DEWAN PERS PUTUSKAN “KHAZANAH”TRANS7 LANGGAR KODE ETIK JURNALISITIK. TAYANGAN INI BERMUATAN SARA, PROVOKATIF, SEBARKAN KEBENCIAN MAZHAB DAN BERPOTENSI MENYULUT KONFLIK HORISONTAL KARENA DISOSIALISASIKANNYA FAHAM DAN IDEOLOGI TERORIS TAKFIRI LEWAT MEDIA ELEKTRONIK YANG AKAN BERDAMPAK LUAS DALAM MASYARAKAT.

PPR Dewan Pers Nomor 02/PPR-DP/I/2014 Rabu, 05 Februari 2014 – 07:48:38

Pernyataan Penilaian dan Rekomendasi (PPR) Dewan Pers Nomor: 02 /PPR-DP/I/2014 Tentang Pengaduan Ahlulbait Indonesia (ABI) dan Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (IJABI) terhadap Trans 7

Menimbang:

Bahwa Dewan Pers menerima pengaduan dari Dewan Pengurus Pusat Ahlulbait Indonesia, tanggal 4 November 2013, dan Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (IJABI) atas tayangan Trans 7 dalam Program Khazanah edisi 31 Oktober 2013 berjudul “Mengenal Syiah.”Bahwa tayangan Trans 7 yang diadukan merupakan sejenis program feature yang antara lain memuat hasil peliputan fakta di lapangan dan hasil wawancara, sehingga berlaku ketentuan-ketentuan yang mengikat program jurnalistik.Bahwa Dewan Pers telah meminta klarifikasi dan keterangan dari IJABI pada 6 Januari 2014 dan pimpinan Trans 7 pada 16 Januari 2014 di Sekretariat Dewan Pers, Jakarta.Mengingat:Pasal 11 ayat (1) Prosedur Pengaduan ke Dewan Pers (Peraturan Dewan Pers Nomor 3/Peraturan-DP/VII/2013) menyebutkan “Dewan Pers melakukan pemeriksaan atas bukti dan keterangan dari pengadu dan teradu untuk mengeluarkan keputusan”, sedangkan ayat (2) menjelaskan “Dewan Pers dapat menyelesaikan pengaduan melalui mekanisme surat-menyurat, mediasi dan atau ajudikasi”.

Memperhatikan:

Hasil penelitian Dewan Pers atas tayangan yang diadukan, klarifikasi dan keterangan Pengadu dan Teradu.Hasil pertemuan Pengadu dan Teradu di luar Dewan Pers yang menyepakati pemuatan tayangan baru oleh Trans 7 sebagai tanggapan atas tayangan Trans 7 yang diadukan.

Memutuskan:

Tayangan Trans 7 yang diadukan melanggar Pasal 1, 2 dan 8 Kode Etik Jurnalistik, karena tidak berimbang, memuat gambar yang tidak disertai keterangan tentang sumbernya, serta melanggar prinsip untuk tidak memberitakan hal-hal yang bermuatan prasangka atau diskriminasi atas dasar SARA. Dalam tayangan tersebut, Trans 7 tidak memberikan porsi yang berimbang dan memadai kepada kelompok Syiah yang menjadi obyek pembahasan. Merekomendasikan Trans 7 untuk memuat hak jawab dari Pengadu dengan materi hak jawab yang dibahas bersama oleh kedua pihak.

Merekomendasikan Trans 7 untuk melakukan evaluasi secara sungguh-sungguh terhadap tayangan program Khazanah, agar pelanggaran serupa tidak terjadi lagi. Trans 7 hendaknya memperhatikan dan menghormati keragaman pemahaman dari pemeluk agama Islam di Indonesia.Merekomendasikan kepada jajaran pimpinan redaksi Trans 7 untuk lebih ketat mengawasi dan mensupervisi proses produksi program Khazanah, terutama dalam hal pemenuhan standar, kaidah dan fungsi jurnalistik televisi.

Demikian Pernyataan Penilaian dan Rekomendasi Dewan Pers dibuat untuk dilaksanakan sebaik-baiknya

Jakarta, 20 Januari 2014

Dewan Pers

ttd

Ketua

Prof. Dr. Bagir Manan, SH,. MCL

______________________________________________________________________________________________________________

Ajaran Wahabi yang Menyusup ke KHAZANAH TRANS 7 Akhirnya Terbongkar

Terbongkarnya ajaran Wahabi yang menyusup di Tran 7 adalah berawal dari KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) yang mendapatkan banyak pengaduan dari masyarakat. Menurut aduan masyarakat b bahwa acaraKhazanah Trans 7 melenceng dari ajaran Islam, yang mana Khazanah Trans 7 menganggap ajaran Islam berupa Tawassul dan Ziarah Kubur sebagai syirik (musyrik). Selain itu Khazanah Trans 7 juga membid’ahkan (mengharamkan) shalawat kepada Nabi saw.Pandangan Khazanah Tarans 7 ini adalah khas ajaran Wahabi yang jelas-jelas menyimpang dari ajaran Rasulullah Saw dan bahkan bermuatan fitnah bagi ajaran Islam, sehingga masyarakat menjadi resah atas provokasi tayangan acara Khazanah Trans 7 tersebut.

Berdasar pengaduan masyarakat itulah maka pada tanggal 17/4 2013 Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memanggil Direktur Utama Trans 7 dan tim penyelenggara acara Khazanah tersebut. Ketua KPI, Muhammad Riyanto mengatakan pemanggilan ini merupakan langkah mediasi antara pihak pelapor, pihak Trans 7 dan KPI, termasuk MUI sebagai penengah.

Adapun yang mewakili pihak pelapor yaitu:

1. Habib Musthafa Al Jufri
2. Habib Fachry Jamalullail
3. KH Thabary Syadzily
4. Ketua Lembaga Da’wah NU

Dalam mediasi yang berlangsung selama sembilan puluh menit tersebut, pihak Trans 7 mengakui ada beberapa episode Khazanah memicu kontroversial di masyarakat. Ada yang mendukung dan ada pihak yang keberatan karena bermuatan fitnah bagi ajaran Islam.

“Ke depannya, Trans 7 akan merubah konten dan materi di dalamnya, sesuai tuntutan pelapor dan kami,” kata Riyanto kepada wartawan di Jakarta, Rabu (17/4). Jika nantinya Trans 7 tetap menayangkan tayangan yang kontroversial, baru nanti akan dijatuhkan sanksi.

Dalam acara mediasi tersebut juga disinggung masalah penyimpangan yang ditayangkan acara Khazanah Trans 7, antara lain tentang pembagian tauhid menjadi tiga. Pembagian Tauhid ini sudah jelas-jelas tidak punya dalil yang valid sehingga menyalahi akidah umat Islam, selain itu juga menimbulkan efek fitnah. Penyimpangan lainnya juga tersirat dari tayangan Khazanah Trans 7 yang melecehkan muslimin yang berziarah kubur. Padahal ziarah kubur dalam ajaran islam hukumnya sunnah. Khazanah Trans 7 juga menayangkan fakta sejarah shalawat Badar yang dimanipulasi, dan syair-syair shalawat ditafsirkan seenaknya agar timbul persepsi negative terhadap muslimin yang bershalawa Badar.

Dan kesemua penyimpangan ini adalah ajaran yang merupakan ciri khas pemahaman kaum wahabi yang menyimpang dari ajaran Rasulullah saw. Maka dengan demikian terbongkarlah ajaran Wahabi yang menyusup dalam acara Khazanah Trans 7.

- See more at: http://www.inilah-salafi-takfiri.com/general/ajaran-wahabi-yang-menyusup-ke-khazanah-trans-7-akhirnya-terbongkar#sthash.4YEQxv0k.dpu