di suatu departemen, saya dapat info bahwa rekan KAH adalah person yang sangat handal dalam mengelola proyek2 yg berhubungan dengan APBN, sehingga kami menjalin kerjasama untuk proyek tsb. Hal ini bisa dilipat gandakan keampuhannya bila kita sepakat dengan peranan yg dapat dijalankan Kadin ITB77.

Demikianlah memo internal ini sebagai bagian dari tanggung jawab saya atas permintaan ketua Alumni Akbar yang lalu. Saya sering katakan padanya kekhawatiran saya bahwa "ketika sampai pada tahap implementasi, biasanya alumni ITB akan banyak diam dan saling menunggu".

Tapi kami bertekad untuk mencoba terus menggugah...

salam 1 April,
amrie/

Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru <at> ymail dan <at> rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain!

Gmane