mahar.prastowo | 1 Oct 05:43 2011
Picon

Re: Apa keunggulan BlackBerry bagi para jurnalis sekarang?

Keunggulan pejer (pager) ini bisa tulis pesan nulis sendiri, generasi sebelumnya kalo mau kirim pesan
telp ke operator starko dulu minta diketikin, dan keunggulan lain yg banyak meski kalah oleh android :)
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: "waw" <waw_wicaksono <at> hotmail.com>
Sender: mediacare <at> yahoogroups.com
Date: Tue, 27 Sep 2011 10:01:49 
To: <mediacare <at> yahoogroups.com>
Reply-To: mediacare <at> yahoogroups.com
Subject: [mediacare] Apa keunggulan BlackBerry bagi para jurnalis sekarang?

Salam jurnalisme,

Perkembangan teknologi yang begitu pesat telah memunculkan gadget-gadget dengan fitur-fitur yang
mengagumkan. Salah satunya adalah pemakaian BB yang begitu bombastis di Indonesia.

Kira-kira apa sih keuntungan yang bisa diperoleh para wartawan dari fitur-fitur dan aplikasi yang ada di
BB? 

Thx buat share pengalamannya.

Salam 



------------------------------------

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

(Continue reading)

habe arifin | 1 Oct 05:59 2011
Picon

Re: Beginikah Cara FPI Melindungi Islam : Dengan Menteror Warga Minoritas?




Selama terus menghindar, FPI makin besar kepala. Hadapi sajalah dng law inforcement!!

Habe

Revolusi Putih: mengganyang kebodohan, mencerdaskan bangsa

From: Item <itemic <at> gmail.com>
Sender: mediacare <at> yahoogroups.com
Date: Sat, 1 Oct 2011 02:11:30 +0700
To: koran-digital<koran-digital <at> googlegroups.com>; jurnalisme<jurnalisme <at> yahoogroups.com>; mediacare<mediacare <at> yahoogroups.com>; ajisaja<ajisaja <at> yahoogroups.com>; bhinneka_tunggal_ika<bhinneka_tunggal_ika <at> yahoogroups.com>; dpr-indonesia<dpr-indonesia <at> yahoogroups.com>
ReplyTo: mediacare <at> yahoogroups.com
Subject: [mediacare] Beginikah Cara FPI Melindungi Islam : Dengan Menteror Warga Minoritas?

 


Saya ndak paham dengan kasus ini. Ada calon penganten beragama Kristen Pantekosta mau menikah di Gereja setempat tapi dilarang dan upacara pemberkatannya diancam akan dibubarkan oleh FPI. Apa hak FPI melakukan itu? Apakah orang tak boleh menikah? Tak boleh nikah di gereja? Atau FPI ingin dua orang Kristen itu masuk Islam, baru dilindungi oleh FPI?? Ormas ini benar2 mengotori wajah Islam dengan perilakunya!

Saya juga ndak paham kenapa Kapolsek Jatinangor tidak menangkap pihak pengancam, malah justru menelepon FPI untuk berkoordinasi? "Koordinasi" maksudnya apa? Memangnya FPI sub-ordinatnya Polisi? 

Al Item

FPI Ancam Serang Upacara Nikah Jemaat Pantekosta Jatinangor

”Saya sudah telepon pihak FPI untuk tidak mengganggu. Ini kan hanya upacara pernikahan jadi mereka tidak berhak mengganggu,” kata Kapolsek Jatinangor, Sujoto.
Bambang Prasethyo / Angga Haksoro 23 September 2011 - 11:47 WIB

VHRmedia, Bandung - Front Pembela Islam (FPI) Sumedang mengancam membubarkan upacara pernikahan jemaat Pantekosta Jatinangor. FPI sebelumnya menyerang dan menutup Gereja Pantekosta di Jalan Raya Rancaekek.

Upacara pemberkatan pernikahan jemaat Pantekosta, pasangan Fernando Simanjuntak dan Luciana semula akan digelar di Gereja Pantekosta Jatinangor, Sumedang, 24 September 2011. Namun dipindah ke gereja IPDN karena ada ancaman dari FPI   

”Kalau kami tetap melaksanakan pemberkatan di sini (Gereja Pantekosta Jatinagor), FPI mengancam akan memporak-porandakan pernikahan jamaat kami. Mereka (FPI) berkata sabtu nanti akan berkumpul di IPDN dan menyerang pernikahan jemaat kami,” ujar Pendeta Gereja Pantekosta Jatinangor, Berhard Maukha, Kamis (22/09).

Camat Jatinangor Nandang Suparman memutuskan memindah tempat pernikahan di kantor kecamatan. Keputusan itu diambil seusai perundingan dengan pengurus Gereja Pantekosta, Polsek Jatinagor, dan Koramil.

”Tadi sudah disepakati oleh yang mau menikah jika tempat pernikahan kita pindahkan ke kantor kecamatan,” kata Nandang.

Kapolsek Jatinangor, Sujoto mengaku sudah berkordinasi dengan FPI untuk tidak mengganggu prosesi pernikahan tersebut. Meski demikian Sujoto tetap menurunkan personel untuk mengamankan pernikahan tersebut.

”Saya sudah telepon pihak FPI untuk tidak mengganggu. Ini kan hanya upacara pernikahan jadi mereka tidak berhak mengganggu,” ujar Sujoto.

Pada 17 Juli 2011, FPI menyerang dan menutup paksa gereja Pantekosta Jatinangor yang berada di pinggir Jalan Raya Rancaekek.

Menurut Pendeta Benhard Maukha yang berada di gereja saat penyerangan, FPI mendobrak pintu dan membubarkan jemaat yang sedang melakukan kebaktian. Anggota FPI membawa cerurit, pisau, dan pedang.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun hingga saat ini Gereja Pantekosta Jatinangor yang sudah 25 tahun berdiri, tidak bisa digunakan untuk kegiatan ibadah. (E1)
Foto: VHRmedia/Bambang Prasethyo


__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Blog:
http://mediacare.blogspot.com

http://www.mediacare.biz






Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
habe arifin | 1 Oct 06:02 2011
Picon

Re: Kasus Memalukan, Wartawan Radio Elshinta Mencuri Notebook


Bung Yudhi, kalau anda postingnya seperti ini, tanpa menyebutkan sumber dan peristiwa lengkappnya, posting ini patut diduga sebagai hoax atau fitnah! anda mestinya memberikan informasi lengkapp baru kalau mau beropini silakan!!

Habe

Revolusi Putih: mengganyang kebodohan, mencerdaskan bangsa

From: yudirachman 2000 <yudirachman0-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@public.gmane.org>
Sender: mediacare-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org
Date: Thu, 29 Sep 2011 18:54:16 +0700
To: <mediacare-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org>
ReplyTo: mediacare-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org
Subject: [mediacare] Kasus Memalukan, Wartawan Radio Elshinta Mencuri Notebook

 


Kasus memalukan baru saja terjadi, seorang wartawan radio Elshinta (menurut sumber katanya stringer) mencuri notebook dan mode, wartawan Kantor Berita Radio 68H. Kejadi ini juga berlokasi di Press Room KPK yang seharus aman dari kasus pencurian.

Kasus ini sungguh memalukan dunia wartawan yang mengedepankan hati nurani dan kejujuran. Email ini tidak bermaksud memperkeruh atau menyudutkan pihak-pihak yang terlibat. Namun, dari kasus ini kita bisa belajar, bahwa kejujuran itu mahal dan gaji wartawan di Indonesia itu masih jauh dari standar sehingga banyak wartawan yang mencari penghasilan lain di bidang lain.
--
Memendam kemarahan bagaikan menggenggam sebuah bara panas dengan niatan untuk melemparkannya ke seseorang. Sebenarnya dirimu lah yang terbakar # Budha Gautama #



__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Blog:
http://mediacare.blogspot.com

http://www.mediacare.biz






Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Siok Lan Liem | 1 Oct 07:50 2011
Picon

UNDANGAN MEDIA: Loedroek Ganesha - HABIS GELAP WANI PIRO

YTH Teman-teman Media,

Komunitas Alumni ITB81 mengundang rekan-rekan wartawan media cetak dan elektronik untuk menyaksikan
dan meliput penampilan gabungan/ kolaborasi antara Profesional Srimulat dan Amatiran Alumni ITB dalam
LOEDROEK GANESHA berjudul HABIS GELAP WANI PIRO dalam rangka REUNI 30 Tahun di Kampus ITB Jalan Ganesha 10
Bandung, Aula Barat ITB, pada hari Sabtu tanggal 8 Oktober 2011 Jam 19.00 WIB

SINOPSIS
Mengisahkan perjalanan beberapa mahasiswa ITB mulai dari suka duka kuliah naksir cewek, gerak-gerik
oprtunis cari tempat kos yang ada ceweknya dan cari gratisan, sampai lulus dan berkarya dalam masyarakat
dengan lika liku dan trik-trik cari proyek, menjilat, menegosiasi, menakut-nakuti atas nama kekuasaan
sampai dengan bagaimana menyiasati perkara di pengadilan dan hasilnya berkolaborasi dengan hakim
(wani piro). 

TUJUAN
Memberi contoh dan Mengusulkan kepada ITB untuk memasukkan kurikulum Ludruk kedalam matakuliah resmi
berhubung banyak lulusan ITB jadi pengangguran dikarenakan tidak memahami lika liku perludrukan yang
ternyata menjadi dasar pergaulan di negeri ini sehingga ludruk digunakan di semua sektor yakni sektor
bisnis, sektor perbankan, sektor politik, sektor penegakan hukum, sektor permarkusan, dll. 

SUTRADARA: Fattah Ifandha 
SEKRETARISNYA SUTRADARA: Yanti Hadipoero
ASISTEN SUTRADARA: Justiani 
ASISTENNYA ASISTEN SUTRADARA: Dyah Erowati

PARA PEMAIN
Ki Dalang: Tarzan & Eko (SRIMULAT)
Empu: Prof MT Zen
Para Mahasiswa/ Alumni Sukses dan Kurang Sukses
1. Jono : Fattah Ifandha (Ludruk ITB/ Creative Program Manager PT DBI)
2. Togar : Prof Chatief Kunjaya (Dosen Astronomi ITB)
3. Rahadian : Teguh Haryono (Direktur Tripatra Engineering)
4. Nara : IBK Narayana (Direktur Franhaufer Jerman)

Para Mahasiswi (karena alumni perempuan sudah pada nenek-nenek maka pinjam dari pemain profesional)
1. Euis: artis Project Pop
2. Nenden: arits Project Pop

Sekretaris Jono Orang Sukses: Yanti Hadipoero (Financial Planner)
Staf-1 Jono Orang Sukses: Andonowati (CEO Artsoociates)
Staf-2 Jono Orang Sukses: Ahmad Bambang (Deputi Direktur SDM Pertamina)

Mbah Dukun: Joko Karsono (Ditjen Cipta Karya Kementrian PU)
Ketua Hakim: Prof Suhono (STEI ITB)
Hakim: Purwono Widodo (Direktur Komersial KHI/subsidiary Krakatau Steel)
Penyidik: Justiani (CEO SMarTDev&Financing Asia Pacific)
Saksi: Budiawan Anggrahitono
Satpam-1: Slamet Riadhy (Deputi Deirektur Hulu Pertamina)
Satpam-2: Fadzri Sentosa(Direktur Indosat Tbk)

Panitia Swasta:
Sakti Wahyu Trenggono (owner TRG INVESTAMA & TRG GROUP Companies)
Arlan Septia (Owner PT Reka Patria Ekaguna/ RPE)
Hiramsyah Thaib (CEO Bakrie Land)
Sulaeman Sumawinata (Direktur PT Alam Sutra)
Hari Sasono (Direktur PT Qui Handika)
Hardanto (Kompas Gramedia Group)

Pesinden:
Dyah Erowati (CEO Petrogas Wira Jatim)
Yanti Hadipoero (Financial Planner)
Ririn Sudarsono (dosen Arsitektur IRB)
Sophia Alisjahbana (Rektor Universitas Bakrie)

Bagi yang berminat untuk hadir/meliput, silahkan hubungi:
Justiani 0857 1922 3818 liemsioklan@...
Fattah Ifandha 0815 9074 671 fattah_ifandha@... 
Dyah Erowati 0812 1033 5990 dyero_123@...

------------------------------------

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Blog: 
http://mediacare.blogspot.com

http://www.mediacare.biz

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mediacare/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mediacare-digest@... 
    mediacare-fullfeatured@...

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    mediacare-unsubscribe@...

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Agus Mulyadi | 1 Oct 06:13 2011
Picon

Let's Have Fun w/ the Legend 16 Okt Tenis Indoor [1 Attachment]

<*>[Attachment(s) from Agus Mulyadi included below]

Band Legendaris dr era 70an akan berkumpul dlm satu panggung! Pertama kalinya dalam sejarah musik.

KOES PLUS, GOD BLESS, PANBERS, D'LLOYD, THE ROLLIES, PSP, USMAN BERSAUDARA, FAVOURITE GROUP

Mereka akan bergabung bersama artis penyanyi muda ANDIEN, SAYKOJI, PIYU dan FADLY PADI, PETRA SIHOMBING,
T2, DELIA, LALA KARMELA, ANJI, dll

Tennis Indoor 16 Okt, dr jam 2 siang sampai 11 malam. Seru!!



Cekidot!!

Sent from my BlackBerry® Yukk Kita Senyum Teruuusss...!

<*>Attachment(s) from Agus Mulyadi:

<*> 1 of 1 Photo(s)
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/attachments/folder/853171663/item/list 
  <*> the legend.jpg

------------------------------------

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Blog: 
http://mediacare.blogspot.com

http://www.mediacare.biz

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mediacare/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mediacare-digest <at> yahoogroups.com 
    mediacare-fullfeatured <at> yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    mediacare-unsubscribe <at> yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

lilin rosasanti | 1 Oct 08:56 2011
Picon

Siaran Pers Program Teater Untuk Pemberdayaan KELOLA "Bunga di Comberan"

Siaran Pers
Untuk diterbitkan segera

PROGRAM TEATER UNTUK PEMBERDAYAAN 

MEMPERSEMBAHKAN: “BUNGA DI COMBERAN” 
KISAH TIGA PRT DI TIGA ZAMAN

Jakarta, 1 Oktober 2011 - Kelola (Indonesia) bekerja sama dengan Teater Embassy (Belanda) melalui program Teater untuk Pemberdayaan akan menggelar Pertunjukan Teater “Bunga di Comberan”, sebuah pertunjukan teater yang mengangkat hak-hak Pekerja Rumah Tangga (PRT). 

Program Teater Untuk Pemberdayaan selalu mengangkat masalah sosial yang aktual di Indonesia. Oleh karenanya, pertunjukan program Teater Untuk Pemberdayan mencerminkan kondisi kehidupan saat ini. Selain itu, berfungsi sebagai dialog, yang mengupas permasalahan dan menyadarkan diri bahwa kita berpotensi menjadi agen perubahan dalam permasalahan sosial. Teater Untuk Pemberdayaan bekerja di tataran akar rumput dan menggunakan bahasa dan simbol yang dekat, relevan, dan akrab dengan masyarakat umum.

Interaksi kreatif antara seniman dan masyarakat termasuk dengan pemerhati serta LSM bidang sosial terkait  adalah bagian penting dalam setiap proses Teater Untuk Pemberdayaan. Program ini membuktikan bahwa seni teater berperan penting dalam pembangunan berkelanjutan dan berdampak langsung pada berbagai lapis masyarakat. 

ProgramTeater untuk Pemberdayaan kali ini mengangkat tema “Hak Pekerja Rumah Tangga”. Dengan tema ini, kami berharap bisa membangun kesadaran masyarakat untuk memberikan hak yang sama kepada PRT sebagaimana buruh lain di Indonesia,” jelas  Direktur Kelola, Amna S. Kusumo. 

Dari 40 proposal, Tya Setyawati (Sutradara Teater Sakata - Padangpanjang) dengan karyanya yang berjudul “Bunga di Comberan” terpilih sebagai peraih hibah Teater Untuk Pemberdayaan 2011. Untuk itu, Tya Setyawati menerima dukungan untuk memproduksi sebuah tur pementasan di tiga kota bekerjasama dengan Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga (JALA PRT) dan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBI). 

“Kelola menyarankan saya untuk bekerja sama dengan teater lain untuk memproduksi pementasan berdasarkan gagasan drama milik Teater Sakata yang memenangi Hibah Teater untuk Pemberdayaan kali ini. Atas dasar hubungan baik yang telah terjalin, akhirnya kami mengajak Teater Tetas yang menjadi tuan rumah selama  proses persiapan di Jakarta,” ujar Tya Setyawati. Tya Setiawati dan Teater Tetas kemudian mengajak sejumlah aktris dan aktor dari beberapa teater di Jakarta untuk terlibat dalam pementasan ini.

Pagelaran pertama “Bunga di Comberan” akan dilakukan di Teater Kecil (TIM) Jakarta, 6  & 7 Oktober 2011, dilanjutkan di dua kota lainnya yaitu Gedung Societet (TBY) Yogyakarta, 10 Oktober 2011 dan Sunan Ambu (STSI) Bandung, 13 Oktober 2011.

“Melalui pentas program Teater Untuk Pemberdayaan berjudul Bunga di Comberan, Kelola akan membuktikan bahwa seni, khususnya teater, punya peran penting, apalagi kalau kita berkerja sama dengan lembaga lembaga sosial yang sudah berpengalaman memperjuangkan hak-hak PRT di Indonesia” ujar Egbert Wits, Koordinator program Teater Untuk Pemberdayaan.

“Bunga di Comberan” bercerita tentang nasib tiga pekerja rumah tangga di tiga jaman, Dari zaman kolonial pada era 1930-an sampai sekarang nasib sebagian besar pekerja rumah tangga di Indonesia selalu bernasib sama yaitu terabaikan, terkesampingkan, dan kemudian kerap menjadi komoditas politik. Begitulah Kasiyem di zaman kolonial, Sulastri pada era 1980-an, dan Mariyani di era sekarang adalah gambaran tentang kegagalan para pekerja rumah tangga mendapat hidup yang layak.

Pertunjukan “Bunga di Comberan” sebagai bagian dari program Teater Untuk Pemberdayaan dapat terlaksana berkat dukungan CNV Internationaal (Belanda), bekerjasama dengan Theatre Embassy (Belanda), Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), dan Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga (JALA PRT).

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

PERTUNJUKAN TEATER “BUNGA DI COMBERAN” 

Jadwal:
06 Oktober 2011 l Teater Kecil (TIM) Jakarta l 19:00 WIB
07 Oktober 2011 l Teater Kecil (TIM) Jakarta l 20:00 WIB 
10 Oktober 2011 l Gedung Societet (TBY) Yogyakarta l 20:00 WIB 
13 Oktober 2011 l Sunan Ambu (STSI) Bandung l 20:00 WIB

Tiket:
Gratis dan Terbuka untuk Umum

Pendukung Pementasan:
Penulis Naskah: Edi Suisno
Desain Produksi: Enrico Alamo
Pimpinan Produksi: Meyke Vierna
Asisten Produksi: Herry W. Nugroho
Sutradara: Tya Setiawati
Asisten Sutradara: Harris Syaus
Penata Musik: Nanang Hape
Penata Cahaya: Herry W. Nugroho
Penata Artistik: Arief Oklay
Penata Rias & Kostum: Meyke Vierna
Koordinator Latihan: Yoyik Lembayung
Konsumsi: Dea Malyda

Pemusik: 
Nanang Hape, Yoyik Lembayung, Hendrikus Wisnugroho

Pemain:
Dea Malyda, Meyke Vierna, Ribka Maulina Salibia, Hari Prasetyo, Laila Uliel El Na’ma, Lydia Ammy, Ira Gallis AS , Harrys Syaus, Lisza Syahtiani,  Ireng Sutarno,  Melkyor, Tya Setiawati, Josep Viar, Junaedi Ucok Lubis, Ririn Sulastri.


Info Lebih Lanjut:
Lilin Rosa Santi
Telp.: 0818-02690882
Twitter: <at> YayasanKelola


__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Blog:
http://mediacare.blogspot.com

http://www.mediacare.biz






Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Hartoyo | 1 Oct 07:39 2011
Picon

Konsolidasi Masyarakat Sipil HIV di Yogyakarta

Malam semakin larut, sebagian peserta terasa semakin lelah membahas agenda konsolidasi masyarakat sipil untuk merespon pertemuan nasional (Pernas) ke-IV penanggulangan HIV. Akhirnya diputuskan rapat dilanjutkan hari berikutnya, 1-2 Okt 2011.

 

Ide pertemuan masyarakat sipil ini diawali dari diskusi via email tentang beberapa "kegelisahan" dalam melihat situasi penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia selama ini. Akhirnya diputuskan untuk berdiskusi dan merumuskan bersama persoalan tersebut di kantor PKBI, Yogyakarta yang berlangsung pukul 16.00 - 23.30. Pertemuan ini "murni" atas inisiasi masyarakat sipil  dari beberapa daerah, tanpa dukungan apapun dari pemerintah maupun Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN)/Propinsi.

 

Pertemuan kali ini diluar dari sesi kegiatan Pernas ataupun diluar pertemuan komunitas forum yang telah teragendakan oleh panitia Pernas 1-6 Oktober yang berlangsung di Inna Yogyakarta. Walau tanpa dukungan dari pihak pemerintah ataupun KPAN bukan berarti sepi dihadiri oleh komunitas. Sedikitnya dihadiri sekitar 50 orang perwakilan masyarakat dari berbagai daerah, misalnya Jakarta, Yogyakarta, Tangerang sampai Papua yang secara tekun mengikuti proses pertemuan kali ini.

 

Pertemuan ini selain bertujuan sebagai ajang konsolidasi masyarakat sipil tetapi sekaligus merespon beberapa kegiatan dari Pernas HIV ke-IV di Yogyakarta. Pernas HIV sendiri merupakan ajang pertemuan semua pihak (pengusaha, pemerintah, komunitas ODHA dan masyarakat peduli HIV) yang semestinya dilakukan setiap dua tahun sekali. Pada Pernas ke-III dilaksanakan pada 4-8 Februari di Surabaya, Jawa Timur.

 

Proses pertemuannya masyarakat kali ini lebih banyak menggali persoalan yang terjadi dilapangan dari berbagai aspek persoalan, akhirnya ada enam isu yang muncul dari peserta konsolidasi :

 

1.  Program penanggulangan HIV dan AIDS, mencakup tentang persoalan target yang tidak realistis dari proyek global fund, program HIV hanya tersentral pada kelompok tertentu seperti waria,gay ataupun pekerja sex.  Padahal persoalan HIV dapat beresiko pada setiap orang.

 

2. Hak Perempuan, meyangkut soal kasus-kasus sterilisasi pada tubuh perempuan HIV, pelayanan kesehatan reproduksi pada perempuan positif yang maksimal misalnya persoalan informasi PMTCT (pencegahan penularan ibu positif ke anak) yang masih minim dan tidak mengacu pada standard kesehatan dunia.

 

3. Hak Remaja, titik fokus pada pada hak informasi pendidikan sex secara komperensif (menyeluruh) baik dilakukan di sekolah maupun diluar sekolah. Karena minimnya pendidikan sex, remaja sebagai generasi penerus menjadi korban atas kebutaan soal sex.

 

4. Akses Kesehatan bagi orang teinfeksi HIV (ODHA), meyangkut penyediaan peralatan CD4 (test jumlah sel darah putih dalam darah) tidak semua daerah memiliki alat CD4, Jamkesmas yang masih disulit diakses oleh ODHA dan ketersediaan ARV khususnya dibeberapa daerah dapat terjamin secara kontiyu.

 

5. Kebijakan, mencakupi soal koordinasi yang lemah antara anggota KPAN khususnya antar departemen, politik anggaran yang masih lemah khususnya didaerah, pelibatan masyarakat hanya jadi “tokenisasi” belaka, kebijakan yang tidak sensitif gender dan remaja, tidak memilikinya sistem  data bases yang baik untuk mudah diakses oleh publik tentang HIV.

 

6.Hak pengakuan identitas, yang meliputi tentang pengakuan identitas pada kelompok Waria, Gay dan Pekerja sex.  Kelompok ini sering mendapatkan diskriminasi baik dalam akses administrasi kependudukan (identitas Waria), hak mendapatkan kerja, kekerasan phisik sampai terkekangnya kebebasan berekspresi bagi kelompok pekerja sex, waria dan gay. Ini dikarenakan pengakuan identitas sebagai manusia yang otonom masih belum diakui, belum dilindungi oleh negara. Selain itu stigma sebagai kelompok populasi kunci (gay,waria,pekerja sex, odha, pecandu) justru menimbulkan stigma sendiri karena dianggap  sebagai biang dari persoalan penyebaran HIV dan AIDS.

 

Pada akhir pertemuan, diharapkan beberapa isu tersebut  menjadi pertimbangan bagi semua masyarakat sipil agar mengintegrasikan (memasukan) selama kegiatan Pernas berlangsung.  Selain itu juga masyarakat sipil (pekerja sex, waria, gay, odha dan pecandu) berencana akan menyambut kedatangan para Menteri dan kepala daerah ( dalam bentuk aksi damai) saat pembukaan  Pernas ke-IV di Inna Hotel  dan pertemuan kepala daerah di Hotel Hyat, 3 Oktober 2011.



 

 

 

 







__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Blog:
http://mediacare.blogspot.com

http://www.mediacare.biz






Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Iman D. Nugroho | 1 Oct 06:12 2011
Picon

Lowongan Kontributor di Lingkarberita.com

Kawan-kawan yang baik,..

Sejak 1 Oktober 2011 ini, situs berita Lingkarberita.com, majalah online dan sindikasi berita, sudah resmi online. Situs berita yang mengkhususkan diri untuk berita feature dan in depth reporting ini membuka lowongan untuk kawan-kawan jurnalis freelance di seluruh Indonesia sebagai kontributor untuk tulis, foto dan video. Seluruh ketentuan dan tatacara bergabung dengan Lingkarberita.com bisa dilihat di Kanal Jobs, Lingkarberita.com.

Semoga informasi ini bermanfaat.

salam
 
IMAN D. NUGROHO
www.lingkarberita.com
Jakarta Based Journalist


__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Blog:
http://mediacare.blogspot.com

http://www.mediacare.biz






Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
firman_muharam | 1 Oct 06:14 2011
Picon

Re: FPI Ancam Serang Upacara Nikah Jemaat Pantekosta Jatinangor



Sebenarnya apa sih maunya FPI ini..? Benar2 mencoreng nama islam, orang yang mau melangsungkan pernikahan ko di serang..

Sent from MuharramBerry® smartphone powered by U Mobile

From: Al Faqir Ilmi <alfaqirilmi <at> yahoo.com>
Sender: mediacare <at> yahoogroups.com
Date: Wed, 28 Sep 2011 09:58:51 +0800 (SGT)
To: <Invalid address>
ReplyTo: mediacare <at> yahoogroups.com
Subject: [mediacare] FPI Ancam Serang Upacara Nikah Jemaat Pantekosta Jatinangor

 

FPI Ancam Serang Upacara Nikah Jemaat Pantekosta Jatinangor
FPI saat menutup rumah ibadah di Rancaekek

VHRmedia, Bandung - Front Pembela Islam (FPI) Sumedang mengancam membubarkan upacara pernikahan jemaat Pantekosta Jatinangor. FPI sebelumnya menyerang dan menutup Gereja Pantekosta di Jalan Raya Rancaekek.

Upacara pemberkatan pernikahan jemaat Pantekosta, pasangan Fernando Simanjuntak dan Luciana semula akan digelar di Gereja Pantekosta Jatinangor, Sumedang, 24 September 2011. Namun dipindah ke gereja IPDN karena ada ancaman dari FPI

”Kalau kami tetap melaksanakan pemberkatan di sini (Gereja Pantekosta Jatinagor), FPI mengancam akan memporak-porandakan pernikahan jamaat kami. Mereka (FPI) berkata sabtu nanti akan berkumpul di IPDN dan menyerang pernikahan jemaat kami,” ujar Pendeta Gereja Pantekosta Jatinangor, Berhard Maukha, Kamis (22/09).

Camat Jatinangor Nandang Suparman memutuskan memindah tempat pernikahan di kantor kecamatan. Keputusan itu diambil seusai perundingan dengan pengurus Gereja Pantekosta, Polsek Jatinagor, dan Koramil.

”Tadi sudah disepakati oleh yang mau menikah jika tempat pernikahan kita pindahkan ke kantor kecamatan,” kata Nandang.

Kapolsek Jatinangor, Sujoto mengaku sudah berkordinasi dengan FPI untuk tidak mengganggu prosesi pernikahan tersebut. Meski demikian Sujoto tetap menurunkan personel untuk mengamankan pernikahan tersebut.

”Saya sudah telepon pihak FPI untuk tidak mengganggu. Ini kan hanya upacara pernikahan jadi mereka tidak berhak mengganggu,” ujar Sujoto.

Pada 17 Juli 2011, FPI menyerang dan menutup paksa gereja Pantekosta Jatinangor yang berada di pinggir Jalan Raya Rancaekek.

Menurut Pendeta Benhard Maukha yang berada di gereja saat penyerangan, FPI mendobrak pintu dan membubarkan jemaat yang sedang melakukan kebaktian. Anggota FPI membawa cerurit, pisau, dan pedang.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun hingga saat ini Gereja Pantekosta Jatinangor yang sudah 25 tahun berdiri, tidak bisa digunakan untuk kegiatan ibadah. (E1)

http://www.vhrmedia.com/2010/detail.php?.e=4328
--------------------------------------------------------------------------

Lihatlah akibat fanatisme agama yang berlebihan. Susah sekali minoritas mendapatkan haknya di bumi Pancasila ini. Gak salah apa2 tiba2 main ancam nih FPI. Sudah selayaknya ormas2 yang meresahkan seperti ini dibubarkan.




__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Blog:
http://mediacare.blogspot.com

http://www.mediacare.biz






Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
umi | 1 Oct 10:07 2011
Picon

UNDANGAN Liputan Media: Data Geolistrik Piramida Lalakon

Kepada Yth.

Kord.Liputan Media Massa

di Tempat

UNDANGAN LIPUTAN

DATA GEOLISTRIK Piramida gunung LALAKON

 

Terkait dengan bukti Piramida Gunung Lalakon,Soreang Bandung.

Komunitas Turangga Seta telah mengadakan survei Geolistrik Tahap ke-2. Penelitian ini hanyalah bagian dari upaya agar Pihak berwenang, maupun para pemangku Kebijakan dapat melakukan PENGUPASAN Gunung Lalakon sebagai Piramida, sehingga DUNIA MENGETAHUI Piramida tersebar di Indonesia, bukti Kejayaan Nusantara di masalalu.

Komunitas Turangga Seta kembali menekankan bahwa sebagai penemu dan peneliti pertama kali, Penemuan Gunung Lalakon diarahkan melalui Menyan.

Kiranya teman-teman Wartawan dapat memberitakan tentang hal tersebut dan hadir dalam Copydarat V, Greget Nuswantara pada:

Waktu    : Senin, (malam Selasa), 3 Oktober, pkl 19.30 wib

Tempat  : PENDOPO Restoran Omah Pawon, jl.Ampera Raya No.2, JakSel (Utara perempatan Trakindo-KKO)

Acara    : "data Geolistrik Piramida Lalakon".

 

 

Hormat Kami, _/\_ Rahayu

Turangga Seta

 

Konfirmasi:

Umi Lasmina 08158153085

 

Atau www.lakubecik.org

GregetNuswantara.groups.facebook.com



__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Blog:
http://mediacare.blogspot.com

http://www.mediacare.biz






Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Gmane