Sunny | 1 Sep 12:05 2008
Picon

Awal Ramadan pada 1 September

Galamedia
 
30/08/2008
Hasil Kesepakatan Ormas Islam
Awal Ramadan pada 1 September

GANESHA, (GM).-
Organisasi masyarakat (ormas) Islam sepakat dalam menetapkan awal Ramadan dan Idulfitri pada tahun ini. Awal Ramadan yang merupakan hari pertama puasa, jatuh pada 1 September. Sedangkan Hari Raya Idulfitri atau 1 Syawal, jatuh pada 1 Oktober.

Demikian kesimpulan workshop yang diadakan Yayasan Pembina Masjid Salman Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Keluarga Alumni Salman ITB, dengan tema "Berbedakah Lebaran Tahun Ini?", bertempat di ruangan utama Kompleks Masjid Salman ITB, Jln. Ganesha Bandung, Jumat (29/8).

Hadir sebagai pembicara, Ketua Lajnah Falakiyah PB Nahdlathul Ulama (NU) K.H. Ghazalie Masroeri, anggota Dewan Hisab dan Rukyat PP Persis Ustaz Syarif Hakim, Wakil Ketua Majelis Tarjih Muhammadiyah, ahli astronomi dari Lapan dan Wakil Ketua Komite Penyatuan Penanggalan Islam (KPPI) Dr. T. Djamaluddin serta staf ahli kementerian agama, Tulus Sastrowijoyo.

Ditentukan dan disepakatinya tanggal awal Ramadan dan 1 Syawal tersebut, menurut ketiga ormas, bahkan telah disebarkan kepada sejumlah pengurus wilayah (PW) dan pengurus cabang (PC) se-Indonesia.

Seperti dikatakan Ustaz Syarif Hakim bahwa penetapan itu karena pada 29 Sa'ban sudah terlihat posisi hilal rata-rata di atas ufuk 5 derajat. Sehingga pelaksanaan ibadah puasa yang dijalankan oleh umat muslim adalah selama 30 hari.

"Sementara pada 29 Ramadan, posisi hilal berada di bawah ufuk. Maka dengan posisi hilal yang sudah tepat, kami berkesimpulan 1 Ramadan pada 1 September dan 1 Syawal pada 1 Oktober," urainya yang disetujui NU dan Muhammadiyah.

Adanya kesamaan tanggal itu beredar kabar bahwa NU dan Muhammadiyah telah islah dengan dimediasi oleh Wapres Jusuf Kalla. "Ini semua untuk kepentingan umat. Mengalah demi kepentingan umat 'kan lebih baik," ucap Oman Faturahman.

Meski sejumlah ormas telah menyepakati kepastian tanggal itu, tetapi Tulus Sastrowijoyo tidak mengatakan secara pasti. Sebab untuk pemerintah mekanisme penetapan itu harus melalui sidang isbat, dengan terlebih dahulu mendengarkan pandangan pada hisab dan rukyat yang tersebar di seluruh Indonesia oleh Badan Hisab dan Rukyat.

"Insya Allah, kemungkinan besar penetapan itu sama dengan apa yang disampaikan oleh keputusan para ormas tersebut," ucapnya.

Dengan adanya kesamaan persepsi penetapan itu, Tulus sendiri merasa lega. Apalagi jika melihat posisi hilal. "Kebersamaan penetapan itu karena adanya bantuan alam, yang kini tengah bersahabat. Dan mudah-mudahan dengan kondisi alam bersahabat ini, untuk dua tahun ke depan tidak ada lagi perbedaan dalam melaksanakan ibadah saum dan Lebaran, insya Allah," ungkapnya.  (B.107)**


 
__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Sunny | 1 Sep 12:52 2008
Picon

566 Caleg Dites Membaca Al-Quran

Refleksi: Dites membaca Al Quran berarti harus  bisa menulis tulisan  huruf Arab dan mengerti bahasa Arab,  apakah tidak cukup bisa membaca terjemahannya dalam bahasa Indonesia?
 
Harian Komentar
30 Agustus 2008
 

 

566 Caleg Dites Membaca Al-Quran 

 


Banda Aceh, KOMENTAR
Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Banda Aceh siap melaksanakan uji baca Al-Quran bagi 566 bakal calon anggota legislatif (caleg) yang diajukan partai politik peserta Pemilu 2009. Ketua kelompok kerja pencalonan pada KIP Kota Banda Aceh, Azhari Amin di Banda Aceh, Jumat (29/08), menyatakan, uji tes baca Al-Quran tersebut akan dilakukan anggota KIP sendiri dan tidak melibatkan lembaga lain.  “Karena kita tidak punya dana, maka tes baca kitab suci Al-Quran bagi ratusan bakal caleg akan dilakukan sendiri anggota KIP, tanpa bantuan lembaga lain seperti yang pernah dilakukan


pada saat pilkada walikota/wakil walikota,” katanya. Dikatakan, tidak dilibatkannya lembaga lain sebenarnya bukan hanya karena dana, tapi juga masalah wibawa institusi. Penilaian terhadap tes ke-mampuan baca Al-Quran masih terlalu ringan.  KIP Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) telah me-ngeluarkan petunjuk teknis melalui keputusan No 2/2008 yang meliputi aspek maharijul (pengenalan) huruf dengan poin 40, ketepatan bacaan ba-ris (40), dan adab (20). Nilai ke-lulusan minimal 50 poin. Az-hari menyatakan, bila melihat kategori penilaiannya seperti itu, agaknya kurang layak apabila melibatkan lembaga lain setingkat Lembaga Pendi-dikan Tilawatil Quran (LPTQ) seperti pada pelaksanaan pil-kada. 


“Kalau penilaiannya seperti itu, kami bisa menguji sendiri, karena pada saat menjadi calon anggota KIP juga dites baca Al-Quran lebih berat lagi, seperti tajwid dan fasahah,” katanya. Menyinggung waktu, Azhari menyatakan, hingga saat ini pihaknya belum mem-bentuk tim, karena petunjuk teknis yang dikeluarkan KIP NAD belum diterima.  “Tapi, bagaimanapun kami sudah siap untuk menguji para bakal caleg. Paling lama empat hari sudah selesai,” katanya. Tes baca Al-Quran merupakan salah satu syarat bisa menjadi caleg, sesuai amanah Qanun No 3/2008 tentang Partai Politik Lokal pasal 13 dan 36, yakni caleg, baik dari partai nasional maupun lokal harus mampu baca kitab suci umat Islam itu.(mdc/an

__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Sunny | 1 Sep 09:50 2008
Picon

Runaway maids are in high demand during Ramadan

 
Sunday 31 August 2008 (01 Ramadan 1429)
 
Runaway maids are in high demand during Ramadan
Samah Ali I Arab News
 

MADINAH: The high demand for runaway housemaids during the month of Ramadan is attributed to women wanting to devote more time to worship and an increase in the number of guests. Since there are no arrangements to bring extra maids into the Kingdom during the holy month, most families hire illegal housemaids who charge around SR2,000 and demand weekly holidays.

“I have been looking for a maid for some time. Most of the maids I’ve had have made difficult demands such as salaries of around SR2,000 and weekends off. If exempted from cooking, they may work for around SR1,800,” said Umm Saeed, a housewife.

She was finally able to hire a maid for SR1,000 through a middleman. “The maid couldn’t speak Arabic and the broker took SR300 in commission,” she said.

Hanin Omar, a nurse in a Madinah hospital, said: “I have found an Ethiopian maid for SR2,000 to help my maid during Ramadan. Many of our relatives will be visiting us. We have to treat them well, because we meet only once a year.”

Umm Mahmoud, an old Saudi woman, said she expected plenty of visitors as the school holidays this year fall in Ramadan. “My regular housemaid would not be able to do all the cooking and other chores. I need extra hands,” she said, adding that a maid agreed to work for her on condition she be given weekends off and paid SR1,500 a month. “She said she wouldn’t do any kitchen work and warned she would leave if the work was too hard,” she added.

Fatima, an Ethiopian, said she had been working illegally as a housemaid for the past 15 years. “At the beginning I did not know how to cook or speak the language. A Saudi family employed me for very low wages. But they taught me how to cook and speak Arabic. After working with them for five years, I looked for a better job. But I was arrested and deported,” she said.

She added that after two months she returned to the Kingdom and worked for several families. “Now I earn SR2,500 a month because I can cook well,” she said.

Sarayati, an Indonesian maid who came to the Kingdom 10 years ago, said she was originally brought to work for a Saudi family in the Eastern Province. “After working with them for five years, I was sent to Riyadh and then to Jizan. Later I ran away and went to Madinah. A maid from my country introduced me to a man who found jobs for runaway maids,” she said. “He took me to a place where I found several runaway maids. He found a job for me with a salary of SR1,500 a month. I had to pay SR200 in commission to the agent each month,” she added.

Masyu runs an agency that supplies runaway maids. He told Arab News that, with the help of friends, he collects the telephone numbers of maids and then calls them to persuade them to leave their sponsors.

“If a maid is willing to come, then I will meet her in a public place and take her home. She will stay there with my wife until I find her a job. I get a good commission from both the maids and their new Saudi employers,” he said.

Maj. Gen. Saad Al-Zayedi, a spokesman for the Passport Department in Madinah, said the department made regular checks on illegal workers and often received tip-offs from members of the public. “People who give shelter to illegal workers can be fined SR10,000 to SR50,000 and jailed for one month to six months,” he said.

__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Sunny | 1 Sep 23:26 2008
Picon

Internet Explorer 8 heralds stealth browsing

 
 

Internet Explorer 8 heralds stealth browsing
 

August 28, 2008 - 9:20AM
 

Microsoft has released a second test version of Internet Explorer 8, delivering a feature-complete upgrade to the world's most widely used web browser.

The world's largest software maker said the latest version - beta 2 - of Internet Explorer, which has a market share of about 75 per cent, comes with new features to enhance privacy, ease-of-use, and security.

Microsoft first released a test - or beta 1 - version of IE 8 in March, but that was aimed at letting web developers take a first look at the new browser. This latest version is aimed at a broader consumer audience.

The company would not disclose when it planned to officially launch IE 8 nor how many people are expected to download the test version of the new browser. It released Internet Explorer 7 in October 2006.

Microsoft has pledged to deliver more regular updates of Internet Explorer, whose lead has been chipped away by Mozilla's Firefox browser.

The latest version of Internet Explorer replicates features found in Firefox 3, the latest version of that web browser, including a "smart" address bar that remembers and redirects user to website addresses they have visited before.

Internet Explorer 8 also offers a mode called "InPrivate Browsing", which ensures that history, temporary internet files and cookies are not recorded on a user's PC.

There is also a security feature that allows a user to block content coming from third-parties trying to track and aggregate the user's online behavior.

Microsoft also updated already announced features such as "Activities", which allows a user to use information found on one page, such as an address, in conjunction with an online service such as mapping without leaving the original site.

The latest test release of Internet Explorer 8 is available for download at http://www.microsoft.com/ie8.

__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Sunny | 1 Sep 21:44 2008
Picon

Wiranto Jajaki Gandeng Din Jadi Cawapres

 
Minggu, 31/08/2008 22:55 WIB

Wiranto Jajaki Gandeng Din Jadi Cawapres
Deden Gunawan - detikNews

Jakarta - Hanura, partai yang didirikan Wiranto memberikan sinyal kuat untuk menggandeng Din Syamsuddin sebagai Cawapres. Lobi-lobi politik bisa dilihat dari kehadiran petinggi partai itu di acara ulang tahun Din.

"Din masuk dalam daftar cawapres. Dia punya potensi terkait aktivitas di masyarakat. Itu jadi modal," kata Wasekjen Hanura Saleh Husin di kediaman Din, di Kompleks Pejaten Elok, Jakarta Selatan, Minggu (31/8/2008).

Selain Saleh, tampak pula Ketua DPP Hanura Fuad Bawazier yang dalam pernyataannya juga melihat potensi serupa pada Din.

Sinyal-sinyal Hanura itu pun disambut Partai Matahari Bangsa (PMB), partai yang dikenal dekat dengan Din. "Tidak tertutup kemungkinan ada penjajakan dengan Hanura. Tapi kita fokus pada caleg dulu saja," imbuh Sekjen PMB Ahmad Rofiq.(ndr/asy)

 

Baca juga :

__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
magdalena merry | 1 Sep 02:44 2008
Picon

Calon Presiden Independen, Sudah Layakkah untuk Indonesia?

Forum Debat di QBHeadlines.com minggu ini mengambil topik:
"Calon Presiden Independen, Sudah Layakkah untuk Indonesia?"
Narasumber pro:Bima Arya Sugiarto, Direktur Eksekutif Lead Institute, Universitas Paramadina
Narasumber kontra: Roy BB Janis, Ketua Harian Pimpinan Kolektif Nasional Partai Demokrasi Pembaruan
Simak debat mereka dan sampaikan komentar Anda di
http://www.qbheadlines.com/debateroom2.php

Warm Regards,
Merry Magdalena

www.QBheadlines.com
Jl. Pangeran Antasari 67B
Jakarta Selatan
Phone : 62-21- 7667054
Fax : 62-21-7666924



__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
bung_yono | 1 Sep 02:20 2008
Picon

Bls: Re:TV semakin membohongi masyarakat...

boleh-boleh aja - cowok-cowok dian vitra <dianvitra <at> ...> hyaputra 
<hyaputra <at> ...> dan Pembaca Yth.,

kalo alergi dan sinis kepada tayangan tv sebaiknya komplain aja ama 
produser tv tersebut, berani nggak..?

umumnya orang senang nonton sinetron, gebyar selebriti, olah-raga, 
kesenian tradisional, musik kontemporer, cerdas-tangkas, tanggap 
lingkungan, berita regional, nasional dan internasional...

kalo cowok-cowok seperti anda nggak suka tayangan tv, tak usahlah 
nonton biar tidak frustrasi dan sinis kepada Kemuliaan dan Kekayaan 
Indonesiaku...!

pasti banyak orang senang nonton, apa salahnya dapat hadiah..? lebih-
lebih kalo dihadiahi oleh presenter berita pagi tvri Hadiahwati..?

maaf, Mbak Hadiahwati, sekedar canda aja. Salam bung yono (sby).

--- In mediacare@..., dian vitra <dianvitra <at> ...> wrote:
>
> bro, hyaputra,
> 
> saya bukan mbak2... hahaha
> 
> saya cowo lho.. hihihi
> 
> saya juga di rumah langganan TV Berbayar...
> 
> tapi bagaimana dengan sodara2 kita yang ga punya TV berbayar ??
> 
> sok kaya anda  ternyata
> 
> ingat, di atas langit masih ada langit.
> 
> 
> 
> --- Pada Ming, 31/8/08, hyaputra <hyaputra <at> ...> menulis:
> Dari: hyaputra <hyaputra <at> ...>
> Topik: [mediacare] Re:TV semakin membohongi masyarakat
> Kepada: mediacare@...
> Tanggal: Minggu, 31 Agustus, 2008, 5:48 PM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>     
>             Mbak,
> 
> 
> 
> Jaman sudah seperti sekarang ini masih nonton TV lokal ? dan mau-
maunya juga ngikutin acara seperti ini ?
> 
> Tidak sadarkah anda bahwa selama ini  telah dilakukan pembohongan 
publik besar-besaran dan penghancuran massal moral bangsa oleh media 
ini ?
> 
> Terus terang saja, kalaupun dibayar saya tidak akan menonton 
tayangan kacangan seperti ini.
> 
> 
> 
> Jadi kacian..deh. ....kalau anda masih mau ngikutin acara seperti 
ini dan bermimpi pula mendapat hadiah. 
> 
> Bagaimana semua tidak bermimpi menjadi orang kaya, kalau dijejalin 
terus acara-acara seperti ini.
> 
> Kalau mau kaya, yah kerja keraslah ! Jangan hanya bisa bermimpi. 
Ini khan juga bukti keberhasilan media TV ini, membuat rakyatnya 
bodoh dan berubah menjadi pemimpi ulung. 
> 
> Apakah sedemikian mudahnya menjadi kaya, dengan hanya menelepon / 
mengirim SMS ? 
> 
> 
> 
> Jangan salahkan saya ( atau sebagian besar masyarakat ) yang agak 
alergi dengan tayangan lokal. Kalau mau berdebat, coba tunjukkan 
kepada kami-kami ini, tayangan mana yang masih ada mutunya ?
> 
> - mulai dari debat kusir, sinetron amburadul (mulai dari maki-
maki, anak mukul orangtua, narkoba, gaya hidup super modern, gaya 
selebritis dll ), berita pembunuhan - korupsi - sampai pencuri ayam, 
lomba nyanyi boongan ( suara pas-pas-an pun bisa juara ), dan.... 
seabrek-abrek lagilah.
> 
> 
> 
> Kami bukan alergi terhadap tayangan lokal, tetapi tidak sadarkah 
anda bahwa industri hiburan ( media TV ) ini telah memberikan 
kontribusi yang sangat besar terhadap kerusakan bangsa ini ?
> 
> Kenapa kita tidak bisa membuat sesuatu yang sangat berarti di 
dalam hidup ini ? tidak adakah karya-karya orisinil yang bisa dibuat 
selain menjiplak ?
> 
> 
> 
> Cobalah sedikit belajar dari sinetron-sinetron Korea, bagaimana 
mereka dapat menciptakan sebuah karya yang benar-benar dapat 
menyentuh hati nurani dan memberikan nilai tambah bagi mereka yang 
menontonnya. Kultur masyarakat dan sopan santun masih tetap mereka 
tanamkan, walaupun seberapa majunya sudah kehidupan mereka.
> 
> Apakah tidak ada yang menyadari bahwa di setiap film mereka  ada 
adegan menggosok gigi ? Bukankah ini mengajarkan kepada masyarakat 
bahwa kita harus menggosok gigi setiap hari ( apakah ini kuno ? ) 
Kemudian lihatlah juga bagaimana mereka masih tetap menghormati 
orangtuanya, memberi hormat setiap ketemu atau pergi.
> 
> Dan apa yang terjadi di sini ? 
> 
> Apakah sudah sedemikian hebatnya bangsa ini, sehingga orangtua 
juga digebuk / malah dibunuh oleh anaknya ? adik memaki abangnya !!! 
membanting seluruh barang yang ada di depannya !!!.
> 
> 
> 
> Tidak usahlah kita berdebat panjang lebar, selama tidak ada 
perbaikan pada keadaan ini, maka yang menonton acara-acara ini 
pastilah mereka yang kelas-kelas gurem ( dan mereka yang masih mau 
dibohongi atau suka menjadi pemimpi ). 
> 
> 
> 
> Yah...selamat menontonlah dan selamat memilih.
> 
> 
> 
> Salam.
> 
> 
> 
> 
>       
> 
>     
>     
> 	
> 	 
> 	
> 	
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 	
> 
> 
> 	
> 	
> 
> 
>       
_____________________________________________________________________
______
> Dapatkan nama yang Anda sukai!
> Sekarang Anda dapat memiliki email di  <at> ymail.com dan 
 <at> rocketmail.com.
> http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
>

------------------------------------

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Blog: 
http://mediacare.blogspot.com

http://www.mediacare.biz

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mediacare/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:mediacare-digest@... 
    mailto:mediacare-fullfeatured@...

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    mediacare-unsubscribe@...

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Sunny | 1 Sep 21:51 2008
Picon

Ibu Amrozi Belum Rela Anaknya Dieksekusi

 
 
Ibu Amrozi Belum Rela Anaknya Dieksekusi

Cilacap , 30 Agustus 2008 16:02
Ny. Tariyem, ibu Amrozi, menyatakan belum rela anaknya, terpidana mati kasus Bom Bali I, dieksekusi mati. "Saya belum rela dia (Amrozi) dieksekusi," kata dia di Dermaga Wijayapura Cilacap sebelum menyeberang ke Pulau Nusakambangan untuk membesuk tiga terpidana mati kasus Bom Bali I, Amrozi, Mukhlas, dan Imam Samudra yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Batu, Sabtu.

Tariyem berharap, anaknya dapat bebas dari hukuman dan pulang ke kampung halamannya di Tenggulung, Lamongan, Jawa Timur.

Terkait dengan kunjungan keluarga besar kakak beradik Mukhlas dan Amrozi tersebut, dia mengatakan, keluarga ingin merayakan pernikahan Amrozi yang baru rujuk dengan istri pertamanya, Ria Rahmawati. "Saya ingin menikahkan Amrozi," katanya.

Keluarga Amrozi dan kawan-kawan, termasuk Tim Pengacara Muslim (TPM) yang keseluruhannya berjumlah 62 orang, Sabtu, mengunjungi LP Batu.

Kunjungan keluarga tersebut telah direncanakan awal Agustus, tetapi surat rekomendasi dari Kejaksaan Agung dan surat izin dari Kanwil Depkumham Jateng baru diterima pada Kamis (28/8).

Dalam rombongan tersebut, tampak dua istri Amrozi, Khoriyana dan Ria Rahmawati, Zakiah Darajad (istri Imam Samudra), dan Embay Badriyah (ibu Imam Samudra).

Selain keluarga Amrozi dan kawan-kawan, dalam rombongan tersebut juga terdapat keluarga narapidana kasus Bom Atrium, Abdul Jabar, Deni, Usman, dan Ibrahim. [TMA, Ant]
__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Made Teddy Artiana | 1 Sep 01:29 2008
Picon

Fwd: Jelang Ramadhan : Kisah Kucing dan Putera Mahkota



---------- Forwarded message ----------
From: Made Teddy Artiana <made.t.artiana-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@public.gmane.org>
Date: 29 Agu 2008 07:50
Subject: Re: Jelang Ramadhan : Kisah Kucing dan Putera Mahkota
To: Bango Mania <bango-mania <at> yahoogroups.com>, MC-ers <at> yahoogroups.com, dakta_radio <at> yahoogroups.com, mentorbisnis99-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org, elexklub-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org



2008/8/28, Made Teddy Artiana <made.t.artiana-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@public.gmane.org>:

Jelang Ramadhan : Kisah Kucing dan Putera Mahkota

By Made Teddy Artiana

http://semarbagongpetrukgareng.blogspot.com

 

 

Alkisah seorang raja yang sudah lanjut usia, tengah mencari calon pewaris tahtanya. Beliau berputera kembar, keduanya laki-laki. Sama gagah, sama kesatria dan sama bijaksana. Keduanya pantas jadi raja, tetapi sayang kursi tahta hanya diperuntukkan untuk satu calon. Akhirnya sayembara pun digelar. Raja memberikan keduanya teka-teki. Dia yang sanggup menjawab dan membuktikan jawabnyalah yang akan duduk sebagai raja. Demikian bunyi teka-teki tersebut : Apakah seorang kesatria sejati dilahirkan ataukah dibentuk ?   Putera kedua lebih dulu menjawab. Ia berpendapat bahwa kesatria sejati dilahirkan bukan dibentuk. Ternyata putera pertama berpendapat lain, ia yakin bahwa kesatria sejati itu dapat dibentuk. Sang Ayahanda tersenyum bijak. "Anakku, kata beliau,"Aku memberikan kalian kesempatan selama 40 hari untuk membuktikan jawaban kalian. Tepat satu hari menjelang bulan purnama, kalian harus berkumpul di alun-alun istana dan membawa bukti-bukti yang memadai sesuai pendapat kalian."

 

Putera pertama segera bergegas pergi ke sebuah desa. Ia mengumpulkan 10 ekor kucing kampung dan tanpa buang-buang waktu segera melatih kucing-kucing itu. Mereka diajari berbagai hal yang mustahil dikerjakan oleh seekor kucing sebelumnya, yaitu berdiri diatas kedua kaki, menari, bersolek, berenang, bahkan bermain kecapi. Siang dan malam dilalui tanpa kenal lelah melatih kucing-kucingnya.  Akhirnya dari sepuluh ekor itu terpilihlah satu ekor yang terbaik. Binatang itu kini telah menjelma menjadi mahluk yang luar biasa. Betapa tidak, kucing itu sekarang sudah bertingkah seperti layaknya manusia biasa. Tak ayal, kucing miliknya kini jadi pusat perhatian seluruh negeri. Semua bibir bergunjing tentang kehebatan kucing, putera pertama. Kabar itupun akhirnya terbawa angin dan sampai ketelinga raja dan putera kedua. Walau belum dapat mengumpulkan bukti apapun, sang putera kedua, tetap tinggal tenang di istana.

 

Hari yang ditunggu-tunggu tibalah sudah. Alun-alun sedari pagi tadi sudah penuh sesak dijejali ribuan rakyat. Mereka semua seakan tak sabar ingin menyaksikan akhir sayembara itu. Sang Raja muncul kemuka memberi kesempatan putera pertama untuk tampil. "Wahai baginda,", seru putera pertama, "Ayahanda tercinta. Seperti yang sudah ananda utarakan 40 hari yang lalu, bahwa seorang kesatria itu dapat dibentuk dan tidak dilahirkan. Kini ananda membawa buktinya." Maka mulailah kucing miliknya beraksi. Tepuk tangan, dan sorak sorai, riuh rendah memenuhi udara. Sejenak putera pertama memberi aba-aba, dan si kucing pun menghentikan akrobatnya. "Wahai baginda dan rakyat kerajaan ini seluruhnya. Apa yang kalian saksikan belumlah seberapa, sekarang kucing milik ku akan berkata-kata seperti layaknya seorang manusia". Semua orang di alun-alun itu terdiam menahan napas. Mereka tampak saling berpandangan satu sama lain. Apa ? Berkata-kata ? Mustahil. Sang putera pertama pun berdiri sambil mengangkat tangannya sementara kucing itu terlihat bersia sedia, berdiri dengan kedua kaki belakang sembari membusungkan dada. "Ehm..ehm..ehm…",beberapa dehm kecil terdengar dari mulut binatang berkumis jarang itu membuat ribuan pasang mata terbelalak dengan mulut ternganga. "Tunggu !" Tiba-tiba putera kedua berdiri mengalihkan perhatian. Ia tampil kedepan sambil mengacungkan bungkusan plastik yang telah dipegangnya sedari tadi. Seluruh hadirin, tak terkecuali si kucing pun menoleh kearah putera kedua. "Aku punya sesuatu untuk mu !", teriak putera kedua. Tangan kanannya tampak membuka bungkusan itu dan sekonyong-konyong sepuluh ekor tikus berlompatan keluar. Melihat santapan lezat didepan mata, karuan saja si kucing menyeringai ganas. Tanpa ba-bi-bu, ia segera melompat kalap, memburu tikus-tikus itu. Mereka terlibat kejar-kejaran seru disela-sela kaki para penonton. Segera saja suasana berubah jadi kacau balau. Seorang pedagang makanan menjadi korban. Seekor tikus lari kearah dagangannya, diikuti si kucing. Seolah tak peduli mereka mengacak-ngacak makanan yang ada, kemudian melompat berlari kearah lain. Keadaan semakin bertambah gaduh ditambah  teriakan geli bercampur ngeri para wanita yang panik berlarian kesana-kemari. Putera pertama tampak tak bisa berbuat apa-apa. Ia lebih sering menggaruk-garuk rambut dikepala dan sesekali menutup wajah dengan kedua tangannya. Sementara Raja, putera kedua dan para punggawa kerajaan tampak terpingkal-pingkal menyaksikan semuanya. Akrobat yang tadinya spektakuler, sekonyong-konyong berubah jadi tontonan konyol. Rusuh namun menggelikan. Mirip pasar malam yang kedatangan perampok tepat pada saat lampu padam. Kejar-kejaran itu berakhirnya disebuah tumpukan sampah dekat sebuah selokan. Dengan baju compang-camping dan bulu-bulu dan wajah hitan belepotan lumpur Si kucing akhirnya keluar dengan membawa tikus diantara gigi-giginya. Tanpa peduli dengan ribuan pasang mata yang memelotinya, si kucing pun berlalu. Seolah ingin menyantap makananya tanpa diganggu siapapun juga.
 

"Wahai baginda, ayahanda tercinta dan rakyat seluruh negeri", tiba-tiba terdengar teriakan lantang dari putera kedua "Ananda rasa apa yang ananda sampaikan pada baginda 40 hari yang lalu adalah benar. Sekarang kita sama-sama menyaksikan bahwa kesatria sejati itu tidak sekedar dibuat tetapi harus dilahirkan ! Ya seorang kesatria sejati itu pertama-tama harus dilahirkan terlebih dahulu."

 

Selamat menjalankan ibadah puasa saudaraku. Semoga Bulan Ramadhan membuat kita bertekad bulat untuk  terlahir kembali dan bukan sekedar menjadi seekor kucing terlatih dengan baik. Yang tinggal menunggu waktu, akhirnya akan memunculkan prilaku lama nya kembali. Selamat berjumpa di alun-alun istana raja ! (MTA)



--
warm regards,
Made Teddy Artiana
photographer || graphic designer || writer
mobile. 0815 740 900 80 - 0813 178 227 20
email. teddyartiana_photography-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@public.gmane.org

Photo Galery
# Commercial Photography #
http://companyprofile.multiply.com
http://withbobsadino.multiply.com

# Jurnalism Photography #
http://fotojalanan.multiply.com

# Wedding Photography #
http://prewedding3.multiply.com
http://prewedding2.multiply.com
http://prewedding.multiply.com
http://candidwedding.multiply.com
http://weddingcandid.multiply.com
http://weddingceremony.multiply.com



 
__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
sahat tarida | 1 Sep 02:34 2008
Picon

Balasan: WWC Imajiner soal HUT AJI dan Sponsor (Duit)

saya tidak mendapat teladan apapun dari ultah AJI kali ini...dulu semasa aktif di persma, kajian rutin yang kita lakukan mengajak untuk menolak amplop. saat ini saya seorang jurnalis bergaji kecil...namun moralitas mengajak saya tidak menerima amplop. tapi yang saya lihat, AJI memang berkampanye menolak amplop...tapi menyodorkan nomor rekening untuk jumlah yang lebih besar.

terlebih, AJI yang mendampingi PBW...justru meminta uang pada KOMPAS.
ya..ini hanya masalah sepele...tapi buat saya, ini suatu hal yang prinsipil.
saya kira, pernyataan beberapa tahun lalu patut direnungi kembali;
Reposisi, reorganisasi....AJI dimana?

selamat berpuasa

Item <itemic-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@public.gmane.org> wrote:
Pesta resepsi HUT AJI di Hotel Intercontinental Mid Plaza 26 Agustus
sudah usai. Tapi masih ada perdebatan, termasuk di kalangan anggota
AJI, terkait sejumlah hal. Pujian dan kritik masuk bergantian dari
sahabat2 AJI, kolega, juga dari lawan2 AJI. Semuanya kami terima
dengan lapang, bagian dari kecintaan berbagai pihak terhadap AJI.

Empat belas tahun perjalanan waktu telah mengubah AJI. Dari organisasi
perlawanan jurnalis terhadap pembredelan dan otoriterianisme Orde Baru
(1994-1999), menjadi organisasi yang berbasiskan Serikat Kerja,
mengusung isu Profesionalisme, dan Kesejahteraan Jurnalis
(2000-sekarang). Bukan hal gampang mengarahkan visi organisasi dari
sekelompok jurnalis tukang protes/demo menjadi sekelompok jurnalis
yang profesional, menegakkan etika, dan memperjuangkan kesejahteraan.

Terkait HUT AJI ke-14 yang ditengarai mewah, full of sponsor, dan
mengundang pejabat pemerintah, saya punya verifikasi yang bisa jadi
bukan jawaban resmi pengurus AJI. Sengaja dibuat format Q and A dalam
sebuah wawancara imajiner.

Q : Kenapa AJI bikin pesta ultah mewah di hotel bintang 5 di Jakarta?
A : Itulah tempat yang available pada tanggal 26 Agustus 2008. Sebulan
sebelumnya panitia HUT "menyisir" tempat2, tapi itu yang tersedia.
Misalnya Hotel Nikko, Hotel Santika (hotel langganan AJI, karena slalu
dapat diskon), hotel Acacia, Hotel Alila, Hotel Aryadutta,
semuanya fully booked. Di Hotel Mid Plaza, AJI beruntung karena
mendapat fasilitas bintang 5, tapi membayar seharga bintang 3. Setelah
disurvei, Hotel in i layak dijadikan tempat Seminar Internasional
(siang hari sebelum acara resepsi), cukup menampung 400-500 undangan
resepsi, dan harganya cocok.

Q : Apakah AJI memeras pemilik hotel Mid Plaza supaya dapat harga murah?
A : Alhamdulillah tidak. GM dan petinggi Hotel itu rupanya tahu
sedikit tentang AJI, simpati kepada AJI, dan kami diberi harga khusus
untuk mengadakan acara sehari-semalam. Apalagi mereka tahu, Wapres
Yusuf Kalla hadir di situ.

Q : Pesta ultah AJI ngapain harus di hotel?
A : Seorang anggota dan pengurus AJI bahkan mengusulkan supaya AJI
merayakan ulang tahun di kuburan. Tapi apakah itu realistis dan tidak
berlebihan?

Q : Mugkin maksudnya bisa saja HUT di lain tempat yang tidak terlalu mewah?
A : Jika baca sejarah, HUT pertama AJI sekalipun (saat itu masih di
bawah kekuasaan Soeharto), dilakukan di Hotel Wisata Internasional
(sebelahnya Hotel Indonesia, sekarang sudah jadi kompleks s uper mall
raksasa). Mewah atau sederhana itu kan soal persepsi. Lagi pula apa
dosanya hotel, sehingga harus "dimusuhi" AJI?

Q : Maksudnya?
A : AJI adalah organisasi jurnalis nasional juga internasional. Secara
nasional anggota AJI sekitar 900 orang, tersebar di 27 kota. AJI
adalah anggota International Federation of Journalists (IFJ) bermarkas
di Brussels, anggota dan pendiri South East Asia Press Alliance
(SEAPA) bermarkas di Manila, pendiri dan anggota Forum Asia bermarkas
di Bangkok, mitra strategis dengan Commitee to Protect Journalists
(CPJ) bermarkas di New York, mitra kerja dengan Reporter Sans
Frontiers (RSF) bermarkas di Paris, sering mengadakan kerja sama
program dengan berbagai lembaga dana seperti USAID, DRSP, SIDA, Ford
Foundation, TIIFA, Unicef, Unecso, Komisi Eropa (EC), dan lain2.
Apakah layak mengundang tamu dan mitra2 kerja sama AJI dalam malam
resepsi ultah di kuburan atau di pub Amigos?
Q : Tapi ngapain AJI mengundang wapres Yusuf Kalla? Bukannya AJI anti
pemerintah?
A : Kenapa tidak? Mengundang pejabat tidak melanggar AD/ART
organisasi. Tadinya AJI mau mengundang Presiden SBY, Menlu, dan
Menkominfo. Tapi karena berbagai pertimbangan, panitia memutuskan
mengundang RI-2 saja. Apalagi pak JK mau banget datang ke acara AJI.
Lagi pula, lewat mulut JK, AJI ingin menagih komitmen pemerintah dalam
melindungi kebebasan pers dan hak publik akan informasi.

Q : Tapi katanya AJI anti pemerintah, menolak suap dan sponsor, kenapa
semuanya itu ada dalam acara HUT AJI kemarin?
A : Konsep "anti pemerintah" itu warna perjuangan AJI saat didirikan
pada 1994. Saat itu rejim Orde Baru di bawah Soeharto mempraktekkan
sistem politik otoriter, gemar membredel pers, menyensor media,
mengintimidasi organisasi jurnalis, mengancam dan mengirim wartawan ke
penjara, merampas hak informasi publik, dan tindakan2 lain yang anti
demokratik. Saat itu pers tidak bebas, tidak independen dan tidak bisa
menjalankan fungsi kontrol sosialnya dengan baik. Pembredelan Tempo,
Detik, Editor tahun 1994 menjadi titik balik perlawanan jurnalis dan
AJI terhadap pemerintah.

Q : Jadi sekarang AJI pro-pemerintah? Buktinya sampai mengundang
wapres segala...
A : Tentu tidak. Dalam iklim demokrasi seperti sekarang, konsep
perjuangan AJI disesuaikan. Kita tidak bisa bersikap anti atau
memusuhi siapapun jika tidak mereka tidak menunjukkan sikap
permusuhan. Pemerintah tetap perlu dikritisi, diawasi kinerjanya
melalui pemberitaan pers. Di luar pemberitaan dan profesi jurnalistik,
AJI memiliki berbagai program seperti penguatan profesionalisme,
kampanye anti kriminalisasi, kampanye anti kekerasan terhadap pers,
revisi produk UU yang membahayakan pers, dan banyak lagi. Untuk itu
AJI harus membangun pemahaman dan kerja sama dengan berbagai pihak
termasuk dengan mereka yang sedang berkuasa. Pak JK diundang dalam
kapasitas sebagai wapres yang akan kita kritik secara terbuka. Dan
diapun menjawab kritikan AJI dengan tangkas. Itulah konteksnya..

Q : Soal sponsorship bagaimana, bukanya AJI mengaku independen?
Independen terhadap pemerintah tapi tergantung kepada pemilik usaha
(bisnisman) kan sama saja tidak independen. Bagaimana tuh?
A : Dengan segala keterbatasan, AJI berusaha menegakkan independensi
dari pihak manapun, termasuk pemerintah dan kalangan pemilik modal.
Itu sebabnya AJI hampir tidak pernah melakukan kerja sama dengan
lembaga pemerintah, aparat negara, ataupun perusahaan pengusaha.
Sekali-kalinya AJI berhubungan dengan mereka ialah pada saat perayaan
ultah seperti kemarin. Itupun AJI tidak memeras, tapi menyodorkan
proposal kerja sama. Tahu bedanya? Memeras itu memnita dengan paksa,
tidak ada opsi menolak. Kerja sama itu menawarkan program secara
sadar, equal, dan bertanggung jawab. Saat mengajukan porposal ke
Indofood atau ke Kompas (belakangan diprotes salah satu pendiri AJI
yang sedang bermasalah melawan Kompas), apakah AJI memaksa atau
memeras? Tidak. Ini adalah posisi yang sejajar. Mereka bisa menolak
juga bisa menerima. Itu pilihan bebas. Tak ada paksaan, tak ada
pemerasan.

Q : AJI bukan perusahaan pers kenapa minta sponsorship?
A : Debat soal ini sudah terjadi bertahun-tahun di kalangan anggota
AJI. Penjelasannya seperti ini : sponsorship itu seperti pasang iklan.
Perusahaan X pasang iklan (sponsorship) di koran anda, radio anda,
media online, atau TV anda, apakah "independensi" media anda terbeli
oleh mereka? Tidak kan. Karena itu bentuk kerja sama. Siaran berita
anda bisa beredar luas antara lain karena uang masuk dari sponsor.
Kali ini kebetulan event-nya ialah HUT AJI, bukan produk pers. Apalagi
pihak sponsor mau, mereka suka, ya tidak a pa-apa toh?

Q : Berarti AJI boleh minta sponsor dari perusahaan apa saja?
A : Tentu ada aturannya. Dalam Anggaran Dasar disebutkan dana dan aset
AJI diperoleh dari uang pendaftaran anggota, iuran tetap anggota,
sumbangan anggota, hibah/sumbangan yang tidak mengikat, usaha
organisasi yang sah. Dalam Anggaran Rumah Tangga (ART) AJI,
sponsorship diatur secara khusus. Misal kriteria sumber dana yang
diperbolehkan ialah (1) tidak mengurangi independensi AJI, (2) sumber
dana (termasuk perusahaan atau pengelola/pemilik) tidak sedang
terlibat kasus pidana , kejahatan ekonomi (pajak, korupsi), dan
perusakan lingkungan. Jika ada kriteria di luar itu, akan ditetapkan
dalam aturan organisasi secara terpisah. Artinya, sejauh perusahaan2
yang mensponsori HUT AJI itu tidak "bermasalah", itu menjadi sumber
dana yang sah.

Q : Dana dari pemerintah ditolak, dana dari perusahaan diperketat,
tapi AJI terima funding da ri donor asing. Apa bedanya?
A : Dana dari pemerintah beda dengan dana dari donor asing. Pemerintah
kasih uang pasti ada maunya. Misal, mereka tidak mau dikritik atau
diberitakan yang jelek2. Itu kenapa AJI menolak dana pembinaan
wartawan dari APBD maupun APBN. Sedangkan donor asing umumnya tidak
mencederai independensi AJI. Kita bikin program, kita ajukan dana,
mereka setuju, program jalan. Kita tidak disetir funding, mereka tidak
dipaksa mendanai program AJI. Tidak ada yang dikorbankan disitu. Yang
terpenting, program dan dana itu selalu dipertanggungjawabkan dan
tidak dikorupsi. Tentu terhadap lembaga donor internasional yang
"abu-abu" kita hindari. Misalnya beberapa kali AJI menolak tawaran
bantuan dana dari World Bank atau Bank Dunia dan dari ADB. Alasannya
sederhana, AJI bukan perusahaan pers tapi organisasi jurnalis, AJI
bukan mau bisnis tapi menjalankan program terkait isu2 yang
diperjuangkan org anisasi.

Q : Ah ente bisa aja menjawab dan pastinya cuma membela citra AJI.
A : Meskipun dikenal anti amplop dan menerapkan standar etika tinggi,
tetap saja ada laporan tentang perilaku anggota AJI yang brengsek.
Mulai dari tukang jual proposal proyek, menerima suap (amplop), dan
terlibat berbagai masalah etika jurnalistik. Melalui forum ini, saya
mohon bantuan teman2 dan melaporkan kepada AJI Indonesia jika ada
anggota AJI yang terbukti melakukan tindakan2 tercela, melanggar etika
profesi dan etika jurnalistik (KEJ). Laporan anda bisa dikirim ke
email sekretariatnya_aji <at> yahoo.com, atau telpon ke kantor AJI : (021)
3151214, Fax (021) 3151261.

Q : Omong2 berapa tarif wapres datang ke acara HUT AJI?
A : Kenapa gak tanya pak JK sendiri? Yang jelas AJI menolak tawaran
pihak tertentu di lingkungan wapres yang ingin mengajukan biaya
keamanan dalam j umlah yang tidak masuk akal. Rupanya setoran seperti
itu sudah membudaya setiap ada acara kunjungan VVIP ke mana saja.
Panitia HUT AJI menolak tawaran seperti itu dengan risiko wapres batal
datang. Faktanya, JK tetap nongol bahkan mengikuti hampir 2/3 acara
malam resepsi AJI. Tegasnya, AJI tidak keluar biaya apapun untuk
mengundang wapres.

Q : Apa betul AJI suka mengkritik PWI dan organisasi jurnalis lainnya?
A : Malam resepsi AJI kemarin selain dihadiri oleh wapres dan undangan
lainnya, juga dihadiri Ketua Umum PWI yang baru, kandidat Ketua PWI
yang kalah (Wina Armada) dan tokoh2 pers lain. Poinnya ialah : AJI
tidak mengurusi organisasi jurnalis lain termasuk PWI atau bahkan kaum
bodrex. Asal anda tahu, lebih dari 70 persen advokasi kasus kekerasan
terhadap pers dan jurnalis sejak tahun 2000 sampai sekarang lebih
banyak dilakukan AJI terhadap anggota non-AJI. Contohnya, pak Margiono
(Ketua PWI Pusat), bersama pemred Rakyat Merdeka waktu itu Karim
Paputungan, pernah dua kali dibela AJI saat menghadapi gugatan hukum
dari Megawati dan Akbar Tanjung terkait pemberitaan (2003). AJI juga
membela Teguh Santosa (RM Online) saat digugat oleh FPI dan MUI
terkait penayangan kartun Muhammad (2006), terakhir Risang Bima Wijaya
dari Radar Yogya juga dibela AJI sampai masuk penjara di LP Cebongan
Yogya. Mereka semua bukan anggota AJI, kecuali Teguh Santosa. Jadi
ngapain AJI ngurusin atau mengkritik organisasi jurnalis lain? Lebih
baik tunjukkan kerja dan prestasi kita untuk publik dan kemajuan
demokrasi. Ya toh?

Q : Anggota pendiri AJI, Bambang Aji, memperlakukan karyawan majalah
Trust secara tidak hormat. Memecat wartawan tapi tidak membayar
pesangon yang layak. Apa sikap AJI?
A : Sebisa mungkin AJI mendamaikan kedua pihak. Bambang Aji (wakil
manajemen Trust) adalah pendiri AJI, Bambang Bujono (wartawan Trust,
korban PHK) juga pendiri AJI. Mereka bersengketa dalam urusan
perburuhan, dimana AJI Jakarta berusaha menyelesaikan disputenya. Ini
sebenarnya murni urusan ketenagakerjaan. Sengketa seperti ini bisa
terjadi pada siapapun antara wakil manajemen melawan buruh atau
karyawan, padahal mereka berteman dan satu organisasi. Ini terjadi
akibat sistem perburuhan media yang harus direformasi. Karena ini bisa
terjadi pada Ricky Dajoh atau Andy F Noya (Metro TV), Suryopratomo
(Kompas), bukan hanya menimpa Bambang Aji atau Bambang Bujono dkk.
Mungkin ini saatnya AJI melobi dan membangun kerja sama dengan para
pemilik media agar bisa memperjuangkan nasib pekerja media secara
lebih baik dan manusiawi. Setuju? Gak setuju pun gak papa. Wong masih
wacana kok... Hehehehe

Tamat---

Salam
Item

2008/8/27 dimastakha <dimastakha <at> yahoo.co.id>:
> Saya juga tergelitik dg pemberi taan Kompas (hal 4, tgl 27 agt)
> Selain dibuka Wapres, juga diberitakan panggung acara disesaki logo
> belasan sponsor, seperti PT HM Sampoerna, PT Pertamina, Chevron, Badan
> Amerika Serikat untuk Pembangunan Internasional (USAID), PT Indofood,
> PT Aneka Tambang, PT Semen Gresik, dan Holcim.
> AJI selama ini mengritik PWI yang acara-acaranya juga, sejak jaman
> Orba, selalu dibuka/diisi pidato pejabat. AJI juga mengagung-agungkan
> dirinya sbg tidak menerima amplop/uang, antara lain atas nama
> independensi.
> Rupanya perjalanan AJI mengubahnya. Apakah spanduk pada sponsor itu
> gratisan dipasang. Tampaknya tidak. Apakah AJI akhirnya menerima duit
> dari sponsor-sponsor perusahaan besar itu? Atau perusahaan2 itu diajak
> mendukung kebebasan pers, yang bertanggungjawab ? :)
> Entah apa atau berapa imbalannya, tentu saja mereka mengajukan
> proposal dengan nama "wartawan ", dan profesi itu katanya selalu
> digunakan untuk "senjata" bagi wartawan2 bodrek dsb untuk mencari uang.
> Mudah-mudahan, Wapres juga diberi kesempatan berbicara di situ "tidak
> ada tarifnya". Maaf jika melantur, mohon penjelasan dari rekan-rekan
> AJI, terutama para pengurusnya yang malam itu tampil berbatik.
>
> Selamat HUT AJI
> salam "perjuangan" :))
>

Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru <at> ymail dan <at> rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain! __._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Gmane