tidar | 1 May 14:22 2008
Picon

RE: Pemain RRT Yang Cantik (Re: SBKRI Re: Diskriminasi di BULUTANGKIS)

Setahuku yang diboyong milyader Indonesia itu pemain ganda putri  
kelahiran Cina....kabarnya pernah akan aktif bulutangkis di kota  
tempat tinggalnya entah kenapa gak terus...dia tinggal di Jawa  
tengah....apa Huang Hua, entahlah....yang jelas pelatih bulutangkis  
regu Cina, Wang Wen Ciao asli Solo....begitu juga Tang Sien Hu dan Hou  
Chia Cang....kakaknya Cuncun juga pemain putri Cina tapi 'kembali' ke  
Indonesia menjadi pelatih...Liang Chu Shia tinggal di Cirebon...kalo  
gak salah, setelah Indonesia  menang Uber, Liang mendapat  
SBKRI-nya....entah sekarang...ada seorang lagi pemain tunggal  
putra....yang kemudian hengkang ke Amrik dengan alasan  
studi.....seangkatan dengan Liang, namanya lupa, juga kelahiran  
Cipanas......dari pada nyangkul sawah rupanya mereka memilih 'gebukin'  
si bulu ayam....:-)

tda

Quoting Ulysee <ulysee_me2@...>:

> Oh Huang Hua ya, bukan Ivana Lie, hehehehe....
>
> Huang Hua mah enggak pernah dipahlawankan dalam olahraga ya?
>
> Salah dunks gue, kirain gue Ivana Lie ini yang pahlawan olahraga impor
> dari RRC.
>
> -----Original Message-----
> From: budaya_tionghua@...
> [mailto:budaya_tionghua@...] On Behalf Of Akhmad Bukhari
> Saleh
> Sent: Thursday, May 01, 2008 12:59 AM
(Continue reading)

ChanCT | 1 May 16:23 2008
Picon

Re: SBKRI Re: Diskriminasi di BULUTANGKIS

Kalau muncul masalah SBKRI Yusril menyuruh kita menyalahkan Mao Tse-tong, itu pertanda kekurang tahuan Yusril akan masalah kewarganegaraan RI. Yang justru harus menyalahkan adanya sementara pejabat RI yang tetap saja mencurigai loyalitas Tionghoa, yang tidak menghendaki lebih banyak Tionghoa jadi WNI, yang berambisi menggambil oper posisi Tionghoa dibidang ekonomi, yang menghendaki mengusir Tionghoa keluar dari Nusantara ini, ...
 
Sebagaimana kita ketahui bersama, UU no.3/1946 yang berasaskan ius Soli dengan stelsel pasif, yang dengan demikian menjadikan semua warga yang lahir di Indonesia serempak menjadi WNI dalam waktu bersamaan, menjadi bangsa Indonesia dalam waktu yang sama, dengan tidak membedakan ras, suku dan etnis yang ada. Jadi, bagi siapa saja yang lahir di Indodnesia otomatis menjadi WNI, bangsa Indonesia. Ketentuan demikian, tentu sesuai dengan kenyataan masih lemahnya administrasi negeri, agar tidak terjadi pendaftaran catatan sipil yang rumit dengan kalau ditetapkan stelsel aktif, yang akhirnya bikin pusing semua pihak.
 
Menghadapi tuntutan pihak Republik Tiongkok (Nasionalis) ketika itu, yang berkeras mengklaim setiap turunan Tionghoa di dunia, termasuk di Indonesia juga sebagai Warganegara Tiongkok, Pemerintah RI juga sudah cukup demokratis dengan memberikan hak repudiatie 2 X 2 tahun, sangat bijaksana! Artinya, tetap memberikan kesempatan bagi Tionghoa yang ingin mempertahankan WN-Tiongkok, diberi kesempatan 2X2 tahun untuk menolak WNI. Hak repudiatie berakhir ditahun 50. Dengan demikian, seharusnya masalah kewarganegaraan RI sudah selesai tak ada persoalan sejak tahun 50 itu, tidak ada lagi masalah yang dinamakan Dwi-Kewarganegaran, karena bagi warga yang lahir di Indodnesia seluruhnya otomatis menjadi WNI, kecuali mereka yang menggunakan hak repudiatie menolak WNI dan jadi WN-Tiongkok.
 
Keadaan tetap berlaku, seandainya Pemerintah RI tetap mempertahankan UU No.3/1946. Bukankah masalah menentukan kewarganegaraan disatu negeri itu sepenuhnya hak dari negeri itu? Jadi, Republik Indodnesia yang masih muda ketika itu, sepenuhnya berhak menentukan siapa yang menjadi warganegara, berdasarkan ius Soli atau ius Sanguinus atau menentukan kedua asas dan bahkan mengakui kewarganegaraan ganda, sepenuhnya adalah hak negeri itu.
 
Tapi sayang, kita menghadapi kenyataan lain yang pahit, kita menghadapi kenyataan adanya sementara pejabat yang tidak suka melihat begitu banyak Tionghoa otomatis menjadi WNI, mereka lebih suka diperlakukan terbalik. Mereka lebih suka merubah ius Soli dengan stelsel pasif menjadi ius sanguinus stelsel aktif, dimana Tionghoa-Tionghoa diharuskan lebih dahulu menanggalkan WN-Tionghoa dan sumpah-setia pada RI lebih dahulu untuk menjadi WNI. Begitulah setelah berulangkali mereka berhasil digagalkan untuk mensahkan perubahan stelsel pasif menjadi stelsel aktif, akhirnya mereka berhasil menggunakan kesempatan Perundingan Masalah Dwi-Kewarganegaraan tahun 55, antara PM Ali Sastroamidjoyo dengan PM Zhou Enlai. Dimana pihak RRT memberikan kepercayaan sepenuhnya pada pihak RI untuk menyusun naskah perundingan, yang ketika itu dibuat oleh menlu Sunarjo. Akibat dari hasil perundingan dan setelah diamandemen oleh BAPERKI, akhirnya baru bisa disahkan dalam UU no.62/1958 itu, bagi yang tergolong turunan-asing, khususnya etnis Tionghoa harus lebih dahulu maju kedepan pengadilan untuk menjadi WNI dan mendapatkan SBKRI, sedang yang dinamakan pribumi tidak usah. Dan dalam kenyataan, SBKRI digencarkan seolah-olah menjadi satu keharusan dimiliki oleh setiap Tionghoa setelah Orba berkuasa, ... dalam pengurusan segala macam surat, masuk sekolah dll, ... harus menunjukkan adanya SBKRI lebih dahulu. Dan selanjutnya, ... sekalipun SBKRI sudah berulang kali dinyatakan tidak diberlakukan lagi, dari Keppres No. 56 Tahun 1996, kemudian Inpres No. 4 Tahun 1999 dan menyusul Surat Edaran dari Sekretariat Wakil Presiden RI Nomor B. 313 tertanggal 15 Maret 2004, namun kita semua melihat kenyataan dalam praktek, tetap saja SBKRI menghantui Tionghoa. Ini namanya diskriminasi pada Etnis Tionghoa. Bukankah begitu?!
 
Jadi, ... siapa yang salah dengan munculnya SBKRI di negeri ini?
 
Salam,
ChanCT
 
----- Original Message -----
Sent: Wednesday, April 30, 2008 2:46 PM
Subject: Re: [budaya_tionghua] SBKRI Re: Diskriminasi di BULUTANGKIS

*Berikut dibawah ini adalah artikel yang dimaksud oleh Uly dan Kurniawan
di Hukum Online....kl bukan, kasih tau yeh :-p
biar kita sama-sama bisa mempelajari isi artikel ini juga.

menarik juga kalau Yusril menyuruh kita untuk menyalahkan Mao Ze Dong.
aku jadi ingin tau lebih banyak, bagaimanakah sesungguhnya sistim
kebijakan yang berlaku secara nasional di Indonesia bisa dipengaruhi
oleh kebijakan suatu negara tertentu. mengambil contoh kasus yang aku
alami, berarti aku harus menyalahkan Mao Ze Dong juga dunk...abis deh si
Mao kena sumpah kekekeke

Coba kalau ada studi kasus yang serupa, misalnya antara Indonesia dan
Suriname. berandai-andai saja, misalnya pemerintah Indonesia mengklaim
semua orang yang lahir di Indonesia ataupun keturunan suku bangsa
pribumi Indonesia di seluruh dunia itu adalah warga negara Indonesia.
bagaimana jadinya ya? apakah kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah
Suriname utk warganya yang keturunan Jawa.

dan akan menarik untuk mempelajari lebih lanjut konsep
multi-kewarganegaraan yang diadopsi oleh negara lain, di negara2 utara
deh sistim ini diterapkan, jadi seorang bisa menjadi warga negara
Inggris sekaligus tercatat sebagai warga negara Amerika. Sistim
Permanent Resident, Green Card Amrik itu juga gimana ya?

dan disebutkan dalam artikel ini bahwa SBKRI memang HANYA untuk warga
keturunan Tionghoa saja, berarti yang India ataupun Arab tidak ada ya.

joel

http://hukumonline.com/detail.asp?id=7981&cl=Fokus

Pejuang Itu Berjuang Meraih SBKRI*
[10/5/03]

/Tan Joe Hok, Ivana Lie, dan Hendrawan adalah 'pejuang' yang telah
mengharumkan nama negara. Para pebulutangkis andalan ini telah berjuang
mengibarkan sang merah putih di pentas global dengan tetesan keringat
dan air mata. Ironisnya, di negerinya sendiri, para pahlawan negara ini
berjuang dengan tetesan air mata untuk mendapatkan selembar Surat Bukti
Kewarganegaraan Republik Indonesia (SBKRI)./

Tan Joe Hok pernah tergabung sebagai anggota tim Indonesia yang meraih
Piala Thomas untuk pertama kali. Namun, ia harus berjuang bertahun-tahun
untuk mendapatkan SBKRI. Bahkan, sekarang ia kembali dipusingkan SBKRI
untuk anaknya. "Anak saya sampai tidak bisa sekolah," cetusnya.

Dalam berbagai kesempatan, Tan Joe Hok mengemukakan sulitnya mengurus
SBKRI. Hampir setahun lalu (03/07/2002), mantan pebulutangkis nasional
tahun 1960-an itu bersama Komunitas Bulutangkis Indonesia (KBI) membuat
nota keputusan bersama menyangkut masalah penghapusan SBKRI. Isinya, KBI
meminta pemerintah menghapus SBKRI karena amat meresahkan kehidupan
berbangsa warga negara yang beretnik Cina.

Nota itu dikrimkan ke Presiden Megawati, Ketua MPR Amien Rais, dan Ketua
DPR Akbar Tandjung. Setelah menunggu hampir setahun, akhirnya KBI
menemui Amien Rais di Gedung DPR/MPR (06/05). Tan Joe Hok datang
didampingi sejumlah atlit dan mantan atlit bulutangkis, seperti Liem
Swie King, Ivana Lie, dan Verawati Fadjrin. Mereka meminta pemerintah
mencabut peraturan yang mewajibkan warga keturunan mendapat SBKRI.
Alasannya, aturan itu jelas merupakan bentuk diskriminasi.

Menanggapi permintaan KBI ini, Amien Rais mengatakan, pemerintah harus
mencabut peraturan yang mengatur tentang SBKRI ini. Janji seperti ini
kerap diungkapkan para pejabat. Menjelang Imlek 2003, kepada wakil
keturunan Tionghoa, Wapres Hamzah Haz menugaskan Menkeh dan HAM Yusril
Ihza Mahendra untuk mensosialisasikan bahwa SBKRI tidak diperlukan lagi
bagi WNI keturunan yang telah memiliki akte kelahiran dan kartu tanda
penduduk, kecuali mereka yang masih dalam proses naturalisasi.

*Masih ada diskriminasi*

Namun, hingga saat ini SBKRI masih jadi momok bagi warga keturunan Cina.
Justian Suhandinata pernah merasakan pahitnya mengurus SBKRI. Menjelang
pernikahan putranya, mantan Presiden /International Badminton
Federation/ (IBF) justru pusing tujuh keliling. Soal tempat pernikahan
tidak ada masalah. Begitu pun soal undangan, busana pengantin, katering,
dan persiapan lainnya sudah oke.

Lalu, apa masalahnya? Justian justru bingung dengan urusan SBKRI. Ia
hanya pasrah menghadapi petugas Kantor Catatan Sipil (KCS) Jakarta
Pusat, yang menyatakan SBKRI menjadi syarat mutlak pengurusan pencatatan
perkawinan di KCS. Petugas KCS itu juga menyatakan, tidak akan
melaksanakan pencatatan perkawinan selama tidak ada SBKRI. Akhirnya,
tokoh bulutangkis itu pun mengemukakan /unek-unek/-nya ke surat pembaca
sebuah harian nasional.

Bukan hanya Tan Joe Hok dan Justian yang pernah dipusingkan dengan
urusan SBKRI. Sebelumnya, Hendrawan, pebulutangkis andalan nasional,
juga mengalaminya. Menjelang persiapan ke Piala Thomas di Ghuangzou,
China, pada Mei 2002, juara dunia tunggal putra tahun 2000 itu masih
memikirkan pengurusan kewarganegaraan yang telah terkatung-katung sejak
November 2001. Selain mempertanyakan rampungnya SBKRI-nya dan istrinya,
Hendrawan juga mengungkapkan bahwa kakak kandungnya sudah menunggu 20
tahun SBKRI-nya yang belum juga rampung.

Hendrawan yang pernah menyumbangkan medali perak Olimpiade Sydney itu
sempat mengemukakan keluhannya kepada Presiden Megawati. Ironis, ketika
Sang Saka Merah Putih berkibar di Tianhe Gymnasium, China,
Hendrawan--yang ikut jadi pahlawan untuk merebut kembali Piala Thomas ke
bumi pertiwi--malah belum diakui sebagai warga negara Indonesia, karena
dia keturunan Cina.

Akhirnya, setelah Presiden Megawati turun tangan langsung, barulah
Hendrawan dan istrinya memperoleh SBKRI. Tampaknya, Hendrawan telah
menjadi korban 'ketidakadilan'. Ketidakadilan itu juga dialami oleh
putra bangsa yang telah mengharumkan nama negara di pentas dunia,
seperti Tong Sin Fu, Ivana Lie, dan Halim. "Kalau begitu, Thomas Cup
tidak sah /dong/ karena pemainnya orang asing," seloroh Indradi Kesuma,
Sekjen Forum Komunikasi Kesatuan Bangsa (FKKB), kepada /hukumonline/.

Jika mereka yang telah berjasa saja sulit untuk mendapatkan SBKRI,
apalagi terhadap mereka yang hanya "orang biasa" dan tidak memiliki
prestasi apa-apa. Mereka sama-sama lahir dan beranak, serta mempunyai
tanda pengenal (KTP dan akte kelahiran) Indonesia. Namun, mereka masih
diragukan kewarganegaraannya.

Sesuai dengan UU No. 62/1958 tentang Kewarganegaraan, surat keterangan
warganegara diperlukan, tapi bersifat fakultatif bagi yang
memerlukannya. Pada Peraturan Penutup Pasal 4 UU kewarganegaran
dinyatakan, "barang siapa pelaku membuktikan bahwa ia warga negara
Republik Indonesia dan tidak mempunyai surat bukti, ia dapat minta
kepada pengadilan Negeri dari tempat tinggalnya untuk menetapkan apakah
ia warga negara Republik Indonesia atau tidak menurut acara perdata biasa.

Nah, soal SBKRI mencuat dengan adanya Peraturan Menteri Kehakiman
No.3/4/12 tahun 1978. Dalam pasal 1 Peraturan Menkeh, yang dikeluarkan
oleh Menkeh Mochtar Kusumaatmadja, tersebut dinyatakan bahwa "setiap
warga negara Republik Indonesia yang perlu membuktikan
kewarganegaraannya dapat mengajukan permohonan kepada Menteri Kehakiman
untuk memperoleh SBKRI."

Dalam pelaksanaannya, Menkeh mengeluarkan surat edaran Menkeh bahwa
SBKRI hanya diperuntukkan kepada mereka kaum peranakan Cina. Bahkan,
anak-anak WNI peranakan Cina yang telah dewasa, 18 tahun, dari orangtua
pemegang SBKRI sekalipun harus memiliki SBKRI sendiri atau yang dikenal
dengan SBKRI "pemisahan" atau tidak menggabung lagi dengan SBKRI orang
tuanya.

Mereka yang telah turun temurun lahir dan tinggal di Indonesia, masih
diminta SBKRI-nya. Padahal, keefektifan SKBRI telah dicabut melalui
Keppres No.56 Tahun 1996 tentang SBKRI. Pada Pasal 4 ayat 2 Keppres ini,
bukti kewarganegaran seeorang cukup dengan menggunakan kartu tanda
penduduk (KTP), kartu keluarga (KK), atau akte kelahiran.

B.J. Habibie pun telah mengeluarkan Inpres No.4 Tahun 1999 yang
menghapuskan SBKRI. Sayangnya, Inpres tersebut selama ini tidak
dilaksanakan. Buktinya, berbagai instansi tetap mensyaratkan SBKRI,
seperti Kantor Catatan Sipil, kelurahan, perbankan, pendidikan, dan
kantor imigrasi.

Dalam proses permohonan paspor misalnya, tetap mengacu pada Keputusan
Menteri Kehakiman No. M.01-IZ.03.10 Tahun 1995 dan petunjuk pelaksanaan
(Juklak) Dirjen Imigrasi No. F-458.IZ.03.02 Tahun 1997 yang mewajibkan
SBKRI sebagai salah satu syarat penerbitan buku paspor.

*Tidak sejalan*

Menkeh dan HAM Yusril Ihza Mahendra sebenarnya sudah beberapa kali
menegaskan, Departemen Kehakiman dan HAM tidak akan lagi mengeluarkan
SBKRI. Berdasar catatan /hukumonline/, ketika rapat kerja dengan Komisi
II DPR pada 10 Juni 2002, Yusril mengemukakan bahwa ia telah
memerintahkan jajarannya untuk tidak lagi menerbitkan SBKRI.

Yusril menyatakan, bukti kewarganegaraan itu cukup KTP dan akte
kelahiran. Ia menjelaskan, SBKRI baru diminta, bila petugas meragukan
data pemohon paspor dari WNI keturunan Cina. Namun menurutnya, malah ada
pula WNI keturunan Cina yang mengajukan SBKRI karena perbankan tidak
bersedia memberikan kredit bila tidak dilengkapi SBKRI. "Depkeh tidak
akan menerbitkan SBKRI lagi. Depkeh tidak ingin mencari musuh dengan
menerbitkan SBKRI," tegasnya.

Pada kesempatan itu, Yusril menjelaskan bahwa pemerintah tidak bersalah
apabila warga keturunan Cina diharuskan mempunyai SBKRI, sedangkan warga
keturunan yang lain tidak disyaratkan memilikinya. Saat kemerdekaan,
seluruh warga negara yang tinggal di Indonesia ditetapkan menjadi warga
negara Indonesia.

Sampai kemudian pada 1950, Mao Ze Dong mengklaim seluruh warga keturunan
Cina di seluruh dunia adalah warga Cina. Karena itu, kewarganegaran
keturunan Cina berlaku stelsel aktif. Jadi menurut Yusril, kalau mau
disalahkan adalah Mao Zedong. Alasannya, Indonesia tidak mengenal
kewarganegaraan ganda.

Eddy Sadeli dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Tionghoa
di Indonesia mengemukakan, saat ini sekitar 60.000 warga Cina tidak
memiliki kewarganegaraan. "Mereka tinggal sudah puluhan tahun dan
beranak pinak di sini, seperti di kawasan Kemayoran, Jakarta, tapi tidak
memiliki kewarganegaraan," kata Edy, yang berprofesi sebagai pengacara,
kepada /hukumonline/.

Menurut Eddy, warga peranakan Cina itu adalah korban perjanjian
bilateral RI-RRC berdasar Peraturan Presiden No.20/1959. Mereka tidak
terangkut ke "tanah leluhurnya", tapi tidak juga diberi kewarganegaran
Indonesia. Mereka masih berharap ada kejelasan status kewarganegaraannya.

Namun, agaknya etnis Cina yang belum memiliki SBKRI masih harus diuji
kesabarannya. Pada 6 September 2002, Menkeh HAM Yusril Ihza Mahendra
mengirim surat kepada Mensesneg Bambang Kesowo. Isi surat ini menanggapi
instruksi Presiden Megawati agar mengeluarkan Keputusan Menteri (Kepmen)
yang membatalkan SBKRI. Menurut Yusril, Kepmen untuk membatalkan SBKRI
bertentangan dengan UU Kewarganegaraan. Alasannya, pembatalan SBKRI
mesti menunggu revisi UU Kewarganegaraan.

*Urusan duit*

Boleh jadi, urusan SBKRI jadi alot karena menyangkut duit. Rosita Noer
dari Forum Komunikasi Kesatuan Bangsa (FKKB) dalam suatu diskusi
mengungkapkan bahwa SBKRI mengusik rasa keadilan dan menyuburkan korupsi
terus menerus. SBKRI memang membuka peluang gemuk untuk korupsi, karena
banyaknya mereka yang mengurus SKBRI. "Dalam memo surat biasanya
dinyatakan akan dijawab pada kesempatan pertama. Tapi kesempatan pertama
itu bisa sampai lima belas tahun," kata Rosita.

Kalau urusan mau cepat, ya UUD...Ujung-Ujungnya Duit. Makin gede
duitnya, urusan makin cepat rampung. Sumber /hukumonline/ menyebutkan,
tarif resmi pengurusan SBKRI tidak sampai Rp300 ribu. Namun melalui
calo, tarifnya bisa membengkak antara Rp1 juta hingga Rp20 juta. "Itu
pun prosesnya bisa lama," cetus sumber tadi.

Wahyu Effendy, Ketua Gerakan Perjuangan Anti Diskriminasi (Gandi),
berpendapat bahwa selain tidak efisien, masalah SKBRI menimbulkan
diskriminasi etnis. "Karena, prosesnya diskriminatif dan berbau rasis,"
cetusnya kepada /hukumonline./

/ /

Karena itu, Wahyu minta aturan SBKRI itu dicabut. "Dari segi hukum,
aturan SBKRI tidak jelas, legal atau tidak," kata Wahyu. Apalagi
menurutnya, SBKRI bergantung kepada iklim politik dan politik uang. Pada
rezim Orde Baru, pemerintah kerap memberikan janji manis untuk memikat
warga keturunan Cina.

Menjelang pemilu 1982, keluar Inpres No.2/1980. Kebijakan ini mendapat
sambutan karena memberikan 500.000 SBKRI pada 5 wilayah. Kemudian
menjelang Pemilu 1992, Menteri kehakiman mengeluarkan peraturan bahwa
orang tua yang memegang SBKRI, anak-anaknya tidak perlu lagi memiliki
SBKRI sendiri.

Lalu menjelang pemilu 1997, keluar Inpres No.6/195 yang memberikan
kemudahan kepada pemohon naturalisasi. Begitulah, aturan itu seperti
angin sorga sesaat. Habis Pemilu, aturan itu seperti dilupakan, nyaris
tak terdengar. Buntutnya, aturan mengenai SBKRI pun tidak tegas hinga
sekarang.

*Revisi UU Kewarganegaraan*

UU No. 62/1958 memang menyatakan bahwa bagi mereka yang tidak mempunyai
surat bukti dapat minta kepada pengadilan negeri untuk menetapkan apakah
ia warga negara Republik Indonesia atau tidak menurut acara perdata biasa.

Namun, Indradi mengingatkan, ada PP 67/1958 yang menyatakan bahwa
instansi yang meragukan harus membuat pernyataan. Dosen Fakultas Hukum
Universitas Tarumanegara ini menyatakan, jika memang suatu instansi
meragukan kewarganegaraan seseorang dapat membuat pernyataan tertulis
sebagai bahan untuk mencari penetapan di pengadilan.

Menurut Indradi, jika diperlukan lagi pembuktian bagi mereka yang sudah
warganegara Indonesia--karena kelahiran atau keturunan cukup sah melalui
akta kelahiran -- bisa melalui pewarganegaran (naturalisasi).

Pencantuman ketentuan SBKRI mungkin bukan bermaksud mendiskriminasi
etnis tertentu. Namun, Indradi melihat, sifat interpretatif dan
subyektifitas dalam ketentuan tersebut memberikan peluang timbulnya
pembiasan hukum yang bersifat diskriminatif dalam pelaksanaannya.
Misalnya, dalam Surat Edaran Dirjen Imigrasi No. F-IZ.02.07-1025 pada
1998 dinyatakan bahwa dalam pelayanan pemberian Surat Perjalanan
Republik Indonesia, seorang pejabat imigrasi harus "…perhatikan ciri
fisik, logat, dan kefasihan bahasa daerahnya…"

Jika memang SBKRI akan dihapuskan, Wahyu dan Indradi sepakat jika UU
Kewarganegaran harus direvisi. Beberapa lembaga yang menaruh perhatian
terhadap masalah ini sudah mengajukan draf RUU Kewarganegaran. "Saat
ini, drafnya sudah ada di Baleg DPR," kata Wahyu.

Revisi UU Kewarganegaraan itu perlu karena peraturan yang bersifat
diskriminatif melanggar hak asasi manusia (HAM). Sesuai Pasal 1(4)
Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) No.1/1999,
diskriminasi adalah setiap pembatasan, pelecehan, atau pengu­cilan yang
langsung atau tak langsung didasarkan pada pembedaan manusia atas dasar
agama, suku, ras, etnik, kelompok, golongan, status sosial, status
ekonomi, jenis kelamin, bahasa, keyakinan politik, yang berakibat
pengurangan, penyimpangan atau penghapusan pengakuan, pelaksanaan atau
penggunaan HAM dan kebebasan dasar dalam kehidupan.

Menurut Esther Jusuf Purba, Ketua Solidaritas Nusa Bangsa (SNB), politik
dan budaya yang rasis hidup dilegitimasi dengan berbagai perangkat
hukum. Hukum rasis yang menjadi alat untuk pemerasan dipaksakan dengan
dalih menggelikan, yaitu untuk melindungi. "Padahal, korban tahu persis
bahwa penandaaan dengan SKBRI bukanlah senjata pelindung. SBKRI adalah
jerat pemerasan," cetus Penerima Yap Thiam Hien Award tahun 2001 kepada
/hukumonline/ dalam sebuah perbincangan.

Pasal 4 Resolusi Sidang Umum No. 1904 pada 20 November 1963 sebenarnya
menegaskan bahwa semua negara harus mengambil langkah-langkah yang
efektif untuk memperbarui kebijakan-kebijakan pemerintah atau kebijakan
publik yang lain. Selain itu, mencabut semua perundang-undangan atau
peraturan yang mengakibatkan terciptanya atau melanggengkannya
diskriminasi rasial di manapun adanya.

Bagi mereka yang mengalami tindak diskriminatif sebenarnya dapat
mengajukan gugatan. Pasalnya, dalam Resolusi No.1904 Pasal 7(2) itu
dinyatakan bahwa setiap orang memiliki hak untuk mendapatkan
penyelesaian dan perlindungan atas tindak diskriminatif ataupun yang
mungkin ia alami berdasarkan ras, warna kulit, ataupun asal etnik dengan
memperhatikan hak-hak dan kemerdekaan asasinya melalui pengadilan
nasional yang kompeten menangani hal-hal termaksud.

Agar tidak berlarut-larut, pemerintah harus menuntaskan masalah SBKRI.
Dengan adanya kepastian hukum, warga etnis Cina tidak akan
terombang-ambing lagi. Jika urusan SBKRI tidak bermasalah lagi, mereka
yang telah membela negara -- seperti Hendrawan atau Tan Joe Hok -- tidak
merasa asing lagi di tanah airnya sendiri.

/(Rep)/


Ulysee wrote:
>
> Kritis apa KRISIS, wakakakakak.
> Lhah jadi orang khan harus percaya diri, jadi kalau ada yang muji,
> bilang lah terimakasih, begitu.
> Biarpun orang muji maksudnya nyindir, ya positip thinking aja, tetep
> bilang trimakasih, getoh.
> Huehuehuehue.
> Tul. judul thread nya kurang tepat, terutama kalau bahasannya ke arah
> urusan kewarganegaraan,
> hanya saja awal thread ini khan dari posting si PUR yang menyanyikan
> lagu diskriminasi
> sambil bawa-bawa nama pemain bultang sampe ke perBASI yang maksudnya
> PBSI itu, hihihihi.....
> Dan yang dikasuskan juga pemain bulutangkis itu, yang mana kasus per
> kasus lain ceritanya.
> Kasus Ivana Lie dan kasus Susi Susanty yang sampe Megawati turun
> tangan itu lain kisah, beda masalah.
> Kalau di pukul rata... wah.. lu nggak bakalan dapet gambaran, cuman
> mengulang ngulang gosip yang lewat.
> itu enggak asyik di diskusikan,
> kalau mau didiskusikan itu akan lebih seru kalau di kupas, layer per
> layer,
> kasusnya apa, masalahnya apa, harusnya bagaimana, gitu toh?
> kecuali kalau cuman mau minjem tempat milis ini untuk mencaci maki
> pemerintah,
> untuk mendendangkan keluh kesah,
> kalau tujuannya cuman begitu doank, gue gak mau ikutan, bosan!
> Tapi kalau mau diskusi, dengan senang hati gue sambut deh.
> He, lu ternyata bikin pe er juga Kur, hihihi, bagus deh bagus.
> Kemaren gue penasaran soal Ivana Lie, nyangkutnya di hukumonline itu
> juga,
> ketemu yang uraian panjang si Yusril juga. Lu udah baca komplit khan?
> Berhubung modal kita sama, boleh deh dimulai,
> dari artikel itu, yang se belah mana, atau kalimat mana yang mau
> dibahas duluan?
> Oh, iya gue sarankan lu baca juga yang ini:
> espace.lis.curtin.edu.au/archive/00000957/01/Brown-C-ASAA2004.pdf
> judulnya : SPORT, POLITICS AND ETHNICITY: PLAYING BADMINTON FOR INDONESIA1
> menarik, gue belum selesai bacanya, tapi menarik.
>
>     -----Original Message-----
>     *From:* budaya_tionghua <at> yahoogroups.com
>     [mailto:budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org] *On Behalf Of *Kurniawan
>     *Sent:* Wednesday, April 30, 2008 8:14 AM
>     *To:* budaya_tionghua <at> yahoogroups.com
>     *Subject:* [budaya_tionghua] SBKRI Re: Diskriminasi di BULUTANGKIS
>
>     Ul, elu memang kritis dsb... Plus ge-er an. Dipuji
>     sedikit, senengnya kebanyakan. Hehe...
>
>     Ngomong-ngomong judul thread "diskriminasi di
>     bulutangkis" mungkin kurang tepat. Di bidang
>     bulutangkis sendiri mungkin tidak ada diskriminasi,
>     tapi masalahnya menyangkut status kewarganegaraan
>     etnis Tionghoa yang menjadi atlet bulutangkis pada
>     waktu mereka bertanding membawa nama Indonesia. Hal
>     ini mencerminkan masalah yang sama pada etnis Tionghoa
>     secara keseluruhan dan bisa dianggap sebagai salah
>     satu bentuk diskriminasi.
>
>     Ada artikel yang pernah diposting di milis ini yang
>     memuat komentar Ivana Lie:
>     http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/message/17131
>     <http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/message/17131>
>
>     Di link di bawah ini dibahas cukup lengkap komentar
>     mengenai SBKRI dari bermacam pihak, Tan Joe Hok, Amien
>     Rais, Esther Jusup dsb. Baca deh komentar Yusril,
>     bahwa mengenai masalah kewarganegaraan etnis Tionghoa
>     di Indonesia, harusnya menyalahkan Mao Zedong. Hehe..
>     Artikel di bawah ini tulisan tahun 2003, mungkin sudah
>     ada perkembangan baru dan mungkin yang lain bisa
>     menambahkan.
>
>     http://hukumonline.com/detail.asp?id=7981&cl=Fokus
>     <http://hukumonline.com/detail.asp?id=7981&cl=Fokus>
>
>     Kurniawan
>
>     --- Ulysee <ulysee_me2-/E1597aS9LS+ZvmcBgLQeg@public.gmane.org
>     <mailto:ulysee_me2%40yahoo.com.sg>> wrote:
>
>     > Whoaaaa, ini boleh nih ini boleh, ....
>     > ayo bahas diskriminasi bulu tangkis.
>     >
>     > Sebelumnya gue kamsiah-kamsiah dulu ama si KUR,
>     > yang bilang gue kritis, jeli, cerdas dan tukang
>     > kritik.... hihihihi
>     > (sekarang Uly mulai narsis, si Dora bisa kalah neh)
>     >
>     > KURRR, sebelum lanjut yaaa... gue kasih lihat dulu
>     > sama lu threadnya,
>     > biar kita nggak luber kemana mana.
>     >
>     > Awal masalahnya adalah waktu ada yang bilang :
>     > "Jgn sampe kejadian gak tau malu ngaku2 org bukan
>     > WNI sebagai pahlawan
>     > olah raga RI selalu terulang kembali."
>     >
>     > Nah, ini khan pernyataan yang menggelitik.
>     > Memangnya pernah tah ada kejadian 'ngaku ngaku orang
>     > bukan WNI sebagai
>     > pahlawan olahraga RI'?
>     > itu khan ajaib gitu lhoh,
>     > bukan WNI - tapi diakui sebagai pahlawan olahraga
>     > RI????
>     > Makanya gue tanya, emangnya pernah? kapan???
>     > (kalau di Singapura sih pernah hihihi.....)
>     >
>     > Nah kalau elu tahu kejadiannya, paparin donk,
>     > siapakah yang bukan WNI tapi diakui sebagai pahlawan
>     > RI?
>     > kalau udah ada nama dan kapan kejadiannya,
>     > khan bisa di crosscheck, kisah yang sebenernya macam
>     > mana getoh.
>     >
>     > Nah ayo bahas, bahas, kasus kewarganegaraan ini gue
>     > paling demen nih.
>     > Ayo bahas, bahas.
>     >
>
>     __________________________________________________________
>     Be a better friend, newshound, and
>     know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
>     http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
>     <http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ>
>
>
>     No virus found in this incoming message.
>     Checked by AVG.
>     Version: 7.5.524 / Virus Database: 269.23.6/1402 - Release Date:
>     4/28/2008 1:29 PM
>
>
> No virus found in this outgoing message.
> Checked by AVG.
> Version: 7.5.524 / Virus Database: 269.23.6/1402 - Release Date:
> 4/28/2008 1:29 PM
>



------------------------------------

.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:budaya_tionghua-digest-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org
    mailto:budaya_tionghua-fullfeatured-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/



--
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.23.5/1399 - Release Date: 2008/4/26 _U__ 02:17
__._,_.___

.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.





Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Akhmad Bukhari Saleh | 1 May 19:07 2008
Picon

Re: Pemain RRT Yang Cantik (Re: SBKRI Re:Diskriminasi di BULUTANGKIS)

----- Original Message ----- 
From: tidar@...
To: budaya_tionghua@...
Sent: Thursday, May 01, 2008 7:22 PM
Subject: RE: Pemain RRT Yang Cantik (Re: [budaya_tionghua] SBKRI 
Re:Diskriminasi di BULUTANGKIS)

> yang jelas pelatih bulutangkis regu Cina, Wang Wen Ciao asli Solo....
> begitu juga Tang Sien Hu dan Hou Chia Cang....
> kakaknya Cuncun juga pemain putri Cina tapi 'kembali' ke Indonesia
> menjadi pelatih...Liang Chu Shia tinggal di Cirebon...
> kalo gak salah, setelah Indonesia menang Uber,
> Liang mendapat SBKRI-nya....entah sekarang...
> ada seorang lagi pemain tunggal putra....
> yang kemudian hengkang ke Amrik dengan alasan studi.....
> seangkatan dengan Liang, namanya lupa, juga kelahiran Cipanas......
> dari pada nyangkul sawah rupanya mereka memilih
> 'gebukin' si bulu ayam....:-)

----------------------------------------------

He he he... ini pun sudah saya postingkan beberapa hari yang lalu

   > ----- Original Message ----- 
   > From: Akhmad Bukhari Saleh
   > To: budaya_tionghua@...
   > Sent: Thursday, April 24, 2008 11:55 PM
   > Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: Menyambut Olimpiade 2008
   >              Di Beijing (Cabang Bulu tangkis)

   > > "Indonesia lah yang sebetulnya membangun kekuatan bulutangkis Cina!
   > > Sampai akhir 1950-an tidak ada bulutangkis di sana.
   > > Baru ketika jago-jago bulutangkis Tionghoa Indonesia seperti
   > > Thing Hian Houw, Houw Ka Tjong, Tan Giok Nio dan Leung Tja Hoa
   > > pindah ke Cina, barulah ada pemain RRT yang hebat di dunia 
bulutangkis
   >  > internasional, yaitu Tong Sin Fu, Hou Chia Chang, Chen Yu Niang
   > > dan Liang Chiu Sia!!"
   > > (Orangnya dia-dia juga, cuma beda nama Hokkian dan Mandarin)

Memang Ong Boen Kauw yang menjadi Wang Wen Ciao tidak saya sebut, karena dia 
tidak sempat jadi pemain team Cina di gelanggang internasional, hanya 
pelatih saja.

Kalau yang hengkang ke Amerika banyak, tidak cuma satu.
Bahkan di antaranya ada pemain putri Cina, Li Wang Li, tidak ngetop, yang 
menikah dengan pemain Indonesia, Kwee Tek Ming, juga tidak ngetop, lalu 
pindah ke Amerika, di sana tepak-menepak bulu angsa (shuttle-cock itu bukan 
bulu ayam lho!), dan jadi lumayan ngetop.

Sayang sekali sangat kurang pengetahuan members milis ini tentang 
tokoh-tokoh olahraga Tionghoa!
Padahal menonjolnya olahragawan Tionghoa mengusung nama Indonesia di pentas 
dunia merupakan mentalitas produk budaya tionghoa!

Wasalam. 

------------------------------------

.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:budaya_tionghua-digest@... 
    mailto:budaya_tionghua-fullfeatured@...

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    budaya_tionghua-unsubscribe@...

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

ardian_c | 1 May 18:30 2008
Picon

Fwd: I CHING, Kitab Kuno Sumber Inspirasi Ilmu-ilmu Cina, Apa Isinya?

--- In metafisika_tiongkok@..., "Liquid Yahoo"
<liquidha <at> ...> wrote:

Yi Jing ( bacanya: I Ching ) adalah Kitab China Kuno yang sangat
fenomenal dan terkenal di kalangan kaum penghayat Ilmu Kebathinan
China atau bagi mereka yang mendalami Ilmu Metafisika China Kuno.
Kitab kuno ini, konsep awalnya diperkenalkan oleh Raja Fu Xi (2953 -
2838 SM), bertutur tentang Hakekat Perubahan. Baik perubahan mengenai
fenomena Alam Semesta maupun tentang Kehidupan Manusia.

Seperti apakah isinya.???  Silahkan simak, sajian unik ini.

Kitab kuno ini, kini telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa di
dunia, bahkan di dunia Barat, kitab inipun tidak kalah populernya
dengan Kitab Tao De Ching / Tao Te Cing ( Kitab tentang Kebajikan Tao ).

Falsafah Perubahan I Ching merupakan cikal bakal dari berbagai Ilmu
Kebathinan/Metafisika China, seperti; Chinese Medicine Classic,
Akupuntur, Akupreiser, Ba Zi ( Ilmu 8 Huruf Kelahiran ), Feng Shui (
Hong Sui / Ilmu Pengaturan Angin & Air ), Zi Wei Dou Shu ( Ilmu
Bintang Ungu ), Strategi Perang Sun Tsu, Ilmu Perbintangan Khong Beng,
Mien Xiang ( Ilmu Bentuk Wajah), Telapak Tangan Ba Gua, Erl Shi Ba
Xing ( Ilmu Pergerakan Dua Puluh Delapan Bintang ), Shi Erl Chin Wei (
Ilmu 12 Konstelasi Bintang ), Dong Shu / Tung Su ( Primbonisasi China
), Ciam Si, Wushu/Kungfu,dlsb.

Bahkan kalau kita mau jujur, Konsep inti dari I Ching, yaitu; Yin &
Yang ( konsep tentang Minus & Plus / Negatif & Positif ) adalah sumber
inspiratif dari segala macam bentuk Ilmu Pengetahuan Modern, seperti;
Medan Magnet, Kelistrikan, Komputer, Genetika, Fisika, Matematika,
Mekanika, Ilmu Hitung sampai ke Ilmu Sosial, dll.

I Ching inilah yang pertama kalinya memperkenalkan konsep tentang
Pengkondisian Minus ( - ) dan Plus ( + ) atau Yin & Yang ke dalam
sejarah peradaban kehidupan ini. Falsafah mengenai Minus dan Plus
merupakan komponen paling baku bagi ilmu apapun, baik ilmu yang
bersifat fisik/ilmiah maupun yang berbau supranatural. Tidak ada
satupun di dunia ini, ilmu apapun wujudnya, yang tidak terkait dengan
pengkondisian Negatif & Positif ( Yin & Yang ). Jadi, bukanlah sesuatu
yang berlebihan kalau saya katakan, I Ching adalah Filasafat Paling
Tua di dunia, yang menjadi sumber inspirasi bagi terciptanya segala
macam Ilmu Pengetahuan & Teknologi, disamping Ilmu-Ilmu Metafisika
China, tentunya.

I Ching tetap bisa bertahan dan berkembang luas sampai sekarang
bukanlah semata-mata sekedar wujud peninggalan sejarah belaka, tapi
merupakan bukti dari suatu proses panjang mengenai kejayaan peradaban
manusia yang ternyata sudah hebat sejak jaman purba.

Kitab I Ching ini di dalam perjalanan sejarahnya pernah melewati
masa-masa pemusnahan massal, seperti di Zaman Kekuasaan Kaisar Chou
Wang / Tiu Ong diakhir Dinasti Shang, lalu Zaman Kelaliman /
Pemberangusan Kaisar Qin Shi Huang Di / Chin Se Hong Te dari Dinasti
Qin. Perusakan dan Penjarahan Besar Zaman Kekuasaan Para Warlord,
Penjarahan Brutal di masa hegemoni Inggris, Perancis dan Portugis ke
China. Terakhir juga mengalami masa Pemusnahan Sistematis dari
Revolusi Kebudayaan Mao Zi Dong / Mao Tse Tung. Namun, I Ching
merupakan satu dari sedikit kitab kuno yang terbebas dari rangkaian
pemusnahan besar tersebut. Ini satu bukti, bahwa I Ching memang bukan
kitab sembarangan. Kitab kuno yang bertuah, bagaikan kitab wahyu yang
diturunkan Sang Pencipta melalui seorang Fu Xi, yang terus
terselamatkan, bahkan kini malah sampai tersebar ke mancanegara, dalam
berbagai bahasa.

I Ching memperkenalkan (untuk pertama kalinya) ke dalam peradaban
manusia tentang Hukum Perubahan. Suatu falsafah besar bagi kehidupan,
yang masyarakatnya kala itu masih tergolong primitif. Falsafah Tentang
Hakekat Perubahan yang dipaparkan Fu Xi pada sekitar 5.000 tahun yang
lalu ini, dipaparkan justru di masa masyarakat Tiongkok (maupun dunia)
masih belum mengenal huruf / tulisan.

Lalu bagaimana cara penyampaiannya? Mungkinkah menyampaikan suatu
konsep / filsafat kebathinan yang menyangkut tentang segala macam
Hakekat Perubahan yang maha kompleks ini tanpa disertai dengan catatan
atau tulisan?

Untuk ukuran logika kita yang awam ini, tentu saja hal itu serasa
mustahil, bukan? Namun tidak, bagi penghayat kebathinan (spiritualist)
sekaliber Raja Agung Fu Xi.

Terinspirasi oleh kemunculan Kuda Naga di Sungai Lo yang di
punggungnya terdapat gambar-gambar kecil beraturan, Fu Xi pun mendapat
pencerahan (dalam bahasa agama, mungkin ini yang bisa kita artikan
sebagai menerima wahyu).

Dijabarkannyalah Hakekat Perubahan yang mendasari proses kehidupan
ini. Untuk menyampaikan konsep perubahan tersebut, dikarenakan saat
itu manusia belum mengenal huruf/tulisan, maka dirumuskanlah
Simbol-simbol Kehidupan yang dijadikannya sebagai metode pengantar
untuk memahami falasafah mengenai adanya Hukum Perubahan yang bersifat
universal ini.

Symbol-symbol kehidupan yang dipergunakan inilah yang tertuang dalam I
Ching, yaitu:

1.      Wu Chi.     Diartikan sebagai Alam Suwung, keadaan kosong yang
hampa, yang melambangkan tentang alam semesta yang bermula dari suatu
keadaan kosong yang belum ada apapun di dalamnya. Ini bisa juga
dijabarkan sebagai adanya sesuatu yang tak terjangkau akal pikiran
kita dan kita tidak tahu pasti seperti apa persisnya. Ini disimbolkan
sebagai sesuatu yang hampa/kosong.  Simbol ini digambarkan sebagai
sebuah lingkaran yang kosong.

2.      Tai Chi.     Arti harafiahnya adalah Maha Kutub. Simbol ini
menggambarkan tentang suatu kondisi bahwa kehampaan/kekosongan yang
mengawali konsep kehidupan sebagaimana disimbolkan di atas, ternyata
berporos pada Satu Titik Pusat / Maha Kutub (Pusat Kegaiban Semesta)
yang kemudian menjadi sumber penggerak bagi semua fenomena yang ada di
alam semesta ini dan bagi segala proses perubahan, pertumbuhan maupun
kehidupan/dinamika yang ada di Jagad Raya.  Pusat penggerak ini
kemudian dikenal sebagai Hukum Alam, yang merupakan Satu Kesatuan Utuh
sebagai ibu dari segala hal yang tercipta dan sumber penggerak atas
semua fenomena alam yang terjadi. (note penulis : dalam bahasa agama,
inilah yang kita posisikan sebagai Tuhan - dalam pelajaran I Ching
tidak disebut sebagai Tuhan karena di jaman itu belum dikenal adanya
agama)  Pelajaran ini disimbolkan sebagai sebuah lingkaran kosong
dengan satu titik hitam di pusatnya.

3.      Yin Yang.     Merupakan penggambaran tentang adanya kondisi
yang saling antagonis. Ada gelap ada terang, ada dingin ada panas, ada
yang buruk ada yang bagus, kecil-besar, lentur-kaku, lembut-keras,
jinak-ganas, pasif-aktif, dll. Ke semuanya itu dijabarkan sebagai
Hukum Negatif dan Positif. Simbol yin-yang ini bergambar lingkaran
dengan kombinasi hitam putih dan dua buah mata yang juga hitam putih
dalam komposisi yang saling simetris. Sekarang ini, lambang tersebut
lebih dikenal sebagai Simbol / Lambang Tao.

4.      Wu Xing.      Yang diartikan sebagai Lima Elemen, yaitu Kayu,
Api, Tanah, Logam & Air. Kayu, melambangkan warna Hijau, Cinta Kasih,
Lever, Musim Semi, Sifat yang kaku, Hutan, dll. Api sebagai gambaran
warna Merah, Kesusilaan, Jantung, Musim Panas, Sifat yang pemarah,
Matahari, dll. Tanah sebagai symbol warna Kuning, Kejujuran, Lympha
dan Lambung, Musim Pancaroba, Sifat yang malas, Bumi, dll. Logam yang
mencerminkan warna Putih, Perikebajikan, Paru-paru, Musim Gugur, Sifat
yang egois, Awan, dll. Air sebagai gambaran dari warna Hitam, Rendah
Hati, Ginjal, Musim Dingin, Sifat yang liar, Laut,dll.  Semua fenomena
alam dan juga seluruh aktivitas kehidupan, bisa dikelompokkan /
dijabarkan ke dalam kategori Lima Elemen di atas.

5.      Ba Gua / Pat Kwa. Yaitu Delapan Trigram yang digambarkan
sebagai kompilasi dari perpaduan Garis Utuh ( Yang / Positif ) dan
Garis Putus ( Yin / Negatif ). Tiap trigram menggambarkan tentang
Langit-Bumi, Gunung-Danau, Api-Air dan Petir-Angin. Langit-Bumi,
sebagai Ayah & Ibu serta Sesuatu yang Aktif & Pasif. Api-Air sebagai
Putri Tengah & Putra Tengah serta Kondisi yang Panas & Dingin.
Gunung-Danau sebagai Putra Bungsu & Putri Bungsu serta Sifat yang
Tinggi Hati & Rendah Hati. Petir-Angin, sebagai lambang dari Putra
Sulung & Putri Sulung serta Hal tentang Kegalauan & Kedamaian. 
Masing-masing trigram terdiri atas 3 buah garis yang tersusun
sedemikian rupa, tanpa ada satupun perpaduan kombinasi garis yang sama
satu dengan lainnya.

Dengan menggunakan simbol-simbol kehidupan inilah, Fu Xi menjabarkan
konsep filsafatnya tentang Hakekat Perubahan yang terjadi di alam
kehidupan ini. 
Fu Xi wafat di usianya yang ke 130 tahun. Sekitar 200 tahun kemudian,
di Jaman Kepemimpinan Huang Di / Hwang Ti ( Raja Kuning ), Chong Kiat
seorang cendekiawan kala itu, untuk pertama kalinya memperkenalkan
bentuk-bentuk awal huruf / tulisan. Guratannya masih kuno dan
berbentuk seperti gambar-gambar kecil. Inilah yang kemudian berkembang
menjadi Huruf Kanji / Mandarin.

Di zaman Huang Di ini (2698-2598 SM), mulailah konsep tentang Hakekat
Perubahan yang dicanangkan Fu Xi, dibubuhi berbagai catatan/tulisan,
tapi masih belum dibukukan.

Di zaman Dinasti Xia (2205-1766 SM) mulai dibukukan dan bukunya
dinamakan Lian Shan ( Jajaran Agung ). Di zaman Dinasti Shang (
1766-1066 SM ) dikenal dengan nama Gui Cang ( Kembali ke Kegaiban ).
Lalu di masa Dinasti Zhou ( 1066-221 SM ) popular dengan sebutan Zhou
Yi ( Kitab Perubahan dari Dinasti Zhou ), dan akhirnya, kini dikenal
sebagai Yi Jing ( baca: I Ching ) , yang secara harafiah berarti Kitab
(tentang) Perubahan.

--- End forwarded message ---

------------------------------------

.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:budaya_tionghua-digest@... 
    mailto:budaya_tionghua-fullfeatured@...

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    budaya_tionghua-unsubscribe@...

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

ardian_c | 1 May 18:42 2008
Picon

Fwd: Seluk Beluk dan Sejarah Astrologi Tiongkok

--- In metafisika_tiongkok@..., "dh4rm4duta"
<dh4rm4duta <at> ...> wrote:

Catatan: Tulisan ini masih belum final dan masih dalam taraf 
pengembangan.

Seluk Beluk dan Sejarah Astrologi Tiongkok

Ivan Taniputera
29 Februari 2008

Pendahuluan

Makalah ini bermaksud membahas berbagai seluk beluk astrologi 
Tiongkok, yang selama ini jarang diulas, seperti perbandingannya 
dengan astrologi Barat, sejarah, dan lain sebagainya. Oleh karena 
itu, diharapkan agar kita dapat memperoleh pandangan yang utuh dan 
lebih lengkap mengenai astrologi Tiongkok. Adapun pembahasan utama 
astrologi Tiongkok dititik-beratkan pada Bazi dan Ziweidoushu. 
Astrologi Tiongkok adalah bagian dari budaya Tionghua, yang perlu 
kita lestarikan. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari 
sempurna. Oleh karena itu, sangat diharapkan kritik dan saran dari 
para pakar yang mendalami tema ini.

Perbandingan antara astrologi dan astronomi Tiongkok dengan Barat

Astronomi (dan astrologi) Tiongkok beserta Barat telah berkembang 
sendiri-sendiri, dimana masing-masing telah mengembangkan konsep 
serta prinsip yang jauh berbeda. Jika menilik rasi-rasi bintang yang 
diciptakan untuk menandai gugusan bintang, maka bangsa Barat yang 
semenjak lama telah mengembangkan dunia maritim, memiliki rasi 
bintang berkaitan dengan lautan, seperti ikan (pisces), lumba-lumba 
(delphinus), kapal (argonavis), ular laut (hydra), kepiting (cancer) 
dan lain sebagainya. Konstelasi bintang semacam ini tidak dikenal 
dalam kumpulan rasi bintang Tiongkok, karena bangsa Tiongkok kuno 
kurang berminat dengan bidang maritim. Bangsa Barat akan kesulitan 
mengenali rasi bintang Tiongkok dan demikian pula sebaliknya. Rasi 
bintang Tiongkok lebih mengarah pada pertanian dan hewan-hewan yang 
dijumpai di darat, seperti gantang, burung funiks, kura-kura, 
harimau, serta naga. Bangsa Barat menggunakan ekliptika, yakni garis 
khayal di langit yang terbentuk dari jejak perjalanan matahari 
(dikenal di Tiongkok sebagai "jalur kuning"), sebagai acuan bagi 
astrologi mereka. Sementara itu, bangsa Tiongkok menjadikan bintang 
kutub sebagai acuan.
Dengan dijadikannya garis ekliptika sebagai acuan, maka rasi-rasi 
bintang yang dilalui garis tersebut menjadi sangat penting dalam 
astrologi Barat. Garis khayal yang merupakan jejak perjalanan  
matahari di langit itu dibagi menjadi 12 bagian berdasarkan rasi 
bintang yang menempatinya. Oleh sebab itu, dalam astrologi Barat ada 
12 rasi bintang yang dijadikan pedoman dalam menganalisa astrologi 
seseorang, yang kita kenal dengan zodiak (aries, taurus, gemini, 
cancer, sagitarius, dan lain sebagainya). Jadi karena garis yang 
dilalui matahari dijadikan acuan dalam astrologi Barat, kita boleh 
menyebutnya sebagai zodiak matahari. Sementara itu, di Tiongkok 
dipergunakan zodiak rembulan (lunar zodiac), dimana jejak perjalanan 
bulan di langit dibagi menjadi 28 bagian, yang melambangkan 
pergerakan bulan dari hari ke hari di langit. Inilah yang disebut 
dengan "zodiak Tiongkok." Banyak orang yang menganggap bahwa 
keduabelas hewan dalam ramalan Tiongkok (tikus, sapi, harimau, dan 
lain sebagainya) adalah padanan bagi zodiak di Tiongkok. Tetapi hal 
ini tidak tepat, karena keduabelas tanda hewan itu (sebenarnya 
representasi cabang bumi), tidak hanya dipergunakan untuk menandai 
bulan saja; melainkan juga tahun, hari, dan jam, dimana hal ini 
sangat jauh berbeda dengan astrologi Barat.
Meskipun demikian, ada pula persamaannya, yakni dalam hal penggunaan 
planet-planet di dalam analisa astrologinya.

Aspek-aspek penting dalam astrologi Tiongkok

Sebelum mengulas sejarah astrologi Tiongkok, kita perlu membahas tiga 
topik penting yang menjadi penunjang bagi astrologi Tiongkok secara 
sekilas (karena telah banyak dibahas dalam makalah-makalah lainnya), 
yakni lima unsur (atau pergerakan), batang langit, dan cabang bumi. 
Kosmologi Tiongkok mengenal lima unsur yang menjadi dasar bagi segala 
sesuatu di muka bumi ini, yakni api, tanah, logam, air, dan kayu. 
Dengan demikian, menurut bangsa Tiongkok, segala sesuatu di dunia 
ini, dapat dikategorikan menjadi lima unsur di atas. Konsep ini 
menjadi dasar bagi analisa bazi, ziweidoushu, fengshui, dan bahkan 
ilmu pengobatan tradisional Tiongkok (TCM). Secara umum ada dua 
siklus yang senantiasa berlaku bagi kelima unsur ini, yakni siklus 
produktif dan destruktif.
Siklus saling menghasilkan (produktif) adalah: 

¡¤	Logam menghasilkan air (logam bila dipanaskan akan mencair)
¡¤	Air menghasilkan kayu (air diperlukan agar tumbuhan dapat 
hidup)
¡¤	Kayu menghasilkan api (kayu dibakar menghasilkan api)
¡¤	Api menghasilkan tanah (hasil pembakaran adalah abu/ tanah)
¡¤	Tanah menghasilkan logam (logam ditambang dari bumi/ tanah)

Sedangkan siklus saling menghancurkan (destruktif) adalah:

¡¤	Api menghancurkan logam (api membuat logam menjadi mencair)
¡¤	Logam menghancurkan kayu (untuk memotong kayu diperlukan 
logam)
¡¤	Kayu menghancurkan tanah (kayu menyerap sari makanan dari 
tanah)
¡¤	Tanah menghancurkan air (tanah menyerap air)
¡¤	Air menghancurkan api (air memadamkan api)

Kelima unsur ini janganlah ditafsirkan secara harafiah dan hendaknya 
dianggap sebagai lima energi di alam semesta, yang sesungguhnya 
bersifat abstrak; dimana kelima energi itu selalu mengalami siklus-
siklus yang disebutkan di atas.
Kini kita akan beralih pada batang langit (tiangan) yang berjumlah 
sepuluh dan cabang bumi (dizi) yang berjumlah sepuluh. Tabelnya 
masing-masing adalah seperti di bawah ini:

Batang langit (H)	Simbol	Unsur	Musim
Jia	¼×	Kayu yang	Semi
Yi	ÒÒ	Kayu yin	Semi
Bing	±û	Api yang	Panas
Ding	¶¡	Api yin	Panas
Wu	Îì	Tanah yang	Peralihan
Ji	¼º	Tanah yin	Peralihan
Geng	¸ý	Logam yang	Gugur
Xin	ÐÁ	Logam yin	Gugur
Ren 	&#65393;	Air yang	Dingin
Gui	¹ï	Air yin	Dingin

Cabang bumi	Simbol	Lambang hewan	Unsur
Zi	×Ó	Tikus	Air yang
Chou	³ó	Kerbau	Tanah yin
Yin	Òú	Macan	Kayu yang
Mao	î	Kelinci	Kayu yin
Chen	³½	Naga	Tanah yang
Si	ËÈ	Ular	Api yin
Wu	Îç	Kuda	Api yang
Wei	δ	Kambing	Tanah yin
Shen	Éê	Monyet	Logam yang
You	ÓÏ	Ayam	Logam yin
Xu	Ðç	Anjing	Tanah yang
Hai	º¥	Babi	Air yin

Jika diperhatikan dengan seksama nampak pula bahwa masing-masing 
batang langit dan cabang bumi mewakili salah satu di antara kelima 
unsur di atas, dengan ditambahkan polaritas yin beserta yang. Selain 
itu, cabang bumi juga direpresentasikan dengan kedua belas lambang 
hewan, yang lebih kita kenal sebagai shio. Makna batang langit dan 
cabang bumi akan kita ulas belakangan. Pada bagian ini, kita 
berkenalan terlebih dahulu dengan lima unsur, batang langit, dan 
cabang bumi.

Awal Astrologi Tiongkok

Awal bagi astrologi Tiongkok terletak pada apa yang disebut "catatan 
tulang naga" Dinasti Shang (sekitar abad ke-16 - 11 SM). Catatan 
tersebut merupakan peninggalan utama Dinasti Shang, yang merupakan 
tulisan-tulisan pada tulang dan tempurung kura-kura. Pada mulanya 
orang tak menyadari betapa berharganya benda-benda tersebut dan 
menjadikannya sebagai obat semata. Orang meyakini bahwa itu adalah 
tulang belulang naga dan dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Hal 
ini berlangsung hingga tahun 1899, tatkala seorang pengumpul barang 
kuno memberikannya pada salah seorang menteri kaisar Dinasti Qing. 
Mulai disadari bahwa tulang-tulang itu merupakan peninggalan berharga 
yang memperlihatkan contoh huruf-huruf Tiongkok kuno berusia ribuan 
tahun. Wang Yirong, seorang anggota Majelis Hanlin membeli dua 
kumpulan tulang itu dari beberapa saudagar di Beijing pada tahun 
1900. Kebetulan pada tahun yang sama meletus pemberontakan Boxer dan 
sebagai akibatnya Wang Yirong membunuh dirinya. Anaknya lalu menjual 
tulang-tulang itu pada seorang sastrawan bernama Liu E (alias Liu 
Dieyun). Buku pertama tentang tulang-tulang itu terbit pada tahun 
1903 yang membahas tulisan-tulisan kuno sebanyak 1.000 macam. 
Belakangan barulah orang mengetahui bahwa tulang-tulang itu digali 
dari desa Xiatun yang terletak di sebelah barat Anyang.
Pada zaman Dinasti Shang tulang-tulang itu dipergunakan untuk meramal 
dan menanyakan berbagai hal pada para dewa serta roh nenek moyang, 
seperti perjalanan, perburuan, penangkapan ikan, hal ihwal 
peperangan, iklim serta panen di masa mendatang, penyakit, mimpi, 
nasib, dan lain sebagainya. Tulang-tulang itu dibakar setelah 
pertanyaan dituliskan di atasnya dan orang zaman itu meyakini bahwa 
jawabannya dapat ditafsirkan dari bentuk retakan-retakan tulang 
tersebut, yang timbul sebagai akibat proses pembakaran. Berikut ini 
akan dikutipkan dua contoh pertanyaan yang terdapat pada tulang-
tulang ramalan di atas:

Pada hari Dinghai, Cheng menanyakan ramalan sebagai berikut: ¡°Raja 
mendapatkan mimpi buruk. Apakah ia akan mengalami sakit gigi?¡±
Pada hari Jiwei, Ke menanyakan ramalan sebagai berikut: ¡°Apakah pada 
bulan ini akan turun hujan. 

Selain itu, catatan pada tulang di atas, juga menyebutkan mengenai 
bintang-bintang yang baik dan buruk. Sebagai contoh huruf Tiongkok Ð× 
(xiong), yang berarti "pembunuh," "kejam," atau "tidak 
menguntungkan," berasal dari rasi bintang "kereta hantu," yakni suatu 
gugusan terdiri dari empat bintang dengan kabut nebula di tengahnya. 
Salah satu contoh catatan pada tulang yang berkaitan dengan 
perbintangan berbunyi sebagai berikut:

Pada tanggal tujuh bulan ini, nampak suatu bintang baru yang 
menyertai Bintang Api .

Dengan demikian kita dapat menyimpulkan bahwa dasar-dasar bagi 
astrologi Tiongkok telah berawal semenjak Dinasti Shang, yakni 
dinasti Tiongkok pertama yang mengenal huruf. 
Kesepuluh batang langit juga usianya setua Dinasti Shang, karena kita 
menjumpai pula nama-namanya dalam catatan tulang. Awalnya batang 
langit itu dipergunakan untuk menamai hari. Jadi hitungan waktu satu 
minggu menurut Dinasti Shang terdiri dari sepuluh hari. Legenda 
menyatakan bahwa sepuluh batang langit ini ditemukan oleh kaisar 
legendaris Huangdi pada tahun 2697 SM. Sementara cabang bumi juga 
dapat dilacak hingga Dinasti Shang. Kitab Cunqiu juga menggunakannya 
dalam menamai hari:

Pada tanggal Gui-chou, sang adipati (duke) mengadakan pertemuan 
dengan bupati penguasa (marquis) negeri Tsin, bupati penguasa 
(marquis) negeri Wei, tumenggung (earl) penguasa negeri Ch'ing, 
tumenggung (earl) penguasa negeri Ts'aou, Ch'ing - pewaris negeri 
Sung, Kwoh Tso dari Ts'e, dan seorang pejabat negeri Choo. Mereka 
lalu mengadakan perjanjian bersama di Ts'eih.

Meskipun demikian, penggunaan batang langit dan cabang bumi untuk 
menamai tahun baru berlangsung semasa zaman Kaisar Wang Mang dari 
Dinasti Xin.

Makna Batang Langit dan Cabang Bumi

BERSAMBUNG

DAFTAR PUSTAKA

Walter, Derek. The Complete Guide to Chinese Astrology: The Most 
Comprehensive Study of the Subject Ever Published in the English 
Language, Watkin Publishing, London, 2002

--- End forwarded message ---

------------------------------------

.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:budaya_tionghua-digest@... 
    mailto:budaya_tionghua-fullfeatured@...

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    budaya_tionghua-unsubscribe@...

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Dada | 1 May 10:00 2008
Picon

Re: OOT: Hobby : Games Samkok 11


----- Original Message ----- 
From: "Purnama Sucipto Gunawan" <east_road@...>
To: <budaya_tionghua@...>
Sent: Tuesday, April 29, 2008 1:57 PM
Subject: [budaya_tionghua] OOT: Hobby : Games Samkok 11
>
> KOEI sangat dominan dengan produknya yang satu ini sampe - sampe Ke
> produk Internasional.
>
> Doeloe KOEI keluarain produknya bernama Bandit king yang diambil dari
> kisah 108 pendekar liang shan pada tahun 80-an. Sayangnya gak
> dilajutkan versi lingisnya (g main itu juga jaman g masih sma tahu
> 90an, gembel sih dibanding ps1, tapi gembel gembel g juga suka, g
> taunya dari kk yang suka games strategy). KOEI jgao banget bikin game
> kalo dari sejarah timur khususnya. Produknya koei yang membooming
> lainya adalah Dynasty Warior dan dinasti empire. Game ini buat loe
> orang stress terutama yang abis debat kusir bikin loe gila. Obatnya
> game dynasty warior cocok buat pelampiasan stress loe =)). Bantai
> orang di game kan lebih asik ilang stress. (g bercanda, tapi coba
> boleh juga :)).

Dada :
Koei spesialis game - game sejarah , dan bagus jika sudah ada anak yang 
beranjak dewasa di beri mainan seperti ini. Paling tidak akan membangkitkan 
minat mempelajari sejarah sejak dini

Game-game yang pernah keluar :
1. ROTK (SAMKOK) , dari jaman era PC intel AT 286 hingga sekarang.
2. Uncharted Water , Kisah perdagangan maritim saat barat mulai mencapai 
dunia - dunia baru .......
3. Jenghis Khan (saya lupa nama gamenya) , tentang era kejayaan bangsa 
mongol
4. Nobunaga , tentang akhir era ashikaga shogunate dan awal tokugawa 
shogunate

>
> Selain itu KOEI juga keluarin namanya Nobunaga Ambition nah ini die.
> Yang ini produk ke dua unggulan KOEI, G juga suka ama ini game, Basic
> cerita diambil dari buku Taiko (kebetulan g juga suka ama nih buku).
> Dan sangat lucunya ada games judulnya Dynasty warior Orochi. Kacau
> Guy's Masak Jaman samkok ketemu Jaman Shogun kebayang ngak ?. Kalo mao
> coba silakan ceritanye ngayal punya :)).

Dada :
Kisah Taiko itu setara dengan kisah Samkok. Walau berbeda skala dan 
waktunya.
Topiknya adalah persaingan antar warlord dengan dalih persatuan Jepang dan 
kecantikan strategi2 perang dan politik di baliknya.
Taiko juga setara dengan Musashi , dimana tokoh keduanya , Taiko alias 
Kinoshita alias Toyotomi Hideyoshi mencapai tingkat teratas kepemimpinan 
Jepang dari kelas petani dan merangkak dari bawah , memulai karir dari 
pemungut sandal Nobunaga. Musashi juga berkisah tentang bagaimana kehidupan 
seorang ronin miskin mencapai tingkat kemashuran tertentu. Kedua kisah ini 
membawa inspirasi bagi masyarakat Jepang di kemudian hari. Walau seni perang 
Jepang pun bersumber dari Tiongkok.

Musashi dari berbagai versi sejarah , dan menurut versi Eiji Yoshikawa , 
mencapai tingkat kematangan bela diri individual dengan sebelumnya menjejali 
diri dengan karya sastra militer klasik Tiongkok. Dan sepanjang karirnya 
tidak terkalahkan. Buah karyanya adalah The Book of Five Ring. Di Toko buku 
, terkadang karya ini di jadikan satu dengan karya Yagyu Munenori. Setting 
sejarah Musashi tidak jauh berbeda dengan setting Taiko. Adegan pembukaan 
kisah Musashi diawali dengan keterlibatan dia sebagai prajurit rendahan 
dalam perang Sekigahara , dan Musashi berada di pihak yang kalah. Kubu 
Ishida Mitsunari yang pro Toyotomi.

Sedangkan kisah Taiko adalah bagian dari satu kesatuan dengan kisah-kisah 
lainnya seperti Oda Nobunaga , Tokugawa Ieyasu , Takeda Shingen , Toshiee 
Maeda , dll yang kalau dilihat di amazon.com ada bukunya tersendiri.
Kisah tentang sang Taiko (Toyotomi Hideyoshi) secara detail bisa dibaca di 
buku Eiji Yoshikawa.
Kisah tentang Toshiee Maeda secara detail bisa ditonton di drama seri , 
Toshiee dan Matsu (50 episode)
Kisah tentang Takeda Shingen , bisa ditonton di film produksi Akira Kurosawa 
, Kagemusha. Takeda Shingen salah satu panglima terkenal di provinsi Kai 
yang lantas di kalahkan Oda , mengutip dan mengedit baris2 kalimat Sun Tsu , 
menjadi lebih singkat , secepat angin , seanggun rimba belantara dan bla bla 
bla .......

Semua karya2 diatas adalah saling berhubungan dan saling melengkapi. dan 
mencakup bagian dari sejarah terpenting Jepang medieval yang membawa 
pengaruh ke persatuan Jepang (dikala Tiongkok terus menerus didera perang 
saudara sampai abad 20) , dan karena ada beberapa hubungan dengan sejarah 
Tiongkok , saya rasa pantas untuk dicermati sebagai bagian dari sejarah 
Tiongkok yang lebih luas.

Robby Wirdja 

------------------------------------

.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:budaya_tionghua-digest@... 
    mailto:budaya_tionghua-fullfeatured@...

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    budaya_tionghua-unsubscribe@...

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Dada | 1 May 10:38 2008
Picon

Re: Sunda (Re: Re: Do u know: Orang Indonesia hampir semuanya keturunan Taiwan ?)

diskusi yang totally jaka sembung bawa golok.........

Nomina consenquetio rerum (klo tidak salah tulis hihihi) , nama adalah 
konsekuensi dari bentuk2......
Maka sang bule yang konon tidak mungkin "salah" , dengan tergopoh2 
menghasilkan nama Indian .

Robby Wirdja

----- Original Message ----- 
From: "RM Danardono HADINOTO" <rm_danardono@...>
To: <budaya_tionghua@...>
Sent: Tuesday, April 29, 2008 12:39 PM
Subject: Sunda (Re: [budaya_tionghua] Re: Do u know: Orang Indonesia hampir 
semuanya keturunan Taiwan ?)

> --- In budaya_tionghua@..., "Akhmad Bukhari Saleh"
> <absaleh <at> ...> wrote:
>>
>> ----- Original Message ----- 
>> From: RM Danardono HADINOTO
>> To: budaya_tionghua@...
>> Sent: Tuesday, April 29, 2008 7:49 AM
>> Subject: Sunda (Re: [budaya_tionghua] Re: Do u know: Orang
> Indonesia hampir
>> semuanya keturunan Taiwan ?)
>>
>> > bagaimana ci Ul, seperti kata Ahmad heng, berbangga ria,
>> > karena istilah "Sundah" lebih tua dari "Jawa"?
>>
>> ------------------------------------
>>
>> Mengulang sekali lagi, seperti dikemukakan dalam posting terdahulu,
> saya
>> tidak mengatakan istilahnya (perkataannya) yang lebih tua, tetapi
> acuan
>> jamannya (the era referred to) ketika menggunakan (mengaplikasikan)
>> istilah/kata ybs.
>>
>> Wasalam.
>>
>
>
> Lhaaaa lebih rancu lagi Ahmad heng!
>
> Masak ci Ul direkomendasi bangga terhadap acuan zaman itu lempengan?
> Lhaa tentulah, kita semua bangsa Indonesa boleh bangga lempengan yang
> kita tunggangi ini sudah jutaan tahun..nggak hanya ci Ul yang layak
> bangga. Malah sebelon kita udah ada binatang binatang gede kayak
> Mamouth yang jalan jalan di atas lempengan, mereka lebih tua dari ci
> Ul. Ceritanya kan binatang besar mondar mandir dari Asian mainland ke
> kepulauan kita, gajah Sumatra misale. masak gajah sampe ke Sumtara
> dari India atawa Thailand naik getek?
>
> Kalo Ahmad heng maksudkan, ci Ul layak bangga, karena kata Sunda
> dipakai untuk lempengan yang udah jutaan taon itu, maka komentar saya:
>
> a) kata Sunda si bule bule itu baru dipakai kira kira abad XVIII
> atawa XIX, jadi baru dong?
>
> b) kalo si bule bule meniru kata Sunda dari sang Baduga Maharaja, ya
> wauww, pinter amat si bule bule sejarah Malayu ehh Sunda, tapi, sorry
> nih, gak ada prove, bahwa si bule bule ambil kata itu dari sri Baduga
> punya nama kerajaan. Ato mereka super o'on kirain seluruh Nusantara
> namanya Sunda.
>
> c) kalo Sri Baduga nyontek kata Sunda dari si bule bule, theori ini
> lebih ciloko lagi, karena Sri Baduga hidupnya sebelon si bule bule.
>
> Sejarah emang ruwet ya? pokoke pake bantuan fisika, geologi,
> mathematica, arkaeologi bisa dikukuhkan kok..
>
> Salam sejarah
>
> Danardono
>
>
>
>
>
> ------------------------------------
>
> .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.
>
> .: Website global http://www.budaya-tionghoa.org :.
>
> .: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
>
> .: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>

------------------------------------

.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:budaya_tionghua-digest@... 
    mailto:budaya_tionghua-fullfeatured@...

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    budaya_tionghua-unsubscribe@...

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/


Gmane