Paulus Herlambang | 1 Aug 06:03
Picon

Re: Balasan: Re: Gembala Gendheng.,

Roy,
 
Kalau gak tahu mau ngomong apa (juga bagi rekan-rekan lain yang gak tahu mau ngomong apa), mending kayak saya: nikmati aja! Maksudnya kita bisa belajar banyak di milis ini dari teman-teman yang banyak nulis di sini.
 
Gunanya: selain untuk diri kita sendiri (pengetahuannya), juga untuk anak-anak kita (berbagai teladannya, misalnya dalam hal karier, dsb).
 
Salam,
Paulus
 
----- Original Message -----
Sent: Thursday, July 31, 2008 2:16 PM
Subject: [itb77] Re: Balasan: Re: Gembala Gendheng.,

Ada Ness,

Monitor doang, engga tahu mau  ngomong apa? mau ceramah agama sudah diborong Amrie, mau ngomongin bisnis udah diborong Hengki, mau ngomong humor udah diborong Hilman, jadi gua udah engga kebagian topik.

akhirnya yah gitu, monitor aja.........

wassallam

Roy

Hilman | 1 Aug 06:08
Picon

anak yang penurut


Suatu hari seorang ibu setengah tua mengadakan pesta perkawinan tiga 
anak gadisnya (sekaligus),.... yang gara-gara  turut nasehat orang tua 
untuk BELAJAR dan BELAJAR.. SEKOLAH dan SEKOLAH.. KARIR dan KARIR tetapi 
TIDAK BOLEH  PACARAN..  akibatnya  jadi kelamaan dapet  jodohnya..  
Tengah malam setelah pesta perkawinan usai, si ibu kebelet kencing, 
 pengen ke WC  lewat kamar  si Eka dia berhenti sejenak, samar-samar 
 dia mendengar  jeritan , tangisan dan rintihan-rintihan  juga erangan 
yang cukup jelas.. si ibu lalu manggut-manggut saja sambil tersenyum 
(mengenang masa lalu).
Lewat kamar si Dewi dia mendengar suara  tawa cekikikan dan canda 
diiringi juga dengan erangan bahagia.. si ibu pun manggut-manggut saja 
(mengenang masa lalu Lalu), kemudian  dia melewati kamar si Tri, ... lho 
tak terdengar suara apapun .. hanya suara emm.. emm ..ehm  itupun jarang 
dan tak jelas.. kali ini si ibu tidak manggut-manggut lagi tapi 
langgsung ke WC, kencing dengan kening berkerut , kenapa yach koq saya 
dulu tidak pernah seperti  itu di malam pengantin. Keesokan harinya 
sambil sarapan, si ibu ini bertanya pada  ketiga anaknya :
ibu:  Eka, kenapa tadi malam kamu menangis?
Eka: Kan ibu pernah bilang, TIDAK BAIK BERPURA-PURA, kalau merasa sakit 
yah menangis saja.
ibu:  Oh, begitu.. kamu anak yang baik turut nasehat orang tua..
ibu:  Kamu Dewi, kenapa tadi malam kamu tertawa-tawa?
Dewi:  Kan ibu pernah bilang, TIDAK BAIK BERPURA-PURA, kalau merasa geli 
yah tertawa saja. (tak mau kalah)
ibu:  Oh, begitu.. kamu anak yang baik turut nasehat orang tua..
ibu:  Terus kamu Tri, kenapa tadi malam kamu koq diam saja?
Tri:  Kan ibu juga kan sudah sering bilang, TIDAK BAIK BICARA KALAU 
MULUT SEDANG PENUH.

--

-- 
Info pengelolaan milis anda  :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/list-info-itb77.txt>

Roy Djanegara | 1 Aug 06:15
Picon

Re: Balasan: Re: Gembala Gendheng.,

Iya Paul,

makanya gua monitor aja, tapi si Ness nanyain kenapa gua diam aja, jadi terpaksa deh ikut ngomong he he he



----- Original Message ----
From: Paulus Herlambang <paulush-AognTR6Re/Oez0ei9/+7zw@public.gmane.org>
To: itb77-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@public.gmane.org
Sent: Friday, 1 August, 2008 11:03:58 AM
Subject: [itb77] Re: Balasan: Re: Gembala Gendheng.,

 DIV { MARGIN:0px;}
Roy,
 
Kalau gak tahu mau ngomong apa (juga bagi rekan-rekan lain yang gak tahu mau ngomong apa), mending kayak saya: nikmati aja! Maksudnya kita bisa belajar banyak di milis ini dari teman-teman yang banyak nulis di sini.
 
Gunanya: selain untuk diri kita sendiri (pengetahuannya), juga untuk anak-anak kita (berbagai teladannya, misalnya dalam hal karier, dsb).
 
Salam,
Paulus
 
----- Original Message -----
Sent: Thursday, July 31, 2008 2:16 PM
Subject: [itb77] Re: Balasan: Re: Gembala Gendheng.,

Ada Ness,

Monitor doang, engga tahu mau  ngomong apa? mau ceramah agama sudah diborong Amrie, mau ngomongin bisnis udah diborong Hengki, mau ngomong humor udah diborong Hilman, jadi gua udah engga kebagian topik.

akhirnya yah gitu, monitor aja.........

wassallam

Roy


Find a better answer, faster with the new Yahoo!7 Search - Start Here.
amrie noor | 1 Aug 06:19
Picon

Re: Balasan: Re: Gembala Gendheng.,

roy,
si hilman lagi gendheng tuh..
tiap hari cerita humjor...
tapi gak apa2 sih, karena lucu2 banget..

kenapa kok dia tiba2 memutuskan utk mengeluarkan koleksinya ya?

amrie/



2008/8/1 Roy Djanegara <djanegara <at> yahoo.com.au>

Iya Paul,

makanya gua monitor aja, tapi si Ness nanyain kenapa gua diam aja, jadi terpaksa deh ikut ngomong he he he



----- Original Message ----
From: Paulus Herlambang <paulush <at> indo.net.id>
To: itb77 <at> bhaktiganesha.or.id
Sent: Friday, 1 August, 2008 11:03:58 AM
Subject: [itb77] Re: Balasan: Re: Gembala Gendheng.,


Roy,
 
Kalau gak tahu mau ngomong apa (juga bagi rekan-rekan lain yang gak tahu mau ngomong apa), mending kayak saya: nikmati aja! Maksudnya kita bisa belajar banyak di milis ini dari teman-teman yang banyak nulis di sini.
 
Gunanya: selain untuk diri kita sendiri (pengetahuannya), juga untuk anak-anak kita (berbagai teladannya, misalnya dalam hal karier, dsb).
 
Salam,
Paulus
 
----- Original Message -----
Sent: Thursday, July 31, 2008 2:16 PM
Subject: [itb77] Re: Balasan: Re: Gembala Gendheng.,

Ada Ness,

Monitor doang, engga tahu mau  ngomong apa? mau ceramah agama sudah diborong Amrie, mau ngomongin bisnis udah diborong Hengki, mau ngomong humor udah diborong Hilman, jadi gua udah engga kebagian topik.

akhirnya yah gitu, monitor aja.........

wassallam

Roy


Find a better answer, faster with the new Yahoo!7 Search - Start Here.

Hilman | 1 Aug 06:37
Picon

Ucok VS Amang


Alkisah si Ucok yang batak itu kawin dengan si Rani yang jawa lugu. Merekapun hidup di Jakarta sebagai pasangan baru. Setelah beberapa minggu melahirkan putra pertama mereka, Ucok mendapat tugas keluar negeri. Merasa khawatir dengan keamanan keluarganya, si Rani dia titipkan di rumah Amangnya (Ayah Ucok) di Porsea sana. Tentu saja keputusan ini membuat Rani senewen plus grogi. Bayangkan, Ucok aja yang udah sepuluh tahun di Jakarta masih kental adat bataknya, nah ini harus tinggal dimertua yang pasti batak banget, pikirnya.
"Bang, aku enggak tahu adat istiadat di sana, nanti aku salah, bisa-bisa di pecat jadi menantu", rengek Rani...  Ucok menegaskan, "Rani, asalkan kamu itu nurut apa kata Amang, kamu pasti tidak salah dengan adat istiadat di sana".  Akhirnya Rani pun mau juga walaupun tiap hari gemetar takut salah ini itu, sedangkan Ucok berada di luar negeri. Suatu hari, Rani sedang menyusui bayinya didepan Amangnya. Melihat indahnya dada Rani, si Amang rupanya cukup tertegun juga, sehingga diapun mengamatinya sampai selesai. Tentu saja Rani agak risih, tapi mungkin ini adat di sini memang begitu,  pikirnya. Tapi kian hari si Amang makin rajin nungguin Rani pada saat nyusuin bayinya, bahkan makin lama makin tak berkedip. Tapi kembali Rani menghibur diri, mungkin ini adat di sini. Tapi pada suatu saat tindakan Amang, ini makin keterlaluan, masa dia ikut netek sama
Rani bayangkan!!!  Akhirnya Ranipun tak tahan setelah dua hari ini Amangnya netek sama dia, dia pun telepon Ucok yang berada di luar negeri. Tentu saja Ucok seakan hampir meledak mendengar berita tersebut, dia pun bergegas terbang ke Indonesia.
"Amang ! kenapa Amang tega berbuat begitu sama Istriku!!",  bentak Ucok.
Si Amang dengan tenang menjawab," Ah Ucok !!!!  Aku menetek 2 hari sama istrimu saja kau ribut, sedang kau netek sama istri aku 2  tahun aku tak ribut.”

Triharyo Soesilo | 1 Aug 06:37
Picon
Favicon

Re: Trs: Re: Trs: Untuk tingkatkan produksi minyak bumi Indonesia - gunakan "water flooding"

Rostina

Terima kasih atas feedbacknya dari Ibar dan sudah dimasukan sebagai comment
di www.triharyo.com oleh Boy sasongko pada berita terkait water flooding

Best regards
Triharyo soesilo
PT Rekayasa Industri, Jl Kalibata timur I no 36, 
Jakarta 12740 Indonesia
Phone : 062-21-7988700 ext 1100 Mobile : +62811141046
Fax : 062-21-79180912 . E-mail : triharyo@...
Skype : triharyo and Yahoo messenger : triharyo77
-----Original Message-----
From: itb77-bounce@...
[mailto:itb77-bounce@...] On Behalf Of rostina
Sent: Tuesday, July 29, 2008 5:14 PM
To: itb77@...
Subject: [itb77] Trs: Re: Trs: Untuk tingkatkan produksi minyak bumi
Indonesia - gunakan "water flooding"

Hengki,
Ini dibawah ada tambahan tentang water flooding,

rostina

--- Pada Sel, 29/7/08, ibar maksum <ibarsmaksum@...> menulis:

> Dari: ibar maksum <ibarsmaksum@...>
> Topik: Re: Trs: [itb77] Untuk tingkatkan produksi minyak bumi Indonesia -
gunakan "water flooding"
> Kepada: rostina07@...
> Tanggal: Selasa, 29 Juli, 2008, 3:53 PM

> Menambah pengetahuan kita bersama. Pertamina telah lama
> memproduksi minyak dengan waterflooding, terutama di
> lapangan Tanjung, yang secara teknis memenuhi kaidah
> keengineeringan, dan paling bisa jadi contoh lapangan lain.
> Lapangan kecil Benakat Barat juga secara alami mestinya
> sudah decline sampai primary habis tahun 1994. Namun 4 tahun
> sebelumnya di'pattern inverted 7 spot' untuk model
> waterfloodingnya. Sampai sekarang lapangan hidup sebagai
> produksi dengan water flooding. Bila primary recovery adalah
> sampai sekitar 30%, maka perolehan kumulatif sampai januari
> 2008 sudah sekitar 50%. Bagimana bisa menambah perolehan
> menjadi 70%, perlu study pilotnya, terutama mendapatkan
> chemical flood yang cukup murah, karena selanjutnya mungkin
> produksi minyak hanyalah ikutan produksi air yang sudah
> mencapai 95%.
>  
> Ibar S Maksum.
> 
> --- On Tue, 7/29/08, rostina <rostina07@...>
> wrote:
> 
> From: rostina <rostina07@...>
> Subject: Trs: [itb77] Untuk tingkatkan produksi minyak bumi
> Indonesia - gunakan "water flooding"
> To: "ibar" <ibarsmaksum@...>
> Date: Tuesday, July 29, 2008, 9:15 AM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> --- Pada Sel, 29/7/08, Triharyo
> <triharyo@...> menulis:
> 
> Dari: Triharyo <triharyo@...>
> Topik: [itb77] Untuk tingkatkan produksi minyak bumi
> Indonesia - gunakan "water flooding"
> Kepada: itb77@...
> Tanggal: Selasa, 29 Juli, 2008, 7:43 AM
> 
> Sebagaimana diketahui bahwa produksi minyak bumi Indonesia
> dari tahun ke
> tahun terus menurun. 10 tahun yang lalu, produksi kita
> sekitar 1,5 juta
> barrel per hari. Saat ini sekitar 1.0 juta barrel per hari
> (lihat chart).
> Padahal konsumsi diperkirakan terus meningkat dengan angka
> hari ini berkisar
> sebesar 1,1 s/d 1,2 juta barrel per hari. Sehingga
> Indonesia saat ini
> menjadi net importir minyak bumi.
> 
> Dengan melihat trend ini dan menyadari dampak yang sangat
> luar biasa bagi
> pemerintah serta bangsa Indonesia, mulailah saya tertarik
> untuk mendalami
> mengenai Enhanced Oil Recovery (EOR). Terutama setelah
> Kementerian ESDM
> mengeluarkan Permen No:1 tahun 2008 tentang pengelolaan
> sumur tua. Baca
> liputan sebelumnya
> <http://www.triharyo.com/?pilih=news&aksi=lihat&id=77>
>  .
> Berikut beberapa hasil temuan saya:
> 
> *	
> 
> 	Data dari Enhanced Oil Recovery Institute memperkirakan
> bahwa di
> tahun 2030, jumlah minyak yang dihasilkan melalui EOR
> mencapai 688 Milyard
> Barrel sedangkan dari New discoveries sekitar 732 milyard
> Barrel. Silahkan
> donwload presentasi
> <http://eori.uwyo.edu/downloads/JMEDC_JS_070926.ppt> 
> *	Di seluruh dunia (Amerika serikat, Russia & Amerika
> selatan),
> Teknologi EOR khususnya "Secondary recovery",
> sudah hampir
> "mewabah" sejak
> puluhan tahun yang lalu. Teknologinya-pun relatif sederhana
> yaitu
> "hanya"
> menggunakan water (air) atau disebut water flooding. 
> *	Kurva penurunan produksi Indonesia selama 10 tahun
> terakhir ini,
> mengikuti kurva generik "primary production
> curve" (lihat chart
> dikanan).
> Saat ini sudah saatnya water flooding dimulai di
> lapangan-lapangan minyak
> Indonesia. 
> *	Satu-satunya perusahaan yang secara efektif telah
> menerapkan EOR di
> Indonesia dengan memakai metoda Steam-flooding adalah
> Chevron Pacific
> Indonesia (CPI). Perusahaan ini sejak belasan tahun yang
> lalu telah
> menerapkan EOR dan saat ini memasok sekitar 60 s/d 70% dari
> seluruh produksi
> minyak bumi Indonesia. Perusahaan kami memberikan support
> untuk pelaksanaan
> steam flooding ini diseluruh sumur-sumur milik CPI di
> propinsi Riau.
> *	Laporan LAPI ITB tahun 2003 menunjukan bahwa di Jawa
> Barat saja
> kandungan minyak bumi yang "masih sangat mungkin"
> untuk diambil
> dengan EOR
> mencapai jumlah ratusan juta barel. Ini diluar Sumatera
> selatan, Riau, Aceh,
> Sumut, Jatim dll.
> *	Para ahli EOR di Indonesia sudah relatif sangat banyak.
> Bahkan salah
> seorang Doktor dari Tulsa University yang sudah memberikan
> jasa di Timur
> tengah mengalahkan perusahaan-perusahaan raksasa adalah
> orang Indonesia
> dengan nama Dr Asnul Bahar alumni dari Mesin ITB.
> <http://www.zoominfo.com/people/Bahar_Asnul_6331880.aspx>
> 
> *	Salah satu negara yang sangat agresif menerapkan EOR
> adalah Rusia.
> Standar peningkatan produksi dengan teknologi EOR di Russia
> mencapai 10 s/d
> 15 %. J
> 
> Mengingat "gentingnya" pasokan minyak bumi bagi
> perekonomian
> Indonesia, maka
> kami memutuskan untuk memasuki bisnis ini dengan
> menggandeng teknologi dari
> Russia dan juga rekan Asnul bahar dari Amerika serikat
>
<http://web.bisnis.com/cetak.php?cid=1&id=70786&url=http%3A%2F%2Fweb.bisnis.
> com%2Fedisi-cetak%2Fedisi-harian%2Fpertambangan%2F1id70786.html>
> . Dengan
> team ini, kami akan menawarkan "secara gratis" ke
> Pertamina,
> perusahaan-perusahaan TAC, analisa existing field untuk
> peningkatan produksi
> minyak mereka. Mudah-mudahan upaya ini dapat meringankan
> beban subsidi
> pemerintah melalui pencegahan kemerosotan produksi minyak
> bumi.
> 
> Demikian informasi kami
> Salam
> Hengki
> 
> 
> 
> 
> Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru 
> Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru
> @ymail dan @rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang
> lain!

 
___________________________________________________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan
@rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

-- 
Info pengelolaan milis anda  :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/list-info-itb77.txt>

--

-- 
Info pengelolaan milis anda  :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/list-info-itb77.txt>

Triharyo Soesilo | 1 Aug 06:55
Picon
Favicon

Re: Sharing - Senjata ICT andalan dan "gratisan" yang saya pakai sehari-hari

Amrie

 

Kamu teliti sekali bacanya yaa.

 

Memang betul saya sengaja menuliskan “sebagai pimpinan”. Menurut saya pimpinan adalah terjemahan dari kata management. Untuk menjadi manager dan melaksanakan management, kita hanya perlu “Managerial skill”. Managerial skill bisa dipelajari, misalnya melalui program-program MBA, menerapkan PDCA concept, belajar generic knowledge seperti PMBOK ataupun bekerja di perusahaan yang relative tertata. Sehingga seseorang bisa belajar managerial skill dari sistem dan prosedur yang baik dalam perusahaan atau institusi yang rapih.

 

Saya sengaja tidak berani menulis kata “pemimpin”, karena menurut saya pemimpin adalah terjemahan dari kata “Leader”. Pemimpin memerlukan keahlian “Leadership”. Leadership tidak bisa dipelajari karena lebih banyak bakat dan juga sarana untuk memupuk bakat yang telah dimiliki.  Sebagai contoh, seorang Taruna Akabri yang berbakat bisa tumbuh leadershipnya di Akademi militer dibanding dengan seorang mahasiswa yang mempunyai bakat leadership tapi mengikuti kuliah di kampus. Apalagi di kampus tersebut melarang kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler. Ini pendapat saya pribadi karena hampir 6 tahun melihat pertumbuhan ribuan alumni SMA tumbuh di Akademi militer menjadi perwira remaja yang dilatih dan diharuskan untuk mengambil keputusan2 hidup dan mati. Saya kebetulan mendapatkan kesempatan dalam hidup melihat Endiartono sutarto, Agum gumelar, Luhut pandjaitan, SBY dan banyak lagi perwira tinggi lulus dari SMA dan tumbuh menjadi perwira. Disatu sisi saya juga kebetulan mendapat kesempatan melihat Jusman SD, Rizal Ramli, Al Hilal, Heri akhmadi, Indro tjahjono dan banyak lagi tokoh-tokoh muda sewaktu mereka di kampus.

 

Thank you Amrie for being so astute….sudah baca bukunya Dino Pati Djalal “Harus Bisa”…Tentang leadership ?. Sebuah buku baik tentang Leadership di Indonesia.

 

Best regards
Triharyo soesilo
PT Rekayasa Industri, Jl Kalibata timur I no 36,
Jakarta 12740 Indonesia
Phone : 062-21-7988700 ext 1100 Mobile : +62811141046
Fax : 062-21-79180912 . E-mail : triharyo-hRsb6vzxD5YEKECqDok/ig@public.gmane.org
Skype : triharyo and Yahoo messenger : triharyo77

From: itb77-bounce-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@public.gmane.org [mailto:itb77-bounce-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@public.gmane.org] On Behalf Of amrie noor
Sent: Thursday, July 31, 2008 11:18 AM
To: itb77-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@public.gmane.org
Subject: [itb77] Re: Sharing - Senjata ICT andalan dan "gratisan" yang saya pakai sehari-hari

 

 

2008/7/30 Triharyo <triharyo-WFZpCyA5SlEMaY++rXgPVg@public.gmane.org>

Ada opini yang berpendapat bahwa John Mc Cain tidak cocok jadi Presiden Amerika karena dia "gaptek" (gagap teknologi). Karena saat ini, ia tidak pernah baca e-mail apalagi kirim sms. Tidak usah menjadi presiden Amerika, saya sendiri rasanya semakin sulit untuk melepaskan diri dari berbagai peralatan elektronik untuk berkomunikasi serta mengakumulasi informasi di zaman seperti sekarang ini.

 

Berikut ini beberapa peralatan yang saya pakai, beserta software-software gratisan yang jadi langganan saya. Mudah-mudahan bermanfaat dan juga memberikan ilustrasi bagaimana seorang pimpinan perusahaan harus "connected" di era informasi seperti sekarang ini.

Hengki

Dear Hengki dan rekan2,

   Apapun posting dari Hengki selalu saya usahakan baca tuntas, karena sering terselip butir2 pembelajaran.
   Dalam posting kali ini pun begitu.

   Tetapi ada satu kalimat yang menarik perhatian saya, yaitu kalimat di atas yang sengaja saya tebalkan ( bold ) , dimana terdapat
   dua kata yang saya bikin miring ( italic ).

   Hengki memilih menggunakan kata 'pimpinan perusahaan' instead of 'pemimpin perusahaan'.

   Apakah kata 'pemimpin' dan 'pimpinan' itu berbeda makna? Apakah betul wacana seorang ahli bahasa di Kompas yang mencoba
   menelaah perbedaan non harafiah dari  dua kata ini? Bahwa pimpinan belum tentu otomatis jadi pemimpin? ( Teman2 di Bappenas
   barangkali saat ini lebih memilih menggunakan kata pimpinan utk menyebut menterinya yang kemarin muncul di Kompas
   dalam daftar oknum2 penerima dana BI ).

   Terlepas dari 'ketergantungan pada ICT' ( ever-connectedness ) saat ini, seorang pemimpin harus punya 'alat' yang mampu
   berfungsi ganda dan tidak dijual di pasar bebas maupun di situs lelang online eBay. 'Alat' ini mampu memobilisasi staff/karyawan
   perusahaan 'to do their job because they love doing it, not because they have to do it'.

   Alat tersebut namanya 'Inspirator/Motivator'.
  
   Presiden 1 dan ke 2 kita punya alat ini. Yang sekarang? Boro2. JFK punya, begitu juga Nelson Mandela .
   Mantan boss gue almarhum Ken Sudarto ( pendiri Mandiri Advertising ) sangat menguasainya. Djunaidi Yusuf, boss 
   Konimex juga punya. Anita Roddick , almh pendiri The Body Shop punya juga. Steve Jobs pendiri Apple Inc punya berlimpah.

   Dr. Mahathir Muhammad dulu punya, tapi sekarang gak tau karena masih cawe2.

   George W. Bush adalah contoh seorang pimpinan. He ain't a leader (pemimpin). Gombal ini sekarang 'dihukum' rakyatnya
   sendiri dg popularity rating dibawah 30% ( lebih rendah dari Nixon setelah kasus Watergate!).

   Oom Robby Djohan punya 'alat' ini dan sungguh piawai menggunakannya. Mantan anak buahnya sekarang banyak dipilih
   memimpin  beberapa bank besar dan juga perusahaan2 nasional besar seperti Garuda.

   Apakah otomatis mantan anak buahnya ini juga punya 'alat' tsb? Time will tell!

   Satu hal yang saya yakini adalah bahwa Hengki punya 'alat' ini. Biar mantep, tanyakan pada ratusan staff/karyawannya.
   Jangan tanya dia!

   salam,
  
   amrie/

 

 

 

witarto | 1 Aug 07:10
Picon
Gravatar

Re: Balasan: Re: Gembala Gendheng.,

amrie noor <amrie.mad@...> writes:

> roy,si hilman lagi gendheng tuh..
> kenapa kok dia tiba2 memutuskan utk mengeluarkan koleksinya ya?amrie

:-)

salam,

wa

--

-- 
Info pengelolaan milis anda  :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/list-info-itb77.txt>

Hilman | 1 Aug 07:47
Picon

cinta kasih VS bayi


Alkisah  ada sepasang kekasih yang hendak menikah,  sedang berkencan. Sang cewek berbisik pada kekasihnya, Sekarang waktunya kita saling jujur agar kelak kita tidak kecewa !.  Sang cowok hanya mengangguk-angguk saja.  Sesungguhnya dada saya rata seperti papan  alias kutilang darat tidak ada yang bisa kau raba-raba !  Kalau kau tidak suka katakan saja kita bisa batalkan rencana pernikahan ini dan saya siap menghadapinya ", kata sang cewek.
Sang cowok dengan lemah lembut menjawab, " Itu tidak masalah, bagiku seks bukanlah hal yang penting, Tetapi cinta kasih terpenting "
Sang cewek pun lega mendengarkannya.  Saya juga perlu mengatakan sesuatu sejujurnya padamu, kata sang cowok.  Sang cewek mengangguk tersenyum,  
" Sesungguhnya 'anu' saya seperti bayi ....", kata  sang cowok. " Sssstttt...sudahlah itu tidak soal,  bagiku seks bukanlah hal yang penting. Tetapi cinta kasih yang lebih penting.", sahut sang cewek.  Sang cowok pun lega mendengarkannya. Malam pengantin tiba, sang cewek mulai membuka baju dan tampaklah dadanya yang memang benar-benar rata. Sang cowok hanya tersenyum-senyum saja  melihatnya, kemudian sang cowok mulai membuka celananya sehingga tampaklah 'anu'nya. Melihat pemandangan itu, sang cewek menjerit dan langsung pingsan!!!. Setelah siuman sang cewek bertanya, " Kau katakan punyamu seperti bayi...?  " Yah memang anuku seperti bayi, panjang 42 cm dan berat 2,4 kg"

Hilman | 1 Aug 07:48
Picon

tolol


Alkisah ada seorang anak kecil diajak orang tuanya wisata ke pantai Kuta Bali. Bapaknya jalan-jalan sendiri sedangkan anaknya bermain-main  pasir dan air laut. Tiba-tiba si anak lari mendatangi ibunya sambil berkata  "Bu, aku tadi lihat cewek-cewek dadanya gede banget  lebih montok daripada punya ibu"
Ibunya bilang "Sssttttt…. sini kamu,  ibu kasih tahu ya…, semakin montok dada dari cewek-cewe itu, mereka itu semakin tolol ! "
Anaknya kembali bermain,  Tak lama kemudian anaknya kembali sambil bertanya "Bu, bu, tadi aku lihat cowok-cowok  kok anunya lebih gede dari pada anunya bapak ? "
Ibunya bilang "Ssssstttt…sini kamu, ibu kasih tahu lagi. Cowok –cowok semakin gede anunya,  mereka semakin tolol ! " Si anak kembali bermain lagi. Beberapa saat kemudian anaknya berlari mendatangi ibunya sambil berkata "Bu, bu, aku tadi melihat bapak ngobrol sama cewek yang paling TOLOL, semakin lama ngobrol bapak kok semakin TOLOL, TOLOL, dan TOLOL .......ya ..??? "      


Gmane