prio kustiadi | 9 May 05:37 2014
Picon

Siaran Pers KSPSI : Mayday Peduli Lingkungan Tanam 7000 Pohon Mangrove [2 Attachments]

Jakarta - Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional yang jatuh pada 1 Mei lalu, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Keluarga besar Polresta Bekasi mengadakan penanaman 7000 pohon mangrove di Pantai Bakti, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (08/05)

Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea mengatakan kegiatan bertema "Mayday Peduli Lingkungan" ini merupakan bukti cinta kami sebagai buruh kepada lingkungan hidup. Baginya cukup prihatin melihat kerusakan lingkungan akibat abrasi pantai yang telah mengikis daratan.

"Kami sangat prihatin, sehingga sebagai buruh kami melihat betapa pentingnya dalam hari Buruh ini untuk turun aksi menyelamatkan lingkungan," kata Andi di lokasi penanaman pohon Mangrove.

Andi menilai peringatan hari Buruh yang dilakukan KSPSI sebagai rasa kebersamaan buruh kepada masyarakat. Menurutnya, aksi unjuk rasa tetap dilakukan namun harus ada nilai pengabdian kepada masyarakat.

"Kami mengabdi kepada masyarakat. Selain pada tanggal 1 Mei kemarin kami lakukan bakti sosial dan posko kesehatan dikantung kawasan industri dan pemukiman penduduk," tegasnya.

Sementara itu, Kapolresta Bekasi, Isnaeni Udjianto menyambut hangat kedatangan buruh KSPSI, baginya ini adalah kegiatan yang bagus agar terjalin komunikasi antara kepolisian sebagai pengayom masyarakat dan buruh.

"Kami melihat hal positif bukan hanya buruh melakukan aksi tapi juga peduli lingkungan," tutur Isnaeni.

Baginya pihak kepolisian mengapresiasi langkah organisasi buruh yang merayakan hari buruh secara kondusif di Kabupaten Bekasi sebagai salah satu kawasan industri.

"Kami melihat positif dari kegiatan mayday. Prinsipnya di Bekasi keadaan saat Mayday aman kondusif dan saya apresiasi kepada kawan buruh," terangnya.

Sedangkan Kepala Desa Pantai Bakti, Suwinta mengaku bangga kehadiran KSPSI dalam acara penyelamatan lingkungan ini. Dirinya mengakui kerusakan lingkungan sangat mengganggu aktifitas penduduk.

"Desa kami semakin rusak. Kami juga sudah melaporkan ke pemerintah untuk melakukan penanaman pohon," tuturnya

Dia menjelaskan sejak dua tahun terjadi abrasi yang mengakibatkan sebanyak 1 Rukun Tetangga hancur. Lanjutnya, dalam wilayah sepanjang 1,5 Km itu sebanyak 250 warga kehilangan rumah dan beberapa tambak ikut tenggelam.

"Akibat abrasi, pendapatan berkurang sebanyak 50 persen. Satu RT terpaksa pindah," tutupnya.



__._,_.___

Attachment(s) from prio kustiadi | View attachments on the web

2 of 2 Photo(s)


__,_._,___
kumo | 8 May 03:34 2014
Picon

Cultural Trip to BAUBAU 29 Mei-1 Juni 2014

Cultural Trip to BAUBAU
29 Mei – 1 Juni 2014

Perjalanan ke Kerajaan Penghasil Aspal
Buton adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah tenggara Pulau Sulawesi. Nama ini selalu dihubungkan dengan pertambangan aspal alam. Tak banyak yang tahu, bahwa di pulau ini ada satu kesultanan, yang berperan mengisi sejarah Indonesia. Buton dikenal dalam Sejarah Indonesia karena telah tercatat dalam naskah Nagarakertagama karya Prapanca pada tahun 1365 Masehi dengan menyebut Buton atau Butuni sebagai negeri (desa) keresian atau tempat tinggal para resi dimana terbentang taman dan didirikan lingga serta saluran air. Rajanya bergelar Yang Mulia Mahaguru. Nama Pulau Buton juga telah dikenal sejak zaman pemerintahan Majapahit. Patih Gajah Mada dalam Sumpah Palapa, menyebut nama Pulau Buton.

Dalam periodisasi Sejarah Buton telah mencatat dua fase penting yaitu masa Pemerintahan Kerajaan sejak tahun 1332 sampai pertengahan abad ke – 16 dengan diperintah oleh 6 (enam) orang raja diantaranya 2 orang raja perempuan yaitu Wa Kaa Kaa dan Bulawambona. Kedua raja ini merupakan bukti bahwa sejak masa lalu derajat kaum perempuan sudah mendapat tempat yang istimewa dalam masyarakat Buton. Fase kedua adalah masa Pemerintahan Kesultanan sejak masuknya agama Islam di Kerajaan Buton pada tahun 948 Hijriah (1542 Masehi) bersamaan dilantiknya Laki La Ponto sebagai Sultan Buton I dengan Gelar Sultan Murhum Kaimuddin Khalifatul Khamis sampai pada Muhammad Falihi Kaimuddin sebagai Sultan Buton ke – 38 yang berakhir tahun 1960.

Kembali kita akan melihat beragam keunikan budaya dan sejarah yang kadang luput dari perhatian kita. Dengan didampingi kontributor dan narasumber ahli, peserta akan dibawa berkunjung menelusuri jejak kejayaan Kesultanan Buton serta melihat dari dekat pengaruh kerajaan dalam kehidupan keseharian masyarakat Baubau.

[ Program ini dipersembahkan oleh Gelar dan didukung oleh National Geographic Traveler ]

BIAYA :
Rp. 5.750.000,- /orang (1 kamar berdua)
Biaya sudah termasuk :
  • Transportasi Makassar-Baubau (pp)
  • Transportasi lokal
  • Akomodasi
  • Makan
  • Narasumber ahli/kontributor lokal
  • Donasi keberlanjutan seni budaya tradisi
  • Berlangganan majalah National Geographic Traveler selama 6 bulan.

Biaya tidak termasuk :
Tiket pesawat, transportasi dari tempat asal peserta ke
meeting point yang ditentukan, kargo, tur tambahan, kelebihan bagasi, laundry dan pengeluaran pribadi lainnya.

Meeting point : Bandara Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan pukul 13.30 WITA, untuk berangkat ke Baubau pukul 16.00 WITA.
**Penyelenggara Cultural Trip dapat melakukan pembatalan/penundaan trip apabila terkait dengan alasan keamanan dan keselamatan.

Batas akhir pendaftaran & pembayaran : 18 Mei 2014
*Pembayaran tidak dapat dikembalikan apabila calon peserta melakukan pembatalan.

INFORMASI PROGRAM & PENDAFTARAN :



Celebrating Diversity, Presenting Indonesia

GELAR – Sustainable Development Programs for Indonesian Art & Culture
[ E ] info-utI0RJLtliDWbkWYnl++iPegYHeGw8Jk@public.gmane.org   |   reservation-utI0RJLtliDWbkWYnl++iPegYHeGw8Jk@public.gmane.org
[ T ] 0812-90188682   |   pin 2310DC88
[ W ] www.gelarculturaltrip.com     |     www.gelar.co.id

Twitter : <at> gelar_nusantara
FB Groups : Friends of GELAR (2)
FB Fanpage : GELAR - Presenting Indonesia

The Information contained in this e-mail maybe privileged and confidential and is intended only for the use of the individual entity named above. If the reader of this message is not the intended recipient, or an employee or agent responsible for delivering this message to the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this communication is prohibited. If you have received this communication in error, please notify us immediately by telephone and return the original message to the above address via the postal service.
Thank you.
   
GELAR



__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/MEDIACARE/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/MEDIACARE/







__,_._,___
prio kustiadi | 4 May 08:46 2014
Picon

Makna Perayaan Seba Baduy

Perlu Kita Renungkan.....

Sebagai perayaan besar suku Baduy, Seba Baduy ternyata bukanlah sebuah acara perayaan semata. Ada pesan politik santun serta mengajarkan kepada publik bagaimana suatu masyarakat menghormati penguasa dan budayanya sendiri.

Merenungkan Kembali Budaya Politik Seba Baduy | http://www.jakpro.id/merenungkan-kembali-budaya-politik-seba-baduy/

Masyarakat Baduy Laksanakan Seba Baduy | JakPro - http://www.jakpro.id/masyarakat-baduy-laksanakan-seba-baduy/

Rayakan Seba Baduy, Suku Baduy Laksanakan ‘Damarwilis’ untuk Sucikan Diri | JakPro - http://www.jakpro.id/rayakan-seba-baduy-suku-baduy-laksanakan-damarwilis-untuk-sucikan-diri/

Masyarakat Baduy Serahkan Hasil Bumi Ke Pemerintah Lebak | JakPro - http://www.jakpro.id/masyarakat-baduy-serahkan-hasil-bumi-ke-pemerintah-lebak/

Perayaan Seba Baduy, Bupati Lebak Sambut Warga Baduy | JakPro - http://www.jakpro.id/perayaan-seba-baduy-bupati-lebak-sambut-warga-baduy/

Dengar Keluhan Warga, Bupati Lebak Siap Bantu Suku Baduy | JakPro - http://www.jakpro.id/dengar-keluhan-warga-bupati-lebak-siap-bantu-suku-baduy/



__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/MEDIACARE/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/MEDIACARE/







__,_._,___
MEDIACARE | 1 May 15:27 2014
Picon

File - mediacare-welcome.txt


Mohon abaikan bagi Anda yang sudah pernah mengisi....

------------------------------------------

Dear members,

Sebelumnya kami ucapkan terima kasih atas kesediaan Anda untuk bergabung
di milis MEDIACARE. Hingga kini, tercatat lebih dari 9,000 anggota milis
yang datang dari berbagai kalangan, dengan latar belakang profesi yang 
berbeda. Ada wartawan, praktisi kehumasan, periklanan, komunikasi pemasaran,
EO, penyiar radio, news anchor, politisi, penulis lepas, dosen, 
redaktur bahasa, para pengamat berbagai bidang, pekerja seni, 
pelaku bisnis, penggiat LSM, juga dari kalangan mahasiswa, dan lainnya.

Kami berharap, milis ini dapat dijadikan ajang tukar menukar gagasan,
informasi, dan pemikiran-pemikiran positif lainnya, terutama yang berkaitan dengan
pengembangan media massa dan juga kegiatan-kegiatan kreatif di Indonesia. 
Di masa mendatang, siapa tahu kita bisa garap members gathering secara 
berkala dengan tajuk yang berbeda-beda.

Apabila Anda berkenan, mohon diisi data sebagai berikut:

Nama lengkap:
Nama panggilan:
Domisili (kota/negara):
Profesi: 
Tanggal lahir: 
No telp/HP:
E-mail:
Website:
Blog:

Nama media/lembaga: 
Ulang tahun lembaga/media: 
Alamat media/lembaga:
E-mail:
Website
Blog:

Sekali lagi, kami ucapkan terima kasih atas partisipasinya.....

Salam Mediacare!

Moderator

e-mail: mediacare-owner@...

------------------------------------

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/MEDIACARE/

Group  <at>  FB: 
http://www.facebook.com/groups/MEDIACARE/

Yahoo Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/MEDIACARE/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/MEDIACARE/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    MEDIACARE-digest@... 
    MEDIACARE-fullfeatured@...

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    MEDIACARE-unsubscribe@...

<*> Your use of Yahoo Groups is subject to:
    https://info.yahoo.com/legal/us/yahoo/utos/terms/

AJI JAKARTA | 30 Apr 11:09 2014
Picon

Siaran Pers: Jurnalis Tolak Jadi Alas Kaki Pemilik Media

ALIANSI JURNALIS INDEPENDEN (AJI) JAKARTA

 

Rabu, 30 April 2014

UNTUK DIBERITAKAN

 

Siaran Pers

Jurnalis Tolak Jadi Alas Kaki Pemilik Media

 

Perusahaan media harus memberikan contoh untuk memenuhi aturan yang mengharuskan penyampaian laporan keuangan tahunan ke publik, terutama perusahaan media yang berbentuk badan hukum Perusahaan Terbuka, atau yang memiliki total aktiva perusahaan sebesar Rp. 25 miliar.

 

Keputusan Menperindag No. 121/tahun 2002* tentang Ketentuan Penyampaian Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan mengharuskan perusahaan dengan kriteria tertentu - antara lain seperti salah satu dari dua kriteria diatas - untuk menyerahkan laporan keuangan perusahaannya ke Kementrian Perdagangan. Sampai sekarang masih banyak pelanggaran karena tidak jelasnya sanksi.

*) http://www.kemendag.go.id/files/regulasi/2002/02/MPP121.htm

 

Masih berkaitan dengan hal diatas dan sehubungan dengan masih banyaknya pekerja media di Jakarta yang menerima gaji bulanan dibawah standar layak, Kepmenperindag No. 121/tahun 2002 ini menjadi hal yang sangat relevan dalam rangka menciptakan transparansi dan rasa keadilan bagi pekerja maupun perusahaan.

 

Disisi lain, belanja iklan nasional diperkirakan tahun ini naik 20% menjadi Rp 140 triliun. Belanja iklan politik di TV pada kampanye terbuka 16 Maret - 5 April 2014 mencapai Rp. 340 Miliar. Namun apakah rezeki Pemilu itu akan turun kepada para reporter, dari data 2013, media-media nasional masih pelit mengucurkan dana untuk kesejahteraan pekerja media. Kebanyakan media di Indonesia mengeluarkan kurang dari 30% biaya untuk pekerja mereka.

 

Menurut perhitungan AJI, upah layak untuk wartawan  pemula di Jakarta pada 2014 sebesar Rp 5,7 juta per bulan. Namun sayangnya, dari 55 media di Jakarta yang disurvei baru-baru ini, sebagian besar perusahaan media menggaji wartawannya yang baru setahun bekerja hanya sekitar Rp 3 juta per bulan.

 

Kami ingin menghimbau khususnya perusahaan media yang memberikan gaji dibawah standar untuk memenuhi Kepmenperindag 121/tahun 2002 sebagai bentuk keterbukaan dan pertanggung jawabannya kepada pegawai dan publik.

 

Secara keseluruhan total pengeluaran, perusahaan media di Indonesia masih relatif lebih rendah porsi pengeluran gaji untuk pegawainya.

Kami mencoba mengukur dengan menghitung rasio antara total pengeluaran gaji dibanding total pendapatan perusahaan.

 

Pada Hari Buruh 2014, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta bersama gerakan buruh akan turun ke jalan, mengusung tema “Jurnalis Tolak Jadi Alas Kaki Pemilik Media!”. Dan AJI Jakarta akan membawa sepatu raksasa, sebagai simbol pada demonstrasi di Hari Buruh besok.   

 

Dibawah ini kami sajikan 2 contoh perusahaan media di Indonesia, dibandingkan dengan tiga contoh perusahaan lain di luar negeri.

 

 

DALAM NEGERI

TEMPO -- 2013

Total Gaji Pegawai Rp 73,7 milyar

Total Pendapatan Rp 262,2 milyar

Rasio Gaji dibanding Pendapatan: 28%

 

 

VIVA GROUP (Vivanews, TVONE, ANTV) -- 2012

Total Gaji Pegawai Rp 292 milyar

Total Pendapatan Rp 992,6 milyar

Rasio: 29%

 

 

LUAR NEGERI

FAIRFAX MEDIA - 2013

Total Gaji Pegawai: $786,9 juta

Total Pendapatan: $ 2,01 milyar

Rasio: 39%

 

SCMP GROUP (South China Morning Post HK) -- 2012

Rasio: 37%

Euromoney -- 2012

Rasio: 40%

 

 

Kontak:

Wahyudi, 0816851600

M. Irham, 085695530132

 

-------------------------------------------

AJI Jakarta

Jl. Kalibata Timur IVG No.10

Kalibata, Jakarta Selatan 12740

Telp./Faks. (021) 798 4105

Email: ajijak-Hlp6NBfSoRe8rHFcjEY/OA@public.gmane.org

t: <at> AJI_JAKARTA

http://www.ajijakarta.org

-------------------------------------------



__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/MEDIACARE/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/MEDIACARE/







__,_._,___
AJI JAKARTA | 29 Apr 12:06 2014
Picon

Undangan Konferensi Pers, Tuntutan Pekerja Media di Hari Buruh 2014

ALIANSI JURNALIS INDEPENDEN (AJI) JAKARTA

 

No        : 061/AJIJAK/IV/2014

Hal       : Undangan Konferensi Pers, Tuntutan Pekerja Media di Hari Buruh 2014 


Kepada Yth.

Rekan-rekan jurnalis media massa
di Jakarta


Dengan hormat,
Belanja iklan nasional diperkirakan tahun ini naik 20% menjadi Rp 140 triliun. Belanja iklan politik di TV pada kampanye terbuka 16 Maret - 5 April 2014 mencapai Rp. 340 Miliar. Namun apakah rezeki Pemilu itu akan turun kepada para reporter? Dari data 2013, media-media nasional masih pelit mengucurkan dana untuk kesejahteraan pekerja media. Kebanyakan media di Indonesia mengeluarkan kurang dari 30% biaya untuk pekerja mereka.

 

Pada Hari Buruh 2014, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta bersama gerakan buruh akan turun ke jalan, mengusung tema “Jurnalis Tolak Jadi Alas Kaki Pemilik Media!”. Dan AJI Jakarta akan membawa sepatu raksasa, sebagai simbol pada demonstrasi di Hari Buruh besok.  

 

Melalui ini kami mengundang rekan-rekan jurnalis media massa untuk hadir dalam konferensi pers, akan memaparkan tuntutan pekerja media dan situasi kesejahteraan jurnalis dalam tahun politik, yang dilaksanakan pada:
Hari, tanggal  : Rabu, 30 April 2014
Waktu             : jam 12.00 WIB – selesai
Tempat           : Sekretariat AJI Jakarta, Jalan Kalibata Timur 4G No. 10, Jakarta Selatan

Kami berharap rekan-rekan bisa hadir melakukan peliputan konferensi pers tersebut.

Demikian undangan ini disampaikan. Terimakasih untuk dukungannya.



Jakarta, 29 April 2014

Salam,

 

 

Umar Idris                                           Dian Yuliastuti                      

Ketua AJI Jakarta                                 Sekretaris AJI Jakarta



Kontak:
1. Guruh Riyanto, 085814986548
2. Yus Ardhiansyah, 08118071416

 

-------------------------------------------

AJI Jakarta

Jl. Kalibata Timur IVG No.10

Kalibata, Jakarta Selatan 12740

Telp./Faks. (021) 798 4105

Email: ajijak-Hlp6NBfSoRe8rHFcjEY/OA@public.gmane.org

t: <at> AJI_JAKARTA

http://www.ajijakarta.org

-------------------------------------------



__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/MEDIACARE/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/MEDIACARE/







__,_._,___
AJI JAKARTA | 28 Apr 10:47 2014
Picon

FW: Undangan Liputan: Aktifis Buruh Dijadikan Tersangka oleh Polsek Gambir, Hasil Cawe-cawe dengan Pemilik Batavia Air

FYI.

--meneruskan--

From: Odie Hudiyanto <odmspm-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@public.gmane.org>;
To: AJI JAKARTA <ajijak-Hlp6NBfSoRe8rHFcjEY/OA@public.gmane.org>; AJI JAKARTA <ajijak-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@public.gmane.org>;
Subject: Undangan Liputan : AKTIFIS BURUH DIJADIKAN TERSANGKA OLEH POLSEK GAMBIR, HASIL “CAWE-CAWE DENGAN PEMILIK BATAVIA AIR”
Sent: Mon, Apr 28, 2014 7:56:16 AM

 

Jakarta, 28 April 2014

 

Kepada Yth,                                                                                                                                                                                       

Jurnalis,

Pemimpin Redaksi

Media Cetak dan Elektronik

di tempat                                                                                                                            & nbsp;                                                                                              

 

 

AKTIFIS BURUH DIJADIKAN TERSANGKA OLEH POLSEK GAMBIR, HASIL “CAWE-CAWE DENGAN PEMILIK BATAVIA AIR”

 

Dengan hormat,

 

Menjelang Hari Buruh “May Day” pada tanggal 1 Mei, Polsek Gambir memberikan “HADIAH” berupa penetapan aktifis buruh Odie Hudiyanto sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana Pengeroyokan sebagaimana dimaksud pasal 170 KUHP dengan ancaman 5 tahun 6 bulan dalam aksi unjuk rasa di ex Kantor Pusat PT Metro Batavia yang terletak di Jalan Ir H. Juanda No 15, Jakarta Pusat pada tanggal 20 Maret 2014.

 

Tindakan Polsek Gambir merupakan kriminalisasi aktifis buruh oleh pengusaha melalui tangan Kepolisian. Odie Hudiyanto selaku kuasa hukum karyawan menuntut pembayaran pesangon untuk 3000 karyawan. Tampak jelas Seharusnya polisi melindungi perampok pesangon buruh. Penetapan Odie Hudiyanto bertujuan  untuk membungkam gerakan buruh yang mengikuti dan mengawal persidangan gugatan action pauliana (gugatan tarik asset) ke Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 20 Maret 2014.

 

Untuk diketahui, pada tanggal 20 Desember 2012, International Lease Finance Corporation mengajukan gugatan pailit terhadap PT Metro Batavia (Batavia Air) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan Nomor Perkara 77/Pailit/2012/PN.Niaga.Jkt.Pst. Selanjutnya pada tanggal 30 Januari 2013, Pengadilan Niaga Jakarta Pusat memutus Perkara Nomor 77/Pailit/2012/PN.Niaga.Jkt.Pst dengan menyatakan PT Metro Batavia dinyatakan pailit.

 

Namun seminggu setelah gugatan pailit diajukan, tepatnya pada tanggal 28 Desember 2012, Kantor Pusat PT Metro Batavia yang terletak di Jalan Ir H. Juanda No 15, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 2257/Kebon Kelapa, oleh Yudiawan Tansari selaku Pemilik dan Direktur Utama telah dialihkan kepada Rio Sulistyo (Keponakan Yudiawan) berdasarkan akta jual beli Nomor 112/2012 tanggal 28 Desember 2012. Selanjunya pada tanggal 28 Januari 2013, tanah dan bangunan tersebut dialihkan lagi kepada Harun Sebastian berdasarkan akta pengikatan jual beli No 80 tanggal 28 Januari 2013.

 

Ternyata dalam proses pemberesan pailit dikerjakan oleh Tim Kurator, 70% dari daftar boedel pailit adalah asset yang dijaminkan kepada Pihak Bank seperti Bank Muamalat, Bank Capital dan Bank Harda. Akibatnya boedel pailit yang diserahkan oleh PT Metro Batavia (dalam pailit) diduga tidak akan mencukupi untuk membayarkan pesangon 3000 karyawan senilai Rp 150 miliar, pajak senilai Rp 48 miliar rupiah dan sisa hutang kepada Bank Muamalat maka Tim Kurator mendaftarkan gugatan action pauliana (gugatan tarik asset) ke Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 20 Maret 2014.

 

Untuk menjamin proses persidangan berjalan dengan adil dan asset tetap aman maka pada tanggal 20 Maret 2014 Jam 10.30, sekitar 200 karyawan yang dipimpin oleh Odie Hudiyanto mendatangi gedung ex Kantor Pusat PT Metro Batavia yang terletak di Jalan Ir H. Juanda No 15, Keluarahan Kebon Kelapa, Kecamatan Gambir. Tujuannya untuk memberitahukan penghuni gedung agar menjaga gedung ini dengan baik karena akan ditarik dan dijual untuk membayar pesangon karyawan. TIDAK ADA AKSI KEKERASAN, PENGEROYOKAN ATAU PERUSAKAN SELAMA AKSI UNJUK RASA YANG BERLANGSUNG SELAMA 5(LIMA) MENIT TERSEBUT.

 

Akibat gerakan karyawan yang dipimpin oleh Odie Hudiyanto membuat Yudiawan Tansari menjadi panik dan menggunakan tangan Polsek Gambir agar harta yang disembunyikannya lewat jual beli “bodong”. Odie Hudiyanto harus ditahan. Polsek Gambir Gerak Cepat. Atas laporan EKO SAPUTRA PUTRA DENGAN NOMOR POLISI 174/K/III/2014/Sektro Gbr, TANGGAL 20 MARET 2014 DENGAN SURAT PANGGILAN NOMOR : S.Pgl/65/III/2014/Res JP, Odie dipanggil sebagai saksi dalam perkara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang sebagaimana dimaksud pasal 170 KUHP dengan ancaman 5 tahun 6 bulan.

 

 

Walau pemanggilan kurang dari 2(dua) hari dan tidak sesuai dengan KUHAP namun Odie Hudiyanto tetap menjalankan panggilan tersebut tepat waktu pada tanggal 3 April 2014 dan selanjutnya diperiksa oleh Kompol Joko Waluyo yang menjabat sebagai Kanit Reskrim Polsek Metro Gambir.

 

Dalam pemeriksaaan, Odie Hudiyanto menyatakan bahwa tidak ada kekerasan dan perusakan terhadap pintu gerbang besi yang las-lasan pada seng-nya terlepas. Tidak juga ada perintah melakukan kekerasan atau perusakan. Bahkan Odie Hudiyanto menyatakan seharusnya Polisi mengusut jual beli “bodong” yang dilakukan oleh Yudiawan Tansari selaku Pemilik dan Direksi PT Metro Batavia (dalam pailit) karena melawan hukum.

 

Pada tanggal 23 April 2014 Jam 19.07 seseorang yang mengaku bernama Oka dari Polsek Gambir dengan Nomor HP 0813-11217707 menghubungi Odie Hudiyanto dan meminta untuk bertemu. Odie Hudiyanto bertanya “ untuk keperluan apa?”

Dijawab : “ ini ada surat panggilan yang sudah ditanda-tangani Kapolsek untuk hadir pada tanggal 25 April 2014 di Polsek Gambir. Alamat Pak Odie yang tercantum dalam BAP sesuai KTP tidak ketemu,”.

 

Odie menjawab : “Tidak mungkinlah. Bohong kamu. Itu alamat sudah sesuai KTP tempat saya tinggal,”.

 

Oka : “Tolong, Pak Odie, Saya diperintahkan Kapolsek. Saya antar kemana suratnya?”

 

Odie : “Mana ada sejarahnya panggilan melalui telpon?!!! Kamu polisi bukan?? Saya tanggal 25 dan 26 April 2014 ada di Bandung mengurus PHK Karyawan Hotel Papandayan.

 

Pada tanggal 25 April 2014 Jam 10.42, Kompol Joko Waluyo dengan Nomor HP 0812-8496318 mengirimkan SMS pada Odie yang isinya : “Bos Pagi saya antar panggilan alamatnya tidak ada padahal sudah sesuai alamat KTP yang bapak kasih. TOLONG KOPERATIF”.

 

Odie menjawab : “Saya sudah sampaikan hari ini ada di Bandung. Alamat sudah benar,”.

 

Pada tanggal 26 April 2014 sekitar Jam 10.00, petugas Pos Indonesia melemparkan surat dari Polsek Gambir ke halaman rumah orang tua Odie Hudiyanto di Pondok Pinang. Isi suratnya adalah Surat Panggilan untuk Odie Hudiyanto sebagai tersangka  dalam tindak pidana pengeroyokan sebagaimana dimaksud pasal 170 KUHP atas nama pelapor IGNATIUS VENDY  DENGAN NOMOR POLISI 174/K/IV/2014/Sektro Gambir, TANGGAL 20-3-2014 DENGAN SURAT PANGGILAN NOMOR : S.Pgl/65/IV/2014/Res JP.

 

Laporan polisi atas nama Ignatius Vendy itu membuka borok Polsek Gambir. Odie Hudiyanto tidak pernah diperiksa terlebih dahulu namun sudah ditetapkan sebagai TERSANGKA. Perhatikan nomor laporan polisi. Laporan Polisi Nomor 174/K/IV/2014/Sektro Gambir tapi tertanggal 20-3-2014. Jelas laporan tersebut dibuat di bulan 4 atau April 2014 namun dibuat mundur (ada tanda tips ex).

 

Penjualan gedung ex Kantor Pusat PT Metro Batavia (dalam pailit) pada tanggal 28 Desember 2012 adalah melanggar UU No 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang mengatur bahwa 1 tahun sebelum pailit tidak boleh ada pindah tangan.

 

Terkait hal tersebut diatas, kami mengundang rekan-rekan wartawan untuk hadir dalam jumpa pers yang akan kami adakan pada :

Hari / Tanggal     : Selasa, 29 April 2014

Jam                        : 13. 00 WIB - selesai

Tempat                : Kantor Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta, Jalan Kalibata Timur  IV G Nomor 10

                                   (samping kantor Majalah Gatra, dekat ICW). 

 

Demikianlah undangan dari kami, terima kasih kami sampaikan.

 

 

 

Kontak

Odie Hudiyanto : 0817-808326 dan 0818-808326            

Hamzah Fansyuri SH (Kuasa Hukum Odie) : 0856-1330729

 

-------------------------------------------

AJI Jakarta

Jl. Kalibata Timur IVG No.10

Kalibata, Jakarta Selatan 12740

Telp./Faks. (021) 798 4105

Email: ajijak-Hlp6NBfSoRe8rHFcjEY/OA@public.gmane.org

t: <at> AJI_JAKARTA

http://www.ajijakarta.org

-------------------------------------------



__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/MEDIACARE/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/MEDIACARE/







__,_._,___
Remotivi Remotivi | 28 Apr 10:03 2014

Politik Media dalam Penyebutan "Ical" atau "ARB"

Politik Media dalam Penyebutan "Ical" atau "ARB"

Oleh Amil Alfi Arifin

Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie sejak kecil biasa disebut dengan panggilan Ical. Panggilan kecil itu bahkan tetap bertahan ketika ia menjadi “orang besar” dan terkenal seperti sekarang. Hampir semua koleganya—terlebih yang karib—memanggil Aburizal Bakrie cukup dengan panggilan Pak atau Bang Ical.

Tapi, sejak Ical ditetapkan sebagai capres dari Partai Golkar untuk Pemilu 2014. Atau barangkali lebih tepat, saat ia mendeklarasikan pencapresannya di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor Jawa Barat pada 1 Juli dua tahun lalu, panggilan “Ical” diganti dengan panggilan “ARB”. Akronim tiga huruf besar ini dianggap lebih mustajab dan mampu mendatangkan keuntungan dan kekuasaan politik bagi diri dan partainya.

Iya, pergantian panggilan atau sebutan nama Aburizal Bakrie itu memang didasarkan pada pertimbangan marketing dan strategi politik untuk mendulang dukungan dan suara pada pemilihan mendatang. Menurut pakar politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ikrar Nusa Bakti, panggilan Ical itu bukan hanya tidak pas bagi pencapresan Aburizal Bakrie, melainkan juga mengandung asosiasi yang negatif (lipi.co.id, Selasa 3 September 2013).

Baca selanjutnya >>> remotivi.or.id
 
 
--
REMOTIVI
"Hidupkan Televisimu, Hidupkan Pikiranmu"
www.remotivi.or.idTwitter | Facebook


Remotivi adalah sebuah inisiatif warga untuk kerja pemantauan tayangan televisi di Indonesia. Cakupan kerjanya turut meliputi aktivitas pendidikan melek media dan advokasi yang bertujuan (1) mengembangkan tingkat kemelekmediaan masyarakat, (2) menumbuhkan, mengelola, dan merawat sikap kritis masyarakat terhadap televisi, dan (3) mendorong profesionalisme pekerja televisi untuk menghasilkan tayangan yang bermutu, sehat, dan mendidik.


__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/MEDIACARE/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/MEDIACARE/







__,_._,___
Remotivi Remotivi | 25 Apr 09:08 2014

[Siaran Pers] KPI: Evaluasi Izin Frekuensi RCTI, TV One, dan Metro TV!

Siaran Pers

KPI: Evaluasi Izin Frekuensi RCTI, TV One, dan Metro TV!

Pemilu legislatif baru saja berakhir. Partai politik yang dipimpin oleh pemilik stasiun televisi mendapat jumlah perolehan suara yang variatif. Berdasarkan hasil hitung cepat, perolehan suara yang ada menunjukkan dua hal. Pertama, kerja kampanye media yang intensif berpengaruh pada perolehan suara Pemilu. Kedua, fakta ini harus dilihat sebagai hasil nyata dari praktik media yang tidak berimbang, bias kepentingan politik pemilik, dan karenanya menciderai demokrasi.
Penelitian yang dilakukan oleh Remotivi atas dukungan Dewan Pers menemukan bahwa informasi yang disuguhkan RCTI, Metro TV, dan TV One kepada publik terindikasi tercemar oleh kepentingan politik pemilik. Penelitian yang mengambil sampel tayangan televisi berbentuk produk berita, iklan, dan produk non-berita pada 1-7 November 2013 itu menemukan bahwa, frekuensi kemunculan, penonjolan, serta nada pemberitaan tokoh maupun partai politik punya hubungan yang erat dengan afiliasi pemilik stasiun TV dengan partai politik.

Surya Paloh, misalnya, mendapat porsi pemberitaan paling banyak di Metro TV. Dalam periode penelitian, tercatat ada 15 judul berita dengan durasi 6.297 detik (30.6% dari seluruh pemberitaan tokoh politik) yang memberitakan Surya Paloh. Jumlah ini hampir dua kali lipat dari jumlah durasi yang didapat oleh Mahfud MD yang ada di urutan kedua tokoh politik paling banyak diberitakan, yaitu sebesar 3.955 detik (19.8%).

Penelitian ini juga mencatat variabel “durasi penonjolan”, yakni pencatatan yang dihitung ketika terdapat suara dan gambar kontestan politik yang secara bersamaan muncul di dalam tayangan, baik diwawancarai langsung maupun ketika sedang berpidato atau beraktivitas lainnya. Dalam konteks ini, Metro TV memberikan “durasi penonjolan” kepada Surya Paloh sebanyak 43.6%, sementara Mahfud MD hanya ditonjolkan sebesar 19.8%.

Keberpihakan Metro TV terhadap Surya Paloh kian kentara dengan fakta bahwa tidak ada satu pun berita negatif mengenainya. Dari 15 berita mengenai Ketua Umum Partai NasDem ini, 10 berita bernada positif dan 5 lainnya netral. Tidak hanya itu, selama periode penelitian, juga ditemukan setidaknya 5 berita yang berjudul sama dengan slogan NasDem, yaitu “Gerakan Perubahan” dan “Restorasi Indonesia”, dan ini berpotensi mengaburkan judul berita degan slogan parpol. Sementara tokoh politik yang mendapat porsi pemberitaan negatif tertinggi adalah Hidayat Nur Wahid (27.2%), disusul Mahfud MD (27.2%), dan kemudian Luthfi Hasan Ishaaq (18.2%) (Data penelitian diambil ketika kasus korupsi impor daging sapi yang melibatkan petinggi PKS terkuak).

Sejalan dengan itu, tingginya pemberitaan Metro TV terhadap Golkar (25.4% secara frekuensi, dan 18.4% secara durasi), juga diiringi oleh besarnya berita negatif atasnya yang mencapai 37.5% dari seluruh berita negatif di Metro TV, disusul PKS (29.2%) dan Demokrat (29.2%). Sebaliknya, pemberitaan atas NasDem yang meski secara frekuensi berada di bawah Golkar (17.2%), tapi memiliki durasi tertinggi di Metro TV (33.7%). Artinya, dalam tiap pemberitaan NasDem, Metro TV menyediakan durasi yang lebih panjang ketimbang partai lainnya. NasDem juga adalah partai dengan nada pemberitaan positif tertinggi, di mana 50% dari seluruh berita positif yang ada di Metro TV adalah milik NasDem. Kenyataan ini masih ditambah oleh fakta bahwa NasDem adalah satu-satunya partai yang beriklan secara ekslusif di Metro TV dengan frekuensi 100 kali selama seminggu.

Aburizal Bakrie, selaku Ketua Umum Partai Golkar dan sekaligus pemilik TV One, hanya mendapat porsi 11.1% dari durasi total pemberitaan tokoh politik TV One. Meski tidak banyak, namun semua berita tersebut bernada positif. Bakrie adalah tokoh politik dengan nada berita positif tertinggi di TV One (54.5%). Hal yang sama terjadi pada Partai Golkar, yang mendapat 60% dari total seluruh pemberitaan partai bernada positif. TV One cenderung memberikan pemberitaan bernada negatif terhadap partai lain, seperti Partai Demokrat yang menjadi partai dengan pemberitaan negatif tertinggi di TV One (50%)...

Baca selengkapnya >>> www.remotivi.or.id
--
REMOTIVI
"Hidupkan Televisimu, Hidupkan Pikiranmu"
www.remotivi.or.idTwitter | Facebook


Remotivi adalah sebuah inisiatif warga untuk kerja pemantauan tayangan televisi di Indonesia. Cakupan kerjanya turut meliputi aktivitas pendidikan melek media dan advokasi yang bertujuan (1) mengembangkan tingkat kemelekmediaan masyarakat, (2) menumbuhkan, mengelola, dan merawat sikap kritis masyarakat terhadap televisi, dan (3) mendorong profesionalisme pekerja televisi untuk menghasilkan tayangan yang bermutu, sehat, dan mendidik.


__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/MEDIACARE/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/MEDIACARE/







__,_._,___
bambangsoesatyo | 24 Apr 04:10 2014
Picon

OPINI: Ketika Sengkuni Menjadi Brutus

Ketika Sengkuni Menjadi Brutus  
 
Bambang Soesatyo
Anggota Komisi III DPR RI/
Presidium Nasional KAHMI 2012-2017

Para sengkuni di lingkar dalam pusat kekuasaan sedang bergerilya. Langsung berevolusi jadi Brutus, para
sengkuni di sekitar istana dan Presiden mulai meninggalkan sosok Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Mereka aktif blusukan ke kelompok-kelompok politik yang diprediksi bakal ikut gerbong pemerintah baru.
 
Kebiasaan buruk muncul lagi menjelang peralihan kekuasaan di negara ini. Kebiasaan atau perilaku
menjelek-jelekan presiden dan keluarganya. Presiden SBY dan keluarga pun tak luput dari situasi
seperti itu. Akhir-akhir ini, SBY dan keluarga plus para pembantu terdekatnya mulai dihujani ragam isu
tak sedap dan mengganggu kenyamanan mereka. Ada serangan yang dilakukan terbuka, ada juga yang kasak
kusuk menebar cerita tak sedap tentang SBY dan keluarganya.
 
Sekitar 10 tahun lalu, ketika popularitas SBY memuncak menuju pemilihan presiden tahun 2004, Presiden
(saat itu) Megawati Soekarnoputri juga diperlakukan seperti itu. Ragam isu atau cerita tak sedap
berseliweran di ruang publik. Para penebar gosip itu mencoba peruntungan dengan menghancurkan
kakakter presiden dan keluarganya, termasuk para menteri.
 
Akhir-akhir ini, SBY dan keluarga pasti merasakan serangan itu datang bertubi-tubi, terutama untuk
serangan yang bersifat terbuka sebagaimana bisa disimak dari pemberitaan media massa. Namun, yang tak
kalah jahatnya adalah serangan berupa kasak kusuk sejumlah orang yang menebar gosip tentang karakter
SBY dan keluarganya. Tentu saja gosip itu menggambarkan hal-hal yang serba buruk.
 
Mengapa dikatakan sangat jahat? Sebab para penebar gosip itu adalah orang-orang yang selama ini justru
sangat dekat dengan SBY dan keluarganya. Bahkan mereka yang selama ini mungkin mendapat kepercayaan
ekstra dari SBY sebagai menteri atau kepala lembaga tertentu. Mereka sebenarnya sangat mudah dikenali.
Lihat saja dari sekian banyak menteri dan orang dekat presiden, siapa yang paling kencang menjilat dan
menyanjung-nyanjung bahkan seolah rela berkorban dan pasang badan untuk SBY. Mereka itulah yang selama
ini digambarkan sebagai para Sengkuni di sekitar presiden.
 
Hari-hari ini, SBY dan keluarga mungkin hanya bisa menghitung-hitung siapa sahabat sejati, dan siapa
saja yang benar-benar berperilaku Sengkuni. Mereka yang selama ini kerjanya menjilat, mencari muka 
mencari peruntungan dengan dan hanya memanfaatkan kedekatan. Hari-hari ini, mereka bermuka dua alias
bertopeng. Tetap manis dan memberi kesan loyal saat berhadapan dengan SBY dan keluarga. Namun, perangai
mereka berubah total, ketika para Sengkuni itu mulai mencari dan membangun akses ke pusat-pusat
kekuasaan baru. Pada saat itulah mereka benar-benar beperangai layaknya Brutus, si pembunuh diktator
Republik Romawi Julius Caesar. Kalau Brutus tega berkonspirasi membunuh Caesar yang telah
mengangkatnya menjadi Gubernur Gaul, para Sengkuni pun tanpa ampun bisa menghancurkan karakter SBY dan
keluarganya.  
 
Untuk berevolusi menjadi Brutus, para sengkuni itu berpatokan pada hasil pemilihan anggota legislatif
(Pileg) 2014.  Hasil perhitungan sementara Pileg 2014 sudah cukup jelas. Perubahan atau pergeseran
peta kekuataan politik mulai terbaca. Pemerintahan pun dipastikan berubah menjelang akhir tahun 
ini. Dalam hitungan bulan, Kabinet Indonesia Bersatu-II akan demisioner.
 
Produktivitas atau kinerja pemerintah pun diperkirakan tidak signifikan. Para menteri mungkin saja
kurang bergairah lagi merealisasikan program. Itu sebabnya, sudah terlihat gejala lambannya
penyerapan anggaran pada sejumlah instansi atau Pemda. Kecenderungan inilah yang semakin mendorong
para Sengkuni di seputar istana mulai menjauhi SBY.
 
Para Sengkuni juga melihat bahwa pendaftaran figur Capres-Cawapres untuk Pilpres akan ditutup selepas
pertengahan Mei 2014, sementara pelantikan presiden terpilih dijadualkan Oktober 2014. 

Artinya, bagi para sengkuni, masih tersedia cukup waktu untuk membangun akses ke poros-poros kekuatan
politik yang akan dipercaya rakyat memegang tampuk pemerintahan baru di negara ini. Kalau kabinet baru
mulai bekerja sekitar Oktober, setidaknya ada periode waktu enam-tujuh bulan bagi para sengkuni untuk
membuka akses dan membangun jaringan ke pusat pemerintahan baru.
 
Dengan caranya yang licik, para sengkuni akan melebur dalam proses politik itu. Mulai dari ikut-ikutan
mendorong koalisi antar Parpol, sosialisasi sosok Capres, terlibat dalam kompromi dan tarik menarik
kepentingan, hingga rancangan formasi anggota kabinet.
 
Bocorkan Rahasia
 
Tak dapat dipungkiri bahwa anjloknya perolehan suara Partai Demokrat (PD) pada Pileg 2014 akan mengubah
peta perpolitikan nasional. Perubahan itu adalah sebuah konsekuensi logis. Tak hanya itu, hasil Pileg
2014 ternyata juga mengubah perilaku para Sengkuni menjadi Brutus.
 
Menjelang berakhirnya kekuasaan Presiden SBY pada Oktober 2014 mendatang, perilaku "all the
president’s man" atau orang-orang dekat presiden yang dikenal sebagai Sengkuni telah menjelma
menjadi Brutus. Perilaku licik mereka tak berubah, tapi mereka tidak lagi berniat cari muka di hadapan
SBY dan keluarganya.
 
Para Sengkuni itu akurat dalam berhitung.  Mareka tahu bahwa kekuasaan SBY akan berakhir. Madu di Cikeas
akan segera habis. Alih-alih berterimakasih pada SBY, pada waktunya nanti, para sengkuni itu hanya
mengibaratkan Cikeas tanah yang tandus. Karena licik, di kemudian hari para sengkuni itu bahkan berani
menyangkal kedekatannya dengan Cikeas.
 
Hari-hari ini, fokus atau orientasi para sengkuni itu hanya satu; menghalalkan segala cara agar bisa
memperoleh jabatan di pemerintahan baru, atau minimal tetap berada di ring satu istana. Untuk target
itu, para sengkuni tak segan sedikit pun untuk menyerahkan kepala tuannya kepada penguasa baru. Dari
kebiasaaan menyanjung, para sengkuni itu tak segan untuk menista SBY demi potensi bisnis dan
kekuasaan yang bisa didapat dari pemerintah baru.
 
Sebenarnya, gejala evolusi sosok Sengkuni menjadi Brutus sudah dirasakan hari-hari ini, di tengah ingar
bingar tahun politik 2014. Pada Oktober 2013, tercatat tiga kali percakapan rahasia Presiden SBY
melalui pesan singkat seluler bocor ke media. Begitu pula ketika belum lama ini ada seorang Kepala
Lembaga yang dulu begitu setia dan memuji-muji SBY, sehingga dia diberi jabatan. Kini berbalik
menyerang dan mengkritik kebijakan mantan majikannya itu. Bahkan sekarang dia tak malu-malu
memuji-muji ketua umum partai yang   capresnya selalu menempati rangking teratas dalam berbagai survei
tersebut. 

Yang lebih celaka, cerita buruk yang masuk klasifikasi rahasia justru dibuka dan dijadikan ’ barang
dagangan’ oleh para sengkuni untuk mendapatkan simpati dari calon penguasa baru. Jadi, hati-hatilah
para capres/cawapres dan timses nya. Karena bukan tidak mungkin, mereka akan berkhianat kembali.

Sebab, usai pelaksanaan Pileg 2014, beredar informasi tentang aktivitas blusukan sejumlah orang
kepercayaan SBY. Bukan karena diutus menjajaki koalisi, mereka blusukan untuk mewujudkan
kepentingannya sendiri. Para sengkuni itu menemui sejumlah tokoh dari Parpol yang diprediksi akan
mengajukan calon presiden. Mereka blusukan dengan membawa ragam cerita buruk tentang SBY dan
keluarganya. Untuk mendapatkan simpati dari calon penguasa baru. Atau, minimal bisa diterima di
lingkungan calon pemimpin baru.
 
Mudah-mudahan, sepak terjang para pengkhianat SBY itu disimak oleh para tokoh yang akan maju dalam
pemilihan presiden tahun ini. Para pengkhianat seperti itu sebaiknya tidak diberi kesempatan atau
ruang. Karena itu, sangat penting bagi para tokoh untuk selektif manakala didekati figur-figur yang
sebelumnya begitu dekat dengan SBY.
 
Para sengkuni itulah yang diduga selama ini merusak reputasi pemerintahan SBY. Memanfaatkan kedekatan
dengan kekuasaan, mereka antara lain membangun kartel pangan, melakukan mark up atas sejumlah proyek
pemerintah hingga mengambil keuntungan dari jabatannya melalui kebijakan yang dikeluarkan. Meski itu
merugikan rakyat.
 
Kalau mereka bisa berkhianat pada SBY sebagai majikan yang selama ini memberikan kekuasaan dan
kenikmatan sebagai orang dekat Istana, para Sengkuni itupun bisa menjadi brutus-brutus baru yang akan
menikam dan mengkhianati majikan baru mereka untuk mendapat tempat kembali ke majikan atau penguasa
berikutnya. Waspada, waspadalah!
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

------------------------------------

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/MEDIACARE/

Group  <at>  FB: 
http://www.facebook.com/groups/MEDIACARE/

Yahoo Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/MEDIACARE/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/MEDIACARE/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    MEDIACARE-digest <at> yahoogroups.com 
    MEDIACARE-fullfeatured <at> yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    MEDIACARE-unsubscribe <at> yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo Groups is subject to:
    https://info.yahoo.com/legal/us/yahoo/utos/terms/

AJI JAKARTA | 23 Apr 10:03 2014
Picon

Undangan Workshop Fotografi Jurnalistik

ALIANSI JURNALIS INDEPENDEN (AJI) JAKARTA

 

No                   : 059/ AJIJAK/ IV/ 2014

Perihal            : Undangan Workshop Fotografi Jurnalistik

 

 

Kepada Yth.

Anggota AJI, Jurnalis media massa & mahasiswa

di tempat

 

Dengan hormat,

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta akan mengadakan workshop fotografi jurnalistik. Workshop dengan bentuk kelas ini akan diadakan sebanyak 6 kali pertemuan, seminggu sekali. Terbuka bagi jurnalis anggota dan non anggota AJI, mahasiswa dan siapa saja yang tertarik dengan fotografi. Workshop akan dipandu oleh Feri Latief, pewarta foto freelance dan kontributor untuk National Geographic Indonesia.

 

Maka bersama ini kami mengundang Anda untuk hadir mengikuti workshop fotografi, pertemuan pertama akan diadakan pada:

Hari, tanggal            : Sabtu, 26 April 2014

Waktu                        : 13.00 – 15.00 WIB

Tempat                      : Sekretariat AJI Jakarta, Jl. Kalibata Timur IVG #10 Jakarta Selatan

Agenda, materi        :

26 April 2014 Mengenali cahaya, Pengantar foto jurnalistik

3 Mei 2014     Visual Literacy : Dari Kata Jadi Citra

10 Mei 2014  Visual Litearcy : Esensi Peristiwa

17 Mei 2014  Visual Literacy : Portrait

24 Mei 2014  Foto Cerita

31 Mei 2014  Editing/Final Cut foto cerita

Di setiap pertemuan akan ada penugasan dan evaluasi karya.

 

Untuk informasi lebih lanjut dan konfirmasi kehadiran di workshop, dapat menghubungi Rio di sekretariat AJI Jakarta, di nomor telepon 021-7984105 atau melalui email ajijak-Hlp6NBfSoRe8rHFcjEY/OA@public.gmane.org

 

Demikian undangan ini disampaikan. Terima kasih.

 

 

Jakarta, 22 April 2014

Salam,

                                                                   

Umar Idris                                                    

Ketua AJI Jakarta

 

-------------------------------------------

AJI Jakarta

Jl. Kalibata Timur IVG No.10

Kalibata, Jakarta Selatan 12740

Telp./Faks. (021) 798 4105

Email: ajijak-Hlp6NBfSoRe8rHFcjEY/OA@public.gmane.org

t: <at> AJI_JAKARTA

http://www.ajijakarta.org

-------------------------------------------



__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/MEDIACARE/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/MEDIACARE/







__,_._,___

Gmane