Eddy Purnomo | 1 Feb 02:47
Picon
Favicon

JSX Bagaimana ?

Syaukat dan Husein ,
 sepertinya hari ini USD akan melemah terhadap YEN . Beberapa faktor  diantaranya mengindikasikan/forecast menurun  , seperti yang akan diekspose sore nanti :
  1. Unemployment Rate , forecast naik 5% ( bulan lalu naik 5% juga ) .
  2. Average Hourly Earnings , naik 0.3% sedangkan bulan lalu naik 0.4% .
  3. Purchasing managers in the manufacturing sector , menurun dari 48.4 ke 47.3 .
  4. Consumer Sentiment turun 1.5 .
  5. Construction Spending  turun 0.5% dari bulan sebelumnya .
  6. Faktor psikologis dari  jam 20.00 tadi malam USD sudah naik 100 point terhadap YEN .
Namun mungkin bisa efektif jika jam US sudah buka jam 20.00 ( Jam 08.00 waktu New York) .  Pertanyaannya :  Bagaimana  JSX  yang hari ini (jam 08.36)  2627,25 ?. Mohon bisa bantu , kang Amrie, Freddy , Bien , Hilman or Boy ? . Thanks.
EP
 
 
Triharyo | 1 Feb 02:52
Picon
Favicon

Tulisanku tentang "Soeharto & Teknologi" di Koran Republika

Rekans

 

Atas permintaan Koran Republika, saya menuliskan op-ed ini. Opini saya bisa dibaca di koran Republika hari ini atau pada link berikut http://www.republika.co.id/kolom_detail.asp?id=321933&kat_id=16 . Saya terus terang belum pernah menulis untuk sebuah koran. This is a first experience for me.

 

Jumat, 01 Februari 2008

Soeharto dan Teknologi

Oleh :

Triharyo Soesilo
Direkt
ur Utama Rekayasa Industri

Salah satu kriteria kesuksesan seorang pemimpin bangsa adalah melihat keberhasilannya dalam mengembangkan teknologi di negeri yang ia pimpin. Presiden Kennedy pada 25 Mei 1961 di depan anggota kongres dan senat Amerika Serikat mencanangkan untuk mendaratkan seorang manusia di bulan dan mengembalikannya ke bumi sebelum dekade 1960-an berakhir. Tantangan ini dicapai oleh AS pada 20 Juli 1969 yang diwakili seorang astronot bernama Neil Armstrong. Walaupun pencapaian ini tidak mampu disaksikan Kennedy yang tertembak di Kota Dallas, Texas, pada 22 November 1963, sejarah tetap mengakui space race (balapan ke bulan) dicanangkan oleh Kennedy tahun 1961.

Presiden Ronald Reagan pada 23 Maret 1983 juga membuat sejarah dengan mencanangkan strategi baru untuk meningkatkan pertahanan terhadap serangan peluru kendali bermuatan nuklir. Strategi ini sering dijuluki Star Wars yang intinya meningkatkan teknologi untuk menembak jatuh peluru kendali Rusia yang sedang terbang menuju AS.

Di dunia berkembang, kita mengenal Presiden Brasil Luiz Incio da Silva (Lula) yang dilantik pada 2003. Sejarah membuktikan berkat dorongannya pengembangan industri bioetanol dari produk sampingan gula di Brasil menjadi semakin maju. Ia memberikan keringanan pajak bagi mobil dengan bahan bakar etanol. Pada 2004 jumlah mobil flex fuel yang hanya 17 persen waktu itu meningkat menjadi 53,6 persen tahun 2007.

Soeharto sebagai anak petani pada awal kepemimpinannya memusatkan perhatian pada pembangunan pertanian. Ia kembangkan teknologi intensifikasi dan ekstensifikasi. Karena umumnya petani tak puas jika tidak ditunjukkan bukti, Soeharto mengembangkan lahan percontohan. Ia mempunyai lahan penelitian di Tapos untuk mencoba teknologi pertanian dan peternakan. Dia juga menerapkan teknologi informasi penyuluhan dan bimbingan yang disebut intensifikasi massal (inmas) dan bimbingan massal (bimas). Program penyuluhan menggunakan teknologi radio dan televisi, seperti temu wicara program kelompencapir, dikembangkan.

Indonesia bisa melipatgandakan produk beras. Indonesia pada 1969 hanya memproduksi 12,2 juta ton beras. Lalu, dengan teknologi baru pada 1984 mencapai produksi 25,8 juta ton. Pada 14 November 1985 Mr Edouard Saouma, dirjen FAO, memberikan penghargaan kepadanya. Soeharto terus mencari teknologi untuk meningkatkan produktivitas. Dia mendorong pemakaian pupuk yang lebih besar ukurannya sehingga lebih hemat (pupuk briket). Namun, program ini terhenti karena berbagai kepentingan pribadi keluarga Soeharto.

Lalu, bagaimana kepiawaian Soeharto dalam merangkul dan mengembangkan teknologi di luar teknologi pertanian, misalnya di bidang industri? Di sinilah peran Soeharto terlihat tidak fokus. Dia mengembangkannya secara lebar (broad-based strategy). Awalnya pengembangan teknologi industri diarahkan pada substitusi impor. Seluruh pengembangan untuk memproduksi produk secara mandiri. Pada era 1970-an sebagian besar pabrik dibangun oleh teknolog asing untuk menghasilkan produk substitusi impor.

Kilang Dumai yang dibangun oleh kontraktor Jepang Ishikawajima Harima Industries Co diresmikan tanggal 8 September 1971, Kilang Sei Pakning yang dibangun Refican Ltd (Refining Associates Canada Limited) dialihkan ke Pertamina pada September 1975. Kilang minyak Cilacap yang dibangun oleh Fluor, AS, diresmikan tahun 1977, pabrik pupuk Kujang, dan pabrik pupuk Pusri yang juga dibangun oleh perusahaan AS, Kellogg, adalah berbagai industri yang dibangun untuk melakukan substitusi impor. Namun, pembangunan pabrik maupun kilangnya dilakukan oleh kontraktor asing.

Menjelang 1980-an, setelah melihat cadangan minyak dan gas mulai menurun, mulailah Soeharto mengembangkan program pembangunan kemandirian industri dalam negeri, tidak hanya untuk melakukan substitusi impor. Tujuan utamanya untuk meningkatkan produk ekspor nonmigas. Soeharto tetap menerapkan broad-based strategy dengan berbagai regulasi. Keputusan Presiden yang mensyaratkan kandungan lokal pada semua tender pemerintah dikeluarkan. Keppres ini pada awalnya diterapkan dan dikendalikan oleh Mensesneg Soedharmono dan kemudian dilanjutkan oleh Menko Ekkuwasbang Hartarto dan Saleh Afif. Untuk setiap tender pemerintah waktu itu, semua kontraktor harus menghadap ke kantor Sekretariat Negara. Pada era ini dibentuk departemen baru yang mengurus peningkatan penggunaan produksi dalam negeri yang antara lain dijabat oleh Ginandjar Kartasasmita.

Pada era inilah tumbuh berbagai industri dalam negeri dan perusahaan nasional. Mereka mendapatkan kesempatan membangun dan memproduksi produk dalam negeri. Contohnya, kelompok Bakrie memperoleh preferensi mengembangkan industri perpipaan, kelompok Bukaka mendapat kesempatan untuk membangun industri belalai pesawat terbang dan pompa angguk, kelompok Arifin Panigoro mendapat kesempatan membangun industri transmisi listrik. Lalu, ada PT Rekayasa Industri mendapatkan kesempatan untuk membangun pabrik pupuk, PT Inti Karya Persada Teknik mengembangkan kemampuan membangun pabrik LNG, PT Tripatra Engineers mendapat kesempatan membangun fasilitas pengolahan gas alam. Juga ada industri strategis, seperti PT Dirgantara Indonesia, PT Inti, PT Pindad, dan PT PAL.

Salah satu hal yang patut disayangkan adalah fokus industri pada pengolahan produk pertanian yang disarankan oleh para ekonom saat itu tidak digubris oleh Soeharto. Karena kepiawaian Habibie, Soeharto lebih memilih teknologi tinggi (high-technology) industri pesawat terbang ketimbang teknologi pengolahan industri agro pascapanen. Industri penggilingan padi menjadi tidak terintegrasi. Industri gula tidak efisien. Industri produk oleokimia yang merupakan produk hilir kelapa sawit tidak mendapat perhatian.

Sejarah membuktikan kebijakan meninggalkan teknologi pascapanen produk pertanian adalah kesalahan utama Soeharto di bidang teknologi. Ini yang membuat Indonesia saat ini belum memiliki keunggulan industri pengolahan produk pertanian. Indonesia sebuah negara yang mempunyai keunggulan lintasan matahari yang sangat panjang di khatulistiwa. Salah satu keunggulan kompetitif dibanding negara lain adalah cuaca yang baik dan juga energi matahari sangat berlimpah.

Pada awal pemerintahannya, Soeharto menyadari itu dengan menerapkan berbagai teknologi untuk mendorong swasembada produk beras. Namun, pada akhir masa kepemimpinannya, Soeharto melupakan keunggulan ini dan terpukau pada teknologi tinggi yang bahan bakunya tidak tersedia di Indonesia. Itulah catatan sejarah Soeharto di bidang teknologi hingga kita bernasib seperti sekarang ini.

witarto adi | 1 Feb 03:14
Picon
Gravatar

Re: Berfikir hemat

M A (Dana) Pamilih <dana.pamilih <at> ...> writes:

> Betul, paradigma yg harus berubah.  UU adalah utk mengatur tingkah laku
> berdampak pada orang lain, bukan pada diri sendiri atau keluarga
> sendiri.
> Syafril Hermansyah wrote:
>   On 28/01/08 16:20 +07:00 djasli djamarus wrote:
>     Selain dari apa yang saya kemukakan diatas, masih
> banyak lagi gaya hidup masyarakat yang bagi saya
> sama-sekali tidak masuk akal, boros luar biasa yang
> umumnya bersifat hiburan (entah itu mobil,
> peristirahatan dll), dan ini kalau tidak dicegah
> tampaknya akan terus mempengaruhi bangsa ini.
> Dikaitkan dengan ketersediaan energy sekarang, saya
> kira sudah waktunyalah kita berfikir hemat.
>
> Saya ingin ini menjadi pola pikir kita bersama. Gimana
> cara nya ya ? Mungkinkah ada UU Hidup Hemat ? atau

Tidak asal hemat. Yang benar tepat alokasi. Kalau untuk riset kikirnya
minta ampun. Untuk seminar yang mensosialisasikan produk import, wah,
pada semangat.

Disangkanya kalau sudah produk import, maka pasti akan cocok dengan
pasar kita.

Kalau diperhatikan, produk import pun, perlu di-tuning kalau mau dipakai
di sini, karena kondisinya beda dengan kondisi di negara pembuatnya.

Lihat saja di UT (United Tractor) atau Komatsu (???). Kalau ada produk
baru (import dari Jepang), pasti orang Jepang akan menintipkan pencatatan
log kinerja dari produk ketika di gunakan di lapangan. Dicatat problemnya
apa. Jika problemnya berat, maka mereka akan mendesign komponen atau
spare-part tambahan atau modifikasi, lalu kita disuruh beli lagi.
Minimal butuh waktu setahun suatu produk UT yang baru untuk disesuaikan
dengan kondisi lapangan. Ini akan meng-HEMAT operasional dan pemeliharaan,
serta meng-HEMAT (menyempurnakan) design.

Sementara, kita kalau beli produk, buku manual, buku log kinerjanya,
biasanya dibuang. Ini yang disebut PEMBOROSAN.

Kalau kita yang bikin produk, biasanya ndhak disertai buku manual dan
buku log. Alasannya hak cipta.. He.. he.. Hak cipta apa, wong itu niru
dan ngerakit suatu design dari orang luar. Ini juga PEMBOROSAN.

> harus jadi negara sosialis dulu ?

Tak perlu jadi sosialis. Jadi sosialis pun, kita sama saja, nggak akan
maju. Dan lagi kalau kita coba-coba menyebut kata sosialis, pasti
akan ada yang ketakutan, karena disangka ada dendam masa lalu.
    
> System nilai (paradigma) nya yg harus diubah, pandangan yg mengatakan
> bhw orang yg bisa menggunakan resources yg efisien adalah orang yg
> hebat, orang yg kreatif.
> Kalau paradigma sudah berubah, dg atau tanpa undang-2x pun semua orang
> akan hidup hemat.

Kita berangkat saja dari yang ada saat ini. Jangan mencoba mengganti
dengan initial condition yang lain. Sama saja bobroknya.

Dari yang bobrok ini, mudah-mudahan bangsa kita bisa memahami, bahwa
dibalik yang bobrok itu ada kebutuhan.

Dari kebutuhan, mudah-mudahan ada solusinya untuk memenuhi kebutuhan.
Kalau bisa solusinya menggunakan teknologi yang kita punya. Jangan dipaksa
harus menggunakan teknologi dari luar. Selain mahal, belum tentu pas
100 % dengan kondisi kita.

Yang penting, dari teknologi yang ada, kita lakukan rekayasa atau
engineering. HQ dan teman-teman REKIN mestinya jago dalam hal ini.

Dalam Rekayasa, harus ada evaluasi. Evaluasi menyeluruh. Evaluasi per
tahap. Evaluasi per modul solusi. Evaluasi dalam integrasinya.

Jika kita membutuhkan teknologi yang lebih baik, dan di luar ada,
sebaiknya rekayasanya dibikin paralel. Terutama jika solusi itu nantinya
akan dibutuhkan banyak. Maksud paralel, beli dari luar, tapi jangan
lupa pelajari untuk bikin substitusinya. Jangan seperti kapal perang
Angkatan laut yang baru. Kita tidak berdaya untuk merebut teknologinya
dari Belanda.

Sasaran :
Perhatikan saja langkah-langkah strategis HQ. Dia concern dengan
teknologi pangan. Sejalan dengan langkah-langkah HQ, juga teman-teman
lain yang sudah masuk ke situ, sebaiknya mulai ada yang memikirkan :
1. Rekayasa benih kedelai, agar lebih baik dan produktif. Ini strategis
   sekali. Jangan percaya bahwa kedelai itu katanya tanaman sub-tropis.
   Lalu dulu nenek moyang kita bikin tempe pakai apa ? Kacang polong ?

2. Rekayasa benih gandum. Kalau perlu didorong riset agar ditemukan
   gandum yang baik, dan yang hanya tumbuh di daerah tropis, untuk
   mendobrak mitos, bahwa gandum hanya tumbuh di daerah sub-tropis.
   Ini akal-akal-an pedagang yang pengin memonopoli terus komoditi
   ini.

3. Rekayasa pengolahan pangan. Misal, mulai dilombakan atau dicari
   bagaimana membuat roti dari beras, dari ketan, dari sagu, dari
   tapioka. Kalau perlu, bibit berasnya dilakukan pemuliaan, agar lebih
   ekonomis dan enak. Biasakan mengkonsumsi kue nagasari. Itu ndhak perlu
   gandum. Dan mestinya ndhak perlu import pisang dari luar untuk bikin
   nagasari.

4. Ketika membangun pabrik pupuk dulu, P Harto mendobrak larangan dari
   IMF / World Bank. (Ini positifnya decision P Harto). Terlepas bahwa
   pupuk sekarang sebaiknya menggunakan pupuk organik, tapi substansi
   decision itu sangat strategis. Jangan dikultuskan. Kasihan, beliau
   nanti bisa riya. Lebih baik ekstrak substansi pendobrakan itu untuk
   mendobrak mitos-mitos masa kini, yang menggerogoti kemandirian kita.

5. Silahkan di tambahkan.

Kita bisa mendeteksi requirement berdasarkan bencana yang kita alami
saat ini. Namun lebih baik lagi kalau kita bisa memprediksi potensi
bencana yang akan terjadi nanti, setidaknya kita bisa berupaya untuk
mengantisipasi dampaknya, agar tetap mendayagunakan sebanyak-banyaknya
local content.

Penggunaan local content, mendorong semangat kemandirian, tentunya
tetap dalam konteks hemat resources, tapi tidak kikir terhadap riset.

salam,

wa




Picon
Favicon

Re: Tulisanku tentang "Soeharto & Teknologi" di Koran Republika

Triharyo wrote:
>
> Rekans
>
>  
>
> Atas permintaan Koran Republika, saya menuliskan op-ed ini. Opini saya 
> bisa dibaca di koran Republika hari ini atau pada link berikut 
> http://www.republika.co.id/kolom_detail.asp?id=321933&kat_id=16 
> <http://www.republika.co.id/kolom_detail.asp?id=321933&kat_id=16> . 
> Saya terus terang belum pernah menulis untuk sebuah koran. This is a 
> first experience for me.
>
>  
>
> *Jumat, 01 Februari 2008*
>
> *Soeharto dan Teknologi *
>
> Oleh :
>
> *Triharyo Soesilo*
> Direktur Utama Rekayasa Industri
>
good step...!
ini merupakan bagian dari rangkaian langkah-langkah yang akan menyingkap 
kabut. dengan demikian peningkatan kelas dari regional menuju kelas global.
terus melangkah dengan pasti............................

salam,
yadi

--

-- 
Info pengelolaan milis anda  :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/list-info-itb77.txt>

Syafril Hermansyah | 1 Feb 03:40
X-Face
Picon
Favicon

Re: Berfikir hemat

witarto adi said the following on 01/02/08 09:14 +07:00:
> Tidak asal hemat. Yang benar tepat alokasi. Kalau untuk riset kikirnya
> minta ampun. Untuk seminar yang mensosialisasikan produk import, wah,
> pada semangat.

Benar.
Spthalnya asset yg tepat adl yg menunjang objective (dan mdh cair),
employee yg layak disebut asset adalah employee yg produktif.

> Sementara, kita kalau beli produk, buku manual, buku log kinerjanya,
> biasanya dibuang. Ini yang disebut PEMBOROSAN.

Salah satu habit buruk para teknisi dan orang lapangan adalah coba dulu
tanpa baca manual, kalau mentok baru manual dibaca.
Pdhal penting sekali baca release.note atau readme.first text

> Kalau kita yang bikin produk, biasanya ndhak disertai buku manual dan
> buku log. Alasannya hak cipta.. He.. he.. Hak cipta apa, wong itu niru
> dan ngerakit suatu design dari orang luar. Ini juga PEMBOROSAN.

Umumnya principal saya membuat dulu manualnya baru membuat produk,
minimal mrk sdh buat dulu release notenya.

>> System nilai (paradigma) nya yg harus diubah, pandangan yg mengatakan
>> bhw orang yg bisa menggunakan resources yg efisien adalah orang yg
>> hebat, orang yg kreatif.
>> Kalau paradigma sudah berubah, dg atau tanpa undang-2x pun semua orang
>> akan hidup hemat.
> 
> Kita berangkat saja dari yang ada saat ini. Jangan mencoba mengganti
> dengan initial condition yang lain. Sama saja bobroknya.

Dulu kalau ada teknisi/sales yg baru masuk saya lakukan training stl itu
baru mrk praktek, sejalan dg pengalaman skr saya balik prosesnya, saya
biarkan mrk praktek dulu stl diberi brief singkat, stl 1 tahun baru
dikasih training :-)

> Penggunaan local content, mendorong semangat kemandirian, tentunya
> tetap dalam konteks hemat resources, tapi tidak kikir terhadap riset.

Jangan lupa, riset (product development) hrs market oriented.
Riset yg tdk terkait dg kebutuhan pasar adalah pemborosan.

-- 
syafril
-------
Syafril Hermansyah

Orang-orang menuduh sesamanya melakukan kesalahan-2x yg mereka sendiri
melakukannya
	-- Samuel Johnson, 1799-1784

--

-- 
Info pengelolaan milis anda  :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/list-info-itb77.txt>

witarto adi | 1 Feb 03:50
Picon
Gravatar

Re: Berfikir hemat


2008/2/1 Syafril Hermansyah <syafril-OWdeXufdmv3Nl5DuOh8T8A@public.gmane.org>:

Jangan lupa, riset (product development) hrs market oriented.
Riset yg tdk terkait dg kebutuhan pasar adalah pemborosan.


Yang ini mungkin tidak market oriented, tapi NATURAL DISASTER Oriented... :-)

Sayangnya orang market (yang punya/pakai kapal Trawl) merusakkannya.

salam,

wa

Alat Pendeteksi Dini Tsunami Hilang dari Selat Sunda

Penulis: Clara Rondonuwu

JAKARTA--MI: Buoy atau pelampung pendeteksi tsunami milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) hilang dari selat Sunda. Diyakini, alat tersebut lepas setelah ditarik paksa.

"Ada bukti gesekan benda cukup keras di sekitar kawat baja," ungkap Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan Ridwan Djamaluddin, Rabu (30/1).

Terakhir kali buoy tersebut mengirim data yaitu 30 Desember 2007. Karena kondisi laut masih berat, baru pada 15 Januari lalu tim dari BPPT diturunkan. Namun buoy sudah lenyap dari posisi apungnya di selatan Selat Sunda, Samudera Hindia.

Akhirnya, pada 26 Januari lalu tim dari BPPT pun melepas sistem penambat. "Untuk mengetahui ujung putusnya kawat baja," urainya.

Mudahkah mencuri alat ini? Ridwan menjelaskan bahwa buoy sudah diikat dengan kawat seberat 6 ton. Selain berat, alat ini juga dikaitkan kuat ke unit pencatat getaran di dasar laut (ocean bottom unit). "Sangat susah mencurinya, butuh kapal besar untuk menarik baja seberat itu," ungkap Ridwan.

Di pasar dunia, nilai satu unit sistem peringatan dini mencapai US$500 ribu atau sekitar Rp4,6 miliar. Belum termasuk biaya riset yang dihabiskan. Namun Buoy yang hilang merupakan alat pertama yang berhasil diproduksi Indonesia. Alat tersebut baru diluncurkan Oktober 2007 lalu oleh Presiden Yudhoyono. Meski sudah mulai diujicobakan pada akhir 2006. "Fungsi utamanya mendeteksi tsunami di sepanjang patahan aktif di selatan Sumatera hingga Jawa Barat."

Ia menambahkan, kasus lepasnya buoy pernah terjadi sebelumnya. "Pernah satu kali karena faktor material yang korosif, namun posisinya masih bisa dilacak GPS. Kali ini buoy yang hilang baterenya sudah diputus," jelasnya.

Menurut rencana, masih ada 10 pelampung pendeteksi tsunami produksi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang akan diluncurkan mulai Januari 2008. Total buoy yang akan diluncurkan sampai akhir 2008 ada 23 unit. Rangkaian ini dilengkapi guna melindungi puluhan juta masyarakat Indonesia yang bermukim di pesisir pantai dari bahaya tsunami.

Saat ini, buoy yang terpasang masih jauh dari jumlah mutlak. Baru ada tiga unit hingga akhir tahun lalu. Selain di Selat Sunda, ada dua alat peringatan dini yang telah terpasang di perairan utara Aceh dan barat Sumatra Barat. Selanjutnya, buoy akan dipasang di perairan utara dan barat Sumatra, selatan Jawa hingga Nusa Tenggara, utara Sulawesi, Maluku, Papua, dan perairan utara Alor.

"Namun kalau ada gangguan begini, target penyelesaian November 2008 (yang sebelumnya dimajukan dari 2009 atas permintaan Presiden) bisa repot," keluh Ridwan.

Cara kerja sistem peringatan dini tsunami melibatkan kerja seismograf di OBU yang merekam getaran gempa da alat ukur tekanan akan aktif dan mengukur perubahan tinggi muka air yang menandakan akan terjadi tsunami. Pencatatan itu kemudian dikirim ke pelampung di permukaan laut menggunakan gelombang yang merambat dalam air (modem akustik) dan pelampung pendeteksi akan mengirim data ke stasiun penerima menggunakan satelit.

Dalam kondisi normal, pelampung pendeteksi mengirim data tiap 1 jam. Namun, jika terjadi tsunami, pelampung pendeteksi akan mengirim data per menit. Waktu yang diperlukan untuk sampai ke stasiun penerima sekitar 1-2 menit.

Dengan optimalisasi yang hendak dilakukan Indonesia, dari kebutuhan 23 unit pelampung pendeteksi tsunami, Jerman menyumbangkan 10 unit dan Amerika Serikat satu unit. Kemudian, dari hasil kerja sama Indonesia-AS, terdapat satu unit pelampung pendeteksi tsunami dan satu unit lainnya berasal dari teknologi Norwegia yang dipasang Malaysia. Sisanya lebih dari 10 unit, sekaligus pelampung pendeteksi tsunami cadangan, dihasilkan di dalam negeri oleh BPPT. (Ccr/OL-2)

http://www.media-indonesia.com/berita.asp?id=157415

 


Syafril Hermansyah | 1 Feb 04:04
X-Face
Picon
Favicon

Re: Berfikir hemat

witarto adi said the following on 01/02/08 09:50 +07:00:
>     Jangan lupa, riset (product development) hrs market oriented.
>     Riset yg tdk terkait dg kebutuhan pasar adalah pemborosan.
> 
> 
> Yang ini mungkin tidak market oriented, tapi NATURAL DISASTER
> Oriented... :-)

Riset membuat buoy for tsunami detection adalah market oriented, ada yg
butuh, economic scalenya saja yg berbeda dg consumer goods.

> Sayangnya orang market (yang punya/pakai kapal Trawl) merusakkannya.

Designnya blm memperhitungkan proteksi thd orang "bambungan" :-), sama
kejadiannya dg antipetir yg dicuri dari gardu-2x listrik KRL shg pagi
ini KRL serpong-jakarta mengalami gangguan akibat gardu listrik
tersambar petir.

Org yg mencuri krn tahu ada value-nya, orang yg merusak krn tdk tahu
value-nya (nya = barang).

-- 
syafril
-------
Syafril Hermansyah

Insecure managers create complexity. Frightened, nervous managers us
thick convoluted planning books and busy slides filled with everything
thet've known since childhood. Real leaders don't need clutter. People
must have self-confidence to be clear, precise, to be sure everyperson
understands.
	-- Jack Welch

--

-- 
Info pengelolaan milis anda  :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/list-info-itb77.txt>

Nanang Untung | 1 Feb 04:20
Favicon

FW: Penawaran Produk dan Distributor Beras Organik

Rekan2 ITB 77,

Terlampir leaflet Super Promosinya ABG dengan penawaran seperti e-mail dibawah ini.

Saya coba sebarkan flyer di lingkungan warga kampung saya di Bintaro Sektor 9 dan kelihatannya lumayan juga dengan 100 kg bisa terjual sekitar sebulan dengan selisih harga (keuntungan) Rp. 7,500 per 5 kg atau per paket.

Mari kita bantuin adik2 kita di ABG utk pemasarannya sekalian juga membantu petani dan pemerintah utk swasembada pangan.

Silahkan kontak PENDEKAR BERAS ORGANIK Bustanul 0812 146 9036 atau klik www.agribisnis-ganesha. com

Untuk pembukaan saham ABG ke teman2 ITB 77 atau alumni IA ITB masih sesuai schedule yaitu di Bulan February 2008 setelah evaluasi dan perjanjian utk memasok ke supermarket SuperIndo berhasil.

Salam,

Nanang

From: Bustanul Mulyawan [mailto:bustanulm-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@public.gmane.org]
Sent: Monday, January 21, 2008 10:58 AM
To: Nanang Untung; Amar Rasyad; Satya, Kamayanti; Andriano; Arif Yunan; Bambang Djunaedi; Bambang Sudewo; Bowo; Dadi Maspanger; Darius; Dina Gayatri; Djoko Tjahyo; Erizal Sabri; Fahmi; Gatot Trilaksono; Hanafi_b; Handri Utama; Helfia Nil, Chalis; Heru Supandriyo; Holland, Simanjuntak H.; IGNB Sudiatmika; Send an Instant Message Indriati Sosrokusumo; Iswandi; Lisminto; Marentios; Marulam Angkat; Mochamad Ilham P; Mohammad As'ad; Mulyono; Panggah; Parulian; R Achmad Setiadi; Rudy Bharoto; Sigit Prayudi; Sigit Sudarminto; Suganal; Sunarman; Syaharuddin; Teguh, Baktiardi; Timbul; Triharyo Indrawan; Umar; Wisnu Murti
Subject: Penawaran Produk dan Distributor Beras Organik

 

Penawaran Menjadi Agen/Distributor Beras Organik OLEN, untuk varietas Pandan Wangi, Beras Merah, Sintanur (aromatik), dan ciherang.
Untuk daerah Jakarta dan sekitarnya :

  1. Pembelian < 100 Kg, harga Rp 12.000,- / kg.

  2. Pembelian antara 100 kg - 499 kg, harga Rp 10.500,- / kg.

  3. Pembelian antara antara 500 kg - 999 kg, harga Rp 10.000,- / kg.

  4. Pembelian di atas 1 ton, harga Rp Rp 9.500,- / kg.

Untuk pembelian beras organik curah atau tanpa merek, daerah Jakarta dan sekitarnya :

  1. Pembelian minimal 1,5 ton sampai 5 ton, harga Rp 8.000,- / kg.

  2. Pembelian antara 5 ton - 10 ton, harga Rp 7.500,- / kg.

  3. Pembelian di atas 10 ton, harga Rp 7.000,- / kg.

terimakasih



"Berlombalah dalam kebaikan, bersinergi dalam karya, dan berikan manfaat terbaik untuk seisi alam"

-------
regards,

PENDEKAR BERAS ORGANIK
Bustan 0812 146 9036

Pusat Beras Organik :
www.agribisnis-ganesha. com

 

Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.

Nanang Untung | 1 Feb 04:28
Favicon

Re: Tulisanku tentang "Soeharto & Teknologi" di Koran Republika

Hengki,

Tulisannya sangat bagus dan materinya sangat mengena dan relevan pada saat kita sedang kembali mikirin sistim perindustrian yang memang kelihatannya tidak mempunyai grand strategy.

Semoga para pengambil kebijakan dan para pelaku industri bisa tergugah utk ikut memperbaiki kekurangan ini.

Salam,

Nanang

 

From: itb77-bounce-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@public.gmane.org [mailto:itb77-bounce-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@public.gmane.org] On Behalf Of Triharyo
Sent: Friday, February 01, 2008 8:53 AM
To: itb77-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@public.gmane.org
Subject: [itb77] Tulisanku tentang "Soeharto & Teknologi" di Koran Republika

 

Rekans

 

Atas permintaan Koran Republika, saya menuliskan op-ed ini. Opini saya bisa dibaca di koran Republika hari ini atau pada link berikut http://www.republika.co.id/kolom_detail.asp?id=321933&kat_id=16 . Saya terus terang belum pernah menulis untuk sebuah koran. This is a first experience for me.

 

Jumat, 01 Februari 2008

Soeharto dan Teknologi

Oleh :

Triharyo Soesilo
Direkt
ur Utama Rekayasa Industri

Salah satu kriteria kesuksesan seorang pemimpin bangsa adalah melihat keberhasilannya dalam mengembangkan teknologi di negeri yang ia pimpin. Presiden Kennedy pada 25 Mei 1961 di depan anggota kongres dan senat Amerika Serikat mencanangkan untuk mendaratkan seorang manusia di bulan dan mengembalikannya ke bumi sebelum dekade 1960-an berakhir. Tantangan ini dicapai oleh AS pada 20 Juli 1969 yang diwakili seorang astronot bernama Neil Armstrong. Walaupun pencapaian ini tidak mampu disaksikan Kennedy yang tertembak di Kota Dallas, Texas, pada 22 November 1963, sejarah tetap mengakui space race (balapan ke bulan) dicanangkan oleh Kennedy tahun 1961.

Presiden Ronald Reagan pada 23 Maret 1983 juga membuat sejarah dengan mencanangkan strategi baru untuk meningkatkan pertahanan terhadap serangan peluru kendali bermuatan nuklir. Strategi ini sering dijuluki Star Wars yang intinya meningkatkan teknologi untuk menembak jatuh peluru kendali Rusia yang sedang terbang menuju AS.

Di dunia berkembang, kita mengenal Presiden Brasil Luiz Incio da Silva (Lula) yang dilantik pada 2003. Sejarah membuktikan berkat dorongannya pengembangan industri bioetanol dari produk sampingan gula di Brasil menjadi semakin maju. Ia memberikan keringanan pajak bagi mobil dengan bahan bakar etanol. Pada 2004 jumlah mobil flex fuel yang hanya 17 persen waktu itu meningkat menjadi 53,6 persen tahun 2007.

Soeharto sebagai anak petani pada awal kepemimpinannya memusatkan perhatian pada pembangunan pertanian. Ia kembangkan teknologi intensifikasi dan ekstensifikasi. Karena umumnya petani tak puas jika tidak ditunjukkan bukti, Soeharto mengembangkan lahan percontohan. Ia mempunyai lahan penelitian di Tapos untuk mencoba teknologi pertanian dan peternakan. Dia juga menerapkan teknologi informasi penyuluhan dan bimbingan yang disebut intensifikasi massal (inmas) dan bimbingan massal (bimas). Program penyuluhan menggunakan teknologi radio dan televisi, seperti temu wicara program kelompencapir, dikembangkan.

Indonesia bisa melipatgandakan produk beras. Indonesia pada 1969 hanya memproduksi 12,2 juta ton beras. Lalu, dengan teknologi baru pada 1984 mencapai produksi 25,8 juta ton. Pada 14 November 1985 Mr Edouard Saouma, dirjen FAO, memberikan penghargaan kepadanya. Soeharto terus mencari teknologi untuk meningkatkan produktivitas. Dia mendorong pemakaian pupuk yang lebih besar ukurannya sehingga lebih hemat (pupuk briket). Namun, program ini terhenti karena berbagai kepentingan pribadi keluarga Soeharto.

Lalu, bagaimana kepiawaian Soeharto dalam merangkul dan mengembangkan teknologi di luar teknologi pertanian, misalnya di bidang industri? Di sinilah peran Soeharto terlihat tidak fokus. Dia mengembangkannya secara lebar (broad-based strategy). Awalnya pengembangan teknologi industri diarahkan pada substitusi impor. Seluruh pengembangan untuk memproduksi produk secara mandiri. Pada era 1970-an sebagian besar pabrik dibangun oleh teknolog asing untuk menghasilkan produk substitusi impor.

Kilang Dumai yang dibangun oleh kontraktor Jepang Ishikawajima Harima Industries Co diresmikan tanggal 8 September 1971, Kilang Sei Pakning yang dibangun Refican Ltd (Refining Associates Canada Limited) dialihkan ke Pertamina pada September 1975. Kilang minyak Cilacap yang dibangun oleh Fluor, AS, diresmikan tahun 1977, pabrik pupuk Kujang, dan pabrik pupuk Pusri yang juga dibangun oleh perusahaan AS, Kellogg, adalah berbagai industri yang dibangun untuk melakukan substitusi impor. Namun, pembangunan pabrik maupun kilangnya dilakukan oleh kontraktor asing.

Menjelang 1980-an, setelah melihat cadangan minyak dan gas mulai menurun, mulailah Soeharto mengembangkan program pembangunan kemandirian industri dalam negeri, tidak hanya untuk melakukan substitusi impor. Tujuan utamanya untuk meningkatkan produk ekspor nonmigas. Soeharto tetap menerapkan broad-based strategy dengan berbagai regulasi. Keputusan Presiden yang mensyaratkan kandungan lokal pada semua tender pemerintah dikeluarkan. Keppres ini pada awalnya diterapkan dan dikendalikan oleh Mensesneg Soedharmono dan kemudian dilanjutkan oleh Menko Ekkuwasbang Hartarto dan Saleh Afif. Untuk setiap tender pemerintah waktu itu, semua kontraktor harus menghadap ke kantor Sekretariat Negara. Pada era ini dibentuk departemen baru yang mengurus peningkatan penggunaan produksi dalam negeri yang antara lain dijabat oleh Ginandjar Kartasasmita.

Pada era inilah tumbuh berbagai industri dalam negeri dan perusahaan nasional. Mereka mendapatkan kesempatan membangun dan memproduksi produk dalam negeri. Contohnya, kelompok Bakrie memperoleh preferensi mengembangkan industri perpipaan, kelompok Bukaka mendapat kesempatan untuk membangun industri belalai pesawat terbang dan pompa angguk, kelompok Arifin Panigoro mendapat kesempatan membangun industri transmisi listrik. Lalu, ada PT Rekayasa Industri mendapatkan kesempatan untuk membangun pabrik pupuk, PT Inti Karya Persada Teknik mengembangkan kemampuan membangun pabrik LNG, PT Tripatra Engineers mendapat kesempatan membangun fasilitas pengolahan gas alam. Juga ada industri strategis, seperti PT Dirgantara Indonesia, PT Inti, PT Pindad, dan PT PAL.

Salah satu hal yang patut disayangkan adalah fokus industri pada pengolahan produk pertanian yang disarankan oleh para ekonom saat itu tidak digubris oleh Soeharto. Karena kepiawaian Habibie, Soeharto lebih memilih teknologi tinggi (high-technology) industri pesawat terbang ketimbang teknologi pengolahan industri agro pascapanen. Industri penggilingan padi menjadi tidak terintegrasi. Industri gula tidak efisien. Industri produk oleokimia yang merupakan produk hilir kelapa sawit tidak mendapat perhatian.

Sejarah membuktikan kebijakan meninggalkan teknologi pascapanen produk pertanian adalah kesalahan utama Soeharto di bidang teknologi. Ini yang membuat Indonesia saat ini belum memiliki keunggulan industri pengolahan produk pertanian. Indonesia sebuah negara yang mempunyai keunggulan lintasan matahari yang sangat panjang di khatulistiwa. Salah satu keunggulan kompetitif dibanding negara lain adalah cuaca yang baik dan juga energi matahari sangat berlimpah.

Pada awal pemerintahannya, Soeharto menyadari itu dengan menerapkan berbagai teknologi untuk mendorong swasembada produk beras. Namun, pada akhir masa kepemimpinannya, Soeharto melupakan keunggulan ini dan terpukau pada teknologi tinggi yang bahan bakunya tidak tersedia di Indonesia. Itulah catatan sejarah Soeharto di bidang teknologi hingga kita bernasib seperti sekarang ini.

Amrie | 1 Feb 04:16
Picon

Re: NK makin muda ( was: Re: Re: Harus jadi pelajaran ! )

nanangkus,
 
hemat berfikir utk usia spt kita sangat merugikan.
sampai beberapa thn lalu, diyakini bhw otak berhenti membuat neural connections - seiring dg berhentinya
pertumbuhan fisik ( usia 20 thn ).
penemuan baru menunjukkan bhw otak secara kontinu membuat koneksi2 saraf yg baru sampai usia tua, dg syarat :
kita harus melatihnya dg 'mental fitness'
 
so, what can you do to stay smart?
1. KEEP BLOOD PRESSURE DOWN : org2 dg tekanan darah tinggi lebih rentan thd cognitive impairment
    ( pelemahan kemampuan kognitif )
2. TAKE AN ASPIRIN A DAY : mencegah ministrokes dan diyakini mengurangi penumpukan beta-amyloid,
    jenis protein yang menganggu sel2 syaraf otak
3. EAT MORE VITAMINS : E terutama, B6 dan B12 serta folic acid ( daun2an, berries ) yg membantu menyeimbangkan
    senyawa2 kimia di otak
4. EXERCISE YOUR BRAIN : cara terbaik utk membangun kembali dan memperkuat sel2 syaraf otak.
    Disarankan utk sering main catur, isi TTS ( jangan yg di Kompas: terlalu mudah ), sudoku dan belajar memainkan 
    gitar. Ditengah macet daripada ngomel, latih tuh otak dgn mengingat2 apa saja, misal : nama2 menteri, ibukota
    negara2 eropa, nama 50 negara2 bagian Amerika ( random or in alphabetical order ) dll.
    Atau yg lebih ampuh : BACA! jangan nonton sinetron aja.
 
Sinetron Indonesia terbukti menurunkan IQ karena penuh dg perselingkuhan dan marah2 ( kalimat ini murni karangan
gue, tetapi yg lainnya ada di majalah Esquire edisi US, February 2008 tulisan Dr Mehmet Oz, ahli bedah jantung dan
coauthor buku "You: Staying Young").
 
so, keep on reading and training those precious brains of yours, my ITB 77 friends!!
 
amrie/
----- Original Message -----
Sent: Wednesday, January 30, 2008 12:24 PM
Subject: [itb77] Re: Harus jadi pelajaran ! \\Re: Re: Akhirnya ...... ajal Soeharto sampai juga

huehuehue...kenal kok, cuma agak ragu nanang kuswara kok malah makin muda...bagi dong rahasianya. +jHODAdFcQ@public.gmane.org>totok muka ya? +jHODAdFcQ@public.gmane.org>
salam, +jHODAdFcQ@public.gmane.org>amrie/+jHODAdFcQ@public.gmane.org>
Nah ini dia, kalau memang saya kelihatan muda (ngetiknya sambil becermin, nih) saya hanya ngikutin sarannya WA, hemat berfikir. Kebetulan income saya sedikit, jadi management-nya nggak ruwet, cukup dibagi dua saja, buat makan dan bayar utang, titik ! (he3x).+jHODAdFcQ@public.gmane.org>
+jHODAdFcQ@public.gmane.org> 
Salam,+jHODAdFcQ@public.gmane.org>
NK+jHODAdFcQ@public.gmane.org>

Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.

Gmane