Jesse Jopie Rotinsulu Jr | 1 Apr 2008 06:26

Gizi Generasi Televisi



Gizi Generasi Televisi
Oleh Tan Shot Yen

SAYA terenyak ketika sopir taksi yang saya tumpangi mengeluh. Uang dua puluh
ribu rupiah yang dibawanya pulang habis dalam sehari untuk jajanan kedua
anaknya yang masih di bangku SD. Lebih mencengangkan lagi ketika ia menyebutkan
berbagai merek jenis makanan kemasan yang menjadi favorit anak-anak itu. Mereka
sudah tidak pernah mau menyentuh sayur kecuali dipaksa dan diancam.

Aneka rasa makanan dalam aneka kemasan menawan merambah warung-warung kecil.
Paha ayam dan irisan sayur hijau-cukup berupa gambar pada bungkusnya-serta
pernyataan "diperkaya oleh mineral dan zat gizi" ampuh mendongkrak nilai jual.
Padahal, kompleksitas kebutuhan gizi manusia jelas melampaui angka yang
tertera. Pernah, seorang artis cilik dalam iklan televisi menepis buah jeruk
asli demi dagangan terbarunya: serbuk minuman artifisial beraroma jeruk.

Masalah busung lapar pertama-tama adalah masalah ketidakadilan ekonomi. Situasi
ini diperparah dengan terpesonanya pemerintah oleh investasi pelbagai produk
industri pangan. Bukan hanya abai terhadap tanggung jawabnya menyediakan pangan
bersubsidi bagi kaum miskin dan memberikan pendidikan pangan yang adil serta
mendasar (baca: bebas kepentingan investasi produk industri pangan), pemerintah
juga tidak lagi mencermati hasil- hasil penelitian tentang korelasi produk
teknologi pangan dan dampaknya di kemudian hari.

Kenyang semu

Saat ini pemenuhan kebutuhan gizi manusia sehat bersumber dari alam tergilas
keberingasan investasi industri pangan. Pasar banjir oleh refined foods dengan
segala risikonya, termasuk meningkatkan penyakit kardiovaskuler, menekan daya
kekebalan tubuh, mencetuskan reaksi peradangan tersembunyi dan rasa sakit
kronis. Sudah bertahun-tahun Barry Sears- pakar biokimia dan nutrisi-menjadi
musuh bebuyutan industri pangan Amerika Serikat karena pemaparannya.

Dengan minimnya pengetahuan tentang makanan sehat, bagaimana masyarakat dapat
membuat pilihan bijak? Terpesona akan tayangan iklan makanan, bangsa yang kini
lebih mahir menonton televisi ketimbang membaca menjadi ladang subur bagi
tumbuhnya "makanan dagang". Seorang ibu akan merasa lebih berdosa bila tak
mampu membeli susu dan biskuit anjuran iklan ketimbang memberi dua potong tempe
dan sepiring sayur bayam yang bisa dikonsumsi tiga kali sehari. Pernah seorang
ibu miskin bersikukuh memberikan susu kaleng kepada anak balitanya. Jadilah
satu sendok teh bubuk susu terlarut dalam dua ratus cc botol bayi!

Tidak ada kebijakan dan intervensi pemerintah saat ini yang sanggup membendung
komersialisasi pangan menyesatkan, bahkan pantas dituding sebagai salah satu
penyebab malnutrisi. Minimnya informasi mengenai sumber pangan sehat yang
terjangkau semua lapisan jelas mencerminkan kekalahan food for health dalam
perang melawan food for commerce yang tengah mengambil korban rakyat jelata.

Malnutrisi tidak lagi melanda mereka yang sungguh-sungguh miskin, tetapi juga
yang miskin pengetahuan kesehatan sebenarnya, yang sirna oleh simulacra
kecanggihan sains. Kita sibuk mencari virus baru atau mutasinya sebagai
penyebab penyakit yang tiba-tiba mencuat menjadi perhatian massa. Mengapa tidak
mencermati pertanyaan ini: Bagaimana daya tahan tubuh manusia diserang?

Bukan suatu kebetulan bahwa dalam rentetan penyakit virus-sebutlah SARS, flu
burung, demam berdarah dengue, polio- ujungnya mendapat gong besar: busung
lapar. Daya tahan kekebalan tubuh menderita secara kronis hingga anjlok ke
titik paling rendah-dan saat itu serangan penyakit mendera.

Sirnanya keprofesian

Kita berada di puncak kejenuhan antara keserakahan dalam bentuk komersialisasi
dan tuntutan alam yang senantiasa menghendaki kesetimbangan serta harmoni.
Simulacra menggiurkan tengah "mengenyangkan" perut bangsa ini, dari lapisan
massa yang "kurang berpendidikan" hingga mereka yang berprofesi pemberi jasa
pelayanan masyarakat.

Berbagai masalah kesehatan tidak lagi ditangani melalui cara berpikir rasional
yang dapat dipertanggungjawabkan. Pemenuhan prosedur menjadi jauh lebih utama.
Padahal, begitu banyak prosedur masih bertabrakan dengan berbagai kepentingan.
Wajar jika seorang ibu perlu membawa pulang bayinya yang busung lapar dari
rumah sakit hingga mati di rumah karena biaya rumah sakit sudah tak
tertanggungkan. Rumah sakit dalam hal ini selalu tampak "benar". Mereka punya
surat sakti: tanda tangan pasien menolak rawat atau "pulang paksa". Apa pun
alasannya. Sistem pelayanan kesehatan dan pemerintah pun terbebas dari tanggung
jawab moral.

Kepentingan komersial meluluhlantakkan aspek moral dan pelayanan yang bersifat
lege artis (sesuai dengan keprofesian). Privatisasi Rumah Sakit Umum Daerah
adalah fenomena terpentalnya pemerintah sebagai penyelenggara public service
dalam kinerja infrastruktur, untuk lalu terperangkap dalam laissez faire.
Horornya: privatisasi dianggap dengan sendirinya "meningkatkan kualitas".
Caranya, biarkan rumah sakit saling bersaing termasuk menjejalinya dengan alat
kesehatan berteknologi canggih yang mengakibatkan biaya pelayanan melonjak. Ke
mana akan pergi si miskin busung lapar?

Samsi Jacobalis, mantan Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia, pernah
mengatakan, sains makin didominasi teknologi, sedangkan teknologi makin
didominasi motivasi mencari laba. Artinya, sains dan teknologi cenderung
menjadi alat kekuasaan bisnis global. Adakalanya teknologi canggih digunakan
bukan atas indikasi medik yang mutlak, melainkan demi pengembalian modal
investasi alias kredit bank yang dpergunakan membeli alat itu.

Dalam "RS Indonesia Tak Siap Bersaing" (Kompas, 22/12/2004) tersingkap lebar
testimoni memalukan. Nyawa manusia dipertaruhkan demi kepentingan-kepentingan
yang sulit diterangkan.

Kriminalitas komersialisasi

Menangani busung lapar secara terpadu adalah satu hal. Tetapi tanpa keseriusan
pendidikan yang adil tentang pangan sehat plus murah, terutama tanpa ketegasan
pemerintah menangani komersialisasi pangan, ancaman malnutrisi tidak berhenti.
Pemberdayaan masyarakat agar mampu menentukan dengan bijak kelangsungan
hidupnya adalah kewajiban pemerintah yang tak bisa dielakkan. Bukan hanya
menggratiskan biaya perawatan. Jika sehat, masyarakat tidak perlu rumah sakit.
Tentu saja ini mengandaikan media bersedia mendidik ulang selera pasar dan gaya
hidup.

Sumber protein bayi yang terbaik bukan biskuit dengan kemasan bergambar bayi
montok kebule-bulean. Makanan instan yang didistribusikan saat bencana alam
bukan dewa penolong modern ketimbang dapur umum zaman lauk tempe dan sayur
asem. Bangsa ini memang sedang diracuni komersialisasi teknologi pangan.
Hedonisme rasa membungkam ratapan tubuh yang haus makanan sehat.

Komersialisasi di era global adalah soal biasa. Tetapi ketika melibatkan jenis
pangan dan pelayanan kesehatan paling dasar, apalagi menyangkut hidup mati
orang, komersialisasi adalah sebuah kriminalitas.

Tan Shot Yen Seorang Dokter, Peserta Program Pascasarjana Sekolah Tinggi
Filsafat (STF) Driyarkara, Jakarta

.



__._,_.___

Mayapada Prana Quotes:
"Think Good, Feel Good, Do Good. This is the way to God"
- Bhagavan Sri Sathya Sai Baba (Avatar)

"The Ways to God are as numerous as the breaths of humankind"
- Sufi Tradition

Mayapada Prana Links:

<*> Harmonisasi Universal
http://groups.google.com/group/harmonisasi-universal

<*> The Yoga Leaf - Bandung
http://www.yogaleaf.com/ 

<*> Anand Krishna E-Study Circle
http://groups.yahoo.com/group/anandkrishna/

<*> Jaringan Islam Liberal (JIL)
http://groups.yahoo.com/group/islamliberal/



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Wahyu | 1 Apr 2008 03:42
Picon

Re: BOLA lakukan fitnah...

mendingan hal kayak gini, yang belum jelas banget dan ada indikasi menyudutkan pihak tertentu diklarifikasi dulu. saya yakin pihak BOLA tidak seperti yang dituliskan...sekarang temannya dimana bu? 
----- Original Message -----
From: Devin Jada
Sent: Monday, March 31, 2008 7:41 PM
Subject: Re: [mediacare] BOLA lakukan fitnah...

wah, rupanya ada miss nih..
rasanya tidak mungkin perusahaan sesehat dan sebesar bola memecat karyawannya tanpa alasan ya jelas..
jangan2 temannya mbak siti yg hilang kelewat lama? hmmm.. tolong diklarifikasi nih, banyak loh karyawan gramedia yg baca surat ini....

billy von daperste <jan_daperste <at> yahoo.com> wrote:

Teman mbak Siti ini siapa namanya ya?

--- Siti Maesaroh <siti_maes <at> yahoo.co.id> wrote:

> Gagal PHK Manajemen BOLA Lakukan Fitnah (1)
>
> Ini berita sedih dari seorang teman akrab saya. Ia
> wartawan senior yang sudah tahunan menjalani karir
> jurnalistik. Menurut dia, meski sedikit, dia juga
> berjasa membangun tabloid BOLA sehingga menjadi
> eksis dan terbesar di jalur media olahraga seperti
> saat ini.
>
> Teman saya ini bercerita, September lalu, ia
> menerima surat pemutusan hubungan kerja (PHK) dari
> tempatnya bekerja. Alasannya, tidak jelas. Merasa
> tidak bersalah, teman saya ini kemudian mengajukan
> keberatan terhadap surat keputusan tersebut. Ia
> mempertanyakan fakta tidak memenuhi panggilan
> sebagai alasan pemecatan, mau pun surat PHK yang
> diberikan setahun setelah surat pemanggilan
> diberikan. Sebagai tambahan, ia mempertanyakan
> mengapa pihak manajemen BOLA mengeluarkan surat
> keputusan justru di saat dirinya sedang melakukan
> ibadah puasa di bulan ramadhan.
>
> Teman saya tersebut, dengan segala kenaifannya,
> tidak menyadari pertanyaan terakhir tersebut justru
> menjadi masalah panjang yang berlarut-larut dan
> dipolitisir..
>
> Setelah itu, menurut teman saya tadi, ia
> beberapakali bertemu dengan pihak manajemen BOLA mau
> pun Kompas Gramedia selaku induk dari PT Tunas Bola
> yang menrbitkan tabloid BOLA. Pihak PSDM kompas
> Gramedia yang kemudian menempatkan diri sebagai
> mediator, menganjurkan ia beristirahat di rumah dan
> tidak bertemu pihak BOLA.
>
> Namun justru saat ia istirahat di rumah tersebut,
> teman saya mengalami tekanan psikologis yang luar
> biasa. Pertama, namanya dihilangkan dari daftar
> redaksi di tabloid BOLA. Tanpa pemberitahuan.
> Kemudian, secara sepihak pula, pihak manajemen BOLA
> mengeluarkan pernyataan sepihak secara internal mau
> pun eksternal yang menyebut teman saya itu tidak
> lagi menjadi karyawan dan wartawan BOLA. Puncaknya,
> adalah pencabutan akses dirinya untuk menulis,
> sebagai hakekat seorang wartawan. Akibatnya, teman
> saya ini tidak lagi menghasilkan produk yang
> memperlihatkan eksistensi dan profesioalitas dirinya
> sebagai wartawan.
>
> Belum cukup dengan tekanan ini, ia juga mengalamai
> tekanan pembusukan karakter atau character
> assasination. Pertanyaannya tentang pengeluaran
> surat PHK pada bulan puasa atau bulan suci ramadhan
> justru diplintir sebagai usaha mengganggu stabilitas
> dan kerukunan agama di Kompas Gramedia. Secara
> sistematis pihak manajemen BOLA memberi masukan
> kepada pimpinan Kompas Gramedia bahwa teman saya ini
> berusaha menggiring masalah PHK ini menjadi masalah
> konflik karyawan muslim dengan manajemen BOLA yang
> didominasi pimpinan non muslim..
>
> Teman saya berusaha menjernihkan masalah ini kepada
> PSDM Kompas Gramedia sebagai mediator. Namun justru
> di sinilah kesalahannya. Terlalu percaya kepada
> PSDM kompas Gramedia. Tiba-tiba saja pihak PSDM
> kompas Gramedia mengharuskan teman saya untuk
> bekerja kembali dengan embel-embel ancaman bila
> menolak maka surat PHK yang dikeluarkan bulan puasa
> tersebut dinyatakan berlaku. Sementara tuntutannya
> soal pembatakan surat PHK ditolak. Dengan kondisi
> ini ia bisa sewaktu-waktu di PHK.
>
> Ketika kami bertemu kemarin, teman saya ini tidak
> habis-habisnya menyesali kenaifannya terlalu percaya
> kepada omongan manis PSDM Kompas Gramedia. "Di
> mana-mana bila ada konflik majikan buruh dan atasan
> bawahan, yang kecil pasti dikorbankan. Gobloknya
> gue masih percaya ada pribadi yang mau berpihak
> kepada yang dirugikan di perusahaan ini..."
>
> Kepada saya, teman saya ini menumpahkan penderitaan
> yang dirasakannya selama sepuluh tahun terakhir.
> dari masalah finansial hingga pelecehan jender.
> Besok akan saya ceritakan kisah sedih teman saya
> itu....
>
>
>
>
>
________________________________________________________
>
> Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di
> di bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini
> juga di http://id.answers.yahoo.com/

__________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?
Find them fast with Yahoo! Search. http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?categor=shopping

Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.

No virus found in this incoming message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.519 / Virus Database: 269.22.1/1350 - Release Date: 3/30/2008 12:32 PM
__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Nezt Rahmaan | 1 Apr 2008 03:10
Picon
Favicon

Re: [INFO] Media di area Jawa Timur & Jawa Tengah

stasiun radio di Malang:
M FM
Mas FM
Kosmonita FM
Andalus FM
KDS 8 FM
Gita FM
Tidar Sakti FM
Elfara FM
 
(maaf gak cantumin frekuensinya. soalnya takut salah sih. tapi ntar saya update lagi (kalo emang perlu)
 
salam,
arif

Special deal for Yahoo! users & friends - No Cost. Get a month of Blockbuster Total Access now __._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Hikayat Dunia | 1 Apr 2008 02:23
Picon
Favicon

Re: Diskusi film G30S

Memang sebelum tanggal 1 Oktober 1965 persaingan antara PKI dengan Angkatan Darat di mana di belangnya ada kekuatan Islam, sangat kentara bahkan menimbulkan insiden yang memakan korban jiwa.
Tetapi apakah PKI punya potensi akan melakukan kudeta? Hal itu di bantah oleh Nasution yang waktu itu menjabat Menko Hankam dan orang nomor 1 yang anti komunis. Nasution mengetahui bahwa PKI mendapat latihan militer di Halim untuk dikirim ke perbatasan dan Nasution mengatakan walaupun PKI mendapat latikan militer tetapi kekuatan mereka sangat kecil kalau mereka berani keluar dari Halim, Angkatan Darat akan dengan mudah menumpasnya. Bung Karno yang mengetahui situasi sesungguhnya mengatakan tidak mungkin PKI melakukan kudeta karena jalur luar negeri ada di tangan presiden.
Tetapi setelah tanggal 1 Oktober situasi berada di bawah kendali Angkatan Darat dan walaupun secara formal kekuasaan ada di tangan Suharto tetapi pengaruh Nasution dan senior Angkatan Darat lainnya sangat kuat, mereka terbakar emosinya menuntut balas dendam terhadap kematian pimpinan Angaktan Darat dan yang dikambing hitamkan adalah PKI.
Tanggal 1 Oktober 1965 Aidit ada di Halim dan Bung Karno pergi ke Halim lalu orang menyangka Bung Karno bertemu Aidit tetapi selama berada di Halim sampai tanggal 2 Oktober 1965 Aidit tidak bertemu Bung Karno.
Orang mendapat kesan jenazah perwira Angkatan Darat ditemukan di sumur di tempat latihan PKI tetapi kedua lokasi tersebut agak jauh dan kemungkinan besar jenazah tersebut dilempar ke sumur setelah orang-orang PKI meninggalkan Halim pada tanggal 1 Oktober 1965 siang sedangkan sumur Lubang Buaya baru ditemukan tanggal 3 Okteber, ada selisih waktu yang cukup jauh.
Dalam film tersebut se ngaja dikaitkan G-30-S dengan pemberontakan PKI di Madiun tetapi G-30-S sangat berbeda dengan pemberontakan Madiun. Dalam pemberontakan PKI di Madion, Muso memegang komando langsung dengan menyerukan untuk berontak. Dalam peristiwa G-30-S tidak ada komando dari Aidit untuk berontak dan tidak ada sama sekali upaya dari PKI baik di pusat maupun di daerah mengambil alih kekuasaan, pembunuhan terhadap perwira Angkatan Darati baik di Jakarta maupun Yogyakarta dilakukan oleh sesama tentara dan tidak ada bukti orang PKI terlibat dalam pembunuhan tersebut.
Di samping film tersebut juga diterbitkan novel dan si penulis mengakui melakukan hal itu atas pesanan.
Cerita tentang ini saya tulis di dalam buku berjudul Sukarno Memilih Tenggelam Agar Suharto Muncul yang dijual di toko buku Gramedia dan Gunung Agung atau melalui bukukita.com. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mungkin ada baiknya buku tersebut dibaca.
Salam
HD


Husein Rusdhy <huseinrusdhy-/E1597aS9LT0CCvOHzKKcA@public.gmane.org> wrote:



Inilah iklan yang muncul di bioskop yang sedang memutar film Penumpasan penghianatan G30S PKI sekitar tahun 80-an. Kesan iklan ini terlalu jauh dari judul. Yang terlihat justru kesan militernya (pasukan komando) yang sedang dalam situasi kombat tanpa jelas siapa musuhnya. Jajaran para pemain tidak mirip (memang orang lain) sehingga Umar Khayam yang memerankan Bung Karno banyak yang tidak tahu siapa ini ya ?. Amoroso Katamsi juga amat jauh dari gambaran fisik Soeharto, apalagi Didik Sadikin yang berperan sebagai Sarwo Edy. Demikian pula para pemain lainnya seperti Bram Adrianto sebagai Untung atau Syubah Asa sebagai Aidit. Kalau kita tanya generasi sekarang yang baru lahir tahun 70-an, cilakanya banyak yang tidak tahu wajah asli para tokoh aslinya. Sebagai dokudrama, bol eh-boleh saja tapi rasanya kalau tetap masih mau diputar saat ini di TV atau bioskop, perlu ada penjelasan awal sistematika film ini. Film dibuka dengan kaleidoskop kejahatan PKI sejak
tahun 1948, yang diambil dari arsip surat kabar. Rasanya banyak yang belum pernah baca berita itu. Pada Scene kedua tiba-tiba kita dibawa menuju istana Bogor dimana Bung Karno sedang mendapatkan pelayanan tusuk jarum dokter RRT. Yang terkait pada adegan ini adanya Aidit pimpinan PKI. Disini terlihat penulisan cerita maupun penyutradaraannya mau mengkaitkan langsung pada peranan PKI yang dekat dengan Presiden. Kalau toh Aidit menjadi jembatan bantuan pemerintah RRT untuk mengobati Presiden, tidak dijelaskan baik visual maupun naratif. Penonton terbawa arus dan berprasangka, Aidit dekat dengan Bung Karno dan bisa keluar masuk istana seenaknya. Apa begitu ?. Kalau Sabur atau para pengawal serta keluarga mungkin saja. Ada yang bisa menambahkan ?. Mengapa tidak dimunculkan alasan-alas an Bung Karno perlu membangun kekuatan nasional melalui politik berkaki tiga (Nas A Kom) khususnya dalam kampanye anti Nekolim ?. Lebih khusus lagi kemana gambaran aktifitas
Indonesia yang sedang melakukan Konfrontasi dengan Malaysia ?. Kalau saja Bung Karno masih hidup saat itu, tentu saja beliau kecewa karena terjadinya peristiwa G30S hanya dilihat dari kejahatan PKI semata ?
Bersambung....




OMG, Sweet deal for Yahoo! users/friends: Get A Month of Blockbuster Total Access, No Cost. W00t


Get the name you always wanted with the new y7mail email address. www.yahoo7.com.au/y7mail

Like movies? Here's a limited-time offer: Blockbuster Total Access for one month at no cost. __._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
firdaus cahyadi | 1 Apr 2008 02:59
Picon
Favicon
Gravatar

OOT: fwd: List Produk2 Belanda yang bisa diboikot

Dari milis tetangga dan forum kaskus. Mungkin kawan2 ada yang ingin berpartisipasi dalam memboikot produk2 dari Belanda…he..he..he…..

 

Salam,

Daus

---------------------------------------------------------------------------------------------------

Sebelum film Fitna di cabut dan ada permintaan maaf dari Belanda dan pembuatnya, maka inilah produk-produk Belanda yang WAJIB diboikot





List of companies of the Netherlands
From Wikipedia, the free encyclopedia

This is a list of companies from the Netherlands. See Lists of companies by country for lists of companies from other countries.

* AEGON
* Ahold
* Akzo Nobel
* Amstel
* ASML Holding
* Australian Homemade
* Basell Polyolefins
* Bavaria
* CNH Global
* DAF
* DSM
* Exact Software
* Endemol
* Fortis (Belgian-Dutch)
* Friesland Foods
* Fugro
* Getronics
* Grolsch
* Hagemeyer
* Heineken International
* ING Group
* KLM Royal Dutch Airlines (merged with Air France)
* KPMG
* KPN
* Lucas Bols
* LogicaCMG (Anglo-Dutch)
* Numico
* NXP
* Océ
* Philips
* Rabobank
* Randstad
* Reed Elsevier (Anglo-Dutch)
* Royal Dutch Shell (Anglo-Dutch)
* SBM Offshore
* Spyker Cars
* Stork
* SVS Printing
* TNT
* Telfort
* TomTom
* Triodos Bank
* Trust Computer Products (Based in Th e Netherlands)
* Unilever (Anglo-Dutch)
* Vedior
* VNU
* Wavin
* Wolters Kluwer
* Baan, now known as SSA Global Nederland, part of

SSA Global Technologies
* DAF Trucks, part of PACCAR
* Equant, now owned by France Télécom
* Guerrilla Games, now owned by Sony Computer

Entertainment Inc.
* KLM, part of Air France-KLM
* NedCar, owned by Mitsubishi Motors
* P&O Nedlloyd, part of Maersk
* Stad Rotterdam Verzekeringen (now Fortis ASR)
* VDL Bus International
* Versatel, owned by Tele2
* Vodafone Netherlands, part of Vodafone
* Fokker
* Spyker
* Verenigde Oost-Indische Compagnie, VOC or Dutch East India Company
* West-Indische Compagnie, WIC or Dutch West India Company

SUMBER: http://en.wikipedia.org/wiki/List_of...he_Netherlands





List of companies of the Netherlands
From Wikipedia, the free encyclopedia

This is a list of companies from the Netherlands. See Lists of companies by country for lists of companies from other countries.

* AEGON
* Ahold
* Akzo Nobel
* Amstel
* ASML Holding
* Australian Homemade
* Basell Polyol efins
* Bavaria
* CNH Global
* DAF
* DSM
* Exact Software
* Endemol
* Fortis (Belgian-Dutch)
* Friesland Foods
* Fugro
* Getronics
* Grolsch
* Hagemeyer
* Heineken International
* ING Group
* KLM Royal Dutch Airlines (merged with Air France)
* KPMG
* KPN
* Lucas Bols
* LogicaCMG (Anglo-Dutch)
* Numico
* NXP
* Océ
* Philips
* Rabobank
* Randstad
* Reed Elsevier (Anglo-Dutch)
* Royal Dutch Shell (Anglo-Dutch)
* SBM Offshore
* Spyker Cars
* Stork
* SVS Printing
* TNT
* Telfort
* TomTom
* Triodos Ba nk
* Trust Computer Products (Based in The Netherlands)
* Unilever (Anglo-Dutch)
* Vedior
* VNU
* Wavin
* Wolters Kluwer
* Baan, now known as SSA Global Nederland, part of

SSA Global Technologies
* DAF Trucks, part of PACCAR
* Equant, now owned by France Télécom
* Guerrilla Games, now owned by Sony Computer

Entertainment Inc.
* KLM, part of Air France-KLM
* NedCar, owned by Mitsubishi Motors
* P&O Nedlloyd, part of Maersk
* Stad Rotterdam Verzekeringen (now Fortis ASR)
* VDL Bus International
* Versatel, owned by Tele2
* Vodaf one Netherlands, part of Vodafone
* Fokker
* Spyker
* Verenigde Oost-Indische Compagnie, VOC or Dutch East India Company
* West-Indische Compagnie, WIC or Dutch West India Company

SUMBER: http://en.wikipedia .org/wiki/ List_of.. .he_Netherlands

You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total Access, No Cost. __._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Picon

Re: [Koran-Digital] OOT: fwd: List Produk2 Belanda yang bisa diboikot

Lucu juga. Hanya karena ulah satu orang Belanda yang nyeleneh, maka 
produk Belanda "wajib" diboikot. Lain hanya kalau perbuatan itu 
dilakukan atau direstui pemerintah Belanda. Bahwa Wilder siapa itu 
anggota parlemen Belanda, perbuatannya tidak mewakili partainya apalagi 
pemerintahnya.
Bagaimana kalau ada seorang anggota Parlemen Indonesia ngomong atau 
berbuat nyleneh yang menghina negara lain, lalu rakyat negara itu 
memboikot produk Indonesia? Gak nyambung, kan?
Bukan saya membela Belanda atau Wilders (atau siapa pun dia), tetapi 
mengajak semua untuk berpikir jernih.
Salam
KM

----Original Message----
From: firdaus_c@...
Date: 01/04/2008 7:59 
To: "kaukus lingkungan"<kaukus_lingkungan_jakarta@...>, 
"Milis Komnas HAM"<komnas_ham@...>, "List Media"
<mediacare@...>, "forum pembaca"<forum-pembaca-
kompas@...>, "kkn
watch"<kkn-watch@...>, "milis 
koran Digital"<koran-digital@...>, "himitekindo"
<himitekindo@...>
Subj: [Koran-Digital] OOT: fwd: List Produk2 Belanda yang bisa 
diboikot

  Dari milis tetangga dan forum   kaskus. Mungkin kawan2 ada yang 
ingin berpartisipasi dalam memboikot produk2   dari Belanda...he..he..
he.....

  Salam,
  Daus

---------------------------------------------------------------------------------------------------
  Sebelum film Fitna di cabut dan ada permintaan maaf dari   Belanda 
dan pembuatnya, maka inilah produk-produk Belanda yang WAJIB   diboikot

    

    

    List of companies of the Netherlands
    From Wikipedia, the free encyclopedia

    This is a list of companies from the Netherlands. See Lists of 
companies by country for lists of companies from other countries.

        * AEGON
        * Ahold
        * Akzo Nobel
        * Amstel
        * ASML Holding
        * Australian Homemade
        * Basell Polyolefins
        * Bavaria
        * CNH Global
        * DAF
        * DSM
        * Exact Software
        * Endemol
        * Fortis (Belgian-Dutch)
        * Friesland Foods
        * Fugro
        * Getronics
        * Grolsch
        * Hagemeyer
        * Heineken International
        * ING Group
        * KLM Royal Dutch Airlines (merged with Air France)
        * KPMG
        * KPN
        * Lucas Bols
        * LogicaCMG (Anglo-Dutch)
        * Numico
        * NXP
        * Océ
        * Philips
        * Rabobank
        * Randstad
        * Reed Elsevier (Anglo-Dutch)
        * Royal Dutch Shell (Anglo-Dutch)
        * SBM Offshore
        * Spyker Cars
        * Stork
        * SVS Printing
        * TNT
        * Telfort
        * TomTom
        * Triodos Bank
        * Trust Computer Products (Based in The Netherlands)
        * Unilever (Anglo-Dutch)
        * Vedior
        * VNU
        * Wavin
        * Wolters Kluwer
        * Baan, now known as SSA Global Nederland, part of 

    SSA Global Technologies
        * DAF Trucks, part of PACCAR
        * Equant, now owned by France Télécom
        * Guerrilla Games, now owned by Sony Computer 

    Entertainment Inc.
        * KLM, part of Air France-KLM
        * NedCar, owned by Mitsubishi Motors
        * P&O Nedlloyd, part of Maersk
        * Stad Rotterdam Verzekeringen (now Fortis ASR)
        * VDL Bus International
        * Versatel, owned by Tele2
        * Vodafone Netherlands, part of Vodafone
        * Fokker
        * Spyker
        * Verenigde Oost-Indische Compagnie, VOC or Dutch East India 
Company
        * West-Indische Compagnie, WIC or Dutch West India Company

    SUMBER: http://en.wikipedia.org/wiki/List_of...he_Netherlands

List of companies of the   Netherlands
From Wikipedia, the free   encyclopedia

This is a list of companies from the Netherlands. See Lists   of 
companies by country for lists of companies from other countries.

*   AEGON
* Ahold
* Akzo Nobel
* Amstel
* ASML Holding
* Australian   Homemade
* Basell Polyolefins
* Bavaria
* CNH Global
* DAF
* DSM
*   Exact Software
* Endemol
* Fortis (Belgian-Dutch)
* Friesland Foods
* Fugro
* Getronics
*   Grolsch
* Hagemeyer
* Heineken International
* ING Group
*   KLM Royal Dutch Airlines (merged with Air France)
* KPMG
*   KPN
* Lucas Bols
* LogicaCMG (Anglo-Dutch)
* Numico
* NXP
*   Océ
* Philips
* Rabobank
* Randstad
* Reed Elsevier   (Anglo-Dutch)
* Royal Dutch Shell (Anglo-Dutch)
* SBM Offshore
* Spyker   Cars
* Stork
* SVS Printing
* TNT
* Telfort
* TomTom
* Triodos   Bank
* Trust Computer Products (Based in The Netherlands)
*   Unilever (Anglo-Dutch)
* Vedior
* VNU
* Wavin
* Wolters Kluwer
*   Baan, now known as SSA Global Nederland, part of 

SSA Global Technologies
* DAF Trucks,   part of PACCAR
* Equant, now owned by France Télécom
* Guerrilla Games,   now owned by Sony Computer 

Entertainment Inc.
* KLM, part of Air   France-KLM
* NedCar, owned by Mitsubishi Motors
* P&O Nedlloyd, part   of Maersk
* Stad Rotterdam Verzekeringen (now Fortis ASR)
* VDL Bus   International
* Versatel, owned by Tele2
* Vodafone Netherlands, part of Vodafone
*   Fokker
* Spyker
* Verenigde Oost-Indische Compagnie, VOC or Dutch East   India Company
* West-Indische Compagnie, WIC or Dutch West India   Company

SUMBER: http://en.wikipedia   .org/wiki/ List_of.. .he_Netherlands

  

---------------------------------
You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of 
Blockbuster Total Access, No Cost.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Koran Digital" 
Google Groups.
 Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke koran-
digital@...
 Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke koran-digital-
unsubscribe@...
 Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di http://groups.google.
com/group/koran-digital?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

------------------------------------

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Blog: 
http://mediacare.blogspot.com

http://www.mediacare.biz

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mediacare/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:mediacare-digest@... 
    mailto:mediacare-fullfeatured@...

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    mediacare-unsubscribe@...

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

starlastarlastar | 1 Apr 2008 05:38
Picon
Favicon

On Air Pagi Jakarta O Channel - 2-7 April 2008 07.00-08.00 WIB

Clara Ng - `Penyayang Kucing' - Alisa & Clarissa - Eko Ramaditya - 
Rene Suhardono

PAGI JAKARTA, O CHANNEL. Setiap hari pukul 07.00-08.00 WIB bersama 
Erwin Parengkuan dan Jill van Diest

	

Rabu, 02 April 	
`Stories from the Heart'
Clara Ng 	
Fresh!	
Anda mungkin familiar dengan novel Indiana Chronicles, Dim sum 
Terakhir, The Unreality Show dan Gerhana Kembar. Penulisnya, Clara 
Ng berbagi pengalaman dan pandangannya tentang dunia menulis di Pagi 
Jakarta

Kamis, 03 April	
`Penyayang Kucing'
Fresh!	
Binatang yang satu ini memang punya banyak penggemarnya. Yuk, kita 
lihat seluk-beluk merawat kucing Persia.  

Jumat, 04 April	
`Kecil Kecil Cabe Rawit'
Alisa & Clarissa	
Fresh	
Satunya drummer, satunya lagi violist. Apa yang membuat mereka 
special? Alisa, si drummer, baru berumur 14 tahun. Sementara 
Clarissa, si violist, masih berusia 8 tahun.

Sabtu, 05 April	
`Dunia Tanpa Batas'
Eko Ramaditya	
Rerun
Keterbatasan fisik (tunanetra) tidak menghalangi Rama untuk 
berkarya. Selain menjadi jurnalis, Rama juga mengkomposisi musik 
untuk berbagai games, seperti Super Mario (Wii) dan Final Fantasy.

Minggu, 06 April	
`apartment'
Mahakarya Agung Sedayu
		

Senin, 07 April	
`You Eat What You Kill'
Rene Suhardono	
Fresh!	
Apa yang anda nikmati adalah hasil kerja keras anda. If you want 
more, You need to kill more. Ikuti pembahasan tentang ini bersama 
career coach, Rene Sudardono

------------------------------------

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Blog: 
http://mediacare.blogspot.com

http://www.mediacare.biz

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mediacare/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:mediacare-digest@... 
    mailto:mediacare-fullfeatured@...

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    mediacare-unsubscribe@...

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

aweende123 | 1 Apr 2008 04:55
Picon
Favicon

Si Panjul Beli Paku.... Huehuehueh...

Panjul mau beli paku,tapi dicuekin sama penjualnya.Pas gilirannya.

Panjul  : Bang beli paku 1 kg.

Pnjual  : Dibungkus ya?

Panjul  : Ga bang, makan disini aja!

--- 


Di sebuah RSJ.

Dr.       : Min, sedang apa?

Amin    : Nulis surat

Dr         : Untuk siapa?

Amin    : Untuk sy sendiri

Dr         : Isinya apa?

Amin    : Gak tau, kan tuh surat datangnya besok!

---

 

3 tikus sombongkan diri.

Tikus 1 : Perangkap tikus spt mainan saja utkku.

Tikus 2 : Racun tikus spt air putih utkku.

Tikus 3 : Sori nih aku pergi dulu,ada kencan sm kucing.

---

 

RIA       : Aku males naik Metromini itu! Kondekturnya liat2 seolah blm bayar.

TIKA     : Lalu apa yg kamu lakukan?

RIA       : Gantian aku liat dia seolah aku udh bayar!

---

 

Jeng, tolong carikan tempat les bhs Jerman dong, pinta Susi,

"Buat apa bu?" tanya Ani,"

Itu loh,bos suami sy kan org Jerman,dia mau ngasih kami sebuah TV baru!

---

 

Ujang pulang kampung bawa HP canggih. Lagi mandi, HPnya bunyi.

Ujang   : De! Tolong jawapin dong! Pencet yg ijo!

Ade      : Halo! Halo! Koq ga bunyi ?

Ujang   : Tebalik kali?

Ade      : Loha! Loha!

---

 

T: Apa bahasa Inggrisnya orang Bali sedang jalan2 keliling Amerika?

J: Made in Amerika.

T: Tau gak minuman ksukaannya Osama Bin Laden?

J: Osama..suka jas- jus.

---

 

T: Kenapa tahi lalat dihidung katanya beruntung?

J: Krn kalo tahi kebo berabe dong!

T: Apa persamaan Aqua dan ASI ?

J: Sama2 dihasilkan dr pegunungan.

---

 

Suami:'Td kan aku ke WC, eh pas buka pintu lampunya nyala sndiri, aku tutup lampunya mati sndiri'.

Istri:'Ya ampun mas! Kmu pipis di kulkas lg ya?'

---

 

Inem selalu protes tiap ada film barat di TV.

Majikan: Nem,knp sih protes trs klo ada film barat?

Inem    : Abis bosen bu,tiap film pmainnya si Staring trs.

---

 

2 ekor ular lg ngobrol.

Uler 1   : Kita ini jenis ular berbisa ga sih?

Uler 2   : Entahlah,aku ga tahu.Memangnya kenapa?

Uler 1   :Barusan aku ga sngaja gigit bibirku!

---

 

Buah kesemek & jagung bertengkar.

Jagung : Biar pake bedak tebal2 lu tetep jelek!

Kesemek: Daripada lu pake baju berlapis2, bulu2nya tetep kelihatan!

---

 

Roni     : Saya nemu kentang tumbuh dr kuping saya.

DR        : Itu aneh

Roni     : Saya kira gitu, dok. Soalnya minggu lalu saya tanam wortel, kok yang tumbuh kentang yah?

---

 

BRAD PITT lg main ke disko. Tmn2 ga sabar bujuk dia spy ikut goyang, ""Ayo, goyang dong Brad! Goyang dong Brad!"". Dr situ lagu GOYANG DOMBRAD tercipta"

---



Senyum dong ah!!

__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Narliswandi Piliang | 1 Apr 2008 04:17
Picon
Favicon

Polisi Jimny, tajuk presstalk.info, 31 03 08

Senin, 31 Maret 2008
POLISI JIMNY

BEGITU memasuki kamar hotel Guelis di jalan Ir. H. Juanda, Dago, Bandung itu, isteri saya badannya gemetar. Waktu sudah pukul 02.30. Ia tampak shock. Anak pertama kami, Raditya Naratama, yang kala itu baru berumur setahun setengah, dilepas berjalan sendiri ke kamar kecil. Ia punya kebiasaan unik. Setiap menginap di hotel, selalu mencek kamar mandi. Dan bila bersih, ia memainkan kenop air, membuat air WC terbuang berkali-kali. Saya membiarkan Dito - - panggilan akrab anak kami - - sembari terus memeluk isteri.
 
Badannya tetap bergetar.
 
Dini hari di Bandung tujuh tahun lalu itu, kami memang mengalami peristiwa naas, yang sulit dibayangkan ujungnya.
 
Sekitar pukul 02.00 kami sampai di Bandung. Kala itu jalanan tentulah melewati Puncak, Jawa Barat. Kami memang belum memesan hotel di malam minggu itu. Mampir ke hotel langganan di bilangan Dago, ternyata penuh. Saya mencari di seputaran, mencoba menelepon, hampir semua hotel penuh. Tinggal satu kamar suite di butik hotel Geulis.
 
Sembari mencari hotel yang lebih murah, saya memberhentikan mobil kami, VW Combi Jerman Biru - - k eluaran 1979 yang sudah direkondisi - - di seputar jalan Aceh. Di sana masih banyak pohon rimbun.
 
Suasana gelap.
 
Saya tetap menyalakan mesin dan lampu mobil. Dito tertidur pulas di kasur yang dipasang di bagian tengah mobil - - jok tengah sejak awal kami copot. Isteri saya duduk di jok belakang, dalam keadaan mengantuk. Kami memang cuma bertiga.
 
Di saat tangan kanan saya memegang telepon genggam, mendadak sebuah mobil Suzuki Jimny merah datang dan langsung berhenti menghadang di depan. Empat orang keluar berpakaian polisi. Seorang bahkan dengan senjata laras panjang. Mereka langsung berpencar dua di belakang mobil, satu di kiri dan yang di kanan memerintahkan saya meletakkan hand phone.
 
Benak saya cepat menangkap ada yang ganjil. Penempatan logo BRIMOB, di baju sosok polisi yang di kanan saya, ada yang keliru. Pertama bentuk emblimnya yang dibordir, terkesan asal jadi. Kedua penempatan di kiri di bagian tutup kantung. Benak saya masih merekam jelas ihwal atribut BRIMOB, sebab ketika pernah menetap di Pekanbaru 1973-1979, saya tinggal di bilangan asrama BRIMOB, Sukajadi. Seketika saja kepala dan hati saya sepakat bahwa inilah keadaan tak beres.
 
Tidak serta merta meletakkan telepon genggam. Saya berpura-pura bicara, sembari saya ucapkan k ata sebentar, kepada “polisi” di kanan saya. Isteri saya sudah mulai gugup, “Ada apa Ayah?” Saya menjawab tenang ada polisi.
 
Tangan kiri saya menggerakkan tuas persneling Combi yang panjang, sehingga tak terlihat dari luar bahwa saya mulai melakukan aksi. Begitu gigi mundur masuk, saya jalankan kendaraan sangat pelan.
 
“Polisi” yang di belakang, mengingatkan agar memasang rem tangan, karena mobil mulai mundur. Kesempatan bagi saya untuk pura-pura mengangkat tuas rem tangan. Sesungguhnya saya memindahkan gigi dari mundur ke maju. Saya gantung gas. Gigi satu langsung pindah ke dua. Dengan telah mundurnya mobil, ada ruang bagi saya bergerak maju ke kanan.
 
Saya tancap gas.
 
Keempat “polisi” itu, serempak berteriak
 
“Berhenti!”
 
Bersyukur Combi dengan engine double blower itu bisa diandalkan. Isteri saya kemudian tengkurap sujud bagaikan orang shalat, melindungi Dito yang tetap pulas. Suara tembakan beruntun. Saya tak memperhatikan ke belakang Mata menatap ke depan, badan saya bungkukkan, sejajar dengan setir Combi yang lebar. Ngebut-sengebutnya.
 
Saya mengintip kaca spion. Mereka tampak mengejar. Jimny mereka tak mampu bergerak cepat. Kami lalu tembus mendekati kawasan Dago yang masih banyak pedagang kaki lima. Hati saya mulai tenang. Ada keramaian. Dan Jimny polisi itu tak terlihat lagi.
Seketika saya putuskan kami mengambil saja kamar hotel Geulis yang kala itu bertarif Rp 479 ribu - - masih di harga promo, hotel itu baru saja soft launch.

Bisa Anda bayangkan, bila saja saya menyerah di malam naas itu, saya entah di mana, isteri dan anak di mana….



MINGGU siang di 30 Maret 2008 di restoran Parahiyangan persis di sebelah hotel Geulis, Dago. Parkir kendaran melimpah. Di bagian kanan ada sebuah spanduk besar segi empat, promosi Mandiri. Jika Anda membayar memakai kartu kredit di restoran itu, maka mendapat rabat 50% dari total harga.

Tampaknya laku provider kartu kredit berpromosi kini, memang menggila, menggiurkan segenap orang untuk memakainya. Jika kemudian pemakai tidak berhati-hati jebakan “penjara” hutang akan mengungkungi, dan debt colector bergaya preman siap-siap menakut-nakuti.
 
Hati-hatilah dengan promosi kartu kredit. Hati-hatilah, pantas atau tidak Anda memakainya. Tepat guna apa belum? Terutama bagi kalangan marjinal yang belum berpenghasilan tetap, kudu berpikir sepuluh kali lipatlah untuk berkartu kredit.
 
Siang itu sekelebat  ingatan saya melamun kepada peristiwa naas kami tujuh tahun lalu. Saya masih terbayang wajah Almarhum Tarto Sudiro, salah satu tokoh Litbang, PDIP, kala itu. Di malam saya hendak ke Bandung itu, sesungguhnya kami sudah berangkat dari rumah di Jakarta petang hari.
 
Namun karena ada janji dengan Kemal Sudiro, putera tertua Tarto, mengobrol dulu ngalor-ngidur di kediamannya di Cilandak, Jakarta Selatan. Tujuan tak langsung ke Bandung. Entah mengapa pula kemudian Tarto nimbrung. Dan, seperti biasa, sosok demokrat itu, bercerita manca ragam, mengajak makan segala, sehingga baru di pukul 21.30 kami dapat meninggalkan rumahnya menuju Bandung.
 
Akhirnya berjumpalah dengan “polisi Jimny” itu. Ketika pagi harinya berkumpul di Radio Os bersama kawan-kawan yang difasillitasi layarkata-network, milis penulis naskah di internet, dikomandani oleh Yanto prawoto - - kini script writer untuk Extra Vaganza, Trans Tv - - untuk bincang-bincang ihwal menulis, saya mencoba melupakan sama sekali peritiwa malam itu. Saya pun tak menceritakan kepada kawan-kawan Bandung hari itu.
 
Pukul 17.00 Minggu petang kemarin di bilangan Cigadung, Bandung. Melalui akses yang dibuka oleh Zen Rosdy Nur, Presiden Diektur PT BIZCom Network, kami berjanji bertemu dengan Iwan Abdurachman - - akrab disapa Abah Iwan, salah satu pendiri Wanadri, penggubah lagu Melati dari Jayagiri, sosok sipil yang pernah belajar militer anti teror ke AS dulu.
 
Lahan rumahnya 5.000 meter. Ketika kami tiba di kediaman yang rim bun itu, di salah satu unit rumahnya, ada sekitar 20 orang sedang berkumpul. Rupanya Abah Iwan dan Rumah Nusantara, sebuah LSM Bandung, sedang asyik dalam diskusi. Dari dua puluh nama yang hadir, tampak sosok seniman Bandung yang bunyi di antaranya Herry Dim.
 
Ketika bersalaman dengan Ipong Witono, yang memimpin Rumah Nusantara, saya masih ingat akan jabatan lamanya sebagai Ketua HIPMI Jawa Barat. Sudah lama juga saya tak jumpa dengan Ipong. Terakhir kabar, ketika SBY hendak mencalonkan presiden RI, lima tahun lalu, peran Ipong cukup dominan di Jabar. Kini saya tak paham apakah Ipong juga masih mendukung SBY, yang keberpihakannya kepada keadaan ekonomi rakyat kebanyakan kini  layak dipertanyakan itu.
 
Kami diminta Ab ah Iwan terlibat saja dalam diskusi. Sekilas saya mendengarkan obrolan. Abah Iwan memandu. Rupanya mereka akan melakukan aksi bersama dengan Rumah Nusantara menyiapkan penyelenggaraan ulang tahun ke-44 Wanadri, yang akan jatuh 16 Mei 2008 mendatang. Rumah Nusantara, kini juga menyiapkan kegiatan yang memperhatikan pulau-pulau terluar, melalui kegiatan budaya, menempatkan patung khas Indonesia di pulau-pulau terluar.
 
“Dari tujuh belas ribu pulau kita, baru sekitar lima ribu saja yang bernama, “ ujar Iwan Aburachman.
 
Berkumpul dengan tokoh masyarakat dan budayawan di Bandung itu, semacam masuk ke dunia lain, yang masih berpikir tentang kebangsaan, tentang semangat bela negara.
  div>
Maka tidak berlebihanlah kiranya bila Ipong Witono, didalam blognya di internet kini menuliskan bahwa Abah Iwan merupakan ikon kota Bandung. Dari rumah Abah Iwan ini, berbagai kalangan berdiskusi tentang berbagai masalah kehidupan, termasuk urusan bagaimana sikap terpuji, sikap tidak membeda-bedakan agama seseorang, sejak lama, misalnya, sudah menjadi doktrin Wanadri - - kelompok pencinta alam Bandung itu.
 
Dari sekitar baru 900 orang alumni Wanadri kini, diakui Abah Iwan, banyak mewarnai kehidupan, “Termasuk adanya juga yang koruptor.”
 
Abah Iwan tertawa.
 
Saya membayangkan jika saja semua konglomerat, anggota DPR, DPD, seluruh pejabat eksekutif, pejabat legislatif, mengikuti pelatihan Wanadri di alam bebas yang tenggang waktunya mencapai 28 hari. Bisa berwujud-berfaedah kiranya bahwa seluruh konglomerat itu, misalnya, akan tetap menaruk uangnya di negeri ini. Tetap berusaha di sini. Tetap bertanggung jawab terhadap dosanya - - jika mereka memang berdosa. Tetap cinta terhadap Indonesia, yang sejak lama seluruh penduduknya mereka anggap pasar semata, lebih tidak.
 
Menurut Zen Rosdy Nur, jika petang merembang, kunang-kunang muncul di di kediaman Abah Iwan.
 
Berharap semua elemen bangsa, mulai dari eksekutif, yudikatif, perlemen, pengusaha kakap terutama konglomerat pengemplang BLBI dan pajak, mulai berpikir mensejahterkan rakyat kebanyakan di negeri ini kini, ibarat bermimpi melihat kunang-kunang terbang di Jakarta.
 
Apakah mereka semua berharap kehidupan ekonomi getir di rakyat kebanyakan kini, tidak pernah mereka bayangkan meningkatkan kejahataan, lebih jauh meningkatkan kebodohan - - anak tumbuh kurang gizi. Atau mereka semua memang berharap jutaan “polisi Jimny” - - yang pernah menembak saya di Bandung, akan hadir di tengah kita kini, dalam jumlah jutaan, baru semua pada melek?
 
Begitukah?

Iwan Piliang

Special deal for Yahoo! users & friends - No Cost. Get a month of Blockbuster Total Access now __._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
anangyb | 1 Apr 2008 04:33
Picon

Re: AprilMop ngga ada hubungan dengan Islam

Hasil penerawangan saya:
Sampai berabad-abad ke depan, bakal ada saja orang yang memposting
ulang tulisan bertema: "april mop nggak ada hubungannya dengan Islam"
dan "Perayaan valentine nggak ada hubungannya dengan Islam"

Tetap semangat!
anang yb
www.jejakgeografer.com

--- In mediacare@..., "vida_junita" <vida_junita <at> ...> wrote:
>
> --- In mediacare@..., "Rovicky Dwi Putrohari" 
> <rovicky <at> > wrote:
> >
> > http://tempe.wordpress.com/2008/03/31/aprilmop-ngga-ada-hubungan-
> dengan-islam/
> > 
> > Aku mendapatkan *crita dari *link dari sebuah koran ternama 
> Republika yang

------------------------------------

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Blog: 
http://mediacare.blogspot.com

http://www.mediacare.biz

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mediacare/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:mediacare-digest@... 
    mailto:mediacare-fullfeatured@...

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    mediacare-unsubscribe@...

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/


Gmane