abu jundi | 18 May 2013 01:35
Picon
Favicon

Metro TV, dan TV One Integritasmu Dipertanyakan | <at> ArniSmart



Metro TV, dan TV One Integritasmu Dipertanyakan | <at> ArniSmart

Written By intriknews on Friday, 17 May 2013 | 10:22


intriknews.com Jum’at ini ada fenomena yang aneh telah digelontorkan 2 chanel TV kehadapan public. Metro TV dan TV One, 2 chanel ini secara nyata telah melakukan upaya penyembunyian fakta dan kebenaran dihadapan publik. Terang saja, kesaksian Ahmad Fathanah di persidangan TIPIKOR yang diselenggarakan pada Jum’at (17 Maret 12) ini, secara tidak langsung telah merontokkan dan menjungkirbalikkan opini yang berkembang. Merasa dipermalukan akhirnya 2 chanel TV ini menghentikan siaran langsung (live) terhadap kesaksian Ahmad Fathanah di persidangan tersebut.

Merasa dipermalukan 2 Chanel inipun mencoba memblunder opini publik dengan pemenggalan informasi persidangan yang disampaikan sepotong-potong. Padahal kalau saja 2 media TV ini mau jujur menyampaikan kebenaran tanpa intervensi dari pihak manapun, maka fakta bahwa kasus suap kuota sapi impor ini sama sekali tak ada hubungannya dengan LHI dan PKS tidak akan ditutup - tutupi. Sebagaimana kesaksian AF di persidangan tersebut yang menyatakan bahwa:
“Soal dana dari Indoguna utk PKS itu,hanya wacana saya dgn Bu Elda dan Maria saja. Nggak sampai ke PKS (dananya), Setiap saya sodorkan dana dari Indoguna, LHI selalu mengacuhkannya hingga akhirnya uang itu saya bawa dan gunakan sendiri. "

Hal ini senada dengan pernyataan Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF), Mustofa B Nahrawardaya. Menurutnya ada indikasi politisasi dan kriminalisasi terhadap PKS dan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Namun dalam persidangan hari ini, cukup jelas. Kasus ini, tak ada hubungannya dengan PKS ataupun LHI. Skornya 1-0 untuk keunggulan PKS.
Tak hanya itu Mustofa juga menjelaskan fakta hukum yang terjadi dalam persidangan. Diantaranya keterangan Fathanah yang mengaku bukan kader PKS dan berprofesi sebagai makelar proyek. Demikian pula pengakuan Maharani Suciono tentang asal muasal uang sebesar Rp10 juta. ‘’Semuanya membantah tudingan miring terhadap LHI. Yang sempat diisukan berada sekamar dengan Maharani. Demikian pula transkrip pembicaraan LHI dengan Fathanah, tidak ada yang mengarah kepada uang suap Rp 1 miliar,’’ terangnya.
Tapi sayangnya fakta hukum ini bertolak belakang dari apa yang diberitakan oleh Metro TV dan TV One. Wajar saja jika hari ini penulis kembali mempertanyakan integritas dan 2 chanel TV ini, masihkah bersifat independen atau telah diintervensi oleh si pemilik modal??? untuk kepentingan politik menjelang pemilu 2014.

Saya sangat setuju dengan pernyataan mantan Presiden RI B. J. Habibie yang menyatakan "Kalau ada orang yang mencalonkan diri menjadi pemimpin partai dan mempengaruhi semua media untuk mendukungnya, ini bahaya," kata Habibie dalam acara bertajuk 'Serial I Dialog Demokrasi dan Peradaban Internasional' di Jakarta, Kamis (11/4) malam. Secara tidak langsung pernyataan Habibie ini menyentil sejumlah pemilik jaringan pers di Indonesia

Sejak stasion TV dianggap sebagai instrument pusat control massa, muncullah gagasan bahwa ketika Negara mencapai tingkat industrialisasi, maka pada saat itu pula, Negara itu sendiri menjadi milik orang yang mengendalikan komunikasi. Artinya berita atau informasi yang digulirkan ke publik akan disampaikan sesuai dengan keinginan pemilik media tersebut, dan disinilah fitnah dan kebenaran susah untuk dibedakan. 

Kepada masyarakat saya harapkan mampu bersikap jeli dalam menyaring berita yang di gulirkan oleh setiap media massa. Tabayyunlah terlebih dahulu jangan langsung mencernanya bulat-bulat hingga akhirnya termakan propaganda media, yang jelas hanya akan menimbulkan sikap stereotip masyarakat yang cenderung negatif, terhadap pihak tertentu yang belum tentu bersalah. Jadilah konsumen media yang tercerdaskan oleh informasi yang digulirkan dihadapan publik bukan malah sebaliknya. 
Kepada Metro TV dan TV One hanya ingin bertanya “Dimanakah integritasmu sebagai media penyampai kebenaran??? Tergadaikah atau sengaja bungkam untuk kepentingan kelompok tertentu???. Mohon jangan memplintirkan fakta dan mendistorsikan kebenaran. Jujurlah karena JUJUR ITU HEBAT. Jujurlah walau JUJUR ITU BERAT.

Oleh : Arni Susanti S.Si




__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/mediacare/






Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Arinditya Dwiromantika | 17 May 2013 14:03
Picon

Ralat Foto: Tim Indonesia Maju ke Tahap Final 'Go Green in the City 2013' di Paris Mewakili Wilayah East Asia [12 Attachments]

xmlns:v="urn:schemas-microsoft-com:vml" xmlns:o="urn:schemas-microsoft-com:office:office" xmlns:w="urn:schemas-microsoft-com:office:word" xmlns:m="http://schemas.microsoft.com/office/2004/12/omml" xmlns="http://www.w3.org/TR/REC-html40">

Dear Rekan Media,

 

Mohon maaf sebelumnya.

 

Kami ingin menginformasikan bahwa terdapat sedikit kesalahan pada berita foto tentang Tim Indonesia Maju ke Tahap Final ‘Go Green in the City 2013’ di Paris Mewakili Wilayah East Asia, yaitu foto untuk presentasi tim peserta dari Singapura.

 

Untuk itu, berikut kami lampirkan berita foto yang sudah diperbaharui. Apabila rekan media masih membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi kami dengan Hilmi atau Ludyana di Alchemy nomor (021) 739 9922 atau e-mail ke: hilmi-ZrQwaAjyibbNl5DuOh8T8A@public.gmane.org / ludyana-ZrQwaAjyibbNl5DuOh8T8A@public.gmane.org

 

Atas perhatian dan kerjasamanya, kami mengucapkan banyak terima kasih.

 

 

Kind regards,

Arinditya Dwiromantika

 

 

 

Jl. Kyai Maja No. 3, Kebayoran Baru

Jakarta 12130, Indonesia

T +62 21 739 9922, F +62 21 739 9111

tika-ZrQwaAjyibbNl5DuOh8T8A@public.gmane.org

www.alchemy.co.id

 2192D445

 arinditya_d

 

P  Please consider the environment before printing this email.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Caution - This e-mail and its contents contain privileged information that is intended solely for the recipient. If you are not the intended recipients as evidenced by the salutation and/or content you are hereby notified that any use, dissemination, distribution or reproduction of this e-mail is prohibited. If you have received this e-mail in error please notify the Postmaster at office-ZrQwaAjyibbNl5DuOh8T8A@public.gmane.org immediately. Any views expressed in this e-mail are of the sender and may not necessarily reflect the views of Alchemy Creative Communications.

 


Attachment(s) from Arinditya Dwiromantika

10 of 10 Photo(s)

2 of 2 File(s)


__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/mediacare/






Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Al Faqir Ilmi | 17 May 2013 13:55
Picon
Favicon

No World Statesman 2013 For Susilo Bambang Yudhoyono

No World Statesman 2013 For Susilo Bambang Yudhoyono

Nama saya Imam, seorang Muslim dari keluarga Nahdlatul Ulama. Ayah saya mengasuh pondok pesantren warisan kakek buyut kami, di sebuah desa, perbatasan Pati dan Rembang. Saya belajar Islam dari kecil sampai masa kuliah.

Sebagai Muslim dan warga Indonesia, saya malu dengan banyaknya kekerasan atas nama agama di bawah pemerintahan saat ini. Kelompok ekstrim dibiarkan membunuh warga Syiah dan warga Ahmadiyah. Di beberapa daerah mayoritas Kristen di Indonesia, mulai ada masjid yang dipersulit pembangunannya. Pemerintahan lokal menghambat pembangunan gereja-gereja Kristen, termasuk HKBP Filadelfia dan GKI Yasmin, dekat Jakarta. Bahkan gubernur Jabar Ahmad Heryawan bisa-bisanya berkata bahwa “kalau Ahmadiyah hilang, pasti masalah juga hilang. Semua pembiaran ini berbahaya karena ia merusak sendi kebangsaan Indonesia.

Gagal melindungi mereka, SBY melepas tanggungjawabnya ke pemerintah daerah. Padahal, perlindungan kehidupan beragama adalah kewajiban pusat, kewajiban konstitusional presiden.

Itulah mengapa saya malu ketika SBY akan diberi penghargaan World Statesman 2013, dari Appeal of Conscience Foundation (ACF) di New York.

Saya minta pada ACF untuk menunda penghargaan tersebut sampai SBY bisa memperbaiki kinerjanya melindungi minoritas di Indonesia.

Satu yang membekas dalam benak saya adalah hadist Bukhori Muslim, “Yang paling baik di antara kamu adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” Saya yakin SBY tahu bahwa orang yang paling baik adalah orang yang bermanfaat bagi manusia.

Di bawah ini, surat dengan ajakan yang serupa dari pemuka agama yang saya hormati, Romo Frans Magnis Suseno.

------

Ladies and Gentlemen of the Appeal of Conscience Foundation (ACF)

I am a Catholic Priest and professor of philosophy in Jakarta. In Indonesia we learnt that you are going to bestow this year's World Stateman Award to our President Susilo Bambang Yudhoyono because of his merits regarding religious tolerance.

This is a shame, a shame for you. It discredits any claim you might make as a an institution with moral intentions.

How can you take such a decision without asking concerned people in Indonesia? Hopefully you have not made this decission in response to prodding by people of our Government or of the entourage of the President.

Do you not know about the growing difficulties of Christians to get permits for opening places of prayer, about the growing number of forced closures of churches, about the growth of regulations that make worshipping for minorities more difficult, thus about growing intolerance on the grassroot level? And particularly, have you never heard about the shameful and quite dangerous attitudes of hardline religious groups towards so called deviant teachings, meaning members of the Achmadiyah and the Shia communities, and the government of Susilo Bambang Yudhoyono just doing nothing and saying nothing to protect them? Hundreds of their people have under Susilo Bambang Yudhoyono's presidentship been driven out of their houses, they still live miserably in places like sports halls, there have allready Achmadis and Shia people been killed (so that the question arises whether Indonesia will deteriorate to conditions like Pakistan dan Iran [favor of President G. W. Bush] where every months hundreds of Shia people are being killed because of religious motivations)?

Do you not know that President Susilo Bambang Yudhoyono during his up to now 8 1/2 years in office has not a single time said something to the Indonesian people, that they should respect their minorities? That he has shamefully avoided responsibility regarding growing violence towards Achmadiyah and Shia people?

Again, whom did you ask for information before making you award choice? What could be your motivation to bestow upon this President a reward for religious tolerance who so obviously lacks any courage to do his duty protecting minorities?

I have to add that I am not a radical, not even a "human right extremist" (if such exist). I am just appaled about so much hypocrisy. You are playing in the hands of those - still few - radicals that want to purify Indonesia of all what they regard as heresies and heathen.

Franz Magnis-Suseno SJ

SILA ISI PETISI ONLINE TOLAK PENGHARGAAN UNTUK SBY : http://www.change.org/natoSBY




__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/mediacare/






Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Aria Indrawati | 17 May 2013 13:29
Picon

dari kegiatan outing german club mitra netra

xmlns:v="urn:schemas-microsoft-com:vml" xmlns:o="urn:schemas-microsoft-com:office:office" xmlns:w="urn:schemas-microsoft-com:office:word" xmlns:m="http://schemas.microsoft.com/office/2004/12/omml" xmlns="http://www.w3.org/TR/REC-html40">

 

Dari Kegiatan Outing German Club Mitra Netra.

 

Menyenangkan! mungkin itu adalah salah satu kata yang dapat menggambarkan suasana yang tercipta ketika kegiatan outing German Club berlangsung. Hal itu dapat terlihat dari air muka ceria semua peserta yang mengikuti acara itu. Bahkan beberapa hari setelah kegiatan tersebut berakhir, semangat dan kegembiraan tak henti-hentinya dibicarakan di seluruh penjuru Yayasan Mitra Netra.

 

Kegiatan Outing German Club yang dilaksanakan pada tanggal 3-5 Mei 2013 yang lalu memang bisa dikatakan cukup sukses, karena ini merupakan kegiatan outing yang pertama kali diadakan oleh teman-teman Mitra Netra German Club dan berjalan tanpa kendala yang cukup berarti. berawal dari perayaan ultah German Club yang pertama di bulan Desember yang lalu, muncul gagasan untuk mengadakan tamasya bersama dengan biaya swadaya yang berujung dengan kesepakatan menabung selama beberapa bulan sebelum waktu dan tempat kegiatan detentukan.

 

panitia kecil pun dibentuk untuk mengatur dan memastikan rencana tersebut terealisasi. Menentukan tanggal pasti dan menetapkan sebuah villa bernama “Arlet” di daerah Mega Mendung Cipayung adalah langkah pertama yang dilakukan. Selain itu, menyusun jadwal kegiatan dan rincian keuangan menjadi hal penting berikutnya yang harus dekerjakan.

 

Tepat hari Jumat siang sekitar pukul 14.30 WIB, semua peserta berjumlah 19 orang yang terdiri dari teman-teman German Club dan beberapa Staf Yayasan Mitra netra sebagai pendamping, berangkat dengan menggunakan sebuah bus dari sponsor yaitu “FIF Group”. Perjalanan ditempuh selama kurang lebih 2 jam untuk mencapai Villa Arlet. Orientasi daerah sekitar billa menjadi kegiatan pertama yang dilakukan,bertujuan agar teman-teman tunanetra dapat mengenal seluruh lokasi villa dengan baik. Lalu istirahat dan makan malam dilaksanakan sebelum kegiatan games German Club dimulai oleh Sang Instruktur Rosa Mery. Dengan suasana santai dan sebagian anak mengenakan baju tidur, tak mengurangi semangat untuk menjawab pertanyaan yang dilemparkan Rosa.

 

Hari pertama ditutup dengan Orientas i Mobilitas (OM) oleh Mbak Yani – instruktur pelatihan orientasi dan mobilitas di Mitra Netra. Ia memperagakan bermacam-macam jenis bumbu dapur. Kami, seluruh peserta,  diharuskan menyebutkan nama bumbu tersebut dengan mengenali dari tekstur, bau atau rasanya. hal itu menjadi pengalaman yang unik dan tak terduga, terutama untuk para laki-laki yang mungkin jarang bersentuhan dengan dapur atau kegiatan memasak. Suasana pun berubah menjadi menggelikan ketika memperhatikan reaksi teman-teman saat berusaha keras menebak bumbu apa yang ada dihadapannya.

 

Hari kedua menjadi hari paling seru sekali gus tak terlupakan untuk semua peserta kegiatan outing. Pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB, kami berangkat ke sebuah tempat tak jauh dari villa bernama “Laskar Outbond”, yang juga salah satu sponsor kegiatan outing ini. Kami mengikuti kegiatan outbond di sebuah hutan yang sangat indah dan mempesona. Pak Darmin, pimpinan Laskar Outbond, mengajak kami melakukan banyak aktivitas antara lain meniti tali setinggi 7 meter, berkomunikasi dengan perintah dan isyarat serta permainan yang melatih kekompakan dan konsentrasi pikiran. Makan siang di alam terbuka juga mengisi agenda outbond hari itu. Malam harinya, kru Laskar Outbond berkunjung ke Villa Arlet untuk melanjutkan kegiatan outbond dengan acara menyanyi dan bergoyang ala chicken dance yang tak henti-hentinya membuat kami tertawa terbahak-bahak. Pesta jagun bakar yang penuh canda tawa menjadi kegiatan penutup malam minggu panjang di villa Arlet yang berlangsung sampai lewat tengah malam.

 

Hari Minggu pagi pukul 06.00 WIB, dibuka dengan kegiatan senam pagi yang dipadu dengan goyang chicken dance ala Laskar Outbond.  Siang harinya kembali diisi dengan kegiatan santai games German Club yang tak kalah ramai dan menyenangkan dengan games pendahulunya. Seluruh kegiatan outing German Club Mitra Netra Berakhir sekitar pukul 12, dan  ditutup  dengan makan siang bersama.

 

Perjalanan pulang kembali ke Jakarta dihiasi sesi beli oleh-oleh. Dengan membawa cukup banyak buah tangan yang sempat dibeli dalam perjalanan, kami sampai pukul 15.30 WIB di kantor Yayasan Mitra Netra.

 

Keletihan yang mendera menjadi tak ada artinya dibandingkan semua pengalaman luar biasa yang telah didapatkan selama 3 hari itu. Banyak hal positif yang dipetik.  Semangat, kegembiraan, keakraban dan kebersamaan yang tak surut  hingga minggu-minggu berik utnya paska kegiatan tersebut. . Kebanggaan pun dirasakan panitia yang telah sukses menjalankan kegiatan ini sampai akhir. Hal yang sama pun terjadi di keluarga kecil Mitra Netra German Club yang jumlah anggotanya bertambah sejak kegiatan outing ini. Semakin solid dan akrab hubungan antar anggotanya setiap pertemuan. Kini  keluarga kecil German Club sedang merencanakan kegiatan outing dan outbond berikutnya yang lebih seru dan lebih menyenangkan lagi dari sebelumnya.

*Juwita.

 

German Club adalah salah satu kegiatan yang Mitra Netra selenggarakan untuk para tunanetra   di Jakarta dan sekitarnya. Difasilitasi  oleh seorang tunanetra alumni fakultas  ilmu bahasa dan budaya Universitas Indonesia. German Club merupakan bagian dari kegiatan Mini Learning Center MLC di Mitra Netra,  wadah bagi  para tunanetra untuk mengembangkan diri. Pelbagai kegiatan lain dilaksanakan di MLC. English Club, Music Club, sesi belajar memasak bersama, diskusi rutin, kelompok dukungan orang tua, dan sebagainya.

 

 

span>



__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/mediacare/






Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
anantö/ アナント | 17 May 2013 10:46
Picon

Fathanah, LHI, Hidayat, Tifatul, dan Dirut Indoguna Bersama-sama ke Medan

sejarah mencatat bahwa mantan calon gubernur DKI ini pernah diberitakan tidak kenal sang tokoh:
 
namun,
kuasa gusti allah, melalui tangan KPK membuka fakta 180 derajat pada hari ini...
 
"Elda di kelas bisnis, LHI, Hidayat, AF, dan Tifatul, dan Maria juga. Di kelas bisnis saya lihat mereka saling bertegur sapa dan saling mengenal," jelasnya.
 
salam,
ananto
=====
 

Fathanah, LHI, Hidayat, Tifatul, dan Dirut Indoguna Bersama-sama ke Medan

Jumat, 17/05/2013 14:22 WIB

Fajar Pratama - detikNews

 

Jakarta - Kesaksian penyelidik KPK Amir Arif di persidangan cukup mencengangkan. Di bawah sumpah Alquran dia mengungkapkan bagaimana penyelidikan KPK dilakukan dalam kasus suap izin impor sapi ini. Dia sempat mengikuti perjalanan Dirut PT Indoguna Mari Elizabeth Liman.


"Saya pernah ditugaskan untuk memantau, pada 10 Januari. Memantau Maria Elizabeth Liman, yang saat itu, diduga berencana melakukan penerbangan bersama ke Medan, dengan LHI dan Fathanah," jelas Amir dalam kesaksiannya di persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (17/5/2013).


Saat itu, Amir bergerak ke Bandara Soekarno-Hatta, karena Elizabeth memang berjalan ke sana. Sesampainya di bandara, dia melihat Elizabeth dan Elda, serta Fathanah dan sejumlah pengurus PKS.


"LHI dan Hidayat Nurwahid, Tifatul Sembiring, dan politisi PKS lainnya, ke Medan bersama-sama," jelas Amir.


Saat itu, PKS memang tengah menggelar safari dakwah, sebagai bagian dari pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat di wilayah Sumatera.


"Elda di kelas bisnis, LHI, Hidayat, AF, dan Tifatul, dan Maria juga. Di kelas bisnis saya lihat mereka saling bertegur sapa dan saling mengenal," jelasnya.


Sesampai di Bandara Polonia Medan, rombongan kemudian bersama-sama masuk ke ruang tunggu eksekutif. "Dan menuju ke hotel yang sama di Aryaduta Medan. Saya juga menginap di situ," terang Amir.

(fjp/ndr)

 

Sumber:

http://news.detik.com/read/2013/05/17/142223/2248885/10/fathanah-lhi-hidayat-tifatul-dan-dirut-indoguna-bersama-sama-ke-medan?nd771104bcj

 

 

Jumat, 17/05/2013 15:02 WIB

Hidayat Terbang Bersama Fathanah ke Acara Dakwah PKS di Medan

Elvan Dany Sutrisno - detikNews

 

Jakarta - Ketua FPKS DPR Hidayat Nurwahid tak membantah terbang bersama Fathanah, Luthfi Hasan Ishaaq, Tifatul Sembiring dirut PT Indoguna Mari Elizabeth Liman ke Medan. Petinggi PKS kala itu sedang bersiap ke Medan menghadiri acara dakwah PKS.


"Ya terbang bersama-sama ke Medan, tetapi tidak ada pembicaraan soal impor daging sapi. Saat itu saya juga belum kenal Fathanah. Kalau kita ngobrol itu kan biasa saja, dia tidak memperkenalkan siapa dia," kata Hidayat kepada detikcom, Jumat (16/5/2013).


Hidayat mengaku nyaman ngobrol dengan Fathanah karena lihai berbahasa Arab. Obrolan santai terjadi di antara para petinggi PKS dengan Fathanah sesaat sebelum terbang.

 

"Bahwa orang jenis kami bisa bertemu dengan banyak orang yang belum tentu kami tahu satu-satu. Saya nggak kebayang tahu-tahu ya sekarang ini kalau ternyata Fathanah seperti apa," kata Hidayat.


Hidayat menuturkan penerbangan ke Medan tersebut dalam rangka safari dakwah yang digelar partainya di Medan. Hidayat berharap masyarakat tak salah menilai setiap orang yang pernah mengobrol dengan Fathanah sebagai koruptor.


"Saya kira pada akhirnya masyarakat juga memahami bahwa tidak semua orang yang ditemui dan mengobrol dengan Fathanah adalah koruptor," tegasnya.


Kesaksian penyelidik KPK Amir Arif di persidangan cukup mencengangkan. Di bawah sumpah Alquran dia mengungkapkan bagaimana penyelidikan KPK dilakukan dalam kasus suap izin impor sapi ini. Dia sempat mengikuti perjalanan Dirut PT Indoguna Mari Elizabeth Liman.


"Saya pernah ditugaskan untuk memantau, pada 10 Januari. Memantau Maria Elizabeth Liman, yang saat itu, diduga berencana melakukan penerbangan bersama ke Medan, dengan LHI dan Fathanah," jelas Amir dalam kesaksiannya di persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (17/5/2013).


Saat itu, Amir bergerak ke Bandara Soekarno-Hatta, karena Elizabeth memang berjalan ke sana. Sesampainya di bandara, dia melihat Elizabeth dan Elda, serta Fathanah dan sejumlah pengurus PKS.


"LHI dan Hidayat Nurwahid, Tifatul Sembiring, dan politisi PKS lainnya, ke Medan bersama-sama," jelas Amir.

(van/try)

 

Sumber:

http://news.detik.com/read/2013/05/17/150217/2248956/10/hidayat-terbang-bersama-fathanah-ke-acara-dakwah-pks-di-medan?9922022



--
yasir wa la tu’asir

Hidayat memandang PKS akan dijungkalkan melalui kasus suap kuota impor daging ini. Hidayat menengarai ada konspirasi tingkat tinggi dalam kasus ini, bahkan bisa melibatkan zionis. (detik.com, 01/02/13)
 


__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/mediacare/






Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Bruno Mars | 17 May 2013 10:28
Picon
Favicon

Re: Tayangan ILC di TV One bikin masyarakat simpati berat sama PKS

Ayu ini memang bodoh,
tapi setidaknya ia masih punya nurani Fai,
begitu juga dengan Vita,
di lubuk hati yang terdalam mereka berdua tahu uang tersebut bukan dari asal sumber dana yang halal makanya mereka kembalikan. Siapa yang punya hati nurani pasti akan melakukan hal yang sama.

Di Indonesia ini sudah terlalu banyak pria-pria pintar dan keminter yang mengerti hukum tapi percuma saja jika tidak punya nurani, hukum cuma dipelintir untuk melindungi harta-harta hasil korupsi.

Indonesia butuh lebih banyak orang bodoh tapi punya hati nurani daripada pintar, kemana-mana pakai kopiah haji tapi tidak punya hati nurani.

Kami di FPI mohon dengan sangat supaya Ustad Hilmi tidak lagi menggunakan kopiah hajinya lagi,
kami benar-benar muak dengan atribut agama yang digunakan hanya untuk kamuflase kejahatan.

From: fai <abu_jundi-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@public.gmane.org>

Dengan tegas, Prof. T. Nasrullah mengatakan, "Saya pikir, Ayu ini BODOH BENAR kalau dia kembalikan uang ini... Termasuk Vita (VS)..".



__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/mediacare/






Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Bruno Mars | 17 May 2013 10:41
Picon
Favicon

Korupsi Luthfi Hasan Tidak Ada Apa-Apanya

Marilah kita berhenti sejenak membahas korupsi LHI dan AF,
mereka berdua ini hanya operator Ustad Hilmi, Sang Godfather.

Saya pribadi kasihan dengan kader-kader PKS di akar rumput seperti Abu Jundi dan Sunaji yang belum pernah mencicipi nikmatnya naik turun mobil mewah dan pacaran dengan artis-artis cantik, hasil memeras pengusaha sejak Partai Keadilan berdiri.

Sejak 1998, Hilmi sudah biasa dapat uang suap ratusan miliar dari Menteri Kehutanan PKS.
Sejak 2004, Hilmi sering uring-uringan dan bikin onar di kubu koalisi karena tidak diberi jatah kursi Menteri Kehutanan lagi.

Korupsi Luthfi Hasan Tidak Ada Apa-Apanya

Pasca-reformasi 1998, JIM cabang Indonesia membentuk Partai Keadilan. Partai ini kemudian mengikuti Pemilu 1999 dan memperoleh 7 kursi (1,37 persen). Mereka berhasil mendudukkan satu menteri dalam kabinet Presiden Gus Dur, yakni Nur Mahmudi Ismail sebagai Menteri Kehutanan dan Perkebunan (Menhutbun).

Sumber majalah detik menyebutkan Hilmi Aminuddin memiliki posisi strategis sejak Nur Mahmudi jadi menteri. Hilmi sering bermain proyek dengan Suripto, mantan staf BAKIN yang masuk ke PK. Mereka sering meminta uang dari pengusaha yang hendak memenangkan proyek pemerintah. Bahkan permainan juga terjadi dalam permintaan izin hak penggunaan hutan (HPH).

“Panggil pengusahanya, keluarkan HPH, segala macam, ternyata mudah sekali dapat uang ratusan miliar. Nah, sejak itu Hilmi Aminuddin jadi gelap mata. Maka dari itu dia selalu minta jatah menteri,” ungkap si sumber. Permainan di proyek pertanian dan perkebunan ini terus terjadi. Bahkan Hilmi saat ini masih menguasai izin dan bisnis beberapa pengusaha perkebunan di Pulau Sumatera. “Mereka masih sering bertemu di berbagai hotel di Jakarta, posisinya sih berpindahpindah, termasuk dengan Nasir Djamil,” ungkapnya.

Jejaring kekuasaan Hilmi Aminuddin dalam PKS mulai menguat pada 2004 hingga kemudian muncul konflik internal antara Faksi Keadilan dengan Faksi Sejahtera saat penentuan dukungan calon presiden pemilihan presiden secara langsung 2004. Rapat tiga lembaga tinggi PKS yang disebut sebagai Majelis Syura, yakni Dewan Syariah Pusat (DSP), Dewan Pimpinan Pusat (DPP), dan Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) mayoritas memilih pengusungan Amien Rais dan Siswono Yudo Husodo dengan suara 70 persen.

Namun Hilmi Aminuddin condong mengusung pasangan Wiranto dan Salahuddin Wahid (Wiranto-Salahuddin). Voting yang dilakukan 8 kali memilih Amien dengan perolehan suara 30, Wiranto-Salahuddin 9 suara, dan Hamzah Haz-Agum Gumelar 1 suara. Namun Hilmi tetap bersikeras memilih Wiranto hingga memaksa penundaan penentuan walau sudah melakukan 8 kali voting. “Dalam voting itu sudah banyak yang jatuh sakit, karena terus mengulang pengambilan suara dan kecapaian,” aku Yusuf.


__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/mediacare/






Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Sekretariat AJI | 17 May 2013 09:41
Picon
Favicon

Kirimkan Karya Anda : PENGHARGAAN UNTUK LIPUTAN MEDIA TERBAIK TENTANG ANAK


Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bekerjasama dengan UNICEF menyelenggarakan
 
PENGHARGAAN UNTUK LIPUTAN MEDIA TERBAIK TENTANG ANAK

Hadiah untuk Pemenang: study trip ke Hanoi dan Kamera DSLR D3000 Kit dari Nikon


Tahun 2013, AJI-UNICEF kembali menyelenggarakan Penghargaan untuk Liputan Media Terbaik tentang Anak. Penghargaan ini terbuka untuk jurnalis media cetak/online, foto, radio dan televisi.
 
KETENTUAN LOMBA
1.    Karya jurnalistik (cetak/on line, radio, TV) berupa feature tentang anak. Khusus untuk foto, berupa foto tunggal hard news atau feature. 
2.    Setiap jurnalis/media baik media cetak/online, radio, televisi dan foto yang meliput isu anak Indonesia  dimanapun atau isu anak di Indonesia dapat mengikuti perlombaan ini.
3.    Karya harus pernah dipublikasikan atau disiarkan di media massa (bukan media internal).
4.    Setiap peserta bisa mengajukan maksimal dua karya.
5.    Karya peserta harus pernah dipublikasikan pada media massa umum pada periode antara 26 Januari 2011 31 Mei 2013.
6.    Karya harus sudah diterima panitia paling lambat 10 Juni 2013 pukul 16.00 WIB.
7.    Karya harus dilengkapi dengan pernyataan bahwa karya adalah karya orisinal. Jadi bukan saduran, terjemahan dan tidak termasuk advertorial komersial.
8.    Ralat, jika ada, harus disertakan.
9.    Karya yang sudah dikirim ke panitia tidak akan dikembalikan.
10. Keputusan juri tidak bisa diganggu gugat.
11. Untuk karya media cetak, peserta harus mengirim kliping beserta soft copy karya yang sudah dimuat. Untuk media online, peserta harus mengirim karyanya berupa print out yang sudah di-copy langsung dari situs beritanya. Karya harus dilengkapi dengan surat keterangan dari redaktur media online yang menyatakan bahwa karya yang dikirimkan pernah dimuat di media tersebut.
12. Untuk karya media radio, peserta harus mengirim karyanya dalam bentuk CD (MP3 atau WAV). Karya harus dilengkapi dengan surat keterangan dari pimpinan (Pemimpin redaksi) yang menyatakan bahwa karya yang dikirimkan pernah disiarkan di radio tersebut. Peserta diwajibkan mengirimkan naskahnya.
13. Untuk karya media televisi, peserta harus mengirimkan karyanya dalam bentuk DVD (MPEG atau AVI) dengan mencantumkan nama dan asal media di kepingan DVD. Peserta diwajibkan mengirimkan naskahnya.
14. Untuk karya foto, peserta harus mengirimkan klipping karya yang sudah dimuat dan soft copy karya yang sudah dimuat dalam bentuk file digital berformat JPG (sisi panjang minimum 3000 pixel). Peserta harus mencantumkan nama dan asal media. Peserta diwajibkan membuat caption foto.
15. Dewan Juri akan memilih 7 karya dari setiap kategori sebagai nominee pemenang. Satu karya terbaik per kategori akan dipilih untuk menjadi pemenang.
16. Kirimkan karya jurnalistik ke Sekretariat AJI Indonesia:
Jl. Kembang Raya 6, Kwitang, Senen, Jakarta Pusat 10420
Telp 021-3151214 Faks. 021-3151261

Dewan Juri Kategori Cetak/Online
 •      Ati Nurbaiti (AJI)
 •      Nuraini Razak (Unicef)
 •      Yosep Adi Prasetyo (Dewan Pers)
 •      Irwanto (Pemerhati Isu Anak)
  
 Dewan Juri Kategori TV
 •      Revolusi Riza (AJI)
 •      Riza Primadi (Praktisi televisi)
 •      Regi Wirawan (Unicef)
•      Ezki Suyanto (KPI)
  
 Dewan Juri Kategori Radio
 •      Laban Abraham Laisila (AJI)
 •      Iwan Hasan (Unicef)
 •      Maria Ulfah (KPAI)
 •      Frans Padak Demon (VoA)
  
 Dewan Juri Kategori Foto
 •      Eddy Hasby (AJI)
 •      Johnny Hendarta (Nikon)
 •      Elly Risman (Yayasan Kita & Buah Hati)
 •      Rully Kesuma (Tempo)

 
Sekretariat AJI Indonesia
Jl. Kembang Raya No. 6
Kwitang, Senen, Jakarta Pusat 10420
Indonesia
Phone (62-21) 315 1214
Fax (62-21) 315 1261
Website : www.ajiindonesia.org




__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/mediacare/






Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
anantö/ アナント | 17 May 2013 10:02
Picon

Fathanah Dicokok, Maharani Masih di Kamar Mandi

fakta persidangan hari ini, coba bandingkan dengan catatan sejarah ini:
salam,
ananto
=====
 

Fathanah Dicokok, Maharani Masih di Kamar Mandi

Jum'at, 17 Mei 2013 | 14:39 WIB

 

TEMPO.CO, Jakarta - Maharani Suciyono, 20 tahun, mengaku berada di sebuah kamar di lantai 17 Hotel Le Meridien, Jakarta, saat ditangkap petugas Komisi Pemberantasan Korupsi. Maharani mengaku diajak bermesraan oleh Ahmad Fathanah, tersangka kasus suap izin impor daging sapi.


"Di dalam kamar, saya dan yang bersangkutan menonton televisi, mengobrol sebentar. Setelah Fathanah mandi, dia mengajak saya berhubungan intim," kata Maharani seperti tertulis dalam dokumen yang salinannya diperoleh Tempo. (baca juga: Awal Perkenalan Maharani dengan Fathanah)


Maharani tak tahu, saat itu para petugas KPK tengah menunggu di luar kamar. Mereka bermaksud menangkap pasangannya karena diduga menerima suap Rp 1 miliar dari PT Indoguna Utama, perusahaan pengimpor daging sapi. Duit itu rencananya akan diserahkan ke Luthfi Hasan Ishaaq, saat itu Presiden Partai Keadilan Sejahtera.


Sebagian duit itu, yaitu Rp 10 juta, telah diserahkan Fathanah kepada Maharani. Duit itu, kata Maharani, langsung dimasukkannya ke dalam dompet tanpa dihitung. Setelah itu, Fathanah mandi dan mengajak berhubungan intim.


Setelah selesai, kata Maharani, ada orang menggedor pintu. "Pak Ahmad membuka pintu, dan saya ke kamar mandi." Maharani mengaku mendengar perdebatan di luar kamar mandi. "Kemudian saya diminta keluar untuk mengambil baju." Setelah itu, Maharani dibawa ke markas KPK.


NUR ALFIYAH | PRAM

 

Sumber:

http://www.tempo.co/read/news/2013/05/17/063481157/Fathanah-Dicokok-Maharani-Masih-di-Kamar-Mandi

 

 

Maharani Tawari Fathanah Kencan dengan Temannya

Jum'at, 17 Mei 2013 | 14:18 WIB

 

TEMPO.CO, Jakarta - Maharani Suciyono, mahasiswi yang ditangkap bersama Ahmad Fathanah di Hotel Le Meridien, 29 Januari lalu, mengaku diajak kencan oleh Fathanah. Awalnya, Maharani mengajak Fathanah makan malam. Tapi, Fathanah menolak. "Dia sudah memberikan tanda-tanda untuk mengajak hubungan intim," kata Maharani seperti tertulis dalam dokumen yang salinannya diperoleh Tempo.


Maharani mengaku belum berani mengiyakan ajakan Fathanah. Dia lalu menawari Fathanah untuk berkencan dengan temannya yang sedang bersamanya di Cafe Bon, Senayan City, Jakarta Selatan. Tapi Fathanah ogah. "Saya tidak sreg, maaf," kata Fathanah melalui pesan pendek, seperti diceritakan Maharani.

Di kafe itu, Maharani berkenalan pertama kali dengan Fathanah pada 28 Januari lalu. Saat mau ke toilet, kata Maharani, Fathanah melihatnya. Tersangka kasus suap izin impor daging sapi itu lalu menitipkan secarik kertas bertuliskan nama "Ahmad" dan nomor teleponnya. Kertas itu dititipkan melalui pelayan kafe. "Setelah itu, saya dan Ahmad Fathanah berhubungan melalui SMS."


Fathanah, kata Maharani, lalu mengajak Maharani bertemu di Hotel Le Meridien. "Oke, fee saya untuk dinner Rp 2 juta," kata Maharani. Dijawab oleh Fathanah, "Kalau lebih dari dinner berapa? Memang Rani maunya berapa?" Rani--sapaan Maharani--menjawab lagi, "Kalau lebih dari dinner, Rp 10 juta."


Menurut Rani, Fathanah langsung menyetujui duit yang diminta Rani. "Dia menjawab, 'Oke'." Akhirnya, keduanya bertemu di Le Meridien pada 29 Januari. Hingga akhirnya KPK menciduk keduanya. KPK menduga Fathanah menerima suap Rp 1 miliar dari PT Indoguna Utama, perusahaan pengimpor daging sapi. Duit itu diduga akan diserahkan kepada Luthfi Hasan Ishaaq, saat itu Presiden Partai Keadilan Sejahtera.

NUR ALFIYAH | PRAM

 

Sumber:

http://www.tempo.co/read/news/2013/05/17/063481147/Maharani-Tawari-Fathanah-Kencan-dengan-Temannya


--
yasir wa la tu’asir

Hidayat memandang PKS akan dijungkalkan melalui kasus suap kuota impor daging ini. Hidayat menengarai ada konspirasi tingkat tinggi dalam kasus ini, bahkan bisa melibatkan zionis. (detik.com, 01/02/13)
 


__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/mediacare/






Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Dian Safitri | 17 May 2013 05:33
Picon

Dian Krishna & Hendy Setiono Wakili Indonesia di The Apprentice Asia - Press Release [4 Attachments]

xmlns:v="urn:schemas-microsoft-com:vml" xmlns:o="urn:schemas-microsoft-com:office:office" xmlns:w="urn:schemas-microsoft-com:office:word" xmlns:m="http://schemas.microsoft.com/office/2004/12/omml" xmlns="http://www.w3.org/TR/REC-html40">

Untuk diterbitkan segera

 

Press Release

AXN Hadirkan Program M agang Terberat di Asia: The Apprentice Asia

12 Orang Paling Cerdas & Berbakat di Asia Incar Posisi Bergengsi

Dian Krishna & Hendy Setiono Wakili Indonesia

&nb sp;

Singapura, 16 Mei 2013 – Setelah sukses dengan penayangan empat musim The Amazing Race Asia, AXN kembali menghadirkan produksi orisinilnya: The Apprentice Asia!

Tayang tiap Rabu jam 20:05 WIB mulai 22 Mei 2013, The Apprentice Asia adalah adaptasi Asia dari serial realita besutan rajanya reality show: Mark Burnett (The Voice, Survivor) dan diproduksi secara lokal oleh AXN dan Fremantlemedia Asia. Jika boss atau icon dari program versi US nya adalah Donald Trump, boss The Apprentice Asia adalah konglomerat maskapai penerbangan dan pemegang titel ‘Asia Businessman of the Year’ dari Forbes Asia: Tony Fernandes, yang dikenal luas berkat kemampuannya mengubah usaha AirAsia yang hampir bangkrut hingga balik modal dalam kurang dari 12 bulan setelah pengambilalihan bisnis. 12 kandidat terpilih dari seluruh Asia akan mengincar posisi bergengsi menjadi ‘Apprentice’ pertama di Asia, dan memenangkan kesempatan bekerja di salah satu perusahaan Tony.

Dalam program ini, Tony dibantu dua penasihat dan orang kepercayaannya: CEO Tune Hotels Group Mark Lankester dan CEO Expedia Asia Kathleen Tan – dua sosok yang disegani akan pencapaian mereka di bidang masing-masing.  Mark memimpin Tune Hotel hingga tumbuh pesat dengan 27 properti di Asia, baru-baru ini ia memenangkan ‘Outstanding Entrepreneurship Awards 2012’ dari Asia Pacific Entrepreneurship Awards. Sementara itu, Kathleen adalah sosok penting dalam kesuksesan bisnis AirAsia, terutama dalam memimpin penetrasi maskapai ini di China, sebelum akhirnya bergabung di Expedia Asia. Ia mendapat penghargaan ‘Marketer of the Year’ dari Web In Travel Annual Conference 2012.

AXN telah melakukan pencarian bakat di seluruh Asia untuk menemukan orang-orang terbaik yang ingin bekerja untuk Tony Fernandes. Mewakili tujuh negara di Asia (Singapura, Malaysia, China, India, Indonesia, Thailand dan Filipina), 12 orang terbaik yang terpilih berasal dari berbagai latar belaka ng, mulai dari industri hiburan, F&B, hospitality, IT, hukum dan keuangan. Berusia antara 25 hingga 38, beberapa orang masih menjalani pekerjaan pertama mereka, ada yang sudah punya bisnis sendiri, beberapa terkenal di industri hiburan, mantan ratu keantikan dan beberapa lagi telah dikenal di negara asal mereka akan pencapaian dan kesuksesan wirausaha serta keberhasil penjualan mereka.

Yang membanggakan, di musim pertama The Apprentice Asia ini, Indonesia diwakili oleh dua kandidat. Mereka adalah Dian Krishna Mukti dan Hendy Setiono 211; dua nama yang tidak asing bagi masyarakat Indonesia.

Dian Krishna adalah pemegang titel Puteri Indonesia Tahun 2003 dan Mrs. Indonesia Tahun 2009 yang pernah berkarir di sejumlah stasiun televisi lokal dan internasional sebagai pembawa tenaga riset, reporter, presenter dan humas. Setelah menikah dengan seorang eksekutif asal Malaysia beberapa tahun lalu, Dian meninggalkan sorotan publik untuk mengikuti suami yang bertugas ke sejumlah negara dan kini bermukim di Hong Kong bersama anak batita mereka. Lulusan Master of Arts (Mass Communications) dari Royal Melbourne Institute of Technology ini mengirimkan dua video audisi dengan konsep yang berbeda, yang berhasil memikat hati para juri The Apprentice Asia.

Sementara Hendy adalah pendiri dan CEO Baba Rafi Enterprise, perusahaan yang menaungi usaha waralaba kuliner Kebab Turki Baba Rafi, Ayam Bakar Mas Mono dan Bebek Garang. Pria asal Surabaya ini terpilih k arena sosoknya yang inspiratif dan pantang menyerah. Ia adalah satu dari segelintir kandidat The Apprentice Asia yang tidak lulus kuliah namun berhasil membangun bisnis kulinernya dari nol hingga kini memiliki ratusan outlet dan ribuan tenaga kerja yang tersebar di tiga negara Asia dalam kurun waktu sembilan tahun!.

Dengan lokasi pengambilan gambar di Singapura dan Kuala Lumpur – di program ini, Dian Krishna, Hendy Setono dan para kandidat lain akan diuji kemampuan mereka di bidang penjualan, negosiasi, kreatifitas, manajemen, branding dan kepemimpinan. Di awal program, para kandidat dibagi menjadi dua tim berdasarkan jenis kelamin. Saksikan keseruan episode perdana saat para kandidat diberi tantangan menjual ikan! Ini merupakan pengalaman berbeda bagi para eksekutif ini yang sebagian besar belum pernah atau jarang mengunjungi pasar tradisional. Para penasihat Tony: Mark dan Kathleen, berada di lapangan untuk mengawasi tiap tim untuk menuntaskan tugas mereka, dan pendapat mereka sangat penting bagi Tony dalam memutuskan siapa yang dipecat tiap minggunya.

Apa yang membuat musim perdana The Apprentice Asia seru dan menegangkan adalah drama dan ketatnya kompetisi yang langsung terasa. Tentu saja, saat sebuah kelompok orang ekstrovert dan ambisius berkumpul, akan terjadi persaingan, aliansi akan terbentuk, urat syaraf akan diadu di tiap sesi rapat direksi dimana salah satu orang akan menerima ucapan: “You’re Fired” dipecat, pulang dengan tangan hampa. Ini adalah pertarungan dimana orang yang terbaik dan terkuat bertahan dari hari ke hari.

Bagaimana serunya aksi para kandidat dalam kompetisi ini? Apakah Dian dan Hendy berhasil mewujudkan impiannya menjadi karyawan Tony Fernandes? Kepada siapa Tony mengatakan You’re fired! dan You’re hired!?

Saksikan penayangan perdananya untuk mengetahui siapa dan apa yang disebut Tony sebagai ‘a bloody disaster ’ (kekacauan terhebat)  dan ‘a weapon of mass destruction’ (senjata penghancur massal), dan dukunglah kandidat yang Anda anggap paling mampu memenangkan The Apprentice Asia!

The Apprentice Asia tayang perdana 22 Mei 2013 dan tayang reguler tiap Rabu jam 20:05 WIB Pertama dan Eksklusif di AXN. AXN tersedia melalui Indovision (ch. 154), First Media (ch. 51 – digital; ch. 332 – HD), Aora (ch. 415), Telkomvision (ch. 122), Groovia (ch. 553), YES TV (ch. 122), NexMedia (ch. 306), Skynindo (ch. 22) & Topas TV (ch. 261).

The Apprentice Asia dipersembahkan oleh AirAsia, ExpediaAsia, Hilton Hotels & Resorts, IG, smartphone resmi BlackBerry dan mobil resmi Volkswagen Malaysia.

###

 

Untuk informasi selanjutnya, hubungi PRfect:

Dian Safitri (0811852004, dian.safitri-/4sxJZHJwpKsTnJN9+BGXg@public.gmane.org) atau Amanda Andono (08999262632, amanda.andono-/4sxJZHJwpKsTnJN9+BGXg@public.gmane.org)

 

Tentang AXN

AXN menawarkan para penonton pengalaman yang mengasyikkan dengan program-program yang dirancang untuk meningkatkan adrenalin dan membantu penonton lari dari rutinitas sehari-hari. AXN telah menjadi saluran pilihan bagi para penikmat tayangan hiburan berbahasa Inggris dari kalangan menengah ke atas di usia 18-39 tahun. Saluran ini menghadirkan serial-serial drama ber-rating tinggi, tayangan feature populer, program-program petualangan dan reality show kompetisi dari berbagai negara di dunia yang pertama dan eksklusif ditayangkan di Asia, serta tayangan-tayangan produksi sendiri.  

Diluncurkan pertama kali di Asia tahun 1997, AXN telah menjadi brand saluran TV internasional yang kini menjangkau 60 negara di dunia, termasuk Amerika Latin dan Eropa. Di Asia, saluran ini disaksikan lebih dari 154 juta penonton di >104 juta rumah tangga di 21 negara, termasuk hampir 50 juta rumah tangga di Cina.

AXN juga tersedia dalam format high-definition (HD) sejak Maret 2009.

AXN ASIA dimiliki sepenuhnya oleh Sony Pictures Entertainment dan dikelola oleh Sony Pictures Television’s Networks, Asia, yang juga mengoperasikan saluran-saluran beTV, ANIMAX, SONY ENTERTAINMENT TELEVISION (SET) dan ONE.

 


Attachment(s) from Dian Safitri

4 of 4 Photo(s)



Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/mediacare/






Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
anantö/ アナント | 17 May 2013 09:26
Picon

Re: Tayangan ILC di TV One bikin masyarakat simpati berat sama PKS

simpati kepada PKS, masyarakat yg mana mas?
 
salam,
ananto


 
2013/5/17 fai <abu_jundi-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@public.gmane.org>


"JANGAN GUNAKAN HUKUM SEBAGAI ALAT POLITIK" | Pasca ILC Non-Muslim pun Menyatakan Simpati Pada PKS
http://www.pksmesir.org/2013/05/jangan-gunakan-hukum-sebagai-alat.html




Fairy Setiyawan
Jurnalis

Judul di atas, diambil dari pernyataan penutup Prof . Teuku Nasrullah, Pakar Hukum Acara Pidana dalam acara Indonesian Lawyer's Club (ILC), Selasa 14 Mei 2013 dengan tema "Uang Daging Kemana Saja" yang tayang pukul 19.30.

Mengapa seorang pakar hukum sekelas Prof. Nasrullah sampai perlu mengingatkan semua pihak untuk tidak menggunakan hukum sebagai alat penguasa dalam mencapai keinginan-keingannya? Tentu Prof. Nasrullah, dan kita semua yang mampu melihat dengan jernih, mengetahui bahwa beberapa kasus di negeri ini (termasuk kasus yang saat ini mengaitkan nama mantan Presiden PKS, Ustadz Luthfi Hasan Ishaaq - LHI) sarat dengan kepentingan penguasa (bisa diartikan partai, bisa diartikan kelompok yang saat ini berkuasa).

Mari sejenak mengurai kekusutan ini...

KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) kepada Ahmad Fathanah (AF) di Hotel Le Meridien Jakarta tanggal 29 Januari 2013. Dalam OTT tersebut ditemukan uang tunai Rp 1 Miliar yang menurut keterangan AF berasal dari 2 Dirut PT Indoguna Utama dan akan diberikan kepada Ustadz LHI sebagai uang suap/pelicin agar PT Indoguna Utama memperoleh tambahan kuota impor daging sapi dari Kementrian Pertanian.

Sebagai tindak lanjut OTT tersebut, KPK menjemput dan mengenakan status tersangka dalam kasus dugaan suap impor daging sapi kepada Ustadz LHI. Setidaknya ada 3 pertimbangan KPK dalam menahan Ustadz LHI.  Pertimbangan pertama, KPK menganggap ada kemungkinan tersangka akan menghilangkan barang bukti. Kedua, KPK menganggap tersangka memiliki potensi untuk melarikan diri, membuat-mengganggu atau memengaruhi saksi-saksi yang akan diperiksa KPK nantinya. Ketiga, ada kecurigaan bahwa tersangka akan melakukan tindak pidana korupsi lain. Ustadz LHI dijemput KPK di Gedung DPP PKS di Jln. TB Simatupang Jakarta tanggal 30 Januari 2013.

Penyelidikan KPK pun bergulir sangat cepat untuk kasus AF ini. KPK seolah tak ingin kehabisan kesempatan untuk membangun kembali citra positif mereka sebagai penggiat anti korupsi setelah sempat tersandung kasus bocornya sprindik. Saksi-saksi segera dipanggil. Aliran dana dari rekening milik AF dibuka ke publik, sita asset para tersangka dilakukan secara cepat dan dramatik. Media-media nasional pun dilibatkan dalam tiap gerak KPK sehingga info sekecil apapun segera sampai ke publik.

Media pun segera menyambut dengan headline-headline provokatif. Beberapa media bahkan memberi ruang tanggapan dalam baris-baris berita mengenai Ustadz LHI. Bisa dipastikan, ruang-ruang tersebut berisi caci maki kepada PKS. Tak berhenti di situ, ruang media sosial yang semestinya dimanfaatkan untuk menebar kebaikan pun berubah menjadi ajang pelepasan kemarahan publik.

PKS pun bergerak cepat dengan memilih Ustadz Anis Matta sebagai Presiden PKS menggantikan Ustadz LHI. Simpati masyarakat pun kembali membanjir untuk PKS. PKS yang diramalkan hancur karena kasus dugaan suap pada Ustadz LHI pun mampu bangkit kembali. Bahkan lebih kokoh dan solid.

Kenyataan bahwa PKS bertambah kuat, tentu mengkhawatirkan pihak-pihak lawan politik. Mereka memanfaatkan aksi KPK menangani kasus suap impor daging sapi sebagai celah untuk menghancurkan dan menghabisi PKS. Apakah KPK tahu bahwa mereka dimanfaatkan oleh lawan-lawan politik PKS? Atau KPK menjadikan diri mereka sendiri sebagai alat politik dari penguasa negeri?

Mari kita lihat kejadian berikut..

Ketika akan terjadi sita asset berupa kendaraan yang dicurigai milik Ustadz LHI dan AF di Gedung DPP PKS di Jln. TB Simatupang tanggal 6 Mei 2013, media heboh memberitakan kejadian tersebut sebagai upaya perlawanan dari PKS kepada KPK.. Apa sebabnya media bisa memberitakan seperti itu? Tentu tidak bisa sembarangan menulis berita. Seorang jurnalis, dituntut untuk mengabarkan sebuah berita yang berasal dari narasumber yang jelas identitasnya.

Berita yang dimuat  media nasional terkait sita asset merupakan keterangan langsung dari Juru Bicara KPK, Johan Budi SP. Inilah satu contoh keterangan Johan Budi SP :  awalnya penyidik KPK akan menyita mobil itu, namun adanya upaya perlawanan, maka mobil itu akhirnya hanya disegel.
(http://nasional.inilah.com/read/detail/1986696/kpk-belum-berhasil-bawa-mobil-yang-disegel#.UZQu2aKeOax)

Disadari atau tidak, pernyataan Johan Budi tadi memicu publik untuk beropini bahwa PKS melakukan perlawanan atas sebuah tindakan berkekuatan hukum yang dilakukan KPK. Dalam kenyataannya, KPK melakukan tindakan tak etis ketika hendak menyita asset berupa kendaraan tersebut (ada bukti video CCTV mengenai hal ini).

Sementara dalam berbagai kesempatan, Wakil SekJen PKS Fahri Hamzah, menegaskan sikap PKS yang sama sekali tidak berkeberatan atas penyegelan dan atau penyitaan asset selama KPK taat pada aturan hukum yang berlaku.

Konflik ini kemudian memicu media berlomba-lomba mempertemukan PKS dan KPK dalam ruang diskusi terbuka. Dari ruang diskusi tersebut diperoleh kesimpulan bahwa KPK berhak melakukan penyitaan meski tak sesuai dengan SOP (Standar Operation Procedure - Standar Penatalaksanaan Tindakan) dan PKS berhak mengajukan keberatan kepada KPK melalui pra peradilan atau menempuh jalur hukum lainnya.

Puncak diskusi terbuka mengenai konflik sita asset antara KPK dengan PKS dan orang-orang yang dicurigai sebagai sarana pencucian uang AF terjadi dalam Indonesia Lawyers Club Selasa, 14 Mei 2013. Banyak pihak awalnya meramalkan PKS akan tumbang dan hancur dalam diskusi tersebut. Sayangnya, yang terjadi adalah kebalikannya.

Diskusi tersebut justru membuka mata masyarakat bahwa KPK sudah banyak melakukan ketidakadilan dalam penegakan hukum. Johan Budi, Juru bicara KPK yang hadir saat itu berulang kali menegaskan, bahwa keadilan akan diperoleh saat persidangan. "Biarlah pengadilan yang memutuskan". Pernyataan Johan Budi memicu pertanyaan, "Sebelum di pengadilan, ada di manakah keadilan dan kebenaran itu?"

Betapa tidak, KPK hanya membuka info mengenai aliran dana AF kepada pihak PKS dan kepada perempuan-perempuan cantik yang oleh media sering kali diganti dengan kata "daging mentah". KPK seolah ingin mengaitkan perilaku hedonis AF dengan PKS. Apakah ini adil?

VS, seorang perempuan yang dikaitkan dengan AF turut menceritakan cara KPK menyita mobilnya. "Saya berangkat naik mobil dan pulang hanya membawa kardus-kardus", tutur VS dengan mata berkaca-kaca. "Saya diminta mengembalikan uang yang diberikan Mas Ahmad (Fathanah).. Saya tidak tahu uang itu berasal dari mana. Saya sudah berkali-kali menolak pemberian Mas Ahmad... Saya tidak tahu..". Apakah ini adil?

AA, seorang artis papan atas Indonesia pun keberatan namanya dikaitkan sebagai "perempuan di sekeliling AF". "Saya hanya memiliki kaitan profesional sebagai artis yang akan disewa untuk acara Pilkada oleh AF dan tidak memiliki hubungan pribadi", tandasnya. "Sebagai artis profesional, saya meminta DP untuk jasa saya, karena saya harus menghubungi pihak-pihak lain untuk show seperti menyewa band..", imbuhnya lagi. Meski demikian, AA tak berkeberatan ketika penyidik KPK memintanya mengembalikan uang yang telah menjadi hak-nya tersebut kepada KPK.

Kedua perempuan ini diminta mengembalikan uang pemberian AF, atas dasar dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Hal ini tak pelak membuat mereka, para pengacara yang hadir dalam ILC tertawa. Bahkan dengan tegas dan gamblang, Prof. T. Nasrullah menjelaskan soal TPPU menurut pasal 5 UU No. 8 Th. 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang yang menurut beliau selama ini sudah salah diinterpretasikan oleh KPK.. Sebagai akibatnya, banyak orang yang tidak tahu menahu dan terkait dengan tindak pidana AF, terkena imbasnya. Dan ini tentu saja, TIDAK ADIL. Dengan tegas, Prof. T. Nasrullah mengatakan, "Saya pikir, Ayu ini BODOH BENAR kalau dia kembalikan uang ini... Termasuk Vita (VS)..".

"Hukum tidak bergerak dalam terjemahan-terjemahan yang menjerat orang tidak salah" (Prof. T. Nasrullah). Artinya, KPK tidak boleh salah menerjemahkan pasal-pasal UU dalam menjerat tersangka karena itu sama artinya dengan menempatkan hukum pada posisi yang tidak benar. KPK juga harus ingat, dalam hukum mereka adalah policy exector (pelaksana kebijakan), bukanlah policy maker (pembuat kebijakan). Oleh karenanya, KPK harus sangat berhati-hati dalam setiap tindakannya. "Bila tindakan KPK dianggap sudah melampaui batas kewenangan dan bahkan cenderung sewenang-wenang, KPK bisa dilapokan melalui pra peradilan atau ke polisi", tambah Prof. Nasrullah.

"Ketika penegakan hukum tidak bisa diaudit, ini sudah menjadi luar biasa.." (Prof. T. Nasrullah). Bila KPK adalah penegak hukum dan penggiat anti korupsi, ada baiknya publik ikut mengetahui hasil audit KPK, karena lembaga apapun yang tidak bisa diaudit cenderung rentan untuk menyalahgunakan kekuasaan.

Sebagai penutup, Prof. T. Nasrullah menambahkan keterangan mengenai pasal 6 ayat 1 dan 2 dalam UU. 8 Th. 2010 tentang TPPU oleh korporasi. "Nah, tindakan apa yang terjadi sekarang dan ramai-ramai, di-cu-ri-ga-i oleh sebagian orang mengarah kepada tuduhan bahwa ada kejahatan korporasi oleh PKS. Oleh sebagian orang dianggap, ini ujung-ujungnya menjegal PKS untuk tampil.. Untuk bisa dibekukan berdasarkan UU Pemilu pada Pemilu 2014. Untuk itu saya katakan, jangan bergerak di luar sistem hukum. Janganlah hukum dijadikan alat politik..", tandasnya.

Hal ini sebenarnya sejalan dengan keberanian Wasekjen PKS Fahri Hamzah yang dalam pernyataan penutupnya menegaskan bahwa harga demokrasi yang kini dinikmati oleh bangsa Indonesia terlalu mahal untuk dinodai oleh kekuatan lembaga superbody. Untuk itulah, Fahri Hamzah terus menerus secara lantang mengkritisi KPK.

Apakah kita tidak boleh mengkritisi KPK? Tentu boleh.. Tak hanya itu. Kita memiliki hak dan kewajiban untuk terus mengingatkan KPK agar tidak menjadikan hukum dan penegak-penegaknya sebagai alat politik oleh penguasa. ***


*Penulis: <at> perimerahjambu on twitter

__
Catatan penulis : seusai menyaksikan ILC, beberapa kawan non muslim menelpon dan mengatakan bersimpati pada PKS. Blessing in disguise :)



------------------------------------

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/mediacare/


Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mediacare/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mediacare-digest <at> yahoogroups.com
    mediacare-fullfeatured-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    mediacare-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/




--
yasir wa la tu’asir

Hidayat memandang PKS akan dijungkalkan melalui kasus suap kuota impor daging ini. Hidayat menengarai ada konspirasi tingkat tinggi dalam kasus ini, bahkan bisa melibatkan zionis. (detik.com, 01/02/13)
 


__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/mediacare/






Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Gmane