Sarvabodha Dwijendra | 1 May 03:22 2007
Picon

Pendaftaran Workshop Taoist Talisman telah DIBUKA

Salam,

 

Dengan ini kami mengundang anda untuk ikut berpartisipasi dalam acara TAOIST TALISMAN WORKSHOP yang akan diadakan pada:

 

Waktu             :  10.00 – 17.00 WIB

Hari/Tanggal  :  Jum’at s/d Minggu - 17, 18, 19 Agustus 2007 (selama 3 hari)

Tempat           :  Hotel Oasis Amir,  Jl. Senen Raya Kav. 135 - 137 Jakarta Pusat

Biaya              :  Rp. 3.000.000,-

 
Pengajaran dan Inisiasi Taoist Talisman ini akan difasilitasi oleh Wilson Yong seorang Master Mistik Tao aliran Maoshan dari Malaysia . Beliau adalah lineage holder ke-19 dari founder Mistik Tao aliran Maoshan Shang Qing. Beliau akan mengajarkan ilmu membuat HU (jimat/talisman) yang sampai sekarang banyak dirahasiakan para praktisinya. Beliau yang juga Founder TaoistSecret. com & Cosmic Metaphysic Research Center adalah seorang praktisi Mistik Tao yang sangat aktif, sudah beberapa kali mengajarkan berbagai chinese metaphysics di Malaysia, Amerika, Australia dan New Zealand. Beliau juga aktif menulis beberapa buku tantang Chinese Metaphysics seperti:
1. The Secret of Taoist Talismans

o:p>

2. The Five Ghosts Transfer Wealth Practice

3. The Secret to The Mysterious World of Taoist Magic

4. The Taoist Deities: Ritual & Practice Revealed

5. The Secret to Unleash the Power of Taoist Talismans

6. The Power of Secret Mudras' : For Wealth, Health & Success

 

Untuk pendaftaran silahkan hubungi Sarvabodha Dwijendra di 081809416500
 
Tempat SANGAT TERBATAS, hanya untuk 50 orang peserta. *Pendaftar dianggap sebagai peserta jika telah melakukan pembayaran biaya workshop. Biaya workshop tidak dapat dikembalikan, tetapi dapat dipindahtangankan.

 

Kami tunggu partisipasi anda!

 

Salam,
Sarvabodha Dwijendra

 

“””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””
SEKILAS WORKSHOP TAOIST TALISMAN

 

HU merupakan selembar kertas yang biasanya berwarna kuning atau  merah, yang diyakini memiliki kekuatan spiritual yang didapatkan dengan menuliskan tulisan mistik rahasia, pembacaan mantra dan penggunaan mudra (sikap tanga n tertentu).

 

Menurut kegunaanya Hu dapat dibagi menjadi beberapa jenis seperti:

- Hu untuk perlindungan/ keamanan/ keselamatan

- Hu untuk kesuksesan dalam studi dan pekerjaan

- Hu untuk perjodohan

- Hu untuk merukunkan rumah tangga atau suatu hubungan

- Hu untuk Kerezekian/kemakmur an

- Hu untuk mengundang Dewa tertentu dan Kekuatan tertentu

- Hu untuk perlindungan dari hantu dan setan

 

HU biasanya dibuat oleh seorang praktisi untuk berbagai kegunaan tertentu, Setiap praktisi dari silsilah mistik Tao yang berbeda akan berbeda pula tatacara pebuatan HU nya, perbedaan tersebut biasanya meliputi: perbedaan bagaimana menuliskan symbol-simbol mistik Tao, bagaimana mengaktifkan HU, ritual yang dilaksanakan, bentuk dari HU, mantra yang dipakai, mudra yang dipakai dan pengundangan Dewa untuk m emperkuat dan memberkati HU tersebut.

 

Kebanyakan ilmu HU ini masih terjaga dan dirahasiakan dari mereka yang belum menerima inisiasi Mistik Tao, karena rahasia ini dianggap sesuatu yang sakral dan suci, disisi lain, eksklusifitas ilmu ini terjadi karena ilmu ini dapat sangat mematikan, karena dapat mengakibatkan sakit, kesengsaraan dan kematian pada seseorang jika memang dikehendaki oleh si praktisi.

 

Adapun fasilitas yang akan peserta dapatkan adalah:

-         Inisiasi Khusus Mistik Tao sekte Maoshan untuk ilmu membuat HU

-         Buku p anduan berisi 200++ halaman, lengkap dengan gambar eksklusif

-         Peralatan membuat HU (kertas, pena khusus, tinta khusus, seal (cap mistik))

-         Sertifikat resmi

-         CD berisi mantra yang harus dihafalkan untuk aktivasi HU yang telah dibuat

-         Chinese characters practice booklet

-         Konsultasi pasca lokakarya kepada master via email

 

Manfaat lokakarya yang akan anda dapatkan:

-         Mampu memcahkan masalah yang berhubungan dengan ketidakselarasan

Fengshui

-         Meningkatkan kesehatan, kesuksesan dan kemakmuran

-         Perlindungan dari sihir, tenung, santet, dan energi hitam lainnya

-         Mampu memperbaiki hubungan seseorang dengan orang lain

-         Memiliki kemam puan membantu diri sendiri dan orang lain secara mistik

 

Master juga akan memperkenalkan anda dengan beberapa barang-barang yang berkaitan erat dengan mistik Tao (ilmu pembuatan Hu) serta akan men-demonstrasi- kan bagaimana Hu dapat bekerja secara NYATA! Jika ada waktu tersisa, Master akan mengajak anda melakukan Astral Travel menggunakan kekuatan Chi dari Mistik Tao.

 

MANUAL

Buku manual yang berjumlah 200++ halaman (dalam bahasa inggris) akan diberikan kepada setiap peserta sebagai guidebook, terdi ri dari:

 

INTRODUCTION

Chapter 1: An Introduction of Taoist Talismans
Comparatives talismans available in the communities.
Chapter 2: Requirement & Preparation of Talismans
Chapter 3: The basic structure of Talismans
Chapter 4: Materials used and the type of rituals.
Chapter 5: Selection of auspicious day, precautions for drawing
Talismans
Chapter 6: How to use Talismans?
Chapter 7: Q & A Session
FENG SHUI TALISMANS SECTION

Chapter 8: Sets of Talismans used for Feng shui enhancement and
resolving inadequacy.
Chapter 9: Application of Talismans in Feng shui, anointing sacred
objects i.e. Ba gua.
Chapter 10: Feng Shui Talismans to counteract Sha from external
environment
Chapter 11: Talisman to cou nteract Five Direction Physical Sha
Chapter 12: Talismans & rituals to get rid of paranormal activities &
improve environment
BLESSING & PROTECTION SECTION

Chapter 13: Talismans for Improving Business
Chapter 14: Talismans for Wealth, Success and Prosperity
Chapter 15: Talismans for Enhancing and Improving Social Relationship
Chapter 16: Talismans for Romance
Chapter 17: Talismans for Success in Examination
Chapter 18: Talismans for Earth-breaking, during renovation and
preventing Sha
Chapter 19: Talismans for Protection of Home and Personal
Chapter 20: Talismans to counteract sorcery, ghosts and spirits
Chapter 21: Rituals to banish hostile spirits, ghost and restore
one's well being.
Chapter 22: Rituals for Exorcism on possessed person.
Chapter 23: Rituals for getting rid of bad luck and calamities
MISCELLANEOUS SECTION

Chapter 23: i) Talismans to pacify colicky babies
ii) Talismans to dissolve bones lodged on throat
iii) Talismans to arrest bleeding
iv) Talismans for healing
v) Talismans for cleansing and improving ones well being
vi) Talismans for prevention of recurring nightmares


-Sarvabodha Dwijendra-

 

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com __._,_.___

Mayapada Prana Quotes:
"Think Good, Feel Good, Do Good. This is the way to God"
- Bhagavan Sri Sathya Sai Baba (Avatar)

Mayapada Prana Links:

<*> Harmonisasi Universal
http://groups.google.com/group/harmonisasi-universal/topics

<*> The Yoga Leaf - Bandung
http://www.yogaleaf.com/ 

<*> Sahaja Yoga - Indonesia
http://groups.yahoo.com/group/sahajayoga-id/

<*> Cosmic Kundalini Yoga - Indonesia
http://groups.yahoo.com/group/CosmicKundaliniYogaIndonesia/



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
agussyafii | 1 May 06:22 2007
Picon

Orang-Orang Terbaik

Orang-Orang Terbaik

Selalu hadir dalam kehidupan saya adalah sosok yang sederhana. Orang 
yang memiliki kualitas hidup yang sungguh mengagumkan. Sama seperti 
hal ibu saya. Dalam banyak hal ibu bukan hanya sosok yang sekedar 
melahirkan namun juga mendidik dan membesarkan penuh cinta kasih. 
Terkadang ditengah kesibukan hampir terlupakan bahwa ibu juga 
memiliki peran yang cukup besar dalam kehidupan saya.

Dalam keheningan saya teringat pesannya. "Hidup ini memang sulit. 
Buatlah yang sulit itu menjadi mudah dan memudahkan orang lain."

Terima kasih ibu..

Wassalam,
agussyafii

==============================================
Sekiranya berkenan mohon kirimkan komentar anda melalui 
http://agussyafii.blogspot.com dan sms 0888 176 48 72
==============================================

Mayapada Prana Quotes: 
"Think Good, Feel Good, Do Good. This is the way to God"
- Bhagavan Sri Sathya Sai Baba (Avatar)

Mayapada Prana Links:

<*> Harmonisasi Universal
http://groups.google.com/group/harmonisasi-universal/topics

<*> The Yoga Leaf - Bandung
http://www.yogaleaf.com/  

<*> Sahaja Yoga - Indonesia
http://groups.yahoo.com/group/sahajayoga-id/ 

<*> Cosmic Kundalini Yoga - Indonesia
http://groups.yahoo.com/group/CosmicKundaliniYogaIndonesia/ 
agussyafii | 1 May 06:22 2007
Picon

Re: Hidup ini Untuk Apa?

setuju mas dodi..

In mayapadaprana@..., Dodi Suwardi <dodi_suwardi <at> ...> wrote:
>
> Hidup itu tiada bermakna.....kita lah yang seharusnya
> memaknainya...!!!
> 
> -dodi-
>

Mayapada Prana Quotes: 
"Think Good, Feel Good, Do Good. This is the way to God"
- Bhagavan Sri Sathya Sai Baba (Avatar)

Mayapada Prana Links:

<*> Harmonisasi Universal
http://groups.google.com/group/harmonisasi-universal/topics

<*> The Yoga Leaf - Bandung
http://www.yogaleaf.com/  

<*> Sahaja Yoga - Indonesia
http://groups.yahoo.com/group/sahajayoga-id/ 

<*> Cosmic Kundalini Yoga - Indonesia
http://groups.yahoo.com/group/CosmicKundaliniYogaIndonesia/ 
agussyafii | 1 May 07:05 2007
Picon

Keluarga Itu Indah

Keluarga Itu Indah

Sesukses apapun seseorang, tidak akan disebut sukses. Jika tidak 
mampu membuat keluarga menjadi indah. Indahnya keluarga sangat 
ditentukan oleh para suami, seberapa seringnya membuat sang istri 
tersenyum. 

Seperti kemaren, saya bertanya pada istri, "…yang, tau nggak bahasa 
Koreanya mobil mogok?" "Loh, mas agus bisa bahasa Korea?" 
katanya. "Iya, dong? Tau nggak?" "nggak." Jawabnya. "Bahasa Koreanya 
mobil mogok adalah Dorongdong." Mendengarkannya istri saya tersenyum. 
Membuat istri tersenyum juga membuat keluarga semakin indah.

Mari..para suami buat istri tersenyum ya…

Wassalam,
agussyafii

==============================================
Sekiranya berkenan mohon kirimkan komentar anda melalui 
http://agussyafii.blogspot.com dan sms 0888 176 48 72
==============================================

Mayapada Prana Quotes: 
"Think Good, Feel Good, Do Good. This is the way to God"
- Bhagavan Sri Sathya Sai Baba (Avatar)

Mayapada Prana Links:

<*> Harmonisasi Universal
http://groups.google.com/group/harmonisasi-universal/topics

<*> The Yoga Leaf - Bandung
http://www.yogaleaf.com/  

<*> Sahaja Yoga - Indonesia
http://groups.yahoo.com/group/sahajayoga-id/ 

<*> Cosmic Kundalini Yoga - Indonesia
http://groups.yahoo.com/group/CosmicKundaliniYogaIndonesia/ 
H. M. Nur Abdurrahman | 1 May 09:43 2007
Picon

RE: [zamanku] Re: umat islam tidak menyembah berhala, salibis nyembah manusia dan salib Y: setuju!

Al-Quran tidak sama dengan biblos:
Bacalah biblos ini:
KJVR-Deutronomy 34:
5  So Moses the servant of the LORD died there in the land of Moab, according to the word of the LORD (Lalu matilah Musa, hamba TUHAN itu, di sana di tanah Moab, sesuai dengan firman TUHAN).
6  And he buried him in a valley in the land of Moab, over against Beth-peor: but no man knoweth of his sepulcher unto this day (Dan dikuburkanlah dia di suatu lembah di tanah Moab, di tentangan Bet-Peor, dan tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini).
Dari kata-kata matilah Musa, dikuburkanlah da, sampai hari ini, tatkala wafat, menunjukkan bahwa Taurat itu tidak ditulis oleh Musa atau sekurang-kurangnya tidak disuruh tulis oleh Musa, sebab mana bisa Musa yang sudah mati itu bisa menulis matilah Musa, atau mana mungkin Musa yang telah mati itu menyuruh juru tulisnya, he juru tulis, tuliskan: maka matilah Musa. Jadi itu [Deuteronomy 34:5-6] dituliskan oleh orang lain setelah matinya Musa. Tidak jelas jangka waktu antara wafatnya Nabi Musa AS dengan yang dimaksud oleh penulis Taurat itu dengan ungkapan kata: sampai hari ini, yakni hari Musa dikuburkan.
 
Al-Quran itu semuanya atas perintah dari Nabi Muhammad SAW supaya wahyu yang diterima beliau dari Allah untuk dituliskan oleh para juru tulis beliau. Jadi tidak mungin dalam Al-Quran ada tulisan maka wafatlah Nabi Muhammad SAW karena kena racun.
 
Think !
HMNA
#########################################################################
 
 
Subject: RE: [zamanku] Re: umat islam tidak menyembah berhala, salibis nyembah manusia dan salib Y: setuju!
In Message #30069 "Jimmy Okberto" yang gatel menggaruk:
 
Menurut Umat Moslem AQ adalah segalanya dan paling lengkap.
 
Tapi ada satu yang tidak jelas bahkan berkesan ditutupi
Tentang penyebab kematian Muhammad itu sendiri.
Dari SD sampai SMA, tetap saya dengar dongeng penyebab kematiannya adalah “sakit keras”
Kalau mau dibilang AQ adalah paling lengkap, kok penyebab kematian Muhammad itu sendiri tidak ada keterangan yang jelas dan lengkap?
“apakah dia mati diracuni atau dibunuh atau kena serangan stroke” gak jelas …
Alangkah disayangkan umat mau percaya saja oleh pemberitaan yang tidak jelas ini …
 
 
__._,_.___

Mayapada Prana Quotes:
"Think Good, Feel Good, Do Good. This is the way to God"
- Bhagavan Sri Sathya Sai Baba (Avatar)

Mayapada Prana Links:

<*> Harmonisasi Universal
http://groups.google.com/group/harmonisasi-universal/topics

<*> The Yoga Leaf - Bandung
http://www.yogaleaf.com/ 

<*> Sahaja Yoga - Indonesia
http://groups.yahoo.com/group/sahajayoga-id/

<*> Cosmic Kundalini Yoga - Indonesia
http://groups.yahoo.com/group/CosmicKundaliniYogaIndonesia/



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
agussyafii | 1 May 10:01 2007
Picon

Biasanya

Biasanya

Setiap hari libur selalu saja ada teman yang berkunjung ke rumah. 
Buat saya kunjungan itu adalah kebahagiaan keluarga kami. Selain 
menyambung silaturahmi berarti juga bisa menimba ilmu.

Seperti halnya sabtu kemaren. Kami berdiskusi tentang menjadi yang 
terbaik. Teman saya itu mengatakan bahwa musuh besar agar orang yang 
terbaik adalah dirinya sendiri. Itulah sebabnya banyak orang terbaik 
yang kolep karena ego menganggap diri yang paling benar.

"Lantas apa yang diperlukan agar tidak kolep?" tanya saya. "Kita 
harus paham akan kelemahan, potensi dan karakter kita agar kita mampu 
mengendalikan diri dalam situasi apapun." Jawabnya.

Wassalam,
agussyafii	

==============================================
Sekiranya berkenan mohon kirimkan komentar anda melalui 
http://agussyafii.blogspot.com dan sms 0888 176 48 72
==============================================

Mayapada Prana Quotes: 
"Think Good, Feel Good, Do Good. This is the way to God"
- Bhagavan Sri Sathya Sai Baba (Avatar)

Mayapada Prana Links:

<*> Harmonisasi Universal
http://groups.google.com/group/harmonisasi-universal/topics

<*> The Yoga Leaf - Bandung
http://www.yogaleaf.com/  

<*> Sahaja Yoga - Indonesia
http://groups.yahoo.com/group/sahajayoga-id/ 

<*> Cosmic Kundalini Yoga - Indonesia
http://groups.yahoo.com/group/CosmicKundaliniYogaIndonesia/ 
Paybe moo... | 1 May 10:48 2007
Picon

Quran tidak pernah membatalkan Alkitab

Jika mau mengerti Alkitab jangan di Baca sepengal 2x, bacalah secara keseluruhan. Taurat di terima dan dituliskan oleh Musa sebelum Musa wafat. Jadi itu Adalah Hukum Allah yang diterima oleh Musa.
 
Begitu juga jika anda Membaca Allquran jangan membacanya penggalan-pengalan kalimat atau just-justnya. Bacalah secara keseluruhan karena Baik Quran dan Allkitab Setiap Ayat tidak berdiri sendiri-sendiri sekalipun waktu penerimaan wahyu itu berbeda, tetapi itu merupakan kelanjutan dari Wahyu-wahyu yang pertama.
 
Kacian deh Anda tidak beriman terhadap Quran dan Ajaran yang dituliskan dalam Quran.
 
Salam Hormad

"H. M. Nur Abdurrahman" <mnabdurrahman-/E1597aS9LSez0ei9/+7zw@public.gmane.org> wrote:
Al-Quran tidak sama dengan biblos:
Bacalah biblos ini:
KJVR-Deutronomy 34:
5  So Moses the servant of the LORD died there in the land of Moab, according to the word of the LORD (Lalu matilah Musa, hamba TUHAN itu, di sana di tanah Moab, sesuai dengan firman TUHAN).
6  And he buried him in a valley in the land of Moab, over against Beth-peor: but no man knoweth of his sepulcher unto this day (Dan dikuburkanlah dia di suatu lembah di tanah Moab, di tentangan Bet-Peor, dan tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini).
Dari kata-kata matilah Musa, dikuburkanlah da, sampai hari ini, tatkala wafat, menunjukkan bahwa Taurat itu tidak ditulis oleh Musa atau sekurang-kurangnya tidak disuruh tulis oleh Musa, sebab mana bisa Musa yang sudah mati itu bisa menulis matilah Musa, atau mana mungkin Musa yang telah mati itu menyuruh juru tulisnya, he juru tulis, tuliskan: maka matilah Musa. Jadi itu [Deuteronomy 34:5-6] ditulis kan oleh orang lain setelah matinya Musa. Tidak jelas jangka waktu antara wafatnya Nabi Musa AS dengan yang dimaksud oleh penulis Taurat itu dengan ungkapan kata: sampai hari ini, yakni hari Musa dikuburkan.
 
Al-Quran itu semuanya atas perintah dari Nabi Muhammad SAW supaya wahyu yang diterima beliau dari Allah untuk dituliskan oleh para juru tulis beliau. Jadi tidak mungin dalam Al-Quran ada tulisan maka wafatlah Nabi Muhammad SAW karena kena racun.
 
Think !
HMNA
#########################################################################
 
 
Subject: RE: [zamanku] Re: umat islam tidak menyembah berhala, salibis nyembah manusia dan salib Y: setuju!
In Message #30069 "Jimmy Okberto" yang gatel menggaruk:
 
Menurut Umat Moslem AQ adalah segalanya dan paling lengkap.
 
Tapi ada satu yang tidak jelas bahkan berkesan ditutupi
Tentang penyebab kematian Muhammad itu sendiri.
Dari SD sampai S MA, tetap saya dengar dongeng penyebab kematiannya adalah “sakit keras”
Kalau mau dibilang AQ adalah paling lengkap, kok penyebab kematian Muhammad itu sendiri tidak ada keterangan yang jelas dan lengkap?
“apakah dia mati diracuni atau dibunuh atau kena serangan stroke” gak jelas …
Alangkah disayangkan umat mau percaya saja oleh pemberitaan yang tidak jelas ini …

Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check out new cars at Yahoo! Autos. __._,_.___

Mayapada Prana Quotes:
"Think Good, Feel Good, Do Good. This is the way to God"
- Bhagavan Sri Sathya Sai Baba (Avatar)

Mayapada Prana Links:

<*> Harmonisasi Universal
http://groups.google.com/group/harmonisasi-universal/topics

<*> The Yoga Leaf - Bandung
http://www.yogaleaf.com/ 

<*> Sahaja Yoga - Indonesia
http://groups.yahoo.com/group/sahajayoga-id/

<*> Cosmic Kundalini Yoga - Indonesia
http://groups.yahoo.com/group/CosmicKundaliniYogaIndonesia/



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
munafich | 1 May 12:01 2007
Picon

RE: Fwd: RE: KITAB CAHAYA : PENDAHULUAN - Michael Suswanto

--- In psikologi_transformatif@..., leonardo rimba
<leonardo_rimba <at> ...> wrote:

Dear Michael,

--- Michael suswanto <msuswanto <at> ...> wrote:
>
> Loh Anda kok tahu kalau saya lebih natural dan lebih
> bisa pada physical healer, bukan emosional...
> I think that's true.

Karena saya merasa bahwa elemen Anda yang dominan
adalah Api dan Udara. 

Mereka yang berelemen Api, secara natural adalah
penyembuh fisik. Karena elemen Udara di diri Anda juga
kuat, sebenarnya Anda juga merupakan seorang penyembuh
mental. Jadi, sebenarnya akan lebih akurat kalau saya
mengatakan bahwa Anda adalah seorang penyembuh fisik
dan mental (a physical and mental healer).

Kebalikannya, mereka yang secara dominan elemen Air,
lebih cocok untuk penyembuhan emosional. Secara
alamiah, mereka adalah penyembuh emosi-emosi yang
terluka. Mereka sendiri pernah terluka, dan sekarang
menjadi immune (kebal) karenanya. Kekebalan (imunitas)
terhadap gonjang-ganjing emosi adalah kekuatan para
penyembuh emosional. Dan itu yang mereka bagikan
kepada orang-orang lain yang membutuhkannya.

Pada pihak lain, boleh bilang tidak ada orang yang
secara total memiliki satu elemen saja. Semua orang
memiliki ke-5 elemen alam semesta (air, udara, api,
tanah, roh). Yang membedakan cuma komposisinya saja.
Yang mana yang dominan. Dan itu dominanitas itu bisa
diasosiasikan dengan bermacam-macam hal. Seperti yang
dominannya Api, asosiasinya dengan penyembuhan fisik
dan pengambilan tindakan. Orangnya impulsif: bertindak
dahulu, dan berpikir belakangan.

Dan persepsi-persepsi yang saya utarakan di atas itu,
semuanya berasal dari "ilmu" Sadulur Papat Kalimo
Pancer yang sudah dinetralkan dari elemen-elemen
etnisitas, klenisisme, dan superstisi. Kalau digunakan
oleh Vincent Liong, disebutnya sebagai Range and
Scale. 

> Ajarin cara nerawang gitu donk. Meditasi pineal?
> 
> Thanks.
> 
> Michael

Meditasi Pineal hanya sarana awal saja. Sekarang ini
saya malahan sudah meninggalkan meditasi secara total.
Anyway, you have to develop your own method, baik
menggunakan meditasi maupun tidak. 

Paling jauh saya hanya bisa memberikan "guideline"
seperti yang pernah saya tulis hampir setahun lalu
dalam Kitab Angin Hening. Here is its repost:

KITAB ANGIN HENING (COMPLETE & REVISED EDITION)

Daftar Isi:
___________
I. Kata Pengantar oleh Juswan Setyawan
II. KITAB ANGIN HENING oleh Leonardo Rimba
II.1. In the Beginning was the Word
II.2. And the Word was with God
II.3. And the Word was God
II.4. Penutup
III. Komentar oleh Jeni Sudarwati

Tentang Para Penulis:
_____________________

Penulis Kitab Angin Hening, Leonardo Rimba, adalah
alumnus Universitas Indonesia dan the Pennsylvania
State University, seorang professional tarot reader.
Media massa yang pernah meliputnya antara lain: Koran
Tempo, RCTI, AnTV, dan TransTV. Leo sering muncul
dalam acara bakti sosial, baik bagi kalangan lokal
maupun ekspatriat di Jakarta, dan bisa dihubungi di
HP: 0818-183-615. Email: <leonardo_rimba <at> ...>.
Bersama Audifax, Leo menulis buku "Psikologi Tarot"
yang akan diterbitkan oleh penerbit Jalasutra,
Bandung. Wait for it!

Penulis Kata Pengantar, Juswan Setiawan (Mang Iyus),
adalah moderator di milis-milis 
<komunikasi_empati@...>,
<komunikasi_empati@...>,
<vincentliong@...>. Kitab Angin yang
ditulisnya bisa didownload dari bagian files di milis
<http://groups.yahoo.com/group/komunikasi_empati>

Jeni Sudarwati adalah moderator di milis
<jenisudarwati@...>. Jeni adalah eksponen
Komunikasi Empati yang paling vokal suaranya di
internet. She is the feminine part of the Vincent
Liong phenomenon, albeit full of manners.

Diskusi terbuka, transparan, dan ON THE RECORD tentang
Komunikasi Empati dilakukan di milis-milis
<psikologi_transformatif@...>,
<vincentliong@...>,
<komunikasi_empati@...>, dan
<komunikasi_empati@...>.

Everybody is welcome to join!

I. Kata Pengantar oleh Juswan Setyawan
______________________________________

Leonardo Rimba adalah salah seorang protagon
Komunikasi Empati yang belum melengkapkan tulisannya
ke dalam satu Kitab apapun. Memang pada permulaannya
nama Komunikasi Empati belum muncul ke permukaan.
Waktu itu semuanya masih rancu dengan berbagai konsep
seperti Pineal Reprogramming yang menjadi cikal-bakal
konsep "dekonstruksi dan rekonstruksi" ala Vincent dan
sebagainya.  Sedangkan "metode blanking" atau "thin
slicing" masih terlalu menekankan metode klasik yang
menjemukan yaitu melalui "crystal meditation" dan
"pineal meditation"; keduanya konsep yang
diperkenalkan dan ditekuni oleh Leonardo Rimba.

Dengan demikian Leonardo Rimba yang sangat kuat dalam
unsur Air sebenarnya lebih tepat kalau menulis Kitab
Air.  Namun, dari sifat konsepsinya sendiri yang lebih
amorf dan filosofis maka ia lebih tepat kalau
dinobatkan menjadi empu Kitab Angin. Terutama lewat
kontribusinya tentang konsep "ego-less love" atau
"bahasa ketulusan hati" sebagai prasyarat yang
menentukan keberhasilan bagi setiap bentuk Komunikasi
Empati. Karena sifat hembusannya yang halus, cool, dan
bebas dari elemen api, maka Kitab Angin yang ditulis
Leonardo Rimba lebih tepat diberi sub-judul menjadi
Kitab Angin Hening.

Saya mengenal Leonardo Rimba untuk pertama kalinya di
tempat kediaman Vincent sekitar dua tahun yang lampau.
Kesan pertama saya ia adalah seorang yang tenang, agak
sober dan rendah hati, walaupun konon pada saat itu ia
sedang mengalami masalah yang cukup berat bagi
kehidupan pribadinya tetapi yang ditanggungnya dengan
sikap pasrah sebagai "salib kehidupan"- untuk tidak
menyebutnya sebagai wujud "karma" masa lalu yang harus
dipikulnya - karena istilah yang terakhir ini agak
beraroma mistisisme.

Melalui perkenalan dan pergaulannya dengan Guru Besar
dan pakar Kundalini Yoga, Ir. Putu Ngurah Ardika dari
Bali,  spiritualitasnya semakin berkembang, sejalan
dengan kemujurannya sehingga prakteknya mulai mendapat
beberapa klien bangsa asing. Maka Leo menjadi terkenal
sebagai salah seorang pakar Tarot yang profesional dan
kini mampu lebih mandiri lagi lewat praktek konsultasi
lewat profesi tersebut.

Leonardo Rimba mengakui bahwa Tarot hanyalah salah
satu sarana yang dipilihnya untuk 'scanning' karena ia
sudah terbiasa dengan media itu. Sama seperti para
'vincentis' lainnya melakukan 'scanning' melalui kartu
ceki,  ciamsi, ataupun "fruit thin slicing" -bahkan
tanpa media sama sekali.  Kini beliau sudah mampu
melakukan 'scanning' tanpa memakai alat apapun. Tengah
malam hari ini, Jum'at, 7 Juli 2006, pada siaran talk
show Fenomena pada jam 24.00 wib stasiun Trans-TV akan
mengadakan siaran tunda dengan pakar Tarot,  Leonardo
Rimba. Menurut pengakuan Leonardo Rimba, ia mengadakan
kontak langsung dengan Yang Mahabenar yang
mengungkapkan "secuplik kebenaran" bagi dirinya dalam
melakukan "scanning".  Kemampuan ini memang sudah
mencapai tingkat "advanced" karena pada umumnya para
'scanner' baru biasanya masih berhubungan dengan
Reticular Activating System, di mana sebenarnya fungsi
RAS ini juga untuk mampu mengatur akses kepada Yang
Mahabenar. Jikalau para pemula masih dihinggapi
masalah kepercayaan diri dan cenderung menjadi tidak
PD, maka hal tersebut sama sekali tidak tampak pada
pribadi Leonardo Rimba pada setiap penampilannya.

Beberapa tulisan Leonardo Rimba di masa lampau akan
disunting kembali untuk dijadikan bagian-bagian dari
Kitab Angin Hening. Tentunya juga dengan tulisan-
tulisan baru yang akan ditulisnya.  Selamat menikmati
hembusannya yang sepoi-sepoi basah dan menyegarkan.

Jakarta, 7 Juli 2006.
Mang Iyus

II. KITAB ANGIN HENING oleh Leonardo Rimba
__________________________________________

II.1. In the Begining was the Word
__________________________________

"In the beginning was the Word, and the Word was with
God, and the Word was God."
(John 1:1)

Rekan-Rekan yang Berbahagia:

Komunikasi Empati bisa juga dinamakan sebagai "Mind
Reading" atau membaca pikiran. Biasanya istilah itu
diartikan sebagai membaca pikiran orang lain, walaupun
sebenarnya yang kita baca adalah pikiran kita sendiri.
Kita membaca pikiran orang lain melalui pikiran kita
sendiri. We read other people's minds through our own
minds.

Tidak ada yang kita baca selain pikiran kita sendiri
di dunia ini. Segala sesuatu yang kita lihat, kita
rasakan, kita dengar, kita baca, kita pahami…
segalanya itu melalui pikiran kita sendiri. Tidak ada
sesuatupun yang datang begitu saja tanpa melalui
saringan di kepala kita yang kita kenal sebagai
jaringan otak. Dan counterpart-nya di alam nir ruang
dan waktu yang kita sebut sebagai "pikiran" atau
"mind".

We read other people's minds through our own minds.

Pertanyaannya adalah: bagaimana kita bisa membaca
pikiran orang lain melalui pikiran kita sendiri?

Jawabannya mudah saja: Kita harus mulai dari awal
kembali, membayangkan ketika pertama kali kita
mengenal apa yang dinamakan kesadaran itu. Apakah yang
pertama kita sadari itu? Bukankah pertama kali kita
sadar bahwa diri kita adalah diri kita setelah
beberapa saat (bulan, tahun…) setelah kita terlahir di
dunia dalam kehidupan kali ini? Bukankah pertama kali
yang kita sadari bukanlah diri kita sendiri tetapi
orang lain? Ibu kita, ayah kita, lingkungan kita?

Sebagai seorang bayi kita tidak menyadari diri kita
sebagai kita, tetapi diri kita sebagai orang lain,
terutama sebagai ibu kita. Atau, lebih tepat, kita
sebagai bagian dari ibu kita. Tidak ada yang namanya
"ego" itu selain kebutuhan-kebutuhan fisikal yang
dirasakan oleh kita sebagai seorang bayi. Selanjutnya,
segalanya adalah ibu kita, dan kita sebagai bagian
dari ibu. Dan apapun yang dirasakan oleh ibu kita akan
kita rasakan: emosi-emosinya, kegalauannya,
kegembiraannya.

Setelah itu kita akan merasakan apa yang dirasakan
oleh orang-orang dekat yang ada di sekitar kita: ayah,
saudara-saudari, lingkungan sekitar, … walaupun saat
itu kita masih seorang bayi yang belum bisa
berkomunikasi dengan kata-kata. Kita sadar bahwa kita
sadar, tetapi kesadaran kita adalah kesadaran orang
lain. Kesadaran yang ada di manusia-manusia dewasa
yang berada di sekitar kita.

Setelah berlalunya waktu, sedikit demi sedikit
lingkungan akan mengajarkan bahwa kita beda, bahwa
kita adalah seorang entitas yang berdiri sendiri.
Sebagai manusia modern, inilah sosialisasi yang kita
alami, walaupun kita juga menyadari bahwa banyak
manusia yang budayanya primitif tetap mengalami
identitas komunal sepanjang hidupnya.

Sebagai manusia modern kita akhirnya dibiasakan untuk
berpikir bagi diri kita sendiri, untuk menyatakan
kebutuhan kita, untuk mengartikulasikan kepentingan
kita. Dan lahirlah "ego". Ego adalah kita, diri kita
vis a vis orang-orang lain. Tetapi ego adalah
perkembangan lanjutan dari diri kita yang asli ketika
lahir di dunia ini. Kita lahir tanpa ego, dan ego itu
adalah bentukan budaya, dan ego itu adalah
superficial.

Setelah kita dewasa, kita akan terbiasa untuk berpikir
dalam konteks kita vs. mereka. Diri kita vs. diri
orang-orang lain. Yang kita lihat dan kita rasakan
hanyalah diri kita sendiri karena kita disosialisasi
seperti itu. Tidak ada lagi yang namanya merasakan
melalui orang-orang lain itu karena kita tahu bahwa
setelah tahap bayi berlalu, kita harus menghadapi
orang-orang lain sebagai orang lain, sebagai the
others. The others are not me, and I have to state my
own interests as opposed to those of the others'.

Kepentingan saya sebagai seorang entitas tersendiri
dinyatakan sebagai terpisah dari kepentingan
orang-orang lain: baik orang dekat, orang jauh,
lingkungan dekat, lingkungan jauh, masyarakat, maupun
dunia luas. Empati masih ada, karena kita masih bisa
merasakan apa yang dirasakan oleh orang-orang lain
itu, kalau kita mau. Tetapi, itu "tidak normal". Tidak
normal dalam tanda kutip. Yang dianggap normal itu
adalah dipertahankannya mode saya vs. orang lain itu.

---

Saya selalu mengatakan bahwa Komunikasi Empati adalah
bakat alam dari tiap orang. Artinya itu apa? Artinya
adalah bahwa Komunikasi Empati adalah sesuatu yang
telah dimiliki oleh tiap orang sebagai mode awal dari
interaksi kita sebagai manusia ketika terlahir ke
dunia. Komunikasi Empati telah kita lakukan dengan
fasih ketika kita masih bayi dan belum bisa
berkata-kata. Komunikasi Empati telah mendarah-daging
di diri kita ketika segala konsep tentang kepentingan
diri sendiri belum ditanamkan ke diri kita oleh
lingkungan budaya dimana kita dibesarkan. Lalu apa
susahnya?

Susahnya adalah untuk menguraikan benang kusut antara
"saya" dan "mereka" itu. Antara impressi-impressi yang
masuk ke dalam pikiran saya. Impressi-impressi itu
tetap sebagai impressi, dan selalu ada di pikiran
atau "mind" milik saya, tetapi saya merasa kesulitan
untuk membedakan apakah impressi itu mengenai saya
atau mengenai orang lain. Yang menghalangi tentu saja
ego saya. Dan ego itu tidak lain adalah konsep diri
saya yang ditanamkan oleh budaya dimana saya
dibesarkan. Saya dan Anda dibesarkan dengan pengertian
bahwa ego harus dipertahankan demi kewarasan pikiran.
Kalau tidak demikian, maka akan bisa terombang-ambing
antara kepentingan saya sendiri dan kepentingan orang
lain yang saya lihat sebagai saya juga.

Memang benar akan ada kemungkinan seperti itu,
terutama bagi mereka yang lemah mentalnya. Tetapi
disini saya akan berbicara tentang hal-hal yang umum
dan berlaku bagi semua orang, dan bukan tentang
psikologi klinis yang menyelidiki tentang hal
schizophrenia, paranoia, dan sebagainya. Ada orang
yang lemah mentalnya dan tidak bisa melakukan
komunikasi empati tanpa jatuh ke dalam kategori tidak
waras. Dan ada orang yang sehat jasmani dan rohani dan
mampu untuk melakukan komunikasi empati sebagaimana
komunikasi umumnya. Apa adanya dan tanpa dipaksakan.

Secara gamblang, Komunikasi Empati adalah
mengkomunikasikan apa yang kita baca dari pikiran kita
sendiri tentang apa yang dirasakan oleh orang lain,
apa aspirasinya, apa ketakutannya, apa kepentingannya.
Dan itu bisa kita lakukan apabila kita mau kembali
menelaah situasi yang terjadi ketika kita masih bayi
sebelum konsep ego ditanamkan oleh lingkungan kita.

Kita akan bisa melihat orang lain seperti kita melihat
diri kita sendiri. Kita akan bisa merasakan orang lain
seperti kita merasakan diri kita sendiri.

Tetapi ada bedanya dibandingkan dengan ketika kita
masih bayi ketika kita belum bisa menerangkan apa
sebenarnya yang kita lihat dan rasakan tentang
orang-orang lain itu. Sekarang, kita akan bisa
membedakan bahwa sesuatu yang kita lihat itu adalah
mengenai orang lain. The others. Dan bukan kita
sebagai diri kita yang merupakan entitas terpisah dari
orang-orang lain itu. Ketika kita masih bayi, hal itu
tidak bisa kita lakukan.

You could give it a try even now! Try to think and
feel as if you were somebody else: your close friend,
your mate, your brother, sister, neighbor, anybody.
Ucapkanlah, tuliskanlah… cobalah untuk diperiksa
dengan orangnya apakah benar demikian. Dan Anda telah
melakukan Komunikasi Empati!

II.2. And the Word was with God
_______________________________

Di bahagian sebelumnya telah saya tuliskan bahwa tahap
pertama dalam penguasaan Komunikasi Empati versi saya
adalah dengan mencoba membayangkan diri kita sendiri
sebagai orang lain. Seolah-olah kita adalah orang lain
itu. As if we were the other person with whom we are
having an empathetic communication Caranya memang
mudah, dan bahkan tahap-tahap selanjutnya juga sama
mudahnya.

Tahap berikutnya dijalankan dengan melakukan Osmosis.
Osmosis adalah istilah ilmu alam yang berarti
menyamakan isi dari sesuatu yang kosong dengan sesuatu
yang berisi. Kalau saya merupakan satu kertas kosong,
dan di sebelah saya ada satu kertas berisi tulisan,
maka isi dari kertas bertulisan itu bisa berpindah ke
kertas kosong yang merupakan diri saya. Istilah
lainnya adalah "Copy Paste".

Copy Paste adalah istilah yang digunakan oleh Vincent
Liong. Istilah saya sendiri adalah Osmosis. Maksud
dari istilah itu adalah penyerapan pengetahuan dari
seseorang tanpa melalui cara-cara umum; tanpa perlu
diajari secara formal, walaupun tetap harus ada
komunikasi intensif. Menurut saya, sampai saat ini
orang yang paling bisa melakukan Osmosis adalah
Vincent sendiri. Tanpa saya mengajari segala teknik
pembacaan kartu tarot, suatu saat tiba-tiba Vincent
mau membeli kartu tarot dan memberikan bacaan-bacaan
berdasarkan tarot terhadap orang yang bertanya
kepadanya. Saat itu saya juga langsung tahu bahwa
teknik yang digunakan oleh Vincent berbeda dari teknik
yang saya gunakan, walaupun secara sepintas terlihat
tidak ada bedanya.

Bagaimana cara Vincent melakukan Osmosis atau Copy
Paste itu bukanlah sesuatu yang aneh bagi kita
manusia-manusia normal. Bukankah kita sudah melakukan
Osmosis atau Copy Paste itu sepanjang hidup kita?
Bukankah kita sudah menyerap segala nilai-nilai budaya
dari masyarakat kita tanpa kita merasa mempelajarinya
secara sungguh-sungguh: nilai-nilai budaya dari orang
tua kita, dari teman sepergaulan kita, dari teman
sekolah kita, dari segalanya yang kita temui sepanjang
hidup kita? Dan kita telah melakukannya sejak kita
sadar bahwa kita sadar. Sejak kita sadar bahwa kita
memiliki kesadaran sebagai seorang entitas.

Tidak ada cara lain bagi kita dalam mempelajari
sesuatu selain melakukan Osmosis atau Copy Paste. Bisa
saja kita melanjutkan sekolah dan mempelajari segala
teknik itu, tetapi yang terutama kita lakukan adalah
Osmosis atau Copy Paste. Osmosis dari dosen-dosen
kita, dari pengajar kita, dari penulis yang kita
kagumi...

Segala teknik yang dipelajari itu cuma pengisi waktu
saja, cuma sebagai bukti empirik bahwa ada metode yang
diajarkan dan dipelajari. Tetapi untuk bisa dan
memahami mau tidak mau kita harus melakukan Copy and
Paste. Osmosis.

---

Setelah Osmosis atau Copy Paste itu Anda jalankan,
dengan mudah Anda akan bisa mengembangkan teknik Anda
sendiri, bahkan pengertian Anda sendiri. Pengertian
tarot yang dimiliki Vincent beda sama sekali dengan
pengertian yang saya miliki, walaupun mulanya adalah
Copy Paste. Mulanya Vincent mengamati cara saya
membacakan tarot bagi ratusan orang dalam waktu
beberapa bulan. Dan tiba-tiba, dia bisa membacakan
tarot untuk orang-orang lainnya.

Saya diam saja, mengamati, dan saya lihat memang benar
seperti itu caranya. Pengertian-pengertiannya beda
total, dan cara membacakannya juga berbeda, tapi hasil
akhirnya bisa sama. Hasil akhir dalam pembacaan tarot
adalah pemberian solusi bagi orang yang bertanya.
Selama hasil akhirnya bisa diterima dan valid, maka
segala teknik itu cuma bersifat aksesorial belaka.
Segala teknik itu cuma penghias belaka.

Mungkin apa yang saya tulis kali ini terasa
mengejutkan bagi sebagian rekan-rekan. Mungkin juga
ada sebagian rekan yang telah bisa meraba secara
intuitif bahwa pada akhirnya saya akan menuliskan hal
ini juga, apapun konsekwensinya.

Apapun konsekwensinya, saya harus menuliskan terus
terang bahwa Komunikasi Empati adalah bakat alam dari
tiap orang yang bisa dipelajari sendiri asalkan mau
membuka hati dan pikiran terhadap fenomena alamiah
yang telah kita alami dalam perkembangan hidup kita
sendiri sebagai manusia.

Pertama, seperti disebutkan dalam posting sebelumnya,
kita bisa memulai Komunikasi Empati dengan cara
membayangkan diri kita seolah-olah kita adalah orang
lain itu: teman, pasangan hidup, atasan, bawahan,
kolega bisnis, teman kuliah, dsb.... Dan kedua, dengan
mulai melakukan Osmosis atau Copy Paste dari
orang-orang yang Anda anggap telah mahir melakukan
Komunikasi Empati.

Memang istilah Komunikasi Empati ini sendiri baru
akhir-akhir ini saja digunakan oleh Vincent Liong,
baru dua bulan terakhir ini saja. Sebelumnya, Vincent
dan saya menggunakan bermacam-macam istilah yang
sebenarnya maksudnya sama saja.

Misalnya, Vincent akan bertanya kepada saya:
"Bagaimana feeling lo?". Atau dia akan bilang: "Gw
merasa harus... Kenapa ya? Kalo lo rasa gimana? Apa
memang begitu?". Dst, dst.

Segala percakapan dengan menggunakan bahasa
sehari-hari ini adalah Komunikasi Empati dengan
aliran-aliran Osmosis atau Copy Paste yang bergerak
dari alam bawah sadar orang yang satu ke bawah sadar
orang yang satunya lagi. Dan bergerak kembali dengan
input, output, dan feedback yang tidak berkesudahan.
Hasil akhirnya adalah pemenuhan isi dari seseorang
yang tidak memiliki dengan isi dari orang lainnya yang
memiliki.

Osmosis juga berlaku dua arah, dan tidak pernah hanya
berlaku searah. Vincent melakukan Osmosis atau Copy
Paste dari saya, dan saya juga melakukan Osmosis atau
Copy Paste dari Vincent. Akibatnya, kami bisa saling
membaca isi pikiran masing-masing bahkan tanpa
melakukan komunikasi secara lisan.

Nah, bukankah Osmosis atau Copy Paste ini adalah
sesuatu yang natural atau alamiah bagi Anda? Anda
telah melakukannya sepanjang hidup Anda. Waktu Anda
kuliah, Anda bisa menangkap maksud hati seorang dosen
hanya dengan mengamatinya. Waktu Anda masih pacaran,
Anda bisa tahu bahwa pacar Anda serius atau tidak
dalam berhubungan dengan Anda. Waktu Anda telah
menikah seperti sekarang, Anda bahkan bisa tahu kalau
pasangan Anda hanya mempertahankan formalitas belaka
karena segala desir romantik telah habis terpakai.

Jadi, Komunikasi Empati juga mengandalkan Osmosis atau
Copy Paste yang tidak berkesudahan ini antara Anda dan
orang-orang lainnya dengan mana Anda melakukan
komunikasi. Apabila Anda merasa bahwa sebagai seorang
komunikator Vincent termasuk seorang pakar, dan Anda
merasa sudah waktunya untuk melakukan Osmosis dari
Vincent, that's fine. Just, do it! Aturlah waktu untuk
bertemu dengan orangnya atau, kalau tidak bisa, cukup
hanya dengan chatting atau saling berkirim e-mail.

Kalau Anda merasa bahwa perlu melakukan Osmosis dari
saya, that's fine too. Aturlah waktu untuk bertemu
dengan saya atau saling berkirim e-mail dan SMS! Saya
sendiri tidak melakukan chatting.

Cuma sesederhana itu. Cuma... Tetapi tentu saja masih
banyak lagi pernak-perniknya. Sekali bertemu saja
tidak cukup; Anda perlu bertemu berulang-ulang untuk
bisa menghilangkan trauma atau schock setelah pertama
kali bertemu Vincent. Banyak yang schock setelah
pertama kali bertemu. Kalau bertemu dengan saya
mungkin tidak terlalu schock, tetapi Osmosis memang
memerlukan interaksi berkali-kali. Tidak cukup sekali
bertemu atau berinteraksi, tetapi perlu waktu
berulang-ulang sampai Osmosis atau Copy Paste itu
tuntas.

Kalau bertemu, mungkin cuma berjalan-jalan di Mall
saja, mungkin cuma minum-minum di cafe saja, apapun
bisa dilakukan. Yang penting Osmosis atau Copy Paste
itu bisa berjalan, dan Anda bisa mulai mempraktekkan
apa yang Anda bisa "serap" secara langsung itu.

II.3. And the Word was God
__________________________

Tulisan ini adalah yang terakhir dalam tiga serangkai
posting "Kitab Angin Hening" yang mengambil tema dari
Alkitab bagian Perjanjian Baru; Injil Yohannes, pasal
1, ayat 1. Saya merasa bahwa Injil Yohannes adalah
yang paling gamblang mengajarkan Komunikasi Empatik,
dan bahkan terbuka bagi siapa saja yang berminat untuk
membacanya. Dan bahkan bisa dibaca dan dipelajari
tanpa ada pengantar sama sekali dan rekomendasi dari
saya. So much for the Gospel of John.

Di bagian ini saya akan menulis tentang apa yang kerap
ditulis oleh Vincent sebagai "hardware". Apakah
hardware itu? Apakah hardware bukan perangkat keras
semacam pesawat TV, computer, DVD player, dsb... Tentu
saja jawabnya ya. Hardware adalah perangkat keras
semacam alat-alat elektronik tersebut. Tetapi
perangkat keras tidak bisa bekerja tanpa adanya
software. Software adalah program. Program yang
ditanamkan oleh siapa saja yang memiliki hardware itu.
Software bisa dipasang oleh pabrik pembuat hardware,
bisa juga di-install oleh Anda dan saya apabila telah
memiliki hardware-nya. Apabila Anda dan saya memiliki
pesawat computer, maka software apapun yang kompatibel
akan bisa di-install, dan kita akan bisa menjalankan
programnya. Programnya mungkin baru sama sekali,
tetapi hardware-nya, pesawat computer-nya sama.

Yang dimaksud oleh Vincent sebagai hardware adalah
perangkat keras yang ada di diri Anda. Yang ada di
diri Anda dan saya. Yang ada di diri Vincent juga. Itu
berupa kemampuan dasar kita untuk ber-empatik dengan
orang lain, untuk bisa mengerti apa yang ada di
pikiran dan perasaan orang lain. Caranya adalah dengan
membayangkan diri kita sebagai orang lain itu (lihat
posting pertama dengan subject "In the Beginning was
the Word"), dan dengan melakukan osmosis atau copy
paste dari apa yang ada di diri orang lain itu
sehingga kita bisa membaca apa yang ada di diri orang
lain itu melalui pikiran kita sendiri (lihat posting
kedua dengan subject "And the Word was God").

Dalam posting ketiga dan terakhir di seri ini, saya
akan berbicara tentang hardware atau perangkat keras
yang tidak lain dan tidak bukan adalah diri Anda
sendiri. Ketika bertemu dengan Anda, Vincent akan
memasangkan hardware itu di diri Anda sehingga Anda
akan bisa melihat sebagaimana dia melihat. Apabila
ternyata benar ada fenomenon anak indigo yang akan
membawa perubahan revolusioner di dalam dunia kita
saat ini, maka itu berarti bahwa Anda juga akan
menjadi seorang anak indigo. Ya atau tidak?

Menurut saya, apabila hardware seorang anak indigo
telah terpasang di dalam hardware Anda, maka otomatis
Anda telah menjadi seorang anak indigo pula. Nah,
hardware itu apa dalam konteks kita sebagai
manusia-manusia normal yang biasa apabila bukan
kemampuan mental kita. Hardware itu adalah kemampuan
mental kita untuk ber-empati dengan sesama, untuk
melakukan Komunikasi Empatik dengan orang lain.

Bisa saja Kemampuan Empatik itu dijabarkan dengan agak
sensasional seperti kemampuan mengetahui isi suatu
buku hanya dengan meletakkan telapak tangan ke atas
buku itu. Atau kemampuan untuk mengetahui jawaban dari
pertanyaan seseorang hanya dengan membelah buah
tertentu. Bisa buah apa saja: ketimun, tomat, mangga,
apapun... Bisa juga didefinisikan dengan kemampuan
memberikan solusi terhadap masalah-masalah hidup yang
dihadapi oleh orang-orang lain yang bertanya hanya
dengan mencabut satu kartu saja. Bisa kartu tarot,
bisa kartu remi, bisa kartu ceki, bisa kartu domino.
Bisa dengan apa saja, bahkan tanpa menggunakan apapun.

Mereka itu semua adalah kemampuan empatik, kemampuan
untuk mengerti sesama dengan mendalam tanpa memerlukan
segala pemeriksaan empirik seperti dilakukan oleh
mereka yang bergerak di bidang medik atau psikologi.
Ya, seorang ahli psikologi bahkan perlu memeriksa
kasus seseorang secara bertele-tele sebelum mampu
memberikan solusi dengan malu-malu. Kita praktisi
Komunikasi Empatik tidak seperti itu. Kita berbicara
apa adanya sesuai apa yang kita rasakan. Apa yang kita
rasakan itulah yang kita katakan atau kita tulis. Dan
kita mampu untuk melakukannya karena ada "virus"
Komunikasi Empatik yang tertanam di dalam hardware
atau kemampuan mental kita. Saya sebut hal itu
"virus"; virus dalam tanda kutip karena hal itu bisa
disebarkan, bisa ditularkan dengan cara Osmosis atau
Copy Paste.

Memang dalam trilogi ini dengan sengaja saya tidak
menulis secara "ilmiah". Buat apa membuat tulisan
ilmiah kalau tidak bisa membuat mereka yang membacanya
menjadi praktisi pula? Tujuan saya adalah meng-convert
mereka yang membaca trilogi ini menjadi para praktisi
Komunikasi Empatik. Caranya bisa dengan berjumpa
dahulu dengan Vincent, saya, atau praktisi-praktisi
sebelumnya. Bahkan bisa juga tanpa berjumpa sama
sekali dengan kami-kami ini. Cukup dengan membaca
tulisan ini saja, saya cukup yakin bahwa Anda akan
menjadi seorang praktisi Komunikasi Empati. Apalagi
kalau Anda nanti berkesempatan untuk berjumpa dengan
kami: dengan Vincent, dengan Bimo, dengan Mang Iyus,
dengan Mbak Cornelia Istiani, dengan saya.

---

Komunikasi Empatik itu adalah bakat alam dari tiap
orang. Bacalah kembali posting yang pertama.
Komunikasi Empatik itu berjalan dengan Osmosis atau
Copy Paste dari praktisi sebelumnya. Bacalah kembali
posting yang kedua. Dan Komunikasi Empatik itu akan
mulai berjalan di diri Anda setelah Anda
mempraktekkannya sendiri. Mulailah mempraktekkannya.
Tariklah melalui Osmosis apa yang Anda bisa tarik dari
postingan-postingan saya. Dari postingan-postingan
Vincent, dari postingan-postingan Mang Iyus. Mungkin
ada yang merasa lebih sreg dengan melakukan Osmosis
atau copy paste dari tulisan Vincent. That's fine! Ada
pula yang merasa lebih sreg dengan melakukan Osmosis
dari postingan Mang Iyus, postingan Bimo, dll...
That's fine too. Dan ada pula yang mungkin merasa
lebih sreg dengan melakukan Osmosis dari postingan Mas
Leo. Ha ha... that's fine too!

Anda cukup mengingat bahwa hardware itu adalah
kemampuan mental Anda sendiri. Dan Anda mampu untuk
membayangkan diri Anda ketika Anda belum memiliki ego
seperti ketika Anda masih bayi. Dan Anda mampu untuk
melakukan Osmosis atau Copy Paste dari kami-kami ini
yang disebut sebagai praktisi Komunikasi Empatik.
Memang Osmosis atau Copy Paste itu tidak berjalan
sekaligus tetapi sedikit demi sedikit. Tetapi apabila
prosesnya telah dimulai, maka hal itu akan berjalan
terus-menerus. Terus menerus tanpa henti sampai
saatnya berhenti sendiri ketika Osmosis atau Copy
Paste itu telah tuntas. Yang penting Anda telah
memulainya dengan menetapkan ingin melakukan Osmosis
dari siapa: bisa dari Vincent, dari saya, atau dari
siapa saja. Bahkan dari orang-orang yang Anda kagumi
sebagai praktisi-praktisi kenamaan yang tidak pernah
muncul di milis ini. Itu bisa saja. Why not?

Setelah Anda memulainya, maka proses itu akan berjalan
dengan sendirinya. Dan Anda akan bisa untuk mulai
mempraktekkan Komunikasi Empatik. Katakanlah apa yang
Anda rasakan harus Anda katakan ketika berjumpa dengan
orang-orang lain. Tuliskanlah apa yang Anda rasakan
harus tuliskan ke milis. Betapapun mustahilnya terasa
impressi itu, katakanlah atau tuliskanlah! Tidak ada
cara lain lagi untuk mempraktekkan Komunikasi Empatik
sampai mahir selain mulai mempraktekkannya.

Mula-mula akan terasa canggung. Saya mengerti itu,
saya juga mengalaminya. Tetapi lama kelamaan Anda akan
merasa segalanya berjalan dengan lancar. Seolah-olah
tidak ada batas antara diri Anda dan diri orang-orang
lain. Seolah-olah Anda bisa membaca orang-orang lain
itu seperti membaca diri sendiri. Dan memang seperti
itulah keadaan alamiah kita. Tidak ada yang membatasi
komunikasi antara kita manusia selain
prosedur-prosedur protokoler yang diprasyaratkan oleh
budaya modern kita. Secara aural, tidak ada
batas-batas itu. Dan kita memang transparan seperti
gelas-gelas kaca.

Mulailah mempraktekan apa yang Anda bisa tangkap dari
tiga posting saya dalam serial yang mengambil tema
dari Yohannes 1:1 ini, dan Anda akan menjadi seorang
praktisi Komunikasi Empatik hanya dalam waktu singkat
saja. Mudah bukan?

Memang mudah. Bahkan lebih mudah untuk menjadi empatik
daripada kebalikannya. Komunikasi Empatik jauh lebih
mudah daripada Komunikasi non-Empatik.

Saya rasa saya sudah menulis segala yang penting
tentang Komunikasi Empatik menurut saya. Saya bahkan
yakin bahwa sebagian dari Anda akan menjadi
Komunikator Empatik yang lebih handal daripada saya.
Why not? Dan tidak ada buku apapun yang akan bisa
memuat segala sesuatu yang bisa dan akan bisa ditulis
tentang Komunikasi Empatik. Saya menulis apa adanya
seperti penulis Injil Yohannes itu menulis di akhir
bukunya. Tidak ada buku apapun yang akan bisa memuat
apa yang akan ditulis oleh segala praktisinya. Tidak
akan ada habis-habisnya. Worlds without end.

II.4. Penutup
_____________

Dalam tiga posting sebelumnya dengan subjects:
1. In the Beginning was the Word
2. And the Word was with God
3. And the Word was God,
saya telah menuliskan segala sesuatu yang dapat saya
tuliskan tentang Komunikasi Empati.

Mungkin sebagian rekan akan bertanya kepada saya:
Apakah cuma sebegitu saja?

Dan saya akan menjawab: Ya, memang cuma sebegitu saja.
Apalagi yang mau dituliskan apabila tujuan Anda adalah
menjadi seorang komunikator empatik?

Cara menjadi seorang praktisi Komunikasi Empatik cuma
satu: be an empathetic communicator? Just that! Segala
macam teori tentang Komunikasi Empatik akan Anda bisa
tuliskan sendiri, akan Anda bisa cari dari segala
macam teori tentang komunikasi dan psikologi dari yang
terawal sampai yang terkini. Tetapi itu semua tidak
akan ada gunanya apabila Anda sendiri tidak
mempraktekkan Komunikasi Empati itu. Apabila Anda cuma
paham teori dan tidak mampu menjadi praktisi.

Seperti saya tuliskan di dalam teks Kitab Angin Hening
yang terbagi dalam tiga bagian itu, tujuan saya adalah
meng-convert Anda yang merasa bahwa menjadi seorang
Komunikator Empatik adalah salah satu hal yang bisa
membawa kebaikan bagi hidup Anda, pekerjaan Anda,
profesi Anda, pergaulan sosial Anda. Apabila yang saya
tuliskan ternyata bisa membawa Anda menjadi seorang
Komunikator Empatik seperti yang Anda inginkan, maka
saya telah mencapai tujuan saya. Tujuan Anda tercapai,
dan tujuan saya juga.

Hanya ada satu pengantar untuk Kitab Angin Hening ini
yang ditulis oleh rekan tercinta saya Juswan Setiawan.
Dan itu cukup. Dan hanya ada satu Kitab Angin Hening
yang berisikan instruksi untuk menguasai Komunikasi
Empati versi saya; plus Komentar oleh Jeni Sudarwati.
Dan itu cukup. Kitabnya memang singkat sekali. Saya
tidak merasa bahwa yang saya tuliskan lebih panjang
daripada Injil Yohannes yang menginspirasikannya.
Tetapi saya juga merasa bahwa karena inspirasinya
berasal dari Alam Bawah Sadar kolektif, maka dampaknya
juga akan terasakan disana. Akan terasakan di Alam
Bawah Sadar dari Anda sendiri yang merasa bahwa Anda
memiliki koneksi personal dengan apa yang saya tulis.

Yang saya tuliskan muncul begitu saja ketika tangan
saya menyentuh keyboard. Satu kata yang muncul
berulang-ulang di kepala saya adalah:
"In the beginning... God"
"In the beginning... God"
"In the beginning... God"

Saya tahu bahwa ada dua kitab di Alkitab yang kita
kenal yang memiliki pembuka dengan kata-kata itu,
yaitu kitab Kejadian (Genesis), dan Injil Yohannes.
Saya diam saja berhari-hari sampai menyentuh keyboard
untuk mulai menulis. Dan ternyata energi yang datang
berasal dari Injil Yohannes.

Ada energi-energi yang datang dan mengalir begitu
saja. Saya hanya perantaranya saja. Energi itu berasal
dari penulis Injil Yohannes yang telah bertahan selama
2000 tahun sebagai saksi Komunikasi Ter-Empatik yang
pernah dilakukan oleh seorang anak manusia.

Dan Anda bisa menjadi satu lagi anak manusia yang
melakukan Komunikasi Empatik itu. Dan Anda akan
dikenal sebagai seorang Komunikator Empatik. Saya
hanyalah perantara saja bagi Anda untuk mengenalnya.

Tidak perlu ada synopsys dari tulisan saya yang begitu
singkat. Seperti rekan-rekan bisa membacanya sendiri,
definisi-definisi semuanya mengalir begitu saja di
kitab itu. Dan saya tidak perlu menuliskannya sendiri
dalam suatu synopsys atau ringkasan. Kalau saya
menyediakan ringkasannya, maka ada sebagian rekan yang
akan tidak membaca teks-nya. Dan itu akan bersifat
self-defeating, akan mensabot maksud dari teks itu
sendiri. Ada energi-energi yang ditransfer, dan
energi-energi itu terdapat di dalam teks. Anda harus
membacanya untuk menerimanya.

Setelah Anda menerima energi-energi itu, Anda bisa
mulai mempraktekkannya. Dan Anda bisa pula membuat
synopsys atau ringkasan dari tulisan itu. Mengapa
tidak? Anda bisa membuat synopsys dari tulisan saya
itu dan mengirimkannya kepada saya.

Dan saya akan menerimanya dengan gembira. Dan saya
akan berkata "Amin". Amin bahwa apa yang diinginkan
telah dikabulkan. Dan apa yang diniatkan telah
terlaksana. Amin karena Anda telah menjadi seorang
praktisi Komunikasi Empati.

---

Dalam acara Fenomena tentang Tafsir Mimpi di TransTV,
pendekatan saya disebut sebagai "Pendekatan Mistik".
So what? Apakah pendekatan mistik negatif? Apakah
pendekatan mistik menjadikan Anda seorang yang
negatif? Menurut saya tidak. Menurut saya, setiap
orang sedikit banyak adalah seorang "mistik", seorang
yang bisa melakukan hubungan langsung dengan yang
Illahi. Dengan Alam Bawah Sadar Kolektif. Dengan
medium kolektif dimana kita semua berkomunikasi secara
transparan, terbuka, tanpa ada sekat-sekat itu.

Silahkan kirimkan kesan dan pengalaman Anda kepada
saya setelah membaca tulisan itu.

Everything is possible with God!

Damai di Bumi,
Drs. Leonardo Rimba, MBA

Jakarta, Juli 2006

III. Komentar oleh Jeni Sudarwati
_________________________________

Tulisan Mas Leo ini sampai membawa tulisan kata
pengantarnya menjadi hampir serupa. Karena tulisan di
dalamnya yang tenang jadi pembaca maupun penulis kata
pengantarnya menuliskan dengan tenang pula.

Dan kadang-kadang kalau saya amati anda hampir-
hampir "menghilangkan" diri anda sendiri. Di lain sisi
juga seperti Seraphita - sifatnya berbeda dengan
manusia lain. Misterinya bukan terletak pada unsur
gelap dari masa lampaunya, tetapi pada unsur kodrat
keberadaannya.

Anda mungkin pernah mengalami sesuatu hal yang sungguh
berat untuk anda atasi, yang tidak mudah dibagi dan
diceritakan kepada orang lain karena mungkin tidak
akan dipahami begitu saja. Mungkin itulah yang
mengantarkan anda ke kedewasaan yang seperti ini,
kedewasaan yang dalam hal ini anda adalah orang yang
tenang.

Mengenai tulisan anda, Dalam Bagian Pertama: In the
Begining was the Word. Anda mengatakan bahwa
Komunikasi empati adalah bakat alam dari tiap orang.
Dan sepertinya memang begitu bahkan tanpa mengetahui
namanya (bahwa itu empati) sekalipun, atau kalau naif
dan serampangannya bisa disebut flip-flop. Sahabat
dekat saya pernah satu kali tiba- tiba datang ke rumah
tanpa keperluan apapun padahal sudah malam apalagi dia
perempuan, rumah saya sudah gelap dan pagar sudah
dikunci. Tapi dia tidak telpon, hanya katanya diam
didepan rumah lalu pergi. Padahal waktu itu saya belum
tidur.

Ketika di hari lain saya tanya ada perlu apa waktu
itu,katanya "tiba-tiba ingin ketemu aja". Saya tidak
bilang kalau sebenarnya waktu itu perasaan saya memang
sedang tidak enak alias sedih begitu. Dalam hati saya,
apa dia merasakan apa yang saya rasakan.

Yang lucu yang barusan tanggal 27 Juli ini, ketika
saya merasa terlalu banyak beban dan sendirian. "Tak
ada angin, tak ada hujan" seorang teman yang lain SMS,
Mungkin anda akan menganggapnya konyol tapi ini
benar-benar terjadi, saya sendiri hampir tidak percaya
memangnya dia sedang melamunkan apa... Saya keras
kepala sedangkan dia selalu mengalah, dia selalu
menjelek-jelekkan saya secara terang-terangan begitu
juga sebaliknya. Kita hampir tak pernah sama.

Begini SMS-nya: "Hai Jelo mgkn km akn anggap SMSku ni
aneh tapi aku akn bcr jujur. Walaupun aku br knl km &
kita g sberapa dkt tp aku senang & brsyukur bs ktm km
wlp kadng aku iri ma km krna km pnya kelebhn yg
mrupakn kelemahanku. Tp aku sadr klo stp mansia pny
positif & negatif. Jd iriku tu kujadikn sbg pegangan
ato ptnjuk bwt aku agr aku lbh baek lg. Kdg aku jg
sebel ma skp jelek km & aku pengen marah & nendang km
tp aku sadar lg klo aku jg pny skp yg lbh2 jelek dr
km. Apapun itu aku bersyukur krna Allah tlah
pertemukan kita. Sory y klo kata2 ku nyinggung km.
Makasih bnyk buat segalany."

Meski terlihat konyol tapi ini adalah ungkapan yang
paling jujur yang pernah saya terima justru ketika
saya tidak tahu harus bicara dengan siapa.

Mengenai impressi - bagi saya yang ini sedikit rumit.
Semoga saya bisa menyambungnya lain waktu.

Salam,
Jeni Sudarwati

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

--- End forwarded message ---

Mayapada Prana Quotes: 
"Think Good, Feel Good, Do Good. This is the way to God"
- Bhagavan Sri Sathya Sai Baba (Avatar)

Mayapada Prana Links:

<*> Harmonisasi Universal
http://groups.google.com/group/harmonisasi-universal/topics

<*> The Yoga Leaf - Bandung
http://www.yogaleaf.com/  

<*> Sahaja Yoga - Indonesia
http://groups.yahoo.com/group/sahajayoga-id/ 

<*> Cosmic Kundalini Yoga - Indonesia
http://groups.yahoo.com/group/CosmicKundaliniYogaIndonesia/ 
Liv Avtar Singh | 1 May 17:40 2007
Picon

Lokakarya Meditasi Pembangkitan Kundalini dgn Bija Chakra di Jkt

Sat Nam Ji.

Bagi teman2 yg ingin mengikuti lokakarya Meditasi Pembangkitan Kundalini dgn Bija Chakra ( Suara Cakra ) di Jakarta pada tgl 26 Mei 2007, silahkan hubungi Bapak Dendy Aryasaputa di 08179800308.

Terima kasih.


Namaste,
Liv Avtar Singh
Founder
Cosmic Kundalini Yoga Indonesia
http://groups.yahoo.com/group/CosmicKundaliniYogaIndonesia

Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check out new cars at Yahoo! Autos. __._,_.___


Mayapada Prana Quotes:
"Think Good, Feel Good, Do Good. This is the way to God"
- Bhagavan Sri Sathya Sai Baba (Avatar)

Mayapada Prana Links:

<*> Harmonisasi Universal
http://groups.google.com/group/harmonisasi-universal/topics

<*> The Yoga Leaf - Bandung
http://www.yogaleaf.com/ 

<*> Sahaja Yoga - Indonesia
http://groups.yahoo.com/group/sahajayoga-id/

<*> Cosmic Kundalini Yoga - Indonesia
http://groups.yahoo.com/group/CosmicKundaliniYogaIndonesia/



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
radityo djadjoeri | 1 May 17:58 2007
Picon

Nabi Muhammad tidak buta!

Maaf, kali ini Ny. Mus benar, karena dia selalu gembar-gembor di milis bahwa Nabi Muhammad tidaklah buta. Yang bilang dia buta hanya ingin menjelek-jelekkan Nabi saja, berdasarkan tafsir yang dikelirukan maknanya.
 
 
From: Rach Leed <lidbahaweres-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@public.gmane.org>
Date: Tue May 1, 2007 7:15 pm
Subject: [mediacare] Nabi Muhammad, Buta Huruf atau Genius?
 
 
 
Semoga bermanfaat :D
 
Salam
 
Alida
 
============================
 
Judul                          : Nabi Muhammad, Buta Huruf atau Geni us?
                                        (Mengungkap Misteri "Keummian" Rasulullah)
Pengarang                 : Syekh Al-Maqdisi
Penerjemah               : Abu Nayla
Penerbit                     : Nun Publisher, April 2007, 144 hlm. Rp 20.000,-

 
Runtuhnya Mitos Kebutahurufan Nabi Muhammad 
 
//Ajaran bahwa Rasulullah tidak mampu baca-tulis ad alah sebuah kekeliruan tafsir sejarah yang konyol. Inilah buku kontroversial yang mematahkan mitos kebutahurufan Nabi Muhammad//.
 
Kalau ada umat yang begitu bangga menerima kenyataan bahwa pemimpin atau nabi-nya sebagai sosok yang buta huruf, itulah umat Islam. Tak ada lain. Sejak kecil, ketika seorang anak muslim mulai mengenal baca-tulis, ajaran bahwa Nabi adalah sosok yang buta huruf selalu ditekankan.
 
Kebutahurufannya seakan menjadi kenyataan yang patut dibanggakan dan bisa membangun kepercayaan diri umat Islam!  Pertanyaannya, benarkah ajaran itu? Atas dasar apa Nabi dianggap sebagai sosok yang buta huruf? Apakah ia pernah menyatakan dirinya betul-betul tidak mampu membaca dan menulis sejak kecil hingga akhir hayatnya? Lalu, jika ada anggapan ia mampu membaca dan menulis, apakah itu akan mengurangi keabsahannya sebagai utusan Allah?  
 
Bagi Syekh Al-Maqd isi, jawabannya cukup jelas: Ada tafsir sejarah yang keliru terhadap kapasitas Rasulullah, khususnya dalam soal baca-tulis. Dan semua itu, bersumber dari kekeliruan kita dalam menerejamahkan kata "ummi" dalam Alquran maupun Hadis, yang oleh sebagian besar umat Islam diartikan "buta huruf".
 
Menurut Al-Maqdisi, "ummi" memang bisa berarti "buta huruf", tapi ketika menyangkut Nabi Muhammad, "ummi" di situ lebih berarti orang yang bukan dari golongan Yahudi dan Nasrani. Pada masa itu, kaum Yahudi dan Nasrani sering kali menyebut umat di luar dirinya sebagai orang-orang "ummi" atau "non-Yahudi dan non-Nasrani".   Termasuk Rasulullah dan orang Arab lainnya.
 
Selain itu, kata "ummi" di situ juga bisa merujuk pada kata "umm" atau ibu kandung. Jadi, maknanya adalah "orang-orang yang seperti masih dikandung oleh rahim ibunya, sehingga belum tahu apa-apa".
 
Dalam buku ini, S yekh Al-Maqdisi menunjukkan bukti-bukti otentik (hadis) yang menunjukkan fakta sebaliknya bahwa Rasulullah adalah sosok yang justru pintar membaca dan menulis. Antara lain, sebuah hadis yang diungkapkan Zaid bin Tsabit bahwa Nabi pernah bersabda: "Jika kalian menulis kalimat Bismillahirrahmanirrahim, maka perjelaslah huruf sin di situ."
 
Pikirkan, kalau untuk soal huruf saja ia memperhatikan, ibarat seorang editor naskah, mungkinkah Nabi seorang yang buta huruf? Buku Maqdisi ini, sekali lagi, mematahkan semua kekeliruan sejarah ini.  
 
 "Dengan bahasa yang lugas, Syekh Al-Maqdisi menggiring kita pada suatu cara pandang yang sungguh baru mengenai 'keummian' Nabi Muhammad."
—Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
 
"Nabi memang ummi, tetapi beliau mampu membaca dan menulis."
—Dr. Muhammad Syahrur, Penulis Al-Kitâb wal Qur'ân,
 

"Makna kata ummi bukanlah tidak mampu membaca dan menulis, tapi merujuk pada kata umm (ibu kandung)."
—Abdul Karim Al-Hairi, Penulis An-Nabiyyul Ummiy

 


Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check out new cars at Yahoo! Autos. __._,_.___

Mayapada Prana Quotes:
"Think Good, Feel Good, Do Good. This is the way to God"
- Bhagavan Sri Sathya Sai Baba (Avatar)

Mayapada Prana Links:

<*> Harmonisasi Universal
http://groups.google.com/group/harmonisasi-universal/topics

<*> The Yoga Leaf - Bandung
http://www.yogaleaf.com/ 

<*> Sahaja Yoga - Indonesia
http://groups.yahoo.com/group/sahajayoga-id/

<*> Cosmic Kundalini Yoga - Indonesia
http://groups.yahoo.com/group/CosmicKundaliniYogaIndonesia/



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Gmane