Tionghoa Indonesia | 17 Feb 13:30 2007
Picon

Banjir Surut, penangannya ikut ikutan

Jangan Dibiarkan Saja
Banjir Surut, Penanganannya Ikut Surut

Banjir besar yang melanda Jakarta dan wilayah sekitarnya pada awal Februari lalu, mulai surut. Namun justru pe kerjaan terkait penanggulangan banjir baru dimulai.


Seolah ingin menunjukkan keseriusan, pemerintah mulai berkoordinasi menyatukan visi dan misi untuk penanggulangan banjir. Pekan lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla telah melakukan rapat dengan menteri terkait dan para Gubernur yang wilayahnya dihantam banjir, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten.

Koordinasi yang ditunjukan pemerintah pusat dan pemerintah daerah itu, seolah memberi harapan baru bagi masyarakat bahwa bencana banjir akan teratasi. Sayangnya, koordinasi seperti ini, sering kali hanya terlihat ketika bencana datang.

Seiring dengan surutnya air dan kembalinya para pengungsi korban banjir ke rumah mereka, semangat pemerintah dalam menindaklanjuti penanggulangan banjir juga ikut surut. Hal itu, sudah terbukti dari mandeknya realisasi master plan (rencana induk) penanggulangan banjir di DKI Jakarta dan sekitarnya yang selesai disusun pada Juni 2002.

Penyusunan master plan tersebut, dilakukan pascabanjir besar yang melanda Jakarta pada Februari 2002. Tidak tanggung-tanggung, lima menteri dan tiga gubernur terlibat dalam penyusunan program penanggulangan banjir, baik jangka pendek, menengah dan panjang.

Hasilnya, disepakati dana yang akan dianggarkan untuk merealisasikan program penanggulangan banjir di wilayah Jakarta dan sekitarnya mencapai Rp 18,282 triliun. Sekitar Rp 16,672 triliun dialokasikan untuk penanggulangan banjir Jabodetabek dan Rp 1,61 triliun untuk program pemerintah kota dan kabupaten Bogor serta Tangerang.

"Subtansi dasar programnya adalah mengatur penyelenggaraan penataan ruang Jabodetabek sebagai satu kesatuan ekosistem yang mencakup aspek perencanaan, pemanfaatan, pengendalian dan pengawasan untuk menanggulangi banjir" kata Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov DKI, Ritola Tasmaya, kepada Pembaruan, akhir pekan lalu.

Menurut dia, maste r plan itu, akan dikerjakan dalam kurun waktu 10 tahun, mulai 2002-2012. Programnya antara lain meliputi penataan ruang, perumahan dan pemukiman, prasarana perkotaan (sistem drainase dan jalan), pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) dan sungai dan pemberdayaan masyarakat.

Namun master plan tersebut, ternyata tak bisa direalisasikan. Penyebabnya, para menteri yang terlibat belum sempat menandatangani master plan penanggulangan banjir, sampai akhirnya diganti pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Bahkan para menteri baru juga tidak menjadikan masalah banjir sebagai prioritas program kerja, sehingga master plan setebal 20 halaman itu, hanya menjadi wacana yang terpendam hingga banjir besar kembali melanda Jakarta di awal Februari 2007.


Bergantung

Lalu apakah penanggulangan banjir harus bergantung pada aturan dan birokrasi yang berbelit? Apakah Pemprov DKI harus menungu realisasi master plan yang lebih banyak melibatkan p emerintah pusat sebagai penanggungjawab? Sesuai dengan kewenangan otonomi daerah, sudah selayaknya Pemprov DKI berusaha mengatasi banjir, tanpa perlu menunggu aksi pemerintah pusat. Pasalnya, secara geografis letak Jakarta yang rendah dan menjadi daerah hilir dari 13 anak sungai akan membuat banjir selalu menjadi ancaman bagi ibu kota.

Memang benar, Jakarta selalu mendapat kiriman banjir dari Bogor dan Depok yang menjadi daerah hulu 13 anak sungai yang bermuara di kawasan utara dan barat Ibukota. Sehingga, perlu dilakukan penataan di kawasan hulu agar air hujan meresap dan tidak seluruhnya dialirkan ke Jakarta.

Namun melihat besarnya banjir yang melanda Jakarta pada awal Februari 2007, bahkan di kawasan yang bukan merupakan daerah langganan banjir, sepertinya Pemprov DKI harus berkaca diri agar tak melulu menyalahkan banjir kiriman dari kawasan hulu. Menurut Direktur Eksekutif Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis), Husin Yazid, banjir yang menenggelamkan hampir 70 persen wilayah Jakarta juga disebabkan kurangnya RTH sebagai daerah resapan air.

Dalam 20 tahun tahun terakhir, lanjutnya, perhatian Pemprov DKI terhadap ketersediaan RTH sangat memprihatinkan. Hal itu, terlihat dari Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang semakin memangkas luas lahan untuk RTH.

Pada 1965-1985, dalam master plan Jakarta ditargetkan RTH seluas 13.890 hektar (ha) atau 21,2 persen dari luas wilayah Jakarta yang mencapai 685 kilometer persegi (km2). Namun seiring dengan pertambahan penduduk dan pesatnya pembangunan di Jakarta dalam jangka waktu tersebut, ketersediaan RTH makin berkurang.

Hal itu, menjadi perhatian Pemprov DKI yang mengeluarkan Peraturan Daerah (Prerda) No 5 Tahun 1984 tentang Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) Jakarta. Ditetapkan, RTH Jakarta dalam jangka waktu 1985-2005 mencapai 16.905 ha atau 25,85 persen dari luas Jakarta. "Ternyata sampai 1999, RTH di Jakarta baru mencapai 6.185 ha atau 9,95 persen," kata Husin, kepada Pembaruan di Jakarta, Senin (12/2).

Akibat tak bisa mencapai target ketersediaan RTH, Pemprov DKI merevisi Perda No 5 Tahun 1984 dengan Perda Nomor 6 Tahun 1999 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jakarta. Ironisnya, ketentuan mengenai RTH dalam Perda No 6 Tahun 1999, justru makin berkurang. Ditetapkan, RTH Jakarta sampai 2010 mencapai 9.131 ha atau sekitar 13,94 persen.

Kondisi saat ini, lanjutnya, RTH di Jakarta sekitar 8.600 ha. Jadi sampai 2010 Pemprov DKI tinggal menambah RTH sekitar 531 ha lagi.

"Kesannya Pemprov DKI sejak 1999 sudah mampu menambah luas RTH sampai hampir mencapai target di 2010, padahal kenyataannya justru mengurangi jumlah RTH," ujar Husin.

Dia menambahkan, berdasarkan Keputusan Departemen Pekerjaan Umum No 378/Kpts Tahun 1987, dengan kondisi existing Jakarta yang penduduknya mencapai 8 juta jiwa, RTH seharusnya mencapai 21.625 ha atau 33 ,02 persen dari luas Jakarta pada 2010.


Beralih Fungsi

Bukan hanya memangkas luas lahan RTH dalam peraturan, Pemprov DKI juga merealisasikannya dalam praktik lewat pemberian izin pembangunan di kawasan yang menjadi daerah resapan air.

Dalam kurun waktu 20 tahun, RTH di Jakarta beralih fungsi menjadi ruang terbangun, seperti sarana perumahan mewah, apartemen, pusat perbelanjaan, lapangan golf, dan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Husin mencontohkan, daerah resapan yang beralih menjadi kawasan perumahan mewah antara lain di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Barat dan Kelapa Gading, Jakarta Utara. "Dulu, dua kawasan ini adalah daerah rawa yang menampung air dari aliran sungai. Tapi setelah dibangun jadi kawasan perumahan, air yang seharusnya terserap di kawasan itu, akhirnya membanjiri pemukiman warga di sekitarnya," katanya.

Selain itu, kawasan di Kebayo- ran Lama dan Lenteng Agung yang ditetapkan sebagai kawasan hijau, juga m akin dipenuhi dengan permukiman dan areal bisnis. Padahal kawasan tersebut, ditetapkan 80 persen untuk daerah resapan dan 20 persen untuk bangunan.

"Memang ada Situ Babakan, tapi luasnya tidak kunjung bertambah untuk menampung air hujan. Apalagi lingkungan di sekitarnya juga makin dipenuhi oleh perumahan," ujar Husin. Begitu pula dengan kawasan Senayan yang menjadi paru-paru kota Jakarta. Dalam lima tahun terakhir, pembangunan pusat perbelanjaan dan sejumlah apartemen mewah di kawasan itu, membuat daerah resapan makin berkurang.

Hal itu, membuat tanah di sekitar kawasan Senayan tak mampu menyerap air hujan dalam kapasitas tinggi. Kondisi tersebut, makin diperparah dengan buruknya sistem drainase yang dibangun pengembang.

Pernyataan senada disampaikan pengamat tata ruang dari Architecture and Urbanism in Indonesia, Marco Kusumawijaya. Menurut dia, buruknya sistem drainase di kawasan Sudirman terlihat dari banjir yang menggenangi jalan itu.

" Kawasan Sudirman letaknya tujuh meter di atas permukaan laut, tapi tidak luput dari banjir. Itu bukan karena banjir kiriman dari Bogor, tapi disebabkan buruknya drainase dalam kota Jakarta," ujar Marco. Dia mengungkapkan, Pemprov DKI seharusnya membangun sistem drainase yang terhubung dengan danau atau situ, juga laut. Hal itu, dapat dilakukan di permukiman warga atau kawasan bisnis dengan sistem blok seperti yang sudah diterapkan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Sistem drainase tersebut, lanjut pengamat tata kota itu, juga harus diterapkan oleh pengembang yang memperoleh izin untuk membangun apartemen atau pusat perbelanjaan di kawasan padat atau daerah resapan. Baik Husin maupun Marco menilai, pembangunan Jakarta lebih berorientasi pada pendekatan proyek dan mengabaikan tata ruang dan ekologi. Penanggulangan banjir yang dilakukan Pemprov DKI selama lima tahun terakhir, juga lebih terfokus pada proyek Banjir Kanal Timur, sementara perbaikan sistem drainase d an penataan DAS terabaikan.

Belajar dari bencana banjir tahun ini, yang hampir menenggelamkan Jakarta, sudah selayaknya pemerintah mengubah orientasi. Jangan sampai program penanggulangan banjir hanya sebatas rapat kordinasi, menyusun master plan, tapi tanpa tindak lanjut nyata. Apalagi kalau hanya fokus pada proyek besar.

Oleh Wartawan "Pembaruan" Jeany A Aipassa


MARI KITA BERSATU PADU
UNTUK MEMBANGUN BANGSA DAN NEGARA
KESATUAN REPUBLIK INDONESIA

Never Miss an Email
Stay connected with Yahoo! Mail on your mobile. Get started!
__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___
HKSIS | 17 Feb 15:39 2007
Picon

Fw: Renungan Malam Tahun Baru

 
----- Original Message -----
From: liang u
Sent: Saturday, 17 February, 2007 11:47
Subject: Re: [budaya_tionghua] Renungan Malam Tahun Baru

RENUNGAN MALAM TAHUN BARU

     Belum lama berselang dalam ceramahnya di Phoenix TV Hongkong Xingyun Fashi (Seng Yim Huatsu) dari Taiwan menceritakan sebuah dongeng. Isinya sebagi berikut:
     Pada suatu hari saat salju turun dan udara dingin, seorang nyonya rumah yang baik hati kebetulan melihat dari jendela ada empat orang Huatsu (sebutan pada huesnio) cucuk di emper rumahnya sambil kedinginan menghindari hujan salju. Nyonya rumah yang merasa kasihan membuka pintu dan mempersilahakan keempat orang huatsu tersebut masuk ke rumah untuk menghangatkan badan dan minum air hangat.
     Keempat huatsu tsb balik bertanya: " Terima kasih atas kebaikan anda, kami berempat adalah Kekayaan Huatsu, Keadilan Huatsu, Keberhasilan Huatsu dan Kerukunan Huatsu, Sebelum kami menerima undangan anda, kami ingin bertanya dulu.  Adakah laki-laki dalam rumah anda sekarang?"
     Nyonya rumah menjawab: "Saat ini tak ada, hanya saya dan anak gadis saya, suami dan anak laki-laki saya sedang keluar!"
 "Kalau begitu, kami tak berani masuk," kata keempat huatsu itu. "kami sebagai huatsu tidak boleh masuk ke rumah orang yang tidak ada laki-laki di rumahnya."
 Tak lama kemudian hujan salju agak reda, keempat huatsu itupun pergi meninggalkan tempat itu. Baru saja mereka pergi, suami dan anak laki-laki dari nyonya rumah pulang. Si nyonya bercerita masalah keempat huatsu tsb.
 "Di mana mereka sekarang? Mungkin belum jauh, ayoh kita panggil kembali agar ia minum teh hangat dan istirahat dulu di rumah kita sebentar, udara di luar sangat dingin."
 "Tapi, rumah kita kecil begini mana bisa menerima tamu empat orang?", kata anak gadisnya.
 "Benar juga, " kata ayahnya, "kalau begitu kita undang seorang saja, tapi yang mana?"
 Setelah berdebat sebentar akhirnya mereka memutuskan Kerukunan Huatsu yang diundang. Segera anak laki-lakinya lari keluar mencari keempat huatsu tsb. Ternyata keempat Huatsu itu belum berjalan jauh dan segera undangan ayahnya disampaikan.
 "Terima kasih," kata huatsu itu, merekapun balik berjalan kembali ke arah rumah. Sang ayah sudah membuka pintu menyambut mereka, tapi setelah Kerukunan Huatsu masuk, ketiga huatsu yang lain mau ikut masuk.
 "Maaf, " kata tuan rumah itu, "rumah kami kecil, tak mampu menampung empat orang tamu, karena itu kami hanya mengundang Kerukunan Huatsu seorang."
 "Kamipun minta maaf, " kata Kerukunan Huatsu itu, Kalau saya masuk, dengan otomatis rekan saya, Keadilan Huatsu, Keberhasilan Huatsu, Kekayaan Huatsu akan ikut masuk!"
*
     Sekarang, Tiongkok Daratan sedang berusaha membentuk masyarakat yang rukun, bila kerukunan tercapai, dengan sendirinya keadilan, keberhasilan dan kekayaan akan ikut datang. Kata Xingyun Huatsu yang mendapat teput tangan hangat dari para pendengar.
*
     Sekarang tinggal kita di Indonesia. Apakah masyaratkat Indonesia umumnya, dan masyarakat Tionghoa Indonesia khususnya, termasuk rekan milis kita  percaya bahwa kerukunan akan membawa keadilan, keberhasilan dan kekayaan?
           Saya kira inilah tema renungan malam Tahun Baru hari ini untuk kita semua. Bisakah kita rukun? Tergantung kita semua.

Catatan: Penulis bukan pengikut Buddha, tapi memberi respek yang sangat tinggi kepada anjuran Seng Yim Huatsu ini. (Liang U)





Recent Activity
 17New Members
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
Indonesian languages
Dan
Indonesian
Indonesian language course
Indonesian language learn
Yahoo! Mail
You're invited!
Try the all-new
Yahoo! Mail Beta
Y! Messenger
Want a quick chat?
Chat over IM with
group members.
New business?
Get new customers.
List your web site
in Yahoo! Search..



 
____________________________________________________________________________________
Looking for earth-friendly autos?
Browse Top Cars by "Green Rating" at Yahoo! Autos' Green Center.
http://autos.yahoo.com/green_center/

[Non-text portions of this message have been removed]



.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:budaya_tionghua-digest <at> yahoogroups.com
    mailto:budaya_tionghua-fullfeatured <at> yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    budaya_tionghua-unsubscribe <at> yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 
__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
New web site?

Drive traffic now.

Get your business

on Yahoo! search.

Drive Sales

Connect with

customers who are

searching for you.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___
radityo djadjoeri | 17 Feb 14:24 2007
Picon

Undangan pencatatan rekor pameran terbesar oleh MURI

From: job palar 
E-mail: jobsterix <at> yahoo.com>
Date: Sat Feb 17, 2007 8:55 am


Rekan media yang terhormat,
 
Kami mengundang rekan-rekan untuk hadir dalam acara Penutupan Pameran 1000 Foto "Berjuta Kreativitas Tanpa Batas" dan Pencatatan Rekor oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Penyerahan penghargaan rekor MURI ini akan dilakukan oleh Jaya Suprana (dalam konfirmasi).
 
Acara  akan kami selenggarakan pada:
 
Hari/tanggal :
Minggu, 18  Februari 2007
Tempat :
Museum Bank Mandiri
Jl. Lapangan Stasiun No. 1, Jakarta-Kota

Agenda :
 
15.00 - Selesai
 -  Pembukaan: Atra ksi Barongsai
 -  Penyerahan Plakat Pameran
-  Pencatatan oleh MURI
 
Adapun rekor yang akan dicatat oleh MURI adalah sebagai berikut:
1. Pameran foto dengan jumlah foto terbanyak, yaitu 1.111 foto
2. Pameran foto dengan jumlah fotografer peserta pameran terbanyak, yaitu 235 fotografer
3. Pemrakarsa dan penyelenggara pameran, yaitu Panitia Pameran 1000 Foto
 
 
Demikian undangan ini kami sampaikan. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi sdri Ria Pramasari (081318655990) atau sdr Job Palar (08161475647).
 
Atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.
 
Hormat kami,
 
Arif Wicaksono
Ketua Panitia Pameran 1000 Foto


Don't be flakey. Get Yahoo! Mail for Mobile and
always stay connected to friends.
__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___
idakhouw | 17 Feb 14:15 2007
Picon

Re: Suharto itu pemimpin sampah


Iya iya,,, sepakattt bapak bangsa,, ga masyalahhh...

Cuma ini saja yang perlu dilakukan Pak Harto and Co.
- Kembalikan kepada rakyat Indonesia uang hasil jarahannya selama berkuasa
- Akui dan hadapi konsekuensi tindakan2nya yang zalim terhadap berbagai pihak di masa lampau.

Gampang toch?

Eh, Anda disuruh Mas Ymmot ya nulis2 di bawah pake huruf kapital segala :)

I.

--- In mediacare <at> yahoogroups.com, "isan131" <isan131 <at> ...> wrote:
>
> SUHARTO IDOLA SELURUH RAKYAT INDONESIA.......
> SADAR DONG SAUDARA2 KU...
> SUHARTO ADALAH BAPAK BANGSA INDONESIA...YANG HARUS SELALU KITA HARGAI
> JASA2 NYA..

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___
denny sakrie | 17 Feb 15:55 2007
Picon

HARVEY MALAIHOLLO DI KUPING DENNY SAKRIE (REVIEW)

JUDUL ALBUM : REFLECTION OF HARVEY MALAIHOLLO
ARTIST : HARVEY MALAIHOLLO
LABEL : TARGET POP/RPM
TAHUN : 2007

Ingin mengetahui kiprah Harvey Malaihollo selama
dua dasawarsa (1987-2007),maka album ini rasanya
lumayan mewakili Harvey dalam jatidiri yang
established.
Di era 80-an Harvey Malaihollo tercatat memiliki
segudang prestasi dalam ajang kompetisi semisal World
Pop Song Festival di Budokan Hall,Tokyo.
Harvey memang masuk jajaran stylish singer yang elegan
dan perfek.
Dia sangat menguasai teknik vokal.Dan ini modal utama
Harvey menjangkau jatidiri vokalnya.Sekedar catatan
bahwa Harvey telah menjejak prestasi sejak tahun 1976
saat menjuarai ajang Bintang Radio dan TV Remaja Se
Indonesia.
Dan album ini tampaknya berusaha menjejalkan
kapasitas Harvey sebagai penyanyi kelas Festival dan
penyanyi yang juga menjejakkan kakinya di industri
musik pop.Album ini seolah ingin mencuatkan
keseimbangan sosok Harvey.
Dari 12 track yang disemat di album ini 5
diantaranya adalah diproduksi tahun 2007.Selebihnya
diangkat dari album-album yang pernah dirilis
sebelumnya.
5 track yang "baru" memang tak semuanya lagu baru
melainkan sebuah "remake" seperti lagu "Aku Sadari"
karya Dian Pramana Poetra dan Deddy Dhukun yang
sebelumnya dipopulerkan Jayanthi Mandasari.
Menariknya lagu ini dinyanyikan secara duet oleh
Harvey dan Dian Pramana Poetra.
Satu-satunya lagu baru di album ini adalah
"Merindukanmu" karya dari Ika Ratih Poespa,adik Dian
Pramana Poetra..Lagu bercorak "ballad" ini oleh
Tohpati yang menggarap arransemennya dikemas dalam
nuansa akustik.Terdengar perpaduan gesekan cello yang
menggeram pada introduksi yang bertaut dengan gitar
akustik.Bahkan ada sedikit "surprising" pada jelang
interlude,karena perangai musik tiba-tiba berbelok ke
cengkok "Celtic" yang eksotik.
Tohpati pun memelintir lagu "Kusadari" (karya Elfa
Secioria dari ajang Festival lagu Pop Indonesia)
dengan karakter "Grand" ala Festival dengan tata
arransemen R&B yang poppish dan catchy.
Lagu hits Harvey Malaihollo lainnya di era 80-an
"Dara" yang dulu ditata oleh Ireng Maulana berubah
dengan gaya bossa yang lebih progressive di tangan
Dian Pramana Poetra.
Album ini pun menghadirkan penampilan Harvey
bersama Bhaskara lewat lagu "Putri" yang ditulis Mbak
Tutut hingga duet bersama Vina Panduwinta "Begitulah
Cinta" karya Oddie Agam dari Festival Lagu Pop
Indonesia 1988.
Sayangnya album Greatest Hits ini tidak memuat "Lady"
karya Anton Issudibyo yang menghantar Harvey
memperoleh salah satu Award di Budokan Hall,Tokyo.

TRACKLIST
1.MERINDUKANMU
2.AKU SADARI
3.KATAKAN SAJA
4.PENGERTIAN
5.BEGITULAH CINTA
6.SEANDAINYA SELALU SATU
7.DARA
8.KUSADARI (MASIH ADA)
9.PUTRI
10.WANITA
11.MENITI PELANGI
12.JERA

DENNY SAKRIE
0818417357


__________________________________________________________
Bored stiff? Loosen up...
Download and play hundreds of games for free on Yahoo! Games.
http://games.yahoo.com/games/front

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
New business?

Get new customers.

List your web site

in Yahoo! Search.

Sell Online

Yahoo! makes it

easy to start

selling online.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___
Danny Lim | 17 Feb 14:07 2007
Picon

Re: Pernyataan Sikap Serikat Rakyat Miskin Kota

Himbauan di bawah ini bagus dan perlu, tapi kurang lengkap. Himbauan
harus dilengkapi sanksi, himbauan tanpa sanksi akan dicuekkan saja
oleh pemerintah pusat/Jakarta, dan itu telah terjadi puluhan tahun
di Indonesia. Susahnya, rakyat Indonesia/Jakarta masih terus saja
sabar, nrimo setiap mendapat kesulitan (yang bertubi-tubi). Rakyat
yang kebanjiran bila dibantu di posko banjir saja sudah berterima
kasih beribu-ribu kali, boro-boro menuntut sanksi.

Kemajuan Indonesia rupanya mesti dimulai dari (memberikan) kesadaran
(kepada) rakyat Indonesia untuk menuntut haknya yang selama ini
dilalaikan oleh pemerintah (dari Soekarno sampai SBY, dari
Tjokropranolo sampai Sutiyoso). Demokrasi adalah kekuasaan di tangan
rakyat, itu belum terlihat di Indonesia/Jakarta. Wong wakil
rakyatnya seperti PKS saja lebih senang ikut "mainan air" di posko
banjir, bukannya menuntut sanksi ke pemerintah Jakarta, bahwa sampai
ada 80 penduduk meninggal dan 350.000 penduduk lainnya mengungsi
kehilangan harta dan pekerjaan. Pasal 34 UUD RI "Fakir miskin dan
anak terlantar dipelihara oleh negara" diketahui oleh semua orang
Indoensia, tapi siapa yang perduli pasal itu? Rakyatnya nrimo,
cendekiawannya sudah puas bermasturbasi dengan slogan kosong
Pancasila/UUD RI/NKRI.

Semoga kalian tabah dan tetap mencintai Indonesia. Merdekaaa!!!

Salam prihatin, Danny Lim, Nederland

--- In mediacare <at> yahoogroups.com, DPN SRMK <dpn_srmk <at> ...> wrote:
>
> Dewan Pimpinan Nasional - Serikat Rakyat Miskin Kota
(DPN-SRMK)
> Jl. Tebet Barat Raya No. 5 Jakarta Selatan12820 , Fax:
021 – 8305819,
> Telp: 021 92859600 Email: dpn_srmk <at> ...
> Akte
Notaris R Suryawan Budi Prasetiyanto, SH, MKn. Nomor : 01, Tanggal
01 September 2005
>
> P ER N Y A T A A N S I K A P NO. A/Stat/DPN-SRMK/II-
2007/004
> PEMERINTAHAN PUSAT dan PEMDA DKI TAK BECUS URUS BANJIR !!!
>
> BENCANA BANJIR membuat rakyat miskin tambah miskin. Puluhan
orang tewas, anak-anak mengalami trauma banjir. Ratusan ribu warga
mengungsi. Banjir 2007, lebih parah dan lebih luas dari banjir
2002. Banyak daerah yang pada 2002 bebas banjir, kini diterjang
banjir. Jika siklus banjir lima tahunan dipercayai, banjir 2012
akan menenggelamkan sebagian Jakarta. Sudah saatnya warga Jakarta
menuntut tanggung jawab pemerintah Pusat dan Pemda.
>
> Berbagai penelitian dan kajian akhir-akhir ini menunjukan
bahwa berbagai bencana adalah hasil perbuatan manusia, yang tidak
bersahabat dan tak peka terhadap alam. Karena itu, pada dasarnya,
banjir dan bencana lainnya dapat diantisipasi dan diupayakan tidak
memakan korban harta benda dan nyawa yang begitu banyak; ditekan
sampai ketingkat paling minimal. Sayangnya, pemerintah kembali
tidak memperhatikan data-data yang ada dan membiarkan banjir
menenggelamkan kota-kota Jakarta. Sutiyoso sebagai penanggung
jawab ibukota malah menyalahkan banjir tersebut sebagai fenomena
alam yang hadir setiap lima tahun sekali atau ulah rakyat yang
membuang sampah di kali-kali. Dan celakanya, tak ada yang harus
bertanggung jawab atas bencana yang terjadi. Tak ada pejabat yang
dipecat. Tak ada yang menganggapnya sebagai unsur salah urus. Tak
ada pejabat yang merasa gagal lalu mengundurkan diri. Tanggung
jawab publik yang diemban disembunyikan di balik kunjungan simpati
tanpa
> empati.
>
> Itulah nasib rakyat (dari dulu sampai sekarang): hanya
menjadi korban keputusan pejabat dan elit politik, bukan sebagai
pengambil keputusan atas nasibnya sendiri. Rakyat kembali dibiarkan
menderita dan sengsara oleh rendaman air yang tak pernah mereka
harapkan. Harta, nyawa miliknya dan kesempatan untuk melanjutkan
hidupnya hancur berkeping-keping. Ketika sebuah musibah datang,
yang dituntut bukan tanggung jawab melainkan sikap ikhlas dan
lapang. Itu bukan hanya sekadar sikap yang naif tapi SESAT.
>
> Bersama ini kami nyatakan bahwa Pemerintah Pusat dan Pemda
DKI gagal menyelamatkan Rakyat Jakarta dari bahaya banjir.
Karenanya mereka harus memahami pernyataan kami ini:
>
> 1. Pemerintah Pusat dan PEMDA DKI gagal menerapkan
Jalan keluar jangka panjang untuk menyelamatkan masyarakat Jakarta
dari bahaya banjir. Hingga banjir datang Pemerintah Pusat maupun
Pemda DKI belum juga menyelesaikan pembangunan waduk, situ-situ dan
banjir banjir kanal baik di Bogor, Depok, Tanggerang dan di Jakarta
(Banjir Kanal Timur), sodetan-sodetan baik di area-area di Bogor,
Depok, Tanggerang dan Jakarta, dan Daerah Aliran Sungai (DAS);
Justru sebaliknya kebijakan pembangunan menyebabkan banyak lahan
serapan air tertutup oleh aspal dan gedung karena digunakan untuk
pembangunan gedung-gedung, mal, dan paku bumi;
>
> 2. Sistem drainase di DKI berantakan—cerminan korupsi
saat memberikan izin mendirikan Bangunan—di mana kepentingan
komersil dan orang kaya didahulukan; oleh karena itu harus ada
penataan ulang kembali drainase yang terpadu dengan sungai-sungai,
kali-kali kecil, hong-hong, dan sodetan-sodetan buatan serta banjir
kanalnya (seperti yang dilakuakn di ngeri Belanda dan negeri-negeri
maju lainnya);
>
> 3. Juga soal kurangnya jumlah pengerukan di sungai-
sungai dan selokan-selokan seluruh kota DKI—terutama di daerah
kumuh;
>
> 4. Pemerintah gagal melakukan persiapan sebelum
banjir. Hal tersebut disebabkan karena pemerintah pusat dan daerah
belum menganggap banjir di Jakarta sebagai prioritas; juga tidak
ada langkah-langkah kongret yang dirumuskan oleh pemerintah sebagai
langkah ketika akan menghadapi datangnya banjir; sebelum banjir
datang, Peta/lokasi/tempat yang rawan dan berpotensi banjir dan
tingkat prakiraan ketinggian air harus diumumkan seluas-luasnya
keseluruh masyarakat dengan menggunakan papan penggumuman di
tingkat RT, RW, Kelurahan, Kecacamatan, Walikota dan Propinsi; dan
selain masyarakat harus mendapatkan peringatan/pengumuman; juga
harus dipersiapkan tempat pengungsiannya. Lokasi atau hunian
evakuasi juga harus dilengkapi dengan dapur umum, MCK, Air bersih
alas, selimut tidur serta sembako dan makanan bayi; saat
pengungsiannya (sebelum banjir datang); evakuasi masyarakat dan
harta benda yang akan dipindahan (sekali lagi, evakuasi harus
sebelum banjir
> datang); posko bahan makanan (matang, setengah matang dan mentah
yang sudah diperkirakan jumlahnya) dan dapur umum (beserta
persiapan/perkiraan menu dan jumlah pemasaknya) serta penjagaan
higienisnya; penjagaan keamanan (bersama masyarakat) terhadap harta
benda yang ditinggalkannya; posko-posko pertolongan (bila volume
banjir di luar perkiraan); posko-posko pengobatan (beserta dokter,
perawat, relawan beserta obat-obatan dan peralatannya termasuk
ambulan-ambulan di dekat bagian posko yang diperuntukan untuk yang
memiliki kemungkinan harus mendapatankan tindakan medis selanjutnya
atau tak mampu dilakuakan di posko); posko untuk perawatan
psikologis (terutama bagi anak-anak yang mengalami trauma); posko
pendafatran relawan; posko penerimaan dan distribusi bantuan; posko
peralatan dan perlengkapan pertolongan (termasuk sekoci/perahu
berbagai ukuran, tali-temali, kendaraan darat, helicopter (yang
harus bisa terbang rendah) dan peralatan/perlengkapan lainnya yang
> diperkirakan akan digunakan—yang dibantu oleh konsultan negeri-
negeri lain yang lebih berpengalaman dalam menangani banjir dan
mereka yang dikirim untuk belajar menangani banjir di negeri-negeri
tersebut; Posko untuk panampungan dan pemindahan sampah (beserta
perlengkapan dan peralatannya); dan upaya-upaya persiapan lainnya;
>
> 5. Pemerintah lambat melakukan Pertolongan ketika
banjir; pertolongan pemerintah datang empat hari setelah banjir
menggenangi Jakarta; dari pemberitaan atau pengalaman rakyat,
pertolongan terhadap korban muncul justru atas inisiatif rakyat
sendiri dan lembaga-lembaga independen;
>
> 6. Rehabilitasi manusia/harta benda setelah banjir;
bahwa perbaikan atas kerusakan fisik dan non fisik yang di
rencanakan oleh pemda DKI sangat tidak masuk akal, alias terkesan
melepas tanggung jawabnya sebagai pelayan masyarakat; rakyat yang
akan mendapat ganti rugi masih harus diberatkan dengan prosedur
administrasi—misalnya harus memiliki surat tanah, hal ini menutup
kemungkinan bagi rakyat kecil untuk mendapatkan ganti rugi;
>
>
> Jalan keluar agar Jakarta bebas banjir adalah :
>
> Jangka Panjang :
>
> Hingga banjir datang Pemerintah Pusat maupun Pemda DKI
belum juga menyelesaikan pembangunan waduk, situ-situ dan banjir
banjir kanal baik di Bogor, Depok, Tanggerang dan di Jakarta
(Banjir Kanal Timur), sodetan-sodetan baik di area-area di Bogor,
Depok, Tanggerang dan Jakarta, dan Daerah Aliran Sungai (DAS); Bila
terdapat alasan pendanaan, maka bisa saja direncanakan rangking
prioritas terhadap pembangunan tersebut, misalnya didahulukan
pembangunan Banjir Kanal Timur, situ-situ dan sebagian penyelesaian
sodetan-sodetan, yang penting kelihatan tahap-tahap perwujudan dan
upayanya; Jangka Pendek :
> Memastikan saluran pembuangan air (kecil/sedang) dan sampah
beserta pemeliharaan dan penyelenggaraannya nya di semua tempat
tersedia; untuk meringankan biayanya, warga (terutama yang berasal
dari bagian lebih mampu) bisa diminta iurannya Rp.500,- per hari
dan pengumpulan/alokasinya diawasi oleh warga sendiri; dan bila
tidak terselenggara, warga diberikan hak hukum untuk menuntut
pemerintah setempat secara hukum;
>
> Membangun suatu lembaga yang menangani persiapan banjir
(lihat ad. 4 di atas) (termasuk sekolah-sekolah pelatihan dan
pengiriman pekerjanya ke negeri-negeri lain yang lebih
berpengalaman menanggulangi banjir), yang berada di bawah lembaga
Penanggulangan banjir, dibiayai oleh pemerintah pusat/daerah (dan
sedikit swadaya masyarakat), dan diawasi oleh Dewan Pengawas yang
anggotanya merupakan perwakilan warga dari setiap kampung yang
ditjunjuk oleh warga langsung secara bertahap dan bisa dicopot
kembali mandatnya oleh warga bila melakukan penyelewengan maupun
kelalaian;
>
> Menindak tegas penyalagunaan pengunaan lahan. Sanksinya
bukan hanya dikenakan terhadap pelaku pembangunan, tetapi juga
pemberi izin. Jenis sanksinya tidak terbatas administratif, tetapi
juga sanksi perdata, bahkan pidana, agar menimbulkan efek jera;
>
> Pemerintah harus menyediakan tambahan tempat-tempat sampah
umum besar tingkat kecamatan;
>
> Perbaikan atau pembenahan dan perbanyakan struktur dinas
kebersihan dengan mempekerjakan para pemulung;
>
> Pengawasan dan penindakan terhadap perusahaan yang tidak
memperhatikan AMDAL;
>
> Perumahan murah sehat untuk rakyat agar mengurangi perumahan
kumuh dipinggir kali;
>
> Perbaikan dan perubahan konsep TPA menekankan penggunan
tekhnologi tinggi;
>
> Meningkatkan kesadaran lingkungan;
>
> Perbanyak Taman-taman kota dan lahan penyerapan air;
>
> Langkah darurat yang perlu dilakukan pemerintah dalam
menghadapi banjir
> Peta/ lokasi/ tempat yang rawan dan berpotensi banjir dan
tingkat prakiraan ketinggian air harus diumumkan seluas-luasnya
keseluruh masyarakat dengan menggunakan papan penggumuman di
tingkat RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, Walikota dan Propinsi;
>
> Lokasi-lokasi yang rawan dan potensi banjir tersebut harus
ditandai resmi oleh pemerintah;
>
> Satu hingga dua minggu sebelum banjir berdasarkan perkiraan
BMG, struktur pemerintahan dari pusat hingga RT harus siaga
dilokasi ditambah dengan struktur aparat, SAR dan sukarelawan
lainnya. Kegiatannya memberikan penyuluhan kelokasi rawan banjir,
adapun sosialisasi yang harus di upayakan mengenai antisipasi dan
evakuasi; sebaiknya juga diterapkan menjadi kurikulum di sekolah;
Juga bisa ditambah dengan selebaran sosialisasi;
>
> Dua sampai tiga minggu sebelum banjir struktur tersebut
harus sudah terlihat berjaga disetiap RT dengan segala persiapannya
(lihat ad.4 di atas);
>
> Ketika air naik sedikit, struktur penyelamat plus warga
harus membunyikan ketongan sebagai tanda datangnya banjir
(peringatan) untuk mengawasi kemungkinan-kemungkinan yang belum
dipersiapkan penganggulangannya—ada Petunjuk Pelaksanaan (Juklak)
mengenai aspek-aspek yang harus diawasi dan saluran/prosedur
pelaporannya;
>
> Ketika air semakin tambah struktur penyelamat sudah harus
bergerak untuk bersiap-siap atau menanggulangi kemungkinan-
kemungkinan yang diluar perkiraan/persiapan; bagi warga yang tidak
mau dievakuasi harus diberikan ban/pelampung serta makanan minuman
untuk keselamatan dirinya;
>
> Harus dipastikan bahwa lokasi evakuasi terjamin memberikan
keamanan (bagi harta benda yang dibawa dan ditinggalkan) dan
kenyamanan bagi warga sehingga memperkecil kemungkinan warga yang
tidak mau dievakuasi di luar alasan keamanan;
>
> Pemerintah pusat dan daerah harus merehabilitasi korban
banjir; semua kerusakan fisik dan psikologis yang telah ditimbulkan
oleh banjir menjadi tanggung jawab pemerintah;
>
>
> HIDUP PERSATUAN DAN GERAKAN RAKYAT MISKIN !!
> RAKYAT MISKIN, TANGGUNGJAWAB SBY-KALLA !!
> BERSATU, BERJUANG UNTUK DEMOKRASI DAN KESEJAHTRAAN !!
>
> Jakarta, 19 Februari 2007
> Mengetahui,
>
>
>
>
> Marlo Sitompul
> Ketua Umum
> Sukandar
> Pjs.Sekretaris Jenderal
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
New business?

Get new customers.

List your web site

in Yahoo! Search.

Market Online

Drive traffic to

your web site with

Sponsored Search.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___
imcw | 17 Feb 14:24 2007
Picon

Re[2]: Larang Valentine Day!

Muhammad Rully quotes,

MR> sebaiknya diberikan fakta faktanya pak kalau mau melarang ...

MR> memang sepertinya tradisi ini memperburuk keadaan moral anak bangsa...tapi
MR> saya kurang banget datanya, jadi kurang berani lantang berteriak.

MR> siapkan data datanya nanti baru kita ajukan ke pemrintah, sosialisasikan,
MR> cari dukungan, dll

mengapa ya kita selalu berperilaku 'buruk muka cermin
dibelah'?...mengapa kita tidak pernah menyalahkan diri sendiri dan
berusaha untuk memperbaiki diri dalam menghadapi setiap
masalah?...selalu saja menyalahkan orang lain...selalu dan selalu
begitu sampe bosan mendengarnya...
--
i made cock wirawan

Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
Ads on Yahoo!

Learn more now.

Reach customers

searching for you.

Share Ideas

Publish your own

blog with Yahoo

Web Hosting.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___
Jimmy Situmeang | 17 Feb 14:38 2007
Picon

Balasan: Larang Valentine Day!

Dear Friends,
 
Saya cukup terkejut dengan satu statement yang mengingatkan saya pada era orde baru dimana ada pelarangan terhadap beberapa asimilasi budaya luar di Indonesia.
 
Valentine Day lebih cenderung pada peringatan hari Kasih Sayang. Begitu banyak cara yang dilakukan pada saat Valentine Day. Mulai dari memberi bunga, coklat dan hadiah kepada orang yang kita sayangi bahkan beberapa aksi selebritis yang turun memberikan bantuan pada korban banjir.
 
Menurut saya tergantung bagaimana kita merayakan Valentine itu. Apa yang menjadi tolak ukur bahwa valentine merusak moral bangsa? Cobalah untuk memikirkan aplikasi - aplikasi positif dari suatu asimilasi budaya.
 
Dalam artian sebenarnya "Be Grow Up and Let's see everything from other part of pyramids of life!"
 
 
Salam hangat,
 
 
Jimmy Situmeang

Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik terhadap spam.
http://id.mail.yahoo.com/
__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___
adenina | 17 Feb 16:15 2007
Picon

Dalam hidup orang bisa berubah - Re: Sikap tdk konsisten Ade Armando ttg Poligami

Dinda yang terhormat,

Kalau Anda menganggap saya tidak konsisten, ya tidak apa-apa. Kalau Anda
tidak akan mendukung saya menjadi anggota KPI, ya juga tidak apa-apa
(Lagipula, saya memang sudah tidak terpilih kembali kok)

Tapi pertama-tama, saya harus katakan bahwa sebenarnya dalam hidup orang
memang bisa berubah. Apalagi bila kita terus belajar, seringkali kita
menemukan hal-hal baru, penjelasan-penjelasan baru yang dapat mengubah
sikap-sikap kita sebelumnya. Saya justru menyarankan agar kita tidak
fanatik berpegang pada satu pendapat dan menutup mata dan telinga pada
pendapat lain yang berbeda. Sebagai contoh, saya dulu misalnya sama sekali
tidak bisa menerima pornografi. Sekarang, saya menganggap bahwa yang
terpenting adalah kalaupun pornografi itu diizinkan, pornografi harus
ditawarkan hanya di tempat-tempat terbatas dan tidak boleh memuat materi
yang mengandung kekerasan terhadap perempuan atau menampilkan model
anak-anak.

Poin saya, perubahan adalah sesuatu lazim. Sebagian orang bahkan bisa
berpindah agama, atau menjadi kehilangan kepercayaan kepada Tuhan, atau
sebaliknya, dari tidak beragama menjadi beragama. Orang bisa bercerai,
orang bisa mengubah orientasi seksualnya, dst.

Tapi dalam hal poligami, sebenarnya saya tidak mengalami loncatan ekstrem.
Kalau Anda baca tulisan saya tiga tahun yang lalu, yang sebenarnya saya
tekankan adalah bahwa kalaupun Puspo melakukan poligami, ia tidak harus
mempromosikannya. Saya tetap percaya bahwa poligami tidak ideal. Saya
tetap percaya bahwa dalam Islam, poligami tidak dianjurkan. Saya tetap
menganggap bahwa kalaulah orang bisa memilih dengan mudah, sebaiknya orang
tidak berpoligami.

Saat itu saya memang barangkali tinggal selangkah sebelum menyatakan,
’’poligami adalah haram’’. Saya sempat percaya bahwa sebenarnya tidak ada
lagi kondisi di dunia modern ini yang dapat menjustifikasi poligami. Tapi
perjalanan hidup saya ternyata membawa saya pada kondisi yang membuat saya
harus percaya bahwa adanya ayat itu dalam kitab suci yang saya yakini
tidaklah hadir secara kebetulan. Saya harus memilih, dan saya kemudian
memilih untuk menikah lagi.

Saya mencintai istri dan anak-anak saya. Saya tetap tidak membentak, tidak
bersuara keras, tidak sekalipun menyakitinya secara fisik, tidak melarang
istri saya untuk melakukan hal-hal yang diinginkannya, saya bekerjasama
dengan dia membersihkan rumah ketika pembantu tidak ada, saya tidak
keberatan istri saya mengambil keputusan-keputusan penting dalam
rumah-tangga, saya membelikan hadiah2 kecil, kami berdiskusi,... dst. Saya
tetap menghargai istri saya. Kedua istri saya. Saya tetap menganggap
adalah takdir yang membuat saya pertama kali menikah. Dan sekarang saya
menganggap adalah takdir pula yang menyebabkan saya menikah kembali.

Kepada teman-teman yang sudah menunjukkan sikap memahami, saya
berterimakasih sekali atas pengertian itu. Tapi, saat ini, saya memang
tidak bisa menjelaskan kondisi yang menyebabkan saya memilih untuk menikah
lagi. Hal itu terlalu pribadi sifatnya dan saya tidak yakin apakah dengan
menyampaikannya kepada publik, akan ada manfaatnya.

Saya sudah terlalu banyak bicara. Saya harus berhenti.

Ade armando

Dear All khususnya Pak Ade Armando,

Aku mendapatkan email tulisan Bapak ini dari milis perempuan.Bapak
diartikel yang dimuat di harian Republik tsb menujukan kalau Bapak Anti
Poligami.Kenapa 3 Tahun kemudian Bapak melakukannya?Dimana tanggungjawab
bapak sebagai akademisi.Jadi tolong buat lagi artikel yang justru
kebalikan dari artikel bapak dibawah ini,tetapi justru menyarankan orang
untuk berpoligami.Kan dari situ kita bisa menilai Bapak adalah orang yang
tidak konsisten cara berpikir dan bersikapnya.Pakai bawa-bawa ayat Qur'an
lagi diartikel Bapak tersebut.

Meskipun dimilis ini banyak yang mendukung sikap poligami Bapak.Aku justru
menolaknya.Untung Bapak sudah tidak lagi menjabat di KPI.Bagaimana kalo
pejabat di KPI diisi oleh orang tidak konsisten seperti Bapak?dan aku
tidak mau membayar gaji orang yang telah berpoligami.Bukankah KPI digaji
oleh negara?dan aku adalah pembayar pajak yang taat kepada negara.Jadi
wajar dong kalo aku tidak setuju negara membayar gaji Bapak di KPI.

Terima kasih,mohon tanggapan Bapak.

Salam,

Dinda
========

Rekans,

Sekitar tiga tahun lalu, Bung Ade sempat menulis soal poligami di Republika.
Sangat impresif. Dia menentang pemberian Poligami Award di tahun itu. Cocok
untuk dijadikan kenangan hari ini.

Salam,

MH

========

Sumber : http://www.republik a.co.id/kolom. asp?kat_id= 19

Sabtu, 19 Juli 2003
Piala Poligami
Oleh : Ade Armando

Pekan depan akan ada sebuah acara unik di Jakarta: pemberian Poligami Award
2003. Disponsori seorang pengusaha beristri empat, Puspo Wardoyo, acara ini
akan memberi penghargaan kepada pelaku poligami terbaik. Memang saran ini
akan terkesan terlambat: tapi apakah tidak sebaiknya penganugerahan itu
dibatalkan saja?

Puspo tentu saja punya hak penuh untuk beristri banyak dan mengeluarkan
sebagian kekayaannya untuk sebuah acara yang, menurutnya, bertujuan
menyosialisasikan bahwa poligami itu bukan tabu dan bisa memberi
kebahagiaan. Namun, mengingat Puspo dan para istrinya senantiasa tampil
dengan sosok yang merepresentasikan umat Islam, promosi semacam ini
tampaknya hanya akan memperburuk kesalahpahaman tentang Islam.

Tentu saja tidak semua keluarga yang berpoligami tidak bahagia. Namun,
poligami jelas bukanlah tipe pernikahan ideal. Dampaknya bukan hanya pada
istri, namun terutama pada anak-anak yang dibesarkan dengan sejumlah orang
tua. Namun, kalaupun itu masih mau diperdebatkan, Piala Poligami tetap
bermasalah karena satu hal: kata siapa Islam mendukung poligami?

Dalam berbagai kepustakaan otoritatif, sulit untuk menerima gagasan bahwa
poligami adalah sesuatu yang perlu dianjurkan atau dipromosikan. Ensiklopedi
Hukum Islam (1996) maupun Ensiklopedi Islam (1994), misalnya, menunjukkan
bahwa semangat ketentuan poligami dalam Islam justru membatasi jumlah istri.
Dengan kata lain, Islam hendak memusnahkan praktik poligami yang sudah
berlangsung dalam berbagai peradaban pra-Islam, yaitu sesuatu yang tanpa
batas dan dengan alasan yang mengikuti nafsu hewani.

Bahkan, kalau mau dibandingkan dengan konsep Islam tentang budak, kita bisa
berargumen bahwa konsep ideal dalam Islam tentang pernikahan adalah
monogami. Perbudakan, dalam Islam, juga tidak pernah dilarang secara
eksplisit, baik dalam Alquran maupun hadis. Namun, keseluruhan ajaran Islam
sendiri menunjukkan penolakan terhadap perbudakan, sehingga masyarakat
Islam modern bersepakat mengharamkan praktik tersebut. Begitu pula dengan
pernikahan.

Sebelum Islam, poligami sudah menjadi kelaziman, tanpa ada aturan. Islam
diturunkan dan mulailah dikenal pembatasan baik dalam kuantitas maupun
kualitas. Bukan saja jumlah istri dibatasi, namun juga ada
persyaratan- persyaratan rumit yang menyebabkan bahwa hanya dalam keadaan
darurat saja sebenarnya pernikahan semacam ini direstui. Ayat Alquran yang
senatiasa digunakan sebagai pembenaran atas poligami (an-Nisa ayat 3),
misalnya, turun dalam konteks historis yang sangat spesifik, yaitu seusai
Perang Uhud yang menewaskan banyak tentara Muslim.

Catatan sejarah sendiri menunjukkan bagaimana Nabi Muhammad Saw tidak
merasa nyaman dengan poligami. Ini terlihat dalam kasus putrinya, Fatimah
Az-Zahra.Fatimah menikah dengan sahabat dan orang kepercayaan Nabi, Ali
bin Abi Thalib. Ketika suatu kali sang menantu berniat menikah kembali,
Nabi
mencegahnya. Nabi berkata kepada Ali, Fatimah adalah bagian dariku, siapa
yang menyakitinya, berarti menyakitiku, siapa yang membuatnya gembira, maka
ia telah membahagiakannya. (Ensiklopedi Islam, Jilid 2, 1994). Nabi bahkan
mengatakan bahwa Ali sebaiknya menceraikan dulu Fatimah bila hendak
menikah dengan perempuan lain.

Sebagian pihak menyatakan bahwa kondisi-kondisi yang membenarkan poligami
adalah kebutuhan akan keturunan atau untuk memenuhi hasrat biologis yang
tidak tersalurkan dengan satu istri. Masalahnya, teladan Nabi tidak
menunjukkan itu. Nabi bermonogami dengan Khadijah selama 28 tahun. Dari
perkawinan itu ia dianugerahi enam orang anak. Baru dua tahun setelah
Khadijah meninggal, Nabi menikah kembali dan melakukan praktik poligami.

Itu berarti setelah ia berusia 54 tahun. Isti-istri barunya pun umumnya
tidak masuk dalam kategori wanita muda dan cantik. Bila dipelajari motivasi
yang melatarbelakangi satu per satu perkawinan Nabi, yang mengemuka adalah
motif dakwah atau kepentingan penyiaran Islam (Dr. Musdah Mulia, Pandangan
Islam Tentang Poligami, 1999). Melihat karakteristik istri-istri Nabi
tersebut, sulit untuk menerima pandangan bahwa Nabi melakukannya karena
alasan biologis.

Jadi, poligami adalah pilihan dalam keadaan darurat. Saya meragukan bahwa
Puspo ataupun banyak tokoh Indonesia yang berpoligami melakukannya dengan
alasan itu. Jadi, tidakkah sebaiknya acara pekan depan itu dibatalkan saja?
***

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___
Yap Hong Gie | 17 Feb 17:45 2007
Picon

[KOMPAS] Luas Daratan Singapura Bertambah Menjorok

http://www.kompas.com/

Politik & Hukum
Sabtu, 17 Februari 2007
teritori negara
Luas Daratan Singapura Bertambah Menjorok

Jakarta, Kompas - Reklamasi pantai-pantai di Singapura menyebabkan luas 
daratan negara tersebut yang menjorok ke wilayah perairan Indonesia 
bertambah. Sebaliknya, wilayah perairan Indonesia justru semakin berkurang.

Inspektur Jenderal TNI Angkatan Laut Mayor Jenderal Mar Nono Sampono di 
Jakarta, Jumat (16/2), mengatakan, jika saat ini daratan Singapura bertambah 
12 kilometer ke arah perairan Indonesia, wilayah perairan Indonesia 
berkurang 6 kilometer.

Bila reklamasi Singapura terus dilakukan, setiap tahun wilayah perairan 
Indonesia akan terus berkurang.

Pengurangan wilayah perairan Indonesia diperparah dengan semakin 
berkurangnya wilayah daratan Indonesia. Beberapa pulau kecil di Kepulauan 
Riau yang berbatasan dengan Singapura telah tenggelam setelah pasirnya 
dieksplorasi untuk diekspor ke Singapura. Pasir Indonesia tersebut justru 
digunakan untuk mereklamasi pantai Singapura.

"Rancangan Undang-Undang (RUU) Perbatasan Negara mendesak untuk disahkan. 
Belum adanya undang-undang tersebut membuat banyak masalah antara Indonesia 
dan negara-negara tetangga belum dapat diselesaikan," kata Nono.

Direktur Eksekutif Ocean Watch Herman Jaya menilai upaya pemerintah untuk 
mendesak Singapura agar memutuskan perbatasan wilayah kedua negara sangat 
lemah. Hal tersebut disebabkan banyak elite pemerintahan yang turut 
mengambil keuntungan dari ketidakjelasan batas dua negara di pulau-pulau 
perbatasan.

Herman mendesak agar pemerintah dan DPR segera mengesahkan RUU Perbatasan 
Negara. (MZW) 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality &
Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@...
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@...
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@...


Gmane