Picon

Debat Publik Waduk Jatigede dengan Kemen PU [3 Attachments]

[Attachment(s) from Mang Aska included below]

Dear Detik.com & All,
Menjawab tanggapan Pak Menteri PU tentang Tantangan Debat Publik Waduk Jatigede yang disampaikan di detik.com berikut ini:
http://finance.detik.com/read/2015/06/29/125443/2954979/4/tanggapi-savejatigede-menteri-pu-siap-debat-soal-waduk

Berikut ini kami sampaikan Surat Terbuka kepada Pak Menteri PU:

YTH Bapak Menteri PU, menjawab tantangan yang Bapak sampaikan di detik.com untuk melakukan Debat terbuka mengenai Waduk Jatigede, kami ‪#‎SaveJatigede‬ siap menerima tantangan untuk melakukan debat terbuka dengan Bapak. Mohon Bapak mengatur kapan kesediaan waktu Bapak untuk berdebat dan lokasinya dimana.

Tahun 2003 DPKLTS telah melakukan Debat Terbuka dengan Bapak sebelum menjadi Menteri untuk Proyek Sodetan Citanduy di Hotel Aquila Bandung, hasil akhirnya proyek PU hasil utang ADB tersebut dibatalkan setelah Menteri Negara Lingkungan Hidup Nabiel Makarim mengeluarkan SK Nomor 137 Tahun 2003 tanggal 5 September 2003. 

Perlu kami sampaikan penolakan Waduk Jatigede telah dilakukan sejak pertama kali proyek Jatigede dicanangkan tahun 1980-an oleh masyarakat namun pemerintah tetap menjalankan Proyek Jatigede tanpa mendengar aspirasi masyarakat tersebut. Tahun 2001 Walhi Jawa Barat telah melakukan Demonstrasi di Gedung Sate Menolak Waduk Jatigede, Tahun 2004 DPKLTS Indonesia mengirimkan Surat Penolakan yang ditandatangani oleh Jendral Solihin GP namun tidak digubris. Demonstrasi penolakan Waduk Jatigede terus dilakukan oleh masyarakat namun aspirasi tersebut tidak pernah didengar.

Kami mohon Bapak menepati janji Bapak untuk mau berdebat dengan kami.

Sebelumnya kami ucapkan terima kasih.

Salam #SaveJatigede,

Komunitas Save Jatigede
http://www.facebook.com/savejatigede


Pada 28 Juni 2015 16.30, Mang Aska dkabayan <at> gmail.com [kabuyutan] <kabuyutan <at> yahoogroups.com> menulis:
 

Dear All,
Sebelumnya terima kasih untuk www.detik.com yang sudah memuat Infografik #SaveJatigede, terlampir Infografik Tambahan Hasil Summary Pendapat Para Pakar Ahli Lingkungan, Geologi, Sejarah, Budayawan, Negarawan, dan Penggiat Geotrek tentang Pembangunan Waduk Jatigede.

Tentang Ancaman Bahaya Kemen PU telah memberikan tanggapan namun tidak dijelaskan secara jelas dan spesifik sampai berapa Skala Richter Waduk Jatigede kuat menahan gempa, apakah kuat sampai 9 SR? Tidak dijelaskan juga mengenai Analysis Dam Break-nya dan Rencana Tanggap Daruratnya kalau Waduk Jebol. Pemerintah tidak transparan mengenai resiko bendungan tersebut kepada masyarakat padahal potensi bahaya ambrolnya waduk ada di depan mata.

Tentang rencana pemindahan Situs Cagar Budaya sangat tidak masuk akal dan dipaksakan, Situs Cagar Budaya dilindungi UU Perlidungan cagar Budaya No. 11 Tahun 2010. Situs dari kata Site Bahasa Inggris yang artinya Tempat atau Lokasi yang melekat pada koordinat GPS sehingga Situs bagaimana pun tidak bisa direlokasi atau dipindahkan karena tidak mungkin manusia memindahkan koordinat GPS.

Mohon dibantu disebarkan.

Hanupis

Pada 28 Juni 2015 00.11, Mang Aska dkabayan <at> gmail.com [kabuyutan] <kabuyutan <at> yahoogroups.com> menulis:
 

Dear All,
Terlampir Infografik Save Jatigede untuk disebarkan.

Hanupis ~ hatur nuhun pisan






__._,_.___

Attachment(s) from Mang Aska | View attachments on the web

3 of 3 Photo(s)

Posted by: Mang Aska <dkabayan <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

Re: [Senyum-ITB] Inovator di Pidana



Asli nangis bacanya... speaceless :(. Negara ini memang tajam ke bawah tumpul ke atas, ke dalam liberalis kapitalis keluar sosialis :(. Negara maju sebaliknya mereka kedalam negeri sangat sosialis melindungi warganya dan keluar liberalis kapitalis bagaimana pokoknya caranya mencari uang untuk negaranya.

Turut prihatin untuk Kang Dasep dan masyarakat Indonesia!

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com

On Jun 29, 2015 3:24 PM, "Morry Infra minfra23 <at> gmail.com [Senyum-ITB]" <Senyum-ITB <at> yahoogroups.com> wrote:
 

Selamat pagi sobats, mudah2 cucu kita bisa menikmati naik MOBIL LISTRIK madein INDONESIA:
Pencipta mobil Listrik itu Kini Pilih Tanam Jahe

Ricky Elson yang dikenal dengan mobil listriknya saat ini memilih untuk beternak dan bekerbun. “Sementara waktu, saya ternak lele, Nila dan Bawal dulu, Tanam Jahe, Tanam Pepaya, ngumpulin duit buat Riset Mobil listrik dan itulah yang sebenarnya….,” tulis Ricky di facebooknya pada Rabu (24/6/2015).

Sebelum menguak tentang aktivitasnya kini, Ricky mengomentari tentang berita mengenai Kejaksaan Agung yang menyita 10 Mobil Listrik Proyek Gagal Dahlan. Disebutkan dalam berita itu “Saat ini mobil masih ada di lokasi, sore akan dibawa. Kami akan tunjukkan ke publik bahwa itu merupakan mobil hasil karya anak bangsa yang tidak bisa digunakan tapi dibayar Rp 2 miliar,” ujar Kepala Sub Direktorat Penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejagung, Sarjono Turin pada Selasa (23/6/2015) lansir cnnindonesia.

Kemudian Ricky menulis status di facebook yang terkait dengan hal itu. “Entahlah, saya ga tau lagi apa yg salah di negri ini. Entah Penyidiknya … ini yang maaf.. “Bodoh”. Atau Penulis berita yang “Bodoh” yang bermaksud dgn bangga menyajikan ke “Bodoh”an penyidik atau mungkin ingin “membodohi” Pembaca dengan isi berita yang “bodoh” ini. atau saya yang membacanya lah yang “Goblog”,” tulis Ricky

Ricky pun menerusk statusnya,” Saya jadi teringat, kejadian tgl 23 Sept 2013 saat kami mengantarkan Selo untuk “Uji Emisi” yg dikatakan bapak Penyidik ini. Mungkin yg dimaksud adalah Uji Layak Jalan.. bukan Uji Emisi.. Kami faham sekali, membuat mobil bukanlah seperti membuka kulit kacang, banyak sekali teknologi yg harus dikuasai.. kami faham sekali kondisi Riset pengembangan teknologi. jangankan Mobil Listrik, Mobil konvensional pun kita hanya di Setir untuk melahirkan Buruh Pabrik saja. kami faham juga, dengan Dana Riset terbatas, jangka waktu Riset yg seumur jagung pun belum…”

Lalu dilanjutkan lagi oleh Ricky sebagai berikut:

Namun, Saya ingat..
Silahkan Baca berita dengan Keyword APEC 2013 dan Mobil Listrik
diawal tahun 2013…
dimana para pejabat.. “Baca Menko”
berulang kali mengatakan di Media akan menampilkan Mobil Listrik
diajang APEC, dan akan mendukung Risetnya
Bahkan Menristek saat itu pun juga bicara
pengembangan Mobil Listrik Untuk APEC
di Media, sekitar Maret, April, Mei 2013

Kami ini hanya Putra putri negri yg bermimpi
mendambakan Negri yg lebih baik,
bukan untuk satu dua hari mendatang
Kami faham juga yang namanya Janji politik
tak ada satupun yang bisa dipercaya
Kami Faham jika hari ini mereka bilang A
Esok dengan mudah bilang B
Namun, Meski demikian..
Kami tetap percaya… pada harapan
Dan Kami berusaha mewujudkan Mimpi untuk Tampil Di APEC

Pak Dasep Ahmadi yg di Bantu oleh 3 BUMN
dan Team Saya dengan Uang Pribadi Seseorang.

Kami berhasil mewujudkan sebelum Oktober,
Sebelum APEC dimulai
Bayi bayi merah Mobil listrik ini
adalah Bayi Prematur
Butuh Orang Tua dan pendidik yg Ekstra telaten
Mungkin Timing kelahiran kurang Tepat
saat para orang tua kami sedang sibuk
sibuk mencari muka untuk 2014….
dan Bayi bayi prematur ini tersisihkan

meski demikian masih tetap semangat
mengantarkan ke tempat Uji Layak Jalan
dimana sebagian angkutan Umum Jakarta yg semua sadar tak layak jalan
diberikan Izin Layak Jalan..
Selo bayi prematur mobil listrik dan Mobil Pak Dasep..
tak layak jalan….
Salah kami yg berharap bahwa
karna ini buatan anak Indonesia,
mereka akan membantu meningkatkan kualitas kami
memberi tahu kekurangan untuk diperbaiki
Ternyata saya harus mencak mencak di Dep Hub
baru bisa mendapatkan Hasil Ujian
yang kami sendiri ga pernah tahu apa yang akan di Uji,
bagaimana mereka menguji,
apa yang kurang dan harus diperbaiki
cuma dikasih tahu, ” Gak Layak Jalan”

dan sampai saat ini
Kami tak pernah mendapatkan izin
karna SOP perizinan itu sudah ada setelannya
yang tak akan pernah terpenuhi oleh Anak Negri
dengan dana pengembangan 1 Mobil 2 Milyar Rupiah.
hahahahahahahahahahaha
Begitulah nasib kami dan Team Pak Dasep
dan sekarang Penjara Menunggu kami
di Negri tercinta ini.

Sedih? iya … pasti
Namun kami faham.. inilah kenyataan Negri ini
dan kami tetap Cinta Negri ini
tetap Akan Cinta Negri ini



__._,_.___
Posted by: Mang Aska <dkabayan <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

6km Meteor Jatuh Dekat Jatigede 4 Jt Thnyll [1 Attachment]

[Attachment(s) from Mang Aska included below]

Dear All,
Penelitian menarik dari Ahli Geologi Keturunan Sumedang Prof. R.P. Koesoemadinata, gelar tsb juga dicangking oleh Pangeran Kornel yang patungnya kita bisa lihat pada saat memasuki Jalan Raya Cadas Pangeran Sumedang dimana Pangeran Kornel tengah bersalaman dengan Deandles menggunakan tangan kiri karena memprotest pembangunan Jalan Raya Anyer Panarukan yang digagas Deandles karena menyengsarakan rakyat yang dipaksa kerja rodi!

Nah kajian Prof. Koesoemadinata ternyata di dekat Jatigede terdapat GeoCircle yaitu Jejak Meteor yang jatuh 4 juta tahun yang lalu dengan diameter 6 Km, ini berarti satu2nya jejak meteor raksasa di Indonesia, tepatnya di dekat Sungai Cilutung Majalengka.

Yang menarik adalah tulisan Pak Le Rovicky yang menyampaikan berikut ini, "Jika sendainya benar bahwa ’geo-circles” ini adalah disebabkan hantaman meteor (meteoric impact) ini mempunyai konsekwensi ekonomis, karena di Mexico suatu hantaman meteor bukan saja membentuk kawah tetapi juga meretakkan batuan di bawahnya dan telah membentuk reservoir minyakbumi. Namun tentu ini masih sangat spekulatif."

Ternyata justru dengan adanya hipotesis tersebut memungkinkan justru kawasan Jatigede justru lebih cocok bukan sebagai bendungan karena struktur tanahnya yang rusak/ retak tapi disisi lain menciptakan peluang adanya Reservoir Minyak Bumi.

Terlampir peta lokasi Jatuhnya Meteor dengan Jatigede sangat dekat sekali, Sungai Cilutung ini bermuara ke Sungai Cimanuk. Di Kawasan Jatigede terdapat Formasi Cinambo yang merupakan Labotatorium Kebumian, Potensi GeoPark, maka dengan adanya kawah meteor dekat dengan lokasi tersebut justru Jatigede lebih cocok dijadikan GeoPark / Taman Konservasi utk Wisata Edukasi dan Budaya ketimbang dijadikan bendungan yang justru membahayakan. Membangun bendungan dapat dilakukan di Beureum Beungeut lebih ke hulu cimanuk.

Berikut ini tulisan lengkap Pakle Rovicky Geologi ITB:
https://rovicky.wordpress.com/2011/04/07/majelangka-dihantam-meteor-raksasa-4-juta-tahun-lalu/

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com



__._,_.___

Attachment(s) from Mang Aska | View attachments on the web

1 of 1 Photo(s)

Posted by: Mang Aska <dkabayan <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

Re: [Senyum-ITB] Inovator di Pidana



Turut prihatin kepada Kang Dasep teringat baru beberapa bulan atau tahun lalu di milis ini cukup diramaikan dengan berita pujian kepada Kang Dasep dan DI atas upayanya mengembangkan Mobil Listrik, sedih sekali ternyata kemudian PEJUANG MOBIL LISTRIK itu kemudian dipidanakan atas alasan tidak sesuai harapan hasil riset dan innovasinya :(.

Di awal Mamang sudah curiga bahwa rame2 Mobil Listrik ini memang hanya permen saja untuk sekedar menghibur rakyat Indonesia karena ujungnya pasti tidak sesuai harapan dan pada akhirnya akan membunuh semangat innovasi itu sendiri dan itu semua dilakukan oleh para "Neo Imperialis" yg tidak senang Indonesia maju dan berdikari. Namun yang sangat menyedihkan adalah para pejuangnya justru malah dipidanakan, sangat kejam sekali! Tapi itulah hidup, Ibukota lebih kejam dari Ibu Tiri dan Politik lebih kejam dari Ibukota.

Dari awal sempet curiga ada yg ngompori Indonesia ini negara pintar dan hebat jadi kalau "kami" membuat mobil besin atau solar kamu mah yg pintar mending bikin mobil canggih bikin mobil listrik saja. Ide bangsa ini mau bikin mobil saja pasti sudah bikin ketar ketir para produsen mobil yg mengexport mobilnya ke Indonesia. Sama seperti dahulu ketika bangsa ini disibukan membikin pesawat terbang nan canggih dan melupakan teknologi2 tepat guna sederhana tapi bermakna, misal saja teknologi pertanian, teknologi pembibitan, otomotif, perkapalan, dlsb...  bahkan di IPB saja gosipnya Jurusan Ilmu Bibit sudah dihapuskan? Jadi ironis negara yang seharusnya berkembang menjadi negara AGROMARITIM INDUSTRY tapi pengembangan teknologi nya jauuuuuh dari mengarah kesana :(.

Lebih sedih ketika melihat tayangan TV Angkatan Laut Indonesia tidak bisa menangkap kapal nelayan China yang berada di laut Indonesia hanya karena ketika sudah ditangkap, kapal laut China yang lebih canggih datang dan minta dibebaskan :(( karena kalah persenjataan dan kalah canggih akhirnya kapal nelayan China itu dilepaskan :(. Gemes sekali rasanya kok bisa bangsa ini diinjak2 bangsa lain dengan begitu mudahnya :((.

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com

On Jun 22, 2015 6:53 PM, "Arya Sinulingga aryasinulingga <at> gmail.com [Senyum-ITB]" <Senyum-ITB <at> yahoogroups.com> wrote:
 

Inovator di Pidana di iNewsTV malam ini 19.30 bersama Efendy Gozali dan Dasep Ahmadi . Jangan lupa komentar di www.inewstvmobile.com


Arya M

--
Arya M



__._,_.___
Posted by: Mang Aska <dkabayan <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

Re: [Senyum-ITB] Gempa Dangkal Sukabumi dan Jogja



Sy menonton filem San Andreas peneliti Geologi bisa memperkirakan kapan gempa akan dimulai dengan memperhatikan kejadian2 gempa yang ada dimulai kecil2 dari pergerakan lempeng tektonik yg dipasang sensor kemudian gempa2 itu membesar, sempet diskusi di facebook dengan temen Sarajana Geologi di kita ada Badan Geologi sayang banget anggarannya kurang dan cenderung tidak diperhatikan pemerintah karena mungkin ada Issue lain yang lebih penting dan Issue bencana tidak terlalu sexy, kalau pesta politik, agama mungkin lebih penting.

Padahal hal itu sangat crucial terutama Mitigasi bencananya, di filem San Andreas early warning beberapa menit saja bisa menyelamatkan ratusan ribu jiwa. Sama misalnya kejadian Tsunami Aceh ketika laut surut orang tidak memperhatikan padahal seharusnya kalau tahu bisa lari ke tempat yang lebih tinggi atau memegang kuat ke struktur yg kuat.  Semestinya alat2 monitoring gempa bisa dipasang di setiap pertemuan lempeng terutama di zona2 yg sebelumnya pernah terjadi gempa merusak, atau di Seismic Gap yang selama ini diprediksi justru menyimpan energi besar. Saat ini data hanya dimiliki untuk catatanan kejadian gempa saja tapi belum ada alat2 yg dipasang di misalnya Sunda Megathrust untuk memonitor pergerakan lempengnya. Sesar Lembang terutama yg padat penduduknya di Bandung dan Sesar-2  lainnya.

Masyarakat juga perlu diedukasi terus termasuk kalau perlu masuk kurikulum di sekolah tentang pendidikan mengenal bencana. Bagaimana kalau terjadi gempa, gunung meletus, tsunami, dlsb.

Contoh penting Siaran Darurat, kalau terjadi gempa besar berpotensi bagaimana siaran darurat mengumumkannya? Apakah pemerintah sudah punya perjanjian kerjasama tanggap darurat dengan media, baik lokal maupun nasional. Misalnya begitu diketahui akan terjadi tsunami maka langsung otomatis pemerintah daerah atau nasional mengumumkan langsung untuk melakukan evakuasi, ditayangkan media, dlsb.

Contoh kasus Sinabung yg meletus tiada henti bagaimana penanganan pemerintah apakah ada penanganan lanjutan, dlsb.

Jakarta yang penting juga diperhatikan apakah bangunan2 tersebut sudah tahan gempa? sampai berapa SR bangunan di Jakarta tahan terhadap gempa?

San Andreas memang filem fiksi ilmiah tapi Ancaman Gempa itu Nyata ada di depan mata.

Ini contonya berita di Kompas Tahun lalu yang sudah memperingatkan:

”Jangankan VIII MMI, untuk skala VII MMI, menurut penelitian awal kami, kebanyakan bangunan di Jakarta ambruk. Beberapa variabel penelitian meliputi usia bangunan, bentuk, dan fungsi,” katanya. Penelitian itu, kata Udrekh, akan diperdalam lagi. ”Untuk Lampung dan Banten, ancaman selain gempa, tentu tsunami,” ujarnya.

Sumber: http://sains.kompas.com/read/2014/04/08/1310451/Gempa.dari.Sunda.Megathrust.Berpotensi.Rusak.Jakarta

”Dengan membuat estimasi lebar dan slip-nya dikalikan panjang seismic gap itu, kami perkirakan potensi kekuatan gempanya dan ketemu sekitar Mw 9 itu,” kata peneliti tsunami pada Balai Pengkajian Dinamika Pantai Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Widjo Kongko, Senin (31/3/2014), di Jakarta.

”Kami belum menyimpulkan kapan keterulangan gempa di Selat Sunda karena masih minimnya data sejarah ataupun studi paleotsunami di selatan Jawa.”

http://sains.kompas.com/read/2014/04/01/1114467/Antisipasi.Gempa.Sunda.Megathrust

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com

On Jun 22, 2015 10:08 PM, "Untung Suryanto usuryan <at> gmail.com [Senyum-ITB]" <Senyum-ITB <at> yahoogroups.com> wrote:
 

Setahu saya, di ITB sudah ada ahli yang menekuni mitigasi bencana alam yaitu Prof. Dr. Sri Widianto ( Iliek) geophysicist yang juga Dekan Fak Teknik Pertambangan, Geofisika  dan Perminyakan. Saya cc. kan ke beliau untuk info tambahan mengenai gempa dangkal ini.

US GL67   

2015-06-22 19:36 GMT+07:00 djoko siswanto djokosiswanto <at> yahoo.com [Senyum-ITB] <Senyum-ITB <at> yahoogroups.com>:
 

Tadi siang sekitar hampir jam 15 sy merasa ada gempa krn lantai bergetar sedikit

From: Mang Aska dkabayan <at> gmail.com [Senyum-ITB] <Senyum-ITB <at> yahoogroups.com>;
To: Senyum-ITB <senyum-itb <at> yahoogroups.com>; <alumni-ipb <at> yahoogroups.com>; <kabuyutan <at> yahoogroups.com>; Baraya_Sunda <Baraya_Sunda <at> yahoogroups.com>; urang sunda <urangsunda <at> yahoogroups.com>; <kisunda <at> yahoogroups.com>; Atmadji Sumarkidjo <atmadji.sumarkidjo <at> gmail.com>; <firdausali <at> ymail.com>;
Subject: [Senyum-ITB] Gempa Dangkal Sukabumi dan Jogja [3 Attachments]
Sent: Mon, Jun 22, 2015 9:20:10 AM

 
[Attachment(s) from Mang Aska included below]

Dear All,
Gempa setelah Nepal goyang kawasan Sunda Megathrust dan juga lempeng dunia mulai bergerak terbangun nah dan hampir tiap hari ada gempa semakin dangkal dan mulai ada beberapa di atas 5SR yg terakhir yg cukup langka terjadi di Borneo Kalimantan Malaysia yg menewaskan beberapa pendaki gunung.

Gempa sudah mulai memasuki Area Seismic Gap yaitu Sukabumi dan juga Jogja, gempanya cukup dangkal 11km dan 20km, terlampir screenshot lokasi gempa terakhir dan seismic gap di Indonesia.

Nah sudahkah Pemerintah Memikirkan Tentang MITIGASI BENCANA AKIBAT GEMPA?

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com




--

Untung Suryanto


__._,_.___
Posted by: Mang Aska <dkabayan <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

RE: [Senyum-ITB] Kontroversi Ulang Tahun Jakarta, Perayaan Pembantaian?



Silahkan baca http://www.buana-news.com/2011/06/membongkar-kebohongan-sejarah-22-juni.html?m=1

Yang dibantai Demak adalah Orang Muslim Betawi, Syahbandar yg ditugaskan Pajajaran mengatur pelabuhannya.

Tidak ada hak bagi Demak dan Cirebon untuk menyerang Pelabuhan Kelapa hanya untuk alasan Ekonomi, demi menguasai perdagangan.

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com

On Jun 22, 2015 5:45 PM, "Hendri Heral h_heral <at> hotmail.com [Senyum-ITB]" <Senyum-ITB <at> yahoogroups.com> wrote:
 

Suatu usaha adu domba antara Sundanist dgn Islamist di negeri ini. Jaman dulu perang sdh pasti bantai membantai, di eropa lebih sadis lagi. Lihat saja bagaimana Sparta menaklukan Troya

Yg
Sent from Samsung Mobile


-------- Original message --------
Date:06/22/2015 7:28 AM (GMT+07:00)
Cc:
Subject: [Senyum-ITB] Kontroversi Ulang Tahun Jakarta, Perayaan Pembantaian?

 

Dear All,
Menarik Jakarta kota Kwalat? Banyak pembantaian yg terjadi di Jakarta terhadap orang2 yg tidak bersalah, dari mulai Pembantaian Masyarakat Sunda Pakuan Pajajaran yg menjadi penduduk Sunda Kalapa, lalu jaman Belanda menjadi tempat pembantaian Warga Etnis Tionghoa sampai Belanda mengirim surat permintaan maaf ke Kaisar China, dlsb.

Setiap tahun Ulang Tahun Jakarta dirayakan padahal tanggalnya sendiri kontroversial dan sangat ironis, merayakan suatu pembantaian :(. Berikut ini lengkapnya tulisan dari Batara Hutagalung.

Sangat ironis apabila tanggal penghancuran suatu kota/kerajaan di bumi Nusantara yang dilakukan oleh pasukan dari kota/kerajaan lain yang juga dari Nusantara, ditetapkan sebagai “Hari Kelahiran” kota yang dihancurkan tersebut. Pasukan penyerang dipimpin oleh orang asing (Fatahillah), yang bukan dari Nusantara.

Asal-usul Fatahillah (Faletehan) sendiri juga tidak jelas. Beberapa sumber menyebutkan bahwa dia berasal dari Gujarat, India. Kemudian dia menjadi pemimpin pasukan dari Kesultanan Demak, yang mengalahkan Kerajaan Banten dan setelah itu menduduki Sunda Kalapa. Naskah Purwaka Caruban Nagari yang diteliti oleh Prof. Slamet Mulyana menulis, bahwa Panglima Demak yang berasal dari Pasai, yang berhasil menguasai Banten dan kemudian Sunda Kalapa tahun 1526 dan 1527 bernama Fadillah Khan. Menurut Prof. Slamet Muljana, nama lengkap Fatahillah adalah Maulana Fadillah Khan Ibnu Maulana Makhdar Ibrahim al-Gujarat. Naskah Purwaka Caruban Nagari sendiri tidak menyebutkan adanya pergantian nama Sunda Kalapa menjadi Jayakarta.

Juga ada yang menyebutkan, bahwa tanggal 22 Juni adalah tanggal Fatahillah berhasil “mengusir” Portugis yang beragama Kristen. Pendapat ini samasekali tidak memiliki latar belakang sejarah, karena pada waktu itu tidak ada tentara Portugis di Sunda Kalapa. Yang ada hanya perwakilan dagang.

Apabila alasannya adalah penaklukan suatu  kerajaan Hindu oleh Kerajaan Islam, dan kemudian dilakukan Islamisasi penduduk setempat, juga sangat tidak tepat, karena agama Hindu adalah satu dari lima agama “resmi” yang diakui di Indonesia. Apakah tanggal 22 Juni termasuk "merayakan" pengIslaman ummat Hindu?

Juga jelas, bahwa Fatahillah tidak dapat disebut sebagai ”pahlawan” untuk Jayakarta. Dia boleh disebut sebagai pahlawan untuk kesultanan Demak.

Oleh karena itu menjelang tanggal 22 Juni timbul pertanyaan: “Apa yang dirayakan?”

Mungkin sudah waktunya bangsa Indonesia jujur terhadap sejarahnya!

http://batarahutagalung.blogspot.com/2013/06/kontroversi-hut-jakarta-22-juni-apa.html?m=1

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com



__._,_.___
Posted by: Mang Aska <dkabayan <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

Membongkar kebohongan Hari Lahir Jakarta?



Mamang dulu sempet ngobrol dengan Kang Herwig Zahorka Etnobotanist penulis The Sunda Kingdoms of West Java From Tarumanagara To Pakuan Pajajaran, Over 1000 years prosperity & glory, beliau menyampaikan tentang satu hal ironis bangsa ini adalah ulang tahun Jakarta yg tiap tahun justru merayakan pembantaian penduduk Asli Jakarta justru. Mungkin karena itulah Jakarta selalu dilanda masalah karena dari awal saja spiritnya sudah salah.

Baru saja baca berita Pak Gubernur Jakarta mengancam akan menembak mati PKL rakyat kecil yg sedang mencari sesuap nasi, sementara koruptor yg menguras uang rakyat ngak ada yg diancam ditembak mati :(. Berita lain 16.000 nelayan akan kehilangan mata pencahariannya akibat pembangunan infrastruktur yg ternyata merusak lingkungan pantai utara Jakarta :(.

MEMBONGKAR KEBOHONGAN SEJARAH : 22 JUNI BUKAN TANGGAL LAHIR KOTA JAKARTA

Tulisan ini sebagai Kado Ultah Kota Jakarta ke 484 :
Jakarta (Buana News) - 22 Juni Hari Ulang Tahun siapa ? Kota Jakarta sudah memasuki 483 tahun berdasarkan perhitungan lahirnya, yakni 22 Juni 1527 meyakini tanggal kelahirannya ini. Seperti halnya kebanyakan orang Betawi yang gak mau tahu tanggal & hari lahir, setuju saja tanggal 22 Juni sebagai HUT Jakarta. Kota Jakarta, mungkin karena benda mati, gak tahu dan setuju saja ketika ditetapkan 22 Juni 1527 sebagai kelahirannya tanpa menguji lebih jauh. Sebagai generasi kritis, sudah waktunya kita bertanya, 22 Juni yang ulang tahun siapa ? Kenapa ? Budayawan Betawi yang ditetapkan Universiti Kebangsaan Malaysia sebagai Sejarahwan & Budayawan Betawi, Drs.H.Ridwan Saidi, ternyata sejak tahun 1988 sudah mengajak banyak pihak menguji penetapan tanggal 22 Juni sebagai kelahiran kota Jakarta.

Kita tengok kebelakang selintas, akan kita dapati prosesi sejarah Bandar Kalapa yang sejak abad XV sudah menjadi bagian dari kekuasaan Kerajaan Sunda Pajajaran. Pada tahun 1520, Kerajaan Sunda Pajajaran mengutus Wak Item orang dari Kerajaan Tanjung Jaya yang juga merupakan bagian dari kerajaan Sunda Pajajaran. Disebut Wak Item,karena berpakaian serba item (hitam) seperti suku Baduy. Wak Item disebut juga Batara Katong,karena memakai mahkota dari emas. Kemudian Cirebon fitnah Wak Item sebagai penyembah berhala.

Jelas sekali,alasan Islamisasi yang diusung Fatahillah menyerbu SUnda Kalapa tidak terbukti. Sejak menguasai Sunda Kalapa yang kemudian diganti namanya menjadi Jayakarta, Fatahillah dan penerusnya tidak membangun tempat ibadah, baik langgar, mushalla atau mesjid yang paling kecil sekalipun. Keinginan menguasai Bandar Kalapa (ekonomi) menjadi fakta yang sulit ditolak.

Dalam kajian sejarah, Wak Item merupakan proto manusia Betawi (sebelum dipastikan sebagai suku Betawi). Wak Item ditugaskan sebagai Xabandar (syahbandar) Bandar Kalapa atau dikenal Pelabuhan Sunda Kelapa. Ada pula menyebut,Fatahillah menyerbu Kalapa dengan maksud meng-Islam-kan penduduknya. Orang-orang Betawi sendiri telah menjadi Islam oleh Syekh Hasanuddin Patani pada Abad XV, mulai dari pesisir Timur Pulo Kalapa sampai Tanjung Kait di barat. Asalnya memang orang Betawi monoteistik (sejak Abad V) seperti dalam temuan Batujaya,Lalampahan, Bujangga Manik, Syair Buyut Nyai Dawit. Monoteisme leluhur Betawi dihajar Tarumanegara pada abad IV (Wangsakerta), tapi Pajajaran tidak ganggu, baik ketika masih monoteistik maupun setelah menjadi Islam. Bahkan Prabu Siliwangi memproteksi Pesantren Syekh Hasanuddin Patani (Babad Tanah Jawa, Carios Parahiyangan). Jadi tidak benar pada tahun 1527, Fatahillah menyerbu Wak Item & orang Betawi karena alasan mereka penyembah berhala. Leluhur Betawi menghormati Cirebon karena Syarif Hidayatullah adalah menantu Prabu Siliwangi, kemudian dia kawin lagi dengan putri Pucuk Umun,penguasa lokal Banten Girang. Itu sebabnya Siliwangi & Surawisesa tidak curiga pada Cirebon.

Menurut F.De Haan (1932) dalam buku “Oud Batavia” tugas-tugas Xabandar adalah: mencatat keluar masuk kapal, memenej bisnis dan mencatat jumlah penduduk. Dalam Prasasti Padrao dijelaskan adanya perjanjian antara Kerajaan Sunda Pajajaran dengan Portugis, antara lain berisikan : Portugis diberi hak membangun loji atau benteng disekitar Bandar Kalapa. Pada 1522, Wak Item teken perjanjian dengan Portugis yang merupakan perjanjian imbal beli : lada ditukar meriam. Wak Item meneken perjanjian PADRAO (baca padrong), dengan membubuhkan huruf WAU dengan khot indah.

Pelabuhan Sunda Kelapa adalah pintu masuk perdagangan yang ramai pada jaman itu, sehingga merangsang pihak manapun untuk menguasainya. Fatahillah kemudian menjadi utusan Sunan Gunung Jati untuk merebut Bandar Kalapa. Kemenangan Fatahillah 22 Juni 1527 dijadikan sandaran menetapkan perubahan Sunda Kelapa menjadi Jayakarta dan kemudian berubah menjadi Jakarta. Kemenangan ini disebut “Fathan Mubina” kemenangan besar dan nyata, dan Fatahillah disanjung sebagai pahlawan, kemudian tanggal kemenangannya ditetapkan sebagai hari ulang tahun kota Jakarta. Bisa dipastikan Fatahillah adalah pahlawan bagi orang Cirebon, tapi tidak sebagai pahlawan bagi orang Betawi.

Benarkah tanggal 22 Juni sebagai ketetapan tanggal kelahiran yang teruji sejarah dan jadi acuan Pemerintah Kota Jakarta ? Penggagas penetapan hari kelahiran Jakarta adalah Sudiro,Walikota Djakarta Raja (1958-1960). Pada saat berkuasa itu, Sudiro meminta kepada Mr.M.Yamin, Sudarjo Tjokrosiswono (wartawan) dan Mr.DR.Sukanto (sejarahwan) untuk mengkaji sejarah kelahiran kota Jakarta yang akan ditetapkan sebagai HUT Jakarta dikemudian hari.

Sukanto dalam penelitiaannya menggunakan perhitungan berdasarkan almanak Jawa dan Islam, karena dianggap Fatahillah adalah Muslim yang menghormati adat Jawa. Almanak Jawa digunakan berdasarkan penghitungan masa panen. Untuk itu Sukanto “memperkirakan” nama Djakarta diberikan beberapa bulan setelah Maret 1527, berkaitan dengan mangsa panen. Sementara Prof.Dr.Husein Djajadiningrat meragukan tanggal satu mangsa kesatu pada 1527 jatuh pada 22 Juni Masehi.

Dr.J.A.Brandes, ahli kebudayaan Jawa, menetapkan masa panen adalah mangsa kesepuluh (Kasadasa) yang jatuh pada 12 April sampai 11 Mei. Djajadiningrat menyatakan bahwa berdasarkan penanggalan Islam selalu dikaitkan dengan hari besar Islam atau bulan-bulan Hijryiah. Patut diperhatikan bahwa bulan Rabiulawwal 933 H berlangsung sampai tanggal 4 Januari 1527. Sehingga ada kemungkinan penggantian nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta oleh Fatahillah terjadi antara tanggal 17 Desember sampai 4 Januari 1527. Menurut Ridwan Saidi sangat salah jika Sunda Kalapa diganti nama Jayakarta oleh Fatahillah, karena Jayakarta adalah nama lain sejak ditetapkan nama Sunda Kalapa. Ditemukannya Dusun Jayakarta di Desa Jayakarta Kecamatan Jajakarta di Kabupaten Krawang membuktikan bahwa nama tersebut sudah ada sebelum Fatahillah menyerbu 1527.Nama Jayakarta diberikan sebagai nama tempat untuk Nyi Mas Rara Santang (putri Prabu Siliwangi dari istrinya yang muslimah)

Polemik 22 Juni untuk ditetapkan sebagai hari kelahiran kota Jakarta berlangsung cukup lama. Kemudian A.Heuken SJ menekankan keraguannya terhadap penetapan 22 Juni sebagai tanggal lahir Jayakarta. Didalam kompilasi sumber-sumber sejarah Jakarta abad V (yang tertua) sampai tahun 1630 yang disusun oleh A.Heuken SJ, ditunjukkan bahwa penggantian nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta yang dilakukan Fatahillah yang dijadikan oleh Soekanto untuk menetapkan ulang tahun kota Jakarta “TIDAK TERBUKTI OLEH DATA SEJARAH MANAPUN”. Dengan begitu masihkah ada data bahwa sejarah memberikan informasi kebenaran tanggal 22 Juni sebagai kelahiran kota Jakarta ? (Monalohanda, Arsip Nasional RI).

Soekanto adalah seorang ahli hukum adat, yang masih diragukan metode risetnya. Tapi secara substansial Soekanto sama dengan Djajadiningrat, hanya berbeda pada penghitungan tanggal saja. Soediro sendiri sebagai politisi PNI bermaksud menetralkan suasana panas di Konstituante yang sedang debat masalah Piagam Jakarta 22 Juni 1945. Tanggal 22 Juni diambil sebagai upaya melunakkan MASYUMI saat itu, karena memang PNI yang legowo dan untuk melunakkan MASYUMI di Konstituante 1958. Saat itu HAMKA langsung merespon dan mengatakan Jayakarta dari kata Fathan Mubina yang katanya merupakan khutbah Jayakarta pas menang (tanpa sumber,RS). Bisa dipastikan penetapan tanggal 22 Juni sebagai tanggal lahir Kota Jakarta merupakan kompromi politik PNI dengan MASYUMI.

Akhirnya diakui oleh Soediro bahwa penetapan tanggal 22 Juni sebagai tanda kelahiran kota Jakarta semata-mata adalah keputusan politik, tanpa mau mengujinya dari sisi pandang manapun berdasarkan fakta ilmiah. Pada Sidang Dewan Perwakilan Kota Djakarta Sementara 1956 diputuskan tanggal 22 Juni sebagai tanggal ulang tahun kota Jakarta hingga sekarang. Sangat disayangkan,tidak ada yang mau peduli benar salahnya tanggal 22 Juni sebagai ketetapan Ulang Tahun Kota Jakarta !!! Sungguh ironis,kota yang jadi pusat kekuasaan,ibukota Negara, warga kotanya mau menerima begitu saja keputusan politik 1956 tanpa kemauan mengkaji ulang kebenarannya.

Sekarang ini terbuka informasi,telah banyak dikaji secara mendalam telah terjadi kebohongan sejarah dalam alasan menjadikan 22 Juni 1527 sebagai tanggal lahir kota Jakarta. Jika masih diteruskan 22 Juni 1527 sebagai tanggal lahir kota Jakarta, berarti terjadi PENGHINAAN & PENGKHIANATAN terhadap Betawi & leluhur Betawi.

Prof.Dr.Soekanto menulis buku "Dari Djakarta ke Djajakarta" (1955). Dia bilang Djakarta lahir 22 Juni 1527,saat Fatahillah berhasil kalahkan "MUSUH BESARNYA (UMMAT ISLAM BETAWI)". Kemudian tahun 1955 ketika diadakan Mubes RT/RK se-Jakarta yang usulkan 22 Juni sebagai HUT Jakarta disetujui oleh Soediro,Walikota Djakarta Raja, walaupun ada anggota DPRSD Djakarta Raja yang minta agar penetapan ditunda hingga tahun 1977.Soediro dalam sambutannya 22 Juni 1956 juga mengkaitkan HUT Jakarta dengan Piagam Jakarta. Panitia penetapan HUT Jakarta dipimpin oleh M.Masserie (pendiri Kaoem Betawi 1923) dibantu 5 orang anggota yang 2 diantaranya orang Betawi : Juduf Bandjar dan M.Saat. Keterangan sejarah terdekat bisa pastikan bahwa data & fakta sejarah kuat tidak mendukung penetapan 22 Juni 1527 sebagai tanggal lahir kota Jakarta. Karenanya harus ditolak.

Patut kita kutip cerita Drs.H.Ridwan Saidi ketika sempat bertemu Pak Prijanto, Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta. Ridwan bertanya, 22 Juni bapak merayakan apa ? Pak Prijanto menjawab Fatahillah rebut Jakarta (sejatinya cuma sekitar Labuhan Kalapa.RS) Kemudian kata Ridwan, kalau Fatahillah pemenang dan dirayakan berarti dia pahlawan. Penjahatnya siapa ? Sayang Ridwan Saidi tidak menceritakan jawaban Pak Prijanto.

Menurut Ridwan Saidi, Labuhan Kalapa dikuasai Kerajaan Sunda Pajajaran dan Orang Betawi sebagai pelaksana yang mengurus Labuhan Kalapa. Pada saat Fatahillah menyerbu Labuhan Kalapa, ada 3.000 rumah orang Betawi yang dibumi hanguskan (menurut de Quoto, 1531) pasukan Fatahillah yang jumlahnya ratusan. Penduduk Betawi ini kemudian berlarian ke bukit-bukit hidup bagai Tarzan. Menurut Ridwan Saidi, Wak Item sebagai Xabandar Labuhan Kalapa hanya punya pasukan pengikut sebanyak 20 orang. Dengan gigih melawan pasukan Fatahillah, walau akhirnya semua tewas, mati syahid melawan penjajah dari Jawa. Xabandar Wak Item tewas dan ditenggelamkan ke laut oleh pasukan Fatahillan, sementara 20 orang pengikutnya semua juga tewas (Babad Cirebon).
Menurut Ridwan Saidi, tidak pernah ada pertempuran antara Fatahillah dengan Portugis, karena armada Fransisco de Xa tenggelam diperairan Ceylon. Jadi yang menghadapi Pasukan Fatahillah (lebioh 1500 orang) adalah Xabandar Wak Item dengan pengawal-pengawalnya yang berjumlah 20 orang.

Ketika Fatahillah menguasai Bandar Kalapa, maka orang-orang Betawi yang ada, tidak boleh mencari nafkah sekitar Bandar Labuhan (Hikayat Tumenggung Al Wazir). Kalau kemudian hari orang Betawi membantu VOC menghancurkan kerajaan Jayakarta, adalah wajar karena dendam orang terusir. Dalam waktu 6 jam pada tahun 1619, kerajaan Jayakarta takluk pada VOC karena orang Betawi rumahnya dibakar Fatahillah dan diusir dari pemukimannya juga membantu.

Kembali pada kajian penetapan tanggal 22 Juni sebagai kelahiran kota Jakarta, dimana ditetapkan perubahan nama Sunda Kelapa manjadi Jayakarta (nama Jayakarta adalah nama tempat di Tanjung Jaya,Krawang yang diberikan Prabu Siliwangi. Nama ini untuk menghormati putrinya dari Subang Larang yang bernama Nyi Mas Rara Santang. Jadi nama Jayakarta sudah dinisbatkan pada Sunda Kalapa bukan oleh Fatahillah) dan kemudian menjadi Jakarta, ternyata masih misteri dan kita tak usah meyakin-yakinkan diri kebenaran yang disodorkan karena kebijakan politik Soediro. Sebagai keputusan politik, tentu saja kita masih bisa merubahnya demi kepentingan sejarah dan panutan generasi berikut. Kita jangan ikuti terus apa-apa yang salah, tapi siap untuk memperbaiki dan merubahnya. Atau kita tanyakan saja pada Monas yang tegak ditengah kota Jakarta, sebenarnya tanggal 22 Juni siapa yang ulang tahun ????

Sebagai generasi penerus Betawi kita ditantang untuk cari tahu. Membenarkan pendapat diatas karena putusan politik, atau dengan fakta baru sejarah Jakarta, harus segera kita tetapkan pilihan yang benar. Bagi kaum Betawi, 22 Juni 1527 bukanlah kemenangan, tapi peristiwa menyakitkan, karena Wak Item dan pasukannya dibunuh pasukan Fatahillah dengan alasan mengada-ada. Juga kaum Betawi yang 3.000 rumahnya dibumi hanguskan menjadi bukti. Alasan Fatahillah menyerbu Bandar Kalapa dengan alasan agama juga sudah tertolak dengan fakta bahwa Wak Item adalah seorang muslim yang tidak setuju dengan otoritas keilmuan Islam Cirebon. Orientasi keagamaan Islam orang Betawi pada Syech Quro di Krawang, dimana Syech Qurro dalam wasiatnya meminta agar Qur'an-nya dikuburkan bersama jasadnya bila dia wafat.
Syech Qurro menikahi putri Batujaya dan Prabu Siliwangi yang Bhrahmanis (Hindu) melindungi Syech Qurro dan madrasahnya yang mana suatu saat Prabu Siliwangi menikahi santri Syech Qurro bernama Subang Larang. Menurut Laporan Hotman (1596) tentang Jayakarta, dikatakan ada 3.000 rumah dikosongkan, kota ditinggal karena penduduk mengungsi pada saat penyerbuan Fatahillah.

Jadi dapat disimpulkan:
1. Kaum Betawi dibawah Wak Item sudah lebih maju dengan melakukan Pakta Perdagangan dengan Portugis, dimana Portugis hanya diberi akses sedikit saja saat itu.

2. Fatahillah dan pasukan koalisi (Demak,Cirebon & Banten) menyerbu Bandar Kalapa bukan dengan alasan agama, tapi ingin menguasai pintu perdagangan.

3. Terjadi pembumihangusan kaum Betawi (yang sudah Islam) pada saat itu dan itu berarti Fatahillah bukanlah pahlawan bagi Betawi, mungkin bagi Cirebon.

4. Penetapan 22 Juni 1527 sebagai tanggal lahir Kota Jakarta adalah kekeliruan, karena tidak ada sandaran maupun data atau fakta sejarah dari manapun.

Ataukah kita tidak peduli dan terima saja karena kita memang tidak peduli dengan jati diri Betawi dan Kota Jakarta.Sudah selayaknya Kaum Betawi mau menguji ulang catatan tentang sejarah Kaum Betawi,baik mulai dari Situs Batujaya (abad IIM) maupun pada saat penguasaan Bandar Kalapa oleh Wak Item tahun 1522 dan penyerbuan Fatahillah yang dipuncaki 22 Juni 1527. Kalau ditanya kapan Kota Jakarta ditetapkan tanggal lahirnya, para ahli dan Pemerintah-lah yang wajib menjawabnya. Tapi kita dapat memberikan usulan untuk dipertimbangkan.

Pada tanggal 29 September 1945, Presiden Soekarno menandatangani Surat Keputusan tentang Pembentukan Pemerintahan Nasional Daerah Jakarta dan menetapkan Suwiryo sebagai Walikota-nya. Pembentukan pemerintahan Jakarta sama artinya dibentuknya Kota Jakarta. Jadi, jika dibandingkan SK Gubernur Sudiro tahun 1956 dalam menetapkan 22 Juni sebagai tanggal lahir Jakarta, tentunya menentang SK Presiden Sukarno tahun 1945.

Ada beberapa pilihan mengganti tanggal 22 Juni sebagai tanggal lahir Kota Jakarta, diantaranya :

1. Tanggal 30 Mei 1619, dimana Kraton Jayakarta dihancurkan luluh lantak.
2. 29 September 1945 berdasar SK Presiden Sukarno.
3. 31 Maret 1950, dimana Kota Jakarta merdeka penuh dan berkedaulatan murni.

Jika kita jujur dan mau mengakui bahwa 22 Juni sebagai tanggal lahir Kota Jakarta adalah keputusan Politik yang bisa diubah dengan keputusan politik juga, maka perlu keputusan politik baru menetapkan tanggal lahir kota Jakarta. Seluruh komponen Etnis Betawi sudah saatnya “ngah” dengan pembodohan dan pembohongan sejarah kota Jakarta dan kaitannya dengan Betawi dan leluhur Betawi. Karena 22 Juni 1527 adalah tanggal penghancuran kota Sunda Kalapa dan pemusnahan pemukiman kaum Betawi. Koq terus kita biarkan kebohongan sejarah yang menyakitkan ini ?

Penulis :
Mathar Moehammad Kamal
Pegiat Budaya Betawi
Ketua Forum Kajian Budaya Betawi
Tim Kampanye Bongkar Kebohongan Sejarah Jakarta & Betawi.

Sumber: http://www.buana-news.com/2011/06/membongkar-kebohongan-sejarah-22-juni.html?m=1

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com



__._,_.___
Posted by: Mang Aska <dkabayan <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

Gempa Dangkal Sukabumi dan Jogja [3 Attachments]

[Attachment(s) from Mang Aska included below]

Dear All,
Gempa setelah Nepal goyang kawasan Sunda Megathrust dan juga lempeng dunia mulai bergerak terbangun nah dan hampir tiap hari ada gempa semakin dangkal dan mulai ada beberapa di atas 5SR yg terakhir yg cukup langka terjadi di Borneo Kalimantan Malaysia yg menewaskan beberapa pendaki gunung.

Gempa sudah mulai memasuki Area Seismic Gap yaitu Sukabumi dan juga Jogja, gempanya cukup dangkal 11km dan 20km, terlampir screenshot lokasi gempa terakhir dan seismic gap di Indonesia.

Nah sudahkah Pemerintah Memikirkan Tentang MITIGASI BENCANA AKIBAT GEMPA?

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com



__._,_.___

Attachment(s) from Mang Aska | View attachments on the web

3 of 3 Photo(s)


__,_._,___
Picon

Re: [Senyum-ITB] Jatigede [2 Attachments]

[Attachment(s) from Mang Aska included below]

Baru rencana mau diisi Mas Adi, dari dulu itu mau diairi ngak jadi-2, coba lah kalau Jokowi memang bisa mah ;). Infonya Jokowi ingin pencitraan karena 6 presiden ngak ada yg mampu nah sama Jokowi dengan gagahnya bilang masalah Jatigede beres 10 menit.

Keuyeup Bodas sih ngak akan kabur lha wong ada di bawah nya Jatigede dan setiap saat bisa bangun ;)). Jatigede ~ Sesar Baribis ~ Sunda Mega Thrust ;)... Paling nanti ada gunung meletus, gempa, dan akhirnya telaga bedah, ya Ganti Zaman lah... biasa sajah dulu Jutaan tahun yang lalu Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi satu hamparan benua ;). Konon peradaban Atlantis, Lemuria hilang dibersihkan oleh air, dalam kitab suci ditulis secara manis dalam bait Banjir Nabi Nuh ;).

Angka2 menarik untuk dicermati... 26 Oktober 2004 DPKLTS Jendral Solihin GP mengirim Surat Penolakan Jatigede kepada Presiden... 26 Desember 2004 Tsunami Aceh, Sunda Mega Thrust / Keuyeup Bodas bangun ;). Dua bulan jedanya sejak Surat Jatigede tidak ada respon alam semesta bergerak ;). 26 Juni 2015 Jokowi mulai membayarkan Uang Pengusir Secara Paksa, 26 Agustus mudah2an ngak terjadi apa2?

Kalau melihat sejarah Jatigede mah ngeri2 sedap dicanangkan dari sejak jaman Belanda eeeh Belanda keburu disikat Jepang, Setelah Merdeka Sukarno katanya mulai melirik Jatigede eeeh Sukarnonya keburu tumbang, Suharto mulai bersemangat mulai bebasin tanah tahun 80an eh Gunung Galunggung Meletus, sempet Stop 96 Suharto gatel mulai lagi pembebasan tanah eeeh 97 Krismon, 98 Suharto Tumbang, 2004 JK mencanangkan Jatigede untuk Listrik eh Tsunami Aceh, 2007 JK & TW ke China nyari pendanaan eeeh 2009 JK kalah Pilpres dari SBY, Dani Setiawan Gubernur Jabar yg menyetujui Jatigede juga sama Kalah Pilgub padahal incumbent terus Dani Setiawan ditangkap KPK, 2015 Jokowi nandatangan perpres penyelesian Jatigede Dollar sudah meroket tertinggi sebelumnya dan diprediksi 15.000 sampai akhir tahun, ekonomi lesu, pengangguran bertambah, Jokowi terus2an dimana2 dihina oleh masyarakat baik lawan politik maupun yg dulu sempet memilihnya xixixi Salam Gigit Jari ;).

Pemimpin yang tidak bisa menjaga Kabuyutannya lebih hina dari kulit musang yg dibuang ke tempat sampah! itu kata Amanah Galunggung, Resi Guru Darmasiksa ;).

Jokowi kalau bisa menenggelamkan Kabuyutan hebaaaaat sekali! Mengalahkan Sukarno, Suharto, dan presiden lainnya. Itulah nafsu Jokowi ibarat Nafsu Sangkuriang yg ingin segera menikahi Wanita Cantik Jelita Dahyang Sumbi walaupun itu ternyata Ibu nya sendiri! Sangkuriang Kabeurangan?

Kata leluhur mah, "Lemah Sagandu Diganggu Balai Sadunya", Jatigede diganggu bencana sedunia! Uga Leluhur Kabuyutan Cipaku silahkan ditertawakan saat ini tapi kalau kejadian mudah2an kita semua masih diberi keselamatan ;).

Jatigede ~ Sesar Baribis ~ Sesar Lembang ~ Sesar Cimandiri ~ Sunda Mega Thrust ;) 

Siap2 aja... Bandung Heurin Ku Tangtung (Bandung ~ Sesar Lembang, kalau ada gempa besar dan bencana terjadi bandung semakin susah bergerak?).

Coba tonton San Andreas lah ;) ngeri2 sedap kalau gempa 9 SR mengguncang Indonesia ;). Terlampir dari USGS pemanasan sudah dimulai ;).

PERLU DIINGAT ANCAMAN GEMPA BUKAN MISTIS DAN BUKAN FIKTIF, NYATA DI DEPAN MATA!!! LIHAT NEPAL ;).

Waspadalah... waspadalah... waspadalah ;).

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com

On Jun 22, 2015 2:18 PM, "adikrisadi Adikrisadi <at> yahoo.com [Senyum-ITB]" <Senyum-ITB <at> yahoogroups.com> wrote:
 

Waduk jatigede mau diisi air, jangan2 keyeb bodas kabur kabeh.


Sent from Samsung Mobile


__._,_.___

Attachment(s) from Mang Aska | View attachments on the web

2 of 2 Photo(s)

Posted by: Mang Aska <dkabayan <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

Kontroversi Ulang Tahun Jakarta, Perayaan Pembantaian?



Dear All,
Menarik Jakarta kota Kwalat? Banyak pembantaian yg terjadi di Jakarta terhadap orang2 yg tidak bersalah, dari mulai Pembantaian Masyarakat Sunda Pakuan Pajajaran yg menjadi penduduk Sunda Kalapa, lalu jaman Belanda menjadi tempat pembantaian Warga Etnis Tionghoa sampai Belanda mengirim surat permintaan maaf ke Kaisar China, dlsb.

Setiap tahun Ulang Tahun Jakarta dirayakan padahal tanggalnya sendiri kontroversial dan sangat ironis, merayakan suatu pembantaian :(. Berikut ini lengkapnya tulisan dari Batara Hutagalung.

Sangat ironis apabila tanggal penghancuran suatu kota/kerajaan di bumi Nusantara yang dilakukan oleh pasukan dari kota/kerajaan lain yang juga dari Nusantara, ditetapkan sebagai “Hari Kelahiran” kota yang dihancurkan tersebut. Pasukan penyerang dipimpin oleh orang asing (Fatahillah), yang bukan dari Nusantara.

Asal-usul Fatahillah (Faletehan) sendiri juga tidak jelas. Beberapa sumber menyebutkan bahwa dia berasal dari Gujarat, India. Kemudian dia menjadi pemimpin pasukan dari Kesultanan Demak, yang mengalahkan Kerajaan Banten dan setelah itu menduduki Sunda Kalapa. Naskah Purwaka Caruban Nagari yang diteliti oleh Prof. Slamet Mulyana menulis, bahwa Panglima Demak yang berasal dari Pasai, yang berhasil menguasai Banten dan kemudian Sunda Kalapa tahun 1526 dan 1527 bernama Fadillah Khan. Menurut Prof. Slamet Muljana, nama lengkap Fatahillah adalah Maulana Fadillah Khan Ibnu Maulana Makhdar Ibrahim al-Gujarat. Naskah Purwaka Caruban Nagari sendiri tidak menyebutkan adanya pergantian nama Sunda Kalapa menjadi Jayakarta.

Juga ada yang menyebutkan, bahwa tanggal 22 Juni adalah tanggal Fatahillah berhasil “mengusir” Portugis yang beragama Kristen. Pendapat ini samasekali tidak memiliki latar belakang sejarah, karena pada waktu itu tidak ada tentara Portugis di Sunda Kalapa. Yang ada hanya perwakilan dagang.

Apabila alasannya adalah penaklukan suatu  kerajaan Hindu oleh Kerajaan Islam, dan kemudian dilakukan Islamisasi penduduk setempat, juga sangat tidak tepat, karena agama Hindu adalah satu dari lima agama “resmi” yang diakui di Indonesia. Apakah tanggal 22 Juni termasuk "merayakan" pengIslaman ummat Hindu?

Juga jelas, bahwa Fatahillah tidak dapat disebut sebagai ”pahlawan” untuk Jayakarta. Dia boleh disebut sebagai pahlawan untuk kesultanan Demak.

Oleh karena itu menjelang tanggal 22 Juni timbul pertanyaan: “Apa yang dirayakan?”

Mungkin sudah waktunya bangsa Indonesia jujur terhadap sejarahnya!

http://batarahutagalung.blogspot.com/2013/06/kontroversi-hut-jakarta-22-juni-apa.html?m=1

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com



__._,_.___
Posted by: Mang Aska <dkabayan <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

Negara Maju Tinggalkan Bendungan Teknologi Yg Melawan Alam [4 Attachments]

[Attachment(s) from Mang Aska included below]

Dear All,
Berikut ini tulisan menarik dari Kang Trihadi di Grup WA Ketahanan Pangan, "Memang kadang cukup ironis, ketika negara2 maju meninggalkan teknologi "melawan alam", kita malah seolah baru mau mulai belajar menggunakannya. Contoh lain adalah program "River Restoration" di Eropa (  http://www.ecrr.org/ ) yang merupakan gerakan untuk mengembalikan fungsi2 natural sungai, sementara kita masih sibuk dengan membuat dam, bendungan, sodetan, dsb. yang seolah2 itu adalah teknologi "maju" yang hanya dengan itu kita bisa menjamin keberlangsungan hidup anak-cucu kita.".

Pemerintah kita kelihatannya selalu terlambat ketika negara maju sudah berfikir back to nature, mengembalikan ekosistem alami, energy juga renewable energy, kesehatan juga meminimalisir penggunaan antibiotik, dlsb. Masalah korupsi juga negara maju sudah mulai bersih2 kita score Corruption Perception Index (CPI) masih 30 dari 100 yg terbersih. Negara maju berlomba2 membersihkan diri dari korupsi Singapura dan New Zealand Score CPI 90 dari 100 yg terbersih.

Bendungan di Indonesia banyak masalahnya terlampir diantaranya Bendungan Koto Panjang Riau yang lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya, secara listrik yg dihasilkan tidak mencapai target, menambah kemiskinan masyarakat, dan bendungan juga tidak mengatasi banjir, malah menimbulkan banjir.

Pemerintah akan mengulangi kesalahan yg sama diantaranya dengan Bendungan Jatigede yang targetnya akan diairi 1 Agustus 2015 ini, 1389Ha hutan akan ditenggelamkan, 2050Ha sawah subur yg bisa memproduksi beras 20.000 ton per tahun, 45.000 jiwa akan kehilangan rumah dan mata pencahariannya, ratusan rumah adat kabuyutan Cipaku akan ditenggelamkan, dan 33 Situs Cagar Budaya Punden Berundak Lemah Sagandu Kabuyutan Cipaku akan ditenggelamkan. Selain itu para ahli geologi pun berpendapat Waduk Jatigede membahayakan rentan ambrol karena dibangun di episentrum gempa dan lempeng tektonik aktif, bisa terjadi gempa lebih dari 8 SR dan bendungan berpotensi jebol.

Pemerintah menyampaikan untuk kepentingan yg lebih luhur maka tanah leluhur dan situs cagar budaya bernilai luhur pun harus dikorbankan, padahal sudah banyak contohnya bendungan tidak terbukti efektif menyelesaikan masalah. Kepentingan yg lebih luhur apa yg sedemikian pentingnya sehingga tanah leluhur kabuyutan pun harus dikorbankan? Bendungan yang sudah ada pun malah menambah masalah, hutang pemerintah semakin besar, energi listrik yg dihasilkan tidak sesuai, lifetime bendungan semakin berkurang karena sedimentasi, sampah, dlsb. Disekitar Jatiluhur pun masih banyak masyarakat bawah yg belum mendapatkan aliran listrik, Desa Parang Gombong pun yg berada dekat Bendungan masih termasuk desa tertinggal lalu untuk siapa Bendungan itu?

Kesuksesan bendungan menjadi semu karena harus mengorbankan yg lainnya ibarat konflik Israel Palestina dalam kacamata Israel pengambilalihan lahan milik leluhur bangsa Palestina adalah suatu kewajaran namun bagi masyarakat palestina ini merupakan suatu penjajahan pengambilalihan secara paksa. Kita mengutuk keras kekejaman israel dalam mengambil alih hak milik bangsa palestina namun kita berdiam diri ketika Masyarakat Lemah Sagandu Kabuyutan Cipaku tanah leluhurnya dan Situs2 Cagar Budayanya akan diambil alih secara paksa oleh pemerintah yg memiliki pola pikir seperti Israel dengan alasan untuk kepentingan yg lebih luhur.

Silahkan datang dan berkunjung ke masyarkat Kabuyutan mereka dari tahun 80an sampai sekarang menolak Tanah Leluhur dan Kabuyutannya diambil alih, karena bagi mereka tanah leluhur itu sakral. Tanah itu bisa diwariskan ke anak cucu untuk menghidupi mereka sedangkan uang ganti rugi bisa habis oleh berbagai kebutuhan konsumtif. Masyarakat diintimidasi, dipaksa untuk menerima hanya Tuhan Yang Maha Kuasa yg mampu menahan dari dahulu sampai sekarang mereka masih bertahan sudah lebih 30 tahun mereka bertahan. Kini tiba waktunya ujian terakhir bagi mereka apakah Pemerintah Jokowi akan mengangkat senjata seperti Pemerintah Israel untuk mengusir Masyarakat Kabuyutan?

Wallohualam semoga Tuhan Yang Maha Kuasa menjaga dan melestarikan tanah leluhur kami. Amiiin ya Alloh ya robbal alamin

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com



__._,_.___

Attachment(s) from Mang Aska | View attachments on the web

3 of 3 Photo(s)

1 of 1 File(s)

Posted by: Mang Aska <dkabayan <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___

Gmane