oentoeng dalil | 1 Apr 02:53
Picon
Favicon

Re: Kegalauan saya terhadap Insinyur Mesin Indonesia

Salam
 
Beberapa Firman ALLAH sebagai Pegangan Hidup
2:123 Dan takutlah kamu kepada suatu hari di waktu seseorang tidak dapat menggantikan  seseorang lain sedikitpun dan tidak akan diterima suatu tebusan daripadanya dan tidak akan memberi manfaat sesuatu syafa'at kepadanya dan tidak  mereka akan ditolong.

2:214 Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu  sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan  sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.

2:250 Tatkala Jalut dan tentaranya telah nampak oleh mereka, merekapun  berdo'a: "Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir(tertutup mata hatinya)."
2:286 Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala  yang diusahakannya dan ia mendapat siksa  yang dikerjakannya. : "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampuni lah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir(tertutup mata hatinya)."
3:147 Tidak ada do'a mereka selain ucapan: "Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami  dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir"(tertutup mata hatinya).

5:2 Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah , dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram , jangan  binatang-binatang had-ya , dan binatang-binatang qalaa-id , dan jangan  mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya  dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya . Dan tolong-menolonglah kamu dalam  kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

 

Salam

OSD



Syafril Hermansyah <syafril-OWdeXufdmv3Nl5DuOh8T8A@public.gmane.org> wrote:
On 26/03/07 01:51 +07:00 oentoeng dalil wrote:
> Sekali-kali saya ingin buat e-mail yang rada serius.
> Saya senang dan boleh berkali-kali serta yang serius dan serius
> sekali
> Terutama melihat kondisi negara saat ini dengan uang yang
> sangat banyak tapi penciptaan pekerjaan masih relatif sangat
> sedikit.
> Apakah benar uang kita banyak?! Tolong Pak Hengki bisa
> menjelaskannya Karena:

Aduh ini mah content hijacker :-(
Tulisan Original Poster dg tulisan responsenya berbaur.


--
syafril
-------
Syafril Hermansyah




--
KEGIATAN ALUMNI ITB-77

Proyek Pabrik Biodiesel : http://ganeshaenergy.blogspot.com/

Penulisan buku 30 tahun : http://buku30tahun.blogspot.com/

Lihat, isi & update Direktori:


Beasiswa utk mahasiswa/i ITB :


Acara2 reuni & koleksi foto2 :


ADMINISTRASI MILIS

Info pengelolaan milis anda :


Be a PS3 game guru.
Get your game face on with the latest PS3 news and previews at Yahoo! Games.
oentoeng dalil | 1 Apr 05:17
Picon
Favicon

Re: utk moderator

Salam
 
Halo Purwandi S Pananmbang, ada dimana sekarang.
 
Salam
OSD

Liestyawati <liesaja-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@public.gmane.org> wrote:
mas wahyoe / mas syafril,

tolong didaftarkan dalam milis ini purwandi sukiato
panambang (si77), email : purwandisp-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@public.gmane.org

terima kasih.

wass
lies

----------------------------------
"to conquer oneself is the noblest
and greatest triumph" (plato)



____________________________________________________________________________________
Don't get soaked. Take a quick peek at the forecast
with the Yahoo! Search weather shortcut.
http://tools.search.yahoo.com/shortcuts/#loc_weather

--
KEGIATAN ALUMNI ITB-77
Proyek Pabrik Biodiesel : http://ganeshaenergy.blogspot.com/

Penulisan buku 30 tahun : http://buku30tahun.blogspot.com/

Lihat, isi & update Direktori:


Beasiswa utk mahasiswa/i ITB :


Acara2 reuni & koleksi foto2 :


ADMINISTRASI MILIS

Info pengelolaan milis anda :


Don't pick lemons.
See all the new 2007 cars at Yahoo! Autos.
oentoeng dalil | 1 Apr 06:03
Picon
Favicon

Re: utk moderator

Ceramah Akhir Pekan
 
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.



Syafril Hermansyah <syafril-OWdeXufdmv3Nl5DuOh8T8A@public.gmane.org> wrote:
On 24/03/07 16:12 +07:00 Liestyawati wrote:
> tolong didaftarkan dalam milis ini pu rwandi sukiato
> panambang (si77), email : purwandisp-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@public.gmane.org

-------- Original Message --------
Subject: Listar results: adminvfy itb77 460519EC:D84.1:flnsevyqhgnvagpbvq
Date: Sat, 24 Mar 2007 19:39:11 +0700 (JAVT)
From: Listar
To: syafril-OWdeXufdmv3Nl5DuOh8T8A@public.gmane.org


List context changed to 'itb77' by following command.
>> adminvfy itb77 460519EC:D84.1:flnsevyqhgnvagpbvq
Successful transition to admin mode. Cookie cannot be reused.

>> subscribe purwandisp-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@public.gmane.org
Successfully subscribed.

>> adminend
Admin command mode ended. Normal commands still accepted.


--
syafril
-------
Syafril Hermansyah

Do great things in your life, but do small things as well
-- Sohia Bedford Pierce


--
KEGIATAN ALUMNI ITB-77

Proyek Pabrik Biodiesel : http://ganeshaenergy.blogspot.com/

Penulisan buku 30 tahun : http://buku30tahun.blogspot.c om/

Lihat, isi & update Direktori:


Beasiswa utk mahasiswa/i ITB :


Acara2 reuni & koleksi foto2 :


ADMINISTRASI MILIS

Info pengelolaan milis anda :


Be a PS3 game guru.
Get your game face on with the latest PS3 news and previews at Yahoo! Games.
Syafril Hermansyah | 1 Apr 06:13
X-Face
Picon
Favicon

Re: utk moderator

On 01/04/07 11:03 +07:00 oentoeng dalil wrote:
> Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu 
> dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; 
> penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak 
> mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada 
> mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

Iki maksude opo to yo ?

-- 
syafril
-------
Syafril Hermansyah

The first responsibility of a leader is to define reality. The last to
say thank you. In between, the leader is a servant.
	-- Max De Pree

-- 
KEGIATAN ALUMNI ITB-77

Proyek Pabrik Biodiesel      : http://ganeshaenergy.blogspot.com/

Penulisan buku 30 tahun      : http://buku30tahun.blogspot.com/

Lihat, isi & update Direktori:
<http://www.warungindonesia.com/nitip/itb77/index.php>

Beasiswa utk mahasiswa/i ITB :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/donasi-itb77.txt>

Acara2 reuni & koleksi foto2  :
<http://www.acarareuni.blogspot.com/>

ADMINISTRASI MILIS

Info pengelolaan milis anda  :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/list-info-itb77.txt>

Syafril Hermansyah | 1 Apr 06:14
X-Face
Picon
Favicon

Re: Laporan : SURAT BUAT KANG GOEN

On 01/04/07 08:14 +07:00 nanang kuswara wrote:
> Panitia telah berhasil menelepon temen temen berikut ini :
> 
> 1. Darmawati (Yuyun), 2. Harry Setiabudi, 3. Hotma B Simanjuntak, 
> 4. Nanang Kuswara,
> 5. Rini Dyah Sutjiwati, 6. Rosa Delima, 7. Sugilar
> 
> Sementara laporan itu dulu,

kalau cuma utk broadcast nomer HP panitia apa tdk lbh murah kalau di sms
saja ?

-- 
syafril
-------
Syafril Hermansyah

Every action of a manager rests upon assumtions about what has happened
and upon conjectures about what will happen: that is to say it rest upon
theory.
	-- Dereck Pugh

-- 
KEGIATAN ALUMNI ITB-77

Proyek Pabrik Biodiesel      : http://ganeshaenergy.blogspot.com/

Penulisan buku 30 tahun      : http://buku30tahun.blogspot.com/

Lihat, isi & update Direktori:
<http://www.warungindonesia.com/nitip/itb77/index.php>

Beasiswa utk mahasiswa/i ITB :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/donasi-itb77.txt>

Acara2 reuni & koleksi foto2  :
<http://www.acarareuni.blogspot.com/>

ADMINISTRASI MILIS

Info pengelolaan milis anda  :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/list-info-itb77.txt>

Liestyawati | 1 Apr 06:15
Picon
Favicon

Re: Laporan : SURAT BUAT KANG GOEN

maaf, top posting ...

saya memang tidak mau "membuang" tulisan kang nanang
yang bagus ini.
menurut saya tulisan inipun bisa dimasukkan dalam buku
itb77.

wass
lies

--- nanang kuswara <cangkurileung_2rj@...>
wrote:
>
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
> Kang Goen,
>   Terima kasih telah dihubungi. Senang juga bisa
> ber-komunikasi. Dan rasa senang itu, juga karena
> seolah ada pernyataan "join the club". Tentang
> permintaan Kang Goen untuk ngisi Buku 30 tahun
> itb77, saya fikir-fikir, ma'af, urungkan saja.
> Pasalnya itu semacam buku putih, yang tidak hanya
> jadi kilas balik kegigihan perjuangan angkatan 77,
> namun juga kompilasi keberhasilan angkatan yang
> bakal menjadi cermin, panduan serta motivasi bagi
> angkatan-angkatan setelahnya.
>    
>   Memang benar, pelajaran yang paling baik adalah
> kegagalan. Dan benar pula, tidak semua mahasiswa
> dapat berada di barisan "hall of fame", serta bisa
> melewati kawah chandradimuka dan berhasil memakai
> toga. Tapi setidaknya, lebih layak buku kita hanya
> berisi kisah sukses dengan segala macam sisi
> perjuangannya. Apalagi bila buku ini jadi konsumsi
> mahasiswa yang cara berfikirnya masih beda,
> sedemikian rupa sehingga gandrungnya akan kesuksesan
> tanpa diikuti pertimbangan beratnya perjuangan.
> Biarlah, mereka memiliki motivasi tertingginya,
> dengan membaca kisah kesuksesan para senior-nya.
>    
>   Dasar pemikiran diatas, bila kita bicara
> kesuksesan, seiring dengan bertambahnya usia kita
> memiliki konsep yang berbeda dengan mahasiswa pada
> umumnya. Kesuksesan, (dengan terminologi
> socio-economy) memang ujung dari sebuah harapan dan
> perjuangan. Tapi bagi saya, itu hanya sebuah titik
> resultante yang bermuara pada satu posisi
> kebahagiaan nisbi, dan mengisi ruang tak terbatas
> serta tergantung pada vektor-vektornya, yakni impian
> dan kesempatan. Kesuksesan seseorang bisa jadi
> merupakan kegagalan bagi orang lain. Dan kegagalan
> kita, boleh jadi dianggap kesuksesan menurut
> pandangan sebagian orang. Bahkan kesuksesan
> seseorangpun akan mengalami pergeseran, seiring
> dengan berubahnya vektor impian dan kesempatan yang
> dimilikinya. 
>    
>   Contohnya adalah sejarah perjalanan kehidupan
> saya. Ketika orang tua bangkrut tahun 1979, saya
> harus kabur dari itb. Sebagai anak sulung dari
> sepuluh bersaudara ditambah orangtua yang depresi,
> sayapun berkewajiban mengambil tongkat pimpinan
> keluarga. Merasa tidak cocok dengan pekerjaan
> sebagai designer bungkus obat-obatan di percetakan
> Krishna Batara, serta penulis sajak di majalah
> mangle, saya terpaksa pulang kampung. Dan di sana,
> impianpun punah saat menjadi pembuat bata merah.
> Walau tahun 80-an saya masuk Hilton, saya tetap
> menganggap hidup saya sarat kegagalan. Bagaimana
> tidak, saat harapan mulai tumbuh bisa selamat dari
> cap pembuat bata merah, saya diterima Hilton bekerja
> di tempat basah. Tukang cuci WC dan locker para
> hotelier, yang walaupun memakai jas, dasi dan
> mahalnya wewangian, masih sesama pelayan. Hebatnya,
> orangtua serta sanak saudara bilang : itu tanda
> anugerah. Benarkah ?
>    
>   Mungkin saja orangtua ada benarnya. Boleh dibilang
> "I was really lost, but at the right post". Gaji
> pertama sebesar 150 ribu saat itu, bagi saya sangat
> bermakna. Saya kirim wessel ke kampung agar
> adik-adik yang di rumah jangan bersedih, dan kembali
> ke sekolah. Karir sayapun mulai diperhatikan, dari
> tukang ngepel lantai ditarik menjadi Office-Clerk.
> Kemudian Roomboy, tukang merapihkan kamar-kamar.
> Setelah jadi penyelia, saya diminta ikut pendidikan
> di AHMA (American Hotel & Motel Association), TSA
> (Training Service Asia), HILITES (Hilton
> International Lessons In Teaching and Effective
> Supervision) dan ratusan pendidikan perhotelan
> lainnya. Ketika untuk pertama kalinya Hilton
> International Inc meng-operasi-kan apartemen, yakni
> The Hilton Residence pada tahun 1987, saya diminta
> merancang "Departmental Operating-Manual" untuk
> Departemen Housekeeping serta Front Office. Jenjang
> karir kembali naik ketika saya ditarik jadi
> Assistant Manager, Senior Assistant Manager,
> Assistant
>  Front Office Manager, Front Office Manager dan
> sekarang Operation Manager, yang bagi ukuran
> sekarang, sungguh merupakan posisi dasar dan biasa. 
>    
>   Namun ada satu kepuasan non-finansial, ketika
> "zero base of manning guide" yang saya ciptakan,
> yakni rumus efficiency untuk menghitung jumlah
> karyawan hotel dengan beragam profesi dikaitkan
> dengan volume-bisnis yang ada, diakui ketepatannya.
> Sistim perhitungan yang didasarkan kepada pendekatan
> hari kerja effective ini, dipakai di semua Hilton
> yang ada di Indonesia saat itu. Konon juga di
> hotel-hotel yang berada dalam group-nya Singgasana
> Hotels & Resorts sekarang. Konsep ini tidak hanya
> memberikan arahan bagi karyawan agar selalu menjaga
> produktifitas dan kualitas kerja, tapi juga panduan
> bagi pengusaha agar tidak melakukan PHK semena-mena.
> Mudah-mudahan saja konsep ini akan menjadi kenangan
> manis, dan menjadi sebuah ceritera senja bagi
> cucu-cucu saya, kelak, saat saya mulai berjuang
> menghindari batuk-batuk, terbungkuk-bungkuk, dan
> terseok-seok dengan tongkat di tangan yang gemetaran
> .........................
>    
>   Kebahagiaan lainnya Kang Goen, saat saya merasa
> telah menjalankan konsep agama yang saya yakini,
> "Nafi'in li ghoerihi", yakni berguna bagi sesama.
> Hari-hari yang saya lalui, selalu ber-orientasi
> kepada kebahagiaan orang lain, dan bukan karena
> takut komplin (complaint - red). Sebagai penjual
> jasa, sikap ramah, luwes dan lurus tak perlu
> dipaksakan, itu jalan kehidupan. "Allah mengasihi
> orang yang ramah saat berjualan, ketika membeli dan
> berkehendak" , Muhammad menegaskan. Konsep ini
> universal dan tidak primordial. Dari yang sederhana
> sampai paripurna. Bahkan Yang Maha Mencipta, telah
> menarik benang merah profesi para nabi sehingga
> mereka memiliki pekerjaan yang sama, sebagai
> pelajaran betapa pentingnya kita bagi yang lainnya.
> "Allah tak mengutus seorang nabipun, kecuali ia
> menggembalakan kambing" - demikian Muhammad SAW
> bersabda. Oleh karena itu, biarkan kegagalan saya
> menjadi parameter bagi kesuksesan rekan lain. Dan
> ibarat sebuah gedung megah, biarkan saya menjadi
> sebuah
>  bata merah, yang insya Allah sedikit memberi
> kekuatan bagi kesuksesan angkatan.
>    
>   Hidup adalah kerja. Sedang kerja pasrah, sejatinya
> juga ibadah. Kebahagiaan akan dirasakan bila kita
> bersikap ihsan. Yakni ikhlas melakukan pekerjaan
> tanpa paksaan, karena dianggap sebagai kewajiban
> dari Yang Maha Mengawasi walau tanpa evaluasi, dari
> Yang Maha Melihat kendati tak kasat, dari Yang Maha
> Menyentuh biarpun tak bertubuh. Ah, pengaruhNya
> seakan tak tergapai, bahkan disaat kita loncat ke
> tinggi bukit akal fikiran kita. Padahal jaraknya
> hanya sebatas taqwa dan do'a ....................
>    
>   Itulah hidup, Kang Goen, antara suka dan duka.
> Antara miskin dan kaya. Antara berkah dan musibah.
> Antara karunia dan cobaan. Sungguh, semuanya mesti
> jalan penuh tabah dan amanah. Bagaimanapun,
> kesuksesan yang dikejar semua orang bukanlah berarti
> kebahagiaan. Ia hanya alat untuk mendapatkannya.
> Sementara kebahagiaan itu sendiri, berada nun jauh
> di sana. Tidak bisa diraba tapi hanya dirasa. Ia
> sunyi, bersemayam di lubuk hati sendiri
> ...................
>    
>   Salam,
>   NK

----------------------------------
"to conquer oneself is the noblest 
and greatest triumph" (plato)

 
____________________________________________________________________________________
Food fight? Enjoy some healthy debate 
in the Yahoo! Answers Food & Drink Q&A.
http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396545367

-- 
KEGIATAN ALUMNI ITB-77

Proyek Pabrik Biodiesel      : http://ganeshaenergy.blogspot.com/

Penulisan buku 30 tahun      : http://buku30tahun.blogspot.com/

Lihat, isi & update Direktori:
<http://www.warungindonesia.com/nitip/itb77/index.php>

Beasiswa utk mahasiswa/i ITB :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/donasi-itb77.txt>

Acara2 reuni & koleksi foto2  :
<http://www.acarareuni.blogspot.com/>

ADMINISTRASI MILIS

Info pengelolaan milis anda  :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/list-info-itb77.txt>

Syafril Hermansyah | 1 Apr 06:18
X-Face
Picon
Favicon

Re: Kegalauan saya terhadap Insinyur Mesin Indonesia

On 01/04/07 07:53 +07:00 oentoeng dalil wrote:
> Beberapa Firman ALLAH sebagai Pegangan Hidup

Ini hasil perenungan selama di seatle ?

-- 
syafril
-------
Syafril Hermansyah

Cara terbaik bagi perusahaan untuk terbang lebih tinggi lagi adalah
dengan memberikan orang-orang berbakat itu alat-alat yang mereka
butuhkan untuk dijalani sendiri.
	-- Rober Noyce

-- 
KEGIATAN ALUMNI ITB-77

Proyek Pabrik Biodiesel      : http://ganeshaenergy.blogspot.com/

Penulisan buku 30 tahun      : http://buku30tahun.blogspot.com/

Lihat, isi & update Direktori:
<http://www.warungindonesia.com/nitip/itb77/index.php>

Beasiswa utk mahasiswa/i ITB :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/donasi-itb77.txt>

Acara2 reuni & koleksi foto2  :
<http://www.acarareuni.blogspot.com/>

ADMINISTRASI MILIS

Info pengelolaan milis anda  :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/list-info-itb77.txt>

oentoeng dalil | 1 Apr 06:35
Picon
Favicon

[itb77]Kegalauan saya terhadap Insinyur Mesin Indonesia-- USAHA-USAHA YG TELAH DILAKUKAN-CETAK UANG

Pak Herry juga sama problemnya adalah dana atau uang, makanya pernah saya usulkan untuk cetak uang untuk memobilisasi seluruh bangsa untuk berproduksi yang bermanfaat.

 

Tahun 1988 kami, menghadap Wakil Presiden Pak Habibie, 5 orang teman membahas masalah Korupsi, saya sendiri masalah pengangguran dan efeknya serta usulan memobilisasi seluruh potensi Bangsa.

Pak Hanibie, mengatakan penyebab krisis akibat berakhirnya perang dingin, dan mengatakan sudah mempunyai Penasehat keuangan dari Jerman Prof. DR. yang berpengalaman 25 tahun di Bank Cntral dan DR dari Australia. Pak Habibie termasuk yang memikirkan negara dan pekerja keras.

 

Tahun 1999, waktu saya di Amerika untuk proyek kecil, saya baca di Koran Republika, ada yang bunuh diri Ibu dengan anak2nya umur 2 tahun dan 10 tahun karena tak mampu membawa anaknya yang sakit panas ke Puskesmas. Sangat tragis.

 

Terakhir tetangga RW saya Alumni ITB suami Istri, Istrinya membunuh ketiga anaknya karena khawatir tidak bahagia. Sangat tragis.

 

 

Siapa peduli

 

 

Kita adalah Khalifah dimuka bumi yang harus menata, Pengelola NEGARA adalah FARDU AIN, kewajiban UTAMA untuk menata, karena sudah dibayar oleh Bangsa dan Negara. Untuk membawa seluruh bangsanya menjadi Bahagia di Dunia ini dan di Akhirat kelak untuk yang mau tentunya. Jadi kalau dari Lurah sampai Presiden sudah punya Mobil Dinas, maka seharusnyalah seluruh bangsa bisa dilayani.

 

Salam MERDEKA, insya ALLAH dalam Buku : TEROBOSAN MEMBANGUN DUNIA (INDONESIA) dapat menjawa semua kegalauan. Saya sudah menyampaikan lebih dari 20 tahun dalam diskusi, jadi lebih baik ditulis dalam suatu buku. TUNTAS

 

Salam

OSD

 

 



Herry Saptanto <herrys-hpiwQQVFhd9dtzx+TpIdMQ@public.gmane.org> wrote:

 

Man-teman, semuanya.
 
Saya juga merasakan kegalauan rekan Hengki dan teman-teman semuanya.
Tetapi ada bedanya antara saya dg rekan Hengki, saya merupaka n bagian dari sistem di dalam perusahaan, sedangkan rekan Hengki bagian dari sistem tetapi dapat memberi warna dalam kebijakan , di tingkat Nasional dan minimal di Rekadaya Industri.
 
Saya ingin cerita pengalaman usaha yang telah dilakukan di perusahaan tempat saya kerja (unt menjawab kegalauan tersebut):
1. Sebagai perusahaan yang mayoritas karyawannya tukang insinyur dan bergerak dibidang Teknologi, sebenarnya darah yang mengalir sdh gregeten untuk menciptakan sesuatu untuk bangsa. (karena memiliki kemampuan tetapi tidak memiliki /mendapatkan arahan yang jelas dari pemerintah (seperti Repelita I, II ,II dan IV dst pada Orde Baru yg memiliki targetan-targetan yang harus dicapai)serta berbekal kemampuan finansial yang terbatas, kita mela ksanakan rekayasa, yaitu mengembangkan desain pompa air untuk rumah tangga dengan improvement disana sini .
2. Mengembangkan disain mesin diesel 20 HP (untuk nelayan) sampai pembuatan produk prototype selesai (dengan segala pengujian-pengujian telah dilakukan) sehingga siap produksi dan masuk pasar.(foto peresmian terlampir)
3. Mengembangkan disain  hingga pembuatan prototype Steam Turbine 450 HP, 2 MW dan 7 MW.(Foto produk Steam Turbine 450 HP)
 
Semua usaha tersebut didasari untuk melepaskan diri dari ketergantungan dari luarnegeri (kandungan lokal harus meningkat)
 
- Poin 1&nbs p;(pompa air ) dikembangkan  yaitu produk untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga yang sangat banyak dibutuhkan.
- Poin 2 (mesin diesel) dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan nelayan (sebagai penggerak perahu nelayan) yang kebutuhannya jumlahnya ratusan ribu unit.
Hambatan yang dihadapi adalah tidak adanya investor yang menyambut, sehingga untuk merealisasikan produk made in Indonesia kondisinya berhenti ( blue print dan data teknis sudah tersedia)
 
Untuk poin 3 (produk Steam Turbine),beruntung karena disambut oleh BPPT yang memiliki Program pengembangan Steam Turbine, sehingga sampai dengan saat ini prototype 450 HP, 2 MW. sudah dilaksanakan. Sedangkan prototype 7 MW masih dalam rencana pengembangan.
 
Resume dari usaha-usaha yg telah dilakukan adalah :
Keberhasilan akan tampak jelas apabila:
1. Kebijakkan Pemerintah untuk menggunakan produk dalam negeri tertuang dan diimplementasikan dengan jelas (artinya produk dalam negeri yang baru muncul tidak dikompetisikan dengan produk yang sdh ada dipasar (produk impor).
2. Pembiayaan R&D dibiayai oleh Pemerintah (investasi yg besar)
3. Perlindungan terhadap produk dalam negeri (hal ini juga dilakukan oleh pemerintah China untuk produk Steam Turbine pada 50 -60 tahun yang lalu ).
4. Adanya Visi Indonesia jangka panjang sehingga arah pembangunan dapat diikuti dengan jelas.(bagi yg ingin berpartisipasi).
5. Nasionalisme .
 
Demikian sharing saya atas kegalauan Insinyur Indonesia, mudah mudahan sinergi dari pengalaman teman-teman lainnya dapat melengkapi, sehingga kegalauan tersebut dapat terjawab.
 
Herry Saptanto
M-10/ T-05/TI
----- Original Message -----
Sent: Wednesday, March 28, 2007 10:50 PM
Subject: [itb77] Re: Kegalauan saya terhadap Insinyur Mesin Indonesia-PESAN SUDAH DISAMPAIKAN

Sa lam

 

Pak Hengki pesan sudah saya sampaikan ke beberapa alumni Mesin-ITB lewat YahooMessenger dan langsung.

 

  1. Lewat Yahoo Messenger saya bacakan semua e-mail Pak Hengki dia dengarkan. Dia lagi kerja di Boeing, MS-78, sebelumnya adalah ITENAS. Umur 55 tahun.

Komentarnya adalah, biar saja say amah di Boeing saja.

  1. Saya sampaikan langsung garis besarnya, kebetulan dia kerja di Turkey Eks-PT.DI, Designer MS-75.

Komentarnya adalah wah itumah Ir. TK aja yang nggak suka Mesin (mereun dia guyon).

  1. Sebelumnya juga saya suka godain Ir. MS-77, di PT.DI, coba tuh lihat bangunan GPM (Gedung Pusat Menejemen, kami di GPT) PT.DI itu siapa yang buat, yang buat Ir. Sipil Indonesi a dan Arsitek Indonesia. Mana Ir. Mesin kok belum buat Mobil sendiri, mesin2.

Komentar diam aja, karena sering saya godain dan bilang anak saya yang saya masukan ke Mesin kalau gitu. Dia bilang ada MS-77 Eks-PTDI namanya Aan Yudiana yang mencoba buat mobil dan Mesin sendiri kemudian kerja sama dgn BPPT karena nggak punya dana, dan kemudian katanya Hak Ciptanya dijual juga untuk diproduksi katanya, karena nggak ada dana lagi.

 

Kalau waktunya tepat akan saya sampaikan ke teman2 yang lain terutama Eks-PT.DI. Sebenarnya Pak Habibie mau buat mesin tahun 1996, tapi keburu krisis. Hampir semua orang nanya kalau Pesawat PT.DI itu mesinnya buat sendiri, hampir semua orang awam nanya demikian, memang wajar karena yang menggerakkan pesa wat kan mesin. Walaupun buat pesawat beda dengan karoseri mobil. Boeing pun tidak buat mesin sendiri tapi pake Mesin buatan Amerika yang diutamakan.

Sekian dulu terima kasih

 

B>
Salam

Oentoeng SD

 



Triharyo soesilo <triharyo-WFZpCyA5SlEMaY++rXgPVg@public.gmane.org> wrote:
st1\:* { BEHAVIOR: url(#default#ieooui) }
Rekans

 

Sekali-kali saya ingin buat e-mail yan g rada serius. Terutama melihat kondisi negara saat ini dengan uang yang sangat banyak tapi penciptaan pekerjaan masih relatif sangat sedikit. Dalam berbagai pertemuan saya selalu bilang bahwa penyebab kejadian ini adalah karena insinyur Indonesia masih “belum” bekerja keras.

 

E-mail ini bukan bermaksud untuk mengkritik namun lebih sebagai sebuah introspeksi & “lessons learned” agar Indonesia dimasa mendatang akan lebih maju lagi. Saya setuju dengan hipotesa bahwa kemajuan negara adalah karena peran da n kemajuan perusahaan-perusahaan di negara tersebut (bukan pemerintahannya). Sedangkan kemajuan perusahaan disebabkan karena inovasi teknologi para insinyur-insinyurnya dalam meng-“create value” di dalam perusahaan tersebut. Artinya semakin inovatif dan berkarya para insinyur didalam suatu korporasi, maka akan majulah bangsa dan negara tersebut. Jadi disini, kata kuncinya adalah “insinyur” dan “korporasi” dalam memajukan bangsa.

 

Berikut beberapa fakta yang membuat saya galau :

 

Pembangunan pabrik-pabrik industri max 50% local content

Setiap kali saya membangun pabrik-pabrik industri di Indonesia, peralatan dan material yang bisa dibeli di dalam negeri (kandungan lokal) paling-paling hanya mencapai maximum 50% dari nilai kontrak. Peralatan yang masih terus menerus diimport sejak saya jadi insinyur (tahun 1981) sampai sekarang (2007) adalah alat-alat mesin bergerak/berputar (rotating) yaitu compressor, pompa, turbine, generator, fans, blower, dll. Tidak ada kemajuan sedikitpun selama 26 tahun, dan tidak ada satupun produsen peralatan-peralatan tersebut di Indonesia yang tumbuh minimal untuk mendominasi mark et di dalam negeri. Informasi belanja migas per tahun dari Dirjen Migas disebutkan mencapai US $ 9 milyard. Hampir US $ 7.5 milyard merupakan import peralatan dan permesinan. Sayang sekali uang kita dihambur-hamburkan ke luar negeri. Dimanakah peran para Insinyur2 Mesin Indonesia & korporasi2 di bidang ini ?

 

PLTU skala kecil & menengah diberi kesempatan maksimal oleh Pemerintah & PLN

Atas dorongan Deprind, Wapres dan semua pihak, akhirnya PLN setuju untuk PLTU 7 MW harus 70% kandungan lokalnya, PLTU 25 MW harus 50 % kandungan lokalnya, dan untuk PLTU 50 MW harus 30 % kandungan lokalnya. PLN sudah memasukan persyaratan2 tersebut dalam dokumen tendernya. Wapres, Menteri perindustrian dan Meneg BUMN sudah membuat surat dan mendukung secara resmi. Juga bank-bank nasional siap mendanai proyek-proyek tersebut karena kelebihan likuiditas. Namun saat ini fabrikator Boiler, Turbine dan Generator relatif masih kewalahan dan hampir menyatakan tidak sanggup. Turbine manufacturer hanya 1 di Indonesia yaitu NTP dan sanggupnya maximum 7 MW. Untuk membuat generator hanya Pindad yang sanggup, itupun maximum 15 MW. Sedangkan untuk Boiler ada sekitar 4 perusahaan utama dan hanya sanggupnya tipe stocker dengan maximum 15 MW. Padahal PLTU yang akan dibangun ada 34 PLTU dengan nilai sekitar US $ 3 milyard. Sehingga akibatnya sudah dapat ditebak yaitu sebagian besar peremsinan akan diimp ort dari China. Padahal tahun 1981, Insinyur China masih bertani dan bercocok tanam & insinyur Indonesia berani bikin pesawat terbang. Kenapa bisa terjadi seperti ini ?.

 

Kecelakaan kereta api – permasalahannya di pembuatan Bogey

ITB-77 melalui Yayasan Bhakti Ganesha (YBG) sudah membuat studi tentang kece lakaan kereta api. Penyebab terbesar kecelakaan Kereta api di Indonesia hanya disebabkan karena 2 pareto besar yaitu kereta anjlok dan kereta tabrakan di persimpangan. Setelah diteliti lebih jauh oleh media massa dan para teknisi, penyebab anjloknya kereta api bukanlah karena rel keretanya anjlok tapi karena bogey (tempat dudukan gerbong kereta) banyak yang aus dan rusak. Solusi sederhana saat ini adalah dengan mengurangi kecepatan Kereta api 20% supaya bogey tidak anjlok. Pemerintah sudah siap menurunkan dana untuk meningkatkan keselamatan kereta api, namun tidak ada satupun industri di Indonesia yang bisa membuat bogey dengan baik dan cepat. Mungkin akhirnya import lagi. Kenapa ya insinyur2 sipil yang menjadi direksi di PT KAI, kenapa bu kan Insinyur2 Mesin ?

 

Kecelakaan pesawat terbang

Rasanya para insinyur mesin Indonesia tidak boleh tinggal diam dengan adanya kecelakaan-kecelakaan pesawat terbang. Dimanakah peran insinyur mesin indonesia dalam menerapkan sistem-sistem quality control yang selalu dibangga-banggakan di perusahaan-perusahaan minyak. Kenapa kalau korporasi-korporasinya milik asing (PSC), insinyur-insinyur Indonesia persis seperti “inlander” dan jadi anak-anak penurut. Tapi kalau pemiliknya orang Indonesia atau perusahaan-perusahaan tersebut perusahaan Indonesia, sepertinya para insinyur indonesia (khususnya insinyur mesin) kehilangan arah.  Kenapa ya bukan insinyur-insinyur mesin yang menapak jenjang level top management di perusahaan-perusahaan maskapai penerbangan. Kenapa orang keuangan, pilot dan angkatan udaya yang menduduki pimpinan perusahaan-perusahaan penerbangan di Indonesia ?

 

Saya bisa buat list ini terus semakin panjang dengan daftar import peralatan-peralatan mesin seperti sepeda, sepeda motor, mobil, dll.

 

Fakta-fakta korporasinya

Jika kita melihat industri kimia dan perminyakan di Indonesia, terlihat bahwa pimpinan-pimpinan perusahaannya (direksi dan level menengah) dipegang umumnya oleh para insinyur-insinyur di bidangnya lihat industri pupuk, industri semen, industri kimia, pertamina, pgn, medco, production sharing companies dll. Jug a industri perlistrikan (baik PLN maupun manufaktur peralatan listrik) umumnya dipimpinan pada level menengah/atas ditentukan kebijakan-kebijakannya oleh para insinyur-insinyur elektro. Juga industri konstruksi bangunan, jalan, pelabuhan dll, umumnya dipimpin oleh para insinyur sipil. Hal serupa juga ditemukan di Industri Telekomunikasi, IT, perbankan dan elektronika. Para spesialis dan teknisi bisa menapak jenjang management & pimpinan perusahaan dan tentunya bisa menerapkan kebijakan dan obsesinya sebagai insinyur.

 

Tapi coba lihat pimpinan level menengah dan tertinggi di industri-industri permesinan, industri motor, industri mobil, industri pompa, industri compressor dl l. Sebagian besar berasal dari non-engineer yang umumnya mementingkan keuntungan dari bekerja sebagai “trader” atau pengambil komisi dari mengimport barang jadi. Pimpinan-pimpinan perusahaan permesinan umumnya datang dari para pemilik perusahaan yang menaruh modal awal atau ditaruh oleh mitra asingnya sebagai perwakilan di Indonesia. Pimpinan-pimpinan seperti ini tidak akan mempunyai inovasi dan keberanian untuk mengambil resiko memproduksi di dalam negeri secara mandiri. Karena kebijakan ini akan bertentangan dengan fungsi mereka yang ditempatkan pada awalnya yaitu menjadi penjual saja.

 

Ini kegalauan saya dan tidak bermaksud untuk mengkritik insinyur mesin. Namun hanya sebagai sebuah introspeksi dari kaca mata yan g mungkin salah. Silahkan e-mail ini diforward ke milis-milis lain dan saya ingin mengajak rekan-rekan insinyur mesin untuk diskusi tentang ini. Rasanya sudah saatnya kita menyiapkan insinyur-insinyur mesin Indonesia yang muda-muda dengan penyiapan korporasi-korporasi terkait dengan target-target dalam jangka kurun-kurun waktu yang tertentu. Sebagai contoh, dalam berapa tahun Indonesia bisa membuat pompa air sendiri dan siapa korporasi pembinanya (tahukah anda bahwa pompa air saja kita masih import). Dalam berapa tahun Indonesia akan membuat compressor udara sendiri dan dan siapa korporasi pembinanya dll.

 

Ini kegalauan saya. Mohon maaf bila ada yang kurang berkenan. Let’s discuss for Indonesia’s future

 

Salam

Hengki

 

 


Sucker-punch spam with award-winning protection.
Try the free Yahoo! Mail Beta.

TV dinner still cooling?
Check out "Tonight's Picks" on Yahoo! TV.
witarto | 1 Apr 08:18
Picon
Favicon

Re: Laporan : SURAT BUAT KANG GOEN

Liestyawati <liesaja@...> writes:

> saya memang tidak mau "membuang" tulisan kang nanang
> yang bagus ini.
> menurut saya tulisan inipun bisa dimasukkan dalam buku
> itb77.
> wass, lies

Setuju, mbak Lies. Mas Nanang "harus" mengiklaskannya.... :-) 
demi itb77.... demi generasi penerus... 

Wong saya, kok....

"Saya" bukan apa-apa. 
"Saya" bukan siapa-siapa. 
Apa yang sudah kujalani, kalau dunia pengin mem-"baca"-nya, kenapa tidak ?

Malu ? Ah..... sudah terjadi... terjadilah....
Bangga ? Ih.... apa yang bisa dibanggakan... ?
Kembali ke leptop ? 

Yah, sikap seperti Thukul yang berani menertawakan diri sendiri, 
itu bisa termasuk dibilang bijak. 

Yah, mudah-mudahan saja, jejak "saya" bisa bermanfaat untuk belajar bagi 
generasi penerus.

> --- nanang kuswara <cangkurileung_2rj@... wrote:
> -------------------------------------------------------------------
Kang Goen,
 Terima kasih telah dihubungi. Senang juga bisa
 ber-komunikasi. Dan rasa senang itu, juga karena
 seolah ada pernyataan "join the club". Tentang
 permintaan Kang Goen untuk ngisi Buku 30 tahun
 itb77, saya fikir-fikir, ma'af, urungkan saja.
 Pasalnya itu semacam buku putih, yang tidak hanya
 jadi kilas balik kegigihan perjuangan angkatan 77,
 namun juga kompilasi keberhasilan angkatan yang
 bakal menjadi cermin, panduan serta motivasi bagi
 angkatan-angkatan setelahnya.

 Memang benar, pelajaran yang paling baik adalah
 kegagalan. Dan benar pula, tidak semua mahasiswa
 dapat berada di barisan "hall of fame", serta bisa
 melewati kawah chandradimuka dan berhasil memakai
 toga. Tapi setidaknya, lebih layak buku kita hanya
 berisi kisah sukses dengan segala macam sisi
 perjuangannya. Apalagi bila buku ini jadi konsumsi
 mahasiswa yang cara berfikirnya masih beda,
 sedemikian rupa sehingga gandrungnya akan kesuksesan
 tanpa diikuti pertimbangan beratnya perjuangan.
 Biarlah, mereka memiliki motivasi tertingginya,
 dengan membaca kisah kesuksesan para senior-nya.

 Dasar pemikiran diatas, bila kita bicara
 kesuksesan, seiring dengan bertambahnya usia kita
 memiliki konsep yang berbeda dengan mahasiswa pada
 umumnya. Kesuksesan, (dengan terminologi
 socio-economy) memang ujung dari sebuah harapan dan
 perjuangan. Tapi bagi saya, itu hanya sebuah titik
 resultante yang bermuara pada satu posisi
 kebahagiaan nisbi, dan mengisi ruang tak terbatas
 serta tergantung pada vektor-vektornya, yakni impian
 dan kesempatan. Kesuksesan seseorang bisa jadi
 merupakan kegagalan bagi orang lain. Dan kegagalan
 kita, boleh jadi dianggap kesuksesan menurut
 pandangan sebagian orang. Bahkan kesuksesan
 seseorangpun akan mengalami pergeseran, seiring
 dengan berubahnya vektor impian dan kesempatan yang
 dimilikinya. 

 Contohnya adalah sejarah perjalanan kehidupan
 saya. Ketika orang tua bangkrut tahun 1979, saya
 harus kabur dari itb. Sebagai anak sulung dari
 sepuluh bersaudara ditambah orangtua yang depresi,
 sayapun berkewajiban mengambil tongkat pimpinan
 keluarga. Merasa tidak cocok dengan pekerjaan
 sebagai designer bungkus obat-obatan di percetakan
 Krishna Batara, serta penulis sajak di majalah
 mangle, saya terpaksa pulang kampung. Dan di sana,
 impianpun punah saat menjadi pembuat bata merah.
 Walau tahun 80-an saya masuk Hilton, saya tetap
 menganggap hidup saya sarat kegagalan. Bagaimana
 tidak, saat harapan mulai tumbuh bisa selamat dari
 cap pembuat bata merah, saya diterima Hilton bekerja
 di tempat basah. Tukang cuci WC dan locker para
 hotelier, yang walaupun memakai jas, dasi dan
 mahalnya wewangian, masih sesama pelayan. Hebatnya,
 orangtua serta sanak saudara bilang : itu tanda
 anugerah. Benarkah ?

 Mungkin saja orangtua ada benarnya. Boleh dibilang
 "I was really lost, but at the right post". Gaji
 pertama sebesar 150 ribu saat itu, bagi saya sangat
 bermakna. Saya kirim wessel ke kampung agar
 adik-adik yang di rumah jangan bersedih, dan kembali
 ke sekolah. Karir sayapun mulai diperhatikan, dari
 tukang ngepel lantai ditarik menjadi Office-Clerk.
 Kemudian Roomboy, tukang merapihkan kamar-kamar.
 Setelah jadi penyelia, saya diminta ikut pendidikan
 di AHMA (American Hotel & Motel Association), TSA
 (Training Service Asia), HILITES (Hilton
 International Lessons In Teaching and Effective
 Supervision) dan ratusan pendidikan perhotelan
 lainnya. Ketika untuk pertama kalinya Hilton
 International Inc meng-operasi-kan apartemen, yakni
 The Hilton Residence pada tahun 1987, saya diminta
 merancang "Departmental Operating-Manual" untuk
 Departemen Housekeeping serta Front Office. Jenjang
 karir kembali naik ketika saya ditarik jadi
 Assistant Manager, Senior Assistant Manager,
 Assistant Front Office Manager, Front Office Manager dan
 sekarang Operation Manager, yang bagi ukuran
 sekarang, sungguh merupakan posisi dasar dan biasa. 

 Namun ada satu kepuasan non-finansial, ketika
 "zero base of manning guide" yang saya ciptakan,
 yakni rumus efficiency untuk menghitung jumlah
 karyawan hotel dengan beragam profesi dikaitkan
 dengan volume-bisnis yang ada, diakui ketepatannya.
 Sistim perhitungan yang didasarkan kepada pendekatan
 hari kerja effective ini, dipakai di semua Hilton
 yang ada di Indonesia saat itu. Konon juga di
 hotel-hotel yang berada dalam group-nya Singgasana
 Hotels & Resorts sekarang. Konsep ini tidak hanya
 memberikan arahan bagi karyawan agar selalu menjaga
 produktifitas dan kualitas kerja, tapi juga panduan
 bagi pengusaha agar tidak melakukan PHK semena-mena.
 Mudah-mudahan saja konsep ini akan menjadi kenangan
 manis, dan menjadi sebuah ceritera senja bagi
 cucu-cucu saya, kelak, saat saya mulai berjuang
 menghindari batuk-batuk, terbungkuk-bungkuk, dan
 terseok-seok dengan tongkat di tangan yang gemetaran
 .........................

 Kebahagiaan lainnya Kang Goen, saat saya merasa
 telah menjalankan konsep agama yang saya yakini,
 "Nafi'in li ghoerihi", yakni berguna bagi sesama.
 Hari-hari yang saya lalui, selalu ber-orientasi
 kepada kebahagiaan orang lain, dan bukan karena
 takut komplin (complaint - red). Sebagai penjual
 jasa, sikap ramah, luwes dan lurus tak perlu
 dipaksakan, itu jalan kehidupan. "Allah mengasihi
 orang yang ramah saat berjualan, ketika membeli dan
 berkehendak" , Muhammad menegaskan. Konsep ini
 universal dan tidak primordial. Dari yang sederhana
 sampai paripurna. Bahkan Yang Maha Mencipta, telah
 menarik benang merah profesi para nabi sehingga
 mereka memiliki pekerjaan yang sama, sebagai
 pelajaran betapa pentingnya kita bagi yang lainnya.
 "Allah tak mengutus seorang nabipun, kecuali ia
 menggembalakan kambing" - demikian Muhammad SAW
 bersabda. Oleh karena itu, biarkan kegagalan saya
 menjadi parameter bagi kesuksesan rekan lain. Dan
 ibarat sebuah gedung megah, biarkan saya menjadi
 sebuah bata merah, yang insya Allah sedikit memberi
 kekuatan bagi kesuksesan angkatan.

 Hidup adalah kerja. Sedang kerja pasrah, sejatinya
 juga ibadah. Kebahagiaan akan dirasakan bila kita
 bersikap ihsan. Yakni ikhlas melakukan pekerjaan
 tanpa paksaan, karena dianggap sebagai kewajiban
 dari Yang Maha Mengawasi walau tanpa evaluasi, dari
 Yang Maha Melihat kendati tak kasat, dari Yang Maha
 Menyentuh biarpun tak bertubuh. Ah, pengaruhNya
 seakan tak tergapai, bahkan disaat kita loncat ke
 tinggi bukit akal fikiran kita. Padahal jaraknya
 hanya sebatas taqwa dan do'a ....................

 Itulah hidup, Kang Goen, antara suka dan duka.
 Antara miskin dan kaya. Antara berkah dan musibah.
 Antara karunia dan cobaan. Sungguh, semuanya mesti
 jalan penuh tabah dan amanah. Bagaimanapun,
 kesuksesan yang dikejar semua orang bukanlah berarti
 kebahagiaan. Ia hanya alat untuk mendapatkannya.
 Sementara kebahagiaan itu sendiri, berada nun jauh
 di sana. Tidak bisa diraba tapi hanya dirasa. Ia
 sunyi, bersemayam di lubuk hati sendiri
 ...................

 Salam,
 NK

Mas Nanang, garis antara drop-out dengan dapat melanjutkan ke semester
berikutnya, saya pernah mengalaminya. Ketika mau melewati jenjang
sarjana muda, saya terganjal oleh matakuliah Rangkaian Logika.
Kenyataannya, saya mengikuti (dan mengulang) matakuliah itu selama
tiga semester...

Kalau urusan saya kekurangan (miskin), emang sudah dari sononya... :-(
Makanya saya salut kepada Andreas, yang merangkap jadi guru SMA. Saya
dulu profesinya jadi guru les anak SMP. Begitu masuk SMA, murid saya 
nggak mau lagi diajar oleh saya. Ngelamar jadi guru bimbingan test
saja, saya nggak keterima.

Mungkin sayanya yang memang bodoh, tapi Allah swt masih kasihan kepada
saya. Asisten matakuliah itu diganti oleh teman-teman seangkatan saya,
seingat saya, Bu Guru Ita, Pak Guru Boy Trianto, saya lupa lagi satunya,
sebagai asisten.

Agaknya karena asisten yang mengajar teman seangkatan, saya jadi lebih 
semangat belajar. Itu menjadi jalan saya untuk lolos ke tingkat sarjana.

Ketika melewati garis itu, rasanya jadi hampa. Semua mengalir begitu
saja. Tapi juga seperti kehilangan sesuatu. Saya bingung mengungkapnya.

Ada teman semasa SMA, yang memberi saya secarik kertas, dengan ungkapan
sebagai berikut :

   Anda bisa saja jatuh 1000 kali, namun masih ada kebangkitan Anda untuk 
   ke 1001 kalinya.

Kisah Mas Nanang mencerminkan ungkapan itu. Itu kisah yang mahal value-nya.

Jadi, generasi muda jangan dikasih yang berhasil saja. Itu instan namanya.
Mereka bisa menjadi buta terhadap adanya effort atau proses perjuangan,
jatuh dan bangun berulang kali, untuk mencapai sesuatu. Dan belum tentu
berhasil. Istilahnya, kumaha ridho Allah.

salam,

wa

-- 
KEGIATAN ALUMNI ITB-77

Proyek Pabrik Biodiesel      : http://ganeshaenergy.blogspot.com/

Penulisan buku 30 tahun      : http://buku30tahun.blogspot.com/

Lihat, isi & update Direktori:
<http://www.warungindonesia.com/nitip/itb77/index.php>

Beasiswa utk mahasiswa/i ITB :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/donasi-itb77.txt>

Acara2 reuni & koleksi foto2  :
<http://www.acarareuni.blogspot.com/>

ADMINISTRASI MILIS

Info pengelolaan milis anda  :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/list-info-itb77.txt>

Agus Rusmantoro | 1 Apr 12:06
Favicon

Re: Kegalauan saya terhadap Insinyur Mesin Indonesia-- USAHA-USAHA YG TELAH DILAKUKAN

Kalau galau,
sayapun juga galau melihat keadaan Indonesia saat ini.

Perusahan tempat saya bekerja bergerak dalam bidang data komunikasi
satelit. Saya mencari perusahaan2 yang bisa membuat antena satelit untuk
C-band dan Ku band denagn diameter 1.2m s/d 3.8 m. Untuk 3.8 m C-Band
harus import dengan harga US$ 10,000 sedangkan untuk 4.5 m C-band harus
ditebus US$ 15,000.  Estimasi saya saat ini ada +- 1,000 antena 4.5 m
sehingga total keseluruhan dalah US$ 15 jt.

Apakah barang antena ini tidak bisa dibuat di Indonesia ??????

Untuk kedepannya saya prkirakan dibutuhkan 10,000 antena 1.8 m c-band
dengan harga +- U$500 dan 100,000 antena 1,2m ku-band dengan harga US$
200. Apakah ada yang bisa berpartisipasi ???

Wassalam,

>
>   Triharyo soesilo <triharyo@...> wrote:
>     Rekans
>
>     Sekali-kali saya ingin buat e-mail yang rada serius. Terutama melihat
> kondisi negara saat ini dengan uang yang sangat banyak tapi penciptaan
> pekerjaan masih relatif sangat sedikit. Dalam berbagai pertemuan saya
> selalu bilang bahwa penyebab kejadian ini adalah karena insinyur
> Indonesia masih "belum" bekerja keras.
>
>     E-mail ini bukan bermaksud untuk mengkritik namun lebih sebagai sebuah
> introspeksi & "lessons learned" agar Indonesia dimasa mendatang akan
> lebih maju lagi. Saya setuju dengan hipotesa bahwa kemajuan negara
> adalah karena peran dan kemajuan perusahaan-perusahaan di negara
> tersebut (bukan pemerintahannya). Sedangkan kemajuan perusahaan
> disebabkan karena inovasi teknologi para insinyur-insinyurnya dalam
> meng-"create value" di dalam perusahaan tersebut. Artinya semakin
> inovatif dan berkarya para insinyur didalam suatu korporasi, maka akan
> majulah bangsa dan negara tersebut. Jadi disini, kata kuncinya adalah
> "insinyur" dan "korporasi" dalam memajukan bangsa.
>
>     Berikut beberapa fakta yang membuat saya galau :
>
>     Pembangunan pabrik-pabrik industri max 50% local content
>     Setiap kali saya membangun pabrik-pabrik industri di Indonesia,
> peralatan dan material yang bisa dibeli di dalam negeri (kandungan
> lokal) paling-paling hanya mencapai maximum 50% dari nilai kontrak.
> Peralatan yang masih terus menerus diimport sejak saya jadi insinyur
> (tahun 1981) sampai sekarang (2007) adalah alat-alat mesin
> bergerak/berputar (rotating) yaitu compressor, pompa, turbine,
> generator, fans, blower, dll. Tidak ada kemajuan sedikitpun selama 26
> tahun, dan tidak ada satupun produsen peralatan-peralatan tersebut di
> Indonesia yang tumbuh minimal untuk mendominasi market di dalam
> negeri. Informasi belanja migas per tahun dari Dirjen Migas disebutkan
> mencapai US $ 9 milyard. Hampir US $ 7.5 milyard merupakan import
> peralatan dan permesinan. Sayang sekali uang kita dihambur-hamburkan
> ke luar negeri. Dimanakah peran para Insinyur2 Mesin Indonesia &
> korporasi2 di bidang ini ?
>
>     PLTU skala kecil & menengah diberi kesempatan maksimal oleh Pemerintah
> & PLN
>     Atas dorongan Deprind, Wapres dan semua pihak, akhirnya PLN setuju
> untuk PLTU 7 MW harus 70% kandungan lokalnya, PLTU 25 MW harus 50 %
> kandungan lokalnya, dan untuk PLTU 50 MW harus 30 % kandungan
> lokalnya. PLN sudah memasukan persyaratan2 tersebut dalam dokumen
> tendernya. Wapres, Menteri perindustrian dan Meneg BUMN sudah membuat
> surat dan mendukung secara resmi. Juga bank-bank nasional siap
> mendanai proyek-proyek tersebut karena kelebihan likuiditas. Namun
> saat ini fabrikator Boiler, Turbine dan Generator relatif masih
> kewalahan dan hampir menyatakan tidak sanggup. Turbine manufacturer
> hanya 1 di Indonesia yaitu NTP dan sanggupnya maximum 7 MW. Untuk
> membuat generator hanya Pindad yang sanggup, itupun maximum 15 MW.
> Sedangkan untuk Boiler ada sekitar 4 perusahaan utama dan hanya
> sanggupnya tipe stocker dengan maximum 15 MW. Padahal PLTU yang akan
> dibangun ada 34 PLTU dengan nilai sekitar US $ 3 milyard. Sehingga
> akibatnya sudah dapat ditebak yaitu sebagian besar peremsinan akan
> diimport dari China. Padahal tahun 1981, Insinyur China masih bertani
> dan bercocok tanam & insinyur Indonesia berani bikin pesawat terbang.
> Kenapa bisa terjadi seperti ini ?.
>
>     Kecelakaan kereta api - permasalahannya di pembuatan Bogey
>     ITB-77 melalui Yayasan Bhakti Ganesha (YBG) sudah membuat studi
> tentang kecelakaan kereta api. Penyebab terbesar kecelakaan Kereta api
> di Indonesia hanya disebabkan karena 2 pareto besar yaitu kereta
> anjlok dan kereta tabrakan di persimpangan. Setelah diteliti lebih
> jauh oleh media massa dan para teknisi, penyebab anjloknya kereta api
> bukanlah karena rel keretanya anjlok tapi karena bogey (tempat dudukan
> gerbong kereta) banyak yang aus dan rusak. Solusi sederhana saat ini
> adalah dengan mengurangi kecepatan Kereta api 20% supaya bogey tidak
> anjlok. Pemerintah sudah siap menurunkan dana untuk meningkatkan
> keselamatan kereta api, namun tidak ada satupun industri di Indonesia
> yang bisa membuat bogey dengan baik dan cepat. Mungkin akhirnya import
> lagi. Kenapa ya insinyur2 sipil yang menjadi direksi di PT KAI, kenapa
> bukan Insinyur2 Mesin ?
>
>     Kecelakaan pesawat terbang
>     Rasanya para insinyur mesin Indonesia tidak boleh tinggal diam dengan
> adanya kecelakaan-kecelakaan pesawat terbang. Dimanakah peran insinyur
> mesin indonesia dalam menerapkan sistem-sistem quality control yang
> selalu dibangga-banggakan di perusahaan-perusahaan minyak. Kenapa
> kalau korporasi-korporasinya milik asing (PSC), insinyur-insinyur
> Indonesia persis seperti "inlander" dan jadi anak-anak penurut. Tapi
> kalau pemiliknya orang Indonesia atau perusahaan-perusahaan tersebut
> perusahaan Indonesia, sepertinya para insinyur indonesia (khususnya
> insinyur mesin) kehilangan arah.  Kenapa ya bukan insinyur-insinyur
> mesin yang menapak jenjang level top management di
> perusahaan-perusahaan maskapai penerbangan. Kenapa orang keuangan,
> pilot dan angkatan udaya yang menduduki pimpinan perusahaan-perusahaan
> penerbangan di Indonesia ?
>
>     Saya bisa buat list ini terus semakin panjang dengan daftar import
> peralatan-peralatan mesin seperti sepeda, sepeda motor, mobil, dll.
>
>     Fakta-fakta korporasinya
>     Jika kita melihat industri kimia dan perminyakan di Indonesia,
> terlihat bahwa pimpinan-pimpinan perusahaannya (direksi dan level
> menengah) dipegang umumnya oleh para insinyur-insinyur di bidangnya
> lihat industri pupuk, industri semen, industri kimia, pertamina, pgn,
> medco, production sharing companies dll. Juga industri perlistrikan
> (baik PLN maupun manufaktur peralatan listrik) umumnya dipimpinan pada
> level menengah/atas ditentukan kebijakan-kebijakannya oleh para
> insinyur-insinyur elektro. Juga industri konstruksi bangunan, jalan,
> pelabuhan dll, umumnya dipimpin oleh para insinyur sipil. Hal serupa
> juga ditemukan di Industri Telekomunikasi, IT, perbankan dan
> elektronika. Para spesialis dan teknisi bisa menapak jenjang
> management & pimpinan perusahaan dan tentunya bisa menerapkan
> kebijakan dan obsesinya sebagai insinyur.
>
>     Tapi coba lihat pimpinan level menengah dan tertinggi di
> industri-industri permesinan, industri motor, industri mobil, industri
> pompa, industri compressor dll. Sebagian besar berasal dari
> non-engineer yang umumnya mementingkan keuntungan dari bekerja sebagai
> "trader" atau pengambil komisi dari mengimport barang jadi.
> Pimpinan-pimpinan perusahaan permesinan umumnya datang dari para
> pemilik perusahaan yang menaruh modal awal atau ditaruh oleh mitra
> asingnya sebagai perwakilan di Indonesia. Pimpinan-pimpinan seperti
> ini tidak akan mempunyai inovasi dan keberanian untuk mengambil resiko
> memproduksi di dalam negeri secara mandiri. Karena kebijakan ini akan
> bertentangan dengan fungsi mereka yang ditempatkan pada awalnya yaitu
> menjadi penjual saja.
>
>     Ini kegalauan saya dan tidak bermaksud untuk mengkritik insinyur
> mesin. Namun hanya sebagai sebuah introspeksi dari kaca mata yang
> mungkin salah. Silahkan e-mail ini diforward ke milis-milis lain dan
> saya ingin mengajak rekan-rekan insinyur mesin untuk diskusi tentang
> ini. Rasanya sudah saatnya kita menyiapkan insinyur-insinyur mesin
> Indonesia yang muda-muda dengan penyiapan korporasi-korporasi terkait
> dengan target-target dalam jangka kurun-kurun waktu yang tertentu.
> Sebagai contoh, dalam berapa tahun Indonesia bisa membuat pompa air
> sendiri dan siapa korporasi pembinanya (tahukah anda bahwa pompa air
> saja kita masih import). Dalam berapa tahun Indonesia akan membuat
> compressor udara sendiri dan dan siapa korporasi pembinanya dll.
>
>     Ini kegalauan saya. Mohon maaf bila ada yang kurang berkenan. Let's
> discuss for Indonesia's future
>
>     Salam
>     Hengki
>
>
>
>
>
>
> ------------------------------------------------------------------------------
>   Sucker-punch spam with award-winning protection.
>   Try the free Yahoo! Mail Beta.
>
>
>

PT.CITRA SARI MAKMUR
SATELLITE & TERRESTRIAL NETWORK

Connecting the distance - anytime, anywhere, any content
http://www.csmcom.com

-- 
KEGIATAN ALUMNI ITB-77

Proyek Pabrik Biodiesel      : http://ganeshaenergy.blogspot.com/

Penulisan buku 30 tahun      : http://buku30tahun.blogspot.com/

Lihat, isi & update Direktori:
<http://www.warungindonesia.com/nitip/itb77/index.php>

Beasiswa utk mahasiswa/i ITB :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/donasi-itb77.txt>

Acara2 reuni & koleksi foto2  :
<http://www.acarareuni.blogspot.com/>

ADMINISTRASI MILIS

Info pengelolaan milis anda  :
<http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/milis/list-info-itb77.txt>


Gmane