Berita Keluarga ITB77
Oom Kwik Kian Gie terlalu ilmiah n njelimet menerangkannya. Oom Broker menerangkannya dgn bhs yg lbh mudah dimengerti
Once upon a time in a village in India, a man announced to the villagers that he would buy monkeys for $10.The villagers seeing there were many monkeys around, went out to the forest and started catching them. The man bought thousands at $10, but, as the supply started to diminish, the villagers stopped their efforts.
The man further announced that he would now buy at $20. This renewed the efforts of the villagers and they started catching monkeys again.Soon the supply diminished even further and people started going back to their farms.
The offer rate increased to $25 and the supply of monkeys became so little that it was an effort to even see a monkey, let alone catch it!
The man now announced that he would buy monkeys at $50! However, since he had to go to the city on some business, his assistant would now act as buyer, on his behalf.
In the absence of the man, the assistant told the villagers: 'Look at all these monkeys in the big cage that the man has collected. I will sell them to you at $35 and when he returns from the city, you can sell them back to him for $50.'The villagers squeezed together their savings and bought all the monkeys. Then they never saw the man or his assistant again, only monkeys everywhere!
Date: Wednesday, November 26, 2008, 9:27 PM |
Puisinya Tifatul Sembiring, Presiden PKS : Cantik selendang putri melayu Menata bunga di atas nampan Kalau ingin Indonesia maju Pilih saja nomor delapan Kalau hendak membeli ukiran ke Jepara Jangan tersesat sampai ke Yogyakarta Kalau abang hendak membangun Negara Jangan lupa pilih Partai Keadilan Sejahtera -----Original Message----- Subject: New Wave Marketing ala PKS dan PKS dalam Teori Informasi New Wave Marketing ala PKS Dalam Kompas edisi 26 November 2008, Hermawan Kertajaya mengulas tentang era new wave marketing, yang dimana telah terjadi pergeseran patokan yang digunakan untuk menggambarkan value terhadap suatu produk, dari sekedar brand atau merek menjadi karakter. Karakter digambarkan sebagai DNA pada makhluk hidup. Walaupun seseorang bisa bergonta-ganti baju, tetapi DNAnya tidak berubah. Beliau mencontohkan karakter yang tertanam dalam logo MTV, walaupun bentuknya sering berubah-ubah, tetapi kita tetap bisa mengenalinya. Hal yang sama ditemukan pada Avatar dalam aplikasi Yahoo Mesenger. Konsep inilah yang mungkin bisa menjelaskan kenapa PKS mencoba merubah warna tradisionalnya dari warna putih ke warna kuning ataupun menampilkan iklan-iklan yang mengundang kontroversi. Walaupun beberapa kalangan di partai Golkar merasa terusik dengan dicaploknya brand kuning yang selama ini ditempelkan kepada Golkar, sebenarnya PKS tidak dalam upaya untuk merebut pemilih Golkar. PKS ingin menunjukkan karakter PKS tidak terikat oleh warna tertentu, apakah kuning, putih, hijau, biru dan sebagainya. PKS tidak ingin citranya hanya terbatas simbolisasi, tetapi karakter yang tertanam pada semua aktivitas PKS. Upaya tidak terikat pada warna tertentu itu telah ditunjukkan PKS sejak lama, sebutlah warna pasangan Adang Darajatun-Dhani Anwar dalam Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu yang mangambil tema warna orange, ataupun pernak-pernik "sumber dana" PKS seperti souvenir, baju, rompi, air minum kemasan, dan lainnya. PKS memang tidak mengikatkan diri pada kategorisasi tertentu, tetapi lebih membangun karakter partai sesuai motto bersih, peduli dan profesional. Dimanapun dia berada, apapun bajunya, apapun warna kulitnya apapun tampilan luarnya, motto itulah yang menjadi pembedanya dengan partai-partai yang lain. Bersihnya PKS telah diketahui banyak orang, pedulinya PKS telah dirasakan para korban bencana ataupun upaya penghargaan kepada guru dan silaturahmi keluarga pahlawan serta penganugrahan 106 pemimpin muda sebagai bagian dari pencitraan kepedulian. Profesionalnya PKS bisa dilihat dari rapihnya administrasi kepartaian, serta tidak adanya konflik internal yang mengganggu kinerja partai ditengah fakta partai lain saling gontok-gontokan berebut kursi pimpinan. Profesionalnya juga bisa dilihat dari gaya kampanye, program, ataupun iklan yang benar-benar beda dari mainstream partai-partai Indonesia. Iklan yang hanya bermodal Rp 2 miliar dan tayang hanya sekitar tiga hari saja, tapi dibicarakan berminggu-minggu di media massa. Benar atau tidaknya analisa ini hanya PKS yang tahu, tetapi seperti kita ketahui, PKS mempunyai banyak kader bergelar doktor, master dan sarjana, yang mereka klaim sebagai partai dengan kader doktor terbanyak di Indonesia. Boleh jadi fenomena PKS yang merajalela dengan manuver politiknya telah dirancang matang (by design, bukan respon sesaat atau pragmatis) untuk mencapai targetnya 20% suara pada Pemilu 2009. http://smsplus.blogspot.com/2008/11/new-wave-marketing-ala-pks.html PKS dalam Teori Informasi Zamkofa Anwar, Information Theory Lab Iklan PKS yang kontroversial dikabarkan meraup kesuksesan luar biasa menjelang pemilu 2009. PKS, sebuah partai modern, yang kabarnya tidak punya banyak dana untuk iklan ini, malah beritanya banyak dimuat di hampir seluruh media massa di tanah air dan menjadi buah bibir masyarakat baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Namun banyak yang tidak sadar bahwa PKS menjadi berita bukan karena kontroversi iklannya, namun lebih kepada hal-hal baru, unik dan di luar kebiasaan, yang mereka tawarkan. Setidaknya itulah yang dikatakan oleh teori informasi, sebuah teori yang banyak berbicara tentang ketidakbiasaan/ketidakpastian. Teori informasi digagas oleh Claude C Shannon (MIT) pada tahun 1948 dalam papernya A Mathematical Theory of Communication. Kemudian teori ini diperjelas dengan baik dalam buku Elements of Information Theory karangan Thomas M Covers dan Joy A Thomas. Teori ini mengatakan bahwa jumlah informasi (berita) adalah seiring dengan jumlah ketidakpastian/ketidakbiasaan sesuatu yang ada di dalamnya, kemudian secara matematis dinyatakan dengan entropi(H) yaitu penjumlahan semua Pxlog2(1/P). Dengan teori ini, sebuah peristiwa yang pasti terjadi (P=1) atau tidak mungkin terjadi (P=0), keduanya akan memiliki entropi rendah dan mendekati H=0, yang dengannya, peristiwa tersebut tidak akan menjadi berita besar. Nilai entropi sebuah peristiwa inilah yang menjadi takaran media massa dalam memberitakannya. Secara umum media massa (media massa yang netral) akan memuat berita-berita yang memiliki nilai entropi H mendekati 1. Misalnya, sebuah partai akan menjadi berita besar (H=1) jika dia biasanya tidak korupsi tapi tapi tiba-tiba melakukan korupsi, atau jika biasanya korupsi tapi tiba-tiba tidak korupsi. Sedangkan yang tidak menjadi berita adalah... partai yang tidak biasa korupsi atau partai yang selalu korupsi dan karena keduanya mempunyai nilai kepastian yang tinggi (pasti tidak korupsi atau pasti korupsi) sehingga tidak ada informasi (H=0) yang perlu dibaca dari peristiwa tersebut. Nah, bagaimana agar entropi H menjadi tinggi sehingga media/masyarakat tertarik untuk meliput dan mendengarnya? Jawabannya adalah dengan membuat P memiliki nilai sekitar 0.5. Hal ini dikarenakan nilai tertinggi entropi adalah jika sebuah kejadian/peristiwa memiliki P=0.5, kemungkinan terjadinya 'korupsi atau 'tidak korupsi adalah 0.5. Kembali pada kasus PKS, PKS sangat biasa melakukan aksi sosial, seperti cek kesehatan gratis, bantuan bencana alam, tanah longsor, mengecat jembatan, membersihkan sungai dan banyak aktivitas sosial lainnya yang membumi di masyarakat, maka ini sama artinya dengan P=1 (hal-hal yang pasti dilakukan PKS). Akibatnya nilai entropi H=0, sehingga tidak diliput media. Kasus yang lain tapi kebalikannya, PKS dengan citranya yang bersih, berkali-kali menolak uang korupsi, uang sogokan dan lain-lain yang berkaitan dengan kemaksiatan dan merusak mental negara, maka bagi PKS ini adalah kejadian yang probabilitasnya dekat dengan P=0 (pasti tidak dilakukan -Insya Allah-), maka nilai entropi H=0. Sekali lagi, karena entropinya rendah lagi-lagi tidak akan diliput media, sudah biasa. Bagaimana agar media meliput PKS dan masyarakat tertarik dengannya? PKS nampaknya memahami nilai entropi teori informasi ini dengan baik sehingga akhir-akhir ini beritanya banyak diliput media massa. Membuat iklan kontroversial dengan memasukkan Suharto, KH. Hasyim Asyari dan Ahmad Dahlan, sampai undangan 106 pemimpin muda Indonesia adalah hal yang tidak biasa. Ini adalah hal baru bagi perpolitikan di Indonesia. PKS mendapat kecaman karena dialah yang memulai pertama kali. Oleh karenanya nilai P ini ada di kisaran 0.5, memiliki entropi H=1 (tertinggi), sehingga banyak media yang meliput dan masyarakat 'terbangun' untuk sadar dengan semangat kepahlawanan misalnya. Entropi akan mengecil dengan sendirinya jika terus menerus dilaksanakan atau sebaliknya, terus menerus tidak pernah dilaksanakan. Karena probabilitas P yang nilainya sekitar 0.5 sedikit demi sedikit akan menjadi P~1 jika terus dilaksanakan atau sebaliknya, menjadi P~0 jika tidak pernah dilaksanakan. Akibatnya, kegiatan yang sama jika dilaksanakan lagi, tidak akan menjadi berita besar. PKS sadar dengan ini, karenanya mereka terus berpikir, berinovasi dan kreatif dalam mencerdaskan masyarakat. Pesan saya buat PKS, boleh saja Anda bermain di entropi yang tinggi agar diliput media, tetapi untuk aktivitas Anda yang meskipun memiliki entropi H=0 (tidak diliput media) seperti bersih dari korupsi, peduli pada masyarakat bawah dan umat, profesional dalam bekerja, jangan berhenti untuk dilaksanakan. zamkofa@... -----Original Message----- From: itb77-bounce@... [mailto:itb77-bounce@...] On Behalf Of Saiful Ridwan Sent: Saturday, November 22, 2008 5:53 AM To: itb77@... Subject: [itb77] Re: [iaitbjakarta] Re: PKS, PMB, Muhammadiyyah Ternyata PKS pun tergoda bermain politik spt halnya partai2 kebanaykan. Tadinya sempat ada harapan PKS akan menjaga etika dan mencitrakan diri sebagai partai moral dan tanggap dg aksi2 kemanusiaannya. Ha ha ... situasi PKS tsb. bisa jadi berita "baik" neh ... utk Aza dan PMB nya ... utk mengambil hati pemilih yg jadi tidak simpati dg PKS ... /s > ----- Original Message ----- > From: "djasli djamarus" <djamarus@...> > To: itb77@... > Subject: [itb77] Re: [iaitbjakarta] Re: PKS, PMB, Muhammadiyyah > Date: Fri, 21 Nov 2008 07:08:19 -0800 (PST) > > > Nal, bagi saya sih gak terlalu penting latar terlalu belakang. Saya > cukup dengan mulai melihat AD/ART saja, lalu apa yang dilakukan partai > tersebut. Sampai dengan sebelum iklan politik, bagi saya PKS ok-oke > saja, tapi tetap karena bukan nasionalis bukan itu pilhan saya. > Setelah ada iklan politik yang ada guru bangsat itu, maka pandangan > saya terhadap PKS tentu berubah, > > Saya sempat melihat TV-One, dimana Anhar Gonggong (sejarawan yang saya > kagumi selain Asvi) membabat habis segala alasan mengapa guru bangsat > itu disertakan dalam iklan politik. Jadi jelas targetnya OKS adalah > 12% bangsat-bangsat yang masih ada. Tetapi cilakanyanya mungkin partai > tersebut akan kehilangan simpatik dari para pemuda yang mengerti > sejarah orde baru. > > Salam > DD > > > --- On Fri, 11/21/08, Achmad Zaenal Abidin <zaenal_aza@...> wrote: > From: Achmad Zaenal Abidin <zaenal_aza@...> > Subject: [itb77] Re: [iaitbjakarta] Re: PKS, PMB, Muhammadiyyah > To: iaitbjakarta@..., indonesia@..., > itb77@... > Date: Friday, November 21, 2008, 1:58 PM > > > > Wah, ternyata belum ada yang bantah ya cerita dibawah ? > > Saya makin tanda tanya saja, kemarin Titik dengan senang hati datang > di pertemuan PKS yang mempertemukan keluarga para pahlawan termasuk > Soharto versi PKS.> > Apakah ini indikasi PKS ada sumbangan besar dari keluarga Seharto ? > > Bahkan saya dengar, ada salah satu fungsionaris PKS yang peroleh saham > freeport, sehingga PKS pecah didalam antara yang pro materi dengan > yang tidak ? (CMIIW). > > Tetapi aneh juga Gus Solahuddin datang juga ? mewakili Kyai As'ari, > sedangkan wakil dari Kyai Ahmad Dahlan tidak datang. > > > Saya dengar informasi juga, ternyata Kyai As'ari (pendiri NU) dan Kyai > Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah) ternyata satu Guru, tetapi Kyai > Ahmad Dahlan telah meniggal tahun 1928 sebelum Ikhwanul Muslimin > berdiri (afiliasi PKS). > > > Tolong siapa yang bisa kasih pencerahan ? > > > Salam, > > Zaenal > > NB Ipung No HPmu berapa ? > > > At 11:05 17/11/2008, Ipung wrote: > > > Bung Aza...... > > > saya paham dengan kegelisahan yang bung ceritakan karena saya dekat > dengan para mantan tapo napol dari yang paling kanan sampai yang > paling kiri. tapi banyak orang yang tidak paham dan mereka melihat > dari kemasanya yang memang juga harus diakui jauh lebih menarik dari > NU maupun Muhamadyah sekalipun. Militer dan Islam Radikal memang tidak > bisa dipisahakan dalam perjalanan sejarah pergolakan politik orde > baru. semua kelompok Islam radikal ini tetap bisa bertahan karena > binaan Militer dan kita tahu kesempatan untuk belajar berperang juga > difasilitasi oleh Militer itu sendiri...Pasca hancurnya gerakan kiri > di Indonesai ancaman yang paling berarti bagi orde baru adalah > kelompok-kelompok islam radikal yang pada massa penghancuran gerakan > kirir juga difasilitasi oleh tentara untuk menghancurkan rival > poltiknya itu. setelah itu ya kelompok ini memang harus dilemahkan atau masuk dalam kendali dan kontrol kekuasaan. > yang tidak masuk dalam kendali kontrol intelenjen akan dihabisi > seperti yang terjadi pada peritiwa tanjung priok, lampung. N11 > sempalan yang tidak terkontrol karena melepaskan diri dari komite > centralnyapun kemudian dihancurkan dengan cara penangkapan beberapa > orang tokohnya. > > > > bung Aza yang baik, sebaiknya bung baca buku-buku kiri yang ditulis > tan malaka dan coba bung cari AD/ART PKI, kerja membangun partai tidak > selalu berorientasi pada perolehan suara yang terpenting adalah > pengabdian dan pengorbanan untuk melayani....maka konstituen akan > datang dengan sendirinya....itu yang kemudian digunakan oleh PKS untuk > membangun partainya. Pola pengorganisiran yang dilakukan PKS sama > sekali tidak berbeda dengan yang dilakukan oleh PKI bahkan AD/ART PKS > banyak mengadopsi AD/ART PKI....Bedanya PKI fokus pada sektor buruh > dan tani sedangkan PKS fokus pada massa Islam.....cobang bung > bayangkan media agitasi internal yang dikeluarkan oleh PKS itu > terdokumentasi dengan baik dan jumlah serta sebaran media ini bisa > digunakan untuk membuat model perolehan suara bagi PKS, sel-sel > penyebaran termonitor dengan rapi dan ini tipikal dari pola kelompok > kiri membangun infrastruktur partainya....Coba bung perhatikan > kader-kader potensial partai mereka lebih banyak berada dalam struktur > grassroot ketimbang struktur atas partai, ini memperlihatkan pola > orientasi kerja poltik mereka tidak sekedar pada perolehan suara > semata tetapi memang mengabdi untuk grassroot terlepas dari motif para > ideolognya.....seperti apa misi dan motif pendirian PKS baru akan > jelas setelah mereka menguasai parlemen...(Seperti PKI menang pemilu 59).... > > > saya mantan PRD, dan saya menyaksikan idealisme dan ideologi > kerakyatan partai luluh lebur ketika partai memutuskan untuk ikut > terlibat dalam Pemilu. Mobilisasi kader potensial untuk memperolah > konstituen mengacaukan kerja poltik pengorganisiaran dalam membangun > infrastruktur perlawanan di level grassroot, mereka berbondong masuk > dalam struktur legal partai dan namanya dicantumkan menjadi caleg dan > meninggalkan kerja ideologis mereka memberikan pendidikan poltik massa > dan membangun infrastruktur 'perlawanan' di level grassroot. (Saya > memutuskan keluar dari partai ketika partai memutuskan untuk ikut > Pemilu).........Kerja Politik dan Kerja Politisi itu dua hal yang > terdengan mirip tetapi berbeda sangat jauh dalam arti... > > memberikan pendidikan politik, pemberdayaan masyarakat, > pengorganisiran rakyat itu adalah kerja poltik kalo kerja poltisi > menggunakan kerja poltik untuk meraih kursi di parlemen...he he he > ......makanya para politisi butuh mesin poltik, he he he > > > > okey bung Aza jika ada waktu kita bisa lanjutkan diskusi tidak melalu > milist ini karena kita juga harus tolerant dengan pengguna milist ini > yang terganggu dengan diskusi kita di milist ini..... > > > Salam > > Ipung > > > NB: buat IA-ITB Jakarta, Kapan acara silaturahmi dengan calegnya > ditindak lanjuti....he he he he berilah kesempatan para caleg ini > untuk mengkampanyekan partai yang mengusung mereka dan tentunya > program mereka di partainya nanti dong.... > > > --- On Sun, 11/16/08, Achmad Zaenal Abidin <zaenal_aza@...> > wrote: > > > > From: Achmad Zaenal Abidin <zaenal_aza@...> > > > Subject: Re: [iaitbjakarta] Re: PKS, PMB, Muhammadiyyah > > > To: iaitbjakarta@... > > > Date: Sunday, November 16, 2008, 10:21 AM > > > > At 14:37 15/11/2008, M. Irwan Hrp wrote: > > > > Mas Ipung, > > > > Perlu mas ketahui bahwasanya cukup banyak anggota Muhammadiyah dan NU > yang masuk ke PKS dan bukannya PAN atau PKB. > > > Apakah telah diberi tahu atau tahu dengan sendirinya sejarah PKS ? > sehingga dari NU dan Muhammadiyah masuk PKS ? atau tertarik karena > "dakwah"nya baik ? padahal kenyataannya partai politik ? > > > > > Hal ini bisa dipahami mengingat system di PKS sangat baik dalam hal > pengkaderan, dan PKS memang sangat dekat ke masyarakat (bukan hanya > disaat kampanye). > > > Bagaimana dengan cerita dibawah ini ? > > > > > http://www.opensubs criber.com/ message/mediacar e <at> yahoogroups. > com/2936722. html > > > Rumus utama binaan intel > > > > Bila dia ditangkap lalu dibebaskan maka kemungkinan besar dia sudah > > > > jadi anjing suruhan , bila dia istiqamah pasti dikubur.Dan bila dia > > > > dibebaskannya tahun 1970-1988 maka 100 % dipastikan dia binaan > > > intel karena era 1970-1988 adalah era Ali Moertopo dan L.B Moerdani > > > > dua Jendral yang paling anti islam, mereka tidak akan membebaskan > > > > anggota ekstrim kanan kalau tidak berguna untuk menghancurkan > > > gerakan islam.Dan dua jendral inilah yang membuat metode penghancuran > > > > gerakan islam dengan menggunakan islam radikal. > > > > > > ---------- Forwarded message ---------- > > > From: jamalisan > < > jamalisan <at> yaho. ..> > > > Date: Tue, 13 Dec 2005 16:01:08 -0000 > > > > Bagi yang pernah aktif di Pengkaderan Inti IM, memang tercium sekali > > > > rencana dan pola gerakannya yang penuh rahasia dan membuat jaringan > > > > tanpa nama terkesan didesain dan dirancang oleh suatu gerakan > > > intelejen dan kayaknya sangat tidak mungkin dirancang oleh > > > perorangan.. ...... > > > > Mengenal Sejarah PKS > > > > Soeripto > > > ------------ --------- --- > > > Adalah kader Milsuk (Militer Sukarelawan) dan intelijen binaan > > > Pangkowilhan (Wijoyo Suyono, Soerono atau Wahono), tetapi secara > > > > kronologi mengaku ditarik Kharis Suhud (Kodam Siliwangi) pada tahun > > > > 1967 - 1970 dan secara struktur komando berada dibawah Yoga Sugama > > > > yang saat itu dikomandani Sutopo Yuwono. Sebagai kader intel > > > Soeripto berada satu level dengan Agum Gumelar (Satu-satunya > > > jenderal TNI yang pernah menyatakan diri akan bergabung dgn Partai > > > > Keadilan, namun sehari kemudian pernyataan tsb diralatnya sendiri > > > > bahwa yg dimaksudnya partai Keadilan adalah Pertai Keadilan dan > > > Persatuan / PKP dibawah pimpinan Edy Sudrajat). Soeripto dalam > > > berbagai media menceritakan riwayat hidupnya dalam dunia intelejen > > > > dengan gamblang, sekalipun sudah mengaku menjadi mantan sejak tahun > > > > 1970 akan tetapi beberapa sumber menerangkan bahwa Soeripto tetap > > > > mangkal di kantor BAKIN yang lama karena mengikut dan tetap bersama > > > > Roedjito. Menurut beberapa teman dekatnya Soeripto juga tak segan- > > > > segan nekad mengklaim mewakili KADIN ketika berkunjung ke China agar > > > > dapat sambutan dan fasilitas istimewa dari pemerintah China. > > > > > Harokaha Ikhwanul Muslimin atau Harakah Tarbiyah > > > ------------ --------- --------- --------- --------- --------- > --------- --- > > > ------------ - > > > Dalam perkembangan pergerakan Islam di Indonesia, pada tahun 1984 > > > > muncul kubu Helmi Aminuddin bin Danu Muhammad Hasan. Helmi Aminuddin > > > > pernah menjadi Menlu NII komando Adah Djaelani. Pernah ditangkap > > > > oleh Kopkamtib pada tahun 1980 dan sempat ditahan pihak militer > > > selama kurang lebih 3 tahun namun kemudian dilepaskan dari Rumah > > > > Tahanan Militer Cimanggis tanpa melalui persidangan pada tahun 1984. > > > > > Selanjutnya Helmi Aminuddin menyatakan keluar dari struktur maupun > > > > ajaran NII komando Adah Djaelani, kemudian ditampung dan dipelihara > > > > oleh mantan tokoh Bakin (Soeripto). Soeripto menjadi sponsor > > > sekaligus promotor dan bertindak sebagai pemberi tugas kepada Helmi > > > > Aminuddin antara lain untuk mengadopsi ajaran dan manhaj serta > > > berhubungan langsung secara organisasional dengan gerakan Ikhwanul > > > > Muslimin faksi Qiyadah Syaikh Sa'id Hawwa di Timur Tengah sekitar > > > > tahun 1985. Maka pergilah Helmi Aminuddin ke Timur Tengah untuk > > > mengadopsi gerakan Ikhwan tsb sekalipun alasan kepergiannya kesana > > > > Helmi mengatakan untuk menyelesaikan studinya yang belum rampung. > > > > > Sepulangnya dari Timur Tengah Helmi Aminuddin mulai > > > mengibarkanbendera gerakan IM-Ikhwanul Muslimin di Indonesia seraya > > > > melakukan klaim sebagai representasi gerakan Islam kaffah, universal > > > > dan menafikan seluruh gerakan Islam lain yg bersifat lokal di > > > Indonesia. Pada tahun 1991 Helmi Aminuddin diangkat sebagai Mursyid > > > > atau elite komando organisasi gerakan Ikhwanul Muslimin untuk > > > kawasan Asia Tenggara. Eksistensi gerakan ini cepat berkembang > > > secara signifikan khususnya di kawasan Ibu kota DKI Jakarta. Tetapi > > > > awal awal tahun 1998 nama Helmi Aminuddin tiba-tiba raib dari > > > blantika gerakan Tarbiyah Ikhwanul Muslimin yang bermarkas di > > > Yayasan Al-Hikmah di kawasan Jl.Bangka Jakarta Selatan, juga di > > > Yayasan Iqra' di kawasan Pondok Gede Jakarta Timur sebagai basis > > > > sentral pemukiman elite mereka, serta Yayasan Nurul Fikri di kawasan > > > > Depok. Bahkan Helmi sempat diisukan dipecat atau dima'zulkan > > > kehabitat lamanya (NII), ada juga isu yang menyebut Helmi telah > > > bergabung ke kelompok Syi'ah. > > > > Akan tetapi pada kenyataanya Helmi Aminuddin bin Danu Muhammad Hasan > > > > sebenarnya tetap menjadi orang nomor satu dan terpenting dalam > > > kelompok gerakan Tarbiyah Ikhwanul Muslimin ini, hanya mungkin di > > > > masa kini keberadaan namanya dirasa perlu untuk sementara waktu > > > secara resmi ditarik dari peredaran gerakan Ikwan, bahkan nama Helmi > > > > Aminuddin tidak diakui keberadaanya oleh para elite dan komunitas > > > > PKS (Partai Keadilan Sejahtera) yang ada sekarang. Mungkin inilah > > > > cara mereka menyembunyikan struktur (Siriyyatu Tandzhim) pergerakan > > > > Ikhwanul Muslimin di Indonesia. > > > > > Kini Helmi Aminuddin mengkonsentrasikan diri secara khusus mengelola > > > > pesantren dan Islamic village di kawasan Cinangka Banten atas > > > kucuran dana diantaranya sebagaian dari Bimantara, dari Timur Tengah > > > > serta dari Soeripto sebagai akses dana Orde Baru Cendana. Helmi > > > Aminuddin memanage / mengendalikan gerakan Ikhwanul Muslimin > > > Indonesia dari balik layar. Pada tahun 1998 berkat dibidani tangan > > > > dingin Soeripto mantan Bakin tsb gerakan Tarbiyyah Ikhwanul Muslimin > > > > Indonesia berhasil ikut partisipasi merayakan pesta demokrasi dengan > > > > menjadi salah satu kontestan. Saat itu gerakan Tarbiyah Ikhwanul > > > > Muslimin Indonesia merubah manhajnya dan berubah bentuk menjadi > > > Partai Keadilan (PK) dan kemudian bermetamorfosis lagi menjadi PKS > > > > (Partai Keadlian Sejahtera). Meskipun terbentuknya PKS ini menuai > > > > pro dan kontra ditubuh gerakan Ikhwan, tetapi melalui Musyawarah > > > > Syuro mereka perubahan menjadi partai PK saat itu mendapat mayoritas > > > > suara, sehingga secara resmi gerakan Ikwan telah berubah menjadi > > > > partai (Partai Keadilan). > > > > Di tahun 1987 - 1988 aparat intelejen memang sedang getol menggarap > > > > dengan serius dengan memberi peluang bagi lahirnya dua kubu kekuatan > > > > dakwah yang mengatasnamakan Islam namun secara subtansi saling > > > bertentangan, yang pertama adalah kekuatan dakwah Islam Ikhwanul > > > > Muslimin Mesir di bawah sponsor dan control tokoh Bakin Soeripto. > > > > Sedang yang kedua adalah kekuatan dakwah beraliran NII KW IX Abu > > > > Toto yang sesat dan bermisi merusak Islam umumnya dan khususnya > > > melemahkan NII yang sebenarnya, yaitu yg menjadi musuh nomor wahid > > > > NKRI. > > > > PKS sebagai metamorfosis dari gerakan Ikhwanul Muslimin Indonesia > > > > secara resmi berdasarkan konstitusi Pancasila dan UUD '45 walaupun > > > > asas partainya Islam. > > > > Dalam hal ini Soeripto tetap tidak bersedia menjawab soal hubungan > > > > dan kedekatannya dengan Danu Muhammad Hasan di awal Orde Baru maupun > > > > dengan sang putra Danu, yaitu Helmi Aminuddin yang disebutnya > > > sebagai ustadz muda (mursyid Ikhwanul Muslimin Asia Tenggara) yang > > > > dimulai tahun 1984 selama beberapa tahun di rumah Mas Ton ( Hartono > > > > Mardjono) hingga akhirnya berubahn menjadi Partai Keadilan di tahun > > > > 1999 dan pada tahun 2003 menjadi Partai Keadilan Sejahtera. Soeripta > > > > sebagai kader BAKIN oleh komunitas Ikhwanul Muslimin Indonesia > > > sangat diyakini telah bersih / tobat dan berasil dibina dan > > > dimanfaatkan oleh elite Ikhwan. Padahal siapa yang dimanfaatkan dan > > > > siapa yang memanfaatkan menjadi tidak jelas. Harap diingat bahwa > > > > dunia intelejen tidak mengenal apa yang diistilahkan dengan pension, > > > > demikian halnya Soeripto, masih belum terbukti pemihakannya terhadap > > > > Islam sebagai sebuah kontra RI. > > > > Berita diatas pernah diklarifikasi oleh para tokoh dan pengurus PKS > > > > secara apologi diplomatis yg dialamatkan ke Majalah Dewan Rakyat > > > > melalui Majalah SAKSI. Padahal akurasi data dan informasi tentang > > > > berita diatas sebenarnya bias dikonfirmasikan kepada sekitar 15 > > > tokoh yg salah satu diantaranya sudah almarhum, yaitu Bung Hartono > > > > Mardjono. > > > > Tulisan diatas bukan sebagai fitnah, tetapi sebagai bahan renungan > > > > dan penyelidikan bagi setiap muslim dan muslimah yg dengan ikhlas > > > > berjuang dalam Islam akan tetapi masih buta hebatnya serta rumitnya > > > > dunia intelejen musuh. Saya yakin para ikhwan di PKS banyak yg > > > ikhlash berjuang, tapi keikhlasan tsb sangat disayangkan kalau > > > dimanfaatkan atau dibiaskan musuh. Beberapa ikhwan di PKS pernah > > > > bilang kalau sampai tingkat DPC keberadaan ikhwan diragukan, dalam > > > > arti sudah banyak intel disana. Namun yang harus diwaspadai bahwa > > > > intel itu justeru menyusup lewat atas, langsung menempel kalangan > > > > elite atau atasan sehingga bias mempengaruhi kebijakan-kebijakan / > > > > langkah-langkah perjuangan. Sebagai contoh dikalangan ikhwan PKS > > > > sudah sangat kental dikenal dan difahami kalau dalam dunia politik > > > > sekarang adalah kondisi yg pada jaman Rosulullah tidak dialami, > > > sehingga dengan bermetamorfosisnya Tarbiyah IM menjadi Parpol adalah > > > > suatu ijtihad yg tidak melanggar syar'I dan meminimalisir > > > pertumpahan darah. Tapi bisa jadi itulah salah satu pengaruh > > > kebijakan intel untuk menumpulkan ghiroh dan membelokkan cita-cita > > > > perjuangan Islam secara perlahan. Tapi jangan salah menilai bahwa > > > > perjuangan Islam itu harus radikal dan membabi buta, itu salah !!! > > > > akan tetapi belajarlah dan pelajarilah sejarah . > > > > Wallohi a'lam bi shawab > > > Yang benarnya dari Allah dan kesalahan semata-mata datang dari > > > kelemahan saya > > > > Wassalaamu'alaikum wr.wb. > > > > Some one > > > > > > Milis Wanita Muslimah > > > Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun > masyarakat. > > > Situs Web: > http://www.wanita- muslimah. > com > > > ARSIP DISKUSI : > > http://groups. yahoo.com/ group/wanita- muslimah/ messages > > > Kirim Posting mailto:wanita- > muslimah@ yaho... > > > Berhenti > mailto:wanita- > muslimah- unsubscribe@ yaho... > > > Milis Keluarga Sejahtera > mailto:keluarga- sejahtera@ > yaho... > > > Milis Anak Muda Islam > mailto:majelismuda@ yaho... > > > > > This mailing list has a special spell casted to reject any attachment > .... > > > > > > > > > > [mediacare] Fwd: Sedikit tentang Pimpinan Puncak IM Indonesia/PKS > He-Man (10k) > > > > > [mediacare] Andai PKS menang - Re: Sedikit tentang Pimpinan Puncak > IM Indonesia/PKS nayla rachman (1k) > > > > > [mediacare] PKS mabuk - Re: Andai PKS menang irwank (2k) > > > > > Re: [mediacare] Andai PKS menang - Re: Sedikit tentang Pimpinan > Puncak IM Indonesia/PKS Satrio Arismunandar (2k) > > > > > [mediacare] FIS - Re: Andai PKS menang Sato Sakaki (2k) > > > > > Re: [mediacare] FIS - Re: > Andai PKS menang Johan Pahlawan (3k) > > > > > [mediacare] Ali > Belhadj - Re: FIS - PKS Sato Sakaki ( > > > > Apakah cerita diatas, merupakan menjadikan maklumnya mengapa Bapak > Soeharto diangkat sebagai Pahlawan oleh PKS ? > > > > Sedangkan PAN, pemimpinnya saja pernah kena skandal dengan istrinya > Gusti Randa dan penggunaan Suster Apung dalam kampanye, > > > ini tahun berapa terjadinya? tahun 2007-2008 kan ? sedangkan PKS telah > lahir lama sejak awal reformasi tahun 1998 dengan nama PK (Partai > Keadilan) ? > > > > dan PKB, seperti yang kita ketahui sedang dalam posisi perebutan > kekuasaan antara Gus Dur yang didukung JIL dan Muhaimin yang didukung > kyai-kyai NU. > > > ini terjadinya barusan kan ? tahuan 2008 ? > > > > > > Jadi, wajar jika ada anggota Muhammadiyah dan NU yang masuk PKS, > karena di PKS lebih tenang :) > > > Asal diceritakan sejarahnya dengan baik lahirnya PKS dan hubungannya > dengan Ikhwanul Muslimin Mesir dengan ideologinya secara jujur dan > tidak disinformatif tidak menjadi masalah. > > > > Iklan PKS yang menampilkan tokoh NU & Muhammadiyah sih biasa aja tuh. > Gak memposisikan mereka adalah anggota PKS > :) > > > Koq logikanya dibalik? Siapa yang mengatakan tokoh NU dan Muhammadiyah > sebagai anggota PKS ? Jika biasa saja, mengapa NU dan Muhammadiyah > protes ? > > > > > http://syafrudinbud iman.blogspot. com/2008/ 11/pks-
lecehkan- > muhammadiyah. html > > > > 10/11/2008 18:09 > > > PKS Lecehkan Muhammadiyah > > > > Windi Widia Ningsih > > > INILAH.COM, Jakarta - Tayangan iklan politik PKS yang menampilkan KH > Ahmad Dahlan di antara delapan tokoh nasional lainnya dinilai sebagi > pelecehan terhadap Muhammadiyah. Ketua Umum PP Muhammadiyah pun > bereaksi keras. > > > > "Ini terus terang meremehkan, melecehkan. Saya minta kepada PKS, nggak > usahlah, kita tidak perlu tempuh cara-cara seperti itu," ujar Ketua > Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin di Kantor PP Muhammadiyah, Menteng, > Jakarta, Senin (10/11). > > > > Apalagi iklan politik yang mengaitkan tokoh-tokoh besar tersebut, > termasuk KH Ahmad Dahlan, menurut Din, hanya untuk kepentingan sesaat > dan jangka pendek. Itu sebabnya Muhammadiyah menjadi tidak bangga > dengan hal tersebut. > > > > "Nggak usahlah kalau dipakai untuk kepentingan politik jangka pendek. > Kalau betul-betul kawan PKS menghargai pendapat ini, ya sebaiknya > iklan itu ditarik," cetus Din. > > > > Dijelaskan dia, protes dilancarkan karena sangat banyak keberatan dari > warga Muhammadiyah seluruh Indonesia. Sebab tokoh sentral Muhammadiyah > dikait-kaitkan dengan politik. Apalagi tidak ada pemberitahuan dan > tidak minta izin kepada Muhammadiyah. > > > > "Ini bisa disebut menyalahi etika. Tidak etislah seperti itu. > Memang kita bangga KH Ahmad Dahlan dianggap oleh semua sebagai > pahlawan nasional. Keberatannya ya karena iklan itu iklan politik > untuk menghadapi pemilu. Sebenarnya sudah kita protes. Sikap resminya, > ini sudah resmi lewat media massa. Dengan begini warga Muhammadiyah > akan antipati dengan PKS," pungkas Din. > > > > 8 Tokoh nasional yang ditampilkan PKS dalam iklan kampanyenya adalah > Soekarno, M Hatta, Soeharto, Bung Tomo, KH Ahmad Dahlan, KH Hasyim > Asy¢ari, Mohamad Natsir, dan Jenderal Sudirman. [sss] > > > > Btw busway, suka-suka orang lah mau masuk partai mana. > Gitu aja kok di buat repot :D > > > Sekali lagi, yang dipermasalahkan itu adalah kejujuran dan etika, > mestinya PKS juda mempunyai akhlaqul karimah kan yaitu akhlaq yang mulya? > tidak menempuh segala cara termasuk yang etikanya kurang baik ? > > > > > Bangsa ini harus diperbaiki moral dan akhlaqnya, jangan sampai ada > contoh contoh dari partai yang kurang beretika, karena akan memberikan > contoh kepada ummatnya untuk mengambil taktik segala cara untuk > memenangkan pemilu.> > > > Salam, > > > Zaenal > > -- Be Yourself @ mail.com! Choose From 200+ Email Addresses Get a Free Account at www.mail.com -- Info pengelolaan milis anda : <http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/list-info-itb77.txt> Penting! Jangan letakkan milis di kolom CC dan Subject harus diisi. -- -- Info pengelolaan milis anda : <http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/list-info-itb77.txt> Penting! Jangan letakkan milis di kolom CC dan Subject harus diisi.
Programnya apa? Penjabaran ideologi Pancasila kita itu spt apa sistemnya? Masihkan mereka mengemban Pancasila atau hanya lips service tapi ada agenda lebih besar dan lebih jauh? Saya koq merasa kurang comfortable dg ideologi khilafahiyat mereka. Sent from my BlackBerry powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: "Bahar, Mulyadi" <Mulyadi.Bahar <at> NOV.com> Date: Mon, 1 Dec 2008 12:04:01 To: <itb77 <at> bhaktiganesha.or.id> Subject: [itb77] Re: [iaitbjakarta] Re: PKS, PMB, Muhammadiyyah Puisinya Tifatul Sembiring, Presiden PKS : Cantik selendang putri melayu Menata bunga di atas nampan Kalau ingin Indonesia maju Pilih saja nomor delapan Kalau hendak membeli ukiran ke Jepara Jangan tersesat sampai ke Yogyakarta Kalau abang hendak membangun Negara Jangan lupa pilih Partai Keadilan Sejahtera -----Original Message----- Subject: New Wave Marketing ala PKS dan PKS dalam Teori Informasi New Wave Marketing ala PKS Dalam Kompas edisi 26 November 2008, Hermawan Kertajaya mengulas tentang era new wave marketing, yang dimana telah terjadi pergeseran patokan yang digunakan untuk menggambarkan value terhadap suatu produk, dari sekedar brand atau merek menjadi karakter. Karakter digambarkan sebagai DNA pada makhluk hidup. Walaupun seseorang bisa bergonta-ganti baju, tetapi DNAnya tidak berubah. Beliau mencontohkan karakter yang tertanam dalam logo MTV, walaupun bentuknya sering berubah-ubah, tetapi kita tetap bisa mengenalinya. Hal yang sama ditemukan pada Avatar dalam aplikasi Yahoo Mesenger. Konsep inilah yang mungkin bisa menjelaskan kenapa PKS mencoba merubah warna tradisionalnya dari warna putih ke warna kuning ataupun menampilkan iklan-iklan yang mengundang kontroversi. Walaupun beberapa kalangan di partai Golkar merasa terusik dengan dicaploknya brand kuning yang selama ini ditempelkan kepada Golkar, sebenarnya PKS tidak dalam upaya untuk merebut pemilih Golkar. PKS ingin menunjukkan karakter PKS tidak terikat oleh warna tertentu, apakah kuning, putih, hijau, biru dan sebagainya. PKS tidak ingin citranya hanya terbatas simbolisasi, tetapi karakter yang tertanam pada semua aktivitas PKS. Upaya tidak terikat pada warna tertentu itu telah ditunjukkan PKS sejak lama, sebutlah warna pasangan Adang Darajatun-Dhani Anwar dalam Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu yang mangambil tema warna orange, ataupun pernak-pernik "sumber dana" PKS seperti souvenir, baju, rompi, air minum kemasan, dan lainnya. PKS memang tidak mengikatkan diri pada kategorisasi tertentu, tetapi lebih membangun karakter partai sesuai motto bersih, peduli dan profesional. Dimanapun dia berada, apapun bajunya, apapun warna kulitnya apapun tampilan luarnya, motto itulah yang menjadi pembedanya dengan partai-partai yang lain. Bersihnya PKS telah diketahui banyak orang, pedulinya PKS telah dirasakan para korban bencana ataupun upaya penghargaan kepada guru dan silaturahmi keluarga pahlawan serta penganugrahan 106 pemimpin muda sebagai bagian dari pencitraan kepedulian. Profesionalnya PKS bisa dilihat dari rapihnya administrasi kepartaian, serta tidak adanya konflik internal yang mengganggu kinerja partai ditengah fakta partai lain saling gontok-gontokan berebut kursi pimpinan. Profesionalnya juga bisa dilihat dari gaya kampanye, program, ataupun iklan yang benar-benar beda dari mainstream partai-partai Indonesia. Iklan yang hanya bermodal Rp 2 miliar dan tayang hanya sekitar tiga hari saja, tapi dibicarakan berminggu-minggu di media massa. Benar atau tidaknya analisa ini hanya PKS yang tahu, tetapi seperti kita ketahui, PKS mempunyai banyak kader bergelar doktor, master dan sarjana, yang mereka klaim sebagai partai dengan kader doktor terbanyak di Indonesia. Boleh jadi fenomena PKS yang merajalela dengan manuver politiknya telah dirancang matang (by design, bukan respon sesaat atau pragmatis) untuk mencapai targetnya 20% suara pada Pemilu 2009. http://smsplus.blogspot.com/2008/11/new-wave-marketing-ala-pks.html PKS dalam Teori Informasi Zamkofa Anwar, Information Theory Lab Iklan PKS yang kontroversial dikabarkan meraup kesuksesan luar biasa menjelang pemilu 2009. PKS, sebuah partai modern, yang kabarnya tidak punya banyak dana untuk iklan ini, malah beritanya banyak dimuat di hampir seluruh media massa di tanah air dan menjadi buah bibir masyarakat baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Namun banyak yang tidak sadar bahwa PKS menjadi berita bukan karena kontroversi iklannya, namun lebih kepada hal-hal baru, unik dan di luar kebiasaan, yang mereka tawarkan. Setidaknya itulah yang dikatakan oleh teori informasi, sebuah teori yang banyak berbicara tentang ketidakbiasaan/ketidakpastian. Teori informasi digagas oleh Claude C Shannon (MIT) pada tahun 1948 dalam papernya A Mathematical Theory of Communication. Kemudian teori ini diperjelas dengan baik dalam buku Elements of Information Theory karangan Thomas M Covers dan Joy A Thomas. Teori ini mengatakan bahwa jumlah informasi (berita) adalah seiring dengan jumlah ketidakpastian/ketidakbiasaan sesuatu yang ada di dalamnya, kemudian secara matematis dinyatakan dengan entropi(H) yaitu penjumlahan semua Pxlog2(1/P). Dengan teori ini, sebuah peristiwa yang pasti terjadi (P=1) atau tidak mungkin terjadi (P=0), keduanya akan memiliki entropi rendah dan mendekati H=0, yang dengannya, peristiwa tersebut tidak akan menjadi berita besar. Nilai entropi sebuah peristiwa inilah yang menjadi takaran media massa dalam memberitakannya. Secara umum media massa (media massa yang netral) akan memuat berita-berita yang memiliki nilai entropi H mendekati 1. Misalnya, sebuah partai akan menjadi berita besar (H=1) jika dia biasanya tidak korupsi tapi tapi tiba-tiba melakukan korupsi, atau jika biasanya korupsi tapi tiba-tiba tidak korupsi. Sedangkan yang tidak menjadi berita adalah... partai yang tidak biasa korupsi atau partai yang selalu korupsi dan karena keduanya mempunyai nilai kepastian yang tinggi (pasti tidak korupsi atau pasti korupsi) sehingga tidak ada informasi (H=0) yang perlu dibaca dari peristiwa tersebut. Nah, bagaimana agar entropi H menjadi tinggi sehingga media/masyarakat tertarik untuk meliput dan mendengarnya? Jawabannya adalah dengan membuat P memiliki nilai sekitar 0.5. Hal ini dikarenakan nilai tertinggi entropi adalah jika sebuah kejadian/peristiwa memiliki P=0.5, kemungkinan terjadinya 'korupsi atau 'tidak korupsi adalah 0.5. Kembali pada kasus PKS, PKS sangat biasa melakukan aksi sosial, seperti cek kesehatan gratis, bantuan bencana alam, tanah longsor, mengecat jembatan, membersihkan sungai dan banyak aktivitas sosial lainnya yang membumi di masyarakat, maka ini sama artinya dengan P=1 (hal-hal yang pasti dilakukan PKS). Akibatnya nilai entropi H=0, sehingga tidak diliput media. Kasus yang lain tapi kebalikannya, PKS dengan citranya yang bersih, berkali-kali menolak uang korupsi, uang sogokan dan lain-lain yang berkaitan dengan kemaksiatan dan merusak mental negara, maka bagi PKS ini adalah kejadian yang probabilitasnya dekat dengan P=0 (pasti tidak dilakukan -Insya Allah-), maka nilai entropi H=0. Sekali lagi, karena entropinya rendah lagi-lagi tidak akan diliput media, sudah biasa. Bagaimana agar media meliput PKS dan masyarakat tertarik dengannya? PKS nampaknya memahami nilai entropi teori informasi ini dengan baik sehingga akhir-akhir ini beritanya banyak diliput media massa. Membuat iklan kontroversial dengan memasukkan Suharto, KH. Hasyim Asyari dan Ahmad Dahlan, sampai undangan 106 pemimpin muda Indonesia adalah hal yang tidak biasa. Ini adalah hal baru bagi perpolitikan di Indonesia. PKS mendapat kecaman karena dialah yang memulai pertama kali. Oleh karenanya nilai P ini ada di kisaran 0.5, memiliki entropi H=1 (tertinggi), sehingga banyak media yang meliput dan masyarakat 'terbangun' untuk sadar dengan semangat kepahlawanan misalnya. Entropi akan mengecil dengan sendirinya jika terus menerus dilaksanakan atau sebaliknya, terus menerus tidak pernah dilaksanakan. Karena probabilitas P yang nilainya sekitar 0.5 sedikit demi sedikit akan menjadi P~1 jika terus dilaksanakan atau sebaliknya, menjadi P~0 jika tidak pernah dilaksanakan. Akibatnya, kegiatan yang sama jika dilaksanakan lagi, tidak akan menjadi berita besar. PKS sadar dengan ini, karenanya mereka terus berpikir, berinovasi dan kreatif dalam mencerdaskan masyarakat. Pesan saya buat PKS, boleh saja Anda bermain di entropi yang tinggi agar diliput media, tetapi untuk aktivitas Anda yang meskipun memiliki entropi H=0 (tidak diliput media) seperti bersih dari korupsi, peduli pada masyarakat bawah dan umat, profesional dalam bekerja, jangan berhenti untuk dilaksanakan. zamkofa <at> gmail.com -----Original Message----- From: itb77-bounce <at> bhaktiganesha.or.id [mailto:itb77-bounce <at> bhaktiganesha.or.id] On Behalf Of Saiful Ridwan Sent: Saturday, November 22, 2008 5:53 AM To: itb77 <at> bhaktiganesha.or.id Subject: [itb77] Re: [iaitbjakarta] Re: PKS, PMB, Muhammadiyyah Ternyata PKS pun tergoda bermain politik spt halnya partai2 kebanaykan. Tadinya sempat ada harapan PKS akan menjaga etika dan mencitrakan diri sebagai partai moral dan tanggap dg aksi2 kemanusiaannya. Ha ha ... situasi PKS tsb. bisa jadi berita "baik" neh ... utk Aza dan PMB nya ... utk mengambil hati pemilih yg jadi tidak simpati dg PKS ... /s > ----- Original Message ----- > From: "djasli djamarus" <djamarus <at> yahoo.com> > To: itb77 <at> bhaktiganesha.or.id > Subject: [itb77] Re: [iaitbjakarta] Re: PKS, PMB, Muhammadiyyah > Date: Fri, 21 Nov 2008 07:08:19 -0800 (PST) > > > Nal, bagi saya sih gak terlalu penting latar terlalu belakang. Saya > cukup dengan mulai melihat AD/ART saja, lalu apa yang dilakukan partai > tersebut. Sampai dengan sebelum iklan politik, bagi saya PKS ok-oke > saja, tapi tetap karena bukan nasionalis bukan itu pilhan saya. > Setelah ada iklan politik yang ada guru bangsat itu, maka pandangan > saya terhadap PKS tentu berubah, > > Saya sempat melihat TV-One, dimana Anhar Gonggong (sejarawan yang saya > kagumi selain Asvi) membabat habis segala alasan mengapa guru bangsat > itu disertakan dalam iklan politik. Jadi jelas targetnya OKS adalah > 12% bangsat-bangsat yang masih ada. Tetapi cilakanyanya mungkin partai > tersebut akan kehilangan simpatik dari para pemuda yang mengerti > sejarah orde baru. > > Salam > DD > > > --- On Fri, 11/21/08, Achmad Zaenal Abidin <zaenal_aza <at> yahoo.co.id> wrote: > From: Achmad Zaenal Abidin <zaenal_aza <at> yahoo.co.id> > Subject: [itb77] Re: [iaitbjakarta] Re: PKS, PMB, Muhammadiyyah > To: iaitbjakarta <at> yahoogroups.com, indonesia <at> nextbetter.net, > itb77 <at> bhaktiganesha.or.id > Date: Friday, November 21, 2008, 1:58 PM > > > > Wah, ternyata belum ada yang bantah ya cerita dibawah ? > > Saya makin tanda tanya saja, kemarin Titik dengan senang hati datang > di pertemuan PKS yang mempertemukan keluarga para pahlawan termasuk > Soharto versi PKS.> > Apakah ini indikasi PKS ada sumbangan besar dari keluarga Seharto ? > > Bahkan saya dengar, ada salah satu fungsionaris PKS yang peroleh saham > freeport, sehingga PKS pecah didalam antara yang pro materi dengan > yang tidak ? (CMIIW). > > Tetapi aneh juga Gus Solahuddin datang juga ? mewakili Kyai As'ari, > sedangkan wakil dari Kyai Ahmad Dahlan tidak datang. > > > Saya dengar informasi juga, ternyata Kyai As'ari (pendiri NU) dan Kyai > Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah) ternyata satu Guru, tetapi Kyai > Ahmad Dahlan telah meniggal tahun 1928 sebelum Ikhwanul Muslimin > berdiri (afiliasi PKS). > > > Tolong siapa yang bisa kasih pencerahan ? > > > Salam, > > Zaenal > > NB Ipung No HPmu berapa ? > > > At 11:05 17/11/2008, Ipung wrote: > > > Bung Aza...... > > > saya paham dengan kegelisahan yang bung ceritakan karena saya dekat > dengan para mantan tapo napol dari yang paling kanan sampai yang > paling kiri. tapi banyak orang yang tidak paham dan mereka melihat > dari kemasanya yang memang juga harus diakui jauh lebih menarik dari > NU maupun Muhamadyah sekalipun. Militer dan Islam Radikal memang tidak > bisa dipisahakan dalam perjalanan sejarah pergolakan politik orde > baru. semua kelompok Islam radikal ini tetap bisa bertahan karena > binaan Militer dan kita tahu kesempatan untuk belajar berperang juga > difasilitasi oleh Militer itu sendiri...Pasca hancurnya gerakan kiri > di Indonesai ancaman yang paling berarti bagi orde baru adalah > kelompok-kelompok islam radikal yang pada massa penghancuran gerakan > kirir juga difasilitasi oleh tentara untuk menghancurkan rival > poltiknya itu. setelah itu ya kelompok ini memang harus dilemahkan atau masuk dalam kendali dan kontrol kekuasaan. > yang tidak masuk dalam kendali kontrol intelenjen akan dihabisi > seperti yang terjadi pada peritiwa tanjung priok, lampung. N11 > sempalan yang tidak terkontrol karena melepaskan diri dari komite > centralnyapun kemudian dihancurkan dengan cara penangkapan beberapa > orang tokohnya. > > > > bung Aza yang baik, sebaiknya bung baca buku-buku kiri yang ditulis > tan malaka dan coba bung cari AD/ART PKI, kerja membangun partai tidak > selalu berorientasi pada perolehan suara yang terpenting adalah > pengabdian dan pengorbanan untuk melayani....maka konstituen akan > datang dengan sendirinya....itu yang kemudian digunakan oleh PKS untuk > membangun partainya. Pola pengorganisiran yang dilakukan PKS sama > sekali tidak berbeda dengan yang dilakukan oleh PKI bahkan AD/ART PKS > banyak mengadopsi AD/ART PKI....Bedanya PKI fokus pada sektor buruh > dan tani sedangkan PKS fokus pada massa Islam.....cobang bung > bayangkan media agitasi internal yang dikeluarkan oleh PKS itu > terdokumentasi dengan baik dan jumlah serta sebaran media ini bisa > digunakan untuk membuat model perolehan suara bagi PKS, sel-sel > penyebaran termonitor dengan rapi dan ini tipikal dari pola kelompok > kiri membangun infrastruktur partainya....Coba bung perhatikan > kader-kader potensial partai mereka lebih banyak berada dalam struktur > grassroot ketimbang struktur atas partai, ini memperlihatkan pola > orientasi kerja poltik mereka tidak sekedar pada perolehan suara > semata tetapi memang mengabdi untuk grassroot terlepas dari motif para > ideolognya.....seperti apa misi dan motif pendirian PKS baru akan > jelas setelah mereka menguasai parlemen...(Seperti PKI menang pemilu 59).... > > > saya mantan PRD, dan saya menyaksikan idealisme dan ideologi > kerakyatan partai luluh lebur ketika partai memutuskan untuk ikut > terlibat dalam Pemilu. Mobilisasi kader potensial untuk memperolah > konstituen mengacaukan kerja poltik pengorganisiaran dalam membangun > infrastruktur perlawanan di level grassroot, mereka berbondong masuk > dalam struktur legal partai dan namanya dicantumkan menjadi caleg dan > meninggalkan kerja ideologis mereka memberikan pendidikan poltik massa > dan membangun infrastruktur 'perlawanan' di level grassroot. (Saya > memutuskan keluar dari partai ketika partai memutuskan untuk ikut > Pemilu).........Kerja Politik dan Kerja Politisi itu dua hal yang > terdengan mirip tetapi berbeda sangat jauh dalam arti... > > memberikan pendidikan politik, pemberdayaan masyarakat, > pengorganisiran rakyat itu adalah kerja poltik kalo kerja poltisi > menggunakan kerja poltik untuk meraih kursi di parlemen...he he he > ......makanya para politisi butuh mesin poltik, he he he > > > > okey bung Aza jika ada waktu kita bisa lanjutkan diskusi tidak melalu > milist ini karena kita juga harus tolerant dengan pengguna milist ini > yang terganggu dengan diskusi kita di milist ini..... > > > Salam > > Ipung > > > NB: buat IA-ITB Jakarta, Kapan acara silaturahmi dengan calegnya > ditindak lanjuti....he he he he berilah kesempatan para caleg ini > untuk mengkampanyekan partai yang mengusung mereka dan tentunya > program mereka di partainya nanti dong.... > > > --- On Sun, 11/16/08, Achmad Zaenal Abidin <zaenal_aza <at> yahoo.co.id> > wrote: > > > > From: Achmad Zaenal Abidin <zaenal_aza <at> yahoo.co.id> > > > Subject: Re: [iaitbjakarta] Re: PKS, PMB, Muhammadiyyah > > > To: iaitbjakarta <at> yahoogroups.com > > > Date: Sunday, November 16, 2008, 10:21 AM > > > > At 14:37 15/11/2008, M. Irwan Hrp wrote: > > > > Mas Ipung, > > > > Perlu mas ketahui bahwasanya cukup banyak anggota Muhammadiyah dan NU > yang masuk ke PKS dan bukannya PAN atau PKB. > > > Apakah telah diberi tahu atau tahu dengan sendirinya sejarah PKS ? > sehingga dari NU dan Muhammadiyah masuk PKS ? atau tertarik karena > "dakwah"nya baik ? padahal kenyataannya partai politik ? > > > > > Hal ini bisa dipahami mengingat system di PKS sangat baik dalam hal > pengkaderan, dan PKS memang sangat dekat ke masyarakat (bukan hanya > disaat kampanye). > > > Bagaimana dengan cerita dibawah ini ? > > > > > http://www.opensubs criber.com/ message/mediacar e <at> yahoogroups. > com/2936722. html > > > Rumus utama binaan intel > > > > Bila dia ditangkap lalu dibebaskan maka kemungkinan besar dia sudah > > > > jadi anjing suruhan , bila dia istiqamah pasti dikubur.Dan bila dia > > > > dibebaskannya tahun 1970-1988 maka 100 % dipastikan dia binaan > > > intel karena era 1970-1988 adalah era Ali Moertopo dan L.B Moerdani > > > > dua Jendral yang paling anti islam, mereka tidak akan membebaskan > > > > anggota ekstrim kanan kalau tidak berguna untuk menghancurkan > > > gerakan islam.Dan dua jendral inilah yang membuat metode penghancuran > > > > gerakan islam dengan menggunakan islam radikal. > > > > > > ---------- Forwarded message ---------- > > > From: jamalisan > < > jamalisan <at> yaho. ..> > > > Date: Tue, 13 Dec 2005 16:01:08 -0000 > > > > Bagi yang pernah aktif di Pengkaderan Inti IM, memang tercium sekali > > > > rencana dan pola gerakannya yang penuh rahasia dan membuat jaringan > > > > tanpa nama terkesan didesain dan dirancang oleh suatu gerakan > > > intelejen dan kayaknya sangat tidak mungkin dirancang oleh > > > perorangan.. ...... > > > > Mengenal Sejarah PKS > > > > Soeripto > > > ------------ --------- --- > > > Adalah kader Milsuk (Militer Sukarelawan) dan intelijen binaan > > > Pangkowilhan (Wijoyo Suyono, Soerono atau Wahono), tetapi secara > > > > kronologi mengaku ditarik Kharis Suhud (Kodam Siliwangi) pada tahun > > > > 1967 - 1970 dan secara struktur komando berada dibawah Yoga Sugama > > > > yang saat itu dikomandani Sutopo Yuwono. Sebagai kader intel > > > Soeripto berada satu level dengan Agum Gumelar (Satu-satunya > > > jenderal TNI yang pernah menyatakan diri akan bergabung dgn Partai > > > > Keadilan, namun sehari kemudian pernyataan tsb diralatnya sendiri > > > > bahwa yg dimaksudnya partai Keadilan adalah Pertai Keadilan dan > > > Persatuan / PKP dibawah pimpinan Edy Sudrajat). Soeripto dalam > > > berbagai media menceritakan riwayat hidupnya dalam dunia intelejen > > > > dengan gamblang, sekalipun sudah mengaku menjadi mantan sejak tahun > > > > 1970 akan tetapi beberapa sumber menerangkan bahwa Soeripto tetap > > > > mangkal di kantor BAKIN yang lama karena mengikut dan tetap bersama > > > > Roedjito. Menurut beberapa teman dekatnya Soeripto juga tak segan- > > > > segan nekad mengklaim mewakili KADIN ketika berkunjung ke China agar > > > > dapat sambutan dan fasilitas istimewa dari pemerintah China. > > > > > Harokaha Ikhwanul Muslimin atau Harakah Tarbiyah > > > ------------ --------- --------- --------- --------- --------- > --------- --- > > > ------------ - > > > Dalam perkembangan pergerakan Islam di Indonesia, pada tahun 1984 > > > > muncul kubu Helmi Aminuddin bin Danu Muhammad Hasan. Helmi Aminuddin > > > > pernah menjadi Menlu NII komando Adah Djaelani. Pernah ditangkap > > > > oleh Kopkamtib pada tahun 1980 dan sempat ditahan pihak militer > > > selama kurang lebih 3 tahun namun kemudian dilepaskan dari Rumah > > > > Tahanan Militer Cimanggis tanpa melalui persidangan pada tahun 1984. > > > > > Selanjutnya Helmi Aminuddin menyatakan keluar dari struktur maupun > > > > ajaran NII komando Adah Djaelani, kemudian ditampung dan dipelihara > > > > oleh mantan tokoh Bakin (Soeripto). Soeripto menjadi sponsor > > > sekaligus promotor dan bertindak sebagai pemberi tugas kepada Helmi > > > > Aminuddin antara lain untuk mengadopsi ajaran dan manhaj serta > > > berhubungan langsung secara organisasional dengan gerakan Ikhwanul > > > > Muslimin faksi Qiyadah Syaikh Sa'id Hawwa di Timur Tengah sekitar > > > > tahun 1985. Maka pergilah Helmi Aminuddin ke Timur Tengah untuk > > > mengadopsi gerakan Ikhwan tsb sekalipun alasan kepergiannya kesana > > > > Helmi mengatakan untuk menyelesaikan studinya yang belum rampung. > > > > > Sepulangnya dari Timur Tengah Helmi Aminuddin mulai > > > mengibarkanbendera gerakan IM-Ikhwanul Muslimin di Indonesia seraya > > > > melakukan klaim sebagai representasi gerakan Islam kaffah, universal > > > > dan menafikan seluruh gerakan Islam lain yg bersifat lokal di > > > Indonesia. Pada tahun 1991 Helmi Aminuddin diangkat sebagai Mursyid > > > > atau elite komando organisasi gerakan Ikhwanul Muslimin untuk > > > kawasan Asia Tenggara. Eksistensi gerakan ini cepat berkembang > > > secara signifikan khususnya di kawasan Ibu kota DKI Jakarta. Tetapi > > > > awal awal tahun 1998 nama Helmi Aminuddin tiba-tiba raib dari > > > blantika gerakan Tarbiyah Ikhwanul Muslimin yang bermarkas di > > > Yayasan Al-Hikmah di kawasan Jl.Bangka Jakarta Selatan, juga di > > > Yayasan Iqra' di kawasan Pondok Gede Jakarta Timur sebagai basis > > > > sentral pemukiman elite mereka, serta Yayasan Nurul Fikri di kawasan > > > > Depok. Bahkan Helmi sempat diisukan dipecat atau dima'zulkan > > > kehabitat lamanya (NII), ada juga isu yang menyebut Helmi telah > > > bergabung ke kelompok Syi'ah. > > > > Akan tetapi pada kenyataanya Helmi Aminuddin bin Danu Muhammad Hasan > > > > sebenarnya tetap menjadi orang nomor satu dan terpenting dalam > > > kelompok gerakan Tarbiyah Ikhwanul Muslimin ini, hanya mungkin di > > > > masa kini keberadaan namanya dirasa perlu untuk sementara waktu > > > secara resmi ditarik dari peredaran gerakan Ikwan, bahkan nama Helmi > > > > Aminuddin tidak diakui keberadaanya oleh para elite dan komunitas > > > > PKS (Partai Keadilan Sejahtera) yang ada sekarang. Mungkin inilah > > > > cara mereka menyembunyikan struktur (Siriyyatu Tandzhim) pergerakan > > > > Ikhwanul Muslimin di Indonesia. > > > > > Kini Helmi Aminuddin mengkonsentrasikan diri secara khusus mengelola > > > > pesantren dan Islamic village di kawasan Cinangka Banten atas > > > kucuran dana diantaranya sebagaian dari Bimantara, dari Timur Tengah > > > > serta dari Soeripto sebagai akses dana Orde Baru Cendana. Helmi > > > Aminuddin memanage / mengendalikan gerakan Ikhwanul Muslimin > > > Indonesia dari balik layar. Pada tahun 1998 berkat dibidani tangan > > > > dingin Soeripto mantan Bakin tsb gerakan Tarbiyyah Ikhwanul Muslimin > > > > Indonesia berhasil ikut partisipasi merayakan pesta demokrasi dengan > > > > menjadi salah satu kontestan. Saat itu gerakan Tarbiyah Ikhwanul > > > > Muslimin Indonesia merubah manhajnya dan berubah bentuk menjadi > > > Partai Keadilan (PK) dan kemudian bermetamorfosis lagi menjadi PKS > > > > (Partai Keadlian Sejahtera). Meskipun terbentuknya PKS ini menuai > > > > pro dan kontra ditubuh gerakan Ikhwan, tetapi melalui Musyawarah > > > > Syuro mereka perubahan menjadi partai PK saat itu mendapat mayoritas > > > > suara, sehingga secara resmi gerakan Ikwan telah berubah menjadi > > > > partai (Partai Keadilan). > > > > Di tahun 1987 - 1988 aparat intelejen memang sedang getol menggarap > > > > dengan serius dengan memberi peluang bagi lahirnya dua kubu kekuatan > > > > dakwah yang mengatasnamakan Islam namun secara subtansi saling > > > bertentangan, yang pertama adalah kekuatan dakwah Islam Ikhwanul > > > > Muslimin Mesir di bawah sponsor dan control tokoh Bakin Soeripto. > > > > Sedang yang kedua adalah kekuatan dakwah beraliran NII KW IX Abu > > > > Toto yang sesat dan bermisi merusak Islam umumnya dan khususnya > > > melemahkan NII yang sebenarnya, yaitu yg menjadi musuh nomor wahid > > > > NKRI. > > > > PKS sebagai metamorfosis dari gerakan Ikhwanul Muslimin Indonesia > > > > secara resmi berdasarkan konstitusi Pancasila dan UUD '45 walaupun > > > > asas partainya Islam. > > > > Dalam hal ini Soeripto tetap tidak bersedia menjawab soal hubungan > > > > dan kedekatannya dengan Danu Muhammad Hasan di awal Orde Baru maupun > > > > dengan sang putra Danu, yaitu Helmi Aminuddin yang disebutnya > > > sebagai ustadz muda (mursyid Ikhwanul Muslimin Asia Tenggara) yang > > > > dimulai tahun 1984 selama beberapa tahun di rumah Mas Ton ( Hartono > > > > Mardjono) hingga akhirnya berubahn menjadi Partai Keadilan di tahun > > > > 1999 dan pada tahun 2003 menjadi Partai Keadilan Sejahtera. Soeripta > > > > sebagai kader BAKIN oleh komunitas Ikhwanul Muslimin Indonesia > > > sangat diyakini telah bersih / tobat dan berasil dibina dan > > > dimanfaatkan oleh elite Ikhwan. Padahal siapa yang dimanfaatkan dan > > > > siapa yang memanfaatkan menjadi tidak jelas. Harap diingat bahwa > > > > dunia intelejen tidak mengenal apa yang diistilahkan dengan pension, > > > > demikian halnya Soeripto, masih belum terbukti pemihakannya terhadap > > > > Islam sebagai sebuah kontra RI. > > > > Berita diatas pernah diklarifikasi oleh para tokoh dan pengurus PKS > > > > secara apologi diplomatis yg dialamatkan ke Majalah Dewan Rakyat > > > > melalui Majalah SAKSI. Padahal akurasi data dan informasi tentang > > > > berita diatas sebenarnya bias dikonfirmasikan kepada sekitar 15 > > > tokoh yg salah satu diantaranya sudah almarhum, yaitu Bung Hartono > > > > Mardjono. > > > > Tulisan diatas bukan sebagai fitnah, tetapi sebagai bahan renungan > > > > dan penyelidikan bagi setiap muslim dan muslimah yg dengan ikhlas > > > > berjuang dalam Islam akan tetapi masih buta hebatnya serta rumitnya > > > > dunia intelejen musuh. Saya yakin para ikhwan di PKS banyak yg > > > ikhlash berjuang, tapi keikhlasan tsb sangat disayangkan kalau > > > dimanfaatkan atau dibiaskan musuh. Beberapa ikhwan di PKS pernah > > > > bilang kalau sampai tingkat DPC keberadaan ikhwan diragukan, dalam > > > > arti sudah banyak intel disana. Namun yang harus diwaspadai bahwa > > > > intel itu justeru menyusup lewat atas, langsung menempel kalangan > > > > elite atau atasan sehingga bias mempengaruhi kebijakan-kebijakan / > > > > langkah-langkah perjuangan. Sebagai contoh dikalangan ikhwan PKS > > > > sudah sangat kental dikenal dan difahami kalau dalam dunia politik > > > > sekarang adalah kondisi yg pada jaman Rosulullah tidak dialami, > > > sehingga dengan bermetamorfosisnya Tarbiyah IM menjadi Parpol adalah > > > > suatu ijtihad yg tidak melanggar syar'I dan meminimalisir > > > pertumpahan darah. Tapi bisa jadi itulah salah satu pengaruh > > > kebijakan intel untuk menumpulkan ghiroh dan membelokkan cita-cita > > > > perjuangan Islam secara perlahan. Tapi jangan salah menilai bahwa > > > > perjuangan Islam itu harus radikal dan membabi buta, itu salah !!! > > > > akan tetapi belajarlah dan pelajarilah sejarah . > > > > Wallohi a'lam bi shawab > > > Yang benarnya dari Allah dan kesalahan semata-mata datang dari > > > kelemahan saya > > > > Wassalaamu'alaikum wr.wb. > > > > Some one > > > > > > Milis Wanita Muslimah > > > Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun > masyarakat. > > > Situs Web: > http://www.wanita- muslimah. > com > > > ARSIP DISKUSI : > > http://groups. yahoo.com/ group/wanita- muslimah/ messages > > > Kirim Posting mailto:wanita- > muslimah@ yaho... > > > Berhenti > mailto:wanita- > muslimah- unsubscribe@ yaho... > > > Milis Keluarga Sejahtera > mailto:keluarga- sejahtera@ > yaho... > > > Milis Anak Muda Islam > mailto:majelismuda@ yaho... > > > > > This mailing list has a special spell casted to reject any attachment > .... > > > > > > > > > > [mediacare] Fwd: Sedikit tentang Pimpinan Puncak IM Indonesia/PKS > He-Man (10k) > > > > > [mediacare] Andai PKS menang - Re: Sedikit tentang Pimpinan Puncak > IM Indonesia/PKS nayla rachman (1k) > > > > > [mediacare] PKS mabuk - Re: Andai PKS menang irwank (2k) > > > > > Re: [mediacare] Andai PKS menang - Re: Sedikit tentang Pimpinan > Puncak IM Indonesia/PKS Satrio Arismunandar (2k) > > > > > [mediacare] FIS - Re: Andai PKS menang Sato Sakaki (2k) > > > > > Re: [mediacare] FIS - Re: > Andai PKS menang Johan Pahlawan (3k) > > > > > [mediacare] Ali > Belhadj - Re: FIS - PKS Sato Sakaki ( > > > > Apakah cerita diatas, merupakan menjadikan maklumnya mengapa Bapak > Soeharto diangkat sebagai Pahlawan oleh PKS ? > > > > Sedangkan PAN, pemimpinnya saja pernah kena skandal dengan istrinya > Gusti Randa dan penggunaan Suster Apung dalam kampanye, > > > ini tahun berapa terjadinya? tahun 2007-2008 kan ? sedangkan PKS telah > lahir lama sejak awal reformasi tahun 1998 dengan nama PK (Partai > Keadilan) ? > > > > dan PKB, seperti yang kita ketahui sedang dalam posisi perebutan > kekuasaan antara Gus Dur yang didukung JIL dan Muhaimin yang didukung > kyai-kyai NU. > > > ini terjadinya barusan kan ? tahuan 2008 ? > > > > > > Jadi, wajar jika ada anggota Muhammadiyah dan NU yang masuk PKS, > karena di PKS lebih tenang :) > > > Asal diceritakan sejarahnya dengan baik lahirnya PKS dan hubungannya > dengan Ikhwanul Muslimin Mesir dengan ideologinya secara jujur dan > tidak disinformatif tidak menjadi masalah. > > > > Iklan PKS yang menampilkan tokoh NU & Muhammadiyah sih biasa aja tuh. > Gak memposisikan mereka adalah anggota PKS > :) > > > Koq logikanya dibalik? Siapa yang mengatakan tokoh NU dan Muhammadiyah > sebagai anggota PKS ? Jika biasa saja, mengapa NU dan Muhammadiyah > protes ? > > > > > http://syafrudinbud iman.blogspot. com/2008/ 11/pks-
lecehkan- > muhammadiyah. html > > > > 10/11/2008 18:09 > > > PKS Lecehkan Muhammadiyah > > > > Windi Widia Ningsih > > > INILAH.COM, Jakarta - Tayangan iklan politik PKS yang menampilkan KH > Ahmad Dahlan di antara delapan tokoh nasional lainnya dinilai sebagi > pelecehan terhadap Muhammadiyah. Ketua Umum PP Muhammadiyah pun > bereaksi keras. > > > > "Ini terus terang meremehkan, melecehkan. Saya minta kepada PKS, nggak > usahlah, kita tidak perlu tempuh cara-cara seperti itu," ujar Ketua > Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin di Kantor PP Muhammadiyah, Menteng, > Jakarta, Senin (10/11). > > > > Apalagi iklan politik yang mengaitkan tokoh-tokoh besar tersebut, > termasuk KH Ahmad Dahlan, menurut Din, hanya untuk kepentingan sesaat > dan jangka pendek. Itu sebabnya Muhammadiyah menjadi tidak bangga > dengan hal tersebut. > > > > "Nggak usahlah kalau dipakai untuk kepentingan politik jangka pendek. > Kalau betul-betul kawan PKS menghargai pendapat ini, ya sebaiknya > iklan itu ditarik," cetus Din. > > > > Dijelaskan dia, protes dilancarkan karena sangat banyak keberatan dari > warga Muhammadiyah seluruh Indonesia. Sebab tokoh sentral Muhammadiyah > dikait-kaitkan dengan politik. Apalagi tidak ada pemberitahuan dan > tidak minta izin kepada Muhammadiyah. > > > > "Ini bisa disebut menyalahi etika. Tidak etislah seperti itu. > Memang kita bangga KH Ahmad Dahlan dianggap oleh semua sebagai > pahlawan nasional. Keberatannya ya karena iklan itu iklan politik > untuk menghadapi pemilu. Sebenarnya sudah kita protes. Sikap resminya, > ini sudah resmi lewat media massa. Dengan begini warga Muhammadiyah > akan antipati dengan PKS," pungkas Din. > > > > 8 Tokoh nasional yang ditampilkan PKS dalam iklan kampanyenya adalah > Soekarno, M Hatta, Soeharto, Bung Tomo, KH Ahmad Dahlan, KH Hasyim > Asyari, Mohamad Natsir, dan Jenderal Sudirman. [sss] > > > > Btw busway, suka-suka orang lah mau masuk partai mana. > Gitu aja kok di buat repot :D > > > Sekali lagi, yang dipermasalahkan itu adalah kejujuran dan etika, > mestinya PKS juda mempunyai akhlaqul karimah kan yaitu akhlaq yang mulya? > tidak menempuh segala cara termasuk yang etikanya kurang baik ? > > > > > Bangsa ini harus diperbaiki moral dan akhlaqnya, jangan sampai ada > contoh contoh dari partai yang kurang beretika, karena akan memberikan > contoh kepada ummatnya untuk mengambil taktik segala cara untuk > memenangkan pemilu.> > > > Salam, > > > Zaenal > > -- Be Yourself @ mail.com! Choose From 200+ Email Addresses Get a Free Account at www.mail.com -- Info pengelolaan milis anda : <http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/list-info-itb77.txt> Penting! Jangan letakkan milis di kolom CC dan Subject harus diisi. -- Info pengelolaan milis anda : <http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/list-info-itb77.txt> Penting! Jangan letakkan milis di kolom CC dan Subject harus diisi. "wzZ%iXjwZinmZؠjw+hb"Oz{bZZF)bؤZ&'Z+-آ
PKS Taliban? http://www.pk-sejahtera.org/v2/index.php?op=isi&id=6343 Tulisan I Made Artjana soal nasionalisme Partai Keadilan Sejahtera (PKS) cukup menarik untuk ditanggapi. Dibandingkan dengan partai-partai Islam lain, PKS memang paling mendapat sorotan. Banyak kalangan memang mencurigai partai yang berasal dari anak muda kampus ini mengusung agenda tersembunyi. Yang paling banyak dicurigai partai ini merupakan partai trans nasionalis dan mengusung semangat Pan Islamisme. Karena itu para politisi lain secara diam-diam menjuluki mereka sebagai Taliban, merujuk pada kelompok pelajar di Afghanistan yang mengambilalih kekuasaan dan memberlakukan aturan-aturan Islam tradisional secara tegas. Apakah kecurigaan mereka berdasar atau sekedar kecemburuan? Sebab partai ini secara fantastis mampu mengubah dirinya dari partai yang tidak lolos ET pada Pemilu 1999, menjadi salah satu pemenang Pemilu 2004? Dibandingkan dengan partai-partai lain yang mengaku berazas Islam (PPP, PBR) atau partai yang berbau Islam (PAN dan PKB), langkah-langkah PKS memang sangat mencuri perhatian. Partai ini membawa berbagai perubahan dalam tradisi dan praktik politik di Indonesia. Pada kampanye Pemilu 2004, massa PKS merebut simpati karena selalu tampil tertib dan santun. Mereka juga mempunyai 'pasukan semut' yang bertugas membersihkan sampah dari lokasi bekas kampanye. Beda dengan sejumlah massa partai yang acap tampil beringas dan menakutkan ketika menggelar kampanye. Kekaguman orang kian berlanjut, ketika sejumlah anggota dewan dari sejumlah partai banyak terlibat dalam skandal korupsi dan skandal seks, para anggota PKS malah ramai-ramai mengembalikan uang suap. Di sejumlah daerah praktik serupa juga terjadi. Belum lama ini, di Kutai Kertanegara, Kaltim yang memiliki 43 orang anggota DPRD, 40 orang di antaranya diseret ke pengadilan karena korupsi. Hanya 3 orang yang tidak terlibat. Mereka adalah anggota Fraksi PKS. Berbagai praktik politik 'yang baik dan benar' ini barangkali bisa menjelaskan mengapa kemudian sejumlah Pilkada dimenangkan oleh calon yang diusung PKS. Yang paling fenomenal adalah kemenangan pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf pada Pilkada Jabar. Sebelumnya jago PKS juga sempat mengguncang DKI. Dikeroyok oleh 20 partai, pasangan Adang-Dani yang diusung PKS hanya kalah tipis lawan Fauzi Bowo-Prijanto. Trend kemenangan itu juga berlanjut di sejumlah daerah. Barangkali dalam hal Pilkada, PKS hanya kalah dibanding Golkar dan PDIP. Dengan performans semacam itu wajar kalau keberadaan PKS menjadi diwaspadai oleh partai lainnya. Kembali ke soal nasionalis atau tidak? Saya setuju dengan parameter yang digunakan oleh I Made Artjana terutama pada parameter ketiga yakni performans partai. Namun saya tidak hanya membatasi pada wilyah dimana PKS menang Pilkada, namun performans secara keseluruhan. Ketika PKS menang pada Pemilu DKI, banyak yang khawatir akan lahir sejumlah Perda Syariah. Tempat hiburan malam ditutup, para pelacur diburu, dan minuman keras dilarang. Ternyata sampai saat ini tak ada Perda semacam itu. Yang membuat Perda Syariah justru Walikota Tangerang Wahyudin Halim yang notabene calon yang diusung Golkar. Begitu juga dengan Jawa Barat. Sejauh ini tak terdengar ada gerakan yang mengarah pada Islamisasi. Yang kita bisa amati sekarang, justru terlihat ada kecenderungan PKS mulai bergerak ke kanan tengah. Ini misalnya terlihat ketika mereka menyatakan sebagai partai terbuka dalam Mukernas di Bali. Pilihan Bali sebagai tempat Mukernas pun sudah menyiratkan ada yang berubah pada partai ini. Acara-acara besar PKS juga tidak lagi didominasi dengan hiburan nasyid. Sejumlah band seperti coklat dan Nidji pernah tampil dalam perhelatan PKS. Irama rock malah lebih terasa dibandingkan nasyid. Apakah mungkin kelompok Taliban yang melarang anak-anak wanita ke sekolah, membiarkan pertunjukan semacam itu, apalagi mengundangnya? Perubahan-perubahan yang dilakukan oleh PKS itu pasti, bukan tanpa kesengajaan. Seolah ingin menepis keraguan tentang nasionalisme mereka, saat ini kita bisa melihat atribut bendera putih seolah tak terpisahkan dengan mereka. Para petinggi partai, termasuk Ketua Dewan Syuro PKS Hilmi Aminudin selalu menggunakan simbol merah putih mencolok dibajunya. Ketika memilih 100 orang pemimpin muda, ternyata PKS juga tidak hanya memilih figur yang dikenal dengan latar belakang Islam yang kental. Sejumlah tokoh muda dari partai lain, seperti PDI, PPP dan Golkar termasuk dalam deretan 100 nama tadi. Apakah semua langkah tadi merupakan sebuah strategi menghilangkan jejak? Saya kira untuk sebuah partai yang mempunyai idiologi kuat seperti PKS tidak mungkin melakukan kompromi hanya untuk kepentingan-kepentingan semacam itu. Walaupun tidak lepas dari sebuah upaya untuk meraih suara sebanyak mungkin pada Pemilu 2009, langkah-langkah tersebut patut kita hargai. Mencurigai kelompok lain atau mengklaim bahwa kita paling nasionalis dan yang lain tidak, adalah sikap yang berbahaya. -----Original Message----- From: itb77-bounce@... [mailto:itb77-bounce@...] On Behalf Of dana.pamilih@... Sent: Monday, December 01, 2008 11:29 AM To: ITB 77 Subject: [itb77] Re: [iaitbjakarta] Re: PKS, PMB, Muhammadiyyah Programnya apa? Penjabaran ideologi Pancasila kita itu spt apa sistemnya? Masihkan mereka mengemban Pancasila atau hanya lips service tapi ada agenda lebih besar dan lebih jauh? Saya koq merasa kurang comfortable dg ideologi khilafahiyat mereka. Sent from my BlackBerry(r) powered by Sinyal Kuat INDOSAT -- -- Info pengelolaan milis anda : <http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/list-info-itb77.txt> Penting! Jangan letakkan milis di kolom CC dan Subject harus diisi.
Semoga Allah memberi ketabahan kepada Keluarga Phutut Uda Eddy tolong sampaikan salam saya buat Phutut Salam DD --- On Mon, 12/1/08, Rinaldi Z Djamal <djamalr@...> wrote: > From: Rinaldi Z Djamal <djamalr@...> > Subject: [itb77] Berita Keluarga ITB77 > To: itb77@... > Date: Monday, December 1, 2008, 7:44 AM > Rekans, > > Istri dari seorang teman kita : Puthut Samyahardja ( PL ), > saat ini dirawat di RS Hasan Sadikin, paviliun Anggrek sejak > minggu lalu. > Sri Laksminiwati divonis menderita kanker stadium lanjut, > setelah 2 tahun lalu menjalani operasi pengangkatan > payudara. > > Semoga Puthut dan keluarga diberi ketabahan dan tawakkal > menerima cobaan ini. > > RZD. -- -- Info pengelolaan milis anda : <http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/list-info-itb77.txt> Penting! Jangan letakkan milis di kolom CC dan Subject harus diisi.
0812 206 8043 : no hp puthutRekans,Istri dari seorang teman kita : Puthut Samyahardja ( PL ), saat ini dirawat di RS Hasan Sadikin, paviliun Anggrek sejak minggu lalu.Sri Laksminiwati divonis menderita kanker stadium lanjut, setelah 2 tahun lalu menjalani operasi pengangkatan payudara.Semoga Puthut dan keluarga diberi ketabahan dan tawakkal menerima cobaan ini.RZD.
-- -- Info pengelolaan milis anda : Penting! Jangan letakkan milis di kolom CC dan Subject harus diisi.
WHY TO MOVE
Mengapa karyawan meningggalkan
perusahaan (atau paling tidak sering ngedumel)? Berikut ini petikan dari bukunya
Haris Priyatna yang berjudul Azim
Premji, "Bill Gates" dari India (terbitan Mizania
2007).
Azim Premji adalah milyuner
muslim dari India yang telah menyulap Wipro, dari sebuah perusahaan minyak
goreng menjadi konglomerasi perusahaan dengan salah satunya adalah Wipro
Technologies yang merupakan ikon kebangkitan industri teknologi informasi di
India . Dia urutan ke-21 orang terkaya di dunia versi Forbes 2007. Azim dikenal
sebagai milyuner yang bergaya hidup sederhana.
Berikut ini
pandangan Premji tentang mengapa karyawan betah dan tidak betah dengan
perusahaan. Wipro sendiri memiliki tinkat turn-over (kepindahan) karyawan yang
sangat rendah, padahal gajinya tidak lebih tinggi dibandingkan perusahaan
sejenis seperti Infosys dan TCS.
Mengapa KARYAWAN
meninggalkan perusahaan?
Banyak perusahaan yang mengalami
persoalan tingginya tingkat pergantian karyawan. Betapa orang mudah keluar-masuk
perusahaan itu. Orang meninggalkan perusahaan untuk gaji yang lebih besar,
karier yang lebih menjanjikan, lingkungan kerja yang lebih nyaman, atau sekedar
alasan pribadi. Tulisan ini mencoba menjelaskan persoalan
ini.
Belum lama ini, Sanjay, seorang
teman lama yang merupakan desainer software senior, mendapatkan tawaran dari
sebuah perusahaan internasional prestisius untuk bekerja di cabang operasinya di
India sebagai pengembang software. Dia tergetar oleh tawaran itu. Sanjay telah
mendengar banyak tentang CEO perusahaan ini, pria karismatik yang sering dikutip
di berita-berita bisnis karena sikap visionernya. Gajinya hebat. Perusahaan itu
memiliki kebijakan SDM ramah karyawan yang bagus, kantor yang masih baru, dan
teknologi mutakhir, bahkan sebuah kantin yang menyediakan makanan
lezat.
Sanjay segera menerima tawaran
itu. Dua kali dia dikirim ke luar negeri untuk pelatihan. "Saya sekarang
menguasai pengetahuan yang paling baru", katanya tak lama setelah bergabung. Ini
betul-betul pekerjaan yang hebat dengan teknologi mutakhir. Ternyata, kurang
dari delapan bulan setelah dia bergabung, Sanjay keluar dari pekerjaan itu. Dia
tidak punya tawaran lain di tangannya, tetapi dia mengatakan tidak bisa bekerja
di sana lagi. Beberapa orang lain di departemennya pun berhenti baru-baru
ini.
Sang CEO pusing terhadap
tingginya tingkat pergantian karyawan. Dia pusing akan uang yang dia habiskan
dalam melatih mereka. Dia bingung karena tidak tahu apa yang terjadi. Mengapa
karyawan berbakat ini pergi walaupun gajinya besar ? Sanjay berhenti untuk satu
alasan yang sama yang mendorong banyak orang berbakat pergi. Jawabannya terletak
pada salah satu penelitian terbesar yang dilakukan oleh Gallup Organization. Penelitian ini
menyurvei lebih dari satu juta karyawan dan delapan puluh ribu manajer, lalu
dipublikasikan dalam sebuah buku berjudul First B reak All the
Rules.
Penemuannya adalah sebagai
berikut:
Jika
orang-orang yang bagus meninggalkan perusahaan, lihatlah atasan
langsung/tertinggi di departemen mereka. Lebih dari
alasan apapun, dia adalah
alasan orang bertahan dan berkembang dalam
organisasi.
Dan dia adalah
alasan mengapa mereka berhenti, membawa pengetahuan, pengalaman, dan relasi
bersama mereka. Biasanya langsung ke pesaing. Orang
meninggalkan manajer/direktur anda, bukan perusahaan, tulis Marcus Buckingham dan Curt Hoffman penulis buku First Break All the
Rules.
Begitu banyak uang yang telah
dibuang untuk menjawab tantangan mempertahankan orang yang bagus - dalam bentuk
gaji yang lebih besar, fasilitas dan pelatihan yang lebih baik. Namun, pada
akhirnya, penyebab kebanyakan orang keluar adalah manajer. Kalau Anda punya
masalah pergantian karyawan yang tinggi, lihatlah para manajer/direktur Anda
terlebih dahulu. Apakah mereka membuat orang-orang pergi? Dari satu sisi, kebutuhan utama
seorang karyawan tidak terlalu terkait dengan uang, dan lebih terkait dengan
bagaimana dia diperlakukan dan dihargai. Kebanyakan hal ini bergantung langsung
dengan manajer di atasnya.
Uniknya, bos yang buruk tampaknya selalu dialami oleh
orang-orang yang
bagus.
Sebuah survei majalah Fortune beberapa tahun lalu menemukan bahwa hampir
75 persen karyawan telah menderita
di tangan para atasan yang sulit.
Dari semua penyebab stres di
tempat kerja, bos yang buruk kemungkinan yang paling parah. Hal ini langsung
berdampak pada kesehatan emosional dan produktivitas karyawan.
Pakar SDM
menyatakan bahwa dari semua bentuk tekanan, karyawan menganggap
penghinaan di depan umum adalah hal yang paling tidak bisa
diterima. Pada kesempatan pertama, seorang karyawan mungkin tidak pergi, tetapi
pikiran untuk melakukannya telah tertanam. Pada saat yang kedua, pikiran itu
diperkuat. Saat yang ketiga kalinya, dia mulai mencari pekerjaan yang lain.
Ketika orang tidak bisa membalas kemarahan secara terbuka, mereka melakukannya
dengan serangan pasif, seperti: dengan membandel dan memperlambat kerja, dengan
melakukan apa yang diperintahkan saja dan tidak memberi lebih, juga dengan tidak
menyampaikan informasi
yang krusial kepada sang bos.
Seorang pakar manajemen
mengatakan, jika Anda bekerja untuk atasan yang tidak menyenangkan, Anda
biasanya ingin membuat dia mendapat masalah. Anda tidak mencurahkan hati dan
jiwa di pekerjaan itu. Para manajer bisa membuat karyawan stres dengan cara yang
berbeda-beda: dengan terlalu men gontrol,
terlalu curiga, terlalu mencampuri, sok tahu, juga terlalu mengecam.
Mereka lupa bahwa para pekerja
bukanlah aset tetap, mereka adalah agen
bebas. Jika hal ini berlangsung terlalu
lama, seorang karyawan akan berhenti - biasanya karena masalah yang tampak
remeh. Bukan pukulan ke-100 yang merobohkan seorang yang baik, melainkan 99
pukulan sebelumnya. Dan meskipun benar bahwa orang meninggalkan pekerjaan karena
berbagai alasan, untuk kesempatan yang lebih baik atau alasan khusus, mereka
yang keluar itu sebetulnya bisa saja bertahan, kalau bukan karena satu orang
yang mengatakan kepada mereka, seperti yang dilakukan bos Sanjay: Kamu tidak penting. Saya bisa m encari puluhan
orang seperti kamu.
Meskipun tampaknya mudah mencari
karyawan, pertimbangkanlah untuk sesaat biaya kehilangan seorang karyawan yang
berbakat. Ada biaya untuk mencari penggantinya. Biaya melatih penggantinya.
Biaya karena tidak memiliki seseorang untuk melakukan pekerjaan itu sementara
waktu. Kehilangan klien dan relasi yang telah dibina oleh orang tersebut.
Kehilangan moril sejawat kerjanya. Kehilangan rahasia perusahaan yang mungkin
sekarang dibocorkan oleh orang tersebut kepada perusahaan lain. Plus, tentu
saja, kehilangan reputasi perusahaan. Setiap orang yang meninggalkan sebuah
korporasi akan menjadi dutanya, entah tentang kebaikan atau
keburukan.
Demikian pesan Azim Premji.
Bagaimana pendapat Anda (sebagai
bawahan maupun atasan) ?
Best Regards,
Tidak ada asap tanpa ada api. Saya belum kenal dg PKS tetapi saya dengar kader mereka berkualifikasi pendidikan tinggi. Ini sangat menjanjikan. Tetapi juga fanatisme agama dari yg berpendidikan tinggi juga terkenal paling keras. Saya bukan curiga, hanya curious, ingin tahu apa ideologi partai2 yg populer. Semua bilang berideologi Pancasila dan berdasarkan UUD 45. Itu yg tersurat, tapi apa yg tersirat? Islam sebagai ilham utk akhlak tentu kita sambut baik, tetapi gerakan Pan Islamisme sebagai gerakan politik kita pertanyakan validitas idelogisnya. Ideologi PKS belum jelas bagi saya. Sampai saat ini terasa Wahabiist secara puritanical. Apakah ada pencerahan ttg ideologi partai yg fenomenal ini? Bukan cuma gerak gerik di kancah politik saja. Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: "Bahar, Mulyadi" <Mulyadi.Bahar <at> NOV.com> Date: Mon, 1 Dec 2008 14:44:06 To: <itb77 <at> bhaktiganesha.or.id> Subject: [itb77] Re: [iaitbjakarta] Re: PKS, PMB, Muhammadiyyah PKS Taliban? http://www.pk-sejahtera.org/v2/index.php?op=isi&id=6343 Tulisan I Made Artjana soal nasionalisme Partai Keadilan Sejahtera (PKS) cukup menarik untuk ditanggapi. Dibandingkan dengan partai-partai Islam lain, PKS memang paling mendapat sorotan. Banyak kalangan memang mencurigai partai yang berasal dari anak muda kampus ini mengusung agenda tersembunyi. Yang paling banyak dicurigai partai ini merupakan partai trans nasionalis dan mengusung semangat Pan Islamisme. Karena itu para politisi lain secara diam-diam menjuluki mereka sebagai Taliban, merujuk pada kelompok pelajar di Afghanistan yang mengambilalih kekuasaan dan memberlakukan aturan-aturan Islam tradisional secara tegas. Apakah kecurigaan mereka berdasar atau sekedar kecemburuan? Sebab partai ini secara fantastis mampu mengubah dirinya dari partai yang tidak lolos ET pada Pemilu 1999, menjadi salah satu pemenang Pemilu 2004? Dibandingkan dengan partai-partai lain yang mengaku berazas Islam (PPP, PBR) atau partai yang berbau Islam (PAN dan PKB), langkah-langkah PKS memang sangat mencuri perhatian. Partai ini membawa berbagai perubahan dalam tradisi dan praktik politik di Indonesia. Pada kampanye Pemilu 2004, massa PKS merebut simpati karena selalu tampil tertib dan santun. Mereka juga mempunyai 'pasukan semut' yang bertugas membersihkan sampah dari lokasi bekas kampanye. Beda dengan sejumlah massa partai yang acap tampil beringas dan menakutkan ketika menggelar kampanye. Kekaguman orang kian berlanjut, ketika sejumlah anggota dewan dari sejumlah partai banyak terlibat dalam skandal korupsi dan skandal seks, para anggota PKS malah ramai-ramai mengembalikan uang suap. Di sejumlah daerah praktik serupa juga terjadi. Belum lama ini, di Kutai Kertanegara, Kaltim yang memiliki 43 orang anggota DPRD, 40 orang di antaranya diseret ke pengadilan karena korupsi. Hanya 3 orang yang tidak terlibat. Mereka adalah anggota Fraksi PKS. Berbagai praktik politik 'yang baik dan benar' ini barangkali bisa menjelaskan mengapa kemudian sejumlah Pilkada dimenangkan oleh calon yang diusung PKS. Yang paling fenomenal adalah kemenangan pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf pada Pilkada Jabar. Sebelumnya jago PKS juga sempat mengguncang DKI. Dikeroyok oleh 20 partai, pasangan Adang-Dani yang diusung PKS hanya kalah tipis lawan Fauzi Bowo-Prijanto. Trend kemenangan itu juga berlanjut di sejumlah daerah. Barangkali dalam hal Pilkada, PKS hanya kalah dibanding Golkar dan PDIP. Dengan performans semacam itu wajar kalau keberadaan PKS menjadi diwaspadai oleh partai lainnya. Kembali ke soal nasionalis atau tidak? Saya setuju dengan parameter yang digunakan oleh I Made Artjana terutama pada parameter ketiga yakni performans partai. Namun saya tidak hanya membatasi pada wilyah dimana PKS menang Pilkada, namun performans secara keseluruhan. Ketika PKS menang pada Pemilu DKI, banyak yang khawatir akan lahir sejumlah Perda Syariah. Tempat hiburan malam ditutup, para pelacur diburu, dan minuman keras dilarang. Ternyata sampai saat ini tak ada Perda semacam itu. Yang membuat Perda Syariah justru Walikota Tangerang Wahyudin Halim yang notabene calon yang diusung Golkar. Begitu juga dengan Jawa Barat. Sejauh ini tak terdengar ada gerakan yang mengarah pada Islamisasi. Yang kita bisa amati sekarang, justru terlihat ada kecenderungan PKS mulai bergerak ke kanan tengah. Ini misalnya terlihat ketika mereka menyatakan sebagai partai terbuka dalam Mukernas di Bali. Pilihan Bali sebagai tempat Mukernas pun sudah menyiratkan ada yang berubah pada partai ini. Acara-acara besar PKS juga tidak lagi didominasi dengan hiburan nasyid. Sejumlah band seperti coklat dan Nidji pernah tampil dalam perhelatan PKS. Irama rock malah lebih terasa dibandingkan nasyid. Apakah mungkin kelompok Taliban yang melarang anak-anak wanita ke sekolah, membiarkan pertunjukan semacam itu, apalagi mengundangnya? Perubahan-perubahan yang dilakukan oleh PKS itu pasti, bukan tanpa kesengajaan. Seolah ingin menepis keraguan tentang nasionalisme mereka, saat ini kita bisa melihat atribut bendera putih seolah tak terpisahkan dengan mereka. Para petinggi partai, termasuk Ketua Dewan Syuro PKS Hilmi Aminudin selalu menggunakan simbol merah putih mencolok dibajunya. Ketika memilih 100 orang pemimpin muda, ternyata PKS juga tidak hanya memilih figur yang dikenal dengan latar belakang Islam yang kental. Sejumlah tokoh muda dari partai lain, seperti PDI, PPP dan Golkar termasuk dalam deretan 100 nama tadi. Apakah semua langkah tadi merupakan sebuah strategi menghilangkan jejak? Saya kira untuk sebuah partai yang mempunyai idiologi kuat seperti PKS tidak mungkin melakukan kompromi hanya untuk kepentingan-kepentingan semacam itu. Walaupun tidak lepas dari sebuah upaya untuk meraih suara sebanyak mungkin pada Pemilu 2009, langkah-langkah tersebut patut kita hargai. Mencurigai kelompok lain atau mengklaim bahwa kita paling nasionalis dan yang lain tidak, adalah sikap yang berbahaya. -----Original Message----- From: itb77-bounce <at> bhaktiganesha.or.id [mailto:itb77-bounce <at> bhaktiganesha.or.id] On Behalf Of dana.pamilih <at> tiscali.co.uk Sent: Monday, December 01, 2008 11:29 AM To: ITB 77 Subject: [itb77] Re: [iaitbjakarta] Re: PKS, PMB, Muhammadiyyah Programnya apa? Penjabaran ideologi Pancasila kita itu spt apa sistemnya? Masihkan mereka mengemban Pancasila atau hanya lips service tapi ada agenda lebih besar dan lebih jauh? Saya koq merasa kurang comfortable dg ideologi khilafahiyat mereka. Sent from my BlackBerry(r) powered by Sinyal Kuat INDOSAT -- Info pengelolaan milis anda : <http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/list-info-itb77.txt> Penting! Jangan letakkan milis di kolom CC dan Subject harus diisi.
Quote"Ideologi PKS belum jelas bagi saya. Sampai saat ini terasa Wahabiist secara puritanical."Unquote Kutipan "Bayan Dewan Syari’ah Pusat Partai Keadilan Sejahtera" dibwh .................PKS dan ’Wahabisme’ Tidak ada hubungan antara PKS dengan ’Wahabiyah’, yaitu gerakan yang dipimpin Syekh Muhammad bin Abdul Wahab di negeri Hijaz yang bertujuan untuk memurnikan ’aqidah dari Takhayul, Bid’ah dan Khurafat (TBC), berkerja sama dengan Malik Abdul Aziz dan menggunakan berbagai cara dari yang sifatnya halus sampai yang radikal............................................... Bayan Dewan Syari’ah Pusat Partai Keadilan Sejahtera Bismillahirrahmanirrahim Alhamdulillahi rabbil alamin wasshalatu wassalamu ‘ala sayyidil mursalin, nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in. Wa ba’du… Fenomena partai da’wah PKS dalam blantika perpolitikan nasional telah mengundang banyak hal. Ada ketercengangan, ada pertanyaan, ada pula kekhawatiran bahkan kecurigaan. Menghadapi laju PKS di ranah politik sekaligus ranah da’wah, berbagai pihak melakukan ragam cara. Bertambah banyak yang simpati lalu mendukung, tapi tidak sedikit yang menebar halang rintang dengan langkah politis, bahkan ada yang menebar kedustaan dengan isu keagamaan. Cara yang terakhir ini berulang kali dimunculkan berbarengan dengan perjuangan politik PKS melalui pemilu legislatif dan pilkada. Kedustaan (iftira) dengan isu keagamaan itu berupa sebutan atau stempel yang sembarangan dan sama sekali mengabaikan perintah Islam untuk klarifikasi (tabayyun) baik dengan meruju dokumen-dokumen PKS maupun dengan menanyakan secara langsung kepada pihak yang berkompeten di PKS. Kedustaan yang terbaru dibuat oleh yang menamakan dirinya Tim Taushiyah dan Maklumat Buntet pada hari Ahad 22 Sya’ban 1429 H/24 Agustus 2008 di Pesantren Buntet, Cirebon. Kami tidak sampai hati menuliskan sembilan nama Kiyai sebagai tim perumus yang sejatinya mukarramun. Inti dari taushiyah tersebut meminta masyarakat khususnya kalangan tertentu dari kaum muslimin, ’agar mewaspadai gerakan Wahabisme yang diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang bertujuan menghilangkan syari’at dan tradisi Yasinan, Tahlilan, Qunut dan Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, serta tradisi lainnya yang suka dilakukan Ahlussunnah Waljama’ah (NU)’. Sebagai partai da’wah yang berfungsi memberikan pencerahan kepada masyarakat luas, PKS harus menjelaskan siapa ia sebenarnya. Sesuai AD-ART partai, lembaga yang berkompeten menjelaskan pandangan dan sikap keagamaan PKS adalah Dewan Syari’ah. Sedangkan pandangan atau sikap keagamaan kader PKS secara individual tidak mencerminkan pandangan dan sikap partai. Berikut ini pandangan resmi Dewan Syari’ah Pusat PKS tentang beberapa masalah keagamaan yang telah dipolitisir. PKS dan Ahlussunnah Wal Jama’ah Sebagai partai dakwah PKS berpegang teguh kepada aqidah ahlussunnah waljamaah dengan sumber rujukan utama sebagaimana termaktub dalam Ittijah Fiqih Dewan syari’ah PKS, berupa Mashadir Asasiyah (sumber hukum primer) yang disepakati oleh Jumhur Ulama Ahlu Sunnah wal Jama’ah, yaitu al-Qur’an, Sunnah yang suci, ijma’ dan qiyas. PKS dan ’Wahabisme’ Tidak ada hubungan antara PKS dengan ’Wahabiyah’, yaitu gerakan yang dipimpin Syekh Muhammad bin Abdul Wahab di negeri Hijaz yang bertujuan untuk memurnikan ’aqidah dari Takhayul, Bid’ah dan Khurafat (TBC), berkerja sama dengan Malik Abdul Aziz dan menggunakan berbagai cara dari yang sifatnya halus sampai yang radikal. Jelas tidak ada hubungan historis karena PKS lahir pasca reformasi 1998. Tidak ada hubungan struktural organisatoris antara PKS dengan organisasi keagamaan di Saudi Arabia. Bahwa di antara pimpinan PKS pernah studi di Saudi Arabia, hal yang sama berlaku juga pada ormas Islam yang lain. Bahkan ada yang pendirinya pernah mukim di sana. Tapi tidak lantas ormas-ormas tersebut boleh dituduh sebagai pengusung ’Wahabiyah’. Kolektivitas dan keberagaman di PKS Sebagai partai da’wah yang berprinsip kejama’ahan, maka sifat kolektifitas menjadi ciri PKS yang mewadahi keberagaman, baik dalam rekruting kader maupun pandangan keagamaan dan politiknya. - Ketua Majelis Syura PKS KH. Hilmi Aminuddin alumni Universitas Islam Madinah, dekat dengan kalangan Persis. - Duta besar RI di Saudi Arabia Habib DR. Salim Segaf Al Jufri adalah seorang habib cucu pendiri Al Khairat dan salah seorang pendiri Partai Keadilan. Beberapa habaib yang lain fungsionaris PKS seperti Habib Abu Bakar Al Habsyi, Habib Nabil Al Musawwa, Habib Fahmi Alaydrus. - Presiden pertama Partai Keadilan DR. H. Ir. Nurmahmudi Ismail, MSc lulusan Amerika, berlatar belakang pesantren di Kediri yang kental ke NU-annya. - Presiden kedua Partai Keadilan dan PKS yang kini Ketua MPR RI DR. H. M. Hidayat Nurwahid, MA lulusan Universitas Islam Madinah, berlatar belakang Muhammadiyah. - Presiden PKS yang sekarang Ir. H. Tifatul Sembiring alumni sekolah tinggi teknik di Indonesia dan kursus manajemen politik di Pakistan punya latar belakang organisasi di PII - Ketua MPP-nya Drs. H. Suharna Surapranata, MT lulusan UI dan Jepang berlatar belakang aktivis masjid kampus. - Ketua Dewan Syari’ah PKS KH. DR. Surahman Hidayat, MA tamatan universitas Al Azhar Mesir yang bermazhab Syafi’i, latar belakangnya NU dan PUI, sebelumnya PII dan HMI. - Beberapa anggota Dewan Syari’ah Pusat juga berlatar belakang NU seperti KH. DR. Muslih Abdul Karim, MA murid kesayangan KH. Abdullah Faqih, Langitan. H. Bukhari Yusuf, MA, sekretaris DSP, murid kesayangan KH. Noer Ahmad S, ahli Ilmu Falak NU. H. Bakrun Syafi’i, MA alumni Pesantren Al Munawwir, Krapyak, Yogyakarta adalah murid kesayangan KH Ali Ma’shum. H. Amang Syafruddin, Lc, Msi alumnus Pesantren NU Cipasung, Tasikmalaya yang sering dipuji sebagai murid nomor 1. - Beberapa ulama seperti Prof. DR. KH. Didin Hafidhuddin, MS (ketua Baznas), DR. Ahzami Samiun, MA. (putra dari tokoh NU, KH. Samiun Jazuli), Prof. DR. Ahmad Syathori (alumni pesantren Babakan Ciwaringin dan Buntet), adalah tempat bertanya dan rujukan kader PKS. Furu’iyah di PKS Da’wah PKS menekankan pada tema-tema besar yang bersifat prinsip (qadhaya ushuliyah). Ini supaya da’wah PKS bersifat mempertemukan mempersatukan (jami’ah tajmi’iyah) dan tidak menimbulkan perselisihan/perpecahan (tafriqiyah). Ittijah fiqh (orientasi fikih) Dewan Syari’ah PKS mendahulukan fiqh persatuan (i-tilaf) daripada fiqh perbedaan (ikhtilaf). Menggali dan mengambil faidah dari khazanah fiqhiyah yang ada dengan prinsip ”Almuhafazhatu ’alal qadimish shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah” mengambil pendapat klasik yang masih cocok dan pendapat baru yang lebih maslahat. Tapi dalam praktik keseharian memperhatikan harmoni dengan mazhab yang banyak dipraktikan yaitu madzhab Syafi’i. Mengedepankan cara kompromi (thariqatul jam’i) atas tarjih, dan menggunakan prinsip keluar dari khilafiah (khuruj ’anil khilaf) sejauh dimungkinkan. Kemudian terhadap perbedaan dalam masalah cabang (furu’) mengedepankan sikap toleran (tasamuh). Prinsip yang dipegang ”NATA’AWANU FIMA ITTAFAQNA ’ALAIHI WA YA’DZURU BA’DHUNA BA’DHAN FIMA IKHTALAFNA FIHI” – Bekerjasama dalam hal-hal yang disepakati dan saling menghormati dalam hal-hal yang diperselisihkan. Sikap PKS dalam masalah khilafiyah Berikut ini beberapa masalah khilafiah/furu’iyah yang sering dijadikan alat untuk memfitnah PKS dan pandangan resmi Dewan Syari’ah Pusat PKS tentang itu. <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Do’a Qunut Bagaimanapun do’a qunut status hukumnya sunat. Yang disepakati adalah do’a qunut dalam shalat witir, qunut nazilah dalam shalat fardhu yaitu memohon tolak bala dari kaum muslimin dan mendo’akan bencana bagi musuh Islam. Adapun qunut shubuh tetap saja merupakan masalah khilafiyah. Masalah pilihan, paling tinggi posisinya antara rajih dan marjuh, bukan antara sunnah dan bid’ah. Jadi tidak ada bid’ah dalam qunut shalat fajar. Dan mengamalkan yang marjuh bisa menjadi pilihan jika membawa kemaslahatan dalam mu’amalah. Jadi bukan sikap plinplan, tapi cerminan sikap bijak dan cerdas. Secerdas Imam Muhammad bin al Hasan al Syaibani murid Imam Abu Hanifah yang melakukan qunut ketika ziarah ke Mesir dan menjadi imam shalat shubuh. Ini karena beliau menghormati Imam Syafi’i –imam madzhab yang dominan di Mesir. Dan sebijak Imam Syafi’i yang tidak qunut shubuh ketika beliau ziarah ke Imam Muhammad di Baghdad. Dalam pengamalan di acara-acara PKS kadang qunut shubuh kadang juga tidak, tergantung imamnya. Dan itu tidak pernah ada masalah. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Membaca do’a dan tahlil untuk yang meninggal Pada dasarnya membaca do’a untuk mayit dianjurkan (sunat). Berkat ikatan ’aqidah tauhid, tidak terputus hubungan sesama muslim dengan yang sudah mati sekalipun. Dalam al Quran ada do’a ”Rabbanagfirlana wa li-ikhwanina alladzina sabaquna bil imani, wala taj’al fi qulubina ghillan lilladzina amanu.. rabbana innaka raufurrahim”. (QS 59: 10). Menghadiahkan bacaan Surah al Fatihah atau lainnya untuk mayit, atau mewaqafkan/menshadaqahkan sesuatu atas nama atau menujukan pahalanya untuk mayit merupakan amal shalih yang diterima, sesuai pendapat jumhur ulama. Istigfar, tasbih, tahmid dan tahlil merupakan bagian dari keseluruhan do’a yang dibaca. Waktu berdo’a untuk mayit tidak harus dibatasi pada waktu atau harihari tertentu, dan tidak boleh disyaratkan, sehingga pilihan waktunya lebih luang dan leluasa sesuai kesempatan atau kemampuan. <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Perayaan maulid Nabi saw Perayaan memperingati maulid Nabi Muhammad saw menurut sebagian riwayat, digagas oleh Sultan Salahuddin al Ayyubi di Mesir dalam rangka meningkatkan ruhul jihad umat Islam. Sampai hari ini Universitas Al Azhar sendiri mensyi’arkan peringatan maulid Nabi saw. Bagi kepala pemerintahan seperti Sultan Salahuddin, hal itu merupakan kebijakan yang sesuai syari’ah (siyasah syar’iyah), yang didefinisikan imam Ibnu Uqail sebagai perbuatan yang dilakukan karena lebih maslahat bagi masyarakat dan lebih menghindarkan mereka dari mafsadat, meskipun tidak pernah disabdakan atau dicontohkan oleh Nabi saw. Adapun bagi masyarakat muslim, peringatan maulid Nabi saw pertimbangannya adalah semata-mata kemaslahatan (mashlahah mursalah). Dasar pertimbangan maslahat ini juga yang menyeleksi ragam acara yang dipandang membawa maslahat. Tentu saja dalam konteks ini ada ruang bagi tradisi dan kreasi yang baik, sehingga ada variasi dari tempat ke tempat lain dan dari waktu ke waktu yang lain. Jika dibarengi niat yang lillah, untuk meninggikan Dinullah dan tidak ada sesuatu yang melanggar syari’ah dalam mata acaranya, insya Allah bernilai ’ibadah. Di lingkungan PKS, biasa diadakan peringatan maulid Nabi saw baik oleh DPP maupun struktur di bawah. Bahkan dianjurkan agar pelaksanaannya bekerjasama dengan masjid, lembaga keagamaan atau masyarakat sekitar. Para kepala pemerintahan kader PKS biasa memprakarsai atau mensponsori. Para da’i atau asatidz kader PKS biasa menjadi penceramah dalam peringatan ini. <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Yasinan Disebutkan dalam sebuah riwayat Imam Ahmad bahwa Surah Yasin merupakan qalbunya al Quran. Membacanya merupakan ’ibadah. Disepakati anjuran membacanya di samping orang yang sakit parah. Boleh dibaca untuk pengobatan dengan ruqyah syar’iyah. Boleh membacanya untuk yang sudah meninggal, menurut jumhur ulama. Sejauh ada pendapat yang membuka peluang ’amal, adalah tidak bijak menutupnya bagi siapa yang ingin melakukannya. Waktu membacanya luas, boleh siang apalagi malam dan pada waktu-waktu yang khidmat. Tidak perlu dibatasi pada waktu tertentu. Pertimbangannya adalah kesempatan dan kekhidmatan. Membiasakan acara membaca al Quran atau memilih surat-surat tertentu, insya Allah merupakan ’adah shalihah atau tradisi yang baik. Memilih surat tertentu untuk dilazimkan dibaca, bukan karena mensyaratkan atau membatasi, tapi karena lebih menyukainya atau lebih familiar, insya Allah merupakan kebajikan, semoga Allah mempertemukan pembacanya dengan surat yang dicintai. Secara umum, merupakan kebijakan dalam da’wah PKS untuk menghidupkan sunnah yang telah ditinggalkan (ihyaul sunnah al mahjurah) dan tradisi Islami yang menyemarakkan syi’ar Islam sebagai cerminan ketaqwaan. Melalui bayan ini kami serukan kepada segenap pencinta kebenaran dengan semangat iman dan keadaban, agar tidak termakan oleh fitnah dan hasutan baik lisan maupun melalui selebaran gelap yang menuduh PKS adalah Wahabi dan bukan Ahlussunnah Wal Jama’ah. ”Berbuat dusta dan menyebarkannya adalah dosa besar” (HR Bukhori). Hasbunallah wani’mal wakil, wahuwal muwaffiq ila aqwamith thoriq Jakarta, 21 Syawwal 1429 /21 Oktober 2008 Dewan Syari’ah Pusat Partai Keadilan Sejahtera KH. DR. Surahman Hidayat, MA Ketua -----Original Message----- From: itb77-bounce <at> bhaktiganesha.or.id [mailto:itb77-bounce <at> bhaktiganesha.or.id] On Behalf Of dana.pamilih <at> tiscali.co.uk Sent: Monday, December 01, 2008 3:07 PM To: ITB 77 Subject: [itb77] Re: [iaitbjakarta] Re: PKS, PMB, Muhammadiyyah Tidak ada asap tanpa ada api. Saya belum kenal dg PKS tetapi saya dengar kader mereka berkualifikasi pendidikan tinggi. Ini sangat menjanjikan. Tetapi juga fanatisme agama dari yg berpendidikan tinggi juga terkenal paling keras. Saya bukan curiga, hanya curious, ingin tahu apa ideologi partai2 yg populer. Semua bilang berideologi Pancasila dan berdasarkan UUD 45. Itu yg tersurat, tapi apa yg tersirat? Islam sebagai ilham utk akhlak tentu kita sambut baik, tetapi gerakan Pan Islamisme sebagai gerakan politik kita pertanyakan validitas idelogisnya. Ideologi PKS belum jelas bagi saya. Sampai saat ini terasa Wahabiist secara puritanical. Apakah ada pencerahan ttg ideologi partai yg fenomenal ini? Bukan cuma gerak gerik di kancah politik saja. Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: "Bahar, Mulyadi" <Mulyadi.Bahar <at> NOV.com> Date: Mon, 1 Dec 2008 14:44:06 To: <itb77 <at> bhaktiganesha.or.id> Subject: [itb77] Re: [iaitbjakarta] Re: PKS, PMB, Muhammadiyyah PKS Taliban? http://www.pk-sejahtera.org/v2/index.php?op=isi&id=6343 Tulisan I Made Artjana soal nasionalisme Partai Keadilan Sejahtera (PKS) cukup menarik untuk ditanggapi. Dibandingkan dengan partai-partai Islam lain, PKS memang paling mendapat sorotan. Banyak kalangan memang mencurigai partai yang berasal dari anak muda kampus ini mengusung agenda tersembunyi. Yang paling banyak dicurigai partai ini merupakan partai trans nasionalis dan mengusung semangat Pan Islamisme. Karena itu para politisi lain secara diam-diam menjuluki mereka sebagai Taliban, merujuk pada kelompok pelajar di Afghanistan yang mengambilalih kekuasaan dan memberlakukan aturan-aturan Islam tradisional secara tegas. Apakah kecurigaan mereka berdasar atau sekedar kecemburuan? Sebab partai ini secara fantastis mampu mengubah dirinya dari partai yang tidak lolos ET pada Pemilu 1999, menjadi salah satu pemenang Pemilu 2004? Dibandingkan dengan partai-partai lain yang mengaku berazas Islam (PPP, PBR) atau partai yang berbau Islam (PAN dan PKB), langkah-langkah PKS memang sangat mencuri perhatian. Partai ini membawa berbagai perubahan dalam tradisi dan praktik politik di Indonesia. Pada kampanye Pemilu 2004, massa PKS merebut simpati karena selalu tampil tertib dan santun. Mereka juga mempunyai 'pasukan semut' yang bertugas membersihkan sampah dari lokasi bekas kampanye. Beda dengan sejumlah massa partai yang acap tampil beringas dan menakutkan ketika menggelar kampanye. Kekaguman orang kian berlanjut, ketika sejumlah anggota dewan dari sejumlah partai banyak terlibat dalam skandal korupsi dan skandal seks, para anggota PKS malah ramai-ramai mengembalikan uang suap. Di sejumlah daerah praktik serupa juga terjadi. Belum lama ini, di Kutai Kertanegara, Kaltim yang memiliki 43 orang anggota DPRD, 40 orang di antaranya diseret ke pengadilan karena korupsi. Hanya 3 orang yang tidak terlibat. Mereka adalah anggota Fraksi PKS. Berbagai praktik politik 'yang baik dan benar' ini barangkali bisa menjelaskan mengapa kemudian sejumlah Pilkada dimenangkan oleh calon yang diusung PKS. Yang paling fenomenal adalah kemenangan pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf pada Pilkada Jabar. Sebelumnya jago PKS juga sempat mengguncang DKI. Dikeroyok oleh 20 partai, pasangan Adang-Dani yang diusung PKS hanya kalah tipis lawan Fauzi Bowo-Prijanto. Trend kemenangan itu juga berlanjut di sejumlah daerah. Barangkali dalam hal Pilkada, PKS hanya kalah dibanding Golkar dan PDIP. Dengan performans semacam itu wajar kalau keberadaan PKS menjadi diwaspadai oleh partai lainnya. Kembali ke soal nasionalis atau tidak? Saya setuju dengan parameter yang digunakan oleh I Made Artjana terutama pada parameter ketiga yakni performans partai. Namun saya tidak hanya membatasi pada wilyah dimana PKS menang Pilkada, namun performans secara keseluruhan. Ketika PKS menang pada Pemilu DKI, banyak yang khawatir akan lahir sejumlah Perda Syariah. Tempat hiburan malam ditutup, para pelacur diburu, dan minuman keras dilarang. Ternyata sampai saat ini tak ada Perda semacam itu. Yang membuat Perda Syariah justru Walikota Tangerang Wahyudin Halim yang notabene calon yang diusung Golkar. Begitu juga dengan Jawa Barat. Sejauh ini tak terdengar ada gerakan yang mengarah pada Islamisasi. Yang kita bisa amati sekarang, justru terlihat ada kecenderungan PKS mulai bergerak ke kanan tengah. Ini misalnya terlihat ketika mereka menyatakan sebagai partai terbuka dalam Mukernas di Bali. Pilihan Bali sebagai tempat Mukernas pun sudah menyiratkan ada yang berubah pada partai ini. Acara-acara besar PKS juga tidak lagi didominasi dengan hiburan nasyid. Sejumlah band seperti coklat dan Nidji pernah tampil dalam perhelatan PKS. Irama rock malah lebih terasa dibandingkan nasyid. Apakah mungkin kelompok Taliban yang melarang anak-anak wanita ke sekolah, membiarkan pertunjukan semacam itu, apalagi mengundangnya? Perubahan-perubahan yang dilakukan oleh PKS itu pasti, bukan tanpa kesengajaan. Seolah ingin menepis keraguan tentang nasionalisme mereka, saat ini kita bisa melihat atribut bendera putih seolah tak terpisahkan dengan mereka. Para petinggi partai, termasuk Ketua Dewan Syuro PKS Hilmi Aminudin selalu menggunakan simbol merah putih mencolok dibajunya. Ketika memilih 100 orang pemimpin muda, ternyata PKS juga tidak hanya memilih figur yang dikenal dengan latar belakang Islam yang kental. Sejumlah tokoh muda dari partai lain, seperti PDI, PPP dan Golkar termasuk dalam deretan 100 nama tadi. Apakah semua langkah tadi merupakan sebuah strategi menghilangkan jejak? Saya kira untuk sebuah partai yang mempunyai idiologi kuat seperti PKS tidak mungkin melakukan kompromi hanya untuk kepentingan-kepentingan semacam itu. Walaupun tidak lepas dari sebuah upaya untuk meraih suara sebanyak mungkin pada Pemilu 2009, langkah-langkah tersebut patut kita hargai. Mencurigai kelompok lain atau mengklaim bahwa kita paling nasionalis dan yang lain tidak, adalah sikap yang berbahaya. -----Original Message----- From: itb77-bounce <at> bhaktiganesha.or.id [mailto:itb77-bounce <at> bhaktiganesha.or.id] On Behalf Of dana.pamilih <at> tiscali.co.uk Sent: Monday, December 01, 2008 11:29 AM To: ITB 77 Subject: [itb77] Re: [iaitbjakarta] Re: PKS, PMB, Muhammadiyyah Programnya apa? Penjabaran ideologi Pancasila kita itu spt apa sistemnya? Masihkan mereka mengemban Pancasila atau hanya lips service tapi ada agenda lebih besar dan lebih jauh? Saya koq merasa kurang comfortable dg ideologi khilafahiyat mereka. Sent from my BlackBerry(r) powered by Sinyal Kuat INDOSAT -- Info pengelolaan milis anda : <http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/list-info-itb77.txt> Penting! Jangan letakkan milis di kolom CC dan Subject harus diisi. "w¥ézZi©ŠXjw†Ûÿúm¸’Øjw…ª‰ßµ¾þhŠÏŠËúµ¾·z{žž•ë’Fš)±Ø¢Z'+ç…ª±Ø
RSS Feed636 | |
|---|---|
964 | |
1089 | |
1255 | |
1587 | |
1481 | |
1153 | |
1011 | |
1083 | |
944 | |
1185 | |
1230 | |
1029 | |
1437 | |
1271 | |
1177 | |
1269 | |
1241 | |
1111 | |
1333 | |
1531 | |
1215 | |
1355 | |
1597 | |
1195 | |
915 | |
906 | |
1291 | |
1476 | |
1087 | |
969 | |
1769 | |
1854 | |
1555 | |
1465 | |
1263 | |
935 | |
798 | |
665 | |
939 | |
1377 | |
594 | |
662 | |
519 | |
577 | |
525 | |
824 | |
621 | |
631 | |
718 | |
699 | |
1342 | |
1150 | |
1138 | |
1240 | |
1126 | |
832 | |
1094 | |
633 | |
743 | |
485 | |
295 | |
504 | |
532 | |
440 | |
698 | |
1100 | |
608 | |
326 | |
665 | |
613 | |
380 | |
186 | |
158 | |
209 | |
138 | |
86 | |
218 | |
193 | |
107 | |
109 | |
191 | |
190 | |
52 | |
116 | |
179 | |
169 | |
129 | |
199 | |
277 | |
157 | |
134 | |
212 | |
284 | |
201 | |
173 | |
235 | |
44 | |
4 | |
4 | |
1 |