Seminar itb77 - ITB77 bekerja sama dengan penasehat pimpinan pemerintahan ASEAN
Rekans
Berkat inisiatif rekan Tatang saftari yang bekerja sama dengan Arya (ketua seminar ITB-77), acara Seminar Bahan Bakar Nabati pada tanggal 10 Mei 2007 di Hotel Sultan, akhirnya tergabung dalam rangkaian acara ASEAN Business Advisory Council (ABAC). Para pimpinan ABAC dari negara-negara ASEAN, Insya Allah akan hadir dalam acara 10 Mei 2007 dan juga mengadakan rapat khusus membahas hasil-hasil seminar tersebut pada tanggal 11 Mei 2007. Rangkaian kegiatan ABAC dapat dibaca pada lampiran. Pertemuan di Philipina dibuka dan dipimpin oleh Presiden Gloria Macapagal Arroyo.
Salah satu fokus dari ABAC adalah pengembangan usaha yang berlandaskan pada sumber daya alam masing-masing negara. Itulah kenapa ABAC ingin memfokuskan diri pada Biofuel. Menurut rencana pada bulan November 2007, ABAC akan memberikan saran dan masukan kepada para pimpinan pemerintahan tentang hal tersebut.
Seminar ITB-77 mendapatkan sebuah kehormatan untuk didengar oleh para wakil ABAC sebagai sebuah masukan. Mereka juga sangat terbuka untuk mendengar berbagai masukan dari seluruh alumni ITB-77 mengenai prospek bisnis dan usaha lainnya yang menurut rekan-rekan sangat penting bagi Indonesia dan juga ASEAN.
Silahkan hadir di Seminar ITB-77
Salam
Hengki
From: itb77-bounce-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@public.gmane.org
[mailto:itb77-bounce-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@public.gmane.org] On
Behalf Of rezavidi arya
Sent: Monday, April 30, 2007 8:15
PM
To: itb 77
Subject: [itb77] SEMINAR DAN TEMU
BISNIS BBN: PELUANG INVESTASI DAN TANTANGAN PENCIPTAAN LAPANGAN KERJA
Sehubungan dengan rencana Peringatan 30 tahun ITB- Angkatan 77, pada tanggal 10 Mei 2007 di Grand Ballroom Hotel Sultan akan diadakan kegiatan Seminar dan Temu Bisnis dengan topik SEMINAR DAN TEMU BISNIS BAHAN BAKAR NABATI (BIODIESEL DAN BIOETANOL): PELUANG INVESTASI DAN TANTANGAN PENCIPTAAN LAPANGAN KERJA. Seminar dan Temui Bisnis ini dimaksudkan sebagai sebuah usaha Alumni ITB-Angkatan 77 dalam memberikan kontribusi pada pemecahan permasalahan nasional seperti permasalahan energi khususnya BBN ini, dan sekaligus pula untuk membagikan pengalamannya kepada masyarakat luas khususnya dalam bisnis industri Biofuel. Diharapkan Seminar dan Temui Bisnis ini akan menjadi ajang interaksi antar para pebisnis dan investor dengan seluruh pelaku pengembangan industri Biofuel di lingkungan negara ASEAN, sehingga akhirnya akan mendorong para investor untuk berinvestasi di bidang ini di masa mendatang. Pada malam harinya pk 19.00 setelah seminar, akan diadakan Business Gathering dengan menghadirkan Menteri Keuangan RI dan peserta ASEAN Business Advisory Council yang akan melakukan pertemuan reguler mereka pada tanggal 11 Mei 2007.
Seminar ini dilatar belakangi dengan maraknya bisnis bahan bakar nabati ini masih menyimpan segudang permasalahan yang harus ditangani segera. Diantaranya adalah jaminan suplai bahan baku yang saat ini masih didominasi oleh CPO (Crude Palm Oil) sebagai bahan baku Biodiesel dan kenaikan harga CPO di pasaran dunia akhir-akhir ini. Bagi sebagian pengusaha kenaikan ini bisa saja merupakan peluang untuk pasar ekspor. Namun hal ini tidak akan menjawab keinginan pemerintah untuk mendiversifikasi suplai Bahan Bakar Minyak di dalam negeri. Selain dari pada itu peluang memasok BBN di dalam negeri masih terhambat oleh adanya subsidi pemerintah untuk BBM yang berasal dari minyak bumi, sehingga harga jual BBN di dalam negeri menjadi tidak menarik. Persoalan lain yang menghadang adalah persiapan industri hulu bahan baku BBN ini, yakni industri pertanian/perkebunannya. Ekpansi industri perkebunan masih mengalami kendala pada masalah perijinan serta keamanan kepemilikan lahan. Selain itu promosi penanaman pohon jarak pagar (Jathropa Curcas) secara besar-besaran untuk bahan baku Biodiesel juga masih mengalami banyak kendala, diantaranya adalah ketidak transparanan litbang-litbang pemerintah dalam menyampaikan hasil penelitian pengembangbiakan tanaman ini akibat takut dicap menghambat program pemerintah. Sebagai akibatnya banyak petani yang dikecewakan dengan hasil panen yang diperoleh dalam menanam jarak pagar ini. Di sisi lain usaha pemerintah menggulirkan program BBN Nasional ini yang dipromosikan sebagai: Pro Poor, Pro Job dan Pro Growth ini dinilai banyak pihak akan menjadi boomerang bagi pemerintah sendiri. Hal ini mengingat bisnis perkebunan/pertanian dan bisnis BBN ini sangat besar kemungkinan hanya akan berhasil bila dikelola secara besar-besaran. Artinya yang akan mengendalikan bisnis ini boleh jadi hanyalah para pengusaha besar dan para pemodal. Bagi sebagian besar mereka, maka untuk menjamin kepastian kembalinya modal maka segala cara akan diusahakan termasuk menggunakan pertanian intensif seperti penggunaan mekanisasi pertanian serta mengekspor hasilnya ke luar negeri karena harga di pasaran dunia lebih menjanjikan. Kemungkinan seperti ini bila tidak diantisipasi oleh pemerintah hanya akan membuka peluang bisnis kepada segelintir orang dan sama sekali tidak akan memberikan efek pemerataan pada hasil pembangunan.
Demi kesuksesan acara Peringatan 30TH ITB-77, khususnya penyelenggaraan seminar ini, maka panitia sangat mengharapkan kehadiran serta partisipasi semua alumni ITB-77 dalam acara yang sangat penting ini.
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
RSS Feed