kumo | 11 Feb 06:14 2014
Picon

GELAR Cultural Trip Series 2014

Dear Friends of GELAR,
Terimakasih untuk senantiasa mendukung program-program kami dengan mengikuti wisata budaya berkelanjutan yang terselenggara sejak 2011 atas dukungan para mitra media yaitu National Geographic Traveler, Media Indonesia dan Tamasya.

Banyak sekali tradisi kita yang kehilangan maknanya bila dilihat, dipentaskan dan dibingkai diluar konteks budaya aslinya. Melalui wisata berkelanjutan, kami berusaha untuk tidak mencabut budaya dari akarnya dengan membawa para traveler pencinta sejarah, seni dan budaya, seperti teman-teman semua. Hadirnya teman-teman sekalian dalam Cultural Trip dapat memberikan kontribusi bagi keberlangsungan dan keberlanjutan tradisi. Untuk memperkaya pengalaman traveling, Cultural Trip didampingi oleh narasumber ahli (pakar/peneliti, budayawan, sejarawan, seniman, fotografer, penulis, dll) atau kontributor dari komunitas lokal. Kini, program ini terus berkembang, tidak hanya menyaksikan kesenian tetapi juga kebudayaan setempat yang teranc am pergeseran ataupun kepunahan. Cultural Trip dapat menjadi sebuah catatan perjalanan kecil yang merekam sisa-sisa memori asli tradisi yang membentuk peradaban negeri kita.

Meski tak selalu berjalan mulus karena destinasi yang terpencil maupun baru berkembang, namun Gelar tetap berusaha untuk membuat perjalanan ini membawa pengalaman baru bagi peserta. Dalam program Cultural Trip 2014 mendatang, selain destinasi ulangan (diadakan kembali karena banyaknya permintaan), beberapa tema baru mulai diadakan seperti Jalur Rempah dan Tamasya Tenun, di luar tema-tema yang sudah ada yaitu Sudut Kota, Satu Negeri Seribu Raja, Dongeng Pedalaman, Kehidupan Pesisir, Topeng Langka dan Tamasya Batik. Berikut adalah jadwal tahun 2014.

Bagi para sahabat yang ingin bergabung dalam program kami, sila berkunjung ke website atau menghubungi kami di info-utI0RJLtliDWbkWYnl++iC75Vgbf/xHx@public.gmane.org

Terimakasih dan salam,
Gelar

----------------------------
GELAR CULTURAL TRIP SERIES 2013-2014

11-15 DESEMBER 2013
Tamasya Batik Akhir Tahun
Pesisir Selatan Jawa : Solo, Klaten, Yogyakarta, Purworejo, Kebumen, Banyumas, Ciamis, Tasikmalaya, Garut.    

31 JANUARI 2014
Sudut Kota – Cultural Trip to Pecinan Jakarta : “Mengintip Imlek”  

21-23 FEBRUARI 2014
Sudut Kota – Cultural Trip to Blitar : “Tanah Seribu Candi”

7-9 MARET 2014
Tamasya Tenun – Sumba : “Tradisi Wastra Megalitik”

15-16 MARET 2014
Tamasya Batik – Pekalongan : “Menguak Batik Encim”

21-23 MARET 2014
Sudut Kota – Cultural Trip to Menado : “Bumi Minahasa”

27-31 MARET – 1 APRIL 2014*
Dongeng Pedalaman – Cultural Trip to Asmat

*
tempat sangat terbatas – mengikuti ketersediaan dan jadwal penerbangan

4-6 APRIL 2014
Sudut Kota – Cultural Trip to Sumenep : “Kehidupan Pulau Garam”

11-13 APRIL 2014
The Mask on Location – Cultural Trip to Slawi Tegal : “Topeng Slawi dan Tradisi Teh”

18-20 APRIL 2014
Satu Negeri Seribu Raja – Cultural Trip to Gianyar-Klungkung : “Kota Para Raja”

25-27 APRIL 2014
Sudut Kota – Cultural Trip to Jepara-Rembang : “Kartini”

1-4 MEI 2014
Dongeng Pedalaman – Cultural Trip to Toraja : “To Riaja”

9-11 MEI 2014
Satu Negeri Seribu Raja – Cultural Trip to Muaro Jambi : “Pusat Budhisme era Sriwijaya”

29-31 MEI – 1 JUNI 2014
Satu Negeri Seribu Raja – Cultural Trip to Bau-Bau : “Kerajaan yang Terlupakan”

JUNI 2014*
Sudut Kota – Cultural Trip to Tangerang : “Perayaan Peh Cun Mengikuti Lomba Perahu Naga”
*tanggal dalam konfirmasi

JUNI 2014*
Satu Negeri Seribu Raja – Cultural Trip to Bima : “Menghadiri Pertemuan Para Raja”
*tanggal dalam konfirmasi

20-22 JUNI 2014
Satu Negeri Seribu Raja – Cultural Trip to Trowulan (1)

21-22 JUNI 2014
Tamasya Batik – Cirebon-Indramayu

JULI 2014*
Satu Negeri Seribu Raja – Cultural Trip to Tenggarong : “Erau”
*tanggal dalam konfirmasi

5 JULI 2014
Ngabuburit – Cultural Trip to Banten : “Banten Lama”

12 JULI 2014
Ngabuburit – Cultural Trip to Kepulauan Seribu

19 JULI 2014
Ngabuburit – Cultural Trip to Jakarta : “Oud Batavia”

22-24 AGUSTUS 2014
Satu Negeri Seribu Raja – Cultural Trip to Trowulan (2) : “Pusat Imperium Majapahit”

5-7 SEPTEMBER 2014
Sudut Kota – Cultural Trip to Sawahlunto : “Geliat Kota Hantu”

19-21 SEPTEMBER 2014
Tamasya Batik – Juwana-Lasem : “Bakaran dan Getih Pitik”

23-28 SEPTEMBER 2014
Jalur Rempah – Cultural Trip to Banda-Ternate : “Jejak Perdagangan Rempah Dunia”

10-12 OKTOBER 2014
Sudut Kota – Cultural Trip to Makassar : “Tanah Para Pelaut”

24-26 OKTOBER 2014
Sudut Kota – Cultural Trip to Ponorogo : “Reog”

8-10 NOVEMBER 2014*
Kehidupan Pesisir – Cultural Trip to Bengkulu : “Tabot”
*tanggal dalam konfirmasi

10-14 DESEMBER 2014
Tamasya Batik Akhir Tahun
Jelajah Jawa Timur : Surabaya, Sidoarjo, Probolinggo, Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi, Jember, Lumajang, Batu, Malang.




Celebrating Diversity, Presenting Indonesia

GELAR – Sustainable Development Programs for Indonesian Art & Culture
E  : info-utI0RJLtliDWbkWYnl++iPegYHeGw8Jk@public.gmane.org   
W : www.gelarculturaltrip.com    |     www.gelar.co.id
Twitter : <at> gelar_nusantara   |   FB Groups : Friends of GELAR (2)   |   FB Fanpage : GELAR - Presenting Indonesia

The Information contained in this e-mail maybe privileged and confidential and is intended only for the use of the individual entity named above. If the reader of this message is not the intended recipient, or an employee or agent responsible for delivering this message to the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this communication is prohibited. If you have received this communication in error, please notify us immediately by telephone and return the original message to the above address via the postal service.
Thank you.

GELAR



__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/MEDIACARE/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/MEDIACARE/






Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
AJI JAKARTA | 7 Feb 13:02 2014
Picon

Siaran Pers: Ratusan Laporan Pelanggaran Pemilu telah Masuk Melalui MataMassa

Jumat, 7 Februari 2014

UNTUK DIBERITAKAN

 

Siaran Pers AJI Jakarta

Ratusan Laporan Pelanggaran Pemilu telah Masuk Melalui MataMassa 

 

JAKARTA. Antusiasme masyarakat untuk ikut mengawasi pemilu ternyata cukup besar. Terbukti, dalam waktu kurang lebih satu bulan berjalannya program MataMassa telah banyak laporan pelanggaran pemilu dari masyarakat.

 

Laporan dari masyarakat yang telah terverifikasi dari 1 Januari 2014 sampai dengan 4 Februari 2014 mencapai 294 kasus dengan rincian melalui sms yang sebanyak 64 kasus, melalui email sebanyak 57 kasus dan sisanya atau sebanyak 173 kasus masuk melalui saluran aplikasi mobile phone (android dan ios) atau website. 

 

Sebagian besar laporan yang masuk adalah laporan pelanggaran administratif berupa  pemasangan alat peraga di lokasi yang tidak sesuai dengan ketentuan. Selain itu, masyarakat juga banyak melaporkan dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan oleh partai dan calon presiden dan calon wakil presiden yang disiarkan oleh stasiun televisi.

 

Selain pelanggaran administratif, ada juga masyarakat yang melaporkan dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu dalam bentuk “politik uang” dalam bentuk pembagian jilbab, sembako, dan membagikan sembako untuk korban banjir. Jumlah laporan tersebut mencapai  5 laporan.  

 

Program MataMassa merupakan program pemantauan pemilu hasil kerja bareng antara Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta, ICT Laboratory For Social Change (Ilab) dan SEATTI. Dalam program MataMassa, ikut terlibat di dalamnya lembaga pemantau independen lain seperti Perludem beserta jaringannya. 

 

Semua laporan masyarakat secara resmi akan dilaporkan kepada KPU dan Bawaslu pada hari ini, Jumat, 7 Februari 2014.

 

Umar Idris, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta berharap dua regulator pemilu ini menindaklanjuti laporan masyarakat yang masuk melalui aplikasi MataMassa.

 

AJI Jakarta  mengajak masyarakat di Jabodetabek untuk melaporkan pelanggaran dan keluhan seputar pemilu ke aplikasi Matamassa melalui SMS (0813-7020-2014), email (lapor-AvsEX0ETf3SGglJvpFV4uA@public.gmane.org), atau mobil app. “Jangan takut untuk melapor karena identitas pelapor akan dirahasiakan dengan syarat laporannya dapat dipertanggungjawabkan,” tutur Umar Idris, Ketua AJI Jakarta.

 

Ahmad Suwandi, Dewan Pengawas iLab, mengatakan mobil app MataMassa baru tersedia di Android (dapat diunduh dari Playstore) dan iOs (diunduh di AppStore). “Kami juga sedang menunggu aproval dari Windows dan Blackberry sehingga nanti pelaporannya bisa melalui Windows Mobile dan Blackberry,” ungkapnya.

 

Lembaga pemantau pemilu yang berjaringan dengan Perludem akan menjadikan MataMassa sebagai portal pelaporan pemilu karena portal ini menyuguhkan laporan yang tervirifikasi dan dapat terkoneksi langsung ke Bawaslu dan KPU. “Kami sudah melaporkan sebagian temuan kami melalui MataMassa,” kata Deputi Direktur Perludem Veri Junaidi.

 

Informasi:

Muhammad Irham, 0814 1016 1662

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MataMassa didukung oleh KPU, Bawaslu, SEATTI (Southeast Asia Technology and Transparency Initiative), LBH Pers, Perludem, Green Radio, www.portalkbr.com, www.jurnalparlemen.com, www.tempo.co, Kontan, Tranparency International Indonesia, LPM Didaktika, LPM Orange, LPM Wrelta Aksa, dan PT. Jasnita Telekomindo

 

-------------------------------------------

AJI Jakarta

Jl. Kalibata Timur IVG No.10

Kalibata, Jakarta Selatan 12740

Telp./Faks. (021) 798 4105

Email: ajijak-Hlp6NBfSoRe8rHFcjEY/OA@public.gmane.org

t: <at> AJI_JAKARTA

http://www.ajijakarta.org

-------------------------------------------



__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/MEDIACARE/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/MEDIACARE/






Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
AJI JAKARTA | 6 Feb 05:16 2014
Picon

RALAT : Undangan Diskusi dan Laporan Publik MataMassa - Yuk Awasi Pemilu Kita!, Jumat, 7 Feb Pkl. 15.30

No                   : 019/ AJIJAK/ II/ 2014

Perihal             : Undangan Diskusi dan Laporan Publik MataMassa - Yuk Awasi Pemilu Kita!

 

Kepada Yth.

Media Massa, LSM dan Masyarakat Pemerhati Pemilu 2014

Di Jakarta

 

Dengan hormat, 

Aliansi Jurnalis Independen (AJI Jakarta) dan ICT Laboratory for Social Change (iLab) sedang menyelenggarakan Program Pemantauan Pemilu 2014 melalui teknologi informasi yang kami namakan ‘MataMassa’. Program ini melibatkan masyarakat luas untuk memantau jalannya Pemilu 2014.

 

Sejak aplikasi MataMassa ini diluncurkan, MataMassa telah menerima lebih dari 400 laporan tindakan pelanggaran pemilu. Pemaparan ini merupakan bentuk kepedulian AJI Jakarta dan llab dan beberapa pihak lain yang membantu MataMassa agar ajang demokrasi tersebut berjalan dengan bersih dan transparan sehingga menjadikan Indonesia lebih baik.

 

Untuk itu, kami mohon kesediaan Bapak/Ibu untuk hadir pada acara diskusi dan Laporan Publik MataMassa, Yuk Awasi Pemilu Kita! Pada;

 

Hari/tanggal   : Jumat, 7 Februari 2014

Waktu             : Pukul 15.30 WIB – Selesai

Tempat           : Lobby Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu)

                          Jl. M.H Thamrin No.14, Jakarta Pusat

Pembicara      :

  1. Umar Idris, Ketua AJI Jakarta, Mengupas mengenai laporan yang masuk melalui aplikasi MataMassa.

2.    Nasrullah, Anggota Bawaslu, Menjelaskan sejauh mana laporan dugaan pelanggaran dari masyarakat yang telah ditindak lanjuti dan apa saja yang harus dilakukan ke depannya agar Pemilu 2014 bisa lebih bersih dan transparan.

3.    Ferry Junaedi, Deputi Direktur Eksekutif Perludem, Mewakili Keyperson menjelaskan mengenai dugaan pelanggaran-pelanggran apa saja yang banyak dilakukan oleh partai dan caleg.

4.    Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Anggota Komisioner KPU Pusat, Menjelaskan bagaimana langkah KPU yang akan dilakukan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat.

 

 

Kami sangat mengharapkan kehadiran Bapak/Ibu di acara tersebut.

 

Untuk informasi dan konfirmasi kehadiran dapat menghubungi Annisa di sekretariat AJI Jakarta, telepon 021-7984105, atau bisa melalui email  ajijak-Hlp6NBfSoRe8rHFcjEY/OA@public.gmane.org. 

 

Demikian undangan ini kami sampaikan. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Jakarta, 5 Februari 2014

 

Hormat kami,

 

 

Umar Idris                                                      Dian Yuliastuti

Ketua AJI Jakarta                                         Sekretaris AJI Jakarta

Lampiran

 

Daftar Undangan

1.         LKBN Antara

2.         Bisnis Indonesia

3.         The Jakarta Post

4.         Tabloid KONTAN

5.         Koran TEMPO

6.         Media Indonesia

7.         Rakyat Merdeka

8.         Republika Online

9.         Sinar Harapan

10.          Harian Warta Kota

11.          Jurnal Nasional

12.          Indopos Jawa Pos Jakarta

13.          Investor Daily

14.          Pos Kota

15.          Seputar Indonesia

16.          SWA

17.          Detik.com

18.          Investor Daily

19.          Sindonews.com

20.          okezone.com

21.          tempo.co

22.          ANTEVE Jakarta

23.          INDOSIAR

24.          RCTI

25.          Trans TV

26.          Global TV

27.          MNC TV

28.          Metro TV

29.          TVRI

30.          The Jakarta Globe

31.          Koran Jakarta

32.          Pelita

33.          Suara Pembaruan

34.          B channel

35.          Beritasatu.com

36.          Viva News

37.          Suara Pembaruan

38.          Trans 7

39.          Hukum Online.com

40.          tvOne

 

 

From: AJI JAKARTA [mailto:ajijak-Hlp6NBfSoRe8rHFcjEY/OA@public.gmane.org]
Sent: 05 Februari 2014 17:08
To: 'ajisaja-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org'; 'jurnalis_jakarta-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org'; 'jurnalisme-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org'; 'pengurus_ajijak-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org'; 'mediacare-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org'; 'tim-AvsEX0ETf3SGglJvpFV4uA@public.gmane.org'
Subject: Undangan Diskusi dan Laporan Publik MataMassa - Yuk Awasi Pemilu Kita!

 

No                   : 019/ AJIJAK/ II/ 2014

Perihal             : Undangan Diskusi dan Laporan Publik MataMassa - Yuk Awasi Pemilu Kita!

 

Kepada Yth.

Media Massa, LSM dan Masyarakat Pemerhati Pemilu 2014

Di Jakarta

 

Dengan hormat, 

Aliansi Jurnalis Independen (AJI Jakarta) dan ICT Laboratory for Social Change (iLab) sedang menyelenggarakan Program Pemantauan Pemilu 2014 melalui teknologi informasi yang kami namakan ‘MataMassa’. Program ini melibatkan masyarakat luas untuk memantau jalannya Pemilu 2014.

 

Sejak aplikasi MataMassa ini diluncurkan, MataMassa telah menerima lebih dari 400 laporan tindakan pelanggaran pemilu. Pemaparan ini merupakan bentuk kepedulian AJI Jakarta dan llab dan beberapa pihak lain yang membantu MataMassa agar ajang demokrasi tersebut berjalan dengan bersih dan transparan sehingga menjadikan Indonesia lebih baik.

 

Untuk itu, kami mohon kesediaan Bapak/Ibu untuk hadir pada acara diskusi dan Laporan Publik MataMassa, Yuk Awasi Pemilu Kita! Pada;

 

Hari/tanggal   : Jumat, 7 Februari 2014

Waktu             : Pukul 13.00 WIB – Selesai (Didahului makan siang)

Tempat           : Lobby Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu)

                          Jl. M.H Thamrin No.14, Jakarta Pusat

Pembicara      :

  1. Umar Idris, Ketua AJI Jakarta, Mengupas mengenai laporan yang masuk melalui aplikasi MataMassa.

6.    Nasrullah, Anggota Bawaslu, Menjelaskan sejauh mana laporan dugaan pelanggaran dari masyarakat yang telah ditindak lanjuti dan apa saja yang harus dilakukan ke depannya agar Pemilu 2014 bisa lebih bersih dan transparan.

7.    Ferry Junaedi, Deputi Direktur Eksekutif Perludem, Mewakili Keyperson menjelaskan mengenai dugaan pelanggaran-pelanggran apa saja yang banyak dilakukan oleh partai dan caleg.

8.    Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Anggota Komisioner KPU Pusat, Menjelaskan bagaimana langkah KPU yang akan dilakukan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat.

 

 

Kami sangat mengharapkan kehadiran Bapak/Ibu di acara tersebut.

 

Untuk informasi dan konfirmasi kehadiran dapat menghubungi Annisa di sekretariat AJI Jakarta, telepon 021-7984105, atau bisa melalui email  ajijak-Hlp6NBfSoRe8rHFcjEY/OA@public.gmane.org. 

 

Demikian undangan ini kami sampaikan. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Jakarta, 5 Februari 2014

 

Hormat kami,

 

 

Umar Idris                                                      Dian Yuliastuti

Ketua AJI Jakarta                                         Sekretaris AJI Jakarta

Lampiran

 

Daftar Undangan

41.      LKBN Antara

42.      Bisnis Indonesia

43.      The Jakarta Post

44.      Tabloid KONTAN

45.      Koran TEMPO

46.      Media Indonesia

47.      Rakyat Merdeka

48.      Republika Online

49.      Sinar Harapan

50.          Harian Warta Kota

51.          Jurnal Nasional

52.          Indopos Jawa Pos Jakarta

53.          Investor Daily

54.          Pos Kota

55.          Seputar Indonesia

56.          SWA

57.          Detik.com

58.          Investor Daily

59.          Sindonews.com

60.          okezone.com

61.          tempo.co

62.          ANTEVE Jakarta

63.          INDOSIAR

64.          RCTI

65.          Trans TV

66.          Global TV

67.          MNC TV

68.          Metro TV

69.          TVRI

70.          The Jakarta Globe

71.          Koran Jakarta

72.          Pelita

73.          Suara Pembaruan

74.          B channel

75.          Beritasatu.com

76.          Viva News

77.          Suara Pembaruan

78.          Trans 7

79.          Hukum Online.com

80.          tvOne

 

Kerangka Acuan Kegiatan

 

Laporan Berkala Program Pemantauan Pemilu 2014 di Jabodetabek

Melalui Aplikasi MataMassa

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta-iLab-SEATTI-Perludem-LBH Pers-Change.org-dll

 

Latar Belakang

 

Sudah menjadi tradisi, setiap menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) setiap sudut jalan-jalan, angkutan umum, tiang listrik dan telepon, pohon-pohon, pasti dipenuhi dengan poster, baliho, spanduk maupun stiker wajah calon anggota legislatif (caleg) dengan senyum yang lebar. Dengan berbagai gaya dan bahasa, stiker, baliho, spanduk maupun stiker itu mempunyai pesan yang sama yaitu ajakan untuk memilih caleg yang di dalam gambar tersebut pada hari pencoblosan.

 

Masyarakat pun menganggap wajar tempelan-tempelan yang oleh beberapa seniman di daerah Jogjakarta dianggap sebagai sampah visual tersebut. Hampir sebagian besar sampah visual tersebut sebenarnya melanggar aturan. Dalam aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat, alat peraga kampanye yang dijabarkan sebagai poster, baliho, banner, spanduk maupun stiker tersebut seharusnya tidak ditempatkan di tempat ibadah, rumah sakit atau tempat-tempat pelayanan kesehatan, gedung pemerintah, lembaga pendidikan (gedung dan sekolah), jalan-jalan protokol, jalan bebas hambatan, sarana dan prasara publik, taman dan pepohonan.

 

Sudah menjadi tradisi juga, setiap menjelang pemilu para caleg-caleg yang ingin duduk di kursi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dan Daerah memberikan berbagai macam barang kepada masyarakat. Ada yang memberikan sembako kepada masyarakat yang sedang tertimpa musibah, ada yang memberikan alat ibadah di berbagai kegiatan keagamaan. Berbagai hal tersebut sebenarnya bukan masalah jika diberikan dengan niat yang tulus untuk membagi kebahagiaan. Namun, seringkali pemberian tersebut tidak dibarengi dengan niat tulus, tetapi ada embel-embel ajakan untuk memilih si caleg tersebut.

 

Bagi sebagian masyarakat, pemberian tersebut dianggap hal yang wajar. Padahal menurut aturan KPU, caleg yang memberikan suatu barang atau hadiah yang disertai dengan ajakan memilih melalui tanda atau lain-lain dianggap sebagai sebuah pelanggaran tindak pidana pemilu.

 

Berbagai jenis pelanggaran seperti di atas adalah gambaran laporan yang masuk ke dalam program pemantauan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta dan ICT Laboratory For Social Change (Ilab). Laporan tersebut disampaikan oleh masyarakat dan pemantau aktif yang melaporkan ke situs dan aplikasi Matamassa. Saat ini AJI Jakarta, Ilab, SEATTI membuat program MataMassa. Dalam program ini, ikut terlibat di dalamnya lembaga pemantau independen lain seperti Perludem beserta jaringannya.

 

Program berbentuk aplikasi pemantauan pemilihan umum legislatif dan presiden 2014 ini disediakan kepada masyarakat di daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) untuk melaporkan berbagai dugaan pelanggaran dan kecurangan selama proses pelaksanaan pemilu.

Aplikasi MataMassa saat ini tersedia di Android (dapat diunduh dari Playstore) dan iOs (diunduh di AppStore). Kami juga menyediakan system laporan melalui situs www.matamassa.org , email lapor-AvsEX0ETf3SGglJvpFV4uA@public.gmane.org dan SMS 0813-7020-2014.  

 

Berkaitan dengan laporan-laporan yang telah masuk dalam sistem pemantauan MataMassa, AJI Jakarta dan Ilab berencana untuk memaparkannya kepada masyarakat, regulator dan media massa. Laporan berkala ini dilakukan agar pelaksanaan Pemilu 2014 semakin baik, bersih dan transparan.

 

 

Materi Laporan Berkala:

·         Penjelasan mengenai laporan dari masyarakat yang masuk ke aplikasi MataMassa, bentuk-bentuk pelanggaran, sebaran demografi laporan dan partai-partai yang dilaporkan melanggar.

·         Penjelasan mengenai tindak lanjut laporan yang masuk ke aplikasi Matamassa dari Bawaslu dan KPU Pusat.

·         Penjelasan dari lembaga pemantau pemilu yang menjadi partner program MataMassa.

 

Narasumber:

1.       AJI Jakarta

Mengupas mengenai laporan yang masuk melalui aplikasi MataMassa.

2.       Perludem

Mewakili pemantau aktif yang akan menjelaskan mengenai dugaan pelanggaran-pelanggran apa saja yang banyak dilakukan oleh partai dan caleg.

3.       Bawaslu

Menjelaskan sejauh mana laporan dugaan pelanggaran dari masyarakat yang telah ditindak lanjuti dan apa saja yang harus dilakukan ke depannya agar Pemilu 2014 bisa lebih bersih dan transparan.

4.       KPU

Menjelaskan bagaimana langkah KPU yang akan dilakukan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat.

 

 

Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Hari                       : Jumat

Tanggal                 : 7 Februari 2014

Waktu                    : Pukul 13.00 WIB – Selesai (Didahului makan siang)

Tempat                  : Lobby Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu)

                               Jl. M.H Thamrin No.14, Jakarta Pusat

 

Setelah konferensi pers, Bawaslu dan AJI Jakarta akan menandatangani Nota Kesepahaman Bersama untuk menindaklanjuti laporan masyarakat melalui aplikasi

 

-------------------------------------------

AJI Jakarta

Jl. Kalibata Timur IVG No.10

Kalibata, Jakarta Selatan 12740

Telp./Faks. (021) 798 4105

Email: ajijak-Hlp6NBfSoRe8rHFcjEY/OA@public.gmane.org

t: <at> AJI_JAKARTA

http://www.ajijakarta.org

-------------------------------------------

 



__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/MEDIACARE/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/MEDIACARE/






Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Attachment (image006.emz): application/octet-stream, 2687 bytes
AJI JAKARTA | 5 Feb 11:08 2014
Picon

Undangan Diskusi dan Laporan Publik MataMassa - Yuk Awasi Pemilu Kita!

No                   : 019/ AJIJAK/ II/ 2014

Perihal             : Undangan Diskusi dan Laporan Publik MataMassa - Yuk Awasi Pemilu Kita!

 

Kepada Yth.

Media Massa, LSM dan Masyarakat Pemerhati Pemilu 2014

Di Jakarta

 

Dengan hormat, 

Aliansi Jurnalis Independen (AJI Jakarta) dan ICT Laboratory for Social Change (iLab) sedang menyelenggarakan Program Pemantauan Pemilu 2014 melalui teknologi informasi yang kami namakan ‘MataMassa’. Program ini melibatkan masyarakat luas untuk memantau jalannya Pemilu 2014.

 

Sejak aplikasi MataMassa ini diluncurkan, MataMassa telah menerima lebih dari 400 laporan tindakan pelanggaran pemilu. Pemaparan ini merupakan bentuk kepedulian AJI Jakarta dan llab dan beberapa pihak lain yang membantu MataMassa agar ajang demokrasi tersebut berjalan dengan bersih dan transparan sehingga menjadikan Indonesia lebih baik.

 

Untuk itu, kami mohon kesediaan Bapak/Ibu untuk hadir pada acara diskusi dan Laporan Publik MataMassa, Yuk Awasi Pemilu Kita! Pada;

 

Hari/tanggal   : Jumat, 7 Februari 2014

Waktu             : Pukul 13.00 WIB – Selesai (Didahului makan siang)

Tempat           : Lobby Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu)

                          Jl. M.H Thamrin No.14, Jakarta Pusat

Pembicara      :

  1. Umar Idris, Ketua AJI Jakarta, Mengupas mengenai laporan yang masuk melalui aplikasi MataMassa.

2.    Nasrullah, Anggota Bawaslu, Menjelaskan sejauh mana laporan dugaan pelanggaran dari masyarakat yang telah ditindak lanjuti dan apa saja yang harus dilakukan ke depannya agar Pemilu 2014 bisa lebih bersih dan transparan.

3.    Ferry Junaedi, Deputi Direktur Eksekutif Perludem, Mewakili Keyperson menjelaskan mengenai dugaan pelanggaran-pelanggran apa saja yang banyak dilakukan oleh partai dan caleg.

4.    Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Anggota Komisioner KPU Pusat, Menjelaskan bagaimana langkah KPU yang akan dilakukan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat.

 

 

Kami sangat mengharapkan kehadiran Bapak/Ibu di acara tersebut.

 

Untuk informasi dan konfirmasi kehadiran dapat menghubungi Annisa di sekretariat AJI Jakarta, telepon 021-7984105, atau bisa melalui email  ajijak-Hlp6NBfSoRe8rHFcjEY/OA@public.gmane.org. 

 

Demikian undangan ini kami sampaikan. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Jakarta, 5 Februari 2014

 

Hormat kami,

 

 

Umar Idris                                                      Dian Yuliastuti

Ketua AJI Jakarta                                         Sekretaris AJI Jakarta

Lampiran

 

Daftar Undangan

1.         LKBN Antara

2.         Bisnis Indonesia

3.         The Jakarta Post

4.         Tabloid KONTAN

5.         Koran TEMPO

6.         Media Indonesia

7.         Rakyat Merdeka

8.         Republika Online

9.         Sinar Harapan

10.          Harian Warta Kota

11.          Jurnal Nasional

12.          Indopos Jawa Pos Jakarta

13.          Investor Daily

14.          Pos Kota

15.          Seputar Indonesia

16.          SWA

17.          Detik.com

18.          Investor Daily

19.          Sindonews.com

20.          okezone.com

21.          tempo.co

22.          ANTEVE Jakarta

23.          INDOSIAR

24.          RCTI

25.          Trans TV

26.          Global TV

27.          MNC TV

28.          Metro TV

29.          TVRI

30.          The Jakarta Globe

31.          Koran Jakarta

32.          Pelita

33.          Suara Pembaruan

34.          B channel

35.          Beritasatu.com

36.          Viva News

37.          Suara Pembaruan

38.          Trans 7

39.          Hukum Online.com

40.          tvOne

 

Kerangka Acuan Kegiatan

 

Laporan Berkala Program Pemantauan Pemilu 2014 di Jabodetabek

Melalui Aplikasi MataMassa

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta-iLab-SEATTI-Perludem-LBH Pers-Change.org-dll

 

Latar Belakang

 

Sudah menjadi tradisi, setiap menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) setiap sudut jalan-jalan, angkutan umum, tiang listrik dan telepon, pohon-pohon, pasti dipenuhi dengan poster, baliho, spanduk maupun stiker wajah calon anggota legislatif (caleg) dengan senyum yang lebar. Dengan berbagai gaya dan bahasa, stiker, baliho, spanduk maupun stiker itu mempunyai pesan yang sama yaitu ajakan untuk memilih caleg yang di dalam gambar tersebut pada hari pencoblosan.

 

Masyarakat pun menganggap wajar tempelan-tempelan yang oleh beberapa seniman di daerah Jogjakarta dianggap sebagai sampah visual tersebut. Hampir sebagian besar sampah visual tersebut sebenarnya melanggar aturan. Dalam aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat, alat peraga kampanye yang dijabarkan sebagai poster, baliho, banner, spanduk maupun stiker tersebut seharusnya tidak ditempatkan di tempat ibadah, rumah sakit atau tempat-tempat pelayanan kesehatan, gedung pemerintah, lembaga pendidikan (gedung dan sekolah), jalan-jalan protokol, jalan bebas hambatan, sarana dan prasara publik, taman dan pepohonan.

 

Sudah menjadi tradisi juga, setiap menjelang pemilu para caleg-caleg yang ingin duduk di kursi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dan Daerah memberikan berbagai macam barang kepada masyarakat. Ada yang memberikan sembako kepada masyarakat yang sedang tertimpa musibah, ada yang memberikan alat ibadah di berbagai kegiatan keagamaan. Berbagai hal tersebut sebenarnya bukan masalah jika diberikan dengan niat yang tulus untuk membagi kebahagiaan. Namun, seringkali pemberian tersebut tidak dibarengi dengan niat tulus, tetapi ada embel-embel ajakan untuk memilih si caleg tersebut.

 

Bagi sebagian masyarakat, pemberian tersebut dianggap hal yang wajar. Padahal menurut aturan KPU, caleg yang memberikan suatu barang atau hadiah yang disertai dengan ajakan memilih melalui tanda atau lain-lain dianggap sebagai sebuah pelanggaran tindak pidana pemilu.

 

Berbagai jenis pelanggaran seperti di atas adalah gambaran laporan yang masuk ke dalam program pemantauan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta dan ICT Laboratory For Social Change (Ilab). Laporan tersebut disampaikan oleh masyarakat dan pemantau aktif yang melaporkan ke situs dan aplikasi Matamassa. Saat ini AJI Jakarta, Ilab, SEATTI membuat program MataMassa. Dalam program ini, ikut terlibat di dalamnya lembaga pemantau independen lain seperti Perludem beserta jaringannya.

 

Program berbentuk aplikasi pemantauan pemilihan umum legislatif dan presiden 2014 ini disediakan kepada masyarakat di daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) untuk melaporkan berbagai dugaan pelanggaran dan kecurangan selama proses pelaksanaan pemilu.

Aplikasi MataMassa saat ini tersedia di Android (dapat diunduh dari Playstore) dan iOs (diunduh di AppStore). Kami juga menyediakan system laporan melalui situs www.matamassa.org , email lapor-AvsEX0ETf3SGglJvpFV4uA@public.gmane.org dan SMS 0813-7020-2014.  

 

Berkaitan dengan laporan-laporan yang telah masuk dalam sistem pemantauan MataMassa, AJI Jakarta dan Ilab berencana untuk memaparkannya kepada masyarakat, regulator dan media massa. Laporan berkala ini dilakukan agar pelaksanaan Pemilu 2014 semakin baik, bersih dan transparan.

 

 

Materi Laporan Berkala:

·         Penjelasan mengenai laporan dari masyarakat yang masuk ke aplikasi MataMassa, bentuk-bentuk pelanggaran, sebaran demografi laporan dan partai-partai yang dilaporkan melanggar.

·         Penjelasan mengenai tindak lanjut laporan yang masuk ke aplikasi Matamassa dari Bawaslu dan KPU Pusat.

·         Penjelasan dari lembaga pemantau pemilu yang menjadi partner program MataMassa.

 

Narasumber:

1.       AJI Jakarta

Mengupas mengenai laporan yang masuk melalui aplikasi MataMassa.

2.       Perludem

Mewakili pemantau aktif yang akan menjelaskan mengenai dugaan pelanggaran-pelanggran apa saja yang banyak dilakukan oleh partai dan caleg.

3.       Bawaslu

Menjelaskan sejauh mana laporan dugaan pelanggaran dari masyarakat yang telah ditindak lanjuti dan apa saja yang harus dilakukan ke depannya agar Pemilu 2014 bisa lebih bersih dan transparan.

4.       KPU

Menjelaskan bagaimana langkah KPU yang akan dilakukan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat.

 

 

Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Hari                       : Jumat

Tanggal                 : 7 Februari 2014

Waktu                    : Pukul 13.00 WIB – Selesai (Didahului makan siang)

Tempat                  : Lobby Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu)

                               Jl. M.H Thamrin No.14, Jakarta Pusat

 

Setelah konferensi pers, Bawaslu dan AJI Jakarta akan menandatangani Nota Kesepahaman Bersama untuk menindaklanjuti laporan masyarakat melalui aplikasi

 

-------------------------------------------

AJI Jakarta

Jl. Kalibata Timur IVG No.10

Kalibata, Jakarta Selatan 12740

Telp./Faks. (021) 798 4105

Email: ajijak-Hlp6NBfSoRe8rHFcjEY/OA@public.gmane.org

t: <at> AJI_JAKARTA

http://www.ajijakarta.org

-------------------------------------------

 



__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/MEDIACARE/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/MEDIACARE/






Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Attachment (image003.emz): application/octet-stream, 2687 bytes
bambangsoesatyo | 4 Feb 01:02 2014
Picon

OPINI: Blunder Oportunis

Tiga Blunder Para Oportunis

Bambang Soesatyo
Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar/
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia.                                                      
BELUM lagi Januari 2014 genap 31 hari, sudah tiga blunder dilakukan pemerintah. Sungguh tak elok karena
kecerobohan itu lebih mempertontonkan perilaku tidak berani bertanggungjawab.  Dalam konteks
manajemen, pemerintahan ini bahkan tampak semakin tidak kapabel karena perilakunya cenderung oportunis.
                                                
Bukan mengada-ada untuk mengatakan efektivitas dan kapabilitas pemerintahan Presiden Soesilo Bambang
Yudhoyono (SBY) akhir-akhir ini anjlok menuju titik terendah. Terbaru, incapability pemerintahan SBY
itu tercermin dari tiga persoalan yang kemudian berubah menjadi blunder. Mulai dari kisruh
‘kebijakan oportunis’ naik-turun harga gas elpiji 12 kilogram, berlanjut ke kisruh gagasan
alokasi dana hampir Rp 700 miliar untuk membayar saksi Parpol pada Pemilu 2014, dan persoalan terkini
mengenai misteri lolosnya beras premium yang diimpor dari Vietnam.
 
Barangkali, keputusan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mundur dari jabatannya boleh dilihat sebagai
blunder keempat. Soalnya, dia mundur ketika impor beras premium dari Vietnam itu masih menjadi
misteri. Masalah ini dia tinggalkan begitu saja demi kepentinganya mengikuti konvensi Partai
Demokrat yang sedang menjaring calon presiden. Ironis.
 
Pantaskah Gita mengikuti kompetisi itu? Tidak! Dia bukan tipikal pemimpin yang berani
bertanggungjawab. Berarti, tipikal ini bukan solusi yang menjadi dambaan segenap elemen rakyat.
Bayangkan, kalau dalam kapasitasnya sebagai Menteri Gita tega-teganya mewariskan misteri beras
impor itu, dia pasti tidak akan segan-segan pula berperilaku semau gue jika kapasitas kekuasaan
kepresidenan berada dalam genggamannya. 
 
Kembali pada tiga blunder Januari 2014 ini; tidak jelas benar apa yang menjadi sebab. Tetapi, menjelang
akhir masa bhakti pada Oktober 2014 nanti, Kabinet Indonesia Bersatu-II tampak begitu kedodoran.
Kabinet kehilangan koordinasi.  Tepatnya tidak terkoordinir.  Ada pemimpin tetapi tidak
menggunakan kapablitasnya sebagai pemimpin kabinet untuk mengkoordinir para menteri. Pemerintah
seperti  kehilangan nyali memerintah. Selalu takut menerima respons negatif atau kritik publik. 

Paling menyedihkan adalah perilaku tidak berani bertanggungjawab. Begitu muncul persoalan yang
dipertanyakan atau dikritik publik, para menteri tak jarang saling menyalahkan, atau lari dari
masalah, dengan melempar persoalan kepada koleganya atau pihak lain. Kalau pemerintah terpojok, akan
dirancang skenario penyelesaian masalah dengan drama yang, maaf, memuakan. Coba simak lagi
penyelesaian masalah ‘kebijakan oportunis’naik-turun harga gas elpiji 12 kilogram itu. Begitu
pemerintah tersudut, seorang menteri memaksakan diri tampil menyelamatkan citra kabinet dengan
klaimnya “Semua itu salah saya.” 

Tentu saja yang tampak di permukaan adalah profil bobroknya manajemen pemerintahan.  Idealnya,
presiden terusik, bahkan sangat marah, karena para menteri berperilaku amatiran. Publik sering
menyindir dengan bertanya, apa gunanya forum sidang kabinet bagi presiden dan para menteri serta
pejabat tinggi negara lainnya?  Kisruh harga gas elpiji, misteri beras impor dan penganggaran dana
saksi parpol mestinya tidak harus menjadi blunder jika tiga persoalan itu dibuka dan dibahas di sidang
kabinet paripurna maupun sidang kabinet terbatas.
 
Karena tiga langkah pemerintah itu berbuah heboh, bahkan reaksi sejumlah menteri pun tak kalah hebohnya,
berarti sidang kabinet tidak produktif. Kesimpulan ekstrimnya, persoalan harga gas, impor beras dari
Vietnam dan gagasan memberi dana untuk saksi parpol itu tidak pernah dibahas di sidang kabinet, baik
sidang kabinet terbatas bidang ekonomi maupun Polhukam. Padahal, tiga persoalan itu terbilang sangat
strategis karena berkait langsung dengan kebutuhan pokok rakyat dan penggunaan uang negara berjumlah
sangat besar. Karena strategis, presiden selaku pimpinan kabinet berhak tahu karena para menteri wajib
membuat laporan tertulis maupun lisan.
 
Lazimnya, proposal  rencana kebijakan setiap kementerian/departemen diinformasikan atau
dipresentasikan di forum sidang kabinet agar semua menteri tahu dan paham. Urgensi memaparkan rencana
kebijakan itu sangat jelas, terutama kalau rencana kebijakan itu butuh koordinasi lintas sektoral
alias menyentuh kewenangan departemen/Kementerian lain. Kalau para menteri wajib tahu dan paham,
apalagi presiden.
 
Karena alasan strategis itulah, tidak pada tempatnya membiarkan presiden tidak tahu semua persoalan
itu. Sebab, pada akhirnya, pertanggungjawaban atas semua kebijakan itu ada di pundak presiden. Dengan
begitu, ketidaktahuan presiden adalah sebuah kesalahan yang sulit dimengerti, apalagi dimaklumi.
 
Efektivitas pemerintahan ini mestinya tidak perlu dipersoalkan, karena kabinetnya terbilang tambun.
Selain tiga menteri Koordinator, beberapa kementerian diperkuat wakil Menteri. Keseharian tugas
Presiden pun didukung Dewan Pertimbangan (Wantimpres) yang beranggotakan para ahli dari berbagai
bidang dan sektor.
 
Belum lagi dukungan dari Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4).
Tiga blunder sepanjang Januari 2014 itu mestinya menjadi perhatian dan catatan UKP4. Bisa diasumsikan
bahwa rangkaian kecerobohan itu mempengaruhi kelancaran pemenuhan program kerja kabinet yang menjadi
fokus kajian UKP4.
 
Kepedulian Presiden
 
Katakanlah benar bahwa presiden sama sekali tidak tahu tiga rencana aksi kebijakan dari para menteri.
Kalau begitu,  tidak salah jika publik berkesimpulan ada menteri yang berperilaku oportunis. Atau,
ada menteri yang bereksperimen dengan membuat kebijakan sendiri. Dan, karena telah berbuah blunder,
perilaku opotunis dan eksperimen kebijakan oleh oknum menteri itu seharusnya mendapat sanksi atau
teguran keras dari presiden. Beralasan jika presiden marah karena rangkaian ceroboh itu telah
mencoreng pemerintahannya. Sayang, terlihat bahwa presiden sama sekali tidak terusik.
 
Kecuali anggota kabinet, Wantimpres serta UKP4, tidak ada yang tahu apa yang sesungguhnya sedang terjadi
di tubuh Kabinet. Akan tetapi, diyakini bahwa tiga kasus di bulan Januari 2014 itu pun menjadi
keprihatinan Wantimpres dan UKP4. Apakah masalah ini sudah didiskusikan dengan presiden? Itulah pertanyaannya.
 
Sangat sulit memulihkan kepercayaan dan keyakinan publik kepada pemerintahan sekarang ini, kalau
perilaku oportunis anggota kabinet dibiarkan. Setelah misteri beras impor dari Vietnam, entah kasus
apa lagi yang akan muncul ke ruang publik.
 
Dalam kasus  beras, Gita Wirjawan mengatakan bahwa Kemendag telah mengeluarkan izin impor beras
premium dari Vietnam berdasarkan rekomendasi dari Kementerian Pertanian.
 
Namun, Menteri Pertanian Suswono, menegaskan pihaknya tidak pernah memberi rekomendasi kepada
Kementerian Perdagangan untuk impor beras dari Vietnam. Dia juga tegaskan, beras dari Vietnam itu bukan
jenis khusus yang izin impornya memerlukan lintas kementerian. Importir yang berhak adalah Bulog.
 
Dalam kasus ini perilaku oportunis sangat mencolok.  Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memastikan
beras asal Vientam itu memang berizin, karena dilengkapi Surat Persetujuan Impor (SPI) dari
Kementerian Perdagangan. SPI dikeluarkan jika ada rekomendasi dari Kementerian Pertanian.
 
Kalau Suswono menegaskan tidak pernah memberi rekomendasi, berarti ada pihak yang memanipulasi atau
memalsukan rekomendasi Kementerian Pertanian demi legalitas penerbitan SPI. Persoalan inilah yang
mestinya dituntaskan dulu oleh Gita sebelum mundur dari jabatannya.
                  
Tentang gagasan honor untuk saksi Parpol itu pun sangat amatiran. Gagasan ini harus dilupakan karena
prosesnya saja sudah tidak jelas dan ngawur, tercermin dari saling tuding antara  Menteri dalam
Negeri  dan Ketua Bawaslu. Kalau pemerintah dan Bawaslu saja sudah tidak mau mengaku sebagai
penggagas, berarti ada niat buruk dibalik gagasan ini. Boleh jadi, niat memberi honor itu sebagai modus
mencurangi Pemilu.
 
Gagasan ini makin memperlihatkan keboborokan tata kelola. Selain ketidakjelasan penggagas, persoalan
lain yang harus diperjelas adalah sumber anggarannya. Masyarakat belum pernah mendengar ada dana dari
pemerintah untuk saksi Parpol yang telah dialokasikan dalam APBN 2014. Tiba-tiba muncul alokasi
anggaran sampai Rp 700 miliar. Bagaimana mekanismenya sampai muncul mata anggaran itu?
 
Gagasan ini sama sekali tidak bermoral, karena mengabaikan prinsip skala prioritas. Uang Rp 700 miliar
itu bukan jumlah yang kecil. Masyarakat di sejumlah daerah sedang menderita akibat bencana banjir dan
gunung meletus. Belum lagi Infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak parah. Dari pada dihamburkan
untuk program yang tidak jelas asal muasalnya, dana itu lebih baik digunakan membantu korban bencana dan
perbaikan infrastruktur
 
Paling konyol adalah ‘kebijakan oportunis’ naik-turun harga gas elpiji 12 kilogram. Ada kesan
kebohongan dalam merumuskan perubahan harga gas elpiji.  Turun naik harga gas elpiji tabung 12 Kg itu
hakikatnya kebijakan pemerintah, bukan semata-mata kebijakan Pertamina. BUMN bernama Pertamina itu
diikat dengan UU. Dia harus tunduk pada kehendak pemerintah, khususnya Presiden dan Menteri ESDM
sebagai Pembina. Apalagi komoditi yang dikelola Pertamina sangat strategis alias kebutuhan pokok rakyat.
 
Jadi, kalau presiden dan  para menteri mengatakan naiknya harga elpiji 12 Kg sebagai aksi korporasi 
Pertamina, pernyataan ini sarat kebohongan.  Pemerintah ingin mengambinghitamkan Pertamina,
karena tidak berani bertanggungjawab. Apalagi, Pertamina mengaku telah melaporkan  rencana
menaikkan harga elpiji 12 Kg kepada Menteri ESDM.  Mekanisme pelaporan ini sesuai Pasal 25 Peraturan
Menteri ESDM No.26/2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian  Elpiji.
 
Karena kenaikan harga elpiji berdampak sangat luas dan signifikan terhadap kehidupan rakyat, Menteri
ESDM pasti tidak berani bertindak sendirian. Dia akan berkoordinasi dengan Menko Perekonomian.
Setelah itu, keduanya pasti harus berkonsultasi dengan Presiden sebelum memberi respon final kepada Pertamina.
 
Kesimpulannya, kalau sejak 1 Januari 2014 Pertamina sempat menaikan harga gas elpiji 12 kilogram,
berarti pemerintah telah menyetujui proposal Pertamina.  Kalau tidak disetujui, Pertamina tidak
akan berani menaikkan harga gas elpiji. Jadi, ya begitulah jika negara dikelola oleh para oportunis.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

------------------------------------

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/MEDIACARE/

Group  <at>  FB: 
http://www.facebook.com/groups/MEDIACARE/

Yahoo Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/MEDIACARE/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/MEDIACARE/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    MEDIACARE-digest <at> yahoogroups.com 
    MEDIACARE-fullfeatured <at> yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    MEDIACARE-unsubscribe <at> yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo Groups is subject to:
    http://info.yahoo.com/legal/us/yahoo/utos/terms/

Remotivi Remotivi | 3 Feb 11:38 2014

Penjajah dan Yang Terjajah dalam Tayangan Televisi Indonesia

Penjajah dan Yang Terjajah dalam Tayangan Televisi Indonesia
Oleh Holy Rafika
Adalah Gaul Bareng Bule (GBB) di Trans TV, sebuah tayangan yang khas masyarakat pasca-kolonial. Memang tayangan ini sudah berhenti diputar setidaknya sejak awal Desember lalu, namun masih penting untuk dibicarakan karena dua alasan. Pertama, cara pandang yang dipakai dalam tayangan ini jamak dipakai oleh tayangan-tayangan lain ketika mendudukkan kebudayaan pribumi dan Barat. Kedua, tayangan ini adalah contoh yang paling gamblang dan banal untuk mengamati gejala pasca-kolonial di televisi.
Tak ada yang lebih penting dalam tayangan yang dipandu kakak beradik Zaskia dan Shireen Sungkar itu selain kehadiran si bule. Masalahnya, bagaimana si bule dapat menjadi sebuah komoditas jika tidak ada “nilai” yang diasumsikan ada padanya? Jelas, jawabnya adalah kekaguman terhadap bule, sebuah jejak dari masyarakat pasca-kolonial. 
Kekaguman itu bukanlah naluri alami sebuah bangsa satu berhadapan dengan semua bangsa lain. Jarang perasaan seperti itu diekspresikan orang Indonesia begitu berhadapan dengan orang dari benua Afrika, misalnya. Perasaan itu adalah sebuah kebudayaan khas masyarakat dengan pengalaman terjajah, di mana penjajah berarti western society. Ia lahir dari cara bagaimana hubungan “yang terjajah” dan “penjajah” dibangun. Tak semua interaksi kita dengan bangsa Barat sekarang adalah efek kolonialisme, namun sepanjang ada perasaan kekaguman kepada Barat—yang dalam bentuk lain berarti “perasaan ingin sama atau sejajar”—bisa jadi itu adalah efek kolonialisme.
Baca selanjutnya >>> remotivi.or.id
 
--
REMOTIVI
"Hidupkan Televisimu, Hidupkan Pikiranmu"
www.remotivi.or.idTwitter | Facebook


Remotivi adalah sebuah inisiatif warga untuk kerja pemantauan tayangan televisi di Indonesia. Cakupan kerjanya turut meliputi aktivitas pendidikan melek media dan advokasi yang bertujuan (1) mengembangkan tingkat kemelekmediaan masyarakat, (2) menumbuhkan, mengelola, dan merawat sikap kritis masyarakat terhadap televisi, dan (3) mendorong profesionalisme pekerja televisi untuk menghasilkan tayangan yang bermutu, sehat, dan mendidik.


__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/MEDIACARE/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/MEDIACARE/






Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
MEDIACARE | 1 Feb 16:19 2014
Picon

File - mediacare-welcome.txt


Mohon abaikan bagi Anda yang sudah pernah mengisi....

------------------------------------------

Dear members,

Sebelumnya kami ucapkan terima kasih atas kesediaan Anda untuk bergabung
di milis MEDIACARE. Hingga kini, tercatat lebih dari 9,000 anggota milis
yang datang dari berbagai kalangan, dengan latar belakang profesi yang 
berbeda. Ada wartawan, praktisi kehumasan, periklanan, komunikasi pemasaran,
EO, penyiar radio, news anchor, politisi, penulis lepas, dosen, 
redaktur bahasa, para pengamat berbagai bidang, pekerja seni, 
pelaku bisnis, penggiat LSM, juga dari kalangan mahasiswa, dan lainnya.

Kami berharap, milis ini dapat dijadikan ajang tukar menukar gagasan,
informasi, dan pemikiran-pemikiran positif lainnya, terutama yang berkaitan dengan
pengembangan media massa dan juga kegiatan-kegiatan kreatif di Indonesia. 
Di masa mendatang, siapa tahu kita bisa garap members gathering secara 
berkala dengan tajuk yang berbeda-beda.

Apabila Anda berkenan, mohon diisi data sebagai berikut:

Nama lengkap:
Nama panggilan:
Domisili (kota/negara):
Profesi: 
Tanggal lahir: 
No telp/HP:
E-mail:
Website:
Blog:

Nama media/lembaga: 
Ulang tahun lembaga/media: 
Alamat media/lembaga:
E-mail:
Website
Blog:

Sekali lagi, kami ucapkan terima kasih atas partisipasinya.....

Salam Mediacare!

Moderator

e-mail: mediacare-owner@...

------------------------------------

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/MEDIACARE/

Group  <at>  FB: 
http://www.facebook.com/groups/MEDIACARE/

Yahoo Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/MEDIACARE/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/MEDIACARE/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    MEDIACARE-digest@... 
    MEDIACARE-fullfeatured@...

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    MEDIACARE-unsubscribe@...

<*> Your use of Yahoo Groups is subject to:
    http://info.yahoo.com/legal/us/yahoo/utos/terms/

AJI JAKARTA | 1 Feb 10:46 2014
Picon

Siaran Pers: Lima Karya Jurnalistik Terpilih dalam Lomba Jurnalistik "FCTC untuk Ketahanan Bangsa"

Sabtu, 1 Februari 2014

UNTUK DIBERITAKAN

 

SIARAN PERS AJI JAKARTA

Lima Karya Jurnalistik Terpilih dalam Lomba Jurnalistik “FCTC untuk Ketahanan Bangsa”

 

JAKARTA. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta dan Komisi Pengendalian Tembakau (Komnas PT) memilih lima karya terbaik dalam ajang lomba karya jurnalistik bertema “Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) untuk Ketahanan Bangsa” melalui sebuah rapat pleno penjurian pada 25 Januari 2014 di Sekretariat AJI Jakarta.

Masing-masing pemenang berhak mendapatkan hadiah berupa uang tunai sebesar Rp 5 juta. Kelima karya terbaik itu berhasil menyisihkan 18 karya jurnalistik lain yang dihimpun oleh panitia sepanjang 22 Oktober-20 Desember 2013.  

Lima karya berjenis feature dan liputan mendalam (in-depth reporting) yang terpilih sebagai pemenang adalah sebagai berikut:

 

Pertama, "Smoking Among Minors Still a Major Problem in Indonesia", karya Dessy Sagita & Kennial Laia Caroline yang dimuat di The Jakarta Globe (16/11/2013). Tulisan ini berbicara tentang para perokok belia di Indonesia. Karya ini terpilih karena memiliki deskripsi yang cukup detil dan mendalam tentang fenomena perokok belia di Indonesia dengan beragam permasalahannya. Link tulisan tersebut ada di sini:  (http://www.thejakartaglobe.com/news/smoking-among-minors-still-a-major-problem-in-indonesia/)

 

Kedua, "Negeri Berselimut Asap Rokok" karya Salman Mardira yang dimuat di Okezone.com (8/11/2013). Karya jurnalistik ini berbicara tentang perokok pasif di Nangroe Aceh Darussalam (NAD) dan kebijakan pengendalian rokok yang masih lemah di tingkat lokal maupun nasional. Link ada di sini: http://news.okezone.com/read/2013/11/08/340/894078/negeri-berselimut-asap-rokok

 

Ketiga, "Gemar Bakar Uang, Tak Sudi Jaga Kesehatan" karya Erik Purnama Putra yang dimuat di Republika Online (Republika.co.id) pada 17 Desember 2013. Karya feature ini berbicara tentang fenomena merokok di Kota Malang dan dampaknya pada kemiskinan. Link karya ada di sini: http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/12/17/mxxder-gemar-bakar-uang-tak-sudi-jaga-kesehatan

 

Keempat, "Menunggu Aksesi FCTC’ dan ‘FCTC tidak akan Mematikan Industri", karya Subroto yang dimuat di Harian Republika. Karya ini dinilai  memiliki data yang kuat dan dapat menyuguhkannya dengan menarik. Karya ini dapat dilihat di edisi cetak terbit pada 8 November 2013.

 

Kelima ‘Ratifikasi Konvensi Rokok Dihadang Empat Menteri’ karya Ira Guslina Sufa yang dimuat di Koran Tempo (4/11/13). Karya ini dinilai dapat mendiskripsikan fakta tentang tarik ulur di lembaga pemerintah yang menyebabkan FCTC tidak diratifikasi sampai saat ini. Link ada di sini: http://koran.tempo.co/konten/2013/11/04/326562/Ratifikasi-Konvensi-Rokok-Dihadang-Empat-Menteri   

 

Dewan juri lomba ini adalah Redaktur Pelaksana Majalah Tempo Wahyu Dhyatmika, Pemimpin Redaksi PortalKBR.com Hendratmoko, dan Redaktur Pelaksana Harian Kontan/Ketua AJI Jakarta Umar Idris. Para juri melakukan penilaian berdasarkan empat aspek. Yakni, kesesuaian tema, orisinalitas, penggalian data narasumber, teknik penyajian, serta bahasa.

Ketua AJI Jakarta Umar Idris menilai porsi pemberitaaan seputar FCTC di media massa dari perspektif kesehatan saat ini masih kurang. Untuk itu AJI Jakarta bekerjasama dengan Komnas PT menyelenggarakan lomba ini agar media massa melakukan edukasi dari perspektif kesehatan mengenai rokok kepada masyarakat Indonesia. “Media massa mempunyai peranan penting dalam mengedukasi masyarakat dan dalam upaya pengendalian konsumsi rokok di Indonesia, khususnya bagi remaja dan anak-anak”, ujarnya.

 

Untuk informasi dapat menghubungi:

Ratna Ariyanti,  Project Officer+62818477455

Umar Idris, Ketua AJI Jakarta,  +62818111201

 

-------------------------------------------

AJI Jakarta

Jl. Kalibata Timur IVG No.10

Kalibata, Jakarta Selatan 12740

Telp./Faks. (021) 798 4105

Email: ajijak-Hlp6NBfSoRe8rHFcjEY/OA@public.gmane.org

t: <at> AJI_JAKARTA

http://www.ajijakarta.org

-------------------------------------------



__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/MEDIACARE/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/MEDIACARE/






Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Remotivi Remotivi | 27 Jan 10:00 2014

Menguji Logika Pandji

Menguji Logika Pandji
Oleh: Roy Thaniago

Pandji Pragiwaksono menulis dalam blognya: industri TV memang aneh. Buat saya, cara berpikir Pandji dalam tulisannya tersebut juga tak kalah anehnya. Dalam tulisan berjudul “Let’s Move It” itu, ia mendaku bahwa sampah yang disiarkan TV kita disebabkan oleh “selera” masyarakat kelas bawah. Begini kalimat pamungkasnya: “Itulah mengapa banyak program TV yang terpaksa di-‘dumb it down’ atau dibikin ‘goblok’ demi mendapatkan perhatian masyarakat kelas bawah.”
Tentu, keresahan Pandji atas pandirnya industri TV adalah keresahan saya pula, dan mungkin Anda semua. Tapi saya mempunyai pandangan yang berbeda dengan Pandji—meski ternyata  tulisan tersebut ditulis Februari tahun lalu, tapi belakangan menjadi ramai dibicarakan setelah seseorang memuatnya di Kaskus dan membuat gencarnya penyebaran di media sosial. Ya, popularitas kerap membuat sesuatu tampak penting dan, sialnya, tampak benar.
Ringkas cerita, cara berpikir Pandji dalam tulisan tersebut bisa disimpulkan dalam tiga poin. Pertama, bahwa selera masyarakat kelas bawah adalah penyebab dari buruknya isi siaran TV. Kedua, masyarakat kelas atas punya selera yang bermutu, atau setidaknya, tidak serendah kelas bawah. Ketiga, penonton televisi dikekalkan posisinya hanya sebagai konsumen, bukan warga negara.

Baca selanjutnya >>> Remotivi.or.id
--
REMOTIVI
"Hidupkan Televisimu, Hidupkan Pikiranmu"
www.remotivi.or.idTwitter | Facebook


Remotivi adalah sebuah inisiatif warga untuk kerja pemantauan tayangan televisi di Indonesia. Cakupan kerjanya turut meliputi aktivitas pendidikan melek media dan advokasi yang bertujuan (1) mengembangkan tingkat kemelekmediaan masyarakat, (2) menumbuhkan, mengelola, dan merawat sikap kritis masyarakat terhadap televisi, dan (3) mendorong profesionalisme pekerja televisi untuk menghasilkan tayangan yang bermutu, sehat, dan mendidik.


__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/MEDIACARE/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/MEDIACARE/






Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Remotivi Remotivi | 24 Jan 11:04 2014

RUU Penyiaran Versi Pemerintah Bersifat Otoriter

RUU Penyiaran Versi Pemerintah Bersifat Otoriter

Dunia penyiaran kita yang semakin dinamis dan kreatif saat ini tentu harus dibarengi dengan regulasi yang ketat pula. Untuk itu, saat ini, UU Penyiaran no. 32 sedang dalam tahap revisi. DPR sudah mengeluarkan draf UU Penyiaran yang baru dengan beberapa perubahan pada sebagian dari pasal-pasalnya. Namun, tak puas dengan versi DPR, Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) membuat versinya sendiri yang bertentangan dengan versi DPR yang dinilai cukup membela publik.
Konsorsium Masyarakt Sipil untuk Perlindungan Anak dari Zat Adiktif menganggap Daftar Investaris Masalah (DIM) RUU Penyiaran yang disusun oleh Kemenkominfo menjadikan pemerintah sebagai regulator tunggal penyiaran. Hal ini disampaikan Nina Mutmainnah Armando dalam konferensi pers “Batalkan DIM RUU Penyiaran, Kembalikan Hak Publik atas Penyiaran!” di kampus Al-Azhar Jakarta, 23 Januari 2014 lalu.
DIM ini, dikatakan Nina, bermasalah karena bertentangan dengan asas penyiaran yang menggunakan frekuensi milik publik, dan karenanya harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan publik. Nina mengemukakan beberapa masalah besar yang terdapat dalam DIM tersebut.
Baca Selanjutnya >>> http://remotivi.or.id/kabar-tv/ruu-penyiaran-versi-pemerintah-bersifat-otoriter
--
REMOTIVI
"Hidupkan Televisimu, Hidupkan Pikiranmu"
www.remotivi.or.idTwitter | Facebook


Remotivi adalah sebuah inisiatif warga untuk kerja pemantauan tayangan televisi di Indonesia. Cakupan kerjanya turut meliputi aktivitas pendidikan melek media dan advokasi yang bertujuan (1) mengembangkan tingkat kemelekmediaan masyarakat, (2) menumbuhkan, mengelola, dan merawat sikap kritis masyarakat terhadap televisi, dan (3) mendorong profesionalisme pekerja televisi untuk menghasilkan tayangan yang bermutu, sehat, dan mendidik.


__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/MEDIACARE/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/MEDIACARE/






Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Remotivi Remotivi | 23 Jan 06:11 2014

[Siaran Pers] KPI Janji Menghukum Stasiun TV Pengabdi Parpol pada Januari 2014

[Siaran Pers] KPI Janji Menghukum Stasiun TV Pengabdi Parpol pada Januari 2014

Jakarta–Hari ini tepat seminggu ketika Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berjanji kepada publik untuk menghukum stasiun TV pengabdi parpol selambat-lambatnya pada 31 Januari 2014. Janji itu KPI nyatakan di depan massa pada aksi #kadoKPI yang digelar gerakan Frekuensi Milik Publik (FMP) tanggal 16 Januari 2014. Tercatat ada tujuh komisioner KPI yang setuju dan menandatangani perjanjian bermaterai dengan isi sebagai berikut:
  1. KPI akan menghukum ANTV, TV One, Metro TV, MNC TV, Global TV, dan RCTI atas pelanggaran-pelanggaran penyiaran kampanye politik dengan mekanisme penghentian tayangan sementara dan denda;
  2. Memberikan catatan tertulis kepada Kemenkominfo atas berbagai pelanggaran yang dilakukan stasiun TV agar menjadi pertimbangan bagi Kemenkominfo setiap perpanjangan izin siaran stasiun TV;
  3. Pernyataan ini harus dilaksanakan paling lambat 31 Januari 2014.
Tujuh komisioner KPI yang menandatangani adalah Judhariksawan, Iddy Muzayyad, Agatha Lily, Bekti Nugroho, Fajar Arifianto Isnugroho, Sujarwanto Rahmat, dan Amirudin.
Penandatangan perjanjian ini adalah puncak dari aksi #kadoKPI yang melakukan long march dari Bunderan HI hingga ke depan kantor KPI sambil membawa kado tahun baru. Kado raksasa tersebut berisi petisi yang ditandatangani oleh 3.500 orang lebih yang menuntut agar KPI segera bekerja.
Sesaat setelah aksi #kadoKPI, KPI berencana meminta fatwa Mahkamah Agung (MA) untuk mendapat tafsir hukum tentang pengertian kampanye sebagaimana disebut dalam Undang-Undang No. 8 tahun 2012 tentang Pemilu. Padahal, tanpa fatwa dari MA itu, KPI sebenarnya dapat memberi sanksi dengan mengacu pada Pedoman Perilaku Penyiaran (P3):
      -    Pasal 11 ayat (1) tentang perlindungan kepentingan publik
      -    Pasal 11 ayat (2) tentang kewajiban bagi lembaga penyiaran untuk menjaga independensi dan netralitas isi siaran dalam setiap program siaran
      -    Pasal 22 ayat (5) tentang kewajiban bagi lembaga penyiaran untuk menjaga independensi dalam proses produksi program siaran jurnalistik untuk tidak dipengaruhi oleh pihak eksternal maupun internal termasuk pemodal atau pemilik lembaga penyiaran
       -   Pasal 50 tentang Siaran Pemilu
Juga Standar Program Siaran (SPS):
       -   Pasal 11 tentang kewajiban program siaran dimanfaatkan untuk kepentingan publik dan tidak untuk kepentingan kelompok tertentu, dan dilarang dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi pemilik lembaga penyiaran bersangkutan dan/atau kelompoknya
       -   Pasal 71 tentang Siaran Pemilu.
Permintaan fatwa kepadan MA ini dinilai FMP sebagai kegamangan KPI dalam memahami dunia penyiaran dan regulasinya. Dengan proses yang akan memakan waktu ini, sebenarnya publik akan menjadi pihak yang paling dirugikan karena frekuensi dipakai seenaknya untuk keuntungan beberapa partai politik. Situasi ini menjadi kian menggelikan tatkala kita tahu bahwa KPI sudah memberikan sanksi kepada 6 stasiun TV pada Desember 201, dan ini tanpa menunggu fatwa MA atau aturan lainnya yang selama ini dijadikan alasan oleh KPI untuk bisa bersikap tegas.
Perhatian kepada lembaga independen ini menjadi makin ramai setelah Tempo pada edisi 20 Januari 2014 menurunkan laporan investigasi mengenai skandal perekayasaan dalam proses pemilihan komisioner KPI periode ini. Terindikasi bahwa industri TV yang berafiliasi dengan partai politik mempunyai peranan penting dalam menentukan orang yang duduk sebagai komisioner KPI.
Tudingan-tudingan miring ini hanya akan sirna ketika KPI menjawabnya melalui kinerja mereka. Maka, tepati janji untuk menghukum stasiun TV pengabdi parpol. Publik menanti bukti. Sembilan hari lagi.
Tertanda,
Frekuensi Milik Publik
  1. Aliansi Jurnalis Independen Indonesia
  2. Aliansi Jurnalis Independen Jakarta
  3. Aliansi Sovi
  4. Change.org
  5. Cedaw Working Group Indonesia (CWGI )
  6. Center for Innovation Policy and Governance (CIPG)
  7. DNK TV (UIN Syarif Hidayatullah)
  8. Forum Masyarakat Kota Jakarta (FMKJ)
  9. Himpunan Mahasiswa Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  10. Information and Communication Technology (ICT) Watch
  11. Ikatan Mahasiswa Komunikasi Indonesia (IMIKI)
  12. Indonesia Bebas Rokok
  13. KontraS
  14. LBH Pers
  15. Lembaga Indonesia Peduli
  16. Lembaga Studi Pers dan Pembangunan (LSPP)
  17. LP3Y (Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerbitan Yogya)
  18. Lentera Anak Indonesia
  19. Masyarakat Peduli Media
  20. Oranye (Persma Universitas Tarumanagara)
  21. Pamflet
  22. PBHI Jakarta (Persatuan Bantuan Hukum dan HAM Jakarta)
  23. PGSC (Paramadina Graduate School of Communication) Angkatan 2013
  24. Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem)
  25. PR2Media (Pemantau Regulasi dan Regulator Media)
  26. Remotivi
  27. Rumah Perubahan LPP
  28. SAPA Indonesia
  29. SIAGA (FISIP Universitas Indonesia)
  30. Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet)
  31. Suara Mahasiswa (Persma Universitas Indonesia)
  32. Warta Feminis
Narahubung: Roy Thaniago, juru bicara FMP (08-999-826-221)
Baca selengkapnya >> www.remotivi.or.id

--
REMOTIVI
"Hidupkan Televisimu, Hidupkan Pikiranmu"
www.remotivi.or.idTwitter | Facebook


Remotivi adalah sebuah inisiatif warga untuk kerja pemantauan tayangan televisi di Indonesia. Cakupan kerjanya turut meliputi aktivitas pendidikan melek media dan advokasi yang bertujuan (1) mengembangkan tingkat kemelekmediaan masyarakat, (2) menumbuhkan, mengelola, dan merawat sikap kritis masyarakat terhadap televisi, dan (3) mendorong profesionalisme pekerja televisi untuk menghasilkan tayangan yang bermutu, sehat, dan mendidik.


__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/MEDIACARE/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/MEDIACARE/






Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Gmane