Picon

Jokowi atau Prabowo: Ketika Sentimen Agama Bertarung Dengan Nalar

Hade euy tulisan Kang Maul, babaturan Mamang SMAN 3 Bandung ketua Osis penulis buku 40 days in Europe tea,
Perjuangan Angklung SMAN 3 menaklukan eropah :). Teknik Industri ITB angkatan 96, S2 Jerman, S3
Inggris... Yg jelas bukan anggota partey pulitik hehehe.

Tulisanna Make Sense pisan... Sepakat jeung setubuh pokona mah xixixi. 

Aya tambahan ti Mamang tah Fadli Zon ngabohohong tah pas bilang PAD Solo turun pas jaman jokowi hehehe
faktana Naiiiik xixixi. 

Jadi tong hilaaap nya tgl 9 coblos No. 2 wae lah... Peace, Love n' Gaul aaah xixixi.

Jokowi atau Prabowo: Ketika Sentimen Agama Bertarung Dengan Nalar

Sumber: http://m.kompasiana.com/post/read/658816/2/jokowi-atau-prabowo-ketika-sentimen-agama-bertarung-dengan-nalar.html

Maulana Syuhada
31 May 2014 | 08:59

Saya perhatikan, baik di sosial media maupun di lingkungan sekitar saya, sebagian dari mereka yang
memutuskan untuk mendukung Prabowo didasari oleh sentimen agama. Rumor bahwa Jokowi adalah Kristen dan
orang tuanya adalah keturunan Tionghoa semakin menguatkan sentimen tersebut, walau tidak pernah
diketahui secara pasti seberapa besar pengaruhnya. Masyarakat yang gampang terhasut dan enggan
melakukan cek-recek informasi, dengan mudah termakan oleh rumor tersebut.

Mereka yang melek informasi tahu bahwa Jokowi adalah seorang muslim. Orang tua dan semua adik-adiknya
sudah berhaji. Kampanye hitam yang menyerang keislaman Jokowi menjadi bumerang ketika terungkap bahwa
Ibu dari Prabowo beragama Kristen, begitu pula dengan kakak dan adiknya, semuanya beragama Kristen.
Adik prabowo, Hashim S. Djojohadikusumo, merupakan Ketua Dewan Pembina KIRA (Kristen Indonesia Raya),
organisasi sayap Kristen partai GERINDRA (kepengurusan KIRA dapat dilihat pada situs resmi KIRA di http://www.kiragerindra.org/index.php/content/page/11)

(Continue reading)

Picon

Re: Revolusi Keuyeup Bodas? [4 Attachments]

[Attachment(s) from Mang AsKa included below]

Mamang pertamakali membaca mengenai Revolusi Moral adalah dari Buku yang ditulis Mas Suwidi Tono, wartawan senior, "Kita Lebih Bodoh dari Generasi Sukarno Hatta", nah dibukunya itu mengulas tulisannya Romo Mangun Wijaya Almarhum yang menuliskan perlunya Revolusi pada bangsa ini tapi bukan revolusi dalam artian kekerasan seperti halnya yg ada dalam bayangan kita tapi revolusi moral bangsa ini.

Buku tersebut menginspirasi Mamang ketika lebaran tahun lalu menghadiri pertemuan Alumni IPB Sumedang di rumah-nya Kang Agus Pakpahan di Cimalaka dimana pada saat itu timbul suatu kepedulian terhadap masyarakat daerah genangan Jatigede yang telah terombang-ambing menderita selama 50 tahun sejak proyek itu digulirkan.

Mamang waktu itu baru tersadarkan dan tercerahkan selama ini Kakek Nenek Mamang berasal dari Kabuyutan Cipaku yang merupakan Kampung Buhun menganut konsep Tritangtu, memiliki sawah subur, hutan rimbun, dan situs cagar budaya megalitikum bernilai luhur yg sudah ada sejak jaman pra sejarah. Dari sana Mamang sadar ternyata Pemerintah telah buta bahwa kampung buhun yang begitu lestari dan agamis akan ditenggelamkan beserta warisan cagar budaya serta nilai-2 kearifan yg terkandung di dalamnya.

Setelah merenungi di hadapan punden berundak Situs Cipeueut Aji Putih (Ilmu Suci) Mamang berfikir bahwa bangsa ini telah rusak secara moral dan spiritual hal itu terlihat dari score corruption perception index yang masih 30 dari 100 yg terbersih, tidak lama kemudian kasus Kang Rudi juga muncul. Nah dari sana Mamang berfikir rupanya benar yang ditulis oleh Mas Widi, kita memang lebih bodoh dari generasi Sukarno Hatta dan kita memang memerlukan revolusi moral seperti yg dituliskan Romo Mangun tapi bukan revolusi yang berdarah-2 dgn kekerasan tapi revolusi damai dgn cinta, kasih sayang, dll.

Nah Mamang juga waktu itu tanpa sengaja membaca dan mendengar langsung dari Kasepuhan Kabuyutan Cipaku bahwa hanya "Keuyeup Bodas anu bisa ngabobol bendungan", hanya kepiting putih yang bisa menjebol bendungan dan menggagalkan Kabuyutan digenangi. Nah ada legenda cerita tentang sangkuriang kabeurangan dimana Sangkuriang akan membangun situ/ danau/ bendungan demi meluapkan nafsu menikahi Ibu Kandung-nya sendiri yang cantik jelita, nah Sangkuriang ini dibantu oleh Siluman Buaya Putih sedangkan Dahyang Sumbi Ibu Kandungnya/ Ibu Pertiwi/ Kabuyutan tidak mau anaknya menikahi dirinya oleh karenanya beliau berdo'a kepada Yang Maha Kuasa dan diingatkan mengenai "Boeh Rarang", "kain putih" nah ketika kain putih dikibarkan maka timbul cahaya terang sehingga Sangkuriang gagal memenuhi janjinya membangun bendungan dan perahunya dalam satu malam. Boeh Rarang adalah simbol pencerahan/ pengetahuan. Dalam legenda Keuyeup Bodas, Dahyang Sumbi dibantu oleh Keuyeup Bodas yang mana Buaya Putih bertugas membuat bendungan/ membendung sungai Cimanuk dan Keuyeup Bodas yang akan menjebol bendungannya. Kalau kita punya kolam nanti bisa merasakan kekuatan mahluk keuyeup bodas itu/ kepiting putih yang bisa membuat banyak lubang sehingga kolam pun bocor dan tidak pernah penuh.

Nah dari legenda Sangkuriang dan Keuyeup Bodas itu Mamang kemudian terinspirasi utk menginisasi Revolusi Keuyeup Bodas/ Revolusi Keuyeup Apu, pada saat itu sempat membuat CD-nya berupa Video Dokumentasi tentang Kabuyutan Cipaku yang indah, agamis, cagar budaya warisan leluhur, yg terancam ditenggelamkan oleh Bendungan yang takabur tidak memperdulikan kearifan lokal yang ada. Hal ini juga terinspirasi oleh tulisan/ comment Kang BHM Tempo yang waktu itu menginformasikan mengenai Coconut Revolution, perjuangan masyarakat masyarakat asli Bougenville Island melawan pasukan Papua Nugini yg melawan perusahaan tambang rio tinto dari Australia yg ingin merusak kampung halamannya. ttp://en.m.wikipedia.org/wiki/The_Coconut_Revolution

Revolusi Keuyeup Bodas adalah revolusi moral, budaya, dan spiritual bukan revolusi yg berdarah-2 tetapi revolusi yang menyadarkan manusia untuk kembali ke fitrahnya untuk senantiasa silih asah, silih asuh, dan silih asih ~ silihwangi, saling berbuat baik kepada sesama. Keberhasilan revolusi keuyeup bodas ini adalah ketika Score Corruption Perception Index Indonesia sudah lebih dari 90, atau sudah melebihi Singapura, New Zealand, dan Negara-2 Skandinavia.
Hal itu sangat memungkinkan dan bukan pepesan kosong, karena ketika Kabuyutan di seluruh Nusantara ini dijaga dan diriksa maka Score Corruption Perception Index-nya adalah mendekati 100, lihat saja di Kabuyutan Kanekes Baduy, Kabuyutan Cipaku, dll. Tidak ada korupsi disana, tidak ada penipuan disana, tidak boleh berbohong, yang benar katakan benar, yg salah katakan salah, lojor teu meunang dipotong, pondok teu meunang disambung, nu lain kudu dilainkeun, nu enya kudu dienyakeun. Mipit kudu amit, ngala kudu menta, ngagedag kudu bewara. Ngeduk Cikur Kedah Mihatur, Nyokel Jahe Kedah Micarek, Bisina Kagetrak Kagetruk Kudu Nyabla Ku Omongan. Bangsa kita dulu bangsa yang sangat menjunjung tinggi etika dan budi luhur namun seiring dengan imperialismeu dan sekarang masuk tahap neo imperialismeu bangsa ini dirusak Moral dan Budayanya sehingga merasa malu dengan budayanya sendiri dan bangga dengan budaya luar. Yang dilakukan para penjajah itu sangat mudah yaitu merusak tatanan sosial budaya dan spiritual masyarakatnya sehingga menjadi tidak percaya diri dan menganggap hal-2 yg berasal dari nenek moyang itu HINA dan MEMALUKAN.

Oleh karenanya perlu Revolusi Moral, Budaya, dan Spiritual utk membangkitkan lagi Nilai-2 Kearifan Budaya Luhur yang dulu dimiliki bangsa kita. Oleh karenanya perlu kiranya pemerintah untuk berfikir dan merencanakan ulang Bendungan Jatigede agar lebih BIJAKSANA, dengan cara menurunkan volume penggenangan dari 262 mdpl menjadi 220 mdpl agar Kampung Buhun, Sawah Subur, Hutan Rimbun, dan Situs Cagar Budaya Megalitikum Kabuyutan Cipaku bisa diselamatkan. Bendungan Jatigede cukuplah dibuat sebesar Waduk Darma Kuningan seluas 300-an Hektar bukan 4000-an Ha sesuai rencana awal.

Caranya gampang Kementrian PU aja empot-2an anggarannya untuk melanjutkan Proyek Jatigede karena anggaran infrastruktur dipotong 30%, jadi yang paling masuk akal untuk menghemat anggaran yg konon butuh 1 Trilyun untuk relokasi penduduk/ ganti rugi dll maka lebih baik turunkan volume bendungan dari 262mdpl ke 220mdpl maka Situs-2 Cagar Budaya Aman dan Negara Hemat 1 Trilyun. SBY tinggal mengeluarkan Surat Kepres yg isinya:

1. Menurunkan Volume Bendungan Jatigede sampai titik dimana Situs-2 Cagar Budaya Lemah Sagandu Kabuyutan Cipaku total sekitar 25 Situs, terutama Situs Cipeueut Karomah Aji Putih yg menjadi pusatnya aman dan tidak terendam.

2. Tidak merelokasi Situs-2 Cagar Budaya dan Masyarakat/ Penduduk Kampung Buhun Kabuyutan Cipaku dimana terdapat rumah-2 tradisional, kearifan budaya masyarakat, dan Situs Arkeologi Megalitikum Aji Putih yg sudah ada sejak jaman Pra Sejarah.

3. Mengembalikan Hak-hak Hidup Masyarakat Kabuyutan Cipaku yg tercerabut kembali seperti semula sedemikian sehingga mereka tidak selalu dilimputi rasa was-was/ ketakutan akan ditenggelamkan. Status kepemilikan tanah dan bangunan dipulihkan karena khusus untuk Kabuyutan Cipaku tanah masyarakat baru dibayar 1/14 dari nilai ganti rugi yg seharusnya. Dulu yang dipaksa harus diterima oleh masyarakat harusnya per m2 tetapi kenyataannya hanya per bata atau per 14m2. Jadi masyarakat sebenernya baru terima DP sebesar 7% saja. Daerah lain ada sebagian yg sudah dibayar full, khusus Kabuyutan Cipaku belum.

4. Nah untuk daerah lain yg sudah dibayar full oleh pemerintah sehingga tanah resmi menjadi tanah negara berada di luar Kabuyutan Cipaku Bendungan yg tidak digenangi dapat dibangun menjadi Pusat Pendidikan Moral & Spiritual dari mulai SD, SMP, SMA, S1 - S3 yang GRATIS dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah dan tanpa ada KKN benar-2 beresih semua prosesnya, mengembalikan kembali Kabuyutan sebagai Penjaga Moral yaitu KARESIAN/ GURU/ Pendidik, untuk mencetak Pribadi-2 yang juara.

Kalau SBY tidak berani berbuat untuk kepentingan rakyat, nanti Komunitas Kabuyutan akan mengirimkan Surat ke Presiden Baru terpilih. Suratnya meminta pemerintah untuk meninjau ulang fungsi bendungan, bukan untuk menyetop bendungan tapi me-redesign sedemikian sehingga lebih bermanfaat untuk seluruh stakeholder, baik masyarakat yg di hulu maupun di hilir bendungan. Semestinya bisa dibuat suatu Kawasan Baru semacam Taman Budaya Nusantara Kabuyutan Cipaku yang mengadopsi konsep "Facing Globalization By Local Empowering", Perpaduan antara AgroForestry n' Fishery Industry, kalo Kang AD menyebutnya Industri Hayati, lengkap ada Rekreasi, Edukasi, Terapi, dan Industri Hayati.

Prinsipnya bendungan tetep dibuat hanya dari tadinya Megadams seluas 4000Ha menjadi MikroDam seluas 300Ha, segede Waduk Darma Kuningan kira-2. Lahan hutan lindung bisa diselamatkan seluas 1000Ha, Nah lahan yg sudah dibebaskan oleh pemerintah yg tidak tergenangi bisa dikembangkan, mungkin luasnya sekitar 2000Ha:
- Taman Budaya Nusantara Kabuyutan Cipaku, pelestarian dan pengembangan kearifan lokal Nusantara. Ini mah sudah existing kampung tinggal dirapihkan saja. Dan dihidupkan lagi aktivitas-2 budayanya.
- Pusat Pendidikan Moral Spiritual, ini membutuh 100Ha cukup.
- Pusat Industri Hayati Organik (Agro Forestry, Fishery, Horticulture, dll) yang berbasiskan konsep Sustainable Development dan terintegrasi dengan Pariwisata.
- Pusat Pengolahan Sampah Organik. Kalo perlu nanti kita import sampah dan diolah disana menjadi pupuk, dll, masa kalah sama Swedia hehehe. Nah biar ngak bau nanti sampahnya di pres dan tertutup. Info dari temen di Belanda mah truk sampah itu ngak ada keluar bau-2nya. Bandung pan banyak sampah nah kita olah disana lah tiru persis yang dilakukan Swiss/ Belanda aja mengimport sampah dan dimanfaatkan jadi produk yg bisa dijual lagi malah hehehe.
- BioMedicalTourism ini bisa dikembangkan juga, jadi mengkombinasikan pengobatan modern dgn tradisional tea. Bisa jadi pengembangan kedokteran UNPAD.

Lokasi Jatigede sangat strategis apalagi nanti jalan tol Cikampek Palimanan Jadi atau Cileunyi Sumedang jadi. Maka dari Jakarta hanya 3 Jam saja. Apalagi Bandara Internasional di Kertajati jadi maka akan menarik utk dikembangkan.

Harusnya Bupati Sumedang nih yang semangat mengembangkan ini. Secara daerahnya gitu lho. Daripada dijadiin bendungan semua, situs leluhur hancur yg mengundang bencana, sudah gitu benefit utk Sumedangnya malah kurang, yg diuntungkan hanya hilir saja. Sementara Rakyat Sumedang sendiri terutama masyarakat di daerah genangan merana.

Demikian kira-2 mudah-2an saja bisa terlaksana dan Indonesia menjadi bangsa yang disegani oleh masyarakat dunia. Amanah Resi Guru Darmasiksa, "pemimpin yg tidak dapat menjaga kabuyutannya maka akan lebih hina dari kulit musang yang dibuang ketempat sampah".

Pun sapun kaluluhuran.

Save Kabuyutan Cipaku, Save The World!

http://www.facebook.com/savejatigede/

Klik Like utk membantu masyarakat Kabuyutan Cipaku mempertahankan peninggalan leluhurnya :).
nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com
From: "Wibi Bradford wibi_bradford <at> yahoo.co.uk [Senyum-ITB]" <Senyum-ITB <at> yahoogroups.com>
Sender: Senyum-ITB <at> yahoogroups.com
Date: Sun, 1 Jun 2014 07:28:50 +0100 (BST)
To: MILIS sinergi-ia-itb<sinergi-ia-itb <at> yahoogroups.com>; Senyum Bandung<Senyum-ITB <at> yahoogroups.com>; Alumni ITB<IA-ITB <at> yahoogroups.com>; ITB84 <at> yahoogroups.com<ITB84 <at> yahoogroups.com>
ReplyTo: Senyum-ITB <at> yahoogroups.com
Subject: [Senyum-ITB] ..Revolusi..?

 

Revolusi Karakter Bangsa

Dalam beberapa hari ini, istilah ‘revolusi mental’ menjadi hit dalam berbagai pemberitaan media masa karena terkait dengan Pemilu yang sebentar lagi akan dilakukan, dan perbedaan sudut pandang akan pengertian kata itu yang masih samar bagi sebagian masyarakat. Kita lihat dalam struktur kebutuhan manusia, telah lama dirumuskan oleh Abraham Maslow (1954) dalam bukunya Motivation and Personally, bahwa kebutuhan manusia terbagi menjadi lima tingkatan: kebutuhan fisik (sandang, pangan, papan), kebutuhan keamanan (safety), kebutuhan sosial (love/ belonging), kebutuhan pencapaian (esteem), dan aktualiasi diri (self actualization). Dalam sebagian masyarakat saat ini, terjadi pemenuhan kebutuhan yang stagnan dan mentok pada pemenuhan kebutuhan level 3 saja dan paling mentok ke tingkat kebutuhan ke empat, yang skalanya makin lama makin membesar, tetapi tidak pernah beranjak ke level lebih tinggi lagi yaitu pemenuhan kebutuhan aktualiasi diri. Sehingga dengan gamblang setiap hari media massa dihiasi dengan kasus-kasus impor sapi, Hambalang, Bank Century, Gubernur Banten, SKK Migas dan sebentar lagi kasus Bupati Bogor. Kasus-kasus yang tampaknya bukan akan berkurang tapi terus bertambah, sehingga seolah-olah menjadi hal yang biasa, melihat para terdakwa masih bisa tersenyum sumringah, melambaikan tangan kepada segenap wartawan dan masyarakat, dan mengenakan baju batik yang bagus di kursi pengadilan. Melihat perubahan perilaku seperti ini, yang tidak lagi merasa sangat malu sebagai tertuduh, datang ke pengadilan dengan menutup mukanya yang sedih tak terkira akan aib yang telah dibuatnya yang telah mencoreng martabat dan harga dirinya, keluarganya, masyarakat pemilihnya dan institusi tempat bernaungnya. Hal semacam inilah yang tampaknya dimaksudkan sebagai perlunya sebuah revolusi mental. Perubahan yang diperlukan besar-besaran dan sangat mendasar dalam sikap mental sebagian masyarakat kita, yang tidak bisa lagi dilakukan perlahan-lahan, dengan evolusi, tapi perlu revolusi yang segera, massive dan dalam berbagai level.

Dari mana kita mulai?

Mengingat Indonesia termasuk dalam masyarakat paternalistik, yaitu masyarkat yang suka mencontoh atasannya atau panutannya, maka dimilikinya pemimpin yang memiliki karaktersitik aktualisasi diri ini diharapkan lebih efektif untuk melakukan perubahan besar ini. Telah hidup dalam keyakinan di masyarakat, bahwa di Indonesia, dipimpin orang yang benar saja belum tentu orang akan mengikutinya dengan benar, apalagi dipimpin orang yang salah dan suka menyelewengkan kekuasan, mereka akan lebih menyeleweng lagi. Karakteristik lain yang dimiliki masyarakat Indonesia adalah bahwa orang Indonesia sebagian besar termasuk dalam orang-orang audio visual, yaitu orang yang lebih mudah belajar dengan melihat. Jadi di sini akan sangat jarang ditemui, orang-orang di stasiun kereta api membawa novel, buku bacaan, atau menggunakan gadgetnya untuk men-download bahan bacaan. Setelah naik kereta, langsung duduk, diam dan membaca, seperti ditemui di masyarakat, Inggris, Jepang dan negara maju lainnya. Mereka cenderung akan ngobrol, download game, chatting, sehingga saat perjalanan kereta dari Jakarta-Surabaya, mereka akan saling kenal satu gerbong bahkan memiliki foto diri (selfie) dari berbagai posisi dan dengan berbagai orang yang begitu tiba sudah diupload ke media massa. Masyarakat kita adalah masyarakat yang suka ngobrol. Membaca bukan merupakan kebutuhan diri, apalagi menulis. Sehingga teks books yang dikarang oleh guru atau dosen pun menjelang pensiun, mungkin cuma 1 buah untuk memenuhi kriteria Depdikbud. Bukan merupakan proses aktualisasi diri, tetapi hanya sekedar memenuhi kewajiban. Jadi tidak heran kalau dalam ujian nasional baru-baru ini, untuk soal yang diujikan pun materinya dicontek dari teks book bahasa asing, tanpa penulisan referensi yang benar.

Oleh karena itu revolusi mental atau lebih tepatnya revolusi karakter ini mesti dimulai dari pendidikan dasar. Karena saat usia dasarlah terbentuk logika dan pengembangan pribadi yang paling pesat terjadi dalam usia seseorang. Saat ini di sekolah sudah terbentuk lingkungan yang sangat transaksional, yang salah satunya dengan dikepungnya sekolah oleh aneka bimbingan belajar. Guru di sekolah, ‘tidak lagi merasa terhina’ kalau muridnya ikut bimbingan belajar. Sekalipun itu terjadi di sekolah favorit di kota itu. Bahkan banyak guru yang berterima kasih karenanya karena tanggung jawabnya sudah diambil oleh bimbingan tes. Bagi mereka, para guru itu, hal seperti ini bukan lagi ‘penghinaan’ karena ketidakmampuan dirinya menerangkan materi dengan jelas di kelas. Bahkan banyak guru yang berperanan menjadi agent. Dengan cara menerangkan dengan tidak enak dan tidak jelas di kelas, jika mau jelas dan mendapatkan soal-soal yang nantinya mirip dengan yang akan diujikan, ikutlah bimbingan test sang guru tersebut. Hal seperti ini yang mungkin jika terjadi di jaman Ki Hajar Dewantoro, sang gurunya sudah dipecat atau minimal di’balang sandal’. Murid-muridnya pun sudah sampai tahap ‘trasaksional’ akut dalam mengerjakan pekerjaan sekolah. Merasa lebih baik ayah atau ibu yang mengerjakannya, atau membeli tugas merangkai janur di pasar, dari pada membikin sendiri. Sudah capai, makan waktu untuk main game, dapat nilai butut lagi. Jadi belajar pun bukan lagi dimaknai sebagai sebuah proses yang akan memperkaya ketrampilan dan pengetahuannya. Di level yang lebih tinggi, mahasiswa banyak yang mengerjakan tugas yang diberikan dengan meng-copy paste tugas kakak kelasnya, mencari jawab atas pertanyaan tahun sebelumnya, bukan lagi mengerjakan sendiri dengan penuh effort dan antusiasme, dengan mencoba memahami materi yang diberikan sebisa mungkin. Dosen atau guru yang memberikan tugas pun banyak yang sudah beranjak dari tujuan semula pendidikan. Memberikan tugas semata-mata untuk membunuh waktu, untuk menggantikan ketidakhariannya karena asyik dengan pekerjaannya di tempat lain, atau sekedar ingin ‘ngerjain’ murid-muridnya. Sehingga saat tugas dikumpulkan, bukan lagi berkeinginan untuk memeriksanya dengan melihat kekurang mengertian siswa pada aspek yang diajarkannya, sehingga mendapatkan rencana perbaikan pada proses pengajarannya, tapi langsung ditumpuk di gudang. Transaksi yang sempurna. Sebuah pertemuan demand dan supply yang klop.

Melihat proses yang terjadi dan sudah meluas di masyarakat, di mana dipercaya bahwa segala sesuatu itu tergantung dari the man behind the gun, maka saat ini diperlukan pengembangan jenis tes yang bisa mengetahui karakteristik orang-orang yang memegang garda depan panduan kemajuan bangsa, sang guru. Karena aspek trasnsaksional ini bisa jadi akan mengeram pada diri seseorang (embedded). Tidak berubah, walau social ekonomi orang yang bersangkutan telah berubah. Saat ini sudah mulai digunakan test garis tangan pada beberapa perusahaan sebagai pelengkap bagi test psikologi untuk penempatan karyawan. Apakah seseorang itu cocok di tempatkan di bagian marketing, produksi, sumber daya manusia, atau di bagian lain. Test ini dilakukan dengan tujuan untuk menghilangkan pemborosan waktu belajar, menempatkan orang yang tepat dan menciptakan keriangan dalam suasana kerja. Seperti kita ketahui, orang-orang yang ‘bakatnya’ adalah introvert tentu tidak akan nyaman jika ditempatkan di bagian pemasaran. Demikian juga orang yang extrovert dan cenderung hiperaktif, sungguh akan tersiksa sekali kalau harus bekerja di atas meja sepanjang hari, karena kebutuhan dasarnya adalah ketemu orang dan bergaul. Untuk kebutuhan tes garis tangan, diperlukan data base yang sangat banyak dan akurasi yang tinggi, sejauh mana hasil test tersebut benar-benar merepresentasikan sosok yang benar. Sehingga bisa mendukung manajemen untuk melaksanakan prinsip the man in the right place on the right time . Dengan melakukan tes jenis ini, jika akurasinya sudah presisi, diharapkan benar-benar dapat dipilih orang yang betul-betul cocok sebagai pendidik seperti di tahun 1950 an. Saat kita mendapati sebagian besar guru-guru kita diseleksi oleh Belanda dengan sistem seleksi amat ketat sehingga guru pun saat itu dipanggil dengan hormat oleh masyarakat sekitarnya sebagi ‘Mantri Guru’. Sebutan guru yang setara dengan dokter atau mantri saat itu. Jiwa pendidik sangat berbeda dengan jiwa pedagang, bahkan ada sebagian kalangan yang menyatakan sangat bertolak belakang. Hasil riset di Australia menyatakan bahwa sangat sedikit usaha yang sukses besar yang ditangani oleh seorang dosen, sekalipun itu dosen entrepreneur. Hal ini disebabkan untuk sukses pada kedua bidang itu, dibutuhkan penanganan yang intens, full time, tidak bisa setengah-setengah dan saling dipertukarkan. Itu riset di Australia, di mana segala sesuatunya sudah mapan pada jalurnya. Dalam system operation procedure yang banyak ‘bolongnya’ seperti di indonesia hampir mustahil kedua kutub itu menyatu pada diri seseorang, kecuali pada orang-orang extra ordinary seperti Pak Iskandar Alisyahbana almarhum.

Jargon guru yang di Jawa merupakan akronim ‘digugu lan ditiru’ (dipatuhi dan dicontoh) kemudian mulai tahun 1970 an bergeser menjadi ‘wagu tur kuru’ (tidak pantas dan kurus kering) karena penghargaan yang minim pada tenaga pendidik saat itu dan mulai bergesernya nilai-nilai di masyarakat yang ditumbuhkan oleh aspek komersialisasi pada segala hal saat itu. Tahun-tahun sekarang lah mulai kita lihat hasil dari proses 30-40 tahun lalu itu. Yaitu timbulnya semangat transaksional, hedonism, tidak respek terhadap pendidik, yang merupakan konsekuensi logis dari perubahan karakter kedua belah pihak yang memang didisain ke arah sana.
Jadi saat ini kita seperti terkaget-kaget melihat sosok pimpinan seperti Ibu Risma-Walikota Surabaya, Pak Nurdin Abdullah-Bupati Bantaeng, Pak Joko Widodo, Pak Basuki Cahaya Purnama, karena seolah-olah kita tiba-tiba melihat makhluk dari planet lain. Sehingga kita merasa they are out of the box. Karena sudah lama kita berada di dalam box yang gelap tersebut. Sehingga muncul gumaman: hari gini walikota pegang sapu lidi..? hari gini gubernur blusukan, itukan pencitraan, dsb. Sebagian masyarakat kita terbelah menjadi dua: yang bersikap skeptis, curigaan, menuduh segala sesuatu ada pamrihnya, pencitraan jelang pemilu, dan sebagainya, karena sebagian masyarakat ini tumbuh dan berkembang dalam susasana seperti itu, negative thingking dan diliputi mental komersialisasi. Sehingga penilain terhadap orang lain selalu diidentikan dengan tata nilai yang dipegang oleh dirinya sendiri. Setengah masyarakat yang lain memahaminya sebagai pengejawantahan teori aktualisasi diri dari Abaraham Maslow tersebut di atas.

Dari sisi kajian akademis, perkembangan teori Servant Leadership (Robert K. Greenleaf, 1970), saat ini mendapatkan contoh nyata seperti saat dulu kita memiliki pemimpin seperti Bung Hatta yang untuk beli sepatu Bally pun tak pernah kesampaian sehingga guntingan koran bergambar sepatu itupun masih beliau simpan sampai sekarang atau Haji Agus Salim yang tak pernah punya rumah yang bagus, atau dalam contoh ektrim seperti Mahatma Gandhi yang hidup dengan dua lembar kain tersampir di badannya dan menggelandang ke sana kemari atau Ibu Theresia di India sana. Jadi teori servant leadership ini yang praktiknya sudah ada sejak Khalifah Umar memimpin masyarakat Arab, yang tersohor ceritanya ketika beliau harus menggendong sekarung gandum, akibat dari ‘blusukannya’ beliau ketemu dengan wanita yag kelaparan, dan beliau tahu persis konsekeunsi bagi pemimpin yang membiarkan rakyatnya kelaparan tersebut, saat ini, seakan menimbulkan gairah dan eforia baru di masyarakat.
Sebagai penutup, teori kepemimpinan servant leadership pada dasarnya adalah pengejawantahaan dari level ke lima kebutuhan Maslow, aktualisasi diri, yang dalam pelaksanaannya di Indonesia saat ini membutuhkan revolusi karakter masyarakat. Revolusi ini harus dimulai dari pucuk pimpian, karena masyarakat Indonesia yang paternalistic, dalam berbagai level. Tidak akan efektif jika hanya seorang diri melakukan revolusi, tetapi diperlukan pemahaman yang sepadan dan pelaksanaan yang riil dari Presiden, Wakil Presiden, Menteri, DPR/ DPRD, Gubernur, Walikota, Bupati, lembaga pengadilan, dan sebagainya. Seperti sering kita pelajari, bahwa tegak tidaknya sebuah Negara akan tergantung dari 3 sokoguru penyusunnya, guru, dokter dan hakim. Oleh karena itu revolusi ini harus dimulai dari tiga soko guru berdirinya sebuah bangsa. Pertama adalah penciptaan guru-guru yang memiliki karaktersitik pendidik tulen karena para beliau ini yang akan menyiapkan kecerdasan intelektual, emotional dan spiritual anak-anak bangsa. Kedua adalah para penegak hukum, yang menjaga kesehatan jiwa masyarakat, di mana di Negara Australia, Eropa maupun Amerika Serikat, orang-orang hukum inilah yang dipersyaratkan memiliki intelektual tertinggi karena diperlukan kecerdasan intelektual dan emotional dalam memutuskan berbagai perkara agar mendapatkan putusan yang adil. Ke tiga adalah perlindungan dan penciptaan profesi dokter yang memiliki spirit melayani bukan lagi transaksional, sebagai penjaga kesehatan fisik bangsa, bukan lagi kepanjangan tangan dari perusahaan farmasi.

Akankah revolusi mental atau revolusi karakter bagi bangsa ini akan berhasil? kita tunggu hasilnya karena ini merupakan pembangunan proses yang melibatkan banyak orang dalam berbagai level dan dalam waktu yang lama. Tahun 2025 diprediksi Indonesia akan menjadi the big four countries karena limpahan usia produktif dalam jumlah besar. Hal ini jika dan hanya jika dapat terjadi, kalau usia produktif yang kita miliki tersebut memiliki karakter yang benar. Jika tidak terdapat karakter yang benar, maka yang terjadi adalah chaos. Karena usia produktif dengan karakter yang benar akan menimbulkan simbisosis mutualisme saling menguatkan untuk membangun kemaslahatan umat dan lingkungannya, tetapi dengan karakter yang tidak benar akan saling memakan dan merusak tatanan kehidupan.

Kedah, Malaysia 2014
Dermawan Wibisono


__._,_.___

Attachment(s) from Mang AsKa | View attachments on the web

4 of 4 Photo(s)


__,_._,___
Picon

Parebut Ajengan?



Capres Rebutan Ajengan
Oleh Usep Romli HM
Pengasuh Pesantren Budaya Raksa Sarakan Garut

“Capres Berebut Kiai di Jabar”, demikian berita “PR” (Rabu, 28/5, hal.9). Mengungkapkan pasangan Capres dan Cawapres RI akan berlomba sowan kepada para kiai (di Tatar Sunda lebih populer dengan sebutan “Ajengan”). Tujuannya sudah pasti, ingin mendapat dukungan. Terutama memperoleh suara kaum Nahdliyyin yang dianggap berada dalam “genggaman” para ajengan. 

Sebagai salah seorang yang hidup di lingkungan pesantren sejak lahir hingga usia tua sekarang, penulis merasa prihatin. Jika benar demikian, berarti posisi ajengan atau kiai masih belum berubah sejak masa Orde Baru (1966-1997), hingga pemilu era reformasi terakhir (April 2014). Selama rentang waktu hampir 50 tahun, peran dan fungsi ajengan, hanya sebatas “petugas” pengumpul suara umat, atas pesanan partai atau caleg tertentu. Sekarang mungkin atas pesanan capres dan cawapres tertentu pula.

Padahal, sejarah keberadaan pesantren dengan Ajengan atau Kiai, sebagai figur sentral, bersih dari kepentingan-kepentingan “duniawi”. Bahkan, awal mula keberadaan pesantren adalah untuk menentang penjajah dengan segala kaitannya. Maka Ajengan atau Kiyai, sangat juga independent. Figur Ajengan dapat dikatakan netral. “Ada di mana-mana, tapi tidak ke mana-mana”. 

Tapi sejak masa pemilihan umum tahun 1971, Ajengan dan pesantren mulai dihadapkan kepada tuntutan-tuntutan informal. Yaitu tuntutan politik bagi kepentingan rezim yang sedang berkuasa Banyak pesantren dan ajengan tak mampu menghindar akibat berbagai faktor. Antara lain intimidasi fisik dan mental, serta iming-iming kemajuan. Pesantren dan Ajengan yang tidak tunduk pada ajakan mendukung kekuatan politik penguasa, akan dicap sebagai anti pembangunan, anti Pancasila, bahkan kemungkinan dikaitkan dengan gerakan-gerakan “Negara Islam”, dan sebagainya. 

Sehingga, sejak saat itu, banyak Ajengan yang – terpaksa atau tidak – memasuki kotak-kotak ciptaan pemerintah Orde Baru. Menjadi “Kyiai pemerintah” alias “kiyai pembangunan” yang loyal kepada Pancasila dan UUD 45 serta Orde Baru, dan tabu politik praktis. Atau menjadi “kiyai oposisi” karena tetap setia kepada parpol-parpol berorientasi ideologi tertentu. Terutama ideologi Islam yang diusung parpol-parpol semacam Nahdlatul Ulama (NU), Partai Syarikat Islam Indonesia (PSSI), Partai Muslimin Indonesia (Parmusi), atau Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti). Pada Januari 1973 keempat parpol Islam itu berfusi menjadi Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Berkat reformasi Mei 1998, segala ikatan dan keharusan manipulatif itu, terlepas dan pudar. Banyak kiyai dan pesantren mulai kembali mencari serta menemukan jati diri masing-masing, sebagai figur dan lembaga yang betul-betul independent, baik dalam niat maupun dalam tujuan. 

Hanya saja, suasana pemilu yang relatif bebas, dan pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung oleh rakyat, masih juga berusaha menyeret para Ajengan pada kubu-kubu kepentingan. Terutama kepentingan para calon. Mereka masih menganggap Ajengan dan pesantren sebagai sarana “lumbung suara”. Sehingga para calon mau tak mau harus “sowan” ke pesantren-pesantren dan para ajengan yang diperkirakan memiliki pengikut signifikan. 

Padahal ikatan ideologis antara Ajengan dengan umatnya sekarang, sudah sangat longgar. Seorang Ajengan “NU” belum tentu diikuti seluruh warga Nahdliyin. Demikian pula Ajengan “Muhammadiyah” atau “Persis”. Dalam hal pengajaran di bidang aqidah, ibadah dan ahlak, mungkin masih patuh bahkan fanatik. Tapi untuk urusan politik, mungkin lain. Permainan “money politik” dan ikatan ideologis kepartaian atau jamaah yang longgar, bisa saja lepas dari “fatwa” Ajengan. 

Sangat dikhawatirkan, jika Capres-Cawapres yang “sowan” kepada para Ajengan, tidak mendapat suara yang diharapkan dari komunitas jamaah Ajengan tersebut. Akibatnya, nama baik Ajengan akan menjadi rendah di hadapan Capres-Cawapres yang mengharapkan dukungan suara di situ. Inilah yang memprihatinkan dan mengkhawatirkan bagi masa depan pesantren itu sendiri. Kehilangan kepercayan dari Capres-Cawapres. Lebih-lebih dari umat sendiri yang tahu, ada sesuatu di balik “sowan” itu. Maklum “tak ada makan siang gratis”. ****

Rubrik Opini Pikiran Rakyat,Jum’at, 30 Mei 2014, hal.28


__._,_.___
Posted by: Ki Hasan <khs579 <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

Tips Wirausaha & Pengobatan Jantung Ala Bang Iwan Cibiuk [7 Attachments]

<*>[Attachment(s) from Mang AsKa included below]

Alhamdulillah kemarin hari Kamis liburan kenaikan Isa Almasih Balong kedatangan kembali Bang Iwan
Cibiuk Owner RM Cibiuk Karawang senior lenloper antusias hehehe... sebelumnya liburan Kamis Waisak
juga Bang Iwan beserta rombongan anak-2 karate dari dojo dimana anak-2nya ikut latihan juga datang :).
Kemarin selain Bang Iwan juga ada Kang Sandy dari Cibubur 4x4 Community yg datang dan mancing lalu dimakan
sekeluarga ikan yg didapatnya :).

Nah Bang Iwan ini merupakan salah satu mentor Mamang yang ajiiib banget xixixi dpt wejangan-2 n' motivasi
bisnis yg mantep + gratis pula wkkkk. Dari awal mungkin bisa dilihat di web
http://www.balongkabayan.com/id/index.php?option=com_content&view=article&id=67:sharing-enterpreneurship-bersama-bang-iwan-cibiuk-karawang&catid=1:berita&Itemid=73Bang
Iwan datang pertama kali ke Balong yg masiiih sangat kusyut kolam terapi ikan saja belum dikeramik, belum
ada saungnya, dll article-nya judulnya Entrepreneurship Ala Bang Iwan Cibiuk. Nah beliau lah yg
memotivasi Mamang utk "Just do it", cobain aja Mang... Lakukan saja, Lu ngak pernah tahu berhasil ato
enggak sebelum lu cobain hehehe. Dikala waktu itu Mamang galau antara move on menjadi Eentrepreneuran
atau tetap menjadi pegawai hehehe. Akhirnya 
 setelah mendapatkan motivasi jadilah sampai hari ini Mamang resmi menjadi Pejabat ~ Pengangguran Jawa
Barat :). 

Balong belum terbilang sukses tapi satu hal sudah ada pelan-2 perubahan-2 dan sudah bisa menghidupi
Mamang sekeluarga tanpa harus menjadi pegawai walopun teteeep Adrenalinnya kenceeeng wkkkkk.
Berdikari lah kata Bung Karno mah... Mengelola kebon sendiri, nyangkul sendiri, nanem pisang sendiri,
manen sendiri utk dinikmati rame-2 xixixi... walopun sekarang lebih menikmati kemana-2 ditemani Si
Cepot Vespa PX150E tahun 85 biar hemat hehehe. Mau pake Landy kalau sendirian jadinya boros wkkk. Kecuali
kalau bepergian sama keluarga barulah pake Landy.  

Nah Bang Iwan ini dari sejak pertama kali datang sampai terakhir kemarin datang, rutin datang sudah ngak
terhitung seperti sedang membimbing Mamang xixixi... Tiap ketemu selalu ngobrol dan ada aja masukan-2/
saran yang ajiiib utk menjadi guideline Mamang kedepan. Masukannya dari hal sifatnya Philsophy bisnis
sampe ke technical berdasarkan pengalaman hidupnya sebagai pengusaha. Beliau selain usaha punya
Restoran juga Dealer Motor Besar Victory dan Indian Motor Cycle ajiiiib deuh dari pada pake motor sport cc
besar yg telah menghasilkan banyak korban seperti Ustad Jefry mending kalo suka motor besar mending yang
model Victory ini lebih mirip ke Harley Davidson namun menurut Mamang Victory ini design-nya lebih ajiib
ya lebih sederhana tidak ramai ya. Cocok kalau yg makenya tidak mau Show Off 
 ya. Udah beyond lah. http://www.victorymotorcycles.com

Nah ngobrol bareng Bang Iwan kemarin pas ketemu udah masuk ke tahap bekerjasama sama investor ada beberapa
tips dari mulai kesamaan visi, harus pahit didepan/ jelas kerjasamanya, dll. Selain ngobrolin bisnis
juga ngobrolin keluarga salah satunya adalah tips untuk anak biar kepribadiannya bagus bisa ikut
beladiri sedari kecil biasanya katanya kalau ikut sedari kecil itu lebih wise, kalau udah gede misalnya
ikut dari SMA itu justru bawaannya pengen mukul dan berantem, tapi kalau sedari kecil justru lebih
bijaksana karena diajarin dari nol mulai dari prinsip-2nya / philosophy beladirinya sendiri dan
biasanya kalau dari anak-2 lebih mengena hehehe Mamang langsung membayangkan filem karate kids yg jadi
gurunya teh Jacky Chan tea wkkk.

Nah ada satu lagi tips dari Bang Iwan yg tidak kalah pentingnya yaitu kebetulan kemarin Orang Tua-nya Bang
Iwan kena Serangan Jantung umurnya kira-2 sudah 76, tapi ini bukan yg pertama karena sudah 20 tahun dari
sejak serangan jantung pertama dan alhamdulillah sampai sekarang masih bertahan. Sementara
teman-2nya justru sudah duluan. Nah salah satu tipsnya adalah ternyata orang tua Bang Iwan sempat
konsultasi dgn temennya yg dokter di Belanda menyarankan kalau kena serangan jantung sebaiknya diobati
aja tapi sebaiknya jangan di operasi seperti pasang ring, dlsb.. Pokoknya ngak usah yg ribet-2 cukup
diobati aja setelah itu ikhlas pasrah berfikir positif tentunya pola hidup dan makan juga diperbaiki ya.
Dan Alhamdulillah sudah 20 tahunan bertahan :). Kata temennya yg dokter dari Belanda itu k
 alau dioperasi atau macem-2 yg ribet itu justru kinerja jantung semakin kacau dan malah bisa mempercepat. 

Nah mungkin Oms n' Tangteus yang punya penyakit jantung coba mencari second opinion ya... Sebelum
tindakan operasi macem-2 yg pastinya memakan biaya yang mahal. Mungkin bisa disembuhkan melalui
pengobatan biasa + perubahan pola hidup yg lebih baik. 

Semoga cepat sembuh utk orang tuanya Bang Iwan dan rekan-2 semua yang saat ini sedang sakit. 

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com

<*>Attachment(s) from Mang AsKa:

<*> 7 of 7 Photo(s)
https://groups.yahoo.com/neo/groups/Baraya_Sunda/attachments/1139883574;_ylc=X3oDMTJybjBrY3E1BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEzNzQ3MDg1BGdycHNwSWQDMTcwNTMyOTcyOQRzZWMDYXR0YWNobWVudARzbGsDdmlld09uV2ViBHN0aW1lAzE0MDE0MTUxMzU- 
  <*> IMG_8564.jpg
  <*> IMG_8470.jpg
  <*> IMG_8264.jpg
  <*> IMG_8501.jpg
  <*> IMG-20140529-16617.jpg
  <*> IMG-20140521-16544.jpg
  <*> 2010-victory-motorcycles-first-look-14.jpg

------------------------------------
Posted by: "Mang AsKa" <dkabayan <at> gmail.com>
------------------------------------

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/

[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]Yahoo Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    Baraya_Sunda-digest <at> yahoogroups.com 
    Baraya_Sunda-fullfeatured <at> yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    Baraya_Sunda-unsubscribe <at> yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo Groups is subject to:
    https://info.yahoo.com/legal/us/yahoo/utos/terms/

Picon

Basa - "Nying"



Basa - "Nying"

Unyang-anying teh ning geus aya ti jaman bulukan keneh nya. Ti abad 18-an keur sobat nu geus dalit, ieu "nying" teh jadi samara dina paguneman.
===

Aja hidji djalma buhngar, lapi koemed tu kira-kira. Oepam aja noe ngandjang ka imahna noe koemed téja, lamoen kasampurkun kur dahar atawa kur ngopi, tara daék ngadjak, soemawon ngahadja-hadja njoegoehan ka sémah. Saoemoerna kitoe baé. Aja hidji djalma noe sok djoelig, ngomong ka sobatna, ari pokna: Njing, kami wani ditoempangan: oerang taroeh. Tangtoe kami diadjak dadaharan koe noe koemed téja. Pikirna noe saoerang dui bakal munang toempangna. Gantjangna gus djadi tataroehannana. [G. J. Grashuis (1874)]


__._,_.___
Posted by: Ki Hasan <khs579 <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

Re: Re: Babasan - Dihitut-jawakeun



Wasenaar itu dmana? No telp ki hasan boleh minta?
Powered by Telkomsel BlackBerry®
From: "Ki Hasan khs579 <at> gmail.com [Baraya_Sunda]" <Baraya_Sunda <at> yahoogroups.com>
Sender: Baraya_Sunda <at> yahoogroups.com
Date: Sat, 24 May 2014 15:51:56 +0800
To: Baraya Sunda<Baraya_Sunda <at> yahoogroups.com>
ReplyTo: Baraya_Sunda <at> yahoogroups.com
Subject: Re: [Baraya_Sunda] Re: Babasan - Dihitut-jawakeun

 

Ngak ada kantor nya. Aya ge di Wasenaar.


On Sat, May 24, 2014 at 8:51 AM, sofiyah_prilestari <at> yahoo.com [Baraya_Sunda] <Baraya_Sunda <at> yahoogroups.com> wrote:
Assalamualaikum,,, mohon izin utk kantr sekretariat baraya_sunda ada dimana ya?
Powered by Telkomsel BlackBerry®

------------------------------------

------------------------------------

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]Yahoo Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    Baraya_Sunda-digest <at> yahoogroups.com
    Baraya_Sunda-fullfeatured <at> yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    Baraya_Sunda-unsubscribe <at> yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo Groups is subject to:
    https://info.yahoo.com/legal/us/yahoo/utos/terms/




__._,_.___
Posted by: sofiyah_prilestari <at> yahoo.com


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

Re: [kisunda] Jengky Breaking News



Jengkol teh loba nu beuki nya. Tapi asa can manggihan info dipelak skala perkebunan. Urang Malaya sarua beuki jengkol. Tah konsumsi jengkol di Malaya.

[Daripada pembacaan dan kajian saya dari sumber Jabatan Pertanian ada melaporkan anggaran keluasan tanaman Jering 2010 seluas 33.5 hektar dengan pengeluaran hasil sebanyak 225 metrik. Anggaran nilai pengeluaran jering di Malaysia sekitar RM 698,000 sebagai jering segar.] 


2014-05-29 7:20 GMT+08:00 'Mang AsKa' dkabayan <at> gmail.com [kisunda] <kisunda <at> yahoogroups.com>:
 
[Attachment(s) from Mang AsKa included below]

Halooow haloow eperibodih sehubungan dengan konstelasi politik yg semakin hot hot manihot dan semakin mendekati bulan ramadan dengan ini harga jengkol dipasar sudah semakin nerekel naik dan lebih parahnya lagi LANGKA euy!!!

Dari kemarin Mamang kokotengan udar ider nyari jengkol ngak nemu kata tukang dagang di pasar, sudah langka Mang, kalaupun ada harganya 60rb - 100rb/kg? Busreeeeeeng wkkkk.

Kemanaaa... kemanaaa... kemanaaa... Harus mencari jengkol hehehe.

Hehehe curiganya jangan-2 Jengkol pun Import? :(((.

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com




__._,_.___
Posted by: Ki Hasan <khs579 <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

Resep Ucing? Ati-Ati, Otak "Dibajak" Toxo!

Otak "dibajak"? Enya cenah aya hiji mangkeluk nu sok ngabajak otak mangkeluk
sejenna, keur kapentinganana. Aran mangkeluk ieu teh TOXOPLASMA GONDII ,
parasit nu hirup numpang di ucing.  Parasit ieu loba dicaritakeun bahayana
keur kaum awewe nu kakandungan atawa bisa nyababkeun awewe mandul (gabug).
Awewe nu keur kakandungan atawa nu hayang boga anak biasana dianjurkeun
ngajauhan ucing (teu miara).  Nu luar biasa dina parasit Toxo nyaeta siklus
hirupna. Toxo dina klasifikasi mangkeluk asup kana Protozoa, sato sel
tunggal. Toxo cicingna dina ucing. Bibit-bibit Toxo kaluar tina awak ucing
dina podol ucing. Podol ucing nu ngandung bibit-bibit Toxo akhir nyebar
kamana-mana, tepika aya nu nempel / nganinfeksi mangkeluk2 sejen, salah
sahijina nganinfeksi beurit kahakanan ucing.

Toxo nu nganinfeksi beurit, asup kana otak beurit. Otak beurit "dibajak".
Beurit nu kainfeksi jadi lambat henteu lincah, jeung pangpangna jadi  teu
sieun ku bau ucing (bau ucing dominan dina cikiihna) .  Beurit teh siga nu
geus pasrah, atuh ucing tinggal  ngedewek ngahakan. Toxo ngilu asup kana
beuteung ucing. Sang Toxo sukses dina siklus hirupna make cara-cara "smart"
alias cerdas. 

Tapi caritana acan anggeus, toxoplasama oge ngainfeksi jelema. Tah kumaha
pangaruhna kana perilaku manusa? Aya panalungtikan nu nunjukkeun manusa nu
kainfeksi ku toxo, jiga kacanduan ku bau cikiih ucing. Ieu mere tanda-tanda
toxo oge ngabajak otak manusa.  Ucing mangrupakeun sato piaraan jelema. Nu
jadi pananya, naha resepna jelema ka ucing lantaran otakna geus dibajak
Toxo? Ceuk cenah 1/3 populasi jelema di Dunya kainfeksi ku parasit
Toxoplosma. Teu kacaritakeun naha manusa nu kainfeksi toxo oge resep miara
ucing, ngan kacurigaan kadinya aya,  sabab aya jalma-jalma eksentrik
(biasana awewe) nu ngukut ucing tepika puluhan di imahna. Tepika aya nu maot
euweuh nu nganyahoankeun, layonna ge dihakan ku ucing-ucing piaraanana (
hartina sang toxo "surak", sabab  geus sukses ngajalankeun siklus hirupna).

Panalungtikan soal mangkeluk mikro ngatur awak mangkeluk nu leuwih gede
cenah mangrupakeun babak awal dina ilmu biologi. Ngan keur kuring anu awam,
jadi boga pikiran boa-boa rengkah-paripolah jelema teh sabenerna diatur-atur
ku mikro-organsime keur kaparentingan para mangkeluk ieu?

Sumber:
1. Saluran TV National Geographic
2.Blog
http://motherboard.vice.com/blog/toxo-terror-are-our-brains-controlled-by-ca
t-loving-parasites

WLY

------------------------------------
Posted by: "Waluya" <waluya2006 <at> yahoo.co.id>
------------------------------------

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/

[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]Yahoo Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    Baraya_Sunda-digest <at> yahoogroups.com 
    Baraya_Sunda-fullfeatured <at> yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    Baraya_Sunda-unsubscribe <at> yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo Groups is subject to:
    https://info.yahoo.com/legal/us/yahoo/utos/terms/

Picon

Babasan - Cina dipangwayangkeun



47. Tjina dipangwajangkeun.

Letterlijk:
De wajang vertoonen voor een Chinees.
Iets mededeelen, wat niet begrepen en waarom toch gelagchen wordt.

47. Cina dipangwayangkeun.

Sacewerelena:
Nanggap wayang keur urang Cina.
Ngawartakeun (mere beja) masalah nu teu dipikaharti, hal anu jadi piseurieun.


__._,_.___
Posted by: Ki Hasan <khs579 <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

Sosok - Kang Dedi Rek Naek Haji



Jumat, 03 Januari 2014 , 09:39:00
Sisi Lain Kapolsek Bojonggenteng, Iptu Dedi Supriatna
Tak Pernah Ambil Gaji, Rela Jadi Pengepul Rongsokan Demi Naik Haji

SELAMA dua tahun bertugas sebagai Kapolsek Bojonggenteng, Iptu Dedi Supriatna tidak pernah mengambil gajinya sebesar Rp 5,6 juta/bulan itu.

Justru ia lebih memilih menjadi supir pengangkut daging kerbau hingga menjadi pengepul barang rongsokan untuk menutupi kebutuhan hidup keluarganya. Usaha ini dilakukan karena Dedi berniat kelak bersama istrinya agar bisa naik haji.

Terlihat raut wajah yang biasa saja bak seorang petani atau bahkan memang seorang pengepul rongsokan. Dengan mengenakan celana sontok dan kaos putih, perwira berpangkat dua balok emas di pundaknya itu tak terlihat sebagai seorang polisi.

Dengan obsesinya agar bisa naik haji, Dedi tak merasa minder bergaul dengan barang-barang bekas yang dikumpulkannya.
 
Tak jauh dari kantornya ia bekerja, terlihat tumpukan botol-botol bekas. Mulai bahan plastik, kaleng dan kardus ia kumpulkan di atas mobil bak terbuka dari para pemulung dan pengelola Gedung Olah Raga (GOR) di wilayahnya. Diantaranya, botol bekas dari aqua, dua tang, total, pocari sweat dan sejenisnya.
 
Rupanya, usaha yang ia kembangkan itu untuk menghadapi masa pensiunnya yang kurang dari satu bulan lagi.

"Saya harus mempersiapkan masa pensiun saya. Karena di sini ada peluang untuk mengumpulkan barang bekas, kenapa tidak saya jadi pengepul. Karena menjadi seorang pengepul tidak akan menurunkan martabat atau pangkat dan jabatan saya sebagai kapolsek. Yang penting tugas saya sebagai anggota polri bisa dilaksanakan dan tidak keluar dari koridor atau ketentuan yang berlaku," kata pria kelahiran Bandung, 4 Januari 1956, itu dengan wajah optimis.
 
Usaha menjadi pengepulnya itu ia lakoni berawal dari hobinya sebagai pebulutangkis. Melihat botol-botol bekas berserakan, selepas berolahraga ia pun berkomunikasi dengan pengelola GOR agar botol tersebut dikumpulkan dan dijanjikan akan dibelinya.

Tidak muluk-muluk, botol-botol yang dikumpulkan itu ia bayar seharga Rp 3 ribu/kilogram. Dedi pun menjualnya ke bandar rongsokan dengan harga rp 5 ribu/kilo gram. Untuk mendapatkan laba Rp 2 ribu/kilo gram, Dedi harus memilah-milah dulu barang-barang tersebut. Bahkan, untuk kaleng pocari sweat, ia gepengkan terlebih dahulu agar menjadi padat.   

Meski menjadi pengepul rongsokan, Dedi selalu mengutamakan kerjaannya sebagai Kapolsek Bojonggenteng. Terlebih, kultur masyarakan Bojonggenteng sangat dominan dengan organisasi masyarakat (ormas). Jika tidak paham dan minim kepedulian terhadap ormas-ormas itu, jelas akan menjadi bulan-bulanan petugas pengamanan.

"Menjadi Kapolsek dimana pun terlebih di Bojonggenteng harus bisa memahami dan jangan pernah membeda-bedakan masyarakat. Harus dekat dengan tokoh masyarakat dan harus rajin berkomunikasi dengan masyarakat," imbuhnya.
 
Meski bukan keturunan pengusaha, putra kedua Pembina Akabri Sukabumi Almarhum Iptu Sukimin itu juga pernah menjadi sopir pengangkut daging kerbau.     

Sejak 2003 hingga 2008 silam, saat bertugas sebagai Koordinator Binmas Polsek Cicurug ia kerap menjadi sopir pengangkut daging kerau dari Bojongkokosan. Upahnya pun dibayar perekor, Rp 75 ribu/ekor kala itu. ia mengangkut hingga ke Pasar Cucurug, Pasar Bogor dan Pasar Cilueur.

"Saya mengirimkan daging di malam hari, agar tidak menganggu tugas saya sebagai polisi. Sekarang pun kerjaan ini (pengepul barang bekas) banyak saya lakukan di malam hari. Sedangkan untuk siang saya lakukan kalau memang waktunya senggang dan tidak ada tugas ke mana-mana," tambahnya.
 
Bukan dari pemulung saja barang itu ia dapatkan, dari Pabrik Total pun bapak dari anggota Polresta Bogor, Brigadir Fenita itu mendapatkan giliran menjadi pembeli. Ia juga berharap, di kala pensiun nanti, tidak ada beban dan utang kepada orang lain.

Mobil bak terbuka grand max miliknya itu sudah lunas dicicil termasuk hasil dari menjual barang bekas itu. Bahkan, jika tugasnya selesai nanti, ia berharap ada ide lain yang menghampirinya.

"Mungkin membuat kerajinan dari barang bekas itu. Tapi lihat saja nanti. Sekarang saya nikmati saja usaha sampingan saya sebagai pengepul barang bekas. Daripada memeras atau merugikan orang lebih baik berdikari mencari uang halal. Meski hanya Rp 200 ribu-400 ribu/minggu setiap kali kirim, tetapi hasilnya halal dan berkah," ucapnya.
 
Bahkan, dari hasil menjual rongsokan itu, ia berikan kepada istrinya untuk mengantikan gaji pokok yang tidak diambilnya selama menjadi Kapolsek. Masih di tahun 2013 lalu, Dedi dan istinya baru saja pulang dari tanah suci Makkah untuk ibadah umroh.

Dari kegiatannya itu, ada pengusaha Palet Mujahid dan putranya, Masbing, yang keduanya sudah haji melirik kegigihan sang kapolsek untuk tetap berkarya di sela-sela menjalankan tugasnya. Niatnya untuk berakat ibadah haji pun sudah didaftarkannya. Hanya saja, pendaftarannya itu belum lunas alias masih punya utang.(*)


__._,_.___
Posted by: Ki Hasan <khs579 <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

Fwd: Belajar/ Mengajar Bahasa Inggris dengan Instan? Bisaaa!



info bagus .. kalo tertarik jangan reply saya  tapi langsung aja email dibawah !

----- Original Message -----
From: farahlie (farahlie <at> mail.com)
Subject: Belajar / Mengajar Bahasa Inggris dengan Instan? Bisaaa!

Anda ingin belajar bahasa Inggris? Tapi tidak ada waktu buat kursus? Ingin beli buku tapi buku yang dikarang penulis Indonesia kurang memuaskan? Anda guru? Kesulitan mencari buku2 berkualitas? Ingin menghemat waktu? Selamanya TIDAK lagi menjadi masalah.

Well, be afraid no more. Dengan DVD e-book buku-buku terbitan Longman, Cambridge, Oxford Univ. Press, Barron, MacMillan, McGraw-Hill, dll, kita bisa belajar bahasa Inggris sendiri. Plus kita juga bisa latihan listening dengan MP3 audio files. Buku-buku ini dijamin berkualitas. Buat para guru bahasa In ggris, buku ini dapat dijadikan buku referensi, tinggal di-print saja. Menghemat banyak waktu! Paket Tutorial ini menggunakan bahasa Inggris & Indonesia.

Paket EnglishDVD :
----------------------------
Paket 1 - DVD English Grammar (Rp. 100.000)
Paket 2 - DVD English for Children, Vocabulary, Dictionary (Rp. 100.000)
Paket 3 - DVD English Certificates, Toefl , Reading & Writing (Rp. 100.000)
Paket 4 - DVD Conversation (Rp. 100.000)
Paket 5 - DVD Business English (Rp. 100.000)
Paket 6 - DVD Tell Me More (Rp. 100.000)

SPECIAL PROMO DISC42% : Paket 7 - Berisi Paket 1-2-3-4-5-6 + FREE BONUS 1 DVD Listening  

Saat ini kami memberikan promo penawaran khusus berupa discount 42% untuk pemesanan PAKET 7 seharga Rp. 349.000 dengan bonus dan on gkos kirim tetap gratis.

Untuk pembelian Paket 7, dapatkan bonus 1 DVD Listening berisi file-file SWF (Flash), mp3, novel, komik dan flv (video youtube). DVD Listening ini merupakan bonus yang tidak kami perjual-belikan.

Untuk spesifikasi dan cover screenshot masing-masing paket produk silahkan anda mengunjungi etalase online saya di situs http://paketenglishdvd.blogspot.com

Paket ini juga cocok untuk dijadikan sebagai hadiah untuk teman atau anak anda.
 
Bagi yang berminat memesan dapat menghubungi saya di: farahlie <at> gmail.com atau farahlie <at> mail.com

mohon forward email ini pada teman-teman lain yang memerlukan :)

Salam,
Farrah
farahlie <at> gmail.com
Website: http://paketenglishdvd.blogspot.com
HP:  081221089520 (sms only)
YM: lady.photographer
add fb : http://www.facebook.com/farahlie.online
add twitter : http://www.twitter.com/farahlie


e-books novel/komik yang juga disertakan dalam DVD bonus :

andersen's fairy tales - hans christian andersen
angels and demons - dan brown
angels and demons - dan brown - versi indonesia
anna karenina - leo tolstoy
around the world in 80 days - jules verne
asterix and cleopatra
asterix in belgium
asterix in britain
asterix in corsica
asterix in spain
asterix in switzerland
asterix the gladiator
dark arena - mario puzo
deception point
digital fortress - dan brown
digital fortress - dan brown - versi indonesia
empress orchid - anchee min
fifth country - es ito
fools die - mario puzo
frankenstein - mary shelley
godfather - mario puzo
harry potter and the deathly hallows
harry potter and the order of phoenix
i know this much is true - wally lamb
into zero point - agatha christie
last don - mario puzo
lolita - vladimir nabokov
lord of the ring - silmarillion
lord of the ring - the fellow ship of the ring
lord of the ring - the hobbit
lord of the ring - the return of the king
lord of the ring - the two tower
moby dick or the whale - herman melville
money, a memoir - liz perle
murder on the links - agatha christie
musashi - eiji yoshikawa
otori clan story 1 - across the nightingale floor.jar - lian hearn
otori clan story 2 - grass for his fillow - lian hearn
otori clan story 3 - brilliance of the moon - lian hearn
penthouse magazine - march
playboy - hot shots
playboy magazine - april
playboy magazine - march
playboy magazine - may
playboy magazine - september
rich dad - robert t kiyosaki
robinson crusoe - daniel defoe
samurai castle - noriko saka
secret of the secrets
shogun - james clavell
sicilian - mario puzo
snow - orhan pamuk
the 47 ronin story - john allyn
the adventure of tom sawyer - mark twain
the adventures of huckleberry finn - mark twain
the adventures of robin hood - howard pyle
the book of the thousand nights and a night - richard f burton
the clocks - agatha christie
the davinci code - dan brown
the divine message of the dna - kazuo murakami
the last of the mohicans - james fenimore cooper
the murder of roger acryod - agatha christie
the prince - nicolo machiavelli
the scarlett letter - nathaniel hawthorne
the works of edgar allan poe - volume 1 - raven edition
tintin - cigars of the pharaoh
tintin - flight 714
tintin - land of black gold
tintin - prisoners of the sun
tintin - the black island
twilight 1 - stephenie meyer
twilight 2 - new moon - stephenie meyer
twilight 3 - eclipse - stephenie meyer
twilight 4 - breaking dawn - stephenie meyer
vanity fair - william makepeace thackeray
why didnt they ask evan - agatha christie
why don't penguins feet freeze - mick o hare
why men don't listen - alan barbara pease
you can choose to be rich - robert t kiyosaki




__._,_.___

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___

Gmane