ChanCT | 1 Oct 02:45 2008
Picon

Re: Re: Diskusi Tionghoa Dalam Cengkeraman SBKRI ==> Uli

Liquid,
 
    Ellu sih potongannya kayak Cino, bahkan model Cino yang nyusup, KTP dan surat lahir hasil dari tembakan, jadi, ... yaah maklumlah harus dikejar terus SBKRI ortu bahkan SKKRI engkong. Heheheee, ...
 
    Kalao mengejar SBKRI hanya untuk mengatasi segelintir, yang katanya tidak lebih dari 500 orang Tionghoa penyusup itu, selesaikan masalah warga penyusup ini secara khusus saja. Tapi, tidak dengan cara, begitu melihat tampang model Liquid lalu harus keluarkan SKKRI Engkong untuk buktikan dirinya WNI. Itu kan keterlaluan namanya. Bikin orang dongkol, dan jelas itu sikap mendiskriminasi yang TIonghoa! Apa dosa dan salahnya warga yang baik-baik model Liquid itu? Lalu, kalau beneran dia termasuk yang nyusup itu?
 
Mereka-mereka yang nyusup kembali, yang saya ketahui banyak terjadi ditahun 72 -- awal 80-an, jadi juga sudah 30-an tahun  hidup kembali di negeri tempat kelahiran mereka. Saya yakin, pada umumnya mereka hidup sebagai warga yang baik-baik. Bukan parasit yang merugikan negara dan rakyat. Bagi mereka yang berbuat jahat, melanggar hukum, ya jeratlah dengan HUKUM yang berlaku.
 
Pelajari dengan baik, bagaimana mentuntaskan masalah pembajakan KTP-surat lahir bahkan SBKRI itu jangan sampai terjadi terus. Carilah jalan pemecahan masalah sebaik-baiknya. Jangan lagi gunakan konsep "Kalau bisa dipersulit, kenapa harus disederhanakan!".   
 
    Jangan teruskan kejar SBKRI bagi Tionghoa untuk bikin segala macam surat, untuk sekolah,... Sudah seharusnya diakhiri. Dalam kenyataan meneruskan sikap hanya mencurigai TIonghoa dan meminta keluarkan SBKRI untuk buktikan dirinya WNI adalah sikap mendiskriminasi Tionghoa. Kenapa yang turunan Arab, turunan India bahkan turunan Melayu yang jelas dikategorikan membahayakan dengan munculnya penyelundup dari Terroris dari Malaysia, tetap saja tidak dikejar SBKRI? Tidak usah begitu!
 
    Jadi, keputusan UU No.12/2006 sudah betul tidak memberlakukan lagi SBKRI itu. Bagaimana pelaksanaan dilapangan, ya harus ditemukan cara yang paling baik. Agar tidak lagi terjadi karena Tionghoa harus dikejar SBKRI lagi, dengan demikian bisa betul-betul memperlakukan TIonghoa sama dengan warga lainnya dari suku-suku yang ada, cukup gunakan KTP/Surat lahir untuk buktikan dirinya WNI. Itu saja.
 
Salam,
ChanCT
 
----- Original Message -----
Sent: Wednesday, October 01, 2008 12:03 AM
Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: Diskusi Tionghoa Dalam Cengkeraman SBKRI ==> Uli

    Kalo blon punya akte lahir ya bikin akte lahir dong, masa SBKRI....

    Tahun ini gue bikin passport buat anak gue, tetep di minta SKKRI bokap
gue tuh....



----- Original Message -----
From: "Ulysee" <ulysee_me2-/E1597aS9LS+ZvmcBgLQeg@public.gmane.org>
To: <budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org>
Sent: Tuesday, 30 September, 2008 21:58
Subject: RE: [budaya_tionghua] Re: Diskusi Tionghoa Dalam Cengkeraman SBKRI
==> Uli


> Emang jaman dulu, khan ngomongin kenapa sampe muncul SBKRI,
>
> Hal nya sekarang, ya bo ceng li donk kalau seumuran kita masih tanya
> SBKRI,
> lha wong itu khan dibutuhkan di masa transisi, jaman engkong sama babeh.
>
> Sekarang, rata rata anak umuran kita udah punya akte lahir,
> yang di paling atas sudah menjelaskan kewarganegaraan anak yang baru
> lahir tersebut. Jadi ngapain nanyain SBKRI nenek, emak, apa segala, khan
> sudah jelas, begetoh.
>
> Gue bilang rata rata, belon semua, cina benteng masih banyak yang nggak
> punya akte lahir, hehehehe.
> Iya khan, Oom Liquid???
>
> -----Original Message-----
> From: budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org
> [mailto:budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org] On Behalf Of Liquid Yahoo
> Sent: Tuesday, September 30, 2008 9:33 AM
> To: budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org
> Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: Diskusi Tionghoa Dalam Cengkeraman
> SBKRI ==> Uli
>
>
> Ruwet itukan jaman dulu bu, waktu jaman kuda gigit besi, sekarang kalo
> masih diberlakukan apa masih etis?
>
> SKKRI / K1 itu penting karena itu adalah Surat Ketetapan Kewarganegaraan
>
> Indonesia, tapi SBKRI itu untuk apa? Apa yang harus di Buktikan lagi
> kalo
> uda punya KTP?! Takut palsu, ya ditakutin aja semuanya, terus korbanin
> deh
> tuh para TiongHua yang nasioanalis....
>
> Nanti terus SBKRI juga takut dipalsuin terus bisa keluar surat yang
> harus di sahkan President, yaitu SBKBBWNKRI (Surat Bukti Kalau
> Bener-Bener
> Warga Negara Kesatuan Repuplik Indonesia)....
>
> Terus nanti takut di palsuin juga, hehehehehe....
>
> ----- Original Message -----
> From: "ulysee_me2" <ulysee_me2-/E1597aS9LS+ZvmcBgLQeg@public.gmane.org>
> To: <budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org>
> Sent: Monday, 29 September, 2008 08:52
> Subject: [budaya_tionghua] Re: Diskusi Tionghoa Dalam Cengkeraman SBKRI
> ==>
> Uli
>
>> Hooh Kang. Bukannya gue pro dengan adanya SBKRI, ladang pungli itu.
>> Gue juga sama kheksim nya. Tapi mikirin cengli aja lah, gue
>> menganggap bahwa SBKRI itu muncul saking ruwetnya ngurusin Tionghoa
>> Asing yang menurut ZFY waktu itu jumlahnya cukup "signifikan".
>>
>> Bener, Engga beda sama Malaysia yang kelimpungan kebanjiran
>> sama 'pendatang haram' yang jumlahnya signifikan sehingga jadi
>> potensial masalah dalem negri, getoh khan?
>>
>> Bukan mendingan ngurusin WNI lebih banyak atau WNA lebih banyak, tapi
>> lebih pada kejelasan STATUS HUKUM, ini orang diperlakukan sebagai WNI
>> atau WNA? Atas dasar apa?
>> Nah saat itu banyak yang statusnya nggak jelas, sebab dengan stelsel
>> pasif tionghoa2 ini jadi WN Indonesia juga, jadi WN RRC juga.
>> Kalau ada apa-apa, bingung, yang tanggung jawab Indonesia atau RRT?
>>
>> Untuk itu sampai perlu perjanjian dwi-kewarganegaraan Indonesia-RRT.
>> yang tujuannya untuk menyelesaikan masalah dwi-kewarganegaraan ini
>> dan jangan sampai kejadian lagi, caranya mending gimana, pasif, atau
>> aktif, begetoh khan?
>>
>> Bedanya, yang waktu itu yang menolak yang harus aktif menolak nolak,
>> sesudah taon 50, yang mau ngambil yang kudu aktif ambil ambil. dua
>> duanya juga butuh aktif aktif kok, masalahnya siapa yang disuruh
>> aktif aktif.
>>
>> Stelsel pasif memudahkan admin?? hihihi enggak juga tuuuuuuh, mau
>> aktip mau pasif sama aja admin lieur. Yang beda, dengan stelsel pasif
>> tionghoa2 yang nggak ngerti urusan banyak yang dobel
>> kewarganegaraannya,
>> dengan stelsel pasif, tionghoa2 yang nggak ngurus banyak yang jadi
>> stateless.
>>
>> Mendingan mana? ya nggak ada mendingnya, tetep aja kudu diurus,
>> heheheh.
>>
>> Keamanan negara, kali maksudnya negara nggak mau direpotin sama
>> pendatang haram itu kali, bukan keamanan dalam hal ribut ribut atau
>> rusuh rusuh kali ya. Tanya aja ama yang ngomong, apa maksudnya tuh
>> keamanan negara.
>
> No virus found in this outgoing message.
> Checked by AVG.
> Version: 7.5.524 / Virus Database: 270.7.5 - Release Date: 9/28/2008
> 12:00 AM
>
>
>
> ------------------------------------
>
> .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.
>
> .: Website global http://www.budaya-tionghoa.org :.
>
> .: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
>
> .: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>



------------------------------------

.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:budaya_tionghua-digest-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org
    mailto:budaya_tionghua-fullfeatured-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/


Internal Virus Database is out of date.
Checked by AVG.
Version: 8.0.169 / Virus Database: 270.7.2/1689 - Release Date: 2008/9/24 _U__ 06:51
__._,_.___

.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.





Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Ophoeng | 1 Oct 04:00 2008
Picon

Aroma-Was:Mayat Harum Bisa Bikin Heran? Kalo Manusia Harum Beneran Apa Ga Heran?

Bu Uly dan TTM semuah,

Hai, apakabar? Sudah makan?

Ikut nimbrung dikit ya...

"Sudah gaharu, cendana pula" - ini kata Bung Yongde waktu saya tanya ttg
sejarah orang mengetuk-ketukkan jari ke meja jika dituangi air teh dalam
cawannya. Maksudnya, sudah tahu (masih) bertanya pula. Padahal, sebenar-
benarnyalah saya tiada ada faham akan sejarah ketuk meja itu.

Gaharu dan cendana itu dua kata untuk satu makna. Sama-sama merujuk
ke kayu harum. Orang bule, entah kenapa koq memadani-nya dengan na-
ma yang di bawah: sandalwood.  http://en.wikipedia.org/wiki/Sandalwood

Ada lagi sejenis akar, sorry, saya lupa namanya, yang juga mengeluarkan
aroma harum, mirip cendana. Saya coba google, memasukkan kata 'kayu
harum', eh, yang keluar banyakan Pedang Kayu Harum - Kho Ping Hoo. Ini
mestinya minta bantuan Bung ABS yang suhu pakar cerita silat itu ya.

Cendana biasa diambil aromanya untuk dijadikan minyak dan kosmetik, ju-
ga dalam campuran obat-obatan. Tapi, kayaknya aroma cendana tidak bisa
diminum untuk menjadikan badan harum semerbak keluar dari dalam. Ke-
mungkinan Putri Han Xiang memakai aroma cendana sebagai wewangian di
tubuhnya, bisa saja dengan cara membalurkan minyaknya atau mengasapi.
Kalau diminum, tentu aromanya akan hilang disapu oleh asam lambung.

Kayaknya sih pemakaian wewangian untuk tubuh sudah lama dipergunakan
oleh umat manusia, ratusan atau mungkin juga ribuan tahun yang lalu. Me-
nurut wikipedia, yang tercatat adalah penemuan parfum 4.000 tahun lalu
di Cyprus. Tapi, catatan sejarah barat pan tidak mencatat apa yang ada di
Tiongkok daratan, yang waktu itu masih tertutup. Kalau cara perusahaan
sekarang sih, Tiongkok belum Tbk. (terbuka), tapi Ttp. (tertutup). Sila lihat
saja di: http://en.wikipedia.org/wiki/Perfume Dan uniknya, dulu orang me-
makai rempah-rempah sebagai pewangi, belum memakai bunga-bungaan.
Jadi, bisa saja jaman itu populer aroma almond, ketumbar, atau bahkan ju-
ga garlic dan lada? Siapa tahu toh.

Namanya legenda, bisa saja dikatakan sang putri mengeluarkan harum da-
ri tubuhnya, tapi toh tidak perlu diceritakan detilnya bagaimana. Lha, kalau
mau dibikin bisa menghilang atau terbang sekalipun, itu sah-sah saja bagi
suatu cerita legenda, jeh!

Baju-baju ditarok di lemari kayu cendana, disimpan lama, memang bisa mm-
buat pakaian terkontaminasi aroma dari kayu harum. Begitu juga dengan ge-
sek (gereh, ikan asin). Waktu saya masih SD, seorang teman kelas kalau tiba
di kelas, selalu menebarkan aroma gereh ini. Sebab orangtuanya berniaga i-
kan asin dalam partai besar, dan mereka tinggal di ruko yang merangkap se-
bagai gudang gereh. Jelas aromanya merasuk ke dalam baju-baju, bahkan
buku-buku dan tas sekolah teman saya itu. 

Yang unik adalah indera penghidu kita (hidung untuk menghidu, bukan men-
cium, mencium - pakai bibir toh?), kalau anda terpapar dengan aroma terten-
tu dalam jangka waktu lama, maka si indera penghidu merasa tidak perlu la-
gi melaporkan kepada syaraf di CPU (otak), jadi anda tidak lagi akan merasa-
kan kehadiran si aroma. Contohnya adalah teman saya yang beraroma gereh
itu, dia sendiri tidak pernah merasa bahwa badannya menebar pesona gereh.
Juga demikian dengan (sorry) orang-orang yang menebarkan aroma badan,
sedap tak sedapnya tentu bergantung pada selera. 

Indera penghidu itu kalau sudah sekali melaporkan ke CPU, maka oleh me-
mori akan dicatat, disimpan dalam database lama sekali.  Misalnya, jika anda
pernah menghidu suatu aroma yang berkaitan dengan suatu peristiwa khu-
sus yang 'menancap' kuat, puluhan tahun kemudian, asosiasi memori anda 
akan langsung memutar kembali peristiwa itu ketika ada aroma yang sama.

Yang hebat tentu aroma 'seks appeal' dari anjing ketika waktunya musim ka-
win tiba bagi seekor betina. Bisa dalam radius ratusan meter akan tercium
oleh anjing jantan. Jadi kalau anda punya anjing betina dalam masa subur,
jangan heran kalau di depan pintu banyak anjing jantan pada antri untuk me-
rayu sang betina agar mau dikawini. 

Kabarnya, orang juga sebenernya mengeluarkan 'sex appeal' berupa aroma.
Aroma ini tentu khas dan berbeda-beda bagi setiap individu. Dan, "ditang-
kap" oleh indera penghidu pasangannya secara berbeda-beda pula. Ada yang
suka aroma si A, tapi oleh B justru tidak disukai. Sangat individu sekali.

Tetumbuhan mengeluarkan aroma pada bunga, sebenernya juga suatu usaha
semacam 'sex appeal' juga. Dengan adanya aroma yang menarik kupu-kupu 
dan lebah (tawon) atau serangga lain, maka dengan tak langsung, si serangga 
itu sudah dimanfaatkan untuk penyerbukan tanaman supaya menjadi buah. 
Dan, buahnya sendiri, mengeluarkan aroma dan rasa yang attracktip, supaya
menarik hewan (dan orang) untuk memakan buah dan menebar bijinya di tem-
pat lain supaya bisa tumbuh. Cuma manusia suka rakus: biji juga dimakan ya.

Kalau ada orang yang mengeluarkan aroma tertentu, wangi atau tak sedap sih 
relatip - tergantung penerima 'sinyal' penghidunya saja, istilahnya tentu saja
kurang pas kalau disebut 'berpenyakit'. Yang pas mestinya adalah 'kelainan'.
Kalau itu penyakit, mestinya akan 'membunuh' pemilik badannya toh?

Mestinya pemicunya ada di kelenjar keringat orang tsb. yang dipengaruhi ju-
ga oleh hormon tertentu dalam tubuh. Makanan memang mempengaruhi, ta-
pi sifatnya juga individu. Ada yang makan bawang putih tapi nafasnya tidak
akan mengeluarkan 'parfum' garlic, tapi ada yang sedikit saja makan masak-
an berbawang putih, kontan 'pabrik' parfumnya mengeluarkan aroma garlic.

Waktu saya kuliah di Yogya dan tinggal di asrama, romo-romo (pastor) bule
yang makannya keju dan susu, memang mengeluarkan aroma keju, cende-
rung 'prengus' aroma sapi begitu.

Makanya, ada suatu usaha 'membalik' teorinya. Untuk supaya wangi, lantas
ada yang percaya bahwa makan daun atau bunga tertentu bisa membuat tu-
buh mengeluarkan aroma wangi. Misal daun sirih, dipercaya bisa membuat
anda mengeluarkan aroma sedap, bahkan melalui senjata rahasia anda. Ta-
pi tentu saja daya tangkap tubuh berbeda-beda setiap individu-nya.

Ada pabrik jamu yang kemudian menangkap peluang ttg mitos daun sirih
ini, lantas membuat ekstrak daun sirih sebagai ramuan sedap wangi itu un-
tuk diminum. Tapi, terkadang ada pabrik yang mau ambil 'short cut', dia
pakai saja fragrance yang sudah jadi. Lha, karena itu cuma fragrance, ya
sejatinya bukan untuk diminum, cuma sekedar untuk dihidu, jelas saja ti-
dak akan ngefek. Apalagi kalau fragrance itu banyakan dibuat secara sinte-
tis, bukan dari ekstrak, sebab lebih murah biayanya. Kabarnya di Jepang
sudah ditemukan alat yang dapat 'menangkap' aroma bebungaan, lantas
aroma ini akan diendapkan atau dianalisa susunan kimianya, untuk kemu-
dian dibuatkan sintetisnya dari campuran beberapa bahan kimia.

Kalau fragrance dipakai untuk perfumery dan toileteris, maka flavor dipa-
kai untuk makanan. jadi, karena aroma alpokat dan sirsak begitu lemah,
maka perlu tambahan aroma sintetis supaya bisa terhidu oleh konsumen.

Pernah dilakukan percobaan, orang ditutup mata dan hidungnya, lantas
dia diberi sepotong apel dan diminta menebak apa yang dimakannya. Ba-
nyakan orang itu tidak tahu apa yang dimakannya. Jadi perlu koordinasi
antara indera penglihat, penghidu dan pencecap (rasa) di mulut. CPU di
otak akan membandingkan sinyal dengan 'database' yang sudah disim-
pan sebelumnya. Lalu dicocokkan dengan makanan yang dimakan.

Tapi, saya ndak yakin apakah orang makan arsenik (racun toh?) lantas bisa
mengeluarkan aroma garlic. Tapi juga ndak usah coba dibuktikan, kabarnya
arsenik itu racun yang sangat mematikan dalam waktu singkat saja.

Begitu sajah sih, kira-kira.
Sila koreksi kalau ada salah, dan tolong tambahkan kalau ada yang kurang.

Salam pedang kayu harum,
Ophoeng 
BSD City, Tangerang

--- In budaya_tionghua@..., "Ulysee" <ulysee_me2 <at> ...> wrote:

Haiyaaa. Han Siang lagi, kisah favorit engkong noh. 
Entah kenapa engkong fave banget sama kisah putri harum satu itu sampe
salah satu cucunya dikasih nama Han Siang. 

Kalau kata engkong mah itu putri badannya bau kayu harum. Kayu harum tuh
cendana kali ya? 
Atau Hio gitu kali?

Duluu gue pernah baca, putri putri asia yang kalau sudah berpakaian,
badannya diasapi kayu harum gitu, supaya wangi. 
Baju baju pun ditaruh di peti kayu harum itu. Tapi gue ga tau kayu harum
itu apa cendana atau ada yang lain.
Kalau di Barat, air mandi nya yang dikasih bunga bunga mawar, supaya
harum mawar itu nempel di badannya si putri, 
ada lagi yang kemana mana bawa kulit lemon, apa lah namanya lemon
verbena atau apa gitu. 
Kali jaman dulu belon ada parfum, jadi aneh aneh aja cara orang
memperwangi diri. 

Hal nya BB yang wangi, hihihihi.... kalau wangi mah kelebihan, kalau bau
nggak enak itu baru dianggap penyakit, 
wahahahah, 
ngomongin BB, dulu gue pernah diceritain, satu suku yang bisa mengendus
suku lain hanya dari baunya, 
tadinya gue gak percaya, eeeh, sekali waktu gue sakit tipes, mendadakan
hidung gue jadi hipersensitif, 
waktu di tengokin temen temen, gue mengendus bau yang aneh aneh, 
Eh bener lhoh, suku yang ini sama suku yang itu baunya lain, hahaha, ada
bau khas tersendiri, gak tahu kenapa, 
kemungkinan karena makanan yang biasa dimakan suku-suku tersebut.

Waktu gue mau married dulu, oma dan mami gue maksa-maksa gue untuk
ciacay, pantang daging, 
katanya dengan berpantang daging badannya jadi lebih wangi, gimana bisa
begitu gue nggak tahu deh.

Yang pasti, apa yang dimakan gue percayai memang punya pengaruh terhadap
bau-bauan badan. 
Misalnya, kalau makan racun arsenik, bau badan dan bau napas jadi bau
bawang putih, 
kalau keracunan kafein, bau badan dan bau napas seperti bau almond, 
Keracunan itu khan penyakit juga toh?

Pernah juga dulu serumah kena sakit Flu Hongkong, Entah kenapa setiap
orang kok sepertinya bau kandang merpati, 
kata Tuakoh sih itu gara gara penyakitnya sama, jadi mengeluarkan gejala
yang sama, keringatnya bau kandang burung itu, hehehe.  

Balik lagi ke putri Han Siang, bisa aja dia keracunan sesuatu yang bikin
badannya jadi wangi kayu harum.

Tapi kalau soal relic dan mayat harum mawar itu..... nggak tahu deh, 
jangan-jangan Bernadette Soubirus keracunan air Lourdes sehingga
badannya bau mawar??? 

 
-----Original Message-----
From: budaya_tionghua@...
[mailto:budaya_tionghua@...] On Behalf Of ¿ç
Sent: Tuesday, September 30, 2008 6:50 PM
To: budaya_tionghua@...
Subject: [budaya_tionghua] Fwd: Mayat Harum Bisa Bikin Heran? Kalo
Manusia Harum Beneran Apa Ga Heran?

 

 

Kalo cerita yang ini saya memang pernah dengar... :) 

Btw, bicara mayat yang wangi, Kalo Manusia yang aseli wangi seperti
Sejarah Asli Zhungguo dimasa dinasti Ching zaman kekaisaran Chien Lung
seperti, Putri Harum - Han Xiang, kenapa yach bener2 bisa mendapat
julukan Putri Harum?? :D 

Apa ada yang tahu apakah itu penyakit ataukah kelebihan tersendiri? 

Thx

------------------------------------

.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:budaya_tionghua-digest@... 
    mailto:budaya_tionghua-fullfeatured@...

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    budaya_tionghua-unsubscribe@...

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

John Siswanto | 1 Oct 02:20 2008
Picon

Re: Ketidakmampuan Mandarin Bukan Ukuran ()Re: Fwd: Apa kata Harry Tjan RE: [t-net] Selayang Pandang : Diskusi Tionghoa Dalam Cengkeraman SBKRI

 
Bung Ari Tonang yang baik,
 
horas bah laeku,
gimana kabar ?
saya termasuk orang yang anda maksudkan, saya bisa bahasa Mandarin (umum), Mandarin Siantar (kata teman-teman dialek Sichuan), hokkian, tapi ditambah dialek Tio Ciu, juga fasih bahasa Batak (toba).
 
Anda sendiri berasal dari mana ? Apakah kita dongan sa huta (teman sekampung) ?
 
Benar kawan memang saya dicalegkan dari PDI Perjuangan, anda tahu darimana bung ?
 
Horas,
 
John Siswanto

--- Pada Sel, 30/9/08, Ari Tonang <ari2nang-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@public.gmane.org> menulis:
Dari: Ari Tonang <ari2nang-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@public.gmane.org>
Topik: Re: Ketidakmampuan Mandarin Bukan Ukuran ()Re: [budaya_tionghua] Fwd: Apa kata Harry Tjan RE: [t-net] Selayang Pandang : Diskusi Tionghoa Dalam Cengkeraman SBKRI
Kepada: budaya_tionghua <at> yahoogroups.com
Tanggal: Selasa, 30 September, 2008, 12:32 PM

Sebagai catatan saja, di P siantar memakai dialeknya berbeda dengan mandarin, tapi hampir mirip dengan mandarin, dan orang Tionghua siantar menyebutnya sebagai Mandarin Siantar. Jadi kalau orang Tionghua di siantar mampu menguasai 3 bahasa tionghua sekaligus, yaitu bahasa mandarin siantar, bahasa mandarin dan bahasa hokkian (karena pengaruh Medan yang dekat dan dialek yang dipakai adalah Hokkian)
Dan bahkan banyak teman saya yang Tionghua di siantar bahkan bisa bahasa batak, dan saya termasuk sedikit dari pribumi yang mampu berbahasa mandarin dengan baik. Karena saya sekolah di siantar sampai smp dan disekolah tionghua.
 
Bung John jadi caleg di PDIP yah

--- On Sun, 9/28/08, Liquid Yahoo <liquidha <at> yahoo. co.id> wrote:
From: Liquid Yahoo <liquidha <at> yahoo. co.id>
Subject: Re: Ketidakmampuan Mandarin Bukan Ukuran ()Re: [budaya_tionghua] Fwd: Apa kata Harry Tjan RE: [t-net] Selayang Pandang : Diskusi Tionghoa Dalam Cengkeraman SBKRI
To: budaya_tionghua <at> yahoogroups. com
Date: Sunday, September 28, 2008, 8:50 PM


    Ko John, penduduk Pematang Siantar itu jagonya bahasa mandarin apa Hokian???
 
 
 
----- Original Message -----
Sent: Sunday, 28 September, 2008 16:18
Subject: Bls: Ketidakmampuan Mandarin Bukan Ukuran ()Re: [budaya_tionghua] Fwd: Apa kata Harry Tjan RE: [t-net] Selayang Pandang : Diskusi Tionghoa Dalam Cengkeraman SBKRI

Pak Akhmad Bukhari Saleh (ABS) yth,
 
Terima kasih atas pencerahan bapak, saya ingin mengomentari postingan bapak, sbb :
 
1.   Menurut Wikipedia Indonesia, berdasarkan sensus penduduk tahun 2000, jumlah populasi Tionghoa Indonesia adalah berkisar 4% - 5% dari seluruh jumlah populasi Indonesia.
2.   Kalau anda datang ke kota kelahiran saya, Pematang Siantar, etnis Tionghoanya minimal 90 % mampu berbahasa Mandarin (bukan dialek), bukan 10 %..., bahkan non-Tionghoanyapun bisa berbahasa mandarin.. bingung ? coba deh jalan-jalan ke kota kelahiranku. .. untuk mendapatkan pengalaman baru...  
3.   Saya lebih cenderung, kita tidak mendikotomikan masalah Tionghoa dan non-Tionghoa, lebih baik kita membahas, bagaimana kita sebagai suatu bangsa, saling bahu membahu membangun negara kita bersama, niscaya, masalah-masalah turunannya juga akan dikisis/hilang. ..
4. Kalau kita masih ribut yang boten-boten, sementara jurang pemisah di antara kita makin melebar, apa jadinya bangsa ini ke depan ?
 
wassalam,
Jhon Siswanto  
 


--- Pada Ming, 28/9/08, Akhmad Bukhari Saleh <absaleh <at> indo. net.id> menulis:
Dari: Akhmad Bukhari Saleh <absaleh <at> indo. net.id>
Topik: Ketidakmampuan Mandarin Bukan Ukuran ()Re: [budaya_tionghua] Fwd: Apa kata Harry Tjan RE: [t-net] Selayang Pandang : Diskusi Tionghoa Dalam Cengkeraman SBKRI
Kepada: budaya_tionghua <at> yahoogroups. com
Tanggal: Minggu, 28 September, 2008, 1:06 AM

----- Original Message -----
From: King Hian
To: budaya_tionghua <at> yahoogroups. com
Sent: Sunday, September 28, 2008 2:05 AM
Subject: RE: [budaya_tionghua] Fwd: Apa kata Harry Tjan RE: [t-net] Selayang
Pandang : Diskusi Tionghoa Dalam Cengkeraman SBKRI

> Uly:
> > - cina yang masih bangga jadi cina
> > - tionghoa yang belum pernah meninggalkan jati diri,
> > dipaksa maupun tidak
- - - -
> masa gak ngerasa sih?
> apa neng Uly bisa ngomong bhs Cina?
> neng Uly kagak bisa ngomong bhs Cina karena apa?
> Di zaman orba bhs Cina kan 'barang terlarang'!

------------ --------- --------- --------- -

Ada 2 kesimpulan yang tidak tepat di statement di atas ini. Bahkan cenderung ngawur!

Pertama, tidak bisa berbahasa tionghoa tidak berarti hilang kebanggaannya dan jatidirinya sebagai warga suku tionghoa.
Dari 3-an juta tionghoa di Indonesia, yang bisa bahasa tionghoa paling-paling 300-an ribu. Atau 10% saja. Walaupun banyak di antara mereka yang 90% itu yang masih Konghucu sekali pun!
10% itu pun barangkali sudah kebanyakan asumsinya. Dari seribuan teman tionghoa saya di dunia percersilan, yang paham bahasa tionghoa cuma kurang dari 10 orang, atau 1%.
Dan dari 300-an ribu penutur bahasa tionghoa di Indonesia itu, kebanyakan tahunya dialek. Yang bisa Mandarin paling-paling 100-an ribu. Itu pun Mandarin pasaran, yang cuma sampai ni hao ma, wo ai ni, dan lyric lagu Mandarin. Yang mampu muncul di acara Metro Xinwen, misalnya, paling-paling 10-an ribu orang saja. Atau malahan nggak sampai 1.000 orang jangan-jangan! ?
Lantas apa tionghoa yang 2 juta 9 ratus ribu, termasuk yang Konghucu, mau dianggap tionghoa palsu, tionghoa yang tidak bangga dan tidak berjatidiri? ?

Kedua, banyaknya orang di Indonesia yang tidak bisa berbahasa tionghoa, bukan karena adanya Orba.
Dari jaman Orla juga sudah 90-an % orang tionghoa tidak bisa berbahasa tionghoa.
Bahkan penurunan jumlah populasi orang tionghoa mampu berbahasa tionghoa yang terdrastis terjadi sudah jauh sebelumnya, yaitu di jaman kolonial, ketika orang tionghoa diklasifikasikan sebagai timur asing yang dimudahkan untuk gelijk gesteeld jadi orang Belanda.
Malahan di jaman Orba, untuk kepentingan mereka, rejim Orba mendidik banyak sekali agen-agennya, pribumi dan tionghoa, tentara dan sipil, belajar Mandarin di Singapore, Malaysia dan Taiwan (negara-negara cina yang sahabat RI waktu itu), a.l. teman saya Jend. Agum Gumelar yang fasih Mandarin karena bertahun-tahun di Taipeh. Jadi populasi penutur Mandarin di jaman Orba, jangan-jangan justru naik jumlahnya!
 
Wasalam.

Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers


Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers __._,_.___

.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.





Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Yulianna Subarli | 1 Oct 03:48 2008
Picon

Re: Re: Pater Beek - otak dibelakang gerakan pemberangusan budaya/agama tionghoa ?

Saya rasa kebanyakan  yang bergabung di millis ini sudah dewasa dan berpendidikan.
Seharusnya masing-masing dapat mengendalikan diri, sehingga tidak membicarakan
hal-hal yang sensitif (pasti anda tahu apa yang saya maksud). Berbeda pendapat itu
sah-sah saja, asal mengutarakannya dengan kata-kata yang sopan.  Bagaimana orang lain
akan menghargai anda kalau anda tidak bisa menghargai diri anda sendiri, dengan mengeluarkan
kata-kata kasar dan menyinggung orang lain. Saya rasa Sdr. Mulyawan Lie adalah orang yang
sangat berpendidikan, dari namanya saja seharusnya mencerminkan seseorang yang MULIA,
BIJAKSANA dan PANDAI MENJAGA PERASAAN ORANG LAIN.  Forum ini adalah forum terbuka, sebaiknya
memberikan contoh dan teladan yang baik untuk generasi berikutnya (kalau tidak salah ada member yang berusia 16 thn), kalau anda tidak suka dengan agama orang lain, atau mungkin anda pernah mendapat pengalaman buruk dari oknum agama lain, sebaiknya anda bisa memaafkan, bukankah semua agama mengajarkan cinta-kasih.bukan dengan membalas dengan kebencian. Jadi Sdr. Mulyawan Lie dan yang lain-lainnya juga, jangan mengumbar kebencian, karena akan merugikan diri anda sendiri.
 
Salam damai,
 
 
Yulianna Subarli

----- Original Message ----
From: dipodipo <dipodipo-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@public.gmane.org>
To: budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org
Sent: Tuesday, September 30, 2008 10:48:51 PM
Subject: [budaya_tionghua] Re: Pater Beek - otak dibelakang gerakan pemberangusan budaya/agama tionghoa ?

Protes didukung. Ada perbedaan antara diskusi dan penghinaan. Saya
bukan Katolik atau Kristen, tetapi posting2 semacam ini hanya
membuang2 bandwidth.

--- In budaya_tionghua <at> yahoogroups. com, "johnsiswanto"
<johnsiswanto <at> ...> wrote:
>
>
> Bapak/Ibu moderator yang saya hormati,
>
> saya menyampaikan protes keras atas tulisan dari si Mulyawan Lie
> #36909
>
> Kutipan Mulyawan Lie#36909 :
> kalo ane katakan kristen ya artinya
> > kristen dan katolik, maling ayam ama maling jemuran ? sama sama
> maling)
> > kasihan orang tionghua yg gak ngarti, setan diang gep dewa.setan pura
> > pura jadi dewa
>
> Bagaimana tulisan yang menghujat agama lain bisa lolos. Tulisan ini
> jelas-jelas menyakitkan dan melukai penganut agama Kristen Protestan
> dan Katolik...
>
> Si Mulyawan Lie kalau di dunia nyata pasti sudah saya laporkan kepada
> pihak yang berwajib.
> Enak saya menghina/menghujat agama/kepercayaan orang lain.
>
> Buat si Mulyawan kalau elo punya nyali (pastinya pasti pengecut),
> mana alamat kamu, biar saya ajarin sopan santun...
>
> salam,
>
> John Siswanto
>


Hendri Irawan | 1 Oct 04:37 2008
Picon

Mandi Susu Onta = Harum

Bung Ophoeng dan Rekan-rekan.

Jinyong dalam menulis cerita dikenal selalu berkaitan dengan sejarah.
Nah si putri harum ini kata banyak orang juga diambil Jinyong dari
legenda selir harum.

Jaman Qing Gaozong (nianhao: Qianlong), ada legenda mengenai selir
harum ini baik dari orang Han maupun orang Uighur. Yang jelas si selir
ini orang Uighur yang terkenal harum badannya karena selalu mandi susu
onta bactria, onta asia tengah yang berpunuk dua.

Di kalangan Han, si selir harum ini legendanya kurang lebih begini.
Qing Gaozong menemukan seorang gadis uighus bernama Iparhan, anak
seorang kepala suku di kota Kashgar, Xinjiang. Iparhan selain cantik
jelita juga badannya mengeluarkan aroma harum yang katanya membuat
sang kaisar mabuk kepayang dan memboyongnya ke ibukota sebagai selir.
Dalam perjalanan ke ibukota Iparhan dikatakan selalu mandi susu onta
untuk menjaga keharuman badannya. Menurut legenda Qing Gaozong sampai
membangun semacam taman mini yang menyerupai kampung halaman Iparhan,
lengkap dengan mesjidnya. Hal ini kemudian meluruhkan hati Iparhan dan
dia kemudian menjadi salah satu selir favorit kaisar sampai akhir
hayatnya.

Di kalangan Uighur, ceritanya lain lagi. Iparhan dikatakan direbut
kaisar dari tangan suaminya secara paksa. Iparhan yang sakit hati
diam-diam menyiapkan sebilah belati dengan tujuan menghabisi nyawa si
kaisar yang bukan saja telah membunuh suaminya tetapi juga menjajah
negerinya. Rencana pembunuhan ini kemudian dilangkahi ibu suri kaisar
melalui tangan-tangan pembunuh (semacam intel jaman sekarang) karena
si kaisar terlanjur mabuk kepayang dan tidak mampu melihat belati di
balik kejelitaan Iparhan.

Hormat saya,

Yongde

--- In budaya_tionghua@..., "Ophoeng" <ophoeng <at> ...> wrote:
>
> Bu Uly dan TTM semuah,
> 
> Hai, apakabar? Sudah makan?
> 
> Ikut nimbrung dikit ya...
> 
> "Sudah gaharu, cendana pula" - ini kata Bung Yongde waktu saya tanya ttg
> sejarah orang mengetuk-ketukkan jari ke meja jika dituangi air teh dalam
> cawannya. Maksudnya, sudah tahu (masih) bertanya pula. Padahal, sebenar-
> benarnyalah saya tiada ada faham akan sejarah ketuk meja itu.
> 
>
----------- dipotong -----------

------------------------------------

.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:budaya_tionghua-digest@... 
    mailto:budaya_tionghua-fullfeatured@...

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    budaya_tionghua-unsubscribe@...

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Ophoeng | 1 Oct 04:49 2008
Picon

Pater Beek - Kasebul (Was: Fwd: Apa kata Harry Tjan)

Bung Danarhadi dan TTM semuah,

Hai, apakabar? Sudah makan?

Terima kasih atas paparan sejarah berupa flash back dari anda yang mengalami
sendiri sebagai saksi sejarah, terutama pengalaman ayah anda. Sangat menam-
bah wawasan saya pribadi ttg banyak hal yang tidak diketahui selama ini.

Saya cuma mau urun rembug sedikit tambahan ttg Pater Beek (Romo Van Beek?)
yang saya sendiri pernah melihat sepak terjangan kader-kader-nya. 

Tahun 1974, saya kuliah di Yogya, ikut teman-teman asrama gabung di PMKRI
sebagai anggota baru. Suatu kali, ada aktivis yang terpilih di antara anggota ba-
ru kut 'kasebul' - kaderisasi sebulan, yang dimotori oleh Pater Beek di Klender, 
Jakarta timur. Jadi mereka 'cuti' kuliah selama sebulan penuh ikut latihan yang
kabarnya bergaya militer dan sangat militan. Dan, kabarnya mereka disumpah
untuk menjaga rahasia cara-cara kaderisasi-nya, bergerak di 'bawah tanah'.

Sekembalinya mereka ke Yogya, lantas terjadi 'kudeta' pengurus PMKRI lama. 
Dengan cara bagaimana (sorry, saya tidak mengikuti detilnya) mereka bisa me-
lakukan kudeta dengan 'menggulingkan' pengurus lama. Kata seorang teman
kuliah, memang mereka punya 'misi' yang ditugaskan oleh Pater Beek untuk
melakukan 'kudeta' itu sebagai latihan praktek. Dan, kelompok 'elite' jebolan
kasebul itu, memakai cincin khusus pemberian sang pater. Dan mereka berga-
ya petantang-petenteng bak koboi ketika baru 'lulus', baik di kampus mau-
pun di marga siswa (sekretariat) PMKRI. Entah sekarang masih ada tidak itu
kasebul, walau Pater Beek sudah meninggal, mungkin ada penerusnya toh?

Sejujurnya saja, kami yang non-kasebul tidak merasa simpati kepada mereka.
Kalau ndak salah, waktu itu ada 'tandingan'nya yang juga dimotori oleh romo
atau pastor lain, yang berseberangan dengan Pater Beek. Jadi antara mereka 
kayaknya ada 2 kubu juga, atau mungkin tiga: kiri, tengah dan kanan?

Mong-omong, sebenernya sejarah penggolongan kiri, tengah dan kanan itu,
asal muasalnya dulu bagaimana ya? Mengapa yang satu disebut kiri, dan ke-
napa yang lain disebut kanan, bukan sebaliknya? Barangkali ada yang tahu?

Begitu sajah sih ya.
Tolong dikoreksi kalau ada yang salah, sila tambah kalau ada yang kurang.

Salam damai itu indah sajah,
Ophoeng
BSD City, Tangerang

--- In budaya_tionghua@..., "danarhadi2000"
<danarhadi2000 <at> ...> 
wrote:

----dipotong------------

===> Yang saya TEKANKAN disini, TAK ada pimpinan nasionalist dari 
kelompok Non Tionghoa, yang sadar, bahwa di-DALAM komunitas Tionghoa 
sendiri ada dikotomi berdasar garis budaya. 

Jadi, pada waktu Christian Chinese dibawah bendera CSIS menggenjot 
kelompok Tionghoa tradisionalist, kami semua kaget.  

Juga umat Islam yang dizalimi kelompok CSIS yang di-otaki oleh pater 
Beek TIDAK menduga, kalau kelompok HTS and the gang ini juga menghantam 
saudara sendiri. Mereka, salah paham, menyangka SELURUH komunitas 
Tionghoa mau perang melawan mereka (baca: "35 Tahun Sejarah Latar 
Belakang Politik dan Intelejen Indonesia di bawah Soeharto (Orde Baru)
John Helmi Mempi - Umar Abduh: http://swaramuslim.net/more.php?
id=A891_0_1_0_M).

Yang menarik, kalau kita baca keluhan umat Islam yang merasa diserang 
dan dipojokkan oleh gang Beek-HTS-Ali Murtopo, mirip sekali dengan apa 
yang dialami umat Tionghoa Konghucu dan tradisionalist.

Kesimpulan?

------------------------------------

.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:budaya_tionghua-digest@... 
    mailto:budaya_tionghua-fullfeatured@...

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    budaya_tionghua-unsubscribe@...

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Akhmad Bukhari Saleh | 1 Oct 04:51 2008
Picon

Pola-pikir Soeharto A'la Liu Sing Hu Tiek Chien (Re: Re: VOA sudah tidak menggunakan kata Cina)

----- Original Message ----- 
From: Fy Zhou
To: budaya_tionghua@...
Sent: Tuesday, September 30, 2008 4:40 PM
Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: VOA sudah tidak menggunakan kata Cina

> Tapi lawan tetap lawan, dalam kampanye kita boleh
> menggunakan kata2 yang keras sekalipun untuk memukul
> lawan politik, bahkan boleh menyatakan perang thd
> ideologi lawan politik. Meski yang namanya keras dan
> perang  hanya terbatas dalam kata2, tetap saja
> mencerminkan siapa kawan siapa lawan.

- - - - - -

----- Original Message ----- 
From: danarhadi2000
To: budaya_tionghua@...
Sent: Tuesday, September 30, 2008 9:41 AM
Subject: [budaya_tionghua] Re: VOA sudah tidak menggunakan kata Cina

> Lawan politik tetap lawan politik, yang beda hanya jalan
> untuk memperjuangkan cita cita. Lawan tak pernah
> menjadi kawan, kecuali menjadi sekutu berjuang kalau
> ada lawan bersama.

---------------------------------

Ini pola-pikir Orba warisan Soeharto, yang sudah 10 tahun
terakhir kita sama-sama upayakan terus untuk dibasmi.
Tetapi rupanya masih ada penyandang pola pikirnya di sana-sini.
Memang tidak mudah merubah hasil indoktrinasi 30 tahun lebih.
Padahal sebelum itu, jaman Pemilu 1955 misalnya, tokoh Masyumi dan PKI pun 
secara pribadi tetap sahabat erat.. Bahkan perang saudara PRRI-Permesta pun 
diselesaikan amicably (secara pertemanan), semua di-amnesti, tidak ada yang 
dipenjarakan.

Seharto sendiri berpola-pikir, dan berpola-tindak,
machiavelistis sedemikian itu, antara lain terinspirasi oleh film
favoritnya, yang katanya sampai lebih dari 10 kali dia tonton,
yaitu "Liu Sing Hu Tiek Chien (Liu Xing Hu Die Jian)".
Ini sebuah karya Khu Lung (Gu Long), yang di-layar-perak-
kan oleh Shaw Brothers pada tahun 1976, dengan judul
bahasa Inggris "Killer Clans".
Produsen daratan Tiongkok membuat serial TV-nya di tahun
2003, dengan judul bahasa Inggris yang lebih letterlijk
(harfiah): "Meteor, Butterfly, Sword".
Buku terjemahan bahasa Indonesia-nya berjudul "Budi dan
Cinta", diterjemahkan oleh L L L, diterbitkan oleh See Yan
Tjindjin, Bandung, tahun 2005.

Wasalam. 

------------------------------------

.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:budaya_tionghua-digest@... 
    mailto:budaya_tionghua-fullfeatured@...

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    budaya_tionghua-unsubscribe@...

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

danarhadi2000 | 1 Oct 05:02 2008
Picon

Re: Fwd: Apa kata Harry Tjan RE: [t-net] Selayang Pandang : Diskusi Tionghoa Dal

Begitulah.

Tetapi yang namanya milis, yang adalah cermin kehidupan nyata (yang 
lebih seram, lihat gebuk gebukan di Monas atau tawuran tawuran), 
tidak selalu lurus seperti yang didalam panduan. Bahkan ada milis, 
yang jauh lebih besar dari BT ini, dimana nyata nyata dimuat dakwah 
sebuah agama, yang menyatakan agama lain lain tidak valid. Ini juga 
cermin realitas diluar, dimana rumah ibadah Ahmadyah begitu saja 
dirusak, tanpa ada tindakan polisi. Juga penempelengan wanita di 
pengadilan, tanpa ada yang dapat berbuat sesuatu.

Ini tidak diinginkan, seharusnya dihindarkan, untuk itu ada pendapat 
kawan kawan lain yang memeperingatkan.

Sejauh saya menilai, dalam milis milis belum terjadi konflik seperti 
dalam dunia nyata, jadi apa yang pantas atau tidak didunia nyata 
sulit kita bawa kemari, karena akibatnya mungkin lebih runyam. Lihat 
apa yang terjadi dikantor KPU antara esama wakil PKB. Nilai 
kepantasan dalam milis BT ini saya rasa lebih dijunjung daripada 
didunia nyata. In general milis BT ini sangat OK.

Anda benar sekali mengenai penyebaran agama, yang entah mengapa, 
menerobos ke semua milis yang ada. Mungkin ini penyakit yang bangsa 
ini idap?

Mengenai perjuangan politik, ini mungkin juga bagian dari nasib 
kelompok, yang juga masih membebani komunitas Tionghoa di Indonesia. 
kesan kesan lama belum tertuntaskan. Ini proses sejarah yang memakan 
waktu. Juga upaya memerangi korupsi, pungli, penyalahgunaan wewenang 
adalah bagian dari proses membenahi masa lalu, dimana praktek praktet 
ini membudaya.

Standard dunia nyata? Ini lebih keras lho. Sebaliknya, kalau DPR RI 
pakai standard BT mungkin bangsa ini lebih civilized ha ha ha.

Akhirulkalam, Selamat Merayakan Idul Fitri bagi yang merayakan.

Salam

Danardono

--- In budaya_tionghua@..., "dipodipo" <dipodipo <at> ...> 
wrote:
>
> Suheng, point anda dapat saya mengerti. Keberatan saya adalah dalam
> konteks pembicaraan politik dan agama dimilis ini. Saya bergabung
> milis untuk menambah pengetahuan budaya tionghoa. Memang budaya 
tidak
> berdiri sendiri, jadi kadang tidak dapat dihindari jika ada diskusi
> yang berhubungan dengan agama, sejarah atau politik.
> 
> Hal ini sah2 saja, jika masalah politik, sejarah atau agama tersebut
> ada kaitannya dengan budaya Tiong Hoa. Tetapi kalau argumen 
didasarkan
> pada asumsi, tidak ada yang faedah yang kita dapatkan.
> 
> Juga ada sebagian rekan yang menjadikan forum ini sebagai ajang
> perjuangan politik atau penyebaran agama, virtual warrior gitu ya.
> Terus terang hal ini sangat menggelikan.
> 
> Sebaiknya kita memakai standard yang sama dalam dunia maya dan dunia
> nyata. Jadi apa yang tidak pantas kita ucapkan pada dunia nyata,
> seharusnya tidak ditulis didunia maya.
> 
> Salam 
> 
> 
> --- In budaya_tionghua@..., "danarhadi2000"
> <danarhadi2000 <at> > wrote:
> >
> > --- In budaya_tionghua@..., "dipodipo" <dipodipo <at> > 
wrote:
> > >
> > > Bisa suheng, selama dalam membahas budaya tidak ada maksud dan
> > > kepentingan lain. Saya sulit melihat kepentingan politik dalam
> > > pembahasan tentang restoran Trio, Tung Kong atau Siaw A Ciap. 
> > > 
> > > Semalam saya beruntung dapat chat dengan koh Irawan Raharjo 
tentang
> > > perseteruan antara dua kelompok ahli kuntaw di Semarang. Kita 
tidak
> > > membahas agama atau partai kedua kelompok bu lim tersebut.
> > > 
> > > Salam
> > >  
> > 
> > *** Ini sih OK. membahas seni tari barongsay sendiri tak 
mengandung 
> > makna politik, demikian juga ngobrol mengenai seni masak Siauw A 
Ciap. 
> > Tetapi, apakah bentuk budaya yang kita jadikan bahan bahasan 
exist atau 
> > tidak, politiklah yang menentukan. Jadi, budaya itu sendiri 
biasanya 
> > bebas politik, namun berada dalam bingkai politik. Tak mungkin 
> > dilepaskan.
> > 
> > Contoh jelas: anggauta anggauta LEKRA dahoeloe kebanyakan seniman 
> > murni: tukang pahat (Henk Ngantung), seniman musik (pak Kasur), 
seni 
> > rupa, pengarang (Ananta Tur). Biasanya tak politik politikan, 
tetapi 
> > swuuuppp setelah G30S dicari polisi militer, dilempar kedalam 
truk, 
> > diangkut ke pulau Buru..
> > 
> > Juga RUU pornografi yang sedang digodok adalah bingkai politik 
bagi 
> > budaya (seni tari, seni drama, fashion, dan banyak lagi. Kapan 
suatu 
> > itu masih seni apakah sudah bentuk dekadensi yang harus 
dimusnahkan, 
> > politik yang menentukan.
> > 
> > Budaya hanya mampu exist dalam bingkai politik yang kondusif bagi 
> > budaya itu.
> > 
> > Ini lho yang saya mau tekankan...
> > 
> > Salam
> > 
> > danardono
> >
>

------------------------------------

.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:budaya_tionghua-digest@... 
    mailto:budaya_tionghua-fullfeatured@...

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    budaya_tionghua-unsubscribe@...

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

John Siswanto | 1 Oct 05:35 2008
Picon

Re: Re: Pater Beek - otak dibelakang gerakan pemberangusan budaya/agama tionghoa ?

Mbak Yulianna Subarli yang baik,
 
saya sangat setuju dengan pendapat anda yang ademin, bravo mbak...
 
Menurut saya kerusuhan horizontal dan antar agama yang terjadi adalah akibat ulah-ulah oknum kayak si Mulyawan Lie ini ...
Jangan-jangan si kunyuk memang bermaksud demikian memancing keributan), terbukti sehabis menghina/meenghujat agama orang lain (yang sangat sakral buat saya dkk), eeeeeeehhhhh.... malah dia ngacir bak pengecut... hiiiiiccccckkkkk.....
 
John Siswanto

--- Pada Sel, 30/9/08, Yulianna Subarli <syulianna-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@public.gmane.org> menulis:
Dari: Yulianna Subarli <syulianna-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@public.gmane.org>
Topik: Re: [budaya_tionghua] Re: Pater Beek - otak dibelakang gerakan pemberangusan budaya/agama tionghoa ?
Kepada: budaya_tionghua-hHKSG33Tihh9OS/SkqAIkg@public.gmane.orgm
Tanggal: Selasa, 30 September, 2008, 6:48 PM

<!--#yiv1562208055 DIV {margin:0px;}-->
Saya rasa kebanyakan  yang bergabung di millis ini sudah dewasa dan berpendidikan.
Seharusnya masing-masing dapat mengendalikan diri, sehingga tidak membicarakan
hal-hal yang sensitif (pasti anda tahu apa yang saya maksud). Berbeda pendapat itu
sah-sah saja, asal mengutarakannya dengan kata-kata yang sopan.  Bagaimana orang lain
akan menghargai anda kalau anda tidak bisa menghargai diri anda sendiri, dengan mengeluarkan
kata-kata kasar dan menyinggung orang lain. Saya rasa Sdr. Mulyawan Lie adalah orang yang
sangat berpendidikan, dari namanya saja seharusnya mencerminkan seseorang yang MULIA,
BIJAKSANA dan PANDAI MENJAGA PERASAAN ORANG LAIN.  Forum ini adalah forum terbuka, sebaiknya
memberikan contoh dan teladan yang baik untuk generasi berikutnya (kalau tidak salah ada member yang berusia 16 thn), kalau anda tidak suka dengan agama orang lain, atau mungkin anda pernah mendapat pengalaman buruk dari oknum agama lain, sebaiknya anda bisa memaafkan, bukankah semua agama mengajarkan cinta-kasih.bukan dengan membalas dengan kebencian. Jadi Sdr. Mulyawan Lie dan yang lain-lainnya juga, jangan mengumbar kebencian, karena akan merugikan diri anda sendiri.
 
Salam damai,
 
 
Yulianna Subarli

----- Original Message ----
From: dipodipo <dipodipo <at> yahoo.com>
To: budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org
Sent: Tuesday, September 30, 2008 10:48:51 PM
Subject: [budaya_tionghua] Re: Pater Beek - otak dibelakang gerakan pemberangusan budaya/agama tionghoa ?

Protes didukung. Ada perbedaan antara diskusi dan penghinaan. Saya
bukan Katolik atau Kristen, tetapi posting2 semacam ini hanya
membuang2 bandwidth.

--- In budaya_tionghua <at> yahoogroups. com, "johnsiswanto"
<johnsiswanto <at> ...> wrote:
>
>
> Bapak/Ibu moderator yang saya hormati,
>
> saya menyampaikan protes keras atas tulisan dari si Mulyawan Lie
> #36909
>
> Kutipan Mulyawan Lie#36909 :
> kalo ane katakan kristen ya artinya
> > kristen dan katolik, maling ayam ama maling jemuran ? sama sama
> maling)
> > kasihan orang tionghua yg gak ngarti, setan dianggep dewa.setan pura
> > pura jadi dewa
>
> Bagaimana tulisan yang menghujat agama lain bisa lolos. Tulisan ini
> jelas-jelas menyakitkan dan melukai penganut agama Kristen Protestan
> dan Katolik...
>
> Si Mulyawan Lie kalau di dunia nyata pasti sudah saya laporkan kepada
> pihak yang berwajib.
> Enak saya menghina/menghujat agama/kepercayaan orang lain.
>
> Buat si Mulyawan kalau elo punya nyali (pastinya pasti pengecut),
> mana alamat kamu, biar saya ajarin sopan santun...
>
> salam,
>
> John Siswanto
>



Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru <at> ymail dan <at> rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain!
others | 1 Oct 04:48 2008

Re: Re: VOA sudah tidak menggunakan kata Cina

Disini di US, saya sering denger para afro-american menyapa sesamanya
dengan ucapan: "Whazzup brother?" atau "Whazzup nigger?" dan
nothing happen. Coba kl dari ras lain menyapa mereka dengan ucapan
yang sama...kira-kira apa yang bakal terjadi? Kata "nigger" termasuk
offensive, seperti halnya dengan istilah "black". Herannya, "White"
tidak termasuk offensive.

Saya ndak tahu apa ini ada hubungannya dengan penggunaan
istilah "cina" bagi sesama chinese or non-chinese...

Just another my two cents...

Quoting Akhmad Bukhari Saleh <absaleh@...>:

> Memang paradigma berubah sesuai perkembangan jaman.
> Orang sekarang, cina atau bukan, tionghoa atau bukan, tidak ada lagi  
>  yang mempersoalkan pemakaian kata "cina".
>
> Waktu Thomas Cup dan Uber Cup berlangsung, di Jakarta beberapa bulan  
>  lalu sempat di milis ini saya kemukakan fakta dari kenyataan itu.
> Tiada seorang presenter TV pun (termasuk presenter yang tionghoa),   
> tiada suatu media cetak pun, tiada seorang penonton pun di Istora   
> yang mendikotomikan hal itu.
> Saat itu kebanyakan memang bilangnya "cina", hanya SBY yang bilang   
> "tiongkok", tetapi yang pasti tidak ada seorang pun yang   
> mempersoalkan perbedaan itu, apalagi pakai kirim surat protes segala.
>
> Begitu pula dalam komunitas yang mayoritas suku tionghoa, di mana   
> saya kebetulan intens terlibat, soal ini pun juga samasekali bukan   
> soal.
>
> Tempo hari sementara owner milis ini pernah berinisiatif mengusulkan  
>  penyelenggaraan 'kopi darat' mendiskusikan issue kata "cina" ini.
> Tetapi nyatanya samasekali tidak bersambut. Sehingga gagasan itu   
> hilang menguap sendirinya.
>
> Bahkan hari-hari ini, munculnya di milis ini kata "cimed" dengan   
> sambutan yang meriah, menunjukkan tidak adanya persoalan dengan kata  
>  "cina" itu di kebanyakan warga milis ini.
>
> Yang sekarang banyak dipersoalkan malahan pemakaian kata "china"   
> oleh sementara media elektronik maupun cetak vis-a-vis kata "cina".   
> Tetapi itu pun lebih dalam konteks pelurusan linguistik (tata   
> bahasa). Samasekali bukan dalam konteks politik.
>
> Kelihatannya yang masih mendikotomikan hal itu, kalau kita simak   
> posting-posting di milis ini, tersisa teman-teman yang masih punya   
> nostalgia politik sektarian dari masa lalu.
> Yang antara lain nampak dari sikap terus ber-shadow-boxing, "lu apa   
> gua", "kawan apa lawan", "teman apa musuh", dan semacamnya.
>
> Maka, kalau saya boleh usul, sejak sekarang untuk selanjutnya tidak   
> perlu lagi lah kita membahas, mendiskusikan, menperdebatkan soal   
> kata "cina" itu di milis ini. Tidak ada manfaatnya samasekali,   
> kecuali omong kosong berkepanjangan.
>
> Wasalam.
>
> ============================
>
>   ----- Original Message -----
>   From: Edith Koesoemawiria
>   To: budaya_tionghua@...
>   Sent: Monday, September 29, 2008 2:49 PM
>   Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: VOA sudah tidak menggunakan kata Cina
>
>
>   Salam dan maaf, saya tidak bermaksud mengecilkan apalagi
>   menghapus makna kejahatan diskriminasi etnis itu.
>
>   tapi justru karena saya non Tionghua, maka saya bertanya.
>
>   di tempat saya kerja, redaksi cina yang merupakan gabungan dari orang2
>   asal mainland dan taiwan, melihat saya dengan aneh kalau saya   
> menyebut Tiongkok.
>   Mereka bilang, Tiongkok sudah tak ada sejak dihapusnya sistim kekaisaran.
>
>   di luar itu, menurut saya hampir setiap kata atau istilah bisa digunakan
>   sebagai makian dan penghinaan, tergantung kepada penggunaannya.
>
>   di pihak lain, kata yang sama bisa digunakan untuk menunjukan rasa sayang,
>   semua tergantung pada tingkat kepercayaan dan jarak hubungan   
> antara penggunanya
>   dan orang atau kelompok yang dituju/dimaksud.
>
>   indonesia misalnya, menunjuk pada sebuah negara yang berdiri sejak 1945,
>   rakyat yang mengakui dirinya bagian dari wilayah kekuasaan itu, serta
>   kebiasaan atau citarasa lain yang muncul di dan dari kawasan republik itu.
>
>   tapi di beberapa kalangan, indonesia bisa juga dipakai sebagai   
> makian, misalnya
>   ketika menggambarkan perilaku korup, kebiasaan terlambat, atau ketidak
>   beresan yang membiarkan kelaparan dan pengangguran terus membengkak.
>
>   memang karenanya, ada juga sekelompok orang yang ingin mengganti
>   penggunaan indonesia menjadi nusantara misalnya.
>
>   tapi apakah itu akan merubah esensi pandangan terhadap indonesia
>   apabila sikap-sikap yang dikecam itu tidak berubah?
>
>   kalau tetap sama, siapa bilang orang tidak bisa menggunakan   
> nusantara sebagai makian?
>
>   ya pastilah maksudnya kecaman, kalau orang bilang, "dasar cino",   
> "dasar sunda",
>   "dasar melayu", "dasar batak"... dsb. tapi juga kalau mengatakan   
> "dasar tionghua".
>
>   tentu masyarakat tionghua-indonesia berhak tersinggung kalau   
> dimaki. tapi kalau
>   saya mungkin lebih tersinggung, marah karena diskriminasi itu   
> "ueberhaupt" terjadi,
>   atau justru dengan sengaja (ataupun tidak) dibiarkan terjadi.
>
>   dan memang sangat menyebalkan mendengar tukang bajaj atau jendral   
> atau habib
>   atau siapapun yang bilang, bahwa perkosaan segolongan perempuan   
> manapun juga
>   boleh dibiarkan.
>
>   atau tidak?
>
>   Edith
>
>   -------- Original-Nachricht --------
>   > Datum: Mon, 29 Sep 2008 06:32:21 -0000
>   > Von: "danarhadi2000" <danarhadi2000@...>
>   > An: budaya_tionghua@...
>   > Betreff: [budaya_tionghua] Re: VOA sudah tidak menggunakan kata Cina
>
>   > --- In budaya_tionghua@..., "Edith Koesoemawiria"
>   > <hidayati <at> ...> wrote:
>   > >
>   > > Dear Dr Irawan,
>   > >
>   > > kalau kata China dianggap menhina, mengapa China Airlines namanya
>   > begitu?
>   > >
>   > > Apakah rasa "tersinggung" ini hanya muncul pada mereka yang keluar
>   > dari China?
>   > >
>   > > Sedangkan bagi2 orang di negara itu, yang mengalami pengembangan
>   > nama itu
>   > > bagi mereka sendiri, menggunakan kata China tidak membawa stigma
>   > macam2?
>   > >
>   > > salam, Edith
>   > >
>   > >
>   >
>   > *** Sebagai Non Tionghoa saya ingin bertanya, jujur niihhh: apakah
>   > makna China dalam kata China Airlines, atau istilah China yang
>   > dipakai dalam bahasa Inggris, seperti China Town, Chinese Restaurant,
>   > etc SAMA dengan makna kata Cino di negara tercinta?
>   >
>   > Waktu saya dengan Bian Koen misuh misuh waktu pimpin demo PMKRI dan
>   > KAMI di kedutaan RRT tahun 65aan akhir " dasar Cino!", saya - as Non
>   > Chinese - ikut merasakan nuansa penghinaan tuh. Anda tidak?
>   >
>   > Saya dengar tukang bajaj sedang baca koran tahun 98an, lalu komentar
>   > enteng " ahh biar deh diperkosa tu amoy amoy cina". Anda bahagia
>   > mendengarnya?
>   >
>   > Salam
>   >
>   > danardono
>   >
>   >
>   > ------------------------------------
>   >
>   > .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.
>   >
>   > .: Website global http://www.budaya-tionghoa.org :.
>   >
>   > .: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
>   >
>   > .: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.
>   >
>   > Yahoo! Groups Links
>   >
>   >
>   >
>
>
>
>
>
> ------------------------------------------------------------------------------
>
>
>
>   No virus found in this incoming message.
>   Checked by AVG - http://www.avg.com
>   Version: 8.0.169 / Virus Database: 270.7.5/1696 - Release Date:   
> 9/28/2008 1:30 PM
>

------------------------------------

.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:budaya_tionghua-digest@... 
    mailto:budaya_tionghua-fullfeatured@...

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    budaya_tionghua-unsubscribe@...

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/


Gmane