Aldo Desatura ™ | 1 Jun 04:15 2010
Picon

rupi rupina iyeu yeuh awal mula permusuhan VIking jeung the jack



Asal Mula Perseteruan Viking vs The jack

Banyak yang tidak tahu dan bertanya, bagaimana sebenarnya permusuhan Viking dengan the jak bermula. Mengapa timbul rasa benci dalam benak masing-masing dari mereka. Hingga kini, keduanya masih saja berseteru. Bahkan semakin meruncing.

Penyebabnya sepele dan manusiawi, rasa iri. Iri hati dan sirik inilah yang membuat keduanya bermusuhan. Rentang waktu 1985 hingga 1995 adalah masa keemasan Persib. Sementara Viking yang berdiri tahun 1993 begitu setia mendukung klub kebanggaan warga Jawa Barat itu. Dimanapun Persib bermain, disana pasti ada Viking. Termasuk jika bermain di Jakarta. Semua menjadi lautan biru.

Inilah yang membuat anak muda ibukota iri. Selain kejayaan Persib kala itu, kesetiaan Viking membuat hati mereka panas. Saat itu muda-mudi betawi baru mampu membentuk kolompok kecil bernama Persija Fans Club. Walaupun begitu, kebesarkepalaan mereka sudah sangat menjadi. Hingga terjadilah insiden di stadion Menteng. Saat Persija menjamu Maung Bandung pada Liga Indonesia ke-2. Viking membirukan Ibukota dengan sekitar 9000 anggotanya. Sementara Persija Fans Club hanya berjumlah tak lebih dari 1000 orang. Rupanya bocah-bocah betawi itu tak rela kandangnya dikuasai supporter kota lain. Mereka pun membuat ulah. Seakan lupa jumlah mereka tak lebih dari 10% anak-anak Bandung. Hingga akhirnya, mereka mendapatkan akibatnya. Dengan kuantitas yang hanya satu tribun VIP, lemparan batu diarahkan Viking pada lokasi mereka menonton. Dan itu dilakukan Viking di Jakarta. Hal yang tidak berani dilakukan bocah Jakarta di Kota Kembang.

Singkat cerita, pada tahun 1997, muda-mudi ibukota ikut-ikutan membentuk perkumpulan supporter. Mereka menamakannya the jakmania.

Kebodohan the jak terekspos keseluruh negeri ketika mereka tak berdaya menghadapi Viking dalam kuis Siapa Berani. Kuis yang menguji wawasan dan kemampuan berpikir. Itu merupakan edisi khusus kuis Siapa Berani, edisi supporter sepak bola. Menghadirkan Viking, the jak, Pasoepati (Solo), Aremania, dan ASI (Asosiasi Suporter Indonesia). Pemenangnya, Viking. Perwakilan Viking berhasil melewati babak bonus dan berhak atas uang tunai 10 juta rupiah.

Seperti biasanya, rasa iri dari the jak muncul. Malu dikalahkan di kotanya sendiri, ketua the jak saat itu, Ferry Indra Syarif memukul Ali, seorang Viker yang menjadi pemenang kuis. Sungguh perbuatan yang tidak pantas dilakukan oleh seorang ketua. Ketuanya saja begitu, apalagi anak buahnya?

Kejadian itu terjadi di kantin Indosiar, ketika dilangsungkannya acara pemberian hadiah. Kontan keributan sempat terjadi, namun berhasil diatasi.

Kesirikan the jak tak sampai disitu. Mereka menghadang rombongan Viking dalam perjalanan pulang menuju Bandung, tepatnya di pintu tol Tomang. Anak-anak Bandung yang berjumlah 60 orang pulang dengan menggunakan dua mobil Mitsubishi Colt milik Indosiar dan satu mobil Dalmas milik kepolisian. Ketiga mobil ini dihadang sebuah Carry abu-abu. Dua lolos, namun nahas bagi salah satu Mitsubishi Colt yang ditumpangi para anggota Viking. Mobil itu terperangkap gerombolan the jak. Kontan, mobil dirusak, Viking disiksa, dan uang para pendukung pangeran biru itu pun dijarah. Termasuk handphone dan dompet mereka.

Tercatat sembilan anggota Viking mengalami luka-luka. Tiga diantaranya terluka parah. Namun sayang, pihak kepolisian lamban dalam menyelesaikan kasus ini. Termasuk dalam menangkap the jak yang merampok dan menganiaya anggota Viking Persib Club.

Hingga saat ini perseteruan kedua kelompok supporter itu masih terus berlanjut. Viking, yang bersahabat karib dengan klub penggemar sepak bola lainnya ( Bonek, Sakera, Blue Devil, The Lobster, Persikmania, Kampak FC,dll. ) tidak akan pernah berbesar kepala. Viking akan menjaga persahabatan itu sampai kapanpun. Persija pun iri dan ingin menggoyahkan persahabatan ini. Tapi Persija tidak berhasil. Sampai kapanpun kita akan satu...olisian lamban dalam menyelesaikan kasus ini. Termasuk dalam menangkap the jak yang merampok dan menganiaya anggota Viking Persib Club.



source http://mr-astroboy.artician.com/blog/2009/10/asal-mula-perseteruan-viking-vs-the-jack/

--
Aldo Desatura ® & ©
================
Kesadaran adalah matahari, Kesabaran adalah bumi
Keberanian menjadi cakrawala dan Perjuangan Adalah pelaksanaan kata kata




__._,_.___

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Waluya | 1 Jun 06:10 2010
Picon

Fw: Saintis bisa "nyiptakeun" kahirupan?

Cenah, ceuk teori evolusi mangkeluk hirup nu aya di Dunya ieu asalna ti mangkeluk sederhana siga bakteri.
Sanggeus ngalaman evolusi ratusan juta taun, robah jadi mangkeluk-mangkeluk nu "canggih", henteu
sederhana deui.

Ari bakteri mucunghulna timana? Cenah akibat phenomena/ gejala alam we, zat-zat kimia akibat gejala alam
robah jadi mangkeluk hirup. Akibat ku teori ieu, para saintist/ panalungtik nyoba niru gejala alam ieu,
nyiptakeun bakteri alias niru NYIPTAKEUN KAHIRUPAN ti "barang paeh". Salila ieu percobaan-percobaan
ieu acan ngahasilkeun, tepi ka mucunghul beja, saintis di Laboratorium Maryland jeung California
Amerika geus hasil NYIPTAKEUN CELL JIJIEUNAN, bakteri sintesis.

Lamun bener, kabayang bakal loba pamadegan perkara kahirupan nu robah....

Nyanggakeun wartosna:

http://www.ft.com/cms/s/2/3dbad5ca-6431-11df-8618-00144feab49a.html

Scientists create a living organism
By Clive Cookson, Science Editor
Published: May 20 2010 18:23 | Last updated: May 20 2010 18:23

Scientists have turned inanimate chemicals into a living organism in an experiment that raises profound
questions about the essence of life.

Craig Venter, the US genomics pioneer, announced on Thursday that scientists at his laboratories in
Maryland and California had succeeded in their 15-year project to make the world's first "synthetic
cells" - bacteria called Mycoplasma mycoides.

'It has changed my own thinking, both scientifically and philosophically, about life and how it works,'
says Craig Venter

"We have passed through a critical psychological barrier," Dr Venter told the FT. "It has changed my own
thinking, both scientifically and philosophically, about life and how it works."

The bacteria's genes were all constructed in the laboratory "from four bottles of chemicals on a chemical
synthesizer, starting with information on a computer," he said.

The research - published online by the journal Science - was hailed as a landmark by many independent
scientists and philosophers.

"Venter is creaking open the most profound door in humanity's history, potentially peeking into its
destiny," said Julian Savulescu, ethics professor at Oxford University. "This is a step towards ...
creation of living beings with capacities and natures that could never have naturally evolved."

The synthetic bacteria have 14 "watermark sequences" attached to their genome - inert stretches of DNA
added to distinguish them from their natural counterparts. They behaved and divided in lab dishes like
natural bacteria.

M mycoides was chosen as a simple microbe with which to develop and prove the technology. It has no immediate application.

But scientists at the J Craig Venter Institute and Synthetic Genomics, the company funding their
research, intend to move quickly on to more useful targets that may not exist in nature.

They are particularly interested in designing algae that can capture carbon dioxide from the air and
produce hydrocarbon fuels.

Last year Synthetic Genomics signed a $600m agreement with Exxon Mobil to make algal biofuels. "We have
looked hard at natural algae and we can't find one that can make the fuels we want on the scales we need," Dr
Venter said.

The researchers built up the synthetic genome of M mycoides, with its million chemical letters, by
stitching together shorter stretches of DNA, each about 1,000 letters long. They then transferred the
completed genome into the shell of another bacterium M capricolum whose own DNA had been removed.

The transplanted genome "booted up" the host cell and took over its biological machinery. After 30 cell
divisions, there were billions of synthetic bacteria in the lab dishes - all of them making exclusively
the biological molecules associated with M mycoides.

Experts warn of the risks as well as the benefits of synthetic biology. "We need new standards of safety
evaluation for this kind of radical research and protections from military or terrorist misuse and
abuse," said Prof Savulescu.

Copyright The Financial Times Limited 2010. You may share using our article tools. Please don't cut
articles from FT.com and redistribute by email or post to the web.

------------------------------------

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/

[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    Baraya_Sunda-digest <at> yahoogroups.com 
    Baraya_Sunda-fullfeatured <at> yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    Baraya_Sunda-unsubscribe <at> yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Pru Syariah | 2 Jun 01:23 2010
Picon

Kesempatan Berkarir Sebagai Agen Prudential Syariah



Kesempatan Berkarir Sebagai Agen Prudential Syariah

Kembangkan potensi diri anda sebagai entrepreneur bersama kami dengan berkarir pada perusahaan terkemuka PT. Prudential Life Assurance Indonesia untuk posisi agen.
Profesi di bidang asuransi syariah saat ini sangat menjanjikan, terbukti dengan semakin sadarnya masyarakat akan pentingnya asuransi yang berbasis syariah. Berkarir di dunia asuransi syariah, berarti anda juga mempunyai andil dalam memberikan perlindungan finansial kepada keluarga-keluarga Indonesia yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

Berdasarkan survey dunia bahwa profesi Agen Asuransi merupakan profesi yang memiliki penghasilan yang sangat tinggi, dimana penghasilan yang ingin Anda capai ditentukan oleh kerja keras Anda sendiri. Di profesi ini juga Anda tidak membutuhkan modal, pengalaman & tidak ada resiko serta tidak dipengaruhi oleh kondisi ekonomi & politik dari suatu negara.


Requirement :
-Pria/wanita (muslim).
-Pendidikan minimal SMU, lulusan D3-S1 semua jurusan mempunyai nilai plus karena  berkesempatan melanjutkan pendidikan untuk menjadi perencana keuangan sesungguhnya.
-Mempunyai motivasi yang kuat untuk sukses dan menjadi kaya.
-Pengalaman kerja tidak perlu, karena akan mendapatkan training dari perusahaan.
-Domisili diutamakan Jabodetabek.
-Menyukai bidang penjualan.
-Mempunyai rekening bank karena komisi, bonus dll akan langsung ditransfer oleh perusahaan.
-Terbuka juga untuk eks agen-agen asuransi selain prudential.
-Bisa bekerja part time/full time


Benefit :
-Untuk bergabung, anda tidak mengeluarkan biaya apa pun.
-Mendapatkan training yang berkelanjutan untuk menunjang skill anda.
-Liburan gratis keluar negeri setiap tahunnya, ditambah Bali/Lombok.
-Gratis menghadiri seminar selling, motivation, self-improvement dari pembicara-pembicara terkemuka.
-Jenjang komisi yang sangat menarik.
-Jenjang karir jelas ditambah bonus yang sangat menjanjikan.
-Support dari team leader untuk membantu anda naik ke jenjang yang lebih tinggi.
-Kegiatan administratif anda akan dibantu oleh sekretaris untuk menunjang produktivitas


Jika berminat, silahkan contact : Puarman – hp 0856 8809 666 /  021-9232 4141  atau email puarman <at> yahoo.com, tinggalkan data nama, umur, alamat, status pekerjaan terakhir, nomor telepon anda dan jam berapa sebaiknya anda dihubungi.


Dimana ada niat yang tulus untuk berusaha dan sukses, siapa pun isyaALLAH akan berhasil.

Salam sukses,

 




__._,_.___

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
larasati Mulyadi | 2 Jun 06:20 2010
Picon

Donny dan Cita-citanya

Hai, Kawan-kawan yang baik...

Ini aku ada sebuah titipan dari seorang anak cacat bernama Donny. Seorang penyandang cacat ( stoliosis )
dari keluarga miskin lulusan SMP Negeri 235 Jakarta dengan nilai yang sangat baik.
Membutuhkan sebuah sarana transportasi sepeda motor roda 3 ( modifikasi ) untuk keperluan pergi ke sekolah.
Bagi kawan-kawan yang ingin membantu Donny, dapat menghubungi :
Yayasan Sayap Ibu Bintaro
Telp : 021-7331004 / 021-7331007
Email : ysibintaro@...

Sedih sekali melihat kondisi Donny.
Bantuan kalian sangat diharapkan oleh Donny. Terima kasih.

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality &
Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@...
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@...
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@...
Waluya | 2 Jun 15:59 2010
Picon

Fw: Karawang, Tempat Suci Jaman baheula

Tamba tiiseun teuing, aya artikel heubeul ti Majalah Tempo 6 taun katukang, perkara Karawang nu cenah mah
tempat suci jaman baheula. Nyanggakeun:

Karawang, Kota Suci Masa Silam
Tempo, 07 JUNI 2004

Bul kukus ngalun ka manggung
Nyambuang ka awang-awang 
Mugi dugi ka sanghiang 
Amit ampun nya paralun

(Mengepullah asap pedupaan, naik perlahan
Menyebar ke angkasa raya 
Semoga sampai ke sang dewa 
Mohon ampun dan maafkanlah)

Asap setanggi masih mengepul dari pedupaan di ruang rias grup kesenian jaipongan Batujaya. Seorang
sinden melantunkan Kembang Gadung-inilah tembang pembukaan sebelum keriaan itu digelar, sekaligus
menjadi ritual penghormatan kepada Sanghyang dan roh leluhur. Lagu ini selalu dinyanyikan sebelum
pertunjukan jaipongan dimulai.

"Kalau lagu bubuka (pembuka) Kembang Gadung tidak dinyanyikan, entah kenapa, ada saja yang kesurupan,"
kata Ujang Bei, pemimpin grup Primadona Jaipong Karawang, kepada TEMPO. Itu sebabnya, meski sinden
(penyanyi wanita), nayaga (pemain musik), dan bajidor (tamu lelaki yang ikut menari sambil menyawer
uang untuk sinden) beragama Islam, Kembang Gadung, yang pekat oleh "atmosfer" Hindu dan Sunda Wiwitan,
menjadi lagu wajib seniman jaipongan. "Kami muslim, tapi tetap menghormati tradisi karuhun," ujar Bei.

Lagu Kembang Gadung boleh dikatakan salah satu cermin dari puncak pergumulan toleransi dan perpaduan
antar-religi di Karawang yang berlangsung lebih dari 20 abad. Masih ada sejumlah contoh lain. Di
Karawang-wilayah yang dikenal sebagai lumbung padi Jawa Barat-masih banyak petani menyuguhkan
sesajen ancak (aneka makanan) di pematang sawah, unur, atau lemah duhur (tanah tinggi). Bagi petani,
ancak disuguhkan untuk dewi padi, Dewi Sri.

Hal serupa terjadi pada saat ziarah kubur yang kerap diselipi ritual sesajen, atau upacara Hajat Bumi
menjelang musim menanam padi, serta nadran (pesta laut) di awal musim melaut. Dan pengaruh ini bukan
tidak diserap oleh penganut Islam. Berjarak 50 kilometer sebelah timur Jakarta, Karawang juga
menyajikan rupa-rupa "menu" yang intinya toleransi beragama.

Umpamanya, ada umat Buddha yang menyelenggarakan muludan (maulid Nabi Muhammad SAW), warga keturunan
Cina beragama Kristen yang masih memuja roh para leluhur, serta gereja yang mendendangkan kidung Sunda.
Semua ini dijalankan sebagai tradisi turun-temurun.

Keunikan kultur Karawang itulah yang membuat sejumlah peneliti berlomba menguak tabir yang
menyelimutinya. Langkah awal dilakukan peneliti asing yang mengupas sisi-sisi budaya, sejarah, dan
arkeologi, seperti N.J. Krom, H. Kern, dan Jean Boisselier. Lantas dilanjutkan ahli
filologi-arkeologi dari Indonesia, seperti R.M.Ng. Poerbatjaraka, R.M. Sutjipto Wirjosuparto, R.P.
Soejono, Hasan Djafar, Ayatrohaedi, Edi Sedyawati, Edi S. Ekadjati, dan R. Cecep Eka Permana.

Pertanyaan besar muncul sejak 1950-an tatkala untuk pertama kalinya ditemukan tiga buah arca Wisnu, I,
II, dan III, di sejumlah lemah duhur alias tanah tinggi yang terbuat dari bahan bata-setelah digali,
ternyata itu kompleks percandian-di Kecamatan Cibuaya. Jurusan Arkeologi Universitas Indonesia
melanjutkan penelitian terhadap situs Cibuaya pada 1984. Saat itu mereka mendapat kabar dari penduduk
yang melihat ada kesamaan struktur lemah duhur Cibuaya dengan unur di Kecamatan Batujaya. "Batujaya
ternyata lebih heboh. Lemah duhur-nya amat banyak," kata arkeolog Universitas Indonesia, Hasan Djafar.

Dari hasil penelitian yang dilakukan sejak 1985 sampai saat ini, situs Batujaya, yang sebarannya
meliputi Kecamatan Batujaya dan Pakisjaya, memiliki tidak kurang dari 24 candi. Dari 24 candi yang telah
disurvei, baru 11 candi yang diteliti dan digali secara intensif.

Penemuan candi yang luasnya mencapai ratusan hektare di Provinsi Jawa Barat tersebut sekaligus
menggugurkan pendapat bahwa kompleks percandian hanya berada di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Selain
situs Cibuaya dan Batujaya, di Jawa Barat ditemukan candi di situs Binangun (Pamarican), Pananjung
(Ciamis), Batu Kalde (Pangandaran).

Bahkan bisa jadi, "Cibuaya dan Batujaya merupakan kompleks percandian tertua di Pulau Jawa," kata Hasan
Djafar. Alasannya, candi-candi itu berhubungan dengan Kerajaan Tarumanagara, yang berkuasa pada abad
ke-5-7 Masehi. Meski begitu, ada pula penemuan arkeologis masa awal Kerajaan Galuh, abad ke-8-9 Masehi.
Dengan demikian, pada masa lampau, Karawang pernah dijadikan pusat keagamaan (religious-center),
"Sekaligus kota suci bagi penganut Hindu, Buddha, dan animisme-dinamisme," Hasan melanjutkan (lihat
Tanamlah Pohon yang Bisa Dituai).

Dari hasil penggalian dan pengkajian, para arkeolog kemudian menemukan hal yang unik. Ternyata kompleks
percandian Cibuaya lebih memperlihatkan ciri keagamaan bercorak Hindu, yang dibuktikan dengan
hadirnya arca Wisnu. Sedangkan kompleks percandian Batujaya memperlihatkan ciri keagamaan yang
bersifat Buddhis, seperti ditemukannya votive tablet bergambar relief Buddha, fragmen prasasti
terakota berisi mantram agama Buddha dengan huruf Pallawa berbahasa Sanskerta.

Di Cibuaya dan Batujaya juga ditemukan menhir, "Sebagai agama prasejarah bersifat
animisme-dinamisme," kata Hasan. Dari situ dia melontarkan kesimpulan, betapa masyarakat Karawang
tidak hanya memiliki semangat toleransi, tapi juga mampu menyerap budaya luar, sehingga mengakar
menjadi jati diri dan kultur khas Karawang. Singkat kata, "Pada masa yang bersamaan dengan Kerajaan
Tarumanagara, di Karawang hidup tiga agama yang berdampingan secara harmonis," kata Hasan.

Sikap terbuka masyarakat dalam menerima kedatangan agama-agama baru di Karawang juga berlangsung pada
masa-masa sesudahnya. Petilasan Syekh Hasanuddin Quro di Desa Pulo Kalapa, Lemah Abang, menunjukkan
penerimaan yang baik dari warga Karawang terhadap agama Islam. Syekh Hasanuddin Quro dikenal sebagai
pendiri pesantren tertua di Karawang dan Jawa Barat, pada 1416.

Suasana damai juga dirasakan umat Buddha yang mendirikan Wihara Sian Jin Kupo pada 1770 dan Wihara Bio Kwan
Tee Koen pada akhir abad ke-19. Begitu pula umat Nasrani yang pada 1899 mendirikan Gereja Kristen
Pasundan Jemaat Immanuel.

Karena kebiasaan masyarakatnya yang masih menjalankan ajaran karuhun, amat wajar kalau umat Islam
Karawang lebih memilih Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaannya. "NU kan ahlussunnah wal
jamaah, masih membolehkan kami memakai pedupaan," kata Catari, seorang warga Desa Pulo Kalapa.

Menyadari daerahnya memiliki sejumlah rumah ibadah tertua serta menjadi embrio penyebaran agama-agama
besar, Pemerintah Kabupaten Karawang berupaya memberikan perhatian besar terhadap aspek harmoni
beragama di wilayah tersebut. Memang pada 1997 sempat terjadi kerusuhan sosial bermotif sentimen
keagamaan. Bahkan saat ini pun mulai masuk aliran keagamaan yang mereka nilai "keras" dalam penyebaran ajarannya.

Namun hal itu dengan cepat diredam oleh semua tokoh agama dengan membentuk wadah Forum Umat Karawang.
"Percikan kecil permasalahan agama segera dikomunikasikan," kata Ketua Forum Umat Karawang, K.H.
Muhammad Abbas. Bupati Karawang Achmad Dadang, yang dalam beberapa kesempatan juga turun tangan secara
langsung, selalu menekankan agar warganya mencontoh suri teladan para tokoh penyebar agama di
Karawang, seperti Syekh Hasanuddin Quro. "Masyarakat Karawang adalah masyarakat yang agamis," ujar
Achmad Dadang.

Sedangkan untuk merawat dan melestarikan bekas bangunan pusat peribadatan yang amat bersejarah itu,
"Kami mengarahkan pengembangan pariwisata yang berbau agama," kata Wakil Bupati Karawang Shalahuddin
Muftie. Pemerintah Karawang menjamin tidak akan mengganggu situs-situs dan pertanian, yang sebagian
besar berada di bagian utara, kendati hal ini berarti amat mungkin pemerintah daerah itu harus bertarung
dengan berbagai kepentingan industri-yang memang berkembang di wilayah tersebut. Jadi, bagaimana
perlindungan warisan sejarah itu akan dilakukan?

Khusus untuk kawasan percandian, "Tanahnya steril, sudah dibebaskan, dan kami lindungi." Malah Wakil
Gubernur Jawa Barat Bidang Pemerintahan, Mochammat Husein Jachjasaputra, telah menyerahkan
sertifikat untuk situs Batujaya seluas 1.495 meter persegi. Di tanah tersebut kini sudah berdiri gedung
penyelamatan benda cagar budaya situs Batujaya.

Celakanya, ketika para arkeolog sedang mengungkap misteri peradaban masa lampau di kedalaman satu
sampai tiga meter di perut bumi Karawang, saat ini diam-diam PT Pertamina melakukan uji seismik untuk
mendapatkan minyak. Setidaknya 200 ribu titik dari 15 kecamatan dan 305 desa sedang disurvei.

Dari uji seismik, Pertamina dalam waktu dekat akan melakukan pengeboran di Kecamatan Pakisjaya.
"Ternyata titik yang terbaik untuk pengeboran sekitar dua kilometer dari kompleks percandian
Batujaya," kata Manajer Hubungan Masyarakat Pertamina Daerah Operasi Hulu Jawa Bagian Barat, Sri
Kustini, kepada TEMPO pekan lalu. Seperti halnya Batujaya, Pakisjaya memiliki percandian.
Sebelumnya, sejak 1960-an, Pertamina mengeksploitasi minyak mentah Rengasdengklok di Desa Tambak
Sumur, Kecamatan Tirtajaya, Karawang.

Khawatir pengeboran mengganggu situs Batujaya, Pertamina berjanji akan berbicara dengan para arkeolog
sebelum melakukan pengeboran. "Kami akan mengundang mereka dalam waktu dekat," kata Sri. Dari sana
nanti akan terlihat koordinatnya. Kalau lokasi kandungan minyak jauh dari situs candi, pihaknya
melakukan pengeboran langsung di lokasi (directional drilling).

Namun, bila kandungan minyak tepat berada di sekitar situs candi, lokasi pengeboran digeser ke tempat
yang aman dengan teknik horizontal miring (horizontal drilling). Bagaimanapun, kata Sri, pengeboran
tidak dapat dihentikan, mengingat minyak masih menjadi andalan devisa negara. Meski begitu, dia
menyadari situs harus dipertahankan.

Ketua Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia Komisariat Jabotabek, R. Cecep Eka Permana, menyambut baik
langkah Pertamina tersebut. Mengingat di Batujaya dan Pakisjaya terdapat kepentingan yang berbeda
tapi saling membutuhkan, dia berharap segera dilakukan pengkajian yang komprehensif. "Ini bukan
sekadar jarak yang tidak jauh, tapi dampak kawasan industri terhadap nasib situs," kata Cecep.

Seperti sebuah dunia kecil yang terus bertahan pada warisan masa silamnya, Karawang yang pernah
"meleburkan" lima agama dalam sebuah persemaian itu mampu menyerap sikap harmoni beragama yang
diajarkan para leluhurnya dalam rupa-rupa detail kehidupan. Di Karawang, nyanyian Sunda ditembangkan
di dalam gereja, lagu beratmosfer Hindu dinyanyikan sinden muslim, dan umat Buddha sibuk menyiapkan
perayaan maulid: sebuah oasis di tengah kawasan pantai utara yang riuh oleh industri dan perniagaan.

------------------------------------

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/

[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    Baraya_Sunda-digest <at> yahoogroups.com 
    Baraya_Sunda-fullfeatured <at> yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    Baraya_Sunda-unsubscribe <at> yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

ratri wulandari - | 4 Jun 17:10 2010
Picon

Watch - only 2 minutes

Terusan dari milis peraih beasiswa Erasmus Mundus. Video tentang demokrasi yang lolos ke tahap akhir
kompetisi internasional. 
Karya anak bangsa meminta dukungan dengan cara pemilihan daring (voting online)
http://www.youtube.com/watch?v=uGIVYm-v3kM
http://www.youtube.com/democracychallenge

Ratri

Posted by:      "Rythia Afkar" rythiaa <at> gmail.com    rythia_afkar 
Fri Jun 4, 2010 10:07 am watch - only 2 minutes

Berapa banyak sih remaja Indonesia usia awal duapuluhan yang bisa menang  lomba di forum international?
Tidak banyak bukan?

Adhyatmika (21 tahun), seorang sineas muda, filmnya: DEMOCRACY IS YET TO LEARN (MASIH BELAJAR) telah
memenangkan kompetisi video untuk umum, DEMOCRATIC CHALLENGE, dari Deplu AS dan partnernya Youtube,
*http://www.youtube.com/democracychallenge* <http://www.youtube.com/democracychallenge> 
hingga ke level Asia Timur-Pasifik.

Tinggal selangkah lagi (bersaing dengan sineas Malaysia dan Singapore), kalau menang, dia akan
mempresentasikan karyanya di Washington DC (di depan Menlu AS, Hillary Clinton), New York, dan Los
Angeles (pusat perfilman dunia). Tahun ini, lomba itu diikuti 700 video lebih dari 86 negara.

Indonesia sendiri mengirim 70 video, paling banyak dibanding negara-negaralain.

Masalahnya, supaya lolos ke Amerika, film ini harus divoting melalui sarana youtube. Padahal di
Indonesia hal itu tidak biasa terjadi untuk lomba dengan skala global, sedang lawannya yang dari negara
Malaysia dan Singapore adalah para jago-jago IT yang sudah familiar dengan voting dengan cara itu.

Alangkah sayangnya kalau film itu harus kalah hanya karena urusan voting belaka.

Sehubungan dengan itu, kami mohon bantuan Anda semua melakukan voting itu, yang akan berakhir pada 15 Juni
2010 mendatang. Jangan sampai hanya karena hambatan voting, Malaysia (lagi) yang menang karena masalah
melek IT semata.

Cara votingnya sebenarnya gampang saja:

1. login dengan account google atau youtube Anda.
2. klik *http://www.youtube.com/democracychallenge*<http://www.youtube.com/democracychallenge>

3. klik "vote" atau "vote now"
4. tulis atau cari: DEMOCRACY IS YET TO LEARN (ini nama judul videonya)
5. klik tanda jempol.

Komentar dari seseorang di milis dunia-film:

Aku sudah nonton tuh film! Dan menurut saya... saat saya nge-klick jempol ijo... itu bukan lantaran karena
film yang saya tonton adalah film Indonesia yang harus didukung2... . Tapi film pendek tsb... memang
JEMPOL IJO.....Tiga kali malah..... Dan menurut saya juga..... Film Pendek tersebut harus jadi
tontonan wajib di Istana Negara.... Dan di gedung parlemen kita yang semakin nggak jelas isinya orang2
apaan itu...... Selamat buat Sutradara dan seluruh tim yang terlibat...! !!!!!!

Sofyan d. SurZa

Komentar dari media:

Dalam videonya Adhyatmika menggambarkan sebuah proses belajar-belajar di ruang kelas... . Aktingnya
yang lucu membuat para tamu undangan yang hadir pun ikut tertawa. Demokrasi itu tidak harus selamanya
serius, tapi bisa dibuat banyolan-banyolan agar mudah dipahami oleh masyarakat." Tempo Interaktif**

Supaya kita tahu demokrasi itu seperti apa, paparnya. Dia paham, setiap orang memiliki pemikiran yang
berbeda tentang demokrasi. “Karena itu, saya berani membuat video dengan konsep
*black comedy*, katanya. *Black comedy*atau komedi satir memang terasa sekali dalam video garapan
Adhyatmika. ...

begitulah cara dia mengenal demokrasi. “ Demokrasi tidak hanya dirasakan di dalam gedung pemerintah,
misalnya. Demokrasi juga bisa diusahakan di dalam" Seputar Indonesia

------------------------------------

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/

[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    Baraya_Sunda-digest <at> yahoogroups.com 
    Baraya_Sunda-fullfeatured <at> yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    Baraya_Sunda-unsubscribe <at> yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Waluya | 6 Jun 16:25 2010
Picon

Sayid jeung Syarif

Kulantaran kamari rame perkara turunan Kangjeng Nabi, kabeneran kuring boga buku anyar terjemahan,
judulna teh "Orang Arab di Nusantara", karangan Dr. LWC Van der Berg. Aslina ieu buku medal di taun 1886
dimedalkeun ku Harvard University, jadi umurna geus leuwih ti 100 taun. Nu ngarangna LWC Van Der Berg,
salah saurang penasehat Gubernur Jenderal Hindia Walanda samemeh Dr. Snouck Hurgronye.

Tah dina buku ieu dicaritakeun yen urang Arab di Hindia Walanda sabagian gede asalna ti Hadralmaut.
Penduduk di Hadralmaut aya opat klasifikasi:

1. Golongan SAYID
2. Suku-Suku
3. Golongan menengah
4. Golongan Budak

Nu disebut golongan SAYID nyaeta khusus katurunan Al Husein, putu Kangjeng Nabi. Lamun lalaki marake
gelar HABIB (jamak: Habaib), lamum awewe gelarna HABABAH. Cenah ceuk buku eta, nyebutkeun "HABIB
AKHMAD", bener, tapi lamun nyebutkeun "AHMAD SAURANG HABIB", salah,  sabab kuduna AHMAD saurang SAYID".
Katurunan Al Hasan, putu Kangjeng Nabi nu saurang deui, disebut golongan SYARIF (jamak: ASYRAF). Tapi
golongan Syarif jarang di Hadralmaut.

Jadi para Habib di urang, muereun ngakuna saurang Sayid, nyaeta golongan katuruan Al Husein. Di
Hadralmaut, kaum Sayid kacida dipikahormat ku masyarakatna, tapi di koloni ARab di Indonesia, teu pati
dipikahormat ku Arab golongan biasa (lain Sayid), sanajan kabiasaan nyium leungeunna masih
dipraktekkeun. Di Pekalongan, Semarang, Pontianak oge ditempat sejen, para Sayid nu lahir didieu,
jeung khususna nu geus leungit ciri Arabna, sok ngaganti gelar sayidna jadi Syarif, saolah-olah
maranehna turunan Al Hasan.

Kitu cenah,  ah ieu mah sakadar hayang babagi we, pedah bukuna rada aneh, perkara urang Arab di Indonesia
jeung dijieun leuwih ti 100 taun katukang. Buku ieu, keur urang Sunda aya nu matak hemeng. Nu kahiji eusi
panganteur (kata pengantarna) ti Dr. Karel A, Seetbrink jeung Ismail Fajrie Alatas, nu nyebutkeun
Hoelle, salah saurang penasehat Gubernur Jendral, Walanda nu gede pangaruhna kana  basa Sunda, sobatna
panghulu M. Musa, panghulu Garut) teh sabenerna phobia/ paranoid Islam. Hoelle mimiti nganjurkeun basa
Sunda teh make huruf jawa-sunda (hanacaraka) terus huruf laten, padahal ti kalangan pribumi usulna make
huruf Arab. Nu kadua, Van den Berg nyebutkeun Bupati Cianjur teh katuruanan Arab!, sanajan geus leungit
kaarabana. Duka Bupati Cianjur nu jaman mana, ngan sigana nu sajaman jeung V
 an den Berg, pertengahan/ akhir abad ka 19. Manawi aya nu terang?

Baktos,
WALUYA
(Mudah-mudahan teu salah maca, rada hese ngartina, duka nu ngaindonesiakeunaa kurang pas, atawa
kuringna nu hese ngarti ...hehehe)  

------------------------------------

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/

[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    Baraya_Sunda-digest <at> yahoogroups.com 
    Baraya_Sunda-fullfeatured <at> yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    Baraya_Sunda-unsubscribe <at> yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Waluya | 6 Jun 16:53 2010
Picon

Fw: Mavi Marmara, Kamanusaan lain Agama!

Di urang, loba nu nyangka nu jadi relawan dina kapal Mavi Marmara teh ukur urang Islam, padahal nu agama
sejen oge aya, malah urang Yahudi oge aya nu rek ngiluan, ngan teu jadi da geus kolot teuing, saperti
dibejakeun ku Antara dihandap ieu:

http://www.antaranews.com/berita/1275363653/siapa-sajakah-penumpang-mavi-marmara

Siapa Sajakah Penumpang Mavi Marmara?
Selasa, 1 Juni 2010 10:40 WIB | Artikel | Pumpunan |

Mavi Marmara (mer-c.org)

Jakarta (ANTARA News) - Kampanye kemanusiaan terbesar menembus blokade Israel ke
Palestina di Gaza, "Flotilla Perdamaian Gaza", dilancarkan sekitar 600 aktivis
pro Palestina seluruh dunia, yang 27 diantaranya adalah orang-orang terkemuka
dari Inggris.

Beberapa diantaranya adalah nama terkenal di dunia. Mereka itu sastrawan,
sutradara film, politisi, dan wartawan dari Eropa, Timur Tengah, Amerika Serikat
dan Kanada.

Di antara yang paling beken adalah Henning Mankell, pengarang serial novel
kriminal laris, Wallander.

Mankell berencana berbicara pada Festival Hay, Sabtu malam lalu, dan akan
disiarkan langsung, tetapi tidak jadi karena koneksi satelit tiba-tiba hilang.

Orang terkenal lainnya yang turut dalam flotilla itu adalah Huwaida Arraf, warga
AS beribu Palestina dan berbapak Arab Israel.

Arraf adalah pendiri International Solidarity Movement pada 2001, yang
mengampanyekan penentangan terhadap aksi Israel di Tepi Barat dan Gaza. Dia ada
di kapal flotilla perdamaian lainnya, "Challenger."

Orang kesohor lainnya yang serta dalam kampanye perdamaian itu adalah peraih
Hadiah Nobel Perdamaian bidang sastra Maired Corrigan-Maguire.

Maired adalah pendiri LSM Peace People di Irlandia Utara dan veteran dari
kampanye-kampanye flotilla ke Gaza sebelumnya.

Tahun lalu dia dipenjarakan oleh Israel setelah sebuah flotilla (armada damai)
dihentikan dan diseret Israel.

Wartawan asal Glasgow, Skotlandia, yang juga pembuat film dokumenter Hassan
Ghani (24), ikut menumpangi Mavi Marmara, kapal laut Turki yang diserang tentara
Israel itu.

Dialah yang menyiarkan penyerangan pasukan komando Israel ke kapal itu, untuk
PressTV.

Dalam satu cuplikan tayangan video di YouTube, Ghani melaporkan:

"Ini MC Marmara, Hassan Ghani melaporkan untuk PressTV. Di depan kami sejumlah
orang terluka, salah seorang diantaranya kritis. Dia terluka di kepalanya dan
kami perkirakan dia bakal meninggal jika tidak secepatnya mendapatkan perawatan.
Korban lain di depan saya berdiri ini terluka parah. Kami dilempari gas air mata
dan granat kejut. Kami dikelilingi kapal-kapal perang (Israel). Kami diserang
dari segala penjuru. Ini (tempat kami berada) perairan internasional, bukan
perairan Israel, tidak masuk zona terlarang 68 mil. Kami telah diserang dengan
amat ilegal di perairan internasional."

Ayahnya, Haq Ghani, adalah pengusaha yang menjalankan bisnis jasa informasi yang
islami bernama Noah's Ark (Bahtera Nuh)

Kepada BBC, dia mengaku telah menanyai Departemen Luar Negeri Inggris mengenai
nasib anaknya, tapi Deplu Inggris itu tidak menjawab sepatah pun kata.

Sandra Law, ibu dari Alex Harrison, perempuan Inggris berusia 31 tahun yang
menumpang Challenger, mengatakan bahwa Departemen Luar Negeri Inggris telah
menolak mentah-mentah untuk memberikan informasi atau bantuan untuk anaknya itu.

"Mereka mempersulit kami. Kami menelepon mereka malam lalu untuk mengatakan
bahwa flotilla telah diancam oleh Angkatan Laut Israel. Mereka benar-benar
menolak membantu kami. Saya sungguh mencemaskan nasib Alex. Kami tidak tahu apa
yang telah menimpanya. Namun Alex memang pembela hak asasi manusia berpengalaman
dan sangat tepa salira."

Orang-orang Inggris lainnya yang diyakini ikut Marmara adalah wartawan Jamal
Elshayyal, produser televisi berusia 25 tahun dari Al-Jazeera seksi Bahasa
Inggris.

Dengan berani dia menyiarkan momen dramatis saat kapal perang Israel mengepung
Marmara.

Selain itu ada Kevin Ovenden, anggota Yayasan Viva Palestina yang juga menumpang
Mavi Marmara.

Kemudian Denis Healey, yang menakhodai armada-armada flotila sebelumnya, lalu
Theresa McDermot dari Edinburgh dan Sarah Colborne, Direktur Kampanye pada
"Palestine Solidarity Campaign."

International Solidarity London mengirimkan Fatima Mohammed. Dia juga menumpang
Mavi Marmara. Masih ada lagi Alexander Evangelou, Hasan Nowarah, dan Gehad
Sukker - manajer restoran cepat saji pizza dari Altrincham di Cheshire yang asli
orang Gaza.

Kemudian masih ada Peter Venner dari Ryde di Pulau Wight, yang melaut bersama
kekasihnya, Rachel Bridgeland.

Juru bicara Deplu Inggris menolak mengonfirmasi keberadaan mereka, bahkan untuk
sekedar memastikan berapa warga Inggris yang ikut flottila perdamaian ke Gaza
itu.

Caoimhe Butterly, aktivis perdamaian dari Irlandia yang pernah tertembak dan
terluka di Tepi Barat pada 2002 setelah nekad menghalangi laju tank-tank Israel,
juga menaiki Marmara.

Dari Jerman, tiga orang pemimpin parlemen, masing-masing Annette Groth, kepala
kebijakan HAM, Inge Höger yang adalah anggota komisi pertahanan dan kesehatan,
dan Norman Paech yang juga profesor hukum pidana di Hamburg, juga ada di Mavi
Marmara.

Mereka kabarnya, menumpang kapal itu bersama dua anggota parlemen Israel Knesset
dari Arab Israel, yang salah satunya adalah Haneen Zoubi, warga negara Israel.

Laman Free Gaza Movement mengeluarkan daftar para aktivis yang ikut flotilla.
Mereka berasal dari Belanda, Belgia, AS, Irlandia, Inggris, Yunani, Polandia,
Palestina dan Jerman.

Sebagian besar mereka berada di kapal Turki Mavi Marmara, termasuk aktivis Raed
Salah yang dibebaskan bulan ini setelah dinyatakan terlibat dalam kerusuhan
Yerusalem pada 2007.

Penumpang tertua di armada damai itu adalah David Schermerhorn (80), produser
film dari Amerika yang karyanya diantaranya adalah "City of Ghosts."

Korban selamat Genosida Yahudi pada Perang Dunia Kedua, yang kini berusia 85
tahun, Hedy Epstein, di saat-saat terakhir memutuskan tidak turut dalam
pelayaran kemanusiaan itu.

Epstein, yang kini tinggal di AS setelah meninggalkan negara kelahirannya Jerman
pada 1939, sebelum kemudian orangtua dan keluarganya meninggal di kamp
konsentrasi Nazi di Auschwitz, aktif membela Palestina.

Dia kini berkantor di Siprus, di salah satu markas Free Gaza Movement. Dia
berusaha mencari tahu apa yang telah menimpa para penumpang flotilla yang
diserang Israel itu.

Penumpang kapal perdamaian lainnya adalah Giorgos Klontzas, pelaut profesional
asal Yunani, dan aktivis Palestina Lubna Masarwa.

Ewa Jasiewicz, aktivis Polandia dan wartawan lepas, yang tahun lalu ikut
menyumbang koran The Guardian untuk testimoni grafikal mengenai pengalamannya di
Gaza saat dibombardemen Israel, juga ada di Marmara.

Media asing lainnya yang turut dalam kapal itu adalah termasuk wartawan terkenal Pakistan, Syed Talat
Hussain dari Televisi Aaj, yang pergi bersama wartawan Pakistan lainnya, Raza Mahmood Agha.

Indonesia sendiri ikut dalam kampanye damai yang dituduh Israel hendak
mendelegitimasi sanksi terhadap Gaza itu. Mereka adalah para aktivis kemanusiaan dari MER-C dan
sejumlah wartawan.

Dengan latar belakang penumpang kapal seperti itu, masuk akal tidak mereka menyerang pasukan khusus
Israel? Sangat wajar kan dunia marah besar pada negara yang paling sering membuat ulah itu?
(*)

Guardian/Jafar Sidik

------------------------------------

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/

[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    Baraya_Sunda-digest <at> yahoogroups.com 
    Baraya_Sunda-fullfeatured <at> yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    Baraya_Sunda-unsubscribe <at> yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

nurul wachdiyyah | 7 Jun 06:23 2010
Picon

Pepohonan Pinggir Jalan Kota Bandung



Pepohonan Pinggir Jalan Kota Bandung
Oleh Ismail Agung

Jalan-jalan di Kota Bandung, hmm seru nih. Tapi sekarang kalau jalan-jalan di Bandung cuacanya jarang adem. Malah seringnya kepanasan. Hari gini panas-panasan bisa kena kanker kulit. Nah, enaknya sih jalan-jalan ke tempat teduh, yang banyak pohonnya. Tapi tahu nggak, pohon apa saja sih yang biasanya ditanam di sekitar jalanan
kota Bandung. Ini dia:

1. Angsana (Pterocarpus indicus). Pohon yang rata-rata umurnya 15 tahun ini punya bunga warna kuning dan mengeluarkan harum yang semerbak. Pohon Angsana termasuk ke dalam pohon yang perakarannya baik dan dapat mengikat nitrogen, mampu membantu memperbaiki kesuburan tanah. Karena tajuknya yang rindang, Angsana juga populer sebagai tanaman peneduh dan penghias tepi jalan di perkotaan. Akan tetapi pohon-pohon Angsana yang ditanam di tepi jalan, kebanyakan berasal dari stek batang yang berakar dangkal, sehingga mudah tumbang. Lagipula, pohon-pohon peneduh yang sering mengalami pemangkasan akan menumbuhkan cabang-cabang baru (trubusan) yang rapuh dan mudah patah. 15 %nya saja yang ada dalam kondisi baik. Pohon yang ditanam sekitar tahun 1990 ini kondisinya sudah cukup mengkhawatirkan. Beberapa diantaranya sudah rapuh dan meranggas karena terserang penyakit sehingga harus ditebang. Kalau di Bandung, pohon Angsana bisa dilihat di jalan Diponegoro dan beberapa ruas jalan lainnya.

2. Mahoni (Swietenia macrophylla), Pohon ini yang paling banyak ditanam setelah pohon Angsana. Beberapa diantaranya baru ditanam untuk menggantikan pohon Angsana yang sudah ditebang. Perawakannya yang kokoh serta permukaan daun yang menonjol seperti otot perut mengesankan bahwa pohon ini sangat gagah. Pohon Mahoni cocok sebagai tanaman peneduh jalan karena berumur tahunan, tidak mudah terkena hama atau penyakit, tidak mudah tumbang dengan struktur kayu yang kuat, tumbuh lurus ke atas dengan tajuk tinggi di atas batas ketinggian kendaraan. Pada saat memasuki pertengahan musim kemarau, pohon mahoni seperti juga pohon jati sering merontokkan daun-daun yang ada sehingga habis sama sekali. Setelah memasuki musim hujan maka tunas daun akan bermunculan kembali seperti biasa sehingga membesar dengan lebat. Saat rontok inilah akan dihasilkan sampah daun dalam jumlah yang cukup besar. Seringkali orang membakarnya karena membikin kotor halaman atau jalan. Kalau mau diolah, sebenarnya sampah daun mahoni yang rontok ini dapat dikumpulkan untuk dijadikan kompos. Proses pengomposan dedaunan ini mungkin jauh lebih mudah karena ukuran daun yang relatif sudah kecil sehingga tidak perlu dicacah dan juga daun sudah dalam keadaan kering. Di Bandung, pohon Mahoni bisa dilihat di jalan Cipaganti dan beberapa ruas jalan lainnya.

3. Damar (Agathis damara), Batang tegak lurus dan daun yang memiliki wangi khas beraroma asam segar, getah batang berwarna bening. Banyak ditemui di sekitar jalan Dago (Simpang- BIP) dengan tinggi sekitar 10 m dan di sekitar jalan Dr. Radjiman memiliki ukuran dan tinggi yang lebih besar. Pohon ini paling banyak bisa kita lihat di daerah pegunungan, tapi dia cukup adaptif juga untuk sedikit di dataran rendah.

4. Ki Acret (Spathodea campanulata), pohon tinggi sekitar 10 meter lebih ini sudah tampak jarang dilihat. Bunganya berwarna oranye, bunga yang belum mekar seperti kantung berisi air (makanya disebuat Ki Acret, cret), daun berbulu. Di musim hujan bunga pohon ini bermekaran. Cantik sekali warnanya. Keberadaan yang pernah diketahui adalah di kompleks perumahan di Bandung Utara dan di kampus-kampus semacam ITB dan UPI.

5. Biola Cantik (Ficus lyrata), Ukuran daun lebar seperti biola. Bunga/ buah bulat sebesar bola bekel. Tinggi pohon sekitar 5-10 meter. Banyak ditemukan di sekitar jalan Soekarno-Hatta (Samsat-Cibiru).

6. Bungur (Lagerstromia speciosa), Ciri khasnya adalah bunga yang berwarna ungu dengan kelopak bunga berjumlah 6 tersusun seperti lambang salju. Terlihat indah pada saat bunga bermekaran dan daun-daun meranggas. Pohon ini bisa dilihat di jalan Soekarno Hatta atau di Jl. Bungur daerah Bandung uatara, tepatnya di Karang Setra. Baca selengkapnya disini atau masuk aja ke www.mahanagari.com


Baca juga cerita seputar Bandung dan desain Mahanagari lainnya berikut ini:
Komunitas di Bandung : Bandung Heritage
5 Dessert yang 'Highly Recommended' di Bandung
6 Perpustakaan Nyaman Tenang Enak di Bandung
Desain Perut : Kebanyakan Jajan Makanan di Bandung
Desain F=V=P : Orang Sunda gak Bisa Ngomong F dan V
Desain Cepot : Karakter Punakawan di Hati Orang Sunda
Bandung-Cianjur bersama “Argo Peuyeum"
Yang Spesial Dari Jalan Cipaganti di Bandung
Tentang Mahanagari

Mahanagari - Bandung Pisan
http://www.mahanagari.com
http://mahanagari.multiply.com

Showroom:
<at> Cihampelas Walk - Bandung
<at> Bandung Indah Plaza - Bandung





__._,_.___

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Waluya | 7 Jun 10:15 2010
Picon

Re: Sayid jeung Syarif

> "Waluya" <waluya2006 <at> ...> wrote:
> Nu kadua, Van den Berg nyebutkeun Bupati Cianjur teh katuruanan
> Arab!, 
> sanajan geus leungit kaarabana. Duka Bupati Cianjur nu jaman mana, 
> ngan sigana nu sajaman jeung Van den Berg, pertengahan/ akhir abad 
> ka 19. 
> Manawi aya nu terang?

Ah jawab deui ku sorangan. Sanggeus dibalikan deui macana buku Van der Berg tea, singhoreng Dalem Cianjur
nu "katurunan Arab" teh mimiti marentah di taun 1813. Tina "Sajarah Cianjur", di taun 1813-1833 Dalem
Cianjur teh Raden Aria Adipati Prawiradireja I. Van Der Berg nyebut kitu sabab Dalem Cianjur gaduh
teureuh ti Kasultanan Banten nu dirupus ku Walanda (kulawarga inti Kasultanan Banten "dibuang" ka
Surabaya).  Kasultanan Banten jeung Cirebon, saperti oge karuhunna Sunan Gunung Jati, ku Van Den Berg,
disebut katurunan Arab nu geus jadi "JAWA" sagemblengna. 

Nu leuwih aheng dina buku ieu, lain Dalem Cianjur wae nu boga katurunan Arab, tapi loba Priagung (menak) di
Pulo Jawa oge di luar Jawa boga teureuh ti Arab. Cenah Urang Arab leuwih ditarima jadi kulawarga/ minantu
ku menak pribumi tibatan urang Eropa jeung Cina. Urang Cina lamun ngawin pribumi, biasana pribumi
golongan handap, pon kitu urang Eropa, sabab sanajan posisi kelasna leuwih luhur, tapi urang Eropa tara
daek ngawin resmi pribumi, ukur dijieun "nyai-nyai".

Ngan di abad ka 19, kulawarga-kulawarga menak Jawa/ Sunda ( nu sabenerna kateureuhan Arab oge), teu pati
narima Arab-Arab deui dijadikeun minantu. Aya kamungkinan kulantaran pangaruh politik pamarentah
Walanda, nu nganggap urang Arab " ngabahayakeun". 

Van Der Berg sorangan, nyimpulkeun urang Arab kaum Hadrami (Hadralmaut) teu "ngabahayakeun", jadi beda
jeung anggapan urang Walanda umumna. Salah sahiji alesanana, msayarakat pribumi resep kana tasauf ari
urang Arab mah teu resepeun ....

Kitu cenah, mudah2an kuring teu salah nyindekkeun .....

Baktos,
WALUYA

------------------------------------

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/

[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    Baraya_Sunda-digest <at> yahoogroups.com 
    Baraya_Sunda-fullfeatured <at> yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    Baraya_Sunda-unsubscribe <at> yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/


Gmane