Dali Ahmad | 1 Oct 12:17
Picon

Ied Mubarak

Assalamualaikum wr.wb.

"SELAMAT MERAYAKAN IDUL FITRI 1429H"

Kullu aman wa antum bi khoir, Taqobbalallahu minna wa minkum
Mohon maaf lahir dan bathin.

Wassalam,

Dali Ahmad & Keluarga.

--------Sent from DaliBerry© Wireless device from Jalawave-Indosat Network

--

-- 
Info pengelolaan milis anda  :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/list-info-itb77.txt>

seti yarso | 1 Oct 05:49
Picon

selamat iedul fitri 1429 H

Saudaraku seiman,
 
Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
 
satu putaran bulan suci Ramadhan telah berlalu, selama itu pula kita merajut pakaian Taqwa,semoga mulai hari ini Allah ridho kita menyandangnya untuk kejayaan rakyat dan negeri ini,
 
tidak lupa saya & keluarga mengucapkan:
 
 
selamat iedul fitri
 
taqobbalallahu minna wa minkum,
taqabbal yaa Kariim
 

setiyarso trisna & keluarga

Donaldy Sianipar | 1 Oct 05:53
Picon

Krisis Subprime di Amerika Serikat (Oleh: Dahlan Iskan)

http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=26641
 
Meski saya bukan ekonom, banyak pembaca tetap minta saya ''menceritakan'' secara awam mengenai hebatnya krisis keuangan di AS saat ini. Seperti juga, banyak pembaca tetap bertanya tentang sakit liver, meski mereka tahu saya bukan dokter. Saya coba:

Semua perusahaan yang sudah go public lebih dituntut untuk terus berkembang di semua sektor. Terutama labanya. Kalau bisa, laba sebuah perusahaan publik terus meningkat sampai 20 persen setiap tahun. Soal caranya bagaimana, itu urusan kiat para CEO dan direkturnya.

Pemilik perusahaan itu (para pemilik saham) biasanya sudah tidak mau tahu lagi apa dan bagaimana perusahaan tersebut dijalankan. Yang mereka mau tahu adalah dua hal yang terpenting saja: harga sahamnya harus terus naik dan labanya harus terus meningkat.

Perusahaan publik di AS biasanya dimiliki ribuan atau ratusan ribu orang, sehingga mereka tidak peduli lagi dengan tetek-bengek perusahaan mereka.

Mengapa mereka menginginkan harga saham harus terus naik? Agar kalau para pemilik saham itu ingin menjual saham, bisa dapat harga lebih tinggi dibanding waktu mereka beli dulu: untung.

Mengapa laba juga harus terus naik? Agar, kalau mereka tidak ingin jual saham, setiap tahun mereka bisa dapat pembagian laba (dividen) yang kian banyak.

Soal cara bagaimana agar keinginan dua hal itu bisa terlaksana dengan baik, terserah pada CEO-nya. Mau pakai cara kucing hitam atau cara kucing putih, terserah saja. Sudah ada hukum yang mengawasi cara kerja para CEO tersebut: hukum perusahaan, hukum pasar modal, hukum pajak, hukum perburuhan, dan seterusnya.

Apakah para CEO yang harus selalu memikirkan dua hal itu merasa tertekan dan stres setiap hari? Bukankah sebuah perusahaan kadang bisa untung, tapi kadang bisa rugi?

Anehnya, para CEO belum tentu merasa terus-menerus diuber target. Tanpa disuruh pun para CEO sendiri memang juga menginginkannya. Mengapa? Pertama, agar dia tidak terancam kehilangan jabatan CEO. Kedua, agar dia mendapat bonus superbesar yang biasanya dihitung sekian persen dari laba dan pertumbuhan yang dicapai. Gaji dan bonus yang diterima para CEO perusahaan besar di AS bisa 100 kali lebih besar dari gaji Presiden George Bush. Mana bisa dengan gaji sebesar itu masih stres?

Keinginan pemegang saham dan keinginan para CEO dengan demikian seperti tumbu ketemu tutup: klop. Maka, semua perusahaan dipaksa untuk terus-menerus berkembang dan membesar. Kalau tidak ada jalan, harus dicarikan jalan lain. Kalau jalan lain tidak ditemukan, bikin jalan baru. Kalau bikin jalan baru ternyata sulit, ambil saja jalannya orang lain. Kalau tidak boleh diambil? Beli! Kalau tidak dijual? Beli dengan cara yang licik -dan kasar! Istilah populernya hostile take over.

Kalau masih tidak bisa juga, masih ada jalan aneh: minta politisi untuk bikinkan berbagai peraturan yang memungkinkan perusahaan bisa mendapat jalan.

Kalau perusahaan terus berkembang, semua orang happy. CEO dan para direkturnya happy karena dapat bonus yang mencapai Rp 500 miliar setahun. Para pemilik saham juga happy karena kekayaannya terus naik. Pemerintah happy karena penerimaan pajak yang terus membesar. Politisi happy karena dapat dukungan atau sumber dana.

Dengan gambaran seperti itulah ekonomi AS berkembang pesat dan kesejahteraan rakyatnya meningkat. Semua orang lantas mampu membeli kebutuhan hidupnya. Kulkas, TV, mobil, dan rumah laku dengan kerasnya. Semakin banyak yang bisa membeli barang, ekonomi semakin maju lagi.

Karena itu, AS perlu banyak sekali barang. Barang apa saja. Kalau tidak bisa bikin sendiri, datangkan saja dari Tiongkok atau Indonesia atau negara lainnya. Itulah yang membuat Tiongkok bisa menjual barang apa saja ke AS yang bisa membuat Tiongkok punya cadangan devisa terbesar di dunia: USD 2 triliun!

Sudah lebih dari 60 tahun cara ''membesarkan'' perusahaan seperti itu dilakukan di AS dengan suksesnya. Itulah bagian dari ekonomi kapitalis. AS dengan kemakmuran dan kekuatan ekonominya lalu menjadi penguasa dunia.

Tapi, itu belum cukup.

Yang makmur harus terus lebih makmur. Punya toilet otomatis dianggap tidak cukup lagi: harus computerized!

Bonus yang sudah amat besar masih kurang besar. Laba yang terus meningkat harus terus mengejar langit. Ukuran perusahaan yang sudah sebesar gajah harus dibikin lebih jumbo. Langit, gajah, jumbo juga belum cukup.

Ketika semua orang sudah mampu beli rumah, mestinya tidak ada lagi perusahaan yang jual rumah. Tapi, karena perusahaan harus terus meningkat, dicarilah jalan agar penjualan rumah tetap bisa dilakukan dalam jumlah yang kian banyak. Kalau orangnya sudah punya rumah, harus diciptakan agar kucing atau anjingnya juga punya rumah. Demikian juga mobilnya.

Tapi, ketika anjingnya pun sudah punya rumah, siapa pula yang akan beli rumah?

Kalau tidak ada lagi yang beli rumah, bagaimana perusahaan bisa lebih besar? Bagaimana perusahaan penjamin bisa lebih besar? Bagaimana perusahaan alat-alat bangunan bisa lebih besar? Bagaimana bank bisa lebih besar? Bagaimana notaris bisa lebih besar? Bagaimana perusahaan penjual kloset bisa lebih besar? Padahal, doktrinnya, semua perusahaan harus semakin besar?

Ada jalan baru. Pemerintah AS-lah yang membuat jalan baru itu. Pada 1980, pemerintah bikin keputusan yang disebut ''Deregulasi Kontrol Moneter''. Intinya, dalam hal kredit rumah, perusahaan realestat diperbolehkan menggunakan variabel bunga. Maksudnya: boleh mengenakan bunga tambahan dari bunga yang sudah ditetapkan secara pasti. Peraturan baru itu berlaku dua tahun kemudian.

Inilah peluang besar bagi banyak sektor usaha: realestat, perbankan, asuransi, broker, underwriter, dan seterusnya. Peluang itulah yang dimanfaatkan perbankan secara nyata.

Begini ceritanya:

Sejak sebelum 1925, di AS sudah ada UU Mortgage. Yakni, semacam undang-undang kredit pemilikan rumah (KPR). Semua warga AS, asalkan memenuhi syarat tertentu, bisa mendapat mortgage (anggap saja seperti KPR, meski tidak sama).

Misalnya, kalau gaji seseorang sudah Rp 100 juta setahun, boleh ambil mortgage untuk beli rumah seharga Rp 250 juta. Cicilan bulanannya ringan karena mortgage itu berjangka 30 tahun dengan bunga 6 persen setahun.

Negara-negara maju, termasuk Singapura, umumnya punya UU Mortgage. Yang terbaru adalah UU Mortgage di Dubai. Sejak itu, penjualan properti di Dubai naik 55 persen. UU Mortgage tersebut sangat ketat dalam menetapkan syarat orang yang bisa mendapat mortgage.

Dengan keluarnya ''jalan baru'' pada 1980 itu, terbuka peluang untuk menaikkan bunga. Bisnis yang terkait dengan perumahan kembali hidup. Bank bisa dapat peluang bunga tambahan. Bank menjadi lebih agresif. Juga para broker dan bisnis lain yang terkait.

Tapi, karena semua orang sudah punya rumah, tetap saja ada hambatan. Maka, ada lagi ''jalan baru'' yang dibuat pemerintah enam tahun kemudian. Yakni, tahun 1986.

Pada 1986 itu, pemerintah menetapkan reformasi pajak. Salah satu isinya: pembeli rumah diberi keringanan pajak. Keringanan itu juga berlaku bagi pembelian rumah satu lagi. Artinya, meski sudah punya rumah, kalau mau beli rumah satu lagi, masih bisa dimasukkan dalam fasilitas itu.

Di negara-negara maju, sebuah keringanan pajak mendapat sambutan yang luar biasa. Di sana pajak memang sangat tinggi. Bahkan, seperti di Swedia atau Denmark, gaji seseorang dipajaki sampai 50 persen. Imbalannya, semua keperluan hidup seperti sekolah dan pengobatan gratis. Hari tua juga terjamin.

Dengan adanya fasilitas pajak itu, gairah bisnis rumah meningkat drastis menjelang 1990. Dan terus melejit selama 12 tahun berikutnya. Kredit yang disebut mortgage yang biasanya hanya USD 150 miliar setahun langsung menjadi dua kali lipat pada tahun berikutnya. Tahun-tahun berikutnya terus meningkat lagi. Pada 2004 mencapai hampir USD 700 miliar setahun.

Kata ''mortgage'' berasal dari istilah hukum dalam bahasa Prancis. Artinya: matinya sebuah ikrar. Itu agak berbeda dari kredit rumah. Dalam mortgage, Anda mendapat kredit. Lalu, Anda memiliki rumah. Rumah itu Anda serahkan kepada pihak yang memberi kredit. Anda boleh menempatinya selama cicilan Anda belum lunas.

Karena rumah itu bukan milik Anda, begitu pembayaran mortgage macet, rumah itu otomatis tidak bisa Anda tempati. Sejak awal ada ikrar bahwa itu bukan rumah Anda. Atau belum. Maka, ketika Anda tidak membayar cicilan, ikrar itu dianggap mati. Dengan demikian, Anda harus langsung pergi dari rumah tersebut.

Lalu, apa hubungannya dengan bangkrutnya investment banking seperti Lehman Brothers?

Gairah bisnis rumah yang luar biasa pada 1990-2004 itu bukan hanya karena fasilitas pajak tersebut. Fasilitas itu telah dilihat oleh ''para pelaku bisnis keuangan'' sebagai peluang untuk membesarkan perusahaan dan meningkatkan laba.

Warga terus dirangsang dengan berbagai iklan dan berbagai fasilitas mortgage. Jor-joran memberi kredit bertemu dengan jor-joran membeli rumah. Harga rumah dan tanah naik terus melebihi bunga bank.

Akibatnya, yang pintar bukan hanya orang-orang bank, tapi juga para pemilik rumah. Yang rumahnya sudah lunas, di-mortgage-kan lagi untuk membeli rumah berikutnya. Yang belum memenuhi syarat beli rumah pun bisa mendapatkan kredit dengan harapan toh harga rumahnya terus naik. Kalau toh suatu saat ada yang tidak bisa bayar, bank masih untung. Jadi, tidak ada kata takut dalam memberi kredit rumah.

Tapi, bank tentu punya batasan yang ketat sebagaimana diatur dalam undang-undang perbankan yang keras.

Sekali lagi, bagi orang bisnis, selalu ada jalan.

Jalan baru itu adalah ini: bank bisa bekerja sama dengan ''bank jenis lain'' yang disebut investment banking.

Apakah investment banking itu bank?

Bukan. Ia perusahaan keuangan yang ''hanya mirip'' bank. Ia lebih bebas daripada bank. Ia tidak terikat peraturan bank. Bisa berbuat banyak hal: menerima macam-macam ''deposito'' dari para pemilik uang, meminjamkan uang, meminjam uang, membeli perusahaan, membeli saham, menjadi penjamin, membeli rumah, menjual rumah, private placeman, dan apa pun yang orang bisa lakukan. Bahkan, bisa melakukan apa yang orang tidak pernah memikirkan! Lehman Brothers, Bear Stern, dan banyak lagi adalah jenis investment banking itu.

Dengan kebebasannya tersebut, ia bisa lebih agresif. Bisa memberi pinjaman tanpa ketentuan pembatasan apa pun. Bisa membeli perusahaan dan menjualnya kapan saja. Kalau uangnya tidak cukup, ia bisa pinjam kepada siapa saja: kepada bank lain atau kepada sesama investment banking. Atau, juga kepada orang-orang kaya yang punya banyak uang dengan istilah ''personal banking''.

Saya sering kedatangan orang dari investment banking seperti itu yang menawarkan banyak fasilitas. Kalau saya mau menempatkan dana di sana, saya dapat bunga lebih baik dengan hitungan yang rumit. Biasanya saya tidak sanggup mengikuti hitung-hitungan yang canggih itu.

Saya orang yang berpikiran sederhana. Biasanya tamu-tamu seperti itu saya serahkan ke Dirut Jawa Pos Wenny Ratna Dewi. Yang kalau menghitung angka lebih cepat dari kalkulator. Kini saya tahu, pada dasarnya dia tidak menawarkan fasilitas, tapi cari pinjaman untuk memutar cash-flow.

Begitu agresifnya para investment banking itu, sehingga kalau dulu hanya orang yang memenuhi syarat (prime) yang bisa dapat mortgage, yang kurang memenuhi syarat pun (sub-prime) dirangsang untuk minta mortgage.

Di AS, setiap orang punya rating. Tinggi rendahnya rating ditentukan oleh besar kecilnya penghasilan dan boros-tidaknya gaya hidup seseorang. Orang yang disebut prime adalah yang ratingnya 600 ke atas. Setiap tahun orang bisa memperkirakan sendiri, ratingnya naik atau turun.

Kalau sudah mencapai 600, dia sudah boleh bercita-cita punya rumah lewat mortgage. Kalau belum 600, dia harus berusaha mencapai 600. Bisa dengan terus bekerja keras agar gajinya naik atau terus melakukan penghematan pengeluaran.

Tapi, karena perusahaan harus semakin besar dan laba harus kian tinggi, pasar pun digelembungkan. Orang yang ratingnya baru 500 sudah ditawari mortgage. Toh kalau gagal bayar, rumah itu bisa disita. Setelah disita, bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi dari nilai pinjaman. Tidak pernah dipikirkan jangka panjangnya.

Jangka panjang itu ternyata tidak terlalu panjang. Dalam waktu kurang dari 10 tahun, kegagalan bayar mortgage langsung melejit. Rumah yang disita sangat banyak. Rumah yang dijual kian bertambah. Kian banyak orang yang jual rumah, kian turun harganya. Kian turun harga, berarti nilai jaminan rumah itu kian tidak cocok dengan nilai pinjaman. Itu berarti kian banyak yang gagal bayar.

Bank atau investment banking yang memberi pinjaman telah pula menjaminkan rumah-rumah itu kepada bank atau investment banking yang lain. Yang lain itu menjaminkan ke yang lain lagi. Yang lain lagi itu menjaminkan ke yang beriktunya lagi. Satu ambruk, membuat yang lain ambruk. Seperti kartu domino yang didirikan berjajar. Satu roboh menimpa kartu lain. Roboh semua.

Berapa ratus ribu atau juta rumah yang termasuk dalam mortgage itu? Belum ada data. Yang ada baru nilai uangnya. Kira-kira mencapai 5 triliun dolar. Jadi, kalau Presiden Bush merencanakan menyuntik dana APBN USD 700 miliar, memang perlu dipertanyakan: kalau ternyata dana itu tidak menyelesaikan masalah, apa harus menambah USD 700 miliar lagi? Lalu, USD 700 miliar lagi?

Itulah yang ditanyakan anggota DPR AS sekarang, sehingga belum mau menyetujui rencana pemerintah tersebut. Padahal, jumlah suntikan sebanyak USD 700 miliar itu sudah sama dengan pendapatan seluruh bangsa dan negara Indonesia dijadikan satu.

Jadi, kita masih harus menunggu apa yang akan dilakukan pemerintah dan rakyat AS. Kita juga masih menunggu data berapa banyak perusahaan dan orang Indonesia yang ''menabung''-kan uangnya di lembaga-lembaga investment banking yang kini lagi pada kesulitan itu.

Sebesar tabungan itulah Indonesia akan terseret ke dalamnya. Rasanya tidak banyak, sehingga pengaruhnya tidak akan sebesar pengaruhnya pada Singapura, Hongkong, atau Tiongkok.

Singapura dan Hongkong terpengaruh besar karena dua negara itu menjadi salah satu pusat beroperasinya raksasa-raksasa keuangan dunia. Sedangkan Tiongkok akan terpengaruh karena daya beli rakyat AS akan sangat menurun, yang berarti banyak barang buatan Tiongkok yang tidak bisa dikirim secara besar-besaran ke sana. Kita, setidaknya, masih bisa menanam jagung.(*)


See how Windows Mobile brings your life together—at home, work, or on the go. See Now
witarto adi | 1 Oct 13:33
Picon
Gravatar

Partai Mudik Bareng

Partai, perusahaan jadi sponsor mudik bareng. BERARTI ADA YANG SALAH DALAM Sistem Pengupahan. Kasusnya identik dengan tuntutan SEKOLAH GRATIS.

Berapa perusahaan angkutan yang kehilangan pasarnya gara-gara ada acara partai bikin mudik bareng ? Kenapa nggak simple saja ? Perbaikan sistem pengupahan... Jangan hanya menguntungkan sebesar-besarnya bagi pengusaha sendiri....

salam,

wa


Senin, 29 September 2008 14:20 WIB
Partai Demokrat Gelar Mudik Bareng
Penulis : Akhmad Mustain
MEDIA/M Irfan
JAKARTA--MI: Memberikan fasilitas mudik gratis kepada masyarakat menjadi tren partai politik di masa lebaran kali ini. Setelah PDIP memberangkatkan 425 bus, hari ini Demokrat melepas 53 bus.

Pelepasan pemudik gratis oleh partai Demokrat, di Arena Pekan Raya Jakarta (PRJ), Jakarta Pusat, Senin (29/9). Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Demokrat Hadi Utomo melepas keberangkatan pemudik tujuannya tersebar ke seluruh pulau Jawa.

Mudik gratis yang dikordinir Demokrat dengan total 53 bus mempunyai tujuan bervariasi. Jumlah terbesar ke kawasan Jawa Tengah dengan 31 bus yang menyebar ke Semarang, Pekalongan, Kebumen, Solo, Wonosobo, Tegal dan Slawi. Sedangkan sisanya tersebar ke daerah Jawa Timur 13 bus, Jogjakarta 5 bus dan Jawa Barat hanya 4 bus.

Dalam mudik gratis kali ini, Selain fasilitas cek kesehatan, Demokrat juga memberikan kaos berlogo partai, snack dan nasi kotak serta pemberian door prize kepada para pemudik.

Pemudik kali ini benar-benar dimanjakan, saat menunggu keberangkatan mereka dihibur dengan nyayian dari Cici Paramida dan Siti Rahamwati (KDI) serta humor dari pelawak yang saat ini menjadi anggota Komisi IX DPR RI dari Partai Demokrat Nurul Komar.
Dalam sesi tersebut Komar tidak lupa mengingatkan kepada pemudik nomor 31, nomor urut Partai Demokrat di pemilu 2009.

Sebelum melepas pemudik, Hadi Utomo menyempatkan diri berbincang dengan penumpang di bus no.10. Hadi berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan kontinyu tiap tahun. "Ini sudah yang ketiga kali, dari tahun-ketahun selalu meningkat, saya harap tahun depan lebih banyak," ujar Hadi.

Hadi menyatakan, pemudik kali ini didominasi oleh masyarakat yang bekerja di sektor informal seperti supir, buruh musiman dan kelompok pedagang kaki lima. Disamping itu, Demokrat memudikkan sekitar 100 Tuna Netra yang tergabung dalam paguyuban tukang pijat ke Cirebon dan Kuningan. (OL-02)

http://www.mediaindonesia.com/index.php?ar_id=MzM3MTk=



--
Every day of your life is a page of your history (books).
Source: (Arabic)


Syafril Hermansyah | 2 Oct 05:38
X-Face
Picon
Favicon

Re: Partai Mudik Bareng

On 01/10/08 18:33 +07:00 witarto adi wrote :
> Partai, perusahaan jadi sponsor mudik bareng. BERARTI ADA YANG SALAH 
> DALAM Sistem Pengupahan. Kasusnya identik dengan tuntutan SEKOLAH 
> GRATIS.
>
> Berapa perusahaan angkutan yang kehilangan pasarnya gara-gara ada
> acara partai bikin mudik bareng ? Kenapa nggak simple saja ?

Nggak usah dipikir macem-2x, kalau ada yg berkontribusi utk menghemat
biaya mudik ya sudah baguslah.

> Perbaikan sistem pengupahan... Jangan hanya menguntungkan
> sebesar-besarnya bagi pengusaha sendiri....

Siapa sih yg pernah merasa gajinya cukup ?
Anggota DPR, Direksi BUMN bahkan Bank Indonesiapun tdk pernah merasa
cukup, masak orang kecil yg sekedar ingin mudik gratis dan nyamanpun
tidak terkecuali.

Berbahagialah bagi yg bisa mengatakan " ENOUGH IS ENOUGH !".

-- 
syafril
-------
Syafril Hermansyah

Perajin bisa membuat gerabah anggur dari tanah liat, tetapi tidak bisa
membuat apa-apa dari pasir dan kerikil.
	-- Kahlil Gibran

--

-- 
Info pengelolaan milis anda  :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/list-info-itb77.txt>

Donaldy Sianipar | 2 Oct 05:40
Picon

FW: [MA-ITB] New Book: Data Semantics Management



To: ma-itb-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org; mb-alumni-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org; milis_imab-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org; jhonlee_197 <at> yahoo.com
From: donaldy_s-PkbjNfxxIARBDgjK7y7TUQ@public.gmane.org
Date: Wed, 1 Oct 2008 01:39:12 -0400
Subject: [MA-ITB]

Bagi teman2 yg se-profesi dgn saya dlm bidang Database Design.
Mudah2an berguna.
 
 
Donaldy Sianipar
Database Designer
Software Developer
System Integrator
Financial Modelling Consultant
 
 
 
----- Original Message -----
Sent: Monday, September 22, 2008 8:21 PM
Subject: New Book: Data Semantics Management

Greetings:
 
Whitemarsh proudly announces the availability of its Data Semantics Management book. Quality data semantics management are essential to data interoperability. This book exists in two volumes of more than 1,000 pages. While each volume is discounted by 35%, the two volume set is discounted by 55% for a two-volume price of $94.46.
 
These two volumes not only contain Rationale, Requirements and Architecture for data semantics management, they also contain detailed, step-by-step screen-shot based procedures to engineer and deploy shared-data within your project, your organization, within a functional area, and across the enterprise.
 
Data Semantics Management is a big deal. So big, in fact, that one United States Department of Defense (DoD) Agency has spent over $167 million annually to fix data interoperability errors. Another DoD agency spend more than $500 million over 12 years searching for the data semantics management Silver Bullet. They only found blanks. Another DoD agency spends hundreds of millions every year fixing badly formatted logistics transactions that drive the agencies logistics management systems.
 
One DoD Agency got it right, however. It has saved billions because of stream-lined data and the elimination of systems. What was their Silver Bullet? Good data engineering, smart strategies, hard work, and clear thinking. While their data semantics management engineering was critical, so too was their perseverance and top executive management support.
 
The two Data Semantics Management volumes apply all the learned lessons. Additionally, these books reflect reviews from over 50 companies. After a full day strategy and approach seminar, their verdict was: 95% Agree and Strongly Agree. Of that 95%, 70% Strongly Agreed.
 
These two books contain hundreds of screen shots from the Metabase System. This metadata management system not only brings the books alive, it can be downloaded and put to productive use immediately–for no extra cost.
 
These two volumes enable you to answer these questions:
 
* What’s the data semantics management problem that needs to be solved?
* How can I recognize these problems?
* How can I justify fixing these problems?
* What gives me the biggest and fastest return on investment?
* What did those agencies do wrong so I can avoid their mistakes?
* What does a shared-data framework entail and how can I create one?
* How can I finally stop driving myself insane because of data names?
* How can you“make by day” by automating names and definitions?
* How can you help me address my value domain chaos?
* How can you help me recognize and address my six classes of business facts?
* How can you make data element creation a finite, very profitable effort?
* How can you help me make data structure rubber stamps that I can use over and over?
* How can you help me “manufacture” database data models?
* How can you help import and integrate legacy databases?
* How can you help me get real value from my ERP data?
* How can you bring real value from the XML “Silver Bullet” I was sold?
* How can you bring real value from Service Oriented Architectures?
* How will the two volumes be real value and not just paper weights?
 
If you have some or all of these questions, you need these books. Order yours today.
 
Regards,
Matthew G. Gorman
Michael M. Gorman
 
==============================================
To be removed, put "Remove Me" in the subject line and reply.
Be sure to reply with the same email address that was used to send the announcement.
==============================================
Whitemarsh Information Systems Corporation provides consulting
services, books, courses, workshops, training, and methodologies
for information resources planning and management, and a full
range of specialized data management architecture and database
design services.
==============================================
Michael M. Gorman
Whitemarsh Information Systems Corporation
2008 Althea Lane
Bowie, Maryland 20716-1518
USA
Phone: +1.301.249.1142
Cell: +1.301.706.5885
FAX: +1.301.249.8955
Email: mmgorman <at> wiscorp.com
WWWeb: <http://www.wiscorp.com/>
==============================================


See how Windows Mobile brings your life together—at home, work, or on the go. See Now


__._,_.___
Yahoo! Finance
It's Now Personal
Guides, news,
advice & more.
Y! Messenger
All together now
Host a free online
conference on IM.
Healthy Living
Learn to live life
to the fullest
on Yahoo! Groups.
.

__,_._,___ .ExternalClass #EC_ygrp-mkp {border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;padding:0px 14px;} .ExternalClass #EC_ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;} .ExternalClass #EC_ygrp-mkp #EC_hd {color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:bold;line-height:122%;} .ExternalClass #EC_ygrp-mkp #EC_ads {margin-bottom:10px;} .ExternalClass #EC_ygrp-mkp .EC_ad {padding:0 0;} .ExternalClass #EC_ygrp-mkp .EC_ad a {color:#0000ff;text-decoration:none;} .ExternalClass #EC_ygrp-sponsor #EC_ygrp-lc {font-family:Arial;} .ExternalClass #EC_ygrp-sponsor #EC_ygrp-lc #EC_hd {font-weight:bold;font-size:78%;line-height:122%;} .ExternalClass #EC_ygrp-sponsor #EC_ygrp-lc .EC_ad {margin-bottom:10px;padding:0 0;} .ExternalClass #EC_ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial,helvetica,clean,sans-serif;} .ExternalClass #EC_ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;} .ExternalClass #EC_ygrp-mlmsg select, .ExternalClass input, .ExternalClass textarea {font:99% arial,helvetica,clean,sans-serif;} .ExternalClass #EC_ygrp-mlmsg pre, .ExternalClass code {font:115% monospace;} .ExternalClass #EC_ygrp-mlmsg EC_* {line-height:1.22em;} .ExternalClass #EC_ygrp-text {font-family:Georgia;} .ExternalClass #EC_ygrp-text p {;} .ExternalClass #EC_ygrp-tpmsgs {font-family:Arial;clear:both;} .ExternalClass #EC_ygrp-vitnav {padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;} .ExternalClass #EC_ygrp-vitnav a {padding:0 1px;} .ExternalClass #EC_ygrp-actbar {clear:both;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;} .ExternalClass #EC_ygrp-actbar .EC_left {float:left;white-space:nowrap;} .ExternalClass .EC_bld {font-weight:bold;} .ExternalClass #EC_ygrp-grft {font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;} .ExternalClass #EC_ygrp-ft {font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666;padding:5px 0;} .ExternalClass #EC_ygrp-mlmsg #EC_logo {padding-bottom:10px;} .ExternalClass #EC_ygrp-reco {margin-bottom:20px;padding:0px;} .ExternalClass #EC_ygrp-reco #EC_reco-head {font-weight:bold;color:#ff7900;} .ExternalClass #EC_reco-grpname {font-weight:bold;} .ExternalClass #EC_reco-category {font-size:77%;} .ExternalClass #EC_reco-desc {font-size:77%;} .ExternalClass #EC_ygrp-vital {background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;} .ExternalClass #EC_ygrp-vital #EC_vithd {font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;} .ExternalClass #EC_ygrp-vital ul {padding:0;} .ExternalClass #EC_ygrp-vital ul li {list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee;} .ExternalClass #EC_ygrp-vital ul li .EC_ct {font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;} .ExternalClass #EC_ygrp-vital ul li .EC_cat {font-weight:bold;} .ExternalClass #EC_ygrp-vital a {text-decoration:none;} .ExternalClass #EC_ygrp-vital a:hover {text-decoration:underline;} .ExternalClass #EC_ygrp-sponsor #EC_hd {color:#999;font-size:77%;} .ExternalClass #EC_ygrp-sponsor #EC_ov {padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;} .ExternalClass #EC_ygrp-sponsor #EC_ov ul {padding:0 0 0 8px;} .ExternalClass #EC_ygrp-sponsor #EC_ov li {list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;} .ExternalClass #EC_ygrp-sponsor #EC_ov li a {text-decoration:none;font-size:130%;} .ExternalClass #EC_ygrp-sponsor #EC_nc {background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;} .ExternalClass #EC_ygrp-sponsor .EC_ad {padding:8px 0;} .ExternalClass #EC_ygrp-sponsor .EC_ad #EC_hd1 {font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;} .ExternalClass #EC_ygrp-sponsor .EC_ad a {text-decoration:none;} .ExternalClass #EC_ygrp-sponsor .EC_ad a:hover {text-decoration:underline;} .ExternalClass #EC_ygrp-sponsor .EC_ad p {;} .ExternalClass EC_o {font-size:0;} .ExternalClass .EC_MsoNormal {;} .ExternalClass #EC_ygrp-text tt {font-size:120%;} .ExternalClass blockquote {;} .ExternalClass .EC_replbq {;}
Get more out of the Web. Learn 10 hidden secrets of Windows Live. Learn Now
Donaldy Sianipar | 2 Oct 16:06
Picon

Salah satu cara terbaik dan termudah utk mulai berinvestasi

Ketika kita meminta seseorang untuk menyisihkan sebagian dari penghasilannya, kebanyakan berpendapat bahwa itu ide yang baik, akan tetapi banyak dari mereka sulit melakukannya, karena itu artinya, mereka harus menurunkan standard hidupnya. Pendekatan yang bisa Anda coba adalah berjanji untuk menyisihkan 50 % dari setiap kenaikan pendapatan yang akan Anda dapatkan sejak hari ini. Jadi kalau bulan depan pendapatan Anda naik 15 %, maka 7,5 % diantaranya anda langsung sisihkan. Buatlah rekening bank terpisah, sehingga uang yang akan diinvestasikan ini tidak tercampur dengan uang untuk kebutuhan sehari-hari. Ini lebih mudah dilakukan karena yang akan anda sisihkan adalah penghasilan yang belum Anda dapatkan, artinya Anda tidak perlu menurunkan standard hidup Anda untuk melakukannya. Dengan cara ini, apabila Anda melakukannya dengan disiplin maka lama-kelamaan Anda akan bisa menyisihkan 15 % lalu 20 % lalu 30 % dari pendapatan Anda.

http://www.qbheadlines.com/investment.php?cat=9&id=81
 

See how Windows connects the people, information, and fun that are part of your life. See Now
Rido Matari Ichwan | 2 Oct 16:14
Picon
Favicon

Re: Ied Mubarak

Kami mengucapkan selamat idul fitri, mohon maaf lahir dan bathin,

Wassalam
 
Rido Matari Ichwan


----- Original Message ----
From: Dali Ahmad <dali-C3w48l45RtIonQOsbbxO8Q@public.gmane.org>
To: itb77-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@public.gmane.org
Sent: Wednesday, October 1, 2008 5:17:31 PM
Subject: [itb77] Ied Mubarak

Assalamualaikum wr.wb.

"SELAMAT MERAYAKAN IDUL FITRI 1429H"

Kullu aman wa antum bi khoir, Taqobbalallahu minna wa minkum
Mohon maaf lahir dan bathin.

Wassalam,

Dali Ahmad & Keluarga.

--------Sent from DaliBerry© Wireless device from Jalawave-Indosat Network


--
Info pengelolaan milis anda  :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/list-info-itb77.txt>

Donaldy Sianipar | 2 Oct 16:18
Picon

AS janganlah meniru Indonesia dimana kerugian Pengusaha dibebankan oleh Rakyat pembayar pajak

Untung saja masih banyak Anggota Kongres AS yang masih waras untuk menolak usulan ini, yang bila diterapkan akan mirip dengan BLBI Indonesia. Para eksekutif di Wall Street yang memiliki penghasilan dan bonus jutaan dollar saat pasar saham perusaannya naik, akan tetap menikmati keuntungan besar saat perusahaannya bangkrut. Dan ketika perusahaannya bangkrut karena mismanajemen, kok yang harus menanggung kerugian adalah para Pembayar Pajak AS melalui Bailout US$700 Billion itu. Ini ibarat Pilot pesawat, bila pesawatnya rusak, enak saja si Pilot meloncat keluar untuk menyelamatkan dirinya dengan parasut, sedangkan para penumpang dan pesawatnya dibiarkan jatuh bebas dan hancur ber-keping-keping. Payung parasut ini adalah Bailout sebesar US$700 Billion seperti yang diminta Presiden Bush.
 
http://www.presidenku.com/
 

Want to do more with Windows Live? Learn “10 hidden secrets” from Jamie. Learn Now
Syafril Hermansyah | 3 Oct 03:02
X-Face
Picon
Favicon

Re: US Airways

On 09/29/2008 09:35 PM +07:00 Saiful Ridwan wrote :
> Perjalanan total 16 jam dari Paris ke Ithaca, AS, (via Philadelphia) 
> dg US Airways lumayan meletihkan juga.

Kalau dari Indonesia ke US rata-2x 29 jam :-(

> Catatan kedua. Baru kali ini saya naik pesawat reguler (8 jam 
> perjalanan) dimana penumpang diharuskan beli headset utk bisa 
> mendengarkan/menikmati video entertainment. Harganya 5 USD. Tanpa 
> headset video entertainment tetap berfungsi, tapi tak bisa dengar 
> suaranya.

Tergantung airwaysnya sih. United Airline biasanya kasih pinjaman gratis.

> Tapi kalo soal wifi, bandara PHL ini full hotspot gratis di seluruh
> terminalnya (he he sebagaimana bandara internasional minangkabau
> ...). Hal ini beda dg Charles de Gaulle atau Schipol yg bisa dpt
> hotspot gratis hanya di business lounge.

Yg umum emang nggak gratis :-)

-- 
syafril
-------
Syafril Hermansyah

Kejujuran mrpkan dasar dari semua sukses, tanpa kejujuran ini
kepercayaan dan kemampuan utk melakukan apapun akan terhenti
	-- Mary Kay Ashk

--

-- 
Info pengelolaan milis anda  :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/list-info-itb77.txt>


Gmane