Picon

Amerika dan Filipina Bohwat

Ada three musketeer berjalan paling depan, Xi Jin Ping, Jokowi, dan Najib Razak ketika napak tilas KAA
Bandung berlangsung. Baik Indonesia juga Malaysia beranggapan Tiongkok mitra dagang terbesarnya yang
tak seimbang bila dibandingkan pulau sekecil Sprately. Makanya mereka kompak untuk memajukan bisnis
dan melupakan teritori dengan Tiongkok. Sesungguhnya Tiongkok bukan negara agressor. Tiongkok cuma
ingin mencari sumber enersi untuk negaranya yang besar dan populasi besar, bukan untuk okupasi atau
menjajah seperti negara barat. Orang China bukan agressor tapi pedagang ulung, apa saja dijual kalau
memang bisa dijual. Kemarin Wu Shenglie (jendral AL Tiongkok) berkata kalau pulau buatannya boleh
dipakai oleh siapa saja yang memerlukannya...tapi ya loe orang kudu bayar (sewa)...he..he..  Yang
gilanya Wu bilang kalau Amerika Serikat mau sewa juga boleh. Buat pangkalan tentaranya juga boleh, siapa
takut? Tuh gwa sudah bikin landasan pacu pesawat tempur. Loe tinggal bawa dah pesawat loe. Hitung2 jadi
satpam gwa. Barangkali sebentar lagi Wu ke AS ketemu Obama buat tawarin pulau buatannya. Yang lebih
spektakuler nanti ada pulau khusus wisata, mau model Bali atau Hawaii? Tinggal loe orang pesan sama gwa.
Nah sekarang giliran Filipina dan AS yang bohwat...mau nyalahin apalagi? Tiongkok bikin pulau di ujung
lautnya sendiri.  Salam TG
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

------------------------------------

------------------------------------

.: Forum Diskusi Budaya dan Sejarah Tionghua :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/BUDAYA_TIONGHUA :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.

------------------------------------

(Continue reading)

BUDAYA_TIONGHUA | 1 May 17:15 2015
Picon

File - [Admin] 4 Tentang Message Delivery Mode.htm



Dear All Members,


Telah ada beberapa members yang email address-nya bouncing, artinya message dari milis ini atau milis lainnya ditolak oleh server email member tersebut karena kapasitas mailbox yang kurang besar (over-quota) atau kebetulan server email-nya down. Ini akan menyebabkan Yahoogroups menghentikan pengiriman ke mailbox anda yang menyebabkan anda tidak menerima beberapa message dari milis ini.

Untuk mengatasi hal ini perlu kami beritahukan beberapa cara pencegahannya. Bila kapasitas mailbox anda kurang (sering over-quota), anda boleh merubah setting delivery menjadi Daily Digest atau No Email, selain daripada Individual Mail (Normal Mode).

  • Daily Digest = pengiriman beberapa message dalam 1 message ke email anda. Namun attachment atau gambar tidak disertakan dalam mode pengiriman ini.

  • No Mail = Tidak ada message yang akan dikirim ke email anda, anda boleh membaca message dan arsipnya di web bila anda punya Yahoo account. Attachment juga tidak terlihat pada mode ini. Untuk membaca arsip dengan cara web, mohon kunjungi http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua

  • Normal Mode = Message per message akan dikirimkan ke email anda. Ini berguna sekali untuk anda yang ingin menyimak milis ini secara offline dan membuat arsip pribadi di komputer anda. Attachment terlihat pada mode ini.


Cara setting masing2 mode adalah dengan mengubah setting di web atau dengan mengirimkan email kosong ke alamat di bawah, setelah Yahoo mendapat konfirmasi dari anda, maka status anda telah berhasil diubah.

Cara setting untuk group2 lainnya adalah sama, cuma budaya_tionghua diganti menjadi nama group tersebut.

Selamat berdiskusi dengan nyaman.


Hormat Kami,

segenap moderator budaya_tionghua



__._,_.___

.: Forum Diskusi Budaya dan Sejarah Tionghua :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/BUDAYA_TIONGHUA :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.






__,_._,___
BUDAYA_TIONGHUA | 1 May 17:15 2015
Picon

File - [Admin] 3. Arsip Artikel Terdahulu.htm



Selamat datang bagi member yang baru bergabung.

Saat ini, tim moderator sedang mengembangkan website yang berisikan tulisan / artikel sebelumnya dari beberapa member yang dianggap dapat memberikan satu gambaran tentang topik apa yang pernah dibahas dimilist ini beberapa waktu lalu dan dapat dilihat di portal atau situs kami http://web.budaya-tionghoa.net/ atau di blog kami ICCSG dan mirrornya http://blog.budaya-tionghoa.net/ . Keseluruhan link lengkap dari jaringan Komunitas Budaya Tionghoa adalah :

Budaya Tionghoa :

  1. Mailing List Budaya Tionghoa
  2. Situs Budaya Tionghoa
  3. ICCSG - Indonesian Chinese Culture Study Group
  4. Blog Budaya Tionghoa & Sejarah Tiongkok (New ICCSG)
  5. Facebook Group Budaya Tionghoa
  6. Facebook Profile
  7. Twitter Budaya Tionghoa

Arsip Mailing List dalam Format PDF :

Beberapa arsip kecil dari tulisan ataupun artikel sebelumnya juga terdapat dalam bentuk pdf. Bagi yang belum mempunyai pdf reader, dapat didownload di :

http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/files , di bagian "Software"

Kumpulan arsip artikel dapat didownload ataupun dibaca secara online di :

http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/files , di bagian "Kumpulan Artikel" dan "Kumpulan Tabel"

Arsip masih belum sangat lengkap dan mohon sabar untuk menunggu peng-arsip-an yang lebih lengkap. Terima kasih dan selamat berdiskusi.

Turut Berdiskusi

Ada banyak cara bagi anda untuk ikut berdiskusi , berkontribusi bagi perkembangan BUDAYA TIONGHOA. Anda bisa mengajukan pertanyaan , ikut menjawab , berkomentar baik di mailing-list ini , di artikel web , blog facebook atau forum kami atau membantu menyebar-luaskan informasi ke jaringan pertemanan anda di facebook , twitter dll [lihat daftar link diatas] .

Di mailing list ini thread diskusi yang lebih lengkap dapat dibaca dengan mengunjungi mailing-list ini : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/messages .g

?/p>


Hormat kami,

segenap moderator milis budaya_tionghua



__._,_.___

.: Forum Diskusi Budaya dan Sejarah Tionghua :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/BUDAYA_TIONGHUA :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.






__,_._,___
BUDAYA_TIONGHUA | 1 May 17:15 2015
Picon

File - [Admin] Pengecekan Status Bouncing.htm



Dear All Members,


Bila anda merasa tidak lagi menerima message dari milis2 yang anda ikuti di Yahoogroups, maka email anda mungkin dalam status bouncing. Bagi yang mempunyai account Yahoo, cara mengetahuinya adalah langsung ke :

http://www.yahoogroups.com/myprefs

Bila tidak mempunyai account Yahoo, maka mohon balas pesan "reactivation request" yang akan dikirim Yahoogroups ke email anda bila email anda kedapatan bouncing.

Mohon hubungi kami di budaya_tionghua-owner-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org bila anda mengharapkan bantuan kami.


Hormat kami,

segenap moderator budaya_tionghua



__._,_.___

.: Forum Diskusi Budaya dan Sejarah Tionghua :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/BUDAYA_TIONGHUA :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.






__,_._,___
BUDAYA_TIONGHUA | 1 May 17:15 2015
Picon

File - [Admin] 3. Cara Penerimaan Posting (Jangan didelete).htm



Dear All,

Mohon pesan ini tidak didelete karena akan berguna di kemudian hari.

Sebuah milis yang hidup tentu banyak partisipasi dari member aktif berupa posting-posting tanggapan ataupun diskusi untuk saling membelajari dan mempelajari.

  • Default setting anda setelah bergabung di milis ini adalah "Individual Emails", di mana semua posting akan dikirim ke mailbox anda.


Terima kasih atas perhatiannya.


Segenap moderator milis Budaya Tionghua



__._,_.___

.: Forum Diskusi Budaya dan Sejarah Tionghua :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/BUDAYA_TIONGHUA :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.






__,_._,___
Picon

Re: [RumahKita] Arogansi atau kenaivan ? Siapa yang "keblinger" ?



Saya sampaikan di milis, bahwa dengan tidak adanya lagi pembedaan dan diakui nya SUku India, Suku Arab, Suku Tionghoa sama dengan Suku Jawa, Sunda, Atjeh hingga Papua, maka tidak ada lagi yang patutu disebutkan Inlander.

dharma

2015-04-21 13:22 GMT+07:00 iwamardi iwamardi-LWAfsSFWpa4@public.gmane.org [RumahKitaBersama] <RumahKitaBersama-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org>:
 

Betul !

Penggunaan kata "inlander" & "cina" ini, seperti juga penggunaan terminologi "negro" (USA)  , "pieds-noirs" (Perancis), "Kanaken" (Jerman)  dll......dll.....
Penyodor istilah "inlander"  ini patut dituntut dipengadilan, penghinaan terhadap seluruh bangsa Indonesia, bukan hanya golongan saja ! .



On Monday, April 20, 2015 10:09 PM, "'Audy' ciggybarco-/E1597aS9LT0CCvOHzKKcA@public.gmane.org [RumahKitaBersama]" <RumahKitaBersama-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org> wrote:


 
Saya juga tidak setuju istilah ‘Inlander’.
Walaupun artinya sama dengan ‘Pribumi’, tapi konotasinya berbeda, karena istilah Inlander dulu dipergunakan Belanda untuk menyebut penduduk asli Indonesia yang kesannya negative, merendahkan.
 
Kalau banyak yang tidak suka dengan istilah itu, kenapa harus dipakai lagi? Itukan sama dengan istilah ‘Cina’ yang dulu juga banyak diributkan, dimana banyak yang tidak suka kata itu karena dianggap merendahkan, yang dibuat oleh regime soeharto.
Akhirnya kata itu diganti Tionghoa supaya tidak berkotonasi negatve lagi.
 
Sama halnya dengan kata Inlander ini, seharusnya tidak dipergunakan lagi.
 
Salam,
Audy
 
 
 
Sent: Monday, April 20, 2015 8:07 PM
Subject: Re: [RumahKita] Arogansi atau kenaivan ? Siapa yang "keblinger" ?
 
Patut kita ganyang rame2 yang menyodorkan  istilah "inlander" kembali itu !
Apakah dia (mereka) merindukan menjadi bangsa jajahan Belanda lagi ?
Atau merasa malah merasa  menjadi bangsa yang superior ditanah air Indonesia ini ?

salam

iwa


 
On Monday, April 20, 2015 9:28 AM, "Dharma Hutauruk dharma.hutauruk-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@public.gmane.org [RumahKitaBersama]" <RumahKitaBersama-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org> wrote:


 
Sekarang diperkenalkan kembali kata inlander sebagai pengganti kata pribumi.
Saya pun sangat berkeberatan dengan istilah ini.
Apalagi sekarang semua warga Indonesia, baik Arab, India, Tionghoa, Jawa, Batak sudah berstatus suku bangsa.

salam,

Dharma
 
2015-04-17 13:40 GMT+07:00 iwamardi iwamardi-LWAfsSFWpa4@public.gmane.org [RumahKitaBersama] <RumahKitaBersama-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org>:
 
 
Arogansi, kurang pengetahuan(ignoransi)  dan/atau  siapa yang "keblinger" ???
 
*** Membaca komentar dibawah ini, serenta ada reaksi didalam pikiran saya .
1)Kata2 ini secara sadar ditulis dan memang dimaksudkan sebagai komentar pelecehan seorang yang arogant, atau 2) disebabkan kekurangan pemahaman (pengetahuan) akan arti kata2  dan pemakaian dimasyarakat Indonesia , yang menunjukkan ketidaktahuan (ignoransi)  si penulis ?
Saya maksud adalah kata2 yang yang saya warnai merah dibawah itu.
Tentang makna, substansi dari tulisan itu sendiri bisa menjadi bahan pertukaran pikiran sendiri yang menarik.
Mengapa ada 2 kemungkinan itu? Karena pemakaian kata "mbok" ini, buat orang Jawa ("mbok" = kata bahasa Jawa) adalah panggilan kepada (dikalangan kaum yang berfikiran feodal) kepada pembantu rumah tangga  atau kepada ibu2 dari desa atau kampung oleh kaum yang merasa dirinya berada "diatas" ibu2 itu didalam jajaran(lapisan)  masyarakat.
Maka , bila penulis diatas dalam hal ini sedar akan pemakaian dan arti kata "mbok"  didalam tulisannya itu, kita bisa berkata : Amboi, alangkah arogan dan sombong penulis artikel ini yang menyebut  presiden kita yang ke 5 dan Ketum satu partai besar sebagai "mbok" , panggilan untuk PRT dan ibu2 yang dianggapnya berstatus dibawah nya dimasyarakat ? Satu sikap yang merendahkan dan melecehkan derajat wanita yang dibicarakan, dalam hal ini Bu Megawati, presiden ke 5 dan Ketum partai terbesar di Indonesia !
Jika hal itu tidak disadari oleh penulis artikel itu, maka kita hanya bisa berkata : Alangkah kurangnya pengetahuan bahasa Indonesia (dalam hal ini bahasa Jawa) si penulis ini !
Saya ingat pada pertukaran pikiran dengan penulis ini beberapa tahun yang silam (5 atau 6 tahun yang silam), yakni tentang istilah "jongos" , yang oleh penulis yang sama  dianggap istilah "biasa" yang tidak menyinggung perasaan yang dipanggilnya dengan istilah "jongos" ini.
Bila seorang berpendapat tatanan "multikultur" dan mengakui adanya "Bhinneka Tunggal Ika"  tentunya punya kepekaan(sensibilitas) akan hal2 yang begini, bukan semaunya sendiri . Dia harus tahu akan azas saling menghormati diantara semua SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar golongan)  yang ada di Indonesia !
 
*** Mengenai kalimat : " .. Sedang PDIP hanya berhasil meraih 20% lebih sedikit suara rakyat dalam pemilu 2014 yl., bagaimana bisa menuntut Presiden Jokowi mengatas namai PDIP mewakili RAKYAT?! Ada-ada saja, pemikiran mbok Mega yang satu ini, ... sudah keblinger yang tenggelam dalam kehidupan mimpi saja. "

Sekali lagi expresi ini menunjukkan kurang penguasaan penulis itu atas thema yang dia utarakan. Bagaimana tuduhan penulis diatas diartikan ? Saya tidak melihat adanya "...bagaimana (Mega) bisa menuntut Presiden Jokowi mengatas namai PDIP mewakili RAKYAT?! ", tetapi

Persoalannya bisa dikembalikan kepada 2 hal yan akhir2 ini menjadi bahan debat yang panas,  yakni apakah kader2 PDIP yang menjabat kewenangan  dibadan legislatif atau eksekutif itu :
1) petugas partai    atau
2) petugas rakyat   ?
Dua hal yang tidak bertentangan satu dengan lainnya , bukan dualisme jika kita mau sedkit mendalami dan bijak mengartikannya!
Kader2 PDIP yang menjadi pejabat2 itu dengan sendirinya dia adalah petugas dan pelaksana visi dan misi partai, yang  seharusnya memang mewakili kepentingan rakyat .
 
Jadi secara intern para kader2 pejabat itu adalah petugas/pelaksana  visi misi partai, sedangkan extern/keluar kader2 pejabat2 yang telah dipilih rakyat itu adalah petugas2 pelaksana kepentingan rakyat .
Dinegara manapun, tanggung jawab partai yang benar memang begitu ! Baik di Eropa, di Tiongkok, di USA , di negeri2 lainnya, kader2 partai yang menjadi pejabat, semua adalah pengemban visi misi partai dan sekaligus pengemban kepentingan rakyat. Ini untuk partai2 yang benar bekerja untuk rakyat !
Lalu apa persoalannnya ?
Siapakah jadinya yang sebenarnya  "keblinger", Mega atau penulis artikel diatas itu ???
 

Untuk tidak banyak menulis, silahkan klik  dibawah  link keterangan Ahmad Basarah mengenai hal2 tersebut diatas :

 
 
 
2) menit ke 9:25 !
 
 
 
salam
 
iwa

 

 
 
 
 
 
 
Eeeiiih, betul juga, ya!  Kenapa Ponsel bikinan Indonesia tidak pernah dipropagandakan, baru tahu saya kalau Ind. sudah keluarkan PONSEL-nya sendiri, lho! Apa Indonesia juga sudah bisa CPU-nya? Atau cuma assembling saja? Memang juga sih, kenapa seorang Presiden sampai harus jual iklan begitu? Tapi, kalau tokoh-tokoh lainnya tidak memulai, dan Presiden merasa perlu memperkenalkan hasil produksi Indonesia, kenapa tidak dilakukan? Banggalah Indonesia bisa punya PONSELnya sendiri! CINTAILAH PRODUK INDONESIA! Seperti saya juga gunakan ponsel merk Hua Wei, bikinan dan merk nya Tiongkok sendiri, tidak hendak gunakan iPhone sekalipun juga diproduksi di Tiongkok daratan! Kemahalan! Hehehee, ...
 
Tapi, ... yang lebih menarik dan sekiranya layak didiskusikan lebih lanjut, adalah seruan mbok Mega, “Jokowi sebagai PETUGAS PARTAI!” sedang Jokowi berseru “Menteri harus lepaskan jabatan PARTAI!” mana yang BENAR dan harus dituruti?
 
Sedikit gambaran pengalaman RRT yang menjalankan kekuasaan Diktatur Partai tunggal, PKT itu. Sejak RRT didirikan, 1 Oktober 1949, yang berprinsipkan Republik Rakyat dimana kekuasaan ditangan Rakyat, menyatukan kekuatan-kekuatan dan partai diluar PKT, termasuk Partai Nasionalis, ... tapi dalam praktek yg berlaku kekuasaan tunggal PKT. Partai-partai nasionalis terabaikan, ... Mao melihat gejala yg tidak baik ini, maka ditahun 1956 mengajukan kekuasaan Pemerintah harus dipisah dari kekuasaan Partai, maka terlaksanalah Mao mundur dari jabatan Pimpinan negara yang dijabat oleh oleh Liu Shao Chi, ditahun 1959.
 
Dalam perjalanan selanjutnya, mungkin Mao merasa setelah mundur kegaris ke-2, ditinggalkan oleh Liu-Deng, bahkan diberbagai dept. pengaruhnya makin besar, sedang Mao merasa pemikiran Liu-Deng makin lama makin menjauh dengan prinsip jalan sosialisme. Yang dibilang “penempuh Jalan Kapitalis” itu! Digunakanlah Gerakan Massa untuk membombardir Markas komando Borjuis, dan meletuplah Revolusi Besar Kebudayaan Proletar tahun 1966. Liu-Deng diganyang habis-habisan, dan Presiden Liu meninggal merana dalam tuduhan penempuh jalan kapitalis, bahkan saat penguburan/kremasi dilakukan sangat TIDAK MANUSIAWI, bukan saja keluarganya tidak diberi tahu, untuk memberi hormat dan melepas jenasah terakhir kalinya, nama resmi Liu Shao Chi pun tidak berani disebutkan!
 
Begitulah akhirnya kekuasaanPemerintah kembali di monopoli dan dipegang teguh oleh PKT saja! Ketua PKT sekaligus merangkap Presiden! Deng di tahun 80-an sudah mengajukan penekanan keharusan memisah kekuasaan Pemerintah dan kekuasaan Partai. Tidak seharusnya memberikan kekuasaan terlalu besar pada seseorang! Tapi, ternyata setelah berlangsung lebih 30-an tahun juga tetap saja tidak berubah, dirangkap oleh Ketua PKT saja? Mengapa?
 
Saya dengar kabar jalan, yang tidak tahu sampai dimana kebenarannya, setelah PKUS roboh dengan sendirinya tahun 1991, PKT dengan Deng menyimpulkan mengapa PKUS bisa roboh? Dikarenakan kesalahan melepaskan DIKTATUR PROLETARIAT, keharusan Partai yang berperan memimpin! Menganggap Partai harus diatas segalanya, untuk melanggengkan kekuasaan dan membawa maju membangun masyarakat adil dan makmur!
 
Hanya saja setelah sampai pada pimpinan baru Xi-Li sekarang, PKT menekankan berlakukan HUKUM sebaik-baiknya, tidak seorangpun kebal HUKUM! Nah, kita lihatlah bagaimana jalan kelunjutan, tanpa merubah dirangkapnya kekuasaan Pemerintah dan Partai, kekuasaan itu bisa berjalan lebih baik dalam membawa 1,3 milyar rakyat Tiongkok untuk terus maju membangun masyarakat Tiongkok, mewujudkan “Mimpi Tiongkok” menjadi kenyataan konkrit!
 
Bagaimana dengan di Indonesia? Tentu lebih rumit, apalagi karena Jokowi sendiri bukan ketua PDIP dan penentu, bahkan nampaknya sekarang jadi seteru karena mbok Mega yang ciut dada, merasa tetap jumawa sebagai putri Bung Karno! Menuntut Presiden Jokowi tetap harus tunduk dan hormat padanya, ... Sedang PDIP hanya berhasil meraih 20% lebih sedikit suara rakyat dalam pemilu 2014 yl., bagaimana bisa menuntut Presiden Jokowi mengatas namai PDIP mewakili RAKYAT?! Ada-ada saja, pemikiran mbok Mega yang satu ini, ... sudah keblinger yang tenggelam dalam kehidupan mimpi saja.
 
Salam,
 



--
Salam,
Dharma Hutauruk
PT. Erlass Prokreatif Indonesia
Jl. Warung Buncit Raya No. 79, Pejaten - Jakarta Selatan
Phone : 021 - 7918 0467
Mobile : 0821 6768 7808
PIN : 28588F57







--

Salam,

Dharma Hutauruk

PT. Erlass Prokreatif Indonesia

Jl. Warung Buncit Raya No. 79, Pejaten - Jakarta Selatan

Phone : 021 - 7918 0467

Mobile : 0821 6768 7808

PIN : 28588F57

www.erlass.co.id

www.erlassku.com



__._,_.___
Posted by: Dharma Hutauruk <dharma.hutauruk-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@public.gmane.org>


.: Forum Diskusi Budaya dan Sejarah Tionghua :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/BUDAYA_TIONGHUA :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.






__,_._,___
Picon

Kapal Induk vs Pulau Pertahanan.

Karakter suatu bangsa terlihat dari cara mempertahankan diri. Orang barat (diwakili AS) lebih suka
menyerang (ofensif) maka dibuatlah kapal induk. Orang timur (diwakili Tiongkok) lebih suka
mempertahankan (defensif) maka dibuatlah reklamasi pulau pertahanan. Baik kapal induk atau pulau
pertahanan punya landasan pacu pesawat tempur dan senapan anti serangan udara. Bedanya yg satu bergerak
dan yg satu lagi diam. Salam TG
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

------------------------------------

------------------------------------

.: Forum Diskusi Budaya dan Sejarah Tionghua :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/BUDAYA_TIONGHUA :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.

------------------------------------

Yahoo Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/BUDAYA_TIONGHUA/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/BUDAYA_TIONGHUA/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    BUDAYA_TIONGHUA-digest <at> yahoogroups.com 
    BUDAYA_TIONGHUA-fullfeatured <at> yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    BUDAYA_TIONGHUA-unsubscribe <at> yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo Groups is subject to:
    https://info.yahoo.com/legal/us/yahoo/utos/terms/

Picon

Karakteristik Taoisme Sekte Zhengyi



Karakteristik Taoisme Sekte Zhengyi 道教正一派的特色





__._,_.___
Posted by: ardian_c <at> yahoo.co.id


.: Forum Diskusi Budaya dan Sejarah Tionghua :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/BUDAYA_TIONGHUA :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.






__,_._,___
Picon

Kisah Dibalik Peribahasa Tiongkok Populer (1)



Kisah Dibalik Peribahasa Tiongkok Populer (1)





__._,_.___
Posted by: ardian_c-/E1597aS9LSez0ei9/+7zw@public.gmane.org


.: Forum Diskusi Budaya dan Sejarah Tionghua :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/BUDAYA_TIONGHUA :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.






__,_._,___
Picon

Mo Zi - Membantah Ru (墨子卷九非儒下第三十九) Terjemahan



Mo Zi - Membantah Ru (墨子卷九非儒下第三十九) Terjemahan





__._,_.___
Posted by: ardian_c <at> yahoo.co.id


.: Forum Diskusi Budaya dan Sejarah Tionghua :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/BUDAYA_TIONGHUA :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.






__,_._,___
Picon

Serba-serbi kue tahun baru Imlek ( niangao ) 年糕



Serba-serbi kue tahun baru Imlek ( niangao ) 年糕





__._,_.___
Posted by: ardian_c <at> yahoo.co.id


.: Forum Diskusi Budaya dan Sejarah Tionghua :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/BUDAYA_TIONGHUA :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.






__,_._,___

Gmane