Picon

Gempa VII MMI Bangunan Jakarta Ambruk? - Re: [Senyum-ITB] Pray for NEPAL & JATIGEDE, Mitigasi Bencana?



Tepat sekali Mas Ady, Mamang sempat ngobrol dengan Kang Oman Abdurahman Geologi ITB 80an beliau sekarang Kepala Bagian Perencanaan Badan Geologi Bandung, Pemred Geomagz, beliau juga salah satu kasepuhan di Komunitas Kabuyutan, anak buahnya Mbah Rono ;)... dari hasil diskusi beliau dengan para pakar gempa menyampaikan Sunda Megathrust sisi bagian Jawa Barat Selatan kearah Selat Sunda sudah lama belum dilepaskan energinya.

Kalau Sumatera dan Jawa ke arah Tengah/ Timur sudah dilepaskan energinya ada Tsunami Aceh, Gempa Padang, Bengkulu, Jogja, Pangandaran.... nah justru yg belum adalah sisi Jawa Barat ke arah Selat Sunda katanya. Yang MENGHAWATIRKAN lagi sekitar setahun yang lalu coba perhatikan article Kompas April 2014 di bawah ini memperingatkan kita tentang Potensi Bencana Sunda Megathrust  bisa merusak Jakarta!

http://sains.kompas.com/read/2014/04/08/1310451/Gempa.dari.Sunda.Megathrust.Berpotensi.Rusak.Jakarta

"Jangankan VIII MMI, untuk skala VII MMI, menurut penelitian awal kami, kebanyakan bangunan di Jakarta ambruk. Beberapa variabel penelitian meliputi usia bangunan, bentuk, dan fungsi,” katanya. Penelitian itu, kata Udrekh, akan diperdalam lagi. ”Untuk Lampung dan Banten, ancaman selain gempa, tentu tsunami,” ujarnya.

Nah sudahkah pemerintah tanggap akan bencana? Sudahkah bangunan2 tinggi yg ada di Jakarta memenuhi standard ketahanan terhadap gempa?

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com

On Apr 27, 2015 1:37 AM, "Ady Wicaksono ady.wicaksono <at> gmail.com [Senyum-ITB]" <Senyum-ITB <at> yahoogroups.com> wrote:
 

Konon yang tidak kalah berbahaya adalah Sunda Megathrust




2015-04-26 18:33 GMT+04:00 Mang Aska dkabayan <at> gmail.com [Senyum-ITB] <Senyum-ITB <at> yahoogroups.com>:
[Attachment(s) from Mang Aska included below]

Dear All,
Turut berduka cita yang sedalam2nya untuk para korban gempa Nepal yg menurut info dari Kompas, korbannya 2300 jiwa :(.

http://lipsus.kompas.com/topikpilihanlist/3571/1/Gempa.Nepal.7.9.SR

Sesuatu yg menarik dibahas adalah bahwa karakter gempa Nepal ini memungkinkan terjadi di Indonesia beberapa daerah berada di lokasi bekas danau purba sehingga labil dan berada di lempeng tektonik aktif, salah satunya Kota Bandung dan sebenernya yg luput dibahas oleh Kompas dan sebelumnya muncul di Republika adalah Bendungan Jatigede yang lokasinya berada persis di episentrum gempa/ lempeng tektonik Baribis. Menurut Dr. Emi Sukiah, Dosen Geologi Unpad tidak seharusnya infrastruktur sebesar Bendungan Jatigede dibangun disana. Pakar DPKLTS Indonesia Ir. Sobirin Ahli Geologi dan Ahli Bendungan pensiunan PU malah menyampaikan di Kompas Bahwa JATIGEDE RENTAN AMBROL!

Semoga Pak Jokowi mengkaji kembali Bendungan Jatigede! Segera membatalkan Perpres dan menghentikan penggenangan demi menyelamatkan ribuan nyawa masyarakat di hilir bendungan dan trilyunan aset negara yg akan hancur terkena tsunami apabila Bendungan Jatigede jebol! Salah satu aset yg sangat berharga adalah KILANG MINYAK BALONGAN INDRAMAYU!

Pak Jokowi silahkan undang ahli geologi yang benar kompeten dibidangnya untuk memastikan, jangan sampai hanya demi PROYEK tapi ribuan nyawa dipertaruhkan! Mesti diingat Proyek Jalan Rusak akibatnya tidak separah kalau Bendungan Jebol! Belum lagi gempa yg mungkin terjadi bisa meluluh lantahkan kawasan disekitar Lempeng Aktif Baribis itu! Lempeng Baribis juga berhubungan dengan Lempeng Lembang, dan Lempeng Cimandiri Sukabumi! Sangat mengerikan apabila semuanya menimbulkan gempa dahsyat! Walaupun skala kecil tapi dampaknya luar biasa karena tanah yg labil!

Semoga Bangsa Indonesia dijauhkan dari Bencana! Leluhur Kabuyutan Cipaku menamakan daerah genangan Jatigede adalah Lemah Sagandu, dan tidak semata2 tanpa sebab mereka meletakan/ membuat 33 Situs Punden Berundak disana kalau tidak ada SESUATU! Sudah jelas disana ada Sesar Baribis yg bentuknya mirip Keuyeup Bodas/ Kepiting! Leluhur menyampaikan, "LEMAH SAGANDU DIGANGGU BALAI SADUNYA"! Kabuyutan Cipaku diganggu bencana bagi dunia! Bendungan Jatigede Dikeueum Bakal Ngahudangkeun Keuyeup Bodas! Bendungan Jatigede digenangi akan memBANGUNKAN Kepiting Putih/ Sesar Baribis!

Kalau ada rekan2 yg dapat membantu mendapatkan akses ke Jokowi untuk mempresentasikan hal ini, mohon kabari Mamang!

Save Kabuyutan, Save The World, Save Jatigede!

http://www.facebook.com/savejatigede

Yang akan terjadi apabila memaksakan Jatigede digenangi menurut Uga adalah:

Bandung Heurin Ku Tangtung
Sumedang Ngarangrangan
Kadipaten Kapapatenan
Cirebon Kabongbodosan
Indramayu Kalalayuan
Tomo Totolomoan
Ujung Jaya Ujung Kajayaan
Warung Peti Tempat Mayit

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com






--
Regards,

Ady Wicaksono



__._,_.___
Posted by: Mang Aska <dkabayan <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

Re: [IndoEnergy] Gempa Nepal adalah Gejala Mekanisme Pembentukan Himalaya, [3 Attachments]

[Attachment(s) from Mang Aska included below]

Pak Le Rovicky terimakasih informasinya, sangat mencerahkan, di gambar yg dibuat di sekitar Indonesia ada Zona Subduksi juga ya yg berpotensi menimbulkan bencana? Sunda Megathrust?

Bagian selatan Jawa Barat dan Selat Sunda energi nya masih tersimpan dan belum dilepaskan, sudahkah pemerintah mengantisipasinya? Mitigasi Bencana? Di Jawa Barat ada lempeng Cimandiri Sukabumi, Lempeng Lembang Bandung, dan Lempeng Baribis Majalengka.

Dr. Ir. Emi Sukiyah, MT, Dosen Geologi Unpad menyampaikan di Bendungan Jatigede yg saat ini sedang dibangun pemerintah seluas 4800Ha dengan volume air 1Milyar M3 melintas Patahan Aktif dan seharusnya di daerah tersebut tidak bisa dibangun infrastruktur sebesar itu. Secara kasat mata terlihat amblesan dan longsoran dibeberapa tempat. Jangan sampai Pemerintah salah melangkah berharap ingin mendapatkan manfaat dari "manis" nya bendungan, namun justru yg didapat malah bencana yg menewaskan ribuan jiwa + rusaknya infrstruktur yg berada di hilir bendungan Jatigede, diantaranya ada Kilang Minyak Balongan dan PLTU Indramayu :(.

Sepertinya dalam proyek-2 besar pemerintah kurang memperhatikan kajian dari sisi geologis :(. Padahal secara ilmiah sudah jelas bahayanya.

Secara Kearifan Lokal, Leluhur Kabuyutan Cipaku, Darmaraja, Sumedang meletakan 33 Situs Punden Berundak, Megalitikum, tentunya mereka tidak asal membuat situs disana pasti ada "Sesuatu WARNING", dan sudah ada dalam Uga, bahwa apabila bendungan Jatigede sampai digenangi akan membangkitkan Keuyeup Apu/ Keuyeup Bodas, Kepiting Putih, masyarakat awam menyebutnya daerah Jatigede terbentuk dari batuan cadas aron ketika tidak kena air kuat tapi begitu kena air lembek dan hancur.

Dalam Uga Jatigede juga disampaikan dampaknya apabila tetap memaksa mebangun bendungan disana:
"Bandung Heurin Ku Tangtung,
Sumedang Ngarangrangan,
Kadipaten Kapapatenan,
Cirebon Kabongbodosan,
Indramayu Kalalayuan,
Tomo Totolomoan,
Ujung Jaya Ujung Kajayaan,
Warung Peti Tempat Mayit".

Uga sekarang banyak dicemooh oleh sebagian masyarakat modern karena tidak ada dasar ilmiah namun hendaknya juga jangan prejudice karena Leluhur Tidak Bodoh, mereka telah berinteraksi dengan alam sekian lamanya dan tentunya kearifan lokal nya diperoleh dengan berinteraksi dengan alam tersebut.

Kita bisa saja menutup mata dan mengabaikan Uga tersebut namun secara geologis kenyataannya dapat dibuktikan secara ilmiah bahwa memang Bendungan Jatigede sangat membahayakan.

Berikut tulisan Dr. Ir. Emi Sukiyah MT, Dosen Geologi UNPAD di Republika:

Waduk Jatigede Dibangun pada Daerah Episentrum Gempa | Republika Online Mobile
http://m.republika.co.id/berita/nasional/daerah/15/04/07/nmfgvy-waduk-jatigede-dibangun-pada-daerah-episentrum-gempa

Itulah yang menjadi penelitian dan kajian para akademisi dari Fakultas teknik Geologi (FTG) Universitas Padjadjaran. Dari penelitian yang dilakukan oleh Nana Sulaksana dan kawan-kawannya itu, diketahui bahwa pembuatan waduk Jatigede merupakan sebuah proyek yang beresiko.

“Pembangunan ini banyak kendalanya,” kata Emi. Sebetulnya, ujar dia, dari tatanan geologi tidak memungkinkan infrasturktur sebesar itu dibangun di situ (Jatigede). Tektoniknya aktif (di tempat tersebut). Bukan hanya dekat episentrum gempa, di bawah tempat itu ada aktif fault yang melintas di situ.

Dikatakan Emi, karena jejak tektonik berupa sesar aktif (aktif fault), maka proyek bendungan ini berbahaya. Sesar ini merupakan zona rekahan pada bumi yang mengalami pergeseran-pergeseran. Pergeseran-pergeseran ini, kata dia, yang memengaruhi erosi di DAS Cimanuk yang menuju Jatigede.

Barangkali para ahli geologi yg lain dapat mengkaji sehingga pemerintah lebih mendengar dan mau bersifat transparan utk mengkaji ulang bendungan tersebut. Jangan sampai justru pemerintah dengan sengaja menciptakan bencana untuk masyarakat.

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com

On Apr 26, 2015 10:31 PM, "Rovicky Dwi Putrohari rovicky <at> Gmail.com [IndoEnergy]" <IndoEnergy <at> yahoogroups.com> wrote:
 

Patahan-patahan naik yang ada di Pegunungan Himalaya inilah yang menjadi pusat-pusat gempa. Pengangkatan dengan terpatahkan atau tersesarkan ini mampu mengangkat hingga ketinggian tertinggi di Puncak Everest setinggi 29,029 kaki (8,848m).

selengkapnya disini :
http://rovicky.wordpress.com/2015/04/26/nepal-negara-diatas-tubrukan-dua-lempeng-benua/

Semoga membantu menjelaskan.

--
"Kebanggaan sejati muncul dari kontribusi anda yang positip".


__._,_.___

Attachment(s) from Mang Aska | View attachments on the web

3 of 3 Photo(s)

Posted by: Mang Aska <dkabayan <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

Pray for NEPAL & JATIGEDE, Mitigasi Bencana? [4 Attachments]

[Attachment(s) from Mang Aska included below]

Dear All,
Turut berduka cita yang sedalam2nya untuk para korban gempa Nepal yg menurut info dari Kompas, korbannya 2300 jiwa :(.

http://lipsus.kompas.com/topikpilihanlist/3571/1/Gempa.Nepal.7.9.SR

Sesuatu yg menarik dibahas adalah bahwa karakter gempa Nepal ini memungkinkan terjadi di Indonesia beberapa daerah berada di lokasi bekas danau purba sehingga labil dan berada di lempeng tektonik aktif, salah satunya Kota Bandung dan sebenernya yg luput dibahas oleh Kompas dan sebelumnya muncul di Republika adalah Bendungan Jatigede yang lokasinya berada persis di episentrum gempa/ lempeng tektonik Baribis. Menurut Dr. Emi Sukiah, Dosen Geologi Unpad tidak seharusnya infrastruktur sebesar Bendungan Jatigede dibangun disana. Pakar DPKLTS Indonesia Ir. Sobirin Ahli Geologi dan Ahli Bendungan pensiunan PU malah menyampaikan di Kompas Bahwa JATIGEDE RENTAN AMBROL!

Semoga Pak Jokowi mengkaji kembali Bendungan Jatigede! Segera membatalkan Perpres dan menghentikan penggenangan demi menyelamatkan ribuan nyawa masyarakat di hilir bendungan dan trilyunan aset negara yg akan hancur terkena tsunami apabila Bendungan Jatigede jebol! Salah satu aset yg sangat berharga adalah KILANG MINYAK BALONGAN INDRAMAYU!

Pak Jokowi silahkan undang ahli geologi yang benar kompeten dibidangnya untuk memastikan, jangan sampai hanya demi PROYEK tapi ribuan nyawa dipertaruhkan! Mesti diingat Proyek Jalan Rusak akibatnya tidak separah kalau Bendungan Jebol! Belum lagi gempa yg mungkin terjadi bisa meluluh lantahkan kawasan disekitar Lempeng Aktif Baribis itu! Lempeng Baribis juga berhubungan dengan Lempeng Lembang, dan Lempeng Cimandiri Sukabumi! Sangat mengerikan apabila semuanya menimbulkan gempa dahsyat! Walaupun skala kecil tapi dampaknya luar biasa karena tanah yg labil!

Semoga Bangsa Indonesia dijauhkan dari Bencana! Leluhur Kabuyutan Cipaku menamakan daerah genangan Jatigede adalah Lemah Sagandu, dan tidak semata2 tanpa sebab mereka meletakan/ membuat 33 Situs Punden Berundak disana kalau tidak ada SESUATU! Sudah jelas disana ada Sesar Baribis yg bentuknya mirip Keuyeup Bodas/ Kepiting! Leluhur menyampaikan, "LEMAH SAGANDU DIGANGGU BALAI SADUNYA"! Kabuyutan Cipaku diganggu bencana bagi dunia! Bendungan Jatigede Dikeueum Bakal Ngahudangkeun Keuyeup Bodas! Bendungan Jatigede digenangi akan memBANGUNKAN Kepiting Putih/ Sesar Baribis!

Kalau ada rekan2 yg dapat membantu mendapatkan akses ke Jokowi untuk mempresentasikan hal ini, mohon kabari Mamang!

Save Kabuyutan, Save The World, Save Jatigede!

http://www.facebook.com/savejatigede

Yang akan terjadi apabila memaksakan Jatigede digenangi menurut Uga adalah:

Bandung Heurin Ku Tangtung
Sumedang Ngarangrangan
Kadipaten Kapapatenan
Cirebon Kabongbodosan
Indramayu Kalalayuan
Tomo Totolomoan
Ujung Jaya Ujung Kajayaan
Warung Peti Tempat Mayit

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com



__._,_.___

Attachment(s) from Mang Aska | View attachments on the web

4 of 4 Photo(s)


__,_._,___
Picon

Tatapa Di Guha Hiro



Baraya,
Lain euy lamun di episod pilem mah pan samodel Superman aya kamari genre na Superman Begin tea... anu nyaritakeun Superman mimiti jaman manehna make kolor tibalik di luar tea hehehe

Tah dina episod Rosul kumaha caritana Muhammad Begin?

Cik aya nu apal kunaon samemeh jadi Rosul Muhammad bet resep tatapa di guha hiro? Eta manehna mun teu salah rek umur 40-an? Eta pan umur mun dina siklus manusa mah menjelang mapan atawa geus ampir mapan... tah kunaon bet kalahka nyalingkur ka guha menekung mujas medi diditu nepika bisa narima wangsit atawa wahyu tea?

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com



__._,_.___
Posted by: Mang Aska <dkabayan <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

Resensi Buku Spiritual Traveller, Sebuah Kisah Pencarian Makna

Makna kehidupan tak cukup dihayati hanya dengan "katanya dan kata
orang". Dalam banyak hal, manusia memiliki tanggungjawab pribadi untuk
mencarinya sendiri. Tentu, pencarian seperti ini membawa kita melewati
banyak pertanyaan, keraguan, penolakan, bahkan tantangan.

Buku ini mengajak kita menelaah perjalanan intelektual dan spiritual
seorang manusia, membuka kembali wawasan yang pernah dimiliki,
menggugah lagi keyakinan yang pernah diimani. Kisah-kisahnya akan
membawa Anda melakukan safari rohani, dialog sejarah, hingga wisata
logika yang bernas.

Meski terjemahan, buku ini memiliki kedalaman dan kepadatan
informasinya disampaikan dengan gaya bahasa yang ringan, mudah
dicerna, dan nyaman dibaca. Karena penulisnya, Dr Muhammad Tijani
Al-Samawi, seorang intelektual Islam dari Tunisia yang memiliki
kedalaman ilmu-ilmu Islam.

Melalui buku ini, Tijani menuliskan pengalaman spiritual hingga
menemukan kebenaran yang diyakininya. Karena itu, sangat perlu untuk
dibaca dan dipahami: mengapa dan bagaimana Tijani menemukan kebenaran
dalam beragama?

Judul                     : Spiritual Traveller, Sebuah Kisah Pencarian Makna
Penulis                 : Muhammad Tijani Samawi
Penerbit              : Misykat & Marja
Tahun                   : 2015
Halaman              : 252

http://misykat.net/article/155861/spiritual-traveller-sebuah-kisah-pencarian-makna.html

------------------------------------
Posted by: Ahmad <ahmadsahidin12 <at> gmail.com>
------------------------------------

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/

[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]
------------------------------------

Yahoo Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    Baraya_Sunda-digest <at> yahoogroups.com 
    Baraya_Sunda-fullfeatured <at> yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    Baraya_Sunda-unsubscribe <at> yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo Groups is subject to:
    https://info.yahoo.com/legal/us/yahoo/utos/terms/

Picon

Hidup Normal? One Life Live It!



<at> All sadayana semuanya... wilujeng morniiing,
Seperti kita ketahui bahwa sebagai seorang spiritualist kita diperintahkan oleh Tuhan Nu Kawasa Nu Ngersakeun Nu Maha Murbeng Alam untuk mengikuti jejak2 para Rosul dan Nabi nya :). Konon kabarnya tingkatan iman itu ada 3:
1. Paling tinggi berani bertindak
2. Sedang berani berbicara
3. Rendah mengutuk dalam hati.

Nah kalau memperhatikan Kisah2 Spiritualist yg tertera dalam berbagai Kitab Suci maka dapat kita peroleh suatu realita bahwa para Nabi dan Rosul itu hidup jauh dari kata Normal yang menjalani RUTINITAS seperti biasa makan, ibadah, bekerja dan tutup mata tutup telinga tidur nyenak... 60 atau 80 tahun meninggal dunia, paling lama 100tahun saja sudah bersyukur banget.

Kita ambil contoh random aja ya kan susah kalau semua kita bahas :
1. Adam dan Hawa sudah enak di Surga tapi mereka melakukan sesuatu yg tidak Normal sehingga turun ke bumi dan akhirnya beranak pinak.

2. Nabi Nuh sangat tidak normal bahkan disebut gila karena membangun bahtera/ perahu besar di atas bukit pada musim kemarau dan bilang akan ada banjir bandang yg akan membunuh semuanya. Kata orang jaman dulu mungkin komentarnya eta si Nuh geloooo sugan bikin parahu di atas bukit ... bikin perahu mah di sungai atau dipantai wkkkk.

3. Nabi Musa sudah enak jadi Anak Raja dengan segala kenormalan dan kebahagiaannya tapi malah memilih membantu orang Yahudi yg dijadikan Budak oleh Orang Mesir, Membebaskan mereka dan memimpin hijrah dengan berbagai luka liku laki laki nya hehehe. Geloooooo pisan pan udah enak jadi Raja malah milih turun kasta sebangsa budak belian.

4. Nabi Isa lahir dari wanita tidak normal masih perawan tidak ada Bapaknya dan memilih berkoban disalib demi menanggung dosa umatnya. Ini gila pisan... menanggung dosa umatnya... beuuuuh dahsyat.

5. Nabi Muhammad yatim piatu ketika Nabi Muhammad menikah tidak seperti orang normal memilih menikah Janda Lebih Tua 25 Tahun Umurnya (Lelaki Normal memilih ABG lebih muda 5 tahun xixixi), ketika berdagang yg lain mengurangi timbangan dan mengambil untung sebesar2nya beliau malah mencukupkan bahkan menambahkan timbangan :)... untung ditentukan sendiri yg beli dengan menyampaikan harganya segini asalnya mangga mau ngasi lebih berapa? Berani tampil BEDA! Ditengah kemapanan mendekati usia 40an malah rajin bertapa/ berkontemplasi di Gua Hira, dapat wahyu dan menyebarkannya merubah dari tadinya masyarakat menyembah 360 Dewa, di Ka'bah itu ada 360 batu konon kabarnya yg disembah dijadikan dewa oleh masyarakat Arab kala itu, Nabi Muhammad SAW malah berkoar2 menceritakan bahwa Tuh an itu Satu, malah menghidupkan ajaran Tauhid leluhurnya Ibrahim yg sudah dilupakan. Atuh bayangkan saja ditertawakan, dianggap gila, bahkan mau dibunuh. Sampai begitu besarnya tekanan penolakan sampai beliau memutuskan untuk berhijrah menyusun kekuatan dan kembali pada akhirnya mengakuisi Mekah... Ka'bah yg tadinya ada 360 batu dewa dihilangkan batu2 yg tidak berharga yg lainnya dan menyisakan hanya satu batu yg merupakan peninggalan dari leluhurnya Ibrahim yaitu Batu Tauhid Hajar Aswad, sampai2 kemudian Rosululloh menciumnya karena kalau beliau tidak menciumnya beliau bilang Manusia tidak akan mengingat Batu Tauhid itu, dengan beliau menciumnya maka orang akan mengikutinya dan akan mengingat keberadaan Batu Tauhid itu :). Saking tidak normalnya Nabi Muhammad SAW maka Umatnya diproy eksi tahun 2030 akan tebesar di seluruh jagatraya.... dan saking tidak normalnya Value dari Kawasan Batu Tauhid tersebut bisa menghasilkan Streaming Income per tahun 802 Trilyun dari kegiatan Haji, Umrah, dlsb, dahsyaaaat bukan multiplier effect nya?

Itu versi Spiritualist orang2 yg tidak Normal karena mendapatkan perintah Tuhan dan menjadi Messenger of God :). Coba kita lihat manusia biasa yg tidak Normal juga yg masih hidup Abad ini atau baru meninggal :).

1. Bill Gates the richest man.... DO dari kuliahnya ngak normal banget, milih bikin Microsoft memulai dari garasinya.

2. Warren Buffet.... Orang kaya kedua tapi juga orang yg tidak normal yg lain punya jet pribadi dia tetep pake pesawat umum, mobilnya masih mobil lama, rumahnya juga rumah lamanya dll... sangat tidak normal gokil bin gila pisan.

3. Steve Jobs... dari filem nya aja kelihatan tidak normal banget sampai bisa bikin Apple... Kata2 nya yg paling gak Normal itu... Stay foolish, Stay Hungry :).

4. Mark Zuckerberg... Facebook... hidupnya juga sama jauuuh dari kata normal... tapi malah menjadi pemuda kaya raya xixixi.

5. Bob Sadino... sangat tidak normal memilih menjadi petani pakai kolor aja dan bisnisnya yg luar biasa ketika beliau di undang oleh salah satu perguruan tinggi beliau malah menganjurkan jangan kuliah hahaha karena kuliah membuat otak menjadi pegawai dan terkotak2 kaku... hilang kreatifitas hehehe.

Ada yg mau menambahkan?

Nah jadi kita bisa saja berfikir untuk menyia-nyiakan hidup untuk hidup secara normal, makan, ibadah, kerja, dan tidur... 60 tahun atau 70 tahun dikubur xixixi.... atau terserah mau bagaimana :).

Kalau Mamang.... Life is too short to be NORMAL, let's go crazy xixixi.... One Life Live It!

Mamang sangat tidak normal... mobil aja milih land rover... dan land rover hanya dimiliki oleh orang kaya banget atau orang gila banget wkkkk. Mamang bukan orang kaya... karena orang kaya pastinya belinya Rangerover dan Defender Terbaru yg diatas 1 Ember harganya... Mamang pakai Old Land Rover dan malah memutuskan keluar dari pekerjaan menjadi Supir Land Rover memberikan tamu kepuasan Ber Adventure bersama Land Rover, bahasa ngetrendnya Ngojeg ;)... Part timer Mamang suka diundang Ngamen utk bantu presentasi ke Investor, Project Owner, dlsb terutama bidang Tourism n' Property :)... selain Ngojeg, Ngamen, juga Ngacapruk dimana2 dan Kongres bersama teman2... ngawangkong teu beres2 :). Ternyata alhamdulillah Mamang masih bisa hidup, enjoy pisan, capital alhamdulillah nambah t erus dan juga yg lebih penting bisa membantu Masyarakat Tanah Kelahiran Mamang mempertahankan Kabuyutannya dan mudah2an lebih gila lagi bisa mengembangkannya semoga bisa kedepan 100 Trilyun setahun :D. Turn carbon into diamonds.... Let's go crazy... tentunya 100 trilyun setahun itu mungkin 100 tahun yg akan datang atau 1000 thn kalau tetap persistent dan consistent sesuai prinsip Katukuhan Cipaku, Tukuh, Pengkuh, Cicingkeun, Pageuhkeun, Kukuhkeun :).

Batu Tauhid di Ka'bah tidak terbayangkan sebelumnya nileynya bisa 802 Trilyun setahun, tapi karena terus digosok, diminyaki, sampai kemudian mengkilat dan berwarna hitam karena itulah disebut Batu Hajjar Aswad... Batu Hitam Mengkilap :). Mengkilap karena digosok dan diminyaki :). Batu Tauhid Aji Putih Sumedang masih polos sederhana masih dianggap batu kali makanya mau dipindahkan dan ditenggelamkan, belum digosok dan diminyaki, belum jadi Hajjar Aswad tapi kalau sudah ada yg berani menggosok dan meminyaki maka akan menjadi Hajjar Aswad Batu Hitam Mengkilap, baru kalau sudah hitam mengkilap Niley Ekonomi Nya bisa lah 100 Trilyun setahun mah :). Batu Tauhid Aji Putih bisa 100 Trilyun per tahun nileynya kalau tetap berada di koordinatnya yg sekarang dan tidak tenggelam enak b anget ngegosoknya secara DeFacto Batu Tauhid 50 tahun lebih belum ada satu president pun yg bisa menenggelamkannya... Jatigede menjadi bendungan terlama sejagat raya! Suharto dengan ABRI nya waktu itu yg sangat represif saja tidak mampu menenggelamkan Batu Tauhid Aji Putih :).

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com



__._,_.___
Posted by: Mang Aska <dkabayan <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

Haji & Umrah Berulangkali Pengabdi Setan?



"Saya menulis buku Haji Pengabdi Setan, maksudnya untuk orang berhaji ulang. Itu niatnya ikut siapa, sementara kondisi negara masih terpuruk. Indonesia kalau mengikuti indikator PBB, masih ada 117 juta orang miskin. Nabi berkata, Tidak beriman orang pada malam perutnya kenyang, sedangkan tetangganya kelaparan. Berapa juta orang Indonesia masih kelaparan."

Selengkapnya:
http://m.merdeka.com/khas/berhaji-dan-berumrah-berulang-kali-pengabdi-setan-wawancara-ali-mustafa-y-2.html

Jadi inget Fatwa Eyang Haji Aji Putih, Orang Sumedang Pertama Yg Naik Haji Ke Tanah Suci Berguru ke Sayidina Ali, disebut Haji Purwa Darmaraja setelah mendapat wangsit ketika beliau sedang berkontemplasi di Situs Cipeueut Aji Putih, "Kalau Ada Saudara dan Tetangga Kalian Yang Masih Sengsara dan Butuh Pertolongan, Baik Sandang, Pangan, Papan, atau yang lainnya maka Kalian Tidak Perlu Naik Haji Ke Tanah Suci Karena Sudah Aku Wakili, Utamakan Tolong Dulu Mereka!". Subhanalloh dalem banget sesuai article di atas, Nabi berkata, Tidak beriman orang pada malam perutnya kenyang, sedangkan tetangganya kelaparan. Berapa juta orang Indonesia masih kelaparan.

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com



__._,_.___
Posted by: Mang Aska <dkabayan <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

RE: Seminar Jatigede di Aula Barat ITB? - RE: [Senyum-ITB] Kajian Ilmiah Doktor Geologi UNPAD, Bendungan Jatigede Membahayakan! [2 Attachments]

[Attachment(s) from Mang Aska included below]

Pak Adi Krisadi... sy tidak mau menjadi manusia normal yg biasa saja dan datar2 saja... Life is too short to be Normal, Let's Go Crazy hehehe.... One Life Live It!

Oh ya sy tidak menyuruh Bapak lho ya, sy mohon bantuan apakah Bapak bisa membantu memfasilitasi? Kalau Bapak tidak mau ya ngak apa2 tidak memaksa kok. Kebetulan soalnya Bapak kan yg memiliki ide untuk memaparkan di Aula Barat ITB? Jadi siapa tahu para senior punya akses ke rektor tentunya lebih mudah utk berkomunikasi. Sama lebih Obyektif/ Fair kalau orang lain/ Independent yg meng-arrange! Biar semua bisa diundang.

Mestakung ~ Semesta Mendukung.... Ide Seminar ini muncul dari beberapa orang... nah salah satu hasil Jatigede Tour Kemarin Memang Tercetus dari salah satu peserta Tour untuk membuat Seminar! Nah hanya saja masukannya jangan Kami Komunitas Save Jatigede yang menyelenggarakan Harus yang Independent biar Obyektif, atau kalaupun terpaksa harus Komunitas Save Jatigede yg menyelenggarakan maka harus Bekerjasama entah itu ITB, UNPAD, dll. Kami sedang berusaha mencari Kontak Bu Dr. Emi Ahli Geologi Unpad yang berani membuat statement yg netral tersebut!

Masih tetap terbuka kepada siapa saja yg berkenan membantu :). Mari... mari kita berbuat... yg sudah bosan dengan ibadah ritual yg itu2 saja... mungkin saatnya mencoba Ibadah Sosial bukan dengan memberikan santunan yg sesaat tetapi dengan membantu masyarakat mempertahankan Kabuyutannya/ Kampung Halamannya agar jangan sampai terjadi perusakan tatanan sosial, budaya, dan spiritual.

Mengenai tempat Seminar bisa dibuat beberapa alternatif apakah ITB atau UNPAD, tadinya lebih prefered Unpad karena ada Bu Emi di Republika Hari ini... namun masukan Pak Adi di Aula Barat ITB juga menarik! Namun kira2 Rektor ITB berminat ngak ya?

Terlampir ide Seminar diskusi di FB dan di Grup WA, semoga Mestakung.... Let's do it!

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com

On Apr 8, 2015 9:31 PM, "adikrisadi Adikrisadi <at> yahoo.com [Senyum-ITB]" <Senyum-ITB <at> yahoogroups.com> wrote:
 

Mang Aska, kalo anda orang normal tidak menyuruh orang lain tapi do it yourself utk seminar di aula barat temui rektor itb. 

Salam.


Sent from Samsung Mobile


-------- Original message --------
From: "Mang Aska dkabayan <at> gmail.com [Senyum-ITB]"
Date:08/04/2015 18:59 (GMT+07:00)
To: Senyum-ITB <at> yahoogroups.com
Cc: alumni-ipb <at> yahoogroups.com,kabuyutan <at> yahoogroups.com,Baraya_Sunda ,urang sunda , kisunda <at> yahoogroups.com,Bambang Harymurti ,Arifin Asydhad ,Arya Sinulingga ,Ahmad Mukhlis Yusuf ,Ahmad Mukhlis Yusuf ,Ahmad Dimyati
Subject: Seminar Jatigede di Aula Barat ITB? - RE: [Senyum-ITB] Kajian Ilmiah Doktor Geologi UNPAD, Bendungan Jatigede Membahayakan!

 

Dahsyaaaat cocoooook sekali... Apakah Pak Adi bisa membantu memfasilitasi? justru sedang menantikan ITB yg terkenal dengan kampus ilmiahnya utk mengundang Para Ahli utk berpartisipasi memaparkan Kajian Ilmiahnya di Seminar Terbuka Tentang Bendungan Jatigede secara Obyektif, Manfaat Vs Mudharatnya. Kita undang media Nasional :).

Ayooooo apakah ada rekan ITB yg berkenan membantu memfasilitasi? Tapi harus independent ya... Undang semua para pakar dan bukan pakar yang biasa disuap, artinya seperti kentongan... dia berbunyi ketika ada yg menakolnya hehehe. Undang Ahli Bendungan, Undang DPKLTS, Undang Ahli Geologi, Ahli Lingkungan, Ahli Budaya, dlsb... Review kembali Amdal dan FS Jatigede... Yuuu bongkar FS nya dan Amdalnya secara ilmiah.

Beres seminar kita lihat kunjungan ke lapangan untuk melihat langsung bendungan Jatigede. Jujur yg Mamang ajak melihat kesana dari berbagai latar belakang, komentarnya satu... Mengerikan!

Kalo masalah Klenik/ Mistis mah relatif lah... pan menurut orang Ilmiah mah Tuhan saja Klenik/ Mistis hehehe... Al Qur'an aja isinya kan Ramalan... Ramalan tentang akan datangnya Imam Mahdie, dlsb... Kalo Mamang mah welcome kedua nya mau Ilmiah hayu mau tinjauan secara Spiritualist hayu. Ada yg bilang cocok logi atau dicocok-cocokan hehehe tapi juga kalau versi Spiritualist mah da semua juga sudah diatur di Lauhul Mahfudz jutaan tahun sebelumnya... ketika Scientist baru bicara 3D... 3 Dimensi... Spiritualist sudah bicara 4D dan 5D xixixi.

Kebetulan sy sedang belajar dari Kang Ahmad Dimyati, Doktor Ilmu Pertanian dan Hortikultura, S1 Unpad, S2 IPB, dan S3 UnivNebraska Amrik, tentang Industi Hayati Berbasis Spiritualist :). Beliau sudah menerbitkan bukunya. Beliau punya solusi2 yg brilliant tentang Pertanian di Indonesia. Juga bisa mengundang Pak Prof. Agus Pakpahan, dari IPB beliau ahli perkebunan. Bisa di undang juga Ahli Lingkungan Dr. Mubiar Purwasmita, Dosen Teknik Kimia IPB, Dr. Emi Sukiyah, Ahli Geologi UNPAD, Ir Sobirin, Ahli Bendungan, dlsb. Dari sisi Gempa ada Kang Dr. Dani Hilman Natawijaya, dari sisi Budaya dan Arsitektur ada Kang Pon Purajatnika dari ITB, Dr. Nina Herlina Lubis, Prof Jacob Sumardjo, dll.

Kalau mau dahsyat undang juga para pakar bendungan internasional lah.

Menurut Mamang nama2 di atas integritasnya bisa dipegang lah.

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com

On Apr 8, 2015 6:23 PM, "adikrisadi Adikrisadi <at> yahoo.com [Senyum-ITB]" <Senyum-ITB <at> yahoogroups.com> wrote:
 

Ini ngomongnya Mang Aska klenik melulu, ya mestinya kalo ilmiah dipaparkan secara terbuka Bendung Jatigede. Jangan ngomongnya seperti orang peramal??? Ilmiah dong. Paparkan di aula barat itb.


Sent from Samsung Mobile


-------- Original message --------
From: "Mang Aska dkabayan <at> gmail.com [Senyum-ITB]"
Date:08/04/2015 13:42 (GMT+07:00)
To: Senyum-ITB ,alumni-ipb <at> yahoogroups.com,Baraya_Sunda ,urang sunda ,kisunda <at> yahoogroups.com,kabuyutan <at> yahoogroups.com
Subject: [Senyum-ITB] Kajian Ilmiah Doktor Geologi UNPAD, Bendungan Jatigede Membahayakan! [3 Attachments]

 

Terima kasih Republika dan UNPAD terutama Ibu Dr. Ir. Emi Sukiyah MT, Dosen Fakultas Teknologi Geologi UNPAD yang telah berkenan mengungkap secara ilmiah tentang potensi bahayanya Bendungan Jatigede. Semoga Presiden Jokowi mengkaji ulang Bendungan Jatigede dan merevisi Perpres utk membatalkan penggenangan dan menjadikan Bendungan Jatigede sebagai Monumen Konservasi. Jangan sampai Jokowi salah melangkah menandatangani persetujuan penggenangan Jatigede yang berpotensi menimbulkan bencana. Silahkan cek dan kaji secara ilmiah Dampak Bencana yang terjadi apabila Jatigede Jebol. Banyak orang yang menertawakan UGA / Cacandran/ Ramalan Leluhur, namun silahkan cek ke lapangan secara kasat mata terlihat Jalan Ambles yang sangat parah, Longsor, dll menunjukan bahwa tanah disana sangat labil.

Berikut ini kajian Ibu Dr. Emi, “Sebetulnya dari tatanan geologi tidak memungkinkan infrastruktur sebesar itu dibangun di situ (Jatigede). Tektoniknya aktif (di tempat tersebut),” kata Dr Ir Emi Sukiyah MT, dosen di Fakultas Teknik Geologi (FTG) Unpad, Selasa (7/4). Dia bersama Nana Sulaksana, Achmad Sjafrudin, dan Edi Tri Haryanto melakukan penelitian mengenai karakteristik bentuk Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk terhadap Waduk Jatigede. Yang mereka teliti adalah pengaruh dari keadaan DAS Cimanuk terhadap tingkat erosi dan pendangkalan di Waduk Jatigede.

Terlampir foto hari Sabtu 4 April 2015 lalu yang memperlihatkan Jalan Proyek Jatigede Ambles padahal jalan tersebut sudah dipadatkan dan dilalui oleh berbagai truk besar mengangkut batu untuk mengurug bendungan. Bayangkan bendungan hanya menggunakan urugan batu padahal di Amerika Serika sudah menggunakan teknologi Pre Stress... apa yang terjadi kalau tiba urugan batu bendungan itu ambles? 1 Milyar m3, 1000x situ gintung Tsunaminya :(. Berapa ribu nyawa yang akan melayang? Mohon jangan meremeh kan UGA Jatigede, sudah ada Uga dari leluhur bahwa apabila digenangi maka akan Jebol.

http://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/15/04/07/nmfgvy-waduk-jatigede-dibangun-pada-daerah-episentrum-gempa

REPUBLIKA.CO.ID, JATINANGOR – Lokasi pembangunan Waduk Jatigede, berada dalam wilayah pegunungan dengan tektonik aktif. Bukan hanya dibangun di daerah dekat episentrum gempa, di bawah tempat itu ada aktif fault yang melintas di kawasan tersebut.

“Sebetulnya dari tatanan geologi tidak memungkinkan infrastruktur sebesar itu dibangun di situ (Jatigede). Tektoniknya aktif (di tempat tersebut),” kata Dr Ir Emi Sukiyah MT, dosen di Fakultas Teknik Geologi (FTG) Unpad, Selasa (7/4). Dia bersama Nana Sulaksana, Achmad Sjafrudin, dan Edi Tri Haryanto melakukan penelitian mengenai karakteristik bentuk Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk terhadap Waduk Jatigede. Yang mereka teliti adalah pengaruh dari keadaan DAS Cimanuk terhadap tingkat erosi dan pendangkalan di Waduk Jatigede.

Bendungan Jatigede telah direncanakan sejak 46 tahun yang lalu, tepatnya sejak 1967, atau pada zaman Orde Baru. Pada 1982, mulai dilakukan pendataan tanah warga di sekitar proyek bendungan untuk dilakukan proses ganti rugi dengan cara relokasi.

Sayangnya, proses ganti rugi berhenti dan proyek ini mengalami penundaan hingga 45 tahun. Proyek ini baru dilanjutkan kembali pada 1996. Tapi, apakah proyek yang sudah dirancang sejak lama ini sebetulnya aman?

Itulah yang menjadi penelitian dan kajian para akademisi dari Fakultas teknik Geologi (FTG) Universitas Padjadjaran. Dari penelitian yang dilakukan oleh Nana Sulaksana dan kawan-kawannya itu, diketahui bahwa pembuatan waduk Jatigede merupakan sebuah proyek yang beresiko.

“Pembangunan ini banyak kendalanya,” kata Emi. Sebetulnya, ujar dia, dari tatanan geologi tidak memungkinkan infrasturktur sebesar itu dibangun di situ (Jatigede). Tektoniknya aktif (di tempat tersebut). Bukan hanya dekat episentrum gempa, di bawah tempat itu ada aktif fault yang melintas di situ.

Dikatakan Emi, karena jejak tektonik berupa sesar aktif (aktif fault), maka proyek bendungan ini berbahaya. Sesar ini merupakan zona rekahan pada bumi yang mengalami pergeseran-pergeseran. Pergeseran-pergeseran ini, kata dia, yang memengaruhi erosi di DAS Cimanuk yang menuju Jatigede.

Tim ini tertarik meneliti erosi di waduk Jatigede karena melihat tingginya intensitas erosi di daerah hulu sungai. Hasil dari erosi-erosi tersebut, menurut Emi dapat mengganggu kinerja alat-alat yang dipasang di waduk.

“Hal ini juga berhubungan dengan umur waduk. Alih fungsi lahan yang terus berlanjut pun mempengaruhi besaran erosi yang terjadi,” ujarnya.

Menurut Emi, dampak dari erosi ini sudah mulai tampak. Materialnya yang mudah longsor, ditambah daerahnya yang sesar aktif membuat dampaknya bertambah besar. Salah satu contoh dampak yang paling terasa adalah jalan yang menuju ke bendungan hancur dan ambles.

“Dampaknya sudah terlihat. Pernah, jalan yang menuju ke bendungan (Jatigede) hancur. Sekarang jalan tersebut dipindahkan,” lanjut Emi.

Emi menuturkan, tantangan yang paling besar adalah curah hujan yang tidak menentu dan penerimaan hasil penelitian yang hasilnya tidak pas. “Penelitian mengenai erosi, sedimentasi, itu kaitannya dengan curah hujan. Tetapi kadang penelitian itu diterima saat musim kemarau. Jadi, kami menghitung hanya dari rumus, fakta di lapangan pun harus dikompilasi,” keluh Emi.

Selain itu, adanya perbedaan hasil dengan penelitian-penelitian yang dihasilkan pihak lain pun sedikit menyulitkan penelitian yang dilakukannya. Emi berharap, pemerintah bisa lebih transparan ke masyarakat.

Bila pemerintah bisa transparan, masyarakat pun bisa mengantisipasi lebih dini terhadap kemungkinan bencana. “Sosialisasikan bila Waduk Jatigede memang rawan,” katanya. Selain itu, Emi berharap, masyarakat pun bisa ikut memelihara fasilitas yang sudah pemerintah buat.



__._,_.___

Attachment(s) from Mang Aska | View attachments on the web

2 of 2 Photo(s)

Posted by: Mang Aska <dkabayan <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

Seminar Jatigede di Aula Barat ITB? - RE: [Senyum-ITB] Kajian Ilmiah Doktor Geologi UNPAD, Bendungan Jatigede Membahayakan!



Dahsyaaaat cocoooook sekali... Apakah Pak Adi bisa membantu memfasilitasi? justru sedang menantikan ITB yg terkenal dengan kampus ilmiahnya utk mengundang Para Ahli utk berpartisipasi memaparkan Kajian Ilmiahnya di Seminar Terbuka Tentang Bendungan Jatigede secara Obyektif, Manfaat Vs Mudharatnya. Kita undang media Nasional :).

Ayooooo apakah ada rekan ITB yg berkenan membantu memfasilitasi? Tapi harus independent ya... Undang semua para pakar dan bukan pakar yang biasa disuap, artinya seperti kentongan... dia berbunyi ketika ada yg menakolnya hehehe. Undang Ahli Bendungan, Undang DPKLTS, Undang Ahli Geologi, Ahli Lingkungan, Ahli Budaya, dlsb... Review kembali Amdal dan FS Jatigede... Yuuu bongkar FS nya dan Amdalnya secara ilmiah.

Beres seminar kita lihat kunjungan ke lapangan untuk melihat langsung bendungan Jatigede. Jujur yg Mamang ajak melihat kesana dari berbagai latar belakang, komentarnya satu... Mengerikan!

Kalo masalah Klenik/ Mistis mah relatif lah... pan menurut orang Ilmiah mah Tuhan saja Klenik/ Mistis hehehe... Al Qur'an aja isinya kan Ramalan... Ramalan tentang akan datangnya Imam Mahdie, dlsb... Kalo Mamang mah welcome kedua nya mau Ilmiah hayu mau tinjauan secara Spiritualist hayu. Ada yg bilang cocok logi atau dicocok-cocokan hehehe tapi juga kalau versi Spiritualist mah da semua juga sudah diatur di Lauhul Mahfudz jutaan tahun sebelumnya... ketika Scientist baru bicara 3D... 3 Dimensi... Spiritualist sudah bicara 4D dan 5D xixixi.

Kebetulan sy sedang belajar dari Kang Ahmad Dimyati, Doktor Ilmu Pertanian dan Hortikultura, S1 Unpad, S2 IPB, dan S3 UnivNebraska Amrik, tentang Industi Hayati Berbasis Spiritualist :). Beliau sudah menerbitkan bukunya. Beliau punya solusi2 yg brilliant tentang Pertanian di Indonesia. Juga bisa mengundang Pak Prof. Agus Pakpahan, dari IPB beliau ahli perkebunan. Bisa di undang juga Ahli Lingkungan Dr. Mubiar Purwasmita, Dosen Teknik Kimia IPB, Dr. Emi Sukiyah, Ahli Geologi UNPAD, Ir Sobirin, Ahli Bendungan, dlsb. Dari sisi Gempa ada Kang Dr. Dani Hilman Natawijaya, dari sisi Budaya dan Arsitektur ada Kang Pon Purajatnika dari ITB, Dr. Nina Herlina Lubis, Prof Jacob Sumardjo, dll.

Kalau mau dahsyat undang juga para pakar bendungan internasional lah.

Menurut Mamang nama2 di atas integritasnya bisa dipegang lah.

nuhuuuns,
mang asep kabayan
www.dkabayan.com

On Apr 8, 2015 6:23 PM, "adikrisadi Adikrisadi <at> yahoo.com [Senyum-ITB]" <Senyum-ITB <at> yahoogroups.com> wrote:
 

Ini ngomongnya Mang Aska klenik melulu, ya mestinya kalo ilmiah dipaparkan secara terbuka Bendung Jatigede. Jangan ngomongnya seperti orang peramal??? Ilmiah dong. Paparkan di aula barat itb.


Sent from Samsung Mobile


-------- Original message --------
From: "Mang Aska dkabayan <at> gmail.com [Senyum-ITB]"
Date:08/04/2015 13:42 (GMT+07:00)
To: Senyum-ITB ,alumni-ipb <at> yahoogroups.com,Baraya_Sunda ,urang sunda ,kisunda <at> yahoogroups.com,kabuyutan <at> yahoogroups.com
Subject: [Senyum-ITB] Kajian Ilmiah Doktor Geologi UNPAD, Bendungan Jatigede Membahayakan! [3 Attachments]

 

Terima kasih Republika dan UNPAD terutama Ibu Dr. Ir. Emi Sukiyah MT, Dosen Fakultas Teknologi Geologi UNPAD yang telah berkenan mengungkap secara ilmiah tentang potensi bahayanya Bendungan Jatigede. Semoga Presiden Jokowi mengkaji ulang Bendungan Jatigede dan merevisi Perpres utk membatalkan penggenangan dan menjadikan Bendungan Jatigede sebagai Monumen Konservasi. Jangan sampai Jokowi salah melangkah menandatangani persetujuan penggenangan Jatigede yang berpotensi menimbulkan bencana. Silahkan cek dan kaji secara ilmiah Dampak Bencana yang terjadi apabila Jatigede Jebol. Banyak orang yang menertawakan UGA / Cacandran/ Ramalan Leluhur, namun silahkan cek ke lapangan secara kasat mata terlihat Jalan Ambles yang sangat parah, Longsor, dll menunjukan bahwa tanah disana sangat labil.

Berikut ini kajian Ibu Dr. Emi, “Sebetulnya dari tatanan geologi tidak memungkinkan infrastruktur sebesar itu dibangun di situ (Jatigede). Tektoniknya aktif (di tempat tersebut),” kata Dr Ir Emi Sukiyah MT, dosen di Fakultas Teknik Geologi (FTG) Unpad, Selasa (7/4). Dia bersama Nana Sulaksana, Achmad Sjafrudin, dan Edi Tri Haryanto melakukan penelitian mengenai karakteristik bentuk Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk terhadap Waduk Jatigede. Yang mereka teliti adalah pengaruh dari keadaan DAS Cimanuk terhadap tingkat erosi dan pendangkalan di Waduk Jatigede.

Terlampir foto hari Sabtu 4 April 2015 lalu yang memperlihatkan Jalan Proyek Jatigede Ambles padahal jalan tersebut sudah dipadatkan dan dilalui oleh berbagai truk besar mengangkut batu untuk mengurug bendungan. Bayangkan bendungan hanya menggunakan urugan batu padahal di Amerika Serika sudah menggunakan teknologi Pre Stress... apa yang terjadi kalau tiba urugan batu bendungan itu ambles? 1 Milyar m3, 1000x situ gintung Tsunaminya :(. Berapa ribu nyawa yang akan melayang? Mohon jangan meremeh kan UGA Jatigede, sudah ada Uga dari leluhur bahwa apabila digenangi maka akan Jebol.

http://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/15/04/07/nmfgvy-waduk-jatigede-dibangun-pada-daerah-episentrum-gempa

REPUBLIKA.CO.ID, JATINANGOR – Lokasi pembangunan Waduk Jatigede, berada dalam wilayah pegunungan dengan tektonik aktif. Bukan hanya dibangun di daerah dekat episentrum gempa, di bawah tempat itu ada aktif fault yang melintas di kawasan tersebut.

“Sebetulnya dari tatanan geologi tidak memungkinkan infrastruktur sebesar itu dibangun di situ (Jatigede). Tektoniknya aktif (di tempat tersebut),” kata Dr Ir Emi Sukiyah MT, dosen di Fakultas Teknik Geologi (FTG) Unpad, Selasa (7/4). Dia bersama Nana Sulaksana, Achmad Sjafrudin, dan Edi Tri Haryanto melakukan penelitian mengenai karakteristik bentuk Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk terhadap Waduk Jatigede. Yang mereka teliti adalah pengaruh dari keadaan DAS Cimanuk terhadap tingkat erosi dan pendangkalan di Waduk Jatigede.

Bendungan Jatigede telah direncanakan sejak 46 tahun yang lalu, tepatnya sejak 1967, atau pada zaman Orde Baru. Pada 1982, mulai dilakukan pendataan tanah warga di sekitar proyek bendungan untuk dilakukan proses ganti rugi dengan cara relokasi.

Sayangnya, proses ganti rugi berhenti dan proyek ini mengalami penundaan hingga 45 tahun. Proyek ini baru dilanjutkan kembali pada 1996. Tapi, apakah proyek yang sudah dirancang sejak lama ini sebetulnya aman?

Itulah yang menjadi penelitian dan kajian para akademisi dari Fakultas teknik Geologi (FTG) Universitas Padjadjaran. Dari penelitian yang dilakukan oleh Nana Sulaksana dan kawan-kawannya itu, diketahui bahwa pembuatan waduk Jatigede merupakan sebuah proyek yang beresiko.

“Pembangunan ini banyak kendalanya,” kata Emi. Sebetulnya, ujar dia, dari tatanan geologi tidak memungkinkan infrasturktur sebesar itu dibangun di situ (Jatigede). Tektoniknya aktif (di tempat tersebut). Bukan hanya dekat episentrum gempa, di bawah tempat itu ada aktif fault yang melintas di situ.

Dikatakan Emi, karena jejak tektonik berupa sesar aktif (aktif fault), maka proyek bendungan ini berbahaya. Sesar ini merupakan zona rekahan pada bumi yang mengalami pergeseran-pergeseran. Pergeseran-pergeseran ini, kata dia, yang memengaruhi erosi di DAS Cimanuk yang menuju Jatigede.

Tim ini tertarik meneliti erosi di waduk Jatigede karena melihat tingginya intensitas erosi di daerah hulu sungai. Hasil dari erosi-erosi tersebut, menurut Emi dapat mengganggu kinerja alat-alat yang dipasang di waduk.

“Hal ini juga berhubungan dengan umur waduk. Alih fungsi lahan yang terus berlanjut pun mempengaruhi besaran erosi yang terjadi,” ujarnya.

Menurut Emi, dampak dari erosi ini sudah mulai tampak. Materialnya yang mudah longsor, ditambah daerahnya yang sesar aktif membuat dampaknya bertambah besar. Salah satu contoh dampak yang paling terasa adalah jalan yang menuju ke bendungan hancur dan ambles.

“Dampaknya sudah terlihat. Pernah, jalan yang menuju ke bendungan (Jatigede) hancur. Sekarang jalan tersebut dipindahkan,” lanjut Emi.

Emi menuturkan, tantangan yang paling besar adalah curah hujan yang tidak menentu dan penerimaan hasil penelitian yang hasilnya tidak pas. “Penelitian mengenai erosi, sedimentasi, itu kaitannya dengan curah hujan. Tetapi kadang penelitian itu diterima saat musim kemarau. Jadi, kami menghitung hanya dari rumus, fakta di lapangan pun harus dikompilasi,” keluh Emi.

Selain itu, adanya perbedaan hasil dengan penelitian-penelitian yang dihasilkan pihak lain pun sedikit menyulitkan penelitian yang dilakukannya. Emi berharap, pemerintah bisa lebih transparan ke masyarakat.

Bila pemerintah bisa transparan, masyarakat pun bisa mengantisipasi lebih dini terhadap kemungkinan bencana. “Sosialisasikan bila Waduk Jatigede memang rawan,” katanya. Selain itu, Emi berharap, masyarakat pun bisa ikut memelihara fasilitas yang sudah pemerintah buat.



__._,_.___
Posted by: Mang Aska <dkabayan <at> gmail.com>


http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




__,_._,___
Picon

Kajian Ilmiah Doktor Geologi UNPAD, Bendungan Jatigede Membahayakan! [3 Attachments]

[Attachment(s) from Mang Aska included below]

Terima kasih Republika dan UNPAD terutama Ibu Dr. Ir. Emi Sukiyah MT, Dosen Fakultas Teknologi Geologi UNPAD yang telah berkenan mengungkap secara ilmiah tentang potensi bahayanya Bendungan Jatigede. Semoga Presiden Jokowi mengkaji ulang Bendungan Jatigede dan merevisi Perpres utk membatalkan penggenangan dan menjadikan Bendungan Jatigede sebagai Monumen Konservasi. Jangan sampai Jokowi salah melangkah menandatangani persetujuan penggenangan Jatigede yang berpotensi menimbulkan bencana. Silahkan cek dan kaji secara ilmiah Dampak Bencana yang terjadi apabila Jatigede Jebol. Banyak orang yang menertawakan UGA / Cacandran/ Ramalan Leluhur, namun silahkan cek ke lapangan secara kasat mata terlihat Jalan Ambles yang sangat parah, Longsor, dll menunjukan bahwa tanah disana sangat labil.

Berikut ini kajian Ibu Dr. Emi, “Sebetulnya dari tatanan geologi tidak memungkinkan infrastruktur sebesar itu dibangun di situ (Jatigede). Tektoniknya aktif (di tempat tersebut),” kata Dr Ir Emi Sukiyah MT, dosen di Fakultas Teknik Geologi (FTG) Unpad, Selasa (7/4). Dia bersama Nana Sulaksana, Achmad Sjafrudin, dan Edi Tri Haryanto melakukan penelitian mengenai karakteristik bentuk Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk terhadap Waduk Jatigede. Yang mereka teliti adalah pengaruh dari keadaan DAS Cimanuk terhadap tingkat erosi dan pendangkalan di Waduk Jatigede.

Terlampir foto hari Sabtu 4 April 2015 lalu yang memperlihatkan Jalan Proyek Jatigede Ambles padahal jalan tersebut sudah dipadatkan dan dilalui oleh berbagai truk besar mengangkut batu untuk mengurug bendungan. Bayangkan bendungan hanya menggunakan urugan batu padahal di Amerika Serika sudah menggunakan teknologi Pre Stress... apa yang terjadi kalau tiba urugan batu bendungan itu ambles? 1 Milyar m3, 1000x situ gintung Tsunaminya :(. Berapa ribu nyawa yang akan melayang? Mohon jangan meremeh kan UGA Jatigede, sudah ada Uga dari leluhur bahwa apabila digenangi maka akan Jebol.

http://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/15/04/07/nmfgvy-waduk-jatigede-dibangun-pada-daerah-episentrum-gempa

REPUBLIKA.CO.ID, JATINANGOR – Lokasi pembangunan Waduk Jatigede, berada dalam wilayah pegunungan dengan tektonik aktif. Bukan hanya dibangun di daerah dekat episentrum gempa, di bawah tempat itu ada aktif fault yang melintas di kawasan tersebut.

“Sebetulnya dari tatanan geologi tidak memungkinkan infrastruktur sebesar itu dibangun di situ (Jatigede). Tektoniknya aktif (di tempat tersebut),” kata Dr Ir Emi Sukiyah MT, dosen di Fakultas Teknik Geologi (FTG) Unpad, Selasa (7/4). Dia bersama Nana Sulaksana, Achmad Sjafrudin, dan Edi Tri Haryanto melakukan penelitian mengenai karakteristik bentuk Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk terhadap Waduk Jatigede. Yang mereka teliti adalah pengaruh dari keadaan DAS Cimanuk terhadap tingkat erosi dan pendangkalan di Waduk Jatigede.

Bendungan Jatigede telah direncanakan sejak 46 tahun yang lalu, tepatnya sejak 1967, atau pada zaman Orde Baru. Pada 1982, mulai dilakukan pendataan tanah warga di sekitar proyek bendungan untuk dilakukan proses ganti rugi dengan cara relokasi.

Sayangnya, proses ganti rugi berhenti dan proyek ini mengalami penundaan hingga 45 tahun. Proyek ini baru dilanjutkan kembali pada 1996. Tapi, apakah proyek yang sudah dirancang sejak lama ini sebetulnya aman?

Itulah yang menjadi penelitian dan kajian para akademisi dari Fakultas teknik Geologi (FTG) Universitas Padjadjaran. Dari penelitian yang dilakukan oleh Nana Sulaksana dan kawan-kawannya itu, diketahui bahwa pembuatan waduk Jatigede merupakan sebuah proyek yang beresiko.

“Pembangunan ini banyak kendalanya,” kata Emi. Sebetulnya, ujar dia, dari tatanan geologi tidak memungkinkan infrasturktur sebesar itu dibangun di situ (Jatigede). Tektoniknya aktif (di tempat tersebut). Bukan hanya dekat episentrum gempa, di bawah tempat itu ada aktif fault yang melintas di situ.

Dikatakan Emi, karena jejak tektonik berupa sesar aktif (aktif fault), maka proyek bendungan ini berbahaya. Sesar ini merupakan zona rekahan pada bumi yang mengalami pergeseran-pergeseran. Pergeseran-pergeseran ini, kata dia, yang memengaruhi erosi di DAS Cimanuk yang menuju Jatigede.

Tim ini tertarik meneliti erosi di waduk Jatigede karena melihat tingginya intensitas erosi di daerah hulu sungai. Hasil dari erosi-erosi tersebut, menurut Emi dapat mengganggu kinerja alat-alat yang dipasang di waduk.

“Hal ini juga berhubungan dengan umur waduk. Alih fungsi lahan yang terus berlanjut pun mempengaruhi besaran erosi yang terjadi,” ujarnya.

Menurut Emi, dampak dari erosi ini sudah mulai tampak. Materialnya yang mudah longsor, ditambah daerahnya yang sesar aktif membuat dampaknya bertambah besar. Salah satu contoh dampak yang paling terasa adalah jalan yang menuju ke bendungan hancur dan ambles.

“Dampaknya sudah terlihat. Pernah, jalan yang menuju ke bendungan (Jatigede) hancur. Sekarang jalan tersebut dipindahkan,” lanjut Emi.

Emi menuturkan, tantangan yang paling besar adalah curah hujan yang tidak menentu dan penerimaan hasil penelitian yang hasilnya tidak pas. “Penelitian mengenai erosi, sedimentasi, itu kaitannya dengan curah hujan. Tetapi kadang penelitian itu diterima saat musim kemarau. Jadi, kami menghitung hanya dari rumus, fakta di lapangan pun harus dikompilasi,” keluh Emi.

Selain itu, adanya perbedaan hasil dengan penelitian-penelitian yang dihasilkan pihak lain pun sedikit menyulitkan penelitian yang dilakukannya. Emi berharap, pemerintah bisa lebih transparan ke masyarakat.

Bila pemerintah bisa transparan, masyarakat pun bisa mengantisipasi lebih dini terhadap kemungkinan bencana. “Sosialisasikan bila Waduk Jatigede memang rawan,” katanya. Selain itu, Emi berharap, masyarakat pun bisa ikut memelihara fasilitas yang sudah pemerintah buat.



__._,_.___

Attachment(s) from Mang Aska | View attachments on the web

3 of 3 Photo(s)


__,_._,___
Picon

Jatigede Ambles dan Longsor [8 Attachments]

[Attachment(s) from Mang Aska included below]

Alhamdulillah tgl 3-4 April 2015 Sekitar 15 Orang, 4 Mobil dari Jakarta, Bekasi, dan Bandung datang berkunjung ke Kabuyutan Cipaku untuk menyaksikan sendiri PROYEK TERLAMA SEDUNIA, Bendungan Jatigede.

Ketika rombongan berangkat melihat Bendungan Jatigede, ketika sudah dekat ke Bendungan jalan Proyek ternyata Ambles-bles, hal tersebut ternyata membuktikan bahwa sesuai informasi dari Ahli Geologi DPKLTS Pak Ir. Sobirin bahwa Tanah Jatigede termasuk dalam tanah yang labil, Soft Geology, selain itu juga Jatigede berada di Sesar Aktif yang setiap saat bisa menjebol bendungan, bisa dibayangkan apabila Volume Air 1 Milyar M3, 1000x Situ Gintung Jebol dan membuat Tsunami bagi penduduk yang dibawahnya yaitu Kadipaten Majalengka, Tomo Sumedang, Cirebon, dan Indramayu, selain perumahan, sawah, ada banyak Industri Strategis di hilir Bendungan Jatigede yaitu Pabrik Semen Indocement, Kilang Minyak Balongan, Bandara Kertajati, dan lainnya. Berapa Trilyun kerugian negara yang bisa ditimbulkan dan berapa ribu nyawa yang akan melayang, 4 Kabupaten yang akan terkena Tsunami.

Semoga Pak Jokowi bisa blusukan ke Jatigede untuk mengkaji ulang serta merevisi Perpres agar Bendungan Jatigede tidak jadi digenangi, Bendungan cukup dijadikan Monumen Konservasi yang dapat mendorong ekonomi Kreatif. Masyarakat sekitar dan Daerah Genangan Jatigede dijadikan Taman Budaya Nusantara, dengan demikian maka Kabuyutan dapat direvitaliasi dan menurut Amanah Galunggung Resi Guru Darmasiksa Abad ke-12, pemimpin yang menjaga Kabuyutan akan JAYA dan mampu membawa kemakmuran bagi masyarakat yang dipimpinnya.

Kunjungan sebelumnya ke Bendungan Jatigede bulan Februari Lalu pekerjaan sudah sepi... sekarang di Bendungan Jatigede ramai lagi ada yang lagi nyemen dinding tebing yang ngeletek/ ambrol, membenahi longsoran, dll... Warga Masyarakat ketika ditanya mereka bilang itu bendungan belum dikasi air saja sudah begitu... apalagi nanti dikasi air?

Rombongan yang datang kesana pun komentarnya sama... MENGERIKAN apabila Bendungan Jatigede sampai digenangi, Jokowi harus segera mengirimkan TIM AUDIT INDEPENDENT yang tidak bisa disuap... mengecek semua jangan sampai justru Jokowi nanti yang akan bertanggung jawab menciptakan bencana bagi masyar akat, karena yang menandatangani Perpres Jatigede kan Jokowi!

Alhamdulillah Kunjungan Kali Ini Mendapatkan Tamu Kehormatan ada Pak Arief yang rutin membuat sequel tentang Kabayan :)... dan kali ini beliau membuat tulisan yang sangat menarik tentang Kabayan dan Jatigede :) Simak tulisan beliau di : https://www.facebook.com/savejatigede/posts/813832465321067



__._,_.___

Attachment(s) from Mang Aska | View attachments on the web

8 of 8 Photo(s)


__,_._,___

Gmane