Remotivi Remotivi | 15 Nov 04:18 2013

Indonesia Tertinggal dalam Pelarangan Iklan Rokok di TV

Indonesia Tertinggal 

dalam Pelarangan Iklan Rokok di TV

Oleh: Redaksi
Remaja adalah generasi penerus untuk menggantikan perokok lama yang sudah bertobat,” ujar Hery Chariansyah, Direktur Eksekutif Lentera Anak Indonesia (LAI) dalam diskusi tentang iklan rokok di televisi yang bertempat di Gedung Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Indonesia (12/11). Pernyataan ini diamini oleh Nina Armando, mantan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang berperan sebagai moderator. Untuk mendekati pasar remaja, ujar Nina, perusahaan rokok berdandan sedemikian rupa sehingga membuat “anak-anak muda berpikir iklan rokok itu cool. Pesan iklan itu subliminal sekali, subtil sekali.”
Memahami besarnya pengaruh iklan rokok pada remaja dan anak ini, Ade Armando, anggota Tim Ahli Pendamping DPR untuk penyusunan Rancangan Undang-undang (RUU) penyiaran 2011-2012, menilai bahwa Undang-undang Penyiaran yang mengatur iklan rokok belum maksimal. Ini karena yang dilarang hanya penampilan wujud rokok dalam iklan rokok, sedangkan iklan rokok itu sendiri tidak dilarang. “Tidak ada yang baru dalam hal ini. Esensinya sama dengan Undang-undang Penyiaran tahun 2002, hanya berubah kata-katanya saja,” ujar Ade.
Lebih lanjut lagi, Ade memaparkan bahwa pasal-pasal dalam RUU Penyiaran yang mengatur soal iklan rokok masih kontradiktif. Misalnya, menurut pasal 80 huruf (d), lembaga penyiaran dilarang “menyiarkan periklanan yang mempromosikan minuman keras, zat adiktif; termasuk di dalamnya iklan spot, penempatpaduan produk, dan infomersial”. Sementara itu, pasal 80 huruf (f) hanya melarang untuk “menyiarkan periklanan dengan materi iklan yang menampilkan wujud rokok”. Dengan demikian, iklan rokok dalam bentuk iklan spot, penempatpaduan produk, dan infomersial masih diperbolehkan, sejauh tidak menampilkan wujud rokok. Padahal, UU Kesehatan pasal 113 menyatakan tembakau sebagai zat adiktif. Apabila mengacu pada UU tersebut, maka promosi rokok dalam bentuk apapun seharusnya dilarang.

Baca selangkapnya >> www.remotivi.or.id 

--
REMOTIVI
"Hidupkan Televisimu, Hidupkan Pikiranmu"
www.remotivi.or.idTwitter | Facebook


Remotivi adalah sebuah inisiatif warga untuk kerja pemantauan tayangan televisi di Indonesia. Cakupan kerjanya turut meliputi aktivitas pendidikan melek media dan advokasi yang bertujuan (1) mengembangkan tingkat kemelekmediaan masyarakat, (2) menumbuhkan, mengelola, dan merawat sikap kritis masyarakat terhadap televisi, dan (3) mendorong profesionalisme pekerja televisi untuk menghasilkan tayangan yang bermutu, sehat, dan mendidik.


__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/mediacare/






Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
anantö/ アナント | 13 Nov 09:04 2013
Picon

Athiyyah, Istri Anas, Kesandung Akta Perusahaan

“MS (Machfud Suroso, Direktur Utama Dutasari) meminta untuk mengatur seolah-olah AL (Athiyyah Laila) mengundurkan diri sebelum tahun 2011,” demikian tertulis dalam laporan itu.

 
salam,
ananto
=====
 

Athiyyah, Istri Anas, Kesandung Akta Perusahaan

Rabu, 13 November 2013 | 10:37 WIB

 

 

TEMPO.CO, Jakarta -- Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan upaya istri bekas Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Athiyyah Laila, yang diduga menghilangkan namanya dalam akta PT Dutasari Citralaras sebagai modus menghindar dari jeratan pidana korupsi. Wakil Ketua KPK Zulkarnain mengatakan tindakan Athiyyah tetap bisa dijerat. “Kalau terbukti dia memalsukan akta perusahaan, hal itu tetap masuk sebagai korupsi,” kata Zulkarnain kepada Tempo Selasa 12 November 2013.

Zulkarnain memastikan pemalsuan akta Dutasari—perusahaan penggarap proyek Hambalang—bisa masuk dakwaan jika Athiyyah dibawa ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Tapi Zulkarnain mengingatkan sampai saat ini lembaganya belum menjadikan Athiyyah, yang pernah menjabat komisaris Dutasari, sebagai tersangka. “Proses hukum masih berjalan,” katanya.


Ihwal pemalsuan akta Dutasari tercantum dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif Tahap II Proyek Hambalang yang diserahkan Badan Pemeriksa Keuangan kepada KPK. BPK meyakini ada upaya mengalihkan kepemilikan saham Athiyyah di Dutasari secara proforma atau mundur. Tujuannya, menghilangkan keterkaitan Athiyyah dengan kasus Hambalang yang mencuat pada 2011. “MS (Machfud Suroso, Direktur Utama Dutasari) meminta untuk mengatur seolah-olah AL (Athiyyah Laila) mengundurkan diri sebelum tahun 2011,” demikian tertulis dalam laporan itu.


BPK menyatakan Athiyyah bakal beralasan mundur dari Dutasari dengan alasan tak ingin ada konflik kepentingan karena Anas akan mencalonkan diri sebagai anggota DPR pada 2009. Pengamat hukum dari Universitas Indonesia, Chairul Huda, mengatakan pemalsuan akta jelas bisa dijerat hukum. Hukumannya maksimal 8 tahun penjara. Tapi dia menilai pemalsuan itu lebih tepat diusut polisi.


Zulkarnain menyatakan lembaganya tak mau gegabah melaporkan Athiyyah kepada polisi. “Sampai sekarang kami tak ada pikiran ke arah itu,” kata Zulkarnain. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Kepolisian Inspektur Jenderal Ronny Franky Sompie justru mempersilakan KPK melaporkan dugaan pemalsuan akta Dutasari. Menurut Ronny, polisi tak bisa proaktif menangani pemalsuan akta Dutasari. “Kalau KPK tak menyerahkan kepada kami, kami tak bisa menindaklanjuti.”


Athiyyah kemarin tak mau berkomentar saat KPK menggeledah rumahnya di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Pengacara Athiyyah, Carel Ticualu, menyatakan Athiyyah tak terlibat pemalsuan akta Dutasari. Carel mengklaim Athiyyah telah mundur dari Dutasari pada 2009. Tapi, kata dia, direksi Dutasari terlambat mendaftarkan perubahan pengurus ke Kementerian Hukum. “Aktanya baru diajukan pada 2011. Dewan direksi Dutasari lelet,” tuturnya.


MUHAMAD RIZKI | TRI ARTINING PUTRI | MUHAMAD MUHYIDDIN | PRAM

 

Sumber:

http://www.tempo.co/read/fokus/2013/11/13/2869/Athiyyah-Istri-Anas-Kesandung-Akta-Perusahaan



--
yasir wa la tu’asir

Hidayat memandang PKS akan dijungkalkan melalui kasus suap kuota impor daging ini. Hidayat menengarai ada konspirasi tingkat tinggi dalam kasus ini, bahkan bisa melibatkan zionis. (detik.com, 01/02/13)
 
(16) Saya percaya suatu hari, yg dulu diceritakan akan jadi kenyataan. Tapi yakini dulu bahwa partai kita ini adalah sumber pahala terbesar kita. (FH, 15/09/13)
 


__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/mediacare/






Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Al Faqir Ilmi | 13 Nov 02:42 2013
Picon

BEREDARNYA SURAT PEGAWAI KPK KEPADA ANAS URBANINGRUM

BEREDARNYA SURAT PEGAWAI KPK KEPADA ANAS URBANINGRUM
BY <at> TrioMacan2000

Kepada yth
Bapak Anas Urbaningrum
di tempat.

Sebelumnya saya mohon maaf, dengan surat ini, dan untuk kebaikan saya, dan menjaga kerahasian ini, maaf saya menyebut identitas saya yang sebenarnya. Saya adalah pegawai biasa di KPK.

Pak Anas yang lugu dan polos. Politik itu memang benar-benar sadis dan tidak ada hati nurani. Teman, kerabat, tidak heran kalau itu musuh, dan lawan politik. Termasuk Pak Anas adalah korban politik dari elit petinggi-petinggi di internal sendiri. Dibalik ini semua adalah Pak SBY dan kroninya.

Masalah bocornya sprindik, saya tersenyum, tapi hati saya terluka. Pak Anas, saya adalah pengagum Pak Anas.

Dan dibelakang Pak Anas banyak yang suport, dan kita siap mendukung perlawanan politik ini. Termasuk mahasiswa, kita sudah mulai cerdas, agar kebenaran itu siap kita dukung.

Pak Anas, ada hal yang penting, saya informasikan. Di KPK itu ada surat pemeriksan Bendahara Demokrat Nazarudin. Di mana BAP nya tersebut, Nazarudin melaporkan, di mana Pak SBY menerima dana untuk kampanye Pilpres 2009. Dimana, BAP tersebut sudah ditandatangani Nazarudin. Tapi, sampai sekarang ini, tidak pernah diangkat KPK. Dan tidak diteruskan langsung sampai sekarang. Mungkin nanti bisa saya kasih softcopynya ke Pak Anas. Mungkin ini bisa sebagai amunisi perlawanan politik buat Bapak.

Demikian surat ini saya buat sbg bentuk pendukung dan pengagum Pak Anas. Akhir kata saya ucapkan Maju terus, kebenaran pasti terungkap.

…. Itulah surat yg disebut makmun murod sebagai surat seorang pegawai KPK kepada Anas Urbaningrum…apakah makna yg terkandung didalamnya?

Bagi kami, surat tersebut maknanya sederhana saja. Itu hanya warning kepada SBY bahwa Anas memiliki bukti2 bahwa SBY terima dana haram. Bahwa dana haram yg diterima SBY pada pemilu/pilpres 2009 lalu, bukti2nya ada pada anas dan siap diungkap ke publik jika SBY kebablasan. Selama ini, Anas sdh dgn cukup sangat sabar meladeni segala amarah dan fitnah SBY langsung atau via KPK - Media - sengkuni2nya. Tp kali ini anas beri warning ke SBY : “ anda off side Mr. Presiden ! Jika anda tdk hati2 dan keterlaluan, saya juga bisa seret anda !”

Mungkin ini sebenarnya yang menjadi halaman kedua ‘Buku Anas’ yg sengaja dia tunda pembukaannya. Apakah SBY bisa tdk nyenyak malam ini?. Jika ‘Surat Pegawai KPK’ itu adalah sinyalemen Anas yg mau buka lembaran halaman kedua dari ‘Buku Anas’, sdh sewajarnya SBY khawatir. Halaman 2, halaman 3 dan seterusnya dari Buku Anas ini akan mengirimkan SBY ke pengadilan atau setidaknya ke lembah terdalam kenistaan

Apakah SBY lupa bhw dia sempat panik dan paranoid ketika dia paksa KPK TSK kan anas 10 bulan lalu ? Lupa bhw anas punya BUKU SUCI ?


__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/mediacare/






Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
anantö/ アナント | 12 Nov 10:18 2013
Picon

KPK Ajukan Banding atas Putusan Fathanah

"KPK resmi mengajukan banding terkait vonis Ahmad Fathanah," ujar Jubir KPK, Johan Budi di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (11/11/2013).
 
salam,
ananto
=====
 

KPK Ajukan Banding atas Putusan Fathanah

Penulis :  Icha Rastika

Senin, 11 November 2013 | 18:18 WIB

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi memutuskan untuk mengajukan banding atas putusan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta yang mengadili perkara dugaan korupsi dan pencucian uang dengan terdakwa Ahmad Fathanah. Dalam putusannya, majelis hakim menjatuhkan hukuman 14 tahun dan denda Rp 1 miliar.


“Jaksa KPK memilih untuk banding,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi, Senin (11/11/2013).


Menurut Johan, alasan KPK mengajukan banding bukan karena menganggap hukuman yang dijatuhkan majelis hakim terlalu ringan, melainkan karena penerapan pasal yang dinyatakan terbukti oleh majelis hakim.


KPK meyakini Fathanah terbukti melakukan pencucian uang sesuai dengan dakwaan kedua dan ketiga. Namun menurut majelis hakim, orang dekat mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq itu hanya terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang dalam dakwaan kedua.


“Dari sisi putusan vonis 14 tahun sudah cukup baik, sudah lebih dari dua per tiga, tapi dari penerapan pasal, dakwaan ketiga, yang Pasal 5, jaksa meyakini dakwaan itu bisa dikenakan,” tuturnya.


Hakim menyatakan Fathanah terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang sesuai dengan dakwaan kedua, yakni membayarkan, mentransfer, membelanjakan, dan menukarkan mata uang dengan menggunakan dua rekeningnya dan uang tunai dengan seluruh transaksi mencapai Rp 38,709 miliar pada Januari 2011-2013.


Fathanah, menurut majelis hakim, tidak terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang dalam dakwaan ketiga. Dakwaan itu menyoal penerimaan uang Rp 35,408 miliar dalam kurun 2011-2013.


Selain melakukan pencucian uang, Fathanah dianggap terbukti menerima uang Rp 1,3 miliar dari Direktur PT Indoguna Utama, bersama-sama Luthfi Hasan Ishaaq, terkait pengurusan kuota impor daging sapi.

 

Editor : Caroline Damanik

 

Sumber:

http://nasional.kompas.com/read/2013/11/11/1818013/KPK.Ajukan.Banding.atas.Putusan.Fathanah

 

 

KPK Resmi Ajukan Banding Atas Vonis Kasus Fathanah

Senin, 11/11/2013 17:37 WIB

Ikhwanul Khabibi - detikNews

 

Jakarta - Meskipun vonis Ahmad Fathanah sudah cukup berat, namun pihak KPK tetap mengajukan banding. Pengajuan banding ini terkait dengan pasal 5 tentang pencucian yang dianggap tidak terbukti oleh majelis hakim.


"KPK resmi mengajukan banding terkait vonis Ahmad Fathanah," ujar Jubir KPK, Johan Budi di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (11/11/2013).


Menurut Johan, meskipun vonis yang dijatuhkan telah lebih dari 2/3 dari tuntutan, namun masih ada yang dianggap kurang. KPK masih berkeyakinan pasal 5 tentang pencucian uang bisa dikenakan ke Fathanah.


"Jaksa KPK meyakini dakwaan ketiga bisa dikenakan ke Fathanah," jelasnya.


Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi memvonis Ahmad Fathanah dengan hukuman 14 tahun penjara denda Rp 1 miliar subsidair 6 bulan kurungan. Fathanah terbukti menerima suap Rp 1,3 miliar untuk pengurusan penambahan kuota impor daging sapi dan pidana pencucian uang.


Fathanah terbukti melanggar Pasal 12 huruf a UU Pemberantasan Korupsi dan Pasal 3 UU No 8/2010.

 

(kha/lh)

 

Sumber:

http://news.detik.com/read/2013/11/11/173756/2409764/10/?992204topnews



--
yasir wa la tu’asir

Hidayat memandang PKS akan dijungkalkan melalui kasus suap kuota impor daging ini. Hidayat menengarai ada konspirasi tingkat tinggi dalam kasus ini, bahkan bisa melibatkan zionis. (detik.com, 01/02/13)
 
(16) Saya percaya suatu hari, yg dulu diceritakan akan jadi kenyataan. Tapi yakini dulu bahwa partai kita ini adalah sumber pahala terbesar kita. (FH, 15/09/13)
 


__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/mediacare/






Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
anantö/ アナント | 12 Nov 03:03 2013
Picon

Dahlan: Maraton Dua Perusahaan Ikan yang Baru Bangkit

Maraton Dua Perusahaan Ikan yang Baru Bangkit
Senin, 11 November 2013
 
Satu lagi perusahaan BUMN yang selama ini “tidak hidup dan tidak mati” kini bergairah kembali: Perum Perikanan Indonesia (Perindo). Nasibnya pernah sama dengan PT Perikanan Nusantara (Prinus) yang pingsan bertahun-tahun.

 

Kini dua-duanya hidup kembali. Kalau PT Prinus bergerak di bidang penangkapan ikan, Perum Perindo menekuni bidang pelabuhan khusus perikanan. Kalau kisah kebangkitan PT Prinus sudah saya uraikan pada Manufacturing Hope 96, giliran hari ini saya mengisahkan kebangkitan Perum Perindo.

 

Memang dua perusahaan itu seperti tumpang tindih. PT Prinus juga memiliki pelabuhan ikan, Perum Perindo juga mengembangkan ikan. Tapi, biarlah masing-masing hidup dulu, mengembangkan diri dulu, dan kelak entah harus disatukan atau tidak.

 

Sudah terbukti langkah penyatuan perusahaan tidak selalu betul. PT Prinus sendiri adalah gabungan (hasil merger) dari lima perusahaan perikanan milik negara. Toh tertatih-tatih juga sebelum akhirnya bangkit dan berlari.

 

Sebetulnya basis Perum Perindo sangat kuat dan strategis. Perusahaan itu menguasai lahan pelabuhan ikan seluas 76 hektare (ha) di Muara Baru, Jakarta. Juga memiliki pelabuhan ikan di lima kota lain seperti Pekalongan, Jawa Tengah; Belawan, Sumatera Utara; dan Brondong, Lamongan, Jawa Timur. Entah bagaimana dulunya perusahaan itu dikelola hingga kian lama kian lemah.

 

Awal 2013 adalah awal pembenahan Perum Perindo. Direksi baru ditetapkan. Dirutnya masih muda: 37 tahun. Dia seorang doktor perikanan dari Undip Semarang. Dia seorang pekerja keras dan mampu bekerja secara tim. Dia juga bukan seorang yang bossy sehingga rajin turun ke lapangan.

 

Sebelum diangkat menjadi Dirut, Agus Suherman sudah teruji dalam penilaian integritasnya. Saya perlu satu tahun untuk mengamati caranya bekerja dan mengamati perilakunya sehari-hari di Kementerian BUMN.

 

Memang tidak mudah bagi Agus untuk membenahi Perum Perindo. Dari lahan 76 ha di Muara Baru itu, sebagian besar sudah disewa-sewakan. Sewanya pun panjang-panjang: 30 tahun. Tarifnya sangat murah.

 

Yang seperti itu memang lazim di perusahaan pemerintah pada masa lalu. Termasuk di pelabuhan Ambon yang masuk PT Pelindo IV. Untungnya, di Pelindo masa sewanya tidak lama. Tahun ini berakhir. Tahun depan lahan pelabuhan Ambon akan dikelola sendiri oleh BUMN tersebut.

 

Di Perum Perindo, dampak sewa yang sangat murah itu juga membuat penyewanya tidak bersemangat. Banyak lahan dibiarkan telantar di situ. Toh bayar sewanya hanya Rp 10 juta per hektare per tahun.

 

Agus mulai menertibkannya. Tidak sia-sia Pak Mustafa Abubakar dulu menarik Agus dari Semarang ke Jakarta dan menjadi pejabat eselon III di Kementerian BUMN. Dia berani bertindak. Dia peringatkan para penyewa yang lalai itu: kalau tidak dibangun akan diambil perusahaan untuk dikelola sendiri.

 

Berkat peringatan itu, kini banyak perubahan. Waktu saya meninjau Perum Perindo Kamis lalu (sambil rapim BUMN di situ) terlihat kegiatan pembangunan pabrik di berbagai lokasi.

 

Saya memimpikan Muara Baru bisa menjadi pelabuhan perikanan yang modern, tertata rapi, dan menjadi kebanggaan bangsa. Pabrik es besar di situ yang semula sudah kembang kempis kini bekerja penuh. Galangan kapal ikan yang hanya dua buah sudah dibenahi.

 

Dulu kapal ikan yang rusak harus antre panjang untuk diperbaiki. Antreannya bisa sampai 200 kapal. Kini memang masih antre, tapi tingggal 80 kapal.

 

Untuk itu, Perum Perindo akan menambah dua galangan lagi. Enam bulan ke depan harus sudah jadi. Agar jumlah kapal ikan yang antre berkisar 20. Dengan cepatnya perbaikan kapal-kapal ikan yang rusak, otomatis produksi ikan akan meningkat.

 

Agus juga berencana membenahi bagian-bagian pelabuhan yang kumuh. Termasuk menetapkan model sewa yang baik. Beberapa pabrik ikan di situ tidak bisa dibangkitkan karena dalam status sitaan bank. Rupanya, karena jangka sewa yang panjang itu, banyak juga aset di situ yang diagunkan ke bank. Ketika kreditnya bermasalah, pabriknya disita.

 

Meski statusnya perum, Agus bisa membawa Perindo menjadi perusahaan yang untung. Ini sekaligus jadi pelajaran bagi BUMN berstatus perum lainnya. Tapi, saya tidak akan menuntut laba yang besar dari Perum Perindo. Tuntutan terbesar adalah memajukan industri perikanan Indonesia.

 

Saya akan mempertahankan dua perusahaan perikanan BUMN itu untuk berdiri sendiri-sendiri. Tidak akan digabung. Saya akan mempertandingkan keduanya head-to-head. Saya ingin menciptakan persaingan internal BUMN perikanan itu.

 

Laut Indonesia begitu luasnya. Jangankan dua perusahaan perikanan. Lima perusahaan pun kuat ditampung oleh luasnya wilayah laut Nusantara. Tahun depan adalah tahun dimulainya lomba maraton antara PT Prinus dan Perum Perindo. (*)

 

Dahlan Iskan, Menteri BUMN

 

Sumber:

http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/11/11/maraton-dua-perusahaan-ikan-yang-baru-bangkit/



--
yasir wa la tu’asir

Hidayat memandang PKS akan dijungkalkan melalui kasus suap kuota impor daging ini. Hidayat menengarai ada konspirasi tingkat tinggi dalam kasus ini, bahkan bisa melibatkan zionis. (detik.com, 01/02/13)
 
(16) Saya percaya suatu hari, yg dulu diceritakan akan jadi kenyataan. Tapi yakini dulu bahwa partai kita ini adalah sumber pahala terbesar kita. (FH, 15/09/13)
 


__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/mediacare/






Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
bambang murtianto | 12 Nov 08:36 2013
Picon

Permadi: Sarwo Edhie Pahlawan Nasional?

Persis pada Hari Pahlawan 10 November 2013 kemarin
terbaca berita menarik tentang akan ditetapkannya tahun depan
Pak Sarwo, Komandan RPKAD legendaris tahun 65  itu
sebagai Pahlawan Nasional.


Saya segera mewawancarai "sahabat" Almarhum Pak Permadi, SH
lewat SMS (dan tidak takut-takut beliau kasih no HPnya bagi siapa saja yang mau bertanya lebih jauh, bisa langsung saja: +62811828060):

T: Pak Permadi, saya baca di internet, tahun depan Pak Sarwo akan dipahlawan-nasionalkan  oleh Presiden SBY. Dewan Gelar, Tanda Jawa dan Tanda Kehormatan barangkali sudah menyiapkan surat putusannya. Ada komentar?

J: Negara ini BENAR-BENAR BEDEBAH. Orang yang  bersama Suharto MEMBUNUH TIGA JUTA RAKYAT mau dijadikan Pahlawan Nasional?

T: Apakah dalam percakapan pribadi dulu dengan Pak Sarwo sebelum berpulang...ada tertangkap kesan  rasa penyesalan Beliau telah berperan besar membunuh tiga juta rakyat atau tidak?

J: Beliau sangat menyesal dan merasa ditipu pak Harto. dan Beliau sadar, sehingga mengatakan BUNG KARNO BUKAN PKI & BUNG KARNO ORANG BESAR

T: Jadi apakah solusi status Beliau sebaiknya diambangkan saja? Artinya yang mau anggap beliau hero, monggo, yang mau anggap beliau algojo, ya monggo, dan negara tidak perlu masuk terlalu jauh?

J: Betul.


 

Sarwo Edhie Ditetapkan Pahlawan Nasional Pada 2014
Minggu, 10 November 2013 | 04:13 WIB

TERKAIT
Metrotvnews.com, Purworejo: Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo menyebutkan pemerintah telah menyetujui usulan agar Letnan Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo menjadi pahlawan nasional, dan akan ditetapkan pada 2014.

"Tadi sore Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan telah menyetujui usulan agar Pak Sarwo Edhie sebagai pahlawan nasional," kata Pramono yang merupakan anak kelima dari Sarwo Edhie di Purworejo, Jawa Tengah, Sabtu (9/11) malam.

Pramono lebih lanjut mengatakan, sesuai ketentuan, setelah disetujui oleh Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan pada tahun ini, pemberian gelar pahlawan nasional akan ditetapkan pada tahun berikutnya yakni 2014. Pada kesempatan yang sama, Bupati Purworejo Mahsun Zain mengatakan usulan untuk penetapan Sarwo Edhie sebagai pahlawan nasional telah mempertimbangkan aspirasi dari berbagai lapisan masyarakat.

Usulan itu kemudian diteruskan ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan akhirnya masuk ke pertimbangan pemerintah pusat dan akhirnya disetujui. Bupati mengatakan, usulan tersebut merupakan cerminan bahwa masyarakat Purworejo tidak akan melupakan jasa-jasa pahlawannya, sekaligus upaya untuk menghargai sejarah.

Menurut Mahsun, Kabupaten Purworejo telah lama dikenal sebagai wilayah yang telah melahirkan banyak jenderal dan pahlawan nasional seperti tokoh militer Jenderal (Purn) Urip Sumihardjo, dan Jenderal (Purn) Achmad Yani. Namun, baik Pramono dan Mahsun, tidak menjelaskan mengenai peran khusus Sarwo Edhie sehingga diusulkan untuk ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

Salah satu warga yang menghadiri haul, Achmad Sahlan (64), mengatakan sosok prajurit dari mendiang Sarwo Edhie cukup dikenang di kalangan masyarakat Purworejo. "Kepahlawanannya terlihat saat dia ditugasi negara untuk menumpas Gerakan 30 S PKI," ujar dia, yang merupakan warga asli Purworejo.

Dia merasa bangga Kota Purworejo dapat melahirkan sosok Jenderal yang dapat memimpin operasi penumpasan Gerakan 30 S PKI pada dekade 60-an itu. "Banyak jenderal-jenderal dari Purworejo, Sarwo Edhie termasuk yang sangat membanggakan kami," ujarnya.

Sarwo Edhie, sebagai Panglima Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD) asal muasal Kopassandha TNI AD/Kopassus TNI AD) merupakan tokoh militer yang memimpin penumpasan pemberontak komunis G30S/PKI. Partai Komunis Indonesia hingga kini dinyatakan sebagai pihak paling bertanggung jawab atas pembunuhan enam jenderal dan satu perwira pertama TNI AD.

Setelah itu, Sarwo Edhie yang juga ayah dari Ibu Negara, Kristiani Yudhoyono, ini juga pernah menjadi Kepala BP-7 Pusat, Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan, serta menjadi gubernur AKABRI. Sarwo Edhie wafat pada 9 November 1989 dalam usia 64 tahun.(Ant)

Editor: Deni Fauzan


__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/mediacare/






Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Aria Indrawati | 11 Nov 09:48 2013
Picon

mitra netra english contest

 

 



 

 

Siaran Pers

 

LOMBA BAHASA INGGRIS BAGI TUNANETRA

“With English We Reach Our Dreams”

 

Mimpi…. Semua orang, baik anak-anak maupun dewasa, memiliki mimpi. Tak terkecuali mereka yang tunanetra. Mimpi adalah suatu harapan. Harapan yang kita gantungkan setinggi langit untuk dijadikan semangat dalam mengisi hidup ini. Mimpi, harapan, dan cita-cita adalah hal yang dapat membuat manusia bertahan hidup. Merai h mimpi dapat menjadi alasan orang untuk terus berjuang dalam hidup ini.

 

Bagi tunanetra, mimpi adalah memiliki kesempatan yang sama dalam semua hal seperti yang lainnya. Termasuk kesempatan dalam berkompetisi secara adil. Berkompetisi untuk menggali lebih dalam potensi yang dimiliki.

 

Banyak dari tunanetra yang memiliki potensi yang besar dalam dirinya. Namun, masih sedikit sekali yang menyadari bahwa dirinya memiliki potensi tersebut. Hal ini karena masih kurangnya kesempatan bagi tunanetra untuk bisa mengembangkan dan membangun lebih besar lagi potensi dalam dirinya. Termasuk potensi dalam berbahasa asing, khususnya berbahasa Inggris.

 

Yayasan Mitra Netra yang bergerak di bidang pelayanan untuk tunanetra dalam bentuk “soft skill” juga memperhatikan betapa pentingnya kemampuan menguasai Bahasa Inggris. Dengan program “Mini Learning Center”nya, Mitra Netra membuka program English Club bagi tunanetra. English Club ini telah berdiri sejak tahun 2009 hingga sekarang. Untuk menyelenggarakan dan mengembangkan English Club ini, Mitra Netra mempercayakannya kepada Irma Hikmayanti, yang juga seorang tunanetra.

 

Pada tahun 2010, atas inisyatif Irma Hikmayanti pula, Mitra Netra English Club telah menyelenggarakan sebuah lomba Bahasa Inggris (English Contest) untuk pertama kalinya di Indonesia bagi tunanetra. Kompetisi ini diadakan untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Ada dua kategori dalam lomba tersebut. Pertama, “Spelling” (mengeja kata) dan kedua adalah “Speech” (pidato).

 

Kini, di tahun 2013, untuk kedua kalinya Mitra Netra English Club kembali menyelenggarakan lomba Bahasa Inggris (English Contest) bagi tunanetra. English Contest yang bertemakan “With English We Reach Our Dreams” ini diikuti oleh 28 orang tunanetra dari wilayah yang lebih luas, yakni DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Sebagaimana sebelumnya, lomba kali ini juga diselenggarakan di kantor Yayasan Mitra Netra di Jalan Gunung Balong II No. 58, Lebak Bulus III, Jakarta Selatan pada 9 November 2013.

 

Dari sisi peserta, lomba kali ini dibagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok anak-anak dan kelompok dewasa. Untuk menumbuhkan rasa memiliki peserta, pada lomba ini, panitia memungut biaya sebesar Rp 50.000,00 (lima puluh ribu rupiah) untuk tiap kategori lomba.

 

span>

Kategori lomba pada English Contest kali ini pun lebih bervariasi dibandingkan English Contest sebelumnya. Terdapat tiga kategori lomba, yaitu: “Spelling” (mengeja kata), “Story Telling” (mendongeng), dan “Speech” (pidato). Untuk kelompok anak-anak, dilombakan kategori “Spelling” dan “Story Telling”. Adapun untuk kelompok dewasa dilombakan kategori “Story Telling” dan “Speech”.

 

Yang menarik dari English Contest kali ini adalah animo dari para peserta dalam mengikuti lomba. Hampir lebih dari 75% dari jumlah peserta yang telah mendaftar, mengikuti lomba “Story Telling”. Padahal, kategori lomba “Story Telling” ini merupakan yang pertama kali diadakan. Animo yang cukup besar dari peserta untuk berpartisipasi dalam lomba “Story Telling” inilah yang menjadi menarik.

 

Sebagai dewan juri dalam lomba ini, Mitra Netra English Club mengundang para relawan dari pelbagai kalangan untuk berpartisipasi yang sebagian di antaranya adalah “native speaker”. Mereka adalah:

-       Zack Petersen, wartawan “The Jakarta Globe”, dari Amerika Serikat;

-       Sara Schonhardt, wartawan “The Wallstreet Journal”, dari Amerika Serikat;

-       Mila Hadiyani, S.T., principal of The Apple Tree International Pre-School, Jakarta; dan

-       Vivi Riana Sianturi, S.E., English Teacher and Translator of Compassion Indonesia (sebu ah LSM internasional).

 

“Bahasa adalah alat komunikasi. Dengan menguasai minimal satu bahasa internasional, tunanetra akan dapat membangun dan mengembangkan jaringan dengan kalangan yang lebih luas di dunia internasional, baik dengan sesama penyandang disabilitas maupun dengan mereka yang tidak menyandang disabilitas. Melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi di luar negeri pun dapat mereka tempuh dengan memiliki kemampuan berbahasa Inggris”, ungkap Aria Indrawati, Kepala Bagian Humas Yay asan Mitra Netra.

 

Di bawah ini adalah mereka  yang telah memenangkan kompetisi ini:

a.       Kategori “Spelling” (mengeja kata) Kelompok Anak-anak:

- Juara 1: Tiara Aufanisa (Mitra Netra English Club, Jakarta)

- Juara 2: Nenden Sri Agustina (Acces-SLBA Kota Bandung)

- Juara 3: Aini Duha Hidayah (SLBA Elsafan, Jakarta)

 

b.      Kategori “Story Telling” (mendongeng) Kelompok Anak-anak:

- Juara 1: Kenichi Satria Kaffa (Mitra Netra English Club, Jakarta)

- Juara 2: Ahmad Maulana (Mitra Netra English Club, Jakarta)

- Juara 3: Nenden Sri Agustina (Acces-SLBA Kota Bandung)

 

c.       Kategori “Story Telling” (mendongeng) Kelompok Dewasa:

- Juara 1: Wijaya (Jakarta)

- Juara 2: Deasy Junaedi (Jakarta)

- Juara 3: Aryani Sri Ramadhani (Jak arta)

 

d.      Kategori “Speech” (pidato) Kelompok Dewasa:

- Juara 1: Aryani Sri Ramadhani (Jakarta)

- Juara 2: Wijaya (Jakarta)

- Juara 3: Oki Kurnia (Jakarta)

Mitra Netra menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah memungkinkan kegiatan ini terselenggara. Mereka adalah PT Fortune Indonesia (Tupperware She Can) sebagai s ponsor utama, Coca Cola Foundation, dan beberapa individu yang berkenan menjadi relawan.

 

Biarkan mimpi itu digantungkan setinggi langit. Dan berikanlah kesempatan bagi mereka untuk meraihnya. Karena dengan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya, maka mimpi yang tergantung tinggi di langit pun bukanlah hal yang mustahil untuk digapai. Seperti kesempatan yang diberikan untuk lomba “Story Telling” (mendongeng) yang ternyata mendapatkan respon yang sangat tinggi. Itu artinya, bila kesempatan itu terbuka, maka potensi dan bakat pun akan terlihat. Bukan tidak mungkin akan banyak tunanetra yang memiliki potensi dan bakat di bidang bahasa asing, khususnya Bahasa Inggris

 

Untuk mendapatkan  informasi lebih lanjut mengenai lomba ini, silakan menghubungi:

-       Irma Hikmayanti, Ketua Panitia, nomor ponse l: 081381465868.

-       Aria Indrawati, Kepala Bagian Humas Yayasan Mitra Netra, nomor ponsel: 081511478478

 

Catatan:

1.      Siaran pers ini memperbaharui siaran pers yang telah direlease minggu lalu

2.      Mengingat adanya keber atan dari pihak keluarga Irma Hikmayanti atas statement dalam siaran pers sebelum ini, yang menyebutkan bahwa Irma Hikmayanti pernah menjalani rehabilitasi mental di Mitra Netra saat mengalami penurunan penglihatan, dengan ini Mitra Netra mencabut statement  tersebut.

3.      Dan atas keberatan tersebut, Mitra Netra menyampaikan permohonan maaf.

 

Aria Indrawati

Kabag Humas Yayasan Mitra Netra

 

 

 



__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/mediacare/






Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Remotivi Remotivi | 13 Nov 07:24 2013

Media dalam Benak SBY dan Tokoh Publik Kita

Media dalam Benak SBY dan Tokoh Publik Kita
Oleh: Muhamad Heychael

Beberapa hari belakangan ini media kita ramai memberitakan pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada HUT Partai Demokrat di Sentul, 26 Oktober lalu. Dalam pidato tersebut, Presiden menuduh pemberitaan media massa perihal Partai Demokrat tidak berimbang. Lebih khusus, SBY menuding ada satu stasiun televisi yang selama dua setengah tahun secara konsisten menelanjangi Partai Demokrat. Kurang lebih inilah kutipan pidato SBY:
“...ada televisi yang sepanjang masa dua setengah tahun ini terus menelanjangi Partai Demokrat....memang saya, partai kita, tidak punya televisi, tidak punya koran, tidak punya media online. Saya dan kita juga tidak punya uang yang melimpah, triliunan, untuk menguasai siaran dan iklan-iklan di televisi dan media lainnya.”
Setidaknya keluhan SBY dapat diringkas dalam dua poin. Pertama, media telah berpihak pada kelompok tertentu serta merugikan Demokrat. Kedua, situasi ini diakibatkan oleh ketiadaan dana dari Demokrat dan SBY untuk menguasai siaran televisi. Pada poin terakhir inilah kita wajib geleng-geleng kepala. Pasalnya, SBY dan Demokrat menganggap sah penguasaan atas media dan pengontrolan pemberitaannya selama punya uang.
Ini jelas cacat logika dan hukum. Secara logis, pernyataan SBY sebenarnya berlawanan dengan apa yang ia harapkan, yaitu meminta perlakuan yang adil dari media. Pernyataannya yang mengakui defisit penguasaan atas media, menyiratkan suatu kehendak “balas dendam” dan sekaligus merupakan bentuk penerimaan atas liberalisasi industri media.
Pada titik ini kita melihat bahwa bukanlah keadilan atau independensi media yang jadi harapan SBY. Apa yang tersirat dalam pidato tersebut justru mengindikasikan suatu harapan untuk melakukan hal yang sama seperti yang kini dilakukan oleh lawan-lawan politiknya: mengeksploitasi media massa. Ini artinya, presiden yang terpilih secara demokratis, ternyata menyakini bahwa pers yang bisa ditunggangi oleh kepentingan politik adalah wajar adanya. Lalu apa beda demokrasi dan oligarki di benak Presiden kita?
Baca selangkapnya >> www.remotivi.or.id

--
REMOTIVI
"Hidupkan Televisimu, Hidupkan Pikiranmu"
www.remotivi.or.idTwitter | Facebook


Remotivi adalah sebuah inisiatif warga untuk kerja pemantauan tayangan televisi di Indonesia. Cakupan kerjanya turut meliputi aktivitas pendidikan melek media dan advokasi yang bertujuan (1) mengembangkan tingkat kemelekmediaan masyarakat, (2) menumbuhkan, mengelola, dan merawat sikap kritis masyarakat terhadap televisi, dan (3) mendorong profesionalisme pekerja televisi untuk menghasilkan tayangan yang bermutu, sehat, dan mendidik.


__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/mediacare/






Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Aria Indrawati | 12 Nov 09:24 2013
Picon

permintaan maaf kepada keluarga besar Irma Hikmayanti, SH. MLA.

 

Kepada seluruh masyarakat Indonesia yang kami hormati dan cintai.

 

Menindaklanjuti siaran pers yang telah kami posting pada Senin 11 November 2013,

Dan, keberatan keluarga besar Irma H ikmayanti, SH. MLA. Yang diwakili oleh Mila   Hadiyani atas permintaan maaf Mitra Netra yang disampaikan dalam bentuk catatan  pada siaran pers tersebut,

 

Dengan ini, dan melalui  forum ini, secara resmi, Mitra Netra menyampaikan  permintaan  maaf kepada Irma Hikmayanti, SH. MLA. Berikut keluarga  besarnya, atas kesalahan yang kami lakukan dalam penulisan siaran pers tentang English Contest di Mitra Netra, yang digagas dan diselenggarakan oleh Irma Hikmayanti, SH. MLA.

 

Dalam siaran pers yang kami release pada tanggal   9 November dinyatakan  bahwa  Irma Hikmayanti pernah menjalani “rehabilitasi mental” di Mitra Netra saat mengalami penurunan penglihatan.

 

Pernyataan  tersebut merupakan kesalahan kami, karena Irma Hikmayanti, SH. MLA. Tidak pernah menjalani rehabilitasi menta l  di Mitra Netra, sebagaimana yang dipahami secara umum.

 

Dan olehkarenanya, melalui forum ini, secara resmi Mitra Netra menyampaikan permintaan maaf.

 

Demikian pernyataan ini kami sampaikan.

 

 

Salam hormat

Aria Indrawati

Kabag Humas Yayasan Mitra Netra.

 

 

 

 

From: Mila Hadiyani [mailto:mh.51075-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@public.gmane.org]
Sent: 12 Nopember 2013 11:48
To: Irma Hikmayanti; ariaindrawati11-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@public.gmane.org; medicare-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org; media-jogja-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org; office-Sy9wluajx42nZ/vtmgg9bw@public.gmane.org; ba mbang-Sy9wluajx42nZ/vtmgg9bw@public.gmane.org
Subject: Re: Fwd: mitra netra english contest

 

Menanggapi siaran pers yang dibuat oleh Aria Indrawati. Saya, Mila Hadiyani, perwakilan dari keluarga besar Irma Hikmayanti SH., MLA., menyatakan pernyataan yang ditulis oleh Aria Indrawati tersebut adalah PALSU DAN FITNAH. Irma Hikmayanti SH., MLA TIDAK PERNAH menjalani proses rehabilitas mental di Mitra Netra ataupun tempat lain. Tidak ada bukti nyata yang dapat diberikan oleh pihak Mitra Netra mengenai hal ini sewaktu kami menanyakan record tersebut kepada Aria.
Tentu saja pihak keluarga besar Irma Hi kmayanti SH., MLA. keberatan atas pernyataan palsu dari Aria Indrawati/Mitra Netra.
Kami Pihak keluarga tidak menerima perminta maafan dari Aria ataupun pihak Mitra Netra dalam bentuk catatan saja. 

 

On Tuesday, November 12, 2013 8:47 AM, Irma Hikmayanti <hikmayanti.irma6873-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@public.gmane.org> wrote:n>

---------- Forwarded message ----------
From: Aria Indrawati <ariaindrawati11-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@public.gmane.org>
Date: Mon, 11 Nov 2013 15:48:38 +0700
Subject: mitra netra english contest
To: Media care <mediacare-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org>, media jogja
<media-jogja-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org>
Cc: Irma Hikmayanti <hikmayan ti.irma6873-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@public.gmane.org>,
office-Sy9wluajx42nZ/vtmgg9bw@public.gmane.org, bambang-Sy9wluajx42nZ/vtmgg9bw@public.gmane.org



Mitra Netra_Logo 2











Siaran Pers



LOMBA BAHASA INGGRIS BAGI TUNANETRA

"With English We Reach Our Dreams"



Mimpi.. Semua orang, baik anak-anak maupun dewasa, memiliki mimpi. Tak
terkecuali mereka yang tunanetra. Mimpi adalah suatu harapan. Harapan yang
kita gantungkan setinggi langit untuk dijadikan semangat dalam mengisi hidup
ini. Mimpi, harapan, dan cita-cita adalah hal yang dapat membuat manusia
bertahan hidup. Meraih mimpi dapat menjadi alasan orang untuk terus berj uang
dalam hidup ini.



Bagi tunanetra, mimpi adalah memiliki kesempatan yang sama dalam semua hal
seperti yang lainnya. Termasuk kesempatan dalam berkompetisi secara adil.
Berkompetisi untuk menggali lebih dalam potensi yang dimiliki.



Banyak dari tunanetra yang memiliki potensi yang besar dalam dirinya. Namun,
masih sedikit sekali yang menyadari bahwa dirinya memiliki potensi tersebut.
Hal ini karena masih kurangnya kesempatan bagi tunanetra untuk bisa
mengembangkan dan membangun lebih besar lagi potensi dalam dirinya. Termasuk
potensi dalam berbahasa asing, khususnya berbahasa Inggris.



Yayasan Mitra Netra yang bergerak di bidang pelayanan untuk tunanetra dalam
bentuk "soft skill" juga memperhatikan betapa pent ingnya kemampuan menguasai
Bahasa Inggris. Dengan program "Mini Learning Center"nya, Mitra Netra
membuka program English Club bagi tunanetra. English Club ini telah berdiri
sejak tahun 2009 hingga sekarang. Untuk menyelenggarakan dan mengembangkan
English Club ini, Mitra Netra mempercayakannya kepada Irma Hikmayanti, yang
juga seorang tunanetra.



Pada tahun 2010, atas inisyatif Irma Hikmayanti pula, Mitra Netra English
Club telah menyelenggarakan sebuah lomba Bahasa Inggris (English Contest)
untuk pertama kalinya di Indonesia bagi tunanetra. Kompetisi ini diadakan
untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Ada dua kategori dalam lomba
tersebut. Pertama, "Spelling" (mengeja kata) dan kedua adalah "Speech"
(pidato).


Kini, di tahun 2013, untuk kedua kalinya Mitra Netra English Club kembali
menyelenggarakan lomba Bahasa Inggris (English Contest) bagi tunanetra.
English Contest yang bertemakan "With English We Reach Our Dreams" ini
diikuti oleh 28 orang tunanetra dari wilayah yang lebih luas, yakni DKI
Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Sebagaimana sebelumnya, lomba kali ini juga
diselenggarakan di kantor Yayasan Mitra Netra di Jalan Gunung Balong II No.
58, Lebak Bulus III, Jakarta Selatan pada 9 November 2013.



Dari sisi peserta, lomba kali ini dibagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok
anak-anak dan kelompok dewasa. Untuk menumbuhkan rasa memiliki peserta, pada
lomba ini, panitia memungut biaya sebesar Rp 50.000,00 (lima puluh ribu
rupiah ) untuk tiap kategori lomba.



Kategori lomba pada English Contest kali ini pun lebih bervariasi
dibandingkan English Contest sebelumnya. Terdapat tiga kategori lomba,
yaitu: "Spelling" (mengeja kata), "Story Telling" (mendongeng), dan "Speech"
(pidato). Untuk kelompok anak-anak, dilombakan kategori "Spelling" dan
"Story Telling". Adapun untuk kelompok dewasa dilombakan kategori "Story
Telling" dan "Speech".



Yang menarik dari English Contest kali ini adalah animo dari para peserta
dalam mengikuti lomba. Hampir lebih dari 75% dari jumlah peserta yang telah
mendaftar, mengikuti lomba "Story Telling". Padahal, kategori lomba "Story
Telling" ini merupa kan yang pertama kali diadakan. Animo yang cukup besar
dari peserta untuk berpartisipasi dalam lomba "Story Telling" inilah yang
menjadi menarik.



Sebagai dewan juri dalam lomba ini, Mitra Netra English Club mengundang para
relawan dari pelbagai kalangan untuk berpartisipasi yang sebagian di
antaranya adalah "native speaker". Mereka adalah:

-      Zack Petersen, wartawan "The Jakarta Globe", dari Amerika Serikat;

-      Sara Schonhardt, wartawan "The Wallstreet Journal", dari Amerika
Serikat;

-      Mila Hadiyani, S.T., principal of The Apple Tree International
Pre-School, Jakarta; dan

-      Vivi Riana Sianturi, S.E., English Tea cher and Translator of
Compassion Indonesia (sebuah LSM internasional).



"Bahasa adalah alat komunikasi. Dengan menguasai minimal satu bahasa
internasional, tunanetra akan dapat membangun dan mengembangkan jaringan
dengan kalangan yang lebih luas di dunia internasional, baik dengan sesama
penyandang disabilitas maupun dengan mereka yang tidak menyandang
disabilitas. Melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi di luar negeri
pun dapat mereka tempuh dengan memiliki kemampuan berbahasa Inggris", ungkap
Aria Indrawati, Kepala Bagian Humas Yayasan Mitra Netra.



Di bawah ini adalah mereka  yang telah memenangkan kompetisi ini:

a.      Kategori "Spelling" (mengeja kata) Kelompok Anak-anak:

- Juara 1: Tiara Aufanisa (Mitra Netra English Club, Jakarta)

- Juara 2: Nenden Sri Agustina (Acces-SLBA Kota Bandung)

- Juara 3: Aini Duha Hidayah (SLBA Elsafan, Jakarta)



b.      Kategori "Story Telling" (mendongeng) Kelompok Anak-anak:

- Juara 1: Kenichi Satria Kaffa (Mitra Netra English Club, Jakarta)

- Juara 2: Ahmad Maulana (Mitra Netra English Club, Jakarta)

- Juara 3: Nenden Sri Agustina (Acces-SLBA Kota Bandung)



c.      Kategori "Story Telling" (mendongeng) Kelompok Dewasa:

- Juara 1: Wijaya (Jakarta)

- Juara 2: Deasy Junaedi (Jakarta)

- Juara 3: Aryani Sri Ramadhani (Jakarta)



d.      Kategori "Speech" (pid ato) Kelompok Dewasa:

- Juara 1: Aryani Sri Ramadhani (Jakarta)

- Juara 2: Wijaya (Jakarta)

- Juara 3: Oki Kurnia (Jakarta)

Mitra Netra menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada semua
pihak yang telah memungkinkan kegiatan ini terselenggara. Mereka adalah PT
Fortune Indonesia (Tupperware She Can) sebagai sponsor utama, Coca Cola
Foundation, dan beberapa individu yang berkenan menjadi relawan.



Biarkan mimpi itu digantungkan setinggi langit. Dan berikanlah kesempatan
bagi mereka untuk meraihnya. Karena dengan memberikan kesempatan yang
seluas-luasnya, maka mimpi yang tergantung tinggi di langit pun bukanlah hal
yang mustahil untuk digapai. Seperti kesempatan yang diberikan untuk lomba
"Story Telling" (m endongeng) yang ternyata mendapatkan respon yang sangat
tinggi. Itu artinya, bila kesempatan itu terbuka, maka potensi dan bakat pun
akan terlihat. Bukan tidak mungkin akan banyak tunanetra yang memiliki
potensi dan bakat di bidang bahasa asing, khususnya Bahasa Inggris



Untuk mendapatkan  informasi lebih lanjut mengenai lomba ini, silakan
menghubungi:

-      Irma Hikmayanti, Ketua Panitia, nomor ponsel: 081381465868.

-      Aria Indrawati, Kepala Bagian Humas Yayasan Mitra Netra, nomor
ponsel: 081511478478



Catatan:

1.      Siaran pers ini memperbaharui siaran pers yang telah direlease
minggu lalu

2.      Mengingat adanya keberatan dari pihak keluarg a Irma Hikmayanti atas
statement dalam siaran pers sebelum ini, yang menyebutkan bahwa Irma
Hikmayanti pernah menjalani rehabilitasi mental di Mitra Netra saat
mengalami penurunan penglihatan, dengan ini Mitra Netra mencabut statement
tersebut.

3.      Dan atas keberatan tersebut, Mitra Netra menyampaikan permohonan
maaf.



Aria Indrawati

Kabag Humas Yayasan Mitra Netra



__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/mediacare/






Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Lasma siregar | 12 Nov 05:32 2013
Picon

Apakah membaca belum membudaya di sekitar?

 
Untuk menciptakan masyarakat yang punya budaya membaca, perlu ada buku
yang bagus dibaca, jangan hanya menerbitkan buku-buku karena mengikuti
kemauan/ambisi seseorang!
 
Buku dibeli/dibaca orang karena bermutu/berguna buat pembaca, bukan karena
penulisnya SBY, seorang ustaz atau penyanyi dangdut!
 
Juga perlu ada toko buku/perpustakaan yang bagus dan mampu membuat idea/
program yang menarik (misalnya festival buku dan penulis)!
 
Sama dengan dunia film, kalau film yang dibuat hanya berkisar dunia 'pocong dan
kuntilanak', siapa yang mau nonton?
 
Selamat membaca (apa saja) dan sebuah dunia terbuka lebar dalam dirimu!
Imajinasi tak punya batas (no limit is the limit)!
 
*i*
Las


__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/mediacare/






Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
anantö/ アナント | 11 Nov 10:39 2013
Picon

Ditanya Siapa Suami Bunda Putri, Ridwan: Hasanudin, Dirjen Hortikultura

"Saya manggilnya Pak Hasanudin, Dirjen Hortikultura," kata Ridwan saat bersaksi untuk Luthfi Hasan Ishaaq di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Senin (11/11/2013).
 
salam,
ananto
=====
 

Putra Hilmi Ungkap Siapa Suami Bunda Putri

Penulis : Dian Maharani

Senin, 11 November 2013 | 12:43 WIB

 

JAKARTA, KOMPAS.com — Putra Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Hilmi Aminuddin, Ridwan Hakim, mengungkapkan identitas suami Bunda Putri. Pernyataan Ridwan sama dengan kabar yang beredar selama ini bahwa suami Bunda Putri adalah Hasanuddin Ibrahim alias Odeng yang menjabat Direktur Jenderal Hortikultura di Kementerian Pertanian.


"Saya manggil-nya Pak Hasanuddin," jawab Ridwan ketika bersaksi dalam sidang kasus dugaan suap pengaturan kuota impor daging sapi dan pencucian uang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (11/11/2013).


Ridwan bersaksi untuk terdakwa mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Mulanya, Ridwan enggan menjawab pertanyaan Ketua Majelis Hakim Gusrizal Lubis. Dia mengaku tidak tahu siapa suami Bunda Putri. Ridwan sendiri sering ke rumah Bunda Putri di Pondok Indah untuk konsultasi seputar bisnis.


"Sering ke rumahnya (Bunda Putri) masak enggak tahu siapa suaminya?" kata Gusrizal.


"Baru aja tahu, Pak," jawab Ridwan tiba-tiba.


Hakim menyindir Ridwan yang mau menjawab pertanyaan setelah didesak. Ridwan mengaku awalnya mengetahui bahwa Bunda Putri seorang janda. Dia pun tak pernah menanyakan siapa Bunda Putri. Hakim kemudian kembali mendesak Ridwan siapa nama suami Bunda Putri.


"Saya tidak mau bicara keluarga orang, Pak," kata Ridwan yang kembali tertutup.


Menurut hakim, siapa suami Bunda Putri terkait dengan kasus dugaan suap impor daging sapi. Akhirnya, Ridwan menjawab bahwa suami Bunda Putri bernama Hasanuddin.


"Kerja di mana?" tanya Gusrizal lagi.


Kemudian, Ridwan kembali mengaku tidak tahu. Hakim mengingatkan bahwa di persidangan harus terbuka karena berkaitan dengan kasus.


"Ya, saya menghormati keluarga orang, Pak. Kan, itu tidak berkaitan dengan daging," kata Ridwan.


Berulang kali, Gusrizal mengatakan bahwa pertanyaan seputar suami Bunda Putri masih berhubungan dengan kasus. Pasalnya, ketika Ahmad Fathanah ditangkap, Bunda Putri langsung meminta klarifikasi kepada Luthfi Hasan dan meminta datang ke rumahnya.


Hakim pun bingung apa kepentingan Bunda Putri mengklarifikasi hal tersebut. Bunda Putri bukan kader PKS dan hanya seorang pengusaha. Namun, Ridwan selalu memberikan informasi sepotong-potong. Setelah didesak berulang kali, akhirnya Ridwan menjawab.


"Pak Dirjen (suami Bunda Putri) Hortikultura di Kementerian Pertanian, Pak," jawab Ridwan.


Namun, menurut Ridwan, suami Bunda Putri itu tidak pernah membicarakan soal daging impor. Sementara itu, beberapa bulan lalu, Hasanuddin alias Odeng pernah dikonfirmasi wartawan terkait hal ini. Ia menolak memberikan jawaban dan memilih menerobos barisan awak media yang telah menunggunya beberapa jam. Namun, sejumlah awak media terus mengejar Odeng.


Seorang awak media nasional berusaha mendapat jawaban dari Odeng dengan cara menunjukkan foto Bunda Putri. Raut wajah Odeng sontak berubah ketika melihat foto tersebut dan langsung memalingkan wajah sambil terus berusaha lolos dari kejaran awak media.


"Saya...saya...itu, mau raker (rapat kerja) nanti saja," kata Odeng tergagap menjawab cecaran pertanyaan sambil terus melangkah menuju ruang rapat di Gedung Parlemen, Jakarta.

 

Editor : Caroline Damanik

 

Sumber:

http://nasional.kompas.com/read/2013/11/11/1243253/Putra.Hilmi.Ungkap.Siapa.Suami.Bunda.Putri

 

 

Sidang Luthfi Hasan

Ditanya Siapa Suami Bunda Putri, Ridwan: Hasanudin, Dirjen Hortikultura

Senin, 11/11/2013 12:51 WIB

Moksa Hutasoit - detikNews

 

Jakarta - Putra Hilmi Aminuddin, Ridwan Hakim masih terus dicecar mengenai sosok Bunda Putri. Setelah 'digempur' majelis hakim, Ridwan akhirnya mengakui suami Bunda Putri adalah Dirjen Hortikultura Kementan Hasanudin Ibrahim.


"Saya manggilnya Pak Hasanudin, Dirjen Hortikultura," kata Ridwan saat bersaksi untuk Luthfi Hasan Ishaaq di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Senin (11/11/2013).


Awalnya, Ridwan menolak menuturkan siapa suami Bunda Putri. Dia nampak berkelit saat Ketua Majelis Hakim Gusrizal menanyai soal siapa suami Bunda Putri.


"Saya tidak mau bicara keluarga orang," jawab Ridwan.


Namun, Gusrizal tak patah arang. Setelah dicecar, Ridwan membeberkan siapa Bunda Putri.

 

(mok/lh)

 

Sumber:

http://news.detik.com/read/2013/11/11/125123/2409299/10/ditanya-siapa-suami-bunda-putri-ridwan-hasanudin-dirjen-hortikultura



--
yasir wa la tu’asir

Hidayat memandang PKS akan dijungkalkan melalui kasus suap kuota impor daging ini. Hidayat menengarai ada konspirasi tingkat tinggi dalam kasus ini, bahkan bisa melibatkan zionis. (detik.com, 01/02/13)
 
(16) Saya percaya suatu hari, yg dulu diceritakan akan jadi kenyataan. Tapi yakini dulu bahwa partai kita ini adalah sumber pahala terbesar kita. (FH, 15/09/13)
 


__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/mediacare/






Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Gmane