Shaukat ally | 1 May 01:49
Picon
Favicon

Re: Ibunda Agus Salim Haliman (EL77) meninggal dunia

ikut berduka cita atas meninggalnya ibunda tercinta rekan Agus S haliman(EL-77), semoga arwahnya di berikan ketenangan dan kedamaian di alam kekekalan.
 
shaukat ally

----- Original Message ----
From: Andreas Japar <japarbax-s7p20SfEDVYMaY++rXgPVg@public.gmane.org>
To: itb77-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@public.gmane.org
Sent: Thursday, May 1, 2008 12:50:24 AM
Subject: [itb77] Ibunda Agus Salim Haliman (EL77) meninggal dunia

Dear All,

Telah meninggal dunia tanggal 30 April 2008 sekitar jam 21.00 ibu Dora
Kadirun, ibunda dari Agus Salim Haliman EL77 di Royal Taruma Hospital.
Jenazah disemayamkan di RS Sumber Waras dan akan dikebumikan pada hari Sabtu
3 Mei 2008 pagi. HP Agus Salim Haliman : 08129953315.

Salam,
AJP



--
Info pengelolaan milis anda  :
<http:/ /pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/list-info-itb77.txt>

Triharyo | 2 May 02:47
Picon
Favicon

Re: Ibunda Agus Salim Haliman (EL77) meninggal dunia

Andreas

Terima kasih atas informasinya yang lengkap via e-mail dan juga sms langsung
ke saya tadi malam. Ucapan bela sungkawa dan juga karangan bunga atas nama
seluruh teman-teman ITB-77 sudah kami kirimkan.

Kepada teman-teman, bila ada berita duka ataupun ada yang dirawat di rumah
sakit, mohon informasi rumah duka ataupun dimana tempat dirawatnya. Mohon
dikirim informasinya ke hp saya 0811141046. Insya Allah, bila beritanya
tidak terlalu terlambat, bunga bisa dikirimkan atas nama seluruh rekan2
ITB-77.

Terima kasih sebelumnya

Salam
Hengki

-----Original Message-----
From: itb77-bounce@...
[mailto:itb77-bounce@...] On Behalf Of Andreas Japar
Sent: Thursday, May 01, 2008 12:50 AM
To: itb77@...
Subject: [itb77] Ibunda Agus Salim Haliman (EL77) meninggal dunia

Dear All,

Telah meninggal dunia tanggal 30 April 2008 sekitar jam 21.00 ibu Dora 
Kadirun, ibunda dari Agus Salim Haliman EL77 di Royal Taruma Hospital. 
Jenazah disemayamkan di RS Sumber Waras dan akan dikebumikan pada hari Sabtu

3 Mei 2008 pagi. HP Agus Salim Haliman : 08129953315.

Salam,
AJP 

-- 
Info pengelolaan milis anda  :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/list-info-itb77.txt>

--

-- 
Info pengelolaan milis anda  :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/list-info-itb77.txt>

witarto | 1 May 03:16
Picon
Gravatar

Re: Ibunda Agus Salim Haliman (EL77) meninggal dunia

Triharyo <triharyo@...> writes:

> Andreas
> Terima kasih atas informasinya yang lengkap via e-mail dan juga sms langsung
> ke saya tadi malam. Ucapan bela sungkawa dan juga karangan bunga atas nama
> seluruh teman-teman ITB-77 sudah kami kirimkan.
> 
> Salam, Hengki
> 
> -----Original Message-----
> Andreas Japar wrote:
> Sent: Thursday, May 01, 2008 12:50 AM
> Dear All,
> Telah meninggal dunia tanggal 30 April 2008 sekitar jam 21.00 ibu Dora 
> Kadirun, ibunda dari Agus Salim Haliman EL77 di Royal Taruma Hospital. 
> Jenazah disemayamkan di RS Sumber Waras dan akan dikebumikan pada hari Sabtu
> 3 Mei 2008 pagi. HP Agus Salim Haliman : 08129953315.
> 
> Salam, AJP 

Rekan Agus Haliman, saya ikut berduka cita atas meninggalnya ibu tercinta.
Semoga diberikan ketabahan.

salam,

witarto.m15.t07.el77

--

-- 
Info pengelolaan milis anda  :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/list-info-itb77.txt>

witarto | 1 May 03:30
Picon
Gravatar

Re: Balasan: Re: (Luar Biasa)Masih boleh ngirim e-mail topik lain selain tentang diskusi agama nggak ya ?

 <Herman_Dasril@...> writes:

> Dear All, 
> 
> Di Papua ada Keris Papua , mirip-mirip ,
> kasiatnya menurut cerita ya sama-sama dengan Keladi Tikus.
> 
> Salam, hdasril, Gl’77
> 
> From: itb77-bounce@...
> [mailto:itb77-bounce@...] On
> Behalf Of Santo AboeprajitnoSent: Wednesday, April 30, 2008
> (Luar Biasa)Masih boleh ngirim e-mail topik lain selain tentang diskusi agama
> nggak ya ?
> 
>   Ini bukan topik yang perlu di diskusikan melainkan sekedar informasi
>   yang mungkin berguna  bagi kita semua.
>    
>   Untuk Bp Henki trimakasih
>    
>   Tabik, Santo Aboeprajitno. SR77
>    
>   Subject: Keladi tikus 
>       
>     Penyakit  Kanker Sudah Tidak Berbahaya Lagi      
>          
>     Kanker tidak  lagi mematikan. Para penderita kanker di Indonesia dapat     
>     memiliki  harapan hidup yang lebih lama dengan ditemukannya tanaman
>     "KELADI TIKUS"  (Typhonium Flagelliforme/ Rodent Tuber)
>     sebagai tanaman obat yang dapat menghentikan dan mengobati berbagai 
>     penyakit kanker dan berbagai penyakit berat lain.  

Mas Santo dan Mas Herman, juga teman-teman itb77, ysh

Jangan sungkan kalau punya informasi kesehatan yang penting seperti
postingnya Mas Santo dan Mas Herman. Itu sangat bermanfaat bagi teman
yang mungkin sedang menderita penyakit tertentu, atau mungkin ada kerabatnya
yang terkena.

Seimbang dengan topik-topik yang lain, yang juga mencerahkan, sebaiknya
topik kesehatan, berikut testimoninya, agar juga banyak diposting dan
disharing untuk teman-teman yang membutuhkannya.

salam,

wa

--

-- 
Info pengelolaan milis anda  :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/list-info-itb77.txt>

Triharyo | 2 May 03:37
Picon
Favicon

Gimana kalau kita membuat sejarah dengan membentuk "Virtual Kadin-77" ?

Amrie dan rekans

Saya membaca posting Amrie tentang pembentukan Kadin-77 & timbul keinginan kuat untuk “mendorong” merealisasikan idea yang sangat mulia ini. Karena saya tahu teman-teman semua sangat sibuk dan juga infrastruktur kota Jakarta sangat kurang nyaman untuk berkumpul di suatu tempat (banjir, macet, jauh dll), juga banyak teman-teman ITB-77 yang saat ini berada di luar Jakarta, maka saya mengusulkan kita membentuk “Virtual Kadin-77”.

Apa itu “Virtual Kadin-77” ?

Virtual kadin-77 adalah sebuah business community yang dibentuk secara “virtual” di internet. Kita tidak harus bertemu fisik tapi bisa berkomunikasi dan melakukan rapat secara virtual melalui internet. Sebagai contoh saya selalu hampir ada di meja komputer antara jam 21:00 s/d 23:00 dan juga pada hari libur kalau lagi tidak ada acara. Jika kita janjian dan bertemu di internet, maka biayanya akan relatif murah dan pesertanya bisa dari seluruh dunia.

Caranya memulainya dengan memanfaatkan teknologi Chatting

Salah satu langkah awal Virtual Kadin adalah dengan membuat website, seperti yang diprakarsai oleh Syafril. Tapi ada sebuah teknologi lain yang sudah sangat mewabah dipakai oleh anak-anak kita, tapi akan sangat efektif kalau dipakai oleh para orang tuanya. Teknologi atau kebiasaan komunikasi ini disebut “chatting”. Siapapun yang mempunyai komputer dan tersambung ke internet pasti bisa memasang software gratis seperti Windows messenger, Yahoo messenger dll. Kalau belum pernah memakainya, tanya saja sama anak anda. Pasti mereka sudah biasa menggunakannya. Kalau sekeluarga “gaptek” semua, Insya Allah nanti rekan Syafril pasti bisa menuntunnya.

Saya menggunakan teknologi ini antara lain untuk Chat dengan team proyek saya di site, dengan para start-up companies ataupun dengan misalnya alumni University of Arizona di seluruh dunia dan berdiskusi berbagai macam topik. Biasanya saya join kalau lagi weekend karena perbedaan waktu. Komunikasi dengan cara ini memang betul-betul addictive dan efektif. Apalagi sekarang webcam sudah sangat murah (hanya Rp 200.000) dan semua software messenger bisa melakukan video conversation. Sehingga kita bisa melakukan video conference bila tentunya speed internet kita cukup. Saya bisa melihat “live” teman-teman lama saya di layar computer saya dan praktis ngobrol dengan mereka dimanapun mereka berada. Teknologi ini juga dipakai oleh para orang tua (seperti Bambang sadewo) untuk berkomunikasi dengan anaknya yang kuliah di luar negeri (di Korea). Bambang bilang bahwa jumlah komunikasi dia dengan anaknya, menggunakan teknologi ini, jauh lebih banyak sekarang daripada sewaktu anaknya sekolah di Jakarta dan serumah.

Membangun “Virtual Kadin-77”

Saya usul secara perlahan-lahan kita kumpulkan teman-teman yang mau bergabung ke Kadin-77 untuk masuk ke “Chat rooms” dengan cara mengundang mereka melalui e-mail atau langsung gabung bila mereka sedang online. Saya memakai nama asli saya di Windows Messenger yaitu Triharyo Soesilo (hengki). Kalau saya sedang online silahkan teman-teman yang berminat join untuk gabung dan kita mulai chat kecil-kecilan. Siapa tahu gerakan ini bisa menggabungkan alumni ITB-77 dan mungkin banyak alumni ITB lainnya. Di chat room University of Arizona, saya bisa diskusi dengan teman-teman sekelas saya dulu ataupun seluruh alumni dengan topik yang lebih umum. Kalau ada administrator (notulen) yang baik, maka topik-topik diskusi di-save, disummarize dan di-upload ke website Kadin-77.

Ini sebuah usulan. Untuk memulai saya sudah mengirimkan message e-mail invitation untuk masuk ke chatt room saya memakain Windows messenger ke Amrie, Saiful (di Perancis), Anto (di Dubai), & Syafril. Just to start. Kalau teman-teman minta saya pindah ke software messenger lain, aku juga no problemo.

Salam

Hengki

Nb : kita bisa diskusi agama dengan lebih live dan private melalui chatting. Tentunya yang ikut chatting adalah mereka-mereka yang berminat

witarto | 1 May 04:16
Picon
Gravatar

P3DN dan PrDN .....// Re: Masih boleh ....

Putu Suryawirawan <psyw2000@...> writes:

> Hengki,
> 
> Aku perlu bantuan untuk menggalang EPC
> Dalam Negeri guna mendukung Program P3DN (Peningkatan Penggunaan 
> Produksi Dalam Negeri). Belanja KPS yang di “cost recovery” sudah 
> mendekati US$ 9 milyar dan kurang dari 5% yang dibelanjakan di DN. 
> Menurut info Kepala BP Migas yang baru alumni ITB 77. Kita perlu bikin 
> agenda dgn BP Migas apa saja yang bisa dan akan bisa dipasok oleh 
> industri DN utk keperluan operasi Migas.
> 
> Salam, Putu.

Alinea yang menarik tentang yang dulu-dulu:
	Sejarah dunia masa lalu pun mencatat bahwa Angkor Vat di Kamboja 
dirancang dan dibuat oleh arsitek-arsitek dari Indonesia. Itulah salah 
satu bukti tingginya teknologi nenek moyang bangsa Indonesia. (Benarkah ?)

	Dalam sistem pembuatan Keris, ternyata berdasarkan proses pengujian 
metalurgi, Keris asli terbuat dari baja yang bercampur dengan Titanium, 
unsur yang banyak terdapat pada meteor maupun bulan. Padahal titik didih 
(titik lebur) baja dengan titanium sangat berbeda, tapi para empu (pembuat 
keris) jaman dulu telah berhasil meleburkan baja dan titanium menjadi 
sebuah keris dengan menggunakan teknik teknologi pendinginan mendadak. 
Bangsa-bangsa barat sendiri baru mampu mengenal dan mengetahui cara mengolah 
Titanium (Ti) beberapa abad kemudian. Hanya sayang cara-cara teknik 
peleburan milik para empu-empu ini ternyata sudah banyak dilupakan oleh 
orang-orang Indonesia sendiri. (Wah ???)

	Dulu, presiden Soekarno memberikan bibit-bibit pohon mangga ke 
Mesir. Dari Mesir, bibit-bibit ini juga disebarkan di Afrika. Saat ini, 
pasar-pasar swalayan di malah mengimpor buah mangga dari Mesir dan 
Afrika. Sungguh ironis. (hiks....)

salam,

wa

Menjaga Hasil Karya Anak Bangsa Sebelum Diambil Negara lain & Kampanye 
Penggunaan Barang Indonesia – 11 Nopember 2006

	Ironis sekali nasib bangsa Indonesia saat ini. Ketika tingkat 
pengangguran begitu tinggi & kondisi keuangan negara yang kritis, impor 
barang dari luar negeri malah meningkat sehingga begitu banyak devisa 
negara yang terkuras dan mengalir ke luar negeri. Barang-barang impor 
begitu merajai pasar retail & grosir sehingga barang produksi dalam 
negeri malah tidak punya tempat di negeri sendiri karena kalah bersaing. 
Akibatnya, industri dalam negeri banyak gulung tikar & pengangguran makin 
menjadi.

	Kondisi ini semakin kritis ketika ada “kabar angin” bahwa beberapa 
produk budaya Indonesia, seperti angklung, batik, ukiran Jepara bahkan 
tempe, sudah atau akan dipatenkan oleh negara-negara lain demi kepentingan 
komersial maupun ikon-ikon promosi pariwisata negara-negara tersebut. 
Untuk membahas hal tersebut, National Integration Movement (NIM) 
menghadirkan Bapak Poltak Ambarita-Kasub P3PL Departemen Perdagangan dan 
Bapak Iwan Irawan Soeprapto-Kasub Direktorat Hak Cipta sebagai narasumber 
Diskusi Kebangsaan NIM, Sabtu 11 Nopember 2006,  di padepokan One Earth, 
Ciawi. Muhammad Dian Martin seperti biasa mengisi posisi Moderator.

	Sebagai wakil pemerintah, Bapak Poltak mempresentasikan Program 
Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) yang merupakan program 
pemerintah untuk memicu konsumsi barang-barang produksi dalam negeri. 
Barang-barang modal yang kemudian dapat diolah oleh industri dalam negeri 
tentu bisa diatur oleh pemerintah lewat peraturan-peraturan. Tapi barang-
barang konsumsi tidak bisa begitu saja diatur pemerintah karena itu harus 
ada pendekatan emosional untuk mengajak rakyat Indonesia untuk lebih 
menggunakan produk lokal ketimbang produk impor.

	Dengan beberapa dasar pemikiran bahwa 
	<1> Pasar Dalam Negeri (PDN) merupakan bagian dari Pasar Global, 
	<2> Era Pasar Bebas, 
	<3> Produk Dalam Negeri (PrDN) sulit bersaing, 
	<4> Semakin membanjirnya Produk Impor di PDN, dan 
	<5> Perlu Nasionalisme, cinta & bangga terhadap PrDN, 

maka Program P3DN menetapkan beberapa tolak ukur, diantaranya : 
	(a) 200 merek lokal mampu bersaing di pasar bebas sebelum tahun 2010, 
	(b) meningkatkan kualitas PrDN, 
	(c) mengurangi impor barang jadi, 
	(d) meningkatnya peredaran PrDN, dan 
	(e) bergesernya persepsi masyarakat terhadap PrDN. 

Merek lokal dalam hal ini didefinisikan sebagai PrDN yang diedarkan dan 
didaftarkan pertama kali di Indonesia. Tanggal 20 Desember 2006 nanti, 
Departemen Perdagangan akan menyelenggarkan Pameran PrDN Merek Lokal di 
JCC, Jakarta.

	Program P3DN ini bertujuan untuk mendorong masyarakat Indonesia 
agar peduli dengan PrDN sehingga mampu meningkatkan produksi dan volume 
perdagangan dalam negeri dengan langkah-langkah seperti 

	(1) sosialisasi langsung maupun lewat media elektronik, 
	(2) iklan, 
	(3) menjadikan PrDN sebagai kurikulum sekolah dasar, 
	(4) pameran dagang, 
	(5) melaksanakan kegiatan apresiasi, 
	(6) mengadakan lomba penulisan & pidato tentang kecintaan PrDN, dan 
	(7) memfasilitasi pengembangan Desain Power. Desain Power adalah 
	    memproduksi produk-produk dengan kreatifitas khas Indonesia.

Komentar:
(8) (Usulan saya) lomba bikin lotek dan rujak, bagi anak-anak muda, sebagai 
generasi penerus. Yang dinilai, muatan lokal (bahan baku dari lokal), rasa, 
tampilan, dan kebersihan serta kesehatan makanan. (Banyak makanan kita 
sekarang yang malah bikin sakit orang penderita penyakit tertentu).

	Strategi yang diterapkan dalam Program P3DN ini antara lain : 

(1) melakukan pendekatan logis ketimbang indoktrinisasi yang biasanya 
    dilakukan di masa lalu, 
(2) menginformasikan pada masyarakat bahwa PrDN lebih berkualitas daripada 
    Produk Impor, 
(3) bekerjasama dengan KADIN, dunia usaha, LSM maupun dunia pendidikan untuk 
    selalu menggunakan dan mempromosikan merek-merek lokal. Merek-merek 
    lokal yang terdaftar di Indonesia misalnya adalah Buccheri, Hammer, 
    Annie & Robert, Polytron, Sanken, Giordano, Tira Jeans, Elizabeth, dll.

komentar:
(4) itu distro anak-anak muda Bandung, perlu dirangkul, dibina dengan tepat, 
    agar lebih berkembang menjadi lapangan kerja yang kompetitif, dan 
    menghasilkan produk berkualitas unggul. 

	Menurut Bapak Poltak, Jogjakarta adalah pusat pengrajin atau 
produksi handicraft utama di Indonesia, sedangkan Bali adalah pusat 
penjualan atau distribusi handicraft Indonesia. Setelah Bencana Gempa di 
Jogja beberapa waktu yang lampau, ada indikasi bahwa tetangga terdekat 
Malaysia berusaha membujuk para pengrajin-pengrajin dan para seniman Jogja 
yang menjadi korban bencana untuk bekerja dan memproduksi karya-karya 
mereka nanti di Malaysia. Bila usaha Malaysia ini berhasil, maka di 
kemudian hari, Bali akan kehilangan pasokan & kesenian khas Indonesia 
akan diambil-alih Malaysia.

	Pemerintah Indonesia pun di era globalisasi sekarang ini tidak 
bisa melarang produk-produk impor secara hukum dari luar negeri karena 
Indonesia telah menjadi salah satu anggota World Trade Organization 
(WTO), ataupun menjalin kerjasama bilateral maupun multilateral dengan 
negara-negara lain dalam soal perdagangan. Bila pemerintah Indonesia 
melanggar kesepakatan-kesepakatan ini, maka produk-produk negara 
Indonesia akan dikenakan pajak yang tinggi di negara-negara lain sebagai 
aksi balas dendam (perang dagang). Untuk itu, hanya kesadaran masyarakat 
akan pentingnya menggunakan PrDN yang dapat menyelamatkan Indonesia dari 
ancaman produk-produk Impor.

	Di Indonesia, ketika seorang pemahat mempunyai ide kreatif 
atau inspirasi tertentu pada patung yang dipahatnya, maka pemahat 
tersebut dengan senang hati akan membagi ide kreatif tersebut kepada 
tetangga maupun pemahat-pemahat lain. Tapi di dunai barat, hal seperti 
ini tidak akan terjadi. Malah bila seseorang yang mencoba meniru ide 
kreatif orang lain, orang tersebut harus membayar sejumlah uang pengganti 
kepada penemu pertama ide kreatif tersebut. Konsep individualistik dunia 
barat inilah yang akan melahirkan sebuah organisasi seperti WIPO (World 
Intellectual Property Organization), sebuah badan di bawah naungan PBB 
yang mengurusi administrasi masalah perlindungan intelektual dan hak 
cipta di seluruh dunia. Demikian penuturan Bapak Iwan Iriawan selaku 
Kepala seksi Hak Cipta & Hak terkait, Ditjen HaKI, Direktorat Hak Cipta.

	Karena berangkat dari konsep individualistik, maka saat ini, hak 
cipta tidak bisa diregistrasi atau didaftarkan atas nama sebuah komunitas 
atau daerah regional, tapi harus secara perseorangan atau atas dasar 
sebuah entitas bisnis. Memang belakangan ini ada ide dari beberapa negara, 
seperti Brasil, Canada, India, Argentina, Indonesia, dll untuk menggolkan 
UU Folklore (Hak Cipta atas nama Nenek Moyang atau regional) dengan 
menggelar Gerakan Access for Knowledge (A2K Movement).

Komentar:
Hak Cipta sebaiknya mulai dihargai, donk, sejalan dengan A2K Movement.
Serta seimbang dengan pemerataan pengetahuan demi kualitas SDM Indonesia.

	Gerakan A2K ini prihatin dengan regulasi-regulasi hak cipta 
yang mempengaruhi akses-akses seimbang akan pengetahuan yang sangat 
diperlukan oleh sebuah masyarakat, demi kelangsungan hidup dan peningkatan 
kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Selain itu, gerakan A2K ini sangat 
mendukung kreatifitas dan inspirasi-inspirasi yang dihasilkan oleh 
komunitas-komunitas. Gerakan A2K mencoba melindungi sumber-sumber dari 
penciptaan dan managemen pengetahuan atau kekayaan budaya sebuah 
peradaban. Sayangnya, di Indonesia sendiri yang merupakan salah satu 
negara terkaya di dunia dalam hal keanekaragaman seni & budaya, UU 
Folklore belum-belum juga disahkan oleh DPR RI.

	Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu surga bagi para 
pelanggar HaKI (Hak Kekayaan Intelektual), sehingga sering kali masuk 
daftar hitam USTD (Departemen Perdagangan Amerika Serikat). Hanya baru-
baru ini saja, Indonesia dikeluarkan dari daftar hitam tersebut dan hanya 
masuk daftar negara-negara yang perlu diperhatikan (Watchlist) setelah 
pemerintah Indonesia berhasil meyakinkan pemerintah Amerika bahwa para 
pelanggar HaKI di Indonesia bisa dijerat dengan hukum perdata maupun 
pidana, di samping usaha-usaha pemerintah menutup pabrik-pabrik yang 
melakukan upaya-upaya pembajakan atas produk-produk film, musik maupun 
piranti lunak komputer. Padahal di negara-negara barat sendiri, 
pelanggaran HaKI hanya bisa dijerat dengan hukum perdata.

	Bapak Iwan juga sempat mengklarifikasi sejumlah “kabar angin” 
tentang telah dipatenkannya sejumlah produk budaya Nusantara oleh negara 
lain. Beliau mengatakan bahwa memang Malaysia misalnya pernah mencoba 
untuk mempatenkan beberapa motif batik, maupun batik itu sendiri di WIPO, 
tapi tidak berhasil karena pemerintah Indonesia mampu membuktikan produk 
batik sebagai produk asli budaya Indonesia. Bahkan kata “Batik” sendiri 
berasal dari bahasa Jawa. Demikian pula Jepang yang menurut “kabar angin” 
telah mempatenkan tempe.

	Ternyata yang benar adalah Jepang memang telah mempatenkan metode 
(bukan proses-ed) menghasilkan tempe, tapi Jepang tidak akan bisa 
mempatenkan tempe sebagai produk ciptaan mereka karena di Candi Borobudur, 
yang dibangun pada abad ke-6 Masehi, telah terukir proses-proses dan cara-
cara pembuatan tempe. (Wh, baru tahu saya)...

Tempe sendiri adalah produk makanan tersehat di dunia karena mengandung 
zat-zat anti kanker dan anti biotik, yang sampai kini dalam berbagai 
penelitian, belum ditemukan efek sampingnya bagi kesehatan manusia.

	Sejarah dunia masa lalu pun mencatat bahwa Angkor Vat di Kamboja 
dirancang dan dibuat oleh arsitek-arsitek dari Indonesia. Itulah salah 
satu bukti tingginya teknologi nenek moyang bangsa Indonesia. Demikian 
pula sistem pembuatan Keris. Ternyata berdasarkan proses pengujian 
metalurgi, Keris asli terbuat dari baja yang bercampur dengan Titanium, 
unsur yang banyak terdapat pada meteor maupun bulan. Padahal titik didih 
(titik lebur) baja dengan titanium sangat berbeda, tapi para empu (pembuat 
keris) jaman dulu telah berhasil meleburkan baja dan titanium menjadi 
sebuah keris dengan menggunakan teknik teknologi pendinginan mendadak. 
Bangsa-bangsa barat sendiri baru mampu mengenal dan mengetahui cara 
mengolah Titanium (Ti) beberapa abad kemudian. Hanya sayang cara-cara 
teknik peleburan milik para empu-empu ini ternyata sudah banyak dilupakan 
oleh orang-orang Indonesia sendiri.

	Ketidaktahuan itu juga yang membuat orang Indonesia mudah sekali 
ditipu oleh bangsa-bangsa lain. Misalnya masalah Batu Apung (pumice). 
Batu Apung biasanya diekspor dalam jumlah besar ke Amerika Serikat sebagai 
bahan untuk mencuci bahan celana jins. Ternyata selain itu, batu ini 
digunakan NASA sebagai pelapis badan-badan pesawat ulang-aling, atau 
pelapis untuk melindungi reaktor-reaktor nuklir di Amerika Serikat. 
Demikian pula yang terjadi pada ekspor pasir silika yang banyak ditemukan 
di Kalimantan. Harga pasir silika dijual sedikit lebih tinggi dibandingkan 
pasir biasa, padahal pasir silika adalah bahan dasar pembuatan 
mikroprosesor komputer yang harga jualnya sangat tinggi.

	Demikian pula pernah terjadi penolakan ekspor ukiran Jepara dari 
Indonesia di sebuah negara Eropa karena ternyata ada sebuah katalog yang 
terdiri dari beberapa motif ukiran Jepara yang telah dipatenkan oleh 
seseorang. Jadi ekspor kayu ukiran Jepara itu harus membayar royality 
kepada pemilik paten sebelum bisa dipasarkan di negara lain. Ketidaktahuan 
orang Indonesia membuat bangsa ini terus menerus dibodoh-bodohi untuk 
diekspoitasi sumber-sumber alamnya & budayanya yang sangat kaya.

	Serpihan-serpihan penemuan tentang kecanggihan teknologi nenek 
moyang bangsa Indonesia turut menyumbangkan suatu teori tentang keberadaan 
masa lalu yang dianggap mitos oleh seluruh dunia, yaitu The Lost Continent 
of Atlantis. Ada suatu teori yang mengatakan bahwa salah satu lokasi dari 
Atlantis adalah di Indonesia ini. Semua hal ini menandakan bahwa nenek-
moyang bangsa Indonesia bukanlah terdiri dari orang-orang barbar yang 
berasal dari peradaban primitf, melainkan sebuah peradaban yang sangat 
tinggi yang bisa dijajarkan dengan bangsa Astek Indian, Firaun Mesir, Han 
China, Arya India, dsbnya.

	Bapak Rusdi Ambo Dale, mantan anggota DPR yang sekarang aktif di 
PDP, turut berkomentar bahwa di dunia global ini, Orang Indonesia harus 
tahu bahwa nenek moyang bangsa Indonesia mempunyai sumbangan berarti bagi 
peradaban dunia. Bila tidak, maka orang Indonesia hanya mampu mengekor 
setiap langkah yang diambil oleh bangsa-bangsa lain.

	Bangsa Romawi/Yunani misalnya, mengimpor ajaran kristen dari timur 
tengah dan menjadikannya Katholik. Jerman mengadopsinya menjadi Protestan. 
Inggris menjadikannya Anglikan. Demikian pula ketika Ajaran Islam masuk 
ke turki, menjadi Islam sekular dengan tarian Darvish, masuk ke Arab Saudi 
menjadi Wahabisme, masuk ke Pakistan menjadi sufisme, masuk ke Persia 
menjadi Syiah, dstnya. Sementara itu Indonesia kini malah kehilangan 
identitas karena mencoba mengimpor segala sesuatu secara baku untuk 
diterapkan di Indonesia. Masalah timbul ketika sesuatu yang baku itu 
malah menimbulkan pertentangan dalam masyarakat Indonesia sendiri karena 
ketidakcocokan.

	Dulu, presiden Soekarno memberikan bibit-bibit pohon mangga ke 
Mesir. Dari Mesir, bibit-bibit ini juga disebarkan di Afrika. Saat ini, 
pasar-pasar swalayan di malah mengimpor buah mangga dari Mesir dan Afrika. 
Sungguh ironis.

	Sebenarnya nenek moyang Indonesia terkenal akan keahlian mereka 
untuk melakukan “Glocalize,” sebuah istilah yang sering diucapkan Bapak 
Anand Krishna tentang kemampuan kebudayaan Indonesia untuk menerima budaya 
bangsa asing & meramunya menjadi berciri khas lokal (local indigenous). 
Candi-candi di kepulauan Nusantara berbeda dengan candi-candi yang berada 
di India. Demikian uraian Maya Safira Muchtar, Ketua Umum NIM sambil 
menambahkan bahwa masyarakat Indonesia harus menolak untuk dibodoh-bodohi 
lagi. Dan untuk membantu mewujudkan hal ini, telah dibentuk Gerakan 
Pengajar, Dokter & Psikolog Bagi Ibu Pertiwi yang bertujuan untuk 
memantau, mendengar, berbicara secara lugas dan jelas tentang berbagai 
masalah pendidikan yang mengarah pada intimidasi dan indoktrinasi yang 
dapat menciptakan individu yang tidak mengenal jati dirinya sebagai anak 
bangsa.

	Dan, di akhir acara, NIM berinisiatif untuk menindaklanjuti diskusi 
kali ini dengan tindakan nyata, yakni dengan membuat Petisi kepada 
Pemerintah dan DPR untuk mensahkan RUU Folklore menjadi UU dalam rangka 
menjaga aset-aset budaya Nusantara untuk tidak jatuh ke negara-negara lain. 
(Anoop).

Untuk berpartisipasi dalam petisi ini silakan menghubungi :

Sekretariat NIM

Kompleks Ruko Golden Fatmawati Blok J No. 35
Jln. Raya Fatmawati Jakarta Selatan 12420.
Telp. 021 – 75915813

http://joehanes.blogsome.com/2006/11/26/hasil-karya-anak-bangsa-kampanye-penggunaan-barang-indonesia/

--

-- 
Info pengelolaan milis anda  :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/list-info-itb77.txt>

Triharyo | 2 May 04:16
Picon
Favicon

Update 100 start-up companies - "Rumah Pintar" akan soft opening 2 Mei 2008

Beberapa waktu yang lalu saya menulis tentang rencana rekan-rekan KM-ITB membuat “Rumah Pintar” di Jalan Sangkuriang. (Baca tulisan sebelumnya). Karena ideanya sangat baik, maka saya setuju untuk menginformasikan ke banyak alumni, mendorong dan juga mensponsori ala kadarnya. Selain itu saya juga minta tolong rekan Woro (AR-77), pemilik dan pengelola Ndezzo resort, untuk mengevaluasi, mensupervisi dan juga memberikan saran-saran agar renovasi rumah bisa efektif dengan biaya yang sangat murah.

 

Ternyata animo alumni ITB dan juga mahasiswa sangat luar biasa. Banyak bantuan dari para alumni yang berdatangan. Juga para mahasiswa secara suka rela bekerja dan menikmati kegiatan merenovasi rumah ini dengan misalnya melakukan pengecatan (lihat foto).  Sehingga syukur alhamdulilah “Rumah pintar” akan soft opening pada tanggal 2 Mei 2008. Bravo kepada rekan-rekan KM-ITB, Woro dan juga para sponsor.

 

Berikut ini rangkaian acara awal kegiatan “Rumah pintar” ini :

  • Soft opening tanggal 2 Mei 2008 dalam bentuk apel pendidikan

  • Tutorial untuk UANSD akan mulai tanggal 5 Mei 2008

  • Peresmian “Rumah pintar” tanggal 9 Mei 2008

  • Seminar tentang pendidikan dan kemiskinan tgl 22 Mei 2008 di aula barat

  • Grand Opening “Rumah pintar” tgl 22 Mei 2008 di lapangan basket campus center

 

Selain itu saya minta tolong ke rekan Amar rasyad dan jajaran Ganesha Enterpreneur Club (GEC), yang merupakan “business arm” dari IA-ITB Jabar, untuk mengembangkan berbagai business di “Rumah Pintar” ini agar biaya pengelolaannya dapat berkesinambungan. Beberapa idea rekan Amar antara lain membentuk “Designer dan drafting school” di rumah ini. Saya juga mengusulkan kepada teman-teman KM-ITB untuk mendownload seluruh materi pelajaran MIT, Yale, Berkeley, Rice University untuk di download ke server computer “Rumah Pintar” ini. Sehingga mahasiswa ITB (atau mahasiswa Bandung lainnya) bisa dengan cepat mengcopy soft file material pelajaran dalam bentuk text, audio, maupun video dari seluruh dosen-dosen di Universitas-universitas terkemuka di Amerika serikat. Selain itu, rumah pintar ini juga bisa menjadi kantor para inovator baru dalam kegiatan “100 start-up companies”, khususnya mereka yang belum bisa untuk menyewa kantor.

 

Demikian beberapa informasi kami. Bila rekan-rekan ingin mendukung program “Rumah Pintar” ini silahkan untuk mengkontak rekan AR Sofyandi S, HP: +62 81349206632, e-mail address : cb57a-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@public.gmane.org, Mahasiswa Fisika ITB atau rekan Amar Rasyad 0811930355 pimpinan Ganesha Enterprenur Club. Terima kasih sebelumnya atas support rekan-rekan semua.

 

Salam

Hengki

Triharyo | 2 May 04:38
Picon
Favicon

Re: Masih boleh ngirim e-mail topik lain selain tentang diskusi agama nggak ya ?

Putu

 

Sebagaimana pasti anda tahu, topik ini merupakan api dalam jiwa yang terus membakar semangat saya selama puluhan tahun terakhir ini. Api ini mulai membara sejak saya duduk mendengarkan ceramah pak Hartarto di tahun 1979. Saya menemukan misi hidup, sejak terinspirasi mendengar kuliah pak Hartarto di student center. Pak Hartarto saat itu menduduki jabatan sebagai Direktur Bina Program Departemen Perindustrian, sebuah jabatan yang saat ini setingkat dengan jabatan yang diduduki oleh Putu di Deprind.

 

Message yang ingin saya sampaikan adalah apa yang kita lakukan hari ini mungkin tidak bisa langsung terasa dalam waktu dekat.

 

Untuk itu, saya mohon Putu mencari informasi ke pak Priyono secara rinci angka 95% produk dan jasa import itu terdiri dari barang apa saja dan berapa rincian nilai masing-masing import. Siapa perusahaan-perusahaan minyak yang mengimport terbesar dan siapa yang menggunakan produk dalam negeri terbanyak. Deprind bisa memfasilitasi pemberian hadiah ataupun pertemuan-pertemuan dengan berbagai stakeholder. Data-data ini terus terang sangat sulit dicari dan relatif agak tertutup. Saya menulis paragraf di awal e-mail ini untuk membakar semangat Putu dan memberanikan diri untuk mencari data tersebut dan menayangkannya di publik sebagai salah satu kegiatan 100 tahun kebangkitan nasional. Mari buat sejarah. Saya tahu anda sangat bisa dan mempunyai autoritas untuk melakukan hal ini.

 

Salam

Hengki

 

From: itb77-bounce-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@public.gmane.org [mailto:itb77-bounce-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@public.gmane.org] On Behalf Of Putu Suryawirawan
Sent: Wednesday, April 30, 2008 9:13 AM
To: itb77-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@public.gmane.org
Subject: [itb77] Re: Masih boleh ngirim e-mail topik lain selain tentang diskusi agama nggak ya ?

 

Hengki,

 

Aku perlu bantuan untuk menggalang EPC Dalam Negeri guna mendukung Program P3DN (Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri). Belanja KPS yang di “cost recovery” sudah mendekati US$ 9 milyar dan kurang dari 5% yang dibelanjakan di DN. Menurut info Kepala BP Migas yang baru alumni ITB 77. Kita perlu bikin agenda dgn BP Migas apa saja yang bisa dan akan bisa dipasok oleh industri DN utk keperluan operasi Migas.

 

Salam,

Putu.

 

From: itb77-bounce-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@public.gmane.org [mailto:itb77-bounce-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@public.gmane.org] On Behalf Of Triharyo Soesilo
Sent: Tuesday, April 29, 2008 4:26 PM
To: itb77-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@public.gmane.org
Subject: [itb77] Masih boleh ngirim e-mail topik lain selain tentang diskusi agama nggak ya ?

 

Wah terus terang, saya sekarang jadi “sungkan” mau mengirimkan e-mail dengan topik lain selain topik diskusi agama di milis ini. Jangan-jangan e-mail “topik lain” saya nanti, jadi OOT atau OB (Out Bound) di milis yang jadi “heavy” dengan diskusi agama ini. Masih boleh nggak ya, mengirim e-mail dengan topik lain ?.

Best regards

Triharyo soesilo

PT Rekayasa Industri, Jl Kalibata timur I no 36,

Jakarta 12740 Indonesia

Phone : 062-21-7988700 ext 1100 Mobile : +62811141046

Fax : 062-21-79180912 . E-mail : triharyo-hRsb6vzxD5YEKECqDok/ig@public.gmane.org

witarto adi | 1 May 04:45
Picon
Gravatar

Re: Gimana kalau kita membuat sejarah dengan membentuk "Virtual Kadin-77" ?



2008/5/2 Triharyo <triharyo-WFZpCyA5SlEMaY++rXgPVg@public.gmane.org>:

Amrie dan rekans

Saya membaca posting Amrie tentang pembentukan Kadin-77 & timbul keinginan kuat untuk "mendorong" merealisasikan idea yang sangat mulia ini. Karena saya tahu teman-teman semua sangat sibuk dan juga infrastruktur kota Jakarta sangat kurang nyaman untuk berkumpul di suatu tempat (banjir, macet, jauh dll), juga banyak teman-teman ITB-77 yang saat ini berada di luar Jakarta, maka saya mengusulkan kita membentuk "Virtual Kadin-77".

Sayang saya ini hanya busy-man, bukan businessman... :-) Busy-man bukannya sok sibuk, tetapi terpaksa sibuk digiring tugas satu ke tugas berikutnya. Namun walau demikian, saya ingin usul juga atas idea rekan Amrie dan HQ, yang baik tentang Kadin itb77.

Virtual Kadin-77 bagus. Hanya ada sedikit tambahan dari saya, mudah-mudahan banyak idea baik yang lain lagi dari rekan-rekan itb77 yang lain.

Temu virtual bisa dilakukan intensif, sewaktu-waktu, dengan resiko hambatan pada listrik mati atau sambungan telekomunikasi yang putus. Mas Syafril bisa memberi guidance kepada kita tentang ini.

Yang juga perlu secara periodik juga perlu adalah temu atau copy darat. Hanya waktunya bisa lebih lama, misal sebulan atau dua bulan atau paling lama tiga bulan sekali. Copy darat bisa digunakan untuk mentraktir para busy-men seperti saya oleh para business-man... :-), atau untuk menerma traktiran dari yang lagi ulangtahun, atau untuk silahturahim, atau untuk memperkuat komitmen yang terbentuk, atau sekedar untuk melepas kangen.... Saya harap para busy-men seperti saya mendukung usulan ini. Enak, loh, ditraktir.... para boss...

salam,

wa

 

Apa itu "Virtual Kadin-77" ?

Virtual kadin-77 adalah sebuah business community yang dibentuk secara "virtual" di internet. Kita tidak harus bertemu fisik tapi bisa berkomunikasi dan melakukan rapat secara virtual melalui internet. Sebagai contoh saya selalu hampir ada di meja komputer antara jam 21:00 s/d 23:00 dan juga pada hari libur kalau lagi tidak ada acara. Jika kita janjian dan bertemu di internet, maka biayanya akan relatif murah dan pesertanya bisa dari seluruh dunia.

Caranya memulainya dengan memanfaatkan teknologi Chatting

Salah satu langkah awal Virtual Kadin adalah dengan membuat website, seperti yang diprakarsai oleh Syafril. Tapi ada sebuah teknologi lain yang sudah sangat mewabah dipakai oleh anak-anak kita, tapi akan sangat efektif kalau dipakai oleh para orang tuanya. Teknologi atau kebiasaan komunikasi ini disebut "chatting". Siapapun yang mempunyai komputer dan tersambung ke internet pasti bisa memasang software gratis seperti Windows messenger, Yahoo messenger dll. Kalau belum pernah memakainya, tanya saja sama anak anda. Pasti mereka sudah biasa menggunakannya. Kalau sekeluarga "gaptek" semua, Insya Allah nanti rekan Syafril pasti bisa menuntunnya.

Saya menggunakan teknologi ini antara lain untuk Chat dengan team proyek saya di site, dengan para start-up companies ataupun dengan misalnya alumni University of Arizona di seluruh dunia dan berdiskusi berbagai macam topik. Biasanya saya join kalau lagi weekend karena perbedaan waktu. Komunikasi dengan cara ini memang betul-betul addictive dan efektif. Apalagi sekarang webcam sudah sangat murah (hanya Rp 200.000) dan semua software messenger bisa melakukan video conversation. Sehingga kita bisa melakukan video conference bila tentunya speed internet kita cukup. Saya bisa melihat "live" teman-teman lama saya di layar computer saya dan praktis ngobrol dengan mereka dimanapun mereka berada. Teknologi ini juga dipakai oleh para orang tua (seperti Bambang sadewo) untuk berkomunikasi dengan anaknya yang kuliah di luar negeri (di Korea). Bambang bilang bahwa jumlah komunikasi dia dengan anaknya, menggunakan teknologi ini, jauh lebih banyak sekarang daripada sewaktu anaknya sekolah di Jakarta dan serumah.

Membangun "Virtual Kadin-77"

Saya usul secara perlahan-lahan kita kumpulkan teman-teman yang mau bergabung ke Kadin-77 untuk masuk ke "Chat rooms" dengan cara mengundang mereka melalui e-mail atau langsung gabung bila mereka sedang online. Saya memakai nama asli saya di Windows Messenger yaitu Triharyo Soesilo (hengki). Kalau saya sedang online silahkan teman-teman yang berminat join untuk gabung dan kita mulai chat kecil-kecilan. Siapa tahu gerakan ini bisa menggabungkan alumni ITB-77 dan mungkin banyak alumni ITB lainnya. Di chat room University of Arizona, saya bisa diskusi dengan teman-teman sekelas saya dulu ataupun seluruh alumni dengan topik yang lebih umum. Kalau ada administrator (notulen) yang baik, maka topik-topik diskusi di-save, disummarize dan di-upload ke website Kadin-77.

Ini sebuah usulan. Untuk memulai saya sudah mengirimkan message e-mail invitation untuk masuk ke chatt room saya memakain Windows messenger ke Amrie, Saiful (di Perancis), Anto (di Dubai), & Syafril. Just to start. Kalau teman-teman minta saya pindah ke software messenger lain, aku juga no problemo.

Salam

Hengki

Nb : kita bisa diskusi agama dengan lebih live dan private melalui chatting. Tentunya yang ikut chatting adalah mereka-mereka yang berminat




--
One never notices what has been done; one can only see what remains to be done.
~Marie Currie
Picon
Favicon
Gravatar

Re: bisnis EPC ? ka bp migas gl76.

Mas Ari dan Rekans,

Ada berapa orang yang bernama Priyono dari Itb77
Yang saya kenal memang Priyono dari Litbang PLN.
Apakah ada Priyono lain selain yang di Litbang PLN ?
Jadi muncul info Kepala BP Migas yang baru itu dari itb77 mungkin karena ada nama Priyono di Itb77.
Tapi menurut saya, apakah dari itb77 atau itb76 yang penting lulusan itb yang mempunyai visi dan missi lebih memajukan indonesia dan sesuai dengan salah satu tujuan mengangkat Mas Priyono ini untuk menambah kapasitas lifting BBM yang sekarang melonjak ke harga USD 200/barrel kan ?
Mari kita dukung industri nasional berkembang termasuk dalam dunia Migas sesuai dengan ajakan Mas Putu/Dirjen logam dasar Dept Perindustrian, karena beliau sangat concern akan kemajuan "local contain" dalam industri Migas juga.

Salam,
Zaenal

At 22:51 30/04/2008, Ari Surhendro wrote:
Belanja KPS yang di "cost recovery" sudah mendekati US$ 9 milyar dan kurang dari 5% yang dibelanjakan di DN. Menurut info Kepala BP Migas yang baru alumni ITB 77.
 
>>>   Ka BP Migas, R. Priyono, GL76 .......... Salam - <at> ri MS76.



Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.524 / Virus Database: 269.23.6/1402 - Release Date: 28/04/2008 13:29

Gmane