Picon

Barade minyaaaak



info anu hade ngeunaan miminyakan... loba anu mikir lamun harga minyak turun anu sangsara amrim tapi geuning teu kitu pangusaha na anu rugi tapi ari rahayat na mah untung hehehe.

Loba diuntungkeun ku kaayaan harga minyak murah geus kitu asana bah Willy baheula kungsi nyarita yen memang teknologi berkembang artina loba teknologi anu hemat energi :)

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com

---------- Forwarded message ----------
From: "Rovicky Dwi Putrohari rovicky <at> Gmail.com [IndoEnergy]" <IndoEnergy <at> yahoogroups.com>
Date: Jan 7, 2015 10:26 PM
Subject: [IndoEnergy] Bagaimana kalau harga minyak anjlok 20$/bbl ?
To: "Indoenergy" <indoenergy <at> yahoogroups.com>, "Migas_Indonesia <at> yahoogroups.com" <Migas_Indonesia <at> yahoogroups.com>
Cc:

 

Bagaimana kalau harga minyak anjlok 20$/bbl ?

Posted on 7 Januari 2015 by Rovicky |

Sampai berapa ? How low can you go ?

Bagaimana kalau harga minyak 20$/bbl ?

Salah satu artikel yang saya baca dari media bisnis di UK mengatakan bukan hal yang tidak mungkin harga merosot hingga 20$. karena kitapun pernah mengenyam harga itu dan semua masih berjalan. Lihat periode 1980-2000 dengan kisaran 20$/bbl.

Ada yang menganggap anjloknya harga minyak ini akan menjadikan krisis moneter global. Karena banyaknya negara yang tergantung dari harga minyak. Namun pada kenyataannya menurut perhitungan ahli-ahli economist Oxford justru sebaliknya. Pertumbuhan ekonomi global justru akan meningkat rata-rata 0.5% dari biasanya.

Ini akan menolong pemerintahan Indonesia yang diperkirakan akan membesar 0,1-0,2% karena efek harga 40$/bbl, dibandingkan bila harga minyak 84$/bbl. Tentusaja kalau Indonesia mampu memanfaatkan hal ini dengan cerdas ! Harga murah harus dimanfaatkan bener-bener bahwa minyak ini sebagai ENERGI, bukan sekedar komoditas. Harus menggerakkan roda ekonomi. Harus mampu menggerakkan mesin-mesin produksi.

Mengapa Indonesia diperkirakan hanya sedikit naik ? Mungkin karena “mesin produksi” Indonesia ini memiliki elastisitas energi yang rendah. Jadi kurang mampu memanfaatkan energi untuk berproduksi.

Gambaran dunia kita bila harga minyak 40$. Dampak pertumbuhan GDP pada harga minyak yang berbeda harga minyak 40$ dibanding 84$.

Amerikapun suka cita dengan hal ini !.

Tidak sedikit yang mengira anjloknya harga minyak ini akan mematikan Amerika ketika usaha shale gas dan shale oilnya colaps. Dan memang benar barangkali yang terpukul adalah “pengusaha” minyak. Tetapi secara umum rakyat Amerika akan mengambil keuntungan lebih besar dengan pertumbuhan ekonomi bertambah GDPnya 0.7%, jauh diatas dampak positip dari Indonesia. Jadi jangan terburu-buru menganggap bahwa industri minyak ini didominasi Amerika dan akan membuat Amerika merana dengan anjloknya harga minyak.

Harapan positip ini khususnya akan dirasakan oleh negara-negara yg selama ini mengimpor minyak. Negara pemenang utamanya diperkirakan Pilipina yang mengambil untung hingga pertambahan GDP diatas 1.5%  Tentusaja negara-negara OPEC adalah negara yang “terkorban” bila harga anjlok menerus. KArena pendapatan negara ini dari minyak.

Skenario energi murah.

Ini hanya satu skenario bila anjloknya harga minyak ini berkepanjangan. Yang dapat saja terjadi dengan melihat fakta musim dingin kali ini tidak sedingin sebelumnya, dan walau musim dingin harga minyak tetep merosot tak terolong. Dan dalam jangka panjang IEA pernah menyebutkan bahwa gas yang ada di dunia ini mampu memberikan “energi” untuk semua dibumi ini selama 200 tahun. Juga energi efisiensi semakin tinggi dengan melihat fakta penerima nobel tahun ini adalah penemuan lampu LED yang mampu menghemat energi 1/10 energinya dengan lebih hemat biaya.

">:-( : “Pakde, Kalau begitu eksplorasi minyak tidak perlu lagi ?”

:-D “Kata siapa ? Ingat, prediksi itu seringkali salah. Tapi yang tidak mempersiapkan yang akan merugi”

Tulisan terkait :

--
"Kebanggaan sejati muncul dari kontribusi anda yang positip".


__._,_.___
Posted by: Mang Aska <dkabayan <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

Yuddy Chrisnandi Ikut Soroti Masalah Sosial Jatigede, Potensi Bencana? [3 Attachments]

[Attachment(s) from Mang Aska included below]

Alhamdulillah semakin banyak pejabat yang berkunjung ke Jatigede Sumedang namun tetap masalah yg diangkat masih seputar dampak sosial saja/ ganti rugi padahal sebenarnya Jatigede menyimpan banyak masalah yg jauh lebih penting diantaranya yg paling penting adalah Potensi Bencana Jebolnya Bendungan yg akan menghancurkan Industri Strategis dihilir bendungan seperti Indocement, Kilang Balongan, PLTU, dll.

Potensi Bencana Geologis akan ditimbulkan oleh Aktifnya Sesar Baribis, Sesar Baribis ini menurut Kang Endih Alumni IPB unik ternyata bentuknya tidak memanjang tapi melingkar membentuk seperti Cawan, kalau diperhatikan mirip dengan Kepiting (Keuyeup: Bahasa Sunda). Secara kasat mata bisa dilihat daerah Jatigede sangat labil sering ditandai dengan terjadi longsoran, amblesan, dll. Bisa dilihat secara kasat mata adalah kondisi jalan hotmix yang selalu saja rusak parah bukan lagi berlobang tapi amblas, begitu juga bangunan.

Potensi Bencana ini secara kearifan lokal sudah teramalkan dalam Uga Resi Haji Aji Putih 672M, yang menyampaikan Jatigede apabila digenangi akan "ngahudangkeun keuyeup bodas anu bakal ngabobol bendungan"/ membangunkan kepiting putih (sesar baribis) yang akan menjebol bendungan. "Cipelang Cikamayangan, Cimanuk Marigi Deui, Bandung Heurin Kutangtung, Sumedang Ngarangrangan, Kadipaten Kapapatenan, Cirebon Kabongbodasan, Tomo Totolomoan, Warung Peti Tempat Mayit, Ujung Jaya Ujung Kajayaan, Sukapura Ngadaun ngora, Galunggung Ngadeg Tumenggung".

Cipelang adalah sungai didaerah ujungjaya pantura yang akan kebanjiran, Cimanuk akan kembali sperti semula tidak dibendung, Bandung akan menjadi sempit sesak mungkin karena banyak pengungsi, Sumedang banyak hambatan/ bencana, Kadipaten/ Majalengka banyak yang meninggal dunia, Tomo tersapu habis, Daerah Warung Peti akan menjadi tempat pengumpulan mayat, Ujung Jaya menjadi Ujung Kejayaan, Sukapura akan bangkit, dan Galunggung akan melahirkan pemimpin2.

Presiden Jokowi hendaknya Arif Bijaksana dalam melangkah jangan sampai Keputusan yang dibuat malah menimbulkan bencana, alih2 Jatigede mendapatkan manfaat tapi malah menimbulkan bencana dahsyat. Volume Jatigede 1000x Situ Gintung silahkan dihitung saja potensi bencana yang terjadi apabila Jatigede Jebol apalagi Daerah Majalengka, Indramayu, Cirebon sekarang termasuk padat banyak Industri Strategis disana ada Bandara Kertajati, Kawasan Industri Cirebon, Indramayu, & Majalengka Industri besar ada Indocement, Kilang Minyak Balongan, PLTU, dll. Berapa kerugian yang bisa ditimbulkan kalau Tsunami 1 Milyar m3 menyapu bersih kawasan tersebut?

Terlampir Article di Kompas yang membahas Jatigede Rawan Ambrol dan analisa DPKLTS tentang Sesar Baribis.

Info dari rekan Konsultan PU bahwa sondir tanah nya pun banyak karangan sehingga mengerikan apabila benar2 Jatigede digenangim

Yuddy Chrisnandi Ikut Soroti Masalah Sosial Jatigede
Selasa, 6 Januari 2015 22:18

Sumber: http://jabar.tribunnews.com/2015/01/06/yuddy-chrisnandi-ikut-soroti-masalah-sosial-jatigede

TRIBUN JABAR/DEDDI RUSTANDI
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi terlihat diampingi Bupati Sumedang, Ade Irawan sedang menerima keluhan masyarakat seusai mengunjungi bendungan Jatigede, Selasa (6/1/2015).
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Deddi Rustandi

SUMEDANG, TRIBUN - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi mengunjungi bendungan Jatigede, Selasa (6/1/2015). Meski Kemenpan RB tidak berkaitan secara langsung dengan persoalan bendungan namun sebagai putra Jawa Barat, dirinya sangat tersentuh dengan persoalan yang terjadi di Jatigede.

“Sebagai warga pituin Jawa Barat ya harus tahu persoalan yang ada di Jawa Barat,” kata Yuddy, Selasa (6/1/15).

Yuddy meminta Pemkab Sumedang dan Samsat Jatigede menyelesaikan masalah sosial Jatigede dalam waktu dua bulan.

“Dalam waktu dua bulam masalah sosial bisa dituntaskan. Perhatikan rasa keadilan dan bangun empati kita kepada rakyat, tanpa mengesampingkan aspek hukum," kata Yuddy.

Pemerintah, terang dia, memiliki uang untuk membangun segala fasilitas dan prasarana penunjang perekonomian masyarakat dari hasil penghematan, baik dari kompensasi pengalihan subsidi BBM, maupun penghematan-penghematan lainnya yang dilakukan pemerintah.

"Kompensasi jangan sampai kurang, jangan ragu untuk memberi lebih. Pemerintah memiliki anggaran, asalkan akuntabel," katanya.
Pembangunan Bendungan Jatigede sudah menghabiskan dana 5 triliun ini tinggal menunggu penggenangan saja. Pembangunan fisik sudah mencapai tahap 99 persen tetapi belum bisa difungsikan karena masih terkendala permasalahan sosial yakni pembebasan lahan dan pemindahan penduduk. (std)

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com



__._,_.___

Attachment(s) from Mang Aska | View attachments on the web

2 of 2 Photo(s)

1 of 1 File(s)

Posted by: Mang Aska <dkabayan <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

Re: [Urang Sunda] Tumaros alamat situs aji putih [5 Attachments]

[Attachment(s) from Mang Aska included below]

Bagea Kang Eri,
Hanupis Kang Eri sudah tertarik tentang Situs Aji Putih Kabuyutan Cipaku... Ti Jakarta kalau mau ka Situs Cipeueut Aji Putih gampang pisan ada beberapa cara:

1. Backpacker
Kalo Backpacker dari Jakarta hanya 2 x naek kendaraan sajah, pertama naek Bus dari Terminal Kampung Rambutan nama Bus nya MS ~ Medal Sekarwangi, Bus Besar Ekonomi AC ngambil jurusan Sumedang Wado, dalam satu hari biasanya satu kali trip. Berangkat sekitar jam 10 - 11-an dari Kampung Rambutan. Nah nanti setelah melewati Kota Sumedang bilang ke Keneknya atau Sopirnya turun di Cikawung bilang mau ke Kabuyutan Cipaku, semuanya pasti pada tahu hehehe. Nanti diberhentiin di Cikawung dari sana sudah terlihat deretan tukang Ojeg, kantun naek Ojeg sajah sekitar 3Km tarif sekitar 15.000,- bilang saja mau ke Cipaku Situs Cipeueut, nanti pasti akan diantarkan.

Kalau misalnya ngak dapat Bus MS nanti cari Bus yang ke arah Sumedang, banyak ada Bus MGI ke arah Cirebon dll pastikan jangan yang lewat pantura tapi yang lewat Sumedang :). Nanti dari terminal Sumedang tinggal cari angkot ke Arah Wado :).

Tarif Bus Jakarta Sumedang dulu mah 50rb, sudah cukup lama mungkin sekarang sekitar 70.000-an xixixi.

2. Kendaraan sendiri
Kalo kendaraan sendiri gampang banget tinggal masuk tol Cipularang exit Cileunyi nanti ambil arah Plang ke Sumedang, nah setelah sampai Kota Sumedang nanti ikuti Plang arah ke Wado/ Malangbong Jalur Alternatif ke Tasik :). Sekitar 20 Km-an dari Kota Sumedang. Patokan untuk masuk ke Kabuyutan Cipaku nya. Dari Kota Sumedang nanti akan melewati beberapa Kecamatan ada Kecamatan Ganeas, Lalu Situraja, lalu Cisitu nah masih terus nanti ketemu tanjakan terjal di puncaknya ada Plang di sebelah kanan Makam Prabu Tajimalela Situs Gunung Lingga (itu Putra Resi Aji Putih) pendiri Kerajaan Sumedang Larang Abad ke-7. Nah masih terus ikuti turunan saja sekitar 2km dari sana nanti ketemu Alfamart di sebelah kanan :) jalanan turunnya mulai landai pelan-2 saja, nanti ketemu simpangan kekiri nama kampungnya Cinawing masih terus sekitar 200 meter ada Simpangan berikutnya ke kiri dan ada Plang Makam Cipaku berwarna putih sudah agak kusam belum sempet Mamang ganti euy :(. Itu namanya simpang Cikawung tinggal masuk belok kiri dan ikutin jalan besar nanti akan melewati beberapa kampung dengan diapit hamparan sawah ada Kampung Karang Pakuan yang merupakan "Baduy Luar"-nya Kabuyutan Cipaku :).

Nah sekitar 3kman jalan kampung nanti ketemu Pertigaan ada Plang SDN Cipaku nanti belok kanan... ada hamparan sawah di sebelah kanan terlihat rimbun HUTAN LARANGAN Kabuyutan Cipaku nah itulah Situs Cipeueut Aji Putih, Hutan itu kurang lebih seluas 5 Ha yang sangat terjaga karena merupakan Hutan Larangan yang mengambil rantingnya saja tidak boleh hehehe. Sangat sakral bagi Masyarakat Kabuyutan Cipaku, disebelah kiri deket sawah nanti ada Warung nah tinggal titip mobil aja di sekitar sana :). Aman kok ... Kabuyutan Cipaku Kampung Paling Aman sejagat raya xixixi. Bilang aja temennya Mang Asep Kabayan kalo ada apa-2 mah hehehe.

Di dalam Hutan Larangan Situs Cipeueut yang kalau di Baduy mah disebut Leuweung Sasaka Domas ada beberapa Obyek yang menarik:
1. Punden Berundak Aji Putih dengan rangkaian undakan 5 : 3 : 1, Panca Tri Tunggal itu Simbol Monotheismeu Nusantara Purba yang sudah ada sejak jaman pra sejarah, Masyarakat Kabuyutan percaya bahwa manusia pertama berasal dari sana :). Panca Tri Tunggal artinya 5 ~ Papat Kalima Pancer :)/ panca indra lah... 3 artinya 3 alam (alam kubur, alam manusia, dan alam kahyangan) dan 1 batu berbentuk Alif adalah Simbol Tuhan Yang Maha Esa di puncaknya... jadi Leluhur Kabuyutan Cipaku mempercayai bahwa di Kahyangan ada Tuhan Yang Maha Esa yang bersemayam yang mengatur alam semesta ini :).

2. Makam Kuno yaitu Kuburan Resi Aji Putih dan Istrinya Dewi Inten Nawang Wulan :).

3. Sumur Cikahuripan, sumur kuno yang airnya selalu penuh walopun kemarau panjang.

4. Hutan rimbun dengan pohon-2 segede gaban dengan keaneka ragaman hayatinya + ada 3 monyet penunggu disana :).

5. Sungai Cibayawak yang alami dan suaranya membikin adem.

6. Fasilitas yang ada disana:
- MCK / Toilet namun harus nimba / pake kerekan hehehe.
- Tajug/ Mushola
- Saung untuk beristirahat
- Warung sederhana pengelola disana untuk pesen kopi, teh, dll.

Nah kalau ingin menginap disana gampang sekali bisa menginap di Situs Cipeueut di Saungnya siapin Sleeping Bag saja :)... atau bisa juga Home Stay di Rumah Warga Masyarakat sana sambil menikmati menginap di Rumah Adat Panggung Khas Kabuyutan Cipaku :).

Temen Mamang Neng Ramala Sabtu Minggu kemarin tanggal 3-4 Januari 2015 berlibur disana bersama temen-2nya :). Bosen kan liburan di hotel atau tempat-2 yang begitu-2 sajah... naaah alternatif liburan mengenalkan anak- anak/ keluarga kepada alam dan kampung agraris yang SELF SUSTAINED ya datang ke Kabuyutan Cipaku yang sudah ada sejak jaman pra sejarah. Sekarang banyak juga Kampung Budaya Karbitan di Jabodetabek tapi SOUL-nya beda ya... karena mereka ARTIFICIAL sedangkan Kabuyutan Cipaku mah ORIGINAL/ GENUINE... dan kelebihan Kabuyutan Cipaku bisa diakses oleh kendaraan SEDAN beda misalnya kita kalau ke Ciptagelar atau Baduy yang harus kendaraan 4x4 karena beada di Puncak Gunung :). Kabuyutan Cipaku mah berada di Lembah Lemah Sagandu Sungai Cimanuk yang mana Peradaban Sungai Cimanuk Lemah Sagandu menurut Kang Yusuf Maulana mah lebih dari Sungai Efrat Tigris :). Disebutnya The Valley of The King.

Untuk biaya home stay-nya Masyarakat disana tidak mentarif hehehe bagi mereka kewajiban untuk menerima tamu :). Kalau Mamang biasanya home stay di kasepuhan Ciptagelar itu pas pulang nanti ngasi pengganti uang lauk pauk aja, besarnya mah seikhlasnya kita. Oh ya kita nginepnya di Rumah Panggung yang beralaskan Talupuh/ Bambu di tengah rumah diamparin Tiker jadi bawa sleeping bag aja xixixi enak lho lebih terasa kebersamaannya.

Situs Cipeueut juga GRATIS dan siapapun boleh masuk asalkan berniat baik dan positif bukan untuk merusak, pastikan tidak membuang sampah sembarangan ya. Disana ada Kuncen namanya Mang Iyat, bisa lapor ke kuncen dulu bisa juga tidak karena di Situs pun biasanya suka ada yang nunggu yaitu Asistennya Kuncen hehehe tukang bersih-2 namanya Engkong :). Engkong sebenernya orang Sukabumi namun beliau akhirnya jatuh cinta sama Cipeueut dan mengabdikan dirinya disana. 

Mamang Insya Alloh tgl 17 Januari mau ke sana bareng temen-2 Komunitas Kampung Kita mau merapihkan Plang/ Sinage Situs Cipeueut Aji Putih dan Situs Astana Gede Lembu Agung :). Kalau mau bareng hayuuuuu... Mamang kayaknya mau touring pake motor ah dari Bogor nyobain kalo ngak pake Vespa pake CB hehehe.

Berikut poto- poto Neng Ramala Piknik ka Kabuyutan Cipaku kemarin dari FB-nya Neng Ramala :).

Nah kalau mau kesana bisa berangkat misalnya Sabtu habis sholat Subuh kalau dari Jakarta sekitar 5 - 6 jam, jadi sampai jam 11-an bisa langsung datang ke Rumah Warga disana nanti kabari Mamang aja nanti dikasi kontaknya ada Teh Awang disana atau Kang Eka putranya Kasepuhan disana, Lunch + Istirahat Sholat & Makan sebentar setelah itu bisa jalan-2 disekitar kampung :). Malemnya bisa siduru di hawu xixixi... sambil ngobrol sama warga sekitar tentang kearifan disana :). Orang tuanya Awang Ki Emun salah satu pejuang Jatigede dulu cukup paham juga tentang Kasundaan :). Nah kalau mau lebih dalam tentang Ilmu Cipaku nanti bisa ketemu Kang Eka atau Kang Ayut dari Tarekat Sadziliyah :). Besok paginya bisa treking ke Situs Cipeueut dan Susur Sungai Cibawayak sampai ke Muara Cimanuk :). Minggu Siang kalau sudah cukup bisa Check Out :).

Demikian Kang Eri semoga bermanfaat :).

2015-01-05 21:00 GMT+07:00 eri_gunawan [urangsunda] <urangsunda <at> yahoogroups.com>:
 

Pangapunten ka sadayana,

Bade tumaros,dupi ti jakarta saupami bade ka situs aji putih, kedah kamana nya abdi angkatna? Sareng naha aya hotel/wisma anu caket di situs aji putih? Hatur nuhun,


Best Regards,

Eri




__._,_.___

Attachment(s) from Mang Aska | View attachments on the web

5 of 5 Photo(s)

Posted by: Mang Aska <dkabayan <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

Wilujeng Muludan, Hikayat Aji Putih, & Hanupis Pak Oentoeng :) [7 Attachments]

[Attachment(s) from Mang Aska included below]

Wilujeng Muludan buat rekan- rekan yang beragama Islam hari ini hari yang sangat spesial karena Rosululloh SAW lahir ke alam dunia ini menjelma menjadi manusia yang membawa kebaikan untuk semuanya, rahmatan lil alamin :). Rosululloh SAW mengukuhkan kembali Millah Ibrahim leluhurnya beliau tentang Ketauhidan, Tiada Tuhan Selain Alloh SWT dengan cara berserah diri kepada Tuhan Semesta Alam.

Mamang sekeluarga beserta segenap kasepuhan Komunitas Kabuyutan mengucapkan Hanupis ~ Hatur Nuhun Pisan, terima kasih banyak kepada Pak Oentoeng Dalil pituin Cirebon sekeluarga yang telah berkenan datang jauh- jauh dari Bandung mengunjungi Kabuyutan Cipaku dan rela berjalan kaki menembus pesawahan datang mengunjungi Situs Cipeueut Aji Putih, Situs yang sudah ada sejak jaman Pra Sejarah dan kemudian difungsikan kembali oleh Resi Guru Haji Aji Putih (678 - 721M) manusia Sumedang pertama yang beragama Islam berguru kepada Sayidina Ali dan beliau manusia pertama yang naik haji ke Mekah, mendapat gelar Haji Purwa Darmaraja, beliau belajar ilmu Thareqat, Hakekat, dan Marifat.

Resi Aji Putih adalah Putra Ki Balangantrang (Patih Galuh Purba) yang menikah dengan Dewi Komalasari putranya Jantaka Resi Guru Wanayasa, Ibunya Putera Purbasora/ Cucunya Sempakwaja (Batara Dahyang Guru) . Sempakwaja dan Jantaka adalah kakak adik sama- sama Putera Wretikandayun. Resi Aji Putih beristrikan Dewi Nawang Wulan cucunya Resi Demunawan dari Kuningan (adiknya Purbasora) seorang resi petapa yang panjang umur.

Resi Aji Putih kemudian menjadikan Situs Cipeueut sebagai Pusat Pendidikan Moral dan Spiritual secara damai dengan mengajarkan Inti dari Ajaran Agama Islam yaitu Ketauhidan dengan cara berserah diri kepada Alloh SWT.

Salah satu Uga/ Ramalan Resi Aji Putih adalah apabila Cimanuk jadi dibendung dan Bendungan Jatigede akan digenagi, "Cipelang Cikamayangan, Cimanuk Marigi Deui, Bandung Heurin Ku Tangtung, Sumedang Ngarangrangan, Kadipaten Kapapatenan, Cirebon Kabongbodasan, Ujungjaya jadi Nagara, Warung Peti Tempat Mayit, Tomo Katotolomo, Sukapura Ngadaun Ngora, Galunggung Ngadeg Tumenggung".

Info dari Kang Endih Alumni IPB di FB HA IPB, "Sesar Baribis itu unik, karena tidak memanjang, setiap lima tahun mengalami pergeseran (kalau ini sih pengamatan langsung di lapangan) biasanya ditandai dengan keretakan lahan dan bencana landslide di beberapa tempat di Majalengka. Dan uniknya lagi tidak pernah ada yang menganggap penting perilaku sesar ini dibandingkan dengan sesar lainnya... Yang paling unik adalah... di baribisnya sendiri tidak ada bencana, tetapi menggoyang daerah sekelilingnya.... Apakah ini pertanda bahwa sesar baribis berbentuk cawan?"

Dalam Wangsit Siliwangi disebutkan tentang Jebolnya Talaga Di Lebak Cawene yang kemudian disusul dengan meletusnya 7 gunung. (Cawene ~ Cawan).

Saat ini kelihatannya baik Pemprop Jabar, Kementerian PU, dan juga Anggota DPR dari PDIP yaitu TB Hasanudin yang keturunan Kuningan tidak begitu peduli dengan potensi bencana yang akan terjadi, saat ini Indonesia disibukan oleh bencana Jatuhnya Air Asia yang menelan kurang dari 200 orang jiwa. Sementara Jatigede apabila Jebol volume air 1 Milyar M3 akan menjadi Tsunami Dahsyat untuk daerah dihilirnya yaitu Tomo, Majalengka, Cirebon, dan Indramayu, apakah sudah ada yang pernah menghitung berapa kira-2 korban Jiwa yang akan ditimbulkan kalau Jatigede Jebol? 100.000 jiwa... 200.000 jiwa? Warung Peti tempat mayit? Kadipaten Kapapatenan? Cirebon Kabongbodasan? Wallohualam... yang jelas Sesar Baribis masih menyimpan misteri yang harus dipecahkan oleh Pemerintah Jokowi dalam mengambil keputusan.

Jangan sampai Jokowi tidak memperhatikan seperti yang disampaikan Kang Endih bahwa tidak ada yang mengganggap penting perilaku Sesar Baribis ini. Kalau Jatigede Jebol dan katakanlah hanya menelan korban sedikitnya 10.000 jiwa lalu siapa yang bertanggung jawab dan rusak namanya? Barangkali Jokowi sekeluarga dan Para Partey Pendukungnya yang akan ikut terbawa Tsunami. Apakah Jokowi dan Partey Pendukungnya akan mempertaruhkan nama baiknya? Kita lihat aja bagaimana alur Cerita Jatigede kedepan :).

“Nu nangtung tanpa kurungan, teu hérang tanpa karangan, nu ngadeg di sanghyang téja henteu aya di buana panca tengah, deg, deg, deg, deg, deg, pancakomara. Lailahailalloh muhammadurrosululloh. Hartina, nu ngadeg taya
wujudna, nu herang taya wadahna, nu ngadeg di alam lelemut teu aya di alam manusa, panceugkeun lama kawibawaan. Teu aya anu wajib disembah
lintang Alloh, Muhamad utusan Alloh".

"Urung-urung Sangkuriang, Cimanuk burung dibendung, cai banyu padalungga, mulia badan sampurna".

Untuk rekan- rekan yang peduli mencegah bencana terjadi untuk Warga Majalengka, Indramayu, dan Cirebon karena Jebolnya Bendungan Jatigede apabila digenangi mohon dibaca kalimat di atas dan Klik LIKE http://www.facebook.com/savejatigede/

Membangun bendungan bisa di mana saja tanpa harus di tempat yang rawan bencana/ jebol, menebang hutan, menenggelamkan situs cagar budaya, dan menenggelamkan sawah subur.

Mamang dan rekan-rekan Komunitas Kabuyutan hanya berserah diri kepada Alloh SWT namun terus berikhtiar menyampaikan informasi agar jangan sampai bencana tersebut terjadi.

Wallohualam bishawab... pun sapun kaluluhuran...



__._,_.___

Attachment(s) from Mang Aska | View attachments on the web

7 of 7 Photo(s)


__,_._,___
Picon

Re: "Lingga" Hitam Millah Ibrahim feat Lingga Bodas Aji Putih Ratu Galuh



Woooow manstaaap euy ngan iraha rek tirakat di Situs Cipeueut?

Merelek euy Kang Penjelasan teh... Mamang jadi inget kamari sareng Kang Eka + Mang Ayut kasepuhan di Cipaku, ulin ka Situs Megalitikum Gunung Lingga Prabu Tajimalela first impression begitu ninggali kaluhur teh... Allohuakbar euy.... ngan hanjakal diruksak kalahka dideukeutna dibangun saung ku kuncenna haruuuuh teu ngarti ka Arkeologi sigana :(.

Sakudu na mah atuh nyieun saung mah dihandapna ulah sajajar jeung batu Lingga na :(.

Jadi ternyata mirip nya budaya karuhunna Ibrahim jeung Karuhun Sunda sok nandaan ku Batu hehehe.

Ceuk kasepuhan mah ayeuna mah eta teh lir ibarat BTS keur ngirimkeun sinyal ka Alloh SWT hehehe... karuhun lain nyarembah batu ngan batu mah saukur tanda wungkul hehehe.

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com

On Jan 1, 2015 6:22 PM, "Ahmad Hazairin don_febi <at> yahoo.de [urangsunda]" <urangsunda <at> yahoogroups.com> wrote:
 

Assalamu'alaikum mang Aska,
Punten yeuh nembe ngawaler email-na perkawis batu hideung-na Ibrahim.
Kuring karek turun gunung ngan meunang 8 poe niis heula kamari teh...  :)

Perkawis batu hideung pikeun tanda tempat ibadah, eta geus jadi tradisi ti zaman Ibrahim, terus diturunkeun ke katurunanana anu dina hal ieu teh nabi-nabi ti kalangan Yahudi.

Lamun urang maca oge dina kitab-kitab Yahudi jeung Nasrani, eta batu hideung teh disebutna Mispa.  Mispa teh batu hideung pikeun nandakeun hiji tempat teh geus ditetapkeun sabagai tempat ibadah (pamujaan).  Biasana dina tradisi Ibrahim jeung katurunananan eta batu teh sok diminyakan. Jadi beuki lila eta batu beuki lenang hideung da mindeng diminyakan.

Tradisi batu Mispa teh dilakukeun ku Ibrahim jeung katurunanana anu harita masih hirup nomaden.  Nyaeta pipindahan ti hiji wilayah ka wilayah anu lain.  Biasana cicing di hiji wilayah bisa taunan.  Bisa 3 taun bisa oge leuwih tergantung kumaha alusna eta wilayah pikeun ngangon sato saperti domba jeung anu lainna.  Tah kulantaran nomaden jadi pan tempat ibadah na oge sok pipindahan; jadi supaya 'portable' tah eta tempat ibadah teh ditandaan ku batu hideung (Mispa).

Istilah Mispa, dina bahasa ibrani akhirna jadi hiji istilah janji satia hiji kaum (tangtuna kaum Yahudi) ka gusti Allah (YAHWEH).  Eta sok oge dianggap sumpah satia.  Aya istilah Mezvot atawa istilah anu mirip mangga geura di-googling.

Tah perkawis Ka'bah; eta kulantaran lila pisan ti waktu Ibrahim ka bangsa Qurays.  Di masa waktu luluhur Nabi Muhammad, nyaeta sababaraha puluh tahun (atawa sabaraha ratus tahun) saencan Nabu Muhammad lahir, meureun di zaman Uyut nabi Muhammad; eta Ka'abah teh ngan ngabentuk ruruntuk.  Nyaeta sesa wangunan anu ngagunduk; meureun saperti gundukan batu di situs-situs Megalithikum di urang ayeuna (misalna gundukan batu di Salaka/Arca Domas).  Tah ku luluhur Nabi Muhammad, bangsa Qurays, lalaunan eta ruruntuk teh atuh diwangun deui saeutik demi sautik.  Nepi ka akhirna jadi wangunan.  Tadi na oge wangunan teh teu masagi, tapi rada muncang-mencong (teu sama sisi).  Beuki dieu dialusan jadi beuki masagi.  Jadi carita waktu nabi geus rumaja jadi hakim/wasit pikeun ngangkat batu Hajar Aswad make kaen, eta mah geus waktu kadieunakeun; nyaeta keur mugar Ka'bah kadieunakeun; geus beda bentukna geus leuwih alus dibanding sababaraha puluh taun katukang saencan zaman nabi Muhammad.

Hazar aswad bisa wae eta batu teh memang warisan Mispa anu nyesa.  Kulantaran teu ngalarti sok aya carita umat Islam nganggap eta batu teh cenah tu luar angkasa  :)


Febi
===



"Mang Aska dkabayan <at> gmail.com [urangsunda]" <urangsunda <at> yahoogroups.com> schrieb am 8:16 Samstag, 27.Dezember 2014:


 
Kang Febi, Kang Yadi oge baraya sadayana,
kacindekan hasil diskusi :
- Istilah Agama eta bahasa sangsakerta nya.
- Ibrahim ~>Millah Ibrahim teh cara hidup ku cara berserah diri kepada Tuhan yg mana Ibrahim neangan wujud Tuhan kototetengan teu kapanggih.
- Ibrahim boga tempat Ibadah Simbolik Batu Hitam semacam Lingga yang ditancepkeun.
- Lingga hitam di Ka'bah? Kang Febi nyuhunkeun pencerahan punten batu hitam na teh apakah anu sami jeung anu aya di Ka'bah? yg waktu ngarenopasi Ka'bah batu sempet dipindahin pas mau dipindahin lagi suku2 yg ada disana berselisih tea masing2 merasa punya hak yg mindahin? akhirna pan Rosul yg diminta saran pake kaen terus batuna disimpen dina kaen terus masing2 suku megang ujung kaen dan mindahin babarengan? Batu hideung teh Hajar Aswad tea lain Kang?
Aya anu menarik euy di Kabuyutan Cipaku aya pamikiran siga kieu.... Batu Hideung ceunah turun di Arab tah Batu Bodas mah turunna di Cipaku di Situs Cipeueut ditancepkeun ku Eyang Haji Ratu Galuh Permana Tungggal xixixi... Mamang sempet keom baheula da teu percaya eeeeh pas maca tulisan Kang Febi naha bet jadi kaingetan euy.
Tah Batu Bodas eta teh ayeuna dipelak di Situs Cipeueut jadi Simbol Hyang Tunggal di tancepkeun di punden berundak Pang Luhurna... total Undakan aya 8.... 5 undakan pertama... terus berhenti... terus lanjut 3 undakan berikutnya?
Lain naha konsepna bet mirip nya? Batu Bodas feat Batu Hideung hehehe.... Mandala Bodas Aji Putih disebut oge Kasemaran natakna dina Wayang Semar dina sirahna aya kuncung bodas tea hehehe.
Konsep batu bodas jeung batu hideung sarua simbol Monotheismeu ... Berserah diri kepada Tuhan ... Nu Kawasa, Nu Ngersakeun, Nu Maha Murbeng Alam xixixi.
Ceuk Kasepuhan matakna baheula Pas Haji Purwa/ Bratalegawa anu pendak sareng Sayidina Ali di Mekah abad ka 7 datang ka Cipaku rek nyebarkeun Islam, iiih naha da tos "Islam" ceunah hehehe. Maksudna meureun tos mengikuti Cara Hirup/ Millah Ibrahim nyakitu Monotheistik tea... Urang Cipaku sudah berserah diri ka Tuhan tea.
Cik baraya aya penampakan Batu Hideung teu euy?
tah ieu penampakan Batu Bodas / Lingga Bodas Aji Putih di Situs Cipeueut mah anu rek dikeueum ku Jatigede :(.
Yang membikin Mamang sedih teh euy lain pamarentah kalah rek ngarelokasi Situs ieu ceunah rek dipindahkeun wkkkk.... asa ku aneh Situs rek dipindahkeun... atuh sarua rek mindahkeun Ka'bah meureun xixixi. Teuuuuu asup kana logika...
Situs Cipeueut ieu teh mangrupakeun Hutan/ Leuweung yang sangat dikeramatkan oleh Urang Cipaku mah tah lamun di Baduy mah ibarat Leuweung Sasaka Domas tea. Tah di jero Situs Cipeueut ieu aya Punden Berundak Batu Tunggal tea... Punden berundak ieu lain kuburan... teu aya anu dikubur didinya.
Kang Febi Mamang tgl 29 rek ka Cipaku rek tirakat diditu jeung rek taun baruan diditu euy bari niis... tgl 30 Kang Acil jeung Kang Oman rek ka Cipeueut rek melak tangkal diditu.... bisi Kang Febi rek tirakat diditu hayuuuuu ah hehehe... Bisi panasaran ninggali Millah Aji Putih xixixi. Mamang balik tanggal 1 atawa tanggal 2 kumaha brehna wae. Siangna rek nguriling Jatigede sakali deui euy rek motoan leuweung 1389 Ha anu rek ditebang tea... Edun pinusna baradag pisan ceunah hiks hiks hiks.
Ieu poto pinus jeung sawah kintunan Kang Eka anjeuna putra salah sahiji Kasepuhan anu elmu kacipakuan nana tos jero pisan, Kang Febi ke tiasa ngobrol mun ka Cipaku, aya oge Mang Ayut manehna ngilu Tarekat Sazidliyah salah saurang kasepuhan oge sok sering tirakat di Cipeueut.
Pami nganggo Bus ti Jakarta sakali naek ti Kampung Rambutan naek Bus MS AC jurusan Wado Sumedang turun weh di Cikawung pasti apalaeun supirna... teras naek Ojeg weh bade ka Cipaku weh sekitar 3km ti pertigaan Cikawung. Kantun nyarios bade Jaroh ka Cipeueut weh.
Cipeueut terbuka untuk umum dan haratiiiiiiis alias Gratiiiiiis xixixi... tidak perlu bawa sesajen jrrd... bawa autan atau Dupa pengusir nyamuk sae pisan hehehe. yang penting datang ka Cipeueut mah harus niat bersih mau berserah diri ke Tuhan... kalau punya niat buruk aja pasti riweuuuh xixixi.
Salah satu keunikan Cipeueut teh orang2 yang kena santet kena penyakit bathin datang ke Cipeueut ilang lho santetnya xixixi. Asalkan niat ikhlas berserah diri kepada Tuhan. Makana suka banyak rombongan datang ti Purwakarta, Subang, bahkan Surabaya datang ngadon Tirakat diditu xixixi.
nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com
On Dec 24, 2014 9:57 AM, "Ahmad Hazairin don_febi <at> yahoo.de [urangsunda]" <urangsunda <at> yahoogroups.com> wrote:
 
Mang Yadi, kanggo naon atuh eta kecap 'Agama' dikandelan nulisna?  Da eta mah tos terjemahan mang Yadi di dinya kecap Agama teh  :D

Ibrahim mah da teu nyieun agama.  Komo atuh zaman Ibrahim mah can aya bentuk agama jiga ayeuna.  Eta terjemahan anu bener teh 'jalan Ibrahim', nyaeta jalan anu 'berserah diri'.  Ibrahim berserah diri kacaritakan pas 'neangan sosok Tuhan' tapi teu kapanggih, akhirna berserah diri teu neangan sosok Tuhan da moal kapanggih; anu aya oge kayakinan aya anu nyiptakeun sagala rupa, anu ngamparkeun sagala hukum alam jeung hukum kahirupan.  Ibrahim ngan saukur berserah diri kana proses kahirupan anu aya.

Sok mangga geura titenan deui ayat-ayat eta sareng tafsir-tafsirna ...  :)

Eta terjemahan Al-Anaam ayat 161 hese nya :D
Sagala weh dijadikeun agama, kecap 'dien' jadi diartikeun agama.  Tapi eta oge kecap 'millah' (millah Ibrahim) diartikeun oge jadi agama.  Jigana geus melekat pisan kana agama teh jadi sagala rupa weh diartikeun agama he he he.....

Ceuk kuring mah arti anu leuwih bener kieu:
“Sesungguhnya aku telah diberi petunjuk oleh Tuhan-ku kepada jalan lurus, yaitu jalan yang teguh, cara hidup Ibrahim yang benar dan dia bukanlah dari orang-orang musyrik.”

Ibrahim teh di masa hirupna mimpin suku nomaden (penggembala).  Manehna boga cara hirup anu beda ti masyarakat umumna harita.  Ibrahim boga konsep monotheisme, tapi oge boga tempat ibadah simbolik samacam batu hideung anu ditancebkeun (samacam LINGGA).  Makana disebut 'millah Ibrahim', nyaeta cara hirup Ibrahim.  Lain agama jiga ayeuna...

Tapi nya enggeus atuh lah, ari hoyong agama mah mangga, komo agamana ngiluan kana tarjamahan Quran depag mah he... he...

Nuhun

Febi
===







"YADI Supriadi Wendy yswendy <at> live.com [urangsunda]" <urangsunda <at> yahoogroups.com> schrieb am 8:51 Mittwoch, 24.Dezember 2014:


 
Punten, sababaraha kalimah dina paragraf nu panungtungan, mugi dianggap teu aya.

"Ceuk hiji panalungtikan Baba Nanak bisa jadi salah sahiji Nabi pikeun Agama Hindu."

Engke manawi aya gentosna


Khaksar,

Yadi Supriadi Wendy
E: yadi <at> wendy.web.id
WA: +62 88 8484 1919



To: urangsunda <at> yahoogroups.com
From: urangsunda <at> yahoogroups.com
Date: Wed, 24 Dec 2014 08:41:48 +0700
Subject: RE: [Urang Sunda] Flowchart AGAMA

 

Aya kaunggel dina Al Maidah:3,  "dan  telah Ku-sukai bagimu Islam sebagai agama". Sementawis agama sanesna kapendak dina Al An aam:161 - "Katakanlah, “Sesungguhnya aku telah diberi petunjuk oleh Tuhan-ku kepada jalan lurus, agama yang teguh, agama Ibrahim yang benar dan dia bukanlah dari orang-orang musyrik.”

[Hal nu sami disebat oge dina Al Maidah:95 - Katakanlah, “Allah swt. telah menyatakan yang benar; maka, ikutilah agama Ibrahim yang selalu cenderung kepada Allah swt. dan ia bukanlah dari orang-orang musyrik.”. Oge kapendak dina An Nahl:123 - Kemudian Kami wahyukan kepada engkau, “Agar ikutilah agama Ibrahim yang senantiasa condong kepada Allah swt. ; dan dia tidak termasuk orang-orang musyrik.”]

Di dieu katingal aya ciciren nu khusus ngeunaan agama Allah, nyaeta salamina condong ka Allah jeung teu ngalakukeun amalan syirk.

Anapon nabi-nabi sejenna keur agama sejen atawa keur bangsa sejen, memang teu salamina aya kasebut dina Al Quran, tapi agama nu boga ciciren condong ka Allah bisa dipastikeun sumberna ti Allah ta ala. Ceuk hiji panalungtikan Baba Nanak bisa jadi salah sahiji Nabi pikeun Agama Hindu. Sedengkeun konsep pangeran dina Agama Budha, tacan kagegel, manawi ke kapayun.


Khaksar,

Yadi Supriadi Wendy
E: yadi <at> wendy.web.id
WA: +62 88 8484 1919



To: urangsunda <at> yahoogroups.com
From: urangsunda <at> yahoogroups.com
Date: Tue, 23 Dec 2014 07:32:55 +0700
Subject: Re: [Urang Sunda] Flowchart AGAMA

 

Duka saha nu nyieun sarupaning ciri agama dumasar agama ti timur tengah.
Tilu opat agama ti dinya jadi patokan ciri agama nyaeta

Aya pangeran
Aya nabi rosul
Aya kitab suci

Tapi sanajan kitu agama ti india oge diaku agama sanajan teu persis model
timteng. Hindu saha nabina. Buddha saha pangeranana.

Agama pribumi teu aya kitab suci oge nabi

>
> Malahan dina Alquran disebut yen lslam salaku agama
> (Tingali All Maidah ayat awal)
>
> Yadi Supriadi Wendy
> WA: +62 88 8484 1919
>
> "Ahmad Hazairin don_febi <at> yahoo.de [urangsunda]"
> <urangsunda <at> yahoogroups.com> wrote:
>
> Naha sapertosna mah istilah AGAMA janteng penting?Cing saha anu tiasa
> ngabuktoskeun Nabi Muhammad nyebat yen Islam teh Agama?
>
> Febi===
>
>
> "Agus Wirabudiman fb_76 <at> yahoo.com [urangsunda]"
> <urangsunda <at> yahoogroups.com> schrieb am 3:03 Samstag, 20.Dezember
> 2014:
>
>
> Hatur rebu nuhun mang Jamal (mj), nambihan referensi keur sim
> kuring..
> Hapunten sim kuring bade ngeceskeun deui seratan mamang, dina paragraph
> ieu :
> A).
> //---------------- koentaraningrat--------
> Agama/sistem kepercayaan teh cek koentaraningrat mah salah satujuh ciri
> hiji komunitas/etnis/masyarakat.
> ---
> Jadi tangtu di tiap komunitas masyarakat aya nu ngaran agama atawa
> kapercayaan eta. Diagem dijalankeun boh jadi ibadah ritual boh ajaran
> moralna jadi titincakan pikeun kahirupan anggota masarakatna.
> -----------------//
> Mantap!... Sapuk mang… hehe.. :).
>
> Namung dina giliran paragraf anu ieu janten BIAS..
> B).
> //--------------
> Ka urang kungsi datang agama luar cara ti india jeung ti timur tengah.
> Harita mangsana dua bangsa eta sigana punjul dina widang budaya oge
> ekspansi nepi ka urang, sagala rupana ditarima dipake sanajan sawareh
> disaluyukeun/adaptasi jeung model kahirupan budaya lokal.
> ----------------//
> /==Ti LUAR disebat AGAMA kalih BUDAYA na==. India+Timur Tengah.==/
>
> Giliran di Urang na sorangan disebat BUDAYA lokal bae..hehe, naha anu
> Kahirupan lokal memeh kadatangan ti luar, budaya lokal can bogaeun Agama?,
> apan tadi diluhur kasebat :
>
> “..di tiap komunitas masyarakat aya nu ngaran agama /Sistem
> Kapercayaanâ€, taaah ari kitu mah atuh naon NGARAN jeung anu kumaha
> Sistem Kapercayaan Lokal teeeh?. Naha Sistem Kapercayaan Lokal eta teh
> tegesna disebut ngaran AGAMA tea???..hehe
>
> Perkawis ieu pisan mang… anu janten masalah di Nagara Indonesia jaman
> ayeuna, baheula ngaran NUSANTARA. Hukum ngeunaan Agama/Sistem Kapercayaan
> di Nagara urang jaman ayeuna (Indonesia) ngan sa-ukur ngasupkeun Hukum
> Sistem Kapercayaan /Agama anu daratang ti luar wungkul (6 Agama), dikelola
> na oge ku Kementrian Agama!!!... Naha ari Nagara Nusanatara baheula teu
> bogaeun Agama /Sistem Kapercayaan Lokal???...hehe :-). Palih dieu, antara
> Historis (dina Sistem Kepercayaan Lokal /Agama) jeung Yuridis (UU+PP)
> ayeuna teu acan nyambung..hartina masih rapuh...
>
> “KOKOHNYA SUATU BANGSA TERLETAK PADA SEJARAH BANGSA ITU SENDIRIâ€.
>
> Pangemut sim kuring, dimana Tata Hukum Nagara UU /PP ayeuna ngeunaan Agama
> /Sistem Kapercayaan (ngan 6 Agama Luar) teu acan saluyu mayungan kana
> Sajarah Bangsa-na (khususna kana Sistem Kapercayaan Lokal /Agama) sajajar
> jeung anu ti luar, tangtu Nagara na bakal rapuh sakumaha di luhur,
> Bangsa-na (Pangeusi Nagara) babari di jajah, di adu domba boh ku masalah
> ekonomi, agama.. jeung sajabana.. kuhal sakitu sim kuring ngadamel tulisan
> Tabayyun tea.
>
> Masalah pituin /teu pituin nana mah, can tangtu anu anyar datang ti luar
> oge (India+Timur Tengah) datang ka urang nana teh masih pituin atawa geus
> singkretis oge memehna?, atawa ngadon Studi Banding?, apan karuhun urang
> mah jenius numutkeun Prof Primadi Tabrani oge.. hehe :-).
>
> Sakitu heula ti sum kuring, hapunten anu kasuhun
> Baktos, _/|\_
> Agus Wirabudimanhttp://sukapura.wordpress.com
>
>
> On Friday, December 19, 2014 4:41 AM, "'mj' jamal <at> itenas.ac.id
> [urangsunda]" <urangsunda <at> yahoogroups.com> wrote:
>
>
>
>
> Agama/sistem kepercayaan teh cek koentaraningrat mah salahsatujuh ciri
> hiji komunitas/etnis/masyarakat. Jadi tangtu di tiap komunitas
> masyarakat aya nu ngaran agamaatawa kapercayaan eta. Diagem dijalankeun
> boh jadi ibadah ritual boh ajaranmoralna jadi titincakan pikeun
> kahirupan anggota masarakatna. Ka urang kungsi datang agama luar
> cara ti india jeung ti timurtengah. Harita mangsana dua bangsa eta
> sigana punjul dina widang budaya ogeekspansi nepi ka urang, sagala
> rupana ditarima dipake sanajan sawarehdisaluyukeun/adaptasi jeung model
> kahirupan budaya lokal. Cara model candi budha atawa hindu, candi di
> india atawa di asiatenggara sejen, sauetik lobana, aya bedana jeung
> rupa candi nu aya di urang. Cekdosen uing mah Prof Primadi Tabrani
> kusabab karuhun urang jenius, Naon bae nu asup disaring, boga mekanisme
> saringan nu antuknanaon nu asup ngajanggelek siga pituin. Hehe. Siga
> sampeu we conto kadaharanmah. Geus siga pituin pisan. Padahal mah cek
> si cenah, dibawa londo ka urang tiamerika latin. Sarua nagara tropis,
> nya hirup hade di tanah urang.
>
>
>
> #yiv8174620194 #yiv8174620194 -- #yiv8174620194ygrp-mkp {border:1px
> solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0
> 10px;}#yiv8174620194 #yiv8174620194ygrp-mkp hr {border:1px solid
> #d8d8d8;}#yiv8174620194 #yiv8174620194ygrp-mkp #yiv8174620194hd
> {color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
> 0;}#yiv8174620194 #yiv8174620194ygrp-mkp #yiv8174620194ads
> {margin-bottom:10px;}#yiv8174620194 #yiv8174620194ygrp-mkp
> .yiv8174620194ad {padding:0 0;}#yiv8174620194 #yiv8174620194ygrp-mkp
> .yiv8174620194ad p {margin:0;}#yiv8174620194 #yiv8174620194ygrp-mkp
> .yiv8174620194ad a
> {color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv8174620194
> #yiv8174620194ygrp-sponsor #yiv8174620194ygrp-lc
> {font-family:Arial;}#yiv8174620194 #yiv8174620194ygrp-sponsor
> #yiv8174620194ygrp-lc #yiv8174620194hd {margin:10px
> 0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv8174620194
> #yiv8174620194ygrp-sponsor #yiv8174620194ygrp-lc .yiv8174620194ad
> {margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv8174620194 #yiv8174620194actions
> {font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv8174620194
> #yiv8174620194activity
> {background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv8174620194
> #yiv8174620194activity span {font-weight:700;}#yiv8174620194
> #yiv8174620194activity span:first-child
> {text-transform:uppercase;}#yiv8174620194 #yiv8174620194activity span
> a {color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv8174620194
> #yiv8174620194activity span span {color:#ff7900;}#yiv8174620194
> #yiv8174620194activity span .yiv8174620194underline
> {text-decoration:underline;}#yiv8174620194 .yiv8174620194attach
> {clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
> 0;width:400px;}#yiv8174620194 .yiv8174620194attach div a
> {text-decoration:none;}#yiv8174620194 .yiv8174620194attach img
> {border:none;padding-right:5px;}#yiv8174620194 .yiv8174620194attach
> label {display:block;margin-bottom:5px;}#yiv8174620194
> .yiv8174620194attach label a {text-decoration:none;}#yiv8174620194
> blockquote {margin:0 0 0 4px;}#yiv8174620194 .yiv8174620194bold
> {font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv8174620194
> .yiv8174620194bold a {text-decoration:none;}#yiv8174620194
> dd.yiv8174620194last p a
> {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv8174620194
> dd.yiv8174620194last p span
> {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv8174620194
> dd.yiv8174620194last p span.yiv8174620194yshortcuts
> {margin-right:0;}#yiv8174620194 div.yiv8174620194attach-table div div
> a {text-decoration:none;}#yiv8174620194 div.yiv8174620194attach-table
> {width:400px;}#yiv8174620194 div.yiv8174620194file-title a,
> #yiv8174620194 div.yiv8174620194file-title a:active, #yiv8174620194
> div.yiv8174620194file-title a:hover, #yiv8174620194
> div.yiv8174620194file-title a:visited
> {text-decoration:none;}#yiv8174620194 div.yiv8174620194photo-title a,
> #yiv8174620194 div.yiv8174620194photo-title a:active, #yiv8174620194
> div.yiv8174620194photo-title a:hover, #yiv8174620194
> div.yiv8174620194photo-title a:visited
> {text-decoration:none;}#yiv8174620194 div#yiv8174620194ygrp-mlmsg
> #yiv8174620194ygrp-msg p a span.yiv8174620194yshortcuts
> {font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv8174620194
> .yiv8174620194green {color:#628c2a;}#yiv8174620194
> .yiv8174620194MsoNormal {margin:0 0 0 0;}#yiv8174620194 o
> {font-size:0;}#yiv8174620194 #yiv8174620194photos div
> {float:left;width:72px;}#yiv8174620194 #yiv8174620194photos div div
> {border:1px solid
> #666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv8174620194
> #yiv8174620194photos div label
> {color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv8174620194
> #yiv8174620194reco-category {font-size:77%;}#yiv8174620194
> #yiv8174620194reco-desc {font-size:77%;}#yiv8174620194
> .yiv8174620194replbq {margin:4px;}#yiv8174620194
> #yiv8174620194ygrp-actbar div a:first-child
> {margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv8174620194
> #yiv8174620194ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:Arial,
> helvetica, clean, sans-serif;}#yiv8174620194 #yiv8174620194ygrp-mlmsg
> table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv8174620194
> #yiv8174620194ygrp-mlmsg select, #yiv8174620194 input, #yiv8174620194
> textarea {font:99% Arial, Helvetica, clean,
> sans-serif;}#yiv8174620194 #yiv8174620194ygrp-mlmsg pre,
> #yiv8174620194 code {font:115% monospace;}#yiv8174620194
> #yiv8174620194ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}#yiv8174620194
> #yiv8174620194ygrp-mlmsg #yiv8174620194logo
> {padding-bottom:10px;}#yiv8174620194 #yiv8174620194ygrp-msg p a
> {font-family:Verdana;}#yiv8174620194 #yiv8174620194ygrp-msg
> p#yiv8174620194attach-count span
> {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv8174620194
> #yiv8174620194ygrp-reco #yiv8174620194reco-head
> {color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv8174620194
> #yiv8174620194ygrp-reco
> {margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv8174620194
> #yiv8174620194ygrp-sponsor #yiv8174620194ov li a
> {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv8174620194
> #yiv8174620194ygrp-sponsor #yiv8174620194ov li
> {font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv8174620194
> #yiv8174620194ygrp-sponsor #yiv8174620194ov ul {margin:0;padding:0 0
> 0 8px;}#yiv8174620194 #yiv8174620194ygrp-text
> {font-family:Georgia;}#yiv8174620194 #yiv8174620194ygrp-text p
> {margin:0 0 1em 0;}#yiv8174620194 #yiv8174620194ygrp-text tt
> {font-size:120%;}#yiv8174620194 #yiv8174620194ygrp-vital ul
> li:last-child {border-right:none !important;}#yiv8174620194
>
>
>









__._,_.___
Posted by: Mang Aska <dkabayan <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

Baraya_Sund





Pay attention to this report

__._,_.___
Posted by: Setiadi_rs <at> yahoo.co.id


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

Re: [Senyum-ITB] Tandur Epribodih, Pohaci Rekawati Inten Nawang Wulan [1 Attachment]

[Attachment(s) from Mang Aska included below]

Siap Pak Oentoeng, sy sudah di Cipaku Darmaraja Sumedang, kalo dari Bandung sekitar 70 km arah ke Wado Sumedang, ikutin plang ke arah Wado aja.

Nanti pas melewati Kecamatan Situraja ketemu tanjakan cukup terjal utu namanya Bukit Pasiringkik disana ada Plang Makam Prabu Tajimalela Gunung Lingga, beliau Putranya Resi Aji Putih dan pendiri Kerajaan Sumedang Larang. Gunung Lingga adalah batas Utara Wilayah Lemah Sagandu Kabuyutan Cipaku :).

Nah masih terus jalanan mulai turun pelan2 aja sekitar 2kman nanti ada plang Alfamart di sebelah kanan sudah dekat sekitar 500 meter nanti ada plang Makam Cipaku belok kiri di daerah Cikawung. Ikutin aja jalan itu sambil menikmati pemandangan hamparan sawah. Nanti ketemu pertigaan ada SD Cipaku belok kanan ketemu sawah lagi... sampai ketemu rumah2 adat panggung khas Cipaku. Nanti kelihatan ada Land Rover Parkir hehehe.

Kalau Pak Oentoeng males ke Sumedang, nanti Mamang aja yg ke Bandung :).

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com

On Dec 29, 2014 9:56 PM, "oentoeng dalil oensts <at> yahoo.com [Senyum-ITB]" <Senyum-ITB <at> yahoogroups.com> wrote:
 

Mang Aska Kabayan, kumaha enjing teh di Cipaku 30 Des 2014.
Cipakuna dimana kang,
Nuhuuuns
 
Salam
Oentoeng SD/SI-77


On Saturday, December 27, 2014 11:55 AM, "Mang Aska dkabayan <at> gmail.com [Senyum-ITB]" <Senyum-ITB <at> yahoogroups.com> wrote:


 
[Attachment(s) from Mang Aska included below]
Iya Mbah Rono waaah nikmatnya makan di sawah itu tiada tara walaupun hanya dengan liwet, ikan asin peda, + sambel :).
Keikhlasan itu sekarang yang jarang dimiliki .... Ibu2 itu bekerja gotong royong lho satu kampung mereka menanam semua sawah disana bareng2... ngak peduli milik siapa yg penting turut membantu... dan ngak dibayar xixixi.
yg hebat pas panen nanti setelah dipanen padi dibiarkan di sawah untuk di jemur xixixi ngak ada seorang pun yang berani ngambil edun yah padahal di sawah itu jauh dari kampung kalau mau mencuri gampang banget... tapi ngak ada yg berani ngambi :).
Soalnya dulu ada yg mau ngambil dari tetangga kampung malam2 eh tahunya muter2 aja di sawah seperti orang gila sambil mikul karung padi hahahaha.... pas sudah pagi yg punya datang... cuman bilang xixixi aduh kasian katanya cape olah raga keliling2 sawah... sini istirahat makan dulu xixixi ... udah gitu kapok weh :).
nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com
On Dec 27, 2014 10:00 AM, "suronopvg suronopvg <at> yahoo.com [Senyum-ITB]" <Senyum-ITB <at> yahoogroups.com> wrote:
 
Byuh x 76 ingat masa lalu.
Makan di sawah itu nikmat mungkin krn capai, mungkin makanan tsb diberikan dan diterima dgn tulus n ikhkas. 
Saya kira tdk ada seorangpun saat ini yg ber cita2 kerja begini. Tapi mesin pengganti pun belum ada. 
Semoga petani sejahtera. Jika petani sejahtera bisa spt Jepang ya oom.

Salam
Mbah Rono/FI76




Sent from my Samsung Galaxy smartphone.


-------- Original message --------
From: "Mang Aska dkabayan <at> gmail.com [Senyum-ITB]" <Senyum-ITB <at> yahoogroups.com>
Date:27/12/2014 08:31 (GMT+07:00)
To: Senyum-ITB <senyum-itb <at> yahoogroups.com>, alumni-ipb <at> yahoogroups.com, Landy Series <Landy_Series <at> yahoogroups.com>, 4wheeler <at> yahoogroups.com, Baraya_Sunda <Baraya_Sunda <at> yahoogroups.com>, urang sunda <urangsunda <at> yahoogroups.com>, kisunda <at> yahoogroups.com, kabuyutan <at> yahoogroups.com, adede010 <at> gmail.com
Cc:
Subject: [Senyum-ITB] Tandur Epribodih, Pohaci Rekawati Inten Nawang Wulan [2 Attachments]

 
guuuud mundiiiiing cemunguuuudh pagiiiih... wah dapat poto kiriman Kang Eka Mamang jadi terharu....
Hayuuu urang tanduuur epribodih... "pohaci rekawati araning inten"... Melak pare ~ Menanam Padi... Dewi Ratna Inten Nawang Wulan Sri Dangdayang Tresnawati.
Begitu indah dan cantiknya masyarakat menamai "padi" yg sangat mereka cintai sebagai sumber pangan :). Jaman dulu Mamang inget bener dimarahin kakek gara2 menyisakan beberapa butir nasi di piring Mamang... "beakeun siah"... habiskan katanya... kamu tidak tahu betapa susahnya petani menanam dan mengurus padi sampai panen... kamu malah menyianyiakannya.
Disebut Inten ~ Intan karena berharga seperti Intan... tanpa Pangan kita tidak bisa hidup... itulah penghormatan masyarakat Agraris Kabuyutan Cipaku terhadap Nyai Inten Sri Tresnawati yang dipupusti/ dihormati tapi bukan dipigusti/ disembah!
Aaaah jadi pengeeeen ka Lembuuuur... Senen Brangkaaaaat ah xixixi... ada yg mau ikut... Ping Mamang yah xixixi.
nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com




__._,_.___

Attachment(s) from Mang Aska | View attachments on the web

1 of 1 Photo(s)

Posted by: Mang Aska <dkabayan <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

Re: [kisunda] Flowchart AGAMA [5 Attachments]

[Attachment(s) from Ki Hasan included below]

Mending meuli bukuna geus diterbitkeun ku Kiblat, nulisna dina wangun guguritan. Tah ieu daftar bukuna:

1 Dangdanggula Sirnarasa
2 Kinanti Kulu-kulu
3 Sinom Barangtaning
4 Sinom Wawarian
5 Asmarandana

2014-12-27 8:02 GMT+08:00 Mang Aska dkabayan <at> gmail.com [kisunda] <kisunda <at> yahoogroups.com>:
 

Tah geuning geus aya Sastrawan di Urang anu ngulik saperi PH H Mustopa... sigana kudu aya anu rajin ngirimkeun tulisan2an na saeutik2 weh misalna sahalaman atawa dua halaman bari dibahas eusina kumaha.

Mamang pernah ngadenge PHH Mustopa ceunah alus ngan alusna blah mana teu apal euy wkkkk

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com

On Dec 27, 2014 6:28 AM, "'Roza R. Mintaredja' roza.kalasunda <at> gmail.com [kisunda]" <kisunda <at> yahoogroups.com> wrote:
 

Sampurasuuun. ..bade ngiring aub ah. Ka taji ku kamandang para dulur ngeunaan penghayatan kagustian dugi ka didamel 'flowchart'na sagala. sabenerna upama ningal bahasan leuwih pas kana judul studi banding ageman. Sedengkeun flowchart'na rada kurang ngaguluyur,  sabab lain proses manggih gusti nu jadi struktur pola pikirna. Lamun enya oge studi banding,  ieu malah di'akur-akur ' keun. Hatur punten. Angkat jempol kana usaha kang Agus W, kantun diklarifikasi deui proses udagan nu dimaksud. Panuju kana kamandang Ki Hasan, wireh sosialisasi ngeunaan hasil sastrawi ka Sundaan dina bagbagan ageman perlu dironjatkeun. Saperti usaha kang Ayip Rosidi, ngaguar karya PHH Mustopa ku basa Inggris. Anu antukna komentar para sastrawan luar nagri,  karya beliau disajajarkeun jeung Shakespeare! Marikitahayuuu....hn*R3M




__._,_.___

Attachment(s) from Ki Hasan | View attachments on the web

5 of 5 Photo(s)

Posted by: Ki Hasan <khs579 <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

RE: [Senyum-ITB] Tandur Epribodih, Pohaci Rekawati Inten Nawang Wulan [1 Attachment]

[Attachment(s) from Mang Aska included below]

Iya Mbah Rono waaah nikmatnya makan di sawah itu tiada tara walaupun hanya dengan liwet, ikan asin peda, + sambel :).

Keikhlasan itu sekarang yang jarang dimiliki .... Ibu2 itu bekerja gotong royong lho satu kampung mereka menanam semua sawah disana bareng2... ngak peduli milik siapa yg penting turut membantu... dan ngak dibayar xixixi.

yg hebat pas panen nanti setelah dipanen padi dibiarkan di sawah untuk di jemur xixixi ngak ada seorang pun yang berani ngambil edun yah padahal di sawah itu jauh dari kampung kalau mau mencuri gampang banget... tapi ngak ada yg berani ngambi :).

Soalnya dulu ada yg mau ngambil dari tetangga kampung malam2 eh tahunya muter2 aja di sawah seperti orang gila sambil mikul karung padi hahahaha.... pas sudah pagi yg punya datang... cuman bilang xixixi aduh kasian katanya cape olah raga keliling2 sawah... sini istirahat makan dulu xixixi ... udah gitu kapok weh :).

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com

On Dec 27, 2014 10:00 AM, "suronopvg suronopvg <at> yahoo.com [Senyum-ITB]" <Senyum-ITB <at> yahoogroups.com> wrote:
 

Byuh x 76 ingat masa lalu.
Makan di sawah itu nikmat mungkin krn capai, mungkin makanan tsb diberikan dan diterima dgn tulus n ikhkas. 
Saya kira tdk ada seorangpun saat ini yg ber cita2 kerja begini. Tapi mesin pengganti pun belum ada. 
Semoga petani sejahtera. Jika petani sejahtera bisa spt Jepang ya oom.

Salam
Mbah Rono/FI76




Sent from my Samsung Galaxy smartphone.


-------- Original message --------
From: "Mang Aska dkabayan <at> gmail.com [Senyum-ITB]" <Senyum-ITB <at> yahoogroups.com>
Date:27/12/2014 08:31 (GMT+07:00)
To: Senyum-ITB <senyum-itb <at> yahoogroups.com>, alumni-ipb <at> yahoogroups.com, Landy Series <Landy_Series <at> yahoogroups.com>, 4wheeler <at> yahoogroups.com, Baraya_Sunda <Baraya_Sunda <at> yahoogroups.com>, urang sunda <urangsunda <at> yahoogroups.com>, kisunda <at> yahoogroups.com, kabuyutan <at> yahoogroups.com, adede010 <at> gmail.com
Cc:
Subject: [Senyum-ITB] Tandur Epribodih, Pohaci Rekawati Inten Nawang Wulan [2 Attachments]

 

guuuud mundiiiiing cemunguuuudh pagiiiih... wah dapat poto kiriman Kang Eka Mamang jadi terharu....

Hayuuu urang tanduuur epribodih... "pohaci rekawati araning inten"... Melak pare ~ Menanam Padi... Dewi Ratna Inten Nawang Wulan Sri Dangdayang Tresnawati.

Begitu indah dan cantiknya masyarakat menamai "padi" yg sangat mereka cintai sebagai sumber pangan :). Jaman dulu Mamang inget bener dimarahin kakek gara2 menyisakan beberapa butir nasi di piring Mamang... "beakeun siah"... habiskan katanya... kamu tidak tahu betapa susahnya petani menanam dan mengurus padi sampai panen... kamu malah menyianyiakannya.

Disebut Inten ~ Intan karena berharga seperti Intan... tanpa Pangan kita tidak bisa hidup... itulah penghormatan masyarakat Agraris Kabuyutan Cipaku terhadap Nyai Inten Sri Tresnawati yang dipupusti/ dihormati tapi bukan dipigusti/ disembah!

Aaaah jadi pengeeeen ka Lembuuuur... Senen Brangkaaaaat ah xixixi... ada yg mau ikut... Ping Mamang yah xixixi.

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com



__._,_.___

Attachment(s) from Mang Aska | View attachments on the web

1 of 1 Photo(s)

Posted by: Mang Aska <dkabayan <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

Tandur Epribodih, Pohaci Rekawati Inten Nawang Wulan [2 Attachments]

[Attachment(s) from Mang Aska included below]

guuuud mundiiiiing cemunguuuudh pagiiiih... wah dapat poto kiriman Kang Eka Mamang jadi terharu....

Hayuuu urang tanduuur epribodih... "pohaci rekawati araning inten"... Melak pare ~ Menanam Padi... Dewi Ratna Inten Nawang Wulan Sri Dangdayang Tresnawati.

Begitu indah dan cantiknya masyarakat menamai "padi" yg sangat mereka cintai sebagai sumber pangan :). Jaman dulu Mamang inget bener dimarahin kakek gara2 menyisakan beberapa butir nasi di piring Mamang... "beakeun siah"... habiskan katanya... kamu tidak tahu betapa susahnya petani menanam dan mengurus padi sampai panen... kamu malah menyianyiakannya.

Disebut Inten ~ Intan karena berharga seperti Intan... tanpa Pangan kita tidak bisa hidup... itulah penghormatan masyarakat Agraris Kabuyutan Cipaku terhadap Nyai Inten Sri Tresnawati yang dipupusti/ dihormati tapi bukan dipigusti/ disembah!

Aaaah jadi pengeeeen ka Lembuuuur... Senen Brangkaaaaat ah xixixi... ada yg mau ikut... Ping Mamang yah xixixi.

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com



__._,_.___

Attachment(s) from Mang Aska | View attachments on the web

2 of 2 Photo(s)

Posted by: Mang Aska <dkabayan <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

"Lingga" Hitam Millah Ibrahim feat Lingga Bodas Aji Putih Ratu Galuh



Kang Febi, Kang Yadi oge baraya sadayana,

kacindekan hasil diskusi :
- Istilah Agama eta bahasa sangsakerta nya.

- Ibrahim ~>Millah Ibrahim teh cara hidup ku cara berserah diri kepada Tuhan yg mana Ibrahim neangan wujud Tuhan kototetengan teu kapanggih.

- Ibrahim boga tempat Ibadah Simbolik Batu Hitam semacam Lingga yang ditancepkeun.

- Lingga hitam di Ka'bah? Kang Febi nyuhunkeun pencerahan punten batu hitam na teh apakah anu sami jeung anu aya di Ka'bah? yg waktu ngarenopasi Ka'bah batu sempet dipindahin pas mau dipindahin lagi suku2 yg ada disana berselisih tea masing2 merasa punya hak yg mindahin? akhirna pan Rosul yg diminta saran pake kaen terus batuna disimpen dina kaen terus masing2 suku megang ujung kaen dan mindahin babarengan? Batu hideung teh Hajar Aswad tea lain Kang?

Aya anu menarik euy di Kabuyutan Cipaku aya pamikiran siga kieu.... Batu Hideung ceunah turun di Arab tah Batu Bodas mah turunna di Cipaku di Situs Cipeueut ditancepkeun ku Eyang Haji Ratu Galuh Permana Tungggal xixixi... Mamang sempet keom baheula da teu percaya eeeeh pas maca tulisan Kang Febi naha bet jadi kaingetan euy.

Tah Batu Bodas eta teh ayeuna dipelak di Situs Cipeueut jadi Simbol Hyang Tunggal di tancepkeun di punden berundak Pang Luhurna... total Undakan aya 8.... 5 undakan pertama... terus berhenti... terus lanjut 3 undakan berikutnya?

Lain naha konsepna bet mirip nya? Batu Bodas feat Batu Hideung hehehe.... Mandala Bodas Aji Putih disebut oge Kasemaran natakna dina Wayang Semar dina sirahna aya kuncung bodas tea hehehe.

Konsep batu bodas jeung batu hideung sarua simbol Monotheismeu ... Berserah diri kepada Tuhan ... Nu Kawasa, Nu Ngersakeun, Nu Maha Murbeng Alam xixixi.

Ceuk Kasepuhan matakna baheula Pas Haji Purwa/ Bratalegawa anu pendak sareng Sayidina Ali di Mekah abad ka 7 datang ka Cipaku rek nyebarkeun Islam, iiih naha da tos "Islam" ceunah hehehe. Maksudna meureun tos mengikuti Cara Hirup/ Millah Ibrahim nyakitu Monotheistik tea... Urang Cipaku sudah berserah diri ka Tuhan tea.

Cik baraya aya penampakan Batu Hideung teu euy?

tah ieu penampakan Batu Bodas / Lingga Bodas Aji Putih di Situs Cipeueut mah anu rek dikeueum ku Jatigede :(.

Yang membikin Mamang sedih teh euy lain pamarentah kalah rek ngarelokasi Situs ieu ceunah rek dipindahkeun wkkkk.... asa ku aneh Situs rek dipindahkeun... atuh sarua rek mindahkeun Ka'bah meureun xixixi. Teuuuuu asup kana logika...

Situs Cipeueut ieu teh mangrupakeun Hutan/ Leuweung yang sangat dikeramatkan oleh Urang Cipaku mah tah lamun di Baduy mah ibarat Leuweung Sasaka Domas tea. Tah di jero Situs Cipeueut ieu aya Punden Berundak Batu Tunggal tea... Punden berundak ieu lain kuburan... teu aya anu dikubur didinya.

Kang Febi Mamang tgl 29 rek ka Cipaku rek tirakat diditu jeung rek taun baruan diditu euy bari niis... tgl 30 Kang Acil jeung Kang Oman rek ka Cipeueut rek melak tangkal diditu.... bisi Kang Febi rek tirakat diditu hayuuuuu ah hehehe... Bisi panasaran ninggali Millah Aji Putih xixixi. Mamang balik tanggal 1 atawa tanggal 2 kumaha brehna wae. Siangna rek nguriling Jatigede sakali deui euy rek motoan leuweung 1389 Ha anu rek ditebang tea... Edun pinusna baradag pisan ceunah hiks hiks hiks.

Ieu poto pinus jeung sawah kintunan Kang Eka anjeuna putra salah sahiji Kasepuhan anu elmu kacipakuan nana tos jero pisan, Kang Febi ke tiasa ngobrol mun ka Cipaku, aya oge Mang Ayut manehna ngilu Tarekat Sazidliyah salah saurang kasepuhan oge sok sering tirakat di Cipeueut.

Pami nganggo Bus ti Jakarta sakali naek ti Kampung Rambutan naek Bus MS AC jurusan Wado Sumedang turun weh di Cikawung pasti apalaeun supirna... teras naek Ojeg weh bade ka Cipaku weh sekitar 3km ti pertigaan Cikawung. Kantun nyarios bade Jaroh ka Cipeueut weh.

Cipeueut terbuka untuk umum dan haratiiiiiiis alias Gratiiiiiis xixixi... tidak perlu bawa sesajen jrrd... bawa autan atau Dupa pengusir nyamuk sae pisan hehehe. yang penting datang ka Cipeueut mah harus niat bersih mau berserah diri ke Tuhan... kalau punya niat buruk aja pasti riweuuuh xixixi.

Salah satu keunikan Cipeueut teh orang2 yang kena santet kena penyakit bathin datang ke Cipeueut ilang lho santetnya xixixi. Asalkan niat ikhlas berserah diri kepada Tuhan. Makana suka banyak rombongan datang ti Purwakarta, Subang, bahkan Surabaya datang ngadon Tirakat diditu xixixi.

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com

On Dec 24, 2014 9:57 AM, "Ahmad Hazairin don_febi <at> yahoo.de [urangsunda]" <urangsunda <at> yahoogroups.com> wrote:
 

Mang Yadi, kanggo naon atuh eta kecap 'Agama' dikandelan nulisna?  Da eta mah tos terjemahan mang Yadi di dinya kecap Agama teh  :D

Ibrahim mah da teu nyieun agama.  Komo atuh zaman Ibrahim mah can aya bentuk agama jiga ayeuna.  Eta terjemahan anu bener teh 'jalan Ibrahim', nyaeta jalan anu 'berserah diri'.  Ibrahim berserah diri kacaritakan pas 'neangan sosok Tuhan' tapi teu kapanggih, akhirna berserah diri teu neangan sosok Tuhan da moal kapanggih; anu aya oge kayakinan aya anu nyiptakeun sagala rupa, anu ngamparkeun sagala hukum alam jeung hukum kahirupan.  Ibrahim ngan saukur berserah diri kana proses kahirupan anu aya.

Sok mangga geura titenan deui ayat-ayat eta sareng tafsir-tafsirna ...  :)

Eta terjemahan Al-Anaam ayat 161 hese nya :D
Sagala weh dijadikeun agama, kecap 'dien' jadi diartikeun agama.  Tapi eta oge kecap 'millah' (millah Ibrahim) diartikeun oge jadi agama.  Jigana geus melekat pisan kana agama teh jadi sagala rupa weh diartikeun agama he he he.....

Ceuk kuring mah arti anu leuwih bener kieu:
“Sesungguhnya aku telah diberi petunjuk oleh Tuhan-ku kepada jalan lurus, yaitu jalan yang teguh, cara hidup Ibrahim yang benar dan dia bukanlah dari orang-orang musyrik.”

Ibrahim teh di masa hirupna mimpin suku nomaden (penggembala).  Manehna boga cara hirup anu beda ti masyarakat umumna harita.  Ibrahim boga konsep monotheisme, tapi oge boga tempat ibadah simbolik samacam batu hideung anu ditancebkeun (samacam LINGGA).  Makana disebut 'millah Ibrahim', nyaeta cara hirup Ibrahim.  Lain agama jiga ayeuna...

Tapi nya enggeus atuh lah, ari hoyong agama mah mangga, komo agamana ngiluan kana tarjamahan Quran depag mah he... he...

Nuhun

Febi
===







"YADI Supriadi Wendy yswendy <at> live.com [urangsunda]" <urangsunda <at> yahoogroups.com> schrieb am 8:51 Mittwoch, 24.Dezember 2014:


 
Punten, sababaraha kalimah dina paragraf nu panungtungan, mugi dianggap teu aya.

"Ceuk hiji panalungtikan Baba Nanak bisa jadi salah sahiji Nabi pikeun Agama Hindu."

Engke manawi aya gentosna


Khaksar,

Yadi Supriadi Wendy
E: yadi <at> wendy.web.id
WA: +62 88 8484 1919



To: urangsunda <at> yahoogroups.com
From: urangsunda <at> yahoogroups.com
Date: Wed, 24 Dec 2014 08:41:48 +0700
Subject: RE: [Urang Sunda] Flowchart AGAMA

 

Aya kaunggel dina Al Maidah:3,  "dan  telah Ku-sukai bagimu Islam sebagai agama". Sementawis agama sanesna kapendak dina Al An aam:161 - "Katakanlah, “Sesungguhnya aku telah diberi petunjuk oleh Tuhan-ku kepada jalan lurus, agama yang teguh, agama Ibrahim yang benar dan dia bukanlah dari orang-orang musyrik.”

[Hal nu sami disebat oge dina Al Maidah:95 - Katakanlah, “Allah swt. telah menyatakan yang benar; maka, ikutilah agama Ibrahim yang selalu cenderung kepada Allah swt. dan ia bukanlah dari orang-orang musyrik.”. Oge kapendak dina An Nahl:123 - Kemudian Kami wahyukan kepada engkau, “Agar ikutilah agama Ibrahim yang senantiasa condong kepada Allah swt. ; dan dia tidak termasuk orang-orang musyrik.”]

Di dieu katingal aya ciciren nu khusus ngeunaan agama Allah, nyaeta salamina condong ka Allah jeung teu ngalakukeun amalan syirk.

Anapon nabi-nabi sejenna keur agama sejen atawa keur bangsa sejen, memang teu salamina aya kasebut dina Al Quran, tapi agama nu boga ciciren condong ka Allah bisa dipastikeun sumberna ti Allah ta ala. Ceuk hiji panalungtikan Baba Nanak bisa jadi salah sahiji Nabi pikeun Agama Hindu. Sedengkeun konsep pangeran dina Agama Budha, tacan kagegel, manawi ke kapayun.


Khaksar,

Yadi Supriadi Wendy
E: yadi <at> wendy.web.id
WA: +62 88 8484 1919



To: urangsunda <at> yahoogroups.com
From: urangsunda <at> yahoogroups.com
Date: Tue, 23 Dec 2014 07:32:55 +0700
Subject: Re: [Urang Sunda] Flowchart AGAMA

 

Duka saha nu nyieun sarupaning ciri agama dumasar agama ti timur tengah.
Tilu opat agama ti dinya jadi patokan ciri agama nyaeta

Aya pangeran
Aya nabi rosul
Aya kitab suci

Tapi sanajan kitu agama ti india oge diaku agama sanajan teu persis model
timteng. Hindu saha nabina. Buddha saha pangeranana.

Agama pribumi teu aya kitab suci oge nabi

>
> Malahan dina Alquran disebut yen lslam salaku agama
> (Tingali All Maidah ayat awal)
>
> Yadi Supriadi Wendy
> WA: +62 88 8484 1919
>
> "Ahmad Hazairin don_febi <at> yahoo.de [urangsunda]"
> <urangsunda <at> yahoogroups.com> wrote:
>
> Naha sapertosna mah istilah AGAMA janteng penting?Cing saha anu tiasa
> ngabuktoskeun Nabi Muhammad nyebat yen Islam teh Agama?
>
> Febi===
>
>
> "Agus Wirabudiman fb_76 <at> yahoo.com [urangsunda]"
> <urangsunda <at> yahoogroups.com> schrieb am 3:03 Samstag, 20.Dezember
> 2014:
>
>
> Hatur rebu nuhun mang Jamal (mj), nambihan referensi keur sim
> kuring..
> Hapunten sim kuring bade ngeceskeun deui seratan mamang, dina paragraph
> ieu :
> A).
> //---------------- koentaraningrat--------
> Agama/sistem kepercayaan teh cek koentaraningrat mah salah satujuh ciri
> hiji komunitas/etnis/masyarakat.
> ---
> Jadi tangtu di tiap komunitas masyarakat aya nu ngaran agama atawa
> kapercayaan eta. Diagem dijalankeun boh jadi ibadah ritual boh ajaran
> moralna jadi titincakan pikeun kahirupan anggota masarakatna.
> -----------------//
> Mantap!... Sapuk mang… hehe.. :).
>
> Namung dina giliran paragraf anu ieu janten BIAS..
> B).
> //--------------
> Ka urang kungsi datang agama luar cara ti india jeung ti timur tengah.
> Harita mangsana dua bangsa eta sigana punjul dina widang budaya oge
> ekspansi nepi ka urang, sagala rupana ditarima dipake sanajan sawareh
> disaluyukeun/adaptasi jeung model kahirupan budaya lokal.
> ----------------//
> /==Ti LUAR disebat AGAMA kalih BUDAYA na==. India+Timur Tengah.==/
>
> Giliran di Urang na sorangan disebat BUDAYA lokal bae..hehe, naha anu
> Kahirupan lokal memeh kadatangan ti luar, budaya lokal can bogaeun Agama?,
> apan tadi diluhur kasebat :
>
> “..di tiap komunitas masyarakat aya nu ngaran agama /Sistem
> Kapercayaanâ€, taaah ari kitu mah atuh naon NGARAN jeung anu kumaha
> Sistem Kapercayaan Lokal teeeh?. Naha Sistem Kapercayaan Lokal eta teh
> tegesna disebut ngaran AGAMA tea???..hehe
>
> Perkawis ieu pisan mang… anu janten masalah di Nagara Indonesia jaman
> ayeuna, baheula ngaran NUSANTARA. Hukum ngeunaan Agama/Sistem Kapercayaan
> di Nagara urang jaman ayeuna (Indonesia) ngan sa-ukur ngasupkeun Hukum
> Sistem Kapercayaan /Agama anu daratang ti luar wungkul (6 Agama), dikelola
> na oge ku Kementrian Agama!!!... Naha ari Nagara Nusanatara baheula teu
> bogaeun Agama /Sistem Kapercayaan Lokal???...hehe :-). Palih dieu, antara
> Historis (dina Sistem Kepercayaan Lokal /Agama) jeung Yuridis (UU+PP)
> ayeuna teu acan nyambung..hartina masih rapuh...
>
> “KOKOHNYA SUATU BANGSA TERLETAK PADA SEJARAH BANGSA ITU SENDIRIâ€.
>
> Pangemut sim kuring, dimana Tata Hukum Nagara UU /PP ayeuna ngeunaan Agama
> /Sistem Kapercayaan (ngan 6 Agama Luar) teu acan saluyu mayungan kana
> Sajarah Bangsa-na (khususna kana Sistem Kapercayaan Lokal /Agama) sajajar
> jeung anu ti luar, tangtu Nagara na bakal rapuh sakumaha di luhur,
> Bangsa-na (Pangeusi Nagara) babari di jajah, di adu domba boh ku masalah
> ekonomi, agama.. jeung sajabana.. kuhal sakitu sim kuring ngadamel tulisan
> Tabayyun tea.
>
> Masalah pituin /teu pituin nana mah, can tangtu anu anyar datang ti luar
> oge (India+Timur Tengah) datang ka urang nana teh masih pituin atawa geus
> singkretis oge memehna?, atawa ngadon Studi Banding?, apan karuhun urang
> mah jenius numutkeun Prof Primadi Tabrani oge.. hehe :-).
>
> Sakitu heula ti sum kuring, hapunten anu kasuhun
> Baktos, _/|\_
> Agus Wirabudimanhttp://sukapura.wordpress.com
>
>
> On Friday, December 19, 2014 4:41 AM, "'mj' jamal <at> itenas.ac.id
> [urangsunda]" <urangsunda <at> yahoogroups.com> wrote:
>
>
>
>
> Agama/sistem kepercayaan teh cek koentaraningrat mah salahsatujuh ciri
> hiji komunitas/etnis/masyarakat. Jadi tangtu di tiap komunitas
> masyarakat aya nu ngaran agamaatawa kapercayaan eta. Diagem dijalankeun
> boh jadi ibadah ritual boh ajaranmoralna jadi titincakan pikeun
> kahirupan anggota masarakatna. Ka urang kungsi datang agama luar
> cara ti india jeung ti timurtengah. Harita mangsana dua bangsa eta
> sigana punjul dina widang budaya ogeekspansi nepi ka urang, sagala
> rupana ditarima dipake sanajan sawarehdisaluyukeun/adaptasi jeung model
> kahirupan budaya lokal. Cara model candi budha atawa hindu, candi di
> india atawa di asiatenggara sejen, sauetik lobana, aya bedana jeung
> rupa candi nu aya di urang. Cekdosen uing mah Prof Primadi Tabrani
> kusabab karuhun urang jenius, Naon bae nu asup disaring, boga mekanisme
> saringan nu antuknanaon nu asup ngajanggelek siga pituin. Hehe. Siga
> sampeu we conto kadaharanmah. Geus siga pituin pisan. Padahal mah cek
> si cenah, dibawa londo ka urang tiamerika latin. Sarua nagara tropis,
> nya hirup hade di tanah urang.
>
>
>
> #yiv8174620194 #yiv8174620194 -- #yiv8174620194ygrp-mkp {border:1px
> solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0
> 10px;}#yiv8174620194 #yiv8174620194ygrp-mkp hr {border:1px solid
> #d8d8d8;}#yiv8174620194 #yiv8174620194ygrp-mkp #yiv8174620194hd
> {color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
> 0;}#yiv8174620194 #yiv8174620194ygrp-mkp #yiv8174620194ads
> {margin-bottom:10px;}#yiv8174620194 #yiv8174620194ygrp-mkp
> .yiv8174620194ad {padding:0 0;}#yiv8174620194 #yiv8174620194ygrp-mkp
> .yiv8174620194ad p {margin:0;}#yiv8174620194 #yiv8174620194ygrp-mkp
> .yiv8174620194ad a
> {color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv8174620194
> #yiv8174620194ygrp-sponsor #yiv8174620194ygrp-lc
> {font-family:Arial;}#yiv8174620194 #yiv8174620194ygrp-sponsor
> #yiv8174620194ygrp-lc #yiv8174620194hd {margin:10px
> 0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv8174620194
> #yiv8174620194ygrp-sponsor #yiv8174620194ygrp-lc .yiv8174620194ad
> {margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv8174620194 #yiv8174620194actions
> {font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv8174620194
> #yiv8174620194activity
> {background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv8174620194
> #yiv8174620194activity span {font-weight:700;}#yiv8174620194
> #yiv8174620194activity span:first-child
> {text-transform:uppercase;}#yiv8174620194 #yiv8174620194activity span
> a {color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv8174620194
> #yiv8174620194activity span span {color:#ff7900;}#yiv8174620194
> #yiv8174620194activity span .yiv8174620194underline
> {text-decoration:underline;}#yiv8174620194 .yiv8174620194attach
> {clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
> 0;width:400px;}#yiv8174620194 .yiv8174620194attach div a
> {text-decoration:none;}#yiv8174620194 .yiv8174620194attach img
> {border:none;padding-right:5px;}#yiv8174620194 .yiv8174620194attach
> label {display:block;margin-bottom:5px;}#yiv8174620194
> .yiv8174620194attach label a {text-decoration:none;}#yiv8174620194
> blockquote {margin:0 0 0 4px;}#yiv8174620194 .yiv8174620194bold
> {font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv8174620194
> .yiv8174620194bold a {text-decoration:none;}#yiv8174620194
> dd.yiv8174620194last p a
> {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv8174620194
> dd.yiv8174620194last p span
> {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv8174620194
> dd.yiv8174620194last p span.yiv8174620194yshortcuts
> {margin-right:0;}#yiv8174620194 div.yiv8174620194attach-table div div
> a {text-decoration:none;}#yiv8174620194 div.yiv8174620194attach-table
> {width:400px;}#yiv8174620194 div.yiv8174620194file-title a,
> #yiv8174620194 div.yiv8174620194file-title a:active, #yiv8174620194
> div.yiv8174620194file-title a:hover, #yiv8174620194
> div.yiv8174620194file-title a:visited
> {text-decoration:none;}#yiv8174620194 div.yiv8174620194photo-title a,
> #yiv8174620194 div.yiv8174620194photo-title a:active, #yiv8174620194
> div.yiv8174620194photo-title a:hover, #yiv8174620194
> div.yiv8174620194photo-title a:visited
> {text-decoration:none;}#yiv8174620194 div#yiv8174620194ygrp-mlmsg
> #yiv8174620194ygrp-msg p a span.yiv8174620194yshortcuts
> {font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv8174620194
> .yiv8174620194green {color:#628c2a;}#yiv8174620194
> .yiv8174620194MsoNormal {margin:0 0 0 0;}#yiv8174620194 o
> {font-size:0;}#yiv8174620194 #yiv8174620194photos div
> {float:left;width:72px;}#yiv8174620194 #yiv8174620194photos div div
> {border:1px solid
> #666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv8174620194
> #yiv8174620194photos div label
> {color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv8174620194
> #yiv8174620194reco-category {font-size:77%;}#yiv8174620194
> #yiv8174620194reco-desc {font-size:77%;}#yiv8174620194
> .yiv8174620194replbq {margin:4px;}#yiv8174620194
> #yiv8174620194ygrp-actbar div a:first-child
> {margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv8174620194
> #yiv8174620194ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:Arial,
> helvetica, clean, sans-serif;}#yiv8174620194 #yiv8174620194ygrp-mlmsg
> table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv8174620194
> #yiv8174620194ygrp-mlmsg select, #yiv8174620194 input, #yiv8174620194
> textarea {font:99% Arial, Helvetica, clean,
> sans-serif;}#yiv8174620194 #yiv8174620194ygrp-mlmsg pre,
> #yiv8174620194 code {font:115% monospace;}#yiv8174620194
> #yiv8174620194ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}#yiv8174620194
> #yiv8174620194ygrp-mlmsg #yiv8174620194logo
> {padding-bottom:10px;}#yiv8174620194 #yiv8174620194ygrp-msg p a
> {font-family:Verdana;}#yiv8174620194 #yiv8174620194ygrp-msg
> p#yiv8174620194attach-count span
> {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv8174620194
> #yiv8174620194ygrp-reco #yiv8174620194reco-head
> {color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv8174620194
> #yiv8174620194ygrp-reco
> {margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv8174620194
> #yiv8174620194ygrp-sponsor #yiv8174620194ov li a
> {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv8174620194
> #yiv8174620194ygrp-sponsor #yiv8174620194ov li
> {font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv8174620194
> #yiv8174620194ygrp-sponsor #yiv8174620194ov ul {margin:0;padding:0 0
> 0 8px;}#yiv8174620194 #yiv8174620194ygrp-text
> {font-family:Georgia;}#yiv8174620194 #yiv8174620194ygrp-text p
> {margin:0 0 1em 0;}#yiv8174620194 #yiv8174620194ygrp-text tt
> {font-size:120%;}#yiv8174620194 #yiv8174620194ygrp-vital ul
> li:last-child {border-right:none !important;}#yiv8174620194
>
>
>







__._,_.___
Posted by: Mang Aska <dkabayan <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___

Gmane