Mang AsKa | 25 Apr 02:56 2014
Picon

Re: Ahok: Kita Beragama tapi Tak Bertuhan [1 Attachment]

[Attachment(s) from Mang AsKa included below]

Mangga silahkan juragan,
Sayang Prabowo tidak selegowo Megawati padahal Duet Jokohok untuk RI 1 & 2 ini luar biasa sebenernya seharusnya Prabowo jadi Bapak Bangsa, Negarawan saja dan mempersilahkan Kader terbaiknya yaitu AHOK untuk maju, orang-2 yang benar-2 baru dengan semangat baru dan beragam seharusnya bisa menyatukan Indonesia yang dari jaman dahulu kala selalu dipecah belah dengan berbagai konflik kepentingan.

Di Milis sebelah katanya yang bikin menggelikan justru yg para penerima "SPPD" itu distatus BB-nya "Bersyukur dan Barokah" xixixi.

Di beberapa milis Mamang menerima info SARA yang menyampaikan katanya jangan sampai Jakarta dan Indonesia dipimpin oleh orang yg dianggap Kafir xixixi. Pikiran "Nakal" Mamang kadang berfikir Indonesia dan Jakarta sudah dipimpin berkali-2 oleh yang ngakunya tidak Kafir dan hasilnya? Jadi nothing to loose lah, kenapa ngak sekalian dicobain dipimpin oleh orang yg dianggap Kafir sekalian hehehe siapa tahu bener n' malah maju hehehe. Itu buktinya Negara-2 Skandinavia yang pastinya dianggap Kafir pan malah maju kalau me-manage-nya bener mah hehehe.

Terlampir dapet dari Pesbuk kiriman temen xixixi... Selamat Datang di Sumedang Kota OFF-ROAD ya betul... Itu jalan Deandless Sumedang Bandung ancuuuuur lebuuuur dah jadi medan Off-road, lobangnya juara, macetnya kabina-2 dah hehehe. Padahal Mang Aher kurang gimana dia Kiai/ Ustadnya janji Kampanye Infrakstruktur Jabar akan diperbaiki, Pendidikan Gratis dari SD - SMA, buktinya? Infrastruktur Mejuuuus... Pendidikan gratis baru sampe SMP walopun tetep weh ada pungutan tidak benar-2 gratiiis tiiiis hehehe. Itu Jabar bicara Sumedang yang berbatasan langsung dengan Bandung yang merupakan Ibukota Propinsi nah sekarang coba itu bagaimana Jabar Selatan, Sukabumi, Cianjur, Garut hehehe... Padahal woooow keindahan alam Jabar Selatan itu juara, kalau infrastruktur bagus regional economic development pasti bagus hehehe.

Mungkin kedepan Jabar perlu mengundang Gupernur dari Negara Skandinavia sekalian ya hehehe. Biarpun Kafir dan bukan Kiai tapi pan rakyat makmur dan sejahtera, infrastruktur bagus, kesehatan terjamin, pendidikan gratis hehehe.
nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com
From: Yudhi Azfandiari <yudhi <at> itb98.com>
Sender: Senyum-ITB <at> yahoogroups.com
Date: Fri, 25 Apr 2014 07:22:30 +0700
To: Senyum Itb<Senyum-ITB <at> yahoogroups.com>; IA Itb Pusat<IA-ITB <at> yahoogroups.com>; <sinergi-ia-itb <at> yahoogroups.com>
ReplyTo: Senyum-ITB <at> yahoogroups.com
Subject: Re: [Senyum-ITB] Re: Ahok: Kita Beragama tapi Tak Bertuhan

 

Ijin crossposting ya, Mang AsKa...

Ane baca kemarin online dan di twitter.
Emang maknyusssss ini Ahok.

Kalo perlu, jadiin Presiden mungkin lebih cepat bebenah negeri ini.

Yudhi

On Apr 25, 2014 6:03 AM, "Mang AsKa" <dkabayan <at> gmail.com> wrote:
Subhanalloh.... Bravo Ahok, ya betul pisan hakekat beragama adalah di perbuatan.

Bangsa yang sangat kelihatan religius n' Agamis tapi secara De-Facto mejuuuuus hal tersebut terlihat dari Score Corruption Perception Index yang jeblok 30 dari 100 yang terbersih.

Orang beragama seharusnya bertuhan, orang bertuhan seharusnya takut berbuat salah, karena perintah Tuhan mah apanan selalu berbuat baik. Korupsi, Nipu, Maling, dll itu ya kegiatan yg melecehkan keberadaan Tuhan.

Oleh karenanya jadi inget tulisan Teman di FB, "Jepang menyerah setelah Hiroshima dan Nagasaki dihancurkan oleh BOM, Indonesia menyerah dengan "BON" wkkkk. Bon ~ Kwitansi Fiktif utk Mark Up sagalarupa dari mulai SPPD (Surat Perintah Perjalanan Dinas) dll hehehe. Pernah baca di media bagaimana SPPD seorang pegawai itu bisa sebulan bisa berjuta-2 kadang katanya ada yg bertumpuk harinya xixixi. Jadi dua event di tgl yg sama hahaha. Teeeerlaaaluuuu... Padahal banyak sekali yang Haji dan tidak kurang juga jidatnya hitam tetap dengan di BON mah menyerah wkkkk.

Bravo Ahok... Semoga Bangsa Kita kembali beragama dan bertuhan secara sesungguh-2, Insya Alloh pasti makmur :). Caranya salah satunya adalah Stop Penggenangan Jatigede dan Ramaikan Kabuyutan Cipaku yang merupakan tempat dimana Simbol Tuhan Berada, Batu Tunggal, Simbol Ketuhanan Yang Maha Esa, Monotheismeu Purba yang sudah ada sejak Jaman Pra Sejarah, harusnya dikembangkan sebagai pusat pendidikan moral n' spiritual untuk Revolusi Keuyeup Bodas, Revolusi Mental, Moral, Budaya n' Spiritual. Cicingkeun, Pageuhkeun, Kukuhkeun :).

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com

-----Original Message-----
From: "Odjat Sujatnika" <odjat_sujatnika <at> yahoo.com>
Sender: ALUMNI-IPB <at> yahoogroups.com
Date: Thu, 24 Apr 2014 15:50:40
To: Alumni IPB-milis<alumni-ipb <at> yahoogroups.com>
Reply-To: ALUMNI-IPB <at> yahoogroups.com
Subject: [ALUMNI-IPB] Ahok: Kita Beragama tapi Tak Bertuhan

Sebuah otokritik. Suka dg sosok yg satu ini. Apa adanya, lugas, benar.

OS


Ahok: Kita Beragama tapi Tak Bertuhan  
TEMPO.CO - 5 jam yang lalu

https://id.berita.yahoo.com/ahok-kita-beragama-tapi-tak-bertuhan-084006188.html

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku malas menghadiri kegiatan-kegiatan keagamaan di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI. Alasannya, kegiatan keagamaan sering dilakukan tapi kelakuan pegawai Pemprov DKI justru tidak beragama. (Baca: Ditanya Anak SD, Ini Impian Ahok Jadi Wagub)

"Kita ini masih beragama tapi tidak bertuhan," kata Ahok dalam perayaan Paskah Pemprov DKI di Gedung UOB, Kamis, 24 April 2014. Pernyataan itu merujuk pada banyak pegawai Pemprov DKI yang mengaku beragama tapi kelakuannya tidak sesuai dengan tuntutan agama. (Baca: Ahok Klaim Harga Jam Tangannya Rp 20 Juta)

Ahok mengatakan Pemprov DKI sering melaksanakan kegiatan keagamaan yang bisa menelan biaya hingga miliaran rupiah. Pada dasarnya, Ahok tak keberatan. "Maksud kami menyetujui APBD dipakai untuk perayaan agama supaya Bapak-Ibu diingatkan. Siapa tahu di gerejanya lupa diingatkan," katanya. (Baca: Ahok: Kerja Camat Lurah seperti Manajer Wilayah)

Dia mengaku punya harapan besar bagi para pegawai Pemprov DKI, termasuk para pegawai yang beragama Kristen, untuk ikut bersumbangsih pada Jakarta Baru. "Tapi kalau kelakuannya enggak Kristen, copot saja salibnya. Bikin saya malu saja. Atau, KTP-nya dikosongkan saja," katanya.




------------------------------------

Memperkuat Silaturahmi dan Informasi Alumni IPB

Mencari dan Memberi yang Terbaik


To unsubscribe from this group, send an email to:
    ALUMNI-IPB-unsubscribe <at> yahoogroups.comYahoo Groups Links





------------------------------------

***

Senyum-ITB wow! Ajak teman-teman bergabung. Klik http://bit.ly/1agLZ4y :-)
Mudah kok! Manajemen email di milis Senyum-ITB ada di bawah. Dicoba deh :)


Anggota: 9.670                        Diperbarui: 3 Agustus 2013
============================================================
                     *** Senyum-ITB ***
            - Kerjasama merajut Prestasi Dunia -
          Interaksi akrab Masyarakat dan Alumni ITB
   Persahabatan, Ide, Iptek, Desain, Seni, Bisnis, & Kerjasama
           Milis Senyum-ITB: http://yhoo.it/10uohvb
           Portal Senyum-ITB: http://bit.ly/Z1IVsp
        Facebook: Senyum-ITB      Twitter: Senyum-ITB

 Managed by: Senyum-ITB & 99Venus International ( http://yhoo.it/fYDB7B )
============================================================


Mengatur mode terima email dengan ganti-ganti 3 cara terima berikut :
1. Senyum-ITB-normal <at> yahoogroups.com = email terima normal (individual emails)
2. Senyum-ITB-digest <at> yahoogroups.com = email terima ringkasan (daily digest)
3. Senyum-ITB-nomail <at> yahoogroups.com = cuti sementara / baca di web Senyum-ITB

Ganti email / Cara berlangganan :
1. Senyum-ITB-subscribe <at> yahoogroups.com = email berlangganan milis Senyum-ITB
Untuk ganti email, silahkan kirim dari alamat email baru Anda
2. Senyum-ITB-unsubscribe <at> yahoogroups.com = email berhenti dari milis Senyum-ITB
Untuk ganti email, silahkan kirim dari alamat email lama Anda

Manajemen email di milis Senyum-ITB yang lengkap di http://bit.ly/och0xktYahoo Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Senyum-ITB/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Senyum-ITB/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    Senyum-ITB-digest <at> yahoogroups.com
    Senyum-ITB-fullfeatured <at> yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    Senyum-ITB-unsubscribe <at> yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo Groups is subject to:
    https://info.yahoo.com/legal/us/yahoo/utos/terms/



__._,_.___

Attachment(s) from Mang AsKa | View attachments on the web

1 of 1 Photo(s)


__,_._,___
Mang AsKa | 25 Apr 00:42 2014
Picon

Re: Ahok: Kita Beragama tapi Tak Bertuhan

Subhanalloh.... Bravo Ahok, ya betul pisan hakekat beragama adalah di perbuatan.

Bangsa yang sangat kelihatan religius n' Agamis tapi secara De-Facto mejuuuuus hal tersebut terlihat
dari Score Corruption Perception Index yang jeblok 30 dari 100 yang terbersih. 

Orang beragama seharusnya bertuhan, orang bertuhan seharusnya takut berbuat salah, karena perintah
Tuhan mah apanan selalu berbuat baik. Korupsi, Nipu, Maling, dll itu ya kegiatan yg melecehkan
keberadaan Tuhan.

Oleh karenanya jadi inget tulisan Teman di FB, "Jepang menyerah setelah Hiroshima dan Nagasaki
dihancurkan oleh BOM, Indonesia menyerah dengan "BON" wkkkk. Bon ~ Kwitansi Fiktif utk Mark Up
sagalarupa dari mulai SPPD (Surat Perintah Perjalanan Dinas) dll hehehe. Pernah baca di media bagaimana
SPPD seorang pegawai itu bisa sebulan bisa berjuta-2 kadang katanya ada yg bertumpuk harinya xixixi.
Jadi dua event di tgl yg sama hahaha. Teeeerlaaaluuuu... Padahal banyak sekali yang Haji dan tidak kurang
juga jidatnya hitam tetap dengan di BON mah menyerah wkkkk.

Bravo Ahok... Semoga Bangsa Kita kembali beragama dan bertuhan secara sesungguh-2, Insya Alloh pasti
makmur :). Caranya salah satunya adalah Stop Penggenangan Jatigede dan Ramaikan Kabuyutan Cipaku yang
merupakan tempat dimana Simbol Tuhan Berada, Batu Tunggal, Simbol Ketuhanan Yang Maha Esa,
Monotheismeu Purba yang sudah ada sejak Jaman Pra Sejarah, harusnya dikembangkan sebagai pusat
pendidikan moral n' spiritual untuk Revolusi Keuyeup Bodas, Revolusi Mental, Moral, Budaya n'
Spiritual. Cicingkeun, Pageuhkeun, Kukuhkeun :).

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com


-----Original Message-----
From: "Odjat Sujatnika" <odjat_sujatnika <at> yahoo.com>
Sender: ALUMNI-IPB <at> yahoogroups.com
Date: Thu, 24 Apr 2014 15:50:40 
To: Alumni IPB-milis<alumni-ipb <at> yahoogroups.com>
Reply-To: ALUMNI-IPB <at> yahoogroups.com
Subject: [ALUMNI-IPB] Ahok: Kita Beragama tapi Tak Bertuhan

Sebuah otokritik. Suka dg sosok yg satu ini. Apa adanya, lugas, benar.

OS


Ahok: Kita Beragama tapi Tak Bertuhan  
TEMPO.CO - 5 jam yang lalu

https://id.berita.yahoo.com/ahok-kita-beragama-tapi-tak-bertuhan-084006188.html


TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku malas menghadiri
kegiatan-kegiatan keagamaan di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI. Alasannya, kegiatan keagamaan
sering dilakukan tapi kelakuan pegawai Pemprov DKI justru tidak beragama. (Baca: Ditanya Anak SD, Ini
Impian Ahok Jadi Wagub)

"Kita ini masih beragama tapi tidak bertuhan," kata Ahok dalam perayaan Paskah Pemprov DKI di Gedung UOB,
Kamis, 24 April 2014. Pernyataan itu merujuk pada banyak pegawai Pemprov DKI yang mengaku beragama tapi
kelakuannya tidak sesuai dengan tuntutan agama. (Baca: Ahok Klaim Harga Jam Tangannya Rp 20 Juta)

Ahok mengatakan Pemprov DKI sering melaksanakan kegiatan keagamaan yang bisa menelan biaya hingga
miliaran rupiah. Pada dasarnya, Ahok tak keberatan. "Maksud kami menyetujui APBD dipakai untuk
perayaan agama supaya Bapak-Ibu diingatkan. Siapa tahu di gerejanya lupa diingatkan," katanya. (Baca:
Ahok: Kerja Camat Lurah seperti Manajer Wilayah)

Dia mengaku punya harapan besar bagi para pegawai Pemprov DKI, termasuk para pegawai yang beragama
Kristen, untuk ikut bersumbangsih pada Jakarta Baru. "Tapi kalau kelakuannya enggak Kristen, copot
saja salibnya. Bikin saya malu saja. Atau, KTP-nya dikosongkan saja," katanya.



------------------------------------

Memperkuat Silaturahmi dan Informasi Alumni IPB

Mencari dan Memberi yang Terbaik

To unsubscribe from this group, send an email to:
    ALUMNI-IPB-unsubscribe <at> yahoogroups.comYahoo Groups Links

------------------------------------

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/

[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]Yahoo Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    Baraya_Sunda-digest <at> yahoogroups.com 
    Baraya_Sunda-fullfeatured <at> yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    Baraya_Sunda-unsubscribe <at> yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo Groups is subject to:
    https://info.yahoo.com/legal/us/yahoo/utos/terms/

Ki Hasan | 25 Apr 00:26 2014
Picon

US Golongan Pertapa?



Nyaan geuning urang Sunda teh turunan kaom pertapa. Sugan teh ukur beja dina naskah-naskah heubeul. Eta kaom "golongan bodas" dina Pemilu kamari nepi ka aya 9 yutana (28.7%). Mun seug eta sora dipake ngusung Mang Aska jadi caleg, jigana moal hese rek ka Senayan teh.
===

Lebih 9 Juta Penduduk Jabar Golput
JUM'AT, 25 APRIL 2014 | 05:03 WIB

TEMPO.CO , Bandung:Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat merampungkan penghitungan perolehan suara Pemilu Legislatif hari ini, Kamis, 24 April 2014. Ketua KPU Jawa Barat Yayat Hidayat mengatakan, total pemilih yang terdaftar di Jawa Barat, termasuk pemilih tambahannya berjumlah 33.344.717 orang.



"Yang datang  ke TPS mencoblos 23.776.359 orang," kata Yayat selepas Rapat Pleno Rekapitulasi Suara di Sekretariat KPU Jawa Barat di Bandung, Kamis, 24 April 2014.

Dengan begitu partisipasi pemilih di Jawa Barat mencapai 71,3 persen, lebih rendah dibanding angka partisipasi pemilih pada Pemilu Legilatif 2009 yakni 72 persen, serta target KPU Jawa Barat dengan angka partisipasi 76 persen. Dengan demikian, ada 9.568.358 orang pemilih di Jawa Barat tidak menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu Legislatif lalu.

Menurut dia, kendati angka partisipasi turun, angka partisipasi itu lebih baik dibandingkan saat Pemilihan Gubernur lalu yang angka partisipasinya hanya 65 persen. "Apalagi dibandingkan dengan Pemilu Bupati Cirebon hanya 46 persen. Sekarang 71,3 persen,"kata Yayat.

Rapat Pleno Rekapitulasi Suara di hari ketiga membahas soal keberatan partai politik dan calon legislatif DPD soal perolehan suara. Sejumlah keberatan dilayangkan partai politik dan saksi caleg DPD, menyoal perbaikan suara di tingkat KPU kabuapten/kota. Namun, tidak ada yang mengubah perolehan suara.

Satu-satunya perubahan angka yang terjadi justru disebabkan kesalahan ketik operator saat pencatatan hasil penghitungan suara KPU kabupaten/kota saat Rapat Pleno di KPU Jawa Barat. "Ada salah ketik, tapi sudah dibenerin. Operator salah ketik," ujar Yayat.

Yayat mengatakan, kendati hasil penghitungan perolehan bisa disahkan, tapi ada sejumlah catatan menyertainya. Catatan itu disampaikan oleh saksi partai politik, saksi caleg DPD, serta Badan Pengawasan Pemilu Provinsi Jawa Barat.


__._,_.___

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Mang AsKa | 24 Apr 15:35 2014
Picon

Cipaku Semar feat Warren Buffet - Re: [Senyum-ITB] Sunda Galuh VS Majapahit (perang Bubat) [2 Attachments]

[Attachment(s) from Mang AsKa included below]

Tambihan sakedik Kang hehehe... "Nyumput Buni Dinu Caang" sebenernya mah prinsip yang suka disandingkan ka Lurah Semar Badranaya dimana beliau sebenernya Dewa Ismaya yang merupakan Dewa yang paling sakti n' paling ganteng sejagat raya hehehe. Batara Guru pun ngak ada apa-2nya dibanding Dewa Ismaya mah.

Nah Dewa Ismaya dalam rangka menjaga keseimbangan alam dunia ini maka turun ke bumi dari kahyangan dan menyamar menjadi Semar yang memiliki padepokan tea. Nah dalam pewayangan ini Semar biasanya tidak menunjukan kesaktiannya hanya menunjukan sebagai manusia biasa saja sederhana apa adanya namun selalu menolong dan apabila yang lain sudah tidak ada yang bisa menyelesaikan maka Semar lah yang turun tangan. Ketika Semar turun tangan maka biasanya cerita pewayangan pun sudah mencapai titik akhir hehehe karena masalah sudah beres :).

Jadi Semar adalah Figur yang "Nyumput Buni Dinu Caang", tidak menunjukan kesaktian, kehebatannya, hanya memperlihatkan kesederhanaan saja :). Nilai ini sebenernya nilai yang universal pisan ya. Kita mungkin baca Success Story-nya Orang Terkaya Sejagat Raya yaitu Warren Buffet yang walopun orang kaya raya tapi hidupnya sederhana dia tidak mempertontonkan kekayaannya malah banyak melakukan kegiatan-2 pilantrofis kemanusiaan, konon kabarnya dia tidak pernah menggunakan jet pribadi padahal dia punya perusahaan pesawat jet, dia pake mobil tuanya, dia pake rumah yang sama, dll CMIIW. Berbeda sekali dengan masyarakat Indonesia sekarang yang gila KONSUMTIF punya prinsip Biar Tekor Asal Kesohor, Kartu Kredit menjadi kartu ngutang hehehe.

Urang Sunda yang paham akan Kasundaan n' prinsip-2 Sunda akan menerapkan nilai-2 itu diantaranya kesederhanaan, tidak sombong, tidak sok jagoan, dlsb. Prof. Jakob Sumardjo, Guru Besar STSI dan Budayawan Sunda menuliskannya dengan tepat sekali judulnya "Paham Kekuasaan Sunda". http://www.kasundaan.org/id/index.php?option=com_content&view=article&id=192:sunda-jacob&catid=1:berita&Itemid=85

Dengan demikian dasar paham kekuasaan Sunda itu lebih maternal dari pada paternal. Lebih mengasuh, rohani, adat, pikiran daripada sekadar memerintah. Sikap ini juga tercermin dalam silat Sunda yang lebih menyimpan kekuatan dari pada menggunakan kekuatan itu. Silat Sunda itu bageakeun baik untuk dirinya maupun “musuhnya”. Diri sendiri selamat dan yang menyerangnya juga selamat. Yang pertama dilakukan adalah gerak menghindar sekaligus disertai gerak menyerang. Bukan untuk mematikan, tetapi untuk membuat lawan tidak berdaya lagi. Inilah sebabnya pawang pembetul tulang banyak terdapat di kampung-kampung Sunda. Jadi, sikap terhadap kekuatan lebih menyimpan, defensif, daripada menggunakannya dan agresif. Ini tidak berarti bahwa para jawara silat Sunda kurang “berani”, justru sudah melampaui keberanian dan hanya menggunakan kekuatan tersebut apabila lawan memang sudah tak mau dibageakeun. Kekuasaan dan kekuatan itu tak boleh digunakan semena-mena, tetapi demi kesejahteraan bersama, baik dalam maupun luar. Dalam zaman yang semakin menasional dan mengglobal ini, sikap feminin semacam itu memang dapat mengancam kesundaan. Sikap asli yang purba ini ditantang kearifannya dengan gelombang “kuasa laki-laki” yang agresif. Memang tidak mudah. Namun, pemahaman yang lebih mendalam tentang sikap hidup masyarakat Sunda ini perlu dilakukan, sehingga dapat dikenali “kedalaman sejatinya” yang kokoh namun lentur, tetap namun berubah. Feminin tidak berarti lemah, tetapi halus. Yang halus itu bisa kuat. Suatu kekuatan, kekuasaan, yang kokoh namun halus, arif, tinggi.

Nah banyak ramalan/ mithos yang mengungkapkan tentang Ratu Adil baik di Kejawen maupun Kasundaan, dalam Mithos Sunda dari Pantun Buhun Sunda ada Wangsit Siliwangi yang menyebutkan bahwa Negara akan menjadi makmur dan mencapai kesejahteraan apabila Budak Angon yang dibimbing laki-2 berjubah dan berjenggot muncul. Nah sebenernya itu kurang lebih ya Kasemaran itu, orang yang bisa "Nyumput Buni Dinu Caang", Sederhana tapi Bermakna, Tidak banyak AIUEO bla..bla..bla bercuap-2 tapi berkarya nyata saja. Seperti hal nya Rosululloh yang memimpin dengan cara menunjukan contoh-2 aksi nyata keteladanan. Itulah Budak Angon yang merakyat, sederhana tapi bermakna, berbudi luhur, banyak pengalaman, banyak ilmu, bijaksana, dll. Manusia yang punya karakter Juara, Cageur, Bageur, Bener, Singer, Pinter, Tanjeur, Teger, dan Wanter; Nyantri, Nyunda, Nyakola ~ Beragama, Berbudaya, Berpendidikan tea :). Tukuh pengkuh, teu galideur :).

Menurut Kasepuhan Cipaku itulah manusia sesungguhnya dan dalam Sasakala Jatigede Sangkuriang Kabeurangan saat ini adalah sudah akhir jaman dimana Sangkuriang sudah hampir jadi membangun bendungan tinggal menenggelamkan Situs Kabuyutan yang merupakan Simbol Kebaikan, nah namun gagal karena tadi itu Dahyang Sumbi ingat akan peninggalan leluhurnya yaitu BOEH RARANG, ketika Boeh Rarang dikelebetkeun/ dikibarkan maka habislah gelap terbitlah terang, itulah PENCERAHAN tea. Ya Bangsa ini butuh pencerahan/ pendidikan moral n' spiritual untuk kembali lagi ke fitrah-nya manusia bukan sebagai Sangkuriang yang tega meniduri Ibunya sendiri (simbol bejatnya moral) tetapi sebagai manusia yang beragama, berbudaya, dan berpendidikan :).

Nah sayangnya "Boeh Rarang" di Indonesia ini "mahal" harganya dan dikomersilkan hehehe... Pendidikan kan sudah menjadi Industri dimana yang dicari adalah keuntungan sedemikian sehingga barangkali perlu peran serta kita semua untuk mengibarkan boeh rarang agar tadi itu ada "Revolusi Budaya n' Moral" tumbuh lagi budaya malu untuk maling, budaya malu korupsi, budaya malu nipu, dlsb.

Majapahit n' Sunda mah sebenernya sodara hehehe... Memang pada waktu itu upaya pulitik global yang ingin menghancurkan Kerajaan-2 Nusantara, caranya ya dengan dipecah belah, agar tidak ada persatuan antara Sunda dan Majapahit. Coba perhatikan tidak terlalu lama setelahnya Majapahit tenggelam hancur duluan dan last but not least setelahnya Sunda Pajajaran juga ikut tenggelam hehehe. Tapi no problemo sebenernya yang paling penting dari Sunda adalah bukan kerajaan-2nya nilai-2 budaya yang ajib surajib justru adanya di Kabuyutan yang sangat dilindungi dan di Jaga oleh para Raja, sesuai Amanah Galunggung Resi Guru Darmasiksa, barang siapa pemimpin yang tidak bisa menjaga kabuyutannya maka lebih hina dari kulit lasung/ musang yang dibuang ke tempat sampah. Karena di Kabuyutan itulah moral n' spiritual digembleng :).

Kabuyutannya dimana saja? Menurut Amanah Buyut Kanekes Baduy dan Amanah Tajimalela... Buyut anu dititipkeun ka puun, Nusa telung puluh telu, bangawan sawidak lima, n' pancer salawe nagara. Kabuyutan yang dititipkan kepada Pemimpin adalah Nusa 33, Sungai 65, dan Nagara 25. Menurut Prof Jakob Sumardjo maknanya kurang lebih adalah Sasaka Domas (Domas ~ Dua Omas, Satu Omas ~ 400, jadi 800), jadi ada 800 Kabuyutan yg harus dijaga. 800 itu sesuai amanah buyut yaitu ... 32 x 25. Nah menurut Kasepuhan Kabuyutan Cipaku ada banyak Cipaku salah satunya adalah Kabuyutan Cipaku Sumedang yang merupakan Kampung Buhun Tritangtu, Berlahan Subur, Memiliki Hutan Rimbun, Cagar Budaya Bernilai Luhur yang sudah ada sejak jaman pra sejarah yang akan ditenggelamkan oleh Lumpur Bendungan Jatigede. Lemah Sagandu Diganggu Balai Sadunya, Kabuyutan Cipaku Diganggu Bencana Bagi Dunia. Jadi manusia yang tidak bermoral maka kencenderungannya membuat kerusakan/ bencana bagi dunia. Itulah yang terjadi di Indonesia sekarang. Banjir longsor langganan bukan bencana alam tapi sebenernya bencana yg didisain sendiri akibat kita tidak bermoral menjaga lingkungan kita sendiri.

Jadi kalau Indonesia mau maju maka langkah awal yang bisa dilakukan adalah menghentikan upaya penenggelaman Lemah Sagandu Kabuyutan Cipaku dan kemudian mengembangkannya menjadi Pusat Pendidikan Moral & Spiritual Bangsa Indonesia yang GRATIS dan dibiayai sepenuhnya oleh negara, tanpa KKN dari mulai SD, SMP, SMA, sampai ke Kuliah.
nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com
From: Ridwan Farid <rifa.ganesha <at> gmail.com>
Sender: Senyum-ITB <at> yahoogroups.com
Date: Thu, 24 Apr 2014 16:23:48 +0700
To: sinergi-ia-itb <at> yahoogroups.com<sinergi-ia-itb <at> yahoogroups.com>; Ia-Itb milis<IA-ITB <at> yahoogroups.com>; Senyum itb<Senyum-ITB <at> yahoogroups.com>
ReplyTo: Senyum-ITB <at> yahoogroups.com
Subject: [Senyum-ITB] Sunda Galuh VS Majapahit (perang Bubat)

 

Minggu lalu waktu ketemu teman2 dari milis itb2itb.ac.id, dan salah satu topiknya berbicara mengenai majapahit, perang bubat dll. Saya cukup surprise (karena gak doyan sejarah),  kalo dikatakan secara kekuatan majapahit sangat  jauh di atas kerajaan Sunda galuh. Dan satu2nya alasan majapahit tidak memerangi Kerajaan Sunda Galuh adalah karena ada hubungan kekerabatan.

Saya agak, sangsi dengan pendapat ini, karena faktanya bukan hanya Majapahit yang tidak menyerang Sunda Galuh..tapi juga sriwijaya (?).

Dari hasil tanya teman2..katanya ada satu ajian yang bikin Kerajaan Sunda Galuh bertahan cukup lama yaitu "Ajian" Nyumput Binu dina Caang" (bersembunyi di tempat yang terang)

Baca2 diinternet dikatakan bahwa "Ajian" itu adalah prinsip hidup yang sangat luhur.. Bahwa hidup ini itu jangan mengandalkan orang lain dan jangan membuat air mejadi keruh buat orang lain.  Detailnya bisa dilihat di sini http://mandeniz.blogspot.com/2012/05/nyumput-dinu-caang.html
Jadi prinsip masyarakat sunda galuh adalah berusaha tidak mencari masalah buat orang lain dan berteman dengan semua orang.

Pantas saja tidak ada ada yang mau nyerang, padahal sejak jaman itu kerajaan Sunda Galuh sudah menjadi exportir hasil bumi ke seluruh dunia, yang rawan untuk dikuasi.


Disitu dijelaskan mengenai sikap kesatrian dari Tentara Kerjaan Sunda Galuh termasuk rajanya yang rela mati untuk mempertahankan kehormatan dan tidak melarikan diri, padahal kekuatannya tidak seimbang.  Dan persitiwa ini lambat laun menyebabkan majapahit akhirnya menuju masa kehancuran karena sang Patih Gajah Mada yang dipesalahkan dan mengasingkan diri.

Bravo Sunda Galuh.. !!!

RiFa TeA-GL95


__._,_.___

Attachment(s) from Mang AsKa | View attachments on the web

2 of 2 Photo(s)


__,_._,___
Waluya | 24 Apr 05:12 2014
Picon

Aceng Fikri & Pelawak

Masih emut ka mantan Bupati Garut Aceng Fikri nu dieureunkeun paksa
kulantaran kawin kilatna? Kuring kakara apal Aceng Fikri nyalon jadi
anggtota DPD ti Jawa Barat, waktu pas pemilu we, nempo dina daftar calon DPD
nu ditempel. Mimiti mah teu apal ka calon nomer hiji teh, sabab make aran
lengkep  H. Aceng Holil Munawar Fikri , S.ag. Ngan aya tatangga noel bari
seuri: "Bade milih nomer hiji, Aceng Fikiri, Pa?". 

"Hah ... Aceng Fikri?", ceuk kuring teh rada tarik. Ibu-ibu nu sarua keur
narungguan arek nyolok, ngadenge Aceng Fikri disebut-sebut, langsung
ngariung narempo daftar calon DPD bari ngararomong:  "Mana...mana Aceng
Fikri, ....Ih amit-amit jabang bayi", cenah. Kuring ukur nyenghel seuri,
biasa ibu-ibu mah.  Kuring teu apal saha nu meunang di TPS tempat kuring
nyolok, sabab beres nyolok kuring langsung kabur ka Sumedang, meumpeung teu
macet di jalan.

Tah ayeuna, hasil tina perhitungan KPU Jabar, aya kamungkinan Aceng Fikri
kapilih jadi anggota DPD Jawa Barat, manehna aya di posisi katilu. Hebat teu
nyangka eta batur, bisa ngelehkeun para inohong Jabar nu sejen.  Nu hebat
deui, di posisi kadua cenah mah dimeunangkeun ku pelawak Oni Sumarwan , nu
nandakeun urang sunda mah tukang heureuy kabeh .....hahahaha

http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/04/24/269572806/Peluang-Aceng-Fikri-Ma
suk-DPD-Cukup-Besar

WLY

------------------------------------

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/

[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]Yahoo Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    Baraya_Sunda-digest <at> yahoogroups.com 
    Baraya_Sunda-fullfeatured <at> yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    Baraya_Sunda-unsubscribe <at> yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo Groups is subject to:
    https://info.yahoo.com/legal/us/yahoo/utos/terms/

Rahman | 22 Apr 13:25 2014
Picon

Fw: File - Aturan mairan imel.doc



On Thursday, April 17, 2014 7:44 AM, "sofiyah_prilestari <at> yahoo.com" <sofiyah_prilestari <at> yahoo.com> wrote:
Assalamualikum
Hari Jumat 18 April kami mau berkunjung ke bandung utk liputan wisata religi dan kuliner bandung. Saya ingin berkunjung juga dgn komunitas internasional urang sunda. Bagimana dan dimana alamatnya. Mohon dibantu.. Terimakasih
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Baraya_Sunda Moderator <Baraya_Sunda-owner <at> yahoogroups.com>
Date: 17 Apr 2014 03:56:42
To: <sofiyah_prilestari <at> yahoo.com>
Subject: File - Aturan mairan imel.doc



File        : Aturan mairan imel.doc
Description : tatacara mairan imel

Your use of Yahoo Groups is subject to https://info.yahoo.com/legal/us/yahoo/utos/terms/






__._,_.___

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Mang AsKa | 18 Apr 17:17 2014
Picon

Seni Terbang dan Hadroh [1 Attachment]

<*>[Attachment(s) from Mang AsKa included below]

Wilujeng wengi..... Ti Kabuyutan Cipaku... Ngalestarikeun Seni Terbang n' Hadroh :).

Ajiiiib pisan lagu-2na nyunda pisan... Kadang dicampur dangdut oge.... Dzikir n' Shalawat (y). 

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com

<*>Attachment(s) from Mang AsKa:

<*> 1 of 1 Photo(s)
https://groups.yahoo.com/neo/groups/Baraya_Sunda/attachments/788472049;_ylc=X3oDMTJyb2M0ZHB0BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEzNzQ3MDg1BGdycHNwSWQDMTcwNTMyOTcyOQRzZWMDYXR0YWNobWVudARzbGsDdmlld09uV2ViBHN0aW1lAzEzOTc4MzQ2MTE- 
  <*> IMG-20140418-15929.jpg

------------------------------------

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/

[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]Yahoo Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    Baraya_Sunda-digest <at> yahoogroups.com 
    Baraya_Sunda-fullfeatured <at> yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    Baraya_Sunda-unsubscribe <at> yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo Groups is subject to:
    https://info.yahoo.com/legal/us/yahoo/utos/terms/

Mang AsKa | 16 Apr 15:33 2014
Picon

Komunitas Urang Sunda di Bali - Fw: Kasundaan:

Cik sugan aya anu apal.... Komunitas Urang Sunda di Bali dimana tempatna?

------Original Message------
From: gematelkom94 <at> kasundaan.org
To: kuncen <at> kasundaan.org
Subject: Kasundaan:
Sent: Apr 16, 2014 20:14

This is an enquiry e-mail via http://www.kasundaan.org/id/ from:
Gema Bimantara <gematelkom94 <at> gmail.com>

Assalamualaikum wr.wb .
.kang bde naroskn, ai komunitas urng sunda d bali th d daerah naon .
 ieu abi Gema ti Majalengka, tos dugi 2 taun d bali .

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com

------------------------------------

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/

[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]Yahoo Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    Baraya_Sunda-digest <at> yahoogroups.com 
    Baraya_Sunda-fullfeatured <at> yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    Baraya_Sunda-unsubscribe <at> yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo Groups is subject to:
    https://info.yahoo.com/legal/us/yahoo/utos/terms/

Mang AsKa | 16 Apr 07:27 2014
Picon

Kuda Renggong Entrepreneurship Ala Pangeran Mekah

Oms n' Tangteus,
Wilujeng rebo Nyunda :).

Dalam rangka melestarikan peninggalan leluhur, ngamumule budaya urang, hari Sabtu tgl 19 April ini Insya
Alloh Mamang akan mengadakan syukuran Khitanan Anak Mamang kebetulan Kakeknya anak-2 menyiapkan acara
Kuda Renggong yang insya Alloh akan dimeriahkan oleh 7 kuda iring-2an di Kampung Budaya Cipaku :). 

Acara dimulai dari malem Sabtu yaitu Tabligh Akbar dari Ustad Kampung xixixi bukan Al Ustad Al Mukarom Al
Exis yg bayarannya mahal xixixi... Tapi Ustad sederhana tapi insya Alloh cukup banyak ilmunya mah hehehe.

Sabtu pagi iring-2an Kariaan Anak-2, yang 2 kuda utk anak-2 Mamang dan 5 lainnya anak-2 tetangga yang
kebetulan barengan ikut memeriahkan :). Nah kuda ini akan mengelilingi kampung mengunjungi dan
berakhir Situs Astana Gede Lembu Agung :).

Kalau tertarik ingin melihat Kesenian Kuda Renggong Khas Sumedang Larang, mangga welcome untuk datang
:).  

Kuda Renggong ini salah satu karya besar Pangeran Aria Suriaatmaja dimana beliau seorang entrepreneur
yang juara. Beliau pendiri cikal bakal BRI, mengembangkan Sekolah Pertanian yang menjadi cikal bakal
UNWIM, dll. Kuda biasa secara ekonomi kurang begitu bernilai paling banter jadi dokar/ kereta kuda, nah
beliau berfikir bagaimana caranya kuda-2 yang ada di Sumedang ini memiliki nilai tambah, jadi
dikembangkan lah Kuda Renggong dimana kuda-2 dilatih supaya bisa menari, dll. Tentunya para peternak
kuda menjadi ada sumber tambahan pendapatan, begitu juga dengan armada/ nayaga pengiringnya satu grup
kuda renggong ini bisa terdiri dari 20 orang, bisa dibayangkan nilai ekonomi yang tercipta, menghidupi
20 keluarga. Alhamdulillah kesenian ini sampai sekarang masih terjaga kelestariannya ditengah
  hiruk pikuk KPOP dll. 

Pun sapun kaluluhuran... Alfatihah kanggo Pangeran Aria Suryaatmaja yang dijuliki Pangeran Mekah
karena beliau seorang pangeran yg taat beribadah. Beliau juga yang memotivasi Ong Bungkeng seorang
etnis tionghoa mengembangkan Tahu Sumedang, ketika itu Ong Bungkeng memasak tahu, dan karena pangeran
Aria senang blusukan dia pas lewat dicobainlah itu tahu wooow renyah dan gurih rasanya. Beliau yang
kemudian menyemangati Ong Bungkeng utk fokus usaha mengembangkan tahu Sumedang. Beliau seorang Muslim
yang taat bahkan dijuluki Pangeran Mekah tapi tidak ada sedikitpun pikiran RASIS/ SARA. Sampai sekarang
Tahu Sumedang terkenal diseluruh penjuru Indonesia. Multiplier effect yang diciptakan juara pisan.
Subhanalloh :). Inilah barangkali pelaksanaan Regional Economic Development... Sayangnya kedelain
 ya kalau dulu mah menanam sendiri, sekarang mah impooor poooor hehehe.  

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com

------------------------------------

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/

[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]Yahoo Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    Baraya_Sunda-digest <at> yahoogroups.com 
    Baraya_Sunda-fullfeatured <at> yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    Baraya_Sunda-unsubscribe <at> yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo Groups is subject to:
    https://info.yahoo.com/legal/us/yahoo/utos/terms/

Mang AsKa | 14 Apr 08:09 2014
Picon

Re: Urang Sunda? - Re: [KOTA-BOGOR] Kumaha ieu calon wakil rakyat orang sunda.



Hehehe Kang Gun mah mikir begitu da dari perspektif Kang Gun yang beragama Islam hehehe... Islam itu adalah "jengkol"... Kang Gun tidak merasakan sudah makan jengkol dan hanya mikirin Kang Gun saja padahal ngabauan ka nu teu makan jengkol soalna pipisna sembarangan hehehe. Kalau makan jengkol tidak pipis sembarangan pipis di WC sendiri mah ngak masalah Kang Gun. Oleh karena itu Ageman mah urusan pribados, makan jengkol pipislah di WC sendiri hehehe.

Yang meyakini Ageman Sunda itu 1900-an mah perspektif Kang Gun hehehe. Karena itulah mereka merasa disisihkan karena Kang Gun sendiri yang beragama Islam menyisihkan mereka tidak memberikan kesempatan mereka menunjukan eksistensinya padahal mereka makan jengkol pipis di rumahnya sendiri... Mereka Beragama Sunda dan Menuliskan di KTP-nya Sendiri bukan di KTP-nya Kang Gun hehehe.

Konon ada 500-an etnic di Indonesia... Sebut lah menjadi ada 1000-an pun Agama yang ditulis di KTP-nya masing-2 tidak masalah selama menulisnya di KTP masing-2 pan namanya juga KTP teh Identitas Pribadi hehehe. Apa salahnya dan susahnya petugas KTP membuat list kolom Agama sesuai list Agama... Katakanlah ada 1000 list apalagi sekarang Computerized. Atau kalau mau fair mending dihapus saja kolom ageman di KTP hehehe.

Cobi Kang Gun gunakan prinsip "Ngaragap Hate Batur", Kang Gun posisikan hati dan pikiran Kang Gun sebagai penganut Ageman Sunda deh hehehe. Kalau Kang Gun care cobi main ketemu sama Kang Engkus dan komunitas yang mengagem Ageman Sunda, dengarkan mereka dan rasakan apa yang mereka rasakan :).

Bayangkan saja Kang Gun... Menganut Agama Sunda yang Fanatik... Pas datang ke Kelurahan mau bikin KTP eiiit kata petugas tidak bisa menulis Agama kamu tidak ada dalam daftar... Silahkan pilih yang ada di list saja? Pas menikah tidak ada KUA Agama Sunda jadi menikahnya harus ka Kantor Catatan Sipil hehehe. Itu sekarang sudah bisa kata Kang Engkus yang pengagem Ageman Sunda dulu mah tidak bisa.

Agama Islam itu yang Mamang pahami mengedepankan toleransi beragama hal tersebut sejalan dengan prinsip Bhinekka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi satu juga... Keberagaman bukan keseragaman. Senang makan jengkol dan tidak membaui oleh orang lain hehehe. Bagimu agamamu bagi ku agama ku. La ikro piddin... Tidak ada paksaan dalam agama. Rosululloh SAW tidak pernah memaksakan orang utk memeluk Agama Islam... Pamannya sendiripun tidak pernah dipaksa menganut Islam... Pamannya yang melindunginya tetap beragama non Islam sampai akhir hayatnya. Rosululloh tetap mencintainya dan menghargainya.

Ini hanya perenungan saja untuk kita Umat Islam, jangan-2 Islam dengan To'a nya dan Masjid Al'Jaring-nya yg minta-2 recehan utk membangun mesjid jangan-2 telah "menyebar bau jengkol" ke penganut agama lain hehehe. Memangnya pengguna jalan raya itu agama Islam saja?

Jangan-2 Pak San dengan imel-2 dari Islam Garis Keras telah menyebarkan bau jengkol ke penganut Agama lain... Terbukti pan banyak yang complaint hehehe.

Jadi kata leluhur juga... Jadi Jalma Kudu Bisa Ngaragap Hate Batur hehehe. Always listening... Always understanding xixixi.
nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com
From: Gunawan Yusuf Miarsadireja <gunawan_yusuf <at> yahoo.com>
Sender: KOTA-BOGOR <at> yahoogroups.com
Date: Mon, 14 Apr 2014 09:09:00 +0800 (SGT)
To: KOTA-BOGOR <at> yahoogroups.com<KOTA-BOGOR <at> yahoogroups.com>
ReplyTo: KOTA-BOGOR <at> yahoogroups.com
Subject: Re: Urang Sunda? - Re: [KOTA-BOGOR] Kumaha ieu calon wakil rakyat orang sunda.

 

tah lamun sebuah komunitas nuntut dituliskan agama sunda di ktp, nanti juga ada tuntutan dari agama orang, batak, lampung, bengkulu, madura, bugis, papua, ambon akhirnya ada tuntutan juga orang diluar orang sunda harus keluar dari tatar sunda, orang papua juga akan ngusir etnis diluar papua, tungtuna mah pasea sa nkri, faktanya itu bukan agama sunda yang diagem leluhur sunda seperti baduy, tapi komunitas kepercayaan yg lahir taun 1900-an kepercayaan ini diambil dari ajaran islam, hindu, dan budaya sunda, kepercayaan ini mengganggap islam agama impor orang arab, kristen agama impor eropa, hindu agama impor india, setiap warga negara dibebaskan makan apa saja yang dia suka  tapi jika anda hobi makan jengkol harus hati hati dengan baunya jangan mentang mentang dibebaskan jadi mengganggu  orang lain dengan baunya terutama saat kencing jangan sampai orang lain terganggu

On Sunday, April 13, 2014 4:48 AM, Mang AsKa <dkabayan <at> gmail.com> wrote:
 
Ngak salah Kang Gun?... Lainna kumaha batur n' sumuhun dawuh, banyaknya cuman jadi acung wungkul wkkkk.

Kumaha kuring mah bagus atuh hehehe... My life my adventure... One Life Live it! Make my own destiny itu bagus pisan teu diatur ku batur hehehe.

Nah kalau hidup ditentukan oleh orang lain apalagi diatur orang lain itu yang riweuh? Jadinya cuman jadi Acung xixixi.

Yang menarik Kang Gun... Urang Sunda katanya No-2 ya... Tapi the most critical place NKRI ini ada di Tatar Sunda ya? DKI Jakarta itu wilayah dahulunya di Tatar Sunda... Center of Sundaland tea. Nah mestinya kan kalau Indonesia dikondisikan pada awalnya dari Ex Majapahit ataupun Mataram... Maka kalau ngak lokasi Ibukota itu ada di Surabaya atau ada di Jogjakarta?

Bahkan Joyoboyo pun meramalkan Presiden Indonesia 2014 itu berdasarkan NOTONOGORO maka Ro terakhir adalah ROMA IRAMA xixixixi.... itu Urang Tasik n' Bogor hehehe. Urang Sunda tah hahaha walopun sigana Roma Irama sorangan teu ngarasa jadi Urang Sunda wkkkk. Just kidding hehehe.

Ada apa di Sunda? Sedemikian sehingga the most strategic place of Indonesia tetap remain berada di Tatar Sunda?

Sunda pada awalnya secara budaya egaliter pisan... Ke siapapun sama, satu level bahasa.... Aing Siya hehehe. Tidak ada perbedaan undak usuk bahasa semuanya sama... Sekarang dibagi euy jadi 3 level tea hehehe. Jadi Feodal hehehe.

Nah "penjajahan" cultural dilakukan merubah bahwa Aing Siya itu kasar hehehe... Agama asli Urang Sunda aja tidak diakui oleh Bangsa Indonesia ini di list daftar KTP ngak ada Agama Sunda masuk hehehe. Jadi memang diposisikan lemah, hina, kasar, rakyat jelata, dan miskin hehehe. Hilang kepercayaan diri ya sudah selamanya akan terjajah teyuuus hehehe. Nama aja sudah tidak mau pake nama Sunda hehehe... Musik, Makanan, Minuman, Pakean, dlsb.

Urang Sunda kamarana? Seperti kata Pak Ustad... Jangan tanya apa yang bisa didapatkan dari Sunda... Tapi Apa yang bisa diberikan oleh kita untuk Sunda.

Jadi meureun rather than kita ini kukulutus... Urang Sunda Pa Aing- aing hehehe... Meureun leuwih hade naun anu bisa dilakukeun ku aing supaya teu pa aing-aing hehehe.

Sekarang dibalik pertanyaannya yang ngaku atau merasa diri dan percaya diri menjadi Urang Sunda ini berapa banyak hehehe. Pertanyaannya dimulai dari diri sendiri, dari sekarang juga, dan dari hal- hal yang kecil... Apa yang sudah kita lakukan untuk Kasundaan hehehe. Atau jangan kasundaan lah terlalu dalem... Susundaan weh heula hehehe. Naha siya geus ngarasa bangga/ reueus jadi Urang Sunda?

Apa yang Mamang sudah lakukan untuk Susundaan saat ini alhamdulillah:

1. Bikin Saung Budaya Sunda ala Balong Kabayan, mimpi Tugas Akhir Mamang dulu... Harapannya jadi tempat Introducing n' Promoting Susundaan All Over The world xixixi. Alhamdulillah berkat dukungan Kang Tantan... Murid-2nya dari UIN Jakarta diajak Kuliah Umum tentang Ekologi Manusia, Peran Serta Kabuyutan dalam menjaga lingkungan :). Menumbuhkan kembali Ethos Sunda ka balarea: Nyantri, Nyunda, Nyakola ~ Beragama, Berbudaya, Berpendidikan... Nyunda: Cageur, Bageur, Bener, Singer, Pinter, Teger, Tanjeur, n' Wanter :).

2. Menyelamatkan Kabuyutan Sunda yang masih tersisa, http://www.facebook.com/savejatigede/ sesuai kepada Amanah Buyut, Sasaka Domas, ada 800 Kabuyutan yang harus ditemukan, dijaga, n' dilestarikan. Cipaku ada dimana-2 ternyata merupakan Pusat dari Mandala hehehe. Papat kalima pancer tea :). 33 Nusa, Pusat 25 Nagara... Cipaku adalah Pusat 25 Nagara... Jadi semestinya minimal ada 8 Cipaku dan atau 32 Cipaku :). Yuuuu aaaah mari kita hayuuu.... Diulik... Diulik ajaaa :). Ngak peduli rek diseungseurikeun batur... Dihina... Kajeuuuun... Tukuh, pengkuh... Persistent weh hehehe. Dina konsep Marketing aya anu namina AIDA... Attention, Interest, Disire, Action... Nah tahap pertama ini meng-grab Attention heula lah.

3. Membangun kepercayaan diri, Self Esteem Bangsa Sunda Khususnya dan Indonesia Umumnya agar memiliki kepercayaan diri kembali dengan cara Facing Globalization By Local Empowering, menghadapi tangtangan gombalisasi dengan pemberdayaan n' pengembangan kearifan lokal. Promoting Diversity... Keberagaman bukan Keseragaman :).

Hanya sedikit pisan ternyata.... Tapi kata Aa Gym juga pan... Mulailah dari hal yang kecil, mulai dari diri sendiri, dan mulai sekarang juga :).

Yuuuu aaaah mari kita hayuuuu :).
nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com
From: Gunawan Yusuf Miarsadireja <gunawan_yusuf <at> yahoo.com>
Sender: KOTA-BOGOR <at> yahoogroups.com
Date: Sat, 12 Apr 2014 09:19:56 +0800 (SGT)
To: KOTA-BOGOR <at> yahoogroups.com<KOTA-BOGOR <at> yahoogroups.com>
ReplyTo: KOTA-BOGOR <at> yahoogroups.com
Subject: Re: [KOTA-BOGOR] Kumaha ieu calon wakil rakyat orang sunda.

 
urang sunda menempati no 2 jumlahnya di nkri, tapi kiprahnya melempem masih kalah jauh dibanding etnis lain yang lebih sedikit, penyebabnya bukan kalah pintar bukan pula kalah rajin, tapi hirupnya loba kumaha kuring, urang batak dimana mana dulur aing, tapi urang sunda dimana mana pa aing aing

On Saturday, April 12, 2014 7:27 AM, sanusi hamim <sanusi6998 <at> gmail.com> wrote:
 
JALALUDDIN RAKHMAT DENGAN 4 GELAR PALSU
Dari 4 gelar yang diklaim oleh Jalaluddin Rakhmat dimulai dari jenjang pendidikan S2 sampai gelar Guru Besar semuanya bermasalah. Dengan rincian, Gelar S2 dari IOWA State University belum disetarakan, hal ini mengakibatkan program doktoralnya di UIN Alauddin Makassar tersendat. Gelar S3 dari Australian National Univeristy, gelar S3 dari Distance Learning Institute, dan gelar Guru Besar dari Unpad Bandung adalah gelar dan/atau ijazah palsu
Syamsuddin Baharuddin, Ketua IJABI Pusat, pada 21 Mei 2012 (waktu itu masih Ketua PW IJABI Sulsel) membela Ustadznya melalui “Surat dari Pembaca” di Harian Fajar Makassar dengan mengatakan,
“Keberadaan gelar-gelar akademik itu tidak menambah besar reputasi Beliau, karena kebesaran Beliau tidak terletak pada gelar-gelar akademiknya. Gelar itu tidak menghias dirinya. Dirinyalah yang menghias gelar itu.”
Mari kita lihat bagaimana dirinya menghias gelar-gelar itu.
Pengakuan
Buku “Tafsir Kebahagiaan” dan “Doa Bukan Lampu Aladin”, keduanya karya Jalaluddin Rakhmat, disebutkan bahwa suami Emilia itu lulus dari IOWA State University New York pada tahun 1981 untuk gelar pendidikan S2 nya.
Sedangkan dalam buku “Dakwah Sufistik Kang Jalal”, lewat wawancara pribadi, ia mengaku lulus doktor di Australian National University lalu kemudian pada Oktober 2001 dikukuhkan sebagai guru besar ilmu komunikasi pada Universitas Padjadjaran Bandung.
Kemudian di hadapan penyidik Polrestabes Makassar ia menyerahkan ijazah S3 dari Distance Learning Institute. Begitu juga dalam buku, “Jalan Rahmat Mengetuk Pintu Tuhan”, dalam setiap lembarnya disertakan nama Kang Jalal lengkap dengan titelnya, “Dr. Jalaluddin Rakhmat, M.Sc.,”
Dari pengakuan-pengakuan ini total gelar beliau ada empat. S2 dari IOWA State University, S3 dari Australian National University dan Distance Learning Institute. Lalu gelar guru besar dengan titel “professor” diperolehnya dari Universitas Padjadjaran Bandung.
Kumpulan pengakuannya ataupun gelarnya yang ditulis oleh orang lain namun ia diamkan Anda bisa lihat disini: http://www.lppimakassar.com/2013/10/lppi-laporkan-pentolan-syiah-jalaluddin.html
Faktanya bisa Anda bandingkan berikut ini,
Gelar S2
Pendidikan S2 beliau tempuh di New York, Amerika Serikat. Selesai disana dengan predikat Magna Cum Laude. Sayangnya ijazah tersebut masuk ke Indonesia dengan tanpa melakukan penyetaraan. Sehingga, dengan ijazah bermasalah itu (bukan ijazah palsu) program doktoralnya di UIN Alauddin Makassar untuk sementara dihentikan sampai ia menyetarakannya di DIKTI Kemendikbud. Baca:http://www.lppimakassar.com/2014/03/ijazah-s2-bermasalah-doktoral.html
Gelar S3
Pertama, ditempuh di Australian National University. Dan menurut buku “Dakwah Sufistik Kang Jalal” ia selesai disana. Sumber dari Kang Jalal sendiri melalui wawancara pribadi.
Selain Surat DIKTI menyebutkan bahwa ia belum menyetarakan ijazah doktornya, beberapa sumber bahkan menyebutkan bahwa ia tidak selesai disana (Baca disini: http://www.lppimakassar.com/2012/11/orang-syiah-indonesia-mengambil-agama.html). Yang pertama keterangan dari Prof. Azyumardi Azra, beliau mengatakan “Kang Jalal Belum Memiliki Kualifikasi S3.” Pernyataan ini dimuat pada laman UIN Online (UIN Alauddin) pada 13 Desember 2012. Berikutnya Wakil Rektor Universitas Az-Zahra, Taufan Maulamin, menyebut Kang Jalal dengan sebutan “Cacat Akademik” (Baca disini: http://www.islampos.com/wakil-rektor-universitas-azzahra-apresiasi-langkah-rektor-unj-tolak-syiah-73222/)
Dan terakhir, Zulkifli, mahasiswa Universitas Leiden Belanda sekaligus penulis disertasi The Struggle Of Shi’s in Indonesia menyebut Jalaluddin Rakhmat,
“Finally, in 1994 Jalaluddin Rakhmat took Political Science as his PhD major at the Australian National University, but as yet his study is not completed. As with Husein Shahab, he is wrongly perceived to have completed his PhD, a mistake which in beneficial his position within the shi’i community.” (“Akhirnya, pada tahun 1994 Jalaluddin Rakhmat mengambil PhD Ilmu Politik sebagai spesialisasinya di Universitas Nasional Australia, tapi studinya belum tidak selesai. Seperti Husein Shahab, dia keliru dianggap telah menyelesaikan PhD-nya, kesalahan yang menguntungkan dalam posisinya dalam komunitas Syi’ah. “) Pada hal. 76, disertasi ini bisa Anda lihat secara online disini: 
Karena itu, jangankan memiliki gelar S3 dari Australia, selesaipun tidak.
Kedua, S3 kedua ia peroleh pada tahun 1999 dari Distance Learning Institute IPWI dengan bukti fotocopy ijazah yang diperlihatkannya di hadapan Penyidik Polrestabes Makassar.
Namun menurut keterangan DIKTI dengan nomor surat 0780/E3/2/2014 tertanggal 12 Februari 2014, Distance Learning Institute Pengembangan Wiraswasta Indonesia (IPWI) tidak pernah diberikan ijin penyelenggaraan pendidikan S3. (Lihat scannya disini: http://koepas.org/images/Cacat%20S3%20Jalal.jpg) Karena itu ijazah Jalaluddin Rakhmat yang berasal dari lembaga pendidikan tersebut adalah gelar aspal (asli tapi palsu).
Surat DIKTI ini lalu diprotes oleh sebagian kalangan karena janggal pada penanggalan suratnya. Surat LPPI Makassar yang memohon klarifikasi bertanggal 13 februari 2014 sedangkan surat balasannya dari DIKTI bertanggal 12 Februari 2014. Mestinya surat balasan tersebut tiba setelah tanggal 13, atau minimal pada hari yang sama. Kami baru sadar setelah surat ini tersebar luas. Tanpa berlama-lama, akhirnya DIKTI mengirimkan kembali surat dengan nomor 1284/E3.2/2014 untuk meralat surat sebelumnya.
“Terkait surat kami No. 07880/E3.2/2014 tanggal 12 Februari 2014 perihal permohonan klarifikasi/verifikasi ijazah an. Jalaluddin Rakhmat, bersama ini kami sampaikan ralat bahwa surat tersebut sebagai jawaban atas surat dari Ketua LPPI No 299/B/LPPI-PIBT/II/2014 tanggal 3 Februari 2014 bukan 13 Februari 2014.”
Gelar Professor
Menurut pengakuannya dalam buku “Dakwah Sufistik Kang Jalal” ia dikukuhkan sebagai guru besar ilmu komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung pada Oktober 2001.
Namun pengakuannya tersebut ditolak langsung oleh Rektor Unpad lewat surat Rektor dengan nomor 9586/UN6.RKT/KU/2012 tertanggal 23 April 2013.
“Membalas surat Bapak nomor 103/B/P/LPPI-PIBT/II/2012 tanggal 26 Pebruari 2012 perihal sebagaimana pokok surat, dengan hormat kami sampaikan hal-hal sebagai berikut: 1. Bapak Jalaluddin Rakhmat, belum memiliki gelar Guru Besar di Universitas Padjadjaran; 2. Untuk gelar Doktor (Dr), secara administratif kami belum menerima ijazahnya.”
Karena itu, titel “professor” nya pun bisa dibilang aspal, asli tapi palsu.
Dari beberapa keterangan ini kita bisa katakan bahwa dari 4 gelar yang diklaim oleh Jalaluddin Rakhmat dimulai dari jenjang pendidikan S2 sampai gelar Guru Besar semuanya bermasalah. Dengan rincian, Gelar S2 dari IOWA State University belum disetarakan, hal ini mengakibatkan program doktoralnya di UIN Alauddin tersendat. Gelar S3 dari Australian National Univeristy, gelar S3 dari Distance Learning Institute dan gelar Guru Besar dari Unpad Bandung adalah gelar dan/ atau ijazah palsu.
(Muh. Istiqamah/lppimakassar.com)






__._,_.___

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Mang AsKa | 13 Apr 13:31 2014
Picon

Re: [kabuyutan] Urang Sunda? - Re: [KOTA-BOGOR] Kumaha ieu calon wakil rakyat orang sunda.



Woooow manstaaap hatur nuhuuuns Kang AP :).

Tah mangga dangukeun parawargi sadayana... Tatar Sunda teh gaduh tempat anu strategis teras oge DKI Jakarta atanapi RI pan sanes tina Mataram jeung Majapahit tapi tina Urut Walanda.

Terus ceunah Jawa nu ngawasa naha henteu dipindahkeun weh ka Jogja atawa Surabaya pas engeus merdeka? Pernah dipindahkeun ka Jogja pas darurat jeung ka Bukit Tinggi asana mah ... Tapi naha geuning balik deui anger ka Jakarta deui?
nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com
From: aguspak <at> gmail.com
Sender: kabuyutan <at> yahoogroups.com
Date: Sat, 12 Apr 2014 22:26:24 +0000
To: <kabuyutan <at> yahoogroups.com>
ReplyTo: kabuyutan <at> yahoogroups.com
Subject: Re: [kabuyutan] Urang Sunda? - Re: [KOTA-BOGOR] Kumaha ieu calon wakil rakyat orang sunda.

 

Ngiringan mang Kabayan:

Perkawis Ibu Kota di Jakarta etamah sanes pilihan urang nyalira tapi neraskeun pilihan Belanda.

Naha Belanda milih Batavia sanes Ambon, pan sumber artos aya di ditu zaman harita teh?

Aya 3 alasan: 1) Batavia startegis pisan kumargi aya diantawis Mataram sareng Banten, anu selalu bersaing. Janten janten aman. 2) rencana negarebut Tumasik alias Singapura ti Portugis terjangkau ti Batavia, 3) Supplai pasokan cekap ti Jawa, terutami pasokan tenaga kerja alias budak.

Wass,

AP

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
From: "Mang AsKa" <dkabayan <at> gmail.com>
Sender: kabuyutan <at> yahoogroups.com
Date: Sat, 12 Apr 2014 21:48:23 +0000
To: Kota Bogor<kota-bogor <at> yahoogroups.com>; Baraya_Sunda<Baraya_Sunda <at> yahoogroups.com>; UrangSunda<urangsunda <at> yahoogroups.com>; Kisunda<kisunda <at> yahoogroups.com>; Kabuyutan<kabuyutan <at> yahoogroups.com>
ReplyTo: kabuyutan <at> yahoogroups.com
Subject: [kabuyutan] Urang Sunda? - Re: [KOTA-BOGOR] Kumaha ieu calon wakil rakyat orang sunda.

 

Ngak salah Kang Gun?... Lainna kumaha batur n' sumuhun dawuh, banyaknya cuman jadi acung wungkul wkkkk.

Kumaha kuring mah bagus atuh hehehe... My life my adventure... One Life Live it! Make my own destiny itu bagus pisan teu diatur ku batur hehehe.

Nah kalau hidup ditentukan oleh orang lain apalagi diatur orang lain itu yang riweuh? Jadinya cuman jadi Acung xixixi.

Yang menarik Kang Gun... Urang Sunda katanya No-2 ya... Tapi the most critical place NKRI ini ada di Tatar Sunda ya? DKI Jakarta itu wilayah dahulunya di Tatar Sunda... Center of Sundaland tea. Nah mestinya kan kalau Indonesia dikondisikan pada awalnya dari Ex Majapahit ataupun Mataram... Maka kalau ngak lokasi Ibukota itu ada di Surabaya atau ada di Jogjakarta?

Bahkan Joyoboyo pun meramalkan Presiden Indonesia 2014 itu berdasarkan NOTONOGORO maka Ro terakhir adalah ROMA IRAMA xixixixi.... itu Urang Tasik n' Bogor hehehe. Urang Sunda tah hahaha walopun sigana Roma Irama sorangan teu ngarasa jadi Urang Sunda wkkkk. Just kidding hehehe.

Ada apa di Sunda? Sedemikian sehingga the most strategic place of Indonesia tetap remain berada di Tatar Sunda?

Sunda pada awalnya secara budaya egaliter pisan... Ke siapapun sama, satu level bahasa.... Aing Siya hehehe. Tidak ada perbedaan undak usuk bahasa semuanya sama... Sekarang dibagi euy jadi 3 level tea hehehe. Jadi Feodal hehehe.

Nah "penjajahan" cultural dilakukan merubah bahwa Aing Siya itu kasar hehehe... Agama asli Urang Sunda aja tidak diakui oleh Bangsa Indonesia ini di list daftar KTP ngak ada Agama Sunda masuk hehehe. Jadi memang diposisikan lemah, hina, kasar, rakyat jelata, dan miskin hehehe. Hilang kepercayaan diri ya sudah selamanya akan terjajah teyuuus hehehe. Nama aja sudah tidak mau pake nama Sunda hehehe... Musik, Makanan, Minuman, Pakean, dlsb.

Urang Sunda kamarana? Seperti kata Pak Ustad... Jangan tanya apa yang bisa didapatkan dari Sunda... Tapi Apa yang bisa diberikan oleh kita untuk Sunda.

Jadi meureun rather than kita ini kukulutus... Urang Sunda Pa Aing- aing hehehe... Meureun leuwih hade naun anu bisa dilakukeun ku aing supaya teu pa aing-aing hehehe.

Sekarang dibalik pertanyaannya yang ngaku atau merasa diri dan percaya diri menjadi Urang Sunda ini berapa banyak hehehe. Pertanyaannya dimulai dari diri sendiri, dari sekarang juga, dan dari hal- hal yang kecil... Apa yang sudah kita lakukan untuk Kasundaan hehehe. Atau jangan kasundaan lah terlalu dalem... Susundaan weh heula hehehe. Naha siya geus ngarasa bangga/ reueus jadi Urang Sunda?

Apa yang Mamang sudah lakukan untuk Susundaan saat ini alhamdulillah:

1. Bikin Saung Budaya Sunda ala Balong Kabayan, mimpi Tugas Akhir Mamang dulu... Harapannya jadi tempat Introducing n' Promoting Susundaan All Over The world xixixi. Alhamdulillah berkat dukungan Kang Tantan... Murid-2nya dari UIN Jakarta diajak Kuliah Umum tentang Ekologi Manusia, Peran Serta Kabuyutan dalam menjaga lingkungan :). Menumbuhkan kembali Ethos Sunda ka balarea: Nyantri, Nyunda, Nyakola ~ Beragama, Berbudaya, Berpendidikan... Nyunda: Cageur, Bageur, Bener, Singer, Pinter, Teger, Tanjeur, n' Wanter :).

2. Menyelamatkan Kabuyutan Sunda yang masih tersisa, http://www.facebook.com/savejatigede/ sesuai kepada Amanah Buyut, Sasaka Domas, ada 800 Kabuyutan yang harus ditemukan, dijaga, n' dilestarikan. Cipaku ada dimana-2 ternyata merupakan Pusat dari Mandala hehehe. Papat kalima pancer tea :). 33 Nusa, Pusat 25 Nagara... Cipaku adalah Pusat 25 Nagara... Jadi semestinya minimal ada 8 Cipaku dan atau 32 Cipaku :). Yuuuu aaaah mari kita hayuuu.... Diulik... Diulik ajaaa :). Ngak peduli rek diseungseurikeun batur... Dihina... Kajeuuuun... Tukuh, pengkuh... Persistent weh hehehe. Dina konsep Marketing aya anu namina AIDA... Attention, Interest, Disire, Action... Nah tahap pertama ini meng-grab Attention heula lah.

3. Membangun kepercayaan diri, Self Esteem Bangsa Sunda Khususnya dan Indonesia Umumnya agar memiliki kepercayaan diri kembali dengan cara Facing Globalization By Local Empowering, menghadapi tangtangan gombalisasi dengan pemberdayaan n' pengembangan kearifan lokal. Promoting Diversity... Keberagaman bukan Keseragaman :).

Hanya sedikit pisan ternyata.... Tapi kata Aa Gym juga pan... Mulailah dari hal yang kecil, mulai dari diri sendiri, dan mulai sekarang juga :).

Yuuuu aaaah mari kita hayuuuu :).

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com
From: Gunawan Yusuf Miarsadireja <gunawan_yusuf <at> yahoo.com>
Sender: KOTA-BOGOR <at> yahoogroups.com
Date: Sat, 12 Apr 2014 09:19:56 +0800 (SGT)
To: KOTA-BOGOR <at> yahoogroups.com<KOTA-BOGOR <at> yahoogroups.com>
ReplyTo: KOTA-BOGOR <at> yahoogroups.com
Subject: Re: [KOTA-BOGOR] Kumaha ieu calon wakil rakyat orang sunda.

 

urang sunda menempati no 2 jumlahnya di nkri, tapi kiprahnya melempem masih kalah jauh dibanding etnis lain yang lebih sedikit, penyebabnya bukan kalah pintar bukan pula kalah rajin, tapi hirupnya loba kumaha kuring, urang batak dimana mana dulur aing, tapi urang sunda dimana mana pa aing aing

On Saturday, April 12, 2014 7:27 AM, sanusi hamim <sanusi6998 <at> gmail.com> wrote:
 
JALALUDDIN RAKHMAT DENGAN 4 GELAR PALSU
Dari 4 gelar yang diklaim oleh Jalaluddin Rakhmat dimulai dari jenjang pendidikan S2 sampai gelar Guru Besar semuanya bermasalah. Dengan rincian, Gelar S2 dari IOWA State University belum disetarakan, hal ini mengakibatkan program doktoralnya di UIN Alauddin Makassar tersendat. Gelar S3 dari Australian National Univeristy, gelar S3 dari Distance Learning Institute, dan gelar Guru Besar dari Unpad Bandung adalah gelar dan/atau ijazah palsu
Syamsuddin Baharuddin, Ketua IJABI Pusat, pada 21 Mei 2012 (waktu itu masih Ketua PW IJABI Sulsel) membela Ustadznya melalui “Surat dari Pembaca” di Harian Fajar Makassar dengan mengatakan,
“Keberadaan gelar-gelar akademik itu tidak menambah besar reputasi Beliau, karena kebesaran Beliau tidak terletak pada gelar-gelar akademiknya. Gelar itu tidak menghias dirinya. Dirinyalah yang menghias gelar itu.”
Mari kita lihat bagaimana dirinya menghias gelar-gelar itu.
Pengakuan
Buku “Tafsir Kebahagiaan” dan “Doa Bukan Lampu Aladin”, keduanya karya Jalaluddin Rakhmat, disebutkan bahwa suami Emilia itu lulus dari IOWA State University New York pada tahun 1981 untuk gelar pendidikan S2 nya.
Sedangkan dalam buku “Dakwah Sufistik Kang Jalal”, lewat wawancara pribadi, ia mengaku lulus doktor di Australian National University lalu kemudian pada Oktober 2001 dikukuhkan sebagai guru besar ilmu komunikasi pada Universitas Padjadjaran Bandung.
Kemudian di hadapan penyidik Polrestabes Makassar ia menyerahkan ijazah S3 dari Distance Learning Institute. Begitu juga dalam buku, “Jalan Rahmat Mengetuk Pintu Tuhan”, dalam setiap lembarnya disertakan nama Kang Jalal lengkap dengan titelnya, “Dr. Jalaluddin Rakhmat, M.Sc.,”
Dari pengakuan-pengakuan ini total gelar beliau ada empat. S2 dari IOWA State University, S3 dari Australian National University dan Distance Learning Institute. Lalu gelar guru besar dengan titel “professor” diperolehnya dari Universitas Padjadjaran Bandung.
Kumpulan pengakuannya ataupun gelarnya yang ditulis oleh orang lain namun ia diamkan Anda bisa lihat disini: http://www.lppimakassar.com/2013/10/lppi-laporkan-pentolan-syiah-jalaluddin.html
Faktanya bisa Anda bandingkan berikut ini,
Gelar S2
Pendidikan S2 beliau tempuh di New York, Amerika Serikat. Selesai disana dengan predikat Magna Cum Laude. Sayangnya ijazah tersebut masuk ke Indonesia dengan tanpa melakukan penyetaraan. Sehingga, dengan ijazah bermasalah itu (bukan ijazah palsu) program doktoralnya di UIN Alauddin Makassar untuk sementara dihentikan sampai ia menyetarakannya di DIKTI Kemendikbud. Baca:http://www.lppimakassar.com/2014/03/ijazah-s2-bermasalah-doktoral.html
Gelar S3
Pertama, ditempuh di Australian National University. Dan menurut buku “Dakwah Sufistik Kang Jalal” ia selesai disana. Sumber dari Kang Jalal sendiri melalui wawancara pribadi.
Selain Surat DIKTI menyebutkan bahwa ia belum menyetarakan ijazah doktornya, beberapa sumber bahkan menyebutkan bahwa ia tidak selesai disana (Baca disini: http://www.lppimakassar.com/2012/11/orang-syiah-indonesia-mengambil-agama.html). Yang pertama keterangan dari Prof. Azyumardi Azra, beliau mengatakan “Kang Jalal Belum Memiliki Kualifikasi S3.” Pernyataan ini dimuat pada laman UIN Online (UIN Alauddin) pada 13 Desember 2012. Berikutnya Wakil Rektor Universitas Az-Zahra, Taufan Maulamin, menyebut Kang Jalal dengan sebutan “Cacat Akademik” (Baca disini: http://www.islampos.com/wakil-rektor-universitas-azzahra-apresiasi-langkah-rektor-unj-tolak-syiah-73222/)
Dan terakhir, Zulkifli, mahasiswa Universitas Leiden Belanda sekaligus penulis disertasi The Struggle Of Shi’s in Indonesia menyebut Jalaluddin Rakhmat,
“Finally, in 1994 Jalaluddin Rakhmat took Political Science as his PhD major at the Australian National University, but as yet his study is not completed. As with Husein Shahab, he is wrongly perceived to have completed his PhD, a mistake which in beneficial his position within the shi’i community.” (“Akhirnya, pada tahun 1994 Jalaluddin Rakhmat mengambil PhD Ilmu Politik sebagai spesialisasinya di Universitas Nasional Australia, tapi studinya belum tidak selesai. Seperti Husein Shahab, dia keliru dianggap telah menyelesaikan PhD-nya, kesalahan yang menguntungkan dalam posisinya dalam komunitas Syi’ah. “) Pada hal. 76, disertasi ini bisa Anda lihat secara online disini: 
Karena itu, jangankan memiliki gelar S3 dari Australia, selesaipun tidak.
Kedua, S3 kedua ia peroleh pada tahun 1999 dari Distance Learning Institute IPWI dengan bukti fotocopy ijazah yang diperlihatkannya di hadapan Penyidik Polrestabes Makassar.
Namun menurut keterangan DIKTI dengan nomor surat 0780/E3/2/2014 tertanggal 12 Februari 2014, Distance Learning Institute Pengembangan Wiraswasta Indonesia (IPWI) tidak pernah diberikan ijin penyelenggaraan pendidikan S3. (Lihat scannya disini: http://koepas.org/images/Cacat%20S3%20Jalal.jpg) Karena itu ijazah Jalaluddin Rakhmat yang berasal dari lembaga pendidikan tersebut adalah gelar aspal (asli tapi palsu).
Surat DIKTI ini lalu diprotes oleh sebagian kalangan karena janggal pada penanggalan suratnya. Surat LPPI Makassar yang memohon klarifikasi bertanggal 13 februari 2014 sedangkan surat balasannya dari DIKTI bertanggal 12 Februari 2014. Mestinya surat balasan tersebut tiba setelah tanggal 13, atau minimal pada hari yang sama. Kami baru sadar setelah surat ini tersebar luas. Tanpa berlama-lama, akhirnya DIKTI mengirimkan kembali surat dengan nomor 1284/E3.2/2014 untuk meralat surat sebelumnya.
“Terkait surat kami No. 07880/E3.2/2014 tanggal 12 Februari 2014 perihal permohonan klarifikasi/verifikasi ijazah an. Jalaluddin Rakhmat, bersama ini kami sampaikan ralat bahwa surat tersebut sebagai jawaban atas surat dari Ketua LPPI No 299/B/LPPI-PIBT/II/2014 tanggal 3 Februari 2014 bukan 13 Februari 2014.”
Gelar Professor
Menurut pengakuannya dalam buku “Dakwah Sufistik Kang Jalal” ia dikukuhkan sebagai guru besar ilmu komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung pada Oktober 2001.
Namun pengakuannya tersebut ditolak langsung oleh Rektor Unpad lewat surat Rektor dengan nomor 9586/UN6.RKT/KU/2012 tertanggal 23 April 2013.
“Membalas surat Bapak nomor 103/B/P/LPPI-PIBT/II/2012 tanggal 26 Pebruari 2012 perihal sebagaimana pokok surat, dengan hormat kami sampaikan hal-hal sebagai berikut: 1. Bapak Jalaluddin Rakhmat, belum memiliki gelar Guru Besar di Universitas Padjadjaran; 2. Untuk gelar Doktor (Dr), secara administratif kami belum menerima ijazahnya.”
Karena itu, titel “professor” nya pun bisa dibilang aspal, asli tapi palsu.
Dari beberapa keterangan ini kita bisa katakan bahwa dari 4 gelar yang diklaim oleh Jalaluddin Rakhmat dimulai dari jenjang pendidikan S2 sampai gelar Guru Besar semuanya bermasalah. Dengan rincian, Gelar S2 dari IOWA State University belum disetarakan, hal ini mengakibatkan program doktoralnya di UIN Alauddin tersendat. Gelar S3 dari Australian National Univeristy, gelar S3 dari Distance Learning Institute dan gelar Guru Besar dari Unpad Bandung adalah gelar dan/ atau ijazah palsu.
(Muh. Istiqamah/lppimakassar.com)




__._,_.___

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___

Gmane