M A (Dana) Pamilih | 1 Oct 02:21

Re: Dimarahin sahabat ... terimakasih ...

1.  Ketimpangan sosial adalah simptom bukan penyebab.  Kalau ketimpangan sosial ingin dihapus maka program pengembangan ekonomi yg merata harus sukses.  Pengembangan ekonomi bukan urusan ekonom saja!

2.  Usaha yg belum ekonomis spt di pedalaman dan Indonesia Timur adalah tanggung jawab BUMN.  Kalau sudah ekonomis dapat diswastakan baik melalui go public atau mekanisme lainnya.  Pemerintah tidak boleh mendistorsi pasar dg berlaku sbg pemain pasar.  Pemerintah tugasnya 'to create a level playing field' bukannya sebagai pemain itu sendiri.

djasli djamarus wrote:
Saya forward karena nilai "marah" sahabat saya ini luar biasa berharga bagi kita ... Tapi karena ini pribadi ... beberapa saya edit ... Salam DD ===
Djas, Besok subuh gua ke Medan, dari situ gua langsung naik mobil sekitar 10 jam ketengah Taman Nasional Gunung Leuser, dari tempat mobil berenti gua musti jalan lagi, gua harap gua bisa saur minggu subuh sama pekerja yang pada mbantuin gua bikin mikrohidro untuk sebuah kecamatan yang sampai saat ini belum dapet listrik sama sekali. Bayangin KECAMATAN, sengaja gua tulis pake huruf gede dan gua bold, biar loe liat dengan jelas, di negeri loe itu masih banyak kecamatan (yang belum dapet listrik PLN sama sekali. Boro-boro kecamatan, kabupatenpun ada. Loe anak EL ITB dan Mandiri lagi, ini kan sebenernya tanggung jawab loe, ...
edited ...
masukkan program pemerataan elektrifikasi (masih ada 48% bangsamu yang belum dapet listrik) dalam program-program IA yang akan datang. Djas dibawah gua sitir tulisan Gunawan Mohamad di tempo, moga-moga bisa mengugah kesadaran kesadaran loe, bahwa loe termasuk yagn beruntung dan punya kewajiban untuk menolong orang-orang yang lebih tidak beruntung dari kita. Moga-moga makanan yang selam ini loe makan adalah makanan yang bersih dan halal, sehingga loe masih bisa mikir jernih dan bener, tidak berpikir egois dan koruptif seperti banyak anak ITB lainnya. Kita kagak perlu hidup di desa seperti temennya Gunawan Mohamad, tapi yang penting kita bisa mengusai diri untuk tidak mengikuti pola hidup yang banyak merugikan masyarakat desa yang tidak berdosa dan lebih berpikir tentang keadilan. Selamat berjuang Djas. MALL (CATATAN PINGGIR) Goenawan Mohammad Majalah Tempo Edisi. 10/XXXIIIIIII/ 07 - 13 Mei 2007. Jika anda berdiri di salah satu sudut Senayan City, anda akan tahu bagaimana malam berubah sebagaimana juga dunia berubah. Di ruangan yang luas dan disejukkan pengatur udara, cahaya listrik tak pernah putus. Iklan dalam gambar senantiasa bergerak, bunyi musik menyusup lewat ratusan iPod ke bagian diri yang paling privat, dan lorong-lorong longgar itu memajang bermeter-meter etalase dengan busana dan boga. Sepuluh, bukan, lima tahun yang lalu, malam tidak seperti ini. Juga dunia, juga kenikmatan dan kegawatannya. Hari itu saya duduk minum kopi di salah satu kafe di salah satu mall di Jakarta, dan tiba-tiba saya merasa bodoh: saya tak tahu berapa mega-kilowatt listrik dikerahk an untuk membangun kenikmatan yang tersaji buat saya hari itu. Saya merasa bodoh, ketika saya ingat, pada suatu hari di Tokyo, di tepi jalan yang meriah di Ginza, teman saya, seorang arsitek Jepang, menunjukkan kepada saya mesin jajanan yang menawarkan Coca-Cola dan kripik kentang. "Tahukah Tuan," tanyanya, "Jumlah tenaga listrik yang dipakai oleh mesin jenis ini di seluruh Jepang?" Saya menggeleng, dan ia menjawab, "Jumlahnya lebih besar ketimbang jumlah tenaga listrik yang tersedia buat seluruh Bangladesh." Ia berbicara tentang ketimpangan, tentu. Ia ingin saya membayangkan rumah-rumah sakit yang harus menyelamatkan nyawa manusia di sebuah negeri miskin yang ternyata tak punya daya sebanyak 10 buah mesin jajanan di negeri kaya mesin yang menawarkan sesuatu yang sebetulnya tak perlu bagi hidup manusia. Saya merasa bodoh, mungkin juga merasa salah. Seandainya bisa saya hitung berapa kilowatt energi yang ditelan oleh sebuah mall di Jakarta, di mana saya duduk minum kopi dengan tenang, mungkin saya akan tahu seberapa timpang jumlah itu dibandingkan dengan seluruh tenaga listrik buat sebuah kabupaten nun di pedalaman Flores . Tapi tak hanya itu sebenarnya. Kini banyak orang tahu, ketimpangan seperti itu hanya satu fakta yang gawat dan menyakitkan. Ada fakta lain: kelak ada sesuatu yang justru tak timpang, sesuatu yang sama: sakit dan kematian. Konsumsi energi berbeda jauh antara di kalangan yang kaya dan kalangan miskin, tapi bumi yang dikuras adalah bumi yang satu, dan ozon yang rusak karena polusi ada di atas bumi yang satu, dengan akibat yang juga mengenai tubuh siapa saja termasuk mereka yang tak pernah minum kopi dalam mall, di sudut miskin di Flores atau Bangladesh, orang-orang yang justru tak ikut mengotori cuaca dan mengubah iklim dunia. Dengan kata lain, tak ada pemerataan kenikmatan dan keserakahan, tapi ada pemerataan dalam hal penyakit kanker kulit yang akan menyerang dan air laut yang menelan pulau ketika bumi memanas dan kutub mencair. Orang India , yang rata-rata hanya mengkonsumsi energi 0,5 kW, akan mengalami bencana yang sama dengan orang Amerika, yang rata-rata menghabisi 11,4 kW. "Saya tak lagi berpikir tentang keadilan dunia," kata teman Jepang itu pula, "terlalu sulit, terlalu sulit." Beberapa tahun kemudian ia meninggalkan negerinya. Saya dengar ia hidup di sebuah dusun di negeri di Amerika Latin, membuat sebuah usaha kecil dengan mengajak penduduk menghasilkan sabun yang bukan jenis detergen, mencoba menanam sayuran organik sehingga tak banyak bahan kimia yang ditelan dan dimuntahkan. Tapi kata-katanya masih terngiang-ngiang, "terlalu sulit, terlalu sulit." Mungkin memang terlalu sulit untuk menyelamatkan dunia. Saya baca hitungan itu: dalam catatan tahun 2002, emisi karbon dioksida dari seluruh Amerika Serikat mencapai 24% lebih dari seluruh emisi di dunia, sedangkan dari Vanuatu hanya 0,1%, tapi naiknya permukaan laut di masa depan akibat cairnya es di kutub utara mungkin akan menenggelamkan negeri di Lautan Teduh itu dan tak menenggelamkan Amerika. Ingin benar saya tak memikirkan ketidakadilan dunia, tapi manusia juga menghadapi ketidakadilan antargenerasi. Mereka yang kini berumur di atas 50 tahun pasti telah lama menikmati segala hal yang dibuat lancar oleh bensin, batu bara, dan tenaga nuklir. Tapi mungkin sekali mereka tak akan mengalami kesengsaraan masa depan yang akan dialami mereka yang kini berumur 5 tahun. Dalam 25 tahun mendatang, kata seorang pakar, emisi C02 yang akan datang dari Cina bakal dua kali lipat emisi dari seluruh wilayah Amerika, Kanada, Eropa, Jepang, Australia, Selandia Baru. Apa yang akan terjadi dengan bumi bagi anak cucu kita? "Terlalu sulit, terlalu sulit," kata teman Jepang itu. Ekonomi tumbuh karena dunia didorong keinginan hidup yang lebih layak. "Lebih layak" adalah sesuatu yang kini dikenyam dan sekaligus diperlihatkan mereka yang kaya . Kini satu miliar orang Cina dan satu miliar orang India memandang mobil, televisi, lemari es, mungkin juga baju Polo Ralph Lauren dan parfum Givenchy sebagai indikator kelayakan, tapi kelak, benda-benda seperti itu mungkin berubah artinya. Jika 30% dari orang Cina dan India berangsur-angsur mencapai tingkat itu seperempat abad lagi, ada ratusan juta manusia yang selama perjalanan seperempat abad nanti akan memuntahkan segala hal yang membuat langit kotor dan bumi retak. Seperempat abad lagi, suhu bumi akan begitu panas, jalan akan begitu sesak, dan mungkin mobil, lemari es, baju bermerek, dan perjalanan tamasya hanya akan jadi benda yang sia-sia. Mungkin orang harus hidup seperti di surga. Konon, di surga segala sesuatu yang kita hasratkan akan langsung terpenuhi. Itu berarti, tak akan ada lagi hasrat. Atau hasrat jadi sesuatu yang tak relevan; ia tak membuat hidup mengejar sesuatu yang akhirnya sia-sia. Tapi akankah saya mau, seperti teman Jepang itu, pergi ke sebuah dusun di mana tak ada mall, tak ada bujukan untuk membeli, dan hidup hampir seperti seorang rahib? Di mall itu, saya melihat ke sekitar. Terlalu sulit, terlalu sulit, pikir saya.
____________________________________________________________________________________ Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows. Yahoo! Answers - Check it out. http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396545433

Picon

Re: [el77itb] migrasi fleksi ke 800 Mhz


On Fri, 28 Sep 2007, Syafril Hermansyah wrote:

> Hi,
>
> Sore ini saya ditelpon oleh telkom utk mencheck versi kartu fleksi yg
> saya punya.
> Saya diminta menjalankan command *#837# untuk melihat info version kartu
> yg dipakai.
> Jika versi prl kurang dari 300 maka diminta datang ke plasa telkom utk
> upgrade kartunya, kalau tidak maka handset saya tdk bisa menggunakan
> frekwensi 800 Mhz sekalipun sudah support dual band.
>
Kalau tertulis prl 300 OK yah Fril?

eniman

-- 
KEGIATAN ALUMNI ITB-77

Proyek Pabrik Biodiesel      : http://ganeshaenergy.blogspot.com/

Penulisan buku 30 tahun      : http://buku30tahun.blogspot.com/

Lihat, isi & update Direktori:
<http://www.warungindonesia.com/nitip/itb77/index.php>

Beasiswa utk mahasiswa/i ITB :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/donasi-itb77.txt>

Acara2 reuni & koleksi foto2  :
<http://www.acarareuni.blogspot.com/>

ADMINISTRASI MILIS

Info pengelolaan milis anda  :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/list-info-itb77.txt>

Syafril Hermansyah | 1 Oct 04:09
X-Face
Picon
Favicon

Re: [el77itb] migrasi fleksi ke 800 Mhz

On 01/10/07 08:43 +07:00 Eniman Y Syamsuddin wrote:
> > Jika versi prl kurang dari 300 maka diminta datang ke plasa 
> > telkom utk
> > upgrade kartunya, kalau tidak maka handset saya tdk bisa 
> > menggunakan
> > frekwensi 800 Mhz sekalipun sudah support dual band.
> > 
> Kalau tertulis prl 300 OK yah Fril?

Ya akan ok.
Sebenarnya lbh tepat dikatakan jika prl kurang dari 300 maka tidak
support overlay 800 Mhz.
Mulai akhir september 2007 ini utk kawasan jakarta, banten dan jawa
barat akan ada 2 macam BTS yg aktif, y.i. 1900 MHz dan 800 MHz.
Jika prl kurang dari 300 maka handset tidak bisa handling over (switch)
dari 1900 MHz ke 800 MHz dan sebaliknya secara otomatis (harus dimatikan
dulu handsetnya); nggak apa-2x sih cuma nyebelin aja :-)

-- 
syafril
-------
Syafril Hermansyah

In dreams we produce the picture which will around the emotions we need
for our purpose, that is, for solving problems confronting us at the
time of dream in accordance with a particular style of life, which is ours.
	-- Alfred Adler

-- 
KEGIATAN ALUMNI ITB-77

Proyek Pabrik Biodiesel      : http://ganeshaenergy.blogspot.com/

Penulisan buku 30 tahun      : http://buku30tahun.blogspot.com/

Lihat, isi & update Direktori:
<http://www.warungindonesia.com/nitip/itb77/index.php>

Beasiswa utk mahasiswa/i ITB :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/donasi-itb77.txt>

Acara2 reuni & koleksi foto2  :
<http://www.acarareuni.blogspot.com/>

ADMINISTRASI MILIS

Info pengelolaan milis anda  :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/list-info-itb77.txt>

Ilham Pratopo | 1 Oct 05:35
Picon

Re: Dimarahin sahabat ... terimakasih ...


Rekans,
Mengingat luasan dan kondisi geografis Indonesia yang sangat unik, idea
MIX Energy Supply mungkin akan tepat guna; baik untuk memenuhi kebutuhan
yang massive oleh industri (perlu kajian rinci Pusat Pembangkit
Listriknya) ataupun yang relative kecil tapi scattered. 

Sekedar ide, bagaimana kalau model microhydro bisa dikembangkan oleh
rekan EL (bagian dari Ganesha Energy) dan sukur-sukur bisa jadi salah
satu Program Kerja IA untuk merealisasikan (10 ?) Microhydro Merah
Putih. 

Salam,
Ilham.

-----Original Message-----
From: itb77-bounce@...
[mailto:itb77-bounce@...] On Behalf Of Delima Kiswanti
Sent: Saturday, September 29, 2007 10:57 AM
To: itb77@...
Subject: [itb77] Re: Dimarahin sahabat ... terimakasih ...

From: "Sekar Chandra" <sekar2022@...>

> Djas,
>
> Bikin pembangkit tenaga listrik perlu Investor dan
> fund dan tidak murah. Koq "sahabat" kita ini marah dan
> menuangakan tanggun jawab pada engineer (kan engineer
> cuman pelaksana teknis).
>
> Kemudian kontradiksi sekali dengan membaca tulisan GM
> dengan pencemaran CO2 dan Si"jepang" hidup di Dusun.
> Kalau mau bikin PTL akan selalu expose dengan CO2
> yah.., mungkin tidak dengan tenaga Nuklir (tapi biaya
> nya berapa PTN itu)
>
> Saya jadi concern arah "marah" nya kemana?
>
> Salam,
>
> Chandra
>

halo chandra
(yang dah hidup di luar tapi tetep concern sama indonesia tercinta)

saya pernah jalan sama jasli dan temannya itu liat skala pembangkit
listrik 
yang mereka buat (saya si bisanya waktu itu cuma bantu-bantu cuci 
piring.... eh sama menterjemahkan teks slides dokumenter dari bhs ingris
ke 
bahasa sunda....). kecil kok. tiap kampung yang punya sungai kecil
dengan 
perbedaan ketinggian tertentu (ga usah air terjun) bisa "membuat
sendiri" 
pembangkit listrik mikrohidro - dengan bantuan engineer tentu saja.
kecil 
memang, tapi kampung-kampung kita kan kecil-kecil dan ga dapat layanan
PLN 
juga karena kecil dan jauh dari mana-mana.

saya kebetulan punya concern yang sama tentang pengadaan dan konsumsi 
listrik (dan jaringan komunikasi) di indonesia.
PLN sibuk bangun pembangkit listrik besar, mau pakai tenaga nuklir
segala, 
lalu siapa yang menikmati? mall mall di jakarta kata gunawan mohammad.
lalu 
siapa yang bayar hutang untuk pembangunannya? seluruh rakyat indonesia. 
lalu siapa yang jadi korban kalau PLTN jebluk? orang muria dan
sekitarnya 
yang mungkin tak mampu beli listrik yang diproduksi di daerahnya. tau ga

berapa daya listrik rumah-rumah tetanggaku? 900 KWH untuk tiga sampai
lima 
rumah. itupun masangnya ngutang dulu, dan listrik baru available setelah

saya bayar pemasangan travo PLN waktu masang listrik di rumahku. 
sebelumnya, cuma kawat listrik tegangan menengah yang liwat di atas
rumah 
mereka, tiangnya dipancang di halaman mereka, tapi listriknya ga 
mampir........ haloooo PLN......

saya pernah baca Confession of an Economic Hit Man nya John Perkins, dan

agak-agak mikir, jangan-jangan PLTN ini juga bagian dari skenarionya
EHM? 
ni saya kutip 2 bagian dari buku itu:

definisi Economic Hit Man disebut dalam buku itu sebagai:
"..... That is what EHM do best: we build a global empire.We are an
elite 
group of men and women who utilize international financial organizations
to 
forment conditions that make other nations sub-servient to the 
corporatocracy running our biggest corporations, our government, and our

banks....."

dan apa yang dia lakukan di indonesia:
"I came up with the type of study my bosses wanted to see: a growth in 
electric demand averaging 19 percent per annum for twelve years after
the 
new system was completed, tapering down to 17 percent for eight more
years, 
and then holding at 15 percent for the remainder of the twenty-five-year

projection."

salam,
kis

-- 
KEGIATAN ALUMNI ITB-77

Proyek Pabrik Biodiesel      : http://ganeshaenergy.blogspot.com/

Penulisan buku 30 tahun      : http://buku30tahun.blogspot.com/

Lihat, isi & update Direktori:
<http://www.warungindonesia.com/nitip/itb77/index.php>

Beasiswa utk mahasiswa/i ITB :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/donasi-itb77.txt>

Acara2 reuni & koleksi foto2  :
<http://www.acarareuni.blogspot.com/>

ADMINISTRASI MILIS

Info pengelolaan milis anda  :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/list-info-itb77.txt>

-- 
KEGIATAN ALUMNI ITB-77

Proyek Pabrik Biodiesel      : http://ganeshaenergy.blogspot.com/

Penulisan buku 30 tahun      : http://buku30tahun.blogspot.com/

Lihat, isi & update Direktori:
<http://www.warungindonesia.com/nitip/itb77/index.php>

Beasiswa utk mahasiswa/i ITB :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/donasi-itb77.txt>

Acara2 reuni & koleksi foto2  :
<http://www.acarareuni.blogspot.com/>

ADMINISTRASI MILIS

Info pengelolaan milis anda  :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/list-info-itb77.txt>

Picon

Re: [el77itb] Re: Re: migrasi fleksi ke 800 Mhz


On Mon, 1 Oct 2007, Syafril Hermansyah wrote:

>
> Ya akan ok.
> Sebenarnya lbh tepat dikatakan jika prl kurang dari 300 maka tidak
> support overlay 800 Mhz.
> Mulai akhir september 2007 ini utk kawasan jakarta, banten dan jawa
> barat akan ada 2 macam BTS yg aktif, y.i. 1900 MHz dan 800 MHz.
> Jika prl kurang dari 300 maka handset tidak bisa handling over (switch)
> dari 1900 MHz ke 800 MHz dan sebaliknya secara otomatis (harus dimatikan
> dulu handsetnya); nggak apa-2x sih cuma nyebelin aja :-)
>
Saya mah memang sempat dapat pesan untuk tidak mematikan HP. Padahal kalau 
di PPR ITB  sinyal flexi sangat lemah, sehingga sebentar aja battery drop 
karena searching terus.
Gimana nih rekan-2 Telkom, pasang juga dong BTS di daerah PPR ITB Dago 
Bengkok, bisa nebeng tower Telkomsel kan yang dulunya juga sangat lemah 
sinyalnya :-)

eniman

-- 
KEGIATAN ALUMNI ITB-77

Proyek Pabrik Biodiesel      : http://ganeshaenergy.blogspot.com/

Penulisan buku 30 tahun      : http://buku30tahun.blogspot.com/

Lihat, isi & update Direktori:
<http://www.warungindonesia.com/nitip/itb77/index.php>

Beasiswa utk mahasiswa/i ITB :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/donasi-itb77.txt>

Acara2 reuni & koleksi foto2  :
<http://www.acarareuni.blogspot.com/>

ADMINISTRASI MILIS

Info pengelolaan milis anda  :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/list-info-itb77.txt>

witarto adi | 1 Oct 04:42
Picon
Favicon

Kamera CCTV telah mendaki gunung...

Aktivitas Gunung Kelud Dipantau Melalui CCTV
Samsul Hadi - DetikSurabaya, Minggu, 30/09/2007 19:50 WIB

Kediri - Tugas Tim Tanggap Darurat yang berasal dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dalam melakukan pemantauan terhadap aktifitas vulkanik di Gunung Kelud akan semakin mudah, setelah hari ini Minggu (30/9/2007) kamera CCTV yang dipasang oleh Pemkab Kediri bisa dioperasikan.

Sebelumnya, sejak statusnya dinaikan menjadi siaga, tak satupun petugas dari PVMBG berani naik menuju danau kawah. Kamera CCTV tersebut mulai dipasang pada Kamis (27/9/2007) yang lalu.

Kamera CCTV yang menggunakan gelombang 2,4 Wi-Fi ini, dipasang di ketinggian sekitar 500 meter dari dasar Gunung Sumbing (salah satu puncak yang masih satu gugusan dengan Gunung Kelud).

Kasubbid Pemantauan Gunung Api PVMBG, Agus Budianto mengaku sangat senang dengan dapat dioperasikanya kamera CCTV sebagai alat pantau aktifitas danau kawah.

"Setidaknya kami dapat mengamati aktifitas di danau kawah melalui layar televisi yang ada di Pos Pantau Margomulyo," kata Agus Budianto.

Sementara Kabag Humas Pemkab Kediri, Sigit Raharjo yang dihubungi secara terpisah mengatakan pemasangan kamera CCTV ini bertujuan memberikan rekomendasi kepada tim pemantau.

Selain itu, kamera ini diharapkan memiliki nilai jual yang tinggi sebagai daya tarik wisata. Hal ini karena kamera ini juga dipasang dengan tujuan merekam segala aktifitas di danau kawah.

"Jadi jika nanti memang meletus, diharapkan kamera ini dapat mengabadikan segala aktifitas letusan yang terjadi," kata Sigit Raharjo. (gik/gik)

Baca Juga:

    * Warga di Lereng Gunung Kelud Mulai Bangun Tenda
    * 54 Truk Disiapkan untuk Evakuasi K orban Gunung Kelud
    * Luncuran Lahar Panas Gunung Kelud Bisa Mencapai 20 Km
    * Gunung Kelud 'Siaga', Simulasi Penanggulangan Pekan Depan

http://www.detiksurabaya.com/index.php/detailberita.main/y/2007/m/09/d/30/tts/195002/idkanal/475/idnews/836031/




Kemenangan yang utama bukanlah dengan tidak pernah kalah,
tetapi dengan kebangkitan setiap kali terjatuh.

Confucius

Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today!
Rinaldi Z Djamal | 1 Oct 04:54
Picon
Favicon

Re: Dimarahin sahabat ... terimakasih ...

Rekans, 
Kompas hari ini ( Senin, 1 Oktober, hal 44, Rubrik : Tahukah anda ?).
 
Portugal sudah memulai proyek PLTG ( tenaga gelombang laut ) dgn. kapasitas 20 MW.
Hanya butuh wilayah laut seluas satu KM2.
Ada yang tahu bagaimana cara kerjanya ?
 
Negri kita nggak kurang2 deh, kalau namanya gelombang laut.
 
Salam,
RZD.
----- Original Message -----
Sent: Monday, October 01, 2007 10:35 AM
Subject: [itb77] Re: Dimarahin sahabat ... terimakasih ...


Rekans,
Mengingat luasan dan kondisi geografis Indonesia yang sangat unik, idea
MIX Energy Supply mungkin akan tepat guna; baik untuk memenuhi kebutuhan
yang massive oleh industri (perlu kajian rinci Pusat Pembangkit
Listriknya) ataupun yang relative kecil tapi scattered.

Sekedar ide, bagaimana kalau model microhydro bisa dikembangkan oleh
rekan EL (bagian dari Ganesha Energy) dan sukur-sukur bisa jadi salah
satu Program Kerja IA untuk merealisasikan (10 ?) Microhydro Merah
Putih.

Salam,
Ilham.

-----Original Message-----
From: itb77-bounce <at> bhaktiganesha.or.id
[mailto:itb77-bounce-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@public.gmane.org] On Behalf Of Delima Kiswanti
Sent: Saturday, September 29, 2007 10:57 AM
To: itb77-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@public.gmane.org
Subject: [itb77] Re: Dimarahin sahabat ... terimakasih ...

From: "Sekar Chandra" <sekar2022-/E1597aS9LT10XsdtD+oqA@public.gmane.org>


> Djas,
>
> Bikin pembangkit tenaga listrik perlu Investor dan
> fund dan tidak murah. Koq "sahabat" kita ini marah dan
> menuangakan tanggun jawab pada engineer (kan engineer
> cuman pelaksana teknis).
>
> Kemudian kontradiksi sekali dengan membaca tulisan GM
> dengan pencemaran CO2 dan Si"jepang" hidup di Dusun.
> Kalau mau bikin PTL akan selalu expose dengan CO2
> yah.., mungkin tidak dengan tenaga Nuklir (tapi biaya
> nya berapa PTN itu)
>
> Saya jadi concern arah "marah" nya kemana?
>
> Salam,
>
> Chandra
>


halo chandra
(yang dah hidup di luar tapi tetep concern sama indonesia tercinta)

saya pernah jalan sama jasli dan temannya itu liat skala pembangkit
listrik
yang mereka buat (saya si bisanya waktu itu cuma bantu-bantu cuci
piring.... eh sama menterjemahkan teks slides dokumenter dari bhs ingris
ke
bahasa sunda....). kecil kok. tiap kampung yang punya sungai kecil
dengan
perbedaan ketinggian tertentu (ga usah air terjun) bisa "membuat
sendiri"
pembangkit listrik mikrohidro - dengan bantuan engineer tentu saja.
kecil
memang, tapi kampung-kampung kita kan kecil-kecil dan ga dapat layanan
PLN
juga karena kecil dan jauh dari mana-mana.

saya kebetulan punya concern yang sama tentang pengadaan dan konsumsi
listrik (dan jaringan komunikasi) di indonesia.
PLN sibuk bangun pembangkit listrik besar, mau pakai tenaga nuklir
segala,
lalu siapa yang menikmati? mall mall di jakarta kata gunawan mohammad.
lalu
siapa yang bayar hutang untuk pembangunannya? seluruh rakyat indonesia.
lalu siapa yang jadi korban kalau PLTN jebluk? orang muria dan
sekitarnya
yang mungkin tak mampu beli listrik yang diproduksi di daerahnya. tau ga

berapa daya listrik rumah-rumah tetanggaku? 900 KWH untuk tiga sampai
lima
rumah. itupun masangnya ngutang dulu, dan listrik baru available setelah

saya bayar pemasangan travo PLN waktu masang listrik di rumahku.
sebelumnya, cuma kawat listrik tegangan menengah yang liwat di atas
rumah
mereka, tiangnya dipancang di halaman mereka, tapi listriknya ga
mampir........ haloooo PLN......

saya pernah baca Confession of an Economic Hit Man nya John Perkins, dan

agak-agak mikir, jangan-jangan PLTN ini juga bagian dari skenarionya
EHM?
ni saya kutip 2 bagian dari buku itu:

definisi Economic Hit Man disebut dalam buku itu sebagai:
"..... That is what EHM do best: we build a global empire.We are an
elite
group of men and women who utilize international financial organizations
to
forment conditions that make other nations sub-servient to the
corporatocracy running our biggest corporations, our government, and our

banks....."

dan apa yang dia lakukan di indonesia:
"I came up with the type of study my bosses wanted to see: a growth in
electric demand averaging 19 percent per annum for twelve years after
the
new system was completed, tapering down to 17 percent for eight more
years,
and then holding at 15 percent for the remainder of the twenty-five-year

projection."

salam,
kis


--
KEGIATAN ALUMNI ITB-77

Proyek Pabrik Biodiesel      : http://ganeshaenergy.blogspot.com/

Penulisan buku 30 tahun      : http://buku30tahun.blogspot.com/

Lihat, isi & update Direktori:
<http://www.warungindonesia.com/nitip/itb77/index.php>

Beasiswa utk mahasiswa/i ITB :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/donasi-itb77.txt>

Acara2 reuni & koleksi foto2  :
<http://www.acarareuni.blogspot.com/>

ADMINISTRASI MILIS

Info pengelolaan milis anda  :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/list-info-itb77.txt>




--
KEGIATAN ALUMNI ITB-77

Proyek Pabrik Biodiesel      : http://ganeshaenergy.blogspot.com/

Penulisan buku 30 tahun      : http://buku30tahun.blogspot.com/

Lihat, isi & update Direktori:
<http://www.warungindonesia.com/nitip/itb77/index.php>

Beasiswa utk mahasiswa/i ITB :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/donasi-itb77.txt>

Acara2 reuni & koleksi foto2  :
<http://www.acarareuni.blogspot.com/>

ADMINISTRASI MILIS

Info pengelolaan milis anda  :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/list-info-itb77.txt>
Noor S.D.K Devi | 1 Oct 08:33
Favicon

Re: [el77itb] migrasi fleksi ke 800 Mhz

Temen2 sepertinya karena adanya perpindahan frekwensi, maka per oktober
ini kalu gak salah semua pemakai jaringan cdma di indosat n telkom harus
ganti perangkat. Kalau di Indosat kita langsung kontak kepelanggan. Krn
memang harus diganti perangkatnya n gratis kok, Cuma males ya?

Regards,
Devi, Noor SDK

-----Original Message-----
From: itb77-bounce@...
[mailto:itb77-bounce@...] On Behalf Of Eniman Y
Syamsuddin
Sent: Monday, October 01, 2007 8:44 AM
To: el77itb@...
Cc: itb77@...; yonsatu@...
Subject: [itb77] Re: [el77itb] migrasi fleksi ke 800 Mhz

On Fri, 28 Sep 2007, Syafril Hermansyah wrote:

> Hi,
>
> Sore ini saya ditelpon oleh telkom utk mencheck versi kartu fleksi yg
> saya punya.
> Saya diminta menjalankan command *#837# untuk melihat info version
kartu
> yg dipakai.
> Jika versi prl kurang dari 300 maka diminta datang ke plasa telkom utk
> upgrade kartunya, kalau tidak maka handset saya tdk bisa menggunakan
> frekwensi 800 Mhz sekalipun sudah support dual band.
>
Kalau tertulis prl 300 OK yah Fril?

eniman

-- 
KEGIATAN ALUMNI ITB-77

Proyek Pabrik Biodiesel      : http://ganeshaenergy.blogspot.com/

Penulisan buku 30 tahun      : http://buku30tahun.blogspot.com/

Lihat, isi & update Direktori:
<http://www.warungindonesia.com/nitip/itb77/index.php>

Beasiswa utk mahasiswa/i ITB :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/donasi-itb77.txt>

Acara2 reuni & koleksi foto2  :
<http://www.acarareuni.blogspot.com/>

ADMINISTRASI MILIS

Info pengelolaan milis anda  :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/list-info-itb77.txt>

-- 
KEGIATAN ALUMNI ITB-77

Proyek Pabrik Biodiesel      : http://ganeshaenergy.blogspot.com/

Penulisan buku 30 tahun      : http://buku30tahun.blogspot.com/

Lihat, isi & update Direktori:
<http://www.warungindonesia.com/nitip/itb77/index.php>

Beasiswa utk mahasiswa/i ITB :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/donasi-itb77.txt>

Acara2 reuni & koleksi foto2  :
<http://www.acarareuni.blogspot.com/>

ADMINISTRASI MILIS

Info pengelolaan milis anda  :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/list-info-itb77.txt>

Picon
Favicon
Gravatar

Foto terbaru Aka, Ade, Aat dan Lintong ( size = 86KB )

Teman teman,

Terlampir adalah foto suasana antri makanan waktu Family Gathering 25 Agustus 2007.

Duduk di latar depan adalah : Sangmaniaka Sakabuana, Ade Tarmin, AA Tarman dan Lintong Sopandi Hutahaean (
berdiri ).

Yang fotonya belum ada di Direktori adalah AA Tarman ( GD15 ) yang hampir saja tidak bisa datang Reuni karena
sedang bertugas di Banda Aceh. Tapi setelah di paksa akhirnya datang juga ke Reuni kita.

tx,

Goen

      ____________________________________________________________________________________
Catch up on fall's hot new shows on Yahoo! TV. Watch previews, get listings, and more!
http://tv.yahoo.com/collections/3658 
Donaldy Sianipar | 1 Oct 10:22
Picon

Fw: [milis_imab] Fwd: [navs-lowongan] beasiswa -> S3 IT

 
----- Original Message -----
Sent: Tuesday, September 25, 2007 8:53 PM
Subject: [milis_imab] Fwd: [navs-lowongan] beasiswa -> S3 IT



---------- Forwarded message ----------
From: Billy N. <billy <at> yahrapha.web.id>
Date: Sep 25, 2007 9:09 AM
Subject: [navs-lowongan] beasiswa -> S3 IT
To: navs-lowongan <at> yahoogroups.com

Arno Scharl <scharl <at> ecoresearch.net >

Open Positions: Researchers and PhD Candidates in Information Visualization,
Natural Language Processing, Adaptive Systems and Geospatial Web Technology
http://www.modul.ac.at/sites/modul/files/jobs-raven.pdf
For the FIT-IT Semantic Systems Project RAVEN (Relation Analysis and
Visualization of Evolving Networks), the Department of New Media
Technology of MODUL University Vienna is seeking outstanding candidates
for open positions as researchers and PhD candidates. MODUL University
Vienna is a recently founded international university located on top of
Kahlenberg, a scenic hill overlooking Vienna. It combines a strong
academic foundation with state-of-the-art curricula and a commitment to
innovation and sustainability as key drivers of success in a dynamic and
knowledge-based society.

Requirements
* A degree in computer science, information systems or a related area
(applicants about to finish their studies are encouraged to apply)
* Excellent programming skills preferably in Java or Python
* Specialization or interest in one or more of the following fields:
I. INFORMATION VISUALIZATION (DOCUMENT CLUSTERING, THEMATIC MAPPING)
II. NATURAL LANGUAGE PROCESSING, TEXT MINING, INFORMATION RETRIEVAL
III. MACHINE LEARNING, ADAPTIVE SYSTEMS, ADVANCED KNOWLEDGE
REPRESENTATION
IV. WEB MAPPING AND GEOSPATIAL INTERFACES
* Ambition to produce internationally recognized research output, and
willingness to collaborate within an interdisciplinary team.
The positions are available as of October 2007 for the duration of two
years. PhD candidates receive Euro 32,500 per annum. Details on the
research of the Department of New Media Technology can be found at:
www.modul.ac.at/nmt, www.geospatialweb.com, www.idiom.at and
www.ecoresearch.net. MODUL University Vienna is an equal opportunity
employer and strongly encourages qualified women to apply. Please send
your electronic application (cover letter, curriculum vitae, list of
publications/projects) to scharl <at> ecoresearch.net



--
People Need The Lord

With Love & PRAY
Lia Oktavia

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
Cat Fanatics

on Yahoo! Groups

Find people who are

crazy about cats.

Y! Messenger

Instant hello

Chat in real-time

with your friends.

Yahoo! Groups

Get info and support

on Samsung HDTVs

and devices.

.

__,_._,___ #ygrp-mlmsg { FONT-SIZE: small; FONT-FAMILY: arial,helvetica,clean,sans-serif } #ygrp-mlmsg TABLE { } #ygrp-mlmsg SELECT { FONT: 99% arial,helvetica,clean,sans-serif } INPUT { FONT: 99% arial,helvetica,clean,sans-serif } TEXTAREA { FONT: 99% arial,helvetica,clean,sans-serif } #ygrp-mlmsg PRE { FONT: 100% monospace } CODE { FONT: 100% monospace } #ygrp-mlmsg { LINE-HEIGHT: 1.22em } #ygrp-text { FONT-FAMILY: Georgia } #ygrp-text P { MARGIN: 0px 0px 1em } #ygrp-tpmsgs { CLEAR: both; FONT-FAMILY: Arial } #ygrp-vitnav { FONT-SIZE: 77%; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 10px; FONT-FAMILY: Verdana } #ygrp-vitnav A { PADDING-RIGHT: 1px; PADDING-LEFT: 1px; PADDING-BOTTOM: 0px; PADDING-TOP: 0px } #ygrp-actbar { CLEAR: both; MARGIN: 25px 0px; COLOR: #666; WHITE-SPACE: nowrap; TEXT-ALIGN: right } #ygrp-actbar .left { FLOAT: left; WHITE-SPACE: nowrap } bld { FONT-WEIGHT: bold } #ygrp-grft { PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; FONT-SIZE: 77%; PADDING-BOTTOM: 15px; PADDING-TOP: 15px; FONT-FAMILY: Verdana } #ygrp-ft { PADDING-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: #666 1px solid; PADDING-LEFT: 0px; FONT-SIZE: 77%; PADDING-BOTTOM: 5px; PADDING-TOP: 5px; FONT-FAMILY: verdana } #ygrp-mlmsg #logo { PADDING-BOTTOM: 10px } #ygrp-vital { PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 8px; MARGIN-BOTTOM: 20px; PADDING-BOTTOM: 8px; PADDING-TOP: 2px; BACKGROUND-COLOR: #e0ecee } #ygrp-vital #vithd { FONT-WEIGHT: bold; FONT-SIZE: 77%; TEXT-TRANSFORM: uppercase; COLOR: #333; FONT-FAMILY: Verdana } #ygrp-vital UL { PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 2px 0px; PADDING-TOP: 0px } #ygrp-vital UL LI { CLEAR: both; BORDER-RIGHT: #e0ecee 1px solid; BORDER-TOP: #e0ecee 1px solid; BORDER-LEFT: #e0ecee 1px solid; BORDER-BOTTOM: #e0ecee 1px solid; LIST-STYLE-TYPE: none } #ygrp-vital UL LI .ct { PADDING-RIGHT: 0.5em; FONT-WEIGHT: bold; FLOAT: right; WIDTH: 2em; COLOR: #ff7900; TEXT-ALIGN: right } #ygrp-vital UL LI .cat { FONT-WEIGHT: bold } #ygrp-vital A { TEXT-DECORATION: none } #ygrp-vital A:hover { TEXT-DECORATION: underline } #ygrp-sponsor #hd { FONT-SIZE: 77%; COLOR: #999 } #ygrp-sponsor #ov { PADDING-RIGHT: 13px; PADDING-LEFT: 13px; MARGIN-BOTTOM: 20px; PADDING-BOTTOM: 6px; PADDING-TOP: 6px; BACKGROUND-COLOR: #e0ecee } #ygrp-sponsor #ov UL { PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 8px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px } #ygrp-sponsor #ov LI { PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; FONT-SIZE: 77%; PADDING-BOTTOM: 6px; PADDING-TOP: 6px; LIST-STYLE-TYPE: square } #ygrp-sponsor #ov LI A { FONT-SIZE: 130%; TEXT-DECORATION: none } #ygrp-sponsor #nc { PADDING-RIGHT: 8px; PADDING-LEFT: 8px; MARGIN-BOTTOM: 20px; PADDING-BOTTOM: 0px; PADDING-TOP: 0px; BACKGROUND-COLOR: #eee } #ygrp-sponsor .ad { PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 8px; PADDING-TOP: 8px } #ygrp-sponsor .ad #hd1 { FONT-WEIGHT: bold; FONT-SIZE: 100%; COLOR: #628c2a; LINE-HEIGHT: 122%; FONT-FAMILY: Arial } #ygrp-sponsor .ad A { TEXT-DECORATION: none } #ygrp-sponsor .ad A:hover { TEXT-DECORATION: underline } #ygrp-sponsor .ad P { MARGIN: 0px } o { FONT-SIZE: 0px } MsoNormal { MARGIN: 0px } #ygrp-text TT { FONT-SIZE: 120% } BLOCKQUOTE { MARGIN: 0px 0px 0px 4px } replbq { }

Gmane