Picon

Resensi Buku Spiritual Traveller, Sebuah Kisah Pencarian Makna

Makna kehidupan tak cukup dihayati hanya dengan "katanya dan kata
orang". Dalam banyak hal, manusia memiliki tanggungjawab pribadi untuk
mencarinya sendiri. Tentu, pencarian seperti ini membawa kita melewati
banyak pertanyaan, keraguan, penolakan, bahkan tantangan.

Buku ini mengajak kita menelaah perjalanan intelektual dan spiritual
seorang manusia, membuka kembali wawasan yang pernah dimiliki,
menggugah lagi keyakinan yang pernah diimani. Kisah-kisahnya akan
membawa Anda melakukan safari rohani, dialog sejarah, hingga wisata
logika yang bernas.

Meski terjemahan, buku ini memiliki kedalaman dan kepadatan
informasinya disampaikan dengan gaya bahasa yang ringan, mudah
dicerna, dan nyaman dibaca. Karena penulisnya, Dr Muhammad Tijani
Al-Samawi, seorang intelektual Islam dari Tunisia yang memiliki
kedalaman ilmu-ilmu Islam.

Melalui buku ini, Tijani menuliskan pengalaman spiritual hingga
menemukan kebenaran yang diyakininya. Karena itu, sangat perlu untuk
dibaca dan dipahami: mengapa dan bagaimana Tijani menemukan kebenaran
dalam beragama?

Judul                     : Spiritual Traveller, Sebuah Kisah Pencarian Makna
Penulis                 : Muhammad Tijani Samawi
Penerbit              : Misykat & Marja
Tahun                   : 2015
Halaman              : 252

http://misykat.net/article/155861/spiritual-traveller-sebuah-kisah-pencarian-makna.html

(Continue reading)

Picon

Hidup Normal? One Life Live It!



<at> All sadayana semuanya... wilujeng morniiing,
Seperti kita ketahui bahwa sebagai seorang spiritualist kita diperintahkan oleh Tuhan Nu Kawasa Nu Ngersakeun Nu Maha Murbeng Alam untuk mengikuti jejak2 para Rosul dan Nabi nya :). Konon kabarnya tingkatan iman itu ada 3:
1. Paling tinggi berani bertindak
2. Sedang berani berbicara
3. Rendah mengutuk dalam hati.

Nah kalau memperhatikan Kisah2 Spiritualist yg tertera dalam berbagai Kitab Suci maka dapat kita peroleh suatu realita bahwa para Nabi dan Rosul itu hidup jauh dari kata Normal yang menjalani RUTINITAS seperti biasa makan, ibadah, bekerja dan tutup mata tutup telinga tidur nyenak... 60 atau 80 tahun meninggal dunia, paling lama 100tahun saja sudah bersyukur banget.

Kita ambil contoh random aja ya kan susah kalau semua kita bahas :
1. Adam dan Hawa sudah enak di Surga tapi mereka melakukan sesuatu yg tidak Normal sehingga turun ke bumi dan akhirnya beranak pinak.

2. Nabi Nuh sangat tidak normal bahkan disebut gila karena membangun bahtera/ perahu besar di atas bukit pada musim kemarau dan bilang akan ada banjir bandang yg akan membunuh semuanya. Kata orang jaman dulu mungkin komentarnya eta si Nuh geloooo sugan bikin parahu di atas bukit ... bikin perahu mah di sungai atau dipantai wkkkk.

3. Nabi Musa sudah enak jadi Anak Raja dengan segala kenormalan dan kebahagiaannya tapi malah memilih membantu orang Yahudi yg dijadikan Budak oleh Orang Mesir, Membebaskan mereka dan memimpin hijrah dengan berbagai luka liku laki laki nya hehehe. Geloooooo pisan pan udah enak jadi Raja malah milih turun kasta sebangsa budak belian.

4. Nabi Isa lahir dari wanita tidak normal masih perawan tidak ada Bapaknya dan memilih berkoban disalib demi menanggung dosa umatnya. Ini gila pisan... menanggung dosa umatnya... beuuuuh dahsyat.

5. Nabi Muhammad yatim piatu ketika Nabi Muhammad menikah tidak seperti orang normal memilih menikah Janda Lebih Tua 25 Tahun Umurnya (Lelaki Normal memilih ABG lebih muda 5 tahun xixixi), ketika berdagang yg lain mengurangi timbangan dan mengambil untung sebesar2nya beliau malah mencukupkan bahkan menambahkan timbangan :)... untung ditentukan sendiri yg beli dengan menyampaikan harganya segini asalnya mangga mau ngasi lebih berapa? Berani tampil BEDA! Ditengah kemapanan mendekati usia 40an malah rajin bertapa/ berkontemplasi di Gua Hira, dapat wahyu dan menyebarkannya merubah dari tadinya masyarakat menyembah 360 Dewa, di Ka'bah itu ada 360 batu konon kabarnya yg disembah dijadikan dewa oleh masyarakat Arab kala itu, Nabi Muhammad SAW malah berkoar2 menceritakan bahwa Tuh an itu Satu, malah menghidupkan ajaran Tauhid leluhurnya Ibrahim yg sudah dilupakan. Atuh bayangkan saja ditertawakan, dianggap gila, bahkan mau dibunuh. Sampai begitu besarnya tekanan penolakan sampai beliau memutuskan untuk berhijrah menyusun kekuatan dan kembali pada akhirnya mengakuisi Mekah... Ka'bah yg tadinya ada 360 batu dewa dihilangkan batu2 yg tidak berharga yg lainnya dan menyisakan hanya satu batu yg merupakan peninggalan dari leluhurnya Ibrahim yaitu Batu Tauhid Hajar Aswad, sampai2 kemudian Rosululloh menciumnya karena kalau beliau tidak menciumnya beliau bilang Manusia tidak akan mengingat Batu Tauhid itu, dengan beliau menciumnya maka orang akan mengikutinya dan akan mengingat keberadaan Batu Tauhid itu :). Saking tidak normalnya Nabi Muhammad SAW maka Umatnya diproy eksi tahun 2030 akan tebesar di seluruh jagatraya.... dan saking tidak normalnya Value dari Kawasan Batu Tauhid tersebut bisa menghasilkan Streaming Income per tahun 802 Trilyun dari kegiatan Haji, Umrah, dlsb, dahsyaaaat bukan multiplier effect nya?

Itu versi Spiritualist orang2 yg tidak Normal karena mendapatkan perintah Tuhan dan menjadi Messenger of God :). Coba kita lihat manusia biasa yg tidak Normal juga yg masih hidup Abad ini atau baru meninggal :).

1. Bill Gates the richest man.... DO dari kuliahnya ngak normal banget, milih bikin Microsoft memulai dari garasinya.

2. Warren Buffet.... Orang kaya kedua tapi juga orang yg tidak normal yg lain punya jet pribadi dia tetep pake pesawat umum, mobilnya masih mobil lama, rumahnya juga rumah lamanya dll... sangat tidak normal gokil bin gila pisan.

3. Steve Jobs... dari filem nya aja kelihatan tidak normal banget sampai bisa bikin Apple... Kata2 nya yg paling gak Normal itu... Stay foolish, Stay Hungry :).

4. Mark Zuckerberg... Facebook... hidupnya juga sama jauuuh dari kata normal... tapi malah menjadi pemuda kaya raya xixixi.

5. Bob Sadino... sangat tidak normal memilih menjadi petani pakai kolor aja dan bisnisnya yg luar biasa ketika beliau di undang oleh salah satu perguruan tinggi beliau malah menganjurkan jangan kuliah hahaha karena kuliah membuat otak menjadi pegawai dan terkotak2 kaku... hilang kreatifitas hehehe.

Ada yg mau menambahkan?

Nah jadi kita bisa saja berfikir untuk menyia-nyiakan hidup untuk hidup secara normal, makan, ibadah, kerja, dan tidur... 60 tahun atau 70 tahun dikubur xixixi.... atau terserah mau bagaimana :).

Kalau Mamang.... Life is too short to be NORMAL, let's go crazy xixixi.... One Life Live It!

Mamang sangat tidak normal... mobil aja milih land rover... dan land rover hanya dimiliki oleh orang kaya banget atau orang gila banget wkkkk. Mamang bukan orang kaya... karena orang kaya pastinya belinya Rangerover dan Defender Terbaru yg diatas 1 Ember harganya... Mamang pakai Old Land Rover dan malah memutuskan keluar dari pekerjaan menjadi Supir Land Rover memberikan tamu kepuasan Ber Adventure bersama Land Rover, bahasa ngetrendnya Ngojeg ;)... Part timer Mamang suka diundang Ngamen utk bantu presentasi ke Investor, Project Owner, dlsb terutama bidang Tourism n' Property :)... selain Ngojeg, Ngamen, juga Ngacapruk dimana2 dan Kongres bersama teman2... ngawangkong teu beres2 :). Ternyata alhamdulillah Mamang masih bisa hidup, enjoy pisan, capital alhamdulillah nambah t erus dan juga yg lebih penting bisa membantu Masyarakat Tanah Kelahiran Mamang mempertahankan Kabuyutannya dan mudah2an lebih gila lagi bisa mengembangkannya semoga bisa kedepan 100 Trilyun setahun :D. Turn carbon into diamonds.... Let's go crazy... tentunya 100 trilyun setahun itu mungkin 100 tahun yg akan datang atau 1000 thn kalau tetap persistent dan consistent sesuai prinsip Katukuhan Cipaku, Tukuh, Pengkuh, Cicingkeun, Pageuhkeun, Kukuhkeun :).

Batu Tauhid di Ka'bah tidak terbayangkan sebelumnya nileynya bisa 802 Trilyun setahun, tapi karena terus digosok, diminyaki, sampai kemudian mengkilat dan berwarna hitam karena itulah disebut Batu Hajjar Aswad... Batu Hitam Mengkilap :). Mengkilap karena digosok dan diminyaki :). Batu Tauhid Aji Putih Sumedang masih polos sederhana masih dianggap batu kali makanya mau dipindahkan dan ditenggelamkan, belum digosok dan diminyaki, belum jadi Hajjar Aswad tapi kalau sudah ada yg berani menggosok dan meminyaki maka akan menjadi Hajjar Aswad Batu Hitam Mengkilap, baru kalau sudah hitam mengkilap Niley Ekonomi Nya bisa lah 100 Trilyun setahun mah :). Batu Tauhid Aji Putih bisa 100 Trilyun per tahun nileynya kalau tetap berada di koordinatnya yg sekarang dan tidak tenggelam enak b anget ngegosoknya secara DeFacto Batu Tauhid 50 tahun lebih belum ada satu president pun yg bisa menenggelamkannya... Jatigede menjadi bendungan terlama sejagat raya! Suharto dengan ABRI nya waktu itu yg sangat represif saja tidak mampu menenggelamkan Batu Tauhid Aji Putih :).

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com



__._,_.___
Posted by: Mang Aska <dkabayan <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

Haji & Umrah Berulangkali Pengabdi Setan?



"Saya menulis buku Haji Pengabdi Setan, maksudnya untuk orang berhaji ulang. Itu niatnya ikut siapa, sementara kondisi negara masih terpuruk. Indonesia kalau mengikuti indikator PBB, masih ada 117 juta orang miskin. Nabi berkata, Tidak beriman orang pada malam perutnya kenyang, sedangkan tetangganya kelaparan. Berapa juta orang Indonesia masih kelaparan."

Selengkapnya:
http://m.merdeka.com/khas/berhaji-dan-berumrah-berulang-kali-pengabdi-setan-wawancara-ali-mustafa-y-2.html

Jadi inget Fatwa Eyang Haji Aji Putih, Orang Sumedang Pertama Yg Naik Haji Ke Tanah Suci Berguru ke Sayidina Ali, disebut Haji Purwa Darmaraja setelah mendapat wangsit ketika beliau sedang berkontemplasi di Situs Cipeueut Aji Putih, "Kalau Ada Saudara dan Tetangga Kalian Yang Masih Sengsara dan Butuh Pertolongan, Baik Sandang, Pangan, Papan, atau yang lainnya maka Kalian Tidak Perlu Naik Haji Ke Tanah Suci Karena Sudah Aku Wakili, Utamakan Tolong Dulu Mereka!". Subhanalloh dalem banget sesuai article di atas, Nabi berkata, Tidak beriman orang pada malam perutnya kenyang, sedangkan tetangganya kelaparan. Berapa juta orang Indonesia masih kelaparan.

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com



__._,_.___
Posted by: Mang Aska <dkabayan <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

RE: Seminar Jatigede di Aula Barat ITB? - RE: [Senyum-ITB] Kajian Ilmiah Doktor Geologi UNPAD, Bendungan Jatigede Membahayakan! [2 Attachments]

[Attachment(s) from Mang Aska included below]

Pak Adi Krisadi... sy tidak mau menjadi manusia normal yg biasa saja dan datar2 saja... Life is too short to be Normal, Let's Go Crazy hehehe.... One Life Live It!

Oh ya sy tidak menyuruh Bapak lho ya, sy mohon bantuan apakah Bapak bisa membantu memfasilitasi? Kalau Bapak tidak mau ya ngak apa2 tidak memaksa kok. Kebetulan soalnya Bapak kan yg memiliki ide untuk memaparkan di Aula Barat ITB? Jadi siapa tahu para senior punya akses ke rektor tentunya lebih mudah utk berkomunikasi. Sama lebih Obyektif/ Fair kalau orang lain/ Independent yg meng-arrange! Biar semua bisa diundang.

Mestakung ~ Semesta Mendukung.... Ide Seminar ini muncul dari beberapa orang... nah salah satu hasil Jatigede Tour Kemarin Memang Tercetus dari salah satu peserta Tour untuk membuat Seminar! Nah hanya saja masukannya jangan Kami Komunitas Save Jatigede yang menyelenggarakan Harus yang Independent biar Obyektif, atau kalaupun terpaksa harus Komunitas Save Jatigede yg menyelenggarakan maka harus Bekerjasama entah itu ITB, UNPAD, dll. Kami sedang berusaha mencari Kontak Bu Dr. Emi Ahli Geologi Unpad yang berani membuat statement yg netral tersebut!

Masih tetap terbuka kepada siapa saja yg berkenan membantu :). Mari... mari kita berbuat... yg sudah bosan dengan ibadah ritual yg itu2 saja... mungkin saatnya mencoba Ibadah Sosial bukan dengan memberikan santunan yg sesaat tetapi dengan membantu masyarakat mempertahankan Kabuyutannya/ Kampung Halamannya agar jangan sampai terjadi perusakan tatanan sosial, budaya, dan spiritual.

Mengenai tempat Seminar bisa dibuat beberapa alternatif apakah ITB atau UNPAD, tadinya lebih prefered Unpad karena ada Bu Emi di Republika Hari ini... namun masukan Pak Adi di Aula Barat ITB juga menarik! Namun kira2 Rektor ITB berminat ngak ya?

Terlampir ide Seminar diskusi di FB dan di Grup WA, semoga Mestakung.... Let's do it!

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com

On Apr 8, 2015 9:31 PM, "adikrisadi Adikrisadi <at> yahoo.com [Senyum-ITB]" <Senyum-ITB <at> yahoogroups.com> wrote:
 

Mang Aska, kalo anda orang normal tidak menyuruh orang lain tapi do it yourself utk seminar di aula barat temui rektor itb. 

Salam.


Sent from Samsung Mobile


-------- Original message --------
From: "Mang Aska dkabayan <at> gmail.com [Senyum-ITB]"
Date:08/04/2015 18:59 (GMT+07:00)
To: Senyum-ITB <at> yahoogroups.com
Cc: alumni-ipb <at> yahoogroups.com,kabuyutan <at> yahoogroups.com,Baraya_Sunda ,urang sunda , kisunda <at> yahoogroups.com,Bambang Harymurti ,Arifin Asydhad ,Arya Sinulingga ,Ahmad Mukhlis Yusuf ,Ahmad Mukhlis Yusuf ,Ahmad Dimyati
Subject: Seminar Jatigede di Aula Barat ITB? - RE: [Senyum-ITB] Kajian Ilmiah Doktor Geologi UNPAD, Bendungan Jatigede Membahayakan!

 

Dahsyaaaat cocoooook sekali... Apakah Pak Adi bisa membantu memfasilitasi? justru sedang menantikan ITB yg terkenal dengan kampus ilmiahnya utk mengundang Para Ahli utk berpartisipasi memaparkan Kajian Ilmiahnya di Seminar Terbuka Tentang Bendungan Jatigede secara Obyektif, Manfaat Vs Mudharatnya. Kita undang media Nasional :).

Ayooooo apakah ada rekan ITB yg berkenan membantu memfasilitasi? Tapi harus independent ya... Undang semua para pakar dan bukan pakar yang biasa disuap, artinya seperti kentongan... dia berbunyi ketika ada yg menakolnya hehehe. Undang Ahli Bendungan, Undang DPKLTS, Undang Ahli Geologi, Ahli Lingkungan, Ahli Budaya, dlsb... Review kembali Amdal dan FS Jatigede... Yuuu bongkar FS nya dan Amdalnya secara ilmiah.

Beres seminar kita lihat kunjungan ke lapangan untuk melihat langsung bendungan Jatigede. Jujur yg Mamang ajak melihat kesana dari berbagai latar belakang, komentarnya satu... Mengerikan!

Kalo masalah Klenik/ Mistis mah relatif lah... pan menurut orang Ilmiah mah Tuhan saja Klenik/ Mistis hehehe... Al Qur'an aja isinya kan Ramalan... Ramalan tentang akan datangnya Imam Mahdie, dlsb... Kalo Mamang mah welcome kedua nya mau Ilmiah hayu mau tinjauan secara Spiritualist hayu. Ada yg bilang cocok logi atau dicocok-cocokan hehehe tapi juga kalau versi Spiritualist mah da semua juga sudah diatur di Lauhul Mahfudz jutaan tahun sebelumnya... ketika Scientist baru bicara 3D... 3 Dimensi... Spiritualist sudah bicara 4D dan 5D xixixi.

Kebetulan sy sedang belajar dari Kang Ahmad Dimyati, Doktor Ilmu Pertanian dan Hortikultura, S1 Unpad, S2 IPB, dan S3 UnivNebraska Amrik, tentang Industi Hayati Berbasis Spiritualist :). Beliau sudah menerbitkan bukunya. Beliau punya solusi2 yg brilliant tentang Pertanian di Indonesia. Juga bisa mengundang Pak Prof. Agus Pakpahan, dari IPB beliau ahli perkebunan. Bisa di undang juga Ahli Lingkungan Dr. Mubiar Purwasmita, Dosen Teknik Kimia IPB, Dr. Emi Sukiyah, Ahli Geologi UNPAD, Ir Sobirin, Ahli Bendungan, dlsb. Dari sisi Gempa ada Kang Dr. Dani Hilman Natawijaya, dari sisi Budaya dan Arsitektur ada Kang Pon Purajatnika dari ITB, Dr. Nina Herlina Lubis, Prof Jacob Sumardjo, dll.

Kalau mau dahsyat undang juga para pakar bendungan internasional lah.

Menurut Mamang nama2 di atas integritasnya bisa dipegang lah.

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com

On Apr 8, 2015 6:23 PM, "adikrisadi Adikrisadi <at> yahoo.com [Senyum-ITB]" <Senyum-ITB <at> yahoogroups.com> wrote:
 

Ini ngomongnya Mang Aska klenik melulu, ya mestinya kalo ilmiah dipaparkan secara terbuka Bendung Jatigede. Jangan ngomongnya seperti orang peramal??? Ilmiah dong. Paparkan di aula barat itb.


Sent from Samsung Mobile


-------- Original message --------
From: "Mang Aska dkabayan <at> gmail.com [Senyum-ITB]"
Date:08/04/2015 13:42 (GMT+07:00)
To: Senyum-ITB ,alumni-ipb <at> yahoogroups.com,Baraya_Sunda ,urang sunda ,kisunda <at> yahoogroups.com,kabuyutan <at> yahoogroups.com
Subject: [Senyum-ITB] Kajian Ilmiah Doktor Geologi UNPAD, Bendungan Jatigede Membahayakan! [3 Attachments]

 

Terima kasih Republika dan UNPAD terutama Ibu Dr. Ir. Emi Sukiyah MT, Dosen Fakultas Teknologi Geologi UNPAD yang telah berkenan mengungkap secara ilmiah tentang potensi bahayanya Bendungan Jatigede. Semoga Presiden Jokowi mengkaji ulang Bendungan Jatigede dan merevisi Perpres utk membatalkan penggenangan dan menjadikan Bendungan Jatigede sebagai Monumen Konservasi. Jangan sampai Jokowi salah melangkah menandatangani persetujuan penggenangan Jatigede yang berpotensi menimbulkan bencana. Silahkan cek dan kaji secara ilmiah Dampak Bencana yang terjadi apabila Jatigede Jebol. Banyak orang yang menertawakan UGA / Cacandran/ Ramalan Leluhur, namun silahkan cek ke lapangan secara kasat mata terlihat Jalan Ambles yang sangat parah, Longsor, dll menunjukan bahwa tanah disana sangat labil.

Berikut ini kajian Ibu Dr. Emi, “Sebetulnya dari tatanan geologi tidak memungkinkan infrastruktur sebesar itu dibangun di situ (Jatigede). Tektoniknya aktif (di tempat tersebut),” kata Dr Ir Emi Sukiyah MT, dosen di Fakultas Teknik Geologi (FTG) Unpad, Selasa (7/4). Dia bersama Nana Sulaksana, Achmad Sjafrudin, dan Edi Tri Haryanto melakukan penelitian mengenai karakteristik bentuk Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk terhadap Waduk Jatigede. Yang mereka teliti adalah pengaruh dari keadaan DAS Cimanuk terhadap tingkat erosi dan pendangkalan di Waduk Jatigede.

Terlampir foto hari Sabtu 4 April 2015 lalu yang memperlihatkan Jalan Proyek Jatigede Ambles padahal jalan tersebut sudah dipadatkan dan dilalui oleh berbagai truk besar mengangkut batu untuk mengurug bendungan. Bayangkan bendungan hanya menggunakan urugan batu padahal di Amerika Serika sudah menggunakan teknologi Pre Stress... apa yang terjadi kalau tiba urugan batu bendungan itu ambles? 1 Milyar m3, 1000x situ gintung Tsunaminya :(. Berapa ribu nyawa yang akan melayang? Mohon jangan meremeh kan UGA Jatigede, sudah ada Uga dari leluhur bahwa apabila digenangi maka akan Jebol.

http://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/15/04/07/nmfgvy-waduk-jatigede-dibangun-pada-daerah-episentrum-gempa

REPUBLIKA.CO.ID, JATINANGOR – Lokasi pembangunan Waduk Jatigede, berada dalam wilayah pegunungan dengan tektonik aktif. Bukan hanya dibangun di daerah dekat episentrum gempa, di bawah tempat itu ada aktif fault yang melintas di kawasan tersebut.

“Sebetulnya dari tatanan geologi tidak memungkinkan infrastruktur sebesar itu dibangun di situ (Jatigede). Tektoniknya aktif (di tempat tersebut),” kata Dr Ir Emi Sukiyah MT, dosen di Fakultas Teknik Geologi (FTG) Unpad, Selasa (7/4). Dia bersama Nana Sulaksana, Achmad Sjafrudin, dan Edi Tri Haryanto melakukan penelitian mengenai karakteristik bentuk Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk terhadap Waduk Jatigede. Yang mereka teliti adalah pengaruh dari keadaan DAS Cimanuk terhadap tingkat erosi dan pendangkalan di Waduk Jatigede.

Bendungan Jatigede telah direncanakan sejak 46 tahun yang lalu, tepatnya sejak 1967, atau pada zaman Orde Baru. Pada 1982, mulai dilakukan pendataan tanah warga di sekitar proyek bendungan untuk dilakukan proses ganti rugi dengan cara relokasi.

Sayangnya, proses ganti rugi berhenti dan proyek ini mengalami penundaan hingga 45 tahun. Proyek ini baru dilanjutkan kembali pada 1996. Tapi, apakah proyek yang sudah dirancang sejak lama ini sebetulnya aman?

Itulah yang menjadi penelitian dan kajian para akademisi dari Fakultas teknik Geologi (FTG) Universitas Padjadjaran. Dari penelitian yang dilakukan oleh Nana Sulaksana dan kawan-kawannya itu, diketahui bahwa pembuatan waduk Jatigede merupakan sebuah proyek yang beresiko.

“Pembangunan ini banyak kendalanya,” kata Emi. Sebetulnya, ujar dia, dari tatanan geologi tidak memungkinkan infrasturktur sebesar itu dibangun di situ (Jatigede). Tektoniknya aktif (di tempat tersebut). Bukan hanya dekat episentrum gempa, di bawah tempat itu ada aktif fault yang melintas di situ.

Dikatakan Emi, karena jejak tektonik berupa sesar aktif (aktif fault), maka proyek bendungan ini berbahaya. Sesar ini merupakan zona rekahan pada bumi yang mengalami pergeseran-pergeseran. Pergeseran-pergeseran ini, kata dia, yang memengaruhi erosi di DAS Cimanuk yang menuju Jatigede.

Tim ini tertarik meneliti erosi di waduk Jatigede karena melihat tingginya intensitas erosi di daerah hulu sungai. Hasil dari erosi-erosi tersebut, menurut Emi dapat mengganggu kinerja alat-alat yang dipasang di waduk.

“Hal ini juga berhubungan dengan umur waduk. Alih fungsi lahan yang terus berlanjut pun mempengaruhi besaran erosi yang terjadi,” ujarnya.

Menurut Emi, dampak dari erosi ini sudah mulai tampak. Materialnya yang mudah longsor, ditambah daerahnya yang sesar aktif membuat dampaknya bertambah besar. Salah satu contoh dampak yang paling terasa adalah jalan yang menuju ke bendungan hancur dan ambles.

“Dampaknya sudah terlihat. Pernah, jalan yang menuju ke bendungan (Jatigede) hancur. Sekarang jalan tersebut dipindahkan,” lanjut Emi.

Emi menuturkan, tantangan yang paling besar adalah curah hujan yang tidak menentu dan penerimaan hasil penelitian yang hasilnya tidak pas. “Penelitian mengenai erosi, sedimentasi, itu kaitannya dengan curah hujan. Tetapi kadang penelitian itu diterima saat musim kemarau. Jadi, kami menghitung hanya dari rumus, fakta di lapangan pun harus dikompilasi,” keluh Emi.

Selain itu, adanya perbedaan hasil dengan penelitian-penelitian yang dihasilkan pihak lain pun sedikit menyulitkan penelitian yang dilakukannya. Emi berharap, pemerintah bisa lebih transparan ke masyarakat.

Bila pemerintah bisa transparan, masyarakat pun bisa mengantisipasi lebih dini terhadap kemungkinan bencana. “Sosialisasikan bila Waduk Jatigede memang rawan,” katanya. Selain itu, Emi berharap, masyarakat pun bisa ikut memelihara fasilitas yang sudah pemerintah buat.



__._,_.___

Attachment(s) from Mang Aska | View attachments on the web

2 of 2 Photo(s)

Posted by: Mang Aska <dkabayan <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

Seminar Jatigede di Aula Barat ITB? - RE: [Senyum-ITB] Kajian Ilmiah Doktor Geologi UNPAD, Bendungan Jatigede Membahayakan!



Dahsyaaaat cocoooook sekali... Apakah Pak Adi bisa membantu memfasilitasi? justru sedang menantikan ITB yg terkenal dengan kampus ilmiahnya utk mengundang Para Ahli utk berpartisipasi memaparkan Kajian Ilmiahnya di Seminar Terbuka Tentang Bendungan Jatigede secara Obyektif, Manfaat Vs Mudharatnya. Kita undang media Nasional :).

Ayooooo apakah ada rekan ITB yg berkenan membantu memfasilitasi? Tapi harus independent ya... Undang semua para pakar dan bukan pakar yang biasa disuap, artinya seperti kentongan... dia berbunyi ketika ada yg menakolnya hehehe. Undang Ahli Bendungan, Undang DPKLTS, Undang Ahli Geologi, Ahli Lingkungan, Ahli Budaya, dlsb... Review kembali Amdal dan FS Jatigede... Yuuu bongkar FS nya dan Amdalnya secara ilmiah.

Beres seminar kita lihat kunjungan ke lapangan untuk melihat langsung bendungan Jatigede. Jujur yg Mamang ajak melihat kesana dari berbagai latar belakang, komentarnya satu... Mengerikan!

Kalo masalah Klenik/ Mistis mah relatif lah... pan menurut orang Ilmiah mah Tuhan saja Klenik/ Mistis hehehe... Al Qur'an aja isinya kan Ramalan... Ramalan tentang akan datangnya Imam Mahdie, dlsb... Kalo Mamang mah welcome kedua nya mau Ilmiah hayu mau tinjauan secara Spiritualist hayu. Ada yg bilang cocok logi atau dicocok-cocokan hehehe tapi juga kalau versi Spiritualist mah da semua juga sudah diatur di Lauhul Mahfudz jutaan tahun sebelumnya... ketika Scientist baru bicara 3D... 3 Dimensi... Spiritualist sudah bicara 4D dan 5D xixixi.

Kebetulan sy sedang belajar dari Kang Ahmad Dimyati, Doktor Ilmu Pertanian dan Hortikultura, S1 Unpad, S2 IPB, dan S3 UnivNebraska Amrik, tentang Industi Hayati Berbasis Spiritualist :). Beliau sudah menerbitkan bukunya. Beliau punya solusi2 yg brilliant tentang Pertanian di Indonesia. Juga bisa mengundang Pak Prof. Agus Pakpahan, dari IPB beliau ahli perkebunan. Bisa di undang juga Ahli Lingkungan Dr. Mubiar Purwasmita, Dosen Teknik Kimia IPB, Dr. Emi Sukiyah, Ahli Geologi UNPAD, Ir Sobirin, Ahli Bendungan, dlsb. Dari sisi Gempa ada Kang Dr. Dani Hilman Natawijaya, dari sisi Budaya dan Arsitektur ada Kang Pon Purajatnika dari ITB, Dr. Nina Herlina Lubis, Prof Jacob Sumardjo, dll.

Kalau mau dahsyat undang juga para pakar bendungan internasional lah.

Menurut Mamang nama2 di atas integritasnya bisa dipegang lah.

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com

On Apr 8, 2015 6:23 PM, "adikrisadi Adikrisadi <at> yahoo.com [Senyum-ITB]" <Senyum-ITB <at> yahoogroups.com> wrote:
 

Ini ngomongnya Mang Aska klenik melulu, ya mestinya kalo ilmiah dipaparkan secara terbuka Bendung Jatigede. Jangan ngomongnya seperti orang peramal??? Ilmiah dong. Paparkan di aula barat itb.


Sent from Samsung Mobile


-------- Original message --------
From: "Mang Aska dkabayan <at> gmail.com [Senyum-ITB]"
Date:08/04/2015 13:42 (GMT+07:00)
To: Senyum-ITB ,alumni-ipb <at> yahoogroups.com,Baraya_Sunda ,urang sunda ,kisunda <at> yahoogroups.com,kabuyutan <at> yahoogroups.com
Subject: [Senyum-ITB] Kajian Ilmiah Doktor Geologi UNPAD, Bendungan Jatigede Membahayakan! [3 Attachments]

 

Terima kasih Republika dan UNPAD terutama Ibu Dr. Ir. Emi Sukiyah MT, Dosen Fakultas Teknologi Geologi UNPAD yang telah berkenan mengungkap secara ilmiah tentang potensi bahayanya Bendungan Jatigede. Semoga Presiden Jokowi mengkaji ulang Bendungan Jatigede dan merevisi Perpres utk membatalkan penggenangan dan menjadikan Bendungan Jatigede sebagai Monumen Konservasi. Jangan sampai Jokowi salah melangkah menandatangani persetujuan penggenangan Jatigede yang berpotensi menimbulkan bencana. Silahkan cek dan kaji secara ilmiah Dampak Bencana yang terjadi apabila Jatigede Jebol. Banyak orang yang menertawakan UGA / Cacandran/ Ramalan Leluhur, namun silahkan cek ke lapangan secara kasat mata terlihat Jalan Ambles yang sangat parah, Longsor, dll menunjukan bahwa tanah disana sangat labil.

Berikut ini kajian Ibu Dr. Emi, “Sebetulnya dari tatanan geologi tidak memungkinkan infrastruktur sebesar itu dibangun di situ (Jatigede). Tektoniknya aktif (di tempat tersebut),” kata Dr Ir Emi Sukiyah MT, dosen di Fakultas Teknik Geologi (FTG) Unpad, Selasa (7/4). Dia bersama Nana Sulaksana, Achmad Sjafrudin, dan Edi Tri Haryanto melakukan penelitian mengenai karakteristik bentuk Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk terhadap Waduk Jatigede. Yang mereka teliti adalah pengaruh dari keadaan DAS Cimanuk terhadap tingkat erosi dan pendangkalan di Waduk Jatigede.

Terlampir foto hari Sabtu 4 April 2015 lalu yang memperlihatkan Jalan Proyek Jatigede Ambles padahal jalan tersebut sudah dipadatkan dan dilalui oleh berbagai truk besar mengangkut batu untuk mengurug bendungan. Bayangkan bendungan hanya menggunakan urugan batu padahal di Amerika Serika sudah menggunakan teknologi Pre Stress... apa yang terjadi kalau tiba urugan batu bendungan itu ambles? 1 Milyar m3, 1000x situ gintung Tsunaminya :(. Berapa ribu nyawa yang akan melayang? Mohon jangan meremeh kan UGA Jatigede, sudah ada Uga dari leluhur bahwa apabila digenangi maka akan Jebol.

http://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/15/04/07/nmfgvy-waduk-jatigede-dibangun-pada-daerah-episentrum-gempa

REPUBLIKA.CO.ID, JATINANGOR – Lokasi pembangunan Waduk Jatigede, berada dalam wilayah pegunungan dengan tektonik aktif. Bukan hanya dibangun di daerah dekat episentrum gempa, di bawah tempat itu ada aktif fault yang melintas di kawasan tersebut.

“Sebetulnya dari tatanan geologi tidak memungkinkan infrastruktur sebesar itu dibangun di situ (Jatigede). Tektoniknya aktif (di tempat tersebut),” kata Dr Ir Emi Sukiyah MT, dosen di Fakultas Teknik Geologi (FTG) Unpad, Selasa (7/4). Dia bersama Nana Sulaksana, Achmad Sjafrudin, dan Edi Tri Haryanto melakukan penelitian mengenai karakteristik bentuk Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk terhadap Waduk Jatigede. Yang mereka teliti adalah pengaruh dari keadaan DAS Cimanuk terhadap tingkat erosi dan pendangkalan di Waduk Jatigede.

Bendungan Jatigede telah direncanakan sejak 46 tahun yang lalu, tepatnya sejak 1967, atau pada zaman Orde Baru. Pada 1982, mulai dilakukan pendataan tanah warga di sekitar proyek bendungan untuk dilakukan proses ganti rugi dengan cara relokasi.

Sayangnya, proses ganti rugi berhenti dan proyek ini mengalami penundaan hingga 45 tahun. Proyek ini baru dilanjutkan kembali pada 1996. Tapi, apakah proyek yang sudah dirancang sejak lama ini sebetulnya aman?

Itulah yang menjadi penelitian dan kajian para akademisi dari Fakultas teknik Geologi (FTG) Universitas Padjadjaran. Dari penelitian yang dilakukan oleh Nana Sulaksana dan kawan-kawannya itu, diketahui bahwa pembuatan waduk Jatigede merupakan sebuah proyek yang beresiko.

“Pembangunan ini banyak kendalanya,” kata Emi. Sebetulnya, ujar dia, dari tatanan geologi tidak memungkinkan infrasturktur sebesar itu dibangun di situ (Jatigede). Tektoniknya aktif (di tempat tersebut). Bukan hanya dekat episentrum gempa, di bawah tempat itu ada aktif fault yang melintas di situ.

Dikatakan Emi, karena jejak tektonik berupa sesar aktif (aktif fault), maka proyek bendungan ini berbahaya. Sesar ini merupakan zona rekahan pada bumi yang mengalami pergeseran-pergeseran. Pergeseran-pergeseran ini, kata dia, yang memengaruhi erosi di DAS Cimanuk yang menuju Jatigede.

Tim ini tertarik meneliti erosi di waduk Jatigede karena melihat tingginya intensitas erosi di daerah hulu sungai. Hasil dari erosi-erosi tersebut, menurut Emi dapat mengganggu kinerja alat-alat yang dipasang di waduk.

“Hal ini juga berhubungan dengan umur waduk. Alih fungsi lahan yang terus berlanjut pun mempengaruhi besaran erosi yang terjadi,” ujarnya.

Menurut Emi, dampak dari erosi ini sudah mulai tampak. Materialnya yang mudah longsor, ditambah daerahnya yang sesar aktif membuat dampaknya bertambah besar. Salah satu contoh dampak yang paling terasa adalah jalan yang menuju ke bendungan hancur dan ambles.

“Dampaknya sudah terlihat. Pernah, jalan yang menuju ke bendungan (Jatigede) hancur. Sekarang jalan tersebut dipindahkan,” lanjut Emi.

Emi menuturkan, tantangan yang paling besar adalah curah hujan yang tidak menentu dan penerimaan hasil penelitian yang hasilnya tidak pas. “Penelitian mengenai erosi, sedimentasi, itu kaitannya dengan curah hujan. Tetapi kadang penelitian itu diterima saat musim kemarau. Jadi, kami menghitung hanya dari rumus, fakta di lapangan pun harus dikompilasi,” keluh Emi.

Selain itu, adanya perbedaan hasil dengan penelitian-penelitian yang dihasilkan pihak lain pun sedikit menyulitkan penelitian yang dilakukannya. Emi berharap, pemerintah bisa lebih transparan ke masyarakat.

Bila pemerintah bisa transparan, masyarakat pun bisa mengantisipasi lebih dini terhadap kemungkinan bencana. “Sosialisasikan bila Waduk Jatigede memang rawan,” katanya. Selain itu, Emi berharap, masyarakat pun bisa ikut memelihara fasilitas yang sudah pemerintah buat.



__._,_.___
Posted by: Mang Aska <dkabayan <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

Kajian Ilmiah Doktor Geologi UNPAD, Bendungan Jatigede Membahayakan! [3 Attachments]

[Attachment(s) from Mang Aska included below]

Terima kasih Republika dan UNPAD terutama Ibu Dr. Ir. Emi Sukiyah MT, Dosen Fakultas Teknologi Geologi UNPAD yang telah berkenan mengungkap secara ilmiah tentang potensi bahayanya Bendungan Jatigede. Semoga Presiden Jokowi mengkaji ulang Bendungan Jatigede dan merevisi Perpres utk membatalkan penggenangan dan menjadikan Bendungan Jatigede sebagai Monumen Konservasi. Jangan sampai Jokowi salah melangkah menandatangani persetujuan penggenangan Jatigede yang berpotensi menimbulkan bencana. Silahkan cek dan kaji secara ilmiah Dampak Bencana yang terjadi apabila Jatigede Jebol. Banyak orang yang menertawakan UGA / Cacandran/ Ramalan Leluhur, namun silahkan cek ke lapangan secara kasat mata terlihat Jalan Ambles yang sangat parah, Longsor, dll menunjukan bahwa tanah disana sangat labil.

Berikut ini kajian Ibu Dr. Emi, “Sebetulnya dari tatanan geologi tidak memungkinkan infrastruktur sebesar itu dibangun di situ (Jatigede). Tektoniknya aktif (di tempat tersebut),” kata Dr Ir Emi Sukiyah MT, dosen di Fakultas Teknik Geologi (FTG) Unpad, Selasa (7/4). Dia bersama Nana Sulaksana, Achmad Sjafrudin, dan Edi Tri Haryanto melakukan penelitian mengenai karakteristik bentuk Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk terhadap Waduk Jatigede. Yang mereka teliti adalah pengaruh dari keadaan DAS Cimanuk terhadap tingkat erosi dan pendangkalan di Waduk Jatigede.

Terlampir foto hari Sabtu 4 April 2015 lalu yang memperlihatkan Jalan Proyek Jatigede Ambles padahal jalan tersebut sudah dipadatkan dan dilalui oleh berbagai truk besar mengangkut batu untuk mengurug bendungan. Bayangkan bendungan hanya menggunakan urugan batu padahal di Amerika Serika sudah menggunakan teknologi Pre Stress... apa yang terjadi kalau tiba urugan batu bendungan itu ambles? 1 Milyar m3, 1000x situ gintung Tsunaminya :(. Berapa ribu nyawa yang akan melayang? Mohon jangan meremeh kan UGA Jatigede, sudah ada Uga dari leluhur bahwa apabila digenangi maka akan Jebol.

http://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/15/04/07/nmfgvy-waduk-jatigede-dibangun-pada-daerah-episentrum-gempa

REPUBLIKA.CO.ID, JATINANGOR – Lokasi pembangunan Waduk Jatigede, berada dalam wilayah pegunungan dengan tektonik aktif. Bukan hanya dibangun di daerah dekat episentrum gempa, di bawah tempat itu ada aktif fault yang melintas di kawasan tersebut.

“Sebetulnya dari tatanan geologi tidak memungkinkan infrastruktur sebesar itu dibangun di situ (Jatigede). Tektoniknya aktif (di tempat tersebut),” kata Dr Ir Emi Sukiyah MT, dosen di Fakultas Teknik Geologi (FTG) Unpad, Selasa (7/4). Dia bersama Nana Sulaksana, Achmad Sjafrudin, dan Edi Tri Haryanto melakukan penelitian mengenai karakteristik bentuk Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk terhadap Waduk Jatigede. Yang mereka teliti adalah pengaruh dari keadaan DAS Cimanuk terhadap tingkat erosi dan pendangkalan di Waduk Jatigede.

Bendungan Jatigede telah direncanakan sejak 46 tahun yang lalu, tepatnya sejak 1967, atau pada zaman Orde Baru. Pada 1982, mulai dilakukan pendataan tanah warga di sekitar proyek bendungan untuk dilakukan proses ganti rugi dengan cara relokasi.

Sayangnya, proses ganti rugi berhenti dan proyek ini mengalami penundaan hingga 45 tahun. Proyek ini baru dilanjutkan kembali pada 1996. Tapi, apakah proyek yang sudah dirancang sejak lama ini sebetulnya aman?

Itulah yang menjadi penelitian dan kajian para akademisi dari Fakultas teknik Geologi (FTG) Universitas Padjadjaran. Dari penelitian yang dilakukan oleh Nana Sulaksana dan kawan-kawannya itu, diketahui bahwa pembuatan waduk Jatigede merupakan sebuah proyek yang beresiko.

“Pembangunan ini banyak kendalanya,” kata Emi. Sebetulnya, ujar dia, dari tatanan geologi tidak memungkinkan infrasturktur sebesar itu dibangun di situ (Jatigede). Tektoniknya aktif (di tempat tersebut). Bukan hanya dekat episentrum gempa, di bawah tempat itu ada aktif fault yang melintas di situ.

Dikatakan Emi, karena jejak tektonik berupa sesar aktif (aktif fault), maka proyek bendungan ini berbahaya. Sesar ini merupakan zona rekahan pada bumi yang mengalami pergeseran-pergeseran. Pergeseran-pergeseran ini, kata dia, yang memengaruhi erosi di DAS Cimanuk yang menuju Jatigede.

Tim ini tertarik meneliti erosi di waduk Jatigede karena melihat tingginya intensitas erosi di daerah hulu sungai. Hasil dari erosi-erosi tersebut, menurut Emi dapat mengganggu kinerja alat-alat yang dipasang di waduk.

“Hal ini juga berhubungan dengan umur waduk. Alih fungsi lahan yang terus berlanjut pun mempengaruhi besaran erosi yang terjadi,” ujarnya.

Menurut Emi, dampak dari erosi ini sudah mulai tampak. Materialnya yang mudah longsor, ditambah daerahnya yang sesar aktif membuat dampaknya bertambah besar. Salah satu contoh dampak yang paling terasa adalah jalan yang menuju ke bendungan hancur dan ambles.

“Dampaknya sudah terlihat. Pernah, jalan yang menuju ke bendungan (Jatigede) hancur. Sekarang jalan tersebut dipindahkan,” lanjut Emi.

Emi menuturkan, tantangan yang paling besar adalah curah hujan yang tidak menentu dan penerimaan hasil penelitian yang hasilnya tidak pas. “Penelitian mengenai erosi, sedimentasi, itu kaitannya dengan curah hujan. Tetapi kadang penelitian itu diterima saat musim kemarau. Jadi, kami menghitung hanya dari rumus, fakta di lapangan pun harus dikompilasi,” keluh Emi.

Selain itu, adanya perbedaan hasil dengan penelitian-penelitian yang dihasilkan pihak lain pun sedikit menyulitkan penelitian yang dilakukannya. Emi berharap, pemerintah bisa lebih transparan ke masyarakat.

Bila pemerintah bisa transparan, masyarakat pun bisa mengantisipasi lebih dini terhadap kemungkinan bencana. “Sosialisasikan bila Waduk Jatigede memang rawan,” katanya. Selain itu, Emi berharap, masyarakat pun bisa ikut memelihara fasilitas yang sudah pemerintah buat.



__._,_.___

Attachment(s) from Mang Aska | View attachments on the web

3 of 3 Photo(s)


__,_._,___
Picon

Jatigede Ambles dan Longsor [8 Attachments]

[Attachment(s) from Mang Aska included below]

Alhamdulillah tgl 3-4 April 2015 Sekitar 15 Orang, 4 Mobil dari Jakarta, Bekasi, dan Bandung datang berkunjung ke Kabuyutan Cipaku untuk menyaksikan sendiri PROYEK TERLAMA SEDUNIA, Bendungan Jatigede.

Ketika rombongan berangkat melihat Bendungan Jatigede, ketika sudah dekat ke Bendungan jalan Proyek ternyata Ambles-bles, hal tersebut ternyata membuktikan bahwa sesuai informasi dari Ahli Geologi DPKLTS Pak Ir. Sobirin bahwa Tanah Jatigede termasuk dalam tanah yang labil, Soft Geology, selain itu juga Jatigede berada di Sesar Aktif yang setiap saat bisa menjebol bendungan, bisa dibayangkan apabila Volume Air 1 Milyar M3, 1000x Situ Gintung Jebol dan membuat Tsunami bagi penduduk yang dibawahnya yaitu Kadipaten Majalengka, Tomo Sumedang, Cirebon, dan Indramayu, selain perumahan, sawah, ada banyak Industri Strategis di hilir Bendungan Jatigede yaitu Pabrik Semen Indocement, Kilang Minyak Balongan, Bandara Kertajati, dan lainnya. Berapa Trilyun kerugian negara yang bisa ditimbulkan dan berapa ribu nyawa yang akan melayang, 4 Kabupaten yang akan terkena Tsunami.

Semoga Pak Jokowi bisa blusukan ke Jatigede untuk mengkaji ulang serta merevisi Perpres agar Bendungan Jatigede tidak jadi digenangi, Bendungan cukup dijadikan Monumen Konservasi yang dapat mendorong ekonomi Kreatif. Masyarakat sekitar dan Daerah Genangan Jatigede dijadikan Taman Budaya Nusantara, dengan demikian maka Kabuyutan dapat direvitaliasi dan menurut Amanah Galunggung Resi Guru Darmasiksa Abad ke-12, pemimpin yang menjaga Kabuyutan akan JAYA dan mampu membawa kemakmuran bagi masyarakat yang dipimpinnya.

Kunjungan sebelumnya ke Bendungan Jatigede bulan Februari Lalu pekerjaan sudah sepi... sekarang di Bendungan Jatigede ramai lagi ada yang lagi nyemen dinding tebing yang ngeletek/ ambrol, membenahi longsoran, dll... Warga Masyarakat ketika ditanya mereka bilang itu bendungan belum dikasi air saja sudah begitu... apalagi nanti dikasi air?

Rombongan yang datang kesana pun komentarnya sama... MENGERIKAN apabila Bendungan Jatigede sampai digenangi, Jokowi harus segera mengirimkan TIM AUDIT INDEPENDENT yang tidak bisa disuap... mengecek semua jangan sampai justru Jokowi nanti yang akan bertanggung jawab menciptakan bencana bagi masyar akat, karena yang menandatangani Perpres Jatigede kan Jokowi!

Alhamdulillah Kunjungan Kali Ini Mendapatkan Tamu Kehormatan ada Pak Arief yang rutin membuat sequel tentang Kabayan :)... dan kali ini beliau membuat tulisan yang sangat menarik tentang Kabayan dan Jatigede :) Simak tulisan beliau di : https://www.facebook.com/savejatigede/posts/813832465321067



__._,_.___

Attachment(s) from Mang Aska | View attachments on the web

8 of 8 Photo(s)


__,_._,___
Picon

Pelestarian Kawasan Cagar Budaya



Dear All,

Menurut informasi dari Web Kebudayaan Indonesia, Dirjen Sejarah & Purbakala, bahwa Situs Cagar Budaya adalah lokasi yang mengandung benda, bangunan, dan struktur cagar budaya. Lalu Kawasan Cagar Budaya adalah ruang geografis/ area yang memiliki dua atau lebih Situs Cagar Budaya yang letaknya berdekatan dan atau memperlihatkan ciri tata ruang yang khas.

Menurut berita Tribunnews ada 33 Situs yang akan ditenggelamkan oleh Bendungan Jatigede, http://jabar.tribunnews.com/2015/03/24/waduh-sebanyak-33-situs-bakal-tenggelam-di-jatigede, maka sebenarnya statusnya bukan hanya Situs melainkan Kawasan Cagar Budaya karena tidak hanya satu atau dua melainkan suatu susunan 33 Situs yang saling berkaitan satu sama lainnya. 33 Situs ini menurut para leluhur ada dalam Kawasan Lemah Sagandu Kabuyutan Cipaku.

Menurut UU No. 11, tahun 2010 Kawasan Cagar Budaya seharusnya dilindungi dan dilestarikan karena sebagai warisan budaya bangsa. UU Cagar Budaya sebelumnya juga menyampaikan demikian pentingnya menjaga & melestarikan Cagar Budaya. Nah yang menjadi pertanyaan apakah dalam pembuatan AMDAL atau Izin Pembangunan Pemerintah telah mengabaikan Aspek-2 Tersebut? Karena logikanya kalau Pembuatan AMDAL dan Izinnya mempertimbangkan kaidah itu maka Tidak akan disetujui Pembangunan merusak Kawasan Cagar Budaya, apalagi 33 Situs yang ada didalamnya.

Membangun Bendungan tentu bisa dimana saja, bisa digeser, bisa disesuaikan karena Sumedang dan Jawa Barat sendiri luas sekali, sebagai contoh DPKLTS telah merekomendasikan lokasi yang lebih tepat untuk membangun Bendungan itu bukan di Jatigede melainkan di Beureum Beunget! Di Beureum Beungeut tidak ada Kawasan Cagar Budaya, Tidak Ada Kampung Buhun Kabuyutan, Leuweung Larangan, dan Rumah Adat Tradisional yang sudah berumur Ratusan Tahun.

Kementrian Pariwisata, Budaya, dan yang terkait apakah akan diam saja, pasrah membiarkan Jatidiri Bangsa ditenggelamkan oleh Proyek yang berbau KAPITALIS ini?

Semoga Menko Pariwisata dan Menko Kebudayaan bisa melakukan Kajian Ulang untuk menyelamatkan Kawasan Cagar Budaya Lemah Sagandu Kabuyutan Cipaku sebagai salah satu warisan budaya Bangsa Indonesia yang seharusnya dilestarikan dan dikembangkan. 

Sumber: http://kebudayaanindonesia.net/kebudayaan/1573/cagar-budaya

Situs Cagar Budaya adalah lokasi yang berada di darat dan/atau di air yang mengandung Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, dan/atau Struktur Cagar Budaya sebagai hasil kegiatan manusia atau bukti kejadian pada masa lalu.

Kawasan Cagar Budaya adalah satuan ruang geografis yang memiliki dua Situs Cagar Budaya atau lebih yang letaknya berdekatan dan/atau memperlihatkan ciri tata ruang yang khas.

Dalam Perda DKI 9/1999 bangunan Cagar Budaya adalah benda/obyek bangunan/lingkungan yang dilindungi dan ditetapkan berdasarkan kriteria nilai sejarah, umur, keaslian, kelangkaan, landmark/tengaran dan nilai arsitekturnya.

UNESCO mendefinisikan kawasan bersejarah adalah sebagai berikut :

“Group of buildings : Group of separate or connected buildings, which because of their architecture, their homogeneity ar their place in landscape, are of outstanding universal value from the point of view of history, art or science” (UNESCO dalam “Convention Concerning the Protection of the World Cultural and Natural Heritage” 1987).

Dari berbagai definisi di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian Kawasan Cagar Budaya dapat berupa suatu situs lansekap dengan monumen benda bersejarah tapi juga dapat berupa sekumpulan bangunan. Sekumpulan bangunan ini dapat berupa kompleks dengan fungsi beragam atau sejenis. Kawasan pemugaran dapat berupa juga perumahan maupun kawasan dengan tipologi fungsi lain seperti kawasan perkantoran dan perdagangan, kawasan pergudangan dan kawasan campuran lainnya.

Menurut Undang-Undang RI No.11 2010 yang disebut dengan Pelestarian adalah upaya dinamis untuk mempertahankan keberadaan Cagar Budaya dan nilainya dengan cara melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkannya. Dalam mempertahankan Cagar Budaya dilakukan upaya Pengelolaan yang pengertiannya adalah upaya terpadu untuk melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan Cagar Budaya melalui kebijakan pengaturan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat.

Menurut Martokusumo (2005), Bentuk kegiatan Pelestarian :

  • Konservasi

Pemugaran/dinamik, aktif.

  • Preservasi

Pelestarian/statis, pasif.

  • Rekonstruksi

Upaya untuk mengembalikan keadaan sebuah obyek bangunan, fabric, kawasan, yang telah hilang atau hancur kepada kondisi awal.

  • Restorasi

Upaya mengembalikan sebuah bangunan atau kawasan kepada kondisi asli, sejauh yang diketahui dengan menghilangkan penambahan baru atau membuat elemen eksisting tanpa adanya penggunaan bahan baru.

  • Renovasi

Upaya mengubah sebagian atau beberapa bagian bangunan tua terutama bagian interior, agar bangunan tersebut dapat diadaptasikan untuk mengakomodasikan fungsi atau kegiatan baru, tanpa menimbulkan perubahan yang berarti bagi keutuhan struktur maupun fasade bangunan tersebut.

  • Rehabilitasi

Upaya mengembalikan kondisi obyek, bangunan atau kawasan hingga dapt berfungsi kembali dengan baik.

  • Gentrifikasi

Proses perubahan struktur komunitas urban yang dapat berarti relokasi penduduk sebagai dampak dari kegiatan peningkatan kualitas lingkungan fisik, sosial dan ekonomi.

  • Revitalisasi

Upaya menghidupkan kembali sebuah distrik suatu kawasan kota yang telah mengalami degradasi, melalui intervensi ekonomi, sosial dan fisik.

Tujuan Pelestarian bangunan dan kawasan bersejarah :

  • Menurut Undang-Undang RI No.11 tahun 2010 Cagar Budaya bertujuan untuk melestarikan warisan budaya bangsa dan warisan umat manusia.
  • Meningkatkan harkat dan martabat bangsa melalui Cagar Budaya.
  • Memperkuat kepribadian bangsa.
  • Meningkatkan kesejahteraan rakyat.
  • Mempromosikan warisan budaya bangsa kepada masyarakat Internasional.

Sedangkan Menurut Perda 9/1999 DKI Pelestarian dan pemanfaatan lingkungan dan bangunan Cagar Budaya yang diatur dalam Peraturan Daerah ini bertujuan :

  • Mempertahankan dan memulihkan keaslian lingkungan dan bangunan yang mengandung nilai sejarah, ilmu pengetahuan dan kebudayaan.
  • Melindungi dan memelihara lingkungan dan bangunan Cagar Budaya dari kerusakan dan kemusnahan baik karena tindakan manusia maupun proses alam.
  • Mewujudkan lingkungan dan bangunan Cagar Budaya sebagai kekayaan budaya untuk dikelola, dikembangkan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya dan sebesar-besarnya untuk kepentingan pembangunan dan citra positif kota Jakarta, sebagai Ibukota Negara, Kota Jasa dan daerah tujuan wisata. [MN]

Sumber : Direktorat Cagar Budaya Bawah Air dan Masa Kolonial.2011. Pelestarian Kota Tua di Indonesia. Jakarta : Proyek Direktorat Jendral Sejarah dan Purbakala.



__._,_.___
Posted by: Mang Aska <dkabayan <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

Karma Jatigede: Yuddy Chrisnandi Mempermalukan Diri Sendiri [1 Attachment]

[Attachment(s) from Mang Aska included below]

Baru beberapa waktu yg lalu Yuddy berkoar2 sok gaya banget ikut2an ngurusin Jatigede, mau berpartisipasi ikut menenggelamkan Jatigede padahal apa urusannya MenPAN?

Tidak terlalu lama Alloh SWT, Nu Kawasa, Nu Ngersakeun, Nu Maha Murbeng Alam sesuai Amanah Galunggung, "Yang Tidak Bisa Menjaga Kabuyutannya Lebih Hina Dari Kulit Musang Yang Dibuang Ke Tempat Sampah".

Itulah Yuddy yang awalnya ingin kelihatan gaya malah mempermalukan diri sendiri.... dari mulai kebijakan yg menjilat ludah sendiri awalnya PNS dilarang rapat dihotel itu bagus.... eeeh tiba2 diralat katanya boleh hahaha... disebut menteri pinplan (maluuu deh). Kedua rame lagi urusan cium tangan dicemooh di berbagai media! Grup FB, WA, dll.

Itu baru Yuddy yg sekedar ikut2an.... Jokowi yang nandatangan Perpres? Kita tunggu tanggal mainnya ;)... yg jelas sudah banyak yg mencemooh Jokowi mah! Suharto sih thn 98 Jatuh gara2 Kepres Jatigede... nah Jokowi apakah skenario Alloh SWT sama dengan Suharto kita lihat nanti ;). Kata kasepuhan beuki tarik beuki deukeut... semakin kencang orang2 ingin menenggelamkan Jatigede semakin kencang balasan dari Alloh SWT.

Lemah Sagandu Diganggu Balai Sadunya!

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com



__._,_.___

Attachment(s) from Mang Aska | View attachments on the web

1 of 1 Photo(s)

Posted by: Mang Aska <dkabayan <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

Re: [Urang Sunda] Gerakan Anti Korupsi, Jokowi senasib dgn Suharto?



Siap Kang Yadi, sumuhun Kang jero pisan maknana kusabab kitu Darmasiksa nurunkeun pamingpin2 nu hebat sapertos Raden Wijaya Pendiri Majapahit dugika Prabu Siliwangi Sribaduga Maharaja Jaya Dewata Raja Pakuan Pajajaran yg termasyur.

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com

On Mar 29, 2015 6:12 PM, "YADI yswendy <at> live.com [urangsunda]" <urangsunda <at> yahoogroups.com> wrote:
 

Mang Kaby,
Eta Ajaran Galunggung, geuning kuring pisan. Nuhun ah...... 


Yadi Supriadi Wendy
WA: +62 88 8484 1919

"Mang Aska dkabayan <at> gmail.com [urangsunda]" <urangsunda <at> yahoogroups.com> wrote:

 
[Attachment(s) from Mang Aska included below]

Logo GAK : Gerakan Anti Korupsi terlampir mirip dengan logo reformasi tahun 1998, berupa telapak tangan berwarna merah, ketika Mahasiswa berdemonstrasi menurunkan Suharto. Dimulai dengan Suharto menandatangani Kepres Jatigede, tahun 1996 Pembebasan Tahap ke-2 Jatigede dimulai, Dollar meroket naik sampai Rp. 17.000 an, harga2 naik, kerusuhan dan berakhir Suharto lengser.

Tahun 2015 Jokowi menandatangani Perpres Jatigede, Dollar sudah naik tertinggi dari sejak krismon 1998 dan diprediksi naik terus, Mahasiswa sudah mulai menyusun kekuatan. Apakah kejadian Suharto akan  terjadi juga pada Jokowi?

Kita lihat nanti, Amanah Galunggung, Sanghyang Siksa Kandang Karesian, Resi Guru Darmasiksa Abad ke-12, "Pemimpin yang tidak bisa menjaga kabuyutannya lebih hina dari kulit musang yg dibuang ke tempat sampah!". "Pemimpin yang menjaga kabuyutannya akan jaya perang dan mendapatkan kemakmuran serta nama baik".

Wallohualam.

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com

Amanah Galunggung
Sumber: https://menjawabdenganhati.wordpress.com/2010/07/10/amanah-galunggung/

Raja yang tidak bisa mempertahankan kabuyutan di wilayah kekuasaannya lebih hina ketimbang kulit musang yang tercampak di tempat sampah’. Demikian salah satu isi dari Amanat Galunggung.

Naskah atau koropak 632 ini sekarang disimpan di Perpustakaan Nasional Jakarta. Naskah memuat pula tentang tata politik pada jaman dahulu. Sedangkan pusat-pusat kegiatan intelektual dan keagamaan ditempatkan pada kedudukan yang sangat penting. Dari naskah ini diketahui juga peran Kabuyutan (liat fungsi Kabuyutan pada thread lainnya), bukan hanya sebagai tempat pemujaan, melainkan dijadikan sebagai salah satu cara penopang integritas terhadap negara, sehingga tempat itu dilindungi oleh raja dan disakralkan.

Amanat Galunggung bukan suatu judul naskah yang langsung ditulis demikian, namun disebutkan bagi sekumpulan naskah yang ditemukan di Kabuyutan Ciburuy Garut. Penamaan terhadap kumpulan naskah menjadi ‘Amanat Galunggung’ diberikan oleh Saleh Danasasmita, yang turut mengkaji naskah ini pada tahun 1987.

Naskah yang dikatagorikan sebagai salah satu naskah tertua di Nusantara ini diperkirakan disusun pada abad ke-15, ditulis pada daun lontar dan nipah, menggunakan bahasa Sunda kuno dan aksara Sunda, berisi nasehat perihal budi pekerti, disampaikan Rakyan Darmasiksa, Raja kerajaan Sunda ke-25, Penguasa Galunggung, kepada puteranya, yakni Ragasuci atau Sang Lumahing Taman. Sehingga didalam nalaroza weblog menyebut pula sebagai ‘Amanat Galunggung Prabu Guru Darmasiksa’.

Siapakah Prabugru Darmasiksa

Didalam naskah Carita Parahyangan diceritakan, Darmasiksa, atau ada juga yang menyebut Prabu Sanghyang Wisnu memerintah selama 150 tahun. Sedangkan di dalam naskah Wangsakerta menyebut angka 122 tahun, yakni sejak tahun 1097 – 1219 Saka atau 1175 – 1297 M. konon kabar sebagai bahan perbandingan ada 10 penguasa di Jawa Pawathan yang sejaman dengan masa pemerintahannya. Ia naik tahta 16 tahun pasca Prabu Jayabaya (1135 – 1159) M, penguasa Kediri Jenggala Wafat, iapun memiliki kesempatan menyaksikan lahirnya Kerajaan Majapahit (1293 M).

Menurut Pustaka Nusantara II/2, Prabuguru Darmasiksa pernah memberikan peupeujeuh – nasehat kepada cucunya, yakni Wijaya, pendiri Majapahit, sebagai berikut :

Haywa ta sira kedo athawamerep ngalindih Bhumi Sunda mapan wus kinaliliran ring ki sanak ira dlaha yan ngku wus angemasi. Hetunya nagaramu wu agheng jaya santosa wruh ngawang kottman ri puyut kalisayan mwang jayacatrumu, ngke pinaka mahaprabhu. Ika hana ta daksina sakeng hyang Tunggal mwang dumadi seratanya.

Ikang sayogyanya rajyaa Jawa rajya Sunda parasparopasarpana atuntunan tangan silih asih pantara ning padulur. Yatanyan tan pratibandeng nyakrawartti rajya sowangsong. Yatanyan siddha hitasukha. Yan rajya Sunda duhkantara. Wilwatika sakopayanya maweh caranya : mangkana juga rajya Sunda ring Wilwatika.

Inti dari nasehatnya tersebut menjelaskan tentang larangan untuk tidak menyerang Sunda karena mereka bersaudara. Jika masing-masing memerintah sesuai dengan haknya maka akan mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang sempurna.

Jika diurut bibit buit Rakyan Darmasiksa maka ditemukan muasal leluhurnya dari Kendan. Jika kita menyoal masalah Kendan tentunya tidak dapat dilepaskan dari Galuh, sehingga tak heran jika banyak masyarakat kita yang menafsirkan Amanat Galunggung ini terkait erat dengan nilai-nilai yang berlaku umum di Galuh pada waktu itu.

Sama halnya dengan alur Carita Parahyangan yang mengisahkan Galuh, dibuat pada abad ke 16, satu abad pasca Amanat Galunggung, naskah yang diberi nama Amanat Galunggung ini memulai ceritanya dari alur Kerajaan Saunggalah I (Kuningan) yang diperkirakan telah ada pada awal abad 8M.

Masa tersebut tentunya terkait dengan kisah perebutan tahta Galuh oleh sesama keturunan Wretikandayun, yakni antara anak-anak mandi minyak disatu pihak dan anak dari Sempak Waja dan Jantaka. Sehingga secara politis, Sanggalah merupakan alternatif untuk menyelesaikan pembagian kekuasaan diantara keturunan Wretikandayun, bahkan naskah ini menjelaskan sisi dan perkembangan keturunan Wretikandayun diluar Galuh.

Didalam naskah Wangsakerta Bab Pustaka Pararatwan I Bhumi Jawadwipa, diketahui nama Raja Saunggalah I bernama Resiguru Demunawan. Kedudukan sebagai penguasa di wilayah tersebut diberikan oleh ayahnya, yakni Sempak Waja, putra dari Wretikandayun (pendiri Galuh). Resiguru Demunawan merupakan kakak kandung dari kakak kandung Purbasora, yang pernah menjadi raja di Galuh pada 716-732M. Eksistensi dari Resi Demunawan, Sempak Waja dan Wretikandayun banyak di ceritakan didalam Carita Parahyangan, bahkan seangkatan dengan Sanjaya dan Balangantrang.

Memang Demunawan, leluhur Prabuguru Darmasiksa memiliki keistimewaan dari saudara-saudara lainnya, baik sekandung maupun dari seluruh teureuh Kendan. Karena sekalipun tidak pernah menguasai Galuh secara fisik, namun ia mampu memperoleh gelar Resi Guru. Suatu Gelar yang tidak sembarangan bisa didapat oleh siapapun, sekalipun oleh raja-raja terkenal, tanpa memilik sifat Satria Minandita, bahkan pasca Salakanagara dan Tarumanagara, gelar ini hanya diperoleh Resiguru Manikmaya, pendiri Kendan, Resiguru Darmasiksa dan Resiguru Niskala Wastu Kancana, Raja di Kawali.

Prabuguru Darmasiksa pertama kali memerintah di Saunggalah I (Kuningan) kemudian memindahkan ke Saunggalah 2, di daerah Tasik. Menurut kisah Bujangga Manik pad abadi ke 15, lokasi lahan tersebut terletak di daerah Tasik selatan sebelah barat, bahkan kerajaan ini mampu mempertahankan kehadirannya setelah Pajajaran dan Galuh runtuh. Pada abad ke 18 nama kerajaan tersebut masih ada, namun setingkat Kabupaten, dengan nama Kabupaten Galunggung, berpusat di Singaparna. Mungkin sebab alasan sejarah penduduk Kampung Naga Salawu Tasik enggan menyebut Singaparna, merekapun tetap menyebut Galungung untuk istilah Singaparna.

Kemudian Darmasiksa diangkat menjadi Raja di Kerajaan Sunda (Pakuan), sedangkan Saunggalah diserahkan kepada puteranya, yakni Ragasuci atau Sang Lumahing Taman.

Naskah Amanat Galunggung

Saripati dari naskah tersebut pada intinya berisi tentang tetekon hirup, yakni :

1. Keharusan untuk menjaga dan mempertahankan tanah kabuyutan dari gangguan orang asing, bahkan tanah kabuyutan sangat di sakralkan. Iapun mentebutkan, bahwa : lebih berharga kulit lasum (musang) yang berada ditempat sampah dari pada putra raja yang tidak mampu mempertahankan tanah airnya.

2. Memotifasi agar keturunannya untuk tetap mempertahan Galunggung. Dengan cara mendudukan Galunggung maka siapapun akan memperoleh kesaktian, jaya dalam berperang, dan akan mewariskan kekayaan sampai turun temurun.

3. Agar berbakti kepada para pendahulu yang telah mampu mempertahan tanah air pada jamannya masing-masing.

Amanat Galunggung intinya merupakan ajaran atau visi yang harus dimilik setiap ‘Urang Sunda’, terutama dalam cara hirup kumbuhna. Sehingga dapat membentuk diri sebagai pribadi yang positif dan mencerminkan kesejatian manusia.

Berikut dibawah ini Ringkasan ‘Amanat Galunggung’, yang disarikan dari nalaroza.wodpress.com Dalam tulisan ini sengaja hanya ditampilkan terjemaahan dari koropak 632 oleh Saleh Danasamita (1987), naum tidak pada analisanya ataupun pendapatnya. Hal ini semata-mata agar diketahui keaslian dan universalitasnya ajaran Sunda Buhun.

Halaman 1 :

Prabu Darmasiksa menjelaskan tentang nama-nama raja leluhurnya. Iapun memberikan amanat atau nasihat kepada: anak, cucu, umpi (turunan ke-3), cicip (ke-4), muning (ke-5), anggasantana (ke-6), kulasantana (ke-7), pretisantana (ke-8), wit wekas ( ke-9, hilang jejak), sanak saudara, dan semuanya.

Halaman 2 :

Pegangan Hidup :

Perlu mempunyai kewaspadaan akan kemungkinan dapat direbutnya kemuliaan (kewibawaan dan kekuasaan) serta kejayaan bangsa sendiri oleh orang asing.

Tentang perilaku negatif yang dilarang : Jangan merasa diri yang paling benar, jaling jujur, paling lurus, Jangan menikah dengan saudara, Jangan membunuh, yang tidak berdosa, Jangan merampas hak orang lain. Jangan menyakiti orang yang tidak bersalah. Jangan saling mencurigai.

Halaman 3 :

Pegangan Hidup

· Harus dijaga kemungkinan orang asing dapat merebut kabuyutan (tanah yang disakralkan).

· Siapa saja yang dapat menduduki tanah yang disakralkan (Galunggung), akan beroleh kesaktian, unggul perang, berjaya, bisa mewariskan kekayaan sampai turun temurun.

· Bila terjadi perang, pertahankanlah kabuyutan yang disucikan itu.

· Cegahlah kabuyutan (tanah yang disucikan) jangan sampai dikuasai orang asing.

· Lebih berharga kulit lasun (musang) yang berada di tempat sampah dari pada raja putra yang tidak bisa mempertahankan kabuyutan/tanah airnya.

· Perilaku yang dilarang, yakni jangan memarahi orang yang tidak bersalah ;
Jangan tidak berbakti kepada leluhur yang telah mampu mempertahankan tanahnya (kabuyutannya) pada jamannya.

Halaman 4

Pegangan Hidup

· Hindarilah sikap tidak mengindahkan aturan, termasuk melanggar pantangan diri sendiri.

· Orang yang melanggar aturan, tidak tahu batas, tidak menyadari akan nasihat para leluhurnya, sulit untuk diobati sebab diserang musuh yang “halus”.

· Orang yang keras kepala, yaitu orang yang ingin menang sendiri, tidak mau mendengar nasihat ayah-bunda, tidak mengindahkan ajaran moral (patikrama). Ibarat pucuk alang-alang yang memenuhi tegal.

Halaman 5

Pegangan Hidup

· Orang yang mendengarkan nasihat leluhurnya akan tenteram hidupnya, berjaya.

· Orang yang tetap hati seibarat telah sampai di puncak gunung.

· Bila kita tidak saling bertengkar dan tidak merasa diri paling lurus dan paling benar, maka manusia di seluruh dunia akan tenteram, ibarat gunung yang tegak abadi, seperti telaga yang bening airnya; seperti kita kembali ke kampung halaman tempat berteduh.

· Peliharalah kesempurnaan agama, pegangan hidup kita semua.

· Jangan kosong (tidak mengetahui) dan jangan merasa bingung dengan ajaran keutamaan dari leluhur.

· Semua yang dinasihatkan ini adalah amanat dari Rakeyan Darmasiksa.

Halaman 6

Pegangan Hidup

Sang Raja Purana merasa bangga dengan ayahandanya (Rakeyan Darmasiksa), yang telah membuat ajaran/pegangan hidup yang lengkap dan sempurna.

Bila ajaran Darmasiksa ini tetap dipelihara dan dilaksanakan maka akan terjadi :

· Raja pun akan tenteram dalam menjalankan tugasnya;

· Keluarga/tokoh masyarakat akan lancar mengumpulkan bahan makanan.

· Ahli strategi akan unggul perangnya.

· Pertanian akan subur.

· Panjang umur.

· SANG RAMA (tokoh masyarakat) bertanggung jawab atas kemakmuran hidup ; SANG RESI (cerdik pandai, berilmu), bertanggung jawab atas kesejahteraan ; SANG PRABU (birokrat) bertanggung jawab atas kelancaran pemerintahan.

Perilaku yang dilarang, yakni : Jangan berebut kedudukan ; Jangan berebut penghasilan ; Jangan berebut hadiah.

Perilaku yang dianjurkan, yakni harus bersama- sama mengerjakan kemuliaan, melalui : perbuatan, ucapan dan itikad yang bijaksana.

Halaman 7

Pegangan Hidup

Akan menjadi orang terhormat dan merasa senang bila mampu menegakkan ajaran/agama ; akan menjadi orang terhormat bila dapat menghubungkan kasih sayang/silaturahmi dengan sesama manusia. Itulah manusia yang mulia.

Dalam ajaran patikrama (etika), yang disebut bertapa itu adalah beramal/bekerja, yaitu apa yang kita kerjakan. Buruk amalnya ya buruk pula tapanya, sedang amalnya ya sedang pula tapanya; sempurna amalnya/kerjanya ya sempurna tapanya. Kita menjadi kaya karena kita bekerja, berhasil tapanya. Orang lainlah yang akan menilai pekerjaan/tapa kita.

Perilaku yang dianjurkan : Perbuatan, ucapan dan tekad harus bijaksana.

Harus bersifat hakiki, bersungguh-sungguh, memikat hati, suka mengalah, murah senyum, berseri hati dan mantap bicara.

Perilaku yang dilarang : Jangan berkata berteriak, berkata menyindir-nyindir, menjelekkan sesama orang dan jangan berbicara mengada-ada.

Halaman 8.

Pegangan Hidup :

· Bila orang lain menyebut kerja kita jelek (maksudnya bukan jelek fisik/tubuh), yang harus disesali adalah diri kita sendiri.

· Tidak benar, karena takut dicela orang, lalu kita tidak bekerja/bertapa.

· Tidak benar pula bila kita berkeja hanya karena ingin dipuji orang.

· Orang yang mulia itu adalah yang sempurna amalnya, dia akan kaya karena hasil tapanya itu.

· Camkan ujaran para orang tua agar masuk surga di kahiyangan.

· Kejujuran dan kebenaran itu ada pada diri sendiri.

· Itulah yang disebut dengan kita menyengaja berbuat baik.

Perilaku yang dianjurkan :

Harus cekatan, terampil, tulus hati, rajin dan tekun, bertawakal, tangkas, bersemangat, perwira – berjiwa pahlawan, cermat, teliti, penuh keutamaan dan berani tampil. Yang dikatakan semua ini itulah yang disebut orang yang BERHASIL TAPANYA, BENAR-BENAR KAYA, KESEMPURNAAN AMAL YANG MULIA.

Halaman 9

Pegangan Hidup :

Perlu diketahui bahwa yang mengisi neraka itu adalah manusia yang suka mengeluh karena malas beramal ; banyak yang diinginkannya tetapi tidak tersedia di rumahnya; akhirnya meminta-minta kepada orang lain.

Perilaku yang dilarang :

Arwah yang masuk ke neraka itu dalam tiga gelombang, berupa manusia yang pemalas, keras kepala, pander – bodoh, pemenung, pemalu, mudah tersinggung – babarian, lamban, kurang semangat, gemar tiduran, lengah, tidak tertib, mudah lupa, tidak punya keberanian – pengecut, mudah kecewa, keterlaluan/luar dari kebiasaan, selalau berdusta, bersungut-sungut, menggerutu, mudah bosan, segan mengalah, ambisius, mudah terpengaruh, mudah percaya padangan omongan orang lain, tidak teguh memegang amanat, sulit hat, rumit mengesalkan, aib dan nista

Halaman 10

Pegangan Hidup :

· Orang pemalas tetapi banyak yang diinginkannya selalu akan meminta dikasihani orang lain. Itu sangat tercela.

· Orang pemalas seperti air di daun talas, plin-plan namanya. Jadilah dia manusia pengiri melihat keutamaan orang lain.

· Amal yang baik seperti ilmu padi makin lama makin merunduk karena penuh bernas.
Bila setiap orang berilmu padi maka kehidupan masyarakat pun akan seperti itu.
Janganlah meniru padi yang hampa, tengadah tapi tanpa isi.

· Jangan pula meniru padi rebah muda, hasilnya nihil, karena tidak dapat dipetik hasilnya.

Halaman 11

Pegangan Hidup

· Orang yang berwatak rendah, pasti tidak akan hidup lama.

· Sayangilah orang tua, oleh karena itu hati-hatilah dalam memilih isteri, memilih hamba agar hati orang tua tidak tersakiti.

· Bertanyalah kepada orang-orang tua tentang agama hukum para leluhur, agar hirup tidak tersesat.

· Ada dahulu (masa lampau) maka ada sekarang (masa kini), tidak akan ada masa sekarang kalau tidak ada masa yang terdahulu.

· Ada pokok (pohon) ada pula batangnya, tidak akan ada batang kalau tidak ada pokoknya.

· Bila ada tunggulnya maka tentu akan ada batang (catang)-nya.

· Ada jasa tentu ada anugerahnya. Tidak ada jasa tidak akan ada anugerahnya.
Perbuatan yang berlebihan akan menjadi sia-sia.

Halaman 12

Pegangan Hidup:

· Perbuatan yang berlebihan akan menjadi sia- sia, dan akhirnya sama saja dengan tidak beramal yang baik.

· Orang yang terlalu banyak keinginannya, ingin kaya sekaya-kayanya, tetapi tidak berkarya yang baik, maka keinginannya itu tidak akan tercapai.

· Ketidak-pastian dan kesemerawutan keadaan dunia ini disebabkan karena salah perilaku dan salah tindak dari para orang terkemuka, penguasa, para cerdik pandai, para orang kaya; semuanya salah bertindak, termasuk para raja di seluruh dunia.

· Bila tidak mempunyai rumah/kekayaan yang banyak ya jangan beristri banyak.

· Bila tidak mampu berproses menjadi orang suci, ya jangan bertapa.

HALAMAN 13
Pegangan Hidup:

· Keinginan tidak akan tercapai tanpa berkarya, tidak punya keterampilan, tidak rajin, rendah diri, merasa berbakat buruk. Itulah yang disebut hidup percuma saja.

· Tirulah wujudnya air di sungai, terus mengalir dalam alur yang dilaluinya. Itulah yang tidak sia-sia. Pusatkan perhatian kepa cita-cita yang diinginkan. Itulah yang disebut dengan kesempurnaan dan keindahan.

· Teguh semangat tidak memperdulikan hal-hal yang akan mempengaruhi tujuan kita.

Perilaku yang dianjurkan:

· Perhatian harus selalu tertuju/terfokus pada alur yang dituju.

· Senang akan keelokan/keindahan.

· Kuat pendirian tidak mudah terpengaruh.

· Jangan mendengarkan ucapan-ucapan yang buruk.

· Konsentrasikan perhatian pada cita-cita yang ingin dicapai.

Cag heula. Pamuga aya nungoreksi sangkan panggih jeung bebeneranana.

Disarikan oleh : Agus Setiya Pernana



__._,_.___
Posted by: Mang Aska <dkabayan <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

Petisi Jokowi Batalkan Waduk Jatigede!



Yuuuuu mari kita hayuuuu.... kita bantu masyarakat Kabuyutan Cipaku yang sudah BERDIKARI dari sejak sebelum Indonesia merdeka untuk menyelamatkan Kabuyutan, Lemah Sagandu Kampung Buhun Cipaku, 1389Ha Hutan Rimbun, 2041 Ha Sawah Subur, Ratusan Rumah Tradisional Khas Sunda, dan 25 Situs Cagar Budaya Lemah Sagandu Kabuyutan Cipaku yang tak ternilai harganya! Membangun Bendungan bisa dimana saja, Indonesia, Jawa Barat, bahkan Sumedang pun luas sekali mengapa harus menenggelamkan Kabuyutan yang seharusnya dijaga dan dilestarikan!

https://www.change.org/p/presiden-ri-jokowi-batalkan-waduk-jatigede-demi-kesejahteraan-rakyat-dan-kedaulatan-rakyat?recruiter=48897865&utm_source=share_petition&utm_medium=facebook&utm_campaign=share_page&utm_term=mob-xs-share_petition-custom_msg&fb_ref=Default

Sesuai Amanah Galunggung Resi Guru Darmasiksa Raja Sunda Galuh Pakuan yang merupakan Uyutnya Raden Wijaya pendiri Majapahit Abad ke-12 menyampaikan, "Yang Tidak Bisa Menjaga Kabuyutannya Lebih Hina Dari Kulit Musang Yang Dibuang Ke Tempat Sampah". Lihat lah apa yang terjadi pada Nusantara dan Indonesia saat ini! Kabuyutan ~ Buyut ~ Bayt ~ Buyutun ~ Rumah, Tanah Air, Kampung Halaman digadaikan Neo Imperialism sedang terjadi di negeri ini, rakyat kecil hanya menjadi penonton menjadi buruh-2 kasar mengabdi kepada perusahaan-2 yang hanya mementingkan keuntungan perusahaannya. Tidak ada lagi semangat BERDIKARI dan tidak ada lagi kebanggaan sebagai bangsa Indonesia yang merdeka dan berdaulat!

Di Sumedang ada Monumen Telur Karya Seniman ITB mengadopsi Wawacan Endog Sapatalang yang ada dalam BUKU CIPAKU, Teori Penciptaan Alam Semesta Leluhur Nusantara yang sudah ada sejak jaman Pra Sejarah, bayangkan ketika para ahli fisika masih memperdebatkan tentang bagaimana Alam Semesta Diciptakan. Leluhur Kabuyutan Cipaku sudah memiliki teori sendiri. Dari awalnya alam semesta itu tidak ada kosong hampa, suwung uwung-2an, terus kemudian mengumpal menjadi TELUR, lalu kemudian telur itu menetas/ pecah dan terbagi ada yang menjadi langit, bumi, planet, galaxi, dlsb... kemudian setelah terbentuk mulai timbul tumbuhan, dan terakhir manusia. Proses penciptaan Alam Semesta sampai lengkap itu terjadi dalam 15 hari. Teori modern Teori Hubble, lalu Big Bang Theory, mengukur dari titik sekarang sampai ke belakang konon terjadi 15 juta tahun. Wallohualam apakah 1 hari ~ 1 juta tahun? Yang jelas Leluhur Nusantara dahulu punya OTAK yang cerdas untuk sampai berfikir menciptakan Teori Penciptaan Alam Semesta sendiri :). Wawacan Endog Sapatalang.

---------- Pesan terusan ----------
Dari: Change.org <mail <at> change.org>
Tanggal: 29 Maret 2015 05.46
Subjek: Anda telah menerima pesan tentang petisi oleh Rudi Brata Manggala
Kepada: dkabayan <at> gmail.com


Terima kasih telah menandatangani, Mang Asep!

Presiden RI Jokowi: Batalkan Waduk Jatigede Demi Kesejahteraan Rakyat dan Kedaulatan Rakyat!!!

Petisi oleh Rudi Brata Manggala · 2 pendukung

Ambil langkah selanjutnya.

Sebarkan ke teman-teman Anda, supaya petisi ini bisa menang!

Facebook
Twitter

Atau, cetak email ini dan kirim ke teman-teman Anda:

Halo,

Saya baru saja menandatangani "Presiden RI Jokowi: Batalkan Waduk Jatigede Demi Kesejahteraan Rakyat dan Kedaulatan Rakyat!!!".

Petisi ini penting. Maukah Anda menandatanganinya juga?

Ini tautannya:

http://www.change.org/p/presiden-ri-jokowi-batalkan-waduk-jatigede-demi-kesejahteraan-rakyat-dan-kedaulatan-rakyat

Terima kasih,

Mang Asep

Email ini dikirim oleh Change.org ke dkabayan​ <at> gmail​.com. Anda bisa mengedit pengaturan notifikasi Anda atau berhenti berlangganan email ini.

Anda tidak menandatangani petisi ini? Klik di sini.

Mulai petisi   ·   Hubungi kami   ·   Kebijakan privasi
Change.org   ·   548 Market St #29993, San Francisco, CA 94104-5401, AS




__._,_.___
Posted by: Mang Aska <dkabayan <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___

Gmane