Mang Aska | 4 Feb 05:26 2014
Picon

Home Stay Liburan di Kabuyutan Cipaku



Long weekend 31 Jan - 1 Feb 2014 berangkat ke Kampung Budaya Cipaku Darmaraja Sumedang, berangkat dari Bogor Jum'at Pagi jam 6.00 melalui Puncak, tiba di Cipanas jam 7.30 lalu sarapan nasi wuduk dan bubur ayam. Jam 8.00 lanjut menuju Bandung dan sampai di rest area Cileunyi Jam 10.00 setelah beristirahat sebentar lanjut ke Sumedang sampai di Alun- alun & Mesjid Agung jam 11.45, berhenti untuk melakukan sholat Jum'at. Jam 13.00 melanjutkan perjalanan ke Kampung Budaya Cipaku, Kecamatan Darmaraja sambil dijalan berhenti terlebih dahulu untuk membeli tahu Sumedang yang melegenda itu. Dari kota Sumedang kurang lebih satu jam tiba di Gerbang Kampung Cipaku jam 14.00 dan disambut dengan pemandangan hamparan sawah yang hijau.

 

Sampai di Rumah Kasepuhan Cipaku Mamang sekeluarga beristirahat sambil menikmati sajian makan siang yaitu nasi kuning + ayam kampung, goreng ikan khas Sungai Cimanuk yaitu Ikan Lalawak & Badar, tidak lupa goreng jengkol dan Sambel Dadaknya. Sore-nya berbincang-2 dengan Kasepuhan Cipaku dan menikmati pemandangan rumah- rumah tradisional khas Kabuyutan Cipaku yaitu rumah panggung dengan kombinasi bilik bambu, talupuh, dan beratapkan genteng. Rumah-2 tersebut berumur ratusan tahun dan sudah ada sejak sebelum Indonesia merdeka.

 

Hari Sabtu-nya pagi- pagi sekali setelah menikmati sarapan kopi hangat + ulen/ ketan bakar dan goreng yang mantap rasanya, harum kelapanya terasa banget, Mamang beserta anak- anak treking ke pesawahan disekitar Kampung Budaya Cipaku jalan santai menikmati segarnya udara pesawahan disana, kabutpun masih menyelimuti sawah- sawah yang hijau.Setelah menikmati jalan-2 seru di pesawahan Mamang mengajak anak- anak untuk melakukan Susur Sungai Cibayawak agar mereka bisa berpartisipasi menikmati langsung keindahan alam khas Kabuyutan Cipaku. Anak- anak sangat senang menikmati berenang bersama di Sungai Cibayawak yang cukup bersih. Tidak lupa foto- foto sambil berenang dan bermain di bebatuan yang ada di Sungai Cibayawak. Sayangnya Mamang lupa tidak membawa Ban, padahal bisa melakukan Kukuyaan / River Tubing bareng anak- anak. Next time kalau ke Kabuyutan Cipaku lagi pokoknya wajib membawa Ban :).

 

Selengkapnya: http://dkabuyutan.blogspot.com/2014/02/home-stay-liburan-di-kabuyutan-cipaku.html

nuhuuuns,

mang asep kabayan

www.dkabayan.com

 



__._,_.___

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Mang Aska | 3 Feb 14:26 2014
Picon

Re: Pembangunan Masjid Al-Haram



Inalillahi wa ina ilaihi rojiun, terima kasih Pak Hasan sudah menyampaikan informasi ini.

Sangat menyedihkan historical n' spiritual values harus kalah demi uang :((.

Pendapatan 900 trilyun per tahun tentunya sangat menggiurkan :((.
Nuhuuuuns,
Mang Asep Kabayan
www.udarider.com
From: hasan shahab <hasanshahab07 <at> gmail.com>
Sender: Senyum-ITB <at> yahoogroups.com
Date: Mon, 3 Feb 2014 19:29:54 +0700
To: Senyum-ITB <at> yahoogroups.com<Senyum-ITB <at> yahoogroups.com>
ReplyTo: Senyum-ITB <at> yahoogroups.com
Cc: wancik72hoo <at> yahoogroups.com<wancik72hoo <at> yahoogroups.com>; el75-itb <at> yahoogroups.com<el75-itb <at> yahoogroups.com>; senyum itb<senyum-itb <at> yahoogroups.com>
Subject: Re: [Senyum-ITB] Pembangunan Masjid Al-Haram

 

hari ini ada tulisan di Republika ttg pembangunan Masjid Al Haram dari perpektif lain


http://m.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/14/02/03/n0dhog-saat-makkah-disulap-menjadi-las-vegas

Saat Makkah Disulap Menjadi 'Las Vegas' 03 Pebruari 2014 05:30 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,Penduduk Makkah mulai menyebut kota mereka sebagai Las Vegas. Selama 10 tahun terakhir, situs paling suci dalam Islam ini telah mengalami transformasi besar-besaran. Pembangunan raksasa ini telah menuai pertentangan Umat Islam di seluruh dunia, seperti dikutip dari worldbulletin.

Makkah yang tadinya dipenuhi gurun berdebu, 'berjuang' untuk mengatasi jumlah jamaah haji yang terus meningkat setiap tahun. Atas nama haji, kota suci itu sekarang sesak dengan gedung pencakar langit, pusat perbelanjaan dan hotel mewah.

Untuk Dinasti Al- Saud, Makkah adalah visi mereka tentang masa depan. Baja dan beton dibangun untuk membuat kota metropolis hasil dari 'emas hitam' yang sangat besar. Semua dilakukan demi kebanggaan nasional.

Warga di dua kota suci Makkah dan Madinah, tampak terperanjat ketika warisan arkeologi bangsa diinjak-injak di bawah maniak konstruksi. Kesadaran mereka didukung oleh ulama yang berkhotbah terhadap pelestarian warisan mereka sendiri.

Makkah, kota tempat dimana semua Muslim akan sama sesuai dengan wasiat Nabi Muhammad Saw, telah menjadi taman bermain untuk orang kaya. Kritikus mengatakan, kapitalisme telah merebut secara telanjang nilai spiritualitas sebagai Kota 'Raison d' être'.

"Tidak seorang pun punya nyali untuk berdiri dan mengutuk vandalisme budaya ini," kata Dr Irfan al - Alawi yang bertugas sebagai direktur eksekutif dari Islamic Heritage Research Foundation. Irfan telah berjuang untuk melindungi situs sejarah negaranya.

"Kami sudah kehilangan 400-500 situs . Aku hanya berharap itu tidak terlalu terlambat untuk membalikkan keadaan,"tambahnya.

Negara-negara Muslim pun terkesan takut untuk mengkritik kebijakan Kerajaan Saudi. Mereka khawatir terhadap adanya pengurangan jatah kuota haji bagi rakyat mereka yang sekarang pun sudah dikurangi. Sementara, arkeolog barat diam karena takut akan kehilangan akses terhadap beberapa situs yang saat ini sedang mereka teliti.

Sami Angawi, pakar Saudi terkenal pada arsitektur Islam di wilayah ini menunjukkan keprihatinannya. "Ini adalah kontradiksi mutlak untuk sifat Makkah dan kesucian rumah Allah," katanya kepada kantor berita Reuters awal tahun ini. "Keduanya (Makkah dan Madinah) secara historis hampir selesai. Anda tidak menemukan apa-apa kecuali gedung pencakar langit."

Kekhawatiran paling mendesak dr Alawi adalah rencana ekspansi Masjidil Haram senilai 690 juta pound sterling. Masjidil Haram menjadi situs paling suci dalam Islam yang berisi Ka'bah - kubus batu hitam yang dibangun oleh Ibrahim ( Abraham ) dan menjadi kiblat umat Islam saat berdoa.

Pihak Kerajaan mengelilingi Ka'bah dengan gedung pencakar langit. Sebuah Menara Jam setinggi 1.972 kaki yang disebut dengan Clock Tower Royal Makkah dibuka awal tahun ini. Jam ini menjadi bagian dari pembangunan besar gedung pencakar langit yang akan dipenuhi hotel bintang lima untuk peziarah cukup kaya untuk membelinya.

Worldbulletin menulis, untuk membangun kota pencakar langit, pihak berwenang mendinamit seluruh gunung dan Benteng Ayjad pada era Ottoman yang terletak di atasnya. Di ujung lain dari Komplek Masjidil Haram, rumah istri pertama Nabi, Khadijah telah berubah menjadi blok toilet. Dimana letak rumah ia lahir juga tidak pasti.






Sent from my iPad

On Feb 2, 2014, at 3:41 PM, Bambang Setijoso <bambang_setijoso <at> hotmail.com> wrote:

 

Assallamualaikuuum,

Bagi teman2 yang mempunyai informasi / berita atau ulasan yang seimbang tentang pengembangan Masjid Al-Haram di Mekah Saudi Arabia, silahkan share.
Matur suwun.

Wassallam
Bambing




__._,_.___

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Mang Aska | 30 Jan 08:27 2014
Picon

Re: Banjir Jakarta [Re: Just Another Crazy Idea]



Sepakat masalahnya adalah harusnya kabuyutan/ kawasan konservasi dilindungi dan disakralkan tapi inimah dirusak n' dihancurkan, ya mau gimana lagi hehehe. Lemah Sagandu Diganggu Balai Sadunya, Keseimbangan Alam Dirusak Bencana Bagi Dunia!

Tri Tangtu Kabuyutan (Resi, Ratu, Rama) dari Zoning Gunung Menuju Laut bisa dilihat Ala Pakuan Pajajaran, Lokasi Kabuyutan Karesian ditempatkan di Kaki 3 Gunung yaitu Gunung Salak, Gede, dan Pangrango sebagai sumber resapan air juga utk sarana pendidikan moral n' spiritual, banyak petilasan yg termasuk dalam rangkaian sasaka Domas atau Arca Domas/ 800 Kabuyutan.

Berikutnya setelah Karesian adalah Karatuan yaitu Pusat Pemerintahan, dimana waktu Pakuan Pajajaran dipusatkan di Bokor/ Bogor Mandala Emas dalam Susunan Papat Kalima Pancer Kabuyutan Sunda (Naskah Sewaka Darma). Pakuan lokasinya berupa Nusa diapit oleh dua sungai besar yaitu Cisadane dan Ciliwung.

Setelah Karatuan maka berikutnya Last But Not Least adalah Karamaan atau Pusat Kemakmuran dan lokasi zoningnya adalah Batawi sekarang, jaman Pakuan Pajajaran disebut Kalapa dimana disana Kota Pelabuhan dimana perdagangan dikembangkan disana.

Sekarang silahkan renungkan sendiri saja, sebagai contoh di Kanekes Kabuyutan Sasaka Domas Baduy Banten begitu juga di Kabuyutan Cipaku Situs Cipeueut Aji Putih begitu juga Kampung Kuta di Ciamis, dlsb. Sama ada yang namanya Leuweung Tutupan/ Sacred Forest. Leluhur berfatwa untuk melindungi Hutan Tutupan itu/ Kabuyutan itu. Bahkan saking sakralnya di beberapa tempat mengambil rantingnya saja tidak boleh. Mungkin sebagian kita bilang itu musrik tapi kalau dihayat-2i ya bisa kita rasakan sekarang dari 800-an Kabuyutan yang dahulu ada di Tatar Sunda berapa % yang masih terawat dan terjaga?

Resi Guru Darmasiksa, Raja Sunda abad ke 11, membuat fatwa dalam Amanah Galunggung, "Barang Siapa Yang Tidak Bisa Menjaga Kabuyutan Maka Lebih Hina Dari Kulit Lasung/ Musang Yang Dibuang Ketempat Sampah". Ya sekarang bisa dirasakan akibatnya karena kita tidak menjaga kelestarian lingkungan Banjir, Longsor, Erosi, Kekurangan Air Bersih, dlsb sudah menjadi langganan. Kalau dibilang Bencana Alam tapi kok langganan dan rutin?

Oleh karenanya untuk berhenti berlangganan banjir dan longsor kirim Unreg spasi Banjir dan Longsor kirim ke BNPB hehehe.

Wilujeng long weekend... Gong Xi Fat Choi n' selamat berlibur kasadayana :).
Nuhuuuuns,
Mang Asep Kabayan
www.udarider.com
From: Akhyar98 <akhyar98 <at> yahoo.com>
Sender: Senyum-ITB <at> yahoogroups.com
Date: Thu, 30 Jan 2014 13:42:00 +0700
To: Senyum-ITB <at> yahoogroups.com<Senyum-ITB <at> yahoogroups.com>
ReplyTo: Senyum-ITB <at> yahoogroups.com
Subject: Re: [Senyum-ITB] Banjir Jakarta [Re: Just Another Crazy Idea]

 

Perencanaan di Indonesia memang lucu2.

Masalahnya di hulu nyari solusinya di hilir. Listrik juga, masalahnya disupply malah yang digaungkan demand side management :)

Salam,

Akhyar

Sent from my iPhone

On 30 Jan 2014, at 01:37 PM, "darjatmoko" <darjatmoko <at> yahoo.com> wrote:

 

[dari milis alumni di sebelah]

Membaca dan membayangkan situasi Katulampa pagi ini (http://megapolitan.kompas.com/read/2014/01/30/0039572/Katulampa.Siaga.I.Warga.Jakarta.Bersiaplah.Pagi.ini.) saya jadi ingat tentang argumen Waduk raksasa November yang lalu "Just Another Crazy Idea" ...

5. Silahkan dibaca Lampiran ini nanti akan diketahui, bahwa Banjir Jakarta itu terjadi bukan hanya dari Atas/Hujan, Bogor dan sekitarnya, tetapi juga dari LAUT.

Lalu ... banjir yang katanya "dari LAUT" [pasang] itu yang dimana ya?

Masih untung lautnya belum ditanggul, sehingga banjir besar ini (kiriman dari HULU) ini masih bisa mengalir ke laut (eventually). Common sense bilang yang perlu dibenahi itu hulu dan pengalirannya di tengah (antara hulu dan laut). Seluruh energi dan duit harus dikonsentarikan ke situ. Bukan bikin proyek mercu suar yang malah kelihatan produk dari pemikiran megalomaniac seperti ini:
http://i455.photobucket.com/albums/qq280/dmoko/Miscellaneous/garuda.jpg 

Moko/
++++

--- In ITB70 <at> yahoogroups.com, ruswandi tahrir wrote:
>
> Begini Mas Moko,
>
> 1. Aku lampirkan bacaan malam Sabtu sambil nyruput yang panas-panas ya, pasti Aheek lah kata Uda Iyal sih ... He3x
> 2. Disitu dapat diketahui bhw Tanggul Laut Raksasa (Giant Sea Wall) sudah direncanakan dengan matang
> sejak 2010 dgn Dana Hibah (Grant) dari Belanda.
> 3. Belanda mendatangkan Konsultan Tangguh Spesialis Kawasan Delta, namanya DELTARES (Jan Jaap Brinkman). Bekerjasama dengan Puslitbang Air (Arief Putranto PhD dkk) dan ITB
> (Iwan Krida PhD dkk). Tim ini menamakan dirinya, Jakarta Coastal Defence Strategy (JCDS).
> 4. Singkatnya TLR/GSW dipersiapkan SERIUS, berbeda dgn Jalan Tol Lintas Laut Jawa, belum ada/baru mulai dikerjakan Studi Kelayakannya udah rame !
> Itu Komenku yang PERTAMA.
>
> 5.
> Silahkan dibaca Lampiran ini nanti akan diketahui, bahwa Banjir Jakarta
> itu terjadi bukan hanya dari Atas/Hujan, Bogor dan sekitarnya, tetapi juga dari
> LAUT.
> 6. Harap dicermati tentang Penurunan Tanah dan
> Foto posisi Muka Air Laut dengan Daratan yang dibatasi oleh Tanggul.
> Berapa selisih Muka Air Laut dengan Daratannya, bandingkan dengan
> Manusia yang ada di Daratan tersebut ..... Selisihnya sdh ~ 4 meter !
> 7.
> Kalau ada Badai Pasang (Storm Surge), air laut itu naik dan tumpah
> kedaratan. Pertemuan antara Air Tumpahan dari Laut dan Air Luapan dari
> Saluran Air (Alam atau Buatan) serta Hujan itu kan yang dinamakan orang BANJIR ROB !
> 8.
> Jadi
> bukan hanya Air dari Atas saja, tetapi juga Air dari Laut. Dan itu
> sudah tertuang dalam Laporan Akhir JCDS 20111 sebanyak tiga buku tebal dengan 2 versi bahasa,
> Indonesia dan Inggris.
> 9. Singkatnya TLR/GSW dapat dipertanggungjawabkan, sedangkan Jalan Tol Lintas Laut FS nya baru mulai dikerjakan.
> Ini Komenku yang KEDUA.
>
> Kalau memang Mas MOKO tertarik dan ingin tahu lebih banyak tentang TLR dan Jalan Tol Lintas Laut P Jawa, silahkan mampir ke ruanganku di Universitas Gurem eeh Gunadarma di Kampung Depok .... He 3X ...OK Mas Moko, Salam Jumat Malam
>
>
>
>
> ________________________________
>
> From: "darjatmoko" darjatmoko <at> ...
> Sender: ITB70 <at> yahoogroups.com
> Date: Fri, 15 Nov 2013 02:35:21 -0000
> To: ITB70 <at> yahoogroups.com
> ReplyTo: ITB70 <at> yahoogroups.com
> Subject: Just Another Crazy Idea [Re: Think Tank nya mana nih?]
>  
> Just Another Crazy Idea ... setelah ide bikin waduk/tanggul raksasa "pengendali banjir terbesar di dunia" .. my foot! Banjir di Jkt itu bukan karena air pasang, tetapi air yang datang dari 'atas (Bogor, Puncak, etc). Solusinya ada diatas dan sungai yang membaca air kiriman tersebut -- bukan di laut!
>
> Yang namanya "jalan diatas laut" itu tidak lain adalah jembatan. Biaya konstruksi jembatan diatas laut itu, dibanding jalan diatas tanah bedanya 'order of magnitude' -- jadi nggak ada engineer yang waras bakal melakukan itu, dari pertimbangan biaya saja. Kemudian akses keluar masuk jalan toll diatas laut tersebut juga merupakan jembatan lagi. Biaya manitenance jembatan itu juga 'order of magnitude' dibandingkan jalan darat (pengecatan Golden Gate itu dari ujung ke ujung, untuk menahan karat, makan waktu setahun, jadi tidak ada hentinya).
>
> Saya lihat orang di negeri ini (engineer/pejabat nya) itu kalau ngomong
> tidak pakai mikir (atau barangkali ya mikir tetapi sudah mentok :-).
> Bikin jalan tol diatas laut sepanjang pantai 700 km. What are they smoking .. karena sodah bosan tanya "sekolahnya dulu dimana sih?"
>
> Ide gila semacam ini biasanya merupakan symptom 'escapism' -- dari ketidakberdayaan atau ketidakmampuan menyelesaikan problem yang lebih sederhana. Misalnya jalan pantura itu sudah puluhan tahun ya nggak pernah bener (saya monitor sejak masuk di Sipil ITB). Nah kalau ngurusin yang didarat saja (pantura) tidak mampu apa mungkin memelihara yang diatas laut? Kalau hal-hal yang sepele saja tidak bisa membereskan apa orang patut diberi responsibilty yang lebih besar?
>
> Moko/
>
> ++++
>
>
> --- In ITB70 <at> yahoogroups.com, bagusdipa <at> wrote:
> >
> > ANTISIPASI 10 TAHUN MENDATANG
> >
> > Menteri BUMN Dahlan Iskan menegaskan pembangunan jalan tol diatas laut Jakarta-Surabaya mendesak dikerjakan.
> >
> > Sebab, perbandingan antara pertumbuhan jalan tidak sebanding dengan pertumbuhan laju kendaraan yang pesat. Jalan tol ini akan dirasakan manfaatnya 10 tahun mendatang, ketika pembangunan di darat sudah sulit dilakukan.






__._,_.___

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Mang Aska | 30 Jan 08:12 2014
Picon

Sawah Pantura Tilelep, Jalan Ancur [1 Attachment]

<*>[Attachment(s) from Mang Aska included below]

Live report... Sawah pantura kakeueum + Jalannya ancuuuur lebur... Lobangnya dahsyaaaat banget... Bus
aja edun pisan goyangannya :(.

Nuhuuuuns,
Mang Asep Kabayan
www.udarider.com

<*>Attachment(s) from Mang Aska:

<*> 1 of 1 Photo(s)
http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/attachments/folder/1989934592/item/list 
  <*> IMG-20140130-14744.jpg

------------------------------------

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/

[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]Yahoo Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    Baraya_Sunda-digest <at> yahoogroups.com 
    Baraya_Sunda-fullfeatured <at> yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    Baraya_Sunda-unsubscribe <at> yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo Groups is subject to:
    http://info.yahoo.com/legal/us/yahoo/utos/terms/

Waluya | 30 Jan 03:38 2014
Picon

PSK Pahlawan Kulawarga?

Sababaraha peuting katukang kuring lalajo acara debat dina Metro TV perkara
pro - kontra lokalisasi PSK , judul acarana teh "Rumah Penjaja Cinta".
Debatna mah teu pati rame sabab nu pro lokalisasi "teu walakaya" waktu lawan
debatna lumpat kana soal hukum agama (Hal nu ilahar di Indonesia, lamun geus
dipakaitkeun jeung agama sok langsung nu neutreug teh murungkut). Ngan aya
hiji nu menarik nu katangkep ku kuring, omongan Pak Asep, dosen Psikologi UI
ti kubu nu pro lokalisasi, cenah   loba PSK nu memang dititah/ diijinan ku
kulawargana (kolotna, anakna ......malah ku salakina sorangan). Ngareungeu
kitu kuring jadi inget beja dina Kompas.Com, Bupati Kendal Jateng nyebutkeun
PSK teh cenah pahlawan kulawarga, atuh teu wudu omongan Bu Bupati nu boga
gelar dokter teh pada "ngecam".
(http://regional.kompas.com/read/2014/01/23/1107378/Bupati.Widya.Nilai.PSK.a
dalah.Pahlawan.Keluarga)

Tapi naha bener aya PSK nu jadi "pahlawan kulawarga"? Kabeneran kuring maca
Catatan Pinggir Gunawan Muhammad di Tempo heubeul, judulna teh Pelacur,
nyanggakeun, panginten keur lenyepaneun:

Pelacur
(Majalah Tempo Edisi Senin, 15 Desember 2008)
	 
Dengan tubuhnya yang gempal perempuan itu memecah batu, dengan tubuhnya yang
tebal ia seorang pelacur.

Namanya Nur Hidayah, 35 tahun, kelahiran Tulungagung, Jawa Timur. Ia seorang
istri yang ditinggalkan suami (meskipun mereka belum bercerai), ia ibu dari
lima anak yang praktis yatim.

Tiap pagi, setelah Tegar, anaknya yang berumur enam tahun, berangkat ke
sekolah dengan ojek, Nur datang ke tempat kerjanya. Di sana ia mengangkut
batu, kemudian memecah-mecahnya, untuk dijual ke pemborong bangunan. Nova,
empat tahun, anak bungsunya, selalu dibawanya. Nur bekerja sekitar lima jam
sampai tengah hari.

Lalu ia pulang. Tegar akan sudah kembali ke rumah kontrakan mereka, dan Nur
bisa bermain dengan kedua anak itu. Sampai pukul tiga sore.

Matahari sudah mulai turun ketika Nur membawa kedua anaknya ke tempat
penitipan milik Ibu In, yang ia bayar Rp 20 ribu sehari. Lalu ia berdandan:
memasang lipstik tebal, berpupur, mengenakan baju terbaik. Lepas magrib, ia
naik ojek dari kampung Mujang itu ke Gunung Bolo, 45 menit jaraknya dengan
sepeda motor.

Di kegelapan malam di tempat tinggi yang jadi kuburan Cina itu, Nur
menjajakan seks. Ia menjual tubuhnya.

Ia tak memilih pekerjaan itu. Sutrisno, suaminya, yang menikah dengan
perempuan lain, tak memberinya nafkah. Ia bertemu dengan lelaki itu pada
1992 dalam bus ke Trenggalek. Mereka saling tertarik, dan Sutrisno menemukan
lowongan buat Nur di Pabrik Rokok ”Semanggi” di Kediri. Pekerjaan
mengelinting sigaret itu hanya dijalaninya dua bulan. Nur hamil. Ia harus
menikah.

Ia pun jadi istri seorang suami yang menghabiskan waktunya di meja judi dan
botol ciu. Tak ada penghasilan. Tak ada pengharapan. Setelah anak yang
kelima lahir, dalam keadaan putus asa, Nur ikut ajakan tetangganya, seorang
pelacur di Gunung Bolo. Ia bergabung dengan sekitar 80 pekerja seks di
tempat itu, dan jadi sahabat Mira, yang lebih muda setahun tapi sudah hampir
separuh usianya menyewakan kelamin. Mereka menghabiskan malam mereka mencari
konsumen di pekuburan Cina itu. Tarif: Rp 10 ribu sepersetubuhan.

”Pernah ada pengalaman yang membuat Mbak Nur senang, selama ini, ketika
melayani tamu?”

”Ah, ya ndak ada,” jawabnya.

Tapi suara itu tak getir. Nur, juga Mira, bukanlah keluh yang pahit. Dalam
film dokumenter yang dibuat Ucu Agustin—salah satu dari Pertaruhan, empat
karya dokumenter tentang perempuan yang layak beredar luas di Indonesia
kini—kedua pelacur itu berbicara tentang hidup mereka seperti seorang
pedagang kecil (atau guru mengaji yang miskin) berbicara tentang kerja
mereka sehari-hari.

Bahkan dengan kalem mereka, sebagai undangan Kalyana Shira Foundation yang
memproduksi Pertaruhan, duduk bersama peserta Jakarta International Film
Festival di sebuah kafe di Grand Indonesia—seakan-akan mall megah itu bukan
negeri ajaib dalam mimpi seorang Tulungagung. Ketika saya menemui mereka di
tempat minum Goethe Haus pekan lalu, Mira duduk seperti di warung yang amat
dikenalnya, dengan rokok yang terus menyala (tapi ia menolak minum bir), dan
Nur memeluk Nova yang dibawanya ikut ke Jakarta.

Haruskah Mira, Nur, merasa lain: nista? Produser, sutradara, dan aktivis
perempuan yang menjamu mereka tak membuat para pelacur itu asing dan rikuh.
Bahkan Tegar dan Nova diurus panitia seakan-akan kemenakan sendiri—dan
dengan kagum saya melihat sebuah generasi Indonesia yang menolak sikap orang
tua dan guru agama mereka. Mira dan Nur tak akan mereka kirim ke neraka, di
mana pun neraka itu. Ucu Agustin, 32 tahun, sutradara dokumenter ini, telah
berjalan jauh. Ia lulus dari IAIN pada tahun 2000 setelah enam tahun di
pesantren Darunnajah di Jakarta, di mana murid perempuan bahkan dilarang
membaca majalah Femina. Ia kini tahu, agama tak berdaya menghadapi Nur dan
kaumnya.

Di Tulungagung terdapat setidaknya 16 tempat pelacuran. Ada dua yang legal,
yang tiap Ramadan harus tutup. Tapi sia-sia: di tiap bulan puasa pula para
pelacur yang kehilangan kerja datang antara lain ke Gunung Bolo. Pekerja di
tempat itu bertambah 50 persen.

Dan bagaimana agama akan punya arti bila tak memandang dengan hormat ke
wajah Nur: seorang ibu yang mengais dari Nasib untuk mengubah hidup
anak-anaknya? ”Mereka harus sekolah, mereka ndak boleh mengulangi hidup emak
mereka,” Nur berkata, berkali-kali.

Dengan memecah batu ia dapat Rp 400 ribu sebulan, dengan melacur ia
rata-rata dapat Rp 30 ribu semalam. Dengan itu ia bisa mengirim Tegar ke
sebuah TK Katolik sambil membantu hidup anak-anaknya yang lain yang ia
titipkan di rumah seorang saudara. Nur tegak di atas kakinya sendiri. Ia
contoh yang baik ”dialektika” yang disebut Walter Benjamin: seorang
pelacur—seorang pemilik alat produksi dan sekaligus alat produksi itu
sendiri, seorang penjaja (Verkäuferin) dan barang yang dijajakan (Ware)
dalam satu tubuh. Ia buruh; ia bukan.

Bagi saya ia ”Ibu Indonesia Tahun 2008”.

Setidaknya ia kisah tentang harapan dalam hidup yang remang-remang. Memang
tuan dan nyonya yang bermoral mengutuknya. Memang polisi merazianya dan para
preman memungut paksa uang dari jerih payah di Gunung Bolo itu. Tapi Nur
tahu bagaimana tabah. Kebaikan hati bukan mustahil. Tegar diberi keringanan
membayar uang sekolah di TK Katolik itu. Tiap bulan ke Gunung Bolo, seperti
ke belasan tempat pelacuran di Tulungagung itu, datang tim dari CIMED,
organisasi lokal yang dengan cuma-cuma memeriksa kesehatan mereka. Dan ke
rumah penitipan Ibu In secara teratur datang Mbak Sri untuk membantu Tegar
berbahasa Inggris dan mengerti bilangan.

Terkadang Nur berbicara tentang Tuhan (ia belum melupakan-Nya). Ia
menyebut-Nya ”Yang di Atas”. Mungkin itu untuk menunjuk sesuatu yang
jauh—tapi justru tak merisaukannya, karena manusia, yang di bawah, tetap
berharga: bernilai dalam kerelaannya.

------------------------------------

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/

[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]Yahoo Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    Baraya_Sunda-digest <at> yahoogroups.com 
    Baraya_Sunda-fullfeatured <at> yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    Baraya_Sunda-unsubscribe <at> yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo Groups is subject to:
    http://info.yahoo.com/legal/us/yahoo/utos/terms/

Mang Aska | 29 Jan 02:43 2014
Picon

Re: Sunatullah



Wooow juara, hade pisan tulisanna Kang Febi, lanjutkeun ah (y).
Nuhuuuuns,
Mang Asep Kabayan
www.udarider.com
From: Ahmad Hazairin <don_febi <at> yahoo.de>
Sender: kisunda <at> yahoogroups.com
Date: Wed, 29 Jan 2014 00:08:25 +0000 (GMT)
To: kisunda <at> yahoogroups.com<kisunda <at> yahoogroups.com>; urangsunda <at> yahoogroups.com<urangsunda <at> yahoogroups.com>
ReplyTo: kisunda <at> yahoogroups.com
Subject: [kisunda] Sunatullah

 

Sunatullah
==========

Sunatullah teh nyaeta Sunnah na Gusti Allah.
Ari sunnah teh tradisi. Ari Allah teh ngaran anu digunakeun
bangsa Arab pikeun ngareferensikeun kanu pangawasa alam.
Jadi Sunatullah teh bisa disebut hukum-hukum anu geus ditangtukeun
kunu Maha Kawasa pikeun ngatur alam.
Ari alam, atuh bangsa Arab 1500 taun katukang pastina loba anu mikir yen alam
teh nyaeta planet bumi, bulan, matahari, bintang. Moal kapikir wawasan alam teh
saperti anu dipikanyaho ku urang ayeuna. Yen tatasurya teh lamu ditingali tina
perspektif galaksi mah jadi leutik pisan jiga titik anu euweuh hartina. Komo atuh
planet bumi mah jiga debu anu hese ditingali tina pespektif galaksi mah. Tah atuh
urang pikiran geura kumaha lamun tina perspektif alam raya (universum) anu bisa aya
milyaran (MILYARAN GALAKSI !!!), kumaha eta jadina planet bumi teh tina perspektif
alam raya?  Sok boga budak/incu teh ajak ulin ka museum astronomi geura, supaya budak/
incu urang boga wawasan anu lega jiga alam raya. Wawasanna henteu sa-uted jiga cikokol
atawa cilimus.

Atuh ari hukum anu Maha Kawasa teh nyaeta ngalingkup hukum universum anu bisa dieusi ku
loba makhluk.  Boh makhluk anu bisa ditingali ku mata manusa, atawa makhluk anu teu bisa
ditingali ku mata manusa. Oge lamun aya milyaran galaksi, aya milyar-milyar tatasurya, urang
teh tong yakin teuing yen ngan saukur planet bumi anu boga lalakon di sakumna universum, jadi
nyangka moal aya kahirupan lain di planet lain / di juru galaksi anu lian, di juru universum
beh ditu jeun g beh dieu.

Lamun pikiran urang heureut, Sunatullah oge jadi heureut, hukum-hukum anu kawasa oge jadi
heureut. Ngan naon anu kalingkup ku pikiran/akal urang poe ayeuna. Tah ieu oge anu disebutkeun
dina Al-Quran yen "Anu Kawasa mah saperti naon anu di-sangka-keun ku pikiran hambana".
Jadi lamun urang yahudi nyangka yen Anu Kawasa teh Tuhan anu jiga jelema, anu sok ngabelaan,
anu sok numpas musuh umat yahudi, nya bahasa kitab suci oge bakal kitu. Atuh lamun urang
arab nyangka yen Anu Kawasa teh sok bendu, sok ngancurkeun 'musuh Allah', nya teu aneh atuh
lamun kitab sucina oge bakal kitu bahasana. Kulantaran naon anu katangkep ku urang nya bakal
nyaruaan anu geus di-sangka-keun.

Dina hiji sisi, cenah urang teh iman, yen anu Maha Kawasa teh "mukhalafatul lil hawadits",
anu kawasa teh "laisa kamitslihi syaiun".  Imah yen anu Maha Kawasa teh teu sarua jeung
makhluk, teu sarua jeung naon wae anu anyar sifatna. Anu anyar teh anu salian ti Anjeuna.

- Alat raya ieu anyar/makhluk
- Proses pikiran urang anyar/makhluk
- Konsep anu ngabentuk dina pikiran urang anyar/makhluk

Tah tapi kumaha atuh sok paradox, yen cenah nu Maha Kawasa teh "meninggikan ombak lautan".
Anu kawasa teh "nyiptakeun alam raya dina waktu 7 masa".  Eta ulah diartikeun yen Anu Kawasa
jiga jelema make ninggikeun ombak jeung nyiptakeun alam raya 7 masa. Lantaran ombak, 7 masa,
kabeh oge konsep manusa. Moal aya kanyataanana planet bumi anu jiga debu di universum 'ngaripuhkeun' Anu Kawasa jeung kudu nungguan ombak raat, terus ditaekeun (ditinggikeun).

Samakin urang mikiran Anu Kawasa maka samakin jero, samakin kandel konsep urang,
jadi samakin gagal. Kulantaran konsep pikiran urang teh makhluk. Moal nyaruaan Anu Kawasa. Samakin urang mikiran Anu Kawasa maka pikiran urang samakin nyasar.

Anu kudu dipikiran teh Sunatullah.
Sunatullah teh artina lain hukum alam anu kudu saluyu jeung anu geus kapanggih ku urang.
Pedah jelema teh napak dina permukaan panet bumi kulantaran gaya tarik gravitasi, jadi lamun
aya jelema bisa ngapung teh dianggap nyalahan sunatullah. Lain kitu. Urang nyangka kitu kulantaran ku urang can kapanggih kumaha carana jelema ngapung.

Lamun aya tangkal cau ngalahirkeun jelema. Can puguh eta nyalahan sunatullah. Eta kulantaran
can kapanggih ku urang kumaha tangkal cau bisa ngalahirkeun jelema.

Jadi jelema anu pang-nyasarna nyaeta jelema anu sok 'nga-atas-namakeun Anu Kawasa".
Parasaan dina diri manehna diproyeksikeun ka Anu Kawasa. Jadi sok aya basa
"maneh musuh Allah".
"Orang-orang itu musuh Allah, jadi harus ditumpas". Tong sok nyalahan nafsirkeun parasaan
diri sorangan anu pinuh ku kasieun, pinuh ku amarah, pinuh ku salah tafsir. Ari nu ngarana
parasaan, poe ieu ambek, isuk bahagia. Teu langgeng. Ari persepsi pikiran, ayeuna kieu,
isukan jadi kitu kulantaran aya faktor tambahan anu ngarobah persepsi.

Sasab....
Sasab....
Dikirana Surga teh kekal.
Dikirana Naraka teh kekal.
Padahal euweuh anu kekal salian tinu Maha Kawasa.
Atuh poekeun batin, teu nyaho lamun geus ti surga bakal kamana...
Lamun geus ti naraka bakal kamana...

Poekeun batin...
Loba prasangka...
Loba cenah...

Prasangka jeung cenah dijadikan Tuhan Yang Maha Agung....

Allah, tulisanna wae geus beda dina huruf latin jeung arab, india, thailand...
Anu Kawasa, ah eta mah kuring weh ngamisalkeun, da jauh tina 'anu direferensikeun' mah moal kahontal...

Heug weh kumaha dinya...  :)

Salam

Febi
====


__._,_.___

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Mang Aska | 28 Jan 22:38 2014
Picon

Situs Cipeueut - Re: [Urang Sunda] Sasakala asal sada



Wooow hade MJ tulisan teh, kasepuhan Cipaku oge boga teori penciptaan manusa jeung alam semesta xixixi.

Leuwih mirip ka Kanekes Baduy da meureun sarua bagean tina rangkaian Sasaka Domas, 800 Kabuyutan titinggal karuhun dimana lamun di Kanekes aya leuweung tutupanna di Cipaku oge aya disebutna Situs Cipeueut anu kaayeunakeun disebut Situs Aji Putih. Ceuk kolot baheula mah eta ngarana Cipeueut, Panitisan.

Teori Versi Kabuyutan Cipaku mah penciptaan manusa oge alam semesta lir ibarat nyieun gula kawung ceunah hehehe. Matakna cluster kabuyutan Cipaku disebut Lemah Sagandu tina Gula Sagandu tea. Cipeueut nya cai anu nitis, netes, netas tea. Kumaha proses nya nyieun gula kawung, nyakitu mimiti tangkal kawungna/ dahana diteukteuk terus diteungeulan (ieu mirip big bang oge/ prose s ledakan) terus diingkeun nepika netes nira/ cai lahangna terus ditandean. Tah si cai nira ieu kudu buru-2 diolah lamun henteu basi, jadi dipanaskeun dina suhu tertentu henteu panas teuing henteu tiis teuing ceunah mah kudu pas, lamun panas teuing bisi tutung. Geus pas jadi adonan kakarak dicitak dina batok kalapa jadi weh tah anu tadina cai encer dipanaskeun jadi kentel terus dicitak jadi heuras pas diingkeun. Jadi weh gula sagandu tea hehehe.

Tah ceuk Kasepuhan Cipaku mah proses eta kabeh Nu Kawasa Nyiptakeun eta teh kajadianna di Cipeueut eta. Tah ngeunaan asal muasal manusa oge ceunah mah nyakitu ti Cipaku ~ cai jeung paku, cai ~ sperma, jeung paku ~ penis, lingga buana jaya dikasur hehehe. Jadi nya all about cai hehehe. Kitu pon oge Cimanuk matakna lemah sagandu kabuyutan cipaku aya Cipeueut jeung Cimanuk hehehe. Cipeueut tempat panitisan, Cimanuk anu jadi puseurna nyebarkeun manusa kasakumna jagat raya. Ci ~ Cai, Manuk ~ nya Bebel/ Penis hehehe, Lingga Buana tea hehehe.

Nya eta versi Kabuyutan Cipaku anu karuhun baheula ternyata boga pamikiran anu terbuka tepika nyieun teori penciptaan alam semesta jeung manusa sagala hehehe.

Saluyu jeung dicaritakeun MJ dimana titik awal lamun nempo evolusi global na memang tinu Cai hehehe.

Cipeueut, Cipaku, Cimanuk ~ Panitisan, asal muasal sakabehna :D.

Matakna reueus pisan jadi Urang Sunda teu eleh ti Agama Samawi, Agama Urang China, Urang India... Karuhun urang boga way of thinkingna sorangan. Matakna sakuduna ditalungtik tah eta Situs-2 teh diukur carbon datingna Situs Cipeue ut, Leuweung Sasaka Domas Kanekes, Situs di Ciamis, jrrd... Mamang yakin aya 800 Situs Kabuyutan di Tatar Sunda anu baheula boga fungsi anu sarua, intina keur KONSERVASI CAI. No forest, No Water, No Future! Sacred Forest/ Leuweung Tutupan/ Part of Kabuyutan, jadi sabenerna No Kabuyutan, No Water, No Future!!!

Mana nu bener versi teori na wallohualam hehehe... Ngan ku boga pamikiranna oge ceuk Mamang geus Juara hehehe. Tah lamun karuhun urang oge bisa boga pamikiran kitu, naha bet urang-2 jaman ayeuna bet kawengku ku pamikiran-2 anu terbatasnya? Naha urang teu bisa ngembangkeun pamikiran-2 atawa teori-2 eta?

Beda jeung Urang Kulon, cara berfikir rasionalna bisa ngamajukeun maranehna nyiptakeun sistem-2 anu hade jeung bisa dilarapkeun keur kahirupan nana. Matakna urang kulon ayeuna leuwih maju malah aya anu nyebut leuwih islami sagala hehehe. Tah ceuk Mamang Urang Kulon rasional jadi pamikiranna berkembang jeung innopatip oge kreatip antukna ampir ti sagala bidang innopasi ayeuna datangna ti batur. Bangsa urang ngan jadi panongton, kitu pon oge bangsa timur tengah komo arab saudi mah... Asa teu menjat weh dina widang perkembangan ilmu pengetahuan jeung teknologi mah.

Karuhun Urang sabenerna kreatip tempo weh wayang sanajan ceunah eta asalna ti Indihe Ramayana jeung Mahabarata tapi tetep weh karuhun urang kalahka nyaluyukeun ka konsep Tri Tangtu hehehe. Aaaah diolah weh jadi aya SEMAR lengkep jeung padepokanna hehehe. Kaluar deui si Cepot/ Batara Cikal kitu? Si Cepot diciptakeun ku Semar hehehe. Terus si Dawala, kakara Gareng hehehe.

Padepokan Semar eta Kampung Buhun Kabuyutan/ Karesian apanan. Jadi tetep weh Resi : Ratu : Rama xixixi. Dina caritaan Wayang Versi Sunda, Semar teh titisan Dewa Ismaya, Pang Saktina Sajagat Raya xixixi. Malahan Dewa/ Batara Guru oge eleh pan hehehe... Kitu oge dewa anu jahat oge eleh hehehe. Titik Sentral Jagat Raya Aya Di Semar xixixi.
Nuhuuuuns,
Mang Asep Kabayan
www.udarider.com
From: "mang jamal" <jamal <at> itenas.ac.id>
Sender: urangsunda <at> yahoogroups.com
Date: Tue, 28 Jan 2014 16:49:41 +0000
To: <urangsunda <at> yahoogroups.com>
ReplyTo: urangsunda <at> yahoogroups.com
Subject: [Urang Sunda] Sasakala asal sada

 


Biasa ieu mah ngacapruk memeh kerek, ngetik na bb bari lalangkarakan.

Ngadu bako atawa padungdeng soal adam atawa legana sasakala manusa bisa dilegaan ka sasakala sagalana nu tungtungna nya nepi ka sasalaka manusa.

Sasakala alam dunya aya di kitab suci agama samawi atawa agama ibrahin atawa deui agama (ti) timur tengah, nyaritakeun alam dunya dijieun samingguan. Tapi si uing teu apal rincianana.

Sigana sasakala alam dunya ieu di sababaraha tempat/masarakat aya, dikaitkeun jeung kapercayaan masarakatna. Di yunani, akar budaya eropa, jaman dewa-dewa (ngaran dewana dewa zeus tea), nu disebut mitologi tea, Sabagian mangrupa alam pikir hiji masarakat ngeunaan alam dunya nu disebut kosmologi. Pangaweruh hiji masakarat perkara jagat raya. sipatna sasakala, legenda. Nu bisa dijadikeun bahan pikeun indit nalungtik ti jihad paelmuan-saintifik nu rasional make logika.

Nya cara dongeng sasakala atawa disebut oge legenda tangkubanparahu, carita sangkuriang dayang sumbi tea. Ti eta carita kapanggih buktina urut dano bandung purba tea.

Soal sasakala alam dunya, di urang oge aya, persisna di kanekes. Mun cek fisikawan rombongan hawking mah sasakala alam dunya teh ti big bang tea, ujug-ujug aya bitu/ledakan badag, di kanekes baduy mah ti kaayaan suwung, terus (angin meureun) ngagumpal sagede jangjang reungit, ngagedean, nya jadi planet bumi, nu sejen jadi planet sejen deui. Pikeun sakuringeun mah
sasakala eta kitu matak reueus, sabab karuhun sunda boga oge versina.

Nya kumplit jeung sasakala manusa nu sipatna diturunkeun, batara cikal tea di sasaka domas, di gunung kendeng kiduleun kanekes baduy.
Nya batara cikal teh minangka adam versi sunda. Gede kamungkinan di bangsa atawa suku sejen, aya oge sasakala dunya jeung manusa.

Can manggih katerangan (sumberna heureut) kumaha rincianana eta batara cikal van sasaka domas kanekes iturunkeun. Ari timana-manana mah sigana bisa ngarang make alur kosmologi sunda baduy: ti buana alam padang tempat sunan ambu + pohaci. Tempat turuna, sasaka domas, kiduleun kanekes eta pikeun urg kanekes jadi tempat pangsakralna sadunia. Kidul jadi arah suci.

Eta beda jeung kabah di mekah, arah solat. Naek haji minangka napak tilas nabi ibrahim, bapa nu terus nurunkeun , ti dua istri, bangsa arab jeung yahudi (nabi ismail ishak). Ritual utama baduy jarah ka tempat asal mula turunan leluhur munggaran.

---
Mun versi baduy eta dibandingkeun jeung jejer carita adam nya meureun versi adam manusa munggaran dina harti can aya manusa samemehna. Bari Teu indung teu bapa. Adam manusa yatim piatu munggaran saalam dunya, teu asup ripley's atawa guinnes book of record salaku manusa yatim piatu munggaran sabab nu ngaran yatim piatu mah kungsi boga indung bapa. Hehe.
Versi ieu sebut we faith sense.

Carita sasakala Adam versi kang yadi nyaritakeun yen di hiji tribe atawa kumpulan manusa purba (mangkeluk) pangeran milih adam salaku khalifah/pamingpin.

Unikna, cenah aya makam siti hawa di jeddah. Ari makam nabi adam mah duka can kungsi ngareungeu atawa maca (jarang ongkoh babacaanana ge). Sebutan jeddah teh basa arab nu hartina nini. Di urang kecap arab eta nempel dina kecap anak jadah, haram jadah. Anak jadah berarti anak nini. Anak nu lahir di luar kawin sah indung bapana, terus diurus ku nini.

Versi kang yadi sebut we antropological sense. Mere gambaran nu umum ngeunaan kamekaran peradaban/civilisation.
Versi ieu si uing boga versi hipotesis tjap ngarang via novel hehe.

--
Saterusna nu urang geus arapal, dicaritakeun yen nabi diutus ka hiji masyarakat ti bangsana/sukuna/tribena. Ti katerangan ieu mekar pamikiran yen bisa jadi aya nabi di china, saha tea cenah kong hu cu kitu. Boa budha ge sarupaning nabi.

Model kitu sarimbag jeung muhammad di bani/tribe quraish bangsa arab nu dijadikeun nabi/rasul di qures arab nu jahiliyah. nya terusna jadi khalifah dugi ka pupusna. Diteruskeun ku opat sahabatna. Kekhalifahan jaman nabi ieu asana disebut madani tea.

Konsep kanabian sarua: diturunkeun pikeun ngahadean ahlak hiji umat (tribe, suku, bangsa). Salaku nabi/rasul pamungkas muhammad saw oge kitab sucina, pikeun manusa sadunya. Katerangan pikeun manusa sadunya tangtu versi islam. Da sanajan jelas (cenah) di injil aya keterangan nabi isa diutus pikeun jadi "tukang angon domba-domba" yahudi, tapi disebarkeun oge ka dunya, sawareh nebeng kolonialisasi.

Mun ngulampreng ka museum geologi mah asal mula kahirupan teh ti sel tunggal cenah. Sel tunggal jadi dua, jadi tilu jadi jutaaan. Ti dinya jutaan taun alam robah lalaunan-evolusi nya puncakna manusa.

Is uing boga hipotesis wadul, mahluk asalna ti cai. Make preseden jabang bayi nu dikeueum di ketuban 9 bulan. Tah mahluk baheula mah di laut. Evolusi sawareh bari pindah ka darat jadi mahluk darat. Bisa jadi patali jeung parobahan planet ti jaman es, jst.

Geus ah da asal sada, hehehe


Powered by du'a indung bapa



__._,_.___

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
nondi mawardi | 28 Jan 07:53 2014
Picon

KHALIFAH FILARDHI

Khalifah
Bangunlah, 
hembuskan hidup yang baru, 
pada segenap jiwa yang hidup,
Bangkitlah,
nyalakan semangat orang yang bernyawa,
Bergegaslah,
langkahkan kakimu dijalan-Nya,
Gembiralah,
singkirkan kesedihan,
lepaskan ketakutan dan deritamu,
Mendekatlah,
kenalkan dirimu dan berdendanglah dengan puisi khafilah,
Hampirilah,
bunyikan genderang di dadamu,
nyalakan cintamu dengan nyala api suci membara,
Memohonlah,
mainkan musik-Nya nan merdu dan bernyanyi bersama lagu surga, 
Bersatulah,
jadilah bagian-Nya dan singkapkan misteri diri,
Dengarkanlah,
"Kini Aku pertontonkan rahasia-Ku dan jadilah khalifah-Ku"
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

------------------------------------

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/

[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]Yahoo Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    Baraya_Sunda-digest <at> yahoogroups.com 
    Baraya_Sunda-fullfeatured <at> yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    Baraya_Sunda-unsubscribe <at> yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo Groups is subject to:
    http://info.yahoo.com/legal/us/yahoo/utos/terms/

Mang Aska | 28 Jan 02:34 2014
Picon

Adam Khalifah Munggaran - Re: [Urang Sunda] Kang Yadi tumaros deui



Woooow hade pisan yeuh diskusi Kang Yadi sareng Bah AA :). Resep nengetan nana, logika Mamang oge asa nyambung jeung ulasan Kang Yadi euy.

Sangeusna nengetan eusi Al Qur'an memang teu manggih kecap anu nyebutkeun yen Adam teh manusa munggaran tapi khalifah munggaran :).
Nuhuuuuns,
Mang Asep Kabayan
www.udarider.com
From: bas min <basminaa14 <at> gmail.com>
Sender: urangsunda <at> yahoogroups.com
Date: Tue, 28 Jan 2014 07:08:02 +0700
To: <urangsunda <at> yahoogroups.com>; <kisunda <at> yahoogroups.com>
ReplyTo: urangsunda <at> yahoogroups.com
Subject: [Urang Sunda] Kang Yadi tumaros deui

 

Bah AA nu dipihormat,

Nuhun tos ngomentaran, rupina badungdeng ngeunaan Adam dikawitan deui.

Sateu acan kuring lajeng, aya sababaraha hal nu ku kuring dijadikeun
dasar, atanapi asumsi. Di antawisna nyaeta;
1. Kuring percaya yen sunatullah teu pernah robah.
2. Alquran moal salah, ayat-ayatna moal aya nu tojaiyah, samalah bakal
silih ngadukung. Pami aya nu tojaiyah, PASTI nu ngahartikeunanana nu
salah.
3. Alquran sanes buku pelajaran biologi nu ngagambarkeun perkembangan
asal muasal kahirupan jasmani, tapi Alquran mangrupa pelajaran
karohanian. jadi Alquran teu ngatur atawa teu nyaritakeun awal manusa
munggaran sacara jasmani tapi nyaritakeun awal perkembangan KAROHANIAN
manusa.

Asumsi ieu sanes tampa dasar. estu dumasar tina Alquran sorangan.
Sunatullah teu robah, aya dalilna. Alquran moal salah jeung moal
dibatalkeun ku ayat sejenna, aya dina ayat laa roiba fiihi huda lil
mutaqiin (moal aya karaguan di jero Alquran, pituduh pikeun jalma nu
takwa). Atuh kitu deui Alquran teu ngatur asal muasal manusa munggaran,
cobi we pilari, naha aya disebat Adam manusa munggaran? Nu aya disebat
Adam salaku KHALIFAH! Naon ari khalifah teh? Khalifah teh dina
pangartian agama, salaku pamingpin karohanian. jadi pami disebut
pamingpin pinasti aya nu dipingpinna.

Komentar Bas Min : Khalifah di muka bumi sanes mimpin wungkul MANUSA, tapi mimpin sagalana. Kalebet sareng sanes kanten nu aya di alam dunya mungkin langkung ti kitu nya eta alam semesta dikelola ku Adam sareng turunanana. Kang Yadi di na hal ieu ngawatesan ukur mingpin manusa wungkul

Ningali kaabotan-kaabotan bah AA nu kaunggel dina patarosan di handap
ieu, kagambarkeun kumargi Bah AA masih kabeungkeut ku ugeran yen Adam
diturunkeun di sawarga dina harti tempat nu jadi hadiah atawa imbalan
pikeun jalma-jalma nu iman satos ngajalanan hirup. Tah dina hal ieu ge
tos mungpang tina paugeran, Adam tacan naon-naon tos ditempatkeun di
sawarga, pan hal eta kaluar tina ugeran. teras deuih, cobi pilari dina
ayat Alquran nu netelakeun Adam salaku manusa munggaran. Teu aya!
Sarengna deui bah AA, kajebak ku kecap "jannah", padahal hartos jannah
sanes bae sawarga tapi panan tiasa dihartoskeun ku 'kebon". Pami bade
keukeuh, nya sumangga teu aya nu maksa, tapi panginten moal aya
tungtungna. Tips ti kuring, cobi pami bade nyandak hiji hartos kedah
diuji ku ayat sanesna, naha tojaiyah teu sareng ayat sanesna. Contona
bae, pami jannah disebat sawarga, teras disebat Adam 'diusir" kaluar ti
sawarga. naha teu tojaiyah sareng ugeran nu aya (sunatullah) yen HARAM
sing saha bae nu tos lebet sawarga kaluar deui.

Bas Min Komentar : Alhamdulillah, sim  kuring ngahartoskeun jannah ayeuna moal sawarga; tapi hiji tempat di jagat raya ieu salian ti ardhi, nu pinuj ku barokah. Tah Adam teh kaluar ti eta planit dipindahkein ka ardhi ( earth )

Salajengna Bah, nabi teh pasti diturunkeun pikeun ngabeberes kayaan
ummat nu harita keur harengheng. mangga tataan hiji-hiji, sadaya nabi
ditugaskeun pikeun memeres kaayaan ummatna nu keur teu baleg, teu iwal
ti nabi Adam as!

 

Komentar Bas Min : Ari Adam mah nu mitembeyan ngajar manusa supaya kalakuanana sarae , harideng. Tah eta tugas utama Adam teh. Bari mengelola alam/ Hablum minallah, hablum minnan nash, wa hablum minal alamiin.

Tapi sanaos kitu, mangga kuring bade nyoba ngajawab.  Nuhun pisan

> YADI supriadi wendy yadi <at> bdg.pacific.net.id [1] via
> [2] yahoogroups.com [3] 

 

 



__._,_.___

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Ki Hasan | 26 Jan 06:10 2014
Picon

Neangan Bacaeun Nu Ngeunah Macana?



Nengetan padungdengan di milis, ti taun ka taun teh, asa taya robahna. Kitu we ukur hoghag jiga dina kotak cetingan. Cing ronjatkeun atuh ajenna tulisan teh ngarah kahartieun ku nu maca. Ngarah kaciri tulisan teh beunang mikir heula, lain ukur popokrolan. Aya hadena jigana mun kieu: Kang Yadi nulis artikel sakaca mah nu aya bacaeunana. Tah nu lian, mikir heula, keur bantahan atawa pangrojong kana tulisan teh, nulis deui dina wangun artikel. Ari ukur sabaris, dua baris komentar mah, da kalah lieur nuturkeunana. Hehehe 


__._,_.___

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Mang Aska | 26 Jan 03:38 2014
Picon

Re: Teori Evolusi dina Perspektif Integrasi Agama jeung Sains



Samentaun ngiring ngaregepkeun heula para senior anu luhung elmu keur ngetrukeun elmuna xixixi.

Lajeungkeun ah keun wae ulah wara sieun salah atawa benerna da ieu mah paguneman dina wanda milis alias ngacapruk bin ngawadul tea hehehe.

Sok mangga kaluarkeun atanapi ketrukeun hipotesis-hipotesisna lir ibarat jelema lolong tea nyekelan gajah... Tah pan ari loba pamandangan mah jadi apal anu pasti mah kudu terbuka jeung ulah prejudice heula ka pendapat naon wae oge hehehe.

Meureun kutang, eeeh ketang :).

Bogor alhamdulillah cerah euy.
Nuhuuuuns,
Mang Asep Kabayan
www.udarider.com
From: Ahmad Dimyati <ahmaddimyati792 <at> yahoo.com>
Sender: urangsunda <at> yahoogroups.com
Date: Sat, 25 Jan 2014 18:10:02 -0800 (PST)
To: urangsunda <at> yahoogroups.com<urangsunda <at> yahoogroups.com>
ReplyTo: urangsunda <at> yahoogroups.com
Subject: [Urang Sunda] Teori Evolusi dina Perspektif Integrasi Agama jeung Sains

 

Walah geuning beuki rame perkara evolusi teh. Bari asa hariwang, asa paburencay jeung pabaliut teuing peta pikirna, teu kawengku ku kamampuan urang.......eh....... ku kamampuan kuring. (Kang Willy pinter pisan milari topik nu hangat. Hanjakal kang Rahman teu acan ancrub. Meureun beuki rame pisan mun kang R aya mah. Kamana kang R nya? Keur ngahodhod katirisan meureun di Wassenaar? Eh asana geus pindah nya?).
Si kuring mah da konsisten ti taun-taun mangkuna heubeul ge yen perlu jeung kudu bisa ngaintegrasikeun elmu pangaweruh jeung agama teh. Sababaraha pihak geus berinisiatif dina usaha ieu, bari aya klasifikasi: nu ngaintegrasikeun agama terorganisir (Islam, Kristen, Yahudi, Hindu, Budha) jeung sains jeung nu nagintegrasikeun spiritualitas (teu kudu make agama terorganisir) jeung sains. Tangtu aya oge nu hayang keukeuh di dunyana masing-masing (agama, spiritualitas, sains) teu hayang nyampur adukkeun. Asana taun-taun mangkukna mah, kang Willy jeung kang Rahman kaasup ka golongan ieu. Lolobana pihak sigana resep di comport zone siga kieu......he he he......
Si kuring masih keukeuh oge dina usaha rek ngadumaniskeun agama (terorganisir, Islam) jeung sains. Di abad 8-16 Masehi hal ieu bisa karandapan (tingali gawe Jim Al Khalili, cenah atheis blasteran bapa Syiah Irak jeung indung Protestan Inggris jeung Ehsan Masood nu bisa diakses di internet minangka mitembeyan kana pemahaman ngeunaan ieu).
Ti awal si kuring boga pamadegan yen pikeun ngahontal eta tujuan teh kudu make alat nu paripurna, lengkep, masagi boh tina sisi agamana, boh tina sisi elmu pangaweruhna. Meureun keur kuring mah ngigelan masalah evolusi oge kudu diteundeun dina perspektif integrasi agama jeung sains. 
Kabeneran kuring ge keur nyusun tulisan leutik perkara Gagasan Integrasi Walah geuning beuki rame perkara evolusi teh. Bari asa hariwang bisi paburencay teuing peta pikirna, teu kawengku ku kamampuan urang.......eh kuring. (Kang Willy pinter pisan milari topik nu hangat. Hanjakal kang Rahman teu acan ancrub. Meureun beuki rame pisan. Kamana kang R nya?)
Si kuring mah da konsisten ti taun-taun mangkuna heubeul ge yen perlu jeung kudu bisa ngaintegrasikeun elmu pangaweruh jeung agama teh. Sababaraha pihak geus berinisiatif dina usaha ieu, bari aya klasifikasi: nu ngaintegrasikeun agama terorganisir (Islam, Kristen, Yahudi, Hindu, Budha) jeung sains jeung nu nagintegrasikeun spiritualitas (teu kudu make agama terorganisir) jeung sains. Tangtu aya oge nu hayang keukeuh di dunyana masing-masing (agama, spiritualitas, sains) teu hayang nyampur adukkeun. Asana taun-taun mangkukna mah, kang Willy jeung kang Rahman kaasup ka golongan ieu. Lolobana pihak sigana resep di comport zone siga kieu......he he he......
Si kuring masih keukeuh oge dina usaha rek ngadumaniskeun agama (terorganisir, Islam) jeung sains. Di abad 8-16 Masehi hal ieu bisa karandapan (tingali gawe Jim Al Khalili, cenah atheis blasteran bapa Syiah Irak jeung indung Protestan Inggris jeung Ehsan Masood nu bisa diakses di internet minangka mitembeyan kana pemahaman ngeunaan ieu).
Ti awal si kuring boga pamadegan yen pikeun ngahontal eta tujuan teh kudu make alat nu paripurna, lengkep, masagi boh tina sisi agamana, boh tina sisi elmu pangaweruhna. Meureun keur kuring mah ngigelan masalah evolusi oge kudu diteundeun dina perspektif integrasi agama jeung sains. Teu anggeus-anggeus da unggal poe manggihan sumber informasi anyar nu karasa kudu diakomodasikeun kana eta tulisan. Padahal kahayang mah nulis teh nu pondok wae, tapi strategis sifatna. 
Keur mairan nu padungdengan perkara teori evolusi tea, kuring rek nyutat tina bahan nu keur ditulis tea. Kieu (punten dina bahasa mamalayuan, da dirancang keur balarea sabangsa):
Ada beberapa opsi bagi manusia dalam bersikap atas ungkapan wahyu di dalam Al Quran dan As Sunnah ketika dibandingkan dengan ungkapan hasil penelitian.
  1.          Menolak teori sains dengan tafsir Al Quran dan As Sunnah. Misalnya penolakan sebagian cendikiawan muslim atas teori evolusi Darwin karena tidak sesuai dengan ayat Al Quran tentang penciptaan Adam. 
  2.     Menolak ayat Al Quran dan As Sunnah atau tafsirnya yang tidak sesuai dengan temuan sains. Misalnya penolakan konsep penciptaan Adam sebagai manusia pertama, karena tidak sesuai dengan teori evolusi.
  3.     Mengkonfirmasi teori sains atau temuan hasil penelitian dengan tafsir Al Quran dan As Sunnah. Misalnya mengkonfirmasi temuan hasil penelitian tentang masa perkembangan embrio manusia karena sesuai dengan uraian Al Quran dan Sunnah. Kiprah Thomas Jamaluddin dkk  yang mengkonfirmasi teori penciptaan alam semesta patut dikategorikan ke dalam usaha ini (Sihoreng kasus embrio manusa mah bisa kaasup kategori no 5, mun bener info di internet).
  4.      Mencari kandungan makna Al Quran dan As Sunnah yang menjadi motivasi kajian ilmiah. Banyak ayat Al Quran dan uraian hadits Rasulullah yang menganjurkan penggalian ilmu pengetahuan, menggunakan akal pikiran, dan meletakkan orang berilmu pada derajat yang lebih tinggi.
  5.     Mencari kandungan makna Al Quran dan As Sunnah yang menjadi inspirasi kajian ilmiah. Belum banyak dilakukan? (Ieu nu keur diusahakeun migawena ku kuring. Ari heg teh kuring ge manggih cenah ilmuwan Arab geus ngasongkeun ayat Quran ngeunaan perkembangan janin ka ahli embriologi Inggris nu terus nalungtik di laboratoriumna. Hasilna temuan manehna cocok jeung makna Al Quran).
  6.    Menggunakan sains sebagai alat untuk merumuskan detail teknis makna Al Quran dan As Sunnah. Misalnya menguraikan arti “tujuh lapis langit” dengan penemuan mutakhir di bidang astronomi dan kosmologi. (Kuring ge keur nyobaan neangan makna Basmalah ku elmu pangaweruh kuring, oge makna al Fatihah jeung Albaqarah ayat 255 atawa ayat Kursi tea).
  •      Ceuk kuring mah nu diperlukeun ayeuna ka hareup nu mangpaat keur peradaban manusa, nyaeta alternatif nu kalima jeung kagenep. Tapi sandaranana tetap kudu tafsir nu make elmu alat tafsir nu geus jadi pakem. Nya bisa wae make metode nu (rada) inovatif tapi kudu bisa dipertanggungjawabkeun ka para ahli tafsir nu standar tea. Tah mun kang Yadi jeung kang Basmin nganggo ieu cepengan, meureun moal paburencay jeung pabaliut teuing. Meureun kitu ge..........
Nu kabaca ku kuring, aya sababaraha hal nu geus jadi pakem:
1. Manusa pertama nyaeta Adam diciptakeun ku Gusti Allah tina taneuh lemes atawa saripatina, memang "siga" nyieun keramik. (Tapi mesin jeung proses keramik siga kumaha? ieu catetan ti pemahaman kuring).
2. Sakumna manusa nu aya ayeuna eta kabeh turunan Adam jeung Hawa. (Mun dina elmu genetik mah, meureun Adam jeung Hawa miboga heterosigositas maksimal nu bisa kapimilik ku jelema, turunanana bisa beragam pisan. Anak-anak Adam generasi paling awal dikawinkeun di antara maranehna, tapi melalui pemilihan supaya teu terjadi inbreeding).
3. Adam dibere elmu pangaweruh nu teu dibikeun ka para malaikat, ieu nu ngonjoykeun Adam batan para malaikat, nu matak malaikat diparentah kudu nyembah ka Adam. Cenah didieu onjoyna Islam batan Kristen; di Islam Adam dibere heula elmu pangaweruh, diusirna ka dunya lain ku sabab boga pangaweruh tapi ku sabab kagoda jeung katipu ku Iblis, (Meureun bari teu make elmu pangaweruhna); sedengkeun di Kristen Adam diusir ka dunya ku sabab ngadahar buah pangaweruh.
4. Adam diusir ti sawarga, ka dunya, engke balik deui ka sawarga. (ceuk teori atawa hipotesis spekulatif ceuk kang R mah, aya loba jagat raya atawa multiple universe, mungkin salah sahijina jagat raya nu karakterna nyaeta sawarga tea. Aya sabaraha sawarga? Anging Alloh nu Mahauninga).

Cag sakitu heula.

Salam baktos;

AD


__._,_.___

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Gmane