Picon

OPINI: Sinkronisasi Pusat-Daerah

Sinkronisasi Pusat-Daerah

Bambang Soesatyo
Anggota Komisi III DPR RI/
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia
 
WACANA tentang perlunya mengurangi subsidi energi (BBM dan listrik) akhir-akhir ini adalah gambaran
mengenai rapuhnya perekonomian nasional. Tidak kokoh seperti yang digambarkan selama ini.
Sebaliknya, negara justru sedang menghadapi tantangan sangat serius dan mengkhawatirkan. Beban
pemerintah baru sangatlah berat.
 
Demikian beratnya sehingga harus ada keberanian dan konsistensi untuk menetapkan prioritas program.
Soalnya, penanganan atas sejumlah masalah bersifat mendesak.  Mulai masalah ketahanan pangan,
percepatan pembangunan dan perbaikan infrastruktur, peningkatan daya saing menuju penyatuan ekonomi
ASEAN, merealisasikan pusat pertumbuhan baru di luar Jawa, hingga peningkatan kapabilitas dan
kompetensi pemerintah daerah.  
 
Baru-baru ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengemukakan bahwa perekonomian Indonesia masuk 10
besar dunia. Dia mengacu pada laporan Bank Dunia tentang pemeringkatan ekonomi menurut produk domestik
bruto (PDB) dan daya beli. Data ini mungkin tak perlu diperdebatkan.

Tetapi, apa konsekuensi data itu bagi kesejahteraan rakyat? Itulah pertanyaannya. Dalam beberapa tahun
belakangan ini, pemerintahan SBY memang sering menggemakan klaim tentang tingginya pertumbuhan
ekonomi. Tetapi, rakyat nyaris tak peduli karena tidak merasakan atau menikmati pertumbuhan itu.
 
Karena itu, pemerintah baru jangan sampai terperangkap pada statistik pertumbuhan ekonomi tinggi yang
diwariskan pemerintahan sebelumnya. Untuk mewujudkan kesejahteraan, statistik pertumbuhan itu tak
layak dijadikan acuan karena rapuh dan tidak berkualitas. Statistik itu terbukti bukan solusi untuk
mereduksi jumlah pengangguran dan memerangi kemiskinan. 
 
(Continue reading)

Picon

Siaran Pers: Sepuluh Tim Terpilih Sebagai Penerima Beasiswa Liputan Perubahan Iklim

No. 078/AJIJAK/VI/2014

 

Senin, 2 Juni 2014

UNTUK DIBERITAKAN

 

Siaran Pers AJI Jakarta
Sepuluh Tim Terpilih Sebagai Penerima Beasiswa Liputan Perubahan Iklim


JAKARTA. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta dan Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) mengumumkan sepuluh tim/media penerima beasiswa perubahan iklim 2014. Para pemenang diputuskan dalam rapat pleno yang  dihadiri ICCTF, Mentor program beasiswa perubahan iklim dan AJI Jakarta di kantor ICCTF, Kuningan, Jakarta, pada hari Jumat, 30 Mei 2014.

 

Program  Beasiswa Liputan Perubahan Iklim telah diumumkan melalui media sosial, website, milis jurnalis, poster ke kantor media sejak hari Rabu, 7 Mei 2014. Sejak hari itu hingga tanggal 25 Mei 2014 Panitia menerima puluhan usulan liputan dari jurnalis media cetak, media online dan media televisi.

 

Selama tiga minggu, panitia menerima sebanyak  61 usulan liputan perubahan iklim, dari media nasional  di Jakarta dan media lokal di daerah.

 

Panitia menyediakan dana beasiswa total senilai Rp 200 juta untuk biaya operasional tim/media meliput isu perubahan iklim. Tiga perwakilan media yang menulis laporan terbaik akan difasilitasi meliput konferensi perubahan iklim di Lima, Peru pada akhir 2014.

 

Mentor atau pembimbing program beasiswa liputan perubahan iklim ini adalah Brigitta Isworo Laksmi, Redaktur Harian Kompas, Untung Widyanto Jurnalis Senior Tempo dan Riza Primadi, Chief Eksekutif Officer (CEO) PT Content Creative Indonesia, Lembaga yang mempunyai focus kerja di bidang media penyiaran.

 

Penilaian dilakukan secara obyektif  tanpa memperlihatkan nama dan media. Penilaian dilakukan  dengan menyeleksi  kelengkapan draft usulan liputan berdasarkan nomor. Pemilihan dilakukan secara selektif dengan melihat kedalaman riset data awal, perencanaan liputan yang akan dikerjakan di lapangan,  daftar nama narasumber dan daftar pertanyaan yang disajikan.

 

“Semua usulan proposal yang dikirimkan cukup lengkap dan baik. Namun kami memilih usulan liputan yang terbaik, yang memiliki pemilihan angle liputan yang baru, dengan data riset yang lengkap dengan tahapan perencanaan jelas yang akan dilakukan di lapangan. Dengan begitu, kami dapat melihat bagaimana kesiapan untuk melaksanakan ide liputannya,” kata Brigitta Isworo Laksmi, salah satu mentor.

 

Menurut mentor, dari sejumlah usulan liputan yang diterima, sebagian sudah mencantumkan data awal yang banyak. Namun,  terkesan belum mengetahui kemana arah liputan yang akan dilakukan di lapangan.

 

“Secara umum, sebagian usulan yang diterima belum paham terkait isu perubahan iklim,” kata Untung Widyanto.

 

Sementara itu, Amin Budiarjo dari ICCTF mengatakan sejumlah usulan liputan masih belum memaparkan data seperti apa  dampak perubahan iklim yang terjadi dalam usulannya. Selain itu, ada dua usulan liputan yang tidak terkait dengan masalah perubahan iklim.

 

Ketua AJI Jakarta, Umar Idris mengungkapkan apresiasinya untuk semua usulan liputan yang sudah diikutkan dalam program beasiswa liputan perubahan iklim.

 

“Terima kasih untuk semua rekan jurnalis yang telah memasukkan usulan liputannya. Mereka yang belum terpilih menerima beasiswa, tetap bersemangat. Tetap mengikutkan usulan liputan dan karya jurnalistik terbaik Anda dalam program AJI Jakarta berikutnya,” kata Umar Idris.

 

Berikut 10 tim/media penerima beasiswa perubahan iklim. Keputusan ini mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Mereka adalah:

 

MEDIA CETAK

1. Aries Munandar, Siswantini Suryandari (Media Indonesia) Kalimantan Barat. Usulan liputan berjudul ”Efektivitas Pertanian Organik di Kabupaten Kayong Utara sebagai Upaya Mitigasi Perubahan Iklim. Bagaimana kontribusinya terhadap Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat ”.

 

2. Syaipul Bakhori (Tempo) Jambi. Usulan liputan berjudul “Terpenuhinya Kebutuhan Energi Warga Masyarakat Desa Senamat Ulu dan Desa Sekitarnya, Wujud Pemanfaatan Lingkungan Sekitar yang Ramah Lingkungan, Sekaligus Upaya Menciptakan Mitigasi dan Adaptasi perubahan Iklim”.

 

3. Shinta Maharani, Sunudyantoro (Tempo) DI Yogyakarta. Usulan liputan berjudul “Bagaimana Kelompok Tani Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta Menjaga Kelestarian Hutan Rakyat Berbasis Pembiayaan Mikro”.

 

4. Uji Agung Santosa, Adi Wikanto (Kontan) Jakarta. Usulan liputan berjudul “Bagaimana Efektifitas Program Perubahan Iklim. Apakah Perlu dilakukan Menyeluruh pada 2015. Bagaimana Kesiapan Petani. Apakah Tidak Memberatkan Mereka serta Apakah petani Bisa Terlindungi dari Efek Perubahan Iklim”.

 

5. Bangun Santoso (Harian Jambi) Jambi. Usul liputan berjudul “Perjuangan Warga Serampas Menjaga Masa Depan Bumi”.

 

MEDIA ONLINE

6. Sumarlin (Suarakendari.com) Kendari. Usulan liputan berjudul “Dampak Pengelolaan TPAS Puwatu terhadap ketersediaan Energi Alternatif bagi Warga kota Kendari”.

 

7. Rofiqi Hasan, Herry Indrawan, Mahardika (Tempo) Bali. Usulan liputan berjudul “Bagaimanakah Penerapan Efisiensi Energi di Kalangan Industri perhotelan di Bali sebagai bentuk Mitigasi Perubahan Iklim”.

 

8. Januar Hakam (Ekuatorial.com) Jakarta. Usulan liputan berjudul “Bagaimana Cara Masyarakat Mengurangi dan Menanggulangi dampak Perubahan Iklim terhadap Kesehatan Mereka”

 

MEDIA TELEVISI

9. Michael Carlos Kodoati, Edward Agus Raleo (BeritaSatu TV) Jakarta. Usulan Liputan berjudul “Maksimalitas Pengelolaan Lahan Gambut untuk Perubahan Iklim Positif”

 

10.  Davi Abdullah (Acehvideo.tv/Kompas TV) Aceh. Usulan Liputan berjudul “Jasa Lingkungan yang Disajikan di Kawasan Hutan Ulumasen, Lhoong Aceh Besar”.  Program Beasiswa Liputan Perubahan Iklim dilaksanakan agar media massa ikut  melakukan edukasi mengenai perubahan iklim kepada masyarakat.

 

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

Yus Ardiansyah                     08118071416

Musdalifah Fahri                   081524071774

Sekretariat AJI Jakarta          021-7984105

 

-------------------------------------------

AJI Jakarta

Jl. Kalibata Timur IVG No.10

Kalibata, Jakarta Selatan 12740

Telp./Faks. (021) 798 4105

Email: ajijak-Hlp6NBfSoRe8rHFcjEY/OA@public.gmane.org

t: <at> AJI_JAKARTA

http://www.ajijakarta.org

-------------------------------------------



__._,_.___
Posted by: "AJI JAKARTA" <ajijak-Hlp6NBfSoRe8rHFcjEY/OA@public.gmane.org>


Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/MEDIACARE/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/MEDIACARE/







__,_._,___
MEDIACARE | 1 Jun 16:05 2014
Picon

File - mediacare-welcome.txt


Mohon abaikan bagi Anda yang sudah pernah mengisi....

------------------------------------------

Dear members,

Sebelumnya kami ucapkan terima kasih atas kesediaan Anda untuk bergabung
di milis MEDIACARE. Hingga kini, tercatat lebih dari 9,000 anggota milis
yang datang dari berbagai kalangan, dengan latar belakang profesi yang 
berbeda. Ada wartawan, praktisi kehumasan, periklanan, komunikasi pemasaran,
EO, penyiar radio, news anchor, politisi, penulis lepas, dosen, 
redaktur bahasa, para pengamat berbagai bidang, pekerja seni, 
pelaku bisnis, penggiat LSM, juga dari kalangan mahasiswa, dan lainnya.

Kami berharap, milis ini dapat dijadikan ajang tukar menukar gagasan,
informasi, dan pemikiran-pemikiran positif lainnya, terutama yang berkaitan dengan
pengembangan media massa dan juga kegiatan-kegiatan kreatif di Indonesia. 
Di masa mendatang, siapa tahu kita bisa garap members gathering secara 
berkala dengan tajuk yang berbeda-beda.

Apabila Anda berkenan, mohon diisi data sebagai berikut:

Nama lengkap:
Nama panggilan:
Domisili (kota/negara):
Profesi: 
Tanggal lahir: 
No telp/HP:
E-mail:
Website:
Blog:

Nama media/lembaga: 
Ulang tahun lembaga/media: 
Alamat media/lembaga:
E-mail:
Website
Blog:

Sekali lagi, kami ucapkan terima kasih atas partisipasinya.....

Salam Mediacare!

Moderator

e-mail: mediacare-owner@...

------------------------------------

------------------------------------

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/MEDIACARE/

Group  <at>  FB: 
http://www.facebook.com/groups/MEDIACARE/

Yahoo Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/MEDIACARE/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/MEDIACARE/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    MEDIACARE-digest@... 
    MEDIACARE-fullfeatured@...

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    MEDIACARE-unsubscribe@...

<*> Your use of Yahoo Groups is subject to:
    https://info.yahoo.com/legal/us/yahoo/utos/terms/

Picon

Undangan Aksi Solidaritas

ALIANSI JURNALIS INDEPENDEN (AJI) JAKARTA

 

No       : 076/AJIJAK/V/2014

Perihal: Undangan Aksi Solidaritas

 

Kepada Yth,

Rekan-rekan jurnalis & masyarakat

di tempat

 

 

Dengan hormat,

Michael Ariawan yang akrab disapa Mika, jurnalis Kompas TV Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), telah menjadi korban kekerasan saat melakukan peliputan penyerangan di rumah Julius Felicianus, Direktur Penerbitan Galang Press, Kamis (29/5/2013) malam. Rumah Julius diserang sekelompok massa yang membubarkan warga yang sedang kebaktian.

 

Maka untuk menyikapi kasus tersebut, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta, akan menggelar aksi solidaritas untuk korban kekerasan. Selain melakukan orasi kami nanti akan menyalakan lilin, sebagai bentuk duka atas tindak kekerasan yang kian marak terjadi di Indonesia.

 

Dalam aksi nanti AJI Jakarta juga akan menyerukan kepada Calon Presiden dan Wakil Presiden untuk melakukan kampanye damai Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2014.

 

Melalui ini, kami mengundang rekan-rekan jurnalis dan masyarakat umum untuk hadir berpatisipasi dalam aksi solidaritas tersebut, yang akan digelar pada:

Hari                : Sabtu

Tanggal         : 31 Mei 2014

Waktu            : pukul 18.00 WIB

Tempat          : Bundaran HI. Jl. M.H. Thamrin Jakarta

 

Kami sangat mengharapkan kehadirannya.

 

Demikian undangan ini sampaikan, terima kasih.

 

 

Jakarta, 30 Mei 2014

Hormat kami,

 

 

Umar Idris

Ketua AJI Jakarta

 

-------------------------------------------

AJI Jakarta

Jl. Kalibata Timur IVG No.10

Kalibata, Jakarta Selatan 12740

Telp./Faks. (021) 798 4105

Email: ajijak-Hlp6NBfSoRe8rHFcjEY/OA@public.gmane.org

t: <at> AJI_JAKARTA

http://www.ajijakarta.org

-------------------------------------------



__._,_.___
Posted by: "AJI JAKARTA" <ajijak-Hlp6NBfSoRe8rHFcjEY/OA@public.gmane.org>


Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/MEDIACARE/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/MEDIACARE/







__,_._,___
Picon

Lowongan Kerja Remotivi

Lowongan Kerja Remotivi

 

Remotivi, sebuah lembaga swadaya masyarakat dalam bidang pemantauan televisi, membutuhkan kawan baru dengan posisi sebagai berikut:
 

MANAJER KAMPANYE (Kode: MK)

Tugas dan tanggung jawab:

- Mengepalai program kampanye: merancang konsep dan strategi, menjalankan, dan mengawasi keberlangsungan program, dan mengkoordinasi staf di bawahnya
- Mencari dukungan sumber dana bagi program-program kampanye
- Membangun jaringan dengan organisasi, lembaga, atau komunitas yang menjadi mitra dalam program kampanye

Persyaratan:

- Laki-laki, perempuan, transgender, atau difabel maksimal usia 30 tahun, bersedia bekerja penuh.
- Pendidikan minimal S1 segala jurusan
- Punya ketertarikan pada isu media dan gerakan masyarakat sipil
- Punya pengalaman dalam merancang dan menjalankan program kampanye (mohon dilampirkan portofolio mengenainya pada saat mengirim aplikasi)
- Punya kemampuan menulis dan desain grafis akan menjadi nilai tambah (bila ada, silakan disertakan pada saat mengirim aplikasi)
- Mempunyai pengetahuan tentang kerja Remotivi selama ini (komentar dan kritik diharapkan ada pada saat wawancara)
- Kontrak kerja berlangsung untuk 1 tahun ke depan (perpanjangan kontrak dilakukan sesuai dengan hasil evaluasi selama awal 3 bulan bekerja) 

STAF ADMINISTRASI & KEUANGAN (Kode: AK)

Tugas dan tanggung jawab:

- Membuat, memeriksa, dan mengarsip catatan transaksi keuangan dan dokumen pendukung
- Menginput seluruh catatan transaksi keuangan ke dalam sistem akuntansi hingga menjadi laporan keuangan
- Mengarip seluruh dokumen transaksi
- Mengelola urusan kesekretariatan seperti surat menyurat, pengarsipan dokumen, dan lainnya 

Persyaratan:

- Laki-laki, perempuan, transgender, atau difabel maksimal usia 26 tahun
- Pendidikan minimal D3 Akuntansi
- Mampu mengoperasikan komputer (MS Word & Excel) dan Internet
- Diutamakan yang sudah punya pengalaman kerja di LSM sebagai Staf Keuangan
- Mampu melakukan pembukuan & laporan keuangan
- Bersedia bekerja lembur atau pada akhir pekan ketika diperlukan



Instruksi mengenai Aplikasi

Harap kirimkan surat lamaran dengan melampirkan riwayat pendidikan dan pengalaman bekerja Anda paling lambat 8 Juni 2014, ke kotaksurat-5H8f5hvLGeT3SDIn/oWeyA@public.gmane.org Di badan e-mail, jika perlu bisa memberikan alasan singkat kenapa Anda ingin mengisi posisi ini. Harap mencantumkan “Lamaran (Kode lamaran)_ (Nama Anda)” di kolom subject e-mail. Setiap e-mail yang masuk akan menerima konfirmasi kembali dari Remotivi. Dan bagi Anda yang memenuhi kualifikasi akan diundang datang wawancara. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Suci Wulan Ningsih di nomor 0813 8000 8929.

 

Tentang REMOTIVI

 REMOTIVI adalah sebuah inisiatif warga untuk kerja pemantauan tayangan televisi di Indonesia. Cakupan kerjanya turut meliputi aktivitas pendidikan melek media dan advokasi yang bertujuan (1) mengembangkan tingkat kemelekmediaan masyarakat, (2) menumbuhkan, mengelola, dan merawat sikap kritis masyarakat terhadap televisi, dan (3) mendorong profesionalisme pekerja televisi untuk menghasilkan tayangan yang bermutu, sehat, dan mendidik.

Remotivi berlokasi di Jl. Satria Raya No. 36, Kel. Jati, Kec. Pulo Gadung, Jakarta Timur, 13220 (dekat dari Velodrome/Mall Arion, Rawamangun).
 
--
REMOTIVI
"Hidupkan Televisimu, Hidupkan Pikiranmu"
www.remotivi.or.idTwitter | Facebook


Remotivi adalah sebuah inisiatif warga untuk kerja pemantauan tayangan televisi di Indonesia. Cakupan kerjanya turut meliputi aktivitas pendidikan melek media dan advokasi yang bertujuan (1) mengembangkan tingkat kemelekmediaan masyarakat, (2) menumbuhkan, mengelola, dan merawat sikap kritis masyarakat terhadap televisi, dan (3) mendorong profesionalisme pekerja televisi untuk menghasilkan tayangan yang bermutu, sehat, dan mendidik.


__._,_.___
Posted by: Remotivi Remotivi <remotivi-DaQTI0RpDDMAvxtiuMwx3w@public.gmane.org>


Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/MEDIACARE/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/MEDIACARE/







__,_._,___
Picon

Siaran Pers: Ajak Masyarakat Melapor, MataMassa Membuka Kanal Laporan DPT Pilpres

ALIANSI JURNALIS INDEPENDEN (AJI) JAKARTA

No: 072/ AJIJAK/V/ 2014

 

Senin, 26 Mei 2014

UNTUK DIBERITAKAN

 

Siaran Pers

Ajak Masyarakat Melapor, MataMassa Membuka Kanal Laporan DPT Pilpres 

 

JAKARTA - Setelah dua pasang calon presiden dan wakil presiden resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum 2014, tak lama lagi kampanye pilpres akan dimulai. Untuk itu, Matamassa melanjutkan perannya sebagai gerakan pemantauan Pemilu oleh publik. Pada tahap awal ini, MataMassa membuka kanal laporan tentang Daftar Pemilih. "Masyarakat yang belum terdaftar pada Pemilu Legislatif kemarin, bisa melapor ke MataMassa dengan menyebutkan identitas dan alamatnya," tutur Muhammad Irham, Project Officer MataMassa, dalam siaran pers, Senin (26/5).

 

Kanal Daftar Pemilih Tetap dibuka untuk memfasilitasi masyarakat yang pada Pemilu Legislatif 9 April 2014 lalu tidak terdaftar sehingga tidak dapat memilih. Laporan masyarakat yang masuk ke MataMassa akan langsung diteruskan ke KPU sehingga KPU dapat terbantu melengkapi data yang mereka terima dari petugas di lapangan. Selain melapor ke MataMassa, masyarakat yang belum terdaftar dalam Daftar Pemilih melapor ke kelurahan untuk dicatat sebagai pemilih pada Pilpres 9 Juli mendatang. 

 

DPT merupakan syarat bagi masyarakat agar bisa memilih capres dan cawapres pilihannya pada 9 Juli 2014. Akan tetapi, berdasarkan pengalaman pada pemilu legislatif di April lalu, diperkirakan masih banyak masyarakat yang belum terdaftar sebagai pemilih. Pada pileg lalu, Matamassa pun banyak menerima laporan terkait kekacauan DPT ini.

 

"Kami mengadakan kerja sama teknis dengan KPU maupun Bawaslu sehingga laporan DPT yang masuk akan secara otomatis sampai kepada KPU dan Bawaslu. Hal ini akan mempermudah tindak lanjut khususnya bagi KPU untuk memenuhi hak pilih masyarakat," kata Nanang Syaifudin, Direktur iLab yang menangani infrastruktur teknologi Matamassa.

 

Pada Pilpres kali ini MataMassa melebarkan fokus pemantauan ke seluruh kota di Indonesia dengan basis pemantau aktif di tujuh kota, yakni di tujuh kota yakni Padang, Ambon, Surabaya, Makassar, Pekanbaru, Pontianak, dan Semarang. Tujuh kota ini dipilih berdasarkan jaringan partner MataMassa, yakni LBH Pers, Perludem, dan Transparency International Indonesia.  

 

Selama pemilihan legislatif lalu, Matamassa menyelenggarakan pemantauan pelanggaran Pemilu di area Jabodetabek. Walau demikian, Matamassa banyak menerima laporan dari berbagai daerah, dari ujung Sumatera hingga Papua. Melihat antusiasme pelaporan dari masyarakat ini, Matamassa meluaskan jangkauan pemantauan.

 

Matamassa mengajak masyarakat di seluruh Indonesia, terutama di tujuh kota yakni Padang, Ambon, Surabaya, Makassar, Pekanbaru, Pontianak, dan Semarang untuk melaporkan pelanggaran pemilu yang kerap terjadi dengan identitas yang lengkap agar laporannya dapat diverifikasi. Di luar kota-kota tersebut, masyarakat juga dapat melaporkan dugaan pelanggaran pilpres dengan mencantumkan indentitas lengkap guna proses verifikasi.

 

"Kami ingin lebih banyak lagi masyarakat yang terlibat aktif dalam pemantauan pelanggaran Pemilu. Dengan potensi pelanggaran yang besar dalam pilpres, perlu partisipasi warga yang lebih luas demi Pemilu yang lebih bersih," ujar Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta Umar Idris.

 

Potensi pelanggaran yang akhir-akhir ini sering terjadi ialah berkampanye untuk memilih atau tidak memilih capres tertentu dengan menggunakan isu Suku, Agama, Ras dan Golongan. Potensi pelanggaran lainnya ialah berkampanye di jual jadwal yang ditetapkan di media massa, khususnya televisi, dan poilitik uang dalam berbagai bentuk yang dijanjikan oleh tim sukses maupun pasangan capres-cawapres.  

 

Pada hari ini (Senin, 26 Mei) pula, Matamassa meluncurkan wajah baru situs www.matamassa.org. Wajah baru ini khusus dibuat untuk menyajikan pelaporan pemantauan publik selama pilpres berlangsung. Namun situs Matamassa sebelumnya yang menyajikan pelaporan pelanggaran yang terjadi sepanjang pileg tetap masih bisa diakses.

 

Sejak mulai diluncurkan pada pertengahan Desember hingga pertengahan Mei ini, Matamassa telah menerima 1869 laporan dugaan pelanggaran pemilu. Dari jumlah tersebut, pelanggaran administrasi masih mendominasi dengan jumlah pelaporan sebanyak 1500 kasus. Lainnya adalah pelanggaran pidana sebanyak 212 kasus, DPT 49 kasus, dan lain-lain sebanyak 84 kasus. Bila dihitung dengan laporan melalui email dan SMS, jumlah laporan lebih dari 6.000 laporan.

 

MataMassa merupakan program pemantauan pemilu hasil kerja  bareng antara AJI Jakarta, iLab dan SEATTI. Laporan masyarakat dapat disampaikan melalui situs www.matamassa.org, aplikasi di Android dan iOs (ketik MataMassa), email lapor-AvsEX0ETf3SGglJvpFV4uA@public.gmane.org dan pesan singkat (SMS) ke 0813-7020-2014. Laporan tersebut harus disertai identitas pelapor (nama, nomor telpon atau email) agar MataMassa dapat melakukan verifikasi kebenaran laporan. Namun ketika laporan tersebut dipublikasi dan disampaikan ke Bawaslu dan KPU, identitas pelapor akan dirahasiakan. 

 

 

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

Umar Idris, Ketua AJI Jakarta, 0818 111201,  

Muhammad Irham (0814 10161662)

Nanang Syaifudin (0812 82866667)

Sekretariat AJI Jakarta, kontak Annisa di nomor telepon (021) 798-4105.

 

-------------------------------------------

AJI Jakarta

Jl. Kalibata Timur IVG No.10

Kalibata, Jakarta Selatan 12740

Telp./Faks. (021) 798 4105

Email: ajijak-Hlp6NBfSoRe8rHFcjEY/OA@public.gmane.org

t: <at> AJI_JAKARTA

http://www.ajijakarta.org

-------------------------------------------



__._,_.___
Posted by: "AJI JAKARTA" <ajijak-Hlp6NBfSoRe8rHFcjEY/OA@public.gmane.org>


Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/MEDIACARE/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/MEDIACARE/







__,_._,___
Picon

Siaran Pers: Stop Penyalahgunaan Frekuensi Publik oleh Pemilik Media dalam Pilpres

ALIANSI JURNALIS INDEPENDEN (AJI) JAKARTA

No: 070/ AJIJAK/V/ 2014

 

Senin, 26 Mei 2014

UNTUK DIBERITAKAN

 

Siaran Pers

Stop Penyalahgunaan Frekuensi Publik oleh Pemilik Media dalam Pilpres

JAKARTA. Menjelang pemilihan umum presiden (Pilpres), persaingan antara pasangan calon presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa semakin tinggi. Masing-masing partai pendukung melakukan berbagai cara untuk memenangkan kontestasi politik ini. Dengan berkolaborasi dengan pengusaha media yang merangkap pimpinan partai politik, Joko Widodo dan Prabowo Subianto memanfaatkan media televisi dan frekuensi publik sebagai sarana yang ampuh untuk berkampanye.


Sebut saja, Metro TV yang pemiliknya juga merupakan politisi dan pendiri Partai Nasional Demokrat, Surya Paloh, telah memanfaatkan frekuensi publik untuk memuluskan langkah pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Jokowi-Jusuf Kalla  yang mereka usung lewat pemberitaan dan program non-berita. Partai Nasdem adalah bagian dari koalisi pendukung Joko Widodo-Jusuf Kalla.

 

Hal yang sama terjadi di televisi yang dikendalikan oleh keluarga Aburizal Bakrie, yakni TV One dan ANTV.  Pemberitaan maupun program non-berita yang cenderung menguntungkan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa setelah Aburizal Bakrie memberikan dukungan politik kepada Prabowo-Hatta. Tidak ketinggalan televisi yang ada di dalam MNC Group seperti RCTI, MNC TV, dan Global TV yang masih dikendalikan oleh taipan media Hary Tanoesoedibjo.

 

Televisi-televisi yang disebutkan diatas telah menyalahgunakan frekuensi televisi dengan menayangkan prosi pemberitaan yang lebih banyak dari sisi durasi dan gambar untuk calon presiden yang didukung oleh para pemiliknya. Selain melalui pemberitaan, televisi tersebut juga menyediakan program tayangan kepada calon presiden yang didukung oleh pemilik televisi. Seperti yang tampak pada kemunculan calon presiden Prabowo Subianto di acara Indonesian Idol di RCTI, Sabtu malam (24/5).

 

Fenomena ini menunjukan bahwa pemilik media mengabaikan teguran yang dikeluarkan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terkait siaran media televisi menjelang pemilihan legislatif lalu. Saat itu KPI berkesimpulan terdapat 6 lembaga penyiaran yang telah dinilai tidak proporsional dalam penyiaran politik. Termasuk terdapat iklan politik yang menurut penilaian KPI mengandung unsur kampanye. Keenam lembaga penyiaran itu adalah RCTI, MNC TV, Global TV, ANTV, TV One dan Metro TV.

 

Pentingnya independensi dan netralitas lembaga penyiaran sudah diatur dalam Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS) yang dikeluarkan KPI. Pedoman itu tertera dalam P3 Pasal 11 Ayat 2 yang berbunyi, ”Lembaga penyiaran wajib menjaga independensi dan netralitas isi siaran dalam setiap program siaran”. Sedangkan dalam SPS hal itu juga diatur dengan lebih detail dan tegas, bahwa independensi dan netralitas lembaga penyiaran harus dijaga. Aturan itu terdapat dalam Pasal 11 yang meminta kepada seluruh lembaga penyiaran, bahwa program siaran wajib dimanfaatkan untuk kepentingan publik, tidak untuk kelompok tertentu, dan dilarang untuk kepentingan pribadi pemilik dan kelompoknya. Hal itu juga dikuatkan dalam Pasal 40 yang mengatur tentang program jurnalistik, bahwa program jurnalistik harus akurat, adil, berimbang, dan tidak berpihak.

 

Begitu pula dengan peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nomor 15 tentang kampanye yang meminta setiap media, termasuk televisi, untuk menerapkan asas keberimbangan dalam pemberitaan maupun iklan.

Penegasan netralitas dan independensi lembaga penyiaran juga telah lama diatur dalam Undang-Undang Nomo 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Pentingnya netralitas dan independensi dalam menyampaikan informasi diatur dalam Pasal 6, “Mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi tepat, akurat dan benar, melakukan pengawasan, kritik dan saran terhadap hal yang berkaitan dengan kepentingan umum, serta memperjuangkan keadilan dan kebenaran.”

 

Karena itu, AJI Jakarta menyatakan:

1. Mengecam penyalahgunaan frekuensi publik oleh pemilik media RCTI, MNC TV, Global TV, ANTV, TV One dan Metro TV. AJI Jakarta menghimbau kepada pemilik dan pimpinan media tersebut untuk mematuhi Undang-Undang Penyiaran dan Undang-Undang tentang  Pers.

 

2.  Mendesak KPI menjatuhkan hukuman yang lebih berat kepada pemilik media yang terbukti kembali melanggar aturan penyiaran dan menyalahgunakan frekuensi publik melalui pemberitaan maupun program non berita.

3. Mengajak para awal redaksi di media televisi, cetak, online dan radio untuk melawan intervensi para pemilik media yang memiliki afiliasi politik kepada salah satu calon presiden. Menolak intervensi pemilik media demi menjaga independensi ruang redaksi dilindungi Undang-Undang Pers maupun Undang-undang Penyiaran. AJI Jakarta setiap saat akan menerima setiap pengaduan dari para jurnalis maupun pekerja televisi di program siaran yang mengalami dan mengetahui adanya intervensi pemilik dan pimpinan media ke ruang redaksi.

 

 

Demikian siaran pers ini kami sampaikan. Atas kesediaannya menyebarluaskan siaran pers ini kami sampaikan terimakasih.

 

 

Hormat kami,

 

 

Umar Idris                                          Dian Yuliastuti

Ketua AJI Jakarta                               Sekretaris AJI Jakarta

 

 

 

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

Sekretariat AJI Jakarta: 021-7984105

Umar Idris (Ketua AJI Jakarta): 0818111201

 

-------------------------------------------

AJI Jakarta

Jl. Kalibata Timur IVG No.10

Kalibata, Jakarta Selatan 12740

Telp./Faks. (021) 798 4105

Email: ajijak-Hlp6NBfSoRe8rHFcjEY/OA@public.gmane.org

t: <at> AJI_JAKARTA

http://www.ajijakarta.org

-------------------------------------------



__._,_.___
Posted by: "AJI JAKARTA" <ajijak-Hlp6NBfSoRe8rHFcjEY/OA@public.gmane.org>


Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/MEDIACARE/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/MEDIACARE/







__,_._,___
Picon

Siaran Pers: Stop Penyalahgunaan Frekuensi Publik oleh Pemilik Media dalam Pilpres

ALIANSI JURNALIS INDEPENDEN (AJI) JAKARTA

No: 070/ AJIJAK/V/ 2014

 

Minggu, 25 Mei 2014

UNTUK DIBERITAKAN

 

Siaran Pers

Stop Penyalahgunaan Frekuensi Publik oleh Pemilik Media dalam Pilpres

JAKARTA. Menjelang pemilihan umum presiden (Pilpres), persaingan antara pasangan calon presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa semakin tinggi. Masing-masing partai pendukung melakukan berbagai cara untuk memenangkan kontestasi politik ini. Dengan berkolaborasi dengan pengusaha media yang merangkap pimpinan partai politik, Joko Widodo dan Prabowo Subianto memanfaatkan media televisi dan frekuensi publik sebagai sarana yang ampuh untuk berkampanye.


Sebut saja, Metro TV yang pemiliknya juga merupakan politisi dan pendiri Partai Nasional Demokrat, Surya Paloh, telah memanfaatkan frekuensi publik untuk memuluskan langkah pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Jokowi-Jusuf Kalla  yang mereka usung lewat pemberitaan dan program non-berita. Partai Nasdem adalah bagian dari koalisi pendukung Joko Widodo-Jusuf Kalla.

 

Hal yang sama terjadi di televisi yang dikendalikan oleh keluarga Aburizal Bakrie, yakni TV One dan ANTV.  Pemberitaan maupun program non-berita yang cenderung menguntungkan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa setelah Aburizal Bakrie memberikan dukungan politik kepada Prabowo-Hatta. Tidak ketinggalan televisi yang ada di dalam MNC Group seperti RCTI, MNC TV, dan Global TV yang masih dikendalikan oleh taipan media Hary Tanoesoedibjo.

 

Televisi-televisi yang disebutkan diatas telah menyalahgunakan frekuensi televisi dengan menayangkan prosi pemberitaan yang lebih banyak dari sisi durasi dan gambar untuk calon presiden yang didukung oleh para pemiliknya. Selain melalui pemberitaan, televisi tersebut juga menyediakan program tayangan kepada calon presiden yang didukung oleh pemilik televisi. Seperti yang tampak pada kemunculan calon presiden Prabowo Subianto di acara Indonesian Idol di RCTI, Sabtu malam (24/5).

 

Fenomena ini menunjukan bahwa pemilik media mengabaikan teguran yang dikeluarkan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terkait siaran media televisi menjelang pemilihan legislatif lalu. Saat itu KPI berkesimpulan terdapat 6 lembaga penyiaran yang telah dinilai tidak proporsional dalam penyiaran politik. Termasuk terdapat iklan politik yang menurut penilaian KPI mengandung unsur kampanye. Keenam lembaga penyiaran itu adalah RCTI, MNC TV, Global TV, ANTV, TV One dan Metro TV.

 

Pentingnya independensi dan netralitas lembaga penyiaran sudah diatur dalam Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS) yang dikeluarkan KPI. Pedoman itu tertera dalam P3 Pasal 11 Ayat 2 yang berbunyi, ”Lembaga penyiaran wajib menjaga independensi dan netralitas isi siaran dalam setiap program siaran”. Sedangkan dalam SPS hal itu juga diatur dengan lebih detail dan tegas, bahwa independensi dan netralitas lembaga penyiaran harus dijaga. Aturan itu terdapat dalam Pasal 11 yang meminta kepada seluruh lembaga penyiaran, bahwa program siaran wajib dimanfaatkan untuk kepentingan publik, tidak untuk kelompok tertentu, dan dilarang untuk kepentingan pribadi pemilik dan kelompoknya. Hal itu juga dikuatkan dalam Pasal 40 yang mengatur tentang program jurnalistik, bahwa program jurnalistik harus akurat, adil, berimbang, dan tidak berpihak.

 

Begitu pula dengan peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nomor 15 tentang kampanye yang meminta setiap media, termasuk televisi, untuk menerapkan asas keberimbangan dalam pemberitaan maupun iklan.

Penegasan netralitas dan independensi lembaga penyiaran juga telah lama diatur dalam Undang-Undang Nomo 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Pentingnya netralitas dan independensi dalam menyampaikan informasi diatur dalam Pasal 6, “Mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi tepat, akurat dan benar, melakukan pengawasan, kritik dan saran terhadap hal yang berkaitan dengan kepentingan umum, serta memperjuangkan keadilan dan kebenaran.”

 

Karena itu, AJI Jakarta menyatakan:

1. Mengecam penyalahgunaan frekuensi publik oleh pemilik media RCTI, MNC TV, Global TV, ANTV, TV One dan Metro TV. AJI Jakarta menghimbau kepada pemilik dan pimpinan media tersebut untuk mematuhi Undang-Undang Penyiaran dan Undang-Undang tentang  Pers.

 

2.  Mendesak KPI menjatuhkan hukuman yang lebih berat kepada pemilik media yang terbukti kembali melanggar aturan penyiaran dan menyalahgunakan frekuensi publik melalui pemberitaan maupun program non berita.

4. Mengajak para awal redaksi di media televisi, cetak, online dan radio untuk melawan intervensi para pemilik media yang memiliki afiliasi politik kepada salah satu calon presiden. Menolak intervensi pemilik media demi menjaga independensi ruang redaksi dilindungi Undang-Undang Pers maupun Undang-undang Penyiaran. AJI Jakarta setiap saat akan menerima setiap pengaduan dari para jurnalis maupun pekerja televisi di program siaran yang mengalami dan mengetahui adanya intervensi pemilik dan pimpinan media ke ruang redaksi.

 

 

Demikian siaran pers ini kami sampaikan. Atas kesediaannya menyebarluaskan siaran pers ini, kami sampaikan terima kasih.

 

 

Hormat kami,

 

 

Umar Idris                                          Dian Yuliastuti

Ketua AJI Jakarta                               Sekretaris AJI Jakarta

 

 

Kontak:

Sekretariat AJI Jakarta: 021-7984105

Umar Idris (Ketua AJI Jakarta): 0818111201

 

-------------------------------------------

AJI Jakarta

Jl. Kalibata Timur IVG No.10

Kalibata, Jakarta Selatan 12740

Telp./Faks. (021) 798 4105

Email: ajijak-Hlp6NBfSoRe8rHFcjEY/OA@public.gmane.org

t: <at> AJI_JAKARTA

http://www.ajijakarta.org

-------------------------------------------



__._,_.___
Posted by: "AJI JAKARTA" <ajijak-Hlp6NBfSoRe8rHFcjEY/OA@public.gmane.org>


Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/MEDIACARE/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/MEDIACARE/







__,_._,___
Picon

Tamasya Batik PEKALONGAN 23-25 Mei 2014

Tamasya Batik PEKALONGAN
23-25 Mei 2014

“Mengenal Batik Encim dan Jlamprang ”
Jantung kehidupan kota Pekalongan adalah Batik. Bahkan, Pekalongan menjadi simpul pertemuan antarbudaya yang menciptakan kreasi-kreasi baru dalam sejarah batik. Ingin tahu lebih lanjut? Ikuti Tamasya Batik ke Pekalongan dan kenali lebih dalam batik Pekalongan sambil berbincang dengan para narasumber dan pengrajin batik setempat.

[ Dipersembahkan oleh Gelar didukung oleh majalah Tamasya ]

---------------------
BIAYA :
Full-Trip Rp. 2.850.000,- /orang (1 kamar berdua)
Biaya sudah termasuk :
Tiket KA Jakarta-Pekalongan-Jakarta , transportasi lokal, akomodasi, makan selama trip, narasumber ahli/kontributor lokal, donasi keberlanjutan seni budaya tradisi dan berlangganan majalah Tamasya selama 3 bulan.
Biaya tidak termasuk :
Transportasi dari tempat asal peserta ke meeting point yang ditentukan, kargo, tur tambahan, kelebihan bagasi, laundry dan pengeluaran pribadi lainnya.
Meeting point : Stasiun Gambir, Jakarta

Trip-Only Rp. 2.170.000,- /orang (1 kamar berdua)
Biaya sudah termasuk :
Transportasi lokal, akomodasi, makan selama trip, narasumber ahli/kontributor lokal, donasi keberlanjutan seni budaya tradisi dan berlangganan majalah Tamasya selama 3 bulan.
Biaya tidak termasuk :
Transportasi dari tempat asal peserta ke meeting point yang ditentukan, kargo, tur tambahan, kelebihan bagasi, laundry dan pengeluaran pribadi lainnya.
Meeting point : Pekalongan

Batas akhir pendaftaran & pembayaran Full-Trip : 12 Mei 2014
*Pembayaran tidak dapat dikembalikan apabila calon peserta melakukan pembatalan.

INFORMASI PROGRAM & PENDAFTARAN :
info-utI0RJLtliDWbkWYnl++iPegYHeGw8Jk@public.gmane.org   |   0812-90188682   |   pin BB 2310DC88
www.gelarculturaltrip.com   |   www.gelar.co.id


__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/MEDIACARE/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/MEDIACARE/







__,_._,___
prio kustiadi | 9 May 05:37 2014
Picon

Siaran Pers KSPSI : Mayday Peduli Lingkungan Tanam 7000 Pohon Mangrove [2 Attachments]

Jakarta - Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional yang jatuh pada 1 Mei lalu, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Keluarga besar Polresta Bekasi mengadakan penanaman 7000 pohon mangrove di Pantai Bakti, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (08/05)

Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea mengatakan kegiatan bertema "Mayday Peduli Lingkungan" ini merupakan bukti cinta kami sebagai buruh kepada lingkungan hidup. Baginya cukup prihatin melihat kerusakan lingkungan akibat abrasi pantai yang telah mengikis daratan.

"Kami sangat prihatin, sehingga sebagai buruh kami melihat betapa pentingnya dalam hari Buruh ini untuk turun aksi menyelamatkan lingkungan," kata Andi di lokasi penanaman pohon Mangrove.

Andi menilai peringatan hari Buruh yang dilakukan KSPSI sebagai rasa kebersamaan buruh kepada masyarakat. Menurutnya, aksi unjuk rasa tetap dilakukan namun harus ada nilai pengabdian kepada masyarakat.

"Kami mengabdi kepada masyarakat. Selain pada tanggal 1 Mei kemarin kami lakukan bakti sosial dan posko kesehatan dikantung kawasan industri dan pemukiman penduduk," tegasnya.

Sementara itu, Kapolresta Bekasi, Isnaeni Udjianto menyambut hangat kedatangan buruh KSPSI, baginya ini adalah kegiatan yang bagus agar terjalin komunikasi antara kepolisian sebagai pengayom masyarakat dan buruh.

"Kami melihat hal positif bukan hanya buruh melakukan aksi tapi juga peduli lingkungan," tutur Isnaeni.

Baginya pihak kepolisian mengapresiasi langkah organisasi buruh yang merayakan hari buruh secara kondusif di Kabupaten Bekasi sebagai salah satu kawasan industri.

"Kami melihat positif dari kegiatan mayday. Prinsipnya di Bekasi keadaan saat Mayday aman kondusif dan saya apresiasi kepada kawan buruh," terangnya.

Sedangkan Kepala Desa Pantai Bakti, Suwinta mengaku bangga kehadiran KSPSI dalam acara penyelamatan lingkungan ini. Dirinya mengakui kerusakan lingkungan sangat mengganggu aktifitas penduduk.

"Desa kami semakin rusak. Kami juga sudah melaporkan ke pemerintah untuk melakukan penanaman pohon," tuturnya

Dia menjelaskan sejak dua tahun terjadi abrasi yang mengakibatkan sebanyak 1 Rukun Tetangga hancur. Lanjutnya, dalam wilayah sepanjang 1,5 Km itu sebanyak 250 warga kehilangan rumah dan beberapa tambak ikut tenggelam.

"Akibat abrasi, pendapatan berkurang sebanyak 50 persen. Satu RT terpaksa pindah," tutupnya.



__._,_.___

Attachment(s) from prio kustiadi | View attachments on the web

2 of 2 Photo(s)


__,_._,___
kumo | 8 May 03:34 2014
Picon

Cultural Trip to BAUBAU 29 Mei-1 Juni 2014

Cultural Trip to BAUBAU
29 Mei – 1 Juni 2014

Perjalanan ke Kerajaan Penghasil Aspal
Buton adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah tenggara Pulau Sulawesi. Nama ini selalu dihubungkan dengan pertambangan aspal alam. Tak banyak yang tahu, bahwa di pulau ini ada satu kesultanan, yang berperan mengisi sejarah Indonesia. Buton dikenal dalam Sejarah Indonesia karena telah tercatat dalam naskah Nagarakertagama karya Prapanca pada tahun 1365 Masehi dengan menyebut Buton atau Butuni sebagai negeri (desa) keresian atau tempat tinggal para resi dimana terbentang taman dan didirikan lingga serta saluran air. Rajanya bergelar Yang Mulia Mahaguru. Nama Pulau Buton juga telah dikenal sejak zaman pemerintahan Majapahit. Patih Gajah Mada dalam Sumpah Palapa, menyebut nama Pulau Buton.

Dalam periodisasi Sejarah Buton telah mencatat dua fase penting yaitu masa Pemerintahan Kerajaan sejak tahun 1332 sampai pertengahan abad ke – 16 dengan diperintah oleh 6 (enam) orang raja diantaranya 2 orang raja perempuan yaitu Wa Kaa Kaa dan Bulawambona. Kedua raja ini merupakan bukti bahwa sejak masa lalu derajat kaum perempuan sudah mendapat tempat yang istimewa dalam masyarakat Buton. Fase kedua adalah masa Pemerintahan Kesultanan sejak masuknya agama Islam di Kerajaan Buton pada tahun 948 Hijriah (1542 Masehi) bersamaan dilantiknya Laki La Ponto sebagai Sultan Buton I dengan Gelar Sultan Murhum Kaimuddin Khalifatul Khamis sampai pada Muhammad Falihi Kaimuddin sebagai Sultan Buton ke – 38 yang berakhir tahun 1960.

Kembali kita akan melihat beragam keunikan budaya dan sejarah yang kadang luput dari perhatian kita. Dengan didampingi kontributor dan narasumber ahli, peserta akan dibawa berkunjung menelusuri jejak kejayaan Kesultanan Buton serta melihat dari dekat pengaruh kerajaan dalam kehidupan keseharian masyarakat Baubau.

[ Program ini dipersembahkan oleh Gelar dan didukung oleh National Geographic Traveler ]

BIAYA :
Rp. 5.750.000,- /orang (1 kamar berdua)
Biaya sudah termasuk :
  • Transportasi Makassar-Baubau (pp)
  • Transportasi lokal
  • Akomodasi
  • Makan
  • Narasumber ahli/kontributor lokal
  • Donasi keberlanjutan seni budaya tradisi
  • Berlangganan majalah National Geographic Traveler selama 6 bulan.

Biaya tidak termasuk :
Tiket pesawat, transportasi dari tempat asal peserta ke
meeting point yang ditentukan, kargo, tur tambahan, kelebihan bagasi, laundry dan pengeluaran pribadi lainnya.

Meeting point : Bandara Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan pukul 13.30 WITA, untuk berangkat ke Baubau pukul 16.00 WITA.
**Penyelenggara Cultural Trip dapat melakukan pembatalan/penundaan trip apabila terkait dengan alasan keamanan dan keselamatan.

Batas akhir pendaftaran & pembayaran : 18 Mei 2014
*Pembayaran tidak dapat dikembalikan apabila calon peserta melakukan pembatalan.

INFORMASI PROGRAM & PENDAFTARAN :



Celebrating Diversity, Presenting Indonesia

GELAR – Sustainable Development Programs for Indonesian Art & Culture
[ E ] info-utI0RJLtliDWbkWYnl++iPegYHeGw8Jk@public.gmane.org   |   reservation-utI0RJLtliDWbkWYnl++iPegYHeGw8Jk@public.gmane.org
[ T ] 0812-90188682   |   pin 2310DC88
[ W ] www.gelarculturaltrip.com     |     www.gelar.co.id

Twitter : <at> gelar_nusantara
FB Groups : Friends of GELAR (2)
FB Fanpage : GELAR - Presenting Indonesia

The Information contained in this e-mail maybe privileged and confidential and is intended only for the use of the individual entity named above. If the reader of this message is not the intended recipient, or an employee or agent responsible for delivering this message to the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this communication is prohibited. If you have received this communication in error, please notify us immediately by telephone and return the original message to the above address via the postal service.
Thank you.
   
GELAR



__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/MEDIACARE/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/MEDIACARE/







__,_._,___

Gmane