Picon

Mungguhing Sambel [1 Attachment]

[Attachment(s) from Ki Hasan included below]

Mungguhing Sambel

Ceuk beja, sambel keur urang Sunda, jadi kuliner penting. Taya dahar tanpa sambel. Nepi ka kaparigelan nyambel teh, jadi bahan seleksi calon minantu. Mun sambelna medok, ngeunah, bari seuhah, karek bisa lolos jadi calon piminantueun. 

Tah lantaran kitu, cing cuang kumpulkeun resep sambel nu aya di lembur sewang-sewang. Sambel naon wae nu: ngeunah bari seuhah teh.   
===

Apalagi hal membuat sambal, mendjadi perhatian jang besar, sebab sambal itu buat di dusun didjadikan makanan nomor satu, biarpun tidak ada lauk pauk, asal ada sambal sadja tentu nikmat makan itu, sebaliknja biarpun banjak lauk pauk jang lezat kalau tak ada sambal, lengang rasanja, seperti orang tak berkawan keadaannja.

Karena sambal itu mendjadi makanan jang dipentingkan, di samping nasi, sampai ada peribahasa Sunda: Awewe goreng gogog, heuras tagog, badag sambel heuras tjokor, artinja: perampuan jang kasar tingkah lakunja, tak énak sambalnja. Peribahasa ini dikatakan kepada perampuan jang tidak bersopan santun.

Ada lagi peribahasa jang mengenai pekerdjaan, bunjinja: „Djanganlah meniru ilmu menjajur, tetapi harus seperti ilmu menjambal", sebab membuat sambal itu harus sekali djadi, tidak ditjoba dahulu, biar énak atau tidak énak djuga. Maksudnja: kalau kita mengerdjakan satu pekerdjaan, djanganlah ragu-ragu, kalau mau kerdjakanlah sampai selesai, kalau ragu-ragu lebih baik djangan sama sekali.

Oléh karena sambal itu sangat diutamakan, maka perihal membuatnja dipeladjari betul-betul supaja lezat rasanja, sampai ada pertjakapan demikian: „Djikalau seorang gadis énak sambalnja, tentu dirinja djuga nikmat". Berhubung dengan kepertjajaan itu, agar supaja sambalnja énak, maka gadis-gadis di dusun, jang masih kuat sekali kepada adat nénék-mojangnja, banjak jang beladjar menteranja kepada orang tua-tua jang pandai.

(Prawirasuganda, "Adat Perkawinan Di Tanah Pasundan")


__._,_.___

Attachment(s) from Ki Hasan | View attachments on the web

1 of 1 Photo(s)

Posted by: Ki Hasan <khs579 <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

Re: Usai Bertemu Mensos, Risma: Insya Allah 18 Juni ini Dolly Ditutup



Manstaaap nih Bu Risma... Kalo mentransformasi Mamang setujuuuh dalam artian mengalih profesikan Mamang setujuuuuh 1000% wkkk.

Tapi kalau sekedar menutup lalu hanya sekedar memberi ganti rugi... Ngak menyelesaikan masalah dan justru akan menimbulkan masalah. Kenapa demikian logika sederhananya adalah dolly itu adalah sumber mata pencaharian, mereka banyak yg menggantungkan hidup dari sana, kalau kita hentikan/ tutup mata pencaharian mereka maka kemungkinan ada dua... Mereka buka ditempat lain atau mereka melakukannya secara sembunyi-2 dan justru dilakukan secara sporadis. Mereka akan melakukan gerilya hehehe.

Nah kalau dialih profesikan mereka punya penghasilan baru yang tentunya lebih punya dignity / harkat martabat yg lebih baik sedemikian sehingga semestinya tanpa dipaksapun mereka akan mau/ sukarela melakukannya. Nah program alih profesinya bukan sekedar asal-2an tapi harus bener-2 nyata dan terasa ya. Kalau kata Prinsip Kabuyutan mah tolak ukurnya gampang Kahartos, Karaos, Buktos ~ Dapat Dimengerti, Dapat Dirasakan, dan Dapat Dibuktikan :).

Contoh sederhana ini cerita nyata ya ditentangga Kampung dkt tempat tinggal Mamang ada seorang penyanyi dangdut yang cantik jelita, dia terkenal seorang perempuan yang ikhlas dan menjadi mata pencaharian menjadi seorang istri muda. Sudah berkali-2 nikah sampailah beberapa waktu lalu dia nikah yg terakhir kalinya menjadi istri ke dua dari seorang Bapak-2 yg sudah berumur namun cukup memiliki materi yang berlimpah :). Nikahnya secara syah walopun secara Agama/ RT RW saja dan syarat si Bapak ini ternyata baik sekali dilarang lagi menyanyi dangdut lagi dan disuruh membuka salon kecantikan :), secara kebutuhan semuanya dipenuhi uang bulanannya sekitar 5jt/ bulan dan uang maharnya 50jt utk modal bikin salon kecil-2an. Tidak terlalu lama setelah menikah si perempuan tsb langsung berhijab dan sekarang punya kesibukan baru dengan salon kecantikannya :). Salon beneran lho ya bukan salon abal-2 :).

Subhanalloh, KHUSNUL KHOTIMAH ini mah :), menurut Mamang inilah prinsip poligami sesungguhnya ya... Bisa Turns Carbons Into Diamonds :). Jadi bisa mengangkat harkat dan martabat seorang perempuan dari yang tadinya di cap "nista" oleh masyarakat menjadi lebih bermartabat (y).

Oleh karenanya barangkali perlu diberdayakan program Bapak-2 asuh ini ya. Anggaplah ini program Amal Gairah ya ;). Agar para wanita pekerja sex itu bisa mentranspormasikan dirinya menjadi Wanita Entrepreneur yang juara :).

Jadi untuk Bapak-2 yang sudah mapan... Punya rezeki lebih silahkan bantu mengangkat harkat dan martabat para pekerja sek komersil dengan cara menikahinya secara resmi atau Agama, lalu berikan mahar untuk modal usaha, lalu berikan uang saku bulanan dan mulailah rubah perilakunya ke kegiatan yg lebih positif dan menghentikan kegiatannya menjadi Pekerja Sex Komersil :).

Menurut Mamang harapan setiap manusia termasuk perempuan untuk memiliki harkat dan martabat yang tinggi :). Tidak ada satupun perempuan yang mau dan rela menjadi Pekerja Seks Komersil kalau semua kebutuhan mereka telah terpenuhi :).

Jadi yuuu mari kita hayuuu xixixi... Oh iya dalam islam tidak ada kewajiban minta izin dari istri pertama sebenernya xixixi... Jadi kalau tidak mau menyakiti hati istri lakukan lah secara tersembunyi sesuai prinsip ketika berbuat baik contoh pada saat memberikan sodakoh oleh tangan kanan maka tangan kiri tidak perlu tahu xixixi. Seperti kata Pak Ustad adakalanya untuk urusan Amal Gairah ini lebih baik minta maaf dari pada minta izin wkkk.

Nah agar kegiatan tersebut benar-2 menjadi amal kebaikan kita maka lakukan dengan ikhlas dan niatkan secara positif karena segala sesuatu perbuatan yg kita lakukan tergantung niatnya :).

Mangga sekali lagi yang punya rezeki berlebih dari pada melakukan hal-2 yg negatif atau daripada menyimpan uangnya di bank, lebih baik melakukan amal gairah dan menolong mengangkat martabat kaum perempuan :). Namun awaaaas lho yaaa jangan sampai Istri pertama ditinggalkan, harus tetap disayangi dan dicintai sepenuh hati :). Nah mengenai warisan dlsb... Harus diatur dan dibuat kesepakatan bahwa harta kekayaan yang dimiliki adalah milik istri pertama beserta keturunan darinya. Sedangkan istri-2 muda mendapatkan harta yang hanya diberikan oleh suaminya dan harus ada hitam di atas putih agar tidak terjadi sengketa dikemudian hari. Istri muda tidak berhak menuntut harta yang menjadi warisan dan milik keluarga dari istri utama/ pertama. Dalam hal ini sang suami harus membuat wasiat yang lengkap dan detail, mungkin bernotaris ya xixixi.

Mohon imel ini jangan di print dan di kasi ke istri Mamang ya hahaha... Siapa tahu nanti Mamang ditakdirkan oleh Yang Maha Kuasa utk diberikan keikhlasan membantu "men-turns carbons into diamonds tsb" xixixi. Kalo ada yg membocorkan imel ini ke istri Mamang yg ada bukannya poligami tapi malah masuk poliklinik wakakakakak.

Aaah si Mamang mah... ada gajah makan teri... Aaaah teori wkkk.
nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com
From: "Aslan acoinggo <at> gmail.com [ALUMNI-IPB]" <ALUMNI-IPB <at> yahoogroups.com>
Sender: ALUMNI-IPB <at> yahoogroups.com
Date: Tue, 3 Jun 2014 08:56:14 -0400
To: ALUMNI-IPB <at> yahoogroups.com<alumni-ipb <at> yahoogroups.com>
ReplyTo: ALUMNI-IPB <at> yahoogroups.com
Subject: [ALUMNI-IPB] Usai Bertemu Mensos, Risma: Insya Allah 18 Juni ini Dolly Ditutup

 

Alhamdulillah...dua umara yg amanah..


=aco=


Usai Bertemu Mensos, Risma: Insya Allah 18 Juni ini Dolly Ditutup

Selasa, 03 Juni 2014


JAKARTA –Niat Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk menutup lokalisasi Dolly dan Jarak sudah bulat. Senin (2/6), Risma menemui Menteri Sosial (Mensos) Salim Segaf Al Jufri untuk membicarakan hal tersebut.

Risma yang mengenakan setelan batik cokelat yang dipadu dengan sedikit warna merah tiba di kantor Kemensos sekitar pukul 13.00 WIB. Kedatangan rombongan dari Surabaya itu disambut Direktur Rehabilitasi Sosial Tunasusila Kemensos Sonny W. Manalu dan Kabirohumas Benny Setya Nugraha yang langsung mengantarnya ke lantai 2 untuk menggelar pertemuan tertutup dengan Mensos.

Setelah beraudiensi, wali kota mengatakan, rencana penutupan Dolly yang dilakukan secara bertahap sejak 2010 tersebut dipastikan berlangsung pada 18 Juni 2014. Jadwal tersebut lebih cepat sehari daripada rencana awal, yakni 19 Juni 2014.

”Enggak bakal mundur. Malah dimajukan (insya Allah) tanggal 18 Juni karena Pak Menteri mau ikut hadir,” kata Risma sesudah mengadakan audiensi dengan Mensos.

Risma menjelaskan, rencana tersebut telah diperhitungkan dengan matang. Tidak hanya menyangkut jadwal penutupan, pemkot dan pemerintah pusat juga mempertimbangkan kelangsungan hidup penghuni lokalisasi seusai Dolly ditutup. Sebab, para penghuni Dolly juga butuh makan dan penghidupan.

”Bukan penutupan Dolly sebenarnya, tetapi pengalihprofesian warga Dolly dengan kegiatan produktif. Misalnya, memberikan keterampilan membuat kue, telur asin, membatik, dan sebagainya,” ujar Risma.

Menurut Risma, ribuan perempuan penyandang disabilitas sosial di Dolly dan Jarak tersebut termasuk kelompok tertindas. Selain berpenghasilan tak seberapa, mereka terlilit utang yang sangat memberatkan.

”Saya sebagai umara (pemerintah) harus bekerja untuk menyejahterakan warga tanpa terkecuali, termasuk warga Dolly,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Mensos Salim Segaf mengutarakan bahwa penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Indonesia membutuhkan sinergisitas, termasuk dari pemerintah daerah (pemda). ”Kemensos tidak bisa bekerja sendirian, tetapi membutuhkan sinergisitas lintas sektor dalam penanganan PMKS,” tutur Salim.

Salah satu masalah PMKS, menurut dia, adalah penanganan perempuan penyandang disabilitas sosial. Mereka adalah kelompok rentan dan rawan dari segi ekonomi dan sosial. Karena itu, mereka butuh dientaskan dengan program-program pemberdayaan agar mandiri.

Dia lalu memaparkan data populasi orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) hingga Desember 2013 yang angkanya mencapai 107.660 orang. Paling tinggi DKI Jakarta dengan 25.016 orang, Jatim 14.548 orang, dan Papua 11.534 orang. (dod/c10/nw)

*sumber: http://www.jawapos.com/baca/artikel/1998/Tutup-Dolly-Sehari-Lebih-Cepat


__._,_.___
Posted by: "Mang AsKa" <dkabayan <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

Re: Wajah lain orang sunda

Nuhuuuuns MJ parantos ngirim imel anu sangat mencerahkan ieu.

Sebenernya ada Tokoh Sunda yang ajiiiib surajiiiib selain Pak Syafrudin yaitu Pak Ir. Djuanda, perdana
menteri yang berhasil mengguncang dunia dengan Zona Ekonomi Ekslusifnya sedemikian sehingga laut dan
perairan Indonesia menjadi bertambah luas dan seluruh kepulauan Indonesia menjadi menyatu dalam satu
wilayah negara republik Indonesia. Jasa Ir. Djuanda luar biasa sehingga namanya pun diabadikan menjadi
nama jalan dan bahkan nama bandara di Jawa Timur :).

Seperti yang disampaikan Prof Jakob Sumardjo tentang Paham Kekuasaan Sunda yang ditulis di Article
Pikiran Rakyat memang Urang Sunda itu lebih feminim/ lebih matternal daripada Patternal, lebih
mengasuh rohani :). 

Kita tunggulah generasi Muda Sunda kedepan mudah-2an muncul Ir Juanda dan Syafrudin yang baru yg bisa
memberikan kontribusi positif untuk Nusa dan Bangsa juga dunia :).

Lemah Sagandu Diganggu Balai Sadunya, Kabuyutan Dirusak Bencana Bagi Dunia :). MERS, Badai Tiongkok,
Krisis Keuangan Indonesia, dll adalah dampak apa yg telah manusia di bumi ini berbuat. Natural law n'
order mah simple, apa yg ditanam itu yg dituai hehehe.

Pemimpin yang tidak bisa menjaga Kabuyutannya maka lebih hina dari kulit musang yang dibuang ke tempat
sampah. Kabuyutan adalah Ancient Education System yang lebih mengedepankan Etika, Moral, Budaya, dan
Spiritual utk membentuk pribadi-2 yang Nyantri, Nyunda, Nyakola ~ Beagama, Berbudaya, dan
Berpendidikan. Cageur Bageur Bener Singer dan Pinter.

Salah satu iklan Jokowi yang menarik perhatian Mamang adalah... "Kita Ingin Pemimpin Yang Jujur, Bersih,
dan Sederhana Tapi Siapkah Kita Dipimpin Oleh Pemimpin yang Jujur, Bersih, dan Sederhana untuk menjadi
Indonesia Sebenernya?". Mungkin iklan itu pencitraan namanya juga pulitik ya semuanya panggung
sandiwara hehehe... Nah akan tetapi menurut Mamang isi kalimatnya sangat baik yah dan memang itu yang
dibutuhkan Indonesia saat ini. Bukan pemimpin yang ber IQ tinggi saja tetapi yang lebih penting justru
pemimpin yang bisa dipercaya dan diteladani oleh masyarakat luas. Orang Pintar banyak di Indonesia tapi
Orang Jujur LANGKA! Mau bukti silahkan cek Score Corruption Perception Index Indonesia hehehe. 

Ditengah hiruk pikuk pilpres yang semakin panas dimana kadang kelucuan pun terjadi sampai-2 rame di FB
atau media lainnya saling ejek, saling cela, dukung-mendukung salah satu calon hehehe. Namun juga ada yg
berlebihan sampai Unfriend-2an xixixi. Jadinya kayak anak kecil ya kata urang sunda mah belikan/
pundungan hehehe. Padahal mah mari kita Enjoy aja ini peristiwa 5 tahun sekali dan kita meriahkan hehehe.
Dukung mendukung Capres adalah hal yang wajar karena masing-2 punya selera dan kesukaan yang berbeda,
sama lah dengan selera makanan ada yg suka pete ada yg suka jengkol hehehe. Nah yang penting kalaupun mau
cela-mencela silahkan saja asalkan sesama teman dan tetap berteman xixixi. Sama seperti kita sedang
bercanda saling ejek saling cela hal biasa yg penting dilingkupi Spirit Bodorhud dan Braderhud ajah
xixixi. Sama seperti kita sedang bersenda gurau sesama teman lama, tidak perlu lah sampai
unfriend-unfriend-an xixixi... Kita nantikan tgl 9 Juli semoga Yang Maha Kuasa memberikan yang terbaik
dan yang bisa membawa perubahan kearah yg lebih baik untuk Indonesia kedepan. Nah yang sudah terlanjur
unfriend-unfriend-an jangan lupa tgl 9 Juli balik friend-2an lagi ya xixixi... Udah masuk bulan puasa
lhooo. Ato minimal sampe pas lebaran lah wkkkk. Kalo lebaran masih unfriend juga seperti kata Bang Roma
mah teeeerlaaaaluuuu xixixi.

Okeh masing-2 sudah punya pilihan kan?... Kalo belum ingat kata Pak Ustad... Silaturahim itu No. 1...
Naaah kalo Presiden itu baru No. 2 bwahahahaha.

Salam Peace, Love, & Gaul... Keep Pilpres Bodorhud n' Braderhud Alive wkkkk.

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com


-----Original Message-----
From: "'mang jamal' jamal <at> itenas.ac.id [urangsunda]" <urangsunda <at> yahoogroups.com>
Sender: urangsunda <at> yahoogroups.com
Date: Tue, 3 Jun 2014 10:36:51 
To: <mangjamal <at> gmail.com>; <kisunda <at> yahoogroups.com>; <urangsunda <at> yahoogroups.com>
Reply-To: urangsunda <at> yahoogroups.com
Subject: [Urang Sunda] Wajah lain orang sunda


Wajah Lain Orang Sunda

Oleh Jamaludin Wiartakusumah

Tulisan Sdr. Encep Dulwahab (Kompas, Sabtu 25 November 2006) senada dengan sebagian orang Sunda lainnya
yang gelisah dengan minimnya eksistensi orang Sunda di kancah nasional dan –apalagi- internasional.
Kegelisahan yang wajar mengingat berhubungan dengan masalah kebanggaan atas partisipasi orang Sunda
membangun negeri dan dunia.

Ketika Presiden SBY melakukan perombakan kabinet dengan mengganti beberapa menteri yang kebetulan
orang Sunda, ada pihak, perorangan maupun lembaga kesundaan, yang menyesalkannya. Sikap yang wajar
karena peristiwa itu melenyapkan kebanggaan orang Sunda. Meskipun dimata sebagian orang Sunda
sendiri, sikap itu tampak naif mengingat perombakan kabinet semata urusan politik yang dibungkus hak
prerogatif presiden. Orang Sunda yang menjadi menteri –di luar urusan politik- menjadi kebanggaan
semata karena dianggap mewakili keberadaan Sunda di puncak manajemen negara. Meskipun menteri itu
belum tentu peduli pada nasib orang dan kebudayaan Sunda.

Jarang yang tahu bahwa sesungguhnya ada orang Sunda pernah memegang posisi setara Presiden RI. Adalah
Syafruddin Prawiranegara yang ketika Bung Karno dan Bung Hatta ditawan Belanda, mendirikan dan menjadi
ketua Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Sumatera. Ia seorang ahli hukum kelahiran Serang
28 Februari 1911, putra R. Arsyad Prawiraatmaja.

Eagles fly alone

Berbagai latar belakang kurang eksisnya orang Sunda di pentas nasional telah banyak ditelaah, termasuk
yang menjadi latar orang Sunda tidak mudah bersatu biladibanding suku bangsa lain. Salah satunya konon
tradisi karuhun yang ngahuma (peladang). Kondisi peladang yang masing-masing berjauhan membuat
bentuk guyubnya berbeda dengan misalnya orang Jawa yang lebih komunal karena tradisi pertanian yang
telah lebih lama dibanding orang Sunda yang ngahuma itu.

Tradisi karuhun ngahuma, selain memiliki sisi negatif, juga sisi positif yang pada gilirannya membuat
orang Sunda muncul sesuai karakter ngahuma yaitu individual alias usaha keras yang diperjuangkan
sendiri-sendiri tanpa dukungan komunitasnya.

Beberapa solusi yang dikemukakan Sdr. Encep sesungguhnya telah lama terjadi. Arus mobilitas manusia di
seluruh dunia juga diikuti sebagian orang Sunda sehingga selain ‘beredar’ di seluruh wilayah Tanah
Air juga telah ‘mengorbit’ di planet bumi. Mereka tersebar di berbagai benua hingga di tempat
terpencil seperti Kaledonia Baru Pasifik Selatan dan berbicara dalam bahasa Perancis. Selain mereka
yang mendapat label tenaga kerja Indonesia dan kita apresiasi sebagai pahlawan devisa dengan pekerjaan
menjadi pembantu atau buruh pabrik, masih ada, meski mungkin masih dapat dihitung dengan jari
empat-lima orang, mereka yang tinggal dan bekerja di luar negeri karena nyali, keahlian dan pendidikan tinggi.

Keberadaan mereka di luar sana, barangkali hanya diketahui oleh pihak keluarga, kolega, instansi
terkait dan kenalan. Sekedar contoh, salah seorang peneliti dan dosen di tingkat master serta doktor di
Universitas Yonsei, kampus swasta tertua di Seoul, adalah Yaya Rukayadi PhD, orang Situraja Sumedang
kelahiran 1964 yang meraih gelar doktor bidang bio-engineering di Amerika. Kemampuannya yang relatif
langka pernah membuat proposalnya diterima NASA untuk diujicoba di antariksa. Akan tetapi, kemudian
dengan alasan pribadi, ia menolak bekerja di lembaga paling canggih di Amerika itu. Beberapa hasil
penelitiannya berbasis potensi Tanah Air seperti penelitian terhadap kandungan koneng gede
(temulawak) telah diproduksi industri Korea Selatan.

Salah satu badan PBB yang belakangan sering muncul di media karena aktivitas Korea Utara dalam uji-coba
rudal nuklir adalah Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA). Salah seorang staf di Safeguard Department
badan itu, yang tugasnya antara lain mengawasi keamanan instalasi nuklir terutama radiasi, berasal
dari sebuah desa di Kecamatan Talaga Majalengka bernama Suhermanto Duliman. Setelah lulus dari Fisika
UI, ia bekerja di Badan Tenaga Atom Nasional (Batan), kemudian mengambil S-2 Fisika Kuantum di
Universitas Tokyo lalu ditawari bekerja di markas IAEA, Wina Austria, dengan wilayah kerja Asia
Pasifik. Barangkali karena meningkatnya aktivitas Korea Utara di atas, beberapa bulan lalu Herman
dipindahkan ke kantor cabang IAEA Tokyo.

Yang lebih senior, Dr. Willy R. Wirantaprawira (lihat wirantaprawira.net), orang Tasikmalaya
kelahiran 22 Februari 1939 yang baru tiga-empat tahun lalu pensiun dari posisinya sebagai anggota
peneliti utama di Max Planck Institute for Comparative Public Law and International Law di Heidelberg
Jerman. Max Planck adalah lembaga riset bergengsi di dunia-beberapa penelitinya banyak mendapatkan
hadiah Nobel. Di sana, Pak Willy adalah satu-satunya orang non-Jerman yang menjadi peneliti tetap.
Biasanya orang luar Jerman hanya menjadi peneliti tamu yang bekerja paling lama delapan bulan. Putra
seorang tukang jahit di Tasik yang beristrikan orang Jerman itu adalah lulusan Fakultas Hukum dan
Hubungan Internasional Universitas Negeri Kiev, Ukraina (1963-1971). Sekarang Pak Willy membantu
pemerintah Tasikmalaya diantaranya pengembangan ekspor industri kriya ke Eropa.

Di Big Apple alias New York City, ada Abah Joe Raggan alias Singgih Nata (69) kelahiran Cicalengka yang
puluhan tahun tinggal dan berwiraswasta di sana, malah sudah berpaspor sama dengan Oprah. Meskipun
demikian, mimpinya masih sering tentang sawah dan pohon randu di pematang sawah. Masih di New York City,
ada Tharyana Sastranegara, orang Bandung yang mendirikan Silat PD USA School (lihat
http://www.silatpdusa.com). Di bidang militer, ada nama Sandy Latif, seorang serdadu marinir asal
kota tahu Sumedang yang mendapat tugas di Sierra Leone Afrika Tengah, bergabung dengan pasukan PBB untuk
menghentikan perang saudara di sana.

Kampung Halaman Imajiner

Seperti umumnya perantau yang butuh media untuk melepaskan rindu pada kampung halaman, orang Sunda yang
ngumbara dimana-mana itu banyak yang mencarinya di internet. Selain membaca situs berita Tanah Air,
banyak dari mereka bergabung dalam milis yang menggunakan bahasa Sunda sebagai salah satu cara
mengekpresikan kerinduan. Dari milis itulah mereka saya temukan dan kenal.

Semoga eksistensi mereka di ‘antah berantah’ itu memberi semangat dan memacu orang Sunda lainnya
untuk berprestasi setinggi mungkin di bidang masing-masing, untuk Tanah Air dan dunia yang lebih baik.
Nyanggakeun juragan!

Jamaludin Wiartakusumah

moderator milis urangsunda <at> yahoogroups.com
————-
Dimuat Kompas Jawa Barat 2 Februari 2007


Powered by du'a indung bapa

------------------------------------

------------------------------------

ngala dollar >> http://profitclickers.info/buburuh-ngeklik.php?urang=sundaYahoo Groups Links

------------------------------------

------------------------------------

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/

[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]Yahoo Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    Baraya_Sunda-digest <at> yahoogroups.com 
    Baraya_Sunda-fullfeatured <at> yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    Baraya_Sunda-unsubscribe <at> yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo Groups is subject to:
    https://info.yahoo.com/legal/us/yahoo/utos/terms/

Picon

[Béwara] Ondangan Diskusi "Prasasti di Tatar Sunda Zaman Klasik"



Dongdoneun, Bray!!! Bilih katarik.

Grup Facebook "Napak Tilas Peninggalan Budaya" Bogor bakal ngayakeun diskusi dina jejer "Prasasti di Tatar Sunda Zaman Klasik" nu bakal lumangsung dina:

poé minggu kaping 15 Juni 2014
jam 09.30 - 12.00
di Gedong Herbarium Bogoriense
Jl. Ir. H. Juanda no. 22 Kota Bogor.

panyaturna Dr. Hasan Djafar (Mang Hasan) arkéolog kahot ti Universitas Indon
ésia

Kanggo motokopi makalah, daang beurang, tawis katineung keur panyatur, kabersihan gedong, jeung nu séjénna urang peryogi réréongan, tanggung rénténg saageung 50 rébu rupiah. Nu kedah dikintun paling leuir kaping 12 Juni 2014 ka rekening BCA a/c 095 0000 911 a/n Hendra Wijaya.

Jalaran kasengker ku lega rohangan, pamilon bakal diwatesan. Hayu, geura paboro-boro :)

Peryogi wawaran nu langkung munel atanapi badé ngawartosan badé ngiring atanapi parantos transfer béya réyong, mangga hubungan waé 08121112982 & 08157120873.

Sunda Nanjung! Nuhun.

dudi
atas nami admin grup Napas Bogor

--
duq!
alok. ngéngklok. séblok.




__._,_.___
Posted by: 6586480 <6586480 <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

INFO - BEASISWA STUDI DI MALAYSIA



BEASISWA STUDI DI MALAYSIA

Balad Pustaka. Utamana nu aya karep sakola pasca-sarjana (M.Sc./Ph.D). Aya peluang yeuh. Taun ieu pamarentah Malaysia nawarkeun beasiswa studi di Malaysia keur pelajar mancanagara. Bisi aya nu minat, informasina bisa dipaluruh di situs Kementrian Pendidikan Malaysia. 

Toong di dieu:



__._,_.___
Posted by: Ki Hasan <khs579 <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

Fwd: Belajar/ Mengajar Bahasa Inggris dengan Instan? Bisaaa!



info bagus .. kalo tertarik jangan reply saya  tapi langsung aja sms ke 0812-2108-9520 atau email : farahlie <at> mail.com

----- Original Message -----
From: farahlie (farahlie <at> mail.com)
Subject: Belajar / Mengajar Bahasa Inggris dengan Instan? Bisaaa!

Anda ingin belajar bahasa Inggris? Tapi tidak ada waktu buat kursus? Ingin beli buku tapi buku yang dikarang penulis Indonesia kurang memuaskan? Anda guru? Kesulitan mencari buku2 berkualitas? Ingin menghemat waktu? Selamanya TIDAK lagi menjadi masalah.

Well, be afraid no more. Dengan DVD e-book buku-buku terbitan Longman, Cambridge, Oxford Univ. Press, Barron, MacMillan, McGraw-Hill, dll, kita bisa belajar bahasa Inggris sendiri. Plus kita juga bisa latihan listening dengan MP3 audio files. Buku-buku ini dijamin berkualitas. Buat para guru bahasa Inggris, buku ini dapat dijadikan buku referensi, tinggal di-print saja. Menghemat banyak waktu! Paket Tutorial ini menggunakan bahasa Inggris & Indonesia.

Paket EnglishDVD :
----------------------------
Paket 1 - DVD English Grammar (Rp. 100.000)
Paket 2 - DVD English for Children, Vocabulary, Dictionary (Rp. 100.000)
Paket 3 - DVD English Certificates, Toefl , Reading & Writing (Rp. 100.000)
Paket 4 - DVD Conversation (Rp. 100.000)
Paket 5 - DVD Business English (Rp. 100.000)
Paket 6 - DVD Tell Me More (Rp. 100.000)

SPECIAL PROMO DISC42% : Paket 7 - Berisi Paket 1-2-3-4-5-6 + FREE BONUS 1 DVD Listening  

Saat ini kami memberikan promo penawaran khusus berupa discount 42% untuk pemesanan PAKET 7 se harga Rp. 349.000 dengan bonus dan ongkos kirim tetap gratis.

Untuk pembelian Paket 7, dapatkan bonus 1 DVD Listening berisi file-file SWF (Flash), mp3, novel, komik dan flv (video youtube). DVD Listening ini merupakan bonus yang tidak kami perjual-belikan.

Untuk spesifikasi dan cover screenshot masing-masing paket produk silahkan anda mengunjungi etalase online saya di situs http://paketenglishdvd.blogspot.com

Paket ini juga cocok untuk dijadikan sebagai hadiah untuk teman atau anak anda.
 
Bagi yang berminat memesan dapat menghubungi saya di: farahlie <at> gmail.com atau farahlie <at> mail.com

mohon forward email ini pada teman-teman lain yang memerlukan :)

Salam,
Farrah
farahlie <at> gmail.com
Website: http://paketenglishdvd.blogspot.com
HP:   081221089520 (sms only)
YM: lady.photographer
add fb : http://www.facebook.com/farahlie.online
add twitter : http://www.twitter.com/farahlie


e-books novel/komik yang juga disertakan dalam DVD bonus :

andersen's fairy tales - hans christian andersen
angels and demons - dan brown
angels and demons - dan brown - versi indonesia
anna karenina - leo tolstoy
around the world in 80 days - jules verne
asterix and cleopatra
asterix in belgium
asterix in britain
asterix in corsica
asterix in spain
asterix in switzerland
asterix the gladiator
dark arena - mario puzo
deception point
digital fortress - dan brown
digital fortress - dan brown - versi indonesia
empress orchid - anchee min
fifth country - es ito
f ools die - mario puzo
frankenstein - mary shelley
godfather - mario puzo
harry potter and the deathly hallows
harry potter and the order of phoenix
i know this much is true - wally lamb
into zero point - agatha christie
last don - mario puzo
lolita - vladimir nabokov
lord of the ring - silmarillion
lord of the ring - the fellow ship of the ring
lord of the ring - the hobbit
lord of the ring - the return of the king
lord of the ring - the two tower
moby dick or the whale - herman melville
money, a memoir - liz perle
murder on the links - agatha christie
musashi - eiji yoshikawa
otori clan story 1 - across the nightingale floor.jar - lian hearn
otori clan story 2 - grass for his fillow - lian hearn
otori clan story 3 - brilliance of the moon - lian hearn
penthouse magazine - march
playboy - hot shots
playboy magazine - april
playboy magazine - march
playboy magazine - may
playboy magazine - september
rich dad - robert t kiyosaki
robinson crusoe - daniel defoe
samurai castle - noriko saka
secret of the secrets
shogun - james clavell
sicilian - mario puzo
snow - orhan pamuk
the 47 ronin story - john allyn
the adventure of tom sawyer - mark twain
the adventures of huckleberry finn - mark twain
the adventures of robin hood - howard pyle
the book of the thousand nights and a night - richard f burton
the clocks - agatha christie
the davinci code - dan brown
the divine message of the dna - kazuo murakami
the last of the mohicans - james fenimore cooper
the murder of roger acryod - agatha christie
the prince - nicolo machiavelli
the scarlett letter - nathaniel hawthorne
the works of edgar allan poe - volume 1 - raven edition
tintin - cigars of the pharaoh
tintin - flight 714
tintin - land of black gold
tintin - prisoners of the sun
tintin - the black island
twilight 1 - stephenie meyer
twilight 2 - new moon - stephenie meyer
twilight 3 - eclipse - stephenie meyer
twilight 4 - breaking dawn - stephenie meyer
vanity fair - william makepeace thackeray
why didnt they ask evan - agatha christie
why don't penguins feet freeze - mick o hare
why men don't listen - alan barbara pease
you can choose to be rich - robert t kiyosaki



.


p>

__._,_.___
Posted by: putimelati1990 <at> yahoo.com


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

Fwd: Belajar/ Mengajar Bahasa Inggris dengan Instan? Bisaaa!



info bagus .. kalo tertarik jangan reply saya  tapi langsung aja sms ke 0812-2108-9520 atau email : farahlie <at> mail.com

----- Original Message -----
From: farahlie (farahlie <at> mail.com)
Subject: Belajar / Mengajar Bahasa Inggris dengan Instan? Bisaaa!

Anda ingin belajar bahasa Inggris? Tapi tidak ada waktu buat kursus? Ingin beli buku tapi buku yang dikarang penulis Indonesia kurang memuaskan? Anda guru? Kesulitan mencari buku2 berkualitas? Ingin menghemat waktu? Selamanya TIDAK lagi menjadi masalah.

Well, be afraid no more. Dengan DVD e-book buku-buku terbitan Longman, Cambridge, Oxford Univ. Press, Barron, MacMillan, McGraw-Hill, dll, kita bisa belajar bahasa Inggris sendiri. Plus kita juga bisa latihan listening dengan MP3 audio files. Buku-buku ini dijamin berkualitas. Buat para guru bahasa Inggris, buku ini dapat dijadikan buku referensi, tinggal di-print saja. Menghemat banyak waktu! Paket Tutorial ini menggunakan bahasa Inggris & Indonesia.

Paket EnglishDVD :
----------------------------
Paket 1 - DVD English Grammar (Rp. 100.000)
Paket 2 - DVD English for Children, Vocabulary, Dictionary (Rp. 100.000)
Paket 3 - DVD English Certificates, Toefl , Reading & Writing (Rp. 100.000)
Paket 4 - DVD Conversation (Rp. 100.000)
Paket 5 - DVD Business English (Rp. 100.000)
Paket 6 - DVD Tell Me More (Rp. 100.000)

SPECIAL PROMO DISC42% : Paket 7 - Berisi Paket 1-2-3-4-5-6 + FREE BONUS 1 DVD Listening  

Saat ini kami memberikan promo penawaran khusus berupa discount 42% untuk pemesanan PAKET 7 se harga Rp. 349.000 dengan bonus dan ongkos kirim tetap gratis.

Untuk pembelian Paket 7, dapatkan bonus 1 DVD Listening berisi file-file SWF (Flash), mp3, novel, komik dan flv (video youtube). DVD Listening ini merupakan bonus yang tidak kami perjual-belikan.

Untuk spesifikasi dan cover screenshot masing-masing paket produk silahkan anda mengunjungi etalase online saya di situs http://paketenglishdvd.blogspot.com

Paket ini juga cocok untuk dijadikan sebagai hadiah untuk teman atau anak anda.
 
Bagi yang berminat memesan dapat menghubungi saya di: farahlie <at> gmail.com atau farahlie <at> mail.com

mohon forward email ini pada teman-teman lain yang memerlukan :)

Salam,
Farrah
farahlie <at> gmail.com
Website: http://paketenglishdvd.blogspot.com
HP:   081221089520 (sms only)
YM: lady.photographer
add fb : http://www.facebook.com/farahlie.online
add twitter : http://www.twitter.com/farahlie


e-books novel/komik yang juga disertakan dalam DVD bonus :

andersen's fairy tales - hans christian andersen
angels and demons - dan brown
angels and demons - dan brown - versi indonesia
anna karenina - leo tolstoy
around the world in 80 days - jules verne
asterix and cleopatra
asterix in belgium
asterix in britain
asterix in corsica
asterix in spain
asterix in switzerland
asterix the gladiator
dark arena - mario puzo
deception point
digital fortress - dan brown
digital fortress - dan brown - versi indonesia
empress orchid - anchee min
fifth country - es ito
f ools die - mario puzo
frankenstein - mary shelley
godfather - mario puzo
harry potter and the deathly hallows
harry potter and the order of phoenix
i know this much is true - wally lamb
into zero point - agatha christie
last don - mario puzo
lolita - vladimir nabokov
lord of the ring - silmarillion
lord of the ring - the fellow ship of the ring
lord of the ring - the hobbit
lord of the ring - the return of the king
lord of the ring - the two tower
moby dick or the whale - herman melville
money, a memoir - liz perle
murder on the links - agatha christie
musashi - eiji yoshikawa
otori clan story 1 - across the nightingale floor.jar - lian hearn
otori clan story 2 - grass for his fillow - lian hearn
otori clan story 3 - brilliance of the moon - lian hearn
penthouse magazine - march
playboy - hot shots
playboy magazine - april
playboy magazine - march
playboy magazine - may
playboy magazine - september
rich dad - robert t kiyosaki
robinson crusoe - daniel defoe
samurai castle - noriko saka
secret of the secrets
shogun - james clavell
sicilian - mario puzo
snow - orhan pamuk
the 47 ronin story - john allyn
the adventure of tom sawyer - mark twain
the adventures of huckleberry finn - mark twain
the adventures of robin hood - howard pyle
the book of the thousand nights and a night - richard f burton
the clocks - agatha christie
the davinci code - dan brown
the divine message of the dna - kazuo murakami
the last of the mohicans - james fenimore cooper
the murder of roger acryod - agatha christie
the prince - nicolo machiavelli
the scarlett letter - nathaniel hawthorne
the works of edgar allan poe - volume 1 - raven edition
tintin - cigars of the pharaoh
tintin - flight 714
tintin - land of black gold
tintin - prisoners of the sun
tintin - the black island
twilight 1 - stephenie meyer
twilight 2 - new moon - stephenie meyer
twilight 3 - eclipse - stephenie meyer
twilight 4 - breaking dawn - stephenie meyer
vanity fair - william makepeace thackeray
why didnt they ask evan - agatha christie
why don't penguins feet freeze - mick o hare
why men don't listen - alan barbara pease
you can choose to be rich - robert t kiyosaki



.


p>

__._,_.___
Posted by: putimelati1990 <at> yahoo.com


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

SALE BUAH TIN [1 Attachment]

[Attachment(s) from Ki Hasan included below]

SALE BUAH TIN

Puasa masih sabulan deui ka hareup. Heabna geus karasa ti Rajab keneh. Tungtung minggu ngadon ulin Super Market. Deuleu etah, buah impor ti Timur Tengah geus ngabarak dipajang. Panasaran alak-ilik kana sale buah Tin. Eta dumeh kungsi mireng wangkongan ustad di lembur. Sok kasabit buah Tin.

Dialak-ilik. Sabengbatan mah jiga buah Kiara. Ngan buah kiara mah taya nu beuki da pait. Jiga buah kersen meureun nya, nu rada mirip mah. Sikina renyek, laleutik. Rasana amis, jaba seungit. Ngan dirasa-rasa eta sale buah Tin teh asa teu beda jeung sale cau raja-cere. 

Panjang lalakonna tangtuna ieu buah Tin teh. Datang ti jauhna. Ngaliwatan mangpirang nagara. Meuntas lautan. Ku bisaan ari batur. Dagang buah Tin nepi ka saba nagara. Jauh-jauh diimpor ti nagri Turki, nepi ka bisa diasaan ku Mang Satja urang Sarkanjut. 

Bet ras kaingetan kana sale cau raja cere di Bandung. Naha bisaeun eta sale cau, nyaba nepi ka manca nagara  Kuduna mah bisa nya. Eta para pangagung nagri teh pantesna nyieun kawijakan impor buah ti lembur batur teh, heug diimbangan ku ekspor buah ti nagri sorangan.    



__._,_.___

Attachment(s) from Ki Hasan | View attachments on the web

1 of 1 Photo(s)

Posted by: Ki Hasan <khs579 <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

Jokowi atau Prabowo: Ketika Sentimen Agama Bertarung Dengan Nalar

Hade euy tulisan Kang Maul, babaturan Mamang SMAN 3 Bandung ketua Osis penulis buku 40 days in Europe tea,
Perjuangan Angklung SMAN 3 menaklukan eropah :). Teknik Industri ITB angkatan 96, S2 Jerman, S3
Inggris... Yg jelas bukan anggota partey pulitik hehehe.

Tulisanna Make Sense pisan... Sepakat jeung setubuh pokona mah xixixi. 

Aya tambahan ti Mamang tah Fadli Zon ngabohohong tah pas bilang PAD Solo turun pas jaman jokowi hehehe
faktana Naiiiik xixixi. 

Jadi tong hilaaap nya tgl 9 coblos No. 2 wae lah... Peace, Love n' Gaul aaah xixixi.

Jokowi atau Prabowo: Ketika Sentimen Agama Bertarung Dengan Nalar

Sumber: http://m.kompasiana.com/post/read/658816/2/jokowi-atau-prabowo-ketika-sentimen-agama-bertarung-dengan-nalar.html

Maulana Syuhada
31 May 2014 | 08:59

Saya perhatikan, baik di sosial media maupun di lingkungan sekitar saya, sebagian dari mereka yang
memutuskan untuk mendukung Prabowo didasari oleh sentimen agama. Rumor bahwa Jokowi adalah Kristen dan
orang tuanya adalah keturunan Tionghoa semakin menguatkan sentimen tersebut, walau tidak pernah
diketahui secara pasti seberapa besar pengaruhnya. Masyarakat yang gampang terhasut dan enggan
melakukan cek-recek informasi, dengan mudah termakan oleh rumor tersebut.

Mereka yang melek informasi tahu bahwa Jokowi adalah seorang muslim. Orang tua dan semua adik-adiknya
sudah berhaji. Kampanye hitam yang menyerang keislaman Jokowi menjadi bumerang ketika terungkap bahwa
Ibu dari Prabowo beragama Kristen, begitu pula dengan kakak dan adiknya, semuanya beragama Kristen.
Adik prabowo, Hashim S. Djojohadikusumo, merupakan Ketua Dewan Pembina KIRA (Kristen Indonesia Raya),
organisasi sayap Kristen partai GERINDRA (kepengurusan KIRA dapat dilihat pada situs resmi KIRA di http://www.kiragerindra.org/index.php/content/page/11)

Walau Jokowi terbukti seorang muslim, bagi sebagian muslim itu tidak cukup, karena di belakangnya ada
PDIP. Bagi mereka, PDIP adalah partai Kristen, sehingga mendukung Jokowi sama saja dengan mendukung
Kristen. Padahal kita semua tahu bahwa baik PDIP maupun GERINDRA, keduanya bukanlah partai Kristen.

Saya tidak pernah menjadi simpatisan partai manapun. Saya malah cenderung apatis terhadap partai
politik. Hal ini merupakan dampak dari kekecewaan saya terhadap tingkah-laku sebagian anggota DPR yang
korup dan seringkali tidak berpihak pada rakyat. Jadi bagi saya sama saja, apakah itu partai islam atau
partai nasionalis, semuanya bermasalah. Ketua Partai Demokrat tersangkut korupsi Hambalang,
presiden PKS tersangkut korupsi sapi, ketua PPP tersangkut korupsi haji, ketua Partai Golkar
tersangkut kasus lumpur, ketua Partai Gerindra pernah dipecat dari TNI, dan sebagainya. Semua hal di
atas bukanlah rumor, tapi fakta. Jadi tidak ada satu pun partai di Indonesia ini yang bebas dari masalah.

Saya bukan fans-nya PDIP dan tidak pernah seumur hidup pun (sampai sekarang) menjadi simpatisan PDIP.
Namun harus saya akui secara objektif bahwa PDIP membuat terobosan baru dengan menghadirkan Ibu Risma di
Surabaya, Pak Ganjar di Jawa Tengah, serta Pak Jokowi di Solo dan DKI. Saya juga mengapresiasi GERINDRA
yang mengusung Ahok di DKI dan Ridwan Kamil di Bandung. Ketika PILKADA dan PILEG, saya tidak peduli dengan
partai pengusungnya. Bagi saya semua partai politik sama bobroknya. Yang saya lihat adalah tokohnya.
Karenanya di PILEG kemarin, tiga tokoh yang saya pilih untuk DPR, DPRD I dan DPRD II, berasal dari tiga
partai yang berbeda.

Sebagian orang masih saja mempermasalahkan bahwa jika Jokowi menjadi presiden, maka Ahok yang diusung
oleh GERINDRA di PILKADA DKI Jakarta akan menjadi gubernur. Padahal Ahok itu non-muslim dan keturunan Tionghoa.

Kalau Ahok  non-muslim dan keturunan Tionghoa memangnya kenapa? Sepanjang ia jujur, cerdas, tulus dan
punya nyali untuk memberantas korupsi dan berbagai penyimpangan, kenapa harus dipermasalahkan agama
dan keturunannya. Gubernur DKI sebelumnya tidak ada yang berani menyentuh Tanah Abang, tapi Ahok dengan
keberaniannya membereskan Tanah Abang. DISKOTIK STADIUM di Jakarta sudah berdiri 16 tahun, dan menjadi
sarang maksiat, transaksi seks dan narkoba, namun tidak ada satu pun gubernur Jakarta (yang notabene
selalu muslim) yang berani menutupnya, bahkan seorang Gubernur Jakarta yang berlatar belakang
jenderal militer sekalipun seperti Bang Yos. Tapi Ahok, begitu mendapat mandat menjadi Plt Gubernur
DKI, tanpa basa-basi langsung menutupnya. Jadi ketegasan itu tidak diukur dari apakah dia militer atau
sipil; dan kejujuran juga tidak diukur dari apakah dia muslim atau bukan. Orang yang jujur, cerdas, tulus
dan berani mati seperti Ahok ini yang kita perlukan untuk membenahi Jakarta. Tidak peduli apa agama dan etnisnya.

Saya bukan dan tidak pernah menjadi fans-nya ibu Megawati. Namun untuk PILPRES 2014 ini, kurang fair
rasanya jika saya tidak memberikan apresiasi kepada Ibu Mega. Beliau adalah satu-satunya ketua partai
yang tidak mencalonkan dirinya menjadi presiden. PDIP sering diidentikkan dengan keluarga Sukarno.
Ibu Mega memiliki kesempatan dan kekuasaan untuk mencalonkan dirinya menjadi capres, namun dengan
legowo ia serahkan posisi tersebut kepada Jokowi yang tidak ada hubungan darah sama sekali dengan
keluarga Sukarno. Untuk menjaga keberlanjutan trah Sukarno, maka sangat logis jika Puan Maharani
menjadi cawapres. Namun lagi-lagi dengan legowo, posisi cawapres diberikan kepada Jusuf Kalla, orang
di luar PDIP. Saya sangat respek dengan sikap ibu Megawati tersebut, apalagi di tengah-tengah ambisi
semua ketua partai politik yang berlomba-lomba ingin menjadi capres dan cawapres.

Ketika  diresmikan menjadi capres, Jokowi menegaskan bahwa tidak akan ada bagi-bagi jatah kursi
menteri dengan parpol koalisinya. Dia akan memilih sendiri menterinya dengan penilaian kapasitas dan
kualitas. Yang ingin bergabung dengan koalisi PDIP, maka ia harus bergabung tanpa syarat, tanpa meminta
jatah cawapres atau menteri. Terbukti, baik ketua partai NASDEM, PKB maupun HANURA, tidak ada satupun
yang menjadi cawapres. Jokowi membuktikan bahwa dirinya memiliki sikap tegas, karena tegas itu bukan
diukur dari suara yang tinggi berapi-api, tapi dari keputusan yang tidak mengenal kompromi.

MataNajwa edisi “Jokowi atau Prabowo” yang ditayangkan METRO TV tanggal 28 Mei yang lalu membuka mata
banyak orang tentang siapa orang-orang di balik Jokowi dan Prabowo. Sebagian kawan yang tadinya masih
bingung, akhirnya menetapkan pilihan setelah melihat tayangan tersebut. Kubu Prabowo mengirimkan dua
orang terbaiknya, Mahfud M.D. (Ketua Tim Pemenangan Prabowo – Hatta) dan Fadli Zon (Wakil Ketua Umum
GERINDRA dan Sekretaris Tim Pemenangan Prabowo – Hatta). Tidak ada orang yang jabatannya lebih tinggi
dari kedua orang ini di kubu Prabowo. Kehadiran mereka berdua dilengkapi oleh Ahmad Yani (Ketua DPP PPP).

Sementara kubu Jokowi diwakili oleh Anies Baswedan (Juru Bicara Tim Sukses Jokowi – JK), Maruarar
Sirait (Ketua DPP PDIP), dan Adian Napitupulu (aktivis ’98 dan pendiri FORKOT). Bagi yang belum
menonton, berikut link rekaman-nya: http://youtu.be/k-f7dEuydR0

Banyak orang yang memuji Pak Anies Baswedan karena penuturannya yang sangat baik, santun dan sistematis.
Namun bagi saya informasi yang paling krusial malam itu adalah pemaparan Pak Mahfud M.D. yang
membeberkan secara blak-blakan bahwa ia memilih bergabung ke kubu Prabowo karena sakit hati dengan PKB
dan Pak Muhaimin Iskandar. Keputusan ini memiliki beban psikologis yang sangat berat ujar Pak Mahfud,
sampai ia harus mengalami pergolakan batin selama tiga hari tiga malam, bahkan sampai mengucurkan air
mata. Berbeda sekali dengan Pak Anies Baswedan yang dengan sangat rileks mengatakan “simpel”,
tidak ada beban moral sama sekali ketika memutuskan pilihan kepada Jokowi – JK.

Pak Mahfud yang lugu kemudian membuka rahasia koalisi bahwa Fadli Zon mengatakan kepada dirinya,
sebenarnya dalam hatinya Fadli Zon ingin Pak Mahfud yang menjadi cawapres bukan Pak Hatta. Bagi Fadli Zon
“rayuan gombal” semacam itu adalah praktek yang biasa, karenanya seringkali kata-katanya tidak
bisa dipegang dan dipertanggungjawabkan. Saya sangat bersimpati kepada Pak Mahmud yang lugu. Benar
kata banyak orang, janganlah belanja dikala lapar. Janganlah membuat keputusan dikala sakit hati.

Hal lain yang santer dikampanyekan untuk menyerang Jokowi adalah ia pemimpin yang ingkar janji dan tidak
jujur, karena belum dua tahun memimpin Jakarta sudah pergi mencalonkan menjadi presiden R.I. Sedangkal
itukah definisi jujur dan ingkar janji? Sedangkal itukah kriteria yang kita gunakan dalam memilih calon
presiden yang akan menentukan nasib 240 juta penduduk Indonesia? Fadli Zon yang selama ini sangat
agresif menyerang Jokowi, tidak pernah bosan mengulang-ulang retorika “ingkar janji”.

Namun ketika Bang Ara  mengatakan, bahwa Fadli Zon dan partai Gerindra lah yang memboyong Jokowi dari
Solo dan mencalonkannya menjadi gubernur DKI Jakarta padahal masa tugasnya sebagai walikota Solo masih
tiga tahun lagi, Fadli Zon harus menelan ludahnya sendiri. Mengapa Fadli Zon, seringkali tidak bisa
jujur terhadap kata-kata yang diucapkannya? Sebagian dari kita tentu masih ingat ketika Prabowo
mengatakan bahwa Fadli Zon sangat cocok untuk menjadi menteri pendidikan (Kompas, 12 Juli 2013). Apa
jadinya anak-anak kita nanti, jika menteri pendidikan-nya memiliki sifat dan watak seperti Fadli Zon?
Saya membayangkan menteri pendidikan itu seharusnya orangnya santun, cerdas, dan memiliki jiwa
pendidik dan integritas moral yang tinggi seperti Pak Arief Rachman atau Pak Anies Baswedan.

Pak Jokowi tidak meninggalkan Jakarta. Tapi ia akan membangun Jakarta bukan dari balai kota, tapi dari
istana negara. Seperti yang pernah beliau contohkan, untuk mengatasi macet di Jakarta, yang perlu
dibangun bukan hanya di Jakarta saja, tapi harus disambungkan dengan Depok, Bogor, Tangerang dan
Bekasi. Gubernur Jakarta tidak bisa mengkoordinir itu semua, semua kepala daerah harus setuju dan
menandatanganinya. Contoh kongkrit adalah otoritas transportasi Jabodetabek yang sudah hampir 1,5
tahun tapi tidak pernah selesai karena masalah wewenang dan koordinasi. Jika ia menjadi presiden maka
segalanya akan jauh lebih mudah, karena semua kepala daerah berada di bawahnya.

Pada Pilkada kota Solo yang pertama Jokowi meraup 36,62% suara, dan didaulat menjadi walikota Solo selama
lima tahun (2005 - 2010). Tahun 2010, ia mencalonkan kembali, dan meraup persentase suara sebesar
90,09%. Artinya Jokowi berhasil membuktikan kinerjanya di Solo, dan rakyat memilihnya kembali. Oleh
karena itulah Fadli Zon dan partai Gerindra memboyong Jokowi ke Jakarta untuk dicalonkan menjadi
Gubernur DKI walaupun masa baktinya masih tiga tahun lagi, karena urgensi Jakarta sebagai ibu kota lebih
besar. Ketika itu, ia tidak pernah melabeli Jokowi dengan sebutan pemimpin ingkar janji.

Terakhir, saya ingin mengutip pesan Pak Anies Baswedan, “Kalau Anda ingin menjadi pemimpin, lakukan
sesuatu bagi rakyat, lakukan kerja untuk masyarakat. Bukan semata-mata menggunakan dana untuk
berkampanye dengan nilai yang fantastis. Dana yang sama bisa dilakukan untuk petani, nelayan, untuk
pendidikan, daripada untuk beriklan selama bertahun-tahun. Kita membutuhkan orang yang bukan memburu
kekuasaan. Berikan amanat itu justeru kepada orang yang tidak memburu amanat itu.”

Saya tidak punya afiliasi dengan partai politik manapun. Saya juga bukan bagian dari tim sukses manapun.
Sejujurnya saya ingin bergabung dengan tim relawan Jokowi, namun kesibukan saya yang cukup padat dalam 2
– 3 bulan ke depan membuat saya tidak bisa melakukannya. Namun demikian, mudah-mudahan tulisan
sederhana ini bisa memberikan pencerahan bagi teman-teman yang masih galau dalam menentukan pilihannya.

Sebagian orang berkata percuma kita menulis, toh hasilnya tidak akan memiliki dampak apa-apa. Siapa sih
yang akan baca tulisan kita, paling cuma segelintir orang dibanding julah pemilih yang hampir 185 juta
orang. Walaupun prosentasenya hanya 1/1.000.000, namun saya tetap memilih untuk menulis. Karena
walaupun amat sangat kecil, saya ingin ikut serta berkontribusi dalam membangun negeri ini. Saya
menulis semua ini atas inisiatif dan kesadaran pribadi, tanpa ada insentif sepeser pun dari pihak manapun.

Bagi yang merasa tulisan ini membawa manfaat, silahkan disebarkan. Tidak perlu minta ijin kepada saya.
Mudah-mudahan PEMILU 2014 berjalan lancar dan damai, dan kita dikaruniai oleh Allah SWT pemimpin yang
bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Amien.

Dari Bandung untuk Indonesia,
Maulana M. Syuhada
Pengunjung setia perpus ITB
nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com

------------------------------------

------------------------------------

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/

[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]Yahoo Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    Baraya_Sunda-digest <at> yahoogroups.com 
    Baraya_Sunda-fullfeatured <at> yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    Baraya_Sunda-unsubscribe <at> yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo Groups is subject to:
    https://info.yahoo.com/legal/us/yahoo/utos/terms/

Picon

Re: Revolusi Keuyeup Bodas? [4 Attachments]

[Attachment(s) from Mang AsKa included below]

Mamang pertamakali membaca mengenai Revolusi Moral adalah dari Buku yang ditulis Mas Suwidi Tono, wartawan senior, "Kita Lebih Bodoh dari Generasi Sukarno Hatta", nah dibukunya itu mengulas tulisannya Romo Mangun Wijaya Almarhum yang menuliskan perlunya Revolusi pada bangsa ini tapi bukan revolusi dalam artian kekerasan seperti halnya yg ada dalam bayangan kita tapi revolusi moral bangsa ini.

Buku tersebut menginspirasi Mamang ketika lebaran tahun lalu menghadiri pertemuan Alumni IPB Sumedang di rumah-nya Kang Agus Pakpahan di Cimalaka dimana pada saat itu timbul suatu kepedulian terhadap masyarakat daerah genangan Jatigede yang telah terombang-ambing menderita selama 50 tahun sejak proyek itu digulirkan.

Mamang waktu itu baru tersadarkan dan tercerahkan selama ini Kakek Nenek Mamang berasal dari Kabuyutan Cipaku yang merupakan Kampung Buhun menganut konsep Tritangtu, memiliki sawah subur, hutan rimbun, dan situs cagar budaya megalitikum bernilai luhur yg sudah ada sejak jaman pra sejarah. Dari sana Mamang sadar ternyata Pemerintah telah buta bahwa kampung buhun yang begitu lestari dan agamis akan ditenggelamkan beserta warisan cagar budaya serta nilai-2 kearifan yg terkandung di dalamnya.

Setelah merenungi di hadapan punden berundak Situs Cipeueut Aji Putih (Ilmu Suci) Mamang berfikir bahwa bangsa ini telah rusak secara moral dan spiritual hal itu terlihat dari score corruption perception index yang masih 30 dari 100 yg terbersih, tidak lama kemudian kasus Kang Rudi juga muncul. Nah dari sana Mamang berfikir rupanya benar yang ditulis oleh Mas Widi, kita memang lebih bodoh dari generasi Sukarno Hatta dan kita memang memerlukan revolusi moral seperti yg dituliskan Romo Mangun tapi bukan revolusi yang berdarah-2 dgn kekerasan tapi revolusi damai dgn cinta, kasih sayang, dll.

Nah Mamang juga waktu itu tanpa sengaja membaca dan mendengar langsung dari Kasepuhan Kabuyutan Cipaku bahwa hanya "Keuyeup Bodas anu bisa ngabobol bendungan", hanya kepiting putih yang bisa menjebol bendungan dan menggagalkan Kabuyutan digenangi. Nah ada legenda cerita tentang sangkuriang kabeurangan dimana Sangkuriang akan membangun situ/ danau/ bendungan demi meluapkan nafsu menikahi Ibu Kandung-nya sendiri yang cantik jelita, nah Sangkuriang ini dibantu oleh Siluman Buaya Putih sedangkan Dahyang Sumbi Ibu Kandungnya/ Ibu Pertiwi/ Kabuyutan tidak mau anaknya menikahi dirinya oleh karenanya beliau berdo'a kepada Yang Maha Kuasa dan diingatkan mengenai "Boeh Rarang", "kain putih" nah ketika kain putih dikibarkan maka timbul cahaya terang sehingga Sangkuriang gagal memenuhi janjinya membangun bendungan dan perahunya dalam satu malam. Boeh Rarang adalah simbol pencerahan/ pengetahuan. Dalam legenda Keuyeup Bodas, Dahyang Sumbi dibantu oleh Keuyeup Bodas yang mana Buaya Putih bertugas membuat bendungan/ membendung sungai Cimanuk dan Keuyeup Bodas yang akan menjebol bendungannya. Kalau kita punya kolam nanti bisa merasakan kekuatan mahluk keuyeup bodas itu/ kepiting putih yang bisa membuat banyak lubang sehingga kolam pun bocor dan tidak pernah penuh.

Nah dari legenda Sangkuriang dan Keuyeup Bodas itu Mamang kemudian terinspirasi utk menginisasi Revolusi Keuyeup Bodas/ Revolusi Keuyeup Apu, pada saat itu sempat membuat CD-nya berupa Video Dokumentasi tentang Kabuyutan Cipaku yang indah, agamis, cagar budaya warisan leluhur, yg terancam ditenggelamkan oleh Bendungan yang takabur tidak memperdulikan kearifan lokal yang ada. Hal ini juga terinspirasi oleh tulisan/ comment Kang BHM Tempo yang waktu itu menginformasikan mengenai Coconut Revolution, perjuangan masyarakat masyarakat asli Bougenville Island melawan pasukan Papua Nugini yg melawan perusahaan tambang rio tinto dari Australia yg ingin merusak kampung halamannya. ttp://en.m.wikipedia.org/wiki/The_Coconut_Revolution

Revolusi Keuyeup Bodas adalah revolusi moral, budaya, dan spiritual bukan revolusi yg berdarah-2 tetapi revolusi yang menyadarkan manusia untuk kembali ke fitrahnya untuk senantiasa silih asah, silih asuh, dan silih asih ~ silihwangi, saling berbuat baik kepada sesama. Keberhasilan revolusi keuyeup bodas ini adalah ketika Score Corruption Perception Index Indonesia sudah lebih dari 90, atau sudah melebihi Singapura, New Zealand, dan Negara-2 Skandinavia.
Hal itu sangat memungkinkan dan bukan pepesan kosong, karena ketika Kabuyutan di seluruh Nusantara ini dijaga dan diriksa maka Score Corruption Perception Index-nya adalah mendekati 100, lihat saja di Kabuyutan Kanekes Baduy, Kabuyutan Cipaku, dll. Tidak ada korupsi disana, tidak ada penipuan disana, tidak boleh berbohong, yang benar katakan benar, yg salah katakan salah, lojor teu meunang dipotong, pondok teu meunang disambung, nu lain kudu dilainkeun, nu enya kudu dienyakeun. Mipit kudu amit, ngala kudu menta, ngagedag kudu bewara. Ngeduk Cikur Kedah Mihatur, Nyokel Jahe Kedah Micarek, Bisina Kagetrak Kagetruk Kudu Nyabla Ku Omongan. Bangsa kita dulu bangsa yang sangat menjunjung tinggi etika dan budi luhur namun seiring dengan imperialismeu dan sekarang masuk tahap neo imperialismeu bangsa ini dirusak Moral dan Budayanya sehingga merasa malu dengan budayanya sendiri dan bangga dengan budaya luar. Yang dilakukan para penjajah itu sangat mudah yaitu merusak tatanan sosial budaya dan spiritual masyarakatnya sehingga menjadi tidak percaya diri dan menganggap hal-2 yg berasal dari nenek moyang itu HINA dan MEMALUKAN.

Oleh karenanya perlu Revolusi Moral, Budaya, dan Spiritual utk membangkitkan lagi Nilai-2 Kearifan Budaya Luhur yang dulu dimiliki bangsa kita. Oleh karenanya perlu kiranya pemerintah untuk berfikir dan merencanakan ulang Bendungan Jatigede agar lebih BIJAKSANA, dengan cara menurunkan volume penggenangan dari 262 mdpl menjadi 220 mdpl agar Kampung Buhun, Sawah Subur, Hutan Rimbun, dan Situs Cagar Budaya Megalitikum Kabuyutan Cipaku bisa diselamatkan. Bendungan Jatigede cukuplah dibuat sebesar Waduk Darma Kuningan seluas 300-an Hektar bukan 4000-an Ha sesuai rencana awal.

Caranya gampang Kementrian PU aja empot-2an anggarannya untuk melanjutkan Proyek Jatigede karena anggaran infrastruktur dipotong 30%, jadi yang paling masuk akal untuk menghemat anggaran yg konon butuh 1 Trilyun untuk relokasi penduduk/ ganti rugi dll maka lebih baik turunkan volume bendungan dari 262mdpl ke 220mdpl maka Situs-2 Cagar Budaya Aman dan Negara Hemat 1 Trilyun. SBY tinggal mengeluarkan Surat Kepres yg isinya:

1. Menurunkan Volume Bendungan Jatigede sampai titik dimana Situs-2 Cagar Budaya Lemah Sagandu Kabuyutan Cipaku total sekitar 25 Situs, terutama Situs Cipeueut Karomah Aji Putih yg menjadi pusatnya aman dan tidak terendam.

2. Tidak merelokasi Situs-2 Cagar Budaya dan Masyarakat/ Penduduk Kampung Buhun Kabuyutan Cipaku dimana terdapat rumah-2 tradisional, kearifan budaya masyarakat, dan Situs Arkeologi Megalitikum Aji Putih yg sudah ada sejak jaman Pra Sejarah.

3. Mengembalikan Hak-hak Hidup Masyarakat Kabuyutan Cipaku yg tercerabut kembali seperti semula sedemikian sehingga mereka tidak selalu dilimputi rasa was-was/ ketakutan akan ditenggelamkan. Status kepemilikan tanah dan bangunan dipulihkan karena khusus untuk Kabuyutan Cipaku tanah masyarakat baru dibayar 1/14 dari nilai ganti rugi yg seharusnya. Dulu yang dipaksa harus diterima oleh masyarakat harusnya per m2 tetapi kenyataannya hanya per bata atau per 14m2. Jadi masyarakat sebenernya baru terima DP sebesar 7% saja. Daerah lain ada sebagian yg sudah dibayar full, khusus Kabuyutan Cipaku belum.

4. Nah untuk daerah lain yg sudah dibayar full oleh pemerintah sehingga tanah resmi menjadi tanah negara berada di luar Kabuyutan Cipaku Bendungan yg tidak digenangi dapat dibangun menjadi Pusat Pendidikan Moral & Spiritual dari mulai SD, SMP, SMA, S1 - S3 yang GRATIS dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah dan tanpa ada KKN benar-2 beresih semua prosesnya, mengembalikan kembali Kabuyutan sebagai Penjaga Moral yaitu KARESIAN/ GURU/ Pendidik, untuk mencetak Pribadi-2 yang juara.

Kalau SBY tidak berani berbuat untuk kepentingan rakyat, nanti Komunitas Kabuyutan akan mengirimkan Surat ke Presiden Baru terpilih. Suratnya meminta pemerintah untuk meninjau ulang fungsi bendungan, bukan untuk menyetop bendungan tapi me-redesign sedemikian sehingga lebih bermanfaat untuk seluruh stakeholder, baik masyarakat yg di hulu maupun di hilir bendungan. Semestinya bisa dibuat suatu Kawasan Baru semacam Taman Budaya Nusantara Kabuyutan Cipaku yang mengadopsi konsep "Facing Globalization By Local Empowering", Perpaduan antara AgroForestry n' Fishery Industry, kalo Kang AD menyebutnya Industri Hayati, lengkap ada Rekreasi, Edukasi, Terapi, dan Industri Hayati.

Prinsipnya bendungan tetep dibuat hanya dari tadinya Megadams seluas 4000Ha menjadi MikroDam seluas 300Ha, segede Waduk Darma Kuningan kira-2. Lahan hutan lindung bisa diselamatkan seluas 1000Ha, Nah lahan yg sudah dibebaskan oleh pemerintah yg tidak tergenangi bisa dikembangkan, mungkin luasnya sekitar 2000Ha:
- Taman Budaya Nusantara Kabuyutan Cipaku, pelestarian dan pengembangan kearifan lokal Nusantara. Ini mah sudah existing kampung tinggal dirapihkan saja. Dan dihidupkan lagi aktivitas-2 budayanya.
- Pusat Pendidikan Moral Spiritual, ini membutuh 100Ha cukup.
- Pusat Industri Hayati Organik (Agro Forestry, Fishery, Horticulture, dll) yang berbasiskan konsep Sustainable Development dan terintegrasi dengan Pariwisata.
- Pusat Pengolahan Sampah Organik. Kalo perlu nanti kita import sampah dan diolah disana menjadi pupuk, dll, masa kalah sama Swedia hehehe. Nah biar ngak bau nanti sampahnya di pres dan tertutup. Info dari temen di Belanda mah truk sampah itu ngak ada keluar bau-2nya. Bandung pan banyak sampah nah kita olah disana lah tiru persis yang dilakukan Swiss/ Belanda aja mengimport sampah dan dimanfaatkan jadi produk yg bisa dijual lagi malah hehehe.
- BioMedicalTourism ini bisa dikembangkan juga, jadi mengkombinasikan pengobatan modern dgn tradisional tea. Bisa jadi pengembangan kedokteran UNPAD.

Lokasi Jatigede sangat strategis apalagi nanti jalan tol Cikampek Palimanan Jadi atau Cileunyi Sumedang jadi. Maka dari Jakarta hanya 3 Jam saja. Apalagi Bandara Internasional di Kertajati jadi maka akan menarik utk dikembangkan.

Harusnya Bupati Sumedang nih yang semangat mengembangkan ini. Secara daerahnya gitu lho. Daripada dijadiin bendungan semua, situs leluhur hancur yg mengundang bencana, sudah gitu benefit utk Sumedangnya malah kurang, yg diuntungkan hanya hilir saja. Sementara Rakyat Sumedang sendiri terutama masyarakat di daerah genangan merana.

Demikian kira-2 mudah-2an saja bisa terlaksana dan Indonesia menjadi bangsa yang disegani oleh masyarakat dunia. Amanah Resi Guru Darmasiksa, "pemimpin yg tidak dapat menjaga kabuyutannya maka akan lebih hina dari kulit musang yang dibuang ketempat sampah".

Pun sapun kaluluhuran.

Save Kabuyutan Cipaku, Save The World!

http://www.facebook.com/savejatigede/

Klik Like utk membantu masyarakat Kabuyutan Cipaku mempertahankan peninggalan leluhurnya :).
nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com
From: "Wibi Bradford wibi_bradford <at> yahoo.co.uk [Senyum-ITB]" <Senyum-ITB <at> yahoogroups.com>
Sender: Senyum-ITB <at> yahoogroups.com
Date: Sun, 1 Jun 2014 07:28:50 +0100 (BST)
To: MILIS sinergi-ia-itb<sinergi-ia-itb <at> yahoogroups.com>; Senyum Bandung<Senyum-ITB <at> yahoogroups.com>; Alumni ITB<IA-ITB <at> yahoogroups.com>; ITB84 <at> yahoogroups.com<ITB84 <at> yahoogroups.com>
ReplyTo: Senyum-ITB <at> yahoogroups.com
Subject: [Senyum-ITB] ..Revolusi..?

 

Revolusi Karakter Bangsa

Dalam beberapa hari ini, istilah ‘revolusi mental’ menjadi hit dalam berbagai pemberitaan media masa karena terkait dengan Pemilu yang sebentar lagi akan dilakukan, dan perbedaan sudut pandang akan pengertian kata itu yang masih samar bagi sebagian masyarakat. Kita lihat dalam struktur kebutuhan manusia, telah lama dirumuskan oleh Abraham Maslow (1954) dalam bukunya Motivation and Personally, bahwa kebutuhan manusia terbagi menjadi lima tingkatan: kebutuhan fisik (sandang, pangan, papan), kebutuhan keamanan (safety), kebutuhan sosial (love/ belonging), kebutuhan pencapaian (esteem), dan aktualiasi diri (self actualization). Dalam sebagian masyarakat saat ini, terjadi pemenuhan kebutuhan yang stagnan dan mentok pada pemenuhan kebutuhan level 3 saja dan paling mentok ke tingkat kebutuhan ke empat, yang skalanya makin lama makin membesar, tetapi tidak pernah beranjak ke level lebih tinggi lagi yaitu pemenuhan kebutuhan aktualiasi diri. Sehingga dengan gamblang setiap hari media massa dihiasi dengan kasus-kasus impor sapi, Hambalang, Bank Century, Gubernur Banten, SKK Migas dan sebentar lagi kasus Bupati Bogor. Kasus-kasus yang tampaknya bukan akan berkurang tapi terus bertambah, sehingga seolah-olah menjadi hal yang biasa, melihat para terdakwa masih bisa tersenyum sumringah, melambaikan tangan kepada segenap wartawan dan masyarakat, dan mengenakan baju batik yang bagus di kursi pengadilan. Melihat perubahan perilaku seperti ini, yang tidak lagi merasa sangat malu sebagai tertuduh, datang ke pengadilan dengan menutup mukanya yang sedih tak terkira akan aib yang telah dibuatnya yang telah mencoreng martabat dan harga dirinya, keluarganya, masyarakat pemilihnya dan institusi tempat bernaungnya. Hal semacam inilah yang tampaknya dimaksudkan sebagai perlunya sebuah revolusi mental. Perubahan yang diperlukan besar-besaran dan sangat mendasar dalam sikap mental sebagian masyarakat kita, yang tidak bisa lagi dilakukan perlahan-lahan, dengan evolusi, tapi perlu revolusi yang segera, massive dan dalam berbagai level.

Dari mana kita mulai?

Mengingat Indonesia termasuk dalam masyarakat paternalistik, yaitu masyarkat yang suka mencontoh atasannya atau panutannya, maka dimilikinya pemimpin yang memiliki karaktersitik aktualisasi diri ini diharapkan lebih efektif untuk melakukan perubahan besar ini. Telah hidup dalam keyakinan di masyarakat, bahwa di Indonesia, dipimpin orang yang benar saja belum tentu orang akan mengikutinya dengan benar, apalagi dipimpin orang yang salah dan suka menyelewengkan kekuasan, mereka akan lebih menyeleweng lagi. Karakteristik lain yang dimiliki masyarakat Indonesia adalah bahwa orang Indonesia sebagian besar termasuk dalam orang-orang audio visual, yaitu orang yang lebih mudah belajar dengan melihat. Jadi di sini akan sangat jarang ditemui, orang-orang di stasiun kereta api membawa novel, buku bacaan, atau menggunakan gadgetnya untuk men-download bahan bacaan. Setelah naik kereta, langsung duduk, diam dan membaca, seperti ditemui di masyarakat, Inggris, Jepang dan negara maju lainnya. Mereka cenderung akan ngobrol, download game, chatting, sehingga saat perjalanan kereta dari Jakarta-Surabaya, mereka akan saling kenal satu gerbong bahkan memiliki foto diri (selfie) dari berbagai posisi dan dengan berbagai orang yang begitu tiba sudah diupload ke media massa. Masyarakat kita adalah masyarakat yang suka ngobrol. Membaca bukan merupakan kebutuhan diri, apalagi menulis. Sehingga teks books yang dikarang oleh guru atau dosen pun menjelang pensiun, mungkin cuma 1 buah untuk memenuhi kriteria Depdikbud. Bukan merupakan proses aktualisasi diri, tetapi hanya sekedar memenuhi kewajiban. Jadi tidak heran kalau dalam ujian nasional baru-baru ini, untuk soal yang diujikan pun materinya dicontek dari teks book bahasa asing, tanpa penulisan referensi yang benar.

Oleh karena itu revolusi mental atau lebih tepatnya revolusi karakter ini mesti dimulai dari pendidikan dasar. Karena saat usia dasarlah terbentuk logika dan pengembangan pribadi yang paling pesat terjadi dalam usia seseorang. Saat ini di sekolah sudah terbentuk lingkungan yang sangat transaksional, yang salah satunya dengan dikepungnya sekolah oleh aneka bimbingan belajar. Guru di sekolah, ‘tidak lagi merasa terhina’ kalau muridnya ikut bimbingan belajar. Sekalipun itu terjadi di sekolah favorit di kota itu. Bahkan banyak guru yang berterima kasih karenanya karena tanggung jawabnya sudah diambil oleh bimbingan tes. Bagi mereka, para guru itu, hal seperti ini bukan lagi ‘penghinaan’ karena ketidakmampuan dirinya menerangkan materi dengan jelas di kelas. Bahkan banyak guru yang berperanan menjadi agent. Dengan cara menerangkan dengan tidak enak dan tidak jelas di kelas, jika mau jelas dan mendapatkan soal-soal yang nantinya mirip dengan yang akan diujikan, ikutlah bimbingan test sang guru tersebut. Hal seperti ini yang mungkin jika terjadi di jaman Ki Hajar Dewantoro, sang gurunya sudah dipecat atau minimal di’balang sandal’. Murid-muridnya pun sudah sampai tahap ‘trasaksional’ akut dalam mengerjakan pekerjaan sekolah. Merasa lebih baik ayah atau ibu yang mengerjakannya, atau membeli tugas merangkai janur di pasar, dari pada membikin sendiri. Sudah capai, makan waktu untuk main game, dapat nilai butut lagi. Jadi belajar pun bukan lagi dimaknai sebagai sebuah proses yang akan memperkaya ketrampilan dan pengetahuannya. Di level yang lebih tinggi, mahasiswa banyak yang mengerjakan tugas yang diberikan dengan meng-copy paste tugas kakak kelasnya, mencari jawab atas pertanyaan tahun sebelumnya, bukan lagi mengerjakan sendiri dengan penuh effort dan antusiasme, dengan mencoba memahami materi yang diberikan sebisa mungkin. Dosen atau guru yang memberikan tugas pun banyak yang sudah beranjak dari tujuan semula pendidikan. Memberikan tugas semata-mata untuk membunuh waktu, untuk menggantikan ketidakhariannya karena asyik dengan pekerjaannya di tempat lain, atau sekedar ingin ‘ngerjain’ murid-muridnya. Sehingga saat tugas dikumpulkan, bukan lagi berkeinginan untuk memeriksanya dengan melihat kekurang mengertian siswa pada aspek yang diajarkannya, sehingga mendapatkan rencana perbaikan pada proses pengajarannya, tapi langsung ditumpuk di gudang. Transaksi yang sempurna. Sebuah pertemuan demand dan supply yang klop.

Melihat proses yang terjadi dan sudah meluas di masyarakat, di mana dipercaya bahwa segala sesuatu itu tergantung dari the man behind the gun, maka saat ini diperlukan pengembangan jenis tes yang bisa mengetahui karakteristik orang-orang yang memegang garda depan panduan kemajuan bangsa, sang guru. Karena aspek trasnsaksional ini bisa jadi akan mengeram pada diri seseorang (embedded). Tidak berubah, walau social ekonomi orang yang bersangkutan telah berubah. Saat ini sudah mulai digunakan test garis tangan pada beberapa perusahaan sebagai pelengkap bagi test psikologi untuk penempatan karyawan. Apakah seseorang itu cocok di tempatkan di bagian marketing, produksi, sumber daya manusia, atau di bagian lain. Test ini dilakukan dengan tujuan untuk menghilangkan pemborosan waktu belajar, menempatkan orang yang tepat dan menciptakan keriangan dalam suasana kerja. Seperti kita ketahui, orang-orang yang ‘bakatnya’ adalah introvert tentu tidak akan nyaman jika ditempatkan di bagian pemasaran. Demikian juga orang yang extrovert dan cenderung hiperaktif, sungguh akan tersiksa sekali kalau harus bekerja di atas meja sepanjang hari, karena kebutuhan dasarnya adalah ketemu orang dan bergaul. Untuk kebutuhan tes garis tangan, diperlukan data base yang sangat banyak dan akurasi yang tinggi, sejauh mana hasil test tersebut benar-benar merepresentasikan sosok yang benar. Sehingga bisa mendukung manajemen untuk melaksanakan prinsip the man in the right place on the right time . Dengan melakukan tes jenis ini, jika akurasinya sudah presisi, diharapkan benar-benar dapat dipilih orang yang betul-betul cocok sebagai pendidik seperti di tahun 1950 an. Saat kita mendapati sebagian besar guru-guru kita diseleksi oleh Belanda dengan sistem seleksi amat ketat sehingga guru pun saat itu dipanggil dengan hormat oleh masyarakat sekitarnya sebagi ‘Mantri Guru’. Sebutan guru yang setara dengan dokter atau mantri saat itu. Jiwa pendidik sangat berbeda dengan jiwa pedagang, bahkan ada sebagian kalangan yang menyatakan sangat bertolak belakang. Hasil riset di Australia menyatakan bahwa sangat sedikit usaha yang sukses besar yang ditangani oleh seorang dosen, sekalipun itu dosen entrepreneur. Hal ini disebabkan untuk sukses pada kedua bidang itu, dibutuhkan penanganan yang intens, full time, tidak bisa setengah-setengah dan saling dipertukarkan. Itu riset di Australia, di mana segala sesuatunya sudah mapan pada jalurnya. Dalam system operation procedure yang banyak ‘bolongnya’ seperti di indonesia hampir mustahil kedua kutub itu menyatu pada diri seseorang, kecuali pada orang-orang extra ordinary seperti Pak Iskandar Alisyahbana almarhum.

Jargon guru yang di Jawa merupakan akronim ‘digugu lan ditiru’ (dipatuhi dan dicontoh) kemudian mulai tahun 1970 an bergeser menjadi ‘wagu tur kuru’ (tidak pantas dan kurus kering) karena penghargaan yang minim pada tenaga pendidik saat itu dan mulai bergesernya nilai-nilai di masyarakat yang ditumbuhkan oleh aspek komersialisasi pada segala hal saat itu. Tahun-tahun sekarang lah mulai kita lihat hasil dari proses 30-40 tahun lalu itu. Yaitu timbulnya semangat transaksional, hedonism, tidak respek terhadap pendidik, yang merupakan konsekuensi logis dari perubahan karakter kedua belah pihak yang memang didisain ke arah sana.
Jadi saat ini kita seperti terkaget-kaget melihat sosok pimpinan seperti Ibu Risma-Walikota Surabaya, Pak Nurdin Abdullah-Bupati Bantaeng, Pak Joko Widodo, Pak Basuki Cahaya Purnama, karena seolah-olah kita tiba-tiba melihat makhluk dari planet lain. Sehingga kita merasa they are out of the box. Karena sudah lama kita berada di dalam box yang gelap tersebut. Sehingga muncul gumaman: hari gini walikota pegang sapu lidi..? hari gini gubernur blusukan, itukan pencitraan, dsb. Sebagian masyarakat kita terbelah menjadi dua: yang bersikap skeptis, curigaan, menuduh segala sesuatu ada pamrihnya, pencitraan jelang pemilu, dan sebagainya, karena sebagian masyarakat ini tumbuh dan berkembang dalam susasana seperti itu, negative thingking dan diliputi mental komersialisasi. Sehingga penilain terhadap orang lain selalu diidentikan dengan tata nilai yang dipegang oleh dirinya sendiri. Setengah masyarakat yang lain memahaminya sebagai pengejawantahan teori aktualisasi diri dari Abaraham Maslow tersebut di atas.

Dari sisi kajian akademis, perkembangan teori Servant Leadership (Robert K. Greenleaf, 1970), saat ini mendapatkan contoh nyata seperti saat dulu kita memiliki pemimpin seperti Bung Hatta yang untuk beli sepatu Bally pun tak pernah kesampaian sehingga guntingan koran bergambar sepatu itupun masih beliau simpan sampai sekarang atau Haji Agus Salim yang tak pernah punya rumah yang bagus, atau dalam contoh ektrim seperti Mahatma Gandhi yang hidup dengan dua lembar kain tersampir di badannya dan menggelandang ke sana kemari atau Ibu Theresia di India sana. Jadi teori servant leadership ini yang praktiknya sudah ada sejak Khalifah Umar memimpin masyarakat Arab, yang tersohor ceritanya ketika beliau harus menggendong sekarung gandum, akibat dari ‘blusukannya’ beliau ketemu dengan wanita yag kelaparan, dan beliau tahu persis konsekeunsi bagi pemimpin yang membiarkan rakyatnya kelaparan tersebut, saat ini, seakan menimbulkan gairah dan eforia baru di masyarakat.
Sebagai penutup, teori kepemimpinan servant leadership pada dasarnya adalah pengejawantahaan dari level ke lima kebutuhan Maslow, aktualisasi diri, yang dalam pelaksanaannya di Indonesia saat ini membutuhkan revolusi karakter masyarakat. Revolusi ini harus dimulai dari pucuk pimpian, karena masyarakat Indonesia yang paternalistic, dalam berbagai level. Tidak akan efektif jika hanya seorang diri melakukan revolusi, tetapi diperlukan pemahaman yang sepadan dan pelaksanaan yang riil dari Presiden, Wakil Presiden, Menteri, DPR/ DPRD, Gubernur, Walikota, Bupati, lembaga pengadilan, dan sebagainya. Seperti sering kita pelajari, bahwa tegak tidaknya sebuah Negara akan tergantung dari 3 sokoguru penyusunnya, guru, dokter dan hakim. Oleh karena itu revolusi ini harus dimulai dari tiga soko guru berdirinya sebuah bangsa. Pertama adalah penciptaan guru-guru yang memiliki karaktersitik pendidik tulen karena para beliau ini yang akan menyiapkan kecerdasan intelektual, emotional dan spiritual anak-anak bangsa. Kedua adalah para penegak hukum, yang menjaga kesehatan jiwa masyarakat, di mana di Negara Australia, Eropa maupun Amerika Serikat, orang-orang hukum inilah yang dipersyaratkan memiliki intelektual tertinggi karena diperlukan kecerdasan intelektual dan emotional dalam memutuskan berbagai perkara agar mendapatkan putusan yang adil. Ke tiga adalah perlindungan dan penciptaan profesi dokter yang memiliki spirit melayani bukan lagi transaksional, sebagai penjaga kesehatan fisik bangsa, bukan lagi kepanjangan tangan dari perusahaan farmasi.

Akankah revolusi mental atau revolusi karakter bagi bangsa ini akan berhasil? kita tunggu hasilnya karena ini merupakan pembangunan proses yang melibatkan banyak orang dalam berbagai level dan dalam waktu yang lama. Tahun 2025 diprediksi Indonesia akan menjadi the big four countries karena limpahan usia produktif dalam jumlah besar. Hal ini jika dan hanya jika dapat terjadi, kalau usia produktif yang kita miliki tersebut memiliki karakter yang benar. Jika tidak terdapat karakter yang benar, maka yang terjadi adalah chaos. Karena usia produktif dengan karakter yang benar akan menimbulkan simbisosis mutualisme saling menguatkan untuk membangun kemaslahatan umat dan lingkungannya, tetapi dengan karakter yang tidak benar akan saling memakan dan merusak tatanan kehidupan.

Kedah, Malaysia 2014
Dermawan Wibisono


__._,_.___

Attachment(s) from Mang AsKa | View attachments on the web

4 of 4 Photo(s)


__,_._,___
Picon

Parebut Ajengan?



Capres Rebutan Ajengan
Oleh Usep Romli HM
Pengasuh Pesantren Budaya Raksa Sarakan Garut

“Capres Berebut Kiai di Jabar”, demikian berita “PR” (Rabu, 28/5, hal.9). Mengungkapkan pasangan Capres dan Cawapres RI akan berlomba sowan kepada para kiai (di Tatar Sunda lebih populer dengan sebutan “Ajengan”). Tujuannya sudah pasti, ingin mendapat dukungan. Terutama memperoleh suara kaum Nahdliyyin yang dianggap berada dalam “genggaman” para ajengan. 

Sebagai salah seorang yang hidup di lingkungan pesantren sejak lahir hingga usia tua sekarang, penulis merasa prihatin. Jika benar demikian, berarti posisi ajengan atau kiai masih belum berubah sejak masa Orde Baru (1966-1997), hingga pemilu era reformasi terakhir (April 2014). Selama rentang waktu hampir 50 tahun, peran dan fungsi ajengan, hanya sebatas “petugas” pengumpul suara umat, atas pesanan partai atau caleg tertentu. Sekarang mungkin atas pesanan capres dan cawapres tertentu pula.

Padahal, sejarah keberadaan pesantren dengan Ajengan atau Kiai, sebagai figur sentral, bersih dari kepentingan-kepentingan “duniawi”. Bahkan, awal mula keberadaan pesantren adalah untuk menentang penjajah dengan segala kaitannya. Maka Ajengan atau Kiyai, sangat juga independent. Figur Ajengan dapat dikatakan netral. “Ada di mana-mana, tapi tidak ke mana-mana”. 

Tapi sejak masa pemilihan umum tahun 1971, Ajengan dan pesantren mulai dihadapkan kepada tuntutan-tuntutan informal. Yaitu tuntutan politik bagi kepentingan rezim yang sedang berkuasa Banyak pesantren dan ajengan tak mampu menghindar akibat berbagai faktor. Antara lain intimidasi fisik dan mental, serta iming-iming kemajuan. Pesantren dan Ajengan yang tidak tunduk pada ajakan mendukung kekuatan politik penguasa, akan dicap sebagai anti pembangunan, anti Pancasila, bahkan kemungkinan dikaitkan dengan gerakan-gerakan “Negara Islam”, dan sebagainya. 

Sehingga, sejak saat itu, banyak Ajengan yang – terpaksa atau tidak – memasuki kotak-kotak ciptaan pemerintah Orde Baru. Menjadi “Kyiai pemerintah” alias “kiyai pembangunan” yang loyal kepada Pancasila dan UUD 45 serta Orde Baru, dan tabu politik praktis. Atau menjadi “kiyai oposisi” karena tetap setia kepada parpol-parpol berorientasi ideologi tertentu. Terutama ideologi Islam yang diusung parpol-parpol semacam Nahdlatul Ulama (NU), Partai Syarikat Islam Indonesia (PSSI), Partai Muslimin Indonesia (Parmusi), atau Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti). Pada Januari 1973 keempat parpol Islam itu berfusi menjadi Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Berkat reformasi Mei 1998, segala ikatan dan keharusan manipulatif itu, terlepas dan pudar. Banyak kiyai dan pesantren mulai kembali mencari serta menemukan jati diri masing-masing, sebagai figur dan lembaga yang betul-betul independent, baik dalam niat maupun dalam tujuan. 

Hanya saja, suasana pemilu yang relatif bebas, dan pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung oleh rakyat, masih juga berusaha menyeret para Ajengan pada kubu-kubu kepentingan. Terutama kepentingan para calon. Mereka masih menganggap Ajengan dan pesantren sebagai sarana “lumbung suara”. Sehingga para calon mau tak mau harus “sowan” ke pesantren-pesantren dan para ajengan yang diperkirakan memiliki pengikut signifikan. 

Padahal ikatan ideologis antara Ajengan dengan umatnya sekarang, sudah sangat longgar. Seorang Ajengan “NU” belum tentu diikuti seluruh warga Nahdliyin. Demikian pula Ajengan “Muhammadiyah” atau “Persis”. Dalam hal pengajaran di bidang aqidah, ibadah dan ahlak, mungkin masih patuh bahkan fanatik. Tapi untuk urusan politik, mungkin lain. Permainan “money politik” dan ikatan ideologis kepartaian atau jamaah yang longgar, bisa saja lepas dari “fatwa” Ajengan. 

Sangat dikhawatirkan, jika Capres-Cawapres yang “sowan” kepada para Ajengan, tidak mendapat suara yang diharapkan dari komunitas jamaah Ajengan tersebut. Akibatnya, nama baik Ajengan akan menjadi rendah di hadapan Capres-Cawapres yang mengharapkan dukungan suara di situ. Inilah yang memprihatinkan dan mengkhawatirkan bagi masa depan pesantren itu sendiri. Kehilangan kepercayan dari Capres-Cawapres. Lebih-lebih dari umat sendiri yang tahu, ada sesuatu di balik “sowan” itu. Maklum “tak ada makan siang gratis”. ****

Rubrik Opini Pikiran Rakyat,Jum’at, 30 Mei 2014, hal.28


__._,_.___
Posted by: Ki Hasan <khs579 <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___

Gmane